All language subtitles for The.Show.Must.Go.On.2007.720p.HDTV.800MB.Ganool.im

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Pak! Kalau tidur di rumah saja!

Brengsek...

Apa ini?

Hail Hail Kunjungi: idfl.me

Brengsek...

Bersihkan tempat ini, bodoh.

Malam, Bos.

Sial, sudah kuduga kalian tidak becus.

Sudah kubilang jangan memukulnya.

Tapi dia keras kepala, Bos.

Bajingan itu memukul dulu!

Kalian memang tolol!

Kelompok Jaguar takkan tinggal diam!

Siapa peduli?

Berikan surat kontraknya.

Tapi, Bos...

Astaga...

Apa saja kerja kalian?

Sudah seharian!

Kemari!

Kemari!

Pegang kakinya!

Ini kontraknya.

Kendorkan jarimu!

Tenang!

Halaman pertama yang ada namanya.

Dasar tolol! Lipat jadi dua!

Nah, begitu.

Kau belum pernah melakukannya?

Halaman berikutnya./ Baik.

Dasar tolol.

Kau bilang semuanya sudah kau bereskan tadi malam.

Bagaimana kalian akan menjelaskan wajahnya!

Awas, dia mau muntah!

Jangan sampai kena tempat duduk!

Itu surat kontraknya, tolol!

Bersihkan pakai tisu.

Cepat! Keluar!

Kenapa sebelumnya tidak kau tanda tangani saja?

Sudah kutebak ini akan terjadi. Semua nasinya sudah dimakan!

Apa pekerjaan ini lebih berharga dari nyawamu?

Kau bisa membangunnya di tempat lain, 'kan?

Bukankah sudah kubilang aku anggota Jaguar.

Kalian semua akan mati, ingat itu!

Kau terlalu banyak omong.

Diam.

Hei! Tangkap dia!

Berhenti!

Hei! Tn. Paek!/ Sialan!

Minggir, brengsek!

Tangkap dia!

Tn. Paek!

Lepaskan./ Tn. Paek!

Pemandangan yang indah.

The Show Must Go On (Hidup Mesti Berlanjut)

Bangun, Sayang. Bangun.

Kau tahu aku baru pulang.

Bangun. Ayolah.

Apakah aku juga harus pergi?

Sayang, ambilkan aku air yang ada di ember sana.

Pipa airnya belum diberbaiki?

Mereka bilang tekanan airnya sudah lemah karena apartemen ini sudah tua.

Kita seharusnya pindah. Kenapa kau tak cari tempat baru?

Sudah, tapi kita tak pernah pindah.

Itu harapanku sejak dulu.

Tidak, kali ini aku serius.

Bagaimana kalau kita pindah ke...

Selalu saja bikin masalah...

Jangan ucapkan kata-kata bodoh. Kumohon, Sayang.

Apa maksudmu?

Senyumlah. Kau tampak manis seperti itu.

Ayo masuk./ Ayo masuk.

Baiklah, Sayang.

Boleh aku tahu pekerjaanmu, Tn. Kang?

Ah... begini... aku... ah...

Aku pergi ke toko... Dan saat buah-buahan datang, aku...

Aku menyuruh anak buahku ke toko, dan...

Menyetorkan barang-barang ke toko./ Menyetorkan barang-barang...

Aku paham.

Maaf, karena meminta kalian datang untuk hal ini...

...karena nilai Hee-soon turun 20 persen.

Mungkin di rumah ada suatu masalah...

Tidak, tak ada masalah...

Tentu saja tidak.

Apa kita harus bertemu dan bicara seperti ini?

Tapi Hee-soon tidak begini pada semester awal.

Dia siswi yang pandai.

Tapi dia sering tidak masuk, dan...

Dia membolos?

Pak Kim, bisa kita bicara berdua?

Kau mau ke mana?

Ke tempat yang lebih tenang untuk bicara.

Mari ikut denganku, Pak?

Sayang?

TOILET GURU

Aku tidak sepenuhnya menjalankan toko itu.

Tidak, terima kasih. Aku tidak merokok.

Tidak merokok?/ Tidak.

Klub malam. Kau tahu bar dan klub malam, 'kan?

Aku menyetor barang ke klub malam.

Ya...

Berapa usiamu?/ Maaf?

Kau tampak lebih muda dariku.

Dia sedang dalam masa puber dan butuh perhatian lebih...

Tapi tak mudah jadi seorang ayah...

Tentu saja tidak, Pak.

Benar sekali!

Jadi maukah membantuku mengawasinya?

Ya, tentu.

Kau memang guru yang hebat.

Lain kali aku akan mengajakmu keluar untuk minum.

Ini tidak seberapa, tapi...

Jangan. Tolong, Pak.

Ambil saja./ Jangan begini, Pak.

Terimalah saja.

Aku menyukaimu, lain kali kita akan keluar untuk minum.

Tn. Kang!

Kau pikir Ayah tak tahu kau melakukannya dengan sengaja?

Kau pikir dengan begini Ayah akan membawamu ke Kanada?

Kenapa aku tak boleh, sedang Min-chul boleh!

Kenapa anak ini?

Ini salahmu karena memanjakannya.

Ini bukan salah Ibu! Jangan bicara seperti itu pada ibu!

Kau tak boleh bicara seperti itu pada Ayah!

Berhenti!

Dasar sopir gila!

Matanya ke mana?

Tn. Paek mengalami luka cukup parah.

Aku tak paham apa yang dia katakan.

Kenapa tak paham?

Pelan-pelan bicaranya.

Apa?

Sudah, sudah.

Aku tak paham yang dia maksud.

Dia terluka amat parah.

Dia terluka parah...

...dan tak ada yang bisa mengerti perkataannya.

Kurasa kita kehilangan kontrak itu.

Proyek perjanjian konstruksi Dae-chang hilang.

Kita tidak bisa memulai peperangan.

Bagaimana kalau mereka jadi gila dan menyerang kita?

Aku akan cari tahu apa yang mereka rencanakan.

Bangun. In-gu!

Bangun!

Aku masih butuh tidur.

Aku minta rokok.

Belilah sendiri.

Kalau aku beli, aku tak bisa berhenti.

Kau anggota kelompok Jaguar, 'kan.

Balilah baju.

Kau cuma punya baju itu saja?

Hentikan basa-basinya.

Kau kesana-kemari cuma untuk menusuk orang dari belakang...

Apa?

Kau tahu itu murahan, 'kan?

Kau membangunkan aku cuma karena itu?

Berikan kontraknya.

Tidak akan.

Cuaca yang indah. Tapi kau yang menolakku.

Kenapa kau sembunyikan Tn. Paek? Kita setuju berbagi proyek Dae-chang, 'kan.

Tapi siapa yang akhirnya dapat dan berusaha untuk menguasai semuanya?

Bosmu, bung. Lihatlah dirimu, memalukan sekali.

Kenapa kau...

Sudah kubilang jangan menjelekkan bosku!

Dasar kurang ajar.

Sudah, lupakan. Kita makan saja.

Seenaknya mengganti topik.

Kali ini kau yang bayar!

Kalian berdua selalu berkelahi sejak kalian kecil.

Kami tidak berkelahi.

Kami bersaudara.

Dasar bodoh. Aku akan ambil sosis lagi.

Buatkan dua.

Siapa nama putrinya? Yang cantik itu?

Jung-sook, 'kan?

Mulai lagi.

Hentikan.

Kau begitu menyukainya, hingga kau menginap di sini setiap hari. Ingat, 'kan?

Hentikan.

Dia menikah dengan tukang pos, lalu kau hampir bunuh diri.

Aku bilang hentikan!

Sial.

Ayo, coba lagi! Coba saja!

Kau baik-baik saja?

Kau tak apa-apa? Pemanasan?

Jangan bertengkar!/ Letakkan itu.

Dasar bodoh...

Mencipratkan air ketika aku sedang makan...

Bagaimana kabar Jung-sook?

Dia baik.

Hyun-su sangat ingin tahu./ Hentikanlah.

Kau tahu saat dia menikah Hyun-su mencoba untuk...

Dasar bodoh semua...

Tepat kena sasaran.

In-gu.

Kembalikan kontraknya sebelum masalah ini tak bisa ditangani.

Apa maksudmu? Sudah jelas, bukan.

Pikirkanlah istri dan anak-anakmu.

Bagaimana hidup mereka kalau kau terluka?

Kau mengancamku?

Ya.

Terima kasih sarapannya.

Selamat ulang tahun, Bos!

Selamat ulang tahun, Kak.

Aku dengar kau rugi cukup banyak.

Kenapa kau tak pernah melakukan hal dengan benar?

Mereka bilang aku terlalu lunak padamu, karena kau adikku.

In-gu yang mengurus perjanjian Dae-chang.

Jadi jangan keluyuran melakukan kebodohan.

Boleh aku pergi sekarang?

Selamat ulang tahun, Kak.

In-gu selalu menghalangi jalanku.

PERUMAHAN

Kau mencari rumah yang seperti apa?

Aku dengar banyak rumah bagus di sekitar sini.

Maaf, boleh aku tanya sekarang kau tinggal di mana?

Sekarang?/ Ya.

Kenapa?/ Maksudku...

Di Kangnam.

Seberapa besar tempatnya, Pak?

Sekitar 2 ribu meter persegi.

Kawasan di sini sangat nyaman bagi mereka yang sudah berkeluarga.

Mereka yang bergaji cukup, pasti datang kemari.

Lihat. Bagus, 'kan?

Ternyata benar ada rumah seperti ini?

Ini terlihat seperti rumah di luar negeri.

Di mana itu?

Istri dan anak-anakku pasti menyukainya.

Aku yakin sekali, Pak.

Mereka akan senang sekali jika aku bawa ke tempat seperti ini.

Lihat. Itulah yang aku maksud.

Hei, In-gu!

Hai, Sang-jin.

Sudah lama sekali./ Ya.

Senang bertemu denganmu, Jin-ho.

Apa kabar, Pak?

Kita harus sering bertemu.

Kita tak pernah bertemu sejak Sang-chul masuk rumah sakit.

Mereka bilang 3 bulan. Ternyata cuma dirawat 2 bulan?

Aku dengar kau bekerja dengan baik untuk proyek Dae-chang.

Bos banyak membantuku.

Bagus. Selamat./ Terima kasih.

Harusnya bos sudah tiba...

Aku tak mau bilang padamu, tapi akhir-akhir ini keadaan sedang sulit.

Saat ini aku sedang ada masalah...

Mana bagianku?

Kau tahu, 'kan.

Setelah membayar bos dan anak buahku...

...tak banyak lagi sisanya.

Kurasa kau tak paham.

Apa?

Kau harus memberiku jatah. Tingkatanku ada di atasmu.

Harusnya kau memberiku sebelum aku memintanya.

Dengar, Sang-jin.

Sudah cukup bagiku.

Kau tak bisa meminta apa pun. Sebab kau tak melakukan apa pun.

Aku menjual buah-buahan selama 4 tahun. Sudahlah, jangan meminta lagi.

Bedebah kau...

Kau yang brengsek...

In-gu./ Ya, Pak.

Sudah lama tak melihatmu./ Ya...

Maaf karena tidak banyak membantu./ Tidak, Bos.

Ayo masuk.

Aku akan ganti baju dulu.

Penampilanmu sudah bagus, Kak. Langsung masuk saja.

In-gu, ikutlah denganku./ Ya, Pak.

Kau bekerja baik pada proyek Dae-chang.

Terima kasih, Pak.

Konstruksi adalah industri yang berat.

Tentu takkan mudah.

Tapi aku yakin kau mampu.

Aku akan minta bantuan jika membutuhkannya, Pak.

Bagus. Dan ngomong-ngomong...

Jagalah kesehatanmu.

Meninggal di usia muda, menyedihkan, bukan?

Aku masih muda, Pak. Kau yang harus memperhatikan kesehatanmu, Pak.

Bisa kau bantu ikatkan?

Aku tak terlalu bisa, tapi...

Luar biasa, 'kan?

Abu-abu gelap...

Halo./ Kenapa kau gedor pintunya?

Belnya rusak.

Rusak lagi?/ Ada paket untukmu.

Tolong tanda tangan di sini.

Hee-soon./ Terima kasih.

Ada paket dari gurumu./ Apa?

Yong-su Kim. Dia gurumu, 'kan?

Ya.

Tapi kenapa dia mengirim paket untuk ayahmu?

"20 Hal Yang Harus Dilakukan Seorang Ayah Untuk Anak-anaknya."

Apa-apan...?

Ayah, aku sungguh tak percaya!

Ayah membuatku gila! Aku ingin mati!

Hei, Hee-soon!

Kenapa dia?

Apa yang kau lakukan pada gurunya?/ Apa?

Apa yang kau lakukan pada gurunya!

Uang.

Dia memanggil kita untuk itu, 'kan.

Dengan begitu dia akan lebih baik pada putri kita.

Ini bukan soal uang./ Lalu apa?

Apa ini?

Kupon klub malam senilai 2 juta?

Apa kau gila?

Apa-apaan ini...

Saat itu aku tidak punya uang di dompet, jadi...

...aku cuma bisa memberikan ini...

Tak ada orang tua yang memberikan kupon pergi ke klub malam!

Apalagi ke gurunya! Kau gila!

Beraninya kau bicara seperti itu padaku!

Kenapa dia menolaknya?

Sudahlah, aku gunakan sendiri.

PT. Dae-Chang Kawasan Konstruksi Apartemen

"Jauhkan diri dari gengster yang mengancam hak kita untuk hidup!"

Siang, Pak./ Apa yang mereka lakukan?

Aku sudah memberitahu mereka kalau kita manajemen konstruksi yang baru.

Jadi mereka mogok kerja?

Ya...

Mana para pekerja kontraktornya?

Mereka datang pagi ini, tapi orang bodoh itu mengirim mereka kembali.

Sialan, mereka tak tahu berapa banyak kerugianku?

Di mana kepala pengawasnya?/ Di atas.

Pak, sebaiknya gunakan tangga.

Ini tidak bisa?/ Mereka memutuskan listriknya.

Kurang ajar.

Berapa lantai?/ Dua puluh lima.

Apa? 25?/ Ya, Pak.

Ini lantai berapa?

Di mana mereka?/ Di atas.

Yang benar saja.

Para bedebah itu...

Sedang berpiknik?

Kau tak perlu naik ke atas, Pak.

Kenapa kalian tidak naik ke Himalaya sekalian?

25 lantai bukan apa-apa.

Kau mau bir?

Jangan basa-basi. Apa mau kalian?

Kenapa terburu-buru?

Kami punya hak untuk memilih kontraktornya.

Tapi perusahaan baru yang masuk merubah segalanya.

Lalu kenapa?

Kau mengawasi dan kami membangun.

Dasar brengsek.

Apa-apaan ini!

Tenang!

Kau mau mati di sini?

Silakan. Besok akan masuk koran.

Apa?

Brengsek...

Panggil yang lain.

Hei, bangun.

Kalian kira ini taman bermain?

Ini lokasi konstruksi!

Lepaskan!

H a i l H a i l

Dasar orang gila!

Bos!/ Ki-tae!

Bos! Bos!

Kemari.

Kapan kau bisa pintar!

Apa mereka masih unjuk rasa?

Haruskah aku mengirim yang lain?

Maka kita akan benar-benar masuk koran.

Memalukan sekali...

Dia tidak tidur selama 2 hari.

Kenapa kau tidak tidur?

Aku marah sekali dengan hidupku, makanya aku tidak bisa tidur.

Apa yang kau katakan saat menerima pekerjaan ini pertama kalinya?

Kau cuma akan melakukannya 2 tahun sampai kita punya uang untuk buka toko.

Aku akan segera keluar.

Aku belum memberitahumu. Aku telah dapat yang besar.

Begitu aku menyelesaikannya, semuanya akan beres.

Kau selalu bilang begitu. Ini sudah 10 tahun!

Kau selalu dipukuli dan terluka!

Bahkan kau tak bisa berkelahi lagi.

Ini bukan mauku.

Aku takut bila keluar aku akan ditusuk setiap hari.

Kita tidak punya uang.

Aku harus mendukung Min-chul di Kanada.

Dan Hee-soon juga ingin sekolah di luar negeri.

Tapi bagaimana kalau kau terluka dan lumpuh?

Apa kau berharap aku bertanggung jawab atas semua perbuatanmu?

Lupakan saja.

Aku akan kabur!

Mereka masih muda. Kenapa bertengkar?

Lanjutkan nonton TV-nya. Dan bacalah korannya.

Tak pernah melihat pasangan bertengkar?

Sayang?

Maafkan aku.

Sekarang kau baru bicara.

Aku mengurus ini bukan cuma untukku.

Setelah memberi anak buahku, aku tidak punya banyak sisa.

Berapa yang kau mau?

Tiga tumpukan besar. Tunai.

Dua minggu lagi.

Bersulang.

Tak perlu, langsung minum saja.

Dunia ini memang tempat yang menakutkan.

Sayang, apakah kau akan memberikan tagihannya hari ini?

Sayang.

Tepat. Seperti apa yang aku butuhkan.

Silakan masuk.

Lihatlah sekelilingmu, Pak.

Aku yakin ini tempat yang cocok untukmu.

Setiap kamar bisa menikmati sinar matahari dan pemandangan kamar.

Ruangan lain bisa digunakan untuk anak-anak.

Bahkan ada balkon kecil.

Bagus sekali.

Ini adalah kamar terbagus dengan jendela di kedua sisi.

Udaranya segar sekali./ Ini bagus sekali.

Cocok sekali untuk putriku.

Kamar ini cocok untuk putraku saat dia pulang untuk berlibur.

Ini kamar yang luar biasa.

Bagaimana dengan air di sini?/ Air, Pak?

Pasti berjalan dengan lancar.

Tentu saja, Pak./ Oh, memang benar.

Untuk mandi dan keperluan lain.

Aku ambil./ Baik.

Aku akan bayar uang mukanya dulu./ Baiklah.

Sisanya aku bayar akhir bulan saat aku pindah.

Boleh, Pak. Aku yakin kau takkan menyesal.

Akhir-akhir ini rumah yang dibangun bagus sekali...

Hai, Pak./ Lama tak bertemu.

Aku minta 2 pangsit sapi./ Maaf, baru saja habis.

Tapi aku punya pangsit kimchi.

Tidak, putriku cuma suka pangsit sapi.

Apa bukan itu?/ Bukan.

Kalau begitu, kau mau menunggu 30 menit?

30 menit?/ Aku buatkan sekarang.

Baik, cepatlah.

Baik.

Hee-soon, mau ke mana?

Menemui temanku.

Teman? Siapa?

Kenapa Ayah peduli?

Hei! Ayah membelikanmu pangsit sapi!

Lupakan. Aku sudah bosan.

Tapi ini kesukaanmu...

Sudah malam. Kenapa mereka belum pulang?

Apa itu...

Dia manis sekali di sini. Cantik sekali...

Harusnya masih di sini.

Mungkin ada di kamar Hee-soon.

Kenapa dia...

JANGAN MASUK

Kenapa dikunci segala?

Ini dia.

Apa ini juga album?

Coba kulihat...

Pelaku kriminal yang melalaikan tugas membersihkan kamar mandi...

Bagaimana bisa dia memberikan kupon klub malam pada guruku?

Aku harap mereka bercerai.

Kenapa dia tak ditusuk oleh gengster lain?

Apa Ayah masuk kamarku?

Beraninya Ayah?

Aku tak percaya.

Kenapa Ayah masuk kamarku!

Apa kau ingin Ayah mati?

Apa? Ayah juga membaca buku harianku?

Baik, aku rasa Ayah mengerti. Ya, aku harap Ayah mati!

Aku ingin Ayah pergi!

Hee-soon...

Kau ingin ayahmu mati...

Ayah mau apa?/ Maka aku akan mati.

Mana pisaunya?

Jangan konyol!

Daripada ditusuk oleh gengster.

Lebih baik ditusuk oleh putriku sendiri.

Ayah lebih bahagia. Ini, bunuh Ayah.

Hee-soon! Kau bilang ingin Ayah mati!

Ibu... angkatlah...

Dia putriku... Kami cuma sekedar bicara...

Lalu kami mulai berdebat.../ Benar...

Kenapa aku harus ke pos polisi?/ Ini peraturannya.

Mari kita bicarakan di sana./ Tapi...

Masuklah, Nak. Dia tak perlu ikut.

Tapi dia harus ikut. Dia yang melaporkanmu.

Tapi dia... tapi...

Kami tidak bertengkar... Kami keluarga...

Tapi kami tetap harus membawamu.../ Kau tinggal di rumah.

Dia juga harus ikut.

Tunggu sampai ibumu pulang./ Ayo pergi.

Tapi tidak seharusnya kau mengambil pisau itu.

Bukan begitu.

Saat itu aku sangat frustasi...

Ayolah... Berapa kali aku harus bilang?

Halo, ini Kantor Polisi Sadang.

Di sana ada orang mabuk?

Di mana kau?

871? Baik, aku mengerti.

In-gu Kang? Kapan kau pindah ke sini?

Entahlah. Aku lupa.

Di mana kau bekerja?

Kenapa kau bertanya?

Kau tahu kenapa aku bertanya.

Apa kau mau mengacaukan suasana di sini?

Jangan seperti ini di depan anakku.

Jadi sekarang kau juga bermain-main dengan pisau di rumah?

Aku bilang hentikan!

Dasar kau...

Dia ada di daftar gangster, 'kan?

Aku bisa menahanmu ke penjara karena mabuk jika aku mau!

Kau tahu, apa yang akan terjadi jika kau berulah di sini!

Tenanglah, Pak.

Kau mau dipenjara lagi?

Apa yang ada di pikiranmu?

Keluar.

Cukup. Aku lelah.

Brengsek.

Aku bilang cukup.

Ingat saat kau pukul orang di ulang tahunku di toko?

Apa yang kau bicarakan?

Hee-soon bilang dia berada di tempat itu dan melihatmu memukulinya.

Kenapa?

Kau ke mana-mana memukuli orang.

Manajer klub malam bodoh.

Itu karena dia tak bayar...

Dia terguncang.

Dia bermimpi buruk tentang kau yang memukuli orang-orang.

Sudah cukup hidupku hancur karenamu. Aku mau keluar.

Aku tak mau hidup anakku juga hancur.

Berhentilah jadi gangster atau ceraikan aku. Kau yang putuskan.

Tidurlah di ruang tamu. Jangan mendekatiku.

Hei!

Itu dia, 'kan?

Benar, itu dia.

Mana pisaunya.

Kau tunggu di mobil.

Rokok sebungkus. Apa saja.

12 ribu.

Apa?/ Harganya 12 ribu.

12 ribu.

Kau menjual pisau?

Di sebelah sana./ Apa?

Di sana.

Tak ada yang lebih besar?

Tak ada.

Es krim...

Kau harus membayarnya sebelum...

Majulah, brengsek!

Tangkap dia!

Minggir!

Minggir!

Minggir!

Teleponkan polisi!

Pergi kau!

Tutup jalannya!

Sudah, ayo!

Kenapa?

Polisi datang! Ayo!

Lepaskan aku!

Tangkap dia!

Naiklah! Cepat!/ Berhenti!

Berhenti! Jangan kabur!

Siapa yang mengirimmu!

Tangkap dia!

Berhenti!

Lepaskan! Tangkap dia!

Brengsek!

Selamat malam pemirsa. Anda menyaksikan Kabar 9.

Berita pertama.

Siang ini perkelahian terjadi di toko 711.

Para pelaku tersebut berkelahi menggunakan senjata tajam.

Berikut laporan Jung-won Choi.

Seorang pria berusia 40 tahun yang mengurusi pembangunan apartemen...

...masuk ke dalam toko dan diserang pria tak dikenal.

Saat Kang lari ke jalanan...

...tersangka mengejarnya dengan pisau.

Tiga warga kota terluka pada kejadian itu.

Saat penyelidikan, polisi menemukan kalau Kang adalah anggota kelompok Dog.

Choi, yang tertangkap ditempat kejadian berasal dari kelompok musuhnya Jaguar.

Polisi curiga kalau perkelahian tersebut...

Ibu!

...dua kelompok itu berebut kawasan konstruksi.

Tapi Kang masih menyangkalnya.

Aku masuk cuma untuk beli rokok.

Polisi masih menyelidiki peristiwa ini...

...dan masih mencari dua orang yang kabur.

Akhir-akhir ini perkelahian antar kelompok sering terjadi di tempat umum...

...mengayunkan senjata di tempat umum.

Tapi polisi masih mencari sebab dari perkelahian tersebut.

Bos, itu dia.

In-gu!

Beri hormat padaku.

Sedang apa di sini?

Sudah seharusnya aku ada di sini, 'kan?

Tampaknya kau harus sering datang ke sini.

Aku dengar tidak mudah begitu saja membuat pertahanan.

Sialan.

Apa yang akan kau lakukan dengan kelompok Jaguar?

Hancurkan mereka. Tapi kita harus tunggu waktu yang tepat.

Ayo!/ Ya, Pak.

Kau tinggal di Noryang-jin, 'kan?

Aku minta maaf karena harus memberitahu masalah ini...

...kau keluar dari perjanjian Dae-chang.

Apa?

Kau sudah masuk berita.

Polisi akan selalu mengikutimu.

Lalu?

Aku pikir, untuk sementara kau menjauh.

Sialan. Apa kau bilang?

Aku yang membuat perjanjian ini.

Kau cuma mengambil alih. Begitu maksudmu?

Itu tak penting.

Lalu apa!

Bagaimana kalau kita semua diinvestigasi dan masuk penjara?

Apa bos yang memutuskan hal ini?

Kau meremehkan aku? Aku bisa memutuskan hal ini.

Hentikan mobilnya.

Aku bilang berhenti!

Hentikan mobilnya.

Jaguar sialan...

Aku tak percaya...

Tinggalkan pesan setelah nada berikut ini.

Ini dari kantor perumahan./ Halo.

Kami belum mendapatkan pembayaran darimu./ Ya...

Maaf. Aku lupa...

Kau punya waktu dua hari, Pak.

Aku akan bayar sebelum waktunya.

Aku takkan menggagalkan kontrak itu. Aku akan bayar.

Aku harus memiliki rumah itu.

Ya, terima kasih.

Kadang aku perlu jalan-jalan seperti ini.

Kalau tidak aku akan gila.

In-gu...

Apa kau mau pergi berburu denganku lalu istirahat setahun denganku?

Aku tahu...

Kau bekerja keras tapi tak ada pilihan.

Besok aku harus bayar.

Tapi dia membuangku dari proyek Dae-chang...

Dan memberiku ini untuk kesehatanku?

Sialan...

Aduh, tanganku...

Pas sekali.

Hyun-su! Kau di mana?/ Halo? In-gu?

Halo? Halo?/ Aku tak bisa mendengarmu.

Kau tak bisa dengar! Di mana kau, bangsat?

Halo?

Keluar kau!

Brengsek kau! Beraninya kau...

Tetap di sana.

Tunggu!

Sialan.

Keluar.

Hei, lihat dulu.

Sial, apa ini?

Dasar bodoh...

Kau bahkan memukul mobilku. Sial.

Kau tahu siapa dia?

Kami melihat berita dan melakukan penyelidikan sendiri.

Gambar yang bagus, 'kan?

Memang benar dia orang kami.

Tapi dia telah lama meninggalkan kami.

Orang ini...

Mungkin Jin-ho menarik dan membayarnya.

Menurutmu Jin-ho bisa melakukannya sendiri?

Ada seseorang di belakang dia.

Hei!

Apa ini?

Kemari kau bangsat.

Bos!

Sabar.

Kemari./ Apa? Ada apa?

Kau menjebakku! Beraninya kau!

Mustahil masuk Kabar 9!

Dasar kurang ajar!

In-gu! Apa yang kau lakukan?

Bos. Bajingan ini, dia...

Tidak, aku cuma...

Apa yang kau lakukan?

Apa kau sudah gila?

Maafkan aku, Pak.

In-gu Kang. In-gu!

In-gu!

Ada apa?

Jawab aku!

Menurutmu kau masih bisa bertahan?

Ketua Roh dan adiknya...

...mereka mengambil semua bagian.

Bergabunglah dengan kami.

Sialan, apa kau tak ingat 10 tahun yang lalu?

Ketika aku ditusuk dan tak punya uang untuk operasi?

Kami harus menjual rumah kami.

Aku ingin pinjam uang 10 juta untuk mencari apartemen.

Tapi kau menghindariku selama sebulan.

Kenapa kau selalu menyinggung hal itu?

Aku membawa anak-anakku...

...untuk tinggal di motel tua yang bau.

Kau bajingan.

Aku dan istriku menangis.

Tapi kau tahu siapa yang memberiku tempat?

Bos-ku.

Dia memberiku tempat dengan dua kamar.

Dia bilang kamar tambahan untuk anak-anak.

Maafkan soal itu, tapi sampai kini aku masih belum punya rumah.

Omong kosong.

Sang-jin beruntung mempunyai kakak seperti bos-ku.

H a i l H a i l

Ibu?/ Apa?

Lihat itu.

Sedang apa di sini?

Aku tak yakin kalau ini tempat yang benar. Aku sudah lama tidak ke sini.

Apa ini mobil baru ibumu? Bagus sekali.

Masuklah dulu. Ayahmu dan Ibu harus bicara.

Tak apa.

Kenapa kemari?

Sekali-kali aku harus datang dan memberi salam pada ibumu.

Kau tahu kalau ibuku membencimu.

Aku lapar. Kau sudah makan?

Baiklah, mari kita makan. Masuklah.

Enak sekali.

Kau ke pulau Jeju cuma untuk makan mie?

Aku selalu rindu mie di sini.

Sudah 20 tahun, ya?

Kita selalu ke sini saat pertama kali bertemu, ingat?

Baguslah kau kemari. Ada yang mau aku bicarakan.

Apa?

Aku ingin cerai.

Kenapa? Tidak bisa.

Tidak mau.

Aku hidup seperti ini untuk keluarga kita.

Apa kau sungguh berpikir ini untuk kita?

Kau tahu betapa susahnya bagiku dan Hee-soon.

Aku tak bisa bicara seperti ini lagi di telepon.

Kita bertemu saja.

Aku datang dari jauh dan kau mengurungku di motel?

Ayolah. Aku sudah berhenti. Percayalah padaku.

Aku sudah selesai dengan mereka.

Apalagi yang harus aku katakan?

Ya, aku gangster.

Kau sendiri tahu itu.

Memangnya saat kau menikahiku, kau pikir aku kerja di sebuh perusahaan besar?

Uang yang kita nikmati juga berasal dari kelompokku.

Selama bertahun-tahun kau tak pernah mempermasalahkannya.

Kini kau minta cerai?

Kau tidak pernah mengijinkanku bekerja agar bisa merawat anak kita.

Tak pernah sekali pun aku tenang menggunakan uang yang kau bawa pulang.

Tiba-tiba berubah menjadi orang baik.

Tapi kau tak bisa begini padaku, Sayang.

Bukan kau.

Kau tahu bagaimana caraku hidup selama ini.

Tapi kau tak bisa begini padaku, Sayang.

Kau tidak memberiku hormat lagi?

Bagaimana keadaanmu?

Kau sungguh gila.

Di sini ramai sekali. Mari kita bicara di luar.

Mari kita mencari udara segar.

Kau bawa pisaunya? Jangan jauh-jauh.

Aku ingin berhenti.

Aku sudah lelah.

Aku cuma punya satu permintaan terakhir.

Toko grosir itu... Aku ingin tetap melanjutkannya.

Akan kutinggalkan semua yang kupunya.

Di usiaku yang sekarang ini aku tidak bisa bekerja apa pun.

Aku harus menghidupi keluargaku.

Kenapa kau memberitahuku hal ini? Beritahu kakakku saja.

Aku rasa ini yang terbaik untuk semua, supaya jelas diantara kita berdua.

Aku tak ingin bos mencemaskan hal ini lagi.

Baik, tak apa.

Terima kasih.

Jaga dirimu.

Hei, In-gu!

Kau pikir aku sampah?

Sialan!

Bangsat kau!

Sialan kau!

Bos! Bos!

Bos! Bos! Bos!

Keluar!

Kemari!/ Keluarkan bos dari situ!

Lepaskan aku! Sialan kau!

Bos!

In-gu! Buka pintunya! Sialan kau!

In-gu! Buka pintunya!

Buka!/ Karcis parkirnya, Pak.

Aku ada pasien. Cepat!

Cepat./ Tiga ribu.

Sial. Ini.

Kembaliannya.

Sial, buka sekarang!

Sialan.

Halo?

Hyun-su! Hyun-su!

Kirim orangmu ke sini sekarang!

Kau bicara apa?

Kirimkan aku orang-orangmu!

Aku sedang makan.

Sial, aku serius!

Sang-jin bersamaku dan aku sedang dalam masalah.

Kau ini bicara apa?

Sang-jin ada ditanganku.

Apa yang akan kau lakukan?

Aku akan bunuh keparat ini!

Jika kau membunuhnya, kau juga akan mati!

Kau pikir bos-mu akan diam saja?

Sekarang kau tak bisa mundur.

Kau yakin bisa selamat bahkan jika kau bebaskan dia?

Gunakan dia untuk mendapatkan bos-mu!

Apa?

Bos-mu takkan berkutik kalau Sang-jin ditangan kita. Kami akan menolongmu!

Cuma itu satu-satunya jalan!

Serahkan Sang-jin pada kami!

Gunakan ini sebagai kesempatan!

Sial...

Halo? Kau masih mendengarku? In-gu?

Tolong!

Tolong aku!

Sialan kau...

Tolong aku!

Kumohon jangan bunuh aku In-gu.

Ingatlah kakakku. Jangan bunuh aku.

Kakakku baik padamu.

Dia bilang kau seperti saudaranya.

Dia berharap kaulah saudaranya, bukan aku.

Aku tak bermaksud begini padamu. Kumohon, jangan bunuh aku!

Sialan kau./ In-gu!

Kumohon! Jangan bunuh aku!

Bangun kau, brengsek.

Bangun.

In-gu./ Masuk.

Mana yang lain?

Semua sudah menyebar.

Panggil mereka sekarang!

Hyun-su...

Aku tak bisa berbuat seperti ini terhadap bos-ku...

In-gu?

Jangan cemas bos. Sang-jin aman ditanganku.

Aku tahu. Maafkan aku.

Ini semua salahku. Semua jadi tak terkendali.

Bos, kali ini aku sungguh ingin keluar.

Maukah kau menolongku, Pak?

Baiklah. Mari kita bertemu.

Aku akan menemanimu, Pak.

Tidak, aku pergi sendiri.

Mereka semua ada di sini, Pak.

Ayo, cepat!

Berhenti!

Hentikan mobilmu!

Berhenti sekarang!

Di sini jalan Dong-gok dong. Tolong kirimkan ambulan.

Ada tabrakan beruntun. Kondisinya parah...

Ini, ini!

Sang-jin! Sang-jin!

Bangun! Sang-jin!

Bangunlah!

Sang-jin!

Sialan! Bangun!

Sang-jin! Kumohon! Tidak!

Bangun!

Jangan begini padaku.

Sang-jin!

In-gu!/ Ya, Bos.

Kau tak apa-apa?

Aku tahu perbuatan Sang-jin. Maafkan dia.

Semuanya sudah berakhir.

Aku belok ke kiri dan ada banyak mobil...

Terpaksa aku menyalip mereka...

Aku tak sengaja, Bos. Aku bisa menjelaskannya...

...bemper mobilku pecah...

Saat itu macet dan...

Biar kujelaskan, Bos.

Kumohon, Bos...

Itu bukan kesalahanku...

Bos...

Bos...

Bos...

Keparat kau!

Keparat!

Brengsek kau!/ Brengsek!

Aku bilang aku tak membunuhnya!

Kau tidak dengar?

Kini apa yang kita lakukan?

Kau mau membebaskan aku?

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Jika aku membiarkanmu hidup, maukah kau melepaskan aku?

Sial. Aku bilang aku tak membunuhnya!

RUANG OPERASI

Hyun-su?

Mi-lyung. Hee-soon.

Di mana dia?

Dia sudah 2 jam di operasi.

Sekarang kita cuma bisa menunggu.

Katanya dia mau berhenti.

Saat mau memberitahu mereka, tiba-tiba keadaan menjadi buruk.

Ny. Mi-lyung Kang?

Kau istri In-gu Kang?

Ya.

Kami ada pertanyaan. Silakan ikut kami.

Tak apa-apa, Sayang. Ibu cuma sebentar.

Mana barang itu.

Ini semua milik ayahmu. Tolong nanti berikan pada ibumu.

Ayahmu akan baik-baik saja. Jangan khawatir.

Ayo pergi minum kopi.

Kau tak perlu datang.

Bagaimana kabar Hee-soon?

Dia baik.

Bagus. Jaga dia.

Berubahlah jadi lebih pintar kali ini.

Sekarang kau harus memakai borgol.

Tekan tombolnya dulu.

Sudah lama aku tidak di sini.

Semuanya sudah berubah. Bagaimana keadaan di sana?

Jangan bercanda, brengsek.

Coba kau yang ada di sini di usia sepertiku sekarang.

Kau tampak sehat.

Aku baik saja.

Kenapa kau membawanya? Memalukan.

Hee-soon.

Katakan sesuatu. Jangan diam.

Ayah sehat saja?

Ayah sehat-sehat saja.

Mereka menemukan banyak bukti.

Ketua Roh memiliki banyak senjata ilegal.

Soal Sang-jin akan dianggap kecelakaan dan bosmu dianggap pembelaan diri.

Keadaan pasti sulit karena aku ada di sini.

Tentu saja...

Jagalah kesehatanmu dan cepat pulang.

Aku suruh Min-chul untuk menyelesaikan sekolahnya dan cepat pulang.

Entahlah, apa itu baik baginya.

Aku akan selalu bersamamu.

Anak buahmu tak mau mendengarkan.

Memang susah.

Aku berusaha menyelesaikan semua ini atas namamu.

Sepak terjangmu selama 20 tahun ternyata sangat membantu.

Bisakah...

Carikan aku posisi di tempatmu?

Kenapa Hyun-su memberi kita uang banyak?

Aku meminjamnya.

Gunakan uang itu, minta Min-chul untuk melanjutkan sekolahnya di Kanada.

Kau sudah berhenti, 'kan?

Sudah, 'kan?

Sampai nanti.

MEMBANGUN HARI ESOK YANG LEBIH CERAH

Itu di sebelah sana.

Bos./ Halo.

Tasnya.

Tahu...

Istrimu sakit jadi tidak bisa ke sini.

Istrimu menjalani masa sulit.

Dia menyalahkan aku karena memberimu pekerjaan.

Satu, dua, tiga...

Kau bodoh.../ Benda ini berat sekali.

Dia beruntung sekali. Kapan kita punya tempat seperti ini?

Jangan mengangkatnya seperti itu? Cepatlah!

Indahnya masa lalu...

Di mana Hee-soon?/ Dia bilang dia tidak lapar.

Bukankah dia belum makan.

Hee-soon!

Hee-soon?

Kau tidak makan, Sayang? Di luar banyak makanan.

Ada apa? Dia mengunci kamarnya?

Hee-soon?/ Aku tidak mau makan!

Pelankan musiknya!/ Hee-soon! Ayo makan!

Aku tidak mengerti kenapa kau juga harus pergi.

Aku akan sering menelepon. Jagalah kesehatanmu.

Sebaiknya kita pergi.

Kau yakin tak mau makan dulu? Makanan di pesawat tidak enak.

Aku tidak lapar.

Semua yang kau butuhkan sudah lengkap?/ Ya.

Ayah mengirimmu karena kau sangat menginginkannya.

Belajar yang rajin. Paham?

Ayah jaga kesehatan, ya?

Ya, masuklah.

SETAHUN KEMUDIAN

Tn. In-gu Kang?/ Ya.

Umur 41 tahun, suka minum.

Benar...

Kau juga makan tak teratur?

Kau mengidap diabetes.

Apa? Diabetes?

Juga darah tinggi. Aku akan beri resep untuk 2 minggu.

Kau boleh pergi.

Itu saja?

Ya.

Bukankah seharusnya dokter memberiku nasehat lebih banyak, 'kan?

Maaf?

Kau bilang aku punya diabetes./ Benar.

Harusnya kau memberitahuku mana yang boleh dan tidak aku makan?

Perawat akan menjelaskannya di luar.

Tapi kau dokternya, 'kan. Aku datang bukan untuk menemui perawat!

Kau bilang aku punya diabetes!

Buang-buang waktu saja...

Diabetes bukan sekedar pilek biasa!

Ya, 'kan?

Sialan.

Tn. Hahn!

Tanda tangani!

Semuanya sudah berakhir.

Semuanya sudah berakhir. Tahan dia!

Pegang!

Ayo.

Mau menyanyi, Bos?/ Tidak.

Ayolah, Bos. Satu lagu saja?

Sudah. Kalian saja.

Kita dapat proyek ini.

Satu lagu saja! Ayo...

Ki-tae pilihkan lagunya!

Ayo, tepuk tangan!

Dasar brengsek! Aku bilang aku tak mau menyanyi!

Berapa kali aku harus mengatakannya! Dasar brengsek!

Dasar sialan.

Sudah, teruskan./ Ya, Pak.

Halo, kau In-gu Kang?

Kiriman dari Kanada?/ Ya, benar.

Tolong tanda tangan di sini. Terima kasih.

Jangan tutup./ Ini buktinya.

Tada! Hai, Ayah!

Kalau Ayah rindu kami...

Kami juga rindu Ayah!

Berhenti!

Ini Hee-soon sedang di dapur.

Jangan begitu!

Bu! Hentikan dia!

Kenapa aku...

Hail Hail Klaten, 13 Januari 2013

Kunjungi: idfl.me

=== SELAMATKAN BUMI KITA === Kunjungi: greenpeace.org/seasia/id/

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.