All language subtitles for Chinese Ghost Story Human Love (2020)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

CHINA FILM ADMINISTRATION

DECADE ENTERTAINMENT

JINHUA WUDAO NANLAI CULTURE MEDIA

ZHONGLELE PICTURES

TVZ ONE

SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax

JOIN TELEGRAM CHANNEL t.me/broth3rmax

Ada apa? / Tak apa-apa, Guru.

Berhenti!

Suara apa itu?

Guru, kayaknya dari arah sana.

Ayo kita lihat. / Ya, Guru!

Kenapa ada kapal disini?

Ayo naik dan periksa.

Ayo mari!

Mari sini!

Jangan lari ya, cantik!

Ayo mari!

Mari sini!

Ayo!

Jangan lari, cantik!

Sudah lama aku menunggumu.

Tiantiang, Qisha, Xuanjing

ke posisi kalian! / Tiangangbeidou...

Zhongxingguiwei...

Sekarang!

Guru, luar biasa! Tak sangka segampang ini.

Ada apa ini? / Ada apa ini?

Kak!

Guru... / Bentuk formasi!

Dengan Formasi Lima Elemen Bintang Biduk atas nama Vajras

maka kutaklukkan kalian siluman dan iblis!

Roh siluman pemburu

memang lezat rasanya.

Kau monster tua,

apa tak bisa kalahkan musuhmu tanpa tipu daya?

Sini kejar aku kalao berani!

Kalian berdua harus lebih sering berlatih.

Ya, Nenek.

Siluman, akan kutaklukkan kalian semua!

SILUMAN YANG MEMIKAT

terjemahan broth3rmax

Sayang, matimu begitu tragis.

Minggir!

Sana!

Orang Dermawan, ada receh buatku?

Minggir!

Apa lihat-lihat? / Kasihanilah aku.

Orang Dermawan, ada receh buatku?

Uang receh.

Kasihanilah...

Kau orang Dermawan. / Nih buatmu.

Kawan, pinjam mangkuknya!

Ngapain kau? Berhenti! Kembalikan uangku!

Berhenti! Ini orangnya!

Ya, dia. / Kamu ya? / Kalian salah orang.

Tuan, bukan aku. / Orang itu lebih mirip dia.

Bro!

Berhenti kau, aku lagi bicara padamu! / Berhenti!

Weicitiangang...

Huweitianting...

Yaomozhongzhao...

Kau buta ya? Minggir sana!

Maaf.

Bagaimana dunia ini membuatku hidup?

Tuan, mari ke toko peti matiku dan belilah sesuatu.

Tidak, terima kasih. / Bersiaplah dan kau tak akan menyesal.

Aku tak butuh. / Kau kira dirimu dewa yang tak mati gitu?

Ayo! Minum! / Bersulang!

Halo. / Tuan.

Mau minum apa? / Boleh minta semangkok...

air panas. / Cuma air panas?

Dasar kere!

Kita pesta sampai mabuk.

Kau harus mabuk dan berdiri kalau mau disebut lelaki sejati.

Nih! Dasar kere!

Siapa itu? / Pakai senjata rahasia.

Siapa yang makai senjata rahasia roti kukus? / Laitou!

Kamu ya? / Ulah kalian ya?

Jingqian, jangan asal tuduh ya!

Kawan-kawan! Bunuh dia!

Jangan berkelahi!

Jangan berkelahi!

Jangan berkelahi!

Permisi. Jangan berkelahi!

Jangan berkelahi!

Ning Tsai-shen, keturunan Ning yang tak berbakti,

tak bisa pulang untuk mendoakan leluhurnya. Oleh karena itu, dia, hanya bisa memberikan persembahan kecil.

Leluhur, mohon maafkan dia.

Lukisan yang indah.

Sayang sekali ditinggalkan di sini.

Aku merasakan aroma iblis.

Yan Chixia, jangan lari!

Ya ampun.

Zhiqiuyiye, 3 hari kau kejar-kejar aku.

Kau tak capek apa?

Mustahil bisa menemukan yang mahir dalam kontes menulis... juga yang biasa saja dalam bertarung.

Sama juga dengan seni mantra. Hari ini akan kita buktikan siapa penyihir yang hebat.

Sudah basa-basinya!

Sini!

Seru 'kan?

Mantra Tak Gerak...

Kawan, aku butuh bantuanmu.

Kau serius ya? / Aku tak bisa lebih serius lagi.

Kau tak berkembang sejak terakhir, Zhiqiuyiye.

Aku tak main-main lagi.

Yan Chixia, jangan pergi!

Angin, guntur, hujan dan petir

bersatulah 4 elemen!

Mulai! Serang!

Serang!

Serang!

Jangan pergi! / Ada yang bisa bantu aku?

Jangan pergi!

Mana lukisan tadi?

Bloon banget!

Hari ini kau memang beruntung.

Semua ini salahmu. Anak ini bukan anakku.

Pastinya bukan anakku.

Siapa itu?

Aku melihatmu!

Ada orang?

Jawab, apa ada orang? Ada orang?

Permisi...

Kamu rupanya.

Nona, apa kita pernah ketemu?

Maaf kalau tak sopan. Namaku Ning Tsai-shen.

Mau menuju ibukota untuk ujian kerajaan. Aku lewat sini dan...

barangkali saja aku bisa... bermalam disini.

Maaf. / Tn. Ning.

Bila tak keberatan

kau bisa bermalam disini.

Terima kasih banyak.

Permisi. Terima kasih.

Nona, cepat sekali jalanmu. / Silahkan masuk.

Nona, dingin sekali disini.

Mungkin saja kau kena flu.

Minumlah dulu secangkir teh panas.

Baiklah, terima kasih.

Suara apa itu?

Tn. Ning.

Tn. Ning, mungkin saja tadi ada barang yang jatuh.

Sudahlah tak penting. / Tidak.

Bagaimana kalau barang berharga yang jatuh?

Biar kulihat dulu.

Tn. Ning...

kau ini nakal.

Merobek rokku.

Aku...

tak bermaksud begitu...

aku tak sengaja.

Tn. Ning, aku kedinginan.

Tapi aku kepanasan!

Maaf...

Maaf.

Tidak.

Tidak!

Tak melihat siluman. Tak mendengar siluman.

Tak melihat siluman. Tak mendengar siluman.

Pria harus jujur dan berani...

Kenapa aku bisa berbuat begitu?

Ning Tsai-shen, kau memang batu tak berperasaan.

Kau ini batu.

Maaf. / Siapa itu?

Maafkan aku. / Kau kah?

Maafkan aku. / Kau mau mati ya?

Aku mau kubunuh gitu? Sini kubunuh!

Maafkan aku.

Kau rupanya. / Bukan aku.

Kebetulan sekali bertemu denganmu setelah sekian lama pencarian tanpa hasil.

Kau banyak merugikanku, namun tak sekalipun minta maaf.

Jangan main-main pakai ini. Jangan bilang kalau ada...

siluman?

Ada siluman.

Sudah kuduga kau akan bilang begitu.

Demi Langit dan Bumi, tunjukkan dirimu!

Memang ada siluman ya?

Siluman ini kuat sekali.

Bukankah cuma karena ada angin?

Apa alat ini rusak?

Menyingkir!

Kenapa si Nenek kemari?

Sungguh aroma Yang nan harum.

Dasar Tukang sihir.

Akan kuungkap wujud aslimu sekarang!

[Mantra] Wuxingzhiling.

[Mantra] Ningqihuaxing. Taiyixingxing. Yishileibing.

Fengleididongling.

Bukan aku sasarannya! Tapi dia!

Sudahlah. Biar kuselesaikan sendiri.

Guru muda, kau ini masih

agak kurang pengalaman.

Lepaskan dia! / Tolong!

Tolong!

Aroma Yang murni.

Akan kusedot jiwamu. / Penyihir, lepaskan dia!

Pedang Sakti!

Nona, kau rupanya!

Hey, aku tak butuh bantuanmu. Bisa kutangani sendiri!

Sekarang bukan saatnya nyombong.

Nona, hati-hati. Disini berbahaya!

Di belakangku saja.

Nona, sudah aman sekarang...

Nona?

Nona? / Dasar bodoh.

Nona? / Pelankan suaramu.

Nona, kau...

dari mana tadi?

Awas!

[Mantra] Hiandangbahuang

Tiangangwulihuo

Kau menyelamatkanku lagi. Tapi aku belum tahu namamu.

Namaku Nie Hsiao-tsing.

Nie Hsiao-tsing.

Nama yang indah.

Pemburu monster.

Kami punya wilayah sendiri.

Kenapa kalian selalu menggangguku?

Aku tak peduli bila kau membunuh orang-orang lemah.

Tapi bukan pemuda ini. Meski dia tak akan menjadi orang hebat

melihat sifat baiknya, menunjukkan bila hatinya tulus.

Dia hampir sebaik diriku. Apapun yang terjadi...

dia tak pantas kau bunuh.

Kau cerewet sekali.

Aku harus mendapatkan dia!

Lalu kau menolakku?

Kalau begitu akan kurenggut kalian berdua.

Ini Seruling Tulang Jiwa Gelap.

Monster Gunung Hitam memanggilku.

Hari ini kalian beruntung!

Cepat sekali kaburnya. Aku belum ngasih pelajaran!

Hey sobat. Bagaimana keadaanmu?

Kau ini memang beruntung banget! Kayaknya Neraka tak bersedia menerimamu sekarang.

Bagaimana dia? / Jangan cemas.

Ada roh jahat masuk ke tubuhnya. Aku harus mengusir roh jahatnya.

Kenapa kau terlibat perkelahian sama monster itu lagi?

Gara-gara dia.

Lantas, apa yang kau lakukan disini, di tengah malam begini?

Aku ke sini mengikuti roh jahat si monster itu.

Karena kau baik-baik saja,

aku pergi saja.

Kau tak boleh pergi. / Kenapa tak boleh?

Karena kompetisi kita belum ada hasilnya.

Aduh monster tua itu datang lagi! / Mana?

Kau nipu aku! Jangan pergi! Tunggu!

Seruling Tulang Jiwa Gelap memanggilku kemari.

Apa yang bisa aku layani buat Paduka?

Jadi ini soal pernikahan toh.

Kalian kembalilah dan bilang sama Paduka

kirim saja orang untuk menjemput gadis itu

dalam 3 hari.

Para pemburu monster sialan itu

melukai organ vitalku.

Bawa kemari wanita tak berguna itu!

Jangan kira aku tak tahu yang kau perbuat.

Katakan

mengapa? Kau biarkan pemuda itu lepas lagi dan lagi?

Nenek, tenanglah.

Jika bukan gara-gara kedua pemburu siluman itu

Hsiao-tsing mungkin sudah lama berhasil.

Aku juga berpikiran begitu.

Pemburu monster sialan!

Tak akan kubiarkan kalian mati dengan gampang!

Nenek, tenanglah.

Pemburu siluman itu

tak bisa melindungi dia selamanya.

Sebaiknya ijinkan saja Hsiao-tsing mencoba lagi.

Belumlah terlambat menghukum dia bila dia gagal lagi.

Nenek

Hsiao-tsing sudah gagal sekali.

Mungkin Nenek bisa

berikan kesempatan padaku.

Siapa yang memberimu ijin bicara?

Hsiao-tsing

selalu dirimu yang paling Nenek sayangi.

Intisari Yang murni dalam pria itu

yang paling penting bagiku.

Kau harus bisa merebutnya kembali.

Kalau tidak...

Jangan kecewakan aku! / Ya, Nenek.

Dimana aku?

Oh, tidak. Aku harus bergegas.

JOIN TELEGRAM CHANNEL t.me/broth3rmax

Jangan cemas.

Soal Nenek, biar kumintakan belas kasihan lagi untukmu.

Tempat ini bagai neraka,

tak ada yang bisa lolos dari sini.

Meski bulu angsapun dalam neraka ini

bakal terbenam kayak kita.

Kita selalu saja sial.

Kau bukan bulu angsa.

Kelak

kau bisa pergi dari sini.

Selama bel Pembelenggu-Jiwa ini berbunyi

kita tak bisa pergi kemana-mana.

Di mata Nenek

aku hanyalah salah satu bonekanya.

Lebat sekali hujannya!

Ada bekas kuil. Baguslah!

"KUIL ANGGREK"

Siluman!

Ada siluman!

Apa aku mirip siluman?

Kau...

Kau...

Kau si... pria brewokan.

Pria brewokan apa?

Namaku Yan Chixia.

Yan Chixia? / Hush.

Jangan berisik. Banyak orang tidur disini.

Jangan sampai mereka bangun. Atau kau pergi ke neraka lebih cepat dari dugaan.

Apa yang kau lakukan disini tengah malam begini?

Aku kemari untuk bermalam.

Bermalam?

Apa kau tahu orang kayak apa yang bermalam disini?

Apa mereka... orang mati?

Ya betul.

Ayo, ikut aku.

Tak jadi kalau begitu. Aku...

mau cari tempat lain saja.

Sekarang lagi hujan lebat, dengan banyak energi Yin begini

pastinya ini saat yang pas bagi siluman berkeliaran.

Ayo.

Sudah kusiapkan kamar yang layak untukmu.

Jangan khawatir, sangat aman disini.

Aneh sekali. Kenapa kuil sebesar ini

bisa terbengkalai begini?

Dulunya ini kediaman keluarga bangsawan.

Kemudian karena sesuatu hal

seluruh keluarga tewas dengan tragis dalam semalam.

Warga setempat ingin mengekang roh jahat ini

agar mereka bisa mengumpulkan uang untuk membangun sebuah kuil.

Namun, pada pembangunan pertama,

kepala biara tiba-tiba saja tanpa sebab yang jelas

dan semua biksu lainnya pergi.

Hanya tinggal mayat-mayat tak diakui ini yang tersisa.

Lalu kenapa kau mau bermalam disini?

Kau juga tak punya rumah?

Jangan ajukan pertanyaan yang tak semestinya. Jaga lidahmu!

Ini kamarmu.

Jadi, aku akan tidur sendirian? / Memang kenapa?

Kau mau aku tidur denganmu?

Tidak.

Pegang ini.

Aku pinjami salinan "Mantra Pengusir Setan" padamu

untuk menangkal roh jahat.

Aku harus bagaimana? / Kalau kau ketemu siluman

baca saja mantranya.

Apapun yang kau dengar, jangan bukakan pintu.

Kau tak boleh bawa uang kalau sudah mati.

Kenapa tak berbuat baik saja tanpa pamrih

dan aku saja yang bawa uangnya.

Aroma Siluman!

Mau kemana kau?

Jangan kau kira bisa lolos dariku segampang itu.

Tolong! / Aku tak takut padamu...

Tolong!

Tolong aku!

Tolong! Tolong aku!

Tapi aku harus menolongnya.

Tolong!

Nona Hsiao-tsing?

Hijau, hijau si alang-alang.

Embun beku berkilauan.

Dimana dia yang kubutuhkan?

Di atas sungai.

Kau ini bicara apa?

Maksudku... tak menyangka kalau

bertemu dirimu disini.

Hsiao-tsing.

Hsiao-tsing, ada apa?

Seluruh keluargaku

dibunuh oleh siluman.

Kalau saja aku tak lari ke sini

secepat mungkin

mungkin aku sudah...

Hsiao-tsing.

Sudah tak apa-apa sekarang.

Jangan takut.

Hsiao-tsing.

Kau mau apa?

Lakukan seperti yang diinginkan pria.

Hsiao-tsing, kau ini susah ditebak.

Tak boleh, Hsiao-tsing! Jangan begini...

Kau merobek bajuku.

Kau boleh merobek hatiku tapi jangan bajuku.

Tidak, bukan. Baju bisa dirobek tapi jangan hati.

Bukan hatinya.

Bukan hatinya.

Kau takut padaku?

Tidak.

Lantas kenapa kau menghindar dariku?

Aku...

Siluman, aku takut. / Siluman?

Mana?

Mana silumannya? Jangan takut.

Jangan takut.

Siluman.

Hsiao-tsing, kenapa?

Apa itu?

Ini mantra untuk menaklukkan siluman. Oh ya, pegang ini Hsiao-tsing.

Yan Chixia bilang, cuma siluman yang takut sama buku ini.

Apa kau siluman?

Tapi tak mungkin.

Bagaimana mungkin wanita cantik seperti dirimu itu siluman?

Cuma siluman yang bisa begitu cantik.

Hsiao-tsing!

Kau boleh pergi.

Kau mau melepaskanku?

Cepatlah pergi. Kalau Yan Chixia datang

kau tak akan bisa pergi.

Meski kali ini kau biarkan aku pergi

aku tak akan berterima kasih padamu.

Sebaiknya kau tak menyesali keputusanmu.

Hsiao-tsing!

Sayang sekali, dia itu siluman.

Andai saja dia manusia.

Pria brewok itu hebat juga.

Aku hampir saja terbunuh sama mantranya hari ini.

"Dimana dia yang kubutuhkan?"

"Di atas sungai."

Kau bertingkah agak aneh hari ini.

Kurasa tidak.

Dia akan mati di tangan Nenek cepat atau lambat.

Jangan siksa dirimu sendiri

demi dia.

Aku tahu. / Hsiao-tsing,

semua pria itu jahat.

Mereka pura-pura baik padamu hanya karena kau bisa dimanfaatkan.

Saat kau sudah tak berguna lagi, mereka akan segera mencampakkanmu.

Jangan khawatir.

Akan kulakukan

saat hari mulai gelap.

Bagaimana bisa seorang wanita baik

jadi siluman?

Tidurmu tak nyenyak tadi malam ya?

Aku tidur nyenyak.

Dunia ini sangat kacau.

Kenapa kau tak belajar bela diri untuk melindungi dirimu?

Apa gunanya baca banyak buku?

Kau tak mengerti.

Justru ini cara tepat karena kita di masa kesulitan

yang mengharuskan kita mempelajari buku-buku orang bijak.

Yen Chixia.

Kau seorang penyihir yang baik.

Kenapa kau tak keluar sana dan berbuat kebaikan?

Apa peduliku?

Urus saja belajarmu itu. / Bagiku kau bukan orang yang jahat.

Jika kau... bersedia belajar giat

kau pasti bisa jadi pejabat baik kelak.

Pejabat baik? / Ya.

Rasanya sudah terlambat.

Bukuku... kebakar!

broth3rmax

Nenek. / Ya.

Hsiao-tsing belum juga kembali.

Apa Nenek biarkan dia begitu saja?

Kau itu memang tak guna.

Untuk tujuan membuat terobosan dalam latihanku kali ini,

aku mesti dapatkan

intisari Jing murni dari pemuda itu.

Dewa-langit dan Setan.

Sudah selama 300 tahun,

kau pasti sangat kesepian 'kan?

Sekarang saatnya keluar untuk jalan-jalan.

Waktunya makan.

Kau dikejar dan dibunuh oleh musuh-musuhmu

atau mati di negeri asing.

Tapi tak mengapa.

Di masa sulit begini, kegembiraan begitu dekat di depan matamu secara permanen.

Tak seperti aku...

Hsiao-tsing...

Hsiao-tsing...

Lagi-lagi aku merasakan siluman.

Tempat ini memang populer rupanya.

Kami sudah tutup. Kalian boleh pergi sekarang.

Ada dewa di langit

juga di bumi.

Dewa-langit telah tiba. Kalian manusia harus mundur.

Aku bisa cium kejahatanmu dari sini. Lancangnya kau ngaku-ngaku dewa-langit?

Kurang ajarnya seorang manusia biasa bersikap lancang di depanku?

Tak terampuni!

Tak gerak!

Tidurlah nyenyak!

Hsiao-tsing.

Hsiao-tsing.

Hsiao-tsing, kenapa kau masih disini?

Oh, tidak. Hsiao-tsing, ayo lekas pergi!

Kau tak akan bisa pergi kalau Yan Chixia kemari. Lekas!

Hsiao-tsing, kenapa?

Kau tak tahu?

Tempo hari aku kemari itu untuk membunuhmu.

Hsiao-tsing, bila nyawaku begitu penting bagimu

maka...

kalau begitu...

renggut saja.

Dasar bodoh kau ini.

Sekarang pergilah.

Bila Nenek datang, kau tak akan bisa pergi.

Bagaimana dengan dirimu? / Aku akan keliling sepanjang malam.

Tak perlu mencemaskanku. / Tidak, kalau pergi, kita pergi sama-sama.

Yan Chixia.

Hsiao-tsing, tunggulah disini. Jangan kemana-mana.

Yan Chixia!

Yan Chixia!

Yan Chixia!

Diam di situ! Sini berbahaya! Jangan mendekat!

Yan Chixia! Kau tak apa-apa? Butuh bantuan?

Ambilkan saja aku pedang!

Pedang? Baiklah.

Pedang...

Hsiao-tsing?

Hey!

Kenapa ada siluman lagi di situ?

Dia temanku.

Aku juga punya 2 teman disini. Apa perlu kukenalkan padamu?

Nggak usah, makasih.

Lemparkan sini pedangnya!

Tangkap!

Tadi itu... hampir dekat.

Hey!

Berbahaya disini. Ayo pergi!

Si besar itu sudah kalah. Sekarang giliranmu, si mungil.

Cepat! Dewa-langit dan Setan sudah dipanggil.

Nenek pasti berada dekat sini.

Buku mantraku! / Sudah telat!

Buku mantraku!

Nenek?

Nenek,

sudah kubilang

dia memang jatuh cinta sama pemuda itu.

Kalau kita tak membuntuti dia

tak ada yang tahu sampai kapan kita akan ditipu sama dia?

Mengapa? Kau lebih percaya sama seorang pria

ketimbang mendengarkan saranku?

Shuangshuang, tolong dengarkan aku dulu.

Siluman!

Lihat.

Semua pria itu egois.

Hsiao-tsing,

dirimu yang selalu Nenek paling sayangi.

Bila kau ingin menikah

aku bisa menikahkanmu dengan Monster Gunung Hitam.

Tidak.

Nenek, kumohon. Tolong jangan nikahkan aku dengannya.

Aku mohon.

Nenek!

Kenapa kau mau melakukan ini?

Karena...

aku menyukaimu

dan aku tak bisa meninggalkanmu. Aku harus menyelamatkan...

Dasar pengkhianat!

Beraninya kau mengkhianatiku?

Mulai sekarang, aku tak mau menurutimu.

Hsiao-tsing! / [Mantra] Xinjianheyi...

Bafangchaoyun...

Sialan kau! Sudah kubilang jangan lari.

Larilah sebelum terlambat! Cepat!

Hey!

Yan Chixia masih di sana.

Pemburu monster brengsek!

Kau merusak rencanaku lagi.

Tak usah banyak omong! Penyihir peyot!

Aku, Yan Chixia hari ini akan membasmimu!

[Mantra] Xuehaizangtian...

[Mantra] Tiandiwuji... Qiankunjiefa...

Qunmoluanmu...

Jianguiwuji...

Penyihir peyot, telah kuhancurkan kekuatan hasil latihanmu 1000 tahun.

Kau tak bisa melukai siapapun lagi!

Pemburu monster sialan!

Tak akan kubiarkan kau lolos!

Sana bicara saja sama Raja Neraka!

Aku akan lahir kembali setelah 100 tahun.

Saat itu akan kuburu kau di setiap reinkarnasimu!

Hsiao-tsing...

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing, kau tak apa-apa? Kau terluka?

Dimana penyihir tua itu?

Apa dia menyakitimu?

Disini sudah aman.

Senang kalau kau tak apa-apa.

Itu yang penting.

Dimana kita?

Ayahku

dulu pejabat tinggi

yang berkuasa.

Dia juga membuat kesal banyak orang karena jabatannya.

Suatu hari

musuh datang

dan membunuh 120 orang

dalam keluarga kami

tak satupun yang selamat.

Kemudian Nenek membawa pergi mayatku

dan merubahku menjadi siluman.

Aku tak menyangka

hidupmu begitu berat.

Sudahlah, Hsiao-tsing.

Tak akan kubiarkan kau menderita lagi

ataupun memaksamu melakukan yang tak kau suka.

Akan kubawa kau pergi saat hari sudah terang.

Dunia ini luas, pasti ada ruang buat kita.

Sudah hentikan! Kau pergilah saat matahari terbit

dan kita tak akan bertemu lagi.

Mengapa, Hsiao-tsing? Kau masih takut sama penyihir tua itu?

Aku...

Dia datang.

Siapa? / Dia datang untuk menjemputku.

Siapa? / Ayo pergi sekarang!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Tsai-shen!

Hsiao-tsing!

Jangan ikuti aku! / Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Tsai-shen!

Hsiao-tsing!

Tsai-shen, tolong pergilah! Jangan mencariku lagi!

Pergilah!

Pergi saja!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing, kau dimana?

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hey kau si kutu-buku! Mau nyari mati ya?

Tolonglah, selamatkan Hsiao-tsing!

Kumohon! / Bisa diam tidak?

Aku ini pemburu siluman, dan kau memintaku selamatkan siluman?

Hsiao-tsing memang siluman. Tapi dia siluman paling baik ketimbang orang-orang.

Kalau orang seperti dia tak diselamatkan

apa masih ada keadilan? / Sudahlah! Memang kenapa kalau tak ada keadilan?

Monster Gunung Hitam sudah berlatih selama puluhan ribu tahun.

Dia tak selemah

si penyhir bencong itu!

Aku mohon padamu. Sekarang hanya kau yang bisa menyelamatkan dia.

Monster Gunung Hitam berada di Alam Gunung Hitam.

Itu bukan tempat untuk manusia.

Kecuali kau sudah mati, kalau tidak mustahil masuk dan menemukan dia.

Baiklah. Aku rela mati!

Kau sungguh tak takut mati?

Selama kau bisa selamatkan Hsiao-tsing, matipun tak masalah!

Dasar kutu-buku sialan! Kadang Langit itu tak kenal ampun.

Sudah seringkali, dan kau tak bisa berbuat apa-apa!

Aku sembunyi di Kuil Anggrek

cuma karena aku telah sadar kenyataan ini dengan jelas. Aku lari dari kenyataan

selama kubisa!

Mungkin kau sudah lama lari, tapi apa kau bisa lari selamanya?

Apa bedanya lari dari kenyataan dan mati?

Apa yang kau lakukan? / Aku tak bisa hadapi sendiri Monster Gunung Hitam.

Apa kau bersedia menolong?

Sungguh kau mau menolong Hsiao-tsing?

Anggap saja aku sial.

Baguslah kalau begitu.

Perjalanan ini amatlah berbahaya.

Sekali lagi aku tanya, apa kau berubah pikiran?

Aku tetap pendirian. Aku harus selamatkan Hsiao-tsing.

Pedang ini diwariskan oleh guruku.

Akan kuserahkan padamu.

Pada saat genting

ini bisa membantumu.

Aku ada beberapa teman di sana

yang bisa mengantarkanmu ke sana.

Ingatlah

apapun yang terjadi kau harus kembali sebelum fajar.

Atau, kau akan tinggal di Alam Gunung Hitam selamanya.

[Mantra] Haishandao... Wuhuitou...

Lingyundu... Guoruoshui...

Banbudu... Ziqiufu...

Tiandiwuji... Qiankunjiefa...

Qixianghuaxing...

Baiye... Kai...

Hantu-hantu pemandu jalan.

Tak ada pintu ke neraka.

Tanpa bentuk tak berwajah.

Makhluk tertahan oleh karmanya.

Halo, permisi.

Bagaimana cara bisa sampai ke Gunung Hitam?

Naiklah.

Maaf... / Kau mau ke Gunung Hitam?

Buat apa?

Anak muda.

Aku mau menyelamatkan Hsiao-tsing.

Dia ditangkap oleh Monster Guung Hitam.

Apa kau tahu tempat kayak apa

Gunung Hitam itu?

Bagaimanapun tempat itu

aku harus mencari dia. / Menarik sekali.

Menarik sekali.

Bawa ini.

Kau ingin menemukan Hsiao-tsing?

Mari kita berangkat!

Disini.

Arah sini.

Ayo.

Aku disini.

Disini.

Mulai sekarang, kau selesaikan sendirian.

Hsiao-tsing?

Hsiao-tsing?

Kaukah ini, Hsiao-tsing?

Tsai-shen, aku disini!

Hsiao-tsing! / Tsai-shen!

Tsai-shen! / Hsiao-tsing!

Aku disini.

Hsiao-tsing!

Tsai-shen!

Hsiao-tsing, aku datang!

Tsai-shen!

Kenapa kau kemari? / Untuk menyelamatkanmu.

Kau tahu tempat apa ini? Ini bunuh diri namanya!

Tidak. Tak kubiarkan kau sendirian.

Pergilah sekarang. Aku tak bisa pergi lagi.

Kalau dia datang, kau juga tak bisa pergi.

Dasar si kutu-buku! Kalau kau tak keluar sekarang

kau bisa tinggal di Gunung Hitam selamanya!

Aku tak akan meninggalkanmu.

Nie Hsiao-tsing.

Dia datang. / Ayo!

Shuangshuang!

Cepat pergilah!

Shuangshuang!

Cepat pergi!

Shuangshuang! / Hey anak bandel!

Tangkap ini!

Shuangshuang! / Pergilah...

Hsiao-tsing!

Kenapa lama sekali?

Aku merasakan keberadaan siluman amat kuat.

Kehadirannya merentang sampai 800 mil.

Nie Hsiao-tsing.

Hsiao-tsing.

Nie Hsiao-tsing.

Hsiao-tsing.

Nie Hsiao-tsing.

Kenapa kalian masih disini?

Lari!

Lari! / Yan Chixia!

Yan Chixia!

Monster Gunung Hitam. Kejar aku kalau berani.

[Mantra] Jianhuawanqian...

Kenapa kau lama sekali?

Maaf, kami agak terhambat dalam perjalanan.

Kenapa kau bisa berseteru dengan

monster segede ini?

Ceritanya panjang. Kita selesaikan dulu ini.

Baiklah.

Awas!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Awas!

Hsiao-tsing, kau tak apa-apa?

Hsiao-tsing!

Ini Formasi Mengurung Siluman daro Monster Gunung Hitam.

Tak mungkin bisa keluar.

Ayo!

Dengar, akan kuluncurkan serangan utama,

dan kau jadi pendukungku.

Pendukungmu?

Dia datang!

Kenapa bengong saja? Ayo mulai!

Baiklah.

[Mantra] Wuxingzhiling... Taiyixingxing...

Yishileibing...

Fengleididongling...

Kawan, ini tak berhasil.

Kau tahu apa?

Aku 'kan cuma pendukung.

Apa yang mesti kita lakukan sekarang?

Ini tak akan berhasil.

Dengan Gunung Hitam sebagai markasnya, Monster Gunung Hitam

telah menyerap roh yang mati yang bisa dirubah jadi kekuatannya.

Kita tak bisa melukainya dengan pondasi kayak begini.

Lalu kita harus bagaimana?

Kalau kau ingin hancurkan roh aslinya

cuma bisa memasuki tubuhnya untuk mewujudkan itu.

Lindungi aku! Aku akan masuk!

Kenapa kalian belum pergi juga?

Tak ada jalan keluar di sana.

Sudah beres belum? / Pedangku tak bisa menembus roh aslinya.

Cari cara lain.

Siswa kutu-buku, pakailah Buku Mantra Pengusir Setan!

Buku Mantra.

Bagaimana cara memakainya? / Lempar saja ke sana!

Baik.

Tsai-shen!

Aku tak kuat menahannya lagi!

Hsiao-tsing... jangan!

Rohmu bisa hancur!

Ayo!

Tidak!

Jangan, Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

[Mantra] Tiandiwuji... Qiankunjieta...

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Apa itu? / Itu karena Monster Gunung Hitam telah membunuh ribuan nyawa.

Sekarang

Pusaran Siluman telah aktif.

Siluman yang masuk ke dalam Pusaran Siluman

mungkin akan bereinkarnasi menjadi manusia.

Hsiao-tsing! / Tsai-shen!

Hsiao-tsing!

Tsai-shen!

Jangan...

Jangan pergi, Hsiao-tsing!

Jangan pergi, Hsiao-tsing! Jangan...

Lepaskan saja dia.

Rohnya sudah mulai habis.

Kau harus melepasnya ke Pusaran Siluman

agar dia tetap punya kesempatan.

Kalau tidak, dia akan menghadapi kematian abadi.

Lepaskan dia! / Jangan...

Aku tak mau...

Aku masih tak tahu namamu.

Namaku Nie Hsiao-tsing.

Nie Hsiao-tsing.

Kau merobek bajuku.

Apa kau mau melepaskanku? / Kalau Yan Chixia datang

kau tak akan bisa pergi.

Aku menyukaimu, Hsiao-tsing. Aku tak bisa meninggalkanmu.

Aku harus menyelamatkan...

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing!

Hsiao-tsing! / Tsai-shen...

Hsiao-tsing...

Hsiao-tsing...

Hsiao-tsing...

Yan Chixia. / Umm?

Jadi aku tak bisa bertemu dia lagi?

Jika dia masih jadi siluman

kau akan berbuat apa bila bertemu dia lagi?

Menurutmu bertahun-tahun nanti

apa aku bisa bertemu dia lagi

di tengah keramaian?

Aku tak tahu apakah aku masih bisa

mengalami pertemuan singkat yang romantis

dengannya saat itu tiba?

Kuharap dunia ini tak akan

dingin dan kejam saat itu tiba.

Yan Chixia, kau telah mengalami hari yang berat.

Kenapa tak tinggal beberapa hari lagi? Jarang-jarang ada orang yang cocok seperti kita.

Kenapa pergi secepat ini?

Aku tak bisa tinggal.

Aku harus ke ibukota untuk ikut ujian kerajaan.

Di dunia seperti ini, apa gunanya meningkatkan posisi lebih tinggi?

Aku lebih suka jadi anjing di masa yang damai

ketimbang jadi manusia di masa sulit.

Kenapa kau tak tinggal saja dan bantu aku menangkap siluman?

Itu kehidupan yang jauh lebih nyaman.

Terlalu banyak siluman dan mustahil bisa menangkap mereka semuanya.

Aku ingin lulus ujian kerajaan dan menjadi pejabat yang baik

agar tak ada orang di dunia ini mati dalam ketidakadilan.

Ini sungguh hal yang tepat untuk dilakukan.

Dasar kutu-buku!

JANGAN BERANJAK DULU... BELUM SELESAI

Mari lihat-lihat. Bagaimana kalau yang ini?

Seleramu bagus, Tn. Ning.

Tuan kami tak menyukainya.

Ini dia.

Baiklah.

Hsiao-tsing?

broth3rmax, 9 Mei 2020

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT broth3rmax, 9 Mei 2020

SINOPSIS | TRAILER | SUB-UPDATE follow instagram @broth3rmax

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1441 H

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.