Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
SEMUA KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
PM Koo.
Helikopter Kerajaan baru saja dapat izin mendarat darurat di Gedung KU.
Raja tiba di Seoul?
Pukul segini?
Biasanya ini terjadi jika pacarmu tertinggal bus terakhir.
Pacarmu datang ke Seoul, dan tak bisa kembali ke Busan.
Tapi Baginda tak punya pacar.
Ada apa ini?
Kau ada janji dengan dia?
Tidak sama sekali.
Aku datang menjemputmu.
Tapi aku tak boleh ketahuan.
Mereka akan mengira kau siapa?
Jangan khawatir.
Aku tak akan tampak aneh.
Bodoh.
Situasinya sudah terlanjur aneh.
Kita bertemu di waktu dan tempat yang tak dikira,
juga dengan orang yang tak dikira.
Ya.
Karena itu aku jadi kesulitan.
Karena ini urusan pribadiku.
Aku tahu seharusnya memberitahumu
karena kau pasti sudah tahu.
Kau jadi belum bisa pulang.
Jika soal negara, urusan pribadi juga pekerjaan.
Baginda adalah negaraku.
Salam kenal.
Aku PM Kerajaan Corea, Koo Seo-ryeong.
Salam kenal.
Aku penggemarmu.
Aku tersentuh
karena wanita muda dan cantik ini penggemarku.
Namamu?
Aku seorang turis.
Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu.
Dan aku akan segera pergi.
Ini kali pertama aku ke Kerajaan Corea.
Semuanya seperti dongeng.
Ini kali pertama kau ke sini, tapi kau pintar bahasa kami.
Itu karena aku...
belajar ilmu budaya.
Kita sudahi di sini, PM Koo.
Aku tak punya waktu.
Kau akan melalui perjalanan jauh.
Silakan duluan, Baginda.
Aku akan mengantarmu.
Baik, kalau begitu. Sampai hari Jumat.
- Ayo. - Ya.
Kenapa? Kau takut aku suka dia?
Jangan khawatir.
Aku tahu orang yang lebih cantik.
Benar.
Dia orang itu.
Tatapanmu berisik.
Astaga.
Kau sedang lihat apa?
Bulannya sama.
Apa di sini juga...
Nanti saja.
Apa?
Di sini kenapa?
Di sini ada legenda kelinci tinggal di bulan juga?
Kelinci tak tinggal di bulan, murid ilmu budaya.
Sebagai benda langit terdekat dari bumi...
permukaan bulan tertutup dengan regolith.
Aku tersenyum untukmu,
tapi kau tersenyum saat seperti itu.
Kenapa kita di dapur?
Hari ini kau suruh aku tidur di sini?
Daripada begitu, lebih baik aku suruh di kamarku.
Seluruh orang di sekelilingku sudah tahu, termasuk Sekretaris Mo.
Maksudku, ayo makan.
Kata Yeong,
kau hanya makan satu roti lapis dan kelaparan seharian.
Ini caraku membayar
ayam dua rasa itu.
Kau sengaja tak memberiku uang, 'kan?
Kau tahu mata uang kita berbeda.
Ya.
Kau tak punya kancing, ya?
Aku takut kau pergi jauh.
Jadi, aku kirim Jo Yeong.
Batas kreditnya 100.000 won.
Aku pinjam darinya, jadi, tolong bayar.
Baiklah.
Hari ini
aku pergi berkeliling sendiri.
Waktu itu kau pasti kesepian di duniaku.
Kau kesepian di sini?
Aku tak bisa membuktikan identitasku,
dan itu membuatku frustrasi.
Terima kasih sudah menjemputku.
Ke sini sebentar.
- Perlu bantuan? - Lihat aku.
Aku ingin mengelus kepalamu, tapi tanganku kotor.
Sepertinya bukan kali pertama.
Apa? Berpacaran?
Kenapa? Sudah kau cari, tapi tak muncul?
Kenapa kau pintar memasak?
Aku kira kau akan masak mi instan.
Kau bilang tak enak.
Enak.
Aku kira kau bohong saat kau bilang masak sendiri.
Kepala Wanita Istana mengajariku memasak.
Satu-satunya makanan yang tak perlu dites adalah buatanku sendiri.
Aku lihat kau mencarinya.
"Pangeran Geum" dan "Lee Lim".
Kau benar-benar
tumbuh dewasa dengan baik.
Kurasa kini kau tahu
tentang akar yang ada di depanmu.
Itu nerakaku
dan sejarahku.
Ada bukti kerakusan seseorang
yang membunuh ayahku, dan mencekik leherku.
Jadi, aku dewasa dengan rasa cemas pamanku,
dan air mata Kepala Wanita Istana Noh.
Itu alasan Kepala Wanita Istana Noh tak ramah kepadamu.
Jadi, jangan sedih.
Itu saja?
Kalau ceritanya seperti ini, harusnya kau memelukku,
atau setidaknya menawarkannya.
Kapan kau akan perlihatkan tanda pengenalku?
Aku harus pergi.
Kau tak boleh pergi.
Kau harus tinggal di sini.
Aku serius.
Dengan satu perintahku,
kau tak akan bisa pergi.
Sedang apa?
Tadi di televisi ada berita
bahwa mulai dini hari akan sangat dingin.
Akan lebih baik jika kau ke rumahku, tapi kau tak mau.
Kau pikir di televisi ini tak ada berita?
Ibuku beli ini di skema piramid.
Dia tak terlibat, hanya pembeli produknya.
Tapi selimut ini sangat lembut dan hangat.
Selimut ini tak bersalah.
Tapi sepertinya kau yang bersalah.
Kalau itu apa?
Aku selalu menyalakannya waktu tidur. Lavender baik untuk tidur.
Kau tidur dengan menyalakan itu tiap hari?
Ya.
Sebenarnya, aku tumbuh dengan baik...
Keluar.
Baik. Sampai besok.
Selamat malam.
DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA
Halo, 112?
Aku di belakang taman dekat Apartemen Samjung.
Ada enam orang yang sedang memukuli seseorang.
Kau gila?
Segera matikan. Apa kau mau mati?
Ya. Aku kelas satu di SMA Bukchon, namaku Jeong Tae-eul.
Enam pelakunya juga memakai seragam yang sama denganku.
Apa yang kalian lakukan? Ambil teleponnya.
Dasar wanita gila. Mau mati?
Kau.
Aku tahu wajahmu,
dan juga rumahmu.
Kau!
Aku juga tahu wajahmu.
Jadi, jangan muncul di depanku.
Aku sabuk hitam.
Tapi dua lawan enam dianggap pembelaan diri.
Aku tak akan mengampuni kalian.
KANTOR POLISI
Ini salahmu. Kau memanjakannya!
Mungkin dia harus pindah sekolah.
Kapan kau dewasa?
Mau ke mana?
Apa urusanmu? Minggir.
Aku tanya kau mau ke mana?
Ke mana saja. Kenapa?
Kenapa kau pergi ke mana saja?
Datang ke sini.
Datang dan mulai dari sabuk putih lagi.
Kesopanan, ketekunan, integritas, kontrol diri, dan kegigihan.
Tak ada yang kau tepati.
Aku tekun. Jadi, aku hanya diam.
Maka, dari sabuk kuning.
Tak bisa ditawar lagi. Cepat pakai.
AKADEMI TAEKWONDO PAHLAWAN
DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA
Ya.
Baik.
Kau sudah pastikan itu?
Ya, baiklah.
Hubungi NSC, dan batalkan semua jadwal besok.
Sepertinya kau butuh. Jadi, aku berikan itu.
Walaupun tentunya tak akan ada hasilnya.
Dia juga buronan kami.
Dia melakukan pencurian, kekerasan, dan lain-lain.
Siapa namanya?
Luna.
Wanita yang kami cari waktu itu.
Kapten Jo.
Maaf membuatmu harus ke sini.
Tak apa-apa. Aku juga jalan pulang.
Ini yang kubilang di telepon.
Akan kuhubungi begitu hasilnya keluar.
Baik.
KEMENTERIAN KEAMANAN NASIONAL NSC DIPANGGIL PUKUL 22.00
- Hubungi aku. - Baik.
Makan pelan-pelan.
Sesudah makan, aku perlihatkan tanda pengenalmu.
Selamat makan.
Nasi steik sapi ini adalah andalanku.
Tak ada yang tak suka ini.
Pasti begitu.
Harusnya tanya aku pernah buatkan siapa.
Aku katakan itu agar kau cemburu.
Aku tak akan bisa menang.
Siapa pun itu, dia pasti orang dari dunia ini.
Aku selalu membawanya selama kau di sini.
Aku hanya takut kau pulang jika aku perlihatkan.
Tapi...
kau bahkan sudah pergi lebih jauh daripada duniamu.
Pastikan ini dulu.
JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL
Jaket biru tua.
Benar.
Ini tanda pengenalku.
Tapi apa ini masuk akal?
Ini punyaku.
Tapi ini sudah ada dari 25 tahun yang lalu?
Seseorang menjatuhkannya.
Tapi karena ingatanku sudah mulai hilang,
aku tak tahu apa bisa mengenalinya.
Tapi...
aku yakin suatu saat dia akan muncul di depanku.
Kenapa?
Karena dia adalah awal,
atau akhir dari semua ini.
Memang ini soal yang sulit.
Tapi akan ada cara mudah dan indah menjawabnya.
Kau adalah jawaban yang aku cari.
Mulai sekarang akan kubuktikan satu per satu.
Siapa pun orangnya, dari dunia mana pun,
kau tetap pemenangnya.
Karena itu, jangan berkata seperti tadi.
Baginda,
PM Koo memanggil seluruh NSC.
Aku berniat berpisah besok pagi,
tapi sepertinya harus lebih cepat.
Aku juga tak bisa mengantarmu.
Jangan khawatir.
NSC adalah Dewan Keamanan Nasional, 'kan?
Apa ada masalah?
Pukul 22.30. Formasi angkatan laut Jepang yang dipimpin Kapal Aegis
bergerak menuju ke arah tenggara Pulau Dokdo.
PM Koo mengumpulkan seluruh NSC atas keanehan gerakan Jepang,
dan memberitahukan agar menghadapinya dengan tindakan tegas.
Peringatan.
Kapalmu sekarang mendekati perbatasan Kerajaan Corea.
Harap hentikan pelayaran.
Peringatan lagi.
Hentikan pelayaran.
Jepang mengira radar Perusak Yi Sun-sin untuk mencari kapal nelayan
adalah radar pengendali tembakan.
Itu dianggap niat Kerajaan Corea untuk menyerang.
Bagaimana kapal nelayan itu? Sudah diselamatkan?
Masih dalam penyelamatan.
Cuaca Laut Timur sedang sangat buruk.
Sambungkan kepadaku jika PM Koo menelepon.
Baik, Baginda.
Tolong ambilkan barang-barang tamuku.
Nanti aku yang jelaskan keadaan ini.
Baik, Baginda.
Tapi...
JEONG TAE-EUL.
Ini ruang kendali.
Ini aku. Bisa periksa apa sejak kemarin malam
ada orang yang masuk kamarku?
Itu sedikit sulit.
Seperti perintahmu, kami membatasi keluar-masuk pegawai kerajaan
di Gwangyeongjeon sejak pukul 20.00 kemarin.
Semua CCTV dimatikan.
Apa ada masalah?
Nanti aku telepon lagi.
Sesuai dengan aturan pertempuran,
kita sudah mengeluarkan peringatan dan kini mempertahankan diri.
Baik.
Apa spesifikasi kapal perang Jepang?
Dalam kapal Aegis Jepang, ada SM-2, SM-3, SM-6,
dan ada ASROC.
ASROC adalah...
Misil anti kapal selam.
Ya, benar.
- Kita juga punya, 'kan? - Benar.
Kita sudah melayarkan Aegis yang ditambah dengan Tomahawk.
PM Koo.
Jepang tak hanya sekali atau dua kali begini.
Bagaimana kalau minta mereka mundur demi hubungan diplomatik kita?
Apa tiap begini mau terus berperang?
Mungkin ini terus terjadi
karena kita tak berperang?
Ketiga kali dalam tahun ini.
Dua kali kita minta mereka mundur baik-baik.
Tapi kali ini mereka malah membawa kapal Aegis.
Kira-kira yang keempat akan apa?
Itu baru bisa tahu kalau yang keempat sudah terjadi.
Mereka hanya berulah sebelum negosiasi perdagangan.
Perang itu tak mudah.
Ayo lakukan peringatan lagi dan menunggu.
Tunggu apa?
Memang kita memesan makanan?
AL Jepang mendekati wilayah perairan Kerajaan Corea dengan cepat.
Mereka akan masuk wilayah perairan kita dalam 20 menit.
Kalian dengar itu?
Bagi yang ingin menunggu, kalian bisa jadi PM dan lakukan itu.
Kesabaranku sampai di sini.
Persiapkan perang.
PM Koo.
Hal ini butuh persetujuan Raja. Kau tahu itu, 'kan?
Aku tahu.
Hubungi Istana.
Sekarang kapal Aegis dan tiga kapal lain AL Jepang
mendekati wilayah perairan kita dengan cepat.
Aku memerintahkan untuk mempersiapkan perang.
Tentu, banyak yang menolaknya.
Demi keamanan negara, politik harus dihilangkan.
Kau sudah melakukan itu?
Ini pertimbangan yang mengaitkan 400.000 tentara dan 90 juta rakyat.
Tak ada perhitungan politik.
Kalau pertimbangannya seperti itu, aku ada cara lain.
Apa itu?
Cara yang para leluhurku pakai.
Baginda.
Perang terjadi jika negara-negara saling jujur.
Kalau Jepang jujur seperti ini,
kita juga harus jujur.
Bahwa kita tak akan diam.
Jepang tak akan bisa masuk ke wilayah perairan kita
walau 1 senti, bahkan 1 mili.
Baginda,
maaf di tengah semua ini.
Ada satu barang yang hilang di istana.
Tanda pengenal tamumu menghilang.
Aku pikir aku sudah sangat hati-hati. Ternyata masih kurang.
Aku akan mencari tahu siapa yang...
Kepala Wanita Istana Noh.
Ini mungkin terdengar aneh,
dan aku tak bisa menjelaskan semuanya sekarang.
Hal-hal yang terjadi saat ini memang harus terjadi.
Dimulai dari 25 tahun lalu.
Kenapa tiba-tiba Baginda mengatakan itu?
Aku jelaskan setelah kembali.
Sekarang, berdoa untuk kemenanganku.
Jimat lainmu ada manfaatnya.
Jangan lupa bawa jimat itu.
Sebenarnya jimat itu dipakai pada saat seperti ini.
Kalian berdua boleh keluar.
Aku akan berikan ini.
Mungkin sudah jalannya begini.
Tak jadi masalah, 'kan?
JEONG TAE-EUL BADAN KEPOLISIAN NASIONAL
Kau angkatan laut?
Aku keluar dari militer sebagai letnan,
dan walau mungkin kau tak percaya,
aku panglima tertinggi Kerajaan Corea.
Aku percaya.
Baru sekarang?
Katanya ini detik-detik sebelum perang dengan Jepang.
Ternyata ini keadaan Kerajaan Corea.
Keluarga kerajaan memakai seragam militer pada waktu yang terhormat.
Artinya kami akan menang.
Setelah menang terhormat,
aku akan mendatangimu.
Kau akan datang?
Kau akan menungguku?
Sampai bertemu lagi, Lee Gon.
Aku pikir tak ada yang bisa panggil nama itu,
tapi kurasa itu dibuat untuk kau panggil.
AKU BOSAN. AYO MAIN BILIAR
Siapa yang menang?
Aku dari suatu tempat. Jadi, balasanku telat.
Tak apa-apa.
Jangmi yang menang.
Cuci tangan, dan tolong bantu dengan telurnya.
Ayah.
Ayah kaget, ya?
Aku berusaha menghubungi Ayah,
tapi aku menjadi Alice di Negeri Ajaib.
Jadi, tak bisa menelepon dan menemui Ayah.
Ayah khawatir, 'kan?
Maafkan aku, Ayah.
Kau tak ada di rumah?
Ayah tak tahu?
Tidak.
Astaga! Kupas telur itu.
Ternyata Ayah tak tahu.
Kupas semua.
Memang kau dari mana? Mengintai orang?
Sudahlah.
Omong-omong, kuda di halaman hilang.
Pemiliknya bawa pergi?
Sudah jelas,
Ayah tak peduli putrinya ada atau tidak,
tapi Ayah penasaran ke mana kuda itu.
Untuk beberapa waktu, kita tak akan mengobrol.
Untuk waktu yang lama.
Kenapa pemiliknya pergi begitu saja?
Ayah sering buatkan kopi,
dan kami sering mengobrol di depan kudanya.
Dia bilang di sini menyenangkan,
tapi pergi tanpa salam.
Dasar.
Ayah tak paham.
Jangan bicara sendiri.
Bagaimana bisa dia bawa kuda itu tanpa ketahuan?
Ayo makan ini.
Ayah, ini.
Dia yang berkata akan segera datang,
tak datang dalam waktu yang lama.
Ke arah gedung!
Ke arah berlawanan!
Ya! Maafkan aku!
Sial. Aku harus ke mana?
Bukan ke sana.
Tidak. Baik!
Di mana? Baik.
Berengsek!
Aku tak memegang ponsel
seperti orang lain yang sedang menunggu.
Aku hanya menunggu,
di Bumi yang mulai membulat.
Aku tak bisa tahu
hal apa yang terjadi di dunianya.
Dia yang ada di dunia yang melewati ruang antara nol dan satu.
Baginda datang.
Aku berharap kembali sebagai cadangan, tapi di sinilah aku, Kapten.
Aku tahu kau akan datang begini.
Hari ini,
aku akan jadi awak kapal terakhir yang turun dari kapal.
Tolong jaga laut Kerajaan Corea.
AL Kerajaan Corea menang bahkan sebelum berperang.
Sebuah kehormatan berperang bersamamu.
Ini Bendera Raja.
Letnan Komandan Han Jun-yeol, menerima Bendera Raja.
Seluruhnya, siap!
Hormat kepada Raja.
Hormat!
Tiongkok menyesalkan Jepang hampir menyebabkan
kematian bagi warga Tiongkok
dan memperburuk situasi hingga menjadi seperti ini.
Dengan itu pemerintah Tiongkok mengungkapkan kekesalan atas Jepang
yang menimbulkan konfrontasi dan kepanikan rakyat.
Pembawa berita bertanya alasan provokasi Jepang, dan reporter menjawab.
Yang Mulia, sebaiknya kita kembali lebih cepat.
Ya, lebih baik begitu.
Itu mungkin strategi untuk menenangkan warga
yang tak puas dengan kebijakan ekonomi mereka.
Protes di Jepang kini menyebar ke seluruh negeri
akibat krisis ekonomi berkepanjangan.
Tampaknya, PM Mitsuda
menggunakan krisis ini untuk menaikkan ekonomi mereka,
menghasilkan ketegangan antara Kerajaan Corea dan Jepang.
Ya, pada 2018...
Mereka bisa saja menganggap
PM perempuan yang tak paham perang
akan melakukan negosiasi, bukan menantang balik.
Aku orang yang memukul duluan walau hanya ditatap.
PM Mitsuda melakukan kesalahan.
Kita juga punya kartu as.
Baginda sudah naik ke kapal Perusak Yi Sun-sin.
Apa?
Tapi...
Saat ini, bujur timur 131 derajat, 53 menit.
Lintang utara 37 derajat, 15 menit.
Jarak kapal musuh 2.500 yard, titik koordinat 20 derajat.
Jarak kapal musuh 2.400 yard, titik koordinat 20 derajat.
Jarak kapal musuh 2.300 yard, titik koordinat 20 derajat.
Cuacanya tak bagus.
Ketinggian ombak?
Walaupun tinggi ombak di bawah 1 meter, kenaikannya cepat.
Kapten, kita mungkin bisa memanfaatkan keadaan laut.
Kita pasti menang. Bagaimana jika menang lebih cepat?
Ya, Baginda. Semua armada kapal siap berperang.
Baiklah.
Kibarkan Bendera Raja. Semua armada pada kecepatan penuh.
Semua armada pada kecepatan penuh.
Semua armada pada kecepatan penuh!
Kapten! AL Kerajaan Corea mulai bermanuver dengan cepat.
Sisi kanan lapor!
Titik koordinat 270 derajat.
Kami melihat bendera di kapal musuh.
Bendera?
Itu adalah
Bendera Raja Corea.
Bendera itu menandakan raja Kerajaan Korea ada di kapal.
Lapor ke markas!
Baik.
Hubungkan aku ke markas.
Pak, ini Jenderal Armada Pertama.
Aku Omura.
Sepertinya kita dijebak Raja Corea. Lebih baik berputar...
Yang benar saja!
Ini bukan bahaya, tapi kesempatan.
Karena di kapal ada raja,
mereka akan lebih fokus bertahan daripada menyerang.
Dekati wilayah perairan Kerajaan Corea sampai 1.000 yard.
Kita perlihatkan kepada dunia
sosok Raja Corea yang sedang melarikan diri.
- Omura. - Baik.
Maju dengan cepat sampai 1.000 yard
dari wilayah perairan Kerajaan Corea.
Tuhan.
Aku berdoa kepada-Mu.
Berikan Tuanku kemenangan dalam perang.
Semoga doaku dibawa angin,
semoga doa ini sampai ke laut di atas ombak.
Aku mohon.
Aku berdoa kepada-Mu.
Berikan Tuanku kemenangan dalam perang.
Kapal musuh di jarak 1.500 yard. Koordinat 10 derajat.
Invasi wilayah perairan Corea, 700 yard.
Harusnya kau melarang Baginda.
Ini jarak yang sangat dekat.
Kalau seperti ini, keselamatan Baginda terancam.
Kapalmu menginvasi wilayah perairan Kerajaan Corea.
Keluar dari wilayah perairan Kerajaan Corea sekarang.
Sekali lagi.
Keluar dari wilayah perairan Kerajaan Corea sekarang.
Keluar dari wilayah perairan Kerajaan Corea sekarang.
Kecepatan kapal musuh tak berkurang.
Kau bisa ada dalam bahaya.
Kita harus ubah strategi dan fokus bertahan.
Kapten Jo, Letnan Komandan Han.
Mulai sekarang, jangan khawatirkan aku.
Yang harus kalian jaga bukan aku,
tapi laut ini.
Kalian mengerti?
- Ya, Baginda. - Ya, Baginda.
Atur semua armada.
Kapal Cepat Armada 203 menghalangi dari arah depan.
Kita mengancam kapal Aegis yang ada di belakangnya.
- Ya, Baginda. - Ya, Baginda.
Semua pada posisi.
Semua pada posisi.
- Semua pada posisi! - Semua pada posisi!
Semua pada posisi!
Semua pada posisi!
Semua pada posisi!
Senjata mengikuti kapal musuh. Mulai!
Seluruhnya maju.
Maju dengan kecepatan maksimal.
Menuju kapal musuh!
Skuadron Terbang Enam, P-3C. Serang.
Aktifkan senjata jarak dekat.
- Aktifkan senjata jarak dekat! - Baginda.
Ini bisa dianggap serangan.
Kalau begitu, perang terjadi.
Jepang ada di wilayah perairan kita. Tembakan peringatan respons paling ramah.
Dan ini adalah peringatan terakhir.
Aku mau dengar pendapatmu, Mayor Choe.
Apa kau juga
ingin menghentikanku?
Aku melatih selama 30 tahun untuk tak mundur pada saat seperti ini.
Beri kami perintahmu.
Kami akan hancurkan mereka.
Aku tahu akan begitu.
Bersiap menembak kapal Aegis dari 30 yard ke depan.
Bersiap menembak kapal Aegis dari 30 yard ke depan.
Tembakkan
tembakan peringatan!
Jarak kapal musuh, Perusak Yi Sun-sin 800 yard.
Perusak Yi Sun-sin, 700 yard.
Kapal berhenti.
Kapten, sinyal misil kendali terdeteksi!
Misil kapal musuh diarahkan kemari.
Ini peringatan. Jika kita bergerak, mereka akan menembak.
Raja Kerajaan Corea sudah memutuskan perang.
Ini wilayah perairan Kerajaan Corea, Kapten.
Keadaannya
tidak baik.
Hentikan semua pergerakan.
Jarak kapal musuh 700 yard, titik koordinat 5 derajat.
Pergerakan kapal AL Jepang berhenti.
Maksud kita sudah tersampaikan.
Ayo kita tunggu.
Tapi tak lama.
BUNGA IMAJINER
Aku beli di duniamu.
Buatan Kerajaan Corea.
Aku sudah bilang.
Di sini tak ada angin, hujan, matahari, dan waktu.
Bunga tak bisa tumbuh.
Tak ada yang tahu.
Tak ada yang pernah tanam bibit bunga di sini.
Kau datang dari dunia lain,
tapi kau harus tumbuh.
Teman-temanmu ada di tempat yang lebih parah.
BUNGA IMAJINER
Sekarang, pukul 07.40. Semua kapal AL Jepang
sudah keluar dari wilayah perairan kita.
Aku berterima kasih kepada tentara AL
dan Baginda yang sudah bertarung demi tanah air.
Jepang harus meminta maaf dan menebus kesalahan segera.
Kerajaan Corea akan mengikuti dan menjalani segala hukum internasional
dan memenuhi tugas kami.
Sampai adanya permintaan maaf resmi dari Jepang,
ekspor logam tanah langka dari Kerajaan Corea ke Jepang
akan diberhentikan.
Tingkat kepuasan publikmu sangat hebat.
Naik sangat drastis tiap menit.
Langit membantuku dengan kesulitan ini.
Karena selama ini terlalu damai.
Kalau kau tak jadi PM, mungkin kau akan sering buat masalah...
Pakailah sepatu yang nyaman.
Ini sepatu perangku.
Bagaimana Tiongkok? Tak ada kabar?
Ya.
Sepertinya mereka mau kunjungi Istana dulu.
Istana bilang jadwal sedang diatur.
Sepertinya mereka akan bahas soal visa dengan Istana.
Kenapa begitu?
Seharusnya dibicarakan denganku.
Mereka bisa kirim panda saja ke Istana.
Walaupun bukan panda, aku punya hadiah untukmu.
Aku dapat seseorang yang bekerja di Ruang Pakaian Kerajaan.
Aku suka hadiah itu.
Tapi baru-baru ini ada seorang tamu tak dikenal di istana.
Keamanannya sangat ketat, tak ada yang bisa melihatnya.
Katanya itu tamu yang dibawa oleh Raja.
Salam kenal. Aku penggemarmu.
Aku sudah lihat.
Apa?
Selamat. Perkiraanmu benar.
Dia masih muda, tapi aku lebih cantik.
Sampaikan bahwa laporan negara pekan depan dilakukan langsung.
Sebelumnya, temukan apa pun terkait wanita itu.
Stadion K di utara membuat kehebohan bahkan sebelum dibangun.
Sebagai stadion berkubah pertama di negara kita, bangunan itu
punya empat lantai dan dua basemen
dengan kapasitas 16.890 tempat duduk.
STADION K
TAK ADA HASIL
STADION BERKUBAH 16.890 TEMPAT DUDUK
TAK ADA HASIL
Dari tanggal 1 sampai 4 Agustus, Pusat Medis Global
akan mengembangkan program pelatihan untuk tenaga kesehatan di...
Ini hanya berita.
Kenapa merekam berita di pesan suara?
Lebih segar sesudah olahraga, ya.
Benar. Kau tak apa-apa?
Ya, tak apa-apa.
Apa ini?
Kenapa dia tampak seperti berpikir lagi?
Apa dia baru lihat jadwal tes stamina?
Tae-eul. Kau sudah lihat jadwal?
Pekan depan ada tes stamina.
Aku sudah lihat.
Jangmi, apa kau...
pernah mencari orang?
Aku pernah temukan remaja, ayah, ibu rumah tangga, dan anjing kabur.
Aku ahli dalam mencari.
Dia mengabaikan aku?
Sudahlah.
Sepertinya kau berpikir
aku lupa tentang kasus Lee Sang-do.
Ayo pasang pencarian untuk istri Lee Sang-do.
- Hei. - Anaknya masih kecil.
Anaknya pasti pindah sekolah.
Aku akan kirim surat ke Dinas Pendidikan
dan mampir ke kantor mereka besok.
Lihat anak sombong ini.
Besok sudah dua pekan. Sudah temukan bukti?
Ya, hari itu.
Sepekan sebelum tes stamina.
Itu sebabnya kau harus selalu siap.
Kau mengerti, Jangmi?
Aku pulang duluan.
Dasar sosiopat.
Rasakan nanti waktu seumur kami.
Apa aku harus begini?
Apa yang aku buktikan barusan?
Aku pernah pacaran,
atau
sekarang aku berpacaran?
Kenapa tak jawab?
Mau aku beri tahu?
Ini rahasia kita.
Aku sedang pacaran.
Coba buka bajumu.
Ini jawabanmu?
Jawaban yang tak aku kira.
Di bahumu ada luka aneh?
Tahu dari mana?
Apa luka aneh di bahunya itu karena kau?
Eun-sup duniamu tanya apa itu karena aku.
Jo Yeong tak salah.
Aku dapat luka ini saat bertemu denganmu.
Jangan buka semua.
Kalau begitu berapa kancing?
Aku jadi berdebar.
Dua saja.
Tak kelihatan kalau hanya dua kancing.
Bahuku sangat lebar.
Sudahlah. Lagi pula, sekarang tak kelihatan.
Kenapa? Hanya bersinar dalam gelap?
Kalau penasaran, matikan lampunya.
Aku tak penasaran.
Aku hanya tak mau disalahkan.
Pergi. Aku mengantuk.
Dibanding melalui dua dunia,
melalui garis ini lebih sulit.
Baiklah.
Aku akan pergi.
Tidur yang nyenyak.
Para dokter dan peneliti
diberangkatkan ke Sukhumvit di Thailand.
Kepala bisnis ini, Profesor Lee Jong-in, mengatakan
melalui pengembangan program pelatihan yang efektif...
Kepala bisnis ini, Profesor Lee Jong-in, mengatakan...
Profesor Lee Jong-in, mengatakan...
Lee Jong-in, Pangeran Buyeong,
putra mahkota kedua.
Keponakan Raja Haejong,
dan anak pertama Pangeran Inpyeong.
Keponakan Raja Haejong...
Kakekku, Raja Haejong...
Di sini ada Korea Selatan dan Korea Utara.
Di dunia kami, daerah selatan dan utara.
Stadion K di utara membuat kehebohan bahkan sebelum dibangun.
Stadion K di utara...
Di utara...
Di utara...
- Kakekku, Raja Haejong... - Di utara...
CATATAN
Dia hanya mencari di internet.
Dia tak meninggalkan apa pun.
Baginda.
Boleh aku masuk?
Aku menemukannya di Ruang Pakaian sesudah Baginda pergi.
Tapi karena aku masih baru,
aku tak tahu apa ini milikmu
atau bukan.
Biarkan di sini.
Ini punyaku.
Ternyata kau meninggalkan sesuatu.
Artinya terima kasih.
Semoga malammu indah.
Berkatmu,
malamku indah.
Baik, Baginda.
Aku kira kau di mana.
Aku mengajakmu makan malam, tapi kau tak datang.
Nasi dengan kacang, sayur bayam, frittata bayam.
Menu itu kau yang pilih, 'kan?
Aku tak enak makan.
Ada seseorang
yang menyelinap masuk ke istana. Tapi tak ada jejak apa pun.
Aku benar-benar bingung.
Kau habiskan semua makanannya, 'kan?
Ya, karena kau suruh aku habiskan.
Kalau seperti ini, kau masih seperti bayi.
Entah bagaimana kau bisa turun di medan perang.
Tentang hal yang waktu itu mau kau ceritakan,
haruskah aku tunggu, atau kau akan katakan sekarang?
Apa tak ada kabar
dari Paman Buyeong?
Hari ini dia pulang dari konferensi.
Aku menelepon dan bilang kau kembali dengan selamat.
Lalu dia bilang, "Syukurlah," dan matikan telepon.
Selama ini kau menjagaku
dengan mengetes semua makananku,
memeriksa semua baju dan barang yang masuk ke istana,
dan mencurigai semua orang yang masuk ke istana.
Dan kau juga
menyembunyikan Manpasikjeok dalam pecut
dan melindunginya.
Apa alasannya?
Itu...
Itu sudah seharusnya, Baginda.
Hal yang diinginkan penghianat Lee Lim
pada malam itu adalah Manpasikjeok.
Jadi, aku harus menjaganya.
Harus disembunyikan tanpa ketahuan.
Karena itu, waktu mayat Lee Lim ditemukan,
aku langsung mencari setengah suling itu.
Tapi tak ada.
Karena mayatnya sudah berada di laut dalam waktu lama,
aku pikir sulingnya sudah kembali pada Raja Naga Laut Timur.
Jika berpikir seperti legenda itu,
aku menjadi lebih tenang.
Aku juga
berharap legenda itu benar.
Karena itu aku menunggu Paman Buyeong.
Alasanku tak ceritakan secara rinci
bukan karena aku menutupinya, tapi karena belum tahu.
Karena itu aku mau
kau cari pencuri itu
selagi aku cari yang lain.
Baik, Baginda.
Aku akan temukan pencuri itu.
Tak ada hasil sidik jarinya sama sekali?
Ya, sama sekali.
Apa ini sidik jari orang asing?
Kalau begitu,
apa kau sudah temukan Luna?
Belum.
Tapi kenapa Istana mencari Luna?
Itu rahasia keamanan. Tolong mengerti.
Apa CCTV yang aku minta sudah ada?
Sudah ada.
Tapi aku tak tahu apa ini akan berguna.
Di dalamnya tak ada apa-apa.
Dia tahu posisi CCTV dengan pasti.
Dia tak terekam sama sekali.
Baiklah. Aku akan hubungi lagi.
Sebentar.
Aku harus foto kalian.
Ini urusan keamanan.
Ada apa ini semua?
Aku juga tidak tahu.
Maafkan aku.
Kenapa kau minta maaf?
Warna lipstikku aneh, ya?
Dia hanya mau mengambil fotoku. Astaga.
Sepertinya tak begitu.
Itu karena kau tak tahu. Aku tahu.
Aku lebih mengenal Jo Yeong.
Aku pamannya.
Apa?
Kamera nomor 21. Tolong perbesar.
Baik.
Apa ada Luna di antara ini?
Tunjuk jika ada.
Ini.
Dia adalah Luna.
Coba lihat dia.
Wajahnya membaik setelah mencuri uang.
Di mana dia sekarang?
Jika kau tangkap dia, beri tahu aku.
Kau dan aku tak berbeda. Kita gunakan kekerasan dalam pekerjaan.
Kau Pengawal Istana!
Aku preman!
Kau sudah gila?
Barusan langitku runtuh, dasar berengsek.
Yeong, apa ada masalah?
Kau terlambat hari ini.
Tak ada.
Haruskah aku keluar dulu, Baginda?
Boleh.
Aduh.
Aduh, leherku.
Ada sesuatu, 'kan?
Apa itu?
Apa ini?
Ini bekas luka apa?
Apa sama dengan luka di bahumu?
Bukan.
Bukan itu.
Ini adalah
bekas seseorang masuk ke hatiku.
Tapi memang sangat kencang.
Membuat hatiku meledak.
Baginda, Pangeran Buyeong datang.
Di mana dia?
Bagaimana konferensinya?
Tak mulus.
Kau sedang ada di medan perang.
Bagaimana aku bisa fokus?
Kau harus sehat.
Kau tahu aku hanya punya kau.
Karena itu,
ini hidup yang hangat, tapi menyedihkan
untuk diriku,
juga untukmu.
Aku harap kau
tak akan pernah bertanya tentang hal itu selamanya.
Namun,
aku juga tahu suatu saat kau akan menanyakan itu kepadaku.
Tentang kematian Lee Lim yang berkhianat.
Ini adalah
hasil autopsi Pangeran Geum
yang sebenarnya.
Alasan kematian yang sesungguhnya
bukan seperti apa yang pengawal katakan, tapi karena patah tulang leher.
Dia dilempar ke laut setelah lehernya dipatahkan.
Aneh, 'kan?
Yang lebih aneh,
Lee Lim adalah pria dengan tubuh prajurit besar.
Tapi pada mayatnya
terlihat riwayat menderita sakit polio bawaan.
Bukan hanya tampak luarnya,
tapi sidik jari dan golongan darahnya juga sama. Aku sangat kebingungan
di depan mayat yang aneh itu.
Karena itu aku menutupinya.
Kau menutupinya sangat lama.
Menutupi kematian pengkhianat,
musuh yang kematiannya belum pasti,
orang yang berkonspirasi.
Kesalahanmu tak ringan.
Aku tahu, Baginda.
Karena itu
hidupku sangat berat dulu.
Sekarang aku ingin meringankannya.
Jika kau tahu kebenaran di balik kejadian aneh ini,
tolong beri tahu aku juga.
Mayat apa itu sebenarnya?
Aku selalu penasaran tentang itu.
Walau aku tak pantas tahu,
aku ingin tahu sebagai dokter.
Astaga, es lilin.
- Terima kasih. - Makanlah.
Baik.
Ini favoritku!
Itu punya orang. Makan yang lain.
Baiklah.
Di kulkas ada es lilin.
Asyik.
Ini favoritku.
Itu ada pemiliknya...
Jangmi, rapat.
Baik.
Tadi aku ke Dinas Pendidikan,
tapi istri Lee Sang-do tak memindahkan sekolah anaknya.
Untuk jaga-jaga, aku juga tanya alamatnya.
Alamatnya masih di Seoul.
Dia akan memindahkan sekolahnya.
Karena dia orang tua.
- Periksa lagi nanti. - Baik.
Yang besar.
Astaga.
Senior lain bilang mereka sudah kenyang hanya dengan lihat juniornya makan.
Aku tak begitu.
Ada lagi tentang Lee Sang-do?
Sin-jae.
Kau percaya aku?
Percaya. Ada apa?
Karena kau percaya, aku jadi tak bisa bilang.
Aku akan beri tahu nanti.
Ada sesuatu, tapi masih fiksi ilmiah.
Aku beri tahu jika sudah pasti.
Ini teh susunya.
Terima kasih.
Kita baru sekali bertemu. Kau tinggal dekat sini?
Aku baru sekali ke sini. Sepertinya akan sering.
Aku suka di sini.
Silakan datang lagi.
Hujannya deras sekali.
Sepertinya akan ada topan.
Hati-hati.
Walaupun topan sering terjadi pada musim panas,
topan yang berbahaya
adalah topan musim dingin.
Kau kenapa?
Hati-hati, ya.
Aku bilang jangan lari.
Astaga, jemuranku di luar.
Astaga.
Kka-bi, kau kenapa?
Kau tak lihat wajah pria itu?
Sangat aneh.
Sangat menyeramkan.
Kenapa wajahnya?
Sangat jelek?
Kenapa kau tak lihat? Aku ketakutan sendiri.
Dia seperti monster.
Kau tak boleh bilang begitu ke orang lain.
Kita tak tahu nanti wajahmu bagaimana.
Jangan begitu pada anak kecil.
Apa?
Sudah diam. Aku di sini.
Percaya kepadaku.
Ya, percaya dia saja. Ayo masuk. Amin.
Ayo masuk, hujan besar.
Kenapa wajahnya sampai dia menangis?
Ayo! Masuk bersama.
Kekhawatiran Kepala Wanita Istana benar.
Aku
dalam bahaya.
HASIL AUTOPSI NAMA: LEE LIM
Lee Lim masih hidup.
Yang Lee Lim tambahkan
adalah pintu ke dunia lain.
Jika dari awal tujuan pengkhianatannya adalah Manpasikjeok,
dan karena setengahnya ada di aku,
dia pasti akan mencariku
untuk mendapatkannya.
AKADEMI TAEKWONDO PAHLAWAN
Kau
baik-baik saja?
Kau menungguku?
Kepala Wanita Istana Noh salah.
Jeong Tae-eul tak berbahaya untukku,
aku
yang berbahaya untuknya.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Ada yang terjadi? Kau terancam?
Kurasa berarti itu akan terjadi.
Aku butuh ketenangan hati.
Aku akan memegang tanganmu.
Kalau doppelganger bertemu, satu pasti mati.
Aku akan menembaknya jika kau minta.
Kami menemukan Luna.
Artinya ada wajah yang sama.
Pangeran Geum.
Aku tak bisa melindungimu di sini, Baginda.
Dia pasti sudah tahu.
Saat kau bertemu seseorang...
Kau harus langsung membunuhnya.
Ini perintah Raja.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.