Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
CHINA FILM ADMINISTRATION
SUPER PLAYER
NEW
Berdasarkan komik "My Canibal Girlfriend"
Kehidupan berasal dari laut
Di dunia ini
beberapa makhluk laut ingin ke daratan
Namun ada makhluk lainnya, dari darat kembali ke laut
terjemahan broth3rmax
Selamat datang pendatang baru.
Xiaoyi, setelah upacara ini
kau akan menjadi anggota warga Guigang.
Apa kau sudah putuskan?
Bagus.
Mari kita mulai.
Pertama meminum anggur.
Untuk Dewa.
Dan berlutut.
Sebelum aku memutuskan ini
aku terus berpikir,
mungkin
aku tak seharusnya kemari
sejak awal.
Lari!
Lari!
Lari!
terjemahan broth3rmax
SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
JOIN TELEGRAM CHANNEL t.me/broth3rmax
IKAN BESAR
GUIGANG, 1 BULAN SEBELUMNYA
Zihao. / Yo, Mbak Ping.
Ikan rambut ekor hari ini masih segar. Ayo belilah.
Baguslah. Sebaiknya kau beri aku diskon.
Tentulah.
Nih uangnya.
Zihao, kau orang yang perhatian.
Omong-omong, apa ayahmu akhir-akhir ini menghubungi?
Tidak.
Sama kayak Xiang Peng. Mereka hilang begitu saja saat pergi melaut.
Dan mereka tak pernah mengaktifkan ponselnya.
Sudah sering kuomeli dia
tapi dia tak mau nurut juga. / Eh, mungkin
tangkapan ikannya berlimpah, dan dia lagi sibuk.
8000 per kotak.
Tak usah buru-buru.
Ah ya tak perlu tergesa-gesa.
Keluarga Gao beruntung kali ini.
Kenapa begitu?
Kau tak tahu?
Kapalnya Gao Jun kembali ke dermaga hari ini
membawa 6 ikan besar.
Hey, 6 ikan besar!
Seberapa kira-kira harganya?
Kalian santai saja, tak usah buru-buru!
Zihao! / Yo!
Tuan Muda. / Ada yang tak beres.
Apa? Kehabisan duit?
Soal Liu Zimu.
Liu Zimu? / Dia merampok motorku.
Cepat naik!
Kak Zihao.
Mundur saja.
Liu Zimu, bukankah kau ingin balapan satu lawan satu?
Aku ajak kak Zihao kemari.
Apa maumu?
Chen Zihao,
cuma 3 soal saja.
Pertama,
kau menyalipku pakai motor boncengan samping bulan lalu,
itu amat bikin aku malu.
Kedua,
aku sangat menyukai motor ini,
dan aku menginginkannya.
Ketiga,
kalau Gao Fei tak mau melakukannya
sekarang saatnya giliranmu.
Dia bicara apa sih?
Kau menang balapan sama dia pakai motor reyot ini bulan lalu,
ingat?
Gao Fei, kenapa tak kau serahkan saja sama dia?
Bukankah ayahmu baru dapat 6 ikan besar?
1 motor tak ada artinya.
Ini urusanku. / Kalian tak usah nggerundel begitu.
Jadi atau tidak?
Ganti dulu nama Inggrisnya itu.
Kenapa kau ketawa? Hey!
Aku cuma kendarai yang ini.
Boleh.
Gao Fei, taruhannya tak berubah.
Kalau kau kalah, maaf saja ya.
5
4
3
2
1
Nona Jin, bagaimana hasilnya?
Li Zimu memimpin di depan. / Oh, bagus!
Zihao! Bisa naik motor tidak?!
Zihao, kau memang hebat.
Kutunggu kau di garis finish.
Bangun!
Nona Jin, siapa yang menang?
Tak ada yang menang.
Dokter Chen,
dia... tak apa-apa 'kan?
Dia pasti ditakdirkan beruntung
setelah bencana besar ini.
Kau kurang disiplin. / Tidak...
baiklah, berapa ongkosnya?
Obat sama ranjang inapnya per hari masing-masing 700.
Harusnya dia nginap di rumah sakit sehari dalam pengawasan.
Tunggu sebentar, aku akan kembali. / Eh, ini Institusi Publik
akan kututup tepat waktu, jangan lama-lama!
Dia tak menginginkan ibunya. Bahkan sekarang putranya.
JOIN TELEGRAM CHANNEL t.me/broth3rmax
Bagaimana tangkapan kali ini?
Memang bagaimana? Sudah 14 hari!
Kita sudah jauh dari pantai.
Tak ada ikan besar, bisa impas saja susah.
Memang sangat susah menangkap ikan besar. Tak ada yang yakin bisa menangkap.
Tapi kenapa Gao Jun bisa terus dapat ikan besar?
Sekarang dia punya sebuah mobil dan sebuah rumah
bahkan dia punya istri baru.
Ini bukan soal keberuntungan. Aku yakin pasti ada caranya.
Lupakan soal dia. Lihatlah aku.
Aku punya adik laki-laki dan perempuan yang selalu bertengkar seharian.
Istri?
Kayak aku tak mau saja.
Tak usah mikirkan banyak wanita.
Pria seperti kita ini hanya bisa milih 1 dari sekian banyak wanita
dan lautan ini.
Chen berusaha meyakinkan kita dengan mencontohkan hidupnya sendiri.
Tak usah ngelantur. Semua sudah sirna.
Ayo kita minum. / Mari minum.
Kak Xiang! Kak Xiang!
Ada apa? / Lihat...
ikan... ikan besar.
Sini!
Tahan! / Minggir, biar aku saja!
Ayo! Cepetan.
Kali ini kita akan untung besar!
Ayo siap-siap balik! / Baguslah.
Lihat. Benih ikan ini warnanya ijo.
Kau pernah lihat?
Enak.
Tunggu! / Enak sekali.
Kayak anjing kau ini, tak punya anak istri,
kau begitu berani.
Kami biasa makannya begini,
bukan begitu?
Nih cobalah. Jangan takut, rasanya kayak empedu ular.
Membuat tubuhku berenergi.
Kalian kemari harus coba ini.
Rasanya enak. Sini, sini! Siapa saja boleh coba.
SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
Kau sudah bangun?
Jangan takut. Aku bukan orang jahat.
Aku yang membuatmu pingsan.
Maafkan aku.
Tapi aku tak sengaja...
baik, beristirahatlah.
Kapan kau keluarnya?
Cepat kembali sana!
Kau harus menginap di rumah sakit dalam pengawasan.
Kuantar kau balik besok.
Begini biar jelas ya, aku ini tak punya uang.
Kalau kau berniat memerasku
maka kau salah orang.
Ayo turun.
Turun!
Bangun!
Ini hidangannya. / Ya.
Aku tak bisa makan kalau ayah terus duduk di situ. Ayah selalu ikut campur.
Selalu ikut campur, bahkan soal makananku.
Apa ya?
Kau tak mau kuliah, dan tak mau berbisnis,
maunya cuma balapan
berkelahi saja tiap hari kayak anak '50an.
Kau berani pergi naik motor itu
kenapa tak berani bawa motornya pulang? Tak tahu malu!
Aku memang sudah tak tahu malu.
Sebagai putra Gao Jun aku tak pernah melalut.
Aku sudah jadi olok-olokan.
Aku punya alasan tak mengijinkanmu melaut.
Laut itu bukan seperti yang kau bayangkan.
Tiap tahun banyak orang yang tak berhasil pulang.
Kau tahu itu? / Itu mendingan daripada membusuk di Guigang.
Sayang, beritahu saja dia kalau...
Kita akan pindah ke kota
setelah Festival Mazu.
Apa?
Festival Mazu kurang dari 2 bulan lagi.
Kau bilang apa sama ayahku?
Fei,
yang sopan sama ibumu. / Dia bukan ibuku.
Percayalah
kau akan lebih berkembang di kota.
Masuklah ke dalam dulu.
Anginnya kencang di luar sini.
Namaku Zihao.
Siapa namamu?
Dari Guigang bagian mana?
Xiaoyi.
Aku...
dari kota jauh dari laut.
Xiaoyi?
Orang disini kerjaannya nyari ikan, bukan begitu?
Oh ya.
Tapi kau bisa bangkrut juga kalau dapat ikan kecil-kecil.
Kalau mau menghasilkan uang ya harus dapat ikan yang besar.
Ikan besar?
Ya.
Ikan yang panjangnya 2-3 meter.
Ada yang susah menangkapnya meski dalam setahun
ada yang dapat menangkap meski beberapa hari saja.
Kenapa?
Aku sudah kenyang.
Biar kubereskan.
Kau beristirahatlah dulu.
Itu foto orangtuaku.
Ayahku sudah pergi melaut, tapi belum kembali.
Kau merindukannya?
Tidak. / Yang kumaksud ibumu.
Cuma ini peninggalan ibuku.
Cobalah pakai.
Aku akan kumpulkan ikannya.
Ini temanku.
Sini kutunjukkan sesuatu.
Motor baru lagi? / Ini kunci kapal keluargaku.
Ayo naik kapal bersamaku bro. / Lihat jam berapa sekarang?
Zihao, bantulah aku.
Aku tak pernah pergi ke laut. / Saat ini kau tak bisa lihat apa-apa di laut.
Cepat tidurlah.
Aku pindah ke kota.
Kau pindah?
Ya, bulan depan.
Mungkin tak ada kesempatan lagi.
Kita tak perlu menyelinap begini.
Tak ada orang tengah malam begini.
Kita ini mencuri kapal.
Yang mana kapalmu?
Semuanya...
ini.
Kuncinya.
Yang itu. / Ada yang datang!
Ssh.
Di sana! Sudah diparkir di sana. / Mana kakakku?
Apa dia di situ juga? / Ramai sekali?
Kelihatannya ada yang tak beres. Ayo!
Kudengar Yu Rong berlayar balik
tapi orang di kapal ini hilang semua.
Bukankah ini kapalnya Xian Peng
dan Chen Shun yang jual ikan di pasar?
Ibunya pergi waktu anak itu masih kecil.
Sekarang ayahnya juga.
Semua susah diramalkan.
Bos Gao baru dapat 6 ikan besar.
Dan 6 orang menghilang di kapal Rong Yu,
1 ikan dibalas 1 nyawa.
Aneh sekali
tiap kali 1 ikan besar itu muncul
ada saja orang yang hilang.
Tuhan tak memberi ampun,
mereka kehilangan nyawa karena ikan besar.
Tak sepadan.
Jangan khawatir
akan kukirim kapal-kapal ke laut
saat subuh nanti.
Mohon semuanya menunggu dengan sabar.
Kapten Meng, bagaimana menurutmu?
Tak pernah dengar kapal ini kembali ke dermaga keadaan kosong.
Aku sudah kirim orang untuk penyelamatan.
Jangan menyerah selama masih ada secercah harapan.
6 orang menghilang begitu saja.
Gao, kami akan berusaha.
Tapi kau juga tahu
jika kita tak bisa menemukan mereka dalam 3 hari.
Aku tahu.
Orang seperti kita ini
sudah mengabdikan hidup di lautan.
Kapten Meng, semua sudah datang.
Baiklah.
Aku akan pergi duluan untuk menenang para keluarganya.
Kapten, begini
akan kujual ikan di kapal ini dulu,
dan membagikan uangnya nanti sebagai dana pensiun.
Aku yang bayar dulu kalau itu tak cukup.
Baiklah.
Terima kasih.
Ayo. / Siap!
KANTOR POLISI
Mereka semua kembali.
Para korban itu mengira
lautan adalah rumahnya.
Kau pada akhirnya
memilih laut.
Kapan terakhir kali kau melihat ayahmu?
20 hari lalu.
Dia berangkat pagi-pagi sekali.
Apa selama itu dia pernah menghubungimu?
Tidak.
Apa kau tahu dia perginya ke laut bagian mana?
Ayah pergi lagi?
Jagalah tokonya
dan jangan cepat-cepat tutupnya.
Kayak aku tak pernah jaga toko saja.
Kali ini berapa lama perginya?
Urus saja bisnis, kurangi urus motornya.
Kenapa ayah tak belikan saja aku kapal besar buat main-main?
Aku berniat belikan, andai bukan karena studimu.
Lihat dirimu sekarang.
Beginikah caramu membalas ayah?
Ayah tak becus apa-apa dan menyalahkanku?
Andai kita mampu ibu tak akan pergi.
Eh, dengar.
Kau tahu keadaan orang-orang itu,
bukan begitu?
Ini uang buat ikan di kapal ayahmu.
Maisng-masing 50 ribu. Gao Jun yang bayar.
Terimalah.
Terima kasih.
Aku boleh pergi?
Ayah, ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah...
Tak ada yang bilang ayahmu sudah mati. Dia cuma menghilang.
Menghilang?!
Kau tahu apa soal bahaya laut? Dia mati.
Mati untuk selamanya.
Kau tahu?
Kalimat terakhir yang kukatakan padanya adalah
"ayah tak becus apa-apa
dan menyalahkanku?"
Kalimat terakhir yang kuucapkan padanya.
Nanti kau tidur di kamarku saja, aku akan tidur di kamar ayahku.
Aku akan periksa bersama Kapten Meng besok
barangkali dia bisa menghubungi keluargamu
dan mengantarmu pulang. / Aku tak mau kembali.
Sebaiknya kau pulang.
Keluargamu pastinya cemas. Mungkin,
saat ini mereka sedang mencarimu.
Aku tak punya keluarga.
Kau... mau makan malam apa?
Aku akan beli sesuatu.
Xiaoyi.
Halo?
Zihao.
Chen Zihao.
Liu Zimu, apa maumu?
Bukankah kau selalu menegakkan keadilan
dan suka pamer?
Kuberi kau kesempatan untuk jadi pahlawan.
Dimana kau? / Jangan khawatir
3 poin.
Pertama,
aku menertawakanmu karena karena ayahmu berada di kapal yang sama
bersama kakakku.
Kedua, aku menang balapan tapi tak mendapatkan motornya.
Kau berhutang padaku 5000.
Ketiga,
datanglah ke sini sendiri. Kau tahu?
Kau dimana?
Pabrik pemrosesan di dermaga.
Cuma kalian berdua?
Kak Zihao, kau datang juga.
Mana Xiaoyi? / Mana uangnya?
Semua di dalam situ.
Em.
Lepaskan dia.
Dan satu hal lagi.
Jangan ganggu adik perempuanku,
mulai sekarang.
Lepaskan dia.
Oh, aku lupa. Sekarang kau 'kan anak yatim.
Kayaknya bagus kalau tak gratisan, huh?
Sebenarnya hubunganmu tak bagus
dengan ayahmu sebelum dia mati.
Aku sudah tahu.
Kau dan aku
tak jauh beda.
Sebaiknya kita...
Hajar dia!
Zihao!
Hentikan!
Wang Go!
Bloon kau, pukul dia!
Ayo!
Awas!
Zihao.
Istirahatlah dulu.
Ayah?
Ayah pulang?
Kau sudah bangun.
Kuajak kau ke suatu tempat.
Mengapa kau mengajakku kemari?
Laut bisa menyembuhkan apapun.
Juga bisa menenggelamkan apapun.
Bukankah kau menyukai laut?
Bukan karena aku suka atau tidak.
Melihat laut sejak kecil,
rasanya aku sudah bosan.
Lantas kenapa kau masih tinggal disini?
Masyarakat Guigang hidupnya melaut,
namun hampir tak ada ikan sepanjang pantai.
Jadi mereka harus melaut lebih jauh.
Terkadang, sekali pergi bisa sebulan sampai 2 bulan.
Seiring waktu,
ini menjadi kebiasaan
bahwa harus ada seseorang yang tetap tinggal di rumah,
agar ada yang mendoakan orang yang pergi melaut
dan pulang dengan selamat.
Namun
mereka tak selalu bisa pulang setiap kali pergi melaut.
Kita harus belajar mengucapkan selamat tinggal.
Apa kau suka di Guigang?
Apa kau rela
jadi orang yang tinggal di rumah?
Jika kelak kau tak bisa menemukanku
kalung ini akan memberitahumu keberadaanku.
FESTIVAL LELUHUR
Halo, mau beli apa?
Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?
Aku harusnya yang tanya padamu.
Kenapa kau ke tempat ini?
Xiaoyi.
Ada apa? / Tak ada apa-apa, dia cuma nawar dagangan.
Ya sudahlah, kalau kau tak mau menjualnya.
Banyak orang dari luar kota singgah kemari akhir-akhir ini.
Berhati-hatilah.
Gao Fei, bilang sama ayahmu nanti malam aku tak makan di rumah.
Kenapa tak bilang sendiri saja? / Aku mau main Mah-jong sama teman-teman, buru-buru ini.
Siapa?
Gao, ini aku.
Jin?
Apa aku mengganggumu?
Kenapa kau tak beritahu dulu?
Biar aku bisa siap-siap.
Ada yang terjadi?
Dia lari ke tempat ini.
Siapa?
Dia bersama pemuda sini yang bernama Zihao.
Xiaoyi itu anggotamu?
Aku mengerti.
Jin, tenanglah.
Aku akan bawa balik dia selama aku ada kesempatan.
Hey, tenanglah. Kita akan kerjasama dengan baiik.
Cao, kau kembali.
Bos. / Kerja bagus.
Sudah tugasku bos.
Kali ini bagaimana? / Nangkap 1 lolos 1.
Yah, lumayanlah. / Ya.
Apa semuanya sudah kembali?
Siapa?
Anaknya Ma.
Ini pertama kali dia melaut.
Dia ketarik-tarik sama ikan besar
ketika kami tarik jalanya.
Bos, ini benih dari ikan besar itu.
Cao, kapan kapal selanjutnya berangkat?
Bulan depan. / Berangkatkan minggu depan.
Baik, akan kusiapkan sekarang.
Terima kasih. / Sudah tugasku bos.
Aku pergi dulu.
SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
Xiaoyi,
ayo ikut aku. / Pergilah dan ganti bajumu.
Buat apa?
Buat menyambut yang baru. / Yang baru?
Ayo, mari.
Xiaoyi, baju-baju ada di dalam.
Sana gantilah baju akan kutunggu di bawah.
Sana.
Kau bukan lagi
bagian dari Klan Guili setelah kau berganti baju.
Tetua?
Xiaoyi,
dengar.
Kembalilah bersamaku. / Aku ingin tinggal disini.
Kita kini tak sama dengan mereka.
Kau tak terbiasa hidup disini.
Dan
rahasia klan kita
tak boleh sampai terungkap.
Xiaoyi, sudah selesai belum?
Kembalilah.
Akan tetap kujaga rahasianya.
Jangan lupa, Zihao itu seorang nelayan.
Tn. Gao, halo Tn. Gao.
Halo semuanya.
Tn. Gao.
Selamat datang pendatang baru.
Xiaoyi, setelah upacara ini
kau akan menjadi bagian dari warga Guigang.
Apa kau sudah memutuskan?
Baguslah.
Mari kita mulai.
Pertama minumlah anggur
Hormat kepada Dewa.
Dan berlutut.
Selesai.
Buka pintunya. Festival kuil mari kita mulai.
Zihao
kenapa kau tak beritahu aku?
Cuma ingin memberimu kejutan.
Omong-omong, Ping yang sudah membuatkanmu baju.
Terima kaish, Ping. / Sama-sama.
Lihat dirimu sekarang,
kau mengingatkanku pada masa mudaku dulu.
Oh sudahlah.
Memang sebaiknya kau disini.
Ayah, semuanya datang.
Kapten Meng.
Semuanya, aku kemari hari ini untuk meminta maaf pada kalian semua.
Kapten
ini bencana alam. Kami tak menyalahkanmu.
Aku mesti minta maaf walau ini bencana alam atau bukan.
Kalau tidak, aku merasa...
kualat.
Tn. Gao.
Mari... kita mulai.
Tn. Gao,
terima kasih. Jika bukan dirimu yang menawari bantuan tepat waktu
Mungkin aku sudah tak sanggup bertahan.
Bersulang!
Selamat pada kalian berdua.
Xiaoyi sekarang bagian warga kita.
Kenapa tak kau perkenalkan dia pada kami secara resmi?
Ini namanya Xiaoyi,
temanku.
Zihao, kau sudah kenal dia sudah lama, sekedar teman?
Tn. Gao,
terima kasih memberiku kerjaan di kapal.
Untuk adik perempuanku, dan untuk semuanya.
Aku akan berkerja keras.
Liu Zimu juga sudah dewasa.
Mari.
Tn. Gao,
semuanya sudah siap. / Bagus.
Maaf membuat kalian menunggu.
Seperti yang semua tahu
baru-baru ini aku telah menangkap 6 ikan besar.
Aku simpan yang ini sampai sekarang.
Aku tak menjadi diriku yang sekarang tanpa dukungan dan bantuan kalian.
Tak usah banyak bicara lagi. Ikan ini untuk semuanya.
Ayo buka.
Tak apa. Jangan takut.
Semuanya boleh duduk dan menikmati ikannya.
Xiaoyi, ayo coba.
Kudengar ini rasanya enak.
Jangan dimakan.
Aku pergi dulu.
Xiaoyi! Xiaoyi!
Zihao
biarkan dia tenang dulu. Ini pertama kalinya dia makan ikan besar.
Mungkin dia belum terbiasa.
Ya.
Biar kuambilkan anggur lagi.
Silahkan dinikmati.
Gao Fei, ayo bantu aku.
Ayah, ada apa?
Apa kau tahu dari mana asalnya Xiaoyi?
Bukankah dia dari luar kota?
Kau masih muda, belum mengalami banyak hal.
Kuberitahu, Zihao iu dalam bahaya
sekarang!
Ada apa?
Ceritanya panjang.
Kuantar kau ke suatu tempat dan nanti kau akan tahu.
Tapi kita harus rahasiakan ini
demi keselamatan Zihao.
Lari!
Lari!
Lihat.
Xiaoyi keluar.
Ayo periksalah.
Jangan sampai dia melihatmu.
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Aku melihatnya.
Ayah, Xiaoyi, dia itu... / Ayah tahu.
Lalu bukankah Zihao dalam bahaya?
Mulai sekarang dengarkan ayah.
Ayah, semoga tenang di sana.
Aku akan lebih sering mengunjungimu.
Ini Xiaoyi. Kami...
Aku pacarnya.
Apa aku harus bilang begitu?
Ya, dia pacarku.
Aku bersama Xiaoyi sekarang.
Ayah tenang saja.
Kapal akan berlayar sekarang juga.
Jagalah dirimu.
Hati-hati saat mengemasi barang.
Mintalah bantuan kalau berat.
Baik.
Ini uang, ambillah.
Aku sudah jual mobilnya.
Zimu ayo berangkat! / Ya.
Aku pergi dulu.
Kak.
Aku ikut denganmu.
Ada apa?
Kau tahu yang kulihat semalam di pantai?
Xiaoyi?
Kulihat dia menjadi ikan besar. Kayak ikan raksasa.
Gao Fei, kenapa aku tak tahu kau selucu ini?
Aku mau ke pasar. Sampai nanti.
Zihao, yang kukatakan ini benar.
Gao Fei betul. Tadi malam Xiaoyi berubah jadi ikan besar.
Kau pikir aku cuma punya foto itu saja?
Kau siapa?
Sayang...
dia... / Lingling, kau pergilah dulu.
Baiklah.
Kau yang mem-fotonya?
Jin, bukankah kau sudah bilang
untuk melenyapkan Xiaoyi selamanya?
Aku membantumu. / Tapi apa kusuruh kau menyakitinya?
Aku melihatnya sendiri. Xiaoyi menjadi ikan besar.
Saat dia turun ke air
komat-kamit sesuatu begitu.
Masyarakat Guili hanya bisa melaut untuk hidup setelah mereka terluka.
Kau yang mengatakan ini.
Gao dengar.
Bila terjadi sesuatu terhadap Xiaoyi
kau juga akan mengalami kesulitan.
Akan kuambilkan segelas air.
Chen Zihao!
Aku kesini mau memastikan satu hal atas nama semua orang.
Xiaoyi, tadi malam apa kau...
Diam kau!
Apa tadi malam kau berubah jadi ikan besar?
Kalian lihat, dia tak bicara.
Pulanglah dulu.
Zihao.
Kau tak perlu bilang apa-apa. Aku percaya padamu.
Pulanglah.
Xiaoyi, jangan pergi!
Katakan sesuatu kalau kau...
Kau ini ngomong apa?
Ngawur saja!
Apa maumu sebenarnya?
Kalian orang Guili selama ini sembunyi secara rahasia.
Aku cuma berusaha agar tak terjadi masalah nanti.
Aku dulu kerjasama denganmu
demi uang, demi keuntungan.
Sekarang uangku sudah cukup.
Sekarang aku ingin terkenal.
Aku ingin uang juga terkenal.
Itu keinginanku.
Sudah tak usah ditonton. Pergi saja!
Jangan dengarkan dia. / Tak usah dengarkan dia.
Dasar sampah! / Sudah hentikan!
Huotui, dengar.
Tak peduli apakah dia manusia, hantu atau ikan
dia tetap pacarku. Kalau kau masih ganggu dia
aku yang akan berurusan denganmu.
Kau dengar?
Lingling!
Enyah sana!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Mbak, ada orang yang berikan ini untukmu.
"Batalkan pertemuan di gudang"
Ayah!
PULAU GUILI
"Bahan Perdagangan di pulau dirubah ke Ikan Besar"
"Makhluk Penghuni Guili"
"Liontin di leher dan tangan"
"Seluruhnya bersisik setelah terluka"
"Mereka berubah jadi ikan besar dan mudah ditangkap"
"Ada ikan yang benihnya hijau"
"Batalkan pertemuan di gudang"
SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Harusnya aku tak meragukan Xiaoyi.
Pasti dia masih ada di Guigang.
Sialan si wanita gila itu!
Aku sendiri tak takut meski Xiaoyi berubah jadi ikan.
Ahh!
Jin?
Jin?
Sekali ikan tetaplah ikan.
Manusia tetaplah manusia.
Akhirnya kau datang juga.
Penghuni Guili.
Mau coba-coba pergi?
Bagaimana reaksi mereka nanti
saat melihat foto-foto ini?
Kenapa kami harus takut pada lautan
sedang kalian saling hidup damai?
Kubuat pisau ini khusus untuk kalian orang Guili.
Sekarang karena kau berada di Guigang
kau bisa tinggal disini selamanya.
Xiaoyi, lekas pergi!
Xiaoyi, lari!
Cepat lari!
Pergilah atau kita berdua tak selamat!
Ikan tetaplah ikan. Manusia tetaplah manusia.
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Ayah!
Kaukah itu?
Hentikan!
Kau tak apa-apa? / Keluar!
Gao Fei!
Gao Fei!
Gao Fei!
Gao Fei, bangun!
Gao Fei!
Gao Fei!
Bagaimana mungkin?
Kenapa begini?
Ayah
hentikan ini.
Tidak.
Dia sudah makan ikan benih hijau.
Manusia akan berubah jadi ikan besar bila sudah makan benih itu.
Dia akan kembali ke laut.
Jangan tinggalkan aku.
Jangan tinggalkan aku.
Aku harus bagaimana?
Ke laut.
Baik.
Tunggu!
Akan kubawa kau ke laut.
Meski kau menjadi ikan
itu tak masalah.
Meski kau menjadi makhluk Guili, itu tak masalah.
Kau masih tetap anakku yang baik.
Jawablah ayah.
Akan kubawa kau ke laut.
Ayo!
Ayo!
Ayo kita pergi sama-sama.
Ayo!
Fei...
jangan tiggalkan ayah.
jangan tiggalkan ayah.
Ayo!
Tolong!
Zihao, maafkan aku.
Aku yang harusnya minta maaf.
Apakah aku ikan atau manusia?
Kau tetap Xiaoyi.
Tetap Xiaoyi.
Tapi antara laut dan wanita
kau hanya bisa memilih satu.
Aku memilihmu.
Dirimu.
Benamkan aku ke laut.
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Xiaoyi!
Pergilah.
Pergilah!
Pergilah!
Kapten Meng, coba tebak
apa yang terjadi dengan ikan itu?
Pastinya sudah kabur.
Itu
sebenarnya
amat disayangkan.
Gao Jun, dimana putramu?
Putraku baik-baik saja.
Kukirim dia ke kota pagi-pagi.
Anak muda
akan lebih berkembang berada di kota.
Aku akan tinggal di Guigang dan menunggu dia pulang.
Dia pasti pulang
bila dia sudah lelah.
Guigang
tempat yang baik untuk beristirahat.
Boleh aku pulang sekarang?
Anak buahku menungguku.
Dia sudah mati.
Dia terbunuh olehmu.
Tidak!
Mustahil!
Bagaimana mungkin?
Tidak!
Tidak!
Hari-hari yang indah
sirna selamanya.
Ayah ibu
Xiaoyi, aku pergi menemui kalian.
Bila kalian membaca catatan ini
tunggulah aku di rumah.
Katanya harapan itu sesuatu yang berbahaya.
Terkadang bisa membuat orang gila.
Tapi aku masih ingin
harapan itu bersinar menjadi kenyataan
dan makin terang kelak.
Kuharap aku akan tetap mencintai bentangan laut ini
meskipun tak begitu biru.
Kuharap akan ada pertemuan kembali setelah pesta.
Kuharap bisa menemui dia lagi.
Karena
aku berhutang pelukan padanya.
Semoga.
"Jangan menyesal sampai kita kehilangan. Hentikan merusak alam kita, atau kita akan menanggung akibatnya"
broth3rmax, 17 Mei 2020
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 17 Mei 2020
WHATSAPP 08980553558 broth3rmax, 17 Mei 2020
SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax
JOIN TELEGRAM CHANNEL t.me/broth3rmax
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1441 H
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.