All language subtitles for Strong.Girl.Bong-Soon.S01E04.720p.NF.WEB-DL.x264.500MB-Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

STRONG GIRL BONG-SOON

STRONG GIRL BONG-SOON

EPISODE 4

Kalau dipikir, dia tak normal.

Ini dia.

Jelas harus pukulan.

Karena aku punya pukulan nuklir.

GUK-DOO TAMPAN

Halo.

Kau menginap di rumahnya lagi?

Tidak, aku di rumah.

Sebagai teman, kuberi saran.

Kau bukan anak kecil lagi, sudah pantas menikah.

Sikap dan pola pikirmu harus dewasa.

Aku berbuat apa?

Aku hanya bilang.

Ya sudah. Kau menelepon untuk ini?

Pelaku melihat wajahmu.

Sebaiknya ganti gaya rambut dan berpakaianmu.

Tenang saja.

Bisa sampaikan terima kasihku pada Bong-ki?

- Untuk apa? - Hee-ji.

Dia bantu perawatan kekasihku.

Bilang saja sendiri.

Hee-ji sudah bilang. Jadi aku tidak perlu.

Lalu kenapa harus aku?

Ada kejadian buruk apa hari ini? Kau terdengar sedih.

Aku sedih sekaligus marah.

Aku punya hati dan merasakan sakit juga.

- Bong-soon! - Apa?

Kita cuma teman.

Yang kukatakan demi kebaikanmu. Aku cuma...

Sudahlah. Aku tahu kita cuma teman.

Sudah dulu.

Ini pertama kali aku menutup telepon darinya.

Belakangan ini,

makin sulit buatku untuk kendalikan kekuatan dan perasaan.

BOS KEJAM

Halo.

- Bagaimana sakit kepalamu? - Lebih baik. Kau telepon malah memburuk.

Kasihan.

- Mau apa menelepon? - Aku cuma penasaran,

kau itu sekuat apa?

- Mungkinkah... - Apa?

Mungkinkah kau

ternyata pria?

Kenapa rekan kerja yang kukenal

semuanya kasar, mesum, atau gila?

Jujur saja. Aku akan jaga rahasia.

Kalau benar, memangnya kau mau goda aku?

Kau bicara melantur sengaja ingin mengganggu privasiku, ya?

Aku hanya penasaran.

Kau itu sekuat apa? Karena tidak masuk akal.

Jari kakimu sudah baikan?

Belum?

Justru semakin sakit.

Aku membayangkan Pak Gong pasti sangat kesakitan.

Kalau aku kesal,

aku tidak tahu bisa berbuat apa.

Kalau kau terus menelepon malam hari dan bicara melantur,

entah bagian mana tubuhmu yang akan kuinjak.

- Kau mengancamku? - Tentu saja tidak.

Mana berani...

Mana mungkin bawahan berani mengancam atasan?

Hei.

Apakah mungkin,

kepalamu bisa menghancurkan batu?

Coba saja besok kita adu kepala

dan lihat kepalamu meledak atau tidak.

Sudah dulu!

- Dasar gila! - Dasar gila!

Astaga.

Guk-doo.

Tidak!

Tidak!

Apa?

Jorok sekali.

Jorok sekali.

Jorok sekali. Menjijikkan.

Menjijikkan.

Kau lihat sesuatu?

Belum.

Letnan In, kau sudah periksa laporan orang hilang di Dobong-dong?

Sudah semuanya.

Tapi kebanyakan kasus orang kabur.

Episode 13 Chief Inspector

tentang seorang wanita yang hilangnya tak dilaporkan

sepuluh hari setelah diculik.

Karena dia tinggal seorang diri

dan berbuat semaunya.

Jadi, warga menyangka dia hanya jalan-jalan.

Namun, suatu hari, penjual susu langganannya

melaporkannya ke polisi karena tidak bayar tagihan.

Laporan tersebut menjadi bukti

mengarah ke banyak penculikan wanita saat itu.

Para penyendiri yang tinggal sendirian menjadi masalah bagi kita

sebab kita tak tahu jika mereka hilang.

Hyung-sook Jung dan Ji-won Kim tinggal dengan keluarga.

Begitu?

Maksudku tidak mustahil

seorang wanita yang tinggal sendirian bisa diculik.

Sudah dapat data pelaku dari Dinas Forensik Nasional?

- Ya, hasilnya keluar malam ini. - Baik.

Apakah kabar itu benar?

Tidak. Kau bicara apa? Itu tidak benar.

Benarkah kakakmu pemilik bisnis proyek pengembangan kembali?

Bukan seperti itu.

Dia hanya agen pemasaran lahan gedung.

Pemiliknya orang lain.

- Ho-soon, buatkan aku minum. - Baik.

Jadi, alasanmu ingin

dibangun gedung empat lantai

karena kakakmu.

Tak ada kaitannya.

Itu tidak benar.

Kita juga bisa salah paham.

Itu yang kumaksud.

Jangan bilang begitu.

Kalau kau rahasiakan ini,

kau akan kuberi lahan paling bagus

tanpa biaya komisi.

Aku janji.

Sungguh?

Seharusnya kita tak bahas ini

tanpa ada ahlinya.

- Ahli? Siapa? - Ahli?

Begitu ya?

Kau akan mendapat uang.

Tapi,

seorang pria akan merusak rencana sempurnamu.

Astaga.

Pria? Bukan wanita?

Siapa? Ibunya Guk-doo? Penulis itu?

Bukan penulis. Orang ini memegang pisau.

Kalau kau membangun toko setelah menentang pengembangan kembali selama empat tahun,

apa kata perusahaan yang dulu?

Mereka mungkin akan mengirim orang.

Tak perlu jadi peramal untuk tahu hal ini.

Kami akan menang atau tidak?

Orang yang memegang pisau itu

tak akan bisa kalahkan orang yang memegang gagang.

Sesering apa pun kau memegang pisau.

Yang memegang gagang pasti menang.

Serang pimpinannya.

Jika bisnis kalian lancar,

dalam tiga tahun harganya akan empat kali lipat.

Empat kali lipat?

Astaga.

Aku mengerti maksudmu.

Soal putriku, Bong-soon, dia bekerja di sebuah perusahaan.

Apakah mungkin dia bisa memikat CEO-nya?

Bayar dulu.

Kapan putrimu lahir?

Pukul dua pagi, 15 Agustus 1991.

Aku ingin mereka tidur bersama dulu.

Itu cara terbaik untuk memulai hubungan.

- Astaga. - Apa katamu?

Halo, Pak.

Di jadwal ada tanda "P". Artinya apa?

Kemarilah.

Kau tak ke rumah sakit?

Mereka mencarimu karena kau pergi tanpa kabar.

Kemarilah.

Baik.

Cepat ke sini. Berdiri di situ.

Baik.

Tanda "P" di jadwalku

singkatan dari "Privat".

Baik.

Kau sulit mengerti kata baru.

Ini persamaannya.

Privasi.

- Artinya, waktu menyendiri. - Astaga.

Separuh jadwalmu bertanda "P".

Tentu. Impianku tidak sibuk apa-apa.

Sekarang aku akan mewujudkan impian itu.

Seru, 'kan?

Aku tak bisa temukan motorku.

Polisi tak akan menemukannya.

Jadi aku suruh orang.

Caranya?

Dengan uang.

- Sudah ketemu? - Belum.

Aku lapar. Masakkan sesuatu untukku.

Aku bukan pelayanmu.

Kau tahu aku sedang kesakitan, 'kan?

Kau kesal? Bagaimana bisa pelaku...

kesal pada korbannya?

Tidak, duduklah.

Segera kubuatkan sesuatu. Permisi.

Sehari aku makan sekali. Jadi sarapanku banyak.

- Kau harus buat banyak. - Baik.

Sakit.

Astaga.

Jangan.

Jangan sentuh.

Ada kerang laut.

Dan...

- Minum ini. - Baik.

Aku ingin makan.

Apel bagus untuk pagi hari. Minumlah.

Aku ingin makan.

Buatkan aku makanan.

Makanan!

Beri aku makanan.

Kau yakin?

Aku lihat kariernya bagus di peruntungan nasib putrimu.

Dan kuat sekali.

Terkait dengan dengan suaminya.

Dia akan menikah dengan orang baik.

Tapi kudengar dia gay.

Apa maksudmu? Kau ingin dia menikahi pria seperti anjing?

- Dia putrimu. - Tak seperti anjing.

Dia gay.

Di sepanjang hidup mereka akan ada yang kacau.

Kau ingin dia kacau di sepanjang hidupnya?

Bukan dia yang akan kacau.

Peramal itu selalu saja begitu.

Sebagian benar, sebagian salah.

Apa maksudnya pimpinan?

Mungkin Kepala Distrik.

Menurutku polisi.

Biasanya mereka berkedudukan tinggi.

Apakah mungkin gangster?

Sepertinya ketua geng.

Astaga, kenapa kau anggap seperti itu?

Apa aku salah?

Omong-omong, benarkah si tampan itu gay?

Sepertinya begitu.

Dia terlihat menggiurkan, seperti apel menggantung di kebun milik tetangga.

Sayang apel itu tak bisa dimakan.

- Sayang sekali. - Aku sedih.

Mejanya sudah kau atur?

Persis seperti meja makan ibuku.

Lezat sekali.

Tidak. Aku murka.

Aku pergi karena kesal.

Kalau memang aku jadi pengawalnya,

tugasku cuma jaga keamanannya.

Kenapa aku jadi seperti budak?

Tenang, Bong-soon

Kau injak kakinya. Jadi, itu salahmu.

Tidak. Dia meremehkan polisi dan mengabaikan hukum.

Dunia harus tunduk padanya.

Bahkan semesta harus tunduk padanya.

Kalau memang begitu, kenapa dia beri aku radio panggil ini?

Tugasku bukan memasak untuk si berengsek ini.

Sekretaris Do.

Makanannya sudah habis.

Saking lezatnya, aku tambah.

Aku harus keluar. Kemari bantu aku.

Baik, Pak. Aku ke sana.

Tidak. Dia meremehkan polisi dan mengabaikan hukum.

Dunia harus tunduk padanya.

Astaga, apa ini?

"Benar, 'kan? Dia berengsek."

Apa ini?

Jika ingin jelek-jelekkanku, jangan di wilayahku.

Makanannya sudah habis.

Kau melanggar kontrak.

Apa? Kapan aku begitu?

Kau dilarang bicara apa pun yang bisa merusak nama baik.

Bagaimana bisa?

- Ya, 'kan? Dia berengsek. - Berengsek?

Berengsek?

Ini jelas merusak nama baik.

Kakimu sepertinya baik saja.

- Apa? - Dan juga,

aku bukan menyebutmu...

berandalan, mesum, atau gila.

Hanya berengsek. Apa yang merusak nama baik?

Kalau kau sebut orang berengsek, artinya kau mau rusak nama baik

tapi kau tetap berusaha terkesan berkelas.

Sebutan itu cuma agar tak terlalu kasar.

Sama sekali tidak.

Perkataanku apa adanya.

Apa salahnya?

Begitu rupanya.

- Begitu? - Ya.

Sudah siap untuk memulai jadwal pertama?

Ayo mulai.

Kau tak mau bantu?

Kau bisa jalan sendiri.

Masih sangat sakit.

Astaga.

Kau tak bisa lari?

Aku lari 100 meter dalam 28 detik. Tidak, 26 detik.

Orang berengsek apa yang berlari begitu lambat?

Kenapa?

Aku menyebutmu berengsek.

Jari kaki cedera rasanya tidak enak.

Cukup. Aku tidak sanggup.

Aku tak bisa bernapas.

Aku mau muntah.

Luar biasa.

Apa?

Kenapa ini?

Astaga. Lari.

- Lari. Tembakan. - Ada apa ini?

Pak Ahn.

Kau baik-baik saja, Pak Ahn?

Kau berdarah.

Pak Ahn.

Harus bergegas!

Kau sudah sadar?

Sakit.

Kau baik-baik saja?

- Kau sengaja lakukan itu, ya? - Tidak.

Aku lega. Suara tadi keras sekali sampai kukira ada yang patah.

- Tanganmu tidak apa-apa? - Kepalaku semakin sakit.

Aku akan mati. Aku masih hidup?

Hidup dan sehat. Tenang saja.

Kuantar ke rumah sakit.

- Mau ke bagian apa? - Apa?

Ortopedik? IGD? Atau bedah saraf?

Ke rumah sakit umum.

- Tidak mau. Pulang saja. - Tidak, tanganmu luka.

Kau kena tembakan.

Hanya peluru bola logam.

Tapi, kau berdarah. Ayo ke rumah sakit.

Kau ke rumah sakit setiap melihat darah?

Tanganku tidak apa-apa. Kepalaku serasa terbelah.

Kepala?

- Ini berapa? - Dua?

Dari pengalamanku, tempurung kepala tak mudah retak.

- Apa? - Ayo.

- Ayo. - Kita berangkat.

Kita harus cepat.

- Kepalaku berdarah? - Kenakan sabuk pengaman.

Astaga, sakit sekali.

Pak Ahn.

Menurutku,

- kau butuh cairan... - Jangan ajak aku bicara.

Minumlah.

Ini.

Ya ampun.

Lukamu harus dibersihkan.

Sakit?

Tahan.

Bagaimana bisa?

Sangat konyol, 'kan? Bisa-bisanya mereka menembaki kita.

Bukan itu maksudku.

Bagaimana bisa seorang wanita berlari sambil membopong pria seberat 70 kg?

Kau itu sekuat apa?

Banyak sekali yang aneh.

Saat awal bertemu, kau mengalahkan semua pria kuat itu.

Tulang ekor Pak Gong patah saat bermain denganmu.

Dia tak mau dijenguk karena malu.

Yang paling aneh,

kau berlari sambil membopongku.

Siapa...

kau itu?

- Aku... - Kau minum obat, ya?

Mungkin lebih dari bayanganku.

Kau makhluk asing?

Atau kau objek eksperimen obat baru.

Sudahlah. Lagi pula, itu tak penting.

Syukurlah itu cuma peluru bola logam.

Pasti lebih buruk jika peluru asli.

- Kau mencemaskanku? - Aku pengawalmu.

Itu kenapa kau harus melindungiku.

Kau selalu membantah!

Bagaimana rasanya ditembak?

Hari ini peluru bohongan, lain kali sungguhan.

Apa masalahmu?

Katakan apa maumu, Bedebah.

Serahkan perusahaan.

Bilang pimpinan kalau kau tak akan mengambil alih Grup Osung.

Kalau tidak, Ainsoft akan kuhancurkan.

Kau punya hak apa bisa menghancurkan Ainsoft?

Coba saja kalau mau.

Kau baik-baik saja, Pak?

Nanti kita bicara. Sebaiknya kau pulang.

Aku temani kau saja.

Aku mau sendiri.

Yakin kau bisa sendirian?

Tak usah cemas.

Ada yang harus kuurus sendiri.

Ada apa?

Dia sangat mudah marah.

Berbuat seenaknya.

Awalnya dia tidak mau sendirian

dan ingin aku menemaninya.

Sebaiknya aku pergi dari rumah ini.

Aku tak mau bertikai dengan saudara lagi.

Aku ingin jalani hidup sesuai keinginanku saja.

Selamat menikmati.

- Semoga laris. - Terima kasih.

Bong-soon. Kau sudah pulang kerja?

- Kau dipecat lagi? - Tidak.

Memang Ayah pikir aku hanya bisa dipecat?

- Sudah makan? - Kalau Ayah?

Tadi sarapan agak siang. Ayah tak lapar.

Begitu, ya?

Ayah, ada yang bisa kubantu?

Tidak ada. Ini, minumlah.

Ibu di mana? Pergi lagi?

- Tentu saja. - Terima kasih sudah bekerja keras.

Kau juga. Pulang nanti, bisa ambilkan paket kenarinya?

Pukul 4 sore ini akan dikirim 30 Kg kenari.

Baik. Nanti aku ambil sekalian kukupas.

Baiklah.

Bong-soon.

Ya?

Apa?

Ambil ini.

Ayah.

- Ayah. - Ambillah.

Mana bisa kuterima ini.

Ini.

- Ini. - Ayah.

Masih ada?

Ini punyamu.

- Ini juga. - Ayah.

Ayah pertaruhkan nyawa kumpulkan ini.

Kalau ibumu tahu, bisa gawat.

Baiklah.

Lihat pakaianmu.

Belilah pakaian bagus dengan uang ini.

Ayah.

- Putriku tersayang. - Terima kasih.

- Aku pamit. - Baiklah.

Guk-doo tidak ikut?

Aku sendirian.

Begitu.

Berkatmu, jari-jariku membaik.

Dokter itu ahli. Dia akan rawat kau dengan baik.

Begitu.

Permisi.

Pesanlah dulu.

Pasta bayam di sini terkenal.

Kalau begitu aku pesan itu.

- Aku juga sama. - Baik, Pak.

Aku dengar banyak soalmu.

Waktu SMU dulu, kau dan Guk-doo bersaing.

Dia bilang begitu? Sulit dipercaya.

Aku tak bisa jujur di depan kekasihnya.

Tak apa. Cerita saja.

Mana mungkin kami bersaing? Aku menghormatinya.

Aku tak bisa tandingi dia. Dia bahkan tak bisa duduk semeja.

Bong-ki. Kau lucu sekali.

Kau pikir aku bercanda? Tidak.

- Sungguh? - Sungguhan.

Sampai nanti.

Halo?

Kau di mana?

- Kau. - Ya.

Sudah ambil sampah?

- Ya. - Ya.

Mohon terima kami.

- Mohon terima kami. - Ya.

Anda akan jadi bos kami. Mohon ajari kami.

- Ajari kami. - Ya.

Kami...

- selama ini mencari atasan sesungguhnya. - Atasan sejati.

Omong-omong, kenapa jalanan hari ini bersih sekali?

- Satu puntung rokok pun tak terlihat. - Mungkin tak ada yang lewat sini.

Tidak mungkin.

"Dobong-dong tanpa kejahatan. Bersihkan Dobong-dong".

Kita sudah sering mengajukan keluhan soal ini.

Pejabat publik kini menanggapi dengan serius.

Ini tokonya.

TOKO ROTI KENARI DOBONG

- Selamat datang. - Halo.

Halo.

Aku pesan dua pai kenari, dua tar telur,

dan minuman.

Dan sepuluh kantong roti kenari ukuran kecil.

- Sepuluh kantong? - Ya.

Berapa?

84.000 won.

Uangnya 100.000.

Dia ayahnya Bong-soon Do.

Ayo makan roti kenari lalu pergi.

Jangan dorong.

- Silakan menikmati. - Terima kasih.

- Siapa dia? - Apakah polisi?

Hanya pembeli.

Permisi.

Potong kecil dulu sebelum dimakan.

Bisa pinjam alatnya?

Alat? Baik.

Silakan.

Seharusnya sejak tadi.

Hidup di luar sana sangat kejam.

Hanya Anda cahaya dan...

asa di dunia kelam.

- Mohon terima kami. - Terimalah.

Hei. Bolanya.

Kemarikan bolanya.

- Ini? - Ya.

Baik.

- Astaga. - Sulit dipercaya.

Kita harus tangani.

- UFO. - Pasti.

UFO.

Dobong-dong memang luar biasa.

Aku harus mendirikan gedung di sini.

Dobong-dong.

Anda yang terbaik.

- Bos! - Jaga diri Anda!

- Jaga diri Anda! - Ya!

- Bos! - Jaga diri Anda!

- Kami mencintai Anda! - Kami mencintai Anda!

- Anda yang terbaik! - Anda luar biasa!

- Jaga diri Anda! - Kami mencintai Anda!

Anda yang terbaik.

- Jaga diri Anda! - Aku mencintai Anda!

Bos!

SMU.

Masa sulit di hidup setiap orang.

Masa di mana kita gila, berpikir bahwa

kita tak yakin kalau bumi mengelilingi matahari.

Aku dulu juga begitu.

- Memikirkan itu sekarang, - Sedang apa?

- itu memang masa sulit. - Ayo.

Apakah itu karena pelajaranku?

Tentu saja tidak.

ROCKING STONE

Batu yang Anda lihat sekarang

adalah batu yang sangat terkenal bernama Rocking Stone.

Sekuat apa pun didorong,

tetap tak akan bergerak.

Siapa pun yang dorong.

Berapa pun jumlah yang mendorong.

Aku cuma ganjalan bagi negeri ini.

Tidak. Kenapa ini?

- Hei, Bong-soon. - Bagaimana ini?

- Ayo cepat. - Lihat itu.

Masih salah? Astaga.

- Kau sedang apa? - Tidak.

Apa itu tadi?

Banyak benda yang tak sengaja kurusak.

Dan saat SMU jugalah aku memutuskan

- Bengkok? - menyembunyikan kekuatanku.

Aku suka gadis lemah,

membuatku ingin lindungi dia.

Dingin!

Di samping kutukan yang akan kudapat,

jika kugunakan kekuatan untuk keburukan,

aku jadi ketakutan lalu kusembunyikan kekuatanku

karena perkataan Guk-doo.

Aku ikut ekstrakurikuler klub merajut.

Sayangnya, klub tersebut dihapus

sebelum aku bisa selesaikan syal karena kurang peminat.

Ujian masuk kuliah sebentar lagi.

Aku malas belajar.

Aku hanya merajut sampai kenyataan menantiku.

Mohon bantu Bong-ki

agar diterima di Universitas Kedokteran Hanse.

Untuk Bong-soon, mohon bantu agar diterima di universitas mana pun.

Di mana saja asalkan universitas.

Kau harus sungguh-sungguh kalau berdoa.

Kalau tidak belajar, setidaknya berdoalah.

Terserah pada-Mu hidupku selepas SMU.

Tapi tolong persatukan aku dan Guk-doo.

Aku mengenal Buddha dari buku di usia sembilan tahun.

Dia membuatku begitu tersentuh.

Aku merasa harus meminta sesuatu,

melihat reputasi dan kemampuannya.

Namun,

saat itu aku tidak percaya pada Buddha.

Dia memandang dan tertawa.

Guk-doo In.

Selamat.

Kudengar kini kekasihmu Joo-young.

Terjadi begitu saja.

Kau diterima di akademi polisi sesuai harapanmu.

Bahkan jadi kekasih Joo-young So sang idola.

Aku sangat iri.

Ayo kita ke toko.

Selamat!

Terima kasih banyak.

Berkat-Mu, Bong-ki

diterima di Universitas Kedokteran Hanse.

Dan juga,

kasihanilah Bong-soon.

Kumohon bantu dia

tahun depan diterima.

Tak perlu universitas. Sekolah tinggi dua tahun saja.

Tak apa jika sekolah tinggi dikenal buruk.

Sama sekali tak masalah.

Tolonglah, kumohon. Bantu kami.

Bantu kami.

Astaga.

Hei.

Ayo.

DOA DITERIMA DI UNIVERSITAS

Biksu!

- Apa yang terjadi? - Ada apa?

Bagaimana bisa?

Ada apa?

Bagaimana bisa terjadi?

Dia yang lebih dulu mengabaikanku.

Lihat. Aku beli ini dari uang pemberian Ayah.

GUK-DOO TAMPAN

- Halo? - Ini aku. Kau di mana?

- Di rumah. - Ayo bertemu. Aku ke sana.

Kami memang bertengkar,

tapi ibuku yang tak suka Ji-won.

Tapi, ayahku sakit.

Itu kenapa harus cepat menikah.

Ini suara tunangannya Ji-won Kim.

Suara ini sama dengan yang kau dengar?

Hubungi detektif itu.

Dia harus segera dioperasi. Jadi harus dipindahkan.

Itu bukan dia.

Bagus. Kurasa juga bukan.

Kuharap pelakunya tertangkap.

Jaga dirimu.

Banyak pria yang mengincar gadis lemah sepertimu.

Baiklah. Pastikan kau menangkapnya.

Pasti.

Bagaimana Hee-ji?

Dia pergi ke luar kota.

Pergi tampil di luar kota?

Ya, ternyata semua anggota orkestra juga tampil di tempat lain.

Begitu.

- Kau bagaimana? - Apanya?

Maksudmu?

Pekerjaanmu.

- Biasa saja. - Ya sudah. Baiknya kau pulang.

- Kau akan ke kantor lagi? - Ya. Sampai nanti.

Guk-doo.

Semangat. Jangan lupa makan.

Kau temanku.

Tak usah risaukan aku, masuklah. Sampai nanti.

Kyung-shim.

Astaga. Setiap bertemu dengannya,

kau pasti jadi lemas.

Mau nonton film larut malam?

Aku tak semangat.

Tentu. Malam begini pasti banyak bangku kosong.

- Aku pulang. - Hei.

- Aku minta minum. - Baik.

Bong-ki.

Kau bertemu kekasihnya Guk-doo, ya?

Ya, tadi kami bertemu.

Astaga.

Dia bilang ke luar kota untuk tampil. Berengsek.

Bong-ki.

Kami mau nonton larut malam. Mau ikut?

Astaga. Bagaimana kau bisa tahu aku tidak tugas malam?

Film apa?

- Ke bioskop mana? - Apa, ya?

Belum diputuskan.

- Jangan terlalu dipikirkan. - Ada apa?

- Ini Min-hyuk. - Ada apa?

- Kau baik saja, 'kan? - Baik, sepertinya.

Kita jarang bertemu sejak kau tak ikut main golf.

Dong-seok.

Tolong aku.

Ada apa? Ada sesuatu?

Belakangan ini aku diperas.

Aku bahkan ditembak dengan ketapel.

Konyol, 'kan? Seperti anak kecil saja.

Apa? Siapa yang berbuat itu padamu?

Aku masih cari tahu.

Tapi

kurasa salah satu dari kalian.

Tidak mungkin.

Kau tahu yang dikatakan pelaku itu?

Dia minta aku menyerahkan perusahaan Ayah.

Siapa yang tak suka aku mewarisi perusahaan?

Kau yakin?

Cara dia memerasku kekanak-kanakan.

Seperti tak berniat memeras CEO Ainsoft.

Caranya memeras sama seperti mengancam

anak tujuh tahun yang akan ketakutan dan diam saja.

Aku prihatin, Min-hyuk.

Cari tahu pelaku itu.

Pasti Dong-ha Ahn atau Jyung-hwan Ahn.

Bagaimana bisa kubantu?

Beri tahu mereka.

Jika tertangkap,

akan kubunuh mereka.

Aku bukan anak tujuh tahun lagi.

Hei! Kubilang tak boleh ke kamarku.

- Hei. - Kau juga ke kamarku, 'kan?

Menyentuh barangku.

- Kasihan sekali kau. - Sana masuk.

- Masuk. - Cepat masuk.

- Cepat. - Masuk.

- Ayo masuk. - Kau hanya mengacau.

- Cepat masuk. - Masuk.

- Jangan menangis. - Cepat masuk.

Hei. Keluarkan aku.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Cukup, Dong-ha. Kau juga, Kyung-hwan.

Min-hyuk bisa sesak napas.

- Dong-seok. - Jangan ganggu dia.

Min-hyuk. Kau tak apa-apa? Turunlah.

Kau akan baik-baik saja.

Filmnya mulai pukul 21.40, 22.40, atau 23.00.

- Mau yang mana? - Mana saja.

Yang ini pukul berapa?

Sepuluh?

Sedang apa?

Aku akan ke bioskop.

Dengan siapa?

Temanku.

Aku ikut.

Astaga. Si berengsek ini tak paham kapan harus menjauh atau tidak.

- Siapa? - Atasanku.

- Dia bilang apa? - Dia mau ikut.

- Bagus. Ajak saja. - Tidak.

- Kenapa? - Dia gila.

Aku juga mau bertemu orang gila itu.

- Tidak usah. - Apa?

Biar kupesan tiketnya. Perlu berapa?

Bagus sekali. Ayolah, Bong-soon. Ajak saja.

Kita nonton bersama.

Mereka mau pergi.

Ke mana?

Entahlah.

Ikuti dia. Perlahan saja.

Dengar, Para Penjahat!

Atas nama keadilan, kalian tak akan kumaafkan.

Kalian sekarang tertawa?

Aku akan melindungimu dari kejahatan.

Apa ini adegan sedih?

Tolong jangan menghilang.

Ya?

- Aku tidak suka padamu lagi. - Sungguh?

Ini film pahlawan super tersedih di dunia.

Sial. Semoga tak akan ada lagi film pahlawan super.

Ini dia.

Ya. Kakakku menangis saat menonton film pahlawan super

seperti Hulk, Avengers, atau Spider-Man.

Kenapa?

Kenapa? Kau sedih karena celananya Hulk robek?

Karena topengnya Spider-Man ketat?

Kau memang unik.

Semakin mengenalmu, kau membuatku semakin takjub.

Kau masih terlihat sedih. Mau ke disko?

Ayo. Aku yang bayar.

- Ayo. - Baik. Ayo.

Mereka mau ke kelab malam.

Dia terlihat senang. Sepertinya dia memang periang.

Tapi waktu nonton menangis.

Dia juga agak sensitif.

Dia dan temannya akan bergembira dengan dua pria.

Dia suka berkencan yang normal.

Datang bergandengan dengan temannya.

Ayo.

Aku lapar.

Mau ke mana? Ke kelab?

Kalau kau lapar, kau akan ke kelab?

Dasar tolol!

Omong-omong,

salah satu dari pria itu Min-hyuk dari Ainsoft.

Ayo masuk.

Gelasmu penuh? Minumlah.

- Jangan beri lagi. - Tidak apa.

- Sudahlah. - Ini saatnya dia minum.

Kau juga harus minum.

Ayo minum.

Jangan terlalu banyak, Bong-soon.

Kau juga, Pak. Mau mendentingkan gelas?

Semuanya, angkat gelasnya. Satu, dua, tiga!

- Bersulang! - Bersulang!

- Bong-soon. - Pelan-pelan.

Bong-soon. Ayo ke panggung. Kita bergoyang. Ayo.

Haruskah?

Ayo.

Aku ke sana.

Hei. Bong-soon!

Ayo!

Bergoyanglah, Bong-soon.

Sepertinya kakakmu mabuk parah.

Sepertinya begitu. Dia tak boleh mabuk.

Benar.

Dia sudah aneh saat sadar. Bagaimana jika mabuk?

Dia mau ke mana?

- Ada apa? - Apa itu?

- Sulit dipercaya. - Hei, lihat.

- Lihat ini. - Siapa dia?

Apa?

Ada apa?

Ada apa? Kenapa?

Apa yang terjadi?

Permisi. Bong-soon!

Maaf.

- Bong-soon. - Astaga.

Aku yang salah.

Lanjutkan. Biar ini kutaruh.

- Bong-soon. - Jangan berhenti.

Aku bisa gila.

Dasar nakal.

Kau membuat Ibu gila.

Masih pagi kenapa memukulku?

Ingat perbuatanmu kemarin?

Apa?

Kemarin, aku

menonton film lalu ke kelab malam.

Saat di klub,

aku menari...

CEO tampan itu

mengantarmu pulang.

- Benarkah? - Kau tahu kau berbuat apa?

Apa?

- Dia kumuntahi? - Itu masih lebih baik.

- Aku pukul dia? - Itu masih lebih baik.

Lalu apa?

- Ibu. - Kami pulang.

- Aku mau tidur di rumah. - Astaga.

- Ada Ibu. - Lepas sepatumu.

- Ini ibuku. - Masa bodoh.

Astaga.

Lepas sepatumu kalau masuk rumah.

- Astaga. - Ya ampun.

- Bong-soon. - Ada gempa, Bu.

Astaga. Tunggu.

Kau atasannya Bong-soon, 'kan?

Ya.

Ibu.

Dia ini berengsek.

Apa katamu?

Tidak biasanya dia begini.

- Dia pasti mabuk parah. - Ya, dia minum banyak.

Hei!

Ibu, dia gay.

Diam.

Hei!

Kau harus memproklamasikan!

Apa maksudmu "memproklamasikan"? Yang benar mengaku!

- Hentikan. - Hei.

Kalau kau terus memikat Guk-doo,

aku akan

- benar-benar membunuhmu. - Kau tak akan begitu.

- Ayo ke kamarmu. - Harus.

Hei, berhenti memandangi

bokongnya Guk-doo.

Jika kau sentuh bokongnya,

bokongmu akan kukoyak

dari tubuhmu.

Kau tak akan begitu.

Ibu!

Dia benar-benar berengsek!

Aku akan pukul giginya sampai rontok!

Setelah itu aku akan menganggur lagi.

- Ayo ke kamarmu. - Benar, ayo ke kamar.

- Lepaskan aku. - Satu, dua,

- Hei. - Astaga.

- tiga. - Ayo ke kamarmu.

Tidak, tunggu.

Aku...

Masalahnya bukan pernikahan lagi.

Kau harus minta maaf agar tak dipecat.

Astaga.

Aku tak percaya ini sungguh terjadi.

Astaga.

Hancur sudah hidupku yang memalukan.

Kemampuanku meminum alkohol

sangat buruk begitupun dengan kemampuan melakukan detoks.

Aku

pasti menggila tadi malam.

Pakai baju berkabungmu, gerai rambutmu,

pergi ke rumah atasanmu, duduk di tikar, lalu minta maaf.

Pak, ada laporan orang hilang.

Sepertinya peristiwanya aneh.

Direktur sekolah balet usia 32 tahun.

- Direktur sekolah balet? - Ya, Pak.

Direktur sekolah balet tubuhnya pasti kurus.

Tidak terlalu berat.

Kurasa kita berpikiran sama.

Rasanya aneh.

Benar.

- Gali lagi. - Ya.

Mulai dari lokasi terakhir.

Pak!

Hasil jejak kaki dari Dinas Forensik Nasional keluar.

Menurut analisis, tapak sepatunya

menunjukkan sepatu edisi terbatas tahun lalu.

- Sepatu mahal. - Ya, mahal.

Ini semakin mudah.

Kalau begitu, kita cari pemungkasnya.

Baik, Pak.

Polisi!

Apa ada orang di sini?

Jangan bunuh aku.

Kau harus cepat pulih.

Kau pengantin keduaku.

Aku suka wanita kurus.

Karena bisa pakai gaun pengantin.

- Dan kau akan makan sehari sekali. - Tolong jangan bunuh aku.

Tentu. Pernah lihat mempelai pria menyakiti pasangannya?

Kumohon jangan bunuh aku.

Jangan bicara.

Aku...

benci orang banyak bicara.

Kumohon jangan bunuh aku.

Kumohon jangan bunuh.

Kumohon jangan bunuh.

Ibu.

Nama direktur sekolah balet itu Joo-young Lee.

Terakhir terlihat di sekitar bar pukul 23.00.

Dia memanggil layanan sopir.

Aku lacak nomor sopir itu dan nomor itu sekali pakai.

Kau masih bisa melacaknya.

Bagaimana pelat nomor mobilnya?

Tidak ada yang spesifik.

Kita harus lacak dari posisi terakhirnya.

Lakukan...

- penyelidikan diam-diam. - Baik, Pak.

Pertama, beri dia laporan perawatan klinik psikiatri.

Kubilang, "Sebenarnya aku ada penyakit jiwa serius.

Kadang aku berperilaku gila." Aku bisa mengharap iba.

Kedua, bersikap seolah tak terjadi apa-apa.

Ketiga, bersikeras kalau ingatan dia yang salah karena dia juga mabuk.

Hei.

Menurutku atasanmu jelas bukan gay.

Gay.

Keempat, kenalkan dia pada seorang pria baik.

Mungkin itu cara terbaik.

Kau harus berani mengaku!

Aku akan menganggur lagi.

Bokongmu akan kukoyak

dari tubuhmu!

Astaga. Bong-soon Do.

Halo, Pak.

Tidurmu nyenyak?

Ya. Kau juga nyenyak?

Ya. Tak penting orang sepertiku tidur nyenyak atau tidak.

Apa maksudmu?

Pak Ahn, kalau kau beri aku kesempatan lagi...

Kau sudah sarapan?

Maaf?

Belum.

Bong-soon. Kau tahu aku harus bekerja, 'kan?

Ya.

Baiklah.

Sampai jumpa di kantor.

Sarapanlah, jangan buru-buru. Aku ke kantor setelah olahraga.

Tidak usah buru-buru.

Baik, Pak.

Ya sudah. Dah.

Baik.

Rasanya seperti

belum mengerjakan PR dan gurunya sakit flu.

Kenapa suaranya jadi lembut?

Dia terdengar baik, seperti pria santun.

Dia tidak seburuk itu.

Dia manis sekali.

Sulit dipercaya dia mau mengoyak bokongku.

Luar biasa, lancang,

dan seksi.

Astaga. Si manis itu.

Tapi tak bisa kugigit.

Bong-soon.

Menurutku dia tidak gay.

Kyung-shim! Itu tidak penting.

Yang penting kepribadiannya.

Soal itu, dia baik hati.

Tak ingat kau sebut dia anjing gila?

Karena dia memimpin perusahaan besar,

kadang bisa membuatnya gila. Ya, 'kan?

Kau mengoloknya, sebut dia akalnya tak berguna

dan maniak pakaian seperti wanita.

Tidak. Dia hanya punya selera busana yang bagus.

Aku mau bekerja dulu. Sampai nanti.

Dia pasti sudah gila.

Maaf.

Maaf.

STRONG GIRL BONG-SOON

Dia cuma beli tahu kenapa lama?

Apa Dobong-dong tempat operasinya?

Dia mungkin incar temanku.

Teganya kau begini pada temanku.

Jangan berpikir untuk menyentuhnya.

- Dia kuantar. - Dia kujemput.

Kubilang aku saja.

Gosip menyebar makin liar.

Katanya dia mata-mata Korea Utara atau alien.

Benarkah dia tidak tahu?

Ada satu hal yang aku mahir.

Aku tak pernah perlihatkan kekuatanku.

Bukan salahku kalau aku kuat.

- Bong-soon. - Ya?

Ayo pergi.

Menurutku dia tidak gay.

Bong-soon temanmu, 'kan?

Masuklah.

Nampknya tak bertepuk sebelah tangan.

Diam dan tetaplah di dekatku.

STRONG GIRL BONG-SOON

Terjemahan subtitle oleh Denita

- Drafeir -

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.