Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by VIU Diterjemahkan Oleh Ari Usman @faridusman94
Blog : subindofaridusman.blogspot.com Facebook : http://www.facebook.com/FU.Indo.Subs
(Rumah Sakit Hanguk)
Selamat menikmati.
(Episode 2) Tolong satu porsi hamburger bulgogi dan satu porsi hamburger keju.
Anda membayar dengan kartu kredit. Apa Anda ingin receipt-nya?
Anda kelihatannya mimisan.
Maafkan saya.
Hei, Wang So Ra.
Kenapa kau malah mengabaikan teleponku?
- Hei. - Wang So Ra-ssi.
Apa yang kaulakukan di sini?
Saya mimisan.
Kenapa hidungmu sering sekali mimisan?
Kalau kau sakit, ya berhenti saja kerja.
Saya akan segera kembali.
Maafkan saya.
Kita ini lagi sibuk. Jangan membuatku sakit kepala lagi.
Hei.
Apaan? Kau siapa?
Kau sedang apa?
Kau kenal dia?
Tidak.
Maaf.
Apa yang kau tunggu, Nona Wang? Cepatlah kembali.
Ya.
Si bodoh itu.
Kau tadi menemui So Ra?
Kau ini tidak punya harga diri apa?
Semua yang gagal ujian tidak punya harga diri?
Atau mereka gagal ujian karena tidak punya harga diri?
Imo. Tolong beri kami banchan lagi. (banchan=makanan lauk)
Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi aku punya feeling.
So Ra pasti...
memutuskanmu karena Gong Moo.
Gong Moo?
Aku bilang akan segera kembali.
Makanan penutup Anda sangat enak sekali. Dan lembut pula.
Ikan asin gorengnya juga enak. Renyah sekali.
Bukan berarti hidangan utama galbi-nya juga tidak enak.
Hei. So Ra memutuskanmu tanpa ada alasan yang jelas.
Masalahnya, Gong Moo baru dipindahkan ke Noryangjin.
Bagaimana menurutmu?
Tidak mungkin.
Itu sih wajar saja. Coba bayangkan semua pria di dunia ini...
mati kecuali Gong Moo dan dirimu.
Apa kau akan mengencani dirimu sendiri? Aku sih tidak.
- Aigh. - Lihat dirimu.
Lihatlah caramu berpakaian.
Apa kemeja yang kusut dan bernoda itu seragammu?
Dan juga celana berkerut di lutut itu.
Nampak seperti kau berjongkok.
Lalu, gaya rambut itu.
Kau ini memang tidak ada harapan. Dan juga, Gong Moo...
tidak jahat pada wanita seperti pada pria.
Tetap saja itu tidak masuk akal.
Bukannya aku juga sudah bilang dia tinggal di apartemen bagus?
Terima sajalah, di kamar kecilmu yang bahkan tidak kedap suara,
kau bahkan bisa menciumnya?
Hei.
Kau ini memang menyedihkan, bukan?
Hidup ini memang terlalu menyedihkan.
Aku akan berhenti.
Aku akan berhenti belajar untuk ujian kepolisian.
Apa?
Tapi, kau ini sungguh mau berhenti?
Berani menantang dirimu bukanlah hal yang keren.
Mampu menyerah pun juga keren.
Lagian, memakai seragam yang sama setiap hari...
bukanlah gayaku.
Jadi kau harus bagaimana?
Ujian PNS tingkat tujuh?
Bahkan tingkat sembilan akan sulit bagimu.
Aku akan mengejar dua kelinci sekaligus.
- Belajar dan wanita. - Apa?
Pagi.
Selamat pagi.
Kau lihat? Perkiraanku mungkinsatu minggu.
Sampai dia jatuh cinta padaku.
Kenapa dengannya?
Apa yang dia lakukan?
Dia memang sulit dipercaya.
Sudah diunggah.
- Hei. - Ah, aku kaget.
- Oppa. - Aku dipindahkan ke daerah ini.
Kau bahkan sudah bekerja keras untuk keluar dari Noryangjin.
Sayang sekali.
Aku tahu. Aku dan Noryangjin punya hubungan khusus.
Apa ini makan siangmu? Kurasa aku akan makan juga.
Permisi, aku ingin pesan ini.
Kau ini tidak bosan makan nasi mangkuk?
Ini mengingatkanku pada masa lalu.
Sudah lama sejak kau lulus ujian.
Aku merindukannya.
Aku terlambat masuk kelas. Sebaiknya aku percepat makanku.
Makanlah pelan-pelan.
Akhir-akhir ini kau pasti sangat kesulitan.
- Akhirnya aku dapat kamarku lagi. - Aigoo, Aigoo.
Hei, gimana bisa kau tersenyum di saat seperti ini?
- Apa? - Kau malu karenaku?
- Apa maksudmu? - Aku...
memakai kemeja yang lusuh, juga celana berkerut.
Gaya rambutku pun juga tidak ada harapan.
Itu sebabnya kau tidak mencium... Bukan itu yang ingin kukatakan.
Maksudku adalah...
- Aku... - Aku sibuk ini, kau ingin bilang apa?
Kebetulan kau putus denganku karena Gong Moo?
- Pelankan suaramu. - Apaan sih?
Kita semua tinggal di sini. Dia itu tidak bisa lebih pengertian, sih?
Sudah tidak ada lagi?
Aku akan masuk.
Hei.
(Apotek)
Anda datang ingin beli obat?
Aku butuh obat untuk demam.
Kondisi Anda terlihat buruk. Masuklah.
Apaan itu?
Lihat si pria itu.
- Apa yang dia pakai? - Dia pasti tunawisma.
- Dia mengerikan. - Dia sangat mengerikan.
Jangan hari ini. Aku akan minum sampai larut semalam.
Istriku pasti akan marah.
Mari kita minum.
Aku tidak bisa.
- Ayo minum sedikit saja. - Baiklah.
Aku harus mengurangi minumku.
Ya.
Aku lagi di jalan. Kapan kau akan sampai?
- Ah. - Kita dalam masalah.
- Dia baru bangun. - Apa maksudmu?
(Aku petugas kepolisian)
Kalau kau ada efek samping, lekaslah ke rumah sakit.
- So In Sung-ssi. - Ya.
Awalnya, gejalanya akan seperti demam.
Lalu akan muncul bintik-bintik merah dan imun tubuhmu terganggu.
Itu akan sangat berbahaya.
Tapi dalam kasusmu,
Anda sungguh normal.
Apa sungguh tidak ada yang salah?
Walaupun ada, semuanya meningkat.
Dari tekanan darah sampai denyut nadimu.
Kulitmu juga menjadi lebih baik.
Artinya kau mengalami efek samping positif.
Tidak ada yang salah. Anda boleh pergi sekarang.
Kalau Anda merasakan aneh, cepatlah ke rumah sakit.
Ya.
Rasanya enak.
Rasanya sangat enak.
Ayo pergi. Tunggu.
Aku harus menelepon Toad.
Tapi ponselku ngadat, jadi aku tidak bisa melihat nomornya.
Toad? 010-4027-0081.
- Kebetulan kau tahu nomornya? - Ya.
Muncul begitu saja dalam pikiranku.
Hentikan. Kalau kau salah...
Kalau ini salah...
Kau ya, Toad?
Ternyata benar.
Toad.
Aku akan menghubungimu lagi.
Aku tarik kataku tadi.
Bagus sekali.
Bagus.
- Bagaimana kalau sekalian menyerah saja? - Aku masih punya satu kesempatan lagi.
Kau ada uang lagi yang mau kau berikan?
(Ujian PNS Tingkat 7 dan 9 Pendahuluan Hukum Administratif)
- Hei. - Kita tidak mengikuti ujian ini.
Harusnya kau lebih tahu.
- Ji Seob. - Ini.
Jangan hentikan aku. Dalam percobaan terakhirku,
aku akan mempertaruhkan semua yang kumiliki.
Dia sedang apa?
Apa ada gempa bumi?
Kenapa tangannya bergetar begitu?
Aish. Bisa diam tidak?
Dia bergetar.
Menurutku kalau memantul ke sana lalu ke sana,
mungkin akan berhasil.
Memantul ke sana dan... Apa?
Maksudku... Kau memantulkannya....
ke sana, lalu ke sana.
Aku paham. Tapi apa aku akan berhasil?
- Harus kucoba? - Apa?
- Kau? - Ya.
- Hei, Toad. - Ya?
- Apa boleh dia yang main? - Maksudmu In Sung?
Baiklah.
Jadi...
Berhasil.
Itu sih baru pertama.
- Itu bisa saja. - Minggir.
- Bisa memantul ke sana dan ke sana. - Ke sana dan ke sana?
Cobalah.
- Lagi? - Woah.
- Itu? - Itu?
Aish.
Apa yang kalian tunggu?
Berikan padaku.
Ini pasti berhasil.
Hei.
- Apaan itu? - Itu mustahil.
- Bagaimana dia melakukannya? - Hei.
Apa itu?
- Apa akan berhasil? - Hebat.
- Ya ampun. - Astaga.
Kok bisa?
Baiklah. Mari kita selesaikan.
Berikan padaku.
Boleh minggir sedikit?
Terima kasih.
- Hei. - Astaga.
Hebatnya.
- Wow. - Wow.
- Wow. - Wow.
Aish, dasar.
- Jeong Hoon Oppa. - Ya?
Kau mau ini?
Apa ini?
Soalnya aku tidak suka.
Terima kasih.
Selamat menikmati.
Ah, hatinya memang baik.
- So Ra. - Oppa.
Kenapa buru-buru?
Aku terlambat untuk wawancaraku. Sampai nanti. Maaf.
Biar kuantar.
Tidak usah. Aku bisa naik taksi ke stasiun kereta.
Jalanannya macet sekali.
Katamu kau terlambat.
Naiklah.
Pegangan padaku.
Aish.
Tadinya aku tidak memercayainya, tapi dia memang benar.
So Ra, aku kecewa denganmu.
- Hei. - Aku lebih percaya padamu...
ketimbang rumor kotor itu.
- Hei. - Apaan?
- Di depanmu. - Apa?
Kau tidak apa-apa?
Hei, kau tidak apa-apa?
Kenapa kau tidak bilang kau pacaran dengan Gong Moo? Aku sih tidak apa.
Tidak apa? Kau ini menyedihkan amat.
Sikapmu baik sekali. Kau tuh yang menyedihkan.
Kalau aku menyedihkan, kenapa memangnya?
Kalau aku berkencan padanya, kenapa memangnya?
Sekarang kau jadi jujur.
Kenapa sih denganmu? 'Kan kita sudah putus.
Apa yang sudah kulakukan?
Sudahlah.
Kau selingkuh di belakangku? Aku yakin begitu.
Apa karena itu kau selalu sibuk? Kau belajar, bekerja,
dan berselingkuh dariku. Kau...
So Ra.
Hei.
Kau ini tidak apa-apa?
Apa, apa? Tentu aku baik-baik saja.
Kau berdarah.
Aish, dasar.
Aku memang memalukan.
Ah, dasar.
Walaupun ada, semuanya menjadi meningkat.
Dari tekanan darah sampai denyut nadimu.
Kulitmu juga menjadi lebih baik.
Itu artinya, kau mengalami efek samping positif.
Apa ini sungguh...
(Fakta obat)
(Persiapan Ujian Kepolisian 2016)
Ya ampun.
So Ra, kau mengkhianatiku?
(Pelatihan kencan)
("Bagaimana Cara Memenangkan Hati Wanita, Kuis Berkencan")
("Bagaimana Cara Memenangkan Hati Wanita")
Rapikan. Letakkan di tempatnya.
Sudah berapa kali kukasih tahu?
Selamat datang.
Kenapa denganmu?
Ambil saja apa yang tersisa dan pergilah.
Tidak. Aku datang untuk mengambil uang yang seharusnya kudapat.
Dasar anak menyedihkan.
Bukannya aku menyuruhmu merunduk ke bawah?
Di mana kacamatamu?
Dasar kau.
Lihat dirimu. Kau ini sudah gila, ya?
Kau mencoba ingin menghindariku?
Hei.
Akan kupukul kepalamu.
Kau tunggu apa? Telepon polisi.
Kepalaku.
Dialah yang menghancurkan semua ini.
Dia mengamuk dan mengancamku.
Bahkan dia mencoba ingin mencekikku.
Aku sudah banyak membantunya saat dia mempersiapkan ujian.
Bahkan aku sangat baik padanya.
Kau sungguh tidak melakukannya?
Memangnya aku menyakiti diriku sendiri?
Apa aku menggulingkan diriku sendiri di lantai?
Periksa saja rekaman kamera CCTV.
Coba kuperiksa rekaman kamera CCTV-nya.
Baiklah. Periksa saja rekaman kameranya. Tapi bagaimana ya?
Kamera-nya berhubung rusak kemarin, jadi aku panggil tukang untuk memperbaikinya.
Benar, bukan? Kemarin 'kan kau kusuruh memanggilnya.
Lebih bagus lagi bila ada videonya,
tapi sekarang aku tidak punya bukti.
Kami punya bukti-nya.
- Apa? - Aku merekam semuanya.
Lagian, kau takkan rugi, jadi kau tidak takut, bukan?
Kau ini... Hei! Hei.
- Hei! Kau sedang apa? - Bukti yang kauinginkan...
- ternyata ada di sini. - Aduh, kepalaku.
Dasar kau.
Hei, bocah.
Kau tidak berterima kasih pada Hyung?
Bukannya kau hanya melakukan tugasmu sebagai polisi?
Danjuga, jangan memanggilku "Bocah".
Kau ini. Kelihatannya kau lebih kuat dari penampilanmu.
Memangnya kenapa dengan penampilanku?
Penampilanmu kelihatan tidak buruk.
Seperti yang kau tahu, klien kami punya standar tinggi.
Mari kulihat.
Kau sedang belajar untuk ujian sertifikat guru.
Kau pernah mengajar les privat.
Bagaimana persiapan ujiannya? Pasti sulit?
Yah, iya.
Kau tidak punya pacar?
Tidak.
Apa tipemu?
Bukannya ini wawancara?
Apa? Ya.
Benar.
Biar kulihat bagaimana caramu bermain piano.
Kalian siapa? Apa yang kalian lakukan?
Kau cantik sekali. Ayo, bermainlah bersama kami.
Apa yang kaulakukan?
- Kutanya kau ada waktu luang. - Aku tidak punya.
Kalau begitu, luangkan saja waktumu.
Jangan membuat kami kesal.
Harusnya kau tidak begini dengan wajahmu yang cantik.
- Kubilang tidak. - Harusnya kau sopan juga.
Tolong lepaskan aku.
Nanti kau akan mematahkan tanganmu bila seperti ini.
Kumohon.
Astaga.
Apa yang kau lakukan?
Kau siapa?
- Dia bilang tidak. - Dasar.
Kenapa ya ada banyak sekali anak yang tidak sopan?
Hei. Hei.
Dasar kau...
Kalau begini, kau nanti akan mematahkan tanganmu.
Lepaskan. Lepaskan aku.
Lepaskan. Lepaskan.
Lepaskan.
Lepaskan aku.
Kau tidak apa-apa? Kau pasti ketakutan.
Aku, So In Sung, bukan lagi si pecundang.
Hidupku yang menyedihkan,
memuakkan, dan memalukan selama 28 tahun sudah berakhir,
dan aku sudah terlahir kembali.
Subtitles by VIU Diterjemahkan Oleh Ari Usman @faridusman94
Blog : subindofaridusman.blogspot.com Facebook : http://www.facebook.com/FU.Indo.Subs
(Romance Full of Life)
Aku menyukaimu.
Bagaimana pendapatmu tentangku?
So Ra yang malang. Itu balasannya karena mencampakkanku.
Aku kesal sekali.
- Dasar... - Maaf.
Youth Quiz King.
Semua orang yang paling pintar di negara ini mengikutinya.
Dia pasti akan dipermalukan di TV.
Bangunlah. So Ra. Kau tidak apa-apa?
Tolong selamatkan dia.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.