All language subtitles for A Dynamite Family [2014]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hari ini adalah pernikahan kedua orang tuaku ...

Dan tidak, mereka telah menikah. =[ 28 November 1988 ]=

Wah ! Selamat atas pernikahan kalian !

Dalam perut ibuku, aku mendengar namanya.

Apakah kalian sudah memilih nama ?

Kami memutuskan nama untuk anak itu adalah Soo Jeong. Bagaimana menurutmu ?

Soo Jeong. Jeong Soo Chon ... Sangat imut !

Bahkan jika dibaca terbalik juga, Jong Soo Chon.

Tambahan, mereka bilang bahwa arti nama itu adalah hidup yang panjang.

Dia menemukan seorang saudara yang pintar dan dapat diandalkan. Anak-anak akan sangat bahagia.

Terima kasih, di masa depan aku akan mencoba lagi.

Apakah ini sampah ? Sial ...

Bagaimana aku bisa bangga ?

Aku akan menghabiskan hidupku dengan malu. Malu di depan orang-orang. Marah ...

Kita baru bertemu pertama kali. Namaku adalah Jeon Soo Kyung.

Kita seumuran.

Kita seumuran.

Beriskaplah dengan normal, dia lebih tua daripadamu.

Kau menghinaku ?

Mengapa kau menghinaku di sini ? Itu kejam, eh ?

Bibi kita cantik !

Ayah, jaga baik-baik ibu kami, oke ?

Kakak, ini adalah tiket ? Aku sangat senang. Keren ! Ini adalah penyanyi sungguhan !

Lihatlah dirimu. Lebih menderita seperti sampah.

Tertawa ? Dan ada apa denganku ?

Ini adalah anak-anakku.

Yahm pukul. Ayo, pukul !

Apa kabarmu ?

- Soo Geun, kau datang dalam bentuk ini ? - Karena di jalanan dingin.

Ada apa ? Dan kenapa tidak membawa karangan bunga ?

Karangan bunga ... Aku membawanya, tapi ...

Tidak apa-apa.

Malah adikmu membawa karangan bunga dan membawa dia,

jadi jangan khawatirkan itu.

Jadi, ayo tersenyum ! Tersenyum !

Oh, hari ini di pernikahan ulang orang tuaku.

=[ 5 Family of Doksuri ]= =[ A Dynamite Family ]=

Ibu, aku datang !

Apa ini ? Sekarang semua beterbangan.

Maaf.

Akhir pekan ini kita masih tidak mengubah apapun.

Oke ?

Oke.

Ibu, apakah benar saudara dan saudari akan datang ?

Ya.

Dari Chu Seok karena banyak yang tersisa.

Ini adalah hari jadi pernikahan, setidaknya mereka akan datang, kan ?

Ayahmu menerima janji bahwa mereka akan datang.

Yang, untuk apa mereka datang ?

Karena mereka, jiwanya tidak di tempatnya.

Anak-anak selalu bertengkar dan mendekat.

Baiklah ...

Ayah, apa itu ?

Hadiah untuk sadara dan saudarimu.

Ini adalah hari jadi kalian ...

Mengapa mereka harus diberi hadiah ?

Apa bedanya siapa yang memberi hadiah ?

Hal yang utama adalah jiwanya.

Lihat saja itu.

Aku ingin bertanya kapan mereka akan datang ...

Tapi lupakanlah.

Biarkan Soo Jeong yang menelepon.

Sehingga dia bisa berbincang dengan mereka.

Bagus.

Jadi, di dalam paragraf 5 artinya adalah ...

Apapun bajunya ...

Kau bajingan !

Hentikan, jangan berkelahi ! Jangan berkelahi !

Jangan berkelahi di sini.

Hei, tidak perlu berkelahi.

Hentikan itu.

Ay-yay-yay ! Rambutku, rambutku ...

Halo ?

Oh, itu kau. Apa kabar ?

Benarkah ? Mungkin kakak tidak akan datang ...

Kakak, ayo hentikan.

Apakah kau bahkan berpikir, aku mengalah ?

Di sini, kau tidak punya keberanian.

Jika kau menelepon polisi, apakah kau bisa menang ?

Aku punya segalanya. Aku bisa berkelahi dengan polisi.

Apa-apaan ?

Ada apa ?

Kawan, apa yang telah kau lakukan ?

Kita terperosot sampai tingkat C.

Apa kau bercanda ?

Kawan, aku akan membantu.

Sial.

Apa ? Ada apa ?

Ya, halo ?

Punggungku sakit.

Ada apa denganmu ?

Pergi dari sini. Pergilah dari sini.

Soo Jeong ...

Aku sekarang tidak dalam suasana hati untuk bicara.

Aku tidak bisa datang.

Tidak perlu datang sekarang.

Ketua brengsek dan cabul. Kau akan mati !

- Halo ? - Aku sejujurnya tidak bisa datang.

Aku tidak bisa datang. Aku tidak bisa.

Aku sekarang sibuk bersiap untuk ujian.

Ibu dan ayah ...

Ayah sangat sakit.

Dan jika dia tidak bisa bangun, apa yang akan terjadi padaku ?

Kumohon, cepatlah datang.

Sayang, jika ini bukan untuk aktris kecil kita, apa yang akan kita lakukan ?

Semua anak-anak akan datang karena kita sakit.

Dan jika besok tidak hujan, ini akan sangat hebat.

Kau tidak melupakan uangnya kan ?

Ya, semuanya sudah di sini.

Apa yang dia lakukan selarut ini ?

Ibu dan ayah sedang sibuk.

Aku akan segera datang.

Wow, siapa yang berjalan kaki hujan-hujanan seperti ini ?

Soo Jeong, jangan khawatir dan tidurlah.

Soo Jeong ! Ayah !

Aku pulang.

Hai.

Ting.

Kakak.

Kenapa kau tidak pulang untuk menjenguk ayah dan ibu ?

Ya, aku sedang dalam perjalanan.

Apakah yang lainnya sudah datang ?

Ibu sakit, mengapa mereka harus datang ?

Hei, di mana kau ?

Cepat datang. Aku sudah di sini.

Mengerti. Aku akan menunggu.

Selamat siang.

Lama tidak berjumpa.

Adik bilang bahwa ayah kita sakit, jadi aku datang.

Kau mungkin juga tahu tentang itu.

Kakak, aku sudah datang.

Ayah, putra keduamu telah tiba.

Soo Jeong.

Mengapa kau berteriak seperti itu ?

Kau sudah tiba di desa yang sunyi, bisakah kau lebih tenang sedikit ?

Hei.

Mengapa kau sangat lama ? Aku menunggumu.

Kakak, kakak Chung datang juga ?

Apa ini ?

Ini adalah kesukaan ayah kita, ''Royal Salute''.

Kau memberikan untuk orang tua ? Hah ?

Waktunya kau sadar ! Jika kau gagal ujian dan sekarang ...

Jangan khawatir, jangan khawatir. Ini waktunya aku belajar segalanya.

Kau ingin belajar semuanya, ingin aku tunjukkan ?

Belajar ?

- Kau selalu berisik saat datang. - Kakak.

Kau pikir ini adalah desa yang biasa ?

Apakah kau tidak senang bertemu denganku ?

Jika kau sedikit lebih pintar, aku mungkin senang bertemu denganmu.

Hei, mengapa ini tidak mati ?

Mereka sangat berisik sekali.

Apa kau bilang ?

Kakak, aku harus buang air kecil.

Kalian menakutiku.

Lama tidak berjumpa.

Hebat.

Ini hebat. Mereka berdua datang ?

Apakah mereka sudah lupa ?

- Ya, aku tahu. - Mengapa kau selalu marah ?

Aku bisa lihat betapa senang mereka bertemu kita.

Bagaimana bisa selalu seperti ini ?

Bagaimana bisa kita memiliki saudara seperti itu ?

Apa yang dikatakan bajingan itu ?

Hei ! Apa yang baru saja kau katakan ?

Kawan-kawan, tenanglah.

Jaga mulutmu, atau tidak aku akan menghajarmu.

Apakah kau sudah belajar bela diri ?

Apa yang sedang kalian lakukan ?

- Apakah kalian sedang berkelahi ? - Soo Jeong.

Halo.

Dasar gila.

Sangat mengejutkan.

Aku langsung datang karena aku kira ada yang bermasalah.

Dan apa yang terjadi pada ayah ?

Aku tidak tahu.

Teleponnya tidak diangkat.

Dan bibi ?

Hei.

Kau harus memanggil dia ibu.

Lalu kenapa mereka sering memanggil ayah kita paman ?

Mengapa ibuku harus memanggil ibu mereka sebagai ibuku ?

Itu sudah seharusnya.

Ah, persetan.

Kakak.

Tentu, aku tahu tradisinya, tapi ayo makan ramen dan beristirahat. Mau ?

Kita seharusnya mengajak mereka.

Tidak, biarkan saja mereka berdua. Mereka bisa menjaga diri mereka sendiri.

Ini semua karena anak kecil itu sudah berbohong.

Tapi ini adalah acara penting bagi ibu kita.

Mengapa dia tidak berkata jujur saja. Aku masih punya urusan yang harus aku selesaikan.

- Urusan apa ? - Aku tidak bisa menjelaskan.

Kau selalu seperti itu. Tidak pernah memberitahuku.

Aku baru saja ingat. Kau adalah pria yang selalu bermasalah, benar kan ?

Jadi apakah kau ingin menjalankan bisnis yang legal ?

Aku tidak tertarik.

Panas sekali.

Apa ? Kenapa kau melakukan itu ?

Lebih baik kau tetap menjadi kiriminal.

Itu tidak penting.

Aku ingin membeli toko nanti.

Lalu, kau akan meminjam uang dari ibu ?

Bahkan kau juga bisa meminjam uang dari Paman Guo.

Dia akan memberikannya.

Kau lebih baik cepat berganti pakaian.

Mengapa kau selalu berteriak padaku ?

Apakah aku harus berbicara normal padamu ?

Mengapa banyak sekali pakaian jelek di sini ?

Jangan mengeluh saja, semua berukuran sama. Pakai saja apapun yang ada.

Kau ... Mengapa kau berbicara seperti ini ?

Siapa yang dalam keluarga kita berbicara dengan sopan pada yang lain ?

Wow ... Dasar kutu buku kecil.

Bahkan berkata seperti itu padaku.

Ini adalah seragam sekolahku.

Kita tidak perlu menahannya, kau adalah anak sulung.

Apa yang bisa kita lakukan ? Mereka telah menikah dan melahirkan Soo Jeong, membeli rumah dan hidup bahagia.

Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Kita tidak bisa diam saja. Saat mendengar mereka berbicara seperti itu, aku ingin menghajar mereka.

Benar.

Aku juga sudah cukup sabar menahan tingkah laku mereka.

Wow ! Aku menang !

Ayo, kita mulai lagi. Cepat.

Jangan sentuh uang itu. Kau pikir kau sudah memang ?

Mengapa kau terburu-buru, kita baru saja memulai permainannya.

Baru mulai ? Apanya yang baru mulai ?

Dong Soo. Ini hanya permainan. Tenang.

Benar. Ini hanya permainan. Apa kau mau aku pukul kepalamu dengan piring ?

Dong Soo, piring ini, mengapa kau ingin memecahkannya ?

Aku akan memberikanmu uang itu jika kau menang sekali lagi.

Kau bercanda ? Ambil saja semua uang ini.

Hei.

- Kau ingin berkelahi ? - Dong Soo.

Hentikan itu.

Tidak bergunda datang ke sini jika ayah dan ibu tidak ada.

Mengapa dia harus berbohong agar kami datang ?

Apakah kau berpikir bahwa mereka menipu ?

Ya, mereka terlahir sebagai penipu. Apa kau tidak tahu itu ?

- Itu ! Itu ! - Itu !

Itu !

Dong Soo, sejujurnya, itu adalah peraturan permainannya.

Baiklah, kita ulangi.

Apa kau bercanda ?

Terserah. Aku tidak akan bermain lagi.

Lihat ! Lihat ! Lihat !

Lalu kenapa ? Kau akan bermain ? Kau bilang kau tidak akan main lagi.

Aku tidak berpikir penipu ini masih ada.

Apa ?

Penipu ?

Apa yang kau katakan ?

Ya, aku bilang ''penipu''. Jadi kenapa ?

- Apa kau keberatan ? - Tarik ucapanmu !

Kakak, aku akan menghukum mereka.

Bisakah kau memisahkan mereka ?

Aku akan menjaga jiwaku dan hatiku agar tidak tersakiti lagi.

Ini adalah kutipan dari sebuah buku.

Siapapun yang membuatnya mungkin sedang sakit hati.

Aku tidak tahu. Semuanya sama, aku akan pergi besok.

Aku harap kali ini akan berlalu tanpa insiden.

Nomor yang anda tuju tidak bisa menjawab. Silahkan tinggalkan pesan setelah nada ...

Makanlah dan minumlah.

Itu adalah ''Royal Salute'' ku ...

Minumlah denganku.

Rumah ini dipenuhi oleh penipu ini, aku tidak bisa menelepon polisi ...

Apa yang kau katakan ?

Memanggilku pencuri ?

Ya. Itu benar. Pencuri ! Pencuri !

Hyn Jeong, kau kelihatannya terlalu banyak minum. Maafkan dia, ayo hentikan ini.

Kakak, mengapa kau membela dia ? Kau seharusnya membelaku.

- Diamlah ! - Apakah kau tidak membelaku ?

Oh, dasar kau pemabuk. Ke marilah, aku akan membuatmu mengerti.

- Hentikan, hentikan ! - Tolong aku !

Ada apa ?

Kakak !

Bajingan ini ... Dia ...

menyerangku.

Nampaknya dia terlalu banyak minum.

Jadi apa masalahnya ?

- Dong Soo, ini bukan ... - Tidak perlu berbicara dengan sopan.

Bajingan ini pun tidak berbicara dengan sopan.

Hei, jangan berkata begitu !

Mengapa dunia ini penuh dengan orang-orang seperti kalian ?

Ayo kita tinggal bersama.

Tinggal bersama ? Lihat siapa yang bicara ...

Mengapa kau selalu membuatku marah ?

Tenanglah ! Dong Soo !

Tenang. Kita bisa bicarakan ini baik-baik.

Ah, sial. Ada apa dengan kalian semua ?

Apa kau ingin berkelahi ?

Itu ... kau tidak boleh menghancurkannya.

Itu adalah keturunan dari ibu kami.

Bajingan, jika kau melakukannya, aku akan membunuhmu.

Masa depan keluarga kita tidak ada hubungannya dengan ini.

Hei, berikan padaku.

- Lepaskan. - Jangan ganggu aku !

Lepaskan sekarang !

Kakak, kenapa kau melepaskannya ?

Kalian bajingan.

Dong Soo, tenang.

- Lepaskan ! Lepaskan ! - Tenanglah.

Oh, kakak !

Oh. Sial.

Brengsek !

Hei, mengapa kau memukul kakakku ?

Lepaskan aku.

Aku akan menghajarmu.

Apa ?

Apa-apaan ini ? Apa yang sedang kau lakukan ?

Apakah kau guru Judo ?

Tidak akan menurunkanku ?

Dasar keras kepala.

Halo ?

Apa ?

Soo Jeong.

Mengapa kau keluar tanpa izin ?

Mengapa kau sangat nakal sekali ?

Aku akan menghukummu.

Soo Jeong hanya datang untuk mendaftarkan daftar orang hilang.

Apa ? Melaporkan orang hilang ?

Ya, jadi tidak perlu memarahi dia. Tenang.

Aku sudah kembali.

Oh, selamat datang.

- Apa ada masalah ? - Ya, ada ...

Itu hanya konsleting ...

Aku sudah membantu mereka.

Benarkah ? Sekarang kembalilah.

Jika kau khawatir, maka terus awasi dia.

Telepon orang tuanya mati.

Jadi kau tunggu saja. Akan kembali sebentar lagi.

Aku yakin ada sesuatu yang terjadi dengan orang tuaku !

Orang tuamu sedang pergi. Mereka sering melakukannya.

Hei, kau, cepat pergilah kenapa masih di sini ?

Apakah kau juga berbicara dengan anakmu seperti itu ?

Apa itu ? Tatto ?

Jika ada tatto, itu berarti kau ...

Datang ke desa untuk bersembunyi ?

Bahkan di desa, polisi harus bersikap seperti itu ?

- Song Kyon, tahan dia ? - Ya, maafkan aku.

Suadaraku tidak memiliki tatto. Dia adalah pembuat tatto.

Tatto ?

Tidak memiliki tatto ?

Ya, kenapa kau berpikir orang bertatto adalah mafia ?

Kenapa kau selalu menghakimi orang. Dia baik.

Dong Soo ... kau bukan mafia ? Aku pikir kau adalah mafia.

Mafia atau apapun itu. Masalahnya hanya tatto.

Kami ada sedikit urusan, akan segera pulang.

Kenapa ini hujan, ayo berhenti.

Aku selalu berpikir ini adalah rumah kuno, tapi karena tidak ada orang tua, sedikit tidak nyaman,

Benar ?

Maafkan apa yang terjadi malam ini.

Ya, semuanya baik-baik saja. Yang penting adalah kita berteman.

Dong Soo, kapan orang tuamu datang ?

Aku cuma mencemaskanmu ...

Mendengar kau berkata demikian ...

Darimana kau mendapatkannya ? Aku tidak pernah berpikir kau sebagai kakak nya.

Aku ... Jika kau tidak bisa, setidaknya kau bisa memanggil ayah ?

Aku pikir ...

Aku akan mengikuti Su Gynom.

Aku tidak memintanya.

- Hei, kau kabur dari kencan ? - Apa yang kalian katakan ?

Kami telah mengetahuinya.

Ini adalah jaketku.

- Benarkah ? - Tentu saja.

Ini adalah barangku. Apa kalian tidak dengar apa yang aku katakan ?

Sungguh tidak masuk akal ...

Kau tidak dengar ? Mungkin aku harus menulisnya ?

Itu milik kami, berikan bunganya.

Aku tidak bisa. Aku harus memberikannya kepada ibu tiri mereka.

Ada apa denganmu ? Apakah ibuku adalah ibumu ?

Kau tidak bisa ...

Tunggu, tunggu.

Apa itu ?

Telepon berada di luar jangkuan ...

Apa yang kau lakukan pagi-pagi seperti ini ?

Kenapa kau mempermasalahkannya ?

Bagaimana kau melihat situasi ini ?

Diamlah.

Dan kau berlari lagi di pagi hari ?

Dong Soo, kenapa ? Tolong tenanglah.

Apa ? Apa kau serius ?

Yah, ayo berkelahi. Ayo pukul aku.

Kau bilang pukul !

Kenapa dengan kalian semua ...

Aku sungguh tidak mengerti.

Kenapa jadi kau yang marah ?

Kami hanya bertengkar mulut.

Kenapa kau ?

Benarkah ? Aku tidak tahu.

Kau telah mengatakannya.

Aku sudah lama tersiksa dan hari ini aku memutuskan untuk memberikanmu semuanya ?

Apapun yang kau lakukan ini sungguh keterlaluan.

Menurutmu seperti apa ? Kami tidak mau melihatmu !

Lepaskan.

Satu.

Dua.

Dua setengah.

Dua seperempat.

Sial ...

Menang 30 juta.

Jadi di mana bank nya ?

Aku tidak tahu.

- Ayo cepat. - Aku tidak tahu ada di mana.

Oh, kau yang Seoul.

Aku adalah kepala desa.

Sudah lama tidak melihat orang di sini, jadi aku tidak bisa menagih uang.

Uang apa ?

Uang untuk pajak tanah, 50 ribu won ...

Oh, permisi, aku ada masalah penting, nanti aku akan bayar.

Hei kalian lupa denganku.

Aku yang memberikan uangnya.

Apa kau kenal dengan Yong Paris ?

- Yong Paris ? - Jadi kau kenal ?

Kau harus melewati 3 rumah.

Aku tidak bisa bilang padamu, kau harus membuat pernyataan.

Hei, brengsek !

Lihatlah dia bertatto.

Dong Soo, di sini.

Di persimpangan, 3 rumah.

- Tepat sekali. - Iya.

Apa ada orang ?

Sial.

Kenapa begitu lama ?

Soo Geun, kau lihat sesuatu ?

Tidak, aku tidak bisa melihat apa-apa.

Soo Geun, kau harus turun.

Kenapa ?

Jangan, jangan.

Jangan mendekat.

Sungguh tidak disangka.

- Apa ini ? - Halo. Kau Yong Paris ?

Kami datang karena orang tua. Ayahku, San Chong Man.

Bisakah aku bertanya ...

Sekarang, kami bermasalah dengan orang tua ...

Ya.

Kami bekerja di perushaan telepon. Mereka memberikan kami peta dan menunjukkan ini ...

Hentikan basa-basinya.

Apa yang kau lihat ?

Gigit !

Kenapa polisi tidak datang ?

Di mana yang lainnya ?

Mundurlah, mundurlah !

Apa yang kau lakukan ? Cepat turun !

Kau masuk tanpa ijin !

Aku harus menangkap kalian !

Yong Paris, mengatakan kepada kami.

Yong Paris tentunya, terlihat sangat menakutkan, tapi bukan dia.

Jadi kau menyelidikinya ?

Aku bilang padamu bahwa tidak ada alasan untuk menangkap dia.

Ya, itu adalah tanggung jawabmu !

Atas dasar apa ? Apa kau bahkan tahu apa yang kau katakan ?

Maafkan aku, tapi begitu jauh dari orang tuaku, tidak ada kabar ...

Lihat.

Sudah 20 tahun sejak aku datang ke desa ini, dan sejak saat itu aku telah menjadi petugas terhormat

Untukku semua harus lewat dari 42 hari.

Dan desa kami cukup sunyi dan damai jadi jangan rusak reputasiku.

Maaf ...

Tanganku gemetaran jadi aku tidak bisa membawa mobil.

Maaf, tapi bukankah kau adalah aktris ?

Apa ?

''Bread bitch ''.

Yah, itu ... roti membenci karena selalu membuat.

Semua lelucon ini untuknya, siap untuk membunuh ...

Apakah itu kau ?

Bagaimana kau bisa ingat itu ?

Sejak pertama kali aku melihatmu aku langsung ingat.

Kau adalah Hyun Jeong yang terkenal.

Sebenarnya aku pertama kali masuk sebagai grup penyanyi dan mempersiapkan debut ...

Tapi aku ditipu ...

Oh, aku mau meminta tanda tanganmu ...

Sudah lama, kau sungguh membuatku malu ...

Tidak terlalu lama ...

Ah ... Aku tidak punya waktu untuk ini.

Apa yang kau lakukan ?

Lalu kau membuatku membayar biaya perbaikan mobil ? Atau membeli yang baru ?

Yang mana ?

Ahh, sungguh indah.

- Hati-hati. - Kau mau kopi ?

Tidak terima kasih.

Mungkin teh hijau ?

Hei.

Kenapa semua orang meminta tanda tangan ?

- Siapa namamu ? - Aku adalah kepala desa.

- Aku ke mari untuk menagih 50 ribu won. - Apa yang kau katakan ?

Mengapa aku harus membayarmu ?

Jadi kau menolak untuk membayarnya ?

- Apa ? Pergilah ! - Yang benar saja !

Ke marilah.

Lepaskan. Kenapa kau membiarkannya ?

Kau polisi, benar ?

''Bread bitch'' lalu kenapa ?

Kau sungguh mirip dengan ayahnya, tampan.

Kau mirip dengan sisi ibumu, benar ?

Ya.

Tapi mengapa kau mencari Paris Yong ?

Kenapa kau mencari dia, dia adalah orang yang buruk !

- Kau kenal Paris Yong ? - Tentu saja tahu dia adalah orang yang menakutkan

Dia menangkap hewan dan memakannya.

Hentikan itu.

Apa kau tidak dengar ? Sekarang dia menjadi nelayan.

Yong Paris.

- Ke marilah. - Tidak jual.

Ya. Siapa yang membutuhkan uang.

Besok kita akan bertemu Yong Paris.

Kita akan mengatasinya.

Apa ? Aku juga ?

Aku tidak bisa aku ada ujian masuk kepolisiaan.

Ini bukan waktunya untuk mempersiapkan ujian.

Kau sungguh pengecut, aku juga akan pergi.

- Kau tetap di sini. - Aku tidak mau, aku juga mau pergi.

Biarkan aku tetap di mobil.

Kau bahkan tidak tahu akan memakai apa ?

Baiklah. Aku harus ikut ujian kepolisiaan.

Ayo.

Ini sudah yang ke enam kalinya.

Hei.

Hai !

Halo.

Terima kasih.

Aku tidak mengerti, aku masih khawatir.

Jadi dia dengan sukarela setuju dengan pendapatmu.

- ''Sam'' - Bukan keuntungan satu sama lain.

Hyun Jeong !

Pak Sung Kyung.

- Oh, lama tidak bertemu. - Halo, aku ...

Selamat tinggal.

- Dia lancar berbahasa Korea. - Tentu saja dia sudah 5 tahun tinggal di sini.

Ah, benarkah ?

Aku tidak menyangkanya.

- Ngomong-ngomong, kenapa kau ke mari ? - Aku ke mari untuk mencari baju.

Tapi bahkan di sini, aku bertemu denganmu.

Apa ada kabar dari orang tuamu ?

Ya, mereka besok akan bertemu dengan seseorang.

Jika komandan tahu hal ini, dia tidak akan tinggal diam.

Oh, itu adalah rahasia ... Park, shh ...

- Kau mau kopi ? - Aku mau.

- Di sini dingin, kenapa dia tidur di sini ? - Diamlah, dia akan terbangun.

- Ayah. - Oh, kau bangun ?

Yah, dia terbangun. Ke marilah.

Soo Kyo.

Kau seharusnya memperhatikan anak muda.

Ayah, ibu !

Ayah, ibu !

Ada apa ini ?

Aku tidak akan membiarkan ini, aku telah tinggal di desa ini selama 40 tahun.

Dan kau menolak untuk membayar. Kau akan menerima akibatnya

Uang apa ?

Apa orang yang tinggal disini begitu bodoh ?

Sekarang kau sudah membuatku marah.

Terima ini.

- Bagaimana dengan anjingnya ? - Apa maksudmu tinggal tembak saja.

Ini senjatanya, siapa yang akan menembak ?

Dong Soo, kau saja yang menembak.

Aku sudah lama tidak menembak.

Aku juga.

Aku tidak mau. Kenapa harus aku ?

Aku telah bilang padamu.

Batu gunting kertas.

Bagus ! Ini dia.

Batu gunting kertas.

- Apa yang terjadi di sini ? - Bukan aku yang menembaknya.

Aku ke mari dan anjing itu sudah ditembak.

Sungguh mengejutkan

Baiklah, kita lanjutkan.

Apa ini ?

- Bukan kami yang menembaknya. - Hei.

Pukulah.

Sedikit lagi, sebelum aku pergi 42 hari lagi.

Komandan, aku bicara tentang Yong Paris ...

Tentu, aku tidak pernah bertemu dia, tapi aku pikir ...

Kau, apa yang kau tahu ! Urus urusanmu saja !

Dia tidak berbicara, dan memiliki anjing.

Apa kau pikir itu tidak aneh ?

Ditambah lagi, ada yang ingin bertemu dengannya kemarin.

Apa ?

Siapa ?

Kenapa kau hanya berdiri cepat jalan.

Kenapa kau melakukan ini ? Kenapa membuat sulit keluarga kami ?

Kenapa denganmu ?

Ini tentang uang ayah.

Sebelum kau menyerahkan uangnya ...

Kenapa ?

Dasar bodoh ...

Dasar kau binatang ! Jika kau berani menyentuh ibuku, aku sendiri yang akan membunuhmu !

Katakan ! Di mana ibuku ? Di mana dia ?

Itu si pemuda bodoh itu ...

Apa yang terjadi di sini ?

Kalian ini orang-orang macam apa suka melakukan itu ?

Aku sudah bilang padamu bukan ?

Soo Kyung cepat pergi menangkap mereka semua.

- Apa yang terjadi di sini ? - Nah, itu ...

Yong kau tidak apa-apa ? Apa yang kalian lakukan ?

Kenapa kalian semua harus sampai melakukan ini ?

Ini bukanlah perbuatan kami.

Aku juga hanya keluar sebentar untuk perbaikan, hanya 42 hari.

Kenapa kau melakukan ini padaku, huh ?

Kenapa kau berdiri saja ? Cepat tangkap mereka !

Bangun !

Apa yang kau lakukan ? Kau mabuk atau sesuatu ?

Sadarlah ! Bisakah kau dengar aku ?

Pak, aku pikir kami perlu untuk menjelajahi tempat ini.

Jika tidak, kami tidak akan tinggal diam, tolong jangan menghalangi.

Tidak ada apa-apa. Tidak ada korban sama sekali ?

Ada sesuatu yang bergerak.

Ayah.

Jangan mendekati. Jangan datang ke mari.

Aku sudah bilang ini ide yang buruk untuk datang ke mari.

Ayah.

Kakak, ini adalah ibu kita.

- Ini adalah ibu kita ! - Tidak !

Ibu ! Ibu !

Akhirnya, kasus gadis yang hilang bisa dianggap di tutup.

Gadis 26 tahun yang hilang sekitar sebulan yang lalu ditemukan tewas di rumah di desa.

Ini adalah pengungkapan kasus yang mengerikan di bantu oleh kepala cabang lokal Kim Son Juice dan Petugas biasa Pak Sung Kyun.

Penangkapan berlangsung di TKP. Para polisi ini melakukan penegakan hukum pada setiap harinya.

Kami akan memantau perkembangan lebih lanjut.

Mungkin kau memiliki pertanyaan tentang orang tuanya ?

Apa Yong di tahan ?

Sementara ini dia berada di bawah penyelidikan, keputusan sidang masih belum di ketahui.

Terima kasih untuk telah membantu dalam penyelidikannya.

Bagaimana cara menemukan mobilnya ?

Ditemukan melalui sinyal dari teleponnya.

Para bajingan apakah itu di perlukan ?

Apa yang kau inginkan, dan kalian para polisi ? Dan kau juga bajingan ? Aku bunuh kalian semua !

Tenanglah.

Berapa lama kau akan berperilaku seperti ini ?

Kau tahu sebagaimana sakitnya ibuku itu ?

Sebarapa sulitnya itu.

Apakah dia bisa di hidupkan kembali ?

Apakah kau pikir kami menginginkan ini ?

Kami juga kesulitan di karenakan oleh ayah, tapi ...

Hanya tentang pendapat ayahnya dan tidak pedulikan ibu kami, ya ?

Meski begitu, bukankah kita seharusnya menangkap si pembunuh ?

Brengsek ! Dari sejak awal aku menantangnya ...

Bajingan, bangsat ... Aku melakukannya untuk pertama kalinya ... Aku juga sakit, dasar kau bajingan !

Dong Soo, apa maksudmu ?

Kau menuduh kami juga berperan ?

Kakak ...

Dong Soo dan kau itu lebih baik dari pada kami ?

Apakah kau pernah memikirkan ayah kami, sebagai keluarganya sendiri ?

Selalu di hadapan ayah dan ibunya berkata, ''Sialan, ''.

Tapi ayah kami, kau tahu, selalu berbicara tentangmu ?

Berisik sekali kau itu bajingan.

Bajingan ! Bangsat ! Bajingan !

- Bajingan ! Bangsat ! Bajingan ! - Hentikan !

Oppa ! Hentikan itu !

Kalian tidak tahu diri !

Kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri !

Apakah kau pernah melihat ibuku bahagia ?

Ibu dan ayah meninggal dengan begitu mengerikan ...

Dan kau tidak merasa malu ?

Tidak merasakan ketidakadilan apapun ?

Lebih baik menemukan pembunuhnya.

Sesegera mungkin ! Temukan bintang yang melakukan ini kepada Ibu dan ayah dan membalasnya !

Aku sekarang sedang di TKP di desa Doksuri.

Telah terjadi pembunuhan gadis. Tersangkanya Yong Paris, berusia 62 tahun.

Hari ini petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di TKPnya.

Di sana ada banyak bukti yang telah di kumpulkan.

Dan bahkan tetangga tidak bisa tetap berada di garis polisinya.

Berikut inilah Yong Paris !

Aku melakukan apa yang aku lakukan dan aku bekerja pada hari itu di perahunya.

Dan ayahmu dan aku telah mengadakan pertemuan.

Aku menunggu waktu yang sangat lama, tapi dia tidak datang. Aku tidak melakukan itu pada mereka.

Aku tidak membunuh orang, aku tidak membunuh mereka.

Aku tidak membunuh orang, aku tidak membunuh mereka.

Aku tidak membunuh orang, aku tidak membunuh mereka.

Aku tidak membunuh orang, aku tidak membunuh mereka.

Ayah, kapan kau punya waktu untuk bersiap-siap seperti itu ?

Entah bagaimana, itu di siapkan begitu saja ketika kita punya liburan keluarga.

Aku pikir itu akan menyenangkan untuk naik ke perahu dan pergi memancing.

Setidaknya aku harus melakukan sesuatu.

Jadi kau hanya menyewa perahu untuk memancing ?

Ya, daripada begitu, kau seharusnya membelinya.

Dong-soo, mengatakan dia itu Rajanya dalam memancing.

Ah, sekarang saat yang tepat.

Sayangku, apa guna sebenarnya untuk tetap hidup ?

Kita hidup dengan ibumu, mengapa kalian tidak bisa melakukan hal yang sama ?

Ayah, kumohon jangan mengatakan itu.

- Terus bertengkar itu tidak akan bisa hidup bersama. / - Hei !

Kau setidaknya tahu apa keinginan terdalam kami ?

Apa yang kau akan hidup di dalam kebaikan dan keharmonisan ?

Kalian akan memenuhi keinginan kami ?

Jadi ya atau tidak ?

Oh, jadi itu artinya ya, bukan ?

- Tarik pada waktu bersamaan ! - Baiklah, baik.

Ya, memang, ini berat sekali ...

Pegang aku yang kuat !

Ayo ! Ayo !

Siapa yang ingin bicara lagi ? Ada yang menarik ? Berpaling, dasar kau binatang ...

Menyenangkannya ?

Dasar bajingan ! Bajingan !

Ibu ...

Kenapa tidak bisa lari ? Kemudian seperti tidak ada apapun yang terjadi.

Aku minta maaf, aku tidak bisa melindungi mereka.

Ini adalah bebanku.

Aku juga memberi instruksi sebagai senior, mengikuti semuanya.

Lihatlah aku sekarang ...

Apa yang telah aku dapatkan ?

Tidak ada yang lebih kecil ?

Apakah bisa dengan kartu kredit ?

Itu harganya cuman satu dollar, kartu apa yang bisa ...

Hei, berapa banyak yang kau miliki ?

Kalau begitu nanti aku akan memberikanmu 50.000 won.

Bukankah kartunya bisa untuk membayarnya ...

Ya, aku akan segera kembali.

Tapi aku untuk sekarang aku tidak bisa.

Maaf, apakah kau Che Bong ?

Apa yang telah aku lakukan ?

Ada apa itu ?

Hallo.

Ah, ya, hallo.

Kau ke mari untuk urusan apa ?

Ya, hanya memutuskan untuk jalan-jalan.

Apakah kau hidup bahagia di sini ?

Ya. Maaf, aku sama sekali tidak dapat membantumu.

Ya, itu tidak apa-apa.

Jika kau mau pergi, aku bisa memberikanmu tumpangan.

Tidak usah, itu tidak apa-apa.

Kau juga harus ke rumah sakit, bukan ? Aku juga sedang tidak ada pekerjaan.

Baiklah.

Aku tahu bahwa kau ada di sini.

Aku ingin minum, tapi minum sendirian itu entah bagaimana rasanya tidak terbiasa.

Enak !

Maaf ...

Besok aku berangkat ke Pakistan.

Sayang sekali. Dan aku menyukai lagu-lagumu.

Kalau begitu biarkan aku menyanyikanmu sesuatu.

~ Oh, oh, oh, segera cintai aku.

~ A, a, a, sebanyak-banyaknya.

Jadikan ini nada dering.

Jadikan ini nada dering teleponmu.

Paman, ya kau benar-benar seorang penghibur.

Apa yang membuatmu begitu sibuk sampai-sampai kau tidak bisa makan ?

Ya aku memutuskan untuk bertanya-tanya saksi di lingkungannya.

Saksi-saksi ?

Ya, aku pikir seseorang pasti telah pernah melihat sesuatu pada hari itu.

Tapi empat sudah diwawancarai dan yang Pakistan itu juga sama.

Aku bertanya nama, dan dia mengatakan kepadaku semua sampah adalah tanggung jawabnya.

- Sulit untuk berbicara dengannya. - Kau mengatakan dia tidak bisa bicara Korea ?

Aku sudah lama memiliki pekerjaan yang baik ...

Tiba-tiba menelepon dan menyuruhku untuk datang ...

Song ... Maafkan aku ...

Tentu saja, dari orang lain untuk menerimanya akan lebih mudah.

Tapi setelah menerima pisau di jantung, itu dapat berkembang menjadi cedera.

Ya. Aku memahami drama itu.

Ya drama yang sedih.

Bukannya drama itu adalah trauma.

Ya, trauma.

Ayolah, kita setidaknya harus melakukan sesuatu.

Permisi, pada saat itu, kau ingat, Aku itu ketua di desa itu.

Dan mewakili semua penduduk desa, kami ingin mengucapkan rasa belasungkawa kami.

Ya, terima kasih.

Ya. Setelah memutuskan pada tanggalnya, silahkan meneleponku.

- Ketua. - Ya ?

Ambil biaya untuk tanahnya.

Tidak, tidak. Tidak usah, tidak usah.

- Ah, tidak. Itu tidak usah. - Ayo cepat ambil.

Ah, bagaimana ini ... Oh, terima kasih.

Saudara Don Su.

Di mana kau mendapatkan uang ini ?

Soo Jeong, apakah kau yakin ? Sangat yakin ?

Itu benar. Ini menunjukkan bahasanya.

Orang ini adalah orang asing. Namanya ...

- Bo ... - Boya ?

- Tuan Boya ? - Ya, ya Boya !

Mungkinkah ini adalah orang Pakistan ini ?

Soo Geun, dan kau tahu itu di suatu tempat ?

Itu adalah salah satu saksiku.

- Apakah kau mengenal orang ini ? - Ya, aku mengenalnya.

- Hari ini aku juga bertemu dengan dia. - Hyun Jeong, kau juga bisa berbahasanya ?

Tidak, aku bahkan tidak bisa bahasa lain selain Korea.

Tapi Boya ini tidak bisa berbicara Korea ...

Boya itu sangat fasih dalam bahasa Korea.

Bajingan Boya itu ?

Tuan Boya, kau akan pergi ke suatu tempat ?

Aku akan kembali ke Pakistan.

Oh, kau telah mengumpulkan uang untuk pengobatannya ?

Kami seharusnya membantumu juga sebagai sesama manusia.

Tuan Boya, apakah kau mengenalku ?

Tuan Boya, apakah kau tidak menyukaiku ?

Kau tidak ingin hal itu, bukan ?

Jika kau melakukannya, kau tidak akan bisa kembali ke Pakistan.

Tuan Boya, kau juga sedang di tunggu-tunggu oleh keluargamu.

Sejujurnya, pada hari hujan itu ...

Mengapa kau baru sekarang berbicara tentang hal ini, kau seharusnya menulis itu ke polisi dan memberikan buktinya.

Apakah kau tahu betapa pentingnya kesaksianmu di dalam kasus ini ?

Hallo.

Pak Sung Kyun. Orang dari Pakistan, nama nya boya, dia punya uang ayah kami.

Kita akan ke sana, jadi segeralah pergi ke sana.

Oke, aku mengerti. Seberapa cepat yang akan kau butuhkan ?

Bangun. Bangun.

Ya, aku mengerti.

Kau sudah tiba ? Aku juga baru saja tiba.

Apa yang kau lakukan di sini ?

Tampaknya dia tidak ada di sini.

Yah, aku masih melakukan pemeriksaannya.

Park Sung Kyun.

- Ya. - Bagaimanapun, ini adalah milikku ?

Dia bilang kalau dia punya keluarga di Pakistan.

Ya, aku juga ... Perkiraanku ... Bukan seorang pria ...

Hyun Jeong.

- Apa kau punya waktu di akhir pekan ? - Apa ?

Di dekat sini ada restoran yang bagus. Apa kau mau makan malam denganku ?

Aku tidak membenci Pak Sung Kyun, tapi situasi sekarang ini ...

Hyun Jeong,

bisakah kau jangan memanggilku pak ?

Aku rasa teleponmu berdering ... Kau tidak menjawabnya ?

Sibuk. Jangan sekarang, nanti aku akan menjawabnya.

Bahkan kalau dia melarikan diri, dia tidak bisa pergi jauh.

Kami menemukan sesuatu.

Ya, kau pencari yang hebat.

Bagaimana kau tahu semua uang itu berasal dari dia ?

Jadi apa yang kau bicarakan kepadanya ?

Apa ? Hal yang sepele.

Hanya minum dan menyanyikan lagu.

Lagu untuk dinyanyikan ?

Lagu Pakistan ... Aku tidak tahu, dan lagu Korea yang lainnya.

Dia bilang itu adalah nada dering dari teleponmu.

Nada dering ? Lagunya ?

Aku tidak ingat. Aku tidak bisa mengingat apapun.

Aku juga mengalami sakit kepala ...

Cepat ingatlah, bajingan !

Ya, brengsek ... Ini adalah lagu dari Girls Generation.

Nama ... ada sesuatu tentang pria itu.

~ Oh, oh, oh, katakan kepadaku kalau kau cinta ?

~ A, a, a, sangat cinta ...

- Oh ... - Ya, itu dia.

Nada dering ini.

Sekarang sedang sibuk, nanti aku akan menjawabnya.

- Nada dering di teleponmu. - Paman, ya kau bercanda.

Oh, kau mau ke mana ?

Aku sudah mendengar nada dering itu ...

Itulah mengapa aku bilang ... Apa yang harus dilakukan ?

- Hyun Jeong, kau mabuk ? - Keluarlah, aku yang akan menyetir.

Ada apa denganmu ? Aku bilang kepadamu kalau Pak Sung Kyun adalah pembunuh.

Hyun Jeong, ini sangat penting, tapi kau bisa sedikit bersantai.

Dan bagaimana kalau aku benar ?

Aku bertanya kepadamu, apa yang harus kita lakukan, bagaimana kalau aku benar ?

Dia menipu kita ? Bajingan ini ?

Kau tidak mempercayainya ?

Ini aneh, tapi terkadang dia mengatakan hal yang bijaksana ...

Karena itu benar.

Itu memiliki nada dering yang sama.

Dia di kantor polisinya dan tidak akan menelepon ...

Soo Geun, berikan teleponnya kepadaku.

Kau tidak pernah melukai dirimu sendiri ?

Tidak pernah.

Halo. Ya, Pak Sung Kyun.

Halo, permisi, apa aku bisa bertanya sesuatu kepadamu ?

Mungkin Pak Sung Kyun, kau membunuh ... orangtuaku ?

Halo, halo. Pak Sung Kyun ...

Apa yang kau lakukan, dan bagaimana kalau dia melakukannya ? Kita tidak bisa menangkapnya.

Halo.

Pak Sung Kyung, jawablah ...

Apakah kami akan memahamimu ...

Oh, dia menutupnya ...

Ya, apa yang kau lakukan ?

Apa kalian punya orang untuk dihubungi ? Dia marah dan teleponnya dimatikan.

Kalau kau pandai, dia adalah orang yang mengerikan.

Yah aku bilang, aku sakit kepala ...

Oh, sekarang Pak Sung Kyun menelepon ...

Kakak, jawablah.

Halo, Park Sung Kyun ?

- Kami hanya ... - Bagaimana kau tahu ?

- Apa ? - Bagaimana kau tahu ini aku ?

Aku ... sangat ...

Bajingan, aku akan membalaskan dendam ayahnya.

Kau ada di mana ? Di mana ?

Kau belum menelepon bosku ?

Siapa yang peduli, dia tetap tidak akan mempercayaimu.

Ya ...

Sekarang aku bersama dengan Soo Jeong. Kau mau berbicara ?

Tentu saja, lalu aku dan Jong Su dikirimkan bersama-sama ke sana.

Apa ? Siapa ?

Park Sung Kyun adalah pembunuh orangtuaku.

- Apa yang kau katakan ? - Sekarang dia menyandera Soo Jeong.

Oh aku mengerti. Nanti aku akan menelepon Park Sung Kyun.

Terima kasih.

Oh, aku ingin berterima kasih kepadanya.

Jadi kita akan tinggal di mana ?

Rumah dinas petugasnya ?

Jahanam, bajingan, brengsek.

Soo Jeong.

- Kakak ... - Oh, kau datang.

Aku bekerja keras untuk menahannya seperti ini.

Oh, kau bajingan ...

Hah, takut ?

Pak Sung Kyun.

Karena kau membunuh perempuan itu. Yong berpikir itu adalah rumahmu ...

Mengingat bagaimana kami berada di sana, kaulah yang pertama menyarankan kalau itu ada di sana.

Kami harus memeriksa gedungnya untuk memastikanmu tidak bersalah.

Apa kau tinggal di sekitar sini ?

Ya.

Apa ini ?

Maaf, aku tidak bisa membantumu.

Dan ketika kau menemukan perempuan yang tergantung ...

Oh, kau orang yang cabul. Dan apa kau tahu, kami akan pergi ke sana.

Kami sudah memutuskan untuk memeriksa rumah Yong Paris.

Hari ini kau akan mati, bodoh.

Waw, kau berterus terang, bagus sekali.

Jadi, semua orang di sini punya alasan untuk mati.

Baiklah.

Dorong !

- Tariklah. - Kau bajingan.

Apa alasanmu membunuh mereka ?

Itu hanya kebetulan.

Sekarang sedang hujan lebat, bagaimana kau akan pulang ?

Yah, sesuatu seperti itu.

Park Sung Kyun, bahkan di dalam cuaca seperti ini, peraturan kami masih berlaku.

- Bagaimana kau tahu ? Oh ... - Yah, lebih tahu daripada orang lain.

Masa muda kami adalah jaman yang sulit untuk hidup.

Dan perempuan itu ?

- Tidak, masih belum menemukannya. - Ya, mereka adalah wanita pemilih.

Karena kau sangat baik dan bertanggung jawab.

Kau bisa berhenti di sini.

Di dalam hujan seperti ini, aku akan mengantarmu pulang.

Ya, baiklah.

Aku akan mengenalkanmu ... Oh, kau lihat, ada apa dengannya ?

Apa itu ? Tapi bagaimana bisa ?

Berdasarkan fakta yang mereka lihat ...

Para orang baik ini ...

Bagimu kematian itu tidak ada artinya ?

Mereka sangat gugup dan selalu responsif ...

Dan kau membunuh mereka ?

Dan karena semua ini ...

Beraninya kau membunuh ibuku, kau bajingan ...

Kau akan menyusul ibumu ...

Tidak !

Kakak.

Soo Jeong.

Kau tidak apa-apa ?

Bantu dia !

Hei, bangunlah !

Bukalah matamu ! Bangunlah !

- Kakak ! - Bangunlah !

- Kakak ! - Hei, bangunlah !

Kakak ... Bukalah matamu !

Kakak !

Bajingan !

Buka pintunya, bajingan !

Kita harus melepaskannya.

1, 2, 3, tarik !

Itu tidak akan berhasil. Kalian semua pergilah terlebih dahulu.

Aku adalah kakaknya !

Pergilah sekarang juga ! Kau mau semuanya tewas ?

Aku berjanji kepada orangtuaku kalau aku akan menjaga kalian semua, jadi aku akan tetap di sini.

Jagalah Su Gynom.

Sekarang aku tidak bisa mengatasi situasinya, jadi kau yang memegang kendali.

Kalian jangan bertengkar.

Ayah bilang kita harus menjadi seperti keluarga.

Tanpa Soo Chon, kita masih saling memiliki.

Kita adalah satu keluarga. Jadi mengapa kau mau berkorban ?

Aku juga berpikir kalau tidak ada Su Jong, aku tidak membutuhkan apapun lagi.

Kalau ini terus berlangsung, kita akan terbakar.

Ya, ayo kita coba lagi.

1, 2, 3.

1, 2, 3.

Berhentilah, atau kita semua akan mati !

1, 2, 3.

Soo Jeong, maaf.

Kakakmu tidak akan bisa menyelamatkanmu.

Tapi ... Kita akan pergi bersama-sama.

Maaf.

Karena aku marah dan tidak menghormatimu. Maafkan aku.

Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Aku juga mencintaimu.

Aku juga.

Aku mencintai kalian.

Apa ini ? Kalian lagi ?

Begitu kalian tiba di desa kami, semua kejadian buruk terjadi !

Ketua, kalau aku memberikan 50000 Won kepadamu, apa kau mau melakukan sesuatu untukku ?

Itu orang yang sama ... ini ...

- Bicaralah, bicaralah ! - Jawablah kami !

Dengan kepastian, aku melawan kejahatan di desa kami. Setiap hari aku memikirkan kesejahteraan penduduk kami.

Seperti yang dikatakan seorang guru kepada anak-anak ...

Karena ketika beranjak dewasa, biasanya mereka tidak mendengarkan.

Di masa mendatang, aku akan ...

Angkatlah tanganmu ...

Oh ya, tidak apa-apa, angkatlah ...

Ayo angkat tangan kalian.

Hei, ini masih pagi dan kau sudah berteriak.

- Hei, angkatlah tangan kalian. - Hei, lebih cepatlah, aku sudah lapar.

Kau berteriak kepadaku. Ayo cepat angkat tangan kalian ...

Ah !

Aku akan bersikap baik kepada kalian dan memberikan tugas individual.

Apa yang kalian lakukan di jam belajar ?

Ayo cepat angkat tangan kalian, atau kalian ingin aku mematahkannya ?

Cepatlah duduk. Duduklah !

Kita lanjutkan.

Ya, mungkin karena perlindungannya. Aku juga pergi ke sana sebelum Tuan Mi tiba.

Hei, Hei ! Yah, kau tahu, aku juga bermain sebentar di sana bersama dia.

Oh, kau, lihatlah tanganku ...

Waw, tato naga yang berwarna ...

Sayang ...

Apa ? Kau menghajarnya lagi ? Mengapa, mengapa, mengapa ?

- Itu tidak apa-apa. - Apa yang sangat lucu ?

Ah, kau selalu gagal.

Kau mau pergi ke mana ?

Makan malam. Dan kau pulang sajalah.

Dan apa yang harus dilakukan dengan dia ?

Hei, baiklah, kakakmu ini seperti ayah bagimu ? Seperti ayah, kan ?

Uruslah dirimu sendiri. Kalian mau aku menghajar kalian ?

Ah ... kesepian.

Aku adalah kepala desa yang baru di desamu. Ingin menagih bayaran sebesar 50000 Won.

Oh, kau mau minuman. Aku tinggal sendirian.

Ah, baiklah ...

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.