Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pran Boon. Di mana kau?
Tolong aku. Pran Boon. Di mana kau?
Tolong aku.
Siapa di situ?
Ini aku, Daeng.
Itu kau, Pran Tin?
Harimau itu membawa putra Bibi Maew.
Sedang apa kau di sini tengah malam begini?
Aku kemari mencari bantuan untuk Pran Boon.
Katanya kau dan istrimu pergi ke rumah mertua di Ban Nua Nam.
Boon Mee?
Aku Daeng, bukan paman Boon Mee.
Pran Boon. Syukurlah itu kau.
Apa yang telah terjadi? Aku sungguh bingung.
Harimau Sming meniru ibu dan anaknya.
Mereka menggunakan ilusi untuk menipu korbannya.
Pran Tin tewas olehnya di balik pohon sebelah sana.
Harimaunya masih ada?
Tidak, dia sudah pergi.
Kupikir kita tidak selamat.
Tak kukira dia pergi saja.
Ke mana kira-kira dia pergi?
Ayo kembali ke desa, Daeng. Aku merasa was was.
Ya Tuhan, putraku.
Lumduan, bangun. Bantu aku menyiapkan sarapan.
Aku sudah bangun.
Siapa yang bisa tidur di saat seperti ini?
Darng, kau menggonggong pada siapa?
Warga desa bisa terbangun karena gonggonganmu.
Darng?
Kau baik-baik saja?
Darng?
Darng?
Ada apa, Bu?
Mundur.
Siapa itu?
Mau apa kau?
Apa katamu? Aku tidak mengerti.
Ibu.. Ibu.
Ibu.
Ibu, tolong aku.
Ibu.
Dasar kau iblis.
Jangan ganggu anakku.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ada kebakaran.
Tolong.
- Tolong aku. - Lumduan.
- Lumduan. - Ayah.
Pran Boon. Jangan masuk.
Tidak, lepaskan aku.
Tidak, terlalu berbahaya.
Ayah.
Lumduan. Kau di mana?
Ayah. Ayah.
Lumduan, di mana kau?
Lumduan. Bicaralah padaku, Lumduan.
Lumduan.
Lhong, jaga anakku baik-baik.
Aku akan membunuh makhluk itu,...
...walau sampai darah penghabisan.
Tunggu, berikan senjataku. Aku akan ikut denganmu.
Tidak. Makhluk itu bisa kembali.
Lhong, saudaraku,..
Jangan percayai apa yang kau lihat.
Makhluk itu adalah Sming.
Gawat kalau begini.
Mungkin takdir kita menentukan kita akan bertemu kembali.
Ibu.
Lumduan.
Ayah. Ayah.
Jangan percayai apa yang kau lihat.
Itu adalah Sming.
Kenapa kau datang menemuiku sepagi ini, Nona?
Tunjukkan dirimu.
Ayo bertarung denganku.
Kau tak bisa bersembunyi selamanya.
Ayo bertarung denganku.
Prang.
Kembalilah.
Kembalilah.
Kembalilah.
Kembalilah...
SMING Perburuan Dimulai
Ini ayam kesayanganku.
Siapa mau kopi? Teh? Susu kocok?
Enak dan menyegarkan.
Jangan berisik.
Ini gedung pemerintahan.
Aku juga bayar pajak.
Saat di tokoku, kau selalu bicara tanpa henti.
Tapi aku tak pernah menyuruhmu diam.
Jika tak percaya, silakan tanya dia.
Duduklah, tak ada yang mau mendengar alasanmu.
Buktinya ada di sana.
Aku tak ada kaitannya dengan itu.
Permisi.
Ada yang bisa kubantu?
Aku datang melapor untuk tugas.
Ini dokumenku.
Kau petugas polisi hutan yang baru?
Kau seperti masih anak-anak.
Simpan kameranya, ikuti aku.
Terima kasih, Bu.
Tak apa-apa, aku senang membantu.
Nak, sedang apa kau di sini?
Nid Noi, ada apa ini?
Ada pasangan bertengkar, kau kirim mereka padaku.
Kasus binatang hilang, kau datang padaku.
Memangnya kau pikir aku apa?
Konsultan pernikahan atau petugas polisi?
Itu bocah dengan kasus harimau pemakan manusia?
Ayo jelaskan lebih lanjut.
Jangan bersembunyi lagi, kalian berdua.
Kata Pak Lhong, makhluk itu Sming, bukan harimau.
Sming atau harimau, terserah. Kenapa heboh sekali?
Desamu terkenal sebagai desa pemburu, bukan?
Ke mana para pemburunya?
Kalian tak bisa mengurus masalah ini sendiri?
Kau melapor untuk bertugas?
- Ya, Pak. - Siapa namamu?
- Namaku.. - Surachard Penghorm.
Bagus, ini tugas pertamamu.
Pergilah bersama bocah itu, periksa ada situasi apa.
Cari solusinya dan lapor padaku.
Baik, Pak.
Bagaimana cara kita mencapai "desa para pemburu" itu?
Kita menumpang kendaraan. Begitulah caraku kemari.
Menumpang kendaraan? Masa?
Permisi, apa kau menuju desa para pemburu?
Aku seorang montir.
Aku suka hutan belantara.
Sudah empat tahun aku tinggal di Thailand.
Terima kasih kami dibolehkan ikut serta.
Tak apa-apa, justru kami yang berterima kasih ada kau.
Sama-sama.
Kuharap kalian bukan pemburu,...
...karena tugasku menghentikan perburuan.
Tentu saja.
Permisi. Kalian sudah siap atau belum?
Ya, kami sudah beres.
Kita siap berangkat.
Baiklah.
Di mana Daeng?
Anak kecil itu ada di toilet.
Terima kasih.
Saatnya kita pergi.
Bab satu buku harian.
Hari pertamaku bertugas...
...menjadi petualangan yang tak disangka-sangka.
Kejutan yang menyenangkan.
Entah apa yang akan kutemui.
Tapi dalam hatiku, ini yang kutunggu sepanjang hidupku.
Kata Daeng, desanya tak jauh dari sini.
Apa kita bisa pakai mobil?
Bagaimana menurutmu, Daeng?
Bisa saja, tapi harus memutari pegunungan.
Kita tak bisa mencapai tujuan sebelum hari gelap.
Baiklah, aku paham.
Ben, hati-hati. Ini senjata api.
Akan kubawa satu. Tangkap ini.
Ini yang kusuka.
Tenang, Bung. Ini cuma untuk berjaga-jaga.
Ini hutan rimba, jangan berisik.
Kurasa anak ini menyuruhmu untuk jangan berisik.
Jadi tutup mulutmu.
Aku suka anak ini.
Chart. Cobalah ikuti kami, bisa?
Daeng, kami mengirimmu untuk mencari bantuan.
Kenapa malah kembali mengajak turis?
Dia kemari akan membidik Sming dengan kamera, bagus.
Bibi, makan apa kita malam ini?
Katakan pada mereka...
...jangan berkemah jauh dari desa. Tak aman.
Kurasa kita akan beraksi sendirian.
Kurasa mereka tak suka polisi hutan itu.
Begini saja, besok kita ke jip kita.
Sementara ini kita membuat tenda di sekitar sini.
Aku tak mau berada dekat-dekat mereka. Ayo.
Aku juga tak mau.
Tapi aku mau. Gadis ini cantik sekali.
Kurasa mereka tak akan mematuhi larangan kita tadi.
Mereka membawa banyak peralatan.
Tampak dari senjata mereka,...
...kurasa kita tak perlu cemas.
Kau bisa menginap bersama Prean malam ini.
Setelah kebakaran, Lumduan tinggal bersamaku.
- Kau tak keberatan, Prean? - Tidak, Pak Kepala Desa.
Kita menyusuri rimba esok pagi.
Akan kutunjukkan lokasi insiden terakhir.
Baiklah.
Ayo, Pak Polisi Hutan.
Agak sulit membiasakan dengan aksen bicara Prean.
Dia pengungsi Kamboja.
Ada orang Thailand, Cina, orang Barat dan Kamboja.
Apa ini PBB?
Siapa kau? Tolong aku.
Apa-apaan itu?
Pak Polisi Hutan. Bangun.
Pak Lhong, kepala desa, sedang menuju kemari.
Lekas, ini sudah pagi.
Kau sebut ini pagi?
Kadang di hutan rimba,...
...perbedaan antara hidup dan mati...
...hanya pada arah angin bertiup.
Karena itu sangat penting untuk tahu arah angin.
Kejadiannya baru kemarin.
Sming membunuh pemburu dari desa dekat sungai...
...yang datang untuk memburunya.
Di mana jasadnya, Pak?
Dikubur di sebelah sana. Hanya sisa-sisa jasadnya.
Kau tahu dari mana pembunuhnya hanya satu hewan?
Dari jejak kakinya dan bekas gigitan,...
...tak diragukan itu seekor harimau.
Lalu soal mayat-mayat lain?
Yang mana? Ada lebih dari 30 jasad.
Sming membunuh orang setiap hari sejak bulan lalu.
Kebanyakan korban adalah para pemburu dari tempat lain...
...yang ingin menangkapnya agar terkenal.
Warga desa kami sejauh ini aman.
Kami tak bodoh ikut bernafsu mencari Sming.
Pak, bunyi apa itu?
Banteng Api.
Dia terlihat ada di perbatasan beberapa hari lalu.
Banteng Api? Apa itu?
Aku juga belum pernah melihatnya.
Aku hanya dengar dari cerita orang.
Kuceritakan nanti saja. Kini kita fokus mencari Sming.
Kisah tentang Banteng Api? Jadi..
Ilmu Hitam.
Pemburu dari Khmer sudah beberapa hari berada di sini.
Dia menyatakan Sming sebagai buruannya.
Dia membuntuti Sming dari wilayah Kamboja.
Sming adalah milikku.
Jika kau mau hidup, menjauh dari sini.
Pergi sana.
Apa katanya?
Dia bicara bahasa Khmer, aku tidak mengerti.
Hanya Prean yang bisa mengerti.
Jangan tembak.
Ini aku, Prean.
Pemburu dari Khmer itu bagaikan penyihir di rimba ini.
Cerita Prean sangat menarik sekaligus menyeramkan.
Makhluk itu dulunya bukan Sming.
Dia harimau yang disiksa oleh majikannya.
Pada akhirnya dia mengamuk.
Dia memakan istri sang pemburu Khmer hidup-hidup.
Sejak itu si harimau berubah jadi Sming.
Dia terbebas dari mantra sihir sang pemburu Khmer.
Sming membebaskan diri dan kabur.
Kemarilah untuk makan, anakku.
Hukum karma menimpa si pemburu dan istrinya secara kejam.
Kejadian itu menandai awalnya masa penuh teror di rimba.
Jadi Sming membunuh orang...
...untuk mengumpulkan arwah-arwah...
...dan memperbudak mereka?
Ya, kurasa begitu.
Begitu caranya dia menyerupai...
...korban yang dia bunuh sebelumnya.
Tapi jika dia tak tahu korbannya sudah mati?
Jika tak tahu, berarti dia tak bisa mengatur kekuatannya.
Ada masalah lagi.
Pak Polisi Hutan, jaga Lumduan.
Ayo.
Tolong, selamatkan istriku.
Kakak.
Kakak.
Kakak.
Kakak.
Kakak.
Pui. Ayo.
- Jangan, berbahaya. - Pui, lepaskan aku.
Pui, bawa dia kembali ke desa.
Lumduan, kau juga. Di sini tidak aman. Pergi.
Kepung.
Tahan terus.
Ini saatnya.
Kakak.
Kakak.
- Kau tak apa-apa? - Aku baik-baik saja.
- Jangan sampai dia kabur. - Baik, Kak.
Tampaknya ada yang beruntung hari ini.
Ini untukmu, Daeng.
Terima kasih.
Namaku Pran Dum, pembantai Sming.
Yang ini bukan Sming bermata satu.
Yang ini matanya lebih dari satu.
Ayah.
Pran Boon?
Sayang sekali.
Mereka mengacaukan perburuan kita.
Ya, tak ada serunya mengambil kepala hewan...
...yang tidak kita bunuh sendiri.
Kau lama berlatih bersama kami.
Kau tahu pentingnya topeng dalam pertarungan.
Jika matamu sampai terlihat musuh,...
...ekspresimu bisa fatal bagi Kakak Tertua.
Orang Cina percaya itu.
Untuk mengalahkan harimau iblis,...
...butuh lima bersaudara kandung.
Hubungan darah membuat gerakan mereka berpadu sempurna.
Yang terpenting, dalam situasi genting, saudara tak tinggalkan satu sama lain.
Strategi mereka, menyibukkan masing-masing bagian tubuh Sming.
Ketika peluang membunuh muncul,...
...kakak tertua yang akan maju...
...untuk menghunjam jantung...
...tembus dari punggung.
Menusuk jantung dari belakang? Mana mungkin?
Mereka tahu dari mana area yang diincar?
Kakak Tertua, Kakak kedua, saudaraku yang lain,...
...maafkan aku, aku masih belum becus.
Sudahlah, kau hanya kurang latihan.
Lihat adik kita paling muda, dia sudah dewasa.
Ar Pho. Kemarilah.
Ini adik-adikku dari Cina.
Halo, semuanya.
Mereka berdua mirip kembar, ya?
Rambut mereka sama-sama dikepang.
Perhatikan dua tulang rusuk ini.
Jika kau menusuk menembus ini,...
...kau akan memutuskan pembuluh paru-paru.
Jika kau menusuk bagian ini,...
...bilahnya akan menembus jantung.
Kedua cara itu fatal.
Jadi cukup mudah ternyata.
Posisinya beberapa senti di atas tengah tubuh.
Dan ada dua titik masuk.
Bicaramu membual sekali.
Kami tahu jika harus bertarung,...
...kau akan kabur sambil menangis, pulang ke rumah.
Kenapa kau ini?
Kau tahu aku putri Pran Boon, 'kan?
Aku harus pergi sekarang.
Kupikir kau kembali untuk tinggal bersama Lumduan.
Aku belum bisa.
Sming mengincar kami berdua.
Selagi dia masih berkeliaran, aku tidak aman.
Lumduan, kenapa dia membawa sarung pedang tanpa isi?
Dia tahu sarungnya kosong.
Pedangnya hilang saat bertarung dengan Sming di tepi sungai.
Kau bertanya-tanya terus.
Lumduan, lihat ini.
Kuantar para pemburu Barat memasang jebakan.
Aku diberi ini sebagai imbalan.
Persenjataan berat mereka hanya untuk berburu kelinci?
Jadi mereka tidak berburu Sming lagi?
Tak apa-apa.
Aku masih ingin bicara.
Bubuk mesiu itu elemen penting.
Masing-masing orang punya campuran mereka sendiri.
Salah campur bisa membuatnya meledak di mukamu.
Prosesnya harus hati-hati.
Aku paling suka ramuan mesiu Pran Boon.
Ledakannya sangat dahsyat tapi tak banyak asap.
Tapi bunyinya nyaring sekali.
Hari ini kita akan mencoba ramuan baruku.
Ini lebih hebat dari ramuan Pran Boon.
Prean, kau yakin senjata ini masih berfungsi?
Kepalaku jadi jaminannya, Pak Polisi Hutan.
Sekarang lihat ini.
Oh, tidak.
Cepat tutup semua pintu.
Nyaris saja nyawa kita terancam.
Ar Pho dan istrinya ditemukan tewas dua hari kemudian,...
...tak banyak gigitan.
Sepertinya Sming membunuh hanya karena nafsu.
Ini milikku.
Punyamu di sana.
Baiklah. Ambil ini, Nak.
Kau merindukan rumah?
- Kakak tertua. - Duduk saja.
Ya, kurasa aku agak rindu.
Aku juga dulu sepertimu.
Pertama kali aku pindah kemari, semuanya sangat berbeda.
Burung-burungnya beda.
Hewannya bukan yang biasa kami buru.
Orang-orangnya bicara dengan bahasa yang aneh.
Cara pikir mereka juga aneh.
Aku tak paham lelucon mereka.
Dan lelucon kita membuat mereka takut.
Jadi aku berencana hanya tinggal sementara waktu...
...selama aku berusaha memahami dunia,...
...dan juga mengerti watak mereka.
Lalu apa yang terjadi?
Kenapa kau berubah pikiran?
Jangan khawatir, Adik.
Suatu hari nanti aku akan pulang.
Siapa tahu, mungkin setelah kegilaan ini berakhir.
Kau senang mendengarnya?
Ya, Kakak.
Suatu hari saat jiwamu semakin berani,...
...kau tak akan butuh topeng lagi.
Apa yang dia lakukan?
Kenapa dia tak menembak?
Jangan, Tn. John. Dia masih muda. Masih bayi, paham?
Ayolah, Bung.
Kau tunggu apa lagi?
Apa yang mau kau lakukan?
Dia lumayan besar, sudah bukan bayi lagi.
Tidak, kijangnya masih muda.
Apa-apaan kalian?
Sial. Buruan itu milikku.
Rupanya itu kau, Kaew.
Aku mencarimu ke mana-mana.
Kita harus berhenti bertemu seperti ini. Tidak aman.
Aku merasa waswas.
Apa pendapatmu jika aku menemui orangtuamu...
...dan aku minta izin mereka...
...untuk meminangmu jadi istriku?
Kenapa kau ini?
Kau mengulang ucapanmu kemarin.
Seperti beo saja kau.
Sudah kubilang terserah kau saja.
Kau benar. Dia masih terlalu muda.
Maafkan aku.
Tak apa-apa, Tuan John.
John, jangan tersinggung, ya?
Kalian bodoh. Kijang ini terlalu kecil.
Gotong sendiri hewan ini ke kemah kita.
Halo. Bagaimana keadaanmu?
Apa kabar? Benarkah pelafalan bahasa Cina-ku?
Aku juga berlatih bicara bahasa Cina.
"Hai, apa kabarmu?"
Ucapanmu lumayan, jika cuma sekedar "Apa kabar?"
Kalian sedang bicarakan apa?
Kami sedang berlatih bahasa Cina...
...agar bisa lebih mudah berkomunikasi.
Lebih baik kita berlatih tarung.
Itu yang penting di wilayah sini.
Jadi kalian memasang perangkap, ya?
Sudah sering kubilang, senapan lebih efektif.
Dasar anak muda, tak mau belajar.
Kalian merasa sok tahu.
Suatu hari nanti kau akan lihat siapa yang paling mampu.
Gunther, bantu aku.
Ada-ada saja.
Ternyata..
Itu yang tertangkap oleh perangkap buatanmu.
Itu tangkapan terbaikmu sepanjang tahun ini.
Selamat, Nak.
Sial. Tom, coba lihat kemari.
Bangkai hewan kecil ini berat sekali.
- Bantu aku. - Baiklah.
Pegang kaki satunya.
Daeng, perburuan malam ini tetap berlangsung, ya?
Ya, Pak.
Bubar, Prajurit.
Boon..
Tolong aku.
Tolong aku.
- Prang.. - Tolong aku.
Tolong aku.
Tolong aku.
Tidak masalah Ben ditinggal bersama Daeng?
Entah. Katanya dia mau ajak Daeng berburu malam hari.
Menurutnya anak itu membawa keberuntungan.
Sial, tak ada buruan sama sekali.
Katanya kau bisa membawa keberuntungan, Daeng.
Ternyata aku salah besar.
Berhentilah mengeluh, Ben.
Kenapa aku harus membawa dia bersamaku?
Salah apa aku hingga harus menanggung beban ini?
Kau tak boleh berisik.
Aku paham. Aku harus diam, 'kan?
Anak yang menyebalkan.
Nona, sedang apa kau di hutan pada tengah malam begini?
Kau bisa tewas terbunuh.
Hati-hati wanita itu.
Kau mengulang ucapanmu kemarin.
Seperti beo saja.
Kau bicara padaku?
Kurasa kau pasti mengerti ini.
Tidak, Tuan Ben, jangan mengikutinya.
Minggir, Nak.
Aku mau berburu mangsa yang lain. Kau paham?
Jangan, Tuan Ben.
Kembalilah kemari. Jangan ke sana. Dia bukan manusia.
Tutup mulut, anak cerewet.
Kembalilah kemari. Jangan pergi.
Apa yang dia lakukan?
Entah. Mungkin dia dapat sesuatu.
Tolong, Tuan John.
Ini tidak bagus.
Kau terus saja, aku urus ini.
Sabar, Daeng. Aku datang.
Sial.
Kurang ajar.
Astaga, Nona. Berhentilah.
Sial.
Aku dapat wanita cantik.
Cukup sudah bermain-mainnya.
Kau harus tetap bersembunyi, karena jika kutemukan,...
...akan kubunuh kau, mengerti?
Aku akan membunuhmu.
Ben?
Kau tak apa-apa?
Kau di mana, Ben?
Kau tak apa-apa, Ben?
Apa kau terluka? Kau dapatkan harimau itu?
Astaga, Tom. Bantu aku.
Aku John, bukan Tom.
Kenapa kau ini?
Hewan kecil ini sangat berat.
Ayo bantu aku.
Astaga. Kau akan dapat ganjarannya.
Daeng, kembali ke kemah, cepat.
Sial.
Bersembunyi di dalam mobil.
Tolong aku.
Dum Noi anjingku?
Dum Kecil. Di mana kau, Nak?
Kaew. Tidak, anakku.
Jangan tinggalkan aku seperti ini.
- Pak Kepala Desa. - Ada apa, Prean?
Para pemburu luar negeri itu semuanya tewas.
Apa?
Bagaimana nasib Daeng?
Dia bersama mereka.
Aku tidak melihat Daeng.
Pak, apa yang harus kita lakukan?
Kita harus mencari Daeng sekarang.
Baiklah. Aku kembali ke jasad para pemburu itu.
Kupakai mobilnya lalu ke kota mencari bantuan.
Aku yakin sudah mendapatkan cukup banyak bukti.
Itu Daeng.
Apa? Di mana? Lumduan, pegang kameraku.
Jangan percaya dengan apa yang kaulihat.
Tunggu. Itu mungkin Sming.
Sming, tentu saja. Aku akan ke sana.
Tidak, Pran Dum, jangan.
Pran, tunggu.
Chart, ayo.
Prean, mana senjataku?
Tapi bagaimana jika itu sungguh Sming?
Kita akan segera tahu.
Pran, jangan gegabah.
Pran, tahan dulu.
Kita belum yakin itu Sming.
Jangan tembak.
Daeng.
Aku melihat Sming.
Itu Pran.
Pemburu yang mana? Daeng.
Pemburu dari Khmer itu.
Makhluk itu milikku. Akan kukejar dia.
Itu sungguh Sming.
Jangan ikuti dia. Kabutnya terlalu tebal.
Prean, panggil adik-adikku.
Ada apa denganmu?
Kau mengulang ucapanmu kemarin, seperti beo saja.
Ayo.
Di sini saja, Pak.
Prean. Kumohon jangan hentikan aku.
Aku tahu Pak Lhong tak mau warga pergi karena berbahaya.
Aku tidak akan menghentikanmu.
Aku hanya ingin memberimu ini.
Mungkin hanya bisa menembak sekali.
Tapi lebih baik daripada tak bisa menembak sama sekali.
Aku sudah menyiapkan bubuk mesiu.
Kujamin tak akan meledak di hadapanmu.
Terima kasih, Prean.
Aku titip kameraku padamu, ya?
Pikirmu kau lebih kuat dariku?
Rasakan kapakku ini.
Kau yakin mau menghadapiku, Iblis?
Kau kehabisan tipu daya, bukan?
Mau ke mana? Salah belok.
Jangan memakai senjata Prean.
Pakai senjata ayahku saja.
Bagaimana cara dia sampai ke sini?
Lumduan, tunggu aku.
Tunggu. Dia bukan Sming. Biarkan dia pergi.
Mungkinkah itu dia, Kakak?
Pasang topeng kalian. Kita akan cari tahu.
Siap.
Ar Pho.
Adik, awas.
Kakak, aku tersangkut.
Kakak.
Kakak.
Kakak.
Awas.
Hajar terus.
Tidak, biarkan dia pergi.
Kakak.
Jangan mati, Kakak.
Maaf, semua ini salahku.
Jangan salahkan dirimu.
Kau sudah berusaha sekuat tenaga.
Kau sangat berani. Aku bangga padamu.
Kakak.
Kakak.
Kakak.
Pemburu dari Khmer.
Ayah.
Pran Boon? Kemarilah.
Dia ada di sekitar sini. Kulacak jejaknya seharian.
Ayo, Polisi hutan.
Di sinilah lokasi ayahku bertarung dengan Sming...
...dan mencabut satu matanya.
Apa itu?
Aku mau jadi juru foto di kota besar.
Lihat. Apa itu?
Itu adalah pemburu dari Khmer.
Tapi kupikir dia Sming.
Apa yang dia ucapkan sebelumnya?
Itu pisau ayahku yang hilang saat dia bertarung dengan Sming.
Sungguh?
Dia berkata, "Bukan aku."
Si pemburu memburu dirinya sendiri.
Tidak mau lepas.
Chart, aku tidak mengerti.
Ayahmu sudah meninggal, Lumduan.
Kembalilah.
Jangan percaya dengan apa yang kau lihat.
Aku melihat Sming. Si pemburu ada di dalamnya.
Itu adalah Sming.
Ayah..
Lumduan, lari.
Lari, selamatkan nyawamu.
- Ayah. - Lumduan, lari cepat.
Chart.
Aku turut berduka, Lumduan.
Ayah.
Pak Kepala Desa Lhong.
Aku senang kau ada di sini.
Banyak yang mau kami ceritakan.
Chart. Sming masih hidup.
Lumduan, lari.
Cepat kabur.
Ayo, mana jurusmu?
Chart, awas.
- Ayo. - Chart.
Suatu hari saat jiwamu semakin berani,...
...kau tak akan butuh topeng lagi.
Lumduan, tidak.
Lari saja dari sini.
Cepat, Lumduan. Lari.
Ayah. Tolong kami.
Beri kami kekuatan.
Lumduan, cepat.
Tusuk jantungnya lewat punggung, kau ingat itu?
Bagaimana dengan ayahku? Dia masih terjebak.
Ayah.
Lumduan, cepat.
Ayahmu tak bisa menahan Sming lebih lama lagi.
Apakah arwah ayah ibuku ada di antara mereka?
Ya, melihat mereka.
Kakak Tertua telah lama pergi merantau.
Kini saatnya dia pulang ke kampung kita.
Dia selalu merawat kita.
Kini akhirnya dia bisa beristirahat.
Apa kau yakin?
Kau yakin mau melakukan ini?
Ya, aku ingin melanjutkan tradisinya.
Jika itu maumu.
Kau berada di antara kawan-kawan Kakak Tertua.
Aku tahu kau akan hebat di sini.
Kapan pun kau butuh bantuan, kami segera menemuimu.
Terima kasih, Kakak Kedua. Terima kasih, Kakak Ketiga.
Satu hal lagi, topeng ini,...
...aku tidak butuh lagi.
Tentu saja. Aku percaya padamu sepenuhnya.
Ayo, Teman-teman, kita pergi.
Akan kuantar kau sampai Cina.
Buat apa aku bicara? Kau tak paham bahasaku.
Jaga baik-baik saudaraku, atau kuhajar kau.
Kau bisa bahasa Inggris? Kenapa tak pernah bilang?
Kau tak pernah tanya. Sana pergi.
Selamat jalan.
Kunjungi kami sesekali.
- Sampai jumpa lagi. - Sampai jumpa.
Lumduan, apa Chart tetap tinggal di sini?
Polisi hutan itu?
Kesimpulan dari bab pertama,...
...aku memutuskan tetap tinggal.
Ada banyak flora dan fauna di wilayah ini...
...yang menunggu untuk ditemukan dan dipelajari.
Kini aku siap untuk memulai bab berikutnya.
Kurasa dia menemukan jati dirinya di sini.
Jangan beranjak dulu. Filmnya belum berakhir.
Prean, jangan cepat-cepat.
Daeng, cepat ikuti aku.
Akhirnya kita bisa melihatnya kali ini. Cepat.
Lagi-lagi hanya bawa kamera. Harusnya bawa senjata api.
Apa yang bisa kaulakukan dengan kamera?
Bidik itu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.