All language subtitles for time.to.hunt.2020.720p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PERSEMBAHAN NETFLIX

Bagaimana caranya?

Aku kenal broker pengekspor baju vintage.

Kita ekspor lewat dia.

Kita tak dapat untung.

Tergantung merek, tapi dezainer...

Desainer! Bodoh!

Tiga baju bermerek untuk satu dolar!

Tiga baju satu dolar?

- Ya. - Serius?

Berarti 300 baju 100 dolar.

Memalukan. Mau menjual baju bekas?

Bukan saatnya memikirkan gengsi.

Kita tidak punya uang.

- Orang miskin tak boleh pemilih! - Persetan!

- Kau saja sendiri. - Sudah kuduga kau begini.

Sialan, kau pakai bajuku?

- Bajuku melar. Jangan pakai bajuku! - Ini bajuku! Warnanya beda.

Ini warna biru!

- Sialan! Aku yakin itu bajuku. - Punyamu warna biru tua!

Cepat bayar.

- Kau bayar! Kuberikan tadi. - Kapan?

- Dia selalu begini. - Kuberikan tadi, Bebal!

- Kau benar. Maaf. - Sial...

Aku laporkan polisi kalau sampai kau jual bajuku!

Jual apanya? Ini bajuku!

Bajumu apanya? Itu bajuku!

Bajumu biru tua! Bajuku biru!

- Kau buta warna? - Dasar penipu!

- Dasar preman! - Tolong buang setruknya.

Dasar sialan.

Perlihatkan barang curianmu.

Aku tidak mencuri.

Aku lihat kau mencuri.

- Aku sudah tobat. - Tutup mulut saat batuk!

Pagi ini, 8.000 demonstran anti-IMF berkumpul...

Kau selalu bicara omong kosong.

Cepat naik!

Ayo, cepatlah naik!

TIME TO HUNT

Kenapa dia belum keluar juga?

Apa kita salah jam?

Apa? Tidak.

Di mana tahuku?

- Kami tidak bawa tahu. - Itu sudah ketinggalan zaman.

- Selamat! - Ayo, kita minum.

- Apa kabar? - Lewat sini!

- Selamat! - Selamat datang kembali!

Apa rencanamu?

Apa?

- Coba ceritakan yang kau katakan tadi. - Yang kau bahas di mobil.

Aku punya teman di penjara, dia penyelundup di Taiwan.

Tempat bernama Kenting.

Kalian tahu di mana Taiwan?

- Ya. - Pulau itu...

Ada pantai berwarna biru kehijauan, pohon palem, dan matahari terik.

Mirip Hawaii.

Bahkan sama persis!

- Kau selalu ingin ke Hawaii. - Benar.

Dia menyuruhku ke sana setelah bebas.

Dia akan membantuku mendapat pekerjaan.

Serius? Caranya?

Selain penyelundupan, dia juga bekerja di bidang pariwisata.

Rental sepeda dan mobil, restoran, kios...

Pokoknya banyak!

Penghasilannya sangat besar.

Sebulan mencapai lebih dari 8.000 dolar.

- Delapan ribu? - Sebulan?

Luar biasa, bukan?

- Hei, jangan bercanda! - Sumpah!

- Itu sangat keren. - Sinting...

Dia bilang akan menjual murah satu tokonya kepadaku.

Murah? Berapa harganya?

200 ribu dolar. Aku bisa punya penghasilan tetap dari toko tersebut.

Aku juga bisa membeli satu rumah impian di tepi pantai yang indah.

Kita ke sana dan mulai lembaran baru.

Kita pergi dari neraka ini.

Kita bisa berenang dan memancing setiap hari di pantai.

Kita jalani kehidupan baru!

Hei.

Hei!

Kenapa kalian diam saja?

Kalian tak suka?

Itu seperti khayalan, jadi, kami tidak percaya.

Benar.

Sinting...

- Hebat. - Benar, 'kan?

Taiwan mana?

Kenting! Ujung selatan Pulau Taiwan.

Aku memimpikan ini selama tiga tahun.

- Bermimpi ke sini. - Kau senang?

Ya!

- Sungguh? - Aku sangat senang!

Kau masih buang kotoran dengan pintu terbuka?

- Jorok! - Apa maksudmu?

Sialan.

Bedebah ini bahkan memakai pakaian dalam kita.

Jangan pakai milik kami!

- Benar. - Itu bohong.

- Itu benar! Biar kuperiksa. - Periksa apa, Berengsek?

Kuharap kita tidak mati tertembak.

Sekarang semua orang selalu membawa senjata api.

Narkoba dan senjata api. Sebenarnya ada apa ini?

Apa kau ingat ada bank di kompleks kita?

Ya.

Perampok membawa senapan dan menjarah bank itu.

- Maksudmu senapan serbu? - Benar, itu!

Astaga, sialan.

Sekarang, merampok tak seperti masa lalu.

Sekarang banyak orang nekat.

Nekat, apanya?

Dunia sudah gila.

Ini bukan tempat tinggal manusia.

Ki-hoon.

Ya?

Kenapa tak membahasnya?

Membahas apa?

Uang kita yang menjadi tidak berguna.

Apa berat sekali membicarakannya?

Itu bukan uang sembarangan. Kau masuk penjara karena uang itu.

Mana tega aku mengunjungimu dan bilang uangnya tidak berguna?

Kami tahu kau menderita di penjara.

Jadi, berapa sisanya?

Itu...

Nilai mata uang jatuh drastis,

dan biaya hidup makin mahal, kami bahkan tak bisa bayar sewa.

Pasti masih ada sisa. Berapa dolar?

Itu...

Sekarang dilarang menukar uang di bank.

Apa maksudmu?

Itu konyol.

Mata uang won jatuh drastis,

harga barang naik gila-gilaan.

Toko kecil pun tak menerima tunai.

Itu sebabnya kau bayar pakai dolar di kelab?

Kami berhasil menukarnya sebelum itu dilarang,

jadi, uang kita sekarang...

- Mungkin sekitar 2.000 dolar? - Bahkan tidak sampai.

Sialan...

Hei!

Mereka main api.

Bodoh.

Kaus dan celana? Sepasang?

- Terpisah. - Abaikan ucapannya!

- Sudah seminggu! - Sangat mudah.

- Mereknya? - Mereknya yang bagus.

Kalau sepatu?

- Jangan sepatu. - Sial.

Gila! Kompleks kita benar-benar hancur.

Tak ada yang ke sini lagi.

- Bisa apa di sini? - Jang-ho.

Kau tidak mau kerja di bengkel?

Siapa yang mau menerima mantan pencuri mobil?

Rahasiakan saja!

- Namaku muncul kalau dicari. - Tak ada lagi yang menelusurinya.

- Restoran tempat kerja lamamu? - Bangkrut.

Gara-gara dia.

Apa maksudmu?

Kau pegang kelaminmu lalu memotong timun!

Dasar berengsek!

Mau beraksi terakhir kali?

- Kau sudah gila. - Sinting.

Kau baru bebas kemarin.

Kita tidak akan dipenjara.

- Jangan bercanda! - Serius.

Apa itu?

SURGA SEPEDA

Bukankah itu toko kita?

- Siapa yang melakukannya? - Pergilah.

Lihat grafiti jelek itu.

Sudah lama tidak ke sini.

Akhirnya, kita ke sini lagi.

Jangan berlebihan, Jang-ho!

Paru-paruku buruk!

Kau merokok lebih banyak dariku.

Letaknya tidak berubah.

Saat kecil, ibuku bilang akan mengajakku ke Hawaii dengan membuka toko ini.

Itu sebabnya kau ingin ke Hawaii?

Ya. Meskipun bukan Hawaii,

aku ingin tinggal di tempat hangat

dengan pemandangan laut yang jernih.

Saat temanku di penjara membahas pulau itu,

aku sangat gembira.

Aku membayangkan kita tinggal di sana, santai memancing,

membuka toko,

dan habiskan waktu berenang di laut.

Pasti menyenangkan.

Pasti kita akan sangat bahagia.

Aku bertahan di neraka selama tiga tahun demi itu.

Dia mengira kartuku two pair

padahal aku menyimpan dua Q.

Aku menang dengan Q pair.

Itu sangat menegangkan.

Tiga orang naik.

Selamat datang.

Blackjack.

Blackjack? Sebelah sini.

- Selamat malam. - Malam.

Kami datang untuk meraup uang.

Empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh.

- Ini. - Terima kasih.

Di sini ramai sekali.

Menukar 100 dolar.

Silakan birnya.

Lama tak bertemu.

Kenapa kau seperti ini?

Kenapa aku seperti ini?

Kau hebat sekali.

Beraninya kau mencuri uang pencuri?

Jika tahu kau datang, aku akan langsung berikan 10 juta won.

Apa? 10 juta won?

Kau bercanda?

Apa?

Kau kira aku bodoh?

Jangan memelas. Kau mau bagaimana?

Bagaimana solusimu? Berengsek!

Kau ingin aku bagaimana?

- Berikan uangnya dalam dolar. - Apa?

Ditambah bunga jadi 10.000 dolar.

Sudah kudiskon karena kita berteman.

Jun-seok, dari mana uang sebanyak itu? Apalagi dolar...

Bajingan!

Banyak dolar di kasino.

Kau pasti digaji pakai dolar.

Tetap saja...

10.000 dolar itu berlebihan. Aku minta maaf. Itu mustahil.

Sekali lagi bilang "mustahil", aku akan membunuhmu.

Aku tunggu sampai lusa.

Terserah kau mau mencari pinjaman atau mencuri.

Jun-seok, sungguh.

Aku mohon, beri aku waktu.

Aku bisa melunasinya kalau diberi waktu sebulan.

Sekali ini saja.

Dasar bajingan.

Jun-seok.

Aku tidak bisa menunggu sebulan.

Bayarlah dengan badanmu.

Badanku?

Aku punya sebuah rencana. Kau harus membantuku.

Rencana apa?

Itu.

Itu? Kasino?

- Bicaralah yang masuk akal! - Apa itu salah?

Apa kau tidak mengerti?

Itu milik gangster.

Mereka hanya preman kompleks.

Aku tak bisa meskipun kau menodongku dengan pisau.

Jun-seok, aku akan merampok dengan senang hati jika bukan kasino.

Bagaimana bisa kita merampok kasino?

Kita butuh dolar.

Hanya bank dan kasino yang punya banyak dolar.

Lebih baik merampok bank!

Lalu dipenjara bersama.

- Pelankan suaramu. - Lebih mudah merampok kasino kompleks.

Terlebih itu ilegal.

Kita tak akan terlibat dengan polisi.

Untuk merampok kasino, kita butuh lebih dari pistol.

Kau tidak mungkin serius!

Senapan serbu dan senapan gentel? Bisa kudapatkan.

Teman penjaraku menjual senjata api.

Jun-seok.

Kurasa kau masih belum sadar karena baru keluar dari penjara.

Sadarlah! Senjata api?

Ambil itu dari tentara cadangan.

Sinting...

Ki-hoon.

Aku serius.

Aku menyiapkan ini di penjara untuk waktu yang lama.

Percayalah kepadaku, kita lakukan untuk terakhir kalinya.

Berengsek...

Jun-seok.

Kau juga bilang begitu waktu itu.

Melakukan aksi besar untuk pertama dan terakhir kali.

Lalu, apa yang terjadi?

Kau kehilangan tiga tahun!

Kapan kau akan sadar?

Lagi pula, sekarang...

kita tak punya apa-apa.

Ki-hoon.

Aku tidak mau

membuang mimpi itu.

Terakhir kali. Sekali lagi saja.

Percayalah aku sekali saja.

Aku yakin kali ini akan berhasil.

Kita bertiga pergi ke Taiwan

dan memulai hidup baru.

Pagi-pagi kau sudah berdesah.

Bagaimana?

Kalau kau?

Aku setuju.

Kita utang budi ke Jun-seok.

Dia tertangkap polisi agar kita bisa kabur.

Dia dipenjara tiga tahun karena kita.

Dia sangat menginginkannya. Lakukan saja.

Demi dia.

Justru kita harus menghentikannya.

Saat dia dipenjara, kita sepakat tak akan mengulanginya.

Ini jauh berbeda dari saat kita merampok toko perhiasan.

Ini tindakan gila!

Ya, kau benar.

Selama tiga tahun tanpa Jun-seok,

kita tak berbuat kriminal dan hidup lurus.

Namun, apakah hidup kita berubah?

Justru lebih kacau.

Semua uang kita tidak lagi berguna.

Tidak ada yang mau mempekerjakan mantan kriminal.

Kita diusir jika bulan depan tak bayar sewa.

Bahkan aku dan Jun-seok...

tidak punya keluarga.

Kita tidak punya apa-apa.

Tidak ada yang berubah jika kita tetap seperti ini.

Selamanya kita akan melarat.

Kalau kali ini berhasil...

kita bisa hidup layaknya manusia.

Manusia.

Sial.

Ayo, lakukan.

Kau serius?

Apa kau serius?

Ya, aku serius.

Kita lakukan hal gila ini!

Di sini. Di sini, dan di sini.

Banyak CCTV di sekitar kasino. Di gedung sebelah tidak ada?

Tidak ada. Di gedung seberang tidak ada.

Kita aman jika masuk dari gedung seberang.

Masalahnya adalah CCTV luar. Sang-soo, kau yang periksa.

Dan diska keras tempat menyimpan rekamannya.

Wajah kita akan terlihat di sana, jadi, harus kita ambil.

Ada CCTV di tangga darurat bagian luar.

Namun, ini hanya sampai lantai tiga.

Tidak ada CCTV sampai atap.

Kau yakin?

Mereka tidak berpikir akan ada yang masuk dari atap gedung.

Kita bisa masuk gudang melalui tangga di atap.

Kita tiba di kasino begitu membuka pintu gudang.

Di depan pintu gudang ada penukaran cip.

Penjaganya ada satu,

dua, tiga,

empat, lima, dan enam.

- Ki-hoon dan aku awasi penjaga di sini. - Ya.

- Kau dan Sang-soo urus di sini. - Baik.

Saat aman, segera ke penukaran cip.

Alarm peringatan di kantor akan bunyi jika penukaran cip menekan bel.

Kita cek berapa lama dari kasino ke kantor.

Kira-kira butuh 3 menit.

Perlu 5 menit sejak alarm bunyi,

mereka keluar, masuk mobil, hingga tiba di kasino.

Itulah waktu yang kita punya.

Kita selesaikan dalam 5 menit.

Bong-sik!

Hai!

Sudah lama tidak berjumpa.

Jun-seok.

Apa kau punya rompi antipeluru?

Rompi antipeluru?

Aku punya satu yang paling bagus!

Kembaranku pernah ditembak 8 kali.

Dia selamat karena rompi itu.

Keren!

Buka!

Selamat datang.

Masuklah.

Astaga!

Luar biasa!

Apa ini?

Itu K2!

- Hei! - Itu K2!

Jangan norak.

Sebagai ahli, aku tak menyarankannya.

Ini namanya M4.

Larasnya pendek dan sederhana. Ini bagus. Coba pegang.

Kalian sudah ikut wajib militer?

- Kecuali dia. - Begitu.

Berarti kalian tahu cara memakai senjata api?

Benar.

Cara memakai M4 dan K2 hampir sama, jadi, tidak sulit.

Inilah yang paling keren.

Ini terkenal.

Menyiapkan senjata api segini untuk menggertak,

rasanya bukan rencana besar biasa.

Memang bukan urusanku,

tapi apakah aman?

Tenang saja. Kami tidak melanggar hukum.

Jun-seok.

Ya.

Dunia di luar hukum lebih kejam.

Waspada dan berhati-hatilah.

Ya.

Terima kasih sudah percaya dan memberiku senjata api.

Berikan kepadaku.

Bagus.

Jang-ho, kemarilah.

Perhatikan bahumu.

Bahu?

Jika diletakkan dengan benar, kau bisa menembak tepat sasaran tanpa goyah.

Seperti ini.

Paham?

Jangan bergerak!

Seperti ini?

Hei, jangan!

Berengsek!

Tembak!

Suaranya memang sekeras ini?

Satu, dua...

Wajahmu terhalang.

Apa yang kau lakukan?

Lima detik!

Bukankah mirip naik kereta?

Saat itu aku naik kapal, lalu mabuk laut sampai muntah.

Kita akuisisi toko yang bagus dan sembari mencari uang,

kita berenang, memancing, dan berendam air panas.

Kenapa memancing lagi?

Apa salahnya memancing?

Ide-idemu itu membosankan!

Membosankan, apanya?

- Hei! - Apa salahnya memancing?

Kita harus foya-foya setelah mempertaruhkan nyawa!

Memancing dan berendam air panas?

Kita harus ke pantai, belanja, lalu menggoda wanita.

- Ya. - Minum anggur merah.

Begitu caranya! Bukan memancing dan berendam air panas.

Itu menurutmu.

Aku suka memancing. Kenapa?

Dengar! Jang-ho juga suka!

Setelah memancing, kita makan sashimi, sushi, dan sup pedas.

Jangan bicarakan makanan! Aku lapar!

Aku suka memancing! Aku ingin jadi nelayan.

- Aku ingin jadi petani! - Bagus!

- Tae-gun. - Ya?

Mereka siapa?

- Orang-orang barusan? - Ya.

Mereka langganan. Baru lihat?

Aku baru melihat mereka.

Mereka siapa?

Tidak tahu. Tanya saja kalau kau penasaran.

Ayo!

Jangan gugup.

Semua akan berjalan lancar jika dilakukan sesuai rencana.

Semua aman jika kita tepat waktu.

Kita pasti bisa.

Jang-ho.

Wajah kita terekam

di diska keras kamera CCTV.

Kau sudah mengatakannya.

Kau harus mengambilnya!

Kau tahu bentuknya?

Percayalah.

Ayo.

Ayo!

Kenapa?

Tidak apa-apa.

- Tiarap! - Jangan bergerak!

Angkat tangan!

Angkat!

Jangan bergerak!

Berengsek!

Menunduk! Tundukkan kepalamu!

Duduk!

Balik badan!

- Tiarap! - Berlutut!

Berlutut!

- Berlutut! - Tiarap!

Tundukkan kepalamu!

- Berlutut! - Menunduk!

- Berlutut! - Menunduk!

- Tundukkan kepala kalian! - Menunduk!

Menunduk!

- Menunduk! - Menunduk!

- Jangan bergerak! - Tetap diam!

Tunggu apa lagi?

- Cepat! - Jangan diam saja, Berengsek!

Kau sedang apa?

Singkirkan tanganmu.

Singkirkan!

Taruh tanganmu di belakang!

Buka brankas.

- Masuk! Cepat! - Cepat!

Cepat! Sialan!

Kubilang duduk!

Tembak saja jika bergerak.

Menunduk!

Menunduk!

Menunduk!

Cepat tundukkan kepalamu!

Jangan tatap aku!

Kalian mati jika menatapku!

Menunduk!

Tinggal 3 menit! Cepat!

Sialan! Jangan main-main!

Buka sekarang atau kutembak!

Satu!

Dua!

Masukkan! Cepat!

Lebih cepat!

Hei.

Kalian pikir kalian akan selamat?

Kalian tahu apa yang kalian lakukan?

Dasar amatir.

Kalian semua akan mati.

Masih lama?

Hampir!

Kenapa lama sekali?

Sudah beres!

Bergegaslah! Cepat!

Diam di situ!

Ayo! Cepat!

Cepat! Ayo!

Tunggu apa lagi? Cepat!

Cepat!

Menunduklah!

Menunduk!

Menunduk. Jangan bergerak!

Kubilang jangan bergerak!

Kenapa?

Cepat! Ayo!

Gawat.

- Ke atap. - Ayo, ke atap!

Cepat naik!

Cepat!

Ayo!

Cepat lari!

- Cepat! - Lewat sini!

- Bajingan! - Tangkap mereka!

- Hei! - Itu mereka!

Berhenti!

Kubilang berhenti!

Tembak!

Jangan lari!

Berhenti!

- Ayo, keluar! - Ayo!

- Cepat! - Berhenti!

Kiri! Belok kiri!

Cepatlah!

Kita aman.

Berhasil.

Kita berhasil.

Astaga!

Luar biasa!

Sialan!

Jang-ho.

Kau bawa diska keras CCTV?

Sial.

Tidak kau bawa?

- Sudah kuduga akan begini. - Sialan!

Bagaimana ini?

Maksudnya ini?

Berengsek!

Bajingan! Kau menakuti kami!

Aku kaget!

Pasti aku bawa!

Syukurlah!

Aku bisa membereskannya, jadi...

Perampok bersenjata merampok kasino dini hari tadi.

Untunglah jumlahnya tidak banyak sebab yang dirampok brankas penukaran cip.

Lalu?

Namun, para bedebah itu...

Mereka mengambil diska keras kasino.

Diska keras?

Benar.

Menarik.

Diska keras yang dicuri berisi rekaman transaksi dengan VIP.

Ada daftar VIP dan dokumen pencucian uang juga.

Bos sedang panik.

Baiklah.

Katanya Ki-hoon harus mampir ke rumah.

Hari ini ke rumah orang tua Ki-hoon,

lalu ke Taiwan besok?

Besok malam kami naik kapal penyelundup.

Ayo, ikut kami!

Kita akan dicurigai kalau aku berhenti sekarang.

Aku harus kerja sebulan, lalu berhenti.

Apa tidak masalah?

Aku akan pindah bersama ibuku dalam sebulan.

Hitunglah, itu bagianmu.

Pasti pas.

Dingin.

Masuklah.

Berhentilah merokok!

Sudah lengkap?

Cepat berangkat.

Aku pamit.

Jun-seok.

Terima kasih.

Untuk apa?

Kau mengajakku ikut kalian.

Bodoh. Bukankah itu wajar?

Datanglah walau terlambat.

Jagalah ibumu.

Kau meminjamkan uang untuk rumah sakit ibuku.

Terima kasih. Aku tak akan lupa. Pergilah.

Jaga dirimu baik-baik, Sang-soo.

Terima kasih!

Pistol yang kubawa dari kasino,

ada di laci, pakai saja jika butuh.

- Apa? - Jual saja.

Kalau mau, ambil saja senapan di bagasi.

Tidak perlu. Bawalah.

- Itu cocok denganmu. - Sialan!

- Jaga dirimu. - Pergilah.

- Kabari jika ada masalah. - Jangan sampai dipukuli.

Aku akan berhati-hati!

- Kami khawatir. - Cepat pergi.

- Dah! - Ya.

IMF menolak permintaan perpanjangan dana bantuan dua tahun.

IMF membahas dana bantuan tambahan dalam rapat darurat,

tetapi tidak dapat memperpanjang dana pinjaman dan memberikan remisi utang.

Sementara itu, Korea melanggar kesepakatan

karena tidak dapat membayar utang yang jatuh tempo tahun lalu

sebesar 115 miliar dolar pada IMF.

IMF memberikan batas waktu hingga tanggal 8 bulan depan...

Batalkan PHK yang menghancurkan keluarga!

- Batalkan! - Batalkan!

Batalkan peraturan tidak masuk akal!

- Batalkan! - Batalkan!

Tolak peraturan yang memaksa!

- Tolak! - Tolak!

Lindungi hak asasi buruh!

- Lindungi! - Lindungi!

Menolak penindasan!

Ayah!

Permisi.

Ayah!

Ayah!

Aduh, Ayah!

Nak!

- Batalkan! - Batalkan!

Jangan ikut unjuk rasa sambil tersenyum!

Tak usah ikut unjuk rasa tak penting.

Ayah bisa ditangkap polisi dan dipukuli.

Baiklah. Kenapa kau ke sini?

Ibu akan memberiku makan malam jika membawa Ayah pulang.

Kebetulan Ayah sudah kelaparan.

Hai.

Ayah, jangan tersenyum seperti itu.

- Jun-seok! Ki-hoon punya sumur. - Bodoh. Kau sedang apa?

Kau melempar batu? Astaga.

- Pergilah. - Aku baru pertama kali lihat sumur.

- Ada sumur? - Ya.

Khas kampung.

Kampungan!

- Apa maksudmu? - Kau punya sumur di rumah.

Di sini semua punya sumur.

Aku sudah selesai.

- Ambilkan air. - Ya.

Dari sumur.

Berengsek.

Ki-hoon.

- Bagaimana? - Bagus. Coba pakai.

Ibu tidak menyangka akan menerima hadiah baju darimu.

Sekarang kita punya uang banyak. Sebutkan saja keinginan Ibu.

Tidak usah. Ini sudah cukup.

Ki-hoon hebat!

Selamat datang!

- Bos. - Apa?

Kasino dirampok penjahat bersenjata.

Aku ingin tahu, apa belakangan ini kalian menjual senjata?

Apa senjatanya?

Dua senapan gentel,

satu M4,

dan satu revolver.

Itu bukan dari toko kami.

Kami tidak pernah menjualnya belakangan ini.

Mungkin itu dibeli di toko atau penyelundup lain.

Hei! Mungkin kalian tahu dari mana?

Kami juga tidak tahu.

- Pak. - Ya?

Aku tanya sekali lagi.

Kau sungguh tidak tahu apa-apa?

Untuk apa aku berbohong?

Jangan korbankan nyawamu.

Jika kau jujur kepadaku,

kau bisa hidup seperti biasa.

Apa kau mengancamku?

Begitukah?

Aku juga punya pelindung.

Jika kau mengancamku,

apa kau bisa selamat?

Jun-seok, laut di sana pasti warnanya berbeda.

Tentu saja.

Matahari bersinar sepanjang tahun di laut jernih berwarna biru kehijauan.

Rasanya seperti mimpi besok kita tiba di sana.

Ini bukan mimpi! Kau akan merasakannya dalam dua hari.

Lalu, terbangun di penjara.

Astaga.

Jangan bicara seperti itu!

Aku baru bebas.

Aku masih bermimpi ada di penjara.

Jang-ho tidur lagi?

Tidak, dia pura-pura tidur.

Dia sering begitu.

Lee Jang-ho, bangun! Jangan bercanda.

Jangan bercanda. Tidak seru. Bangunlah!

Jang-ho!

- Kenapa dia selalu seperti itu? - Itu maksudku.

Biarkan saja. Itu karena dia butuh perhatian.

- Tinggalkan dia. - Ayo.

Ayo, pergi.

Baiklah, ayo pergi.

Dia akan bangun.

- Ayo! - Aku tidur nyenyak.

Sekarang pukul berapa? Mau ke mana?

- Mandirilah sedikit. - Tunggu aku.

Cemas berpisah.

- Jangan tinggalkan aku. - Kau di sini saja.

Bukankah ini milikku?

Bukan.

- Benar, ini milikku. Cepat lepas! - Bukan!

Siapa?

Sialan!

Berhentilah pura-pura tidur. Tidak seru.

Aku hanya memejamkan mata sejenak.

Apa itu tidak boleh?

Menyahutlah kalau dipanggil. Lama-lama kau haus perhatian.

Kau selalu tertipu.

Aku lihat kau mengintip!

Kau menyebutku mesum?

- Kau memang mesum. - Tidak!

Bong-sik!

Jun-seok...

Urusanmu lancar?

Urusanku lancar berkatmu.

Untunglah.

Sekarang kau di mana?

Di Laut Timur.

Ada apa?

Kau berangkat dari Laut Timur?

Tidak. Bukan dari Laut Timur.

Lalu, kau berangkat dari mana?

Bong-sik, ada masalah?

Tidak ada. Hanya...

Aku ingin bertemu sebelum kau berangkat.

Nanti aku ke sana, Jun-seok.

- Bong-sik! - Kita bicara nanti.

Bong-sik, tunggu. Bong-sik!

Cepat kemari!

Hei, cepatlah!

Kau mau berangkat tanpa menginap?

Di sini sempit. Teman-temanku tidur di mana?

Kita baru bertemu setelah 2 tahun.

Aku melakukan ini demi Ibu.

Aku langsung pergi agar Ibu tidak sedih.

Ibu senang punya anak bijak.

Ya, 'kan?

Berapa lama kau akan di sana?

- Setidaknya dua tahun. - Dua tahun?

Itu tidak lama.

Aku akan pulang setelah dapat uang...

Halo, Jun-seok.

Sang-soo, apa semua aman?

Aku sedang menuju tempat kerja.

Aku gugup setengah mati.

Jangan tunjukkan kegugupanmu. Santai saja.

Segera kabari jika ada masalah.

Aku sudah sampai. Nanti aku telepon lagi.

- Baiklah. - Hati-hati.

Hubungi aku!

- Sang-soo, baru datang? - Ya.

Sudah dengar semalam brankas dirampok?

Sudah.

Aku terkejut mendengarnya.

- Tidak kusangka. - Benar.

Kemarin kau juga libur?

Ya.

Untunglah kita libur. Kalau tidak, kita sudah mati.

Hei.

Mau ke mana?

Ke toilet.

Aku akan cepat.

Kenapa dia belum keluar?

Periksa.

Hei!

Berengsek.

Bajingan! Berhenti kau!

Aku iri dengannya.

Aku juga.

Anakku...

- Memiliki keluarga. - Ya?

Seperti apa rasanya punya orang tua?

Pasti tidak kesepian.

Entahlah.

Aku tidak pernah punya keluarga.

Aku selalu sendirian.

Apa maksudmu? Aku dan Ki-hoon adalah keluargamu.

Benar.

Kau dan Ki-hoon adalah keluargaku.

Jun-seok, ada apa?

Tidak.

Aku keluar sebentar.

SANG-SOO

Aku tambah segelas.

RIWAYAT PANGGILAN: SANG-SOO, BONG-SIK

SANG-SOO

Sialan.

Sang-soo?

Sang-soo!

Jangan bercanda.

Sial.

SANG-SOO

Sang-soo!

Apa ini?

SANG-SOO

Halo?

SANG-SOO PANGGILAN BERAKHIR

SANG-SOO

Berengsek.

- Mana senjatanya? - Apa?

Kau simpan di mana?

Jun-seok, tenanglah. Ada apa?

Untuk apa?

Di mana?

Aku hanya bawa tas uang.

Masih ada di bagasi?

Ada apa? Kau membuatku gelisah.

Kenapa?

Pakai baju kalian!

- Ambil senjatanya. - Apa?

Ada masalah apa?

Kita dalam bahaya.

Sepertinya kita akan ditangkap.

Ayo!

Rompi antipeluru.

Sialan.

- Cepat berangkat. - Ya.

Mobilnya kenapa?

Coba lagi.

Biasanya tak seperti ini.

Sepertinya ada yang merusak mobil kita.

Kita harus bagaimana?

Pakai mobil yang itu.

Yang itu?

Jang-ho, kau bisa hidupkan mobil itu?

Beri aku 3 menit.

- Kita lindungi Jang-ho. - Baik.

Ki-hoon, jangan khawatir. Kita akan baik-baik saja.

Aku hanya kedinginan.

Ini sepele.

Ayo!

Sialan.

Jang-ho, cepatlah!

Sial, apa yang terjadi?

Jang-ho, cepatlah.

Ayo!

Di mana pintu keluar?

Berengsek! Kita melewatkannya?

Jang-ho, balik arah di sini!

Sial!

Siapa itu?

Injak gasnya.

Jang-ho.

Ki-hoon, kau tidak apa-apa? Sialan.

Jang-ho, bertahanlah. Cepat keluar dari sini.

Turun.

Menarik.

Aku beri kesempatan.

Lima menit.

Pergilah sejauh mungkin.

Jangan kecewakan aku.

Sial. Apa yang terjadi?

Kita berhasil lolos dari tempat parkir. Kau tidak apa-apa?

Sialan.

Kepalaku sakit.

Jang-ho, kau tidak apa-apa?

Jang-ho, bertahanlah.

Kita segera tiba di rumah sakit.

- Permisi! - Ya?

Tolong kami.

Dokter!

Ada yang bisa dibantu?

- Apa kau terluka? - Bukan aku. Temanku!

Apa yang terjadi?

Bawalah dia ke sini.

Sial!

Ayo, pergi dari sini!

Kita harus berangkat.

Apa maksudmu? Jang-ho terluka.

Jika tidak pergi,

dia akan menyusul ke sini.

Sialan. Kita sudah tiba di kota lain.

Tidak mungkin dia ke sini.

Kau mau mati di sini?

Jun-seok.

Siapa yang akan mati? Tenanglah.

Kita mati kalau tetap di sini!

Berhenti mengatakan kita akan mati.

Kita sudah sejauh ini karena kau.

Aku juga sangat gelisah.

Aku juga ingin kabur.

Namun, Jang-ho baru selesai operasi dan harus istirahat.

Kita harus pikirkan Jang-ho.

Kita sudah sejauh ini.

Tak mungkin dia mengejar kita.

Apa kita boleh di sini?

Kita akan pergi pagi-pagi.

Tenang saja dan tidurlah.

Bagaimana Sang-soo?

Dia bisa dihubungi?

Kenapa kau diam saja?

Ya. Aku sudah bicara dengannya.

Aku menyuruhnya segera berangkat karena berbahaya.

Aku menyuruhnya segera kabur.

Untunglah.

Dia cerdik. Pasti dia sedang bersembunyi di suatu tempat.

Sang-soo.

Sang-soo!

Jangan di sini.

Kau harus segera kabur.

Bangun, Jun-seok.

Bangunlah, Jun-seok.

Ki-hoon, bangun.

Kenapa?

Jang-ho.

MENELEPON JUN-SEOK

JANG-HO

JUN-SEOK

Berdiri.

Lift segera tiba.

Pintu ditutup.

Kau tidak apa-apa?

Jang-ho, apa kau terluka?

Ayo, cepat.

PUSAT MEDIS GAWAT DARURAT

Di sini!

Mobilnya hidup!

Ini hanya mimpi buruk, 'kan?

Tidak mungkin ini nyata.

Apa itu?

POLISI

Apa?

Apa yang terjadi?

Ini apa?

Ini mobil polisi?

Sial! Tidak mungkin!

JUN-SEOK

Dia meneleponku.

Jawab.

Ini melebihi ekspektasiku. Menarik.

Untung aku membiarkanmu hidup. Ini seru.

Kau adalah polisi.

Kenapa kau melakukan ini kepada kami?

Kami akan kembalikan, jika ini karena uang curian.

Kami akan kembalikan semuanya. Ya?

Sepertinya kalian salah paham.

Kau pikir aku melakukan ini karena uang curian dari kasino?

Lalu kenapa?

Apa yang kau inginkan?

Tidak ada. Aku sudah mendapatkannya.

Sudah kau dapatkan?

Lantas, kenapa mengejar kami?

Kau sudah dapat yang kau inginkan!

Kenapa masih mengejar kami?

Aku harus mengakhiri yang kumulai.

Berengsek! Apa maksudmu?

Kami akan menyerahkan diri ke kantor polisi.

Jadi, tolong hentikan.

Hentikan semua ini!

Dengarkan.

Menyerahkan diri tidak mengubah keadaan.

Tak ada yang menolong kalian.

Ini bukan dunia yang kalian tinggali lagi.

Camkan itu.

Kalian tak bisa lari...

ke mana pun.

- Diam! - Letakkan senjatamu!

- Turunkan senjatamu! - Jatuhkan, Berengsek!

- Turunkan senjatamu! - Jatuhkan!

Angkat tangan!

Angkat tangan!

Ada apa? Kenapa berhenti?

Kenapa berhenti?

Lepaskan dia.

Apa? Apa maksudmu?

Aku dapat kabar dari Kapolres untuk melepaskannya.

Ini perintah atasan. Sialan.

Kau sudah berangkat?

Kami di dermaga.

Kau sudah sampai?

Ya. Bisakah ke sini sekarang?

Kalau sampai terlambat,

kami bisa mati.

Aku tiba dini hari jika berangkat sekarang.

Baiklah, aku berangkat.

Kumohon, datanglah secepatnya.

Baiklah.

Baik.

Sekarang kau ada di mana?

Di depan bekas apartemen dekat dermaga.

Bekas apartemen?

- Ya. - Di situ ada gudang barang selundupanku.

Apa katanya?

Dia akan tiba dini hari jika berangkat sekarang.

Berengsek.

Di dekat sini ada gudang barang selundupan temanku.

Gudangnya aman karena dalam bangunan.

Dia akan jemput kita dini hari. Kita bersembunyi di sana.

Astaga.

Ada gudang penyelundupan di sini?

Bangunannya rusak parah.

Ini gudangnya.

Kita bermalam di sini, temanku akan menjemput kita.

Kita naik kapal dini hari.

Aku ingin segera pergi dari sini.

Jun-seok.

Ya?

Aku tidak bisa pergi.

Karena orang tuamu?

Ayo, kita bawa orang tuamu ke tempat aman.

Tidak, jangan.

Situasi akan makin bahaya.

Dia pasti mengejar kita.

Aku akan menunggu kalian naik kapal,

lalu aku pulang.

Jika kau membeli rumah di tepi pantai...

sisakan kamar untukku.

Kita tidur sendiri-sendiri.

Aku tahu pembunuh adikku. Dia dalam pengejaran.

Akan kubalas perbuatan dia.

Aku akan mengerahkan anggotaku.

Terima kasih, aku menghargainya.

Dia datang ke toko.

Siapa?

Han, si pembunuh itu.

Han?

Ya. Dia datang untuk melihat senjata.

Dia datang sendiri?

Ya.

Tampaknya dia belum tahu sedang dikejar.

Ini menarik.

Dia sukarela masuk ke mulut harimau.

Aku akan menghabisinya.

Biarkan saja.

Berikan senjata yang dia inginkan dan pasang alat pelacak di tasnya.

Bos, ini kesempatan kita.

Kami akan mengurusnya.

Jangan!

Dia membunuh adikku.

Aku yang akan menghabisinya.

Jangan sentuh dia sebelum aku melakukannya.

Aku mungkin akan melarang jika Ki-hoon pergi sendirian.

Namun, dia akan tetap pergi meskipun aku melarangnya.

Halo, Ibu?

Ibu?

Ki-hoon.

Kenapa Ibu tidak jawab teleponnya? Aku kira ada sesuatu.

Apa maksudmu? Kenapa kau panik?

Kau belum berangkat?

Ibu, tidak ada masalah, bukan?

Tidak ada.

Jangan khawatir. Hati-hati di jalan.

Mengerti?

Ibu, tetap di sana! Aku segera ke sana.

Ki-hoon!

Kau mau ke mana?

Kau dari mana saja? Aku mencarimu.

Aku tidak bisa tidur.

- Aku pergi melihat dermaga. - Astaga.

Kau kenapa?

Awalnya, aku ingin menunggu kalian pergi.

Sulit jika pulang malam, jadi, aku harus pergi sebelum gelap.

Apa ada sesuatu?

Tidak ada.

Urus saja mabuk lautmu.

Jagalah Jang-ho.

Aku pamit. Sampai jumpa.

Jang-ho, kau tidur?

Aku tahu kau mendengarkan.

Aku akan menyusul setelah menjemput orang tuaku.

Jangan menangis karena aku pergi.

Aku segera kembali...

agar kau tidak kesepian.

Jun-seok.

Jang-ho!

Jang-ho!

Berengsek.

Jang-ho.

Jang-ho!

Jang-ho!

Jun-seok!

Jun-seok!

Sialan.

- Jun-seok! - Jang-ho!

- Tunggu aku! - Jangan bergerak!

Diam saja di situ!

Jang-ho!

Jun-seok!

Jang-ho!

Jang-ho.

Ayo!

Cepatlah.

Jang-ho! Ayo, cepatlah!

Cepat, ayo!

Menunduk! Cepat!

Jang-ho.

Jang-ho, cepat keluar.

Jang-ho.

Kita harus berjuang. Hanya itu yang kita bisa.

Kau bisa menembak?

Kurasa bisa.

Pakai rompi antipeluru.

Kau di sini. Aku ke seberang.

Kau mau apa?

Berbahaya jika kita bersama.

Jun-seok.

Bajingan!

Tidak!

Jang-ho!

Jang-ho, kau tidak apa-apa?

Sial.

Tunggu sebentar.

Aku... tidak bisa bernapas.

Kau tidak apa-apa?

- Jun-seok. - Ya?

Aku tidak kesepian.

Kini aku tidak kesepian.

Aku ingin sendirian.

Jang-ho, cepat bangun. Jang...

Jang-ho!

Kau pasti bercanda.

Jangan bercanda.

Sungguh... Jangan bercanda, Jang-ho.

Bersiaplah.

Rasanya seperti mimpi besok kita tiba di sana.

Laut di sana pasti warnanya berbeda.

Jun-seok.

Aku tidak kesepian.

Kini aku tidak kesepian.

Pergilah meskipun aku mati.

Berjanjilah.

Kau harus naik kapal. Mengerti?

Berjanjilah.

Apa kabar?

Kau makin tampan karena udaranya segar.

Ini daftar orang yang terlibat dengan kasino.

Jun-seok, kau sungguh tidak apa-apa?

Apa dia masih hidup?

Ya.

Saat itu, dia berhasil selamat.

Kau ingat kembaran Bong-sik pemilik toko penyelundup senjata?

Tempat itu juga hancur lebur.

Pria itu mengerahkan polisi untuk menghabisi tempat itu.

Siapa namanya?

Dia dipanggil "Han". Itu nama samaran.

Nama aslinya "Lee Jae-sin".

Namun, katanya itu pun bukan nama aslinya.

Jika sudah memiliki target,

dia pasti akan membunuhnya tak peduli alasannya.

Apa kita tidak perlu memberi tahu

kabar temannya?

Jun-seok tidak meminta kita mencari tahu.

Dia juga tak bertanya. Tidak perlu membahasnya.

Terkadang kita perlu membohongi diri sendiri.

Kalau tidak, kita tak bisa bertahan.

Inikah toko yang kau katakan?

Kau datang sejauh ini untuk berjualan sepeda.

Seharusnya kau jual saja tokomu.

Benar. Seharusnya aku jual saja.

Aku merindukanmu.

Ki-hoon.

Aku harap kau bisa melihat pesan ini.

Andai masih hidup, kau pasti melihatnya.

Kau ingat dia bilang kita tidak akan bisa lari darinya?

Dia benar.

Walaupun aku berada di sini...

Di mana pun aku berada,

aku tidak akan bisa...

lepas dari neraka itu.

Aku akan kembali.

Meskipun aku mati...

aku akan kembali mendatanginya.

Aku tidak akan lari lagi.

Aku akan berjuang.

Itu adalah tempatku seharusnya berada.

TOKOH, LOKASI, DAN ORGANISASI DALAM FILM INI ADALAH FIKTIF

KESAMAAN TOKOH ATAU ORGANISASI HANYA KEBETULAN

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.