Afrikaans
Akan
Albanian
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tahun 1995 Srinagar, India
Diterjemahkan Oleh : ~o0o~ Ackiel Khan ~o0o~ http://subscene.com/u/612819
IDFLโข Subs Crew http://IDFL.me
Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More --- http://IDFL.ME ---
Ibu! Oh ibu!!
Sebentar... Komandan...
Ibu!
Ini penyakit usus buntu berat.
Kita harus segera mengoperasinya.
Dia adalah wajah pergerakan kami.
Kami tak mau ambil resiko dengan pergi ke RS.
Kita harus ambil resiko itu, Zahoor.
Atau besok wartawan akan bilang...
..Bahwa Komandan lkhlaq Latif tewas...
..Karena ledakan usus buntunya.
Akan ku carikan ambulans dan akan menemuimu di danau sejam lagi.
Dimana kau akan mengoperasinya?
Di rumah.
"Apa itu rumah (home)?"
"Yaitu kakak dan adik..." - Dan adik.
"Serta ayah dan ibu." - Dan ibu.
"Tak egois dan selalu berbagi." - Berbagi.
"Dan menunjukkan pada yang kalian sayangi Kalau kalian selalu peduli..."
Peduli.
"Apa itu rumah (house)?"
Dokter, Apa kabar? - Baik.
Hari ini Anda terlambat. - Ada operasi.
Ijinkan dokter lewat.
Kurangi panasnya..
..Dan amarah dalam dirimu.
Itu bisa membakar rumah ini!
Kau yang akan hanguskan desa ini.
Dokter... - Ya.
Kau tahu apa yang kau lakukan?
Yang memang sewajarnya dokter lakukan.
Di pihak siapa kau?
Aku untuk kehidupan.
Minggir.
Salam 'Alaikum! Ini Gul Khan.
Ini operasi pencarian untuk keamanan.
Setiap Laki-laki diperintah untuk segera berkumpul di halaman sekolah.
Wanita dan anak-anak boleh tetap di rumah.
Ini operasi pencarian untuk keamanan.
Setiap Laki-laki diperintah untuk segera berkumpul di halaman sekolah.
Hilaal! Ada penggeledahan di desa kita.
Setiap Laki-laki diperintah untuk segera berkumpul di halaman sekolah.
Ini mungkin akan berlangsung seharian...
Ini sebelum makan, ini sesudahnya.
Jika sakitnya makin parah, suntikkan ini.
Berhati-hatilah...
Jika mereka mencurigai sesuatu...
..Takkan ada yang selamat.
Baik kau...
..Maupun aku.
Dan Haider?
Tuhan yang melindunginya.
Dia akan menjaganya.
Tolong aku... Ya Tuhan!
Aku tak tahu!!
Ikhlaq Latif...
Serahkan dirimu.
Hukum India akan mengadilimu dengan adil.
Letakkan senjatamu dan keluarlah.
Kau tak punya kesempatan lagi.
Menyerah atau mati.
Pak... lkhlaq Latif masih hidup.
Kita sudah membunuh 2 militan lainnya.
Perlukah kita memasukkan pasukan?
Tak ada militan yang hidup atau mati..
..Adalah harga dari kehidupan seorang tentara.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang.
Isi...
Siap...
Tembak!
Semuanya berbaris di luar membawa KTP dan tasnya.
Kau mau kemana?
Srinagar.
Asal? - Aligarh.
Mau apa kesana?
Aku Mahasiswa.
Kartu Mahasiswa?
Nama penelitian?
Penyair Revolusioner India-Inggris.
Kota yang mana?
Islamabad.
Kapten keluar ke pos pemeriksaan...
Ada pesan untuknya?
Salam 'Alaikum!
Ayo.
Pak, Aku ingin mewawancarai Anda.
Silahkan... Wawancarai aku sekarang.
Ah, terima kasih!
Jadi...
Ku hajar kau!
Cintamu pada Kashmir... Diungkapkan sebagi Islamabad?
Apa?
Pak, Islamabad adalah nama lain Anantnag.
Aku tahu.
Tapi bagi kami... Hanya ada satu Islamabad.
Di Pakistan.
Syair yang bagus.
Walaupun agak sulit.
Berhati-hatilah dengan inspirasi indah semacam itu.
Oke? Ambil ini.
Haider, Si 'Burrito' itu takkan mengalah.
Aku bilang kalau kau penyair, bukan militan.
Dan kita akan segera menikah.
Dia ingin bukti.
Aku menyuruhnya membaca diarimu.
Kau menulis syair itu untukku...
..Waktu kecil.
Kita mau kemana?
Menemui ibumu.
Dimana dia?
Di rumah pamanmu.
Hentikan mobilnya.
Aku harus pulang.
Haider...
Tak ada lagi yang masih tersisa.
Ayah, tunggu..
Nanti aku terlambat. - Takkan lama.
Biarkan dedaunan dengan warnanya...
Biarkan angin mengusik musim semi...
Biarkan angin mengusik musim semi.
Lanjutannya?
Biarkan angin mengusik musim semi.
Marilah, sayang... Bangunkan taman itu untuk hidup kembali.
Di sana... Vas bunganya jatuh.
Itu tongkat pemukulku.
Pegang ini.
Sepatu ayah.
Haider... - Ya.
Jangan melawannya.
Apa?
Kau boleh menangis.
Dimana sikat sepatunya?
Haider...
Kau boleh menangis.
Silahkan.
Kenapa ada mobil Arshee di sini?
Berhenti!
Sekarang begitu wawancaranya!
Kakak...
Jelas saja kau tak bisa menjemputku di Bandara.
Kau tak mengerti..
Tak usah bicara lagi!
Kakak...
Dengar...
Jika aku melihatmu lagi bersamanya...
..Kau akan musnah.
Sama seperti ayahmu.
Kau paham? Seperti...
Arshee, minggir.
Tinggalkan kami! Kumohon.
Ikut bersamaku.
Lepaskan tanganku.
Ikut bersamaku.
Ayah tak pernah hiraukan peringatanku.
Ayah membiarkannya melakukan apa saja yang dia mau.
Dan lihat sekarang.
Dia tak boleh keluar rumah.
Aku tak mau berhenti bekerja.
Apa katamu?
Lihat aku. Apa katamu?
Baiklah, tenang.
Kau harus berhenti menemui Haider.
Lucky benar.
Hidupnya takkan lagi seperti dulu setelah penangkapan dokter.
Keluarga para militan takkan bisa mendapat passport...
..Maupun pekerjaan di pemerintahan.
Kau tahu itu.
Ya. Sangat tahu.
Lihat?
Dia keras kepala.
Bersumpahlah demi Al-Quran.
Letakkan tanganmu di atasnya.
Arshee...
Arshee...
Buka pintunya.
Arshee...
Ada jadwal penerbangan lagi ke Bangalore Pukul 2.
Aku tak mau pergi.
Jangan bodoh.
"Tak mau pergi... Tak mau pergi..."
Jangan kau tolak pekerjaan besar itu.
Jangan menganggapnya remeh.
Dia masih punya sifat kekanak-kanakan.
Aku akan bicara padanya.
Ini... Aku bersumpah demi Al-Quran.
Terima kasih.
Senang melihatmu.
Kenapa kau tertawa?
Maaf!
Kau salah nada.
Aku sudah memohon padamu untuk mengajariku.
..Sejak kuliah.
Ajari aku.
Jadilah guruku.
Dan kau tak peduli.
Aku harus bernyanyi seperti ini sekarang.
Kenapa tidak kau saja?
Kumohon. - Tidak.
Kakak iparku sayang.
Malaikatku...
Haider!
Kau pulang!
Tak tahu kalau kau datang.
Kau makin kurus.
Sudah berjenggot juga.
Kau sudah...
Kerjakan Thesismu?
Kenapa kau diam saja?
Katakan sesuatu?!
Malaikatku...
Ini masa-masa sulit.
Saatnya untuk bersabar.
Qur'an mengajarkan kita.
Allah bersama orang yang sabar.
Aku sudah ajukan petisi ke pengadilan.
Itu butuh waktu.
Insya Allah, semua akan segera membaik.
Tak terlihat kalau ini sulit.
Apa?
Kalian berdua sangat terlihat bahagia...
..Dengan hilangnya ayahku.
Apa?
Kalian berdua tampak sangat bahagia...
..Dengan hilangnya ayahku.
Haider...
Kau sudah gila?
Apa yang kau katakan?
Seperti yang ku lihat...
Paman...
Apa sebelumnya kau senang bermain musik..
Atau apakah produksi romantis ini dimulai..
Setelah hilangnya ayah?
Kakak ipar...
Beraninya kau!
Beginikah caramu bicara pada ibumu?
Inikah yang kau pelajari di kampus?
Kakak ipar...
Biarkan ayahnya kembali!
Dia masih anak-anak.
Biarkan saja.
Itu bisa mempengaruhi kesehatanmu.
Ayo.
Kakak ipar...
Haider...
Aku minta maaf.
Haider... Akan ku jelaskan.
Kakak ipar...
Malaikatku...
Kakak ipar...
Haider...
Kembalilah... Saatnya patroli sekarang.
Malaikatku...
Tentara itu akan menangkapnya juga.
Kumohon! Hentikan dia!
Dia akan baik-baik saja.
Kumohon bawa dia kembali.
Kakak ipar...
Akan ku tangani.
Jangan khawatir.
Halo!
Ingin bicara dengan siapa?
Salman? Sebentar.
Telepon.
Halo! Ingin bicara dengan siapa?
Panggilan ini untukmu.
Halo...
Siapa yang kau maksud?
Salman atau Salman?
Atau Salman?!
Apa kau keberatan...
..Untuk memperkenalkan diri?
Ayahmu!
Inspektur Polisi...
..Parvez Lone.
Pak... Maaf, Pak!
Pak Parvez.
Halo, Pak.
Apa kami membayarmu untuk bernyanyi dan menari?
Maaf, Pak!
Kalian kenal Haider?
Haider Meer.
Ya, Pak! Aku sangat mengenalnya.
Kami dulu satu sekolah.
Cari dia!
Kalian akan menemukannya di sekitar danau.
Bawa dia ke rumah untuk mengawasinya.
Baik, Pak!
Selamat.
Bajingan! Bukankah sudah ku bilang...
..Matikan dulu teleponnya sebelum film Salman Bhai.
Tidak... bukan itu.. - Ingin ini?!
Kau ingin ini?
Berhenti!
Kau mau kemana?
Apa isi tas itu?
Periksalah. - Baik, Pak.
KTP-mu?
Dan angkat tanganmu. Geledah dia.
Halo, Kapten.
Salman...
Dan Salman!
Halo, Mayor!
Haider... Apa kabar?
Kapan kau kembali? - Kalian mengenalnya?
Mengenalnya?!
Dia kesayanganku.
Ayo, ayo pergi dari sini sebelum ada patroli.
Atau para Mayor akan menyambut kita...
..Di kamp militer.
Biar aku yang bawa tasnya.
Haider, ayo.
Sampai jumpa, Kolonel.
Sudah?
Ayo.
Di Kashmir, Tuhan berada di Surga.
Dan Pasukan itu menguasai bumi.
Pasukan itu punya kitab suci.
AFSPA
The Armed Forces Special Power Act. (Undang-Undang Khusus Angkatan Bersenjata)
Khurram, anakku tak bersalah.
Dia ditahan di kamp Faraz cinema.
Kumohon, keluarkan dia.
Paman...
Aku tak punya wewenang...
..Untuk membebaskan anakmu.
Aku tak bisa mengeluarkannya.
Tapi mungkin aku bisa menyelamatkan hidupnya.
Kita harus memindahkannya dari kamp ke penjara.
Kita perlu membuatnya dituntut...
..Dengan tindakan kriminal.
Pak. - Itu akan jadi tuntutan yang salah.
Tuntutan yang salah.
Dia nanti bisa ikut sidang pengadilan.
Maksudnya... Tak ada kesempatan menghilang.
Oke?
C-H-U-T-Z-P-A-H..
Chutzpah...
Apa itu Chutzpah?
Chutzpah?
Apa itu?
Saat seorang anak ditahan karena membunuh orang tuanya.
Di ruang sidang ia menunggu...
..Kalimat keringanan dari hakim.
Bingung, Hakim itu bertanya.
Bagaimana bisa kau mengharap belas kasih...
..Setelah membunuh orang tuamu sendiri?
Anak itu menjawab...
Karena aku yatim sekarang.
Temanku itu Chutzpah.
Sebuah kata ibrani.
Itu agak cocok dengan AFSPA.
Dan artinya juga hampir sama.
AFSPA.
Chutzpah.
Chutzpah. - AFSPA.
Kau mau apa sekarang?
Hal yang sama.
Chutzpah!
Aku akan mencari ayahku.
Kemana? Di kamp-kamp?
Di berbagai penjara?
Seluruh Kashmir merupakan penjara.
Aku akan mencarinya kemanapun.
"Jhelum, Jhelum, mencari muara."
"Jhelum, Jhelum, mencari muara."
"Jhelum, Jhelum, mencari muara."
"Jhelum, Jhelum, mencari muara."
"Dalam mata siapa matahari itu terbit?"
"Matahari itu terbit dalam mata siapa?"
"Air dari sungai Jhelum telah menjadi asin."
"Jhelum, Jhelum, mencari muara."
"Jhelum, Jhelum, mencari muara."
"Siapa yang minta berapa lama lagi?"
"Kita harus terus menahan sakit ini."
"Memegang tangan malam yang buta."
"Kita harus berjalan namun berapa lama?"
"Darah, darah, darah, Darah telah menjadi warna waktu."
"Darah, darah, darah, Darah telah menjadi warna waktu."
"Darah, darah, darah."
"Darah adalah bara api cair."
Tuhan! Ya Tuhan!
Aku masih hidup...
Terima kasih, Tuhan! Aku masih hidup!
Tuan-tuan...
Delhi telah menyetujui Operasi Bulbul. (Bulbul: Jenis burung)
Kita sudah punya pasukan tandingan pemberontak dan dukungan penuh untuk...
..Dana, senjata, semuanya.
Semua sudah lengkap!
Para musuh mereka adalah teman kita.
Baik individu ataupun kelompok.
Siapapun yang punya dendam terhadap...
..Hizbul Mujahideen dan Perang Pakistan yang secara tak langsung itu...
..Militan tahanan, tahanan biasa...
..Akan jadi rekrutan utama kita.
Ikhwan-ul-Mukhbireen.
Pasukan itu akan menjalankan operasinya namun dukungan Anda juga sangat penting...
..Dalam perekrutan dan pengintaian.
Biarkan 'Bulbul' itu mulai bernyanyi.
Ini urusan menangkap dan membunuh.
Kita perlu memelihara mereka.
lkhwan-ul-Mukhbireen..
Dengan senjata, uang, dan kekuatan.
Bukankah itu rumah Kaul?
Ya, dia sedang di Jammu, Di kamp pengungsi.
Ku kira dia sudah pindah ke Bombay.
Kau punya berapa kasus?
Sekitar 75-80.
Tapi mengapa mereka mengangkat senjata melawan kalangan mereka sendiri?
Demi kebebasan.
Seorang tahanan rela menukar apapun demi kebebasan.
Parvez...
Apa...
Apa yang kita dapatkan?
Delhi.
Singkirkan mereka.
Mayat militan bernilai ratusan ribu rupee.
Panggil media. - Baik, Pak!
Haider...
Dengarkan aku...
Kau...
Kau marah sama siapa?
Dan kenapa?
Dia bukan hanya ayahmu, Tapi saudaraku juga.
Saudaraku satu-satunya.
Sudah...
Sudah lama ibumu tak tersenyum.
Dia selalu menangis sebelumnya.
Dan kau menuduh kami bernyanyi...
..Dan menari dengan gembira...
..Diam-diam?
Dia istri kakakku.
Kakak iparku.
Haider...
Ini, lihatlah.
Aku akan mengikuti Pemilu.
Kau tahu kenapa?
Tanyakan kenapa?
Kenapa? - Demi kakakku.
Apa lagi!
Saat aku berkuasa...
Akan ku geledah setiap penjara dan membawanya pulang.
Paman, kau mungkin masih menunggu pemilu itu.
Pertempuranku sudah dimulai.
Undang-Undang Khusus Angkatan Bersenjata.. Pasal 4 ayat 5 menyebutkan..
.."Setiap orang yang ditahan berdasar aturan ini harus diserahkan...
..Pada kantor polisi terdekat dengan sedikit kemungkinan penundaan."
Sedikit kemungkinan penundaan.
Ini sudah 20 hari dan tak ada kabar darinya.
Jika semua berjalan berdasarkan buku...
..Menurutmu, Kashmir sudah seperti neraka, begitu?
Pandit Nehru juga menjanjikan rakyat Kashmir sebuah Plebisit dengan dunia sebagai saksinya.
Apa yang terjadi?
Kesampingkan dulu Plebisit itu.
Bahkan syarat pertama untuk Plebisit itupun...
..Demilitarisasi...
..Tidak terjadi.
Baik di India, maupun Pakistan.
Saat dua gajah bertarung...
..Rumputlah yang diinjak-injak.
Aku setuju, Paman.
Tapi aku ingin mengajukan laporan resmi.
Jangan main-main dengan tentara, Nak.
Jika kau ajukan laporan resmi...
..Kesempatan untuk menemukannya justru akan menjadi lebih suram.
Rocky bagus.
Tapi kalian sedang di India.
Tontonlah bintang aksi India.
Salman Khan... Beritahu mereka.
Film ini...
Chutzpah! - Ya.
Apa itu Chutzpah?
Itu film besar... Sukses besar.
Blockbuster.
Boleh aku melihatnya? - Ya, tentu saja.
Salman... Salman Khan. - Pria ini?
Sudah selesai merekam?
Aku akan makan. - Ayo.
Ya, silahkan.
Haider...
Makanlah dulu. - Haider...
Haider...
Aku tak bisa lihat apa-apa.
Salam 'Alaikum, Paman.
Putri...
Dimana Pangeranmu?
Tuan...
Ibumu pasti sudah kelaparan selama 2 hari ini.
Dia bahkan tak mau menyentuh air sebelum dia melihatmu.
Buka pintunya, Kakak ipar!
Ku persembahkan padamu, Kilauan matamu...
..Pangeran kecilmu.
Malaikatku...
Kau tahu, jika kau ke Delhi...
..Kau akan dapat kerjaan dengan mudah.
Dimana?
Sekolah Drama Nasional.
Kumohon hentikan sandiwaramu sekarang!
Apa maksudmu?
Kenapa aku yang disalahkan?
Pemerasan emosional...
..Sejak aku masih kecil.
Kau akan berhenti makan atau meninggalkan rumah.
Kau akan terus menangis atau mengancam bunuh diri.
Itu sebabnya kau mengirimku jauh ke Aligarh.
Membuangku dari rumah.
Menjauhkanku dari ayah.
Jika aku tak memaksamu ke Aligarh...
..Kau pasti tahu, akan dimana kau sekarang!
Apa ini?
Dari mana kau dapatkan ini?
Aku butuh jawaban.
Itu milik teman.
Akan ku kembalikan besok.
Oh, sekarang kau berteman dengan militan?
Hari ini pistol, besok bisa jadi Kalashnikov.
Ikut pelatihan senjata di Pakistan?
Iya, kan?!
Ya, Aku akan ikut.
Kakak ipar...
Kau baik-baik saja?
Ini masa-masa suram.
Burung pemangsa berputar di atas.
Mereka memangsa tanpa peduli.
Layangan menyerobot burung pipit dan elang berpesat dengan bulbul...
Jauhkan dia dari itu semua.
Aku punya seorang teman di suatu Universitas di Aligarh.
Bawa dia kesana.
Biarkan dia melihat sisi lain India.
Dunia tanpa hari-hari terpenjara dan patroli di malam hari.
Pak Dokter takkan mengijinkannya.
Aku yang akan urus dokter itu.
Pastikan Haider kesana.
Oke?
Sekarang bersulang.
Senyumlah, anakku!
Rumah ini gersang tanpa tawamu.
Ayah...
Butuh calon istri untuk Khurram...
..Dan rumah ini akan jadi bahagia.
Tampaknya dia tak suka gadis manapun.
Kenapa Tn. Khurram?
Nah!
Semua yang cantik...
..Sudah menikah.
Sama sepertimu!
Dasar licik.
Tak ada ayah yang ingin melihat anaknya menjadi seorang militan.
Tapi dengan membawanya jauh juga bukan jalan keluar.
Ini masalah serius..
..Dan juga masalah lama.
Kita sudah kehilangan beberapa penerus.
Hanya Tuhan yang tahu, kapan darah akan berhenti menghujani tanah kita.
Itu semua terserah India.
Seperti yang mereka bilang di India, "Hak lahir".
Dan kami hanya mengklaim hak kami.
Kebebasan.
Kebebasan.
Gandhi yang memenangkannya untuk India, Bukan senjata.
Senjata hanya tahu cara membalas dendam.
Komandan...
Pembalasan tak membuatmu bebas.
Kebebasan sejati adalah selain kekerasan.
Ingat... Balas dendam hanya melahirkan balas dendam.
Apa kau tak mengerti? Tak bisakah kau mendengarku?
Aku takkan kemana-mana.
Aku akan tetap di sini.
Bersama ayahku.
Jahid.. Pindahlah ke kiri.
Apa sekarang?
Aku menanyakanmu, terakhir kali.
Kau mau pergi atau tidak?
Haruskah aku tulis?
Aku tak mau!
Apa-apaan ini, Bu?!
Kau mau pergi atau tidak?
Kumohon dengarkan aku...
Kau mau pergi atau tidak?
Letakkan senjatanya, Bu.
Kau mau pergi atau tidak?
Bu, kumohon...
Apa kau sungguh akan bunuh diri hari itu?
Kau meragukanku?
Tidak. Aku yakin.
Kau takkan melakukannya.
Bagiku, apa ada alasan lain untuk hidup... selain dirimu?
Adakah?
Aku menanggung rasa sakit itu bertahun-tahun demi kau.
Sudahlah... jangan mulai lagi.
Dengarkan aku, Haider.
Ayahmu tak sungguh peduli padaku. Pernikahan kami sudah berakhir.
Itu sebabnya ia mempertaruhkan hidupnya...
Rumah kita...
Kehormatan kita..
Masa depanmu... mengorbankan semuanya.
Apa kami harus lihat semuanya melalui matamu?
Selalu?
Ada cara lain untuk melihatnya. Cobalah kadang-kadang.
Lagipula, kau tetap selalu menyalahkanku.
Aku sudah terbiasa.
Aku tahu kau mencintai ayahmu lebih dari siapapun.
Kau tentu tak menyadari...
..Apa yang ku lalui saat kau jauh.
Hilaal selalu tak konsen di Rumah Sakit.
Tapi aku sudah terbiasa meratapi kenanganmu seperti bambu koosng.
Aku akan selalu menunggumu pulang saat liburan.
Sudah nasibku menunggu... lama.
Pertama untukmu...
Sekarang...
Sekarang?
Istri dari mereka yang menghilang disebut "Setengah Janda" di sini.
Kita hanya bisa menunggu.
Hanya itu yang bisa ku lakukan.
Menunggu.
Ayah kembali?
Ya.
Atau mayatnya.
Ayahku masih hidup!
Dia masih hidup!
Kau mengerti?!
Tolong bilang padaku Bu, Dia masih hidup.
Dia masih hidup!
Katakan padaku, Bu.
Dia masih hidup.
Kumohon, katakan...
Pemilu adalah langkah pertama...
Di jalanan panjang untuk perdamaian.
Ini perjalanan yang sulit... Tapi kita bisa lihat tujuan kita.
Dari manapun kau berasal.
Orang-orang menginginkan hal yang sama.
Sekolah-sekolah kita menjadi kamp tentara.
Ini bukan sebuah demokrasi.
Ini sistem yang menyesakkan. 'Suffo-Cracy'!
Pusat kota dilapisi benteng pertahanan dan kawat berduri di jalanan.
Menurut APDP, ada...
..Lebih dari 8 ribu orang yang hilang sejak penangkapan.
Angkamu salah.
Bagaimana dengan 300.000 Pandit Kashmir...
..Yang Mengungsi dari rumah mereka, Hidup sebagai pengungsi...
Kau tak mau menghitungnya?
Saudaraku sudah hilang berbulan-bulan.
Kita harus angkat suara untuk mendapatkan hak kita.
Apa yang kita inginkan? - Kebebasan...
Kita akan rebut... - Kebebasan...
Dan untuk ini, Aku mengikuti Pemilu.
Aku ingin mengingatkan kalian bahwa Senjata dan pelatihan itu...
..Menyesatkan Pemuda Kashmir untuk membunuh orang-orang tak berdosa.
Tahun 1948, mereka menjarah orang Kashmir saat mereka datang sebagai suku-suku.
Memperkosa wanita dan membunuh anak-anak mereka.
Tentara Indialah yang menumpahkan darahnya untuk menyelamatkan Kashmir.
Dan jika kita tak di sana, itu akan terjadi lagi.
Apa hukum mengijinkanmu untuk menyiksa orang-orang yang sudah kau tahan?
Tentara India merupakan salah satu...
..Pasukan Tentara paling disiplin di dunia.
Kami melatih mereka untuk menginterogasi, bukan menyiksa.
Di tengah serangan Militan, hari ini Kashmir melakukan pemungutan suara.
Sekelompok Militan meledakkan bom di...
..Srinagar, Barahmulla dan Anantnag.
Aku ingin kalian memahami realitanya.
Para Separatis bukan menuntut kebebasan dari India.
Tapi tunduk pada Pakistan.
Pasukan India memaksa Pemilih enggan menuju TPS.
India sudah mengkritik keras tuduhan ini.
Namun, jumlah Pemilih tetap sangat rendah.
Pemilih terendah adalah di Koshmar.
Dimana hanya ada 110 suara yang masuk.
Selamat!
Anda menang dengan ratusan suara.
Selamat! - Selamat!
Penghibur rakyat tradisional ini yang dikenal sebagai Bhand...
..Sedang melakukan sebuah drama yang berbicara sebuah Kashmir baru.
Kashmir yang damai.
Apakah rezim baru akan membawa masa depan cerah bagi Kashmir?
Hanya waktu yang akan menjawab.
Bagus.
Artikel yang sangat bagus.
Terima kasih.
Masuklah ke dalam.
Masuklah.
Kenapa kau berdiri di sana?
Kenapa kau tidak masuk?
Kau kerasukan apa?
Ada apa dengannya?
Aku tak tahu.
Akhir-akhir ini dia suka berdiri di luar pintu selama berjam-jam.
Dia tak mau masuk.
Geledah dia.
Dari mana asalmu?
Mau kemana kau?
Ada apa di sakumu?
KTP-mu?
Kau boleh pergi sekarang.
Orang-orang jadi terbiasa tubuhnya digeledah..
..Yang mana sebelum mereka digeledah...
..Mereka takut memasuki rumahnya sendiri.
Ini gangguan psikologis. 'Penyakit baru'.
Apa kau dokter?
Berjiwa dokter.
Kenapa kau mengikutiku?
Apa yang kau inginkan?
Sebuah pesan.
Apa?
Sebuah pesan.
Aku tak punya pesan untuk siapapun.
Tapi aku punya.
Sebuah pesan untuk Haider, dari ayahnya.
Apa?
Sebuah pesan untuk Haider harus disampaikan pada Haider! Bukan begitu?
Ini nomor teleponku.
Aku akan menunggu telepon darinya.
Siapa namamu?
Rooh...
Roohdaar.
Kita ada atau tidak?!
Haider...
Aku ingin memberitahumu sesuatu...
Dengarkan aku...
Haider... Dengarkan aku.
Ada sebuah pesan dari ayahmu.
Halo...
Halo...
Siapa ini?
Aku Haider...
Haider siapa?
Haider Meer.
Ingin bicara dengan siapa?
Roohdaar...
Pusat kota. Jembatan Zaina Kadal... Besok, Pukul 9 pagi.
Baiklah... Aku...
Untuk apa dia menuju pusat kota?
Salman...
Pergi?
Atau tidak?
Dimana ayahku?
Di tempat yang jauh...
Sangat jauh.
Kau bilang kau punya sebuah pesan darinya?
Ya.
Apa itu?
Balas dendam.
Pembalasan.
Pada siapa?
Dan kenapa?
Pada pembunuh...
Untuk sebuah pembunuhan.
Tampaknya kau sedang linglung.
Ayahku ditahan oleh tentara itu dan beberapa hari ke depan...
Kami akan tahu di mana mereka menahannya.
Biarkan dedaunan dengan warnanya...
Biarkan angin mengusik musim semi..
Kemarilah, sayangku...
Bangunkan taman itu untuk kembali hidup.
Penjara bagai hantu yang merengus...
Mintalah angin untuk meniupkan harapan...
Oh seseorang, tolonglah...
Bicaralah pada kecantikan kekasihku.
Saat lelah akan meredam jeritan kami di penjara...
..Satu-satunya suara akan muncul semalaman.
Balsem bagi penderitaan kami.
Lampunya tak pernah mati.
Tapi kami mendambakan kegelapan.
Kutu berkeliaran di tubuh kami yang rusak.
Dan ada ular dendam di hati kami.
MAMA-2 adalah nama lain dari NERAKA.
Para pria kembali dari sana hanya sebagai bayangannya belaka.
Petugas...
Berapa banyak area Komandan yang kau punya di Anantnag?
Dari mana kau mendapat RDX?
Bukankah kau dari masjid Binori?
Sudah menemui Brigadir Badaam?
20 anak mati dalam ledakan bommu.
Apa kau punya anak?
Tidak?
Kau takkan jadi ayah.
Sebutkan nama-nama mereka!
Pak Aku bersumpah, aku seorang pelajar.
Aku bersumpah, Pak.
Aku bukan militan.
Aku bukan militan.
Ayo kita dengar semuanya sama-sama. Hidup India!
Hidup India!
Hidup India! - Hidup India!
Hidup India!
Sejak hari itu, dokter dan aku selalu bersama.
Seperti jiwa dan raga.
Kami menanggung siksaan kami bersama-sama dalam satu sel.
Kami dirantai bersama.
Tampaknya kami juga akan dibunuh bersama.
Kau bisa mati dokter, tapi aku tidak.
Bagaimana bisa?
Kau raga dan aku jiwa.
Kau fana dan aku abadi!
Kau itu Syiah atau Sunni?
Aku sungai dan pepohonan...
Jhelum dan Chinar...
Aku keduanya.. Kuil dan masjid...
Syi'ah dan Sunni, Aku keduanya.
Hindu juga.
Aku selalu... tetaplah aku.
Dan akan selalu begitu.
Mereka memindahkan kami ke kamp lain untuk interogasi.
Kamp yang aneh... Nama yang aneh.
Pulau Bo-Bo, Hotel 6.
Faraz cinema.
Dan suatu hari, ada titik terang.
Khurram-lah yang telah mengkhianati ayahmu.
Khurram yang mengurus hampir semua kasus...
..Penangkapan atau Penahanan Militan di Kashmir.
Dengan bantuannya, Intelijen India memainkan kartu mereka.
Membentuk Milisi untuk membunuh Militan.
Sebuah pasukan tandingan pemberontakan..
lkhwan-ul-Mukhbireen.
Pasukan itu tahu simpatisan Militan..
.Dan modus operandi-nya.
Teror pasukan itu melebihi kengerian...
..Kashmir yang pernah ada sebelumnya.
Khuram-lah yang membunuh ayahmu.
Penggeledahan di desamu bukanlah soal kesempatan.
Khurram adalah mata-mata tentara.
Dan mata-mata Khurram adalah ibumu, Ghazala.
Sudah pasti, Kita akan menyaksikan..
Hari yang menjanjikan...
Hari dimana ada kata-katra berkah..
Kita akan saksikan...
Roohdaar...
Ya.
Jika kau bisa keluar hidup-hidup...
..Sampaikanlah pesanku.
Pada siapa?
Pada anakku, Haider.
Suruh dia membalaskan pengkhianatan...
..Oleh adikku.
Suruh dia untuk menembak matanya yang licik dan penipu itu...
..Yang sudah menjebak ibunya...
Yang sudah membuatnya menjadi yatim.
Dan ibunya?
Tuhanlah yang akan menghukumnya.
Kita menjadi beban bagi semua orang.
Mereka menyerahkan kami pada pasukan lkhwan.
Itu sebuah mukjizat!
Tali yang mengikat kami bisa lepas.
Air Jhelum yang dingin menghentikan pendarahanku.
Pasir penambang di tepi sungai menyelamatkanku.
Beberapa hari kemudian, mereka menemukan jasad dokter.
Sedikit di depan Baramulla, di Desa Boniyar ada sebuah area makam.
Dimana mayat tak dikenal dikubur.
Mereka mengubur ayahmu di sana.
Dia ada di makam No. 318.
Ini kunci pengaman.
Tembak dia langsung.
Dan ingat...
Arahkan pada matanya yang sudah menjebak ibumu.
Mata berbahaya yang telah membuatmu yatim.
Ayah...
Siapa yang menelepon pagi-pagi begini?
Aku mimpi buruk.
Tentang apa?
Haider?
Sudah 2 hari dan belum ada kabar.
Baik Arshee maupun Salman tak tahu.
Sayangku...
Dia bukan anak kecil lagi.
Dia akan pulang.
Aku bertemu dengan Kepala Sekolahmu kemarin.
Dia ingin tahu kapan kau akan kembali mengajar.
Anak-anak sangat merindukanmu...
Saat aku sudah utuh.
Memangnya sekarang apa? Setengah?
Aku setengah janda dan setengah pengantin.
Kau setengah bodoh juga.
Roohdaar!
Ini nomor yang dia hubungi.
Ini telepon satelit.
Ini tak bisa dilacak.
Pak, kau pernah bilang soal pekerjaan tetap untuk kami.
Lain waktu mungkin.
Nona, kadomu sudah selesai.
Terima kasih. - Sama-sama.
Ayah! Apa ini salju?
Bukan.
Ini suamimu.
Kau suka hidungnya?
Atau perlu ku potong sedikit?
Apa itu?
Kejutan.
Oh.
Oh... Tuhan.
Kapan...
Kapan kau menenunnya?
Anakku yang manis.
Ini, ambil satu lagi.
Butuh banyak untuk membuat ini untukmu.
Tidak ayah. Aku sudah kenyang.
Dia takkan kembali lebih cepat jika kau berhenti makan.
Siapa yang membawakan pesan itu?
Roohdaar?
Buka mulutmu.
Kita harus menjaga Haider...
..Bersama.
Jangan sembunyikan apapun dariku.
Ada apa?
Ada kemacetan di perempatan.
Halo...
Halo... Tes 1, 2, 3...
Kalian bisa dengar?
Halo...
Resolusi Dewan PBB No. 47 Tahun 1948.
Pasal 2 Konvensi Jenewa dan Pasal 370 Konstitusi India..
..Terangkat tapi ada pertanyaan!
Haider... - Apa?
Kita ada atau tidak?
Jika kita ada... maka siapa kita?
Jika tidak... maka dimana kita?
Apa kita benar-benar ada?
Atau tidak?
Chutzpah adalah masalah kita.
Kau tahu apa itu chutzpah?
Suatu ketika bank dirampok.
Dengan menodongkan pistol pada Kasir..
..Si Pencuri mengancam, 'Serahkan uangnya atau mati.'
Kasir menyerahkan seluruh uangnya.
Dia pergi ke meja berikutnya.
Dan menyuruh petugas membukakan rekening untuknya.
Itulah chutzpah.
Semacam keberanian, semacam kebodohan.. seperti AFSPA.
Kau duluan saja... Aku akan menjemputnya.
AFSPA...
Perhatian!
Undang-Undang Khusus Angkatan Bersenjata Pasal 5, No. 4, poin A...
Setiap perwira... Bai, Pak!
Sersan Mayor... Baik, Pak!
Non perwira... Baik, Pak!
Atau lainnya yang berpangkat sama mungkin, di area yang kacau...
..Jika dia berpendapat bahwa perlu dilakukan pemeliharaan ketertiban umum...
..Setelah memberi peringatan yang mungkin dia anggap penting..
..Tembak atau gunakan kekerasan, bahkan sampai menyebabkan kematian..
..Terhadap siapapun yang bertindak melawan aturan atau perintah.
Aturan atau perintah...
Aturan atau perintah...
Perintah perintah... - Aturan dan perintah...
Tak ada aturan, Tak ada perintah.
Aturan siapa? Perintah siapa?
Memerintah...
Aturan dan perintah...
India! Pakistan! Sebuah permainan di perbatasan.
India menempel pada kita..
Pakistan menjadi lintah.
Kita apa? Apa yang kita inginkan?
Kebebasan!
Kebebasan dari sebelah sini... - Kebebasan!
Kebebasan dari sebelah situ... - Kebebasan!
Kita akan bebas! - Kebebasan!
Haider!
"Tak ada dunia yang lebih baik dari lndia kita..."
"Kita putra putrinya..."
Haider...
Ya?
Ibu... - Apa?
Ibu... - Ibu siapa?
Ibumu...
Ibuku... ya.
Ibu...
Kapan kau datang?
Mengapa kau menangis?
Ada kabar baik untukmu.
Takkan ada yang memanggilmu setengah janda lagi sekarang.
Ayah sudah mati.
Dia sudah mati.
Aku temukan makamnya.
Tak perlu lagi sembunyi bermain musik.
Kau tak mempercayaiku?
Sebentar...
Aku punya fotonya.
Jenazah ayah.
Ibu...
Lihat ini.
Ibu...
Aku tak bisa menemukan kakakku.
Tapi sudah ku temukan pembunuhnya.
Dia satu penjara di MAMA-2.
Namanya Roohdaar.
Tak ada yang tahu nama aslinya.
Setiap identitasnya adalah 'identitas hantu'.
Dia datang dari Pakistan tahun 1990.
Seorang agen lSl.
2 tahun lalu, dia ditangkap di Baramulla.
Dia melanggar kesepakatan dengan tentara India.
Dia menembus kelompok Zahoor... Sebuah agen ganda.
Kakakku tahu itu.
Itu sebabnya dia bernegosiasi...
..Soal kebebasannya juga.
Di jalan keluar...
Dia...
Dia... membunuhnya.
Dan membuangnya ke sungai Jhelum.
Orang-orang ini telah membunuh kakakku.
Sebelum aku membalaskan kematiannya...
..Aku takkan tidur.
Aku janji.
Haider...
Haider...
Masuklah, putri kecil.
Halo.
Halo.
Betapa sintingnya kau!
Kau menghilang berhari-hari!
Kau bahkan tak memberitahuku saat kau sudah kembali.
Kekhawatiranku padamu sia-sia.
Kau tampak sangat lesu...
Kenapa kau tak memberiku obat!
Semua orang ragu kalau kau gila.
Aku mempercayai keraguanku, tapi...
Meragukan kepercayaanku.
Maksudnya?
Maksudku...
Apakah si Pemberani Roohdaar itu adalah saksi yang bisa dipercaya?
Atau Khurram-lah si Raja Pembohong?
Siapa yang sedang menunjukkan kesombongannya?
Siapa yang menyimpan kebenaran?
Mempercayainya atau tidak.
Itulah pertanyaannya.
Jawabannya tersembunyi dalam pertanyaan yang lain.
Apa itu?
Untuk mempercayai detak jantung...
..Atau mengindahkan peringatan dari pikiran sadar...
Membunuh atau mati..
Menjadi atau tidak.
Dari mana kau mendapatkan ini?
Kembalikan.
Haider...
Kau takkan melakukan hal semacam itu.
Entah itu benar atau tidak...
..Berjanjilah padaku.
I have lovvedd you more than my life. (Aku mencintaimu lebih dari hidupku)
Bukan 'lovvedd', tapi 'loved'...
V dan D-nya dengan lembut.
Katakan... 'loved'.
'Lowe-d.'
Katakan.. 'Kicked.' (Kick: Menendang)
'Kick-ked.'
'Plucked.' - 'Pluck-ked.' (Pluck: Merenggut)
'Sucked...' (Suck: Mengisap)
'Suck-ked...'
'F*CK**D.' (Yang ini gak usah dijelasin :D )
'Fu....'
'Baster-ed'... - 'Baster-ed'... (Bastard: Bajingan)
Terima kasih sudah bersama kami di momen berduka ini.
Entah bagaimana aku sendiri menanggung kepahitan ini...
Membayangkan melihat kakak iparku hidup dengan status janda...
Dan Haider sebagai yatim...
..Bagaimana bisa aku sanggup menanggungnya?
Dan oleh karenanya, Aku meminta ijin pada kalian...
Para sesepuh dan teman yang hadir di sini, ijinkan aku...
..Menikahi kakak iparku, Ghazala Meer.
Tuhan memberkati! - Tuhan memberkati!
Ayah...
Calon ayahku...
Sana.. Beri makan orang ini.
Ibu... - Malaikatku...
Apa ini?
Kapan kau akan dewasa? - Takkan pernah.
Apa ini?
Ingat apa yang kau katakan saat kau masih kecil?
Apa?
"Saat aku dewasa, aku akan menikahi ibuku."
Kau akan merapat bersamaku dan ayahmu.
Bahkan jika dia menyentuhku, kau akan bertengkar dengannya.
Dan sekarang adiknya menyentuhmu.
Aku harus bagaimana sekarang?
Siapa yang ingin berbagi dirimu dengan yang lain?
Kecantikanmu berbisa.
Mereka memberinya pistol...
..Untuk membunuh paman Khurram.
Ghazala Akhtar...
Apa kau menerima Khurram Hussain Meer sebagai suami sahmu?
Ya.
Apa kau menerima?
Ya.
Apa kau menerima?
Ya.
Khurram Hussain Meer...
Apa kau menerima Ghazala Akhtar sebagai istri sahmu?
Ya.
"Wahai hati Bulbul, Wahai pasangan yang terluka."
"Menjauhlah, menjauh, jangan dekati bunga-bunga."
"Wahai hati Bulbul, Wahai burung yang terluka."
"Menjauhlah, menjauh, jangan dekati bunga-bunga."
"Sebuah konflik hati memanglah sulit."
"Jika hati berdebar, hatinya pun berdebar."
"Jika hati berdebar, hatinya pun berdebar."
"Lalu hati berdebarpun juga bisa jadi licik."
"Aroma bunga itu penuh dengan racun."
"Menjauhlah, menjauh, jangan dekati bunga-bunga."
"Wahai hati Bulbul."
"Menjauhlah, menjauh, jangan dekati bunga-bunga."
"Wahai hati Bulbul."
"Dengarlah, Wahai dunia, Aku ingin bicara."
"Kisahmu lagi, Aku ingin mengulangnya."
"Wahai hati Bulbul, Wahai pasangan yang terluka."
"Ada sepasang kekasih, Pria dan wanita."
"Si Wanita tak berdosa, Si pria sederhana."
"Ada sepasang kekasih, Pria dan wanita."
"Si Wanita tak berdosa, Si pria sederhana."
"Saat gunung diselimuti salju."
"Ada seekor elang berniat jahat."
"Seekor elang yang berniat jahat."
"Terbang di atas pepohonan dan hutan."
"Kematian mengintai dalam sayapnya yang terlipat."
"Mencari sebuah istana."
"Mencari sebuah istana."
"Ia menemukan sebuah rumah dalam mimpi Bulbul itu."
"Dan menyengat mereka dengan racun mematikan."
"Menaruh racun dalam bunga-bunga beraroma."
"Mengirimkan pada Bulbul dalam pertanyaan."
"Dan menyengat mereka dengan racun mematikan."
"Ia menemukan sebuah rumah dalam mimpi Bulbul itu."
"Mengirimkan pada Bulbul dalam pertanyaan."
"Dan menyengat mereka dengan racun mematikan."
"Dia menabur mesiu dalam lembah."
"Dengan mengayun, meletakkan jebakan di bawah danau."
"Menggantung belati pada pria."
"Menggantung belati pada pria."
"Memotong burung sayap itu."
"Wahai hati, hatiku, hatiku, Hanya pengecut yang berbohong."
"Wahai hati Bulbul, Wahai pasangan yang terluka."
"Wahai hati Bulbul, Wahai pasangan yang terluka."
"Dia memenjarakan pria yang terluka."
"Dan mengikatnya seperti budak."
"Membawanya ke jembatan Jhelum."
"Dan melemparnya ke kuburan air."
"Jhelum, Jhelum..."
"Merah, warnamu merah."
"Jhelum, Jhelum..."
"Merah, warnamu merah."
"Namun sungai di Kashmir itu memiliki esensi yang unik."
"Belenggu pecah, Seperti pasang surut takdir."
"Dia masih hidup, dia akan tetap hidup."
"Sekarang penjahat itu tak bisa bersembunyi."
"Dia masih hidup, dia akan tetap hidup."
"Sekarang penjahat itu tak bisa bersembunyi."
"Sadarlah, Bulbul."
"Bunga itu penuh dengan racun."
"Sadarlah, Bulbul."
"Sadarlah, Bulbul."
Kisah yang hebat!
Siapa yang menulis drama ini?
Zahoor Hussain? Atau Roohdaar?
Bukankah mereka juga memberimu pistol?
Untuk membunuhku?
Kita harus bagaimana Ghazala?
Mati dengan pelurunya?
Atau Merawatnya?
Di rumah sakit jiwa.
Jangan biarkan dia lolos.
Haider...
Tangkap dia.
Haider...
Ikuti dia... ayo.
it's Post Traumatic Stress Disorder. (Ini stres pasca trauma.)
PTSD.
Dia butuh perawatan kejiwaan.
Aku sudah berencana ke rumah sakit.
Kami akan membawanya setelah patroli pada pagi hari.
Jika dia bangun, dia akan kabur.
Aku sudah membiusnya.
Dia takkan bangun selama berjam-jam.
Ada patroli di luar sana, Aku akan mengantarmu dengan mobilku.
Baik, terima kasih. - Ayo.
Arshee...
Arshee...
Buka pintunya...
Kau salah paham.
Tidak!
Kau sudah mengkhianatiku.
Kau mengambil keuntungan dari kepercayaanku.
Kau memanfaatkanku.
Kau tak peduli pada hidup Haider.
Kau ingin memanfaatkannya untuk menangkap orang-orang...
..Yang mengekspos Khurram.
Kau tak peduli jika Haider akan mati.
Buka pintunya dan biarkan aku jelaskan.
Cobalah melihat dari sudut pandangku.
Aku tak mau.
Aku tak ingin melihatmu... lagi!
Haider...
Balaskan dendamku...
Pada adikku.
Arahkan peluru ke matanya yang licik dan penipu...
..Yang sudah menjebak ibumu.
Jangan lupa...
Tuhanku...
Kejahatanku, dosaku sudah terbongkar.
Aku benar-benar merasa berdosa.
Jiwaku berbau darah kakakku.
Bersihkan aku...
Dengan hujan rahmatmu, Tuhan!
Hilangkan semua yang sudah kau berikan.
Semua kekayaan, kekuasaan, Ketenaran...
..Semuanya.
Biarkan turun hujan rahmatmu.
Sucikan aku, Tuhan!
Haider...
Apa yang kau lakukan?
Haider...
Serahkan pistolnya.
Lakukanlah.
Serahkan pistolnya.
Haider...
Tangkap dia.
Pegang tangannya.
Tunjukkan tanganmu.
Apa yang kalian lakukan?
Lepaskan dia.
Lepaskan dia.
Kita menangkapnya di saat yang tepat, atau mungkin dia sudah...
Aku tak membunuhmu karena kau sedang berdoa...
Bahkan pendosa besarpun bisa masuk surga jika mati dalam berdoa.
Haider... Kau benar-benar gila!
Bawa dia...
Akan ku bunuh kau... Saat kau sedang malakukan dosa.
Tidak saat kau berdoa.
Akan ku arahkan pelurunya pada mata licikmu, Khurram.
Mata penipu yang sudah menjebak ibuku.
Akan ku arahkan peluruku pada matamu yang licik...
Mata penipu yang sudah menjebak ibuku.
Jalan.
Masuk kedalam.
Tembak dari jauh.
Dan tembak dia di punggungnya.
Bangun!
Bangun?
Bangun, tolol!
Keluarkan senjatamu!
Awas!
Haider, jangan! Kami akan menurutimu.
Bebaskan tanganku.
Baik.
Ini bukan salahku.
Dia yang menceritakan semuanya.
Dia bohong!
Dia bohong! Ini bukan salahku.
Ini semua salahnya.
Kenapa kau berbohong?!
Sial!
Ambil pistolnya... Cepat!
Ingin ini?
Chutzpah!
Lari...
Lari...
Lari Salman, lari!
Bangun... Salman!
Awas!
Salman!
Salman!
Halo...
Khurram masih hidup.
Tapi aku sudah membunuh 3 polisi.
Aku sudah dengar.
Dimana kau sekarang?
Di Jalan Pampore.
Jangan diputus.
Ini putra dokter itu.
Suruh dia ke perbatasan.
Kau perlu melewati perbatasan untuk pelatihan.
Pergilah ke makam dimana kita pertama kali bertemu.
Nanti kami hubungi.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Halo..
Halo...
Halo Haider.
Dimana kau? Di rumah sakit?
Haider...
Ada cara lain untuk berpisah.
Kenapa kau harus membunuh ayah?
Ya Tuhan!
Itu tidak benar!
Sumpah demi Tuhan... Itu tidak benar!
Aku pergi, Bu.
Kemana?
Kau akan menyeberangi perbatasan?
Itu perjalanan yang fatal.. Aku tak sanggup kehilanganmu.
Setidaknya, temui aku sekali saja. Kali ini, aku takkan menghentikanmu.
Aku janji.
Temui aku sekali saja.
Temui aku sekali.
Ibuku yang bermuka dua.
Di satu sisi, tak berdosa. Di sisi lain, penipu.
Kami tak bersalah atas kematian dokter.
Oh! Betapa sedihnya melihat ibu berbohong.
Bunga-bunga di makam ayah masih segar...
..Dan kau malah bergegas menuju ranjang pernikahan Khurram.
Dunia tahu kau dan Khurram bekerjasama untuk membunuh ayahku.
Itu bohong.
Ibu...
lkhlaq sedang sembunyi di rumahmu di hari sial itu.
Hanya kau yang tahu.
Khurram adalah mata-mata tentara...
..Dan kau adalah mata-matanya.
Halo.
Kau di rumah?
Lalu apa yang bersinar di langit?
Aku takut, Khurram.
Ada apa?
Hilaal membawa pulang lkhlaq hari ini.
Ikhlaq Latif!
Aku tak tahu kalau Khurram adalah mata-mata.
Aku tak pernah bermaksud menyakiti ayahmu.
Aku tak membencinya.
Dan Khurram?
Bagaimana perasaanmu pada Khurram?
Tunggu...
Hentikan jipnya...
Aku sangat menunggu...
Kau jadi janda lagi.
Malaikatku, maukah kau membantuku untuk terakhir kali?
Aku bosan dengan kehidupan malangku.
Akhirilah penderitaanku!
Hidupmu adalah hukumanmu.
Diferensiasi adalah elemen yang unik.
Menjadi unik itu penting pada hal yang...
..Bernilai bagi pelanggan Anda.
Lakshmi, Sudah ku bilang jangan menerima panggilan apapun...
Siapa?
Ya, sambungkan.
Halo...
Kau juga bertanggung jawab atas kematian ini.
Selain itu...
Kau pergi menemuinya.
Tanpa memberitahuku.
Anakmu sudah kelewatan.
Dia menjadi binatang yang haus darah.
Ya... Tapi setidaknya, dia bukan ular di rerumputan.
Dimana Haider? - Liyaqat... tenang.
Dimana dia? - Liyaqat... tenang.
Dimanapun dia... Dia takkan selamat.
Aku takkan berhenti sampai aku memasukkannya ke peti mati.
Mereka berdua bersenjata.
Jika Haider tak menembak lebih dulu...
..Parvez yang akan menembak.
Semua orang ingin membunuhnya.
Aku tahu dia tak sengaja.
Istri dokter itu menelepon.
Roohdaar...
Siapa ini?
Ghazala...
Ghazala Meer.
"Oh, kenapa kau tak datang?"
"Mendiangku sayang."
"Dimana kau sekarang?"
"Tidurlah."
"Oh, kenapa kau tak datang..."
"Yang melelahkanku."
"Hidupku."
"Tidurlah."
"Bukan senja atau matahari terbenam."
"Hanyalah kegelapan, hanya kegelapan."
"Bukan senja atau matahari terbenam."
"Hanyalah kegelapan, hanya kegelapan."
"Sebuah tempat untuk jiwamu."
"Jadi beristirahatlah, tidurlah."
"Oh, kenapa kau tak datang?"
"Tak ada yang dalam atau dangkal. Tak ada raksasa atau kurcaci di sini."
"Dalam makam ini, Hanya ada tidur nyenyak."
"Tak ada kasur, tak ada sarapan."
"Tak ada tas, tak ada koper."
"Hanya 'malaikat pengantar tidur'. Jadi, tidurlah."
"Oh, kenapa kau tak datang?"
"Pulanglah."
Haider... Kemana saja kau?
Kami sudah menunggumu.
Galilah kuburan dan beristirahatlah.
Kakek, Kenapa tengkorak selalu tersenyum?
Tengkorakmu akan jadi yang merenung.
Diam dan makan saja.
Orang mati tahu kalau mereka tak pernah hidup seutuhnya.
Dan tak berhenti dengan adanya kematian.
Sudah paham?
Tubuh berubah menjadi tanah..
..Tanahnya berubah menjadi pot dan mainan.
Bisa jadi itu Alexander atau Akbar. Hitler ataupun Gandhi.
Yang tersisa hanyalah debu.
Siapa yang tahu... botol yang kakekmu gunakan untuk menyajikan teh...
..Mungkin saja terbuat dari tanah jasad Alexander.
Dia mungkin telah menaklukkan dunia...
..Tapi, hari ini dia sebagai tempat teh di kuburan.
Pemakaman siapa itu?
Seseorang.
Kau mau teh?
Apa itu wanita?
Apa pentingnya?
Ayo, makanlah.
Kemarilah, Nak.
Kemarilah.
Haider, kemarilah.
Haider!
Arshee...
Haider...
Haider!
Haider...
Berhenti Haider... jangan kesana. Dengarkan aku.
Haider... Jangan kesana.
Mereka akan membunuhmu.
Haider...
Arshee...
Arshee!
Arshee!
Arshee! Kendalikan dirimu.
Apapun yang terjadi...
..Anak itu harus tetap hidup.
Pergi dari sana sekarang.
Kami punya banyak senjata Zahoor.
Takkan cukup di mobil.
Ambil apapun yang bisa. Pergilah!
Sekarang!
Zahoor... sudah terlambat.
Liyaqat...
Muzamil!
Ada beberapa pasukan di dalam.
Katamu dia sendirian.
Aku tak tahu, Pak.
Lemparkan granat.
Bhaiyya...
Bhaiyya...
Bawa peluncur roket itu kemari!
Peluncur roket siap!
Tembak...
Tembak!
Kau akan menembak di tengah! - Muzamil...
Bakar seluruh rumah sialan itu.
Baik, Pak!
Isi...
Sudah, Pak!
Apa yang kau lakukan di sini?
Kumohon, lepaskan anakku.
Aku akan menyuruhnya menyerah.
Jika kau sungguh mencintaiku, Beri aku satu kesempatan.
Malaikatku!
Malaikatku!
Malaikatku!
Saat kecil, jika kau terluka parah...
..Aku bisa mengobrak-abrik dunia.
Sekarang kau berlumuran darah dan...
..Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Ibu... Aku takkan menyerah.
Bukankah kau ingin melihatku sebagai janda lagi?
Malaikat...
Tak ada sakit yang lebih menyakitkan...
..Daripada melihat mayat seorang anak.
Ada.
Mati tanpa membalaskan dendam atas kematian seorang ayah.
Balas dendam melahirkan balas dendam.
Pembalasan tak membuat kita bebas.
Kebebasan ada di luar kekerasan.
Kebebasan sejati.
Aku mohon turunkan senjatamu, menyerahlah... atau...
Atau apa?
Kau tak mau hidup?
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
"Haider..."
"Balaskan dendamku pada adikku."
"Arahkan peluru ke matanya yang licik..."
"..Yang sudah menjebak ibumu."
"Balas dendam hanya melahirkan balas dendam."
"Balaskan dendamku."
"Balas dendam tak membuatmu bebas."
"Balas dendam tak membuatmu bebas."
"Balaskan dendamku."
"Kebebasan ada di luar kekerasan."
Haider!
Haider! Habisi aku.
Penuhi balas dendammu.
Ghazala...
Kakak...
Diterjemahkan Oleh : ~o0o~ Ackiel Khan ~o0o~ http://subscene.com/u/612819
IDFLโข Subs Crew http://IDFL.me
Dalam 2 Dekade terakhir, Ribuan nyawa melayang dalam konflik Kashmir.
Relatif damai beberapa tahun terakhir, memberi harapan baru. Dengan pariwisata yang meningkat dari hanya 4,2 juta turis pada 1995 menjadi 140 juta turis pada 2013.
Dalam banjir bandang di Kashmir baru-baru ini, Tentara India menyelamatkan ribuan nyawa penduduk. Kami salut pada usaha dan keberanian mereka.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.