Afrikaans
Akan
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
Apa kau melihat sesuatu?
Suaminya baru saja meninggal, 'kan?
Benar. Sudah tiga setengah bulan.
Ada masalah di kuburannya.
Energi hitam mengganggunya beristirahat.
- Energi hitam? - Benar.
Dia muncul dalam mimpi Nenek dan marah-marah.
Pindahkan kuburan itu ke tempat penuh matahari
agar Nenek bisa cepat sembuh.
EPISODE 1
Weol-ju, kau ingin pulang?
Benar, Bu. Apa kau sudah bisa tidur nyenyak sekarang?
Tentu saja. Ini semua karenamu, terima kasih.
Sama-sama.
Apa pertunangan adikmu berjalan lancar?
Tentu. Bila kau tidak bantu, kami semua sudah tertipu oleh pria itu.
Ternyata dia sudah punya istri dan anak.
Mungkin karena itu ada wanita yang selalu muncul di mimpi adikmu.
Benar sekali.
Aku benar-benar merasa lega.
- Pergilah. - Baik, Bu.
Hati-hati.
Aku sudah berdoa dengan tulus,
tapi mengapa Putra Mahkota tak juga membaik?
Pohon Keramat,
tolong beri aku jawaban.
Ratu.
Benarkah? Ada anak seperti itu?
Sudah kubilang hentikan. Mengapa kau tak mau dengar?
Bagaimana bisa aku membiarkan Nenek sakit?
Aku senang dapat membantu sesama dengan kemampuan ini.
Aku tak mau kau seperti diriku.
Mengapa?
Aku malah sangat senang ketika orang berkata aku membawa hidup
dan kebahagiaan untuk mereka.
- Itu membuatku gembira. - Dasar kau ini.
Kini kau sudah cukup tua, sudah saatnya memikirkan pernikahan.
Aku akan minta makcomblang carikan jodoh,
jadi, jangan melawan dan jauhi masalah.
Aku tak mau itu, Bu.
Cinta datang kepada seseorang karena takdir yang ada.
Bila takdirku datang,
aku pasti langsung menikah dengannya, jadi, jangan mendesakku.
Kau sangat kekanak-kanakkan.
Lupakan saja. Kau memang tak mendengarkanku.
Weol-ju, terimalah perintah istana!
Apa kau Weol-ju?
Benar, Yang Mulia.
Aku dengar ibumu seorang dukun.
Benar.
Bacakan mimpi Putra Mahkota untukku.
Ada apa?
Ini...
- Ini terlalu banyak. - Apa maksudmu?
Roh penuh dendam dari mereka yang dibunuh keluarga kerajaan
sedang menghantui Putra Mahkota dalam mimpinya.
Apa? Roh penuh dendam?
Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk mengusir mereka?
Kita harus menenangkan mereka, bukan mengusir.
Pindahkan mayat yang dikubur dalam hutan
ke tempat bersinar matahari,
dan beri penguburan.
Bagaimana kita tahu lokasi tepatnya?
Beri aku waktu beberapa hari.
Aku akan bicara dengan setiap roh dan kumpulkan lokasinya.
Baiklah, coba lakukan itu.
Bila itu bisa menyelamatkan Putra Mahkota, aku akan melakukan apa pun.
Kau tak perlu masuk kamarnya lagi?
Benar. Roh penuh dendam yang menghantuinya sudah kutenangkan,
Putra Mahkota pun mulai lebih tenang dalam mimpinya sekarang.
Baiklah.
Kau benar. Wajah Putra Mahkota tidak terlalu pucat sekarang
dan dia sudah bisa tersenyum.
Terima kasih banyak, Weol-ju.
Kau menyelamatkannya.
Bukan, kau menyelamatkan keluarga kerajaan.
Aku akan beri upah yang sepadan untukmu.
Tidak perlu.
Sudah cukup bagiku mengetahui bahwa aku sudah membantu Yang Mulia.
Tidak, kau tetap harus mendapat hadiah.
Yang Mulia, karena kau telah sembuh
kau diperintahkan untuk kembali belajar mulai malam ini.
Yang Mulia.
Mengapa dia seperti itu?
Dia sering tertawa sendiri,
dan melamun saat dipanggil orang lain.
Dia seperti kehilangan akal sehatnya.
Benar, Yang Mulia.
Dia sudah beberapa hari seperti itu.
Tabib kerajaan mengatakan dia tak sakit.
Apa mungkin...
ini adalah efek pembacaan mimpi kemarin?
Panggil Weol-ju kembali.
Hidup Weol-ju benar-benar berubah setelah dia dipanggil kerajaan.
Dia mendapat banyak harta sekarang.
Yang benar?
Masa dia bisa mendapat harta itu karena membaca mimpi?
Mungkin saja dia juga tidur dengan Putra Mahkota.
Sepertinya dia mengincar posisi selir.
- Apa? - Anak itu
pasti menaruh sesuatu dalam mimpi Putra Mahkota.
Karena itulah Putra Mahkota bisa tertarik pada anak dukun sepertinya.
Putra Mahkota benar-benar tercuci otaknya
sampai dia selalu mengunjungi Weol-ju setiap malam.
Orang yang tak berpendidikan dan berlatar baik
pasti akan menjual tubuhnya untuk apa pun.
- Ya ampun. - Astaga.
Mengapa kau suruh aku gunakan pakaianmu? Ada masalah apa?
Pergilah ke rumah pamanmu di Suwon. Butuh satu jam ke sana.
- Kau harus gulung rambutmu. - Apa?
Ada apa sebenarnya, Bu?
Menggulung rambut sebelum menikah
akan dibicarakan orang.
Apa itu penting sekarang?
Hubungan tak ditentukan oleh pernikahan saja.
Yang penting itu cinta.
Ibu sudah tahu itu?
Ibu tentu tahu semua rumor tentangmu.
Semua orang sedang mengejarmu dan ingin membunuhmu sekarang,
jadi, kau tak bisa tinggal di Hanyang lagi.
Cepat pergi dan jangan kembali.
Bagaimana bisa...
aku pergi sendiri meninggalkan Ibu?
Kau takkan sendiri.
Ketika kau kesepian,
pegang erat tusuk konde ini.
Ia akan mengantarkanmu
kepada orang yang kau cari.
Apa perkataan ibu
pernah salah selama ini?
Kebakaran!
- Ada kebakaran! - Astaga.
- Kebakaran! - Rumah itu kebakaran!
Ada kebakaran di desa!
- Astaga! - Kebakaran!
Ibu!
Jangan pergi, Ibu.
Ibu, aku mohon bangunlah.
Ibu!
Kau tak boleh mati, Ibu.
Ibu!
Aku bersalah padamu.
Aku benar-benar bersalah padamu, Bu.
Jangan tinggalkan aku.
Tidak!
Dalam kematianku pun...
Dalam kematianku pun, akan kukutuk kalian semua.
Aku tidak memesan ini.
Ini gratis karena kau tamu pertama, jadi, makan saja.
Mau minum apa?
KEDAI MISTIS
Minum Seperti Bos saja.
Mengapa?
Kau tampak dikerjai banyak orang seharian,
jadi, minumlah seperti bos sekarang.
Mata merah, bibir pecah-pecah, juga kulit yang menguning.
Dia sedang memikirkan sesuatu.
Kemejanya kotor dan tangannya gemetar?
Lihat kantong matanya.
Baiklah! Kau terpilih hari ini.
Apa?
Bukan apa-apa.
Minum saja terus. Jangan berhenti.
Ada apa? Kau sepertinya sedang banyak pikiran.
Kau dapat melihat itu?
Tentu saja. Aku berpengalaman untuk itu.
Aku bisa tahu dari caramu memegang gelas.
- Jadi... - Benar! Beri tahu aku!
Lupakan saja. Ini tak serius.
Bagaimana mungkin itu tak serius? Wajahmu pucat.
Cepat beri tahu aku.
Jadi, di perusahaanku...
Di perusahaanmu?
Tidak ada apa-apa.
Semua orang hidup seperti itu.
Tak perlu dipusingkan.
Aku senang masih sehat.
Hei, bayar makananmu ini nanti.
Bukankah ini gratis tadi?
Kau masih sehat, jadi, untuk apa cari yang gratis?
Bayar!
KEDAI MISTIS
KEDAI 99990
Susah sekali mencapai 100.000.
Siapa yang menyuruhmu gantung diri di Pohon Keramat?
Apa kau merasa terganggu dengan tempatku menggantung diriku?
Bila kau gantung dirimu di pohon biasa,
kita tak usah melakukan ini.
Aku sampai terseret menjadi manajer di sini.
Dari penangkap setan menjadi pengupas bawang.
Kau pikir ini masuk akal?
Astaga, perih.
Apa ada yang berakal sehat saat mereka bunuh diri?
Setelah kupikir, kedai tak bisa membantu.
Kita mungkin harus ganti pekerjaan.
- Bagaimana jika menjadi penyiar internet? - Apa?
Aku lihat banyak orang berkeluh kesah di kolom komentar saat acara.
Mereka tak perlu bertemu denganku langsung.
Bukankah itu cara yang baik?
Apa semua orang bisa? Kau harus bertalenta untuk itu.
Kau pikir aku tak bisa?
"Halo semua, VJ Weol-ju hadir untukmu.
Astaga! Terima kasih pada pengupas bawang, Guibanjang, atas donasinya.
Kau akan pencet tombol suka dan ikuti, 'kan?"
Aku sungguh mau memencetmu.
Banyaknya komentar pedas di internet menjadi masuk akal bagiku.
- Apa? - Karena tak bisa pukul langsung,
mereka gunakan kata-kata.
Lihat kepalanku bergetar sekarang.
Apa?
Beraninya kau melempar ini.
Astaga. Kau makin pintar sekarang.
Kau bercanda?
Kau tak tahu seberapa besar tekanan yang aku dapat.
Aku harus lapor ke atasanku.
Ada yang bisa dilaporkan, 'kan?
Aku tidak hanya bermain.
Itu hanya bisa dibuktikan dengan pencapaianmu,
tapi kau bahkan tidak bisa membuka pintu Dunia Mimpi selama enam bulan.
Coba lakukan sendiri.
Kau pikir masuk ke mimpi manusia dan menenangkan mereka
sesuatu yang mudah?
Bila tahu apa yang aku alami, mereka takkan bicara banyak.
DUNIA MIMPI: CERITA HEUNGBU
Sedikit demi sedikit
Kami melihat dan terus melihat
Bawakan kami harta
Berikan kami harta
Ada apa ini?
Mengapa? Apa aku berbuat salah?
Masih saja bertanya!
Kesalahanmu adalah rakus dan mementingkan diri sendiri.
Mengusir adikmu, mengambil warisan ayahmu,
dan memukul adikmu saat dia minta tolong.
Tak hanya itu, kerakusanmu mematahkan kaki seekor burung walet.
Apa kau tahu kesalahanmu sekarang?
Chun-hyang, lihat keadaanmu.
Aku tak bisa menahan ini lagi.
- Apa? - Maksudku,
semua orang tak tahu Lee Mong-ryong akan kembali atau tidak.
Jadi, apa aku harus terus menunggu?
Dia bisa saja kecelakaan dalam perjalanan ke kota untuk tes,
atau jatuh cinta dengan gadis lain.
Aku tak tahu apa pun tentangnya sekarang.
Tetap saja, tunggulah sebentar lagi.
Aku akan beri tahu Kepala Daerah sekarang
bahwa aku bisa tidur dengannya malam ini.
Kau ini!
Jangan gegabah seperti itu.
Minum ini dulu dan pikirkan kembali.
Sepertinya ini alkohol berkualitas yang kau punya.
Ini sangat enak.
Bukan main.
Ini enak sekali.
Bagaimana bisa dia muncul di mimpiku?
Topi kertas yang dia gunakan
sepertinya menandakan dia lolos.
Baiklah.
Karena aku sudah menunggunya lama, lebih baik aku tunggu sebentar lagi.
Inspektur Kerajaan datang!
Jenderal MacArthur,
kau minum lebih banyak hari ini.
Belakangan ini aku sedang banyak pikiran.
Kami harus mencari cara untuk bisa menembus barisan musuh.
Kalau begitu, kau butuh ini untuk menyelesaikan masalahmu.
MACARTHUR
Apa itu?
Ini adalah gabungan soju dengan bir.
Coba habiskan dalam satu teguk.
Terima kasih.
Semuanya,
bersiaplah ke Incheon.
Aku berusaha mati-matian
untuk menyelamatkan 99,990 roh gentayangan.
Namun, kau bilang aku tak ada hasil dan hanya bermain saja?
Rupanya kau mau mati di tanganku.
Namun, kau tetap harus mendapat sepuluh roh lagi agar tugasmu selesai.
Selain itu, cobalah lebih ramah pada tamu.
Kau sangat memaksa mereka untuk menceritakan kecemasannya.
Apa itu membuat mereka bicara?
Berbuat baik pada mereka malah buat mereka lebih waspada padaku.
Orang berkeluh kesah sambil minum?
Itu bukan tren lagi sekarang.
Saat ini orang tak mudah bercerita pada orang lain.
Selain itu, aku muncul di Dunia Mimpi
dan menenangkan jiwa mereka.
Bukankah aku sudah baik?
Sialan. Kalau bisa, aku juga tak mau berbicara dengan mereka.
Kalau begitu, beri lebih banyak makanan gratis.
Semua orang suka makanan gratis.
Aku beri tahu kembali. Seperti yang kau tahu,
orang tak lagi sering datang ke kedai kaki lima.
Tak ada orang yang bisa kuberi makanan gratis.
Bagaimana bisa aku melawan
bisnis kirim makanan yang cepat dan bisa ke mana saja?
Jika atasan bertanya,
beri tahu mereka bahwa ini masalah zaman, bukan masalahku,
dan aku terus berusaha di sini.
Kau sangat berani berbicara saat sedang dihukum 500 tahun.
Benar-benar hebat.
SWALAYAN KAPEUL
Terima kasih atas kedatangan Anda untuk berbelanja di Swalayan Kapeul.
Swalayan Kapeul buka hari ini sampai pukul 22.00.
- Pada Minggu kedua serta keempat... - Diskon daging babi Jeju!
Itu 25, 26, 27,
28, 29...
Satu pecah, jadi, totalnya 29, Bu.
Kita sudah periksa tiga kali, 'kan?
- Jadi... - Aku cek sekali lagi.
HAN KANG-BAE
Anakku yang paling muda berumur 29 tahun
dan sampai sekarang belum dapat kerja.
Begitu rupanya. Kau pasti sangat sedih.
PUSAT KEPUASAN PELANGGAN
Pelanggan 36.
Halo, Bu. Mohon berikan nomornya kepada kami.
Benar.
Aku berusia 36 tahun.
Aku bertemu seorang pria
dan mencintainya dengan sangat.
Apa?
Walau semua orang menuduhku sebagai perusak rumah tangga,
cinta kami menjadi lebih penuh rahasia,
dan juga kuat.
Cinta kami panas seperti magma di dalam Bumi.
Begitu rupanya.
Aku akan umumkan Karyawan Bulan Ini.
Baiklah.
Dia menang lima bulan berturut-turut. Sebuah rekor baru.
Selamat, Nona Song Mi-ran dari bagian daging!
- Lagi? - Ya.
Beri dia tepuk tangan.
Mi-ran hebat sekali.
Dia bisa menang lima bulan beruntun.
Benar. Dia padahal masuk bersamaku sebagai karyawan kontrak.
Pasti dia akan menjadi karyawan tetap.
Bila iri padanya,
bekerjalah dengan baik.
Berhenti mengobrol dengan pelanggan.
Baik, Pak. Aku akan kurangi.
Ayolah, Pak.
Walau Kang-bae lambat dalam menyelesaikan tugasnya,
pelanggan yang dia layani selalu sangat puas dengan pelayanannya.
Bukankah kualitas lebih baik daripada kuantitas?
Betul, Kang-bae?
Sudah larut. Aku ada janji, jadi, pergi dulu.
- Selamat malam. - Sampai jumpa.
Hati-hati.
Mengapa dia begitu?
Apa kau...
menganiaya teman kerjamu sendiri?
Tentu tidak, Pak.
Kang-bae paling benci bila ada orang yang menyentuhnya.
Bahkan di swalayan, dia seperti belut.
Dia pintar menghindari sentuhan orang lain.
Jin-tae!
Hei, Han Kang-bae! Kau tak berubah sama sekali.
Sudah berapa lama ini? Pertama kali setelah lulus, 'kan?
Maaf, aku lupa kondisimu.
Kau masih sama.
Begitulah, aku masih sama.
Ayo duduk.
Kau yang pertama menghubungiku setelah...
Aku senang kau menghubungiku. Terima kasih.
Tak usah begitu.
Karena terlalu sibuk dengan bisnisku,
aku merasa kesepian sekarang.
Aku jadi teringat teman lama.
- Maafkan aku. - Sial.
Pakai ini.
Kau tak apa-apa?
Tak mungkin ke sini bila tak apa-apa.
Aku sedang susah, jadi, meneleponmu.
Hanya si bodoh Han Kang-bae
yang senang mendapat telepon dari teman sekolahnya.
Semuanya menolak teleponku.
Semua orang sangat jahat. Setiap aku menyebut matras giok,
mereka berkata ini penipuan.
Penipuan?
Tapi, terima kasih sudah menelepon.
Aku senang melihat wajah temanku.
Teman?
Aku begini karena ingin memanfaatkanmu.
Coba pikir.
Saat SMA, kau selalu terlihat depresi dan duduk di pojokan.
Kau itu dikucilkan.
Dulu aku juga sangat membencimu.
Begitu rupanya.
Tunggu.
Apa yang tadi kukatakan?
Astaga, aku pasti sudah gila.
Hei, aku pergi dulu.
Sial. Dia padahal pelanggan terakhirku.
SAMPAIKAN PERASAAN TERDALAM DAN BUAT HUBUNGAN INDAH
Perasaan terdalam?
Apakah perasaan terdalam selalu indah?
Ini yang kusadari selama 27 tahun hidupku.
Bila kau ingin punya hubungan baik dengan orang lain,
lebih baik kau sama sekali tidak tahu
perasaan terdalam mereka.
Taksi!
Sialan!
Berhenti! Kubilang berhenti!
Sial. Brengsek.
Sopir taksi bahkan tidak menghiraukanku.
Baiklah.
Kalian semua pasti berpikir
aku mudah dikerjai karena selalu tersenyum.
Sialan!
Kau!
Dasar berengsek.
Akan kubunuh kau!
Sialan. Taksi!
SWALAYAN KAPEUL
Silakan dicoba sampel kami.
Daging babi yang baru datang dari Pulau Jeju sedang diskon hari ini!
Silakan dicoba.
Silakan dicoba, Pak.
Dagingnya benar-benar enak.
Sampel daging selalu enak dan gurih.
Benar. Langsung dari Pulau Jeju.
Babinya hanya makan teh hijau, jadi...
Berisik. Cepat bakar dagingnya.
Kau lama sekali dibanding yang lain.
Maafkan aku, Pak.
Lama sekali. Biar aku contohkan.
Mari kulihat. Mana yang sudah matang?
Ayo makan tiga lapis.
Tolong kembalikan penjepitnya, Pak.
Lepaskan aku. Aku mau makan sampelmu.
Kau ini benar-benar bodoh.
Makanya kau hanya membakar daging.
Ada-ada saja.
Apa maksudmu?
- Apa? - Ini tempat pekerjaanku.
Itu penjepitku. Kembalikan.
- Kau sudah gila? - Kembalikan!
- Kembalikan! - Astaga.
- Lihat dia. - Astaga.
Menyebalkan sekali. Ada apa kau ini?
- Kembalikan padaku. - Astaga.
Lepaskan aku!
- Kau tak apa-apa? - Astaga.
- Dia tak apa-apa? - Perlu panggil satpam?
- Ada apa dengannya? Apa? - Terima ini!
Sudahlah. Ambil saja ini.
Apa kau dapat gaji satu juta won dengan pekerjaan ini?
Heran, semua orang miskin selalu saja sombong dengan statusnya.
Kau pasti tak belajar baik di sekolah.
Karena itu kau membakar daging sekarang.
Beraninya kau marah-marah.
Kau harusnya tahu kastamu di sini.
Kau tak tahu siapa aku?
Astaga.
Kaulah yang berkasta rendah dan tak berpendidikan.
Pengemis yang ingin mengisi perut dengan makanan gratis.
Bukan.
Setidaknya pengemis menghormati yang memberi makan.
Beraninya kau berbuat onar saat kau hanya makan sampel gratis?
Kau tidak lebih baik dari pengemis!
- Astaga. - Apa itu?
- Apa dia baik-baik saja? - Astaga.
- Sepertinya dia kesakitan. - Ini gawat.
- Kau baik? - Kau tak apa-apa?
- Astaga. - Ada apa ini?
- Sepertinya dia terluka. - Astaga.
Mengapa banyak orang gila di swalayan ini?
Panggil atasanmu. Cepat!
Aku di sini, Pak.
Maafkan kami.
Tampaknya kami kurang becus melatih karyawan kami.
Song Mi-ran, walau banyak orang memuji hasil pekerjaanmu,
kau tak bisa seperti ini.
Kau mau dipecat?
Cepat berlutut dan minta maaf.
Pak.
Pelanggan itu tadi juga menghina Mi-ran.
Sepertinya mereka harus saling minta maaf.
Mengapa kau ikut campur?
Karyawan kontrak berani sekali di sini.
Song Mi-ran, cepat berlutut!
- Apa? - Dasar wanita gila.
Bagaimana ini?
Kami tentu akan bertanggung jawab.
Mengapa berhenti? Harusnya kau beri tahu bahwa kau hantu berusia 500 tahun.
Haruskah kita tulis di sini?
Aku marah saja untuk sementara. Aku langsung melepasnya.
Itu dia. Mengapa kau harus tiba-tiba marah saat itu?
Orang pasti berpikir kau ini pahlawan atau pejuang keadilan.
Bukankah kau benci semua manusia
dan tak mau bicara dengan mereka?
Kau benar.
Aku benci manusia, apalagi pria berengsek itu. Ada masalah?
Kalau aku lihat,
kau bukan membenci manusia.
Sejak dulu kala,
ada sesuatu yang tersimpan dalam hatimu.
Apa itu?
Seperti...
Kau memang lahir dengan karakter pemarah. Itu tak bisa dibenarkan.
Benar-benar pemarah yang menyebalkan. Itu dia alasannya.
Apa? Dasar kau ini.
Hei, mau ke mana? Kau tak bekerja?
Atasan dan kau menekanku.
Biarkan aku melepas stresku sebentar.
Menyebalkan sekali dia.
Jangan!
Hei, apa masalahmu? Kau gila?
Mati saja di tempat lain.
Kau mau menghancurkan hidupku? Sialan.
Maaf untuk banyak hal di hari ini.
Hati-hati di jalan.
Apa...
ada yang menunggu di rumah? Keluarga atau teman?
Tidak ada.
Kalau begitu, apa mau makan bersama? Aku lapar.
Aku tidak memberi ssamjang spesial ini ke semua orang.
Coba ini.
Enak sekali.
Hidup terasa sulit, 'kan?
Tidak.
Bukan hanya aku yang sulit. Semua orang begitu.
Benar.
Semua orang berjuang.
Namun, tak semua orang
ingin ditabrak mobil.
Untuk itu, aku hanya termenung, jadi, tidak...
Pasti banyak yang berengsek.
Mereka mengataimu dan memarahimu.
Kau kesal, 'kan? Aku akan hapus semua kecemasanmu...
Tidak.
Aku masih bisa menghadapi itu.
Sebentar. Bukan itu alasannya?
Lalu mengapa kau mau bunuh diri tadi?
Tidak ada apa-apa.
Dia membuatku gila.
Berapa kali harus aku minta dia untuk bercerita?
Mi-ran, kau pasti menunggu lama.
Bukankah kau wanita yang ada di swalayan tadi?
Benar, aku wanita itu. Ada apa?
Terima kasih. Kau tadi keren.
Kau pergi ke mana?
Aku beli ini.
Jepitan tadi sepertinya menggores rahangmu.
Coba oleskan obat.
Terima kasih. Aku yang seharusnya membeli obat untukmu.
Wajahmu terluka karenaku, 'kan?
Aku tidak apa-apa.
Sepertinya tidak. Coba kulihat.
Tadi aku melompat ke depan truk karena Pak Park.
- Apa? - Kau tiba-tiba bercerita?
Kau bilang tak masalah.
Bila ada waktu, apa kau mau mendengarkan ceritaku?
Tentu, aku punya banyak waktu. Aku akan dengarkan ceritamu.
- Ayo coba satu. Penawaran terbatas! - Seperti yang kau tahu,
- aku masuk sebagai karyawan kontrak... - Silakan dicoba.
- ...lalu jadi karyawan tetap. - Terima kasih.
Aku berusaha bertahan menghadapi semua pelanggan menyebalkan itu.
Namun...
Selamat sudah menjadi Karyawan Bulan Ini.
Terima kasih.
Ini semua karena Bapak.
Jadi, kau tahu itu.
Apa maksudmu?
Itu karena aku tahu banyak tentangmu.
Banyak hal
yang aku tahu.
Benar juga. Orang tuamu sudah meninggal.
Adikmu ikut tes universitas lagi.
Untuk membantu adikmu,
harus cepat menjadi karyawan tetap.
Benar?
Benar, Pak.
Kalau begitu, jaga sikapmu untuk beberapa bulan ini. Ya?
Bila kau bisa, aku akan membantumu menjadi karyawan tetap.
Kau tahu, 'kan?
Aku punya hak penentu di sini.
Jadi,
kau juga harus memperlakukanku dengan baik.
- Ya? - Apa yang kau lakukan?
Apa maksudmu?
Orang lain bisa berpikir aku melecehkanmu.
Mi-ran hanya mengingatkanku pada adikku.
Aku menyayangimu. Itu saja.
- Selamat makan. - Hai.
Astaga.
Di mana...
Hidupku terasa seperti di neraka.
Walau kutahan, saat sampai di rumah
aku tak bisa menahan amarahku sama sekali.
Itu membuatku lebih menyedihkan.
- Besok paginya, - Silakan dicoba.
- ...aku harus bekerja... - Babi ini mengkonsumsi daun hijau,
- ...dengan tersenyum. - ...jadi, sangat lembut.
- Enak, 'kan? - Aku harus hidup.
- Terima kasih. Silakan dicoba! - Dasar berengsek.
Apa? Dia menyayangimu seperti adiknya sendiri?
Mengapa banyak orang berengsek sekarang?
- Aku harusnya... - Aku harusnya menarik
lidahnya keluar. Dasar berengsek.
Dasar gila.
Orang yang menggunakan kekuasaan untuk menekan orang lain
di pekerjaan memang paling berengsek.
Jadi, apa yang mau kau lakukan?
- Apa? - Kau mau apakan dia?
Aku tak ingin lakukan apa pun padanya.
Aku hanya ingin dia tahu
rasanya berada dalam posisi terpojok.
Hei, keluar dan pergi ke kanan.
Apa?
Toilet ada di luar sebelah kanan.
Cuci mukamu. Aku ingin bicara berdua dengannya.
Tunggu.
Makan ini dan sadarlah.
Apa ini?
Aku tinggal kalian dulu.
Kau ingin dia tahu rasanya sangat terpojok.
Baiklah, aku mengerti.
Karena itu, ayo minum.
Biasanya aku tak berbagi minuman dengan siapa pun.
Habiskan sekaligus.
Terima kasih.
Mengapa aku tiba-tiba mengantuk?
DUNIA MIMPI: MIMPI MI-RAN
Mi-ran.
Semua orang sudah pulang. Kau masih bekerja?
Tidak, aku menunggumu.
Ada apa ini?
Aku suka keagresifanmu hari ini.
Kau suka? Haruskah aku lebih agresif lagi?
Siapa kau?
Siapa lagi?
Aku Weol-ju dari Kedai Mistis.
Mengapa dia...
Sialan.
Menyebalkan.
Jangan mendekat atau kubunuh kau.
KEDAI MISTIS
Apa itu?
Aku terlalu banyak minum?
Ke mana pemiliknya pergi?
Mi-ran, bangunlah. Ayo kita pulang.
Mi-ran.
Hei, pergi. Pergi kau!
- Pergi! - Apa?
Pergi sana!
Kau!
- Jangan. - Pergi!
Hei. Sial.
Kau!
Bagaimana ini?
Hei, apa ini?
Sedang apa kau di sini?
Itu dia. Kenapa aku di sini?
Kukira aku masuk ke kedai.
Itu dia. Kenapa aku di sini?
Kukira aku masuk ke kedai.
Kedai?
Ketika kau kembali tadi, kau lihat kedai?
Benar.
Bagaimana bisa?
Siapa kau? Apa Kantor Inspeksi mengirimmu?
Apa? Aku bekerja di Pusat Kepuasan Pelanggan.
Jawab aku dengan benar!
Mustahil manusia bisa masuk ke mimpi orang lain.
Apa? Ini mimpi orang lain?
Mimpi siapa?
Mimpi gadis tadi.
Mengapa kau lama sekali?
Sudah kukatakan, aku pergi melepas stres. Aku merasa segar sekarang.
- Dia kenapa? - Tunggu.
Jadi, saat ini aku masuk ke dalam mimpi Mi-ran?
Apa yang kalian lakukan di sini?
Kami?
Begini...
Bagaimana menjelaskannya?
Kami mewujudkan keinginan orang dalam mimpi,
bahkan membalaskan dendam orang.
Itu yang kami lakukan.
Sederhananya,
kami seperti roh.
Kau dapat melihat kami sebagai salah satu yang mirip dengan mereka.
Kau hanya perlu tahu itu.
Kami selesaikan masalah dalam mimpi.
Apa kau harus jelaskan itu sekarang?
Manusia masuk ke mimpi Mi-ran.
Ini masalah besar.
Sepertinya karena penglihatan spiritualnya terbuka.
Apa? Apa yang terbuka?
Mana mungkin? Dia bukan pastor atau biksu.
Benar.
Dia tampak istimewa.
Penglihatan spiritualnya tak terkunci saat lahir.
Sejak kecil, banyak orang tak puas
dan meminta bantuanmu, 'kan?
- Benar. - Jadi, itu alasannya dia bisa di sini?
Itu bisa saja terjadi.
Dia akan lupa semua saat bangun, jadi, jangan terlalu khawatir.
Jadi, aku hidup begini karena penglihatan spiritualku terbuka.
Jika kau bisa memecahkan masalah,
bisakah mengubah watak seseorang?
Tentu saja. Tak ada kata mustahil dalam kamusku.
Astaga, hebat sekali.
Lantas, bisakah membantuku...
Hei, pria itu melarikan diri.
Tangkap dia!
Maafkan aku. Aku minta maaf.
Karena inilah aku terus bekerja.
Mereka yang berpikir ada di atas orang lain.
Mereka yang bermain dengan pekerjaan dan hidup orang lain.
Betapa menyenangkannya melihat orang seperti itu ketakutan.
Tolong maafkan aku sekali ini saja.
Bagaimana rasanya sangat terpojok?
Karena kau, ada orang yang ingin bunuh diri. Kau tahu?
Kau tak hanya bos yang mengerikan. Kau juga pembunuh karakter orang lain.
Lepaskan aku!
Lepaskan!
Si berengsek itu.
Kulempar saja?
Tak usah bertanya. Cepat lempar!
Kumohon.
Aku akan hidup baik mulai sekarang.
Baiklah, karena hatiku sedang senang, aku maafkan kau.
Jadi, kuharap kau menjadi lebih baik.
Jangan menangis. Ada apa?
Astaga. Apa ini?
Sial, menjijikkan sekali.
Apa Pak Park benar-benar jatuh dari atap?
Beruntungnya. Dia akan jadi lebih tinggi.
Jangan masuk.
Kau tak boleh lihat ini.
Mi-ran, keluarlah. Sekarang sudah tak apa.
Pintu terkunci dari dalam.
Dia menguncinya? Memang di dalam ada apa?
Ini Ruang Kamera Pengawas.
Dia pasti sedang menonton kenangan yang telah dia lalui.
Mi-ran, apa kau bodoh?
Kau takut ada yang lihat kenangan itu?
Apa kau malu?
Mengapa kau malu? Kau tak salah apa-apa.
Mengapa korban bertingkah seperti pelaku?
Ayo keluar.
Keluar dan tunjukkan semua kenangan itu kepada Pak Park.
Pelaku sebenarnya yang harus malu dan ketakutan.
Tidak usah takut.
Kau lihat cara mereka memarahi Pak Park, 'kan?
Kau tahu dia sampai kencing di celana karena takut?
Benar-benar seru.
Kau tertawa.
Lucu, 'kan?
Tapi sayang sekali,
ini semua hanya mimpi.
Ketika kau bangun nanti,
kau harus marahi dia langsung.
Hei, sudah. Hentikan itu.
Hei, jangan keluar sama sekali.
Teruslah hidup dikerjai oleh orang seperti Pak Park.
Sia-sia aku masuk dan membalas dendam untuknya.
Kau tak berhak mendapat ini.
Kau ini benar-benar tak sabar. Ayo kita pergi saja.
- Lepaskan aku. - Ayo pergi.
Kau kenapa? Lepaskan aku.
Dia keluar.
Maafkan aku.
Kau masih belum sadar rupanya.
Mengapa kau minta maaf? Jangan minta maaf!
Apa nama kedai tempat kau minum tadi?
Apa?
Nama kedainya adalah Kedai Mistis.
Di kedai itu, aku dan kau,
semua menjadi bos.
Kita semua satu level.
Mengapa kau malah kecil hati? Kau harusnya memaki dia sekarang.
Bertingkahlah seolah kau punya cakar dan mengaumlah seolah kau punya taring.
Mengerti?
Baiklah.
Aku mengerti.
Akan kulakukan. Aku akan hidup seperti itu.
Kapan aku pulang?
Aku minum terlalu banyak.
Ini sudah jelas.
Dia bisa diberi hukuman, bahkan tuntutan hukum.
Terima kasih.
Ini pasti tak mudah bagimu. Terima kasih sudah memberitahuku.
Permisi.
Maaf soal kemarin. Aku akan bayar biaya...
Tidak usah, aku tidak terluka.
Setelah kupikir, aku kemarin memang salah padamu.
Apa?
Maaf. Aku seharusnya tidak seperti itu.
Mohon maafkan aku. Maaf sekali.
Baiklah.
Astaga!
Siapa kau?
Aku?
Begini...
Apa sebutanku? Peri?
- Seorang peri daging. - Apa?
Aku tahu kau suka daging. Makan ini.
Makan selagi kau bisa
daripada membuat keributan di swalayan.
Ikuti aku. "Aku akan makan di rumah
dan coba sampel di swalayan."
Aku akan makan di rumah.
Katakan dengan benar.
Panas sekali.
"Aku akan makan di rumah dan coba sampel di swalayan."
Bila buat keributan lagi, kau akan bertemu wanita gila...
Tidak. Maksudku, wanita yang serius.
Jadi, ingat ini baik-baik. Mengerti?
Baiklah.
Baru kali pertama aku mendengar seseorang meminta maaf padaku.
Mi-ran, ada apa?
Tidak apa. Omong-omong, aku minta maaf kemarin.
Aku terlalu mabuk, 'kan? Terima kasih sudah mengantarku.
Apa? Aku mengantarkanmu pulang?
Bukan begitu?
Entahlah. Aku juga tak ingat.
Sepertinya ada hal seru juga tadi malam.
Benarkah? Aku juga ingat sampai kita makan daging bakar di kedai.
Mungkin karena banyak makan,
aku merasa sangat senang pagi ini.
- Semangat! - Semangat!
Apa ini?
Sepertinya...
Tidak, itu tak mungkin. Mungkin itu mimpiku saja.
Tidak. Itu benar-benar terjadi. Itu bukan mimpi.
Tunggu. Bila itu benar terjadi, Pak Park seharusnya sudah meninggal.
Jadi, aku benar-benar masuk ke mimpi Mi-ran?
Itu tak mungkin terjadi.
Lalu tusuk konde ini?
Ke mana tusuk kondemu sampai pakai sumpit?
Sepertinya terjatuh di atap kemarin. Nanti aku ambil.
Sudah lama tak dapat klien. Ayo kita bersulang.
Bersulang.
Yeombujang, untuk apa ke sini?
Tak apa. Duduk saja.
Kau tak berdiri ternyata.
Mau memarahiku apa hari ini?
Apa yang kau pakai? Terbuat dari kelambu?
Seperti yang kau lihat, kami sedang berpesta.
Karena aku bintangnya,
aku harus menggunakan baju yang pas untuk perayaan ini.
Ini bukan waktu untuk berpesta.
Aku datang karena Yeomradaewang.
Dia selalu banyak bicara.
Ada apa sekarang?
Tunggu sebentar.
Weol-ju, dengar ini.
Aku memperpanjang waktu tugasmu
karena perbuatan baikmu saat kau hidup.
Tapi setelah ini, tak bisa lagi. Kau punya waktu sebulan.
Bila tak bisa penuhi target 100.000 orang itu,
kau akan dikirim ke neraka.
Ingat itu baik-baik.
Selesai.
Apa? Sebulan? Apa maksudnya?
Mari kita lihat. Kau dapat klien baru setelah berapa lama? Empat bulan?
Bukan, enam bulan.
Bangga sekali kau.
Aku kirim kau untuk mengawasi dia. Tapi kau ikut bermain bersama?
Lihat ini baik-baik. Lihat.
GRAFIK PERFORMA KEDAI MISTIS
Yeomradaewang mendapat banyak kritik,
jadi, kau tak bisa lari lagi.
Kritik apa?
"Dia hanya minum dan makan di Dunia Nyata.
Apakah itu hukuman?
Berhenti membuang waktu dan cepat kirim dia ke neraka."
Itu yang mereka katakan.
Namun, itu bukan yang kami...
Lalu?
Dia akan mengirimku ke neraka?
Baiklah. Kirim saja aku ke sana.
Aku bekerja keras selama 500 tahun,
tapi dia akan kirim aku ke neraka karena kurang beberapa orang?
Aku seperti karyawan magang yang dimanfaatkan saja.
- Hei. - Apa?
Ini yang dinamakan penyalahgunaan kekuasaan.
Aku sudah tak bisa menahan ini. Aku pergi saja ke neraka. Bawa aku!
Cepat bawa aku sekarang. Ayo!
- Hei, ayolah. - Jangan hentikan. Minggir!
- Tenanglah. - Ada apa denganmu?
Hentikan. Berhenti sekarang.
- Apa masalahmu? - Hei!
- Hei! - Kau ini! Ajari dia dengan baik!
Lalu mengapa kau penuh emosi?
Itu karena kau terlalu lama menunggu.
Waktu yang diberikan Yeomradaewang biasanya 300 tahun.
Namun, kau terus minta perpanjangan hingga mendapat 500 tahun.
Apa itu?
Kau melotot seperti itu. Mau pukul aku lagi?
Pokoknya, bekerja keraslah. Aku pergi dulu.
- Semangat! - Hei, tunggu.
Hei, Yeombujang!
Dia benar-benar membuatku kesal.
Waktunya sebulan?
Apa?
Benar.
- Sialan! - Hei!
Santai saja.
Itu bukan mimpi. Itu sungguh terjadi.
Mimpi atau kenyataan?
Mimpi atau kenyataan?
Bila memang nyata...
Jika kau bisa memecahkan masalah,
bisakah mengubah watak seseorang?
Tentu saja. Tak ada kata mustahil dalam kamusku.
Mau ke mana?
Aku harus sebar kupon gratis. Aku tak ada pilihan lain, waktuku sebulan.
Jembatan Han lagi?
Benar. Siapa tahu aku bisa bertemu orang yang mau bunuh diri.
Alangkah baiknya bila ada magnet untuk orang penuh masalah seperti itu.
Itu mustahil. Mana ada hal seperti itu.
Bila ada waktu, apa kau mau mendengarkan ceritaku?
Sejak kecil, banyak orang tak puas
dan meminta bantuanmu, 'kan?
Benar sekali.
Aku menemukannya.
Menemukan apa?
- Dia magnet. - Apa?
Aku menemukan magnet.
Tunggu, aku tak ada waktu sekarang.
Aku pergi dulu.
Nona Weol-ju.
Hei, Istimewa.
- Tadi malam itu nyata, 'kan? - Apa?
Kau bilang kau roh yang mengatasi dendam orang.
Kau juga bisa bantu aku?
Bagiku, kau adalah harapan terakhirku.
Baiklah.
Aku akan bantu.
Tidak hanya itu, aku akan bantu apa pun.
Benarkah?
Tentu.
Namun,
kau harus beri aku sesuatu.
Aku membawanya denganku sekarang. Kau mencari ini, 'kan?
Ini memang milikku.
Bukan ini.
Bukan itu? Kalau begitu apa?
Kau masih bertanya?
Tentu saja tubuhmu.
Aku butuh tubuhmu.
Kau takkan sendiri.
Ketika kau kesepian, pegang erat tusuk konde ini.
Ia akan mengantarkanmu
kepada orang yang kau cari.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
TERIMA KASIH KEPADA PARK HA-NA, PARK JOO-HYUNG, DAN HWANG BO-RA
Jika teken kontrak dan bekerja sebulan, maka kukabulkan permintaanmu.
Jika tak bisa dalam sebulan?
Dia tak bisa mengubahmu.
Kau akan dibawa pergi?
Keluar. Aku tak mau punya pelanggan pembunuh.
Bukankah katamu kita akan bantu mewujudkan keinginan?
Kau tak bilang aku akan marah dan usir mereka!
Kurasa Istimewa takkan kembali.
Cukup aku untuk pekerjaan ini.
Aku bisa ke Dunia Mimpi jika meminum ini, 'kan?
Apa? Di mana aku?
Ibu, aku takut.
Terjemahan subtitle oleh Betari Andika
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.