Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swedish
Tajik
Tatar
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
~** Subtitle by Faisal Teweh **~ http://subscene.com/u/530465
~** Alih penyempurnaan bahasa by Rahmat Khan Akbar Sikumbang **~ rahmatkumbang@rocketmail.com
~** Translated Song By Rahmat Khan Akbar Sikumbang **~ rahmatkumbang@rocketmail.com
New york...
Salah satu kota terbesar di dunia
Perusahaan modal dunia.
Setiap nafas.... setiap denyut jantung dipenuhi dengan kecepatan
Disini semua orang selalu terburu-buru...
terburu-buru ingin meninggalkan rumah... terburu-buru ingin sampai ke kantor...
selalu buru-buru ingin maju satu atau dua langkah dalam kehidupan
Tak ada tempat bagi orang yang tidak punya harapan disini
Meski ribuan mil jauhnya dari India, kota ini dipenuhi oleh orang India
Faktanya, orang bilang setiap empat orang di New York ini adalah orang India
Satu hal lagi...
Oh... ngomong-ngomong itu aku!
Kota ini mengajarkanku buat mandiri...
Mengajarkanku untuk bertanggung jawab penuh...
Mengajarkanku untuk menghadapi kehidupan...
...tapi tidak bisa mengajarkanku jatuh cinta...
Kemana perginya waktu?
Kapanpun aku melihat kota ini dari jauh..
Aku merasa Papa ada didekatku
Kapanpun aku rindu padanya, aku datang kesini
Aku Naina Catherine Kapur dan ini adalah kisahku
Aku paham Tn. Shah,
tapi cobalah mengerti masalahku
Kumohon, aku harus dapat pinjaman tambahan.
Aku tau restorannya di tengah-tengah.
Tapi kami punya banyak saingan disekitarnya, Tn. Shah...
Ibuku, Jennifer. Setelah ayah ku meninggal...
tanggung jawab keluarga di pikulnya
Tapi dia tak pernah mengizinkan kami untuk merasakan kesedihannya
Terima kasih...aku. - Aku pulang.
Darimana saja kamu?
Central Park
Central Park? Untuk apa?
Ketemu sama seseorang. - Siapa?
Ketemu pacar..
Tagihan...tagihan...tagihan sangat rahasia.
Ini punyaku.
Apa ini? Ini surat punyanya Sweetu lagi
Kapan sih tukang pos paham kita itu Kapur dengan 'U'...
dan mereka Kapoor dengan huruf 'O'? Dia selalu...
Kenapa mama menangis?
Tidak... kau yang nangis...
Tidak ada kok, Ma.
Aku dan mama... Tiap hari kami sama-sama berbohong
Kunwardi kudi
Kunwardi kudi biro pernikahan, Apa maksudnya ini?
Kenapa tidak kau tanyakan pada nenekmu?
Pasti itu rencana barunya buat mencarikanmu calon suami
Tapi aku tak ingin menikah... Kenapa sih nenek tak bisa membiarkanku sendiri?
Kenapa dia tidak pergi saja?
Dimana dia, Ma?
Sebentar lagi jam 8...
Hai semua, 10 detik lagi.
8 detik lagi.
4,3,2,1 ....bang.
Nenek ku Lajjo... Dia punya tiga impian
Satu menjadikan New York bagian dari Punjabi.
Dua, aku menikah dengan Sardar dan yang ketiga... ingin ibuku mati
Dewi Saraswati, Lata, Asha dan Usha sudah melayani kamu dengan musiknya setahun
Tapi mulai hari ini Kammo, Vimmo dan saya, Lajjo...
Hallo..! Akan melayani kamu.
Jadi tanpa menunda-nunda lagi, kami akan mempersembahkan lagu buat mu
Judulnya adalah 'Pritam datanglah kemari...'
Lagu ini secara khusus diminta oleh tetangga kami, Chadda dari Quenn...
Kamu sangat baik sekali...
Kammo... Vimmo...
Ayo Lajjo...
Ayo Lajjo...
~** Pritam, datanglah kemari... **~
~** Pritam, datanglah kemari... **~
~** Hatiku yang sedih menyeru namamu... **~
~** Pritam, datanglah kemari... **~ ~** datanglah kemari... datanglah kemari... **~
Nenek.... Hentikan ini.
Oh Tuhan! Mengganggu do'a kami?
Kau menghina dewa?
Apa kau tidak malu?
Apa kau tidak malu?
Menyanyikan "datanglah kemari" "datanglah kemari" pada Chaddaji?
Siapa yang bernyani buat Chaddaji? Kami lagi bernyanyi "Pritam, datanglah kemari"
Siapa nama depannya? - Pritam....
Dan apa ini?
Apa? - Ini.
Wow! Fhoto dari Kunwardi Kudi
Ketiga-tiganya tampan
Tiga? Mereka itu orang yang sama
Tidak, tidak anak ku mereka beda...
Eh, bagaimana iklan Kunwardi Kudi?
"Hei gadis, hei gadis, hei gasis... pilihlah pengantin priamu dan bebaslah"
"Pilih satu, dua atau tiga"
Nenek, aku tidak tertarik untuk menikah dengan siapapun... mau itu satu, dua atau tiga
Anakku, jika kau tidak menikah, bagaimana kau bisa mendapatkan anak?
Aku bisa punya anak. Walaupun tanpa menikah
Adikku Shiv, dia cacat.
Dia tidak bisa main basket seperti anak-anak yang lain...
tapi dia bisa cukup mengganggu seperti anak yang lain
Shiv, matikan TV nya
Kapanpun ku lihat, selalu saja basket
Hanya karena aku tak bisa main, bukan berarti aku tidak bisa melihat...
Jangan manja dengan ku. Bisakan. Cepat.
Gia, bantu adikmu.
Kakak, apa kau lihat boneka baruku? - Gia!
Ini Mama, ini kamu...
ini kakak, ini aku dan...
Oh, jadi kau sudah bangun ya....!
Tampan kelihatannya... seperti Hari Putter...
Harry Potter, nek...
Ya ya... Terserahlah... Hari, Harry...
Selamat pagi, nenek. - Ya Ya...
Apa rencanamu hari ini?
Sayangnya nenek hanya untuk Shiv seimbang dengan kebenciannya pada Gia
Gia adalah anak adopsi dan mungkin karna itu nenek menganggapnya bukan keluarga kami
Dan Gia... Dia selalu menjauhkan boneka nenek dari keluarga impiannya
Jarak tidak hanya terjadi dalam dua kubu dalam rumah...
Guru Nanak dan Yesus juga berperang di rumah ini
Sangat dingin, apa pemanasnya hidup?
Kau selalu panas, iya kan?
Apa? - Tak apa!
Apa mungkin? - Diam.
Taruhan? - Jangan ganggu aku.
Ayam hanya 1 dollar.
Apa sarapannya? - Buah dan sereal
Apa? - Sereal...
Apa sudah mulai? Serialnya Kahani Ghar Ghar Ki...?
Bukan serial tv... Sereal yang kita makan
Lantas apa lagi yang baru ? Itu yang selalu kita makan tiap hari
Kasihan menantuku... dia tak tahu bagaimana caranya membuat makanan India
Menantu kami, Jenny
Apa kau tau, Naina?
Aku mimpi yang indah tadi malam
Dalam mimpiku, aku sedang makan Aloo parathas yang panas...
Dengan banyak mentega putih Oh... rindunya aku dengan Chandigarh
Jika kau sangat rindu pada Chandigarh maka pergi saja dari sini
Bagaimana menurutmu Naina?
Aku tak akan kemana-mana. Jika aku pergi, apa yang terjadi dengan anak-anak?
Aku sangat peduli dengan mereka
Dan aku hanya peduli masalah mereka
Ya tentu... Buat apa juga kau peduli akan diriku?
Siapa sih aku buat kamu? Jika saja anakku hidup saat ini...
Hanya jika dia masih hidup...
Hentikan. Sudah hentikan.
Ini uangnya. Kau menang. Seperti biasanya, apa kau senang sekarang?
Dan kalian berdua... lupakanlah.
Pagi ku selalu dimulai seperti ini, sama setiap harinya
Mama dan nenek bertengkar, diikuti dengan kemarahan ku keluar rumah...
dan kemudian mendengarkan tetanggaku yang bodoh, Sweetu si tukang bual
Oh Hai! - Sebentar.
Oke, jadikan 2 buah donat, 2 blue berry muffin.
2 coklat frappechinos.
Dan apa yang kau pesan?
Sweetu. Nama lengkapnya, Jasprit Kapoor... Kapoor dengan dua 'O'.
tetanggaku.... dan sayangnya adalah teman baikku.
Dia punya dua masalah. Berat badan yang tak pernah turun-turun...
dan kenyataan kalau dia tidak pernah sedih dengan hal ini.
Katakan, Na... - Tolong satu double expresso.
Ini suratmu. Nyasar ke rumah kami lagi
Namamu harusnya J. Kapoor...
Oh Wow! Naina, formulir Kencan Buta. - Formulir apa?
Ini adalah layanan yang sangat keren... sangat terkenal di New York
Hanya mengisi deskripsi pria yang kamu inginkan...
Menulis tentang dirimu sendiri...
mereka akan mencocokkan datanya dan bingo, kau dapat prianya...!
Wow! Lantas kau nulis apa tentang dirimu?
Dengar Naina, aku harus menuliskan yang sebenarnya... Yang mana... adalah
Apa yang kau tulis?
Dari jauh, Aku kelihatan seperti Aishwarya Rai...
Dan dari dekat, Seperti rumahnya Aishwarya Rai
Oh Tuhan...! - Lihat aku....
Oh Tuhan..., lihat dia....!
Lihat aku, aku sedang marah...! - Dia sangat manis.
Sweetu, lihat aku... - Aku sudah melihatmu setiap hari...
Dia sangat manis... - Diam... diam....
Pria, pria, pria... Hanya itu yang kau pikirkan
Apa yang akan terjadi?
Kau akan dapat pria yang kau inginkan...
Kau akan menikah, kau akan punya anak, dan kemudian...
dia akan meninggalkanmu pergi jauh
Lalu apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan?
Aku akan menikah lagi..., lalu apa lagi?
Lupakanlah. Hanya...
Naina, apa yang dikatakan nenek itu benar...
Sayang, kau butuh bantuan.
Kau dan Nenek mu...!
Dasar... menghancurkan usaha kami!
Jazz...nama lengkapnya Jaswinder Kapoor
Kakaknya Sweetu dan sayangnya...
Teman baik dan juga rekan Mama dalam menjalankan restoran
Dia juga punya masalah
Ingin tetap awet muda, sampai dia frutasi...
dan umur yang tidak mau diakuinya.
Oh pelanggan...!
3 Gelas kopi. - Sebentar ya.
Terima kasih....mami.
Dengar, aku minta maaf Jenny.
Tak masalah. - Ini bukan tak masalah.
Dengan kesulitan yang kita hadapi, Kita kedatangan empat atau lima pelanggan
Jika mereka pergi, terima kasih padamu, apa yang akan kita lakukan?
Dengar. - Tidak, kau yang dengarkan.
Kau sangat tahu, kalau kita tidak mengembalikan pinjaman dari Bank...
suatu saat kita harus meninggalkan tempat ini..
Lalu, apa yang akan kita lakukan?. Maksudku apa...
Oh Tuhan! Harinya hujan. Aku benci yang namanya hujan.
Opps! Maaf. Itu tadi temanku. Aku lupa memberi thau tentang dia
Kenalkan Rohit Patel.
Anak dari Karsanbhai & Sarlabhen Patel.
Karsanbhai adalah salah satu orang Gujarat terkaya di Amerika
Cabang rumah makannya sangat terkenal di seluruh negara
Namanya: Dial a Dhokla
Rohit tinggal sendirian di New York
Dalam pekerjaan, dia tak mengalami kemajuan selama tiga tahun
Hai teman-temab. Selamat bersenang-senang.
Ya, terima kasih. - Baik.
Baiklah. Jadi, aku bisa minta filenya dengan ini...
Ah Julia!
Makan malam jam 8?
Makan malam jam 8... 8... Makan malam
Makan malam jam 8 - Yaah.
Baiklah. Aku jemput kau jam 7.30.
Kasian Rohit... dia tidak sekeren pikirannya
Tapi...
Dia tak pernah nyerah.
Hei indah! - Apa kau bicara padaku?
Lantas siapa lagi? Kau pikir aku bicara dengan badak itu ya?
Namaku Rohit
Jangan ganggu. Aku sudah menikah - lalu kenapa?
Lalu kenapa bila kau sudah menikah...
....dengannya
Aku minta maaf. Bukan maksudku. - Turunkan dia.
Aku bahkan tidak suka padanya. - Turunkan dia.
Daah, hati-hati.
Jadi, itulah Rohit Patel.
Bagaimana aku bisa kenal dia? Setahun yang lalu...
Aku satu kelas dengannya saat kuliah MBA
Maaf, aku terlambat. - Jalan.
Apa yang terjadi? - Tak ada, aku sedang turun dengan lift dan...
Aku mengerti... Siapa nama wanita itu?
Aku tak tau. - Suami atau pacarnya yang memukulmu?
Suami... - Siapa namanya?
Hari Prasad Chaurasia... bagaimana aku tau nama suaminya...
Oh Rohit... Aku merasa tak enak... - Tak apa...
...kalau dia tidak memukulmu lagi... - Terimakasih.
Bagaimana akhir pekanmu?
Luar biasa!. Aku pergi ke London dan Paris...
Ini adalah pertunjukan. Lagipula akhir pekanku jadi luar biasa hebat
Laila dan aku. Satu kamar... dengan satu tempat tidur... sepanjang minggu
Kau tau maksudku. - Oh ayolah.
Oh...Ah Laila, hentikan. Jangan disitu.
Hentikan. Jangan. Hentikan
Bisakah kau dengar...
Laila, jangan...
Syukurlah kau tidak seperti wanita lain di New York
Kau tidak seksi, juga tidak cantik dan kau selalu punya waktu buat ku
Aku suka kamu. - Terimakasih Rohit.
Terimakasih Rohit... jika ini bukan untukmu, aku pasti akan mati
Brengsek
Gita Patekar, mahasiswi baru.
Hari ini hari pertamanya masuk. sUdah bercerai, demi Tuhan jangan ganggu dia
Hai! - Hai!
Silahkan duduk - Dimana?
Aku ingin bilang di hatiku... tapi sekarang.... duduk saja di belakang ku dulu.
Gila !
Makan malam jam 9.
Tolong jangan ya.
Aku pikir, apa sih yang ditulis Rohit di buku harian hitam nya...
Aku tak pernah menanyakan padanya...
Dia marah
Saat ketemu dia pertama kali, aku tidak suka padanya.
Tapi sekarang, dia adalah temanku... teman dekat ku
Pada dasarnya, dia orang yang baik aku berani jamin... kau tahu kenapa?
Karena malam itu, dia tidak membatalkan kencannya
Bersulang untuk mu.
Rohit Patel, aku melupakan semua masalah rumahku bila bertemu dia.
Kau sehat, nak? Semoga tak sakit ya... - Maaf, Nek.
Maaf apa? Apa kau tidak lihat? Bagaimana kalau Shiv terluka?
Apa yg kau lakukan? Dia hanya anak kecil...
Anak kecil? Kau memanjakannya
Tugasnya buat menjaga saudaranya
Dan kau, harusnya memaafkan... bukan memukulnya
Aku masih tak akan memaafkanmu... apalagi dia, memang siapa dia?
Maafkan aku? Apa yang sudah kulakukan? - Lupakanlah...
Tidak tidak... katakanlah.. Kesalahan apa yang sudah kulakukan?
Dengar... Diamlah...
Komentar yang sama setiap hari! Silahkan kau ungkapkan kapan saja
Jangan sampai aku buka mulut
Kenapa kau takut? Katakanlah...
Karena kamu anakku...
Nenek.... Cukup!
Kenyataan bertahun-tahun yang kami ketahui, tapi tak pernah kami bicarakan...
hari ini dibicarakan
Kematian papa bukan karena tiba-tiba
Dia melakukan bunuh diri...
Kenyataan memang selalu pahit.
Tak ada yang tau kebenarannya. Bahkan kau pun tidak
Hentikan Gia... hentikan... Jangan menangis lagi...
Nenek benci padaku. - Tidak sayang, nenek tidak benci kamu.
Dia benci mama.
Jangan katakan itu...
Dia sedang marah sekarang... semuanya akan baik-baik saja
Kapan semuanya akan baik, Mama?
Kau tau, saat aku masih kecil...
Aku biasanya menangis karna hal kecil. Ibuku selalu bilang padaku...
Tuhan akan mengirimkan kita malaikat buat menghapus air mata kita
Malaikat? - Malaikat sayang, malaikat
Malaikat kita pasti datang... dia akan menghapus air mata kita
Dia akan memberi kita kebahagiaan...
dan membuang jauh kesedihan kita
Kapan malaikatnya akan datang?
Mari kita lakukan satu hal
Hari ini, dalam do'a kita mari kita minta pada Tuhan mengirimkan malaikat buat kita?
Wahai Tuhan, jika Kau mendengar.
Tolong berikan setitik cahaya dalam masa-masa yang gelap... Cahaya kecil...
Dan tiba-tiba saja musim berganti...
Tak ada yang tahu bagaimana, tapi berhasil mengusir awan kelam...
dan matahari pun tersenyum pada kami
Ayo, dia sendirian... Dia sendirian. Ayo.
Apa yang kalian lakukan ?
Mau kesini dan mengajari kami, brengsek.
Jika saja aku bisa ikut bermain, Aku pasti akan main dengan kalian
Halo pria, halo wanita, halo boneka.
Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan disini?
Oh, aku minta maaf. Aku Aman.... Halo.
Mama bilang supaya jangan bicara dengan... orang...as... asin...
Bukan asin, bodoh... Asing
Tapi aku bukan orang asing. Aku tinggal di sebrang rumah
Salah. Paman Chadda yang bodoh yang tinggal disitu
Aku tau... dia itu pamanku
Yee..., kau sudah melakukan Boo boo.
Ya, dia sudah melakukan boo boo. Tak apa.
Aku tahu dia sedikit bodoh...
dan aku juga dengar dia punya hubungan dengan nenek tua yang bodoh disini
Itu nenek kami
Oops! Aku sudah melakukan - Boo Boo
Aku minta maaf.
Omong-omong, siapa nama nenek kalian?
Nenek! - Nama yang indah!
Dengarkan belas kasihan kami... dan Tuhan akan menedngarkan do'a kami
Oh wow! Ada apa ini? Memang ada pengemis di New York?
Itu bukannya pengemis... Itu adalah nenek kami!
Oh! Aku minta maaf!. Aku akan melakukan suatu hal dulu
Semoga beruntung.
~** Dengarkanlah kemalangan kami.... **~ ~** dan Tuhan akan mendengar doamu **~
~** Kau memberikan kami dolar dan **~ ~** Dia akan memberikan kalian 10 lakhs **~
Nenek! Nenek!
Oh Lajjoji... Dia mendengar do'a kita!
Siapa? - Dia...
Nenek! Oh nenek...
Jennifer Lopez!
Spice Girls... disini... disini...
Ada apa? Kami lagi sembahyang pada Dewi Saraswati
Kau bukannya berdo'a pada Saraswati... Tapi kau sedang menyiksanya!
Sekarang... Saraswati tak bisa datang kemari
dia lagi ada kesibukan, aku mohon padamu...
Tolong jangan nyanyi!
Apa?
Apa maksudmu "Apa"?
Lihat kemari... anak muda ini anak-anak yang lagi main disini...
akan merasakan pengaruh yang buruk
Mereka akan kehilangan kepercayaan dengan musik!
Memang kamu siapa bicara seperti itu pada kami?
Oh, maaf lupa memperkenalkan diri...
Saya Aman Mathur, tetangga barumu...
Dan merupakan keponakan Chaddaji
Keponakannya Chadda?
Lajjoji... Jangan dipikirin. Keponakan ku memang suka jahil!
Hmmm... Kisah cinta Chadda dan Lajjo...
Tak perduli ama usia dan bersemi dalam keindahan...
Dia memang seksi!
Chadda! - Lajjo.
Lajjoji... jangan suka teriak-teriak di umur segini
Bila kau masih teriak, maka bakalan...
Jika kalian memang suka menyanyi, aku akan datang dan mengajarkan kalian
Katakan... Kapan aku akan main-main dengan kalian...?
Chadda! Dia bahkan tak tahu caranya bicara
Ada apa ini? Kenapa ribut pagi-pagi gini...?!
Si kaca mata!
Dia datang ke lingkungan kita dan melarang kita bernyanyi?
Kita nyanyi sangat bagus, tapi dia bilang kita tak bisa nyanyi...
Dia pasti mirip dengan Chadda... - Ayo kita bicara dengannya...
~** Aku melihat seseorang sesaat lalu... **~
~** Siapakah wanita itu? **~
~** Semakin aku melihatnya... **~
~** Semakin aku kagum... **~
~** Apa yang bisa aku katakan padanya? **~
~** Mainkan **~
~** Aku melihat seseorang sesaat lalu... **~
~** Siapakah wanita itu? **~
~** Apakah dia tunas...? Apakah dia sinar...? **~
~** Atau dia bagian dari legenda? **~
~** Semakin aku melihatnya, Semakin aku kagum... **~
~** Apa yang bisa aku katakan padanya? **~
~** Pretty Woman... **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** Pretty Woman....katakan bersamaku...Pretty Woman **~
~** Aku melihat seseorang sesaat lalu... **~
~** Siapakah wanita itu? **~
~** Apakah dia tunas...? Apakah dia sinar...? **~
~** Atau dia bagian dari legenda? **~
~** Semakin aku melihatnya, Semakin aku kagum... **~
~** Apa yang bisa aku katakan padanya? **~
~** Pretty Woman... **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** katakan bersamaku...Pretty Woman **~
~** Ya Pretty Woman! **~
~** Dengarkan, gadis... rasamu dengan cara ini **~
~** Tidakkah kau melihat sinar mentari datang hari ini? **~
~** Kau dapat merasakannya seperti hari setelah malam **~
~** Jangan biarkan sinar mentari menjauh dari pandanganmu **~
~** Aku dapat merasakanmu... **~
~** Aku dapat merasakanmu... **~
~** Aku tergila-gila padamu, Pretty Woman **~
~** Warna emas... **~
~** warna kristal **~
~** pemandangan itu meninggalkanku terengah-engah ... Aku kagum **~
~** Tanda apa ini...? **~
~** Kenapa ada begitu banyak kebanggaan...? **~
~** Apa rahasia itu...? Bagaimana aku akan mengatakan itu **~
~** Senang dan marah saat itu juga... **~
~** Dia berganti warna tiap saat **~
~** Tapi ketika aku melihatnya, Aku menemukannya oh begitu indah **~
~** Semakin aku melihatnya, Semakin aku kagum... **~
~** Apa yang bisa aku katakan padanya? **~
~** Pretty Woman... **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** katakan bersamaku...Pretty Woman **~
~** Lakukanlah! **~
~** Matanya menahan kemabukan... **~
~** Ikalnya seperti awan... **~
~** Seperti tanda, oh sebuah keindahan, aku tidak pernah melihatnya **~
~** Aku melihat peri ini... **~
~** Dia meyakinkan hatiku gembira... **~
~** Bukankah ini musim yang menjadi semu? **~
~** Aku tidak tahu siapa namanya atau dimana dia tinggal... **~
~** tapi semua ini aku pasti tahu **~
~** Siapa yang melihatnya pasti akan tergial-gila **~
~** Semakin aku melihatnya, Semakin aku kagum... **~
~** Apa yang bisa aku katakan padanya? **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** katakan bersamaku...Pretty Woman **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** Lihatlah... Pretty Woman **~
~** katakan bersamaku...Pretty Woman **~
Gia!
Gia!
Maaf..., maaf....
Halo! Hai, aku Aman.
Aku tahu. Semua orang mendengarnya pagi ini
Aku tak pernah tahu Chaddasaab punya keponakan
Aku bahkan tak tahu kalau tetangga pamanku sangat cantik - Apa?
Aku sedang membicarakan tentang ibumu!
Jennifer kan!
Jennifer kau sangat, sangat, sangat cantik. - Terimakasih.
Biar ku katakan.
Ini Shiv, juara basket.
dan ini adalah si cantik Gia.
dan kau... - Tak tertarik.
Memang kelihatan di muka mu
Bagaimanapun, senang bisa ketemu dengan kalian semua.
Senang juga ketemu denganmu. - Terimakasih.
Kau tahu Aman?
Pertama kalinya aku melihat banyak warna di jalan kita secara bersamaan?
Aku tahu. Jalan yang sedikit membosankan.
Tapi jangan khawatir, sekarang aku disini...
Lihat apa yang akan terjadi di masa yang akan datang!
Kau pasti kemari karna urusan yang penting
Tidak, tidak juga. Hanya ingin menikah! - Benarkah!
Jennifer, aku ingin menikah dengan anakmu! - Apa?
Kau keberatan? Aku bicara dengan Gia.
Gia, sayang maukah kau menikah dengan ku?
Yeah.... kumohon... -Tidak... tidak.
Tak masalah...
Satu hal... apa dia lagi kesal atau memang dari lahir seperti ini?
Dia selalu seperti ini setiap hari - Jangan bicara seperti itu.
Tolong jangan ditanggapi. - Tidak... tak apa.
Ini masalah kekanakan saja.
Walau begitu, senang sudah ketemu.
Kita akan ketemu lagi sekitar jam 7 atau 8...
Jam 7 atau 8? - Makan malam
Ditempatmu... Aku kan tetangga baru kalian
Kau ingin mengundang kami kan...?
Oke.
Oke.... oke... oke.
Sebenarnya bukan jam 7... jam 8... Aku sedikit ada kesibukan...
dan setelah aku pergi, dia akan marah padamu.
... karena sudah mengundangku makan malam.
Tapi jangan khawatir... hanya masalah kekanakan saja
Dia tak akan bicara apapun.
Apa perlunya mengundang dia makan malam?
Ya... apa perlunya?
Sebentar, bukannya kamu juga ada tadi?
Aku tidak mengundangnya... dia sendiri yang mengundang dirinya.
Aku bilang padamu Lajjoji... Ny. Sharma sudah bilang padaku...
Siapa? - Dari Kunwari Kudi...
Dia sudah bilang
Pria tampan ini datang dari India...
dan akan membawa anak gadis kita kabur...
Kabur? Buat apa?
Buat sebuah kartu... - Ya... kartu jatah
Oh diam lah. Untuk Kartu Hijau biar bisa tinggal di Amerika... Memang apa lagi?
Oh Tuhan! Kau dengar itu?
Tuhan! Lindungi kami
Lupakanlah bibi. Cuma satu orang pria...
Aku bisa menghadapi seluruh tentara
Aku akan mengundang Sweetu dan Rohit buat makan malam
Rohit? brondong ya? - Apa dia jomblo?
Di muda... jomblo dan dia orang Gujarat
Gujarat! - Mereka itu cuma makan sayur
Tenang nenek.
Dia cuma teman dekat. Sama seperti Sweetu. - Sweetu?
Apa? Aku sedang siap-siap buat kencan buta!
Kencan buta? - Oh! Kencan dengan cowo buta!
Tak sangka dia sendiri sudah buta!
Kencan buta artinya kencan dengan orang yang tak pernah kita temui.
Dan saat dia meliat, dia akan sangat terkejut
Kasar sekali?
Walau begitu Naina, aku tak bisa datang malam ini, daaah semuanya.
Daaah bola, telpon saja temanmu
Aku ikut... tunggu.
Hei Naina. - Hei Rohit.
Ada apa?
Kamu sedang apa? - Tak ada... aku sama Gita.
Gita. - Kau ingat Gita.
Siswi pindahan di kelas kita.
Dia tinggal di Soho dengan dua wanita lain.
Dua wanita lain?
Kau dapat bonusnya! - Begitulah.
Ya. - Kau bisa datang malam ini buat makan malam
Makan malam apa?!
Ya... Mama sudah mengundang tetangga yg bodoh buat makan malam...
jadi kau pun datang
Jam berapa? - Jam 8...
8 malam? Permintaan yg mendadak buat Kunwardi Kudi?
Maaf Ny. Sharma
tapi kehormatan keluarga kami ada ditanganmu
Kau membuatku dalam kesulitan
Sardar! Sardar!
Dan ya... kumohon prianya harus Sardar
Masukkan ini. Mereka ingin Sardar
Apa aku harus pergi? - Oh diam
Yang kau pikir cuma nikah,
Maaf, katakan alamatnya...
Darimana kamu? Lama sekali...
Tanya saja Supermarketnya
Jeni, Naina pulang...
Tutup pintunya ya, sayang.
Jangan banyak... ini kebanyakan...
Kan kubilang, biar aku, Jenny...
Terimakasih Aman. - Buat apa...?
Aku kan hanya ingin mnyenangkan mertua ku
Apa katamu?
Kau sungguh manis. - Kau juga sangat manis.
Aku tahu dia
Oh, aku lupa... Rohit menelpon
Dia akan telat 15 atau 20 menit
Pria manis. Pacar. - Teman!
Ma... aku ingin bicara pribadi
Gia... keluar dulu!
Sekarang katakan?
Ma. - Apa yang kau lakukan Naina?
Aman ini... - Ibunya Aman...
Halo Tante - Halo. - Halo paman.
Aku tak melihat Lajjo dari tadi
Ya... kadang kami beruntung
Lucu sekali.
Ini rumah kita atau mereka? - Kita
Lihat aku dapat kaos baru.
Wow! Siapa yang memberikan? - Aman!
Tn. Mathur - Yeah sayang.
Jangan sebut aku sayang.
Kalo begitu panggil aku Aman.
Ada yang kurang? - Garam!
Kau pun punya masalah sama
Kenapa mengikuti aku?
Apa kau tak punya kerjaan?
Keuntungan restoran ini sangat jelek...
Bagaimana bisa?
Beraninya kamu, ini urusan pribadi.
Biar ku liat.
Aku minta maaf, anakku memang keterlaluan.
Aku minta maaf nak. - Tak apa.
Apa-apaan ini?
Kapan sih, bisakah kamu tidak kekanakan?
Satu tamparan... pasti akan buat jera
Katakan padaku.
Lajjoji... warna pink ini cocok buat kamu
Pakaian birumu juga ngga jelek
Tn. Blue... Ny. Pink... makan malam siap.
Aku tau...
Makanan India, pasti bukan bikinan Jeny
Aman banyak membantu!
Selamat sudah dapat pelayan baru!
Selamat sudah dapat menantu baru!
Simpan kembaliannya.
Pelayan, dimana pestanya? - Ayahmu pasti pelayan!
Maaf, aku mencari no. 29 - 27. Kapur.
Oh cucuku sayang...
kau harus makan semua masakan india yang dimasak hari ini...
kau akan jadi orang putih kalau makan roti setiap hari
Makan nasi.
Wah tampanya cucuku. Mirip Rakesh Roshan
Hrithik Roshan, stop nenek.
Sudah kak... sudah.
Pertama kalinya aku melihat di New York...
sebelumnya melihat di Bombay... - Apa?
Bus BEST. Nah, itu dia kencan mu datang. Biar ku bukakan.
Itu pasti Rohit... - Biar aku yang ngebuka...
Nenek... - Kubilang biar aku saja
O halo. - Halo!
Kau?
Ya... aku
Kau dari agen? - Ya
Tapi aku minta Sardar di telepon
Dan kubilang 'muda' di formulirnya
Bukan aku..., tapi cucuku
Sweetu... dia sudah datang
Oh! Kau panggil dia Sweetu di rumah?
Ayo...
Bukan bukan... Namaku Guru - Mari... nak
Ny. Kapoor.... - Nn. Kapoor.
"ayo kepelukanku..."
Oh mendengarkan musik ya. - '"ayo kepelukanku...'"
Kau lebih mirip kakaknya Sweetu
Aku memang kakaknya, bodoh. - Apa?
Kenapa? Tamu itu seperti Tuhan... Silahkan duduk
Kau nakal Naina, tak pernah bilang Rohit itu tampan sekali
Kau Rohit.
Siapa yang Rohit?
Apa urusannya Rohit...? Namanya...
Guru Guru Guru... Ayo kita mulai
Siapa Guru? - Kau 'Guru'...
Lupakan... Katakan, dimana kau tinggal...?
Aku tinggal di Bukit Jackson Sebelumnya aku punya markas di Mumbai...
Aku pergi dari Mumbai ke Amerika... Apa mau dikata?
Tentu abang yang baik, mau ayam ? Naina yang bikin.
Siapa Naina? - Yang itu... si kacamata
Siapa lagi yang tinggal di rumah mu? - Dimana? - Rumah?
Di rumah ada Mami... dan Master...
Maksudnya Ayah...? - Master itu anjing!
Jangan katakan itu tentag ayahmu!
Hidung yang mancung
Apa yang kau kerjakan?
Membajak Video! - Pilot?
Pembajak... Hidup video bajakan
Maksudmu mencuri..., kejahatan dong
Eh... kacamata... Jangan sebut aku mencuri... Siapa yang kau sebut pencuri?
Apa kau tak takut, nak?
Kenapa takut? Ada kakak... yang mengatasi semuanya
Saudara? Berapa saudaramu?
Saudara... Empat, tapi satu sudah dikirim kesana
Keangkasa? Maksudnya dia juga pilot?
Ke atas maksudnya... - Oh! maaf... menyedihkan - Tak apa.
Apa yang terjadi?
Mama, Papa... tinggal di Connecticut... - Connecticut.
...dan aku sendirian di Manhattan... - Manhattan.
Kau banyak bicara
Lihat mataku... Apa yang kau lihat?
Kamar mandi.
Kamar mandi disana. - Dimana?
Disana! - Tak masalah
Jangan takut... Semuanya akan baik-baik saja...
Ibunya sedikit gila, tapi semua akan baik-baik saja
Kenapa kalian teriak?
E... Mammi...
Kau nenek tua, aku akan pergi dari sini...
Aku tak cocok dengan kacamata ini....
Dia seperti kaktus... pemarah... Apanya yang Sweetu dari dia?
Kau Sweetu? - Kau siapa?
Kau milikku!
Dengar, aku masuk rumah yang salah...
Aku ingin ketemu Naina... aku akan pergi... - Kumohon
Jangan pergi... Aku akan pergi...
jika kau perlu DVD atau kaset video. Datang saja ke toko ku...
Kau pasti datang kan? - Ya!
Kumohon jangan pergi... kumohon...
Lepaskan aku... demi Tuhan... Lepaskan aku...!
Kau! - Kau tak apa?
Apa kau baik-baik saja... Aku tak apa
Mereka gila!
Nanti ku telepon. - Aku juga nanti meneleponmu.
Jalan... jalan...
Kami tak ingin kesana.
Aku tak percaya. Kau ketawa?
Orang normal menganggap keadaannya lucu
Kau mau bilang aku tak normal ya?!
Kalau kau normal... maka aku Sridevi
Oke. Menurutku. Kau itu tak normal
Dari pagi, kau bertingkah seperti kita sudah kenal setahun
Bukan setahun sayang... Tapi ribuan tahun
Kenyataannya aku merasa kita punya hubungan sebelumnya
Dengar... kita bertetangga, jadi bersikaplah seperti itu
Buka pintu... Boleh aku pinjam segelas susu?
Kamu sedang apa?
Kan kamu bilang aku harus seperti seorang tetangga?
Jadi boleh minta setengah gelas susu?
Lucu sekali.
Dengar... kumohon pergi bawa sifat mu itu...
dan ketuk pintu orang lain
Karena kami benar-benar tak ingin.
Kenapa? - Apa masalahmu?
Masalah? - Ya..., kenapa kau merasa beban seluruh dunia
ada di pundakmu?
Memang siapa kamu?
Jangan bicara...
Apa gunanya berdo'a pada Tuhan...
Saat kau tak bisa menghargai hidup yang diberinya?
Apa yang kau tau tentang hidupku?
Tak banyak, tapi cukup buat mengenalmu..
dari matamu mungkin hidupmu tak punya arti
Tapi coba pandang hidupmu dari mata orang lain...
dan kau akan tahu kau berarti! - Sekarang aku harus mendengar pelajaran
Degar... hidup... akan bahagia.. Senyumlah... siapa tahu
Esok mungkin tak ada...
Pikiran macam apa itu.
Esok mungkin tak ada... Oh, sangat baik sekali.
Walau begitu, aku akan mengajarkanmu senyum
Dengan 3 cara yang sederhana.
Cobalah...
Cobalah... - Jangan sentuh aku.
Oh Tuhan... kasihannya dia sudah lupa bagaimana senyum
Teruslah berlatih maka kau pasti bisa
Masalahmu adalah kau pikir kau..
Aku tahu, aku sangat seksi.
Tapi kau bukan tipe ku sekarang, latihan saja
Lupakanlah. Aku minta maaf.
Aku mikir semalaman... Apa Aman bodoh itu benar?
Apa aku sudah lupa caranya senyum?
Tentu saja dia senyum Terakhir kali dia senyum saat.... Uh
Sekarang dia senyum hanya saat dia menikah!
Uh...uh...
Kapanpun dia bersama ayahnya, dia senyum...
Uh...uh...
Saat kakak besar mengancamnya... itulah saatnya dia tersenyum
Senyum yang indah sekali!
Siapa? - Priya... Siapa lagi?
Potonya diambil saat pernikahan...
Dimana kau menemukannya?
Ada dalam berkas ini
Aku bicara dengan Priya tadi pagi
Katanya dia akan ketemu kamu hari ini?
Aku sudah mau berangkat...
Apa aku harus ikut? - Apa yang kau buat disana?
Dalam banyak hal, aku ingin bicara secara pribadi...
Apa kau takut? - Aku tak takut
Kau tetap memikirkan hal yang tak perlu. Tak ada yang perlu ditakutkan
Semuanya baik-baik saja...
Semuanya akan baik-baik aja...
Tak ada yang akan baik...
Sampai kau langsing, kau tak akan mendapatkan pasangan
Aku sudah mencobanya Naina... - Aku sudah melihatnya
Wow! Dia memang manis, Naina.
Dia manis katamu? - Kau memang bisa mencari yang lebih?
Itu tak benar. - Aku tak bisa mendengar semuanya...
Kau meguping ya?
Aku bukannya menguping... Aku mencoba mendengar
Bila kalian bicara pelan bagaimana aku bisa menguping?
Permisi, sana... kesana sedikit....
Hari itu kita tak ketemu...
Aku tetangga Nn. kacamata ... Aman
Aku tetangga Nn. kacamata, Sweetu
Diam. Kami sedang bicara. - Sekarang kami sedang bicara
Dengar Sweetu... Siapapun pria yang meelihat dirimu dan jatuh cinta...
...pasti buta! - ...Sangat salah. Jangan pedulikan dia.
Dia harus melihat jauh ke dalam hatimu... - Kau benar.
Aku selalu benar.
Bilang padaku... Apa ada pria yang kau suka disini?
Yang itu.
Namanya Ramdayal? Kau kenal dengannya?
Tidak... tapi dia keliatannya type Ramadyal
Yeah. aku? - Aku bicara padamu, Ramadyal.
Namaku Frankie
Frankie Ramadyal
Pacarku ini ingin meninggalkanku karena kamu...
katanya, kau itu keren dan seksi....
katanya juga, gaya rambutmu itu. Wow!
Apa yang harus aku lakukan Sweetu, kalau aku tak pernah lihat "DiI Chahta Hai"?
Lantas kenapa kalau aku tak bisa membuat gaya rambut?
Apa kau meninggalkanku karena ini... mangga layu ini?
Apa? - Maaf, Ramadyal.
Bagaimana perasaanmu kalau aku pergi karena... si kacamata ini?
Kau beruntung, Ramadyal.
Pergilah Sweetu... Jadikan hidupmu lebih hidup...
berbahagialah... sejahteralah... berbahagialah dengan Ramu...
Apa dia datang?
Ayo... ayo...
Hai! Aku Franky. - Hai! Aku Jaspreet.
Jas... apa tadi?
Sweetu. - Sweetu, nama yang bagus.
Aku DJ di Club Nirvana. Malam ini malam retro
Kenapa kalian tak datang saja? Dan bawa saja sekalian mami kamu.
Hati-hati, kawan. Semuanya akan baik-baik aja
Kau suka penampilanku?
Kau iri karena sekarang Sweetu sudah dapat pacar...
dan kau masih belum, mami! - Aku punya..., aku punya pacar
Benarkah? - Masa iya? Siapa?
Rohit!
Katanya Rohit hanya teman
Aku tak suka membicarakan masalah pribadi, jadi kubilang saja teman.
Tapi kau seharusnya bilang padaku.
Oh! Sweetu, jangan dipikirkan. Kita akan ke disko... dan disana
kau tak akan ketemu Nn. kacamata, mami!
Aku dan Rohit juga kesana
Kita tak akan pergi
Kenapa? - Kubilang tidak!
Rohit!
Gita datang buat makan malam
Kau bisa melakukan apapun, tapi tak bisa datang makan malam ditempatku?
Naina, cobalah mengerti.
Gita bilang dia suka aku... - Kenapa dia mau bicara seperti itu?
Akhirnya dia sudah menemukan ayah buat anaknya...
Pembohong ! - Jadi dia pembohong... kamu sendiri?
Aku bohong karena si Aman bodoh itu selalu mengganggu ku
Kau kan baru ketemu dia kemarin... Bagaimana bisa dia sering meganggumu?
Kau tahu apa dia bilang? - Apa?
Kau tak akan percaya.
Kalo aku tak bisa teretawa... Aku tak tahu bagaimana senyum...
aku tak punya kehidupan... Kalau aku tak tahu bagaimana harus hidup...
Naina... semuanya itu benar
Aku tahu, tapi kenapa harus dia yang bicara?
2 krim bagels.... - Rendah lemak.
Aku ingin menunjukkan, aku pun bisa punya pacar...
Yang keren, tampan dan seksi... - Apa kau bilang?
Berapa harganya? - 3 dolar.
Sebelumnya... - Sebelum apa?
Sebelum berapa harganya? - Sebentar nona. - Oh itu....
Kalau kamu itu tampan, keren dan seksi...
Yang benar? Apa kau pikir aku memang seksi?
Tentu saja!
Tapi kau benar! Hanya karena si bodoh Aman kita tak perlu...
Tidak..., tidak..., ayo kita lakukan. - Buat apa?
Aku jadi prianya. Kamu jadi wanitanya
Trus Gita bagimana? - Gita siapa?
Jadi kita akan ketemu malam ini di Nirvana jam 9 malam. Oke!
Yeah! Bagaimana menurut kalian? - Senang-senang.
Sweetu! - Aku akan ke ruang DJ. Kau mau ikut, beb?
Tentu.
Aman, dia menyebut aku 'beb'. Aku sayang kamu Aman.
Sekarang pergi & cintai dia.
Omong-omong, dimana kalian ketemu?
Ditaman... - Taman?
Di taman?
Kupikir kalian sama-sama di kelas MBA?
Memang kenapa? Apa tidak bisa kami ketemu di taman?
Tentu boleh... tapi sedang kalian di taman?
Pertanyaan yang bagus.
Aku lagi mengajak anjing ku jalan...
dan dia pun jalan dengan anjingnya...
Aneh.
Naina kan tak punya anjing
Ya. - Tidak.
Aku mengajak anjing tetangga buat jalan
Makin aneh.
Aku tetanggamu, dan aku tak punya anjing.
Naina, kau konyol.... Kau lupa ya.
... kau mengajak anjing ku buat jalan hari itu...
Rohit, kau yang konyol.
Jika dia mengajak anjingmu buat jalan
Lantas anjing siapa yang sama kamu?
Aku punya dua anjing
Kenyataannya, aku punya banyak anjing di rumah
Nyatanya, aku pun kadang seperti anjing
Dan kemudian kami ketemu di rumah teman
Siapa namanya?
Gita! - Gita?
Gita yang punya dua anak dekil...
Halo Gita, hai
Rohit... sedang apa kamu disini?
Bukannya kamu pergi dengan keluargamu? - Ya, ya.
Kenalkan mama dan papa ku.
Dia orang yang lucu.
Gita, anakku!
Aku hanya ingin tahu,
apa cinta mereka bersemi di rumah mu. - Di rumahku?
Oh, maaf. Apa kamu Gita yang punya dua anak yang dekil itu?
Anak yang dekil?
Beraninya kamu? - Apa kau gila? Malaikat Kecil maksudnya!.
Diam kau...
Kau bahkan tak bilang, kalau sudah punya pacar.
Aku pun tak tahu...
Dia bukan pacarku.
Dia bukan pacarmu? - Aku pergi!
Oh, Gita sayang. Senang ketemu kamu, daah...!
Rohit, aku bingung... Ada apa ini?
Tanya dia!
Naina... Apa yang terjadi? Aku bingung.
Diam kau!
Kau memang udah tahu
Aku dan Rohit bukan pacaran
Lalu kenapa kau pura-pura? - Aku atau kamu yang pura-pura? - Kamu kan.
Ini semua karena kamu...
Bukannya kamu bilang 'ketawa, menyanyi, senyum...?
Aku tidak bilang he he he... Aku hanya bilang EEEEEEEEEEE
Oh, tolong diam.
Apa yang kau pikir?
Datang kemari, menari, bernyanyi dan minum artinya lebih hidup?
Baik... semua orang bisa Tapi aku tak ingin...
Karena kamu tak bisa. Kau memang membosankan.
Kau pria yang manis.
Katakan tentang Gita, dia seksi ya? - Dia memang betul-betul seksi, kawan.
Dia punya dua anak. - Hei, kau gila...
Bagus, ayo.
Yeah, ayo, teruskan.
Ayo...
Hei kau yang telanjang... turun...
Hei sayang, aku bicara padamu. Ayo turun...
Turun sialan...
Hei, hentikan musiknya.
Dia melepas pakaiannya, kawan...
Biarkan saja. Semua orang juga sama disini
Ayo, Naina...
~** Hatiku adalah hati yang gila... **~
~** Apa yang ditakutkan...? **~
~** Ketika aku bergoyang untuk berdendang... **~
~** Apakah aku harus merasa malu atau ragu-ragu? **~
~** Mari berdansa, mari bernyanyi... **~
~** Mari ucapkan bersama... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Tak ada yang mengatakan siapa yang mungkin kau temui **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Hatiku adalah hati yang gila... **~
~** Apa yang ditakutkan...? **~
~** Ketika aku bergoyang untuk berdendang... **~
~** Apakah aku harus merasa malu atau ragu-ragu? **~
~** Mari berdansa, mari bernyanyi... **~
~** Mari ucapkan bersama... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Siapa yang mungkin kau lawan...? **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Tubuh berputar bergetar berdendang... **~
~** Hati terbawa dalam badai... **~
~** Itulah negara kita... kita tenggelam dalam keriangan **~
~** Kehilangan akal sehatmu, membuat gembira **~
~** Katakan pada orang yang memancingmu... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Katakan pada setiap orang yang kau temui... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Malam yang penuh warna ini menari mengikuti suasana... **~
~** Kemabukan di udara **~
~** Apa yang ketenangan hati lakukan...? **~
~** Semua ini mengenai hati yang bergelora **~
~** Ini jalan untuk menjadi... **~
~** dan katakan itu dengan terbuka... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Cobalah untuk berkata... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Hatiku adalah hati yang gila... **~
~** Apa yang ditakutkan...? **~
~** Ketika aku bergoyang untuk berdendang... **~
~** Apakah aku harus merasa malu atau ragu-ragu? **~
~** Mari berdansa, mari bernyanyi... **~
~** Mari ucapkan bersama... **~
~** Ini waktunya disko **~
~** Siapa yang mungkin kau lawan...? **~
~** Ini waktunya disko **~
Dengar, aku ingin katakan padamu. - Apa itu?
Kupikir dia mabuk. - Rohit, sebentar.
Naina jatuh.
Rohit. Ternyata dia juga.
Baiklah kalau begitu.
Hei, kau Mohamed Ali.
Beraninya dia! - Naina, apa yang terjadi? Mari pergi...
Siapa kau?
Aku Aman dan kau Naina
Dan dia Mohammad Ali! - Yah
Diam! Aku pergi
Apa yang terjadi?
Kenapa? Bukannya kamu bilang ketawa, senyum... Nikmati hari ini
Dan sekarang lagi asyik, kau suruh pulang...
Kau orang yang linglung.
Hei, aku juga bingung. Apa dia Mohammad Ali?
Diam! Aku pergi
Sekarang, dengarkan. - Tidak... lepaskan aku.... lepaskan aku...
Hei, dengar....- Lepaskan aku.... - Diam!.
Jika kau teriak! Akan kutampar mukamu!
Kenapa kau teriak? - Aku tak teriak
Permisi. - Diam.
Sekarang kalian berdua...pegang tangan dan mulai jalan.
Bodoh. Bukan kalian berdua. pegang tanganku... Sekarang ayo pulang!
Sekarang waktunya disko.
Hei, kalian berdua diam!. - Oke. Dan kau...
Apa ini? Boleh aku bicara? - Katakan...
Aku merasa kita semua pergi ke sekolah
Wow, Ya... Papa biasanya mengantarku sekolah sambil memegang tangan.
Kamu kenapa? - Aku kangen Papa...
Maaf... Kapan dia meninggal?
Dia hidup.... Tak boleh kah aku rindu dia?
Tentu saja boleh... Aku sangat rindu Papa...
Aku tak tau kenapa dia meninggalkan kami
Aku rindu Papa.
Yeah, - Terimakasih pak.
Naina, kau jelek bila menangis
Kau kelihatan manis bila marah
Kapan pun kau rindu ayahmu,
pikirkan tentang aku... yang bikin kamu marah
Hei, aku sungguh suka kamu. Aku suka kamu Naina
Aku merasa kurang bila tak bertemu kamu.
Kau sangat manis.
Hei, aku tak manis, oke. Aku Mohammad Ali.
Tidak, kau memang manis...
Selamat pagi, Laila... - Selamat pagi, Rohit.
Laila...
Kau bisa bicara?
Ya... aku... apa?
Apa maksudmu bicara?
Maaf, tadi malam kalian berdua mabuk berat...
Aku mengantarkanmu. Karena sudah larut, makanya aku menginap.
Tak masalah. - Oke, minta airnya dong?
Ambil sendiri.
Oh Tuhan... tadi malam ya...
Oh...
Selamat pagi Kanthaben.
Kanta...
Koran dan sarapannya sudah siap
Mau disiapkan apa buat tamu?
Pisang dan apel!
Rohit... Kau tak mengenalkan kami?
Ini... - Aman!
Dan ini... - Kantaben...
Kantaben, apa kabar? Baik?
Ada lagi Tuan?
Tak ada
Kantaben.
Jadi kau tak ketemu Naina di taman...? - Taman..?
Tidak... Kami ketemu di kelas MBA
Kau tau, aku tak suka pertama kali bertemu dengannya
Tapi sekarang... - Aku tahu...
Anehkan? Kalian berdua sangat akrab...
Mneghabiskan banyak waktu bersama...
Kau malah mengajak anjingmu buat jalan-jalan
Apa kau ingin lagi? Maksudku apa kau ingin lebih lagi?
Tidak tidak kawan, tidak lagi lagi?
Dengan Naina... aku bahagia hanya denga persahabatan tidak... tidak akan.
Bukan Naina... aku bicara tentang susu.
Kau mau lagi? - Oh yeah, sedikit lagi.
Ya sudah, terimakasih, daah, - Sampai ketemu Aman.
Oh maaf.
Aku lupa memberitahu
Aku tak tahu banyak tentang Naina,
tapi sekarang aku tahu semua!
Terimakasih atas buku hariannya!
Kau membaca buku harianku? - Tidak semua...
hanya sampai bagian
dimana kau menulis memakai celana dalam merah
Celana dalam merah... - Aman, itu tak keren tahu.
Kau tak boleh membaca buku harianku.
Hai - Hai.
Apa kau suka pelayanannya?
Aku suka... Istimewa....
Aku akan datang tiap minggu... - Jenifer
Sebentar Bapa, sebentar. - Oke sampai ketemu - Daah.
Kau? - Kau? Sedang apa kau disini?
Kemanapun aku, kau selalau mengikutiku...
Kumohon tinggalkan aku sendiri
Kau tau. - Kau datang lagi? Kumohon pergilah.
Aku hanya bercanda, ayolah.
Aku ingin bilang sesuatu ke kamu
Aku tak ingin mendengar apapun
Kau tak boleh bilang "tidak" di rumah Tuhan
Aku... - Diam.
Tadi malam, buat pertama kalinya aku merasa...
kau seperti wanita yang lain
Tapi karena satu alasan, kau ingin menyembunyikannya
Dan satu hal lagi. Dimanapun dia,
Papa mu selalu memperhatikanmu...
kemarahanmu... kesedihanmu... dia melihat semuanya
Dan mungkin dia juga menangis bersamamu
Sekarang kau tak bisa menghapus air matanya dari sini...
tapi kau tak bisa menghentikan mereka buat tersenyum dan ketawa
Dengan lesung pipitmu... oops! Salah ya... sebelah sini.
Ayo..., ayolah.
Dan Naina, lepaskan tanganku...
Nanti apa orang bilang?
Boleh kubantu sayang?
Sihirnya Aman Mathur sudah menyebar kemana-mana...
mau suka apa tidak,
Semua orang menyapu kaki mereka
Atas desakan Aman, Nenek, dan temannya tak lagi main musik...
dan sudah punya hobby yang baru..
~** ... Bunuhlah... Allah... Bunuhlah... Allah/font> **~
Wah! Penampilan yang luar biasa!
Sementara diatas sedang sibuk...
di lantai bawah sedang ada kelas masak khusus...
Setengah sendok...
Tidak... Satu sendok...
Setengah... - Satu...
Apa yang kau...?
Aman bisa melakukan semua... semua
Keluarga impian Gia kedatangan anggota baru
Aku sayang kamu Aman.
dan untukku...
Aku ketawa... Aku belajar untuk tersenyum
Menakutkan...
Begitu banyak kebahagiaan...
Bagaimana jika kesedihan hanya belum datang?
Apa yang terjadi?
Kenapa kamu duduk diam? Apa ada yang mati?
Diam Aman.
Aku perlu waktu
Tidak..., kau tak bisa dapat waktu
Restorannya bakalan tutup.. Kau harus memesan sekarang
Aku tidak membicarakan tentang restoran...
Aku bercanda, Priya...
Bukan waktunya bercanda
Ini adalah masalah serius.
Aku harusnya bilang sebelum kau datang ke New York...
Apa maksdumu? Apa aku tak boleh ke New York?
Kapan aku bicara seperti itu?
Bukannya itu yang tadi kau katakan?
Aku menyerah..., aku menyerah...
Kau tak mengerti.
Aku perlu waktu... kau dan aku
Aku mengerti Priya
Aku datang kemari untuk mu... khusus buat kamu...
Sekarang apapun yang kamu katakan aku lakukan
Begitupun masalah waktu... seluruh waktuku buat kamu...
Berapa lama?
Dua bulan...,
kita punya waktu dua bulan buat meninggalkan tempat ini...
Jika kau tak keberatan.
Ada yang bisa ku bantu? - Oh Tuhan!
Apa kita mengalami hari yang buruk sampai harus minta tolong orang Gujarat?
Entah mata jahat siapa yang menatap ke kita...
Pastinya matamu...
Memang kapan kau membantuku, sampai kau merasa tak enak hati?
Kumohon, Ma!. Kalian berdua jangan mulai lagi!
Ini adalah masalah serius. - Sangat sederhana jalan keluarnya.
Diam Aman. Ini masalah kami.
Makanya aku bicara seperti itu.
Tapi kami tak... - Diam kacamata.
Jenny, restoran milikmu tak jalan... memang tak bisa
Kenapa?
Katakan padaku apa yang ada di restoran ini...
tapi tak ada di tempat lain di jalan ini? Nol. Tak ada sama sekali.
Kemari sebentar...
Kenapa restoran Cina itu bisa berjalan dengan baik?
India-saudara-sudara Cina...
Daah orang bodoh
Restoran bodoh itu bisa jalan...
karena mereka membawa budaya mereka
dan negara mereka kesini...
Apa aku salah? - Tentu tidak!
Kita harusnya malu
Kita punya keuntungan yang besar memanfaatkan sebagai orang India.
Kita harus membawa India ke New York.
Ya, termasuk, Gujarat. - Yap, aku ikut denganmu.
Pilihan yang tepat.
Kita harus membawa semangat India ke jalan kecil ini...
menyebarkannya ke seluruh penjuru.
Aku tak percaya omong kosong ini. - Kubilang kamu diam.
Karena orang India bisa melakukan apa aja... dimana aja.... dan kapan aja....
Jadi, siapa mereka? - Mereka orang Cina...
Cina, Jepang... terserahlah
Tapi Aman... - Tidak...Jenny... Cobalah...
Tak akan menyakitkan buat mencoba
karena siapa yang mau mencoba tak akan kalah... Tak akan!
Ayo semua, ayo India.
Kau ikut denganku, ayo.
Apa yang akan kau katakan? - Salam.
Itu adalah semangatnya Gujarat Ya Jenny, ya Sweety.
~** Sekarang dan selamanya... **~
~** Bersuaralah dalam satu suara... **~
~** Mungkin kemenangan menjadi milik kita... dan mengalahkan mereka **~
~** Sekarang dan selamanya... **~
~** Bersuaralah dalam satu suara... **~
~** Mungkin kemenangan menjadi milik kita... dan mengalahkan mereka **~
~** Jangan biarkan seorangpun mengganggumu... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Hancurkan belenggu... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Patahkan jari yang menunjuk ke arahmu **~
~** Tutup semua jari mereka bersama... **~
~** Untuk membuat kepalan **~
~** Mungkin tak satupun pernah mengalahkan kita... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Mungkin mereka yang bertentangan dengan kita, runtuh... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Kami akan mengguncang dunia... **~
~** Kami akan menggetarkan tiap orang... **~
~** Jadilah dia raja atau pokok... **~
~** Biarkan dia berubah, berubahlah... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Jangan tundukkan kepalamu... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Mungkin tak satupun pernah mengalahkan kita... **~
~** Tetap berbaris **~
~** Mungkin mereka yang bertentangan dengan kita, runtuh... **~
~** Tetap berbaris **~
Permisi... apa sudah buka? -YA!!!
Kenapa?
Ya... kenapa?
Kenapa, apa?
Tuhan tahu darimana kau datang
dan tiba-tiba banyak yang sudah berubah!
Maksudku, kau bahkan tak mengenal kami...
Aku hanya tak mengerti kenapa?
Aku melakukan semua ini untukmu
Aku melakukan semuanya karena kamu, Naina
Bukannya itu yang ingin kau dengar?
Tidak... tidak...
Walau aku sudah mengatakan tetap seperti itu
Aman - Naina... Naina...
Mata...
apa kamu pernah melihat mata mama kamu?
Banyak kesedihan di dalamnya
Apa yang sudah kulakuin, semua buat mata itu.
Kau tahu, aku punya masalah
aku tak bisa melihat ada ibu yang sedih atau nangis
Karena ibu itu memang aneh
saat Tuhan membuatnya, dia memberi semuanya
yang artinya disini... disini...
dihati mereka... Jadi disinilah
asal pikiran mereka, mengerti dan mencintai
Dan mereka juga punya masalah
Mereka menguping pembicaraan orang lain
dan mulai menangis karena hal kecil
Ibu ku pasti mulai menangis sekarang
Sinting!
Apa maksudmu heee heee? Aku sudah melakukan banyak hal...
bilang dong "Terimakasih"...
Terimakasih.
Hei kacamata!
Naina...
Naina...
Naina
Kenapa, Naina?
Aku tak bisa melihat apa-apa!
Oh! Sekarang?
Apa yang terjadi? Kacamatanya hilang...
kau kelihatan cantik... dan sekarang kau ketawa...
Maksudku, mana Naina? - Diam.
Kapanpun aku bersamamu, aku bahagia.
Manisnya....
Rohit, boleh aku bertanya sesuatu?
Apa itu? Jawabanku 'Ya'... - Uh?
Tanyalah... - Apa ini pernah terjadi ke kamu...
kalau sebenarnya kamu tak suka seseorang sama sekali...
dan tiba-tiba saja kamu suka dengan orang itu sedikit...
dan kemudian bertambah... dan kemudan... kemudian...
Kau tahu... - Untuk apa kamu menanyakan hal ini?
Hanya...
Hanya? - Ya, hanya iseng...
Naina, ayo dong. - Aku pergi ya...
Tunggu dulu. Ayo dong katakan padaku.
Rohit, aku pergi dulu...
Setidaknya dengerkan dulu jawabanku
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
Apa kamu jatuh cinta?
Tak ada yang namanya cinta.
Jika ada pernikahan selalu karena... dijodohkan!
Cinta? Tubuh tak tahu bagaimana caranya bercinta.
Hanya tau rasa lapar... lapar karena nafsu!
Cinta... Cinta itu lagunya Yash Chopra.
Cinta... Cinta adalah... buat mendinginkan
Cinta... aku akan memberitahumu...
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Di hari terakhir, aku merasakan jika... **~
~** Semua telah berubah... **~
~** Semuanya baru **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Aku menyimpan berbagai hai di suatu tempat... dan melupakannya **~
~** Dengan bingung... aku bersenandung sendirian... **~
~** Ketika aku kesepian... aku tersenyum pada diriku sendiri **~
~** Sangat berbeda sekarang... **~
~** karakteristikku **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~'
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Sejak saat aku menemukan hatiku melebur... **~
~** Suasana hatiku juga telah bertambah **~
~** Aku bertemu setiap orang... dengan senyum saat ini **~
~** Aku bahagia... **~
~** dengan apapu yang aku temukan **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Aku menemukan warna yang berkilauan di setiap hal yang kulihat **~
~** Jalanku bertaburan dengan bintang... aku temukan sekarang **~
~** Bunga mawar sekarang kujumpai sangat indah sekali **~
~** Bahkan jika udara juga... **~
~** terisi dengan keharuman **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Aku merawat diriku lebih baik **~
~** Aku tetap terpesona... "Bagaimana aku memandang" **~
~** Kapanpun aku melihat cermin... **~
~** Aku memeriksa penampilanku **~
~** Wajahku ini... **~
~** sekarang mengurai dalam senyuman **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
~** Ini adalah ketinggian yang kami berdua rasakan **~
~** Ini adalah ombak yang kami berdua mengalir bersamanya **~
~** Buatlah keinginan... ini adalah cinta yang sesugguhnya **~
~** Aku telah menemukan cinta **~
~** dan kehilangan hatiku **~
~** Sesuatu telah terjadi... **~
~** Sesuatu pasti telah terjadi **~
Cinta... saat jatuh cinta, semuanya terlihat indah
Semua impian seakan jadi kenyataan
Semua tujuanmu berubah arah
Bahkan angin pun berubah arahnya...
mata mencari warna...
dan bahkan sekarang warna merah terlihat bagus...
setiap kesempatan... Setiap saat... Selalu...
hanya ada satu nama di bibir
Sweetu, Sweetu, Sweetu... Apa kau cinta dia?
Aku cinta Frankie - Aku cinta Aman.
Apa?
Apa kau tak bisa mendengar?
Aku cinta Naina.
Dimana kamu? - Aku disini..., di rumah
Aku akan kesana
Priya, aku harus pergi... - Kemana kau mau pergi?
Ada hal yang penting
Apa yang lebih penting dari ini?
Maaf, nanti akan aku beritahu
Aman... - Aku cinta kamu.
Aku cinta dia.
Sweetu, aku cinta dia.
Aku tak pernah pikir ini bakalan terjadi padaku
suka pada Aman
Awalnya, aku selalu marah dengan apa yang dibuatnya...
dan sekarang, aku suka dengan hal yang sama...
Aku memikirkannya siang dan malam...
dan aku terus merasa dia selalu ada bersamaku tiap saat.
Kamu pikir aku sudah jadi gila?
Kamu tak gila... Ini yang namanya cinta
Oh Tuhan! Aku merasa senang. Kamu jatuh cinta dan akupun jatuh cinta.
Tapi apa yang harus kulakukan sekarang?
Pakai bertanya segala lagi. Pergi dan beritahu dia..., itu saja.
Tak semudah itu, Sweetu.
Maksudnya, aku tak tahu perasaannya.
Bagaimana mau tahu kalau kamu tak menanyakannya.
Ayolah.., pergi dan tanya dia. Jadilah pria.
Yeah Naina, bilang padanya.
Bahkan aku pun akan bicara ke Frankie tentang perasaanku... Kau pun begitu
Katakan...
Katakanlah...
Katakanlah...
Katakanlah...
Ayo lah, Naina. Katakan...
Katakan...
Halo! - hai Rohit.
Kenapa kau menelepon dia? - Kau harus menelepon dia duluan
Rohit, aku ingin menanyakan sesuatu ke kamu...
dan memberitaukanmu sesuatu.
Aku pun ingin menanyakan sesuatu ke kamu
Yeah, katakanlah. - Tidak seperti ini...
Jam empat... Di Water Edge? - Baiklah.
Oke, daah, sampai ketemu disana.
Ya...- Ya.
Hari ini aku akan menceritakan apa yang ada di hatiku.
Aku cinta kamu Aman... - Aku juga cinta kamu.
Terimakasih...kau yang terbaik.
Aku cinta kamu
Aku sungguh senang. Terimakasih banyak.
Apa kau dengar sesuatu? - Tidak... aku tak mendengar apa-apa
Ambil kembaliannya.
Dia disini. Mulai...
Hai. - Hai!
Tempat yang indah.
Pakaian yang bagus. - Dasinya bagus.
Baiklah, hentikan. - Oke.
Aku cinta Aman!!!
Kau cinta Aman. Kau cinta Aman.
Oh Tuhan, kau cinta Aman.
Ya, aku tahu...
Aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku. Kau wanita nakal, Naina...
Aku tahu kau akan kaget dengan berita ini!
Kaget!
Aku tak bisa katakan betapa kagetnya aku!
Oh Tuhan Rohit, aku benar-benar gugup.
Kaupikir dia cinta aku?
Dia pasti tak waras kalau tak cinta kamu.
Ayolah Rohit, seriuslah.
Kau pikir aku harus bilang padanya...?
Tidak. - Apa?
Pergilah... Silahkan... tentu saja.
Ok... Aku akan pergi!
Saat kau bilang padanya, tolong berikan bunga ini padanya.
Oh Rohit, kau sungguh manis. Aku cinta kamu.
Oh terimakasih... daah.
Aku juga cinta kamu.
Mama!
Aku pulang.
Hei Aman, ini aku.
Hai! - Hai, tidak terimakasih. kami tak ingin beli apapun
Bercanda. Ayo masuk...
Terimakasih. - Tidak... tidak sekarang...
Nanti...?
Senang kamu sudah datang. Aku baru bikin teh... Kau mau?
Oh Tuhan, lihat rambutmu.
Sebentar, biar ku rapikan... Kemari diam sebentar.
Merasa kedinginan...
Yaah sedikit lebih baik. Duduklah.... duduk.
Sekarang katakan... Kau mau makan apa?
Tidak. - Baguslah. Soalnya tak ada apa-apa dirumah.
Baju baru.
Terimakasih. Kau suka. Baru saja beli hari ini.
Aku tak suka. Kenapa kau membelinya?
Hujan di luar - Aku duduk di rumah
Aku tahu
Akupun tahu, Naina. Kalau di luar itu lagi ujan...
Aku bisa melihatnya...
Aman... aku... aku...
...aku - Kenapa kamu jadi gagap? Silahkan ngomong
Aku akan pergi. - Tak apa, aku minta maaf.
Diluar lagi hujan.
Ya, ayo mulai... Aku apa...?
Siapa ini? - Siapa?
Ini...
Itu aku
Aku tahu... tapi yang satunya?
Itu Priya. - Priya?
Ya... Priya... istriku!
Dialah alasan kenapa aku dan ibuku datang ke New York.
Bodohnya aku tak memberitahu.
Aku selalu bicara banyak hal...
dan mmelupakan bicara hal penting ini.
Aku dan Priya menikah tiga tahu yang lalu.
dan setelah menikah, seperti biasa, suami istri ribut...
Suatu hari, aku menampar dan memakinya.
Kau kan thau aku seperti apa.... Aku bisa jadi kasar.
Dia marah... pergi dari rumah... dan ke New York.
Orang tuanya tinggal disini. Aku dan ibu menyusulnya kesini.
Buat mengajak Priya pulang ke rumah.
Tapi dia masih marah dengan ku
Dia bilang masih perlu waktu,
tapi semua akan baik-baik saja.
Kau tau bagaimana ini? Bukankah dia cantik?
Ya...
Kenapa kamu menangis?
Oh Tuhan! Kalian wanita semua sama...
Jangan takut, semua akan baik saja
Kukatakan padamu, semua baik-baik saja...
Boleh aku pergi?
Kumohon tinggallah, Priya... - maksudku Naina
Aku sangat sedih...
Aku juga... aku pergi
Bunganya?
Bukan buat kamu
Buat paman Chadda
Jikan bukan kamu, kami tak akan ketemu dengan orang baik ini.
Restuku buat kamu, nak.
Kamu tak mau menunggu dulu?
Tidak tante... Sampai ketemu!
Naina... diluar hujan... Tak dibawa saja handuknya?
Daah Aman... - Daah...
Kau cinta dia, kan?
Siapa?
Omong kosong saja itu. Aku tak mencintai Naina...
Kapan mama bicarakan Naina?
Aku tak mencintainya!
Aku ibumu. Kau tak bisa bohong dengan ku
Lalu mama ingin aku melakukan apa? Bilang yang sebenarnya ke dia?
Bila mama tak bisa menghadapi kenyataan setelah tau semuanya...
Bagaimana Naina bisa menerimanya?
Apa yang kulakukan, ma? Aku harus bicara apa?
Bagaimana aku mau bicara, buat pertama kalinya hati ini berdetak buat seseorang...
menyebutkan nama seseorang...
pertama kalinya hati ini cinta seseorang...
Bagaimana mengatakannya... Naina, cinta dari hati ini sangat kuat...
tapi hatinya sendiri sangat lemah
Bagaimana bisa aku memberinya hatiku yang lemah, Ma?
Mau bagaimana aku bicara dengannya...?
Kalo wanita di poto itu bukan istriku...
itu temanku... dokter ku...
Yang kerja siang malam biar aku bisa hidup untuk beberapa saat.
Sial...!
Aku sekarat, Ma...
Itu tak benar...
Itu tak benar...
Katanya Priya bisa dengan transplantasi
Setelah itu, semua akan baik-baik saja... Semuanya...
Semua akan... baik-baik saja...
Aku anakmu, Ma... Mama tak bisa bohong denganku
Tidak... Ma... kumohon.
jika kau jadi lemah... siapa yang bisa menguatkan aku? Kumohon, Ma.
Aku akan menyembunyikan sakit dan air mataku...
tapi apa kau bisa menyembunyikan cintamu?
Ini bukan cintaku lagi. Ini milik orang lain.
Hanya saja perlu usaha untuk sampai ketujuan yang benar.
Hanya itu impian ku sekarang.
Dan dia harus memenuhi impian itu buat ku.
Harus...!
~** Subtitle by Faisal Teweh **~ http://subscene.com/u/530465
~** Alih penyempurnaan bahasa by Rahmat Khan Akbar Sikumbang **~ rahmatkumbang@rocketmail.com
~** Translated Song By Rahmat Khan Akbar Sikumbang **~ rahmatkumbang@rocketmail.com
Priya, aku ingin bertanya
Katakan yang sebenarnya.
Apa aku masih punya sedikit waktu?
Ah! Aman, kau tahu...
Muka bodoh itu... Bagaimana kau membuat muka seperti itu gitu?
Aku sudah mencoba sering kali... Apakah ini keahlian seorang dokter?
Aman, seriuslah. - Oke, aku serius.
Apa yang kau bilang pada Naina? - Memang apa yang harus dikatakan?
Sebenarnya Naina itu punya masalah mental.
Dia pikir siapapun yang dia cintai, akan pergi meninggalkan dia.
Jika aku meninggalkan dia juga, maka dia akan stress.
Dia setengah jalan hampir kesana.
Dan lagi pula, kau kan tahu pengaruh yang kutinggalkan pada wanita
Aku sangat seksi, Sayang.
Kecuali aku... tentunya
Ya... Itu karena kau lebih tinggi.
Akan perlu waktu, tapi pastinya akan berpengaruh.
Kau memang cinta dia kan? - Ya.
Aku tak percaya.
Aku sudah lama kenal kamu, tapi tak pernah melihatmu seperti ini.
Bagaimana kamu bisa menghadapinya?
Sedikit aneh memang.
Sepanjang hidupku aku lari dari cinta
Dan kini saat hidupku lari dari diriku, aku malah jatuh cinta.
Katakan yang sebenarnya, Priya... Apa aku masih punya sedikit waktu?
Tak ada yang bisa dilakukan ya? Kumohon katakan yang sebenarnya.
Aman... begitu kamu sudah dapat donor...
Aman, ini tak lucu tahu.
Ini tak lucu. - Berikan aku pelukan.
Tidak. - Ayolah.
Siapa tahu berpengaruh.
Pelukan hangat dari wanita tinggi. Ayo. Beri aku pelukan.
Apa ada pengaruhnya?
Sementara musim jatuh hati pada seseorang berakhir...
ini adalah musim patah hati bagi orang lain.
Yang pertama hatiku... yang lain hatinya Gia.
Yang tak jadi dinikahkan Aman.
Aku cinta kamu, Aman.
Dan kasihan Rohit... Bahkan Laila sudah dapat pasangan.
Tapi Rohit.... Yaaah...
Tapi patah hati yang terheboh adalah...
Dia tak cinta aku, Naina.
Sweetu, jangan menangis. Tenang.
Semuanya akan baik-baik saja.
Apanya yang tenang..?
Dia tak cinta aku... Katanya dia bingung.
Pria bodoh.
Aku tak menyalahkan dia.
Terlalu kamu.
Dia mau pergi ke London... untuk bergabung dengan grup bhangra.
Grup Bhangra?
Ya... dan kau tau nama grupnya?
"Forget Daler... Watch us" Nama apa itu?
Tissue...! Terimakasih.
Dan saat kita kecil kita mengobati sakit hati kita...
saat dewasa kita menemukan kesamaannya.
Kau percaya?
Mawar merah sialan itu kembali kerumahku.
Cukup, sudah cukup.
Dan bila mawar merah di rumah... maka pakaian merah yang keluar!
Hai, aku ingin mengembalikan bajunya, maaf aku tak cocok dengan warnanya.
Akupun tak suka.
Jadi... kau tak suka?
Tidak, dan kamu? - Tidak
Baju yang bagus. - Dasi yang bagus.
Oh... Apa yang terjadi dengan Aman?
Apa? Dia sudah menikah? Kenapa kamu tak bilang sebelumnya?
Jika aku sudah tahu, mana mungkin aku jatuh cinta?
Sekarang?
Apanya yang sekarang?
Pertama aku tak bisa jatuh cinta... dan sekarang aku tak boleh lemah karenanya
Tapi aku harus... Atau aku dan hatiku akan merasa kesepian.
Kau tak sendirian. Aku akan selalu ada.
Kenapa kamu sangat baik denganku?
Yaaah.... aku kan orang yang baik hati.
Seandainya kau cinta aku, kau tak akan sakit hati.
Itu masalahmu. Kau tak pernah menganggapku serius.
Memang kapan kamu pernah serius?
Sekarang!
Kau tak sungguh-sungguh... - Tidak juga.
Kaupikir, kau bisa jatuh cinta dengan orang lain lagi?
Kebisuanku mengatakan semuanya...
dan Rohit sadar kalau cinta pertamanya...
harus dilupakan...
Aku harus melupakan cinta pertamaku.
Aku harus melupakan cinta pertamaku.
Tidak semudah itu....
Buat melupakan cinta pertama
Cinta pertamaku... Dev Anand!
Cinta pertama dan terakhirku... Lajjo
Cinta pertamaku... - Lovechand...
Kukreja... - Kau juga!
Cinta pertamaku...
Basanti... dari Borivali. Dia bilang 'tidak'... Tembak dia!
Rohit, kau tak bisa melupakan cinta pertamamu... kau tak akan bisa melupakannya.
Aku pun tak akan mengizinkannya.
Dengar Rohit, bila kamu tidak menelepon balik... Aku akan melakukan sesuatu.
Kumohon Rohit... Kumohon telepon balik Rohit.
Begitu..., teruskan.
Ada apa ini, Pa?
Wanita telanjang... nikmatilah..., nikmati.
Aku tak ingin!
Tak ingin? Apa semuanya normal?
Normal?! Maksudnya?
Tidak... Kantaben bicarakan sesuatu...
Apa yang Kantaben bilang?
Kalau... kalau... kalau kamu lagi pacaran dengan seseorang.
Bagaimana dia bisa tau?
Dia kenal kamu dari kecil... Tentu dia tahu
Lagi pula... cinta itu tak harus bersama
Syukurlah.
Syukurlah.
Aku bilang padamu, kalau aku lagi jatuh cinta...
Aku ingin nikah, aku ingin punya anak, dan...
Anak? Apa mungkin?
Tentu saja... mungkin. Kenapa bisa tak mungkin?
Ya, benar sekali. Ini Amerika, segalanya bisa terjadi
Liat saja takdirku
Aku ingin calon menantu wanita, dan aku malah dikarunia calon menantu pria!
Menantu pria? - Ya... Kantaben bilang padaku...
kalau kamu... dekat... lupakan!
Oh Tuhan. Tidak... tidak...
Aku jatuh cinta dengan wanita! Naina... Semuanya normal!
Yo... Normal! Normal? - Yeah.
Apa semuanya normal...? Lantas apa masalahnya, nak?
Panjang ceritanya.
Kita dengar ceritanya nanti saja... Kenapa kamu tak pulang dulu?
Mama kamu sangat rindu denganmu
~** Rohitku sudah pulang kerumah... Puji Tuhan **~
~** Rohitku sudah pulang kerumah... Puji Tuhan **~
Apaan sih ini, Ma?
Ini Jus mangga... ini Khus...
Bukan ini... Tapi tarian dan musiknya...? - Oh itu!
Ini adalah latihan ulang tahun perak perkawinan kami.
Kami akan mengadakan acara peringatannya... Apa yang kau lakukan?
Aku tak ingin melakukan apapun.
Maksudku... ayolah ma, pa.
Dan lagi, bagaimana bisa ini adalah 25 tahun perkawinan kalian...
sementara umurku 28 tahun?
Bukan... bukan... kami mencoba membunyikan umur kami dari komunitas Gujju
Aku yakin kecurangan sebanyak itu diizinkan jelaskan padanya.
Kami masih muda.
Dan siapa orang-orang ini?
Itu? Sekarang kau adalah seorang GCGC... - GCGC?
Good Catch Of Gujju Community!
Tapi jangan pikirkan masalah mereka
Kami mencarikanmu wanita dan perkawinannya sudah ditetapkan saat Navratri
Ini! Lihat potonya...
dan ini ramalan bintangnya... Kecocokannya sempurna. Sudah pasti.
Dan lihat... lihat... ini adalah brosur bulan madu
Mama, dia sudah mengambilkan brosur bulan maduku
Dan tidak hanya itu saja. Jika kau punya anak laki-laki...
kita akan memanggilnya Jignes. Dan bila perempuan maka akan jadi...
Jigisa... Lalu hewan peliharaannya akan punya nama yang mirip. Jigi!
Oke?- Tidak, ini tidak oke.
Aku tak akan menikahi wanita ini! Aku tak akan menikahi wanita manapun
Semuanya normal kan? - Semuanya norma, pa!
Kenapa kalian tak mengerti? Aku tak ingin menikah!
Apa kau yakin?
Tampan dan kaya.
Maaf?
Hai, aku Camilla.
Nama yang bagus...
Nomor telepon lebih baik dari hanya sekedar nama
Ambil... ambil! - Apa?
Nomor teleponnya... catat
Dan jika Gujjubhais akan melebur hubungan baru ini...
apakah kita Punjabi akan berani untuk tidak menghiraukannya?
Surat apa ini? Pribadi dan rahasia.
Semoga beruntung.
Ini Naina kami
Dia sangat cantik.
Dan Naina, ini saudaranya Kamoo dan keluarganya.... Itu...
Ini adalah hidupku, istriku Pammi
Itu anak sulungku Montu
Itu istrinya Ny. Jassi...
dan itu adalah si pemalu, Bantu
Dan aku adalah yang paling tua di rumah... Badi Biji... Lakukanlah PP...
PP? - Pairi Pauna... Apa lagi?
Oh ya, Aku lupa... ini adalah cucu kami...
Bhagat Singh and Bhagat Singh...
Dua Bhagat Singhs?
Kalau bisa dalam film Kenapa tak bisa jadi nama cucu?
Kau memang benar..
Nenek, aku ingin bicara denganmu...
Bisa ikut ke dapur sebentar?
Tentu... Dia sangat senang. Kalian silahkan makan.
Ya... Silahkan makan.
Apa semua ini? - Apa maksudmu?
Itu saudaranya Kammo dan keluarganya...
mereka khusus datang dari India ingin ketemu dengan kita...
sangat sehat dan kaya. - Aku bisa meliatnya...
tapi buat apa mereka disini?
Oh, mereka datang mau melamar... Memang apa lagi?
Oh... Selamat... kenapa tak nenek aja yang menikah?
Mereka bisa dengar... - Aku tak perduli...
bilang pada mereka supaya cepat pulang. - Kenapa mereka harus pulang?
Dengar, umurmu udah 23 tahun
jika kamu belum menikah, apa yang akan dibilang komunitas kita?
Aku tak perduli apa kata mereka dan apa yang kamu pikir...
Aku tak tertarik ingin kawin... - Bagaimana bisa?
Jika nenek ingin sekali, kenapa bukan nenek aja yang menikah?
Aku yakin Chaddaji akan siap buat melamar nenek
Mereka bisa dengar...Aku - Lihat betapa kasarnya dia!
Semua karena kamu
Jika kamu tak menjalankan hotel sialan itu...
kau tak akan melupakan tugasmu sebagai seorang ibu...
Aku ingat tanggung jawabku sebagai ibu...
Kau lupa, selain sebagai ibu...
Aku juga punya tugas sebagai ayah... - Dan salah siapa itu?
Bisa hentikan tidak?
Kalian bicara masalah tanggung jawab?
Adalah tugas keluarga buat mengajarkan cinta
anak-anak di keluarga lain besar dengan melihat cinta
sementara kami hanya melihat kebencian... kebencian nenek.
Setelah Papa meninggal, pernahkah satu hari saja...
satu hari saja kalian berdua tidak bertengkar?
Siapa yang ingin menjalin hubungan dengan keluarga yang berantakan ini?
Siapa yang ingin menikah denganku? Katakan, siapa yang mau menikah dengaku?
Halo... Jadi kalian ingi melamar dalam keluarga kami?
Ide yang buruk! Kami semua gila dan kami akan membuat kalian juga gila!
Silahkan makan manisannya.
Kau cinta Aman dan dia sudah menikah
Kenapa kamu jatuh cinta, Naina?
Jangan konyol, Ma.
Jika aku tahu sebelumnya, bagaimana bisa aku jatuh cinta?
Tidak
Kenapa mama menangis?
Karena aku sangat kenal kamu
Kau tak akan bisa menerima penolakan ini
Kau tak akan bisa bahagia.
Kau tak akan pernah jatuh cinta lagi.
Kau tak akan pernah menikah.
Kau akan sendiri... sama seperti aku - Ya.
Apa maksudmu "ya"? Bagaimana bisa kau setuju denganku?
Kau seharusnya menghiburku... kau seharusnya bilang, "Tidak ma..."
"Aku akan bahagia... Aku akan jatuh cinta lagi... Aku akan menikah!" bilang ya.
Bagaimana bisa menghiburmu?
Aku cinta dia, mama, aku sungguh cinta dia.
Dia menggangguku, dia membuat aku jadi bahan ledekan.
Kemanapun aku pergi, dia mengikuti aku.
dan dia selalu menguping pembicaraan orang lain.
Tapi, aku masih cinta dia.
Kenapa aku cinta dia?
Kenapa ini terjadi denganku? Apa yang harus kulakukan?
Semuanya akan baik-baik saja!
Aku yakin... sekarang malaikat kita sedang mengawasi kita.
Dia akan memastikann hidupmu akan diisi dengan cinta lagi.
Dia akan mengajarkannmu cinta lagi... Kau akan jatuh cinta lagi...
Ayo, nak. Kita pulang kerumah
Malahan Aman ingin mengisi hidupku dengan cinta lagi...
dengan cintanya Rohit.
Tapi Rohit...
Nama wanitanya adalah Camilla.
Camilla! Adalah nama yang cantik.
Kau pasti sangat cinta dengan Camilla. Karena kalung ini sangat mahal.
Harganya $20,000.
Berapa harganya?
$5. - Oke, bagus.
Oh! jangan yang merah ya. Aku merasa terganggu.
Bagaimana dengan yang kuning? - Oke, lebih baik.
Terimakasih, senang ketemu denganmu, Daah, hati-hati.
Aku baru saja mau meneleponmu. Kamu dimana?
Aku di kuil, memang dimana lagi?
Mendo'akan supaya kamu berumur panjang.
Benarkah! Wow! Bagus benar.
Jadi... apa kita ketemu malam ini?
Tentu. Aku sudah tak sabar. 9 malam.... Water's Edge?
Meja buat 2 orang udah siap. - Senangnya.
Permisi sebentar. Jerry kawanku.
Kau tahu yang harus dilakukan? - Yeah, tentu.
Mana Rohit? - Aku tak mau tahu...
Kau tak mau tahu? - Maksudnya aku tak tahu
Mana Rohit? - Aku tak mau bilang...
Dia pergi dengan gadis!
Gadis apaan! - Gadis... wanita...
Aku paham, tapi kemana? - Aku tak akan memberitahu...
Kenapa tidak? - Aku tidak mau memberitahu...
Tinggalkan aku... sudah kubilang... aku tak akan memberitahu.
Water's edge 9 malam.... Dengan wanita.
... kau... kau...... dengar... kumohon jangan ikuti dia kesana
Apa maksudmu? Jangan hancurkan hidupnya...
Kanta! aku akan bunuh diri tapi aku tak akan membiarkan Rohit
Dia tidak boleh dengan wanita lain
Oh Tuhan! yes...yes....yes... Aku akan menikah denganmu.
Tuan & Nyonya. Dia baru aja melamarku.
Aku akan menikah! Aku sangat senang.
Ayo berdiri Rohit. Beri hormat.
Aku sangat senang, kamu?
Aku... aku... aku akan kembali...
Hai Ma... Tugas sudah selesai!
Tak ada masalah!. Tak ada yang salah bila aku yang mengurusnya
Terbakarlah api neraka... biarkan Rohit dan Aman berpisah.
Rohit nikah dengan Camilla.... oke.
Selamat! Kudengar kau akan menikah!
Ya... ya... Pamela cinta aku
Namanya Camilla... Dan dia hanya cinta uangmu
Uang? Bagaimana bisa kamu seperti itu? - Kau memang bodoh!
Dengar... aku tak akan terpengaruh olehmu kali ini.
Baik... Pergi dan bilang padanya... Camilla sayang...
Aku tak ingin uang papa ku. Aku ingin menjalani hidupku sendiri...
Aku ingin mandiri... Maukah kau mendampingiku?
Itu gila! Itu murahan...
Aku tak akan pernah bicara seperti itu... tak akan... tak akan... tak akan
Camilla sayang... Aku tak menginginkan uang papa ku
Aku ingin menjalani hidupku sendiri
Aku ingin mandiri... Maukah kau mendampingiku?
Aku siap untuk menikahimu!
Dengarkan aku... Kumohon....
Aku tak mengerti... Bagaimana bisa kau melepaskan Naina semudah itu?
Lihat dirimu...
Tuan dan Nyonya... Selamat datang di Lala land.
Rohit cinta Naina... Naina tidak cinta Rohit
Dia cinta Aman
Tapi Aman bilang ke Rohit jangan menyerah dengan Naina.
Jadi pada dasarnya Aman itu... sinting!
Kau bicara dengan siapa? Aku bukannya sinting.
Otakmu salah tempatnya
Naina tak mencintaiku
Dia cuman berpikir kalau dia jatuh cinta denganku.
Dia pikir... Ah... dia pikir!
Lantas apa maksud "dia pikir"?
Kawan... Aku adalah orang baru dalam kehidupannya.
Aku hanya sedikit tertawa bersamanya, membuat dia tersenyum...
dan dia pikir dia jatuh cinta denganku.
Sementara kamu sudah kenal setahun...
dia berani menjaminmu...
sekarang dia tak bermimpi kalau kamu jatuh cinta dengannya.
Sekarang lupakan pertemanan dan tunjukkann cinta padanya...
Mau dia bilang "ya" atau "tidak" serahkan padanya.
Tapi palingg tidak berikan dia pilihan... Kau masih mengejar Camelli...
Lily... - Camilla...
Tapi Camilla itu memang punya kaki yang seksi. - Kaki yang wah kawan...
Diam kita bicara tentang Naina - Maaf, fokus pada Naina.
Naina!
Naina punya mata yang cantik!
Naina punya wajah yang indah
Kemarahan Naina...
Cinta Naina...
Senyumnya Naina...
Apapun yang dilakukannya, itu hebat
Rambutnya Naina... Saat dia mengikatnya seperti ini
Sebenarnya aku suka rambutnya terurai
Kenapa kamu bicara Naina?
Buat kamu... aku kan sudah menikah!
Dan seandainya kamu belum menikah?
Maka aku tak akan melepasnya. Aku bukan orang bodoh sepertimu.
Aku bicara tentang Naina.
Kau benar, sekarang apa yang kulakukan? - Kau jangan berbuat apa-apa
Sekarang apapun yang harus dilakukan, aku yang kerjakan
Kau lakukan apa yang ku suruh Aku punya rencana...
Enam hari dan wanitanya ada dihadapanmu... Hanya enam hari.
Wow! Tapi kenapa enam hari?
Karena aku tak kerja hari minggu
~** HARI PERTAMA **~
Naina menungguku disini tiap hari jam 6 pagi.
Kami bersama dari sini sampai kelas.
Tapi kau tak akan berangkat dengannya hari ini - Kenapa?
Karena aku yang menyuruh
Rencanamu bikin kami bersama atau berpisah?
Aku punya teori tentang wanita
Semakin kau kejar, dia makin jauh.
Tapi bila kau menjauh, dia akan bingung dan mengejarmu...
Untuk mencari jawaban kebingungannya.
Dan kita akan mengambil keuntungan dari kebingungan wanita itu...
Aku juga jadi bingung!
Itu dia... sejak kanak-kanak! Tak bisa ditolong...
tapi percayalah... lakukan yang kusuruh.
Pasang ini ditelingamu
Dimana? - Ditelinga
Alat ini akan tersambung ke telepon...
jadi aku bisa bicara denganmu terus-terusan.
Apapun yang kusuruh... kau harus lakukan Paham?
Rohit masuk. - Alfa Bravo Charlie, aku dengar.
Aku sudah sampai kampus
Prajurit yang baik, sekarang santai... bebas.
Longgarkan dasimu
Demi tuhan, ubah jalanmu
Jalan? - Ya, caramu berjalan. Maksudku jalan yang keren, kau tahu?
Apa sudah sampai kelas? - Ya
Sudahi goyangnya, bodoh! Kau bisa lihat Naina?
Ya... - Tutup mulutmu, bodoh
Duduk di sampingnya tapi jangan bicara dengannya.
Darimana saja kamu? Aku sudah menunggumu lebih setengah jam
Kau selalu terlambat. Aku tak mengerti.
Jangan lihat dia... Jangan... Liat keatas... kebawah...
Lihat kesamping... Jangan ke dia, bodoh... sisi lain!
Aku bicara denganmu... Apa yang terjadi denganmu? Apa kau sakit?
Pandang dia dengan kemarahan.
Lihat aku.
Jangan pelan... Lebih-lebihkan... Lihat dia dengan marah
Lihat aku, Rohit
Oke, bagus sekali.
Sekarang, letakkan jarimu dihidung.
Cuman bercanda, prajurit. Sampai ketemu di markas, daaah.
~** HARI KEDUA **~
Jangan lupa, jalan dengan santai
Jangan duduk dekat Naina
Lantas dimana aku duduk...? - Disamping wanita seksi...
Oh Tuhan! Itu Gita.
Oke, Hai. - Ini ulang tahunku. Oh, Ulang tahun.
Bukan aku, kau dumbo... Katakan padanya.
Hai, ini hari ulang tahunku. - Hai, Selamat ulang tahun.
Sekarang sodorkan pipimu
Apa Naina melihatnya?
Sekarang peluk dia...peluk erat... Dekap dia... Jangan dilepaskan
Maaf.
Selesai.
~** HARI KETIGA **~
Halo Rohit! - Ya, masuk Aman.
Rohit! - Ya. - Bodoh.
Kau mau bicara sesuatu?
Kau tak akan hadir kuliah hari ini - Oke....
Tidak... Aku ingin masuk kuliah hari ini
Rencanamu semuanya itu sampah aku tak bicara dengan Naina 3 hari...
Aku pun sama.
Tapi kau bukan orang yang jatuh cinta dengannya, bodoh!
Jangan takut. Sekarang bila di menelepon, kau jangan bicara dengannya.
Tidak... aku akan bicara. - Tidak, kau tak boleh
Ya aku akan... - Tidak boleh
Naina, aku cinta kamu...
Maaf. Ini ibumu.
Lihat? Mama ku selalu jadi penyelamat. Mama, aku sayang kamu.
Maaf, ya ma... Aku sudah minum obat.
Kenapa aku harus bohong? Mama, Bye... Bye...
Apa itu?
Ini adalah dua jari, memang apa?
Maaf kawan, Aku tanya. Lihat...? Naina tak menelepon.
Jangan takut, aku kenal Naina
Dia akan bangun dari tempat tidur, dia akan mengambil telepon...
tapi egonya menghentikannya...
Dia pasti rindu kamu. Jadi dia akan bangun lagi...
Dia mengambil telepon lagi. Dia akan menyumpahinmu dua kali...
Bodoh... Goblok... - Dia pasti akan menelepon.
Aku tak percaya... pasti itu ibumu lagi!
Jangan ngolok-ngolok mama ku! - Apa yang kukatakan?
Aman, berikan padaku. - Tak akan pernah.
Oh Tuhan!
Apa yang terjadi dengannya? - Aku tak tahu.
Oh tidak.
Hari ini kau akan bicara dengan Naina.
Dan kau akan bicara apa yang sudah kita sepakati... Paham?
Hai Naina.. - Hai Lee. Terimakasih ya catatannya.
Sama-sama.
~** HARI KEEMPAT **~
Sebentar... Sebentar... Sejauh mana kau bisa lari dariku sayang?
Lepaskan tanganku... Lepaskan tanganku!
Aku tak tahu apa yang terjadi denganmu, Kupikir kau sudah gila.
Tiga hari terakhir, aku sudah mencoba... Kemana saja kamu, Rohit?
Saat aku perlu teman, Kemana saja kamu?
Aku lelah... aku sudah lelah jadi temanmu.
Apa? - Apa? Apa?
Saat kau ingin ketawa, Rohit...
Saat kau ingin menangis, Rohit
Tapi saat kamu punya cinta, buat orang lain.
Tak akan ada gunanya lagi, kan?
Apa kau baik-baik saja, Rohit? - Tidak, kau dengar aku, Oke.
Kita teman, kan? - Ya...
Jadi orang pintar bilang
langkah pertama cinta itu adalah pertemanan...
dan langkah terakhir pun adalah pertemanan.
Tinggal ditengah-tengahnya saja lagi.
Melangkahlah Naina dan kau akan menemukan jalanmu.
Pikir....Naina... pikirkan...
Dan untuk berpikir aku memberimu waktu...
seumur hidupku...
Aku memikirkan apa yang dimaksud Rohit
Hari itu aku merasa Rohit berhenti jadi temanku...
dia berubah jadi sesuatu yang lain.
Dan apakah "sesuatu yang lain" itu... Aku tak tahu... Tak tahu...
~** HARI KELIMA **~
Hai manis, bagaimana kabarmu?
Ini buat kamu
Apa isinya?
Hatiku... Cuman bercanda!
Baju yang bagus.
"Merah adalah warna hatiku"
"Bila kau memakainya akan terlihat manis"
"Ini bukan pemberian... ini sesuatu yang tak tahu kusebut apa..."
"Ini bukan fiIm Subhash Ghai yang berjudul 'Taal'?"
"N.B : Maaf tak bisa memikirkan sajak empat baris'"
"Dengan cinta Rohit"
~** HARI KEENAM **~
Apa ini?
"Aku bukan seorang penyair. Oh anak dara, aku menyerah...''
"karena baris selanjutnya dari lagu aku tak ingat!"
Apa yang terjadi?
Dengar, aku perlu sesuatu darimu. - Apa?
Ini... Kelas menari... salsa - Salsa?
Ini adalah peringatan ulang tahun perkawinan ayah dan ibuku...
dan aku harus menampilkan sesuatu? Jangan tanya aku, oke?
Dengar, aku tak bisa "Dandia" oke.
Jadi kupikir... kenapa tidak Salsa saja?
Aku perlu pasangan buat ikut kelas itu
Semenjak kau akan jadi pasangan hidupku kenapa tak dimulai dari sekarang? - TIDAK
Aku hanya minta kesempatan buat menari bukan buat bercumbu denganmu.
Tidak Rohit, Diam... ini hal terakhir yang akan kulakukan buatmu.
Kawanku... Itu tadi kata-kata yang bagus.
Karena datang dari sini, kawan.
Tuhan, aku sungguh cinta dia. - Aku juga cinta dia.
Dasar bodoh
Dasar... Dasar... Sampai ketemu kawan.
Aku bukan penyair anak dara, saat aku melihat dirimu dan diriku...
~** Hidup berganti setiap saat **~
~** Hidup sekarang teduh... **~
~** Hidup sekarang sinar matahari **~
~** Setiap saat di bumi... **~
~** Menjalani hidup sepenuhnya **~
~** Apapun waktu kau miliki di tanganmu... **~
~** besok mungkin tidak akan pernah datang **~
~** Hidup berganti setiap saat **~
~** Hidup sekarang teduh... **~
~** Hidup sekarang sinar matahari **~
~** Setiap saat di bumi... **~
~** Menjalani hidup sepenuhnya **~
~** Apapun waktu kau miliki di tanganmu... **~
~** besok mungkin tidak akan pernah datang **~
~** Seseorang mencintaimu dengan sepenuh hatinya... **~
~** sangat sulit didapat **~
~** Harus ada seseorang seperti itu... **~
~** dia satu-satunya untukmu, pasti **~
~** Tangannya... **~
~** kau harus raih **~
~** Untuk semua yang kau tahu... **~
~** besok mungkin tidak akan pernah datang **~
~** Setiap saat di bumi... **~
~** Menjalani hidup sepenuhnya **~
~** Apapun waktu kau miliki di tanganmu... **~
~** besok mungkin tidak akan pernah datang **~
Makan malam jam 8? - Tidak...tidak malam ini, sayang.
Apa aku boleh?
Hei, kami sudah menikah.
Tak masalah, aku tak memikirkannya.
Apa kita jadi malam ini?
Lihat ke depan.
Apa kita jadi malam ini?
~** Dalam matamu... **~
~** seharusnya seseorang mendekatimu... **~
~** mencoba jutaan kali untuk mengendalikan hati gilamu... **~
~** tapi akan terus berdenyut kencang **~
~** Tapi memikirkan hal itu... **~
~** inilah saatnya **~
~** Legenda ini... **~
~** besok mungkin tidak akan pernah datang **~
~** Hidup berganti setiap saat **~
~** Hidup sekarang teduh... **~
~** Hidup sekarang sinar matahari **~
~** Setiap saat di bumi... **~
~** Menjalani hidup sepenuhnya **~
~** Apapun waktu kau miliki di tanganmu... **~
~** besok mungkin tidak akan pernah datang **~
Dasi yang bagus.
"Dasi merah dan pakaian biru akan membuatmu terlihat baru"
"Yang artinya... pindah ke lembar kedua" "Benar-benar Buddhu"
"N.B. Maaf tak bisa memikirkan sajak empat baris..."
"Dengan cinta, Naina"
Oh Tuhan Naina.
Aku cinta kamu.
Aku sunggu cinta kamu, Aman. - Terimakasih, Rohit.
Lihat aku... - Kenapa?
Apa yang kau lihat? - Tak ada... Oke
Lihat ini!
Memang kenapa? Aku tak ingin melihatnya
Kau lihat ini... Lihat dasiku. - Kau bilang ini, kupikir...
Naina memberikan ku dasi ini
dengan selembar surat cinta.
Surat cinta, bagus sekali. - Kau... kau memang beda, kawan.
Jika bukan karena kamu
Aku tahu.. Aku tahu... Kau memang jenius. - Sudah dari sananya.
Kau orang yang pintar, brilian...
Kau harusnya menulis buku
Enam hari dan wanitanya akan jadi milikmu!
Bahkan aku memikirkan demikian lama kalimat itu.
Bagaimanapun, apapun yang kulakukan buat kamu itu oke.
Tapi kau memang beruntung. Karena kamu, aku...
Apa yang kulakukan? Aku tak melakuka apa-apa...
Ini semua kau... Ini semua karena kau... cintamu...
Kau...
Kau memang hebat! Bahkan kau tak ingin dipuji atas jasamu.
Dengarkan aku sekali aja. Oke.
Kenyataanya adalah, karena kamu Naina ada di dalam hatiku...
didalam detak jantungku disetiap nafasku
dan di dalam kamarku... - Dan didalam kamarku!
Naina tunggu! - Lepaskan aku...- Dengar... Lepaskan aku... Apa?
Pastinya menyenangkan... iyakan?
Pastinya sangat menyenangkan membuat orang patah hati.
Enam hari wanitanya jadi milikmu.
Kalian berdua pantas dapat penghargaan, Fantastis, Rohit.
Dengarkan aku...ya... - Tidak, dengarkan aku.
Aku menganggapamu sebagai teman dan menyerahkan hatiku padamu
Dan apa yang kau lakukan? Katakan semuanya padanya!
Dan dia... Dia, ingin bermain sebagai Tuhan untuk semua orang...
memutuskan, semenjak dia tak bisa mencintai aku, dia akan mencari yang lain...
dan di mengetuk pintumu
Dan bilang padamu, persahabatanmu itu adalah cinta.
Dan kau jadi percaya diri?
Rohit, orang seperti apa kau...?
Yang tak mengenal hatinya sendiri... tak mengerti perasaan sendiri?
Aku mencinatimu Naina... dan itu adalah kenyataannya.
Tidak! Semua itu bohong...
Kenyataannya adalah, kau menghancurkan hatiku! Menyakitiku...!
Aku tahu, sebelumnya aku tak bisa ketawa..
tak punya kebahagiaan... Tapi paling tidak, aku punya teman.
Tapi hari ini, kau merenggut semua dariku...
Kalian berdua
Dengar, Naina... - Tidak.
Aku tak ingin dengar apapun
Aku tak ingin mengerti apapun.
Demi Tuhan, biarkan aku sendiri.
Sebentar...
Naina, aku berharap bisa mengatakan betapa aku mencintai kamu.
Sebentar. Tunggu, Aku sangat mencintaimu...
Dan disini disebut...Aku cinta kamu dan ...
Dan saat aku menutup mataku, aku melihatmu
Saat ku buka mata, aku begitu lama melihatmu
Bila kau tak disampingku,
Aku merasa kau selalu ada...
Setiap detik... Setiap menit... sepanjang waktu...
Mataku hanya mencari kekasihku Naina
Sebutlah itu cinta, Kegilaan atau hanya debaran hatiku...
semuanya sama bagiku.
Banyak orang memiliki cinta...
tapi cintaku terpisah dari mereka, karena...
mereka tak memilikimu.
Aku tak bisa melupakanmu Naina
Dan aku tak ingin melupakanmu
Kau milikku dan aku akan mencintaimu selamanya
Aku mencintaimu sampai mati dan bahkan setelah itu
Semuanya ditulis di buku harian ini... Rohit yang menulis semuanya
Bagaimana dia bisa terluka... ?
Dan kau punya tulisan yang jelek
Aman... semua ini... aku tak...
Kau tak menulisnya... tapi aku mengatakannya
Jika kau menulisnya, pasti juga akan sama.
Jadi aku mengatakan apa yang ada dihatimu... Apa salahnya? Iyakan?
Dan wanita menyukainya... Aku telah melakukan banyak hal
Apa kau tak apa-apa?
Aku hanya ingin menelepon. Permisi!
Maaf Ma! Sudah larut, ayo pulang.
Aku ingin mengatakan sesuatu padamu... dengarkan...
Naina, untuk bertahan lama...
semua hubungan harus dikuatkan dengan cinta
Papa mu sangat mencintai kita, tapi dia adalah orang yang lemah
Dia meninggalkan kita dan pergi...
tak pernah memikirkan sesaatpun apa jadinya kita setelah ditinggalnya
Tapi Rohit... Rohit bukan orang yang lemah...
dia sangat mencintaimu
Betapa mudahnya kau menyebut Papa orang yang lemah!
Dan Rohit... memerlukan bantuan orang lain untuk meraih cintanya...
Bukankah itu tandanya dia lemah? Katakan padaku Mama...
Untuk mencapai cintanya dia minta tolong...
Apa salahnya?
Dengar, aku masih menganggap Rohit bukan orang yang lemah
Dia tahu kau mencintai orang lain, tapi dia masih mau menerimamu.
Itulah kekuatannya, nak. Itulah cinta.
Jika kau menolak cintanya hari ini, akan jadi sebuah keputusan seorang wanita...
dan besok saat kamu menyesalinya, akan jadi sebuah penyesalan seorang wanita!
Halo.
Hai Rohit. - Hai Naina.
Kau dimana?
Di kantor
Aku ingin bicara dengan kamu
Sebenarnya secara pribadi.
Pribadi dan Rahasia...J. Kapur?...
Oh Tuhan! Surat dari Frankie
Kakak... Coba tebak? - Apa yang terjadi?
Selamat! Fantastis!
Terimakasih, Aman... Tapi bagaimana kau tahu? Aku masih belum membukanya lagi.
Apa yang belum kamu buka? - Tak usah dibuka...
Aman akan pergi. - Tidak, aku tidak pergi
Lihat dulu... Ini surat Frankie. - Ya... ya
Apa yang terjadi? - Naina ingin ketemu Rohit
Akhirnya dan mereka melakukan pertemuan pertamanya.
Dan Frankie mengirim suratnya - Ya, itu berita yang luar biasa.
Aku harus meriasnya. Aku punya pakaian putih yang sempurna.
Dan kau tau? - Ya... Frankie mengirim surat!
Sekarang kita pergi...& makan-makan.
Tapi bagaimana bisa terjadi? - Aku hanya orang seksi yang jenius.
Oh, kasu rupanya!
Berikan padaku... Ini surat dari Frankie...
Suratnya punyaku, berikan! - Sebentar.
Mari kita lihat apa yang dikatakan si keren.
Ini... bukan surat dari Frankie
Baik semua, dia datang... - Ayo...
Oh, dia terlihat sangat cantik
Hanya perlu dipaksa sedikit... Tuhan akan melindungimu dari kejahatan
Sudah cukup... Boleh aku pergi?
Aku suka rambutnya terurai
Rambutmu... - Apa?
Kelihatan bagus bila terurai
Pergilah
Semua ini...? - Kumohon.
Aku tau kau tak punya cinta untukku hari ini
Tapi aku yakin suatu saat kau pasti punya untukku...
Dan aku akan menunggunya...
karena aku yakin hari itu akan datang, pasti!
Tapi hari ini, percayalah dengan cintaku.
Karna aku tahu itu cukup untuk kita, Naina...
Aku memberimu bunga sebelumnya... Tapi aku tak bisa
Tolong jangan ditolak lagi... atau bunganya akan layu
Naina... Naina... Naina...
Menikahlah denganku!
Halo...Yeah...Yeah...
Dia bilang "ya"!
Semuanya... aku ingin dipeluk, ayo semuanya.
Langkah selanjutnya adalah meyakinkan Karsanbhai dan Sarlaben...
Yang tentunya tak terlalu sulit. Setelah itu...
Semua hanya ilmu bumi
Mari... Mari... Julieben!
Jennifer! - Jennifer siapa?
Tak apa.
Anda tak mau makan apa-apa? - Ya... Tentu
Dengar... berikan aku cock (masakan)!
Coke, Pa. Ayolah jangan malu-maluin... - Ya, ya. Coke
Jadi semua sudah ditetapkan!
Pertunangan dan ulang tahun perkawinan kami dihari yang sama.
Dan dua hari kemudian pernikahan, tak masalah?
Seperti yang kau bilang!
Kami menurut saja.
Dan lucunya, Jamnaben adalah...
Kau tahu. Jennifer - Ya... Jenniferben...
ada tukang hias terkenal dari Paris...
yang akan datang pada waktu yang sama untuk menghias holel(lobang) ku
Aku punya holel yang besar kan?
Sangat besar. - Aula
Dengar Patelji... kami menyerahkan detail penikahan pada kalian.
Kami senang karena sudah dapat pria yang baik.
Aku hanya rindu anakku! - Sedihnya.
Rohit sudah cerita ke kami...
Apa yang terjadi? - Serangan jantung!
Oh, serangan jantung.
Aku hanya menunggu urusan Naina dan Shiv selesai..
maka aku bisa tenang pulang ke Chandigarh!
Lantas bagaimana dengan Gia?
Dia bukan keluarga kami! - Nenek.
Tidak, tidak, Gia bukan orang lain sama seperti Naina
Dan suamiku meninggal bukan karena serangan jantung...
dia melakukan bunuh diri.
Kenapa kau bilang pada mereka yang sebenarnya?
Kau tak bisa membangun hubungan dengan dilandasi kebohongan
Kau tak bisa mengurus hubungan di masa lalu
Bagaimana kau bisa mengurus hubungan yang baru?
Hubungan bukan diurus. Tapi dibangun dan dijaga.
Tapi apa yang kau tahu masalah itu?
Dengar menantuku...
Aku hanya jadi menantumu bila Gia dianggap cucu.
Gia bukan cucuku dan tak akan pernah jadi cucuku
Darah tetaplah darah!
Itu saja! Aku tak mau mendengar lagi!
Kenapa? Saat kamu begitu yakin bicara kenyataan...
Coba buat mendengarnya juga. Gia bukan cucuku.
Dia bukan bagian keluarga ini! Dia hanya beban...
Sebuah beban yang kau paksakan dikeluarga yang ngadopsinya
Sebuah beban yang merenggut kebahagiaan di keluarga ini...
merenggut kedamaian... merenggut anakku...
Aku benci dia... Aku benci dia... Aku benci penjahat kecil itu...
TIDAK!
Kita masih membayar kesalahan anakku
Kesalahan pertamanya adalah menikah denganmu
Yang kedua adalah mengadopsi anak itu
Dia juga membuat kesalahan yang ketiga
Kau? Siapa kau mencampuri urusan keluarga ini?
Bukan siapa-siapa... Hanya suara yang harus menyentuhmu dari dulu.
Kenyataan yang harus kau sadari dari dulu...
Kumohon Jenny, biarkan aku....
Karena kau bicara tentang kebenaran, aku akan katakan kebenaran
Tentang hubungan gelap anakmu...
Yang disembunyikannya darimu
Tapi dia tak bisa menyembunyikan hasilnya
Apa kau tau nama hasil hubungannya?
Aman kumohon. - Jenny, tak apa.
Hasil hubungannya adalah Gia...
Gia!
Yang tak bisa diterima oleh ibu kandungnya...
tapi diterima oleh menantumu, Jenny...
yang dibawa kerumah ini oleh menantumu, Jenny...
Jenny... bisa melihat wajah wanita itu di wajah Gia...
Yang bisa melihat kesalahan suaminya di wajah Gia...
Tapi yang dia pilih adalah melihat mata kecil itu...
dan dia memilih untuk mengisinya dengan cinta...
menantumu Jenny
Anakmu mungkin mengerti dengan kesedihan dan kemarahannya...
tapi dia tak bisa mengerti akan kesabarannya
Kekuatan Jenny membuatnya selalu ingat akan kelemahannya...
dan perasaan itu yang merenggut nyawanya... Bukan Jenny
Halo Jennifer
Aku tau selama enam tahun ini selalu bertanya tentang Gia...
tak pernah tentang kamu.
Tapi hari ini, di surat terakhirku aku ingin mengucapkan terima kasih..
Terima kasih Jennifer. Terima kasih.
Wanita diciptakan buat memaafkan kesalahan suaminya...
tapi hanya beberapa wanita yang berani untuk menerima kesalahan suaminya...
dan menunjukkan cinta yang begitu besar tanpa sedikit pun kesalahan.
Kau menerima Gia, sementara aku, ibu kandungnya tak mau
Dan karenanya aku akan terus berhutang padamu.
Mereka bilang saat pria melakukan kesalahan...
mereka diberi kemampuan untuk membayar kesalahannya
Tapi Jennifer, selama ini kau harus membayar sebuah kesalahan...
yang bukan kesalahanmu.
Dan semua karena aku.
Jika kau bersedia, maafkan aku
Aku minta maaf Jennifer.
Aku sungguh menyesal.
Aku menyebabkan kau menderita! Aku menyesal.
Dia adalah pria yang baik!
Dia hanya khilaf! Hanya kekhilafan!
Ya, anakku... Ya...
Dia adalah pria yang baik! Dia pria yang baik, bu...
Dia pria yang baik Naina! Hanya khilaf
Dan akhirnya keluarga impian Gia lengkap.... lengkap
Semua jarak terjembatani...
dan kami mulai berdo'a bersama...
seperti sebuah keluarga besar yang bahagia!
Persiapan acara pertunangan dilakukan dengan penuh semangat!
Jean De Bon... penghias terkenal dari Francis sudah datang...
untuk menghias kediaman Patel!
Tirai.
Dari atas.
Meninggalkan keluarga tercinta Aku harus berangkat ke rumah suamiku...
Sempurna!
Dan di kediaman Aman jadi kacau!
Oh Tuhan! - Oh Tuhan
Tuhan mendengar do'anya Kantaben. Rohit akan menikah dengan wanita.
Akhirnya, hari pertunangan....
Gujarat membuka pintu mewah untuk Punjab yang masuk dengan kemegahan.
~** Satu, dua, tiga... Inilah komunitas! **~
~** Para Shahs, para Patels, para Mehtas .. **~ ~** mereka memiliki perhiasan yang terbaik **~
~** Tapi siapa kami...? **~ ~** Ya, siapa kami? **~
~** G-U-J-J-U **~
~** G-U-J-J-U **~
~** G... Gathiya **~
~** U... Undiyo **~
~** J... Jamwa (makan) **~
~** J... Jamnagar, tentunya **~
~** U... G-U-J-J-U **~
~** G-U-J-J-U **~
~** Gujju, Gujju... Rohit dan Naina... **~
~** Kami bangga pada kalian Gujju **~
Tak apa.
Apa kita harus menelepon Kunwardi Kudi? - Diam!
Wow!! Luar biasa Fantastis!
Pertunjukan yang luar biasa! Menakjubkan Luar biasa...luar biasa... Baik.
Dan sekarang Gujarati sudah melakukan pertunjukannya...
Lihatlah semua tarian Punjabi!
Ayo frankie!
Mari kita mulai.
~** Oh cintaku... **~
~** Oh cintaku... **~
~** Itulah dia, cintaku **~
~** Dari keningmu, menggantung perhiasan... **~
~** Anting menggantung ditelingamu **~
~** Cintaku... **~
~** Di tanganmu, melingkar gelang... **~
~** Di kakimu berbunyi gelang kakimu **~
~** Cintaku... **~
~** Matamu berkata... Tuhan Maha Esa **~
~** Hatimu bernyanyi... Tuhan Maha Esa **~
~** Mabuk madu... Tuhan Maha Esa **~
~** Kaulah seorang, oh cantik **~
~** Semua orang bernyanyi... **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Itulah dia, cintaku **~
~** Matamu yang gelap... **~
~** Wajahmu cantik sewajarnya **~
~** Kau segemerlapnya emas... **~
~** Kau adalah keindahan layaknya bulan, cintaku **~
~** Pipimu yang merah muda... Tuhan Maha Esa **~
~** Cara berjalan mabukmu... Tuhan Maha Esa **~
~** Ambillah hatiku... Tuhan Maha Esa **~
~** Oh cantik **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Ini adalah pancuran warna... **~
~** kuncup memancarkan aroma nikmat **~
~** Dalam hati memainkan shehnai **~
~** Sekarang bintang-bintang di langit menjadi milikku... **~
~** hatiku pergi bersama mereka **~
~** Dan engkau datang dengan berdandan, tanganmu dihiasi dengan henna... **~
~** Awasi langkahmu, oh cantik **~
~** Hati di sini melewatkan ketukan, oh cantik **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Oh bulanku... **~
~** bagaimana aku akan mengatakannya padamu... **~
~** betapa aku mencintaimu? **~
~** Aku mencintaimu oh begitu sangat **~
~** Setiap kebahagiaan, aku akan mencari dan menemukan... **~
~** untuk menemanimu dalam tandumu **~
~** Untuk memberikan semuanya padamu dalam tandumu **~
~** Dan engkau datang dengan berdandan, tanganmu dihiasi dengan henna... **~
~** Awasi langkahmu, oh cantik **~
~** Hati di sini melewatkan ketukan, oh cantik **~
~** Oh Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** oh Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Dari keningmu, menggantung perhiasan... **~
~** Anting menggantung ditelingamu **~
~** Cintaku... **~
~** Di tanganmu, melingkar gelang... **~
~** Di kakimu berbunyi gelang kakimu **~
~** Cintaku... **~
~** Matamu berkata... Tuhan Maha Esa **~
~** Hatimu bernyanyi... Tuhan Maha Esa **~
~** Mabuk madu... Tuhan Maha Esa **~
~** Kaulah seorang, oh cantik **~
~** Semua orang bernyanyi... **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
~** Cantik.. datanglah padaku, cintaku **~
Tn. Mathur, kau harus sadar bisa saja hasilnya lain cerita...
Yeah, aku menyadarinya.
Aman, telepon Priya
Aku tak apa, Ma... Kenapa kau mau menyusahkan Priya?
Hari ini ulang tahun pernikahannya.
Jangan khawatir Ny.Mathur Aku sudah mengirimkannya pesan.
Tak ada pager, tak ada telepon hari ini... Kau sudah janji.
Bisa saja itu tadi gawat.
Kau bukan satu-satunya dokter di rumah sakit
Abhay! - Priya, selalu seperti ini masalah yang timbul kemudian?
Oke jangan merajuk.
Hari ini aku akan menghabiskan uangmu
Aku akan membiarkanmu, sayang
Tidak...Rohit, terlalu mahal
Ayo, Naina... Kalungnya sangat bagus!
Dan bagusnya lagi, Papa yang bayarnya!
Ayolah, sangat manis.
Ya, sangat manis... Camilla. - Camilla?
Kau kelihatan cantik dengannya. Sungguh cantik. Silahkan, lihat sendiri.
Camilla! - Camilla sudah mati.
Panjang ceritanya.
Hai,...Priya, benarkan? - Yah!
Aku Naina. - Naina... - Temannya Aman
Oh Tuhan! Naina...
Aman sering membicarakanmu.
Kuharap yang baik-baik saja.
Ngomong-ngomong, ini Rohit, tunanganku.
Rohit, ini Priya. Anunya Aman...
Oh! benar. Hai. - Senang ketemu.
Senang ketemu. - Yaah!
Jadi kalian sedang belanja ya? - Lagi mencoba...
Sama kalau begitu.
Hari ini ulang tahun pernikahan kami
Jadi kupikir aku akan menghabiskan uang suamiku.
Jadi... Aman juga disini?
Aman... Kenapa harus disini?
Abhay, ini temannya Aman - Naina dan Rohit
Hai!
Hai. - Hai.
Ini Abhay, suamiku.
Suami? Kau menikah lagi?
Priya, kau sudah menikah sebelumnya? Bagaimana bisa aku tak diundang?
Abhay diam.
Satu lebih dari cukup!
sebenarnya, kami ketemu lewat Aman...
Dia adalah orang yang luar biasa penuh semangat.
Selalu ingin melihat semua orang bahagia!
Tapi sekarang...
Abhay...
tapi sekarang saat kuliat dia...
Sungguh Priya, saat aku lihat Aman sekarang...
Aku tak percaya kalau Aman tak punya banyak waktu.
Tapi senang, tahu kalian bersama dengannya.
Di hari terakhirnya.
Aman tak punya banyak waktu
Aman tak punya banyak waktu
Dengar... Hidup... ketawa... Senyum... Siapa tahu? besok mungkin tidak akan pernah datang.
Priya adalah istriku
Aku cinta kamu, Aku sangat cinta kamu Naina.
Aku akan cinta kamu selamanya.
Aku cinta kamu sampai mati... dan bahkan setelah aku mati.
Halo Aman.
Aman, apa yang kau lakukan?
Ma, aku harus pergi... Kumohon.
Aku cinta kamu. Aku sangat-sangat mencintaimu.
Kau bohong padaku
Kau cinta Naina... Kau bohong!
Aku tidak cinta Naina
Jangan lakukan...oke? Cukup!
Melakukannya tak akan merubah kenyataan, Aman.
Naina mencintaimu, kau mencintai Naina...
Bagaimana aku bisa jadi bagian kisah cinta ini?
Kisah cinta dibuat dengan dua hati, Rohit...
dan dalam beberapa bulan hatiku tak akan ada lagi di cerita itu...
Aku akan jadi kenangan
Kau adalah kenyataan, Rohit
Aku bisa menghadapi kenyataan Aman
Tapi aku tidak kuat untuk menghadapi kenangan, Aman
Kau tidak kuat? Bisanya kau bicara seperti itu?
Artinya kau tidak mencintai Naina sebanyak yang kubayangkan.
Bilang kau tak tahu caranya mencintai
Apa yang kau tau? Apa yang kau tau tentang cintaku?
Kau tak tahu apapun!
Naina adalah hidupku, segalanya untukku... hidupku
Dan kau mau melepaskan hidupmu begitu saja?
Kenapa kau tak mengerti, Rohit?
Naina mendapatkanku hanya untuk kehilanganku lagi...
tapi kahilanganmu dia tak akan dapat apapun
Baik cinta ataupun persahabatan.
Cintanya itu kamu. Milikmu
Aku hanya perlu waktu. Dan aku tak memilikinya..., aku tak punya
Naina milikmu. Kau tak boleh meninggalkannya.
Jika bukan untukmu, lakukan buat Naina...
paling tidak lakukan permintaan orang yang mau mati.
Kumohon, penuhi keinginan terakhirku, Rohit.
Kau tidak boleh meninggalkan Naina. Hanya itu! Hanya itu!
Apa yang kau lakukan bila ada diposisiku?
Aku berharap aku ada diposisimu. Aku sangat berharap...
Kau begitu cinta aku sampai kau ingin
untuk meninggalkan cinta buatku... bahkan setelah kau pergi?
Bahkan jika itu orang lain?
Kenapa kau lakukan ini? Kenapa kau begitu mencintaiku?
Aku tak mencintaimu. Aku tak mencintaimu...
Aku tak mencintaimu, Naina... Aku tak mencintaimu.
Aku tak mencintaimu. Aku tak mencintai siapapun.
Kenapa kau sangat mencintai ku?
~** Pengantin cantik bersinar seperti bulan... **~
~** di dahinya, menggantung perhiasan **~
~** Dia mengangkat tatapannya, perlahan dan malu-malu... **~
~** Aku terpesona **~
~** Pengantin cantik bersinar seperti bulan... **~
~** di dahinya, menggantung perhiasan **~
~** Dia mengangkat tatapannya, perlahan dan malu-malu... **~
~** Aku terpesona **~
~** Lihatlah orang-orang tersayangmu hari ini, untuk mengisi hatimu... **~
~** kau tidak akan menemukan mereka denganmu lagi **~
~** Semoga kau menemukan semua kebahagiaan, Oh pengantin... **~
~** Mungkin semua keinginan hatimu terpenuhi **~
~** Semoga kau menemukan semua kebahagiaan, Oh pengantin... **~
~** Mungkin semua keinginan hatimu terpenuhi **~
~** Semoga kau menemukan semua kebahagiaan, Oh pengantin... **~
~** Mungkin semua keinginan hatimu terpenuhi **~
~** Lihatlah orang-orang tersayangmu hari ini, untuk mengisi hatimu... **~
~** kau tidak akan menemukan mereka denganmu lagi **~
~** Semoga kau menemukan semua kebahagiaan, Oh pengantin... **~
~** Mungkin semua keinginan hatimu terpenuhi **~
~** kau menyembunyikan kesedihanmu... **~
~** dan aku menundukkan kepalaku **~
~** Kau tenang ... aku terdiam ... **~
~** Siapakah yang punya alasan **~
~** Jarak ini... **~
~** memisahkan kita... **~
~** bertemu lagi... **~
~** mungkin tidak mungkin lagi **~
~** Jarak ini... memisahkan kita... **~
~** bertemu lagi... mungkin tidak mungkin lagi **~
~** Anakku tersayang... **~
~** yang nakal... **~
~** siapa yang melahirkan dia, Tuhan...? **~
~** Dan siapa yang akan membawanya pergi....? **~
~** Memang benar, aku telah menyakiti hatimu **~
~** Tapi aku selalu bertanya-tanya... **~
''Mengapa hati bersedih? Mengapa mata basah? **~
~** Itu yang akan terjadi yang sedang terjadi **~
~** Mari lupakan tentang itu... **~
~** karena tidak ada jejak ini... **~
~** mungkin besok tetap **~
~** Setiap saat disini, hidup dengan sepenuhnya **~
~** Ini adalah saat... **~
~** untuk, besok mungkin tidak akan pernah datang **~
Aman...
Semuanya ingin melihatmu.
Maukah kau menikah denganku?
Mau ya....
Gia, biarkann Aman istirahat. Kita kembali lagi besok.
Lajjoji...
Selamat malam, sayang!
Terimakasih, seksi!
Kau harus menambah berat badan setelah nikah... Ya.
Gimana perasaanmu? - Fantastis!
Aku minta maaf...
Aku... - Aku...
Kauu duluan.
Memang seharusnya.
Rohit... Naina milikmu saat ini.
Tapi disetiap kehidupan setelah ini...
Disetiap kelahiran... dia akan jadi milikku
Berjanjilah... berjanjilah
Aku janji
Dasar!
Aku janji padamu
Terimakasih
Sekarang aku ingin tidur
Bangunkan aku sebelum kau pergi
Aman! - Belum lagi... bodoh!
Dan Aman pun pergi... meninggalkan kami semua
Dia jadi sebuah kenangan...
sebuah kenangan yang membangun hubungan kami semua.
Dia adalah cinta pertamaku dan cinta pertamamu, benarkan Gia?
Aku tak bisa melupakannya
Dia mengajarkanku cinta..., dan untuk mencintai... buat hidup... buat mencintai diri sendiri...
buat mencintai Rohit...
Aku tak akan melupakannya
Kita... kita tak bisa melupakannya
Mama, dingin sekali...! Ayo kita kedalam.
Sebantar sayang. - Ayo, ayo. - Tunggu Ria.
Ngomong-ngomong, aku masih belum memberitahu mau dua atau tiga hari... - Apa?
Kalau aku mencintaimu!
Semua wanita ingin menemukan sahabat di dalam diri suaminya...
tapi aku beruntung bertemu suami dalam diri sahabatku.
Aku Naina Catherine Kapur Patel dan itu tadi kisahku
~** Diterjemahkan oleh : Faisal Teweh **~ ~** Diselaraskan oleh : Rahmat Khan Akbar Sikumbang **~ ~** Deli Serdang, 05 November 2012 **~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.