All language subtitles for 과년호2016

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kamu sudah kenyang apa belum?

Ini ada lagi, ayo.

Ini makanlah.

Kita mendapat teman baru.

Laixi.

Laixi!

Kita kedatangan tamu disini.

Ayo.

Tebak siapa yang datang?

Ayo siapa? Sini.

Jangan malu.

Ayo. Jangan takut.

Kemari.

Laixi.

Jangan takut. Ini adalah tamu baru kita.

Kita harus perlakukan dia seperti keluarga. Kau harus berbagi makananmu.

Kemarilah.

Laixi, dengar. Di rumah ini

akulah yang memimpin.

Kau harus menurut padaku. Kalian harus saling berteman.

Setuju?

Setuju.

Ayo, Laixi.

Ada teman lagi disekitar sini.

Masalah dengan Laut Cina Selatan

menurut pendapatku, kita harus perjuangkan.

Tenggelamkan 1 atau 2 kapal tempur mereka. / Menunjukkan kekuatan

itu akan mengeluarkan banyak uang.

Apa kau tahu, berapa banyak harga Penghancur

yang kita jual ke Pakistan? / Berapa!

165 juta! / Bukan, ini kapal pengawal.

Kapal pengawal?

Si Hussein

Saddam ini

apakah Hussein ada hubungannya dengan Saddam? / Tak ada.

Bagaimana kamu tahu? / Saddam Hussein adalah orang yang sama.

Oh, orang yang sama. / Barrack Hussein Obama.

Dengan nama ini, karir politiknya

pasti tak akan mulus.

Aku ada panggilan telpon.

Halo?

Aku tahu, ya.

Baik, aku segera kembali. Itu telpon dari rumah.

Mereka membuat kue bola, butuh bantuanku.

Satu putaran lagi. / Aku sungguh harus pergi.

Aku juga. / Aku harus pergi walau tak kau minta.

Aku akan ikut denganmu. Aku ingin bertemu cucumu.

Kau ingin temui cucunya dia,

atau ingin jadi cucu dia?

Dasar kau tua nakal!

t

tr

t ra

t r an

t r ans

t r a n sl

t r a n sla

t r a n s l at

t r a n s l ate

t r a n s l a t ed

t r a n s l a t edb

t r a n s l a t e d by

t r a n s l a t e d bym

t r a n s l a t e d b yma

t r a n s l a t e d b y mah

t r a n s l a t e d b y m a hs

t r a n s l a t e d b y m a hsu

t r a ns l a t e d b y m a h s un

t r a n s l a t e d b y m a h s unm

t r a n s l a t e d b y m a h s u n ma

t e r j e m a h a n m a h s u n m a x

MALAM TAHUN BARU KAKEK LEE

Aku beli yang ini.

Timbanglah ini sekarang. / Tak usah, sekarang ini Festival Musim Semi.

Barang-barangku lebih murah.

Yang termurah di kota ini.

Bawalah beberapa labu.

Baiklah. / Selamat Tahun Baru!

Kakek, kembang kol organik. Disini ada banyak lagi.

Kembang kol organik segar. Akan kuberikan secara gratis, sekarang Festival Musim Semi.

Kakek. / Gratis?

Ya, gratis! Bawa saja, bawa saja.

Sudah cukup, terima kasih! / Tunggu.

Meskipun aku bilang ini gratis. Sekarang Festival Musim Semi.

Bagaimana kalau berikan Angpao buatku?

Aku tak menginginkannya. / Ini sudah murah.

Tidak, sekarang aku tidak membutuhkannya. / Lihatlah lobak ini, bukankah bagus?

Cuma 1 yuan.

Akan kutaruh disini. / Aku akan memberimu 5 yuan.

Simpan saja kembaliannya. / Terima kasih, terima kasih, kek!

Mohon bawalah ini gratis. Mohon ambillah ini.

Terima kasih! Selamat Tahun Baru!

Baiklah. Saat kau kehilangan kepercayaanmu, kau kehilangan semuanya.

Kakek, kau suka laguku?

Rencana pemasaranmu cukup baru bagiku.

Terutama saat berkokok bagian akhirnya.

Aku tahu kau segera menjual ayam. / Unik!

Betul 'kan? Tidak, aku bukan penjual ayam.

Aku seorang penyanyi. Aku punya cita-cita

tahun depan aku akan pergi ke Golden Hall, Vienna.

Jika kau pergi kesana, kau harus membawa ayam matang.

Jual ayam panggang. / Mereka tak menjual ayam disana.

Aku kesana untuk bernyanyi. Berhentilah bicara soal ayam.

Begini, saat aku tiba disana semua penontonnya orang bangsawan.

Orang sepertimu, bertepuk tangan padaku.

Memberi bunga dan tepuk tangan. Kemudian tirainya menutup, terima kasih!

Betapa hebatnya itu! / Sudahlah! Berapa harga ayamnya?

Kemarin 10, hari ini aku ambil 9.

Setuju, 1 kilo.

Baiklah, aku akan beli. / Kau memang murah hati.

1,3 kilo. Berarti 24 yuan dan 9 mao.

Ini dia.

Tunggu dulu. / Apa?

Kelihatannya ada yang salah. / Apanya yang salah?

Ini timbangan elektronik, tak mungkin bisa salah.

Aku takut kamu curang. / Kamu pikir aku ini penipu?

Aku ini wanita bangsawan. Semua penontonku juga bangsawan.

Mereka datang untuk mendengarkanku bernyanyi. Aku tak menipumu.

Kuberitahu, mereka bertiga itu yang penipu. Aku tak pernah nipu.

Sudah cukup. / Kau bisa cek kreditku dengan Biro Bisnis

Aku selalu menjadi penjual terpercaya. / Baik, ayolah. Itu 1,3 kilo 'kan?

Ya. / Ayo kita hitung dengan jari.

Baik. / 9 yuan = 1 kilo? / Benar.

9 dikali 3 = 27.

9 dikali 1 = 9.

9 ditambah 3

ditambah 2. / 2 tambah 9.

Berapa jumlahnya? / 11.

11. Jadi 117.

Kakek, tak ada masalah dengan timbangannya.

Tak ada yang salah dengan ayamnya. Yang salah itu kau.

Hitunganmu salah. / Bukan 1,3 kilo itu.

Sudahlah, sudahlah. Kakek, karena kau tadi bertepuk tangan padaku.

Aku tak akan mengambil kembaliannya. 24 yuan 9 mao.

Kau ambil seharga 24 yuan.

Baik hati 'kan? / Tidak tidak. / Ada apa?

Mengapa ayam ini kakinya cuma 1? / Semua ayam ini milikmu.

Mengapa kau peduli soal kakinya?

Nak, aku cuma ingin beli seekor ayam utuh.

Bentuknya utuh. Ini berarti keberuntungan di Festival Musim Semi.

Bagaimana bisa aku taruh ayam ini di atas meja?

Kemana kaki yang satunya? Aku memakannya di dapur?

Kamu mau ayam utuh? Pergilah ke peternakan ayam.

Ayam disana juga ada bulunya. Semuanya masih hidup.

Kau ambil semua yang bisa kau tangkap. Pergi saja kesana.

Mengapa... / Bagaimana bisa sesial ini? Begini...

Ini adalah model pemasaranku. Aku harus menjual 30 ayam hari ini.

Ini yang ke-31. Kau tahu soal kalimat

"Ayam Jago Emas Berdiri dengan Satu Kaki"? Itulah semangatnya.

Jadi kau akan menyembunyikan 1 kakimu juga.

Kamu ini bicara apa?

Apa maksudmu dengan "Menyembunyikan 1 Kakimu"?

Kau mau memotong kakiku? Bagaimana nanti aku bisa bernyanyi?

Bagaimana bisa aku jadi bangsawan? / Tidak, aku tak mengatakan memotong kakimu.

Baik, aku tak mau membelinya, paham?

Terserah kau saja! Aku harus mempertahankan ayamku.

Aku juga tak akan menjualnya. Kakek, perhatikan langkahmu.

Jangan sampai terjatuh.

Apa yang kau katakan?

Bisakah kau berkata yang baik?

Apa maksudmu "jangan sampai terjatuh"?

Kakek.

Jalanan agak licin sekarang, aku cuma khawatir padamu.

Jika kau jatuh kau akan seperti ayam ini. Hanya punya 1 kaki. / Ha?

Kakek, Selamat Tahun Baru!

Waaa!!!

Awas!

m ah sunm ax

Siqi, apa maksudmu?

Itu idemu untuk mendirikan perkumpulan Drama.

Meskipun aku telah memutuskan drama apa yang akan dibuat

kau selalu menyetujuinya. Mengapa aku harus menanggung kerugian sendiri?

Membiarkanmu pergi begitu saja? Dan kau ingin semua investasimu kembali.

Bukan begini cara berbisnis. / Tapi kau membuat keputusan pada semua pertunjukan.

Sudah kubilang sejak awal kita harus ambil jalan seperti Masa Mahua Fun.

Tapi kau tak mau mendengarkan. Ini hanya selama setahun.

Kita sudah menghabiskan lebih dari 1 juta, Yangduo.

Aku seorang penulis surat kabar.

Bukan penulis internet. Aku tak bisa menghasilkan jutaan setahun.

Butuh bertahun-tahun aku menulis

untuk menghasilkan 1 juta.

Benar 'kan? / Bagaimana kalau begini,

setelah kujemput Zhu Li, kita cari tempat untuk bicarakan hal ini.

Sudahlah, aku tak akan bisa. Aku harus mengejar pesawat.

Jadi, aku telah mengirimkan rekening bankku.

Tolong, kau harus mengembalikan uangku hari ini.

Aku akan kembali ke Yiyang. Aku akan menetap di Yiyang tahun depan.

Aku tak bisa tinggal di Beijing lagi.

Tak mudah hidup di Beijing.

Kumohon, bereskan ini.

Aku harus menghadapi orang tuaku nanti.

Bagaimana? Itu saja, aku harus mengejar penerbanganku.

Sampai jumpa.

Zhu Li. / Ibu! / Apa kabar?

Aku capek, kakiku.

Kelas ekonomi payah.

Halo, Dong. Orang tuanya Tn. Cai akan tiba malam ini.

Kau harus pergi ke klub jam 4:30. Saat kau tiba, cari Tn. Zhou.

Bilang padanya aku perlu menambahkan dialog dalam pertunjukan itu.

Ini harus beres. Bilang padanya untuk cari caranya.

Sudah ya.

Kamu ini kenapa? Jaga sikapmu saat makan malam nanti.

Apa? Makan malam?

Aku punya acara sendiri malam ini.

BigBang, bu. Itu sebabnya mengapa aku pulang.

Makan malam ini, akan menentukan nasib perusahaanku untuk tahun depan.

Bahkan selama hidupku.

Kenapa kereta ini?

Tn. Li.

Apa yang kau lakukan disini? / Aku kesini untuk menjemput putriku.

Li Yangduo?

Jadi, Li Yangduo. Kudengar dia tak pulang tahun ini.

Siapa yang bilang begitu? Dia pulang tiap tahun pada Malam Tahun Baru.

Naik kereta Express 18. / Jika dia pulang, dia akan naik pesawat.

Stasiun kereta ini sudah terlantar.

Li Yangdui sekarang jadi orang elit. Dia semakin kaya.

Dia tak mau naik kereta, pasti naik pesawat.

Apa yang kau lakukan disini?

Apa kita punya pesawat disini? / Bandara telah dibangun tahun 2009.

Apa kau mengenaliku?

Aku Shen Qiang, muridmu.

Aku dulu teman kelasnya Li Yangduo.

Shen Qiang. Shenyang yang kuat?

Kamu pulang untuk Festival Musim Semi?

Aku, aku tak pernah... aku tak pernah meninggalkan kota ini.

Apa? Aku...

kau...

Ada apa, Tn. Li?

Kamu ini polisi 'kan? / Ya.

Begini saja, kau ikut aku, ayo kita ke kantorku.

Apa yang telah kuperbuat?

Tak ada. / Apa aku berbuat salah?

Aku harus menjemput putriku. Mengapa aku harus ikut denganmu?

Aku tak bermaksud begitu, paham? Saat dia tiba dia akan menelponku.

Akan kuantar kau pulang, bagaimana? / Mengapa dia mau menelponmu?

Hawanya dingin di luar. Di kantorku hangat.

Ayo.

Ikutlah denganku. / Apa yang kamu lakukan?

Kau mau ikut atau tidak? Dengarkan aku.

Ikutlah aku ke kantor. / Dimana kantormu?

Kantor Polisi Jalur Kereta.

Pergilah menjemput Tn. Zhao

jam 5:30 malam ini.

Kau harus tiba di apartemennya jam 5:30!

Sudah dulu, ada telpon masuk.

Halo? / Ini aku, Shen Qiang.

Yangduo, kau harus kesini sekarang.

Ayahmu sakit. Sangat serius.

Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu dan melupakan ayahmu?

Kuulangi, ayahmu sakit.

Ini serius, kesinilah sekarang

Dia tersesat, dia bersamaku sekarang. Segeralah pulang, kau dengar aku?

Sampai ketemu. / Telponlah Zhu Heping.

Mengapa?

Telpon saja dia. / Mengapa tak ibu telpon sendiri?

Telpon dia sekarang! / Baiklah! Jangan membentakku.

Dasar pemarah.

Zhu Heping.

Sudah kau telpon dia? / Ini sedang kutelpon.

Mengapa kau tak bicara? / Sudah. / Dia bilang apa?

Maaf, nomor yang anda hubungi diluar jangkauan.

Bu, kau mau kemana? Ada apa?

Kembali ke Shimen.

Bagaimana dengan pestaku? / Batalkan.

Ibuku sudah gila.

Dia memaksaku kembali ke Shimen.

Ya.

Bicara dengannya? Dia sudah gila.

Benar-benar gila. Gila!

Jika kau melihat dia sekarang, kau juga akan kesal.

Duduk diam seperti patung. Tak bicara sama sekali.

Seperti patung lilin.

Tidak.

Sungguh? Baiklah, biar aku bicara dengannya.

Tunggu sebentar.

Ibu...

Jangan ganggu... / Li Yangduo, dengarkan!

Jika ibu tak berhenti, aku akan lompat dari mobil.

Percaya atau tidak, aku akan lompat! Kau mengunci pintunya?

Akan kulepas sabuk pengamanku.

Akan kubuka pintunya. Akan kubuka! Lalu apa?

Apa yang kamu lakukan?

Ya Tuhan! Maafkan aku.

Sungguh aku minta maaf. / Ada apa denganmu?

Aku harus mengejar pesawatku, kau tak boleh menabrak mobilku.

Akan kubayar kerusakanmu, berapa? / Seribu.

Ini perampokan! / Aku berkuasa di daerah ini.

Teman-temanku semua disini. Jika kau tak bayar, kalian tak boleh pergi.

Kau dengar aku?

Apa saudara lelakimu sudah kau tiduri?

Mereka akan kesini sebentar lagi? / Apa? Kau berani memukulku?

Ayo katakan sekali lagi? / Ayo pukul aku!

Maafkan aku, aku sungguh menyesal. / Ayo kita bicarakan ini.

Baik, akan kutelpon 120 memanggil polisi. Kau dengar aku?

120 itu layanan ambulan.

Harusnya kau telpon 110, atau 122?

Aku akan telpon 120 sesukaku.

Aku belum pernah telpon 119.

Dong, aku mendapat masalah disini. Akan kutelpon kau nanti,

nanti kuhubungi. / Jangan menelpon.

Bagaimana kalau 700? Atau 800, tak lebih.

8 lebih baik dari 7. / Aku minta 800.

Kau boleh menghitungnya, terima kasih!

Lain kali, berhati-hatilah!

Kamu mau kemana? / Apa yang ibu inginkan!

Ayo masuk mobil.

Apa ibu punya rasa simpati?

Zhu Li! Kakekmu sedang sakit.

mah su nm a x

Kau membawa aku kemana?

Mengapa kau mengurungku?

Apa aku berbuat salah? / Tn. Li

Aku baru menulis puisi. Biarkan aku membacakannya.

Bisakah kau memberikan saran nanti? / Puisi?

Apa polisi menulis puisi?

Aku suka menulis puisi sejak masih sekolah.

Kau dulu guru kimiaku, kau tak ingat?

Judulnya adalah: "Seekor Babi Berjalan di Desa".

Matahari bersinar seperti air gula

menyirami dataran musim semi ini.

Seekor babi berjalan di jalanan desa

dan kembali. / Ini adalah judulnya.

Jangan bicara. Biar kuselesaikan.

Seekor babi berjalan di jalanan desa

Ya, aku tahu.

Jalan itu menuju ke desa lain.

Ramai. / Ramai.

Babi ini terkenal.

Anaknya ada dimana-mana. Bekerja secara tradisional.

Kejayaan milik si babi.

Rasa malu milik si babi.

Kedengarannya kau iri pada si babi.

Kurasa aku melihat seekor babi di depan mobil.

Dan babi itu tertabrak...

Hey anak-anak! Anak siapa itu?

Kenapa? / Anak siapa ini?

m a h su nma x

Anak nakal! Apa yang kalian lakukan?

Kalian membuatku terkejut.

Halo?

Bolehkah aku pakai internetnya?

Baiklah.

Sungguh? Boleh aku pakai sekarang?

Tentu, tak apa.

Sungguh? Anda baik sekali.

Maukah anda berikan aku tempat, tolong? Bolehkah aku duduk disini?

Baik baik baik.

Jangan terus bilang "baiklah". Mohon minggirlah.

Baik baiklah.

Jika anda setuju maka berdirilah.

Baik. / Apa?

Ada apa denganmu? Kau mengagetkanku.

Ya Tuhan.

Apa? Aku tadi bertanya apa aku boleh pakai internetnya.

Anda bilang "baiklah" dan "tentu".

Tapi anda tak mau berdiri. / Kapan aku bilang begitu?

Baru 1 menit yang lalu.

Aku tak ngomong begitu. Aku sedang bicara dengan Wenjing disini.

Siapa yang bicara denganmu?

Kau baru saja masuk dan terlalu dekat denganku.

Apa yang kamu lihat?

Apa aku berjenggot?

Ayah.

Ikutlah aku ke Beijing. / Tidak.

Mengapa aku harus kesana?

Tak ada yang bermain Majiang denganku.

Selalu kurang 3 orang.

Aku merasa khawatir meninggalkan ayah sendirian.

Apa yang kau khawatirkan? Kau telah tinggal di Beijing selama 14 tahun.

Selama ini aku baik-baik saja tanpamu.

Karena sebelumnya ayah baik-baik saja, sekarang kondisinya berbeda.

Sekarang apa? / Ayah mengidap AD.

ID (KTP)?

Penyakit Alzheimer.

Aku punya KTP.

Penyakit apa ini?

Aku tak bisa melihatnya dengan jelas.

Jangan bersikap bodoh denganku. Penyakit Alzheimer.

Artinya ayah tak bisa mengingat dengan jelas.

Apa? Kau mengharap aku sakit?

Mengapa aku kesini untuk itu? Ayah baru saja pergi keluar, lalu tersesat.

Shen Qiang yang mengantarmu pulang. Ayah tahu?

Shen, Shen Qiang? / Polisi itu?

Apa polisi tinggal di rumah sebelah?

Ya, aku ingat. Polisi itu membacakanku puisi.

Puisi yang tak berkualitas.

Dia cuma seorang polisi.

Walau aku seorang guru kimia

aku masih bisa mengalahkannya dengan sajak-sajak tradisional.

Jangan menatapku begitu, aku tahu beberapa sajak.

Berapa lama lagi purnama akan muncul?

Gelas anggur di tangan, aku bertanya pada langit

Di istana langit

Tahun apa nantinya?

Tahun apa, apakah tahun sekarang?

Tahun apa sekarang?

Tahun apa sekarang?

Sekarang tahun kuda. / Bagaimana dengan tahun depan?

Tahun depan mana yang tahun depan?

Ayah, ikutlah aku ke Beijing.

Aku mohon. / Jangan bicarakan soal ini.

Yang kau bicarakan cuma Beijing. / Apa?

Kuberitahu,

aku, lebih suka mati di rumah ini.

aku tak mau kemana-mana. / Mengapa ayah bicara soal mati?

Jika aku mati, lalu kau akan...

Sekarang ini Festival Musim Semi. Mengapa ayah bicara soal kematian?

Kamu ini berteriak-teriak soal apa? Festival Musim Dingin! Kematian!

Kapan kematian pernah memilih waktu?

Jika aku mati, kau akan merasa lega.

Ini kesialan membicarakan kematian selama Festival Musim Semi.

Kesialan? Kau... Apa kau marah?

Berapa tahun kamu tak pulang? / Aku pulang setiap tahun.

Ayah tak ingat. / Apa? Kenapa kau menangis?

Mengapa kau membentak padaku, dan bilang aku sakit?

Lihat, aku sehat-sehat saja. Aku...

Kau tak perlu khawatir.

Aku lebih baik nanti

dikubur di rumah ini.

Aku tak mau pergi kemana-mana. Jangan bicara denganku soal ini lagi.

Apa maksud dari kalian?

Apa?

Apa yang sudah kukatakan?

Apa yang sudah kukatakan?

Gampang sekali marah.

Yangduo?

Kamu kemana?

Ya.

Sekarang Malam Tahun Baru.

Yangduo pulang.

Zhu Li pulang.

Dimana Heping?

Heping akan pulang jam 6.

Aku harus masak makan malam yang enak,

untuk membuat anak-anak senang.

Hadiah Musim Semi Gratis!

Lihatlah itu? Beras dan tepung gratis.

Dan minyak goreng. / Apa semua ini memang gratis?

Ya semuanya gratis. Ini dari komunitas.

Ya kemarilah, ambil ini.

Terima kasih! / Bawa saja sesukamu.

Hadiah Musim Semi Gratis!

Beras, tepung dan minyak goreng gratis. / Kalian belum bayar!

Dasar bodoh.

Mengapa tak membolehkanku memakai internet?

Kamu memberikan barang-barang dengan gratis

dan barangnya semua berserakan di tanah.

Hari demi hari. Apa yang harus kita lakukan.

Ayo berdiri.

Apa yang kau inginkan?

Jangan sentuh aku. / Lalu apa? / Akan kutuntut kau karena mengganggu.

m a hsu nm a x

Sayang.

Ketrampilan memasak yang kau ajarkan padaku

akan kugunakan hari ini.

Katakan jika aku melakukan dengan benar.

Akan kumasakkan beberapa hidangan.

Kamu / Kenapa dengan aku?

Apa kau ingat saat mencoba memasak pada umur 12 tahun?

Kentang dan cabe

harusnya MSG malah kau beri garam.

Rasanya seasin asinan.

Kau juga melukai tanganmu.

Apa bekas lukanya masih ada? / Sudah hilang.

Dulu lukanya dimana?

Tangan kanan.

Lihat? Lukanya masih ada.

Ayah mengingatnya.

Ayah mengingat ini? / Aku mengingat semuanya.

Kau bisa masak?

Biar kukerjakan.

Sungguh? / Lihatlah saja.

Masukkan sayurannya. Airnya sudah mendidih.

Ingatlah,

rahasia pernikahan

itu sederhana.

Kamu tahu rahasia itu.

Untuk tetap menjaga hatinya pria

kamu harus sanggup menjaga perutnya.

Kalau tidak, kau akan kehilangan dia.

Patriotik wanita yang berlebihan.

Jika kau terlalu keras kepala, Heping akan menceraikanmu.

Aku akan menceraikannya duluan.

Kalian sudah dewasa sekarang.

Perhatikan panas apinya.

Yang pertama dibalik dari dalam.

Aku bisa lakukan ini.

Bagaimana rasanya? / Kurang enak.

Aku memasaknya sendiri. / Ya, kamu memang memasaknya.

Masakanku jauh lebih enak.

Ayah, kamu memang suka memasak,

dan ayah menekuninya. Andai aku bisa makan masakanmu,

tiap hari di Beijing. Betapa bahagianya aku.

Sudahlah.

Jika kamu suka masakanku, lebih seringlah pulang.

Akan kumasakkan kau tiap hari.

Bagaimana kalau kita buka restoran di Beijing?

Bagaimana menurut ayah?

Mengapa ayah tertawa?

Apa? / Hati-hati.

Ya atau tidak? / Membuka restoran?

Berapa banyak restoran yang telah tutup?

Begini, resep rumahan sekarang populer di Beijing.

Dikenal dengan Resep Pribadi di Beijing.

Aku tak punya uang pribadi. / Aku tak meminta ayah untuk menghabiskan uangnya.

Aku meminta ayah membuka restoran.

Dan kita bukan mengelola restoran sungguhan. Ini dinamakan OTO.

Apa itu? OTO?

Apa itu makanan? / Pak Li. / Sudahlah.

Dengarkan, ayah harus lebih banyak belajar tentang pergaulan sosial.

OTO, gampangnya begini,

artinya memesan secara online

dan mengantarkan makanannya ke rumahmu. / Itu tak masuk akal.

Dengarkan aku,

resep rumahan

harus lebih memperhatikan panasnya makanan.

Ketika sudah beres, segera letakkan hidangan di atas meja.

Kau harus memakannya disaat masih panas.

Begitulah seharusnya.

Menjualnya secara online

dan mengantarnya ke manapun seperti Jack Ma?

Itu adalah barang-barang, bukanlah makanan.

Kita bisa memasak hidangannya dalam rumah mereka.

Maka kita namakan ini In-House Cooking.com. / Baiklah, kau memang luar biasa!

Aku akan pergi ke rumah mereka, untuk memasak buat mereka.

Orang tua seperti aku, siapa yang mau menyewaku?

Aku tak meminta ayah untuk memasak. Yang kuminta ayah melatih orang untuk memasak.

Dengar... / Jangan menyela bicaraku, begini,

Untuk memulainya, ayah harus memasak makanan contoh.

Dan akan kuajak Chen Xiaoqing

sutradara A Bite of China untuk berkomentar.

Lalu kita menaruhnya secara online, dan kita akan terkenal.

Itu pasti. Sungguh?

Pertempuran pertama telah beres. Keuangan

kita akan mendapat 20 atau 30 juta. Buatlah besar.

Sekarang semuanya besar, dan itu harus menjadi trend.

Kita bisa membuat trend. Diproduksi oleh Chen Xiaoqing.

Sutradara dari A Bite of China.

Seorang pensiunan guru kimia

resep rumahan.

Sungguh cerita yang hebat. Ini sekarang soal membuat cerita untuk pasar modal.

Apa ayah tak pernah dengar, berdiri melawan angin

bahkan seekor babi bisa terbang.

Kamu akan butuh angin tornado.

Itu adanya di Amerika. Tornado bisa menerbangkan rumah.

Pepatah itu juga terkenal di Cina.

Tapi aku tak mau berdiri melawan angin. Aku tak ingin terbang.

Aku tak mau, aku peduli ayah, aku tak mau ayah berdiri disana.

Katakan saja ya atau tidak. 2 tahun kemudian

kita akan masuk daftar dalam pasar saham. / Cerita yang kau katakan

aku tak bisa...

Apa sebenarnya pekerjaanmu di Beijing?

Aku? / Kamu tahu Liu Lanfang dan Shan Tianfang.

Mereka menceritakan itu, mereka tidak menghasilkan uang 30 juta.

Ayah tak percaya denganku 'kan? / Bukan seperti itu.

Ayah cuma tak percaya padaku. / Kurasa...

Ayah tahu tidak, akan kutelpon Chen Xiaoqing sekarang.

Dengarkan.

Biar aku tunjukkan pada ayah.

Baiklah. Akan kumatikan ini.

Bagaimana kamu bisa kenal si Chen...

Xiaoqing. / Dari Cina Central Televisi?

Ya. / CCTV?

Ya.

Lihatlah saja. / Baik.

Halo, Kak Black... / Biar aku mendengarnya.

Sini. / Dia menutup telponnya.

Ini yang dinamakan "membuat cerita". / Mungkin dia sedang meeting.

Dia orang terkenal. Pastinya sibuk.

Ya Tuhan! Kamu tahu orang-orang dari CCTV?

Apa maksudmu?

mahsunmax

Kenapa, berikan sekarang.

Berikan aku komentar.

Gambar close-up, ayolah!

Ya, terlalu dingin disini dan lebih dingin dari pada Beijing.

Ya, kau lihat ini. Kulitku lecet disini.

Tak apa.

Hanya kalian berdua?

Baiklah, berikan gambar yang bagus.

Kenapa?

Apa masalahnya?

Kak Tian, kenapa internetmu? / Apa?

Internetnya lambat.

Internetnya, Tian.

Paman Tian, kenapa internetnya? / Curbstone!

Sparrow!

Kemarilah, cipika cipiki dulu. / Cium pipi.

Apa seperti ini? / Ya!

Apa yang membawamu kesini?

Kamu tampak hebat. / Kau lihat ini?

Ya! / Dan kapan, kapan kamu kembali

dari Amerika? / Belum lama ini.

Di kota mana kamu tinggal?

Los Angeles,

Tempatnya bagus? / Seperti sebuah desa yang besar.

Kemana-mana jauh. / Aku tahu.

Tempat itu tak menyenangkan.

Tak ada yang jual arbei lapis gula? / Kamu selalu saja makan arbei lapis gula

semenjak masih kecil. / Apa kabarmu?

Kami baru buka toko

untuk menjual arbei lapis gula.

Aku dan ayahku. Saat waktu luang

yang kulakukan adalah belajar cara membuat arbei lapis gula.

Ada yang berisi daging sapi. Ada yang berisi ayam.

Dan sayur, garam, dan bumbu.

Bahkan rasa asinan.

Cukup, apa itu enak dimakan?

Eww... ingin muntah saja mendengarnya.

Ibu.

Dimana koperku?

Apa? / Aku butuh koperku dan mantel.

Kopermu disini. / Bantu aku, tanganku mati rasa.

Kopermu ada passwornya. / Kau bisa menebaknya.

Aku tak punya waktu.

Kakek.

Kamu lebih kurus. / Apa kamu makan enak di Amerika?

Apa makanan disana tak enak?

Gadis gila. Kau tak bisa memakai ini.

Kamu tahu maksudku?

Bagaimana kalau begini? Baik, yang ini akan cocok.

Zhu Li. / Ada apa? / Kembali.

Mengapa? Aku harus menyaksikan BigBang.

Aku butuh internet. / Bisa-bisanya kamu seegois ini.

Kakekmu sedang sakit. Dan kamu tak melakukan apa-apa.

Kakek memang sakit, tapi aku bukan dokter, aku bisa apa?

Kamu bukan dokter, kamu ini cucunya, kembali! / Apa lagi?

Saat kau akan menemui ayahmu, kau harus tanyakan padanya uang kuliahmu tahun depan.

Ibu bisa menanyakannya sendiri. Apa lagi, ibu yang harus bayar uang kuliahku.

Kau adalah ibuku. Ibu yang mengirimku ke Amerika.

Ibu tak membayar dan meminta ayah membayar?

Itu tidak benar.

Kamu mau kemana? / Ke tempatnya Tian, aku butuh internetnya.

Apa?

Minggir. Kamu menghalangiku.

Kalian berasal dari mana? Main masuk saja seperti ini.

Kalian bisa melukai orang lain. Ini rumah gurunya guruku.

Bersikaplah yang baik.

Paham?

Dengarkan guru. Lakukan yang dia katakan.

Paham? / Yangduo, ayo.

Selamat tahun baru! Peluk aku.

Ya Tuhan!

Berapa banyak uang yang kamu dapat?

Semua barang-barang ini. / Semua telah berubah.

Dan, ada apa? Bertengkar dengan putrimu?

Kau mendengarnya? / Remaja dalam masa puber.

Mereka suka memberontak.

Paman. Kamu mirip lalat.

Manusia Lalat, betul?

Kamu mengerjakan baju cos-play? Masuklah, temui kakek.

Pak Li. Selamat tahun baru! Pak Li.

Jangan berebut masuk. Tunggu diluar.

Yang sopan! Ini rumahnya guruku.

Selamat tahun baru! Semoga panjang umur dan bahagia.

Tak pernah kehilangan semangat dan kekuatanmu.

Siapa ini? / Ayah, ini Dahai.

Teman sekelasku. Ayah tahu anak yang nilainya buruk.

Dan yang paling muda?

Anak yang selalu membuat masalah?

Bukan anak yang itu, mengapa kau sebutkan itu? / Silahkan duduk.

Pak Li, aku sekarang bisnis real estate.

Apa kau mengenaliku? / Kau terkenal sekarang.

Aku melihatmu di koran. / Kau melihatnya?

Aku ingin tampak sederhana.

Tapi para wartawan itu selalu berusaha mewawancariku,

dan menjadikan berita utama. / Berita yang kubicarakan adalah

sebuah konstruksi yang buruk.

Seseorang mati di bangunan itu.

Apakah itu konstruksi darimu? / Dahai, apa kau yang menyebabkannya?

Tidak, ini salah paham. Pekerja itu punya sakit jantung.

Dia kena seranan jantung saat mengerjakan konstruksi dan meninggal.

Itu tak ada hubungannya denganku.

Lupakan masalah itu, sekarang ini Festival Musim Semi.

Kurasa aku harus mengunjungi Pak Li di tahun baru.

Seperti musang memberi salam pada ayam.

Kenapa kau sebut dirimu ayam?

Dahai... / Bagaimana bisa kau sebut aku musang?

Benar 'kan? / Kau seorang pengusaha.

Nanti Perayaan Malam Tahun baru setelah tengah malam.

Aku akan pergi ke makam ibuku.

Besoknya aku harus pergi ke Macau.

Aku sedang libur sekarang. Kurasa aku harus kesini.

Masuklah dan bawa hadiah tahun barunya.

Kalian bodoh sekali. Taruh disitu.

Jangan anggap ini mewah. Semua ini dari pelangganku.

Mereka memberikan sebagai hadiah. Aku punya banyak di gudangku.

Kapan ini dibuat? / Jangan khawatir, ini tidak kadaluwarsa.

Aku tak akan berikan barang seperti itu.

Juga jangan menjualnya.

Kalian dengar apa yang Pak Li ajarkan padaku?

Kamu tahu, apapun yang dikatakan Pak Li

kita harus mendengarkannya. Dan berikan senyuman, benar 'kan?

Aku hanya ingin berkunjung untuk menghormati Pak Li.

Aku akan lakukan apapun yang dia katakan.

Kalian harus lakukan apapun yang kuminta.

Seperti ini. / Ya, guru.

Apa aku pernah mengajar pada kalian? / Mereka ini bukan murid-muridmu.

Mereka ini anak buahnya Dahai. / Pak Li, kau dulu mengajariku pengetahuan.

Ajari aku cara menjadi seorang pria. Aku tak belajar baik pengetahuan itu.

Kakek, apa kita punya kopi?

Apa kita punya kopi? / Air putih tak masalah, kita tak punya kopi.

Zhu Li Zhu Li.

Paman Dahai kesini untuk memberi salam kakek. Sapalah.

Paman Dahai, selamat tahun baru!

Tunggu, nak, jangan pergi.

Dengar apa yang baru kukatakan.

Aku tak belajar pengetahuan dengan baik. Tapi saat belajar cara menjadi orang baik

Akulah yang jadi contoh kalian. / Aku selalu ingat yang diajarkan Pak Li.

Selalu setia dan jujur.

Itu kurang bagus, tunjukkan gayamu!

Duduklah kesini.

Tak perlu repot-rept, tak ada wifi disini.

Aku harus menggunakan internet, aku harus menyaksikan BigBang.

Kembalilah, aku punya internet.

Ya. / Kau punya internet? / Aku punya Wi-Fi.

Sini, ini dia. / Paman Dahai, kau baik sekali!

Sudah jangan basa-basi. / Aku minta wifi pada ibuku, dia tak mau beri.

Duduklah. Dia baru pulang dari Amerika.

Apa kau perlu uang? Ini 20 ribu.

Sebagai Angpao. / Terima kasih! Aku butuh uang.

Apa yang kamu lakukan? / Aku butuh uang kuliah dan ibu tak mau beri.

Dia bersedia memberi padaku, mengapa tidak? / Dahai, ini tak perlu.

Kau bukan Zhu Heping.

Ini untuk anak-anak!

Lepaskan aku, apa mau ibu?

Apa maumu? / Apa?

Ada apa denganmu? / Apa dia pamanku?

Kau lempar uang seperti itu?

Kau benci uang atau apa?

Nak, dengarkan aku.

Mulai sekarang, aku akan jamin uang kuliahmu.

Semuanya, paham? / Baik! Aku akan memanggilmu godfather.

Apa masalahmu? Kau ini memalukan.

Apa maksud ibu? Apa salahnya nama itu?

Apa kamu punya tata krama?

Memanggil orang "godfather", itu menjijikkan.

Bukan godfather yang seperti itu. / Godfather aku mencintaimu!

Apa yang kamu lakukan? / Ayah, jangan marah.

Apa yang kamu lakukan!

Liu Dahai, walau kau punya uang banyak, lalu apa?

Pamer seperti merak, lihat dirimu!

Membangun perumahan... pergi ke Macau...

Aku punya wifi sekarang!

Bisa melihat berita saat ini.

Pak L, lupakan saja semua ini.

Begini saja, kalian pergilah belilah kopi.

Starbucks. 20 ribu pasti cukup.

Atau 10 ribu.

Mintalah botol yang tinggi, lebih tinggi lebih bagus.

Baiklah.

Orang kaya baru.

Mau memberiku uang dan lain-lain.

Minta botol tinggi untuk beli kopi.

Dan dia memberiku wifi ini. Apa yang terjadi disana?

Sudah jangan main-mainkan rambutmu.

Sudah cukup cantik. Tunjukkan penampilannya.

Ayo tunjukkan.

Aku sungguh bosan dengan tempat ini.

Kamu tahu, tak ada apa-apa disini.

Semuanya gila.

Kucurahkan masa mudaku untuk anggur.

Minum-minum selama hidupku.

Waktu adalah pisau yang tajam.

Yangduo.

Kopinya datang. / Yangduo, aku sangat merindukanmu!

Kopinya datang.

Kau akhirnya kembali. / Kapan-kapan kita harus makan malam.

Baik, kemari.

Pak Li. Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru untukmu.

Ayah, ini muridmu. Mai Rice. (=beras)

Kita tak menjual beras disini.

Aku bukan membeli beras.

Itu adalah namaku. Kau tak ingat.

Dulu mukaku bintik-bintik.

Sekarang sudah hilang.

Kau dulu duduk paling depan 'kan?

Ya, kau sudah ingat aku sekarang.

Pak Li, kopinya. / Aku tak suka kopi.

Orang asing suka minum kopi.

Baunya enak, walau kau mengalami cegukan.

Cobalah. / Tidak, aku tidak mau minum.

Aku tak pernah minum ini. / Coba saja.

Tidak.

Baiklah.

Rice, kau bekerja dengan Dahai?

Ya, dia bosku.

Aku bertemu Gouzi dalam perjalanan kesini.

Dia bilang kau telah pulang. Aku tak punya uang, tapi aku juga bisa bantu.

Benar 'kan? / Apa yang ayah cari?

Kalian semua ini berteman.

Dari mana mereka berasal?

Tak perlu mengkhawatirkan itu. Dari manapun mereka berasal, mereka tamu kita.

Aku tak bisa lakukan hal lain.

Tapi aku bisa memasak.

Jangan pergi. / Baik. / Jangan khawatir, mereka akan menemanimu.

Jangan ada yang pergi! Silahkan duduk.

Kami kesini untukmu.

Pak Li, ayo memasak. / Ya, memasak.

Memasak. Hati-hati.

Perhatikan tangganya. Pelan-pelan Pak Li.

Perhatikan tangganya. / Aku tak apa-apa.

Kau lihat sendiri penyakitnya,

semakin parah. Kau tak boleh tinggalkan dia sendiri.

Begini saja, akan kubawa dia ke tempatku.

Tinggal bersamaku. Biar aku bantu.

Dia bahkan tak mau pergi denganku. Bagaimana mungkin dia mau ikut denganmu.

Lalu,

apa rencanamu?

Apa yang harus kami lakukan? Aku sungguh khawatir.

Yangduo.

Katakan, bagaimana hidupmu di Beijing?

Aku baik-baik saja. / Kudengar kau mengerjakan Drama.

Apa ada penontonnya?

Banyak orang di Beijing menonton Drama.

Walau tak ada penonton, aku akan tetap melakukannya.

Kau tak harus keras kepala seperti ini.

Sudahlah. Ini bukan untuk mencari uang.

Ini adalah impianku.

Rice, aku memberimu tugas.

Tugas apa? / Aku kenal Yangduo

dia orangnya pemalu. Dia tak mau mengatakan rekening banknya.

Ya. / Tolong kau tanyakan untukku.

Setelah ini, aku akan memberi dia uang.

Baik, tak masalah.

Apa yang kalian lakukan?

Kau anggap aku ini pengemis? / Kamu ini bicara apa?

Dahai.

Selain uang, apa lagi yang kau punya?

Selain dari uang

aku punya seorang anak.

Tapi dia tak menyukaiku.

Dia menyukai komputernya.

Aku punya sekelompok teman.

Kemanapun aku pergi, mereka mengikutiku.

Tapi aku tahu

mereka mengikutiku

hanya karena aku punya uang.

Kau tahu mengapa aku mempekerjakan Rice di perusahaanku?

Karena kami teman sekelas.

Pertemanan kami murni pada saat itu.

Teman-teman sekelasku

mereka tak pernah meminjam uangku.

Mereka tak meminta bantuanku. Tapi dari hati yang terdalam aku tahu

mereka meremehkanku.

Mereka pikir aku ini bodoh.

Nilai-nilaiku buruk, aku melakukan bisnis

menggunakan jalan pintas.

Akhirnya aku menghasilkan uang. Tapi aku orang kaya baru.

Aku tahu itulah yang mereka pikirkan tentang aku.

Jujur saja, itu juga yang kupikirkan tentangmu.

Lihat 'kan? Kau mengatakan yang sebenarnya sekarang.

Tidak.

Ya. Aku mengatakan yang sebenarnya.

Tapi sekarang

Dahai sudah berbeda.

Dahai sudah kaya.

Tapi Dahai tak pernah melupakan dari mana dia berasal.

Dia peduli dengan kami.

Lihat saja kau sebagai contohnya.

Aku tak punya ketrampilan. Tak ada yang mau mempekerjakan aku.

Bahkan aku terlalu tua

untuk menjadi seorang sekretaris. Dahai mempekerjakan aku

hanya untuk menyediakan kopi dan teh untuknya.

Tapi kau tahu berapa banyak dia membayarku tiap tahun?

Boleh aku katakan? / Sudah hentikan.

Aku harus mengatakannya. Aku harus beritahu Yangduo.

Yangduo, kau tahu

berapa banyak Dahai membayarku? / Berapa?

mahsunmax

Kehidupan sehari-hari Dong Gaoliang Hu Tong

Jika kita tahu Sungai Kuning akan mengering sejak awal

mengapa sih membangun jembatan kereta api?

Jika aku tahu hatimu akan berubah

tak seharusnya aku jatuh cinta.

Tak seharusnya aku jatuh cinta.

Tak seharusnya aku jatuh cinta.

Aku tak bisa pulang ke rumah.

Orang tuaku sudah tua.

Tua.

Kau kehabisan nada.

Nadamu fals.

Bukan urusanmu.

Selamat Tahun Baru.

mahsunmax

Apa yang kamu lakukan?

Di toilet ini?

Kau mengagetkanku!

3 rokok lagi?

Apa kau bisa kendalikan diri? Shushu (paman) yang nakal.

Paman Tian.

Dia pamanmu?

Hai kakek! / Yang sopan!

Saudariku kesini, bagaimana bisa kau memanggilku seperti itu?

Aku memanggil dia paman, maka aku harus memanggilmu kakek.

Namaku Gao Qunshu. / Senang berkenalan denganmu.

Berikan aku 1 karton. / Ayo, ambillah karton.

Cepat. / Uangnya?

Akan kubayar yang 3 dulu. Bagaimana?

Bagaimana kalau begini,

kau ucapkan Selamat Tahun Baru.

Satu kata untuk 1 rokok.

Akan kuberikan ini secara gratis. Bagaimana?

Selamat Tahun Baru!

mahsunmax

Baiklah, Tang. Ya, jangan bergerak, biar aku bicara dengannya.

Ya, goda dia.

Memandang sekilas dan senyum, ya. Yang seksi, sedikit lagi.

Senyum. Senyum, ya.

Angkat dagumu.

Beri dia kedipan, bertatap mata.

Mata!

Selamat Tahun Baru!

Selamat Tahun Baru! / Selamat Tahun Baru!

mahsunmax

Bagaimana kau masih bisa tak bersuara saat kau berjalan?

Kapan kau datang?

Zhu Li, ayahmu datang.

Ayah.

Ayah, Heping datang.

Heping datang. Zhu Heping.

Zhu Li.

Kamu agak kurusan. / Kakek mengatakan hal yang sama

kalau aku kurus, hilang berat badan.

Ayah. Aku pulang.

Waktunya tepat. Lepaskan mantelmu.

Duduklah. Ayo bantu aku.

Mantel ini kualitasnya sudah jelek.

Aku tersangkut. / Biar aku bantu.

Apa yang kamu lihat? / Jangan disentuh.

Apa? Kakek. / Ayo bantu aku memasak.

Kakek tak butuh aku.

Aku ada pertunjukan untuk ditonton, kek.

Ayah, aku akan membantumu.

Tak usah, kalian harus ngobrol.

Akan kususul nanti.

Lewat sini.

Zhu Li, bagaimana studimu?

Ada mata kuliah yang tak lulus?

Apa yang kamu tonton?

Ayah, jangan... Ayah tak akan mengerti.

Pertunjukannya mulai memanas.

Kalian berdua harus ngobrol.

Minumlah kopinya.

Aku harus

membantu ayah memasak dulu.

Akan kumasukkan yang 2 ini.

Ayah.

Apa yang bisa kubantu? / Aku tak membutuhkanmu disini.

Kau boleh pergi. Ngobrollah dengan Yangduo.

Terima kasih untuk apa?

Selama bertahun-tahun

dia juga sudah menjadi ayahku. Apapun yang terjadi diantara kita.

Dia tetap menjadi ayahku. / Kau harus mencari istri baru 'kan?

Apa pendapat dia tentang ini?

Jika dia tak suka, dia boleh pergi. Aku akan cari yang lainnya.

Siapapun yang memperlakukan dia sebagai ayah, aku akan menikahinya.

Kau lebih tangguh setelah bercerai.

Semua ini salahku.

Bukan salah siapa-siapa.

Ini sudah takdir.

Aku sudah menerimanya.

Tapi kau tak harus begitu.

Jika ada yang disalahkan

kita akan menyalahkan ayah.

Kau dan Dahai akan menjadi pasangan yang serasi.

Ayah memisahkanmu dan memintamu untuk menikah denganku.

Sekarang bagaimana?

Yangduo, kau harus kembali pada Dahai.

Semua masalahmu akan menemukan solusinya.

Omong kosong. Aku tak membutuhkanmu untuk mencarikanku suami.

Kau sungguh menganggap semua masalah akan berakhir dengan cara begitu?

Jangan khawatir, kau tak perlu mengurus kakek tua itu.

Setelah Festival Musim Semi, semua akan beres.

Temperamenmu masih sama saja. / Kalian berdua sudah bercerai?

Kalian berdua sudah bercerai! / Tidak.

Baik untukmu.

Kau pikir aku sudah tua

dan tak bisa berkata-kata?

Ayah, aku... / Diamlah.

Heping! kau...

Lancang sekali kau?

Kau memberikan sumbangan sekarang?

Ayah. / Jangan panggil aku ayah, kau punya ayah sendiri.

Ayah, aku tak peduli dengan yang terjadi antara aku dan Yangduo.

Kau akan selalu menjadi ayahku. Mengerti?

Li Yangduo.

Li Yangduo!

Apa kau sudah selingkuh dengan pria lain? / Ayah ini bicara apa?

Mengapa kalian bercerai? / Sudah bercerai.

Apa ada pria lain? / Tidak.

Kau harus menikah kembali.

Ayah bicara apa? Mengatur pernikahan lagi?

Waktunya sudah berbeda sekarang. Aku sudah dewasa. / Aku masih ayahmu!

Ya, ayah yang melahirkanku. / Ibumu yang melahirkanmu!

Apa ini bukan urusan ayah?

Ini memang urusanku.

Ini kesalahanku!

Ya! Kita terlahir ke dunia ini untuk mandiri, untuk jadi diri kita sendiri.

Aku ingin mengikuti kata hatiku.

Pada awalnya, aku jatuh cinta pada Dahai.

Ayah anggap dia brengsek. Ayah memintaku menikah dengan Heping.

Dan sekarang apa, kami bercerai. / Jangan sebut-sebut Liu Dahai.

Dia itu penipu, pembohong dan pencuri.

Tukang judi dan suka minum alkohol.

Begitulah dia. Aku tak ijinkan kau menikah dengannya.

Ayah pikir dia bukan pria yang pantas. Tapi pekerjaan dia sukses sekarang.

Dengar, Heping sungguh pria yang baik.

Mengapa, apa kau sudah mengemukakannya?

Ya.

Mengapa, katakan! / Pukul aku, pukul aku!

Mengapa? Karena tak ada cinta.

Tak ada cinta.

Itu saja. Aku selalu mendengarkan ayah.

Ayah bilang, seorang wanita harus berkeluarga sebelum berkarir.

Aku menikah di usia 23 tahun. Aku punya anak di usia 24 tahun.

Aku lakukan semua yang ayah minta. Ayah memintaku

untuk bekerja di pemerintahan

ayah memohon pada pejabat agar aku bisa masuk. Lalu aku lakukan.

Aku terjebak di perkantoran dengan sepotong koran dan secangkir teh.

Aku melihatnya berulang-ulang. Itu menyiksaku.

Aku hampir hidup menjadi fosil.

Aku lakukan semua yang ayah minta. / Mengapa menyalahkanku?

Aku tak menyalahkan siapapun, aku hanya lakukan semua yang ayah minta.

Aku tak menyalahkan siapapun. Heping mendengarkan ayah.

Dia bisa saja pergi ke Shanghai.

Ayah memintanya bekerja di pabrik sebagai tukang teknik.

Kedengarannya bagus. Tapi bagaimana dia sekarang?

Gajinya terbatas.

Ayah bilang kami harus mendengarkan ayah. Apa lagi yang ayah inginkan?

Kami telah mendengarkan, kami capek.

Apanya yang salah? Dimana kesalahanku?

Kau muncul menjadi hebat. / Tidak, aku tidak hebat.

Tapi aku sekarang bahagia di Beijing. Sangat bahagia. Karena ini pilihanku.

Ayah, jangan marah. / Kau bahagia 'kan?

Ya.

Kau menanggung hutang. Kau bahagia?

Kau pikir aku tak tahu?

Hidupmu sudah layak?

Apa yang kau coba sembunyikan?

Kau seorang gembel di Beijing.

Kau tahu ini, kau tahu itu.

Semuanya bohong!

Aku beritahu, aku sudah dengar semua yang baru saja kau katakan.

Kau tak bisa melakukan apapun.

Aku cuma tinggal di rumah ini. Aku tak kemana-mana.

Tak akan pindah... Aku selalu mendengarkan ayah.

Kali ini ayah harus mendengarkanku. Ayah harus pindah bersamaku.

Pindah bersamamu?

Mengapa aku harus pindah? / Karena kau adalah ayahku.

Ayah harus ikut denganku.

Aku tak punya seorang putri. / Tapi aku punya seorang ayah.

Akan kujual rumah ini. / Tak peduli siapapun yang coba-coba menjual rumah ini

Itu kejahatan.

Ini memalukan bagi keluarga.

Lalu apa?

Rumah yang indah, kau menjual hal yang berharga.

Apa kau sudah gila?

Masyarakat sudah berkembang. Ini bagian dari kota yang akan dihancurkan.

Ketika hari itu tiba, bukan kehendak ayah untuk menjualnya.

Aku tak mau menjual rumah ini. Apapun yang terjadi.

Berapapun yang akan mereka bayarkan.

Aku tak akan pergi ke Beijing.

Semua orang berpikir tentang tempat ini. Rumah ini tak akan pernah dijual.

Mengapa? / Ini sebuah peninggalan.

Kau. / Rumah ini. / Peninggalan apa?

Pada akhir masa Dinasti Qing. / Ayah pasti belajar sejarah dengan baik.

Sejarah? Aku seorang guru kimia, sejarah hanya sepotong kue.

Lihatlah,

setiap baloknya adalah sejarah.

Kau tak boleh sentuh. Setiap perubahan kecil harus dilaporkan.

Mengerti? Aku akan lihat siapa yang berani menghancurkan rumah ini.

Aku tetap tinggal disini.

Mereka harus menguburku bersama rumah ini. / Yang ayah bicarakan cuma kematian.

Yang bisa ayah lakukan cuma menakutiku.

Menakutimu? / Ya.

Jika aku mati kau akan merasa bebas.

Benar 'kan Heping?

Tak seharusnya aku bertanya padamu soal ini.

Dimana serokanku? / Ini dia.

Serokan yang bagus.

Sudah rusak.

Itu tak bisa diperbaiki.

Lihat bagaimana aku bisa memperbaikinya.

Dimana sopan santunmu?

Siapa yang berisik disini?

Sana cari tempat lain!

Mereka datang.

Mengapa kau tak memberitahuku?

Pergi saja.

Apa yang kau lakukan, bu? / Zhu Li.

Zhu Li. Aku akan pergi.

Ayah.

Ibu.

Aku perlu bicara dengan kalian.

Kalian telah dewasa.

Siapa yang akan bayar biaya kuliahku tahun depan?

Aku yang akan bayar. / Tidak, ayah tak akan bayar.

Jangan menyelaku.

Kalian berdua disini, kita perjelas semuanya.

Jika ayah tak bayar, tak masalah.

Orang lain yang akan membayar. Ibu saja yang tak mengijinkan. / Baiklah.

Aku akan bayar.

Yang kuinginkan darimu hanya, belajarlah dengan tekun.

Baiklah., aku akan kembali. / Antarkan ayahmu pergi.

Ayo.

Sejak ayah dan ibu bercerai

aku berlagak seperti pacarnya dan putrinya.

Semuanya dia butuh bantuanku.

Dan selalu membuat dia marah.

Keluarlah.

Ayah.

Apa ini sopirmu? / Sopir apa?

Panggil dia Bibi. Ini adalah Zhu Li.

Bibi. / Zhu Li, Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru.

Jangan panggil aku bibi. Kau boleh panggil aku kakak.

Kakak tidak benar. Aku harus panggil kau ibu tiri.

Yang sopan.

Bagaimana kalau kau panggil aku dance king?

Itu nama lengkapku. Kisah nyata.

Seperti membacakanku puisi ketika aku kecil.

Aku si Dance King.

Ayahku, suka membacakanku puisi saat aku kecil.

Sudahlah.

Ayah.

Kau harus membacakanku puisi. / Sekarang?

Bacakan saja, jangan lihat dia.

Bacakan saja.

Baik, akan kubacakan.

Siapa yang menari memakai pita di langit

Daun-daun kuning menari di langit

Awan hitam menari di langit

Merah, oranye, kuning, hijau, biru

seperti pita menari di langit

Hentikan, kau merusak puisinya.

Aku ada kerjaan, aku harus pergi.

Sampai jumpa, Lily. / Masuklah.

Apa yang kau tertawakan?

Menari di langit.

Ayah.

Pergilah.

mahsunmax

Halo, Tn. Black. / Halo, aku di lokasi sekarang.

Aku mematikan telpon tadi, maafkan.

Tn. Black.

Kurasa menopause-ku datang lebih awal.

Ada apa? Kamu dimana?

Aku pulang ke rumah, aku kesini menemui ayahku.

Tapi berakhir dengan pertengkaran hebat.

Ada masalahnya?

Entahlah.

Emosiku sekarang ini tak terkendali.

Tn. Black.

Maukah kau membantuku?

Kemarilah sekarang. Sekarang, cepat.

Ada apa?

Jawab telponnya.

Ayah.

Ayah, lihat.

Ini Chen Xiaoqing.

Dia mengucapkan padamu Selamat Tahun Baru.

Tn. Black, ini ayahku.

Halo. / Matikan dulu oven-nya.

Pak Li, aku Chen Xiaoqing.

Dari A Bite of China?

Ya ya, lihat.

Kau bekerja sangat keras. Apa sekarang kau memasak?

Mengapa kau tak pulang ke rumah?

Lihat, kami sedang bekerja.

Kami bekerja di dapur.

Hey, kawan-kawan, berhentilah sebentar. Akan kuhitung 1, 2, 3

Ini ayahnya sahabatku.

Ayo ucapkan Selamat Tahun Baru bersama-sama. 1, 2, 3

Selamat Tahun Baru!

Selamat Tahun Baru!

Bagus, kalian lanjutkan.

Bagus, lihat. Pak Li.

Yangduo adalah kakak tercinta kami.

Dia telah bilang padaku berkali-kali.

Kalau kau pandai memasak.

Bagaimana kalau begini, maukah kau mengijinkan kami men-syuting-mu?

Oh Tuhan, itu suatu kehormatan besar.

Saat Yangduo mengatakannya, aku tak percaya.

Sutradara terkenal sepertimu...

dari CCTV... / Aku sudah tua.

Yangduo punya banyak teman baik di Beijing.

Kami semua ingin mencoba resepmu.

Bagaimana kalau kau pindah ke sini di Beijing.

Jadi kita bisa merasakan resep masakanmu juga.

Kak Black, tapi kau tahu tidak

Masakan harus dari lokal.

Airnya berbeda di tempat berbeda.

Bahan-bahannya berbeda di tempat berbeda pula.

Apa kau paham? / Kau sama seperti koki Inggris terkenal

Jamie Oliver. Semuanya soal lokal.

Terima kasih. Nah, Pak Li.

Aku tutup telponnnya sekarang.

Aku masih harus kerja. Sampai jumpa, aku pergi dulu.

Selamat Tahun Baru. / Itu kedengarannya sial.

Kau jangan pergi. Baik, perlu aku tambahkankan lagi..

Dia sudah pergi. / Kemana dia?

Dia sudah tutup telponnya.

Lihat 'kan? Sudah kubilang.

Dia itu kawanku. Sekarang ayah percaya?

Yangduo

bagaimana kau bisa ketemu dia?

Bukan urusan ayah. Aku sudah kenal dia sudah lama.

Sekarang aku lega.

Ibu.

Aku akan keluar untuk menjemput temanku.

Zhu Li

Teman yang mana?

Teman dari Amerika. Dia ada di Cina, aku harus menjemputnya.

Tunggu dulu.

Cowok atau cewek? / Cowok.

Pacarmu? / Bukan.

Sekarang Festival Musim Semi, orang Amerika

jauh-jauh kesini bagaimana mungkin dia bukan pacarmu?

Mereka tak punya Festival Musim Semi di Amerika.

Pria yang ganteng. / Berapa umurnya?

Dia lebih tua 2 tahun dariku.

Bukankah kau sudah janji

bila kau tak berkencan sebelum lulus?

Aku sudah bilang dia bukan pacarku.

Ibu makin ngawur saja. Tunggu sebentar.

Halo? Sudahlah bu, dia sudah datang.

Halo? Aku akan kesana.

♪ Aku pelan memainkan Guzheng-ku. ♪

♪ Burung pipit bermain di pohon bambu. ♪

♪ Cintaku padamu begitu dalam. ♪ ♪ Aku pergi kemanapun untuk mencarimu. ♪

MC Tian. / ♪ Cintaku. ♪

♪ Suara musikmu menyentuh hatiku. ♪

♪ Aku sombong dan bangga ♪

♪ hanya karena aku masih muda. ♪

♪ Aku harus tinggalkan dunia ♪ ♪ agar cintaku bisa bebas. ♪

♪ Kuingin namaku dicatat sejarah. ♪

♪ Kutelah berjuang bertahun-tahun ♪ ♪ sekarang rambutku memutih. ♪

♪ Siapa yang akan berada dipihakku. ♪ ♪ Siapa yang benar dan siapa yang salah. ♪

♪ Untuk apa hidupku, ♪

♪ Berapa kali kubisa jatuh cinta? ♪

♪ Aku bunuh kaisar, kuambil alih kerajaan. ♪

♪ Kumiliki mahkota dan aku jadi raja. ♪ ♪ Dunia dalam kekuasaanku. ♪

Selamat Tahun Baru! / Selamat Tahun Baru!

mahsunmax

♪ Aku mabuk sendirian. ♪

♪ Kurasa kasihku disini bersamaku. ♪

♪ Kumelihat dia dengan mataku. ♪ ♪ Yang aku mau.. ♪

♪ ingin... mabuk sendirian. ♪ ♪ Kurasa cintaku disini bersamaku. ♪

♪ Kumelihat dia dengan mataku. ♪

♪ Yang kumau... ♪ / Kemarilah.

Ayo kemari!

♪ Aku mabuk sendirian. ♪ ♪ Kurasa cintaku... ♪

Kesini atau tidak?

Sekarang ini Festival Musim Semi.

Aku tak akan menamparmu.

Selamat Tahun Baru.

♪ Aku mabuk sendirian. ♪ ♪ Kurasa cintaku disini bersamaku. ♪

mahsunmax

Ibu, aku pulang.

Kakek.

Kakek, lihat. Ini temanku.

Senang jumpa dengan anda. / Selamat tahun baru.

Kakek, selamat tahun baru, mana Angpaoku?

Ini belum tengah malam. / Kakek, lihat, hadiah.

Ini untuk ibuku.

Bu, Peter membawakan ini untukmu dari Amerika.

Apa kau orang Amerika?

Kakek, Cina-Amerika.

Kakekku orang Cina

pada Dinasti Qing, dia dulu membangun jalur kereta api

dan tak pernah kembali.

Jadi buruh.

Apa? / Buruh maksudnya pekerja.

Kakek, duduklah.

Duduklah, keturunan buruh. / Silahkan duduk.

Makanlah jeruk ini.

Tidak. / Tak mau?

Ini. / Begini

kau jauh-jauh kesini, bukannya tinggal di rumah selama Festival Musim Semi.

Kakek, mereka tak merayakan Festival Musim Semi di Amerika.

Kami merayakan Natal.

"Christmas". / Kakek tahu soal Christmas?

Kakek tetap mengikuti trend. / Dia ini trendy. Dia seorang guru kimia.

Tak heran dia bisa bahasa Inggris.

Cuma sedikit.

Zhu Li,

telah berada di Amerika selama bertahun-tahun, kami khawatir.

Benar 'kan?

Kalian khawatir? Dia seniorku di sekolah. / Senior? / Ya, dia setahun di atasku.

Kami khawatir tak ada yang menjaga dia.

Kau lebih tua dari dia.

Kalian harus saling menjaga.

Zhu Li selalu ada untuk menjagaku.

Kau bisa lakukan itu?

Tentu saja. Kakek tak tahu tentang aku.

Apa kau pacarnya dia? / Kakek bicara apa?

Buka mulutmu.

Jangan bicara ngawur.

Kau mau nonton TV? Akan kunyalakan TVnya.

Jangan nonton TV, duduklah dulu.

Berapa umurmu?

23 tahun. / Kakek...

Kenapa TVmu ini? Tidak bisa nyala.

Sudah hentikan saja.

Nanti pergilah panggilkan Tian. Dia yang akan memperbaikinya.

Baiklah. / Bagaimana makanmu?

Apa? / Berapa banyak makanmu? / Berapa?

Nafsu makanku besar. Aku biasanya menikmati buffet mewah di Amerika.

Kalau begitu kita "mishi" makanan ini sekarang.

"Mishi"? / Itu bahasa Jepang. / Artinya makan.

Baiklah. / Baiklah.

Ya.

Kakak ipar, TVnya kakek rusak, bisakah kau kesana?

Tadi kau panggil aku apa? / Ayolah.

Dia ingin nonton Gala Tahun Baru, ayo cepat.

Panggil aku begitu lagi.

Aku lapar.

Kita harus menunggu dan makan bersama.

Bersabarlah!

Tian, apa yang kamu lakukan?

Kenapa kau bawa pergi TV-nya? Aku bertanya padamu.

Ayah, Tian mengambil TV-nya.

Jangan cemas. Dia mungkin membawa ke tokonya untuk diperbaiki.

Kakek sudah datang.

Kakek terlihat ganteng.

Baju itu keren sekali. / Keren.

Duduklah.

Aku akan mengatakan sesuatu dulu. / Baiklah.

Zhu Li.

Aku ingin mengatakan sesuatu. / Baik. / Dengarkan.

Kita kedatangan tamu baru hari ini.

Akan kuberitahu kenapa kami merayakan Festival Musim Semi.

Baiklah.

Tian, kenapa kau bawa TV baru kesini?

Ini, sini, lihatlah.

Nah... ini bagus selama ada TV.

Jangan mengomel! / Tidak.

Tian, apa maksudnya ini? Dari mana kau dapat TV itu?

Aku meminjamnya. Tak apa-apa 'kan? / Dari mana kau meminjamnya?

Dari bosku. Tak apa 'kan?

Bosmu sangat baik padaku.

Siapa bosmu? / Dia suka memberikan sumbangan.

Tak apa 'kan? / Tian!

Jika kalian tak mau menontonnya, makanlah saja.

Aku lapar.

Kami dulu pernah bermusuhan.

Ayo makan. / Makan. / Lily, ayo makan.

Ya sebentar. Bigbang akan naik panggung.

Mereka di panggung sekarang! / Kau bisa menontonnya setelah makan.

Biarkan dia menonton. / Biarkan menonton apa?

Kakekmu telah bersusah payah untuk memasakkan kita makan malam ini.

Dia akan senang jika kita menghargainya.

Kau harus hargai usaha kakekmu.

Baiklah. / Apa kau tak bisa nonton siaran ulang?

Baiklah, sebentar.

Kau tak perlu mulut untuk menonton.

Ibu akan belikan tiket Bigbang.

Akan kubelikan tiket untukmu. Mengerti? / Baiklah.

Anak pintar. / Apa yang ibu lakukan?

Ayo berikan.

Ada apa? Jangan saling menyalahkan disini.

Dia masih bocah, biarkan dia menonton.

Kita sedang makan malam. / Apa masalahnya dengannya?

Kita sedang makan malam.

Kenapa Zhu Li? / Dia sedang hamil.

Tapi bukan aku "ayah"nya.

Lalu siapa?

Aku tak tahu. / Kau tak tahu?

Apa hubunganmu dengan dia?

Hubungan kami sekarang adalah.. aku mencintai Zhu Li,

Zhu Li tak mencintaiku.

Apa yang kalian lihat?

Cuma kehamilan.

Bu, Peter tak ada hubungannya dengan ini.

Yah, memang orang lain.

Siapa dia?

Siapa si brengsek itu? Dia sudah lari.

Aku tak peduli, Ny. Li.

Apa kau melakukan kemanusiaan disini?

Ini menggelikan.

Jangan ketawa. Jika kau tak mau makan, keluarlah.

Aku akan makan.

Aku tak akan menonton.

Kakekmenyuruhku makan, aku akan makan.

Kakek adalah raja sekarang.

Kita harus patuhi kakek, bukan orang lain.

Terima kasih, kakek

untuk makanan lezatnya.

Makan.

Kau masih berselera untuk makan?

Mengapa tidak? Kakek menyuruh kita makan, kita harus makan.

Zhu Li, kau ingin aku makan atau tidak?

Makanlah ini. Kau adalah tamu kami.

Resep kakekku adalah yang paling enak. Cobalah kue ini,

dan ini.

Kau memalukan. / Terserah, asal ibu senang.

Bicaralah sesuka ibu. Aku telah dibesarkan ibu.

Aku memang memalukan. / Aku masih butuh nama baik.

Nah, itu bukan urusanku.

Ya, kau benar, ini bukan urusanmu.

Mulai sekarang, aku bukanlah ibumu, dan kau bukan putriku. Setelah makan, kau keluar!

Mengapa?

Aku kembali dari Amerika. Ibu melarangku nonton konser BigBang, aku turuti.

Ibu menyuruhku untuk meminta biaya kuliah pada ayah, aku turuti.

Sekarang ibu melarangku menontong pertunjukan live BigBang.

Aku berhenti menonton.

Apa lagi yang ibu mau?

Ibu menyuruhku pulang, aku akan pulang. Ibu menyuruhku pergi, aku akan pergi.

Apa yang harus kulakukan agar ibu senang?

Duduklah dulu.

Tak apa.

Aku sudah memutuskan. Li Yangduo.

Aku akan berhenti kuliah.

Untuk apa? / Aku akan melahirkan demi dia.

Aku harus melahirkan demi bayiku.

Siapa yang akan membesarkannya? / Aku.

Bagaimana caranya? / Sama seperti ibu membesarkan aku.

Ny. Li.

Bayinya tak berdosa. / Akan kucekik kau!

Tenanglah! Aku yang akan membesarkan bayinya.

Aku semua yang menanggung. Sejujurnya,

Aku sudah buat keputusan sebelum datang kesini.

Aku akan menikahi Zhu Li. Mohon terimalah aku.

Aku tak bisa mengatakan "ya". Dia masih muda, masa depannya masih panjang.

Mengapa orang lain harus mengikuti rencana ibu?

Zhu Li!

Aku ini ibumu. / Kau masih tahu itu?

Lihatlah dia. Kakekku, kau kenal dia?

Ini ayahmu, kau tahu? Sekarang malam Tahun Baru!

Kita ini keluarga.

Kita harusnya makan dengan senang.

Kenapa itu susah? Kita bicarakan ini besok.

Kakek, sekarang lebih dari 70 tahun.

Dia telah banyak merasakan Festival Musim Semi yang bahagia.

Sekarang untuk pertama kalinya, ibu telah merusaknya.

Li Yangduo. Yang kau pikirkan hanya soal uang.

Uang, uang, uang. Apa lagi?

Aku cari uang demi kamu.

Berhentilah ngomong begitu! Mana tasku?

Kau tahu tidak, Li Yangduo?

Mulai sekarang, kau tak perlu cari uang untukku.

Dengarkan aku. / Tenanglah.

Aku tak akan kembali ke Amerika. Aku berhenti kuliah!

Bagaimana kau nanti ngomong pada ayahmu?

Ny. Li.

Kau senang sekarang?

Kau puas sekarang? Harusnya ini makan malam yang bahagia.

Li Yangduo.

Mulai sekarang

kita sudah berakhir.

Makanlah makananmu.

Zhu Li, kau menjadi sangat emosional. / Tidak.

Harus begitu sekarang.

Aku sudah peringatkan kau saat kemari..

seperti apa keluargaku?

Aku tahu. / Lihat 'kan?

Inilah keluargaku. Jadi?

Pergilah saja.

Kau bercanda?

Meninggalkanmu disini? / Ini tak adil!

Menghadapi semua ini sendiri.

Aku seorang lelaki. Aku harusnya membuatmu bahagia 'kan?

Tapi ini bukan Amerika. / Tentu saja.

Ini Cina. / Aku tahu.

Mereka menerimaku.

Aku akan tinggal. Bagaimana?

Jangan menangis.

♪ Aku mabuk sendirian. ♪ ♪ Kurasa cintaku disini bersamaku. ♪

♪ Kumelihat dia dengan mataku. ♪

♪ Yang kumau hanya bersamanya. ♪

Jangan disentuh.

Kabel sekringnya putus. Aku akan pergi cari Pak Li.

Listriknya mati. Ayo, Listriknya mati.

Listriknya mati, ayo. Listriknya mati.

Kasihku

jangan takut.

Sekarang Festival Musim Semi, aku tahu kau takut kegelapan.

Kasihku

kau

adalah guru matematika.

Aku guru kimia.

Bantulah aku menghitung matematika.

Aku ingin

bertanya padamu.

Putri kita ada disini.

Cucu kita ada disini.

Dia sudah punya pacar sekarang.

Dia orang Amerika.

Cucumu sedang hamil.

Masalahnya sudah selesai

tapi sepertinya bayi mereka

milik orang lain?

Apa ini

sebuah reaksi kimia?

Aku sudah lama hidup.

Aku tak bisa selesaikan masalah ini.

Kasihku, mari kita minum

untukmu. Selamat Tahun Baru.

Listriknya sudah menyala!

Banyak sekali makanan.

Hari apa sekarang?

Sekarang tahun baru.

Ini dia untukmu, Zhu Li, Selamat tahun Baru.

Ini hari besar.

Telah kusiapkan Angpao.

Aku harus telpon putriku.

Bagaimana Tahun Baru dia di Beijing?

Tak ada sinyal?

Dan juga Mao

aku belum menelpon Mao.

Menelpon Mao,

menelpon anakku.

Nak,

Mao

Mao, nak, bicaralah.

Sekarang Festival Musim Semi, semua datang kesini

kecuali kamu.

Mengapa kau masih repot dengan itu?

Kau cuma mencuri uang

dan kau tak mencuri dari orang lain. Kau mencuri dari ayahmu.

Aku sudah lupakan semuanya.

Pulanglah untuk tahun baru.

Berjanjilah, Selamat Tahun Baru.

Baiklah.

Bocah itu selalu menyimpan dendam.

Aku ini ayahmu.

Banyak sekali makanan.

Mao.

Heping.

Lily.

Aku harus taruh yang ini disini.

Akan kusimpan yang ini. Menunggu orang-orang datang

dan memberikan angpao pada lainnya.

Apa yang kamu katakan? / Selamat Tahun Baru.

Ya. / Ya, bagus sekali! Kamu memang hebat.

Dengarkan aku. Tunggulah nenek memberimu angpao,

tapi jangan memintanya. Kau dengar aku?

♪ What fun on the sleigh ♪ Betapa menyenangkan naik kereta luncur

♪ Jingle bells, jingle bells, jingle all the way ♪ Bel berbunyi sepanjang jalan

♪ What fun it is to ride and sing in a one horse open sleigh ♪ Menyenangkan bernyanyi naik kereta luncur ditarik seekor kuda

Apa dingin di Paris?

Pakailah baju tebal, jangan sampai kedinginan.

5 menit lagi, kita akan sampai di rumah nenekmu.

Runrun akan makan kue bola sebelum tengah malam.

Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru. Jiayuan.

Kembang api. / Kembang api.

Tunggu disini.

Ayah?

Bibi.

Ayah!

Ayah! / Zhu Li!

Kakek menghilang.

Telpon. / Ayo.

Ayah! / Kakek!

Kakek!

Kakek! / Ayah!

Kakek! / Zhu Li, kakek.

Kakek! Paman Tian. / Ayah!

Paman Tian, apa kakekku bersamamu?

Tidak. Apa yang terjadi?

Kakek...

Apa yang terjadi? / Kakek menghilang.

Kakek!

Halo, Mi. Buka pintunya. / Kakek!

Buka pintunya!

Kemana dia perginya? Han, apa kau melihat ayahku?

Apa kakek Li bersamamu? / Ada apa dengan ayahmu?

Aku tak tahu kemana dia?

Kau bisa bantu aku harus kemana mencarinya? / Ayo cepat

Buka pintunya!

Shen Qiang, ini aku. Ayahku menghilang lagi.

Kakek! / Bantu aku lihatkan dia mungkin ada di stasiun kereta.

Baik, aku tunggu SMS-mu. / Kakek!

Kakek! / Kakek!

Kakek!

Kakek!

Halo, Dahai.

Ayahku menghilang.

Kakek Li...!

Dia pergi keluar selama makan malam.

Kakek Li! / Baik, akan kutunggu SMS-mu.

Dahai. / Bing.

Selamat Tahun Baru. Hubungi stasiun TV.

Biarkan mereka siarkan berita ini.

Pemberitahuan Orang Hilang. / Tak masalah.

Mertuaku menghilang. / Berapapun biayanya?

Akan kubayar, 50 ribu?

Tidak, bagaimana kalau 100 ribu? Cukup? / Ini aku, aku akan membantumu.

Percayalah, aku bisa atasi.

Kakek Li!

Kakek Li!

Selamat Tahun Baru. / Selamat Tahun Baru...

Damai Sepanjang Tahun.

♪ Pang masih tetap Pang ♪

♪ Chun masih tetap Chun ♪

Selamat Tahun Baru.

Terima kasih, sutradara. Ingat berikan kami angpao.

Selamat tahun baru.

Kesinilah.

Jadilah lelaki. Jangan takut kembang api.

Tetaplah aman.

Aku mendapat 8,8 kuai. / Tidak.

Aku mendapat 15 kuai.

Apa? Halo?

Apa kau melihat Weibo-ku?

Aku tak bisa mendengarmu. / Kenapa kau tak balas SMS-ku.

Hey tenanglah. / Kakekku menghilang.

Kami tak tahu dimana dia.

Jangan bercanda, sekarang bukan "Hari Mengerjai". / Cepatlah!

Tak ada yang membalas SMS-ku.

Aku sangat cemas.

Sayang. Apa kau kenal bintang itu?

Si Zhang Yibai.

Kawan-kawan, semuanya. / Apa? / Ada sesuatu terjadi.

Ada seorang kakek tua di arah timur-laut. Seorang guru tua.

Dia menghilang, ayo..

kita posting ke Weibo. / Kita membantu orang.

Ada apa? / Kenapa?

Seorang kakek tua dari kota asalku

telah menghilang hari ini. / Nah, mari kita re-tweet itu.

Mari kita posting ke Weibo. / Ayo kita posting ulang.

Ayo minum.

Siapa yang kau telpon? / Huang Bo, Huang Bo.

Hey Bo.

Halo?

Apa?

Tak masalah, akan kuposting ulang ini sekarang.

Akan kuposting ulang sekarang.

Ibu.

Pertunjukanku sudah selesai sekarang.

Selesai?

Pekerjaanku sudah beres.

Aku akan pulang besok.

Aku mencintaimu.

Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru!

Kami sudah makan.

Sebentar lagi kami akan pulang.

Ibu... Ibu!

Seseorang mengatakan telah melihat kakek di stasiun kereta.

Memakai topi dan baju yang sama.

Pak Li. Aku ke stasiun kereta.

Kakek. / Itu kakek. / Ayah!

Kakek. / Ayah.

Apa yang ayah lakukan disini?

Kami mencari-carimu.

Kakek. / Yangduo sudah pulang.

Kau naik gerbong mana saat kau pulang?

Kami sudah pulang, untuk tahun baru.

Ayo kita pulang. / Mana barang bawaanmu?

Semua sudah ada di rumah. / Kau membuat kami ketakutan, kakek.

Shh... / Kau membuatku ketakutan. Berkeliaran seperti ini

Menyusahkan.

Ayo bangun.

Sekarang tahun baru. Jangan khawatir.

Ayah!

Mao.

Ayah.

♪ Aku takut setengah mati. ♪ ♪ Aku ketakutan ♪

Diamlah!

Mao telah pulang.

♪ Aku mabuk sendirian ♪

♪ Kurasa kasihku disini bersamaku ♪

mahsunmax, 18 Juli 2016

thanks for whatching without doing resync

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.