Afrikaans
Akan
Albanian
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
STRONG GIRL BONG-SOON
STRONG GIRL BONG-SOON
EPISODE 2
Ini episode spesial ke-300.
Dia memang legenda.
- Dia Kim Hye-ja, 'kan? - Makan jajangmyeon lagi?
- Dia nampak sangat muda. - Detektif Kim.
Apa judul drama ini?
Kepala Inspektur.
Drama pertama dengan genre berbeda. Itu film keberuntungannya.
Saat ada kasus besar, dia menonton satu episode,
dan kasusnya terpecahkan.
- Bukankah Unit Dua yang tangani? - Kita diminta bantu.
CSI, The Mentalist, Criminal Minds lebih bagus.
Kenapa drama itu?
Ditayangkan setelah Perang Korea?
Hei, Bocah.
Kau tak tahu banyak penjahat yang tonton drama itu?
Jadi kita bisa belajar dari situ.
Astaga. Dia memang bodoh. Dengar.
Biasanya dalam kejahatan ada tren.
Norma yang berputar mengikuti
energi alam semesta.
Bagaimana jelaskannya? Apa istilahnya?
Pokoknya, ada istilahnya.
Tapi,
investigasi itu berbeda.
Kejahatan tanpa bukti kini meningkat.
Jadi, apa langkah tepat untuk memecahkannya?
Ikuti firasat.
Prosedur biasa sudah kuno.
Kau tahu apa buku terlaris sepanjang sejarah?
- Kitab Injil. - Benar. Injil.
- Kitab Injil. - Asli juga.
Benar.
Klasik. Jawabannya ada dalam karya klasik.
Kau tak mengerti apa-apa, ya?
Ayo makan. Kau belum sarapan, 'kan?
Sudah.
Benarkah?
Tetap harus makan.
Aku tak lapar.
Aku cuma kerja Senin dan Kamis.
- Kau dengar aku? - Ya.
Entah bagaimana info itu bocor.
Jadi, sudah kuputuskan.
Mulai sekarang,
hanya kau dan aku yang tahu jadwalku.
- Kenapa tak duduk? - Baik.
Aku telah diawasi dan diperas.
- Oleh? - Jika tahu, pasti sudah kutangkap.
- Laporkan ke polisi. - Aku tak suka polisi.
Akan kutangkap sendiri penguntit itu.
- Bantu aku. - Apa?
Katamu kau suka game?
Ini akan menegangkan.
Tangkap mereka seperti dalam game.
Pasti seru.
Katanya mau masuk Tim Strategi, jadi cobalah.
Kita harus menang.
Apa ini lelucon?
Hidup itu game. Game terbesar itu kehidupan.
Jangan terlalu serius.
Apa kau berbuat jahat hingga musuhmu banyak?
Apa karakter game makin kuat karena banyak berbuat jahat?
Dunia ini penuh penjahat. Perkuat pertahananmu.
Kenapa benci polisi?
Kau suka?
Ya.
Mereka keren.
Kau tidak makan? Makanlah.
Kau tak punya pilihan. Jika bos suruh makan, lakukan.
Aku cuma makan sekali sehari.
Seharusnya bilang sejak awal.
NOMOR TAK DIKENAL
Jangan abaikan peringatan ini.
Saksikan apa yang akan terjadi.
Kapan kau mulai mendapat telepon ini?
Sekitar dua bulan.
Lindungi aku.
Itu tugasmu.
Pak Gong pegang jadwalku. Minta dia besok.
Baik.
Aku mau main. Aku sedang malas kerja.
Aku malas kerja. Kenapa menatapku?
Aku sudah dengar.
Dengar apa?
Kau cuma masuk dua hari sepekan, dan kau hampir tak pernah kerja.
Ke mana pun aku pergi, aku terkenal.
Aku terlalu menarik perhatian.
Melelahkan.
Aku ingin ke sungai, pasaraya, dan toko buku.
Apa?
Aku harus antar ke mana pun?
Tentu saja. Kenapa kau perlu tanya?
Ayo.
- Nyalakan mesinnya. - Aku?
Siapa tahu ada bom?
Kau menyuruhku mati?
Apa harus aku yang mati?
Kau pengawalku.
Nyalakan.
Injak remnya dan nyalakan.
Ayo.
Aman.
Baiklah.
Hei.
Kau pikir ini taksi?
Duduk di depan.
Harusnya aku yang mengemudi.
Apa kau tidak tahu nyawaku lebih penting daripada nyawamu?
Jika ada mobil datang ke arah kita,
ke mana kau arahkan setirnya?
TOKO ROTI KENARI DOBONG
- Halo. - Selamat datang.
Apa rencanamu dengan putrinya?
Tahu berapa keluhan yang kukirim ke balai kota
agar mereka tangani Persimpangan Chungwoon?
- Di sana terjadi kecelakaan. - Benar.
Bisa ambilkan air hangat?
Tetap saja, bangunan tinggi itu ide buruk.
Jika terus ditinggikan,
sinar matahari akan terhalang.
- Itu hak kita semua. - Benar.
Itu lebih baik dibandingkan area kita jadi rawan penjahat.
- Rawan penjahat? Siapa bilang? - Tenanglah.
Halo.
Astaga, halo.
- Aku sudah pesan. - Ya.
Dia tidak tahu area kita sedang krisis?
- Dia masih bisa tersenyum. - Benar.
Kalaupun dia marah, yang mati tak bisa hidup lagi.
Benar.
Permisi, Bu Jung.
Ya, Bu Hwang?
Bisa bicara sebentar?
Tentu.
- Halo. - Halo.
Kami ingin membuat petisi
soal bangunan tinggi di sebelah penatu.
Aku harap perwakilan tiap kompleks menandatanganinya.
Jika tokoh terkenal sepertimu mendukung kami,
pasti balai kota akan mendengarkan kita.
Benar.
Entahlah.
Aku setuju bangunan itu didirikan.
Tapi aku paham alasan kalian menentangnya.
Aku turut prihatin.
Mereka bisa bangun gedung empat lantai.
Mereka mau bangun hunian tinggi di sana.
Itu yang kami tak suka.
Semua penduduk area itu adalah tokoh masyarakat.
Aku yakin petisi ini punya masalah mendasar.
Masalah apa?
Dewan baru harus dibentuk yang anggotanya
bukan investor gedung itu.
Aku pamit dulu.
- Ini pesananmu. - Terima kasih.
- Nikmatilah. - Terima kasih.
Sampai jumpa.
Yang benar saja.
Kau...
- Dia dan aku tidak bisa akrab. - Benar.
- Lihat? - Ya.
Kalian lihat keangkuhannya?
Dia sombong sejak jadi penulis.
- Benar. - Sikapnya sok dan angkuh.
Memuakkan.
- Dia sangat menyebalkan. - Benar.
Bu Hwang! Halo.
- Halo. - Halo.
- Kyung-shim. - Halo!
- Bersikaplah wajar. - Apa?
Pasti ada yang mengawasi kita dari jauh.
- Di mana? Siapa? - Jangan mencolok.
Benar juga.
Tapi bergandengan tangan begini aneh.
Sangat aneh.
- Diam dan ikuti aku. - Baik.
Siapa sangka uang yang kupakai bermain game
ternyata untuk bayar pakaiannya?
Hei.
- Ya, Pak? - Bagaimana?
Keren.
Cuma aku yang belanja.
Ayo. Kubelikan kau sesuatu.
Tak usah.
Sudah, terima saja.
Sungguh, tak usah.
Kau mau apa?
Mau tidak?
Ayo.
Bisa bergerak seperti ini?
Keren sekali.
- Hei. - Ya?
Lihat perlahan ke arah jam 12-mu.
Arah jam 12?
Lurus ke depan.
- Sudah lihat? - Ya.
Dia memandang kita.
- Ayo kejar. - Sekarang?
Bersikap biasa agar dia tak sadar.
Dia melarikan diri. Dia kabur.
Cepat. Kita tidak mengejarnya?
Aku sedang kejar dia.
Cepat.
Kita bisa melihatnya.
- Kau memotretnya? - Ya.
Syukurlah.
Kau lapar?
Apa? Ya...
Makanlah di rumah.
Jangan diet.
Makan apa pun yang kau mau.
Mengerti?
Aku pulang saat jadwalmu belum selesai?
Ya. Hari ini sudah cukup karena kita sudah menangkapnya.
Bagaimana dengan tulang ekor Pak Gong?
Tulang ekor tak bisa sembuh secepat itu.
Aku ingin jenguk dia di rumah sakit sekaligus minta jadwalmu.
Hei,
kau bisa sangat malu jika menemuinya.
- Kau menyuruhku menemuinya. - Itu beda.
Jadi, aku harus bagaimana?
Hei, rumahmu dekat dengan area TKP.
- Apa kau tahu? - Ya.
Kenapa mereka merusak ketenangan lingkungan ini?
Aku lapar. Apa ada toko roti enak di dekat sini?
- Suka roti panggang? - Sangat suka.
Jika belok di sana,
ada toko pai kenari yang enak.
Astaga.
TOKO ROTI KENARI DOBONG
Tak ada yang mampir kemari. Pelanggan belum ada.
Diskon saja kenari kupas.
- Ho-soon. - Ya?
Pasang papan diskon untuk kenari kupas.
Baik.
Tanda tangannya sudah tambah?
Tidak berjalan lancar.
Bong-soon mendapat kerja.
- Kita lihat saja. - Kenapa?
Menurut ramalan, dia tak bisa bertahan di satu tempat.
Kakinya gatal, tapi kau besarkan putramu dengan baik.
Dia mahasiswa Kedokteran Universitas Hanse dan juga tampan.
Kau tahu Gok-doo dan Bong-ki
dahulu saingannya saat sekolah.
Dia tampan dan cerdas.
Aku mencemaskan Bong-soon.
Apa ada pria kaya yang suka padanya?
- Tentu tidak. - Itu Bong-soon, 'kan?
- Hai. - Halo.
Aku pesan dua tar telur dan pai kenari.
Baiklah.
- Ayo beli yang ini juga. - Yang mana?
Kue ini.
Pesan ini dua potong.
Baiklah.
Halo.
- Terima kasih. - Tolong minta bonnya.
Jangan lupa bonnya.
- Silakan. - Terima kasih.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Bong-soon.
Diamlah. Aku pergi.
TOKO ROTI KENARI DOBONG
Itu pacar Bong-soon?
Kuharap begitu.
Lihat dia. Tampan sekali.
Astaga. Dia membuat cerah lingkungan ini.
Jin Yi. Dia mendapat durian jatuh.
Lihat. Bong-soon naik mobilnya.
- Lihat mobilnya. - Astaga.
Mobil impor juga.
Astaga. Aku suka sekali pria itu. Terima kasih, Buddha yang baik!
Buddha memang terbaik. Astaga!
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan.
- Satu, dua, tiga, empat, lima, enam... - Kyung-shim!
- Hei! - Bong-soon!
- Maaf. - Senang bertemu denganmu. Apa kabar?
- Kabarmu baik? - Aku merindukanmu.
Jadi, kau menjadi pengawal CEO Ainsoft?
Benar.
- Perusahaan Albertan Chronicles? - Ya.
Lihat dirimu. Kau ingin mengembangkan bakatmu?
Pilihanmu tepat.
Tujuanku adalah
menciptakan gameku sendiri, "Gadis Super Bong-soon"
dan dipindahkan ke Bagian Strategi.
Itu cita-citaku.
Hei.
Omong-omong,
atasanmu itu seperti apa?
Dia suka pakaian dan game.
Dia tidak tertarik pada wanita.
Kudengar dia sangat tampan.
Jangan mulai. Dia hanya peduli pada diri sendiri.
Tak mungkin pria suka belanja.
Sudah kuduga. Aku bisa tebak dari paras tampannya.
Dia menyewa pengawal wanita
- agar tak terkena skandal. - Jadi, itu benar.
Jika pria tampan, berpakaian bagus, dan tidak suka perempuan,
maka pasti begitu.
- Maksudmu? - Kyung-shim, kau di sini.
- Halo, Bong-ki. - Sudah dapat?
- Tentu saja. - Bagus!
Hei.
Hei.
Ada pria yang sangat tampan dan imut.
- Mau kujodohkan? - Tidak.
Aku puji kau di depannya.
Tak ada yang perlu dipuji.
Do Bong-soon. Kau sangat cantik.
Percaya dirilah.
Apa gunanya cantik? Guk-doo tak suka aku.
Kau masih suka dia?
Sulit kupercaya.
Kenapa aku terus suka dia?
Karena kau yang pilih begitu.
- Sudah masak nasi? - Ibu.
Ini masih terlalu sore.
Ibu lapar. Bangun dan buat makan malam.
Bu Hwang. Biar kubantu.
Aku beli tiga kantong perkedel ikan Busan kesukaan Bong-ki.
Terima kasih. Kau terbaik.
Ayo, cepat.
- Astaga. - Banyak sekali.
- Kenapa beli banyak? - Kyung-shim, kau baik sekali.
- Lihat itu. - Sudah lama sekali.
- Silakan. - Terima kasih.
- Kelihatannya enak. - Selamat makan.
- Selamat menikmati. - Selamat makan.
Ayo makan.
- Lezat. - Hei.
Pria yang antar kau ke toko kita itu atasanmu?
- Ya. - Berapa usianya?
Entah, tapi kuyakin masih muda.
Dia mengantarmu di hari pertamamu kerja?
Benar.
Kau harus menikah dengannya.
Ibu ini kenapa?
Ini berkah dari alam semesta.
- Ibu jangan tonton drama lagi. - Dia masih lajang, 'kan?
Dia gay.
Gay? Dia suka pria?
Benar, Bu Hwang.
Tidak masalah.
Tak ada yang sempurna di dunia ini.
Tak masalah.
Kubilang tak masalah.
Aduh, panas. Astaga.
Ibu!
STASIUN DOBONG
Kirim orang NFS. Kami juga akan ke sana.
Lingkungan yang sama?
Benar-benar kacau.
Aku mengerti. Baik.
- Bagaimana situasinya? - Pak.
Korban dibawa ke rumah sakit.
Hei, kau tetap di kantor.
- Sisanya, ikut aku. - Kita mau ke mana?
Ke mana lagi? Tentu saja ke rumah sakit!
Ini ruang darurat? Mereka baru berangkat.
Mereka sudah ke RS Universitas Hanse.
Apa yang terjadi?
Bagaimana terjadinya?
Sekarang! Lakukan sekarang! Serang!
Cepat!
Kau lakukan apa?
Kubilang belum waktunya.
Kau tidak bisa main. Sudahlah.
Kenapa hari ini sepi?
Ada korban lagi.
Astaga.
- Apa? - Seram.
- Ada apa? - Ada kejadian.
Ada yang tewas.
Ada yang tewas. Apa kerja mereka?
- Permisi. - Ada apa?
Kalian mengganggu penyelidikan. Pulanglah.
- Kasihan. - Pulanglah.
- Pulanglah. - Mengerikan.
Bagaimana penyelidikannya?
Katanya ada saksi, karena itu dia selamat.
- Syukurlah. - Benar.
Ayo cepat pulang.
Berikut sekilas info. Terjadi peristiwa serupa
malam ini pukul 11 di Dobong-dong TKP pembunuhan pertama
terjadi hanya berselang 23 jam.
Kabar mengejutkan yaitu kini terjadi di lokasi yang sama.
Pelaku merusak TKP tempat korban diserang.
Korban yaitu Ibu Kim, seorang guru SMU.
Untungnya, datang seorang saksi dan korban dapat selamat.
Bagaimana kondisinya?
Mustahil selamat jika dia tak muncul.
Kita tunggu beberapa hari lagi.
Iganya patah, napasnya jadi sulit.
Dokter bilang sulit minta keterangan.
Hei.
NFS sudah memotret jejak kaki.
Pelaku muncul tak lama setelah aku pergi.
Kau ke sini sendiri?
Rekanmu ke mana?
Aku tak bermaksud...
Ini lingkunganku.
Aku mampir setelah pulang ganti pakaian.
Astaga. Tidak ada kamera pengawas atau kamera dasbor.
Pelaku sangat paham area ini.
Pasti begitu.
Korban bisa selamat karena saksi datang.
Pelaku mungkin kabur saat saksi muncul.
Kau pasti terguncang.
- Ya. - Apa yang terjadi?
Ceritakan yang kau lihat.
Aku sedang berjalan pulang.
Di gang sebelah kiri,
- Tolong aku. - Ada yang meminta tolong
Lalu aku menghampiri.
Kumohon tolong aku.
- Lalu? - Tolong!
Saat aku sudah dekat,
dia menendang wanita itu
lalu kabur.
Tolong...
Pelaku itu seperti apa?
Sepertinya,
dia memakai tudung hitam.
Celananya juga hitam.
Dia setinggi apa?
Mungkin 180 cm?
- Wajahnya? - Aku tak sempat lihat.
Ada lagi yang kau ingat?
Ya. Sepertinya...
- kakinya lumayan besar. - Besar?
- Dia pasti sangat ketakutan. - Pasti.
Aku...
benci orang yang mengganggu orang yang lebih lemah.
- Bagiku mereka yang terburuk. - Aku juga.
Menjijikkan. Teganya berbuat begitu pada wanita.
Orang seperti dia layak dihukum.
Bong-soon.
Kau bisa beri pelajaran orang seperti itu?
- Pasti bagus. - Dia gaya sekali.
- Caranya? - Kau cantik.
Aku sulit menjaga diri.
Kau simpan uang di sini?
Kumpulkan uangnya.
Ayo. Dasar kau...
Lihat berandalan itu.
- Mereka mengeroyoknya. - Jahat sekali.
Kau gaya sekali.
- Pakaianmu bagus. - Tampannya.
Astaga.
- Apa? - Mana uangmu?
Hei, Anak-anak.
Ya, halo.
Di sini sering terjadi kejahatan belakangan ini,
jadi banyak mobil polisi.
- Kalian sebaiknya pulang. - Diamlah.
Jangan ikut campur.
Paling tidak,
biarkan anak itu pulang.
Apa katamu?
- Kalau mabuk, pulanglah. - Hei.
Hei.
Siapa pemimpinnya?
Pemimpin?
- Kubilang, siapa pemimpinnya? - Kau gila?
Pergilah.
Anak-anak.
Minta maaf lalu pulanglah.
Kau serius? Memang kau anak presiden?
Kenapa berani sekali?
Kau punya 18 nyawa, ya?
Ikat tali sepatumu dahulu kalau mau ganggu orang.
- Apa ini? - Apa...
Aneh kalau pakai satu sepatu.
- Apa ini? - Sakit.
Kalian mau sepatu kalian seperti ini?
Mau pulang tak pakai sepatu?
Sini. Berikan ponselmu.
Ini nomor teleponku.
Kalau mereka mengganggumu lagi,
- hubungi aku. - Baik.
Dan,
pastikan kau kuliah.
Jika tak lulus kuliah, kondisimu akan sulit.
- Kalian. - Ya?
Jika lain kali kutangkap,
sebagian lalu seluruh kaki kalian, lalu...
Apa lagi?
Ayo. Berikan tasnya.
Ayo kuantar.
- Astaga. - Hei.
Kabar terbaru.
Dikarenakan terjadi sejumlah pembunuhan dan penculikan di Dobong-dong,
kepolisian memutuskan menambah jumlah
kamera CCTV di persimpangan Chungwoon.
Mereka juga memperketat patroli
untuk lebih mengawasi area tersebut.
Sementara itu, detektif terkait
mengatakan kurangnya bukti
membuat sulit memastikan identitas pelaku.
Hal ini membuat warga semakin takut.
Empat, empat, delapan.
Ya. Bisa tolong periksa plat nomor motor?
Pak!
Hasil autopsi korban sudah keluar.
Benarkah? Sini kulihat.
Baik. Tinggi badannya 172 cm dan beratnya 48 kg.
Kurus sekali.
Ada delapan luka di tangannya.
Korban mati-matian melepaskan diri.
Awalnya, dia diserang di bagian perut.
Ususnya pecah. Dia juga dicekik.
Saat dia mulai melawan, wajahnya dipukul.
Lalu, pelaku melepas pisau di tangannya.
Memegang pisaunya jadi salah.
Posisi pisau ke atas saat menusuk perut korban.
Saat itu, dia putuskan untuk membunuh.
Dia luput karena posisi pisaunya salah?
Dia mengubah arah pisau saat masih menancap di korban.
Itu sebabnya luka ini robek tak menentu.
Pelaku tak ahli pakai pisau.
Sepertinya pelakunya berbeda dengan kasus Jung Hyung-sook.
- Kali ini tidak memakai pisau. - Benar.
Siapa yang tahu?
Tak ada pisau saat Jung Hyung-sook diserang.
Pelaku mungkin gagal di kasus Kim Ji-won karena ada saksi.
Bukan begitu.
Pelaku tak ahli pakai pisau.
Jadi dia coba membunuh dengan memukuli.
Kita tidur saja.
Istirahat bergiliran.
- Letnan In, pergilah ke rumah sakit. - Baik, Pak.
Dia coba buat korban pingsan.
Bukan membunuhnya.
Maaf.
Siapa itu?
Ya.
Halo, aku Do Bong-soon.
Kenapa ke sini?
Aku ingin meminta jadwal Pak Ahn.
Astaga, tanya Pak Kim di Bagian Humas.
Kubawakan bunga dan bingkisan.
- Astaga. - Baik. Aku harus bagaimana?
Kutinggalkan saja di sini.
Pasti tidak nyaman.
Tulang ekor tak bisa digips, jadi sembuhnya lama.
Tak bisa duduk atau berbaring. Paling tidak enak.
Ditambah, sulit merawat tulang selangka.
Kenapa kau bilang ini?
Benar.
Ada obat untuk tulang ekor. Namanya anggur tinja.
Alkohol dari kotoran.
Seperti namanya, anggur kotoran.
Mempercepat penyembuhan.
Kau ke sini agar aku marah, ya?
Anggur tinja?
Tidak.
Nenekku pakar soal ini.
Dia banyak melukai orang...
Maksudku, anggur tinja
sangat manjur untuk tulang ekor. Lebih efektif dari obat.
Menjijikkan.
Kalau mau, bisa kubuatkan.
Diam!
Jangan teriak.
Kalau teriak, otot bagian bawah jadi tegang.
- Enyahlah. - Baik.
Aku pamit. Aku minta maaf.
Kalau perlu anggurnya, kabari aku.
- Pergi. - Baik, maaf.
Aku pamit. Maaf.
Ini semua salah si diktator itu.
Kenapa dia paksa aku lakukan adu ayam?
Guk-doo.
- Halo? - Guk-doo, ini aku.
- Aku tahu. - Aku
- sedang memandangmu. - Apa?
Aku di rumah sakit jenguk seseorang dan aku melihatmu.
Aku juga.
Aku ke situ sekarang.
- Kenapa ada di sini? - Kenapa?
Sedang menjaga korban.
- Kenapa kau di sini? - Aku...
Ada yang sakit, jadi aku jenguk dia.
Siapa?
Bagaimana bilangnya?
Ya, dia jatuh waktu adu ayam,
- tulang ekornya cedera. - Apa?
- Tulang ekor. - Kenapa...
tulang ekornya cedera saat bermain?
Bermain denganmu?
Bukan aku.
Lalu kenapa jenguk dia?
Siang begini harusnya kau kerja. Jangan di sini.
Guk-doo,
aku bekerja.
Kabar bagus...
Boleh minta tolong?
Aku harus ke toilet. Bisa berjaga di pintu?
Kalau ada selain dokter atau perawat, panggil aku.
- Paham? - Ya. Dah.
Santai saja.
KIM JI-WON UNIT RAWAT INTENSIF 3
- Permisi. - Baik.
Astaga.
Astaga.
Panggil detektif.
Bilang pasien harus dioperasi sekarang.
Baik.
Guk-doo.
Dokter yang membawanya bilang dia harus dioperasi.
Apa?
Dokter.
Di mana pasiennya?
Apa? Kau tadi membawanya waktu mesinnya berbunyi.
Apa maksudmu? Aku ada di ruang operasi.
Suaranya berbeda dengan dokter yang tadi.
Kapan dibawanya?
Sekitar lima menit lalu.
Sial.
Dia sudah pergi beberapa menit. Tutup rumah sakitnya.
Dia membawa pasiennya!
Sial.
PARKIR BASEMEN
Sial!
Bisa tunjukkan koridor unit rawat intensif?
Baik.
Berengsek.
Guk-doo, maafkan aku.
Jangan menyalahkan diri. Aku tak menjaga pintunya.
Maaf.
Apa dia akan baik-baik saja? Aku harus bagaimana?
Tenanglah.
Dia takkan membunuhnya.
Aku akan temukan dia.
Apa aku bisa bantu?
Maaf.
Dia harus dioperasi dan kami harus ke sana.
Aku dengar suaranya.
Kau ingat suaranya? Bisa mengenalinya?
Ya. Aku pasti tahu.
Aku harus ke kantor polisi. Kau pulanglah.
Naik taksi. Aku panggilkan.
Jangan cemas.
Ini bukan salahmu.
Baik. Pergilah.
Bagaimana kalau dia kena marah karena pelakunya lolos?
Ini perkara serius. Kau dalam masalah besar.
Korban diculik
di rumah sakit dalam penjagaan polisi!
Aku salah.
Aku siap terima sanksi.
Keparat kau!
Cuma ada satu cara.
Tangkap pelakunya.
Aku akan tunda sanksinya.
Minta rekaman CCTV lahan parkir lalu lacak mobilnya.
Pelakunya bukan orang sembarangan.
Dia pakai otaknya bukan pisau.
Tak ada sidik jari yang tertinggal di TKP.
Berani-beraninya dia menyusup.
Pak,
aku...
Aku butuh perlindungan saksi.
- Apa? - Do Bong-soon. Temanku.
Pelaku melihat wajahnya.
Do Bong-soon?
Namanya tidak asing.
- Dia gadis itu. - Dia dalam bahaya.
Dia melawan tujuh berandal.
Temanku Do Bong-soon...
dia gadis lemah.
- Astaga. - Astaga.
Do Bong-soon.
Belum tidur?
Apa dia akan baik saja?
Dia tak akan dibunuh, 'kan?
Jika mau dibunuh, pelaku takkan culik dia.
Dia masih harus dirawat. Aku juga cemaskan dia.
Aku mungkin kuat,
tapi tak berguna di saat begini.
Apakah ada cara...
untuk membantunya dengan kekuatanku?
Hei.
Halo.
"P" itu apa?
JADWAL
Kenapa banyak sekali?
- Sedang apa? - Halo.
Hari ini tak ada pesan.
Keparat itu. Keahlian meretasnya payah.
Masih amatir.
Aku ganti kata sandinya.
Kudengar ada kejadian lagi di lingkunganmu.
Korban diculik waktu aku di rumah sakit.
Diculik?
Bu Kim. guru SMU,
diculik dari rumah sakit oleh seorang pria yang menyamar sebagai dokter.
Aneh dan tak pernah terjadi.
Polisi melacak pelat nomor kendaraan
berdasarkan informasi dari kamera pengawas di sekitar.
Mobil tersebut tak terdaftar...
Bagus. Sungguh menarik.
Seseorang diculik. Itu tak menarik.
Pelakunya sangat pintar.
Jelas kuingin dia ditangkap.
Tapi sepertinya tak bisa.
Dia akan terus lebih pintar dari polisi.
Ini menarik.
Kenapa yang satu dia bunuh
dan satunya dibiarkan hidup?
Maksudmu pelakunya sama?
Tentu.
- Polisi bilang tidak. - Itu menurut mereka.
Kita harus lihat dari sudut pandangnya. Pelakunya sama.
Menurut profiler, pelaku merusak TKP
karena ingin menunjukkan dia lebih baik dari pembunuh.
Profiler bilang begitu di televisi.
Analisis yang keliru.
Apa yang dipakai untuk merusak TKP yang bisa dibilang nyaris rapi?
Pembunuh sejati itu tertarik...
dengan pembunuhan yang tak logis dan beringas.
Dia membunuh korban,
tapi tak berdasarkan niat.
Jika ingin membunuhnya, pasti sasarannya leher atau jantung.
Dia juga tak menodainya.
Dia mengancam dengan pisau karena korban melawan.
Tapi dia tak biasa pakai pisau dan tak sengaja membunuh.
- Itu kesalahan. - Bagaimana kau bisa paham?
Kau seperti pelakunya.
Cita-citaku...
jadi penjahat saat kecil.
Apa?
Pak Gong masih di rumah sakit? Kudengar tulang ekornya patah.
Kau pasti kuat sekali.
Kenapa kau suruh aku lakukan adu ayam
- dan membuatku dalam masalah? - Hei.
Aku harus angkat teleponnya.
Guk-doo.
Mulai kini kau akan dijaga polisi. Jangan cemas.
- Kau di mana? - Aku baik-baik saja. Tenanglah.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?
Ini tugas polisi. Ikuti saja.
- Kau di mana? Biar kukirim orang. - Guk-doo.
Aku sedang bekerja, di ruang sekretaris di Ainsoft.
Benarkah?
Seharian kau di sana?
Tidak, banyak tempat yang kudatangi.
Atasanku sangat sibuk.
Dia membicarakanku?
Nama polisinya Si-won Choi.
Hubungi aku kalau dia datang.
Baik.
Guk-doo.
- Jangan lupa makan. - Baik. Dah.
Siapa itu?
Temanku yang polisi.
Guk-doo In?
Bagaimana kau tahu?
Kau tadi bilang Guk-doo.
Aku tidak bilang Guk-doo In.
Kau tak ingat di mana kita bertemu?
Orangnya yang sama.
Kepribadianmu berubah saat bicara dengannya.
Kau atasanku dan dia temanku.
Pasti berbeda.
Kau sadar kau perlakukan temanmu
- seolah dia atasan dan aku temanmu? - Tidak. Kau saja yang begitu.
Kau suka dia?
Dari mana kau tahu?
Kau...
terlalu perlihatkan perasaanmu.
Kau membuatnya terlalu jelas.
Dia tampan.
Benar. Dia sangat...
Dia tipeku.
Pria mudah bosan jika wanita terlalu terang-terangan.
Aku pun bisa tahu.
Kukira kau benci polisi.
Tetaplah seperti itu.
Aku suka polisi tampan.
Aku...
Omong-omong,
petugas polisi akan menjagaku.
Kenapa?
Jadi, maksudmu
kau harus menjaganya ke mana pun dia pergi?
- Ya. - Kenapa?
Jadi dia mengikutiku dan kau mengikutinya.
Seperti skema piramida.
Kemari kau.
Kemari.
Dia tak perlu dijaga.
Dia jauh lebih kuat darimu.
Jika tak percaya, adu panco atau adu ayam dengannya.
Aku sedang bertugas.
Permisi.
Astaga.
Pak Gong sudah pulih total?
Sudah kubilang belum.
Tulang ekornya patah tiga, bukan dua.
Masalahnya, kita tak punya ekor lagi.
Kalau dia punya ekor, pasti tak apa.
Sudah nonton Avatar?
Mereka berkomunikasi dengan ekornya.
Kau tahu ungkapan "menggoda", 'kan?
Maksudnya dengan memakai ekormu.
Kita tadinya berkomunikasi pakai ekor seperti avatar.
Jadi, sampai kapan kau mengikutinya?
Sampai ada perintah selanjutnya, aku akan jaga dia.
Sebab utama aku benci polisi adalah mereka lamban.
Kedua, terlambat bertindak. Ketiga, bertindak sia-sia.
Dan keempat,
mereka tak terima saran orang.
Bertugas apanya?
Pintar.
Kau siuman.
Kini kau pasti bangun.
Tahu betapa repotnya untuk membawamu ke sini hidup-hidup?
- Kau pengantin pertamanku. - Jangan bunuh aku.
Kau bicara apa? Aku menyelamatkanmu!
Diam.
Jangan lakukan ini.
- Kumohon. - Diamlah.
Pernah lihat mempelai pria menyakiti pasangannya?
Senyumlah!
Ada dua alasan kenapa pengembang mandiri
enggan membuat game lanjutan.
Pertama adalah pengembang mandiri
tak punya sumber daya seperti perusahaan.
Kedua, sudah umum bahwa pengembang mandiri
harus pakai semua sumber dayanya untuk luncurkan sebuah game.
Tak mudah untuk buat game lanjutan.
Itu karena kenyataan bahwa mereka tak mampu membuatnya.
Sebuah game dapat membuat sukses atau hancur perusahan mereka.
Bukannya berinvestasi sumber daya untuk game lanjutan,
banyak perusahaan cenderung berinvestasi pada satu gim saja.
Untuk ciptakan ekosistem konsisten untuk game mandiri,
penting kiranya untuk aktif menarik investor
untuk mendukung kreativitas pengembang mandiri.
Sekian. Terima kasih.
FORUM GAME MANDIRI
Terima kasih.
Detektif Choi, aku akan baik saja. Bisa tolong tunggu di sini?
Tidak bisa. Aku sedang bertugas.
Di mana dia? Kau mau ke mana?
- Ke toilet. - Sebelah sana.
Lihat dirimu.
Kau tak boleh ikut.
Benar.
Kau tidak ikut aku ke dalam?
Apa? Tunggu.
Aku harus tetap di sini karena sedang menjaganya.
Kakiku sakit.
Coba adu ayam dengannya.
Aku sedang bertugas.
Buang air kecil termasuk bertugas?
Gadis korban penculikan semalam masih hidup.
Pelaku tak akan bunuh korban.
FORUM GAME MANDIRI KETIGA
Jangan cari perampok atau pemerkosa
dengan alasan sedang menyelidiki kasus.
Kau harus dengar saranku.
Ke mana dia? Do Bong-soon!
Di sini!
Astaga. Dia menghilang.
Siapa?
Tadi ada pria mencurigakan. Tiba-tiba hilang.
Tak mungkin bisa langsung tahu mencurigakan atau tidak.
Kau pikir semua penculik pakai topi dan perampok pakai masker?
Sebaliknya...
- Kenapa Detektif Choi belum keluar? - Apa?
Sial.
- Panggil ambulans. - Astaga. Apa?
- Astaga. - Panggil ambulans!
Baik. Ambulans.
Bagaimana ini?
Maaf. Seharusnya kutangkap dia.
Aku tak bertugas dengan baik.
Aku tak tahu dia bawa pisau.
Kuingin merasa tenang dengan kau jaga aku.
Situasinya makin berbahaya.
- Kau berhenti saja. - Tidak.
Aku akan mulai utamakan keamanan klienku daripada aku.
Jangan pecat aku.
Aku akan melindungimu.
Terlalu berbahaya. Bisa saja kau yang ditikam.
Takkan kubiarkan dia tikam aku seperti itu.
Menurutmu dia siapa?
Daftarnya panjang.
Bisa jadi saudara tiriku, pesaingku,
atau pemain game yang kuhadapi.
Aku tidak tahu.
Banyak yang dicurigai.
Di keluarga, aku cuma percaya kakak keduaku.
Aku punya ibu lain selain ibu kandung.
Sebelum itu ada lagi.
Keluargaku kacau. Aku punya tiga saudara tiri.
Kutinggalkan keluargaku karena tak sudi mengurus perusahaan.
Aku mampu buat Ainsoft sukses.
Tapi, ayahku terkesan padaku.
Ayah ingin wariskan perusahaan padaku.
Sejak saat itu,
aku jadi musuh keluarga.
Siapa pun pelakunya,
pasti akan kutangkap dia.
Untung lukanya tak dalam. Akan kujahit dan beri disinfektan.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Hai, Guk-doo.
Aku hampir selesai.
Aku segera ke sana.
- Sudah lama? - Tidak, aku juga baru tiba.
Kau tahu ini hari jadi kita ke-100?
Kau sibuk sekali. Pekerjaanmu pasti banyak.
Tadi malam ada kejadian.
Kami tidur bergiliran sejak sibuk dengan penyelidikan.
Maaf. Nanti aku harus kembali.
Tidak apa-apa.
Kau mungkin belum tidur. Kasihan.
Ayo cepat makan supaya kau bisa kembali dan tidur.
Tadi malam kau bertugas.
- Ayo kita makan enak. - Ayo.
Bong-soon.
Menginaplah di rumahku malam ini.
Aku akan lindungi kau dan kau lindungi aku.
Bagaimana?
Kau pasti sangat berharap karena kuminta menginap.
Jangan bayangkan. Apa pun di benakmu, tak akan terjadi.
Maksudmu berharap apa?
Harapan yang muncul jika gadis dan pria berada di satu atap.
Pak, untuk apa aku menginap di rumahmu? Aku tidak mau.
Kau tidak tahu saja.
Tahu apa?
Kau tak ingin menggodaku?
Menginap di rumahku kesempatan yang luar biasa.
Aku sama sekali tak berniat menggodamu.
Lagi pula, menurut sumberku,
kudengar kau tidak suka wanita.
- Kau pikir kau wanita? - Jadi aku pria?
Tinggallah di rumahku sebentar.
Ada di kontrak.
"Karyawan akan penuhi
permintaan apa pun agar majikan nyaman."
Aku tak menyangka
harus tinggal bersamamu berdasarkan "permintaan".
Lalu seharusnya permintaan apa?
Kukira permintaannya adalah melindungimu
- dari situasi membahayakan. - Benar.
Itu maksudku. Aku dalam bahaya.
Bagaimana jika ada pembunuh menyelinap saat aku tidur?
Kau barusan bilang pembunuh?
Aku benar-benar takut. Menginaplah di rumahku
Apa?
- Kumohon. - Kenapa sikapnya seperti gay?
Tidak. Aku pulang saja.
Lagi pula, keluargaku kolot.
Bagaimana persiapannya?
Waktunya tinggal beberapa pekan.
Latihannya lancar,
tapi jari-jariku agak sakit.
Kau tidak ke dokter?
Rencananya pekan depan...
DETEKTIF KIM
Maaf. Telepon dari kantor.
Tidak apa. Angkat saja.
Halo.
Detektif Choi diserang saat menjaga Do Bong-soon.
Apa?
Kau suka Letnan In, 'kan?
Tapi dia tidak, 'kan?
Bertepuk sebelah tangan, 'kan?
- Dari mana kau tahu? - Terlihat dari sikapmu.
Sepertinya akan selamanya begitu.
Manfaatkan aku agar dia cemburu. Pasti berhasil.
Meski dia tak suka kau, kalau ada pria lain,
dia pasti jadi tertarik padamu. Pasti begitu.
Benarkah?
Intinya...
menginaplah malam ini.
Hari ini aku tak ingin sendirian.
Baik. Aku menginap,
tapi bayaran lembur harus dua kali lipat.
Hitung dengan benar, ya.
- Kau tak lapar? - Apa?
Mau makan?
Tentu.
Aku tak biasa makan sehari sekali.
Hai, Guk-doo.
Di sini?
Sebentar. Tunggu.
Bisa beri tahu alamat rumahmu?
Duduklah.
Panas. Ayo makan.
Pai kenarinya enak?
Sangat. Lain kali kita ke sana lagi.
Tidak usah.
Kau beritahu aku tempat itu.
Karena itu toko kami.
Yang kemarin itu ayahku.
Kenapa tidak bilang?
- Untuk apa? - Karena aku takkan ke sana.
Makanya aku tak bilang. Kami 'kan harus jualan.
Terserah. Enak?
Minya terlalu matang. Aku tidak suka seperti ini.
- Rasanya aneh. - Apanya?
Larut malam makan ramyeon bersama wanita.
Maksudmu seharusnya kau makan bersama pria?
Kau pernah pacaran?
Belum pernah, 'kan?
Kau bicara apa?
- Aku itu femme homtale. - Apa itu?
Kau menggabungkan femme fatale dan homme fatale?
Keren. Femme homtale. Kau ahli dalam kata-kata.
Aku tidak begitu ahli dalam bahasa asing.
Tapi, aku lebih suka jika
kau tak anggap aku orang yang berwawasan sempit.
- Baik. Ayo makan. - Baik.
Astaga, panasnya.
Siapa itu?
Guk-doo.
Ini rumah siapa?
- Itu... - Malam ini Do Bong-soon menginap di sini.
Aku izinkan dia, jadi tenang saja.
Ini tempat apa?
- Siapa dia? - Itu...
Ayo.
Bagaimana mungkin seorang wanita dewasa menginap bersama pria lajang?
Kau gila?
Ikut aku.
Dia tetap di sini.
- Kau siapa? - Aku butuh dia malam ini.
Dia ikut aku.
- Tadi kubilang tidak. - Dia harus ikut aku.
Tidak bisa.
Aku akan bawa dia.
Tidak.
STRONG GIRL BONG-SOON
- Aku akan jaga Bong-soon. - Silakan.
Sejarah dimulai saat malam.
- Cukup. - Hidupku dulu berbeda.
- Kau bercanda? - Kau tidur?
Ya.
Semua pria itu anjing!
- Lihat. - Aku lihat.
Kami temukan dia, Do Bong-soon.
Hiduplah dengan baik.
Ajari kami!
Semesta berputar mengitari Bong-soon.
Bawa dia itu padaku. Kubunuh dia!
Seberapa kuat dirimu?
Apa kau pria?
Temanmu sangat mencemaskanmu.
Kau sudah punya pacar.
Kenapa kau begitu baik padaku?
Kau bisa tinggal sendiri?
Kau mencemaskanku?
Aku bisa melihat ke dalam dirimu.
STRONG GIRL BONG-SOON
Terjemahan subtitle oleh Denita
- Drafeir -
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.