Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by VIU Diterjemahkan Oleh Ari Usman @faridusman94
Blog : subindofaridusman.blogspot.com Facebook : http://www.facebook.com/FU.Indo.Subs
(Semua karakter, produk dan organisasi adalah fiktif.)
(Stasiun Noryangjin)
(Episode 1)
Pesan satu nasi bulgogi.
Noryangjin...
penuh dengan para pemuda yang mempersiapkan masa depan mereka,
itu adalah tempat di mana lampu tidak pernah keluar.
pemuda energik dan ambisius menyadari gairah mereka di sini.
Tempat ini adalah harapan negara.
Tapi omong kosong.
Tempat ini adalah neraka yang sangat panas.
Di sini, kau bisa bermain-main...
dan melakukan segala cara untuk lari.
Mimpi dan harapan yang sengsara dapat menjadi jaminan.
Ini jelas mimpi buruk.
Aku mendapatkannya dulu.
Aku yang cepat menyentuhnya.
Tapi tanganku yang menyentuhnya dulu.
Yang sentuh duluan itu aku
Aku mengambilnya dulu.
Kau ini bicara apa? Aku yang ambil dulu.
Aku lebih cepat.
- Aku lebih cepat. - Aku lebih cepat.
Pelanggan.
Daripada pembalut yang ini,
Anda bisa lihat yang di sana?
Aku rekomendasikan barang itu.
Barangnya dirilis bulan lalu.
Dan pembalut itu punya sayap yang besar, dan enak dipakai.
Dengan kekuatan perekat unggul, pembalut itu menjadi sangat populer.
Sudahlah. Aku bayar saja.
Baik. Anda mengambil pembalut ini.
Aku akan membungkusnya. Harganya 4,900 Won.
Anda bayar pakai kartu kredit. Tunggu sebentar.
Ini tanda terimanya. Tunggu dulu.
Produk yang ini...
harusnya dibungkus pakai plastik hitam. Gimana?
Cewek pantas mendapat perlakuan special.
Kau ini kenapa?
Terima kasih. Datang lagi.
Jika kau jadi dia, kau akan datang lagi?
Lihatlah ini.
Coba lihat lantainya kotor sekali.
'Kan sudah kukasih tahu...
harusnya kau sapu sampai bersih
Aku sudah menyapunya, tapi...
Hei, ada roti madu itu.
Makanan itu sangat disukai. Coba kau perlihatkan,
pada pelanggan barang itu supaya laku, sudah kukasih tahu padamu...
atau tidak?
- Anak-anak datang dan... - Selamat tinggal.
- Datang lagi. Terima kasih. - Terima kasih.
Kemari kau
Memangnya roti madu itu punyamu apa?
Kenapa kau egois sekali hanya karena masalah roti?
Lepaskan aku.
Augh, dasar.
Lihat dirimu.
Kau lagi melotot padaku?
Memang gak boleh ya aku natap mata?
Terus kenapa Anda sewot betul?
Darah.
Apa lihat-lihat?
Lihat dirimu. Merunduk ke bawah.
Dasar kau.
Kau ini ingin mati?
Kalau kau lulus ujian, kutaruhkan diriku buat makan topi.
Kau bahkan tidak punya pacar, 'kan?
Dasar kau. Menyedihkan sekali dirimu...
hanya karena pacar saja.
- Selamat datang. - Sajang-nim, selamat pagi.
Kenapa denganmu?
Berani sekali kau terlambat 5 menit?
- Maafkan saya. - Aku akan potong gajimu.
Kau pasti akan dapat gaji, 'kan? Hati-hati.
Apa maksudmu?
Mantan karyawan di sini tidak dibayar apa-apa.
Bulan lalu, gajiku dipotong hanya karena kesalahan kecil.
Aku yakin dia akan memberiku gaji.
Hei, kenapa kau tidak mengosongkan wadah cair?
- Cepat bereskan sebelum pergi. - Baik.
Lihat apa kau? Lekaslah ganti pakaian.
Sadarkan dirimu, dasar nakal.
Apa? Dia akan makan topinya?
Bila aku lulus ujian,
aku akan menegakkan keadlian dan menghukum bosku sendiri.
Aigoo.
Sudah ada.
(Pengumuman Hasil Kerja)
3846322
3846322. Kumohon.
Kumohon.
(Hasil Ujian Kepolisian)
318 ... 320 ...
321 ... 3 ...
(Ruang Belajar Goshiwon)
- Sedang tidak bisa dihubungi. - Kenapa dia tidak mengangkatnya?
Dia sedang apa?
So In Sung.
In Sung.
Hei, In Sung.
(Ruang Kantor)
- Berikan aku kunci kamar In Sung - Kenapa?
Cepat, sekarang.
- Kenapa, sih? - Ada yang harus kulakukan.
Hei.
In Sung memang lamban,
tapi dia berhati lembut.
Aku selalu khawatir padanya.
Kenapa sih ini?
Tidak, semoga tidak ada apa-apa.
In Sung.
Kupikir kau akan sedih sekali.
Kau bukan satu-satunya orang yang tak lulus.
Aku pun gagal juga. Kau amat lemah
Setelah gagal berkali-kali,
sudah waktunya kau terbiasa untuk itu.
Kau boleh menangis sebanyak yang kau mau.
Kau ini kayak anak kecil.
Aku...
dicampakkan.
(Sembilan jam sebelumnya)
Kimbap segitiga.
Minumlah susu ini.
Kita ini tidak selalu minum susu pisang,
tapi aku selalu sembunyikan bila sudah basi...
lalu aku membawanya keluar setelah lewat tanggal kedaluwarsa
Kau suka susu pisang rupanya.
Kau tidak lapar?
Aku melihat video seseorang makan kimbap segitiga hanya satu gigitan.
Aku akan perlihatkan. Ini sangat keren. Lihatlah.
Sudah lihat?
Dan sekarang...
Bukankah itu mengagumkan? Kenapa kau tidak makan?
Tidak apa-apa untuk makan beberapa hari setelah tanggal kedaluwarsa.
Ayo kita putus.
Apa?
Ayo putus.
So Ra. Hei.
Hei.
So Ra.
So Ra. So Ra.
So Ra.
Kau kenapa? Apa aku buat salah?
Bagaimana kau bisa makan sekarang? Apakah kau tidak marah?
Karena ujian?
Lagian bukan yang pertama kalinya aku gagal.
Tidak apa, kok.
Tapi nanti, aku pastikan lulus dengan murni.
Karena hal itu, aku senang
Aku muak sekali.
So Ra.
- So Ra. - Aish!
Dasar pecundang.
So Ra.
Tidak. So Ra!
So Ra!
Enak banget. Enaknya.
Si cewek itu.
Gimana bisa dia memutuskanmu hanya karena kau gagal? Bahkan bila dia mau,
dia 'kan harusnya menunggu 2 atau 3 hari.
Atau setelah panas... Berjalan-jalanlah...
atau sesuatu.
Kita lihat saja gimana kau bisa hidup dengan baik!
(Tidurlah, maka kau akan bermimpi. Belajarlah, maka impianmu akan terwujud.)
Baguslah!
Tidak apa. Baguslah.
(Ujian Sertifikasi Ilmu Politik)
Baguslah!
Putus adalah hal terbaik yang telah kaulakukan sejauh ini.
Pergi! Pergi!
Bagaimana bisa dia membuangmu saat kau gagal ujian? Dia memang brengsek.
Apa dia tidak akan gagal?
Dia pun gagal juga.
Nih, makan. Jangan cuma minum.
Kalau kau sakit, kau tidak bisa jadi polisi.
Tidak bisa ini. Tidak bisa. Kau butuh perhatian khusus.
Pakailah ini. Ayo pergi.
Pagi-pagi buta, aku harus kerja sambilan.
Pemalu amat. Kau tidak bisa kerja di situasi seperti ini.
Itu sebabnya kau putus sama...
cewek macam si Wang So Ra itu!
Baik. Aku pantas buat diputuskan.
Kau buruk amat.
Ayo kita fokus pada masa muda kita hanya untuk malam ini.
Ayo pergi...
ke Hawaii.
Selamat menikmati.
Cowok itu tidak boleh menangis.
Sudahlah menangis. Sudah.
In Sung! Cheer up, baby
Bosku memang benar.
Aku gagal ujian, dan sekarang, aku pun sudah jomblo.
Iya. Aku memang pecundang terbesar di dunia
(Goshiwon)
Hyung, apa yang terjadi?
Hei, kau itu sudah dua bulan tidak bayar uang sewa.
Aku tak ingin membuatmu stres sampai semuanya kelar,
tapi mau bagaimana lagi? Aku harus ikuti perintah bos.
Tapi tetap saja.
Maaf sekali, In Sung. Tapi aku tidak ingin dipecat di sini.
Ya, tapi kau 'kan tahu.
Tunggu. Tapi...
(4 aturan: variasi, pemeliharaan, keramahan, kebersihan)
Bagus amat. Bagus.
Kenapa tidak sekalian saja kau pindah di sini?
Sini kau.
Sini kau, anak nakal.
Berani sekali kau tidak masuk kerja?
- Tunggu. Tunggu. - Hei.
Kau bahkan tidak menelepon, bagaimana bisa kau tak masuk kerja?
Kau ingin aku bayar gaji di atas rata-rata?
Kau dipecat. Keluar kau.
Kalau gitu,
berikan aku gaji terakhirku.
Gajimu? Aku senang kau masih mengingatnya.
Kau tahu berapa banyak hal yang kau rugikan? Mau kutunjukkan?
Kau sudah beberes dengan benar dan beberes produk dengan benar pula?
Pemasukan turun dan kerugian di sini naik. Pergi kau.
Tapi 'kan...
Kau bodoh sekali, tapi aku merekrutmu karena kau orang baik,
tapi kau malah kebalikannya.
Hei, keparat. Sudah berapa kali kau terlambat?
Dan siapa yang bilang kau bisa makan makanan berkadaluarsa?
Harusnya kau bersyukur aku tidak menuntutmu.
Pergi kau. Pergi!
- Keluar. Keluar. - Tunggu.
Tapi...
Si keparat itu.
Lihat apa kau? Cepat bersihkan.
Baik.
Mereka semua tak ada gunanya.
(So โโRa)
(So โโRa)
(Angin yang bertiup sekarang menjadi pukulan untukmu.)
(Ini adalah keinginan seseorang memikirkanmu.)
Mereka tidak punya gaya apapun.
Mereka bahkan tak tahu malu.
Kau sedang apa?
Hah? Tidak ada.
(Lamaran kerja paruh waktu)
Oh, daebak.
Mereka dibayar 800,000 Won untuk 2 malam 3 hari kerja.
Kerja yang membutuhkan ketekunan? Sudahlah. Kau memang diciptakan buat menyerah.
Kau bahkan tidak bisa lari 100m selama 15 detik.
Bagaimana kau bisa melakukan olahraga seperti ini?
Itu sih masalahmu.
Kau tak tahu tubuhmu itu adalah hadiah dari orang tuamu?
Berani sekali kau memperlakukannya sembrono begitu?
Aku bahkan tidak bisa numpang di kamarmu.
Ahjussi! Tendang bolanya kemari!
Baiklah.
Sonaldo akan mengambil tendangan bebas!
Apa yang kaulakukan?
Soalnya aku tidak pakai kacamata.
Sangat sulit bila menendang bola.
Bahkan jika kau lulus ujian tertulis, tapi secara fisik kau tidak lulus.
Kau tidak cukup fit untuk menjadi polisi. Malahan penjahat yang akan memukulmu.
Kau mungkin lulus tes kesehatan, tapi wawancaramu akan gagal.
Kau tidak terlihat seperti polisi. Kau terlihat seperti seorang penjahat.
- Kita pasti akan lulus ujian tertulis dulu. - Kita pasti akan lulus ujian tertulis dulu.
Panasnya.
Kau benar. Panas sekali.
Harus kita minum kopi?
Es krim.
Es krim?
Hei.
Kami akan makan daging.
Kita ini harus lulus untuk bertahan hidup.
Kalau tidak, kita akan mati tanpa berkencan.
Aku rindu dengan So Ra.
- Tolonglah bawa dia. Menganggu amat. - Tunggu sebentar.
- Perasaanku. - Pak.
Wow. Coba lihat betapa gagahnya seragam itu.
Aku iri. Kapan ya kita bisa memakai seragam seperti itu?
Dia mencuri tasku!
Berhenti di situ!
Hei! Tidak!
Berhenti di situ!
Apa ada...
yang terluka pada dirimu?
In Sung. Terima kasih.
Kau bukan si pecundang lagi.
Yang lebih penting, aku tidak muak lagi padamu.
- Bukannya itu Gong Moo? - Tolong tulis nama Anda.
- Hei. - Aigoo.
Maafkan saya. Dasar kau. Jangan minum terlalu banyak.
- Aku akan kembali. - Gong Moo! Hyung!
Oh!
Kudengar kau ditugaskan di sekitar sini. Pasti benar.
Wilayah ini berada di bawah kekuasaanku,
jadi kalau ada apa-apa kasih tahu saja aku.
Kau bahkan tidak pacaran dan fokus belajar, kau lulus ujian dan sekarang,
kau memakai seragam. Kau keren sekali.
Apa dia lulus karena pacar?
Dia bahkan tidak berbagi catatan atau menyimpan kursi untuk orang lain.
- Dia bersikap dingin. - Kau benar.
Kalau aku tidak bersikap seperti itu,
aku pasti akan menjadi kalian.
- Apa berjalan dengan baik? - Apanya?
Hidup ini tidaklah mudah.
Bekerja keraslah dalam hal apa pun.
Nomor 23. Nomor 23.
Aku akan ke sana sekarang.
Kita ketemuan. Kutraktir makan malam nanti, oke?
Kalian ini.
Dia sangat keren. Keren sekali.
Keren apanya? Dia itu sombong amat.
Setidaknya dia kelihatan lebih santai bila dia jadi polisi.
Kudengar Gong Moo hyung...
sewa ruang belajar selama enam bulan.
Sewa selama enam bulan? Wow, hebat sekali.
Wow. Aku bahkan belum mampu untuk itu.
Dia tidak sebanding denganmu, keparat.
Coba lihat, dia bahkan mentraktir kita makan malam.
Tapi, kau sungguh tidak ingin melakukannya?
- Apa? - Eksperimen medis.
Aku tidak mau!
Ayolah kita lakukan.
Apa Anda merokok?
Apa? Tidak.
- Itu membuatku batuk, jadi... - Seberapa sering Anda minum seminggu?
- Aku minum ketika aku marah, jadi... - Ada penyakit kronis?
Hidung mampet dan sinusitis.
Aku juga mungkin punya cedera di bagian tertentu.
Tapi akhir-akhir ini, aku merasa seperti...
kena penyakit wasir.
Ketika aku menggunakan kamar mandi,
BAB-ku tidak lancar, tapi... Kau tahu 'kan?
- Apa itu tidak apa-apa? - Ya.
Jangan bergerak sedikit pun.
- Akan sedikit sakit. - Ya.
Tanda tangani formulir persetujuan.
Tanda tangan di sini.
(So In Sung)
Kalian akan minum obat tiga kali sehari, makan sekali sehari,
untuk tiga hari ke depan.
Kami akan mengambil sampel darah satu jam setelah Anda minum obat.
Kalian mungkin tidak akan pulang dalam tiga hari ke depan.
Kalian juga mungkin tidak makan apa-apa selain makanan yang kami berikan.
Sudah 30 menit sejak kalian makan.
Silakan minum obat yang kami berikan.
Kami akan mengambil sampel darah tepat satu jam dari sekarang.
Setelah kalian makan, kalian tidak boleh bergerak.
Duduklah menyilang lalu kaki harus lurus.
Sisanya, para perawat yang mengurus semuanya.
Ikuti petunjuk perawat. Ada pertanyaan?
Aku tidak akan menerima pertanyaan.
Buka mulut Anda.
Tunggu dulu.
Ayolah, Ibu. Jangan khawatir.
Ibu 'kan tahu aku lemah.
Tentu, beberapa orang bahkan menyumbangkan darah untuk tiket film gratis.
So Ra?
Dia tidak punya waktu untuk menonton film.
Ya.
Sekarang? Aku lagi di perpustakaan.
Lampu akan dimatikan.
Aku harus pergi.
Aigoo.
Hanya karena impian, aku bahkan rela menjadi kelinci percobaan.
Atau mungkin aku dipaksa untuk berubah menjadi kelinci percobaan...
dan hanya berpegang pada impianku.
Nomor yang Anda tuju tidak menjawab. Silakan tinggalkan pesan.
(So โโRa)
Ini memang sangat tidak mungkin, tapi bila ada efek samping...
lekaslah ke rumah sakit.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.