Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by VIU // Synced by 308Moune Diterjemahkan Oleh Ari Usman @faridusman94
Blog : subindofaridusman.blogspot.com Facebook : http://www.facebook.com/FU.Indo.Subs
Ambil soalnya satu dan berikan sisanya ke belakang.
(Episode 6)
(Nama: Wang So Ra)
Oke, waktunya habis. Letakkan pulpen kalian.
Yang duduk di ujung belakang tiap baris, tolong kumpulkan kertas ujiannya.
Terima kasih.
Kau kelihatannya tidak membicarakannya.
Ujianmu, lancar?
Aku selalu mengerjakan ujian dengan baik.
Tapi aku bukan satu-satunya yang bekerja keras.
Semua orang juga sama keinginannya dan sama kerja kerasnya.
Tapi itu sih masalahmu.
Kalau kau mengerjakan dengan baik, kau tinggal berdoa saja semoga bisa lulus.
Jangan terlalu pesimis.
Apa kau selalu gagal karena sangat optimis?
Lihatlah. Aku akan lulus kali ini.
Sudahlah. Yang kaulakukan hanya berkencan. Bagaimana kau bisa yakin begitu?
Kenapa kau membahas itu?
Kau marah, ya?
- Tidak. - Iya, kau marah.
Kau terus saja membahasnya. Sudah hentikan.
- Kau marah. - Tidak.
- Kita makan saja. - Ya.
Rasanya aneh.
- Apa maksudmu? - Rasanya aneh di sana.
Tapi kau 'kan memakan semuanya.
Tunggu. Kenapa denganku?
Ada apa? Kau sakit?
Mungkin karena makananku.
Itu karena kau terlalu banyak makan kimbap yang sudah kedaluwarsa.
Ujianmu juga sebentar lagi. Jagalah dirimu.
Aku tahu.
- Sepertinya aku butuh istirahat. - Baiklah.
Selamat malam.
Efek samping hari ke-33.
Aku baik-baik saja sampai sekarang, tapi tiba-tiba perutku sakit.
Semoga tidak terjadi apa-apa.
Kau sudah merasa lebih baik?
Hah? Ya.
Apa itu?
Bukan apa-apa.
Apa itu?
Kau sekarang sedang menyimpan rahasia?
Tidak. Ini hanya catatan belajarku.
Ini, minumlah ini sebelum semakin parah.
Baiklah. Terima kasih.
Ini balasanku karena sudah membawaku ke UGD, oke?
Efek itu dimulai dengan gejala seperti demam,
lalu muncul bintik merah dan semua imun tubuh menurun.
Itu sangat berbahaya.
Kalau ada apa-apa, lekaslah ke rumah sakit.
Itu efek samping tipikal yang dialami oleh para peserta lainnya.
Tapi Anda terlambat mengalaminya. Namun jangan khawatir.
Semua yang mengalami efek samping ini,
tidak akan mengalaminya lagi sehari setelah minum obatnya.
Semua akan menghilang sehari setelah minum obat?
Ya. Anda akan kembali normal.
Kembali normal?
Anda akan kembali tepat sebelum Anda menjalani eksperimen,
jadi tidak perlu khawatir.
Kalau meminum obat ini, Anda akan kembali normal.
Anda akan kembali tepat sebelum Anda menjalani eksperimen.
Si pengacau itu kembali. Aku sangat muak dengannya.
Apa yang akan kaulakukan?
Kau mendapat obat untuk mendapat nilai sempurna di ujian,
tapi mungkin akan ada yang salah setelah ujian, 'kan?
- Ya. - Seperti apa contohnya?
Seperti apa?
Apa kau bisa mati?
Ya. Mungkin.
- Jadi, kau harus bagaimana? - Kau ini bodoh, ya?
Tentu saja, aku akan minum obatnya.
Aku lebih memilih hidup hebat dalam sehari daripada seperti ini.
Iyakan?
Tapi kenapa kau malah membayangkan,
sesuatu yang amat konyol?
Imajinasi yang liar bisa menjadi kronis...
Itu sudah kronis. Benar.
Aku paham kok kau gugup,
karena ujian, tapi...
Tetap saja... Permisi.
Ya?
Sampel wax-nya habis.
- Ya. - Haruskah aku buka yang baru?
Selamat pagi.
Ya. Ada yang bisa kubantu?
Boleh aku bertemu dengan Opsir Gong? (Opsir=Perwira)
Hei! Opsir Gong!
Ya?
- Ini. - Terima kasih.
Untuk kemarin malam, terima kasih.
Aku hanya menjalani tugasku sebagai polisi.
Aku merasa jauh lebih baik sekarang setelah meluapkan isi hatiku,
pada dirimu malam itu.
Aku juga, karena dirimu.
Oh ya, Oppa.
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Aku boleh panggil Oppa?
Ya. Itu sih...
terserah padamu.
Aku bukan perempuan yang gampangan.
Aku tak pernah gampangan suka sama seseorang.
tapi aku,
suka padamu.
Bagaimana pendapatmu,
tentangku?
Ini continuous tense. Dan ini present continuous tense.
Ini adalah keahlianku.
- Ini. Lihat. - Oh ya, Oppa.
- Ya? - Ini, tolong.
Iyakan? Sangat susah fokus di sini? Haruskah kita,
belajar di tempat lain yang lebih tenang?
Seperti kamarku?
Atau kamarmu?
Dasar mesum sialan. Berani sekali kau merayuku?
Kau tuh terlihat seperti cumi kering yang tertabrak truk.
Hei. Dan juga jangan sering-sering pakai parfum, oke?
Dasar menyebalkan.
Ini...
Bapa kami yang diberkati....
Buddha...
Allah... Apa pun itu.
Ampun. Semua dewa yang berada di sana. Kumohon.
Kumohon, kumohon. Kumohon, kali ini saja.
Kumohon. Oh, penyelamat penuh kasih.
(Dinas Pendidikan Kota Seoul)
(Selamat atas kelulusan babak satu ujian sertifikasi guru)
(Tidurlah, maka kau akan bermimpi. Belajarlah, maka impianmu tercapai)
In Sung.
In Sung.
Hei. In Sung, kau kenapa?
- Kau lulus? - Ya.
Tapi masih babak satu.
Syukurlah.
Kau juga akan baik-baik saja di ujian praktikmu.
Tidak bisa ini. Ayo pergi ke rumah sakit.
Tidak usah. Aku baik-baik saja.
Kau harus pergi, kalau kau ingin ikut ujian besok.
So Ra, aku lebih mengenal tubuhku daripada orang lain.
Aku sungguh baik-baik saja.
Ji Seob.
- Kenapa dengan wajahmu? - Memangnya kenapa?
Apa aku terlihat seperti cumi kering yang ditabrak truk?
- Bukan. Bukan itu maksudku. - Terus apa?
Ini tentang In Sung.
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Aigoo.
Kau mengenalku, 'kan? Aku makan daging beberapa hari lalu.
Minuman beras manis yang Anda buat sangat enak.
Cocok ditemani dengan galbi.
Aigoo, dasar. Aigoo.
Iyakan? Dia sudah berubah.
Dia menjadi sangat aneh.
Dia memang sudah gila, tapi makin hari dia bahkan semakin gila.
Kapan itu dimulai?
Kapan ya?
Hari itu.
Di hari kau memutuskannya tanpa perasaan sama sekali.
Dia gagal ujian dan diusir dari Ruang Belajar Goshiwon hari itu.
Katanya dia akan mengambil kerja paruh waktu untuk mendapatkan uang...
Sebuah eksperimen medis.
Eksperimen medis?
(Buku Harian Efek Samping)
Buku harian efek samping?
Efek samping hari kelima. Mencoba lari jarak jauh.
Aku lari 1.000 meter dalam 4 menit, tapi sepertinya bisa lebih cepat.
Efek samping hari ke-10. Aku bersiap ikut acara kuis,
sambil belajar untuk ujian polisi.
Aku membaca satu buku pengetahuan umum dalam sehari,
dan memasukkan semuanya ke dalam otakku.
Efek samping hari ke-33. Aku baik-baik saja sampai sekarang,
tapi tiba-tiba perutku sakit.
Semoga tidak terjadi apa-apa.
Apa ini benar?
Apa ini karena eksperimen medis?
Aku tidak peduli yang kaukatakan. Tidak kali ini.
Aku akan menahannya sampai ujian besok.
Kau tahu seperti apa keadaanmu sekarang?
- Kau seperti ingin mati. - Mau mati pun, aku tidak peduli.
Lalu kau harus melakukannya? Apa artinya itu bagimu?
Banyak. Itu berarti banyak bagiku.
Aku ingin terbebas dari Noryangjin.
Aku ingin lulus dan tidak khawatir dengan pemikiran orang lain.
Kau tidak akan lulus dengan usahamu sendiri.
Kau nanti akan mengambil tempat seseorang yang sedang belajar giat.
Itu tidak adil namanya.
Kalau lahir di keluarga kaya, kerja paruh waktu,
dan belajar giat, masuk kelas persiapan dan lulus,
apa itu yang namanya adil?
In Sung.
- Bukan seperti itu. - Lalu aku harus bagaimana?
Kau bilang aku menyedihkan dan muak padaku karena aku gagal.
Itu bukan karena kau gagal.
Dasar.
Kau memang tidak tahu apa-apa.
Apa yang tidak kuketahui? Aku tahu semuanya.
Kau pikir aku tidak tahu?
Kau pikir aku melakukannya karena tidak tahu? Aku tahu,
tapi aku tidak bisa melewatinya.
Akhirnya aku tidak bisa.
Aku tidak boleh,
menyerah dalam ujian ini.
(Hari-H Ujian)
(Hari-H Ujian)
Hidupku terasa,
seperti permainan yang harus dimulai 10 langkah ke belakang.
Tapi saat itu, aku mendapatkan kunci emas,
dan aku bisa maju tiga langkah ke depan.
Itu tidak adil.
Aku tidak boleh menyerah.
Tidak. Bahkan jika itu membunuhku, aku tidak akan menyerah.
(Aku petugas polisi)
- Sampai nanti. - Ya. Semoga berhasil.
(Ujian Layanan Sipil Kepolisian 2016 Babak Dua)
Tolong persiapkan diri kalian untuk ujian.
Kuharap kalian jangan melakukan kesalahan dan tunjukkan kemampuan kalian.
Kau tidak apa-apa? Kau bisa ikut ujian?
Ya.
Bertahanlah. Ini kesempatan terakhir dalam hidupku.
Kalau bisa melaluinya, hidupku akan berubah.
Seorang mahasiswa yang berpartisipasi dalam eksperimen perusahaan obat,
berakhir dalam kondisi kritis.
Semakin banyak peserta tes yang mengalami kerugian,
karena perusahaan yang tidak mengungkapkan,
bahan-bahan dan efek sampingnya.
Menurut FDA (=BPOM), dari tahun 2011-2013, sudah ada
476 peserta tes yang menderita efek samping serius,
hasil dari eksperimen tersebut.
376 orang dirawat di rumah sakit karena efek samping itu,
bahkan menelan korban jiwa sebanyak 49 orang selama eksperimen.
- Oleh karena itu, - Kumohon.
- Tolong angkat. - ada kekhawatiran
bahwa eksperimen ini berbahaya dan pihak dewan telah mengajukan,
hukuman setimpal bagi pihak pembuat eksperimen,
dan harus memberitahukan apa sebenarnya tujuan dari eksperimen tersebut.
Tolong matikan ponsel kalian dan masukkan dalam tas.
(So Ra-ku)
Aku harus ujian sekarang.
- Dia tertabrak mobil. - Nona, bangunlah.
- Seseorang tolong telepon 119. - Anda baik-baik saja?
Halo? So Ra.
Hei, kau. Matikan ponselmu.
So Ra! So Ra!
Matikan ponselmu atau kau di-diskualifikasi!
- Bangunlah. - Seseorang panggil ambulans.
Hei. Hei!
So Ra. Tolong, biarkan aku bicara dengan siapa pun di sana.
So Ra. So Ra.
Halo?
Halo? Biarkan aku bicara dengan So Ra.
Aku petugas 119. Yang kau maksudkan pasti pemilik telepon ini.
Dia tertabrak mobil, jadi dia sedang dibawa ke rumah sakit.
(Rumah Sakit Hanguk)
So Ra.
So Ra.
So Ra.
So Ra. Bangunlah. So Ra.
So Ra.
So Ra. Kau baik-baik saja?
In Sung. Kau tidak apa-apa?
Bagaimana ujiannya?
Apa ujianku sekarang penting? Kau baik-baik saja?
Aku tidak apa-apa. Tanganku tidak cedera, jadi aku bisa ikut ujian praktik.
Syukurlah.
In Sung.
Sungguh kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa.
Kau kelihatan parah.
In Sung. In Sung!
In Sung!
Tolong! Seseorang!
In Sung! In Sung! Bangun!
Permisi.
In Sung.
Kau tidak apa-apa?
Apa yang terjadi?
Kau tadi pingsan.
Terus?
Aku meminum obatnya?
(Petugas Polisi Bersemangat So In Sung)
(Hari-H Ujian)
Aku kembali lagi dari awal.
Aku kembali menjadi pecundang.
(Aku akan menjadi petugas polisi tahun depan)
Aku menghadapi aib hanya untuk aib yang lebih buruk.
Aku tahu rasa malu yang lebih besar menungguku.
Karena aku pecundang yang memuakkan.
Ini, makanlah.
Kesukaanmu, kimbap ayam panggang.
Ini bahkan belum melewati tanggal kedaluwarsa.
Aku lulus seluruh ujiannya.
Kau tidak memberiku ucapan selamat?
Aku akan menjadi seorang guru.
Yang perlu kulakukan hanya menunggu masa penugasan.
Syukurlah.
Sekarang kau tidak perlu lagi datang ke tempat seperti ini.
Kau akan pergi ke tempat-tempat yang bagus dan makan yang enak...
Makan saja ini.
Sekarang kau juga tidak perlu mengencani pria sepertiku.
Kau akan bertemu para guru yang tinggi dan tampan di sekolah.
Hidupmu juga akan baik. Semuanya berjalan baik sekarang.
Apa ini?
Aku bisa lulus ujian karenamu.
Tanpamu, aku pasti sudah menyerah.
- Jangan bercanda. - Benar, kok.
Terus, bagaimana bisa aku memutuskanmu?
Aku sangat menyukaimu.
Aku menyukaimu karena kau tidak ambisius seperti pria lainnya.
Kau sangat sederhana.
Kau begitu tidak peka dan tidak pandai dalam berbohong.
Aku menyukaimu karena kau begitu lemah.
Kau membutuhkanku.
Minum ini juga.
Aigoo, kau bodoh sekali.
Kau tidak tahu apa-apa.
In Sung.
Kali ini, aku yang akan membantumu.
Jadi, kau bisa lulus ujian nanti berikutnya.
Terima kasih.
Kita akan selalu bersama, 'kan?
Kenapa kau menangis?
Apa peran hukum jika,
menghukum mereka yang bertindak melawan hukum,
dan melindungi mereka yang tidak melawannya?
Itu yang menjadi pertanyaan akhir-akhir ini.
Kalian harus,
tertarik dengan masalah ini. Semua yang duduk di sini,
akan bekerja pada suatu hari. Ada yang ingin,
kukatakan pada kalian.
Tujuan dari belajar adalah,
untuk mencari nafkah.
Seperti yang Maslow katakan,
kita belajar untuk memuaskan kebutuhan dasar fisik kita.
Itu saja untuk hari ini. Sampai bertemu di kelas berikutnya.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Permisi. Kalau kau punya waktu,
aku ingin mulai belajar bersama denganmu.
- Dia siapa? - Aku tidak tahu, Oppa.
Dia sudah mengikutiku berhari-hari, dan tersenyum dengan jelek padaku.
Dia sangat mengerikan.
- Kau siapa? - Aku?
Kau penguntit?
Tidak. Aku nanti tabrak langit-langit.
Hei.
Tolong hentikan. Aku tidak ingin mati.
Aku ingin,
mengikuti eksperimen.
Dokter.
Apa nanti,
ada efek sampingnya, 'kan?
(Romance Full of Life)
(Patuhi garis batas)
- Selamat pagi. - Hai.
- Hai. - Hai.
- Halo. - Hai.
Pergilah dengannya.
- Dah. - Dah.
Hai.
Bagaimana hari ini?
Hari ini, makan siangnya tidak enak.
Lagi? Terus?
- Kau lapar sekarang? - Sangat lapar.
Apa sebaiknya kita makan yang enak?
Call.
Aku menemukan restoran tteokbokki yang sangat enak.
- Oh ya? - Ya.
- Di mana itu? - Tepat di sekitar sudut jalan.
Sungguh?
Kedengarannya enak.
Aku merasa baik hari ini.
Subtitles by VIU Diterjemahkan Oleh Ari Usman @faridusman94
Blog : subindofaridusman.blogspot.com Facebook : http://www.facebook.com/FU.Indo.Subs
Terima kasih sudah menonton Romance Full of Life. Sampai jumpa di drama berikutnya ^^
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.