Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
STRONG GIRL BONG-SOON
STRONG GIRL BONG-SOON
EPISODE 1
Ada apa ini?
- Astaga. - Punggungku.
Aku hampir melihat wajahnya!
Ini Min-hyuk Ahn dari Ainsoft.
Aku sudah peringatkan kau.
Singkirkan Kronik Albertan.
- Atau kau akan mati. - Dengar.
Kau tahu ini jam berapa?
Harusnya biarkan aku tidur agar ancamanmu lebih terasa.
Aku lebih takut jika terjaga.
Ini menjengkelkan.
Jangan kaget saat kau melihatnya besok.
Kau yang minta ini.
Ainsoft akan bangkrut. Aku akan membuat...
Astaga, siapa kau sebenarnya?
DISKUALIFIKASI
Sudah kuduga aku pasti gagal.
RESUME
DO BONG-SOON
PERKENALAN
Jangan perkenalan diri lagi.
Namaku Do Bong-soon.
Bong-soon yang tinggal di Dobong-dong, Dobong-gu.
Menurutku,
aku sangat spesial.
Aneh atau tidak, ya?
CATATAN RAHASIA SILSILAH BONG-SOON
Aku punya rahasia,
yang membuatku berbeda.
Aku sebenarnya kuat.
Tak hanya kuat, tapi sangat kuat.
Yang mewarisi pertama gen rahasia ini adalah leluhurku
Park Gae-boon,
yang menyerang musuh dengan melempar batu
saat Pengepungan Haengju.
Kekuatan rahasia yang luar biasa
diwarisi oleh para wanita di keluarga kami.
Saat pemberontakan petani dan budak Jinju tahun 1862,
leluhurku bernama Ga Wook-bang
memihak penguasa dan melukai orang tak bersalah
dengan kekuatannya.
Akibat keserakahannya, kekuatannya pun hilang dalam sekejap.
Di saat terakhir, dia sakit kusta dalam perasingan.
Sejak itu,
leluhurku sadar bahwa menyalahgunakan kekuatan
akan membuat mereka sengsara.
Tapi...
KITAB KEMAMPUAN
...ibuku, Hwang Jin-yi, mengabaikan kutukan itu.
Dorongan menggunakan kekuatannya menjadi malapetaka.
Menggunakan kekuatan demi negara tak terlalu menjadi masalah.
Tapi...
Terima kasih.
Berikan kepadaku.
Ayo lompat.
Berlutut!
Kubilang, berlutut!
Apa?
Itu benar.
Jika kau salahgunakan kekuatan,
kau harus tanggung akibatnya.
Seorang pegulat berbakat keturunan Yunani-Romawi, Do Chil-goo,
dan atlet angkat beban yang kini lemah, Hwang Jin-yi...
Kenapa wajahmu?
- Aku baik-baik saja. - Hei...
Pada hari itu,
hal tak terduga pun terjadi.
Dasar mata keranjang.
Ayo, dorong.
Yang pertama keluar perempuan.
Yang laki-laki belum?
Lihat bayi ini.
Tangannya mengepal.
Astaga.
Begitulah aku terlahir.
NAMAKU DO BONG-SOON.
BONG-SOON SI GADIS KUAT
Sering kali aku frustasi
karena harus sembunyikan kekuatanku.
Aku harus abaikan pria mata keranjang itu.
Selama 27 tahun, kuharus melawan diriku sendiri.
Harus kendalikan diri dan abaikan hal macam itu.
Pintu kiri akan dibuka.
Aku tak mau menjadi tontonan, jadi aku terpaksa menutupinya.
Untuk kematian disengaja atau bunuh diri, pembayaran klaim bisa tertunda.
Tidak, Pak.
Maksud saya, bukan Anda.
Segala pekerjaan kucoba setelah lulus SMA.
Halo, Tampan.
Kau terlihat gagah.
Dia perempuan.
Aku bahkan pernah coba bertani.
10 tahun lagi, cuma petani yang bertahan.
Karena bahan bakar akan habis, dan gerak kita akan terbatas.
Saat itu terjadi, kita harus bisa mandiri.
Bong-soon, pakai kekuatanmu demi kebaikan. Kau harus bertani.
Bertani.
Kau tahu betapa hebatnya petani?
Karena Bong-ki merantau untuk kuliah kedokteran,
pamanku meninggalkan kota dan bertani.
Ibuku bahkan bersikeras menutup toko roti kenari agar bisa bertani.
Ibu mengirimku ke Paman sebagai utusan.
Astaga!
Lihat dia, Nek.
Rencana kami untuk bertani pun gagal.
Lalu...
aku temukan pekerjaan yang kebetulan cocok.
Di dunia nyata, kuharus tutupi kekuatanku.
Tapi di sini, aku bisa bertemu sisi lainku.
Mimpiku adalah membuat game yang tokoh utamanya diilhami diriku.
Bagus!
Itu mudah.
Keberhasilan game simulasi
bergantung pada konten yang bisa dinikmati pengguna.
Itulah alasan suksesnya Kronik Albertan.
Pengguna harus merasa tenang saat berada di dunia itu.
Jangan sampai mereka jenuh.
Makanya CEO mereka cuma bekerja dua kali sepekan.
Sisanya, dia cuma bermain.
Menyenangkan, 'kan?
Semoga kalian berhasil.
Hei! Berhenti!
Hei!
Berhenti kau!
Kau akan mati jika kutangkap!
Sial.
Aku butuh pengawal pribadi.
Cepat carikan.
Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu dan ternyata benar.
TK TUNAS
Permisi!
Tak ada orangnya.
Siapa yang memarkir truk seperti ini?
Siapa...
Ada apa?
- Ini trukmu? - Bukan.
Ini jam makan siang.
Bagaimana aku bisa lewat kalau kau halangi begini?
Dasar pak tua!
Kau tak boleh lewat sini.
Kenapa begitu?
Ini bukan jalanmu.
Hei, kembalilah selagi aku masih baik.
Kalau terus membantah, kau bisa dihajar.
Apa yang kau lakukan?
Astaga!
Ponselku!
Aku sudah menyuruhmu pergi, Pak Tua.
Kau malah menyia-nyiakannya.
- Kubilang, pergi. - Aduh.
Apa? "Aduh"?
- Sakit? - Apa?
Kenapa? Memangnya kau mau apa?
Hei, cepat kemari.
Ayo pergi. Cepat pergi.
Halo.
Aku mau melapor.
Aku di Dobong-dong...
Apa yang Anda lakukan?
- Kembalikan. - Tunggu.
Kenapa wanita suka memotret makanan?
Astaga.
- Ini pacarmu? - Kenapa membuka ponselku?
- Kembalikan. - Kau pasti sudah gila.
Siapa suruh kau telepon polisi? Kau mau mati?
Kau warga yang taat aturan, ya?
Kalau begitu, aku preman yang taat aturan.
Tapi Anda memukuli bapak itu.
Memangnya kau dia?
Memangnya kau yang dipukuli?
Astaga, dia terlihat seperti pecundang.
Pergi sana.
Astaga.
Layarku retak.
Pak.
Ganti ponselku.
Ya ampun.
Cicilanku masih tiga tahun.
Aku baru bayar tiga bulan.
Aku minta untuk terakhir kalinya.
Tolong ganti.
Astaga. Anak sekarang tidak ada takutnya.
Mau kurobek dan kugantung di jemuran?
- Lihat betapa kecilnya kau. - Ada apa?
Kau kecil. Bisa kuhabisi dalam sekejap.
- Jangan pukul aku. - Polisinya mana?
- Kubunuh kau. - Jangan.
Makanya aku tak suka polisi.
Jangan pukul aku.
Bagaimana ini?
Kenapa wajahmu kecil sekali? Ini CD atau apa?
Jangan melotot.
Berhenti.
Kubilang, jangan melotot.
Kubilang, berhenti.
Halo?
Aku di lokasi konstruksi di Dobong-dong.
Aku butuh beberapa polisi di sini.
Di sini ramai.
Ada wanita dan pria tua diancam beberapa preman.
Walau tak bisa gunakan kekuatan lagi,
dan walau benci ini menyelimutiku,
aku tak bisa biarkan orang ini lolos.
- Apa yang dilakukan polisi? - Wah!
- Ada apa ini? - Bos!
Apa itu?
Sial.
Apa yang terjadi?
- Bos! - Pak.
Ganti rugi ponselku.
- Siapa kau? - Jangan melawannya.
Jika Anda sering bersosialisasi,
Anda pasti tahu kita simpan nomor di ponsel.
- Gawat jika ponselku tak diperbaiki. - Jangan. Dia gila.
Kau pasti sudah gila.
Astaga.
Tanganku! Tanganku patah!
- Aduh, maaf. Bagaimana ini? - Jangan ditekuk.
- Aku tak bermaksud begitu. - Jangan!
Makanya jangan pukul aku.
Kau...
Pak, ganti rugi ponselku.
Lepaskan...
Siapa dia?
Kena kau!
Apa ini?
Maaf.
- Tidak. - Kakak itu keren.
Ini. Di sini.
- Keluarkan dia. - Tolong.
- Tolong dia. - Keluarkan dia.
Bantu dia keluar.
Apa harus kupanggil ambulans?
Tidak, gadis itu memukulku.
- Dia melemparku. - Sungguh.
Aku dipukul di sini.
- Tidak benar. - Dia sangat kuat!
UNIT TIGA KEJAHATAN SERIUS
Bagaimana ini?
Guk-doo akan anggap aku aneh. Aku harus bilang apa?
Bagaimana ini?
Halo, Guk-doo.
Astaga. Lama tak berjumpa.
Apa kau kesulitan di pekerjaan?
- Kuharus bilang apa? - Dia kenapa?
- Sakit sekali! - Dia pelakunya!
- Aku serius! - Aku hampir mati.
Tenang dan duduklah.
- Aku tidak bercanda. - Aku serius.
Do Bong-soon!
Astaga, itu dia.
Itu dia.
- Itu orangnya. - Dia.
- Dia di sini. - Astaga.
Siapa pelakunya?
Detektif, anak-anak tak mungkin bohong.
- Kenapa tidak percaya? - Nama?
Do Bong-soon. Alamat?
1342, Dobong-dong, Dobong-gu.
Kau bilang,
"Mereka menutup jalan dan sebabkan kemacetan."
Pengemudi, Jeong Sun-ho, minta mereka pindah,
tapi mereka menolak dan kasar.
Lalu Anda, Do Bong-soon, yang menyaksikan semuanya
berusaha melaporkan situasi itu...
Anda lalu bertengkar saat ingin melapor,
karena itu Anda pukul wajah Kim Kwang-bok.
Dia mabuk atau apa?
"Pipinya lebam dan empat gigi rontok
dan akibatnya korban luka serius."
Dia gila. Kita bisa terbang jika dilemparnya.
"Sementara, Hwang Hyun-dong yang melihat Kim
berusaha melerai,
tapi lima jarinya justru patah.
Saat Oh Ji-pyo dan Yang Yong-chul tiba,
mereka dilempar 30 meter dan terjerembab ke bak truk.
Akibatnya leher dan kaki mereka patah.
Cha Yong-nam yang coba melerai mendatangi Kim Kwang-bok dan jatuh.
Kim terlempar sepuluh meter, menghantam truk dan jatuh ke tanah.
Sudah jelas??
Begini, masalahnya...
Menurut hukum, anak di bawah umur tak punya kekuatan hukum.
Keterangan mereka juga tak logis.
Masalahnya,
ini pernyataan si pengemudi.
Jika ini benar,
menurut UU, ini tindakan yang disengaja.
Kau akan dihukum.
Jika tak ada keterangan dari pelapor...
Kau sebut ini laporan? Ini lebih mirip novel aksi.
Siapa dia?
Kepolisian Korea payah.
Kau digaji untuk laporan macam itu?
Siapa dia?
Aku yang lapor dan juga saksi.
Apa-apaan ini?
Kalian tak boleh berbohong di kantor polisi.
Kalian berpikir dia memukuli mereka?
- Sendirian? - Ya!
- Itu benar. - Anak-anak tak bohong.
Kalian menonton The Avengers di penitipan hari ini?
Apa yang diajarkan guru kalian?
Namanya edukasi audio-visual, tapi mereka cuma menonton film.
Penitipan mereka harus diselidiki.
Kau yang melapor?
Ya, aku yang melapor.
Aku juga saksi,
tapi keteranganku beda dengan si pengemudi.
Dia terlibat insiden ini. Dia korban.
Dia mungkin bingung saat itu.
Bagaimana menjelaskannya.
Bagaimana, ya?
Apa bisa dibilang itu lima menit sebelum dunia kacau balau?
Kesaksian palsu tak bisa dihukum.
Tapi jika korban menuntut, kau akan dipanggil ke sidang.
Itu akan dianggap sumpah palsu, dan kau dihukum.
Kalau begitu, jelaskan kenapa mereka terluka.
Lihat aku.
Jawab itu sambil melihatku.
Mereka?
Aku lihat mereka adu jotos.
Diam!
- Duduk. - Duduk.
Duduk.
Tidak.
Kakak itu menghajar mereka sendiri.
Anak-anak.
Kalian bisa baca ini?
Lihat?
Mereka tak sempat belajar baca.
Kenapa? Karena sibuk menonton film.
Pendidikan dimulai dari penitipan, tapi lihat mereka.
tujuh pria dihajar seorang gadis?
Dia bahkan tak punya senjata. Itu tak masuk akal.
- Kenapa tidak? - Tidak.
Hollywood merusak banyak orang.
Aku harus bagaimana dengan kalian?
Kalian mau dipenjara karena mencederai diri?
- Kenapa begitu? - Dia memukuli kami.
- Siapa? - Kalau bukan dia, siapa?
Siapa yang mematahkan kakinya?
Siapa yang mematahkan lehernya?
Siapa?
Hei, sudahlah.
Jika kita laporkan ini, atasan akan memecatku.
Jujur saja,
apa masuk akal seorang gadis menghajar tujuh pria?
- Hei. - Itu benar.
Kenapa kau buat insiden konyol ini jadi kasus?
Mereka melukai si pengemudi dan salahkan orang tak bersalah.
Kita harus selidiki. Mereka juga punya catatan kriminal.
- Duduk. - Ini tak adil.
Duduk.
- Kakak hebat. - Kakak luar biasa.
- Kakak hebat. - Kakak luar biasa.
Lantas, siapa yang memukuli kami?
- Kakak hebat. - Kakak luar biasa.
Puas?
Kalau jangan terlibat dengan orang seperti mereka,
cari kerja daripada buang waktu di rumah.
Pak.
Ada apa? Kenapa Anda di kantor polisi?
Seumur hidup aku belum pernah lihat itu.
Hei.
Tunggu.
Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?
Kenapa kau membohongi polisi?
Apa ini?
Aku menolongmu,
tapi kau tak berterima kasih atau meminta maaf padaku?
- Apa ini? - Lalu kenapa kau menolongku?
Jika kau lahir sebagai pria,
bersikaplah seperti pria.
Jangan diam saja saat wanita kesusahan.
Kau seharusnya malu.
Ada apa dengannya?
Dia sangat aneh.
Sangat seksi.
Apa?
Dia orang paling unik yang pernah kutemui.
Hei.
Unik apanya?
Dia...
Nn. Seo, aku sangat suka proyekmu.
Terima kasih, Pak. Aku akan giat.
Benar. Semangat!
Maksudku...
Pertemuan itu lebih mendebarkan daripada game komputer.
- Pertemuan dengan siapa? - Gadis itu.
TOKO ROTI KENARI DOBONG
Selamat menikmati.
- Permisi. - Terima kasih.
- Halo. - Terima kasih sudah mampir.
- Permisi. - Sampai jumpa.
Halo.
Apa terjual banyak?
Hanya ini?
Jika kutemukan uang di sakumu, kupukul kau sejumlah uang itu.
Bagus. Harusnya ini dulu.
Jangan pelit.
Kau ini pria!
- Aku akan berusaha. - Minta kopi.
Aku pulang.
Kenapa lama sekali?
Ada sesuatu.
Sesuatu apa? Kau 'kan pengangguran.
Kau ke warnet, 'kan?
Ibu tak bisa menemui ibu Myung-soo karena malu.
Astaga. Ibu harus apa denganmu?
Ibu tahu tiga juta orang menganggur,
tapi tak menyangka kau salah satunya.
Ya ampun.
Hei, sebaiknya kau menikah saja.
Cari pria kaya yang cukup bodoh menikahimu.
- Paham? - Masa bodoh.
Pak, coba lihat ini.
- Letnan In. - Ya?
Bagaimana kau dan Nn. Avengers bisa saling kenal?
- Kami satu sekolah sejak SD. - Kau dari Dobong-dong, ya?
Lihat ini.
Kau ingat saksi itu?
Kucari latar belakangnya, ternyata dia CEO Ainsoft.
Perusahaan apa itu?
Anda tidak tahu?
Yang membuat game Kronik Albertan.
Ahn Min-hyuk putra Ahn Chul-do, pimpinan Grup Osung.
Sudah kuduga. Dia sangat angkuh.
Omong-omong, di mana Kim Kwang-bok dan Hwang Hyun-dong?
- Masih di rumah sakit? - Ya.
Hei, kau sudah tahu soal dia atau belum?
Itu...
Aku nyaris mati.
Kau harus temukan dia.
Ini memalukan.
Bos, dia luar biasa.
Dia gadis terkuat yang pernah kulawan.
- Diam. - Maaf, Pak.
Hei, siapa namanya?
Do Bong-soon.
Do Bong-soon.
Do Bong-soon.
- Tenang. - Do Bong-soon!
Lihat patahannya.
15 tahun di ortopedi, baru sekarang kulihat ini.
Tulangnya geser, tapi sudah dikembalikan.
Pelakunya pasti punya kekuatan super.
Lihat lengannya.
Tulangnya bergeser.
Ahli medis berkata
kita harus meneliti dinamika antara tulang dan otot.
Ini bisa jadi penelitian revolusioner.
Revolusi.
Empat gigi pasien ini rontok dengan sekali pukul.
Profesor Shin, apa maksudnya ini?
Dia terus berkata dipukuli gadis sambil menangis.
Apa perlu kita pindah ke Bagian Kejiwaan?
Kejiwaan?
Aku akan telepon Profesor Kim.
Ini.
1997, SAAT DO BONG-SOON DAN DO BONG-KI DICULIK
Pak.
Adikku mengompol.
Sial.
Nanti joknya rusak.
- Tolong berhenti. - Diam!
Bong-ki.
Jangan menangis.
Hei, kalian.
Kalian mau pulang ke orangtua kalian, 'kan?
Kalau begitu, diam.
Kalau kalian terus menangis, aku akan...
Kalian akan buat aku sangat marah.
Pak, adikku menangis. Tolong berhenti.
Kalau kau menangis dan mengompol lagi,
aku akan membunuhmu.
Kembali!
Kemari!
Dasar anak nakal!
Lari. Cepat.
Bong-soon.
Kau buat mereka babak belur.
Mereka yang mulai.
Jangan coba-coba kau beritahu Ibu.
Ya, ya, ya.
Omong-omong,
besok pagi kau tak apa-apa?
Ingat kutukan itu, 'kan?
Saat kita diculik tak termasuk karena penculiknya jahat.
- Tapi kali ini... - Ini sama.
Mereka juga jahat.
Belajarlah saja.
Ya ampun.
Syukurlah.
Aku lega.
Aku baik-baik saja!
Baiklah. Ya!
Selamat pagi, Semuanya.
Selamat pagi.
PRESIDEN
RESUME
KETERAMPILAN DAN KREDENSIAL
"Master teakwondo,
Judo tingkat empat, dan hapkido tingkat lima."
PENGHARGAAN
"Juara dua Turnamen Jiu-jitsu Korea 2014.
Regu Tiga di keamanan Gedung Biru."
Gadis itu.
Cari tahu soal gadis di kantor polisi itu.
Ya, dia.
Yang kau pikirkan sekarang.
Ingat?
Maksudku...
UU Pejabat Publik ayat 60 mewajibkan polisi rahasiakan
semua informasi sensitif bahkan setelah habis masa jabatan.
- Aku cuma... - Tolong pergi.
Aku tak bisa beritahukan informasi pribadi.
Tampaknya, informasi itu tak boleh diumbar.
Polisi itu juga cukup bersikeras.
Siapa namanya?
- Namanya In Guk-doo. - In Guk-do?
Pintunya tak dikunci. Masuklah!
Hei, apa kau sudah siap?
Kau sudah tahu apa yang kusuka, 'kan?
Perlihatkan padaku!
Hei, hentikan!
Kubilang, hentikan!
Siapa kau?
Tunggu! Tidak, kumohon...
- Anda berhak diam - Apa?
dan didampingi pengacara.
Hei, kau polisi?
Sial. Apa kau punya surat perintah?
Akan kuminta surat penangkapan Anda 24 jam ke depan.
Karena bisa kabur, aku terpaksa tahan Anda dahulu.
- Apa kau gay? - Ya.
Kau tahu aku siapa?
Pak, apa aku perlu tahu?
UU Pejabat Publik ayat 61 menyatakan bahwa
pejabat publik dilarang memberi atau menerima hadiah,
uang, atau insentif lain dan mengabaikan tugasnya.
Aku belajar semua orang sama di mata hukum.
Kebetulan dia anggota parlemen. Kenapa itu salahku?
Letnan In, ketahui posisimu.
Jika begini,
kau akan kehilangan segalanya dalam sekejap.
Silakan saja!
Aku sungguh minta maaf.
Siap, Pak!
Orang gila macam apa dia?
Para atasan marah.
Sebenarnya dia agak...
Dia dikenal ceroboh saat di akademi.
Itu yang kudengar.
Sialan. Biar dia hirup asap knalpot dan sesak napas.
Pindah dia ke lalin!
Itu akan buat yang lain curiga.
Kalau begitu, pindahkan ke tim paling buruk.
Menunduk. Aku tak bisa nonton.
Semuanya mati bahkan sebelum sampai.
Mulai sekarang, kita harus lakukan semuanya satu per satu.
Halo, aku dipindahkan ke tim kalian. Aku In Guk-doo.
Dia bahkan sulit diajak kompromi.
Dia membuatku gila.
Nampaknya dia polisi sejati.
Apa?
Tapi kenapa Anda butuh nomornya?
Dia tipeku.
Untuk dijadikan pacar?
Bisa dibilang begitu.
- Bagaimana kabar Pimpinan Ahn? - Sehat, berkat Anda.
Anda sudah banyak membantu Ayah.
Bisa dibilang,
aku sangat bangga Anda bisa berhasil
tanpa bantuan ayah Anda.
Tapi Anda tahu?
Yang bisa Anda raih terbatas jika tak memanfaatkan koneksinya.
Apa aku kerja kasar saja selamanya, ya?
Bayaran tukang batu besar.
Aku sebenarnya lumayan.
Bong-soon, berhenti makan. Biarkan Bong-ki makan juga.
Selain itu,
Ibu jadi seperti ini karena Ibu salahgunakan kekuatan.
Kau harus lebih baik.
Akibatnya, Ibu harus menikahi pria ini.
Kenapa?
Astaga.
Halo?
Ya, ini Do Bong-soon. Ini siapa?
Jadi, kau sedang menganggur, ya?
Istilah profesionalnya, pencari kerja.
Aku tidak terlunta-lunta.
Begitu.
Bosku melihatmu waktu itu dan dia sangat terkesan.
Makanya dia buat keputusan berani ini.
Astaga, dia menyedihkan sekali.
- Maaf? - Ya.
Kenapa dia tak temui aku sendiri?
Kenapa menyuruh Anda?
Anda nampak lebih tua darinya.
Itu...
Bisa dibilang ini wawancara awal.
Begitu.
Wawancara awal?
- Ya. - Baik.
Jadi, Anda memintaku bekerja untuk bos Anda atau siapa pun itu
sebagai pengawal pribadi?
Ya.
Kami akan menawarkan gaji menarik.
Pak, aku sudah bekerja sejak lulus SMA.
Aku tahu perusahaan penipu,
yang akan bangkrut, dan yang membudaki aku.
Selain itu, aku tak mau kerja fisik.
Aku mau pekerjaan yang memakai otakku.
Itu karier yang kumau.
Aku bingung kenapa Anda menawariku ini,
tapi aku tahu yang aku mau dan perusahaan yang aku mau.
Kalau boleh aku tanya, pekerjaan apa itu?
Itu bukan urusan Anda.
Maaf Anda harus kemari hanya untuk kutolak.
Hati-hati saat pulang.
60 juta won per tahun.
Plus insentif.
Pak...
Apa ini berhubungan dengan hiburan dewasa?
Kenapa menawariku gaji sebesar itu?
Anda tahu apa soal aku?
- Apa dia suka aku? - Tidak.
Jika dipikirkan, dari mana Anda dapat nomorku?
- Aku dikuntit? - Tidak.
- Selain itu... - Bukan.
...kenapa tidak sewa pengawal pria.
Kenapa harus wanita? Itu aneh.
Bahkan sangat aneh.
- Pinjam telingamu sebentar. - Telinga?
- Untuk apa? Astaga. - Ada...
Astaga, itu konyol.
Apa nama perusahaannya?
Namanya Ainsoft.
Apa?
Anda bilang apa?
Pernah dengar? Ainsoft.
Ainsoft...
Pak.
Kapan aku bisa bertemu bos Anda?
- Terima kasih. - Ini.
Semoga kalian suka.
Terima kasih.
Aku sudah memberi gula.
Kita harus menelepon kantor wilayah dan balai kota berkali-kali setiap hari
agar mereka tahu kita menentang pembangunan itu.
Bagaimana jika satu dari kalian potong rambut?
- Itu lebih baik. - Ayolah.
Protes dengan potong rambut itu percuma.
Kita cuma perlu biarkan surat-suratnya menumpuk
lalu hadapi penanggung jawabnya.
Sebenarnya aku tak menentang pembangunan itu.
Kau tahu lorong binatu?
Seram jalan lewat sana di atas jam 22.00.
Benar.
Kita harus bertindak.
Belakangan, banyak preman di kota.
Astaga. Itu ibunya Guk-doo.
Halo.
- Halo. - Selamat datang.
Lihat rambut ikalnya seperti gadis?
Aku mau empat tart telur dan pai pikan, ya?
"Pai pikan, ya?"
Aku...
suka novelmu.
Hormon yang Tertahan.
Astaga. Kau suka?
Ya.
Sehari aku selesai baca.
Aku belum pernah baca buku secepat itu.
Aku tak bisa berhenti.
Omong-omong,
kudengar Guk-doo dan Bong-soon bertemu di kantor polisi.
- Apa? - Kantor polisi?
Sudah pas.
Bong-soon!
- Bong-soon. - Ayo makan.
Kemari.
- Ibu kenapa? - Kau!
Kenapa kau di kantor polisi?
Ibu tahu dari mana?
Guk-doo kerja di kantor polisi. Tentu Ibu tahu.
Dasar nakal, kenapa kau di sana?
Itu cuma kebetulan.
Hei!
Kau memukuli orang? Begitu?
- Dengar dahulu, Bu. - Apa kau sudah gila?
Sudah lupa soal nenekmu?
Dia memukuli orang di pasar
sampai diare sebulan lalu menderita wasir.
Bagaimana dengan Ibu?
Ibu, aku baik-baik saja.
Aku sering alami insiden itu.
Tapi aku baik-baik saja.
- Apa? - Ibu.
Aku pasti seorang mutan.
Selain itu, aku ditawari pekerjaan.
Kini aku bisa menyalurkan bakatku.
Kak, aku lapar.
Bong-ki, kau lapar?
- Kakak akan masak enak. - Hei.
- Maaf. Kau tak apa-apa? - Aduh.
Kakak terlalu bersemangat. Maaf.
Ayo masuk.
Ibu, coba cicipi ini.
Coba.
- Selamat makan. - Tampaknya enak.
- Enak. - Enak, 'kan?
Ini enak.
Halo.
Ini aku.
Ya, aku tahu.
Aku mencari tahu korban di lokasi konstruksi itu.
Mereka orang jahat, jadi jangan keluar malam.
Bawa taser juga.
Aku ada sisa, nanti kubawakan.
- Baiklah. - Sudah dulu.
Guk-doo, kurasa aku dapat kerja.
Dah.
Menyebalkan.
Kutahu dia sangat jahat,
tapi aku sangat menyukainya.
Dia mulai lagi.
Lebih enak ditambah gimgaru.
Ide bagus.
Masuk.
Halo.
Selamat datang.
Atapnya takkan rubuh, duduklah.
Baik.
- Bawa resume? - Ya.
RESUME
Pernah wawancara sebelumnya?
Pernah.
KUALIFIKASI
Apa ini?
Kau pikir akan diterima dengan kualifikasi ini?
Kau berani.
Aku melamar karena gender, pendidikan, dan usia bukan faktor utama.
Kau berani.
Kau sangat berani.
Dobong-dong, Dobong-gu, Do Bong-soon."
Kau pindah ke sana agar sama dengan namamu?
Kalau begitu, apa warga di tiap tempat bernama sama?
Maaf. Lelucon itu tak lucu
- Sangat kuno. - Ya.
Kenapa kau mau bekerja di sini?
Karena perusahaan bagus.
- Selamat bergabung. - Terima kasih.
Kau pasti kecewa tidak di Bagian Strategi.
Sedikit.
Ada yang membuatku penasaran.
Kau tampak sehat,
kenapa butuh pengawal?
Aku punya musuh di mana-mana.
Tapi jangan salah, aku bukan orang jahat.
Tentu.
Apa kebijakan insentif dan pensiun perusahaan ini?
Tergantung kinerjamu.
Kami perlu tahu itu.
Apa ada ruang makan?
- Ada. - Cuti haid?
Saat ini, tak ada.
Payah.
Menjadi pengawal tak bisa libur.
Baik. Kalau begitu, ada "ospi paham"?
Apa itu"Ospi paham"?
Kau tak tahu artinya?
Opsi saham?
Ya, itu.
Kami akan pertimbangkan untuk berikan itu mengingat tugasmu.
Mengecewakan.
Kalau begitu, boleh kulihat kontraknya?
- Ayo adu panco. - Apa?
Aku mau tahu kekuatanmu. Ini ujian masukmu.
Ayo.
Ayo.
Adu panco?
Cobalah.
Kau duluan.
Astaga.
Kau boleh pakai dua tangan.
Ini konyol.
Jangan malu karena kalah dengan wanita.
Aku sedikit spesial.
Kuhargai jika kau tak bilang orang soal ini.
Pak Gong, tolong bawakan kontraknya.
- Silakan duduk. - Baik.
KONTRAK KERJA
Aku dapat 60 juta won?
- Tanda tangan di sini. - Baik.
DO BONG-SOON
Kapan hari pertamaku?
Apa kakimu juga kuat?
Apa?
Pak Gong, coba adu ayam.
Dengan siapa? Dia?
- Ya. - Astaga.
Aduh, Pak. Aku mantan marinir.
Ini tak adil.
Coba saja.
Jangan bercanda, Pak.
Pak Gong, jika Anda menang,
akan kuberi mobilku.
Pemain, silakan maju.
Baiklah, siap.
Tunggu.
Bisakah dia pakai helm?
- Apa katamu? - Kepala Anda bisa terluka.
Sebaiknya pakai helm.
Helm?
Ayo pesan jjajangmyeon.
Tiga mangkuk jjajangmyeon.
- Silakan. - Maaf, kami butuh helmmu.
- Maaf? - Berikan helmmu.
Tolong, berikan.
Ini untuk helm dan makanannya.
- Terima kasih. Silakan! - Baiklah.
Jangan memaksa, Pak.
Cepat sebelum makanannya lembek.
Cepat.
Aku tak percaya kulakukan ini.
Leluhurku pasti malu.
Mobilnya untukku, 'kan?
Langsung kuberikan.
Hitungan ketiga, mulai. Siap?
Ya.
Satu, dua, tiga!
- Anda tak mati, 'kan? - Anda tak apa?
Anda tak apa-apa?
Syukurlah, Anda masih hidup.
- Syukurlah. - Sakit.
UNIT PELAYANAN MEDIS
- Maaf... - Kau tak apa?
- Apa? - Kini aku bicara biasa .
Aku tak bisa panggil kau Nona.
Baik.
Lanjutkan.
Aku ingin tahu tugasku yang sebenarnya.
Tugasmu?
Tugasmu melindungi aku.
Menjagaku tetap aman.
Aku ingin minta tolong.
Apa?
Jika aku melindungimu dengan baik,
apa boleh aku pindah ke Bagian Strategi?
Entahlah.
Kurasa kau tak bisa lakukan pekerjaan itu.
Kekuatanmu adalah kemampuan yang terbukti dan kulihat sendiri.
Aku cuma minta perubahan kecil.
Baik, akan kuberikan.
Tapi sekarang, lindungi aku.
- Mengerti? - Ya, Pak.
Bereskan sebelum pergi.
- Temui aku besok jam 10. - Baik, Pak.
Karena Pak Gong cedera,
kau harus jaga kantor.
Baik.
- Aku pergi. - Sampai besok.
Ya.
Bisa-bisanya dia santai, padahal ini baru dimulai.
Tak kusangka pecundang itu CEO. Memalukan.
Setidaknya aku diterima.
"Baik, akan kuberikan."
Tapi dia menyebalkan.
Akan kubiarkan karena gajinya besar.
Anggap saja dia meremehkanku
adalah salah satu tugasku.
Sudah lembek.
Kenapa dia suruh aku lakukan itu?
"Pengawal..."
Cepat keluar. Aku di depan.
Guk-doo.
Guk-doo.
Ini.
Akan kupakai dengan baik. Terima kasih.
Apa maksudmu? Jangan sampai dipakai.
Jangan sampai.
Ini tak butuh surat izin.
Ini untuk jaga diri. Tegangannya lemah.
- Masuklah. - Sudah mau pergi?
Sudah malam. Masuk.
Hei, Guk-doo.
Bagaimana dengan pacarmu?
Hai, Hee-ji.
- Sudah selesai? - Itu dia.
Sudah makan?
Masuk.
Dah.
Dah, Guk-doo.
Selamat malam. Terima kasih.
KAMI MENENTANG PEMBANGUNAN KOTA!
Ada korban.
Perhatian, semuanya!
Pembunuhan terjadi di wilayah kita saat pertemuan semalam.
- Pembunuhan, Pak? - Apa?
- Di mana? - Dobong-dong!
Apa yang terjadi?
Lihat darahnya.
- Itu darah. - Bagaimana bisa terjadi?
- Daerah ini dahulu aman. - Ya.
- Tidak. - Mau ke mana?
Tetap di sini.
- Bagaimana ini terjadi? - Lokasinya di sana.
Hei. Astaga.
Apa ada yang meninggal?
- Sudah kubilang musuhku banyak. - Astaga.
Apa itu?
Entahlah. Menurutmu?
Ini alasanku pekerjakanmu.
Di dunia TI, ancaman pun digital.
Lucu, 'kan?
Seseorang menguntit dan memerasku.
- Siapa? - Kalau tahu, mereka sudah ditangkap.
- Lapor polisi saja. - Aku tak suka atau percaya polisi.
Akan kutangkap sendiri.
- Bantu aku. - Apa?
Bukankah kau suka game? Ini menantang.
Kita tangkap mereka seperti game. Pasti seru.
Kau bilang mau ke Bagian Strategi, cobalah.
Kita harus menang.
Ini bercanda, Pak?
Hidup itu game, game terhebat adalah hidup.
Tak usah terlalu serius.
Bagaimana? Menarik, 'kan?
Jika kita berhasil, kau dipindahkan.
Peluang kariermu akan dijamin.
- Bagaimana? Setuju? - Semalam,
- di persimpangan Dobong-dong, - Baik.
terjadi pembunuhan.
Korban seorang wanita berusia 31 tahun.
Korban berencana menikah dua bulan lagi.
Saat ini, belum ada tersangka dan tak ada CCTV.
Tidak adanya rekaman CCTV
membuat penyelidikan polisi terhambat.
Korban adalah seorang editor di perpustakaan setempat.
Dia sedang pulang setelah kerja lembur...
NOMOR PRIBADI
Jangan abaikan peringatan ini.
Tunggu dan lihat saja.
STRONG GIRL BONG-SOON
Seseorang mengawasi kita.
Entahlah. Mungkin ada bom.
- Mau aku mati? - Apa harus aku?
Entah apa ada pria kaya gila untuknya.
Menginap saja di rumahku.
- Bagaimana? - Dia sempurna.
Kau suka polisi itu, 'kan?
Dia tipeku.
- Dia gay. - Tak apa.
Sekarang, tak ada yang sempurna.
Ada korban lagi.
Selamatkan aku.
Beraninya kau kemari.
Pelakunya muncul. Tutup tempat ini.
Aku dengar suara pelaku.
Dia datang setelah aku tinggalkan TKP.
Panggil ambulans!
Dia lihat wajah Bong-soon.
Aku mungkin punya kekuatan super, tapi tak berguna.
Bong-soon, tetaplah bersamaku malam ini.
Temanku Bong-soon adalah gadis lemah.
- Ayo. - Lepaskan dia.
STRONG GIRL BONG-SOON
Terjemahan subtitle oleh Denita
- Drafeir -
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.