Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
DRAMA INI KARYA FIKSI TAK BERKAITAN
DENGAN TOKOH, PERISTIWA, ORGANISASI, ATAU LOKASI ASLI
JEONG TAE-EUL
Aku bosan. Ayo main biliar.
EPISODE 5
Terima kasih.
Harusnya aku bayar dengan uang,
tapi mata uang kita berbeda. Jadi, aku siapkan barang ini.
Semoga bisa dijual dengan harga bagus.
Astaga.
Kau dapat ini dari mana?
Apakah halamanmu ada sumur minyak?
Sin-jae.
Beri aku segelas teh susu manis.
Besok, Skuad Tiga libur?
Ya. Kami mau main biliar.
Aku tak melihat kuda itu di luar.
Maximus? Ia sudah pergi.
Aku tulis dan pasang tanda di depan karena semua pengunjung bertanya.
Tapi Tae-eul tak ada.
Kau main biliar dengan siapa?
- Tae-eul tak ada? - Apa sudah kembali, ya?
Tae-eul pergi dengan pria raja itu.
KUDA ITU SUDAH TAK ADA IA PERGI
AKU BOSAN. AYO MAIN BILIAR
Bu Noh, ini aku.
Barusan Baginda kembali bersama seorang tamu.
Seorang wanita.
Katakan kepadanya untuk pulang dengan jalan berputar.
Lewat jalan laut.
Jangan sampai ada yang melihat.
Aku akan mengatur keadaan istana. Jangan khawatir.
PEDANG EMPAT HARIMAU
Aku Raja Kerajaan Corea,
dan nama yang tak bisa kau sebut itu...
Lee Gon.
Itu artinya
kau punya nama, 'kan?
Kalau kau benar punya nama,
aku tak bisa menghindari pemenggalan itu.
Melihat cara bicaramu selama ini, kau harus dipenggal.
- Ayo pergi ke istana. - Biar kuurus Maximus dulu.
Dia sudah berjalan jauh.
Ikuti aku ke pacuan kuda.
Suruh semua pengawal di pacuan kuda untuk pindah,
dan kalian berdua pergi dapatkan rekaman CCTV.
Sisanya ikuti aku.
Apa ini sebenarnya?
Apa ini dimensi keempat?
Aku belum tahu pasti.
Mungkin ruang antara nol dan satu di duniamu dan aku.
Tempat yang tak bisa dijelaskan dengan sains.
Kau lihat balon itu?
Biasanya, balon meletus setelah sepuluh jam.
Tapi balon itu masih sama walaupun sudah sepuluh hari.
Tak meletus dan tak terbawa angin.
Tepat di tempat aku melepaskannya.
Artinya tak ada cahaya, angin, dan udara di sini.
Keren, 'kan?
Kalau bukan sains, apa ini?
Apa ini sihir?
Atau mungkin sebuah tempat di legenda.
Waktu di sini berbeda.
Satu menit di sini sama dengan satu jam di luar.
Jamku berhenti jika ada di sini.
Aku beberapa hari memeriksanya.
Jam berhenti, tapi bagaimana bisa kau tahu itu?
Bilangan Euler.
Aku tak tahu seberapa dalam
dan seberapa luas tempat ini.
Suatu saat, aku akan pergi sampai ujung.
Lalu akan kuceritakan
semuanya kepadamu.
Tapi hari ini, kita ke duniaku.
Tekanan darah Nona Maximus lebih rendah dari terakhir diperiksa.
Tapi semua masih normal.
"Nona"?
Kuda dipanggil nona...
Aku akan periksa lagi besok pagi, Baginda.
Ya, tolong.
Kau lihat? Semua perkataanku benar, 'kan?
Karena itu, kau tak lihat aku hampir gila?
Ini semua menakutkan kalau benar.
Kalau tak benar, itu berarti aku gila.
Sopanlah kepada Baginda.
Terlebih lagi wajah ini.
Seharusnya dia memihakku.
Dia memihakku sejak umur tiga tahun.
Apa itu pistol asli?
Boleh aku lihat?
Dia bisa memakainya. Berikan.
Dia baru percaya jika sudah melakukannya.
Apa yang harus dipercaya?
Dia menyeberangi antara nol dan satu.
Tak mungkin.
Ini benar-benar asli?
Pistol P30 ini
benar-benar pistol P30?
Aku akan memastikan sesuatu,
tak ada maksud lain.
Perkataanku benar, 'kan? Dia bisa memakainya.
Aku membiarkan ini hanya karena kau tamunya.
Ini...
Negara ini...
Raja.
Semuanya benar?
Semuanya benar.
Pistol itu, dunia ini, dan diriku.
Tak perlu menarik pelatuk dan memastikannya.
Orang ini tak akan berpindah sedikit pun dari tempatnya.
Lepaskan tanganmu.
Kalau kau tak ingin mati.
Baginda, apa...
Benar.
Letnan Jeong Tae-eul.
Kau juga
tahu aku?
Selamat datang di istanaku.
Ini adalah Gwangyeongjeon,
dan kediaman pribadiku.
Anggap saja ini rumahmu dan...
Apa Baginda harus melakukan ini?
Apa Baginda ingin aku cemas sampai mati?
Kepala Wanita Istana Noh.
Dia baru percaya aku benar-benar raja
selama sepuluh menit lima puluh detik.
Dia adalah orang yang tahu
asal kancingku.
Salam kenal. Aku...
Tolong masukkan semua barang yang kau punya di sini.
Biasanya, semua orang yang masuk ke istana harus diperiksa.
Proses yang harus dilalui PM dan semua wanita istana.
Baiklah, aku akan ikuti.
Nanti kau akan kembalikan ini, 'kan?
Kalau kehilangan tanda pengenal lagi, aku akan kena penalti.
Kau mengenalnya, 'kan?
Ya, benar.
Apa selanjutnya pemeriksaan badan?
Tidak perlu.
Aku harus percaya.
Kau adalah tamu rajaku.
Kau harus bicara sebentar denganku.
Sekarang?
Aku tahu kau harap kita bisa berbicara nanti.
Tapi aku juga berharap jika kau keluar istana nanti,
dan membawa tamu sesuai dengan peraturan.
Ada lima pengawal dan satu orang di kandang kuda yang melihat tamumu.
Lalu ada 12 pelayan yang dibubarkan secara tiba-tiba...
Aku sudah mau bicara dari tadi.
Aku memang mau bicarakan ini sekarang.
Kau juga jangan di sini. Keluar.
Ini perintah.
Jangan khawatir,
dan tunggu di sini.
Aku akan melihat keadaan, lalu kabur.
Astaga.
Kau akan dihukum.
Kau akan dihukum...
Baginda.
Kurasa itu tak pantas dikatakan.
Sekarang, dia percaya
bahwa aku adalah raja.
Astaga, kepalaku.
Astaga, jantungku.
Astaga.
Pukul 08.00, rapat membicarakan acara perayaan 25 tahun naiknya raja
dengan para penanggung jawab.
Pukul 10.00, minum teh dengan CEO perusahaan pers.
Pukul 13.00, melakukan lemparan pertama pada pertandingan basket profesional.
Tunggu sebentar.
Aku hanya tak ada selama setengah hari,
tapi sebanyak ini tugas tertunda?
Mungkin seseorang di istana dendam kepadamu.
- Apa ada lagi? - Ada.
Pukul 14.00, berpidato di Kongres Ahli Matematika Internasional.
Pukul 16.00, acara penyerahan sumbangan untuk korban banjir.
Kau akan pergi dengan helikopter.
Baiklah.
Akan kuselesaikan semuanya,
tapi biarkan aku makan malam sendiri.
Hal yang kau lakukan sendiri selalu mencurigakan.
Kau tak sopan barusan.
Aku akan makan sendiri di ruang belajar.
Sendirian.
Ada tamu Baginda di ruang belajar.
Sampai perintahku selanjutnya,
kau harus kurung dia di ruang belajar.
Tugas pertamaku sebagai raja
adalah melangsungkan pemakaman untuk ayahku.
Saat aku delapan tahun.
Dunia ini benar-benar
dunia paralel.
Apa?
Na-ri.
Myeong Na-ri.
Siapa dia?
Aku Myeong Seung-a. Pegawai Urusan Publik Kerajaan.
Aku tahu ini tak masuk akal.
Aku hanya ingin memastikan.
Bukankah kau pemilik gedung?
Kau menyewakannya untuk tempat latihan taekwondo?
Aku memang pemilik gedung, tapi semuanya ada di Kanada.
Mau minum teh?
Ini bagus agar mudah tidur.
Kau mau membuatku tidur?
Bagus kalau kau tidur.
Aku datang untuk mengawasimu,
dan kau tak boleh keluar sebelum ada perintah dari Kepala Wanita Istana Noh.
Kalau kau tidur, kita akan lebih nyaman.
Itu juga sangat sama.
Berbicara blak-blakan.
Aku...
Boleh aku pakai laptop itu?
Tak boleh tanpa izin. Itu laptop Baginda.
- Apa sekarang tahun 2019? - Ya, benar.
Pemilik ruangan ini lahir tahun 1987.
Benar.
Busan adalah ibu kota kebudayaan,
dan Gedung 63 ada 63 buah?
Itu hanya ada satu di Yeouido, Seoul.
Si brengsek ini.
Apa barusan kau mengumpatku?
Umpatan untuk siapa yang lebih baik aku katakan?
Apa ada miras?
Kalau bisa soju.
Baginda, dari mana kau sebenarnya?
Dunia paralel.
Butuh laptop untuk apa?
Aku ingin mencari tahu beberapa hal di internet.
Aku tak bisa pinjamkan karena ini ponsel bekerja.
Sebut saja, nanti kucarikan.
Itu juga bisa.
Kalau begitu...
Lee Gon.
Apa yang kau katakan barusan?
Lee Gon.
Raja di sini bernama Lee Gon, 'kan?
Kau sudah gila?
Kau memanggil namanya sembarangan?
Kau tak tahu Gedung 63, tak tahu umur Baginda.
Sebenarnya kau ini apa?
Kau lama tinggal di luar negeri?
Tapi tetap saja.
Kenapa kau tak peduli dengan tanah airmu?
Soal itu...
Di sini bukan tanah airku,
dan aku masih percaya Bumi itu datar. Aku tak bisa jelaskan.
Anggap saja aku menyelundup di sini.
Astaga.
Tolong keluar. Tak akan lama.
Katanya dia menyelundup.
Kenapa tersenyum?
Aku tahu seseorang yang mirip denganmu, tapi sangat berbeda.
Maafkan aku tadi.
Apa kau selalu begini?
Berhati-hati dan serius?
Pegang ini.
Aku juga paham rasa itu. Karena sudah kualami semua.
Sepertinya kau butuh. Jadi, aku berikan itu.
Walaupun tentunya tak akan ada hasilnya.
Tanya alasannya kepada bosmu.
Dia orang sains. Pasti bisa menjelaskan.
Apa...
kau datang dari dunia paralel?
Ibu kota di sana Seoul,
dan nama negaramu Republik Korea.
Bagaimana kau tahu?
Apa kau sebenarnya?
Apa yang kau lakukan kepada Baginda?
Apa luka aneh di bahunya itu karena kau?
Ada luka di bahunya?
Aku tak tahu.
Hubungan kami tak sedekat itu,
dan jangan bicara informal kepadaku.
Kau lahir tahun 1991, 'kan? Aku lebih tua satu tahun.
Kapten Jo.
Kubilang kosongkan koridor.
Baginda, aku ingin...
Ya. Aku tahu kau punya banyak pertanyaan,
dan aku paham pikiranmu untuk mengetes sidik jari.
Aku akan kirim pranala kepadamu.
Itu tentang mekanika kuantum.
Baca itu, dan tanyakan lewat pesan.
Sekarang, bisa kau bukakan pintu? Makanannya nanti dingin.
Tapi Baginda,
kau tak membawa miras?
Tamu di dalam mau miras.
Yeong.
Ya, Baginda.
Di mana kulkas miras yang ada di istana?
Apa?
Tapi...
kapan Baginda pernah lihat aku?
Aku beri salam kepadanya.
Lalu dia berkata pernah bertemu aku, dan senang bertemu denganku.
Itu kali pertama kami bertemu.
Ada yang tamu itu lakukan di dalam?
- Selain mencari miras. - Jangan bertanya.
Aku hanya melapor ke Kepala Wanita Istana Noh.
Kerja bagus.
Karena itu, sekarang aku menahan diri
dan melepaskan kesempatan emas ini.
Aku harus menemui Kepala Wanita Istana Noh.
Aku pergi duluan.
- Apa kau mengurungku? - Menjamumu.
Tolong mengerti.
Itu karena aku tiba-tiba membawamu.
Karena ini tak pernah terjadi, orang-orang sangat bingung.
Lalu kenapa kau tenang?
Aku sudah sering membayangkan kau datang ke istanaku.
Walaupun tak begini.
Kau melakukan kontrak? Kau beli tanah?
Tadinya aku mau lap di dindingmu, tapi aku tahan karena rakyatmu.
Angkat pangkat wanita yang tadi mengawasiku.
Dia patriot.
Buka dan pinjamkan ponselmu.
Wanita tadi tak mau meminjamkan.
Mau cari apa?
Kau tak bisa telepon ke mana-mana.
Tak perlu tahu.
Apa nomor sandinya?
Siapa yang lihat ponsel raja?
Tak ada nomor sandi.
Beri aku camilan.
Ini bukan camilan, tapi makanan.
Sepertinya kau lapar.
Coba makan duluan.
- Apa? - Aku tak bercanda.
Aku sekarang Alice di Dunia Ajaib.
Di cerita itu, dia makan obat aneh, lalu membesar dan mengecil.
Bagaimana kalau makanan ini ada racunnya?
Jangan khawatir.
Aku selalu menepati janji. Kau akan dipenggal.
Bagus kalau begitu.
Aku akan makan.
Kau masak sendiri?
Enak?
Tidak enak.
Selama 25 tahun, aku tak pernah meneriakkan kata ini.
Hari ini, aku harus panggil penjaga.
Di duniaku, kalau aku berkata "Ada orang di luar?",
orang-orang akan datang...
Astaga.
Kau selalu ada di depan pintu?
Kau pikir aku tak ada pekerjaan lain?
Kenapa Baginda ada di sini?
Aku baru datang.
Baru mau duduk.
Aku sudah menyiapkan kamar dan makan malam,
tapi sepertinya kau sudah makan. Ayo aku antar ke kamar.
Ke kamar yang paling jauh dengan kamar Baginda.
Sampai besok. Tidur yang nyenyak.
Selamat malam.
Malam.
Aku berbicara kepadamu.
Kau harus tidur nyenyak.
Tapi jauh ke kiri atau kanan dari kamarku?
Astaga!
Selain keadaan darurat,
orang luar menginap di istana
adalah hal yang tak biasa.
Karena itu, jangan bicara kepada siapa pun
tentang hal yang terjadi hari ini.
Semua hal yang terjadi di dalam istana, seperti pembicaraan dengan Raja,
harus dirahasiakan.
Jangan khawatir.
Karena aku juga aparat negara.
Begitu.
Letnan Jeong Tae-eul.
Ada yang mau aku tanyakan.
Bagaimana
orang-orang di sini tahu aku?
Apa itu letnan?
Memang ini aneh.
Sejak kecil, Baginda punya satu tanda pengenal aneh.
Polisi bernama Jeong Tae-eul tak ada di Kerajaan Corea,
dan tak ada pangkat letnan kepolisian di sini.
Jadi, kami pikir itu hanya dibuat untuk humor atau alasan lain.
Tapi orang yang tak ada itu
muncul dalam satu malam.
Itu hal yang mengejutkan.
Memang semua tak masuk akal,
tapi satu hal yang jelas.
Keberadaan yang tidak bisa dijelaskan hanya akan membawa masalah,
dan akan merugikan raja kami.
Karena itu,
selama kau ada di sini,
jangan berkomunikasi dengan orang-orang
selain Baginda, Kepala Pengawal Istana, dan wanita tua ini.
Lebih lagi, jangan penasaran dengan dunia ini,
dan jangan tinggal di sini.
Yang dimaksud dengan "dunia ini",
itu termasuk Baginda.
Sudah kuduga.
Jauh ke sebelah kanan.
Aku kira kau akan senang.
Kau tak bawa apa-apa?
Ada kasur dan sofa. Kenapa duduk di bawah?
Angin dingin bertiup di sini. Terlebih di kiri kasur.
Kenapa datang ke sini?
Aku tak mau kau takut.
Percayalah. Aku tak aneh di sini.
Jika tak aneh, kenapa masuk lewat jendela bukan pintu?
Kau harus tahu...
Itu jalan pintas.
Istana ini sangat luas.
Katanya tak bisa duduk di lantai?
Setelah dicoba, ternyata lumayan.
Juga nyaman karena angin dingin bertiup.
Kapan kau akan perlihatkan tanda pengenalku?
- Besok. - Kenapa besok?
Apa sebenarnya tak ada?
Ada.
Jika kuperlihatkan, aku takut kau pergi
ke duniamu.
Kalau itu apa?
Yang mana?
Boneka di kunci mobilku.
Sepertinya sangat murah.
MENEMBAK, PANAHAN
Kau hanya perlu menembak sasaran tujuh kali.
Pria Republik Korea yang sudah selesai wajib militer,
pasti berhasil walau dengan mata tertutup.
Sepuluh peluru 10.000 won. Mau berapa?
Tujuh peluru saja.
Kau harus tahu ini.
Barangku tak ada yang murah.
Kau habiskan berapa?
Mantan wajib militer pasti bisa dengan mata tertutup.
Sudah kuduga.
Warga negaramu penipu.
Jangan berisik. Ada yang jaga di luar.
Apa kau bodoh? Ada banyak CCTV di sini.
Apa itu CCTV?
Lambaikan tangan ke sana.
Ada 12 orang yang sedang menonton.
Benarkah?
Sekarang, kau percaya semua.
Aku bohong tadi.
Kau mau mati?
Jadi,
itu CCTV atau bukan?
Bukan. Aku hanya bercanda.
Mau aku buktikan?
Minggir.
Ini enak dilihat,
tapi posisi ini tidak nyaman.
Tidak sama sekali. Sangat nyaman.
Aku akan bertanya satu hal. Jawab dengan ya atau tidak.
Silakan.
Kau pasti tak pernah berpacaran.
Astaga.
Tidak.
Aku pernah pacaran.
Boleh aku tebak kapan?
Tebaklah.
Sekarang.
Apa aku harus begini?
Apa yang aku buktikan barusan?
Aku pernah pacaran,
atau
sekarang aku berpacaran?
Senjata pembunuhan kasus Skuad Dua sudah ditemukan?
Kepala Choi memintaku membantunya.
Sudah aku serahkan tadi. Hanya pisau dapur biasa.
Benar.
Mungkin sebesar ini.
Begitu.
Di sebelah sini, sini, dan sini.
Lalu dia mati.
Dunia ini sangat gelap.
Ayo kita hidup dengan terang.
Seterang lampu bohlam.
Kau keluar pukul segini. Tak ada waktu untuk hidup dengan terang.
Aku juga tak mau.
Tapi bagaimana? Sin-jae mengajak minum-minum...
Jangan buat aku harus bekerja di luar jam kerja.
Aku bisa tahu isi pembicaraan teleponmu dalam sepuluh menit.
Sayang, biar aku yang dorong.
Aku saja.
Sayang, setelah masukkan ke mobil,
boleh aku pergi naik taksi?
DIVISI KEJAHATAN KEKERASAN SKUAD TIGA
KEPALA PARK
Hari ini, aku minum-minum denganmu.
Sebenarnya kau bertemu siapa?
Kesendirian.
AKU BOSAN. AYO MAIN BILIAR
Sepertinya semalam kau tak bisa tidur.
Seragam pengawal kerajaan.
Aku harus pura-pura dan kabur?
Kata siapa?
Aku ada jadwal seharian.
Cepat ganti baju.
Kita keluar sebelum Bu Noh tahu.
Kalau begitu, seharusnya kau lebih hati-hati.
Astaga.
Aku sudah pisahkan kau, tapi kau datang pagi-pagi begini.
Ya, di luar lebih baik.
Mumpung begini, pulang saja terlambat. Terlambat!
Jangan sampai ada foto berdua! Tak boleh foto bersama!
Astaga.
Ini juga termasuk rencanaku.
Berjalan sesuai rencana.
Kau bilang kau tak aneh di sini.
INI KALI PERTAMAKU MELIHAT BAGINDA LANGSUNG!
Baginda akan
melakukan lemparan pertama untuk kemenangan kita hari ini.
Berikan tepuk tangan.
Lemparan bagus!
Berikan tepuk tangan
dan teriakan meriah untuk Raja yang melakukan lemparan pertama bagi kita.
Arsitek Richard Fuller berkata,
"Jika sudah menyelesaikan soal, tapi jawabannya tak indah,
aku tahu bahwa jawaban itu salah."
Yang akan aku katakan sekarang
adalah permintaan dari amatir matematika, sekaligus raja kalian.
BERJALAN
Keluar dari ruang kerja kalian 30 menit sehari.
Karena ruangan itu
perlu dibersihkan.
Istirahatlah yang cukup.
Tubuh kalian bukan desimal tak berbatas.
SUASANA
Habiskan waktu kalian dengan pacar atau keluarga.
Bahkan ahli matematika bisa.
Kalian adalah ahli matematika kebanggaan Kerajaan Corea.
Aku harap kalian akan menemukan
cara mengerjakan dan jawaban yang indah
untuk soal kalian.
Aku keren, 'kan?
Ya, keren.
Aku setuju.
Aku sejak lama berpikir begitu.
Kapten Jo Yeong.
Kerjakan yang tadi aku suruh.
Bisa lihat ke sini?
Sepertinya ini bukan hadiah.
"Kau terkurung di ruang belajarku jika di istana.
Jadi, kukeluarkan kau dari istana.
Selamat bermain dan sampai nanti."
Itu kata Baginda.
Baginda punya jadwal lain. Jadi, kau harus pergi sendiri.
"Terima kasih.
Aku suka bajunya."
Tolong sampaikan kepadanya.
Tapi...
apa kau punya uang?
Aku dulu sering traktir bosmu ayam dua rasa di dunia lain.
Perlu 50 menit untuk tiba ke daerah bencana.
Barang bantuan sudah dikirim dengan kereta.
PENCARIAN TERBARU
BILANGAN EULER, BERAPA LAMA BALON MELAYANG, LEE GON, BELA DIRI LEE GON
PERMAISURI, MANTAN LEE GON, PM, KOO SEO-RYEONG, FIGUR KOO SEO-RYEONG
AYAM BUMBU, GAJI PETUGAS POLISI
PETA KERAJAAN COREA. KERETA KTX BUSAN KE SEOUL, RAJA LEE HO
RAJA LEE HO PANGERAN GEUM, LEE LIM
Mau aku bantu?
Tak apa, pergi saja.
Terima bantuanku.
Kau sudah terima foto yang aku beri?
Kau yang kirim ini?
Kau mengedit fotoku?
Dasar gila.
Ini cara penipuan baru? Kau salah orang.
Aku bahkan tak punya uang untuk membeli obat bunuh diri.
Kau lahir tanggal 12 Juli 1989.
Bagaimana kau tahu?
Cucu dari pemilik perusahaan obat terbesar.
Menikahi putra sulung konglomerat
setelah bertemu di klub pesiar di Amerika.
Empat bulan setelahnya, anak pertamamu lahir.
Ini adalah hidupmu
yang bisa kau dapatkan jika mau.
Aku tak pernah salah pilih. Sekali pun.
Karena wanita di foto ini adalah kau.
Lebih tepatnya,
kau di dunia lain.
Tapi kau yang di dunia ini
tinggal di neraka seperti ini.
Bagaimana kau dapatkan ini?
Kau masuk ke rumahku?
Gembok yang tak berguna,
jendela tanpa sinar matahari,
dinding yang tak bisa menghalangi dingin dan panas.
Apa perbedaan
rumahmu dan kuburan?
Bagaimana jika kau
memberikan rumah, mobil, dan orang tua
yang seperti ini untuk putrimu?
Bukan memberi kereta bayi bekas seperti itu.
Bagaimana tahu anakku perempuan?
Kau...
mau penipu atau apa pun, kau salah pilih korban.
Kukirim kau ke penjara.
Halo, layanan panggilan darurat 112. Bisa dibantu?
Halo, silakan bicara.
Siapa kau sebenarnya?
Orang yang akan menolong hidupmu.
Bagaimana?
Apa yang harus kulakukan
agar bisa mendapatkan itu?
Hanya perlu bunuh kau yang lain.
Sekarang,
kau mau mengubah
kehidupan sialmu?
Bagaimana
kalau aku menolak?
Aku sudah melihat wajahmu.
Apa bukan wanita ini,
tapi...
aku yang mati?
Aku tak tahu.
Karena belum ada yang menolak.
Tak apa-apa.
Kau bisa jadi orang pertama yang menolak.
Itu menarik untukku.
Tunggu.
Tunggu sebentar.
Aku...
harus hubungi ke mana?
Aku
yang akan menghubungimu.
Laporan darurat dari Menhan.
Di pantai laut timur Korea-Jepang,
ada kapal nelayan Tiongkok minta bantuan.
Kapal Perusak Yi Sun-sin mendapat sinyal itu.
Yakin itu kapal nelayan?
Ya. Sudah dipastikan.
Katanya mereka tersasar karena banyak kabut dan ombak.
Ini sama dengan musim semi lalu.
Pasukan AL Jepang juga punya celah masuk lagi, 'kan?
Ya. Keadaan Tiongkok-Jepang sedang tegang
karena Jepang membatalkan perjanjian ZEE.
Ayo berpikir sederhana.
Tegaskan ke Jepang saat negosiasi ZEE berikutnya,
dan tolong mereka karena kita terima sinyal.
Beri bantuan dan tanya kenapa selalu tangkap ikan di laut kita.
Baik.
SERTIFIKAT PENGANGKATAN KOO SEO-RYEONG
Raja Kerajaan Corea
menerima permintaan rakyat,
dan mengizinkan susunan kabinet ini.
Semoga kau menjadi PM yang menghargai rakyat.
Aku akan berusaha keras, Baginda.
Baginda ingin aku menjadi PM yang seperti apa?
PM yang hanya sering melapor lewat surat resmi.
PM Koo.
Aku tak bisa berutang kepadamu.
Kita lihat bagaimana momen ketiadaanku akan tercatat
di masa depan.
SATU ARAH
PAMERAN ARTEFAK KERAJAAN COREA
Astaga.
Maafkan aku.
Tak apa-apa.
KERAJAAN COREA PERINGKAT EMPAT PDB TERTINGGI DUNIA
Peringkat empat?
Republik Korea...
Apa PDB Kerajaan Corea setinggi itu?
Kita menyediakan logam tanah langka ke seluruh dunia.
Di buku pelajaran juga ada.
Maaf, apa itu logam tanah langka?
Hal itu selalu ada di ujian.
Serium, lantanum, itrium, samarium...
Apa kau orang asing?
Ya, semacam itu.
Jadi, apa itu semua?
Itu mineral.
Di daerah utara ada 30 juta ton, dan di laut juga ada.
Karena harga per ton yang di daerah utara adalah 20 miliar,
mungkin totalnya enam kuintiliun dolar.
Jadi, apa itu semua punya Kerajaan Corea?
Tentu tidak.
Lokasi logam tanah langka itu milik keluarga kerajaan,
tepatnya itu semua punya Raja.
Itu berlian?
Kalau itu berlian, aku Putri Diana.
Kau raja?
Aku benar-benar sial. Tak ada kesempatan lain lagi untukmu.
Ternyata kau tidak main-main.
STASIUN BUSAN
CTX TAMAN NASIONAL GUNUNG KUMGANG TUR KERETA LIBURAN MUSIM GUGUR
BUSAN
KOTA SEJARAH, BUSAN
KERETA CTX DARI MOKPO KE GUNUNG PAEKTU
Kereta ke Pyongyang.
Kereta CTX ke Pyongyang akan segera berangkat di peron tiga.
STASIUN BUSAN KE STASIUN SEOUL
Para penumpang, periksa tiket Anda
dan segera naik kereta.
- Pak, lihat itu. - Kereta CTX
ke Pyongyang akan segera berangkat.
Para penumpang, periksa tiket Anda
- Lihat itu. - dan segera naik kereta
- Itu Luna, 'kan? - di peron tiga.
Dia mengubah rambutnya.
- Kau. - Ya.
- Tangkap dia. - Baik.
Kenapa menghalangi kami? Mau mati?
Kau?
Ya, Jo Yeong.
Kau cepat bebas.
- Siapa nama wanita itu tadi? - Luna.
Wanita yang kami cari waktu itu.
Kau yakin?
Dia bawa lari uang bos kami,
dan mengecat rambut dengan uang itu. Bagaimana aku lupa?
Sekarang, bos kami dipenjara karena dia.
- Sedangkan dia naik kereta... - Baik. Pergilah.
Dia tamuku.
Jangan buat aku bicara dua kali.
PM, kau cantik sekali!
Sangat cantik!
Cantik sekali.
PENCARIAN TERKAIT LEE GON PERNIKAHAN LEE GON DAN KOO SEO-RYEONG
PM, makanlah yang teratur.
- Aku sayang kalian! - Aku juga!
Jaga kesehatan!
Kenapa kau tak gemuk padahal hamil enam bulan?
Aku membentuk badanku sebelum menikah.
Suamiku tak suka yang gemuk.
Ya, jangan seperti aku.
Waktu aku hamil tujuh bulan,
suamiku selingkuh.
Permisi.
Sepertinya Seo-ryeong datang.
Buat aku tak nafsu makan. Dia datang juga.
Aku pergi duluan.
- Kau pergi? - Ya.
Dia pergi?
Dia bilang tak nafsu makan.
Makanan belum keluar, bagaimana bisa tak nafsu makan?
Kau tak tahu?
Anggota Kongres Park Cheol-ung yang ada skandal itu ipar dari iparnya.
Apa maksudnya?
Aku bahkan tak ingat wajah iparku.
Karena kalau orang menentangmu, sesuatu akan terjadi.
Katanya tak ada orang lain yang untung dari skandal itu kecuali kau.
Bukankah orang yang paling diuntungkan
biasanya pelakunya?
Kebetulan saja orang yang berskandal yang menentangku.
Kata suamiku, Pangeran Buyeong mendukungmu.
- Benarkah? - Kalau benar kenapa?
Suamimu akan berpihak kepadaku?
Boleh begitu?
Kau jadi menantu Kerajaan sekarang?
Karena itu, jabatanmu diperpanjang?
Tak mungkin.
Trik "Aku belajar sambil jual ikan" sudah tak berfungsi.
Daripada menjadi PM bermasa jabatan lima tahun,
lebih baik menjadi permaisuri tanpa masa jabatan.
Tapi aku tak tahu apa Baginda suka wanita berumur.
Kau mau lihat itu berfungsi atau tidak?
Kau bisa apa kalau pada sisa masa jabatanku
aku mau memeriksa pajak Sungwoon Group milk suamimu?
Bisa apa kau kalau aku melakukan itu seperti orang gila?
Tak beranjak?
Sepertinya pembicaraan kita tak baik untuk janinmu.
Maafkan Bibi, ya.
KANTOR KEPOLISIAN SEOUL JONGNO
Sebentar.
Apa kalian tak kenal aku?
Jeong Tae-eul.
Apa tak kenal?
Ya...
Kau kenal?
Aku tak tahu. Siapa kau?
Kalau Sin-jae? Jangmi?
Atau Direktur Kim Hee-ju dari Tim Forensik.
Siapa mereka?
Didengar dari namanya sepertinya mereka orang baik.
Memang kenapa?
Mau ke kantor polisi?
Apa kau detektif?
Bukan. Sepertinya aku keliru.
Selamat makan siang.
- Ya. - Ya.
Kau terlalu banyak muncul di berita.
Aku juga kaget. Aku terlihat tampan di kamera.
Kau tampak keren.
Mau makan apa? Aku sup tulang sapi.
Aku sup dengkul sapi.
Tapi bagaimana dia tahu kita mau makan?
Dah.
- Ayo makan sup dengkul. - Aku tahu satu tempat.
Sudah 50 tahun. Rasa sup tulang dan sup dengkulnya mirip.
Tak mungkin.
KERAJAAN COREA
Jika dia tak jadi detektif...
Benar.
Artinya keluarganya tak bangkrut.
Kang Sin-jae dari Kerajaan Corea.
Sangat keren.
Astaga.
PYEONGCHANG MUNHWA-RO
PYEONGCHANG-GIL
Hai.
Kita sering bertemu.
Masih suka makanan manis?
Kadang-kadang, tapi setiap makan ketahuan.
- Kenapa kau ada di sini? - Aku tinggal di dekat sini.
Aku dulu pernah tinggal di dekat sini.
Apa hari ini ada kumpul-kumpul?
Aku mau minum seharian.
Ini masih kurang kalau minum dari siang.
Mau satu?
Apa psikiater boleh jadi pecandu alkohol?
Aku tak ketergantungan, hanya kuat minum.
Apa makanan manis benar bermanfaat?
Aku hanya suka karena manis, dan cepat meleleh.
Bukankah meleleh perlahan lebih baik kalau manis?
Intinya akan meleleh.
Tapi, apa pekerjaanmu?
Jika kau datang lagi, aku mau tanya. Tapi kau tak datang.
- Aku detektif. - Benarkah?
Aku salah sangka.
- Aku kira preman. - Seorang psikiater...
Pantas obatnya tak ampuh.
Aku yakin kau tak minum.
Kapan kau pindah dari lingkungan ini?
Aku terus tinggal di sini, mungkin kita pernah...
Ya. Aku sudah ceritakan waktu berobat bahwa keluargaku bangkrut.
Aku pindah waktu SMP.
Harga rumah di sini sudah naik, ya?
Kadang aku ke sini, dan tiap ke sini hatiku sakit.
Apa yang membuatmu terus ke sini?
Kau masih bermimpi buruk?
Jangan tiba-tiba melakukan sesi.
Terutama saat minum alkohol.
Kau anggap aku orang bodoh?
Kalau begitu, kita minum saja.
AKU BOSAN. AYO MAIN BILIAR
Jeong siapa?
KLINIK ORIENTAL SUIM
Jeong Do-in.
Dia pemilik tempat latihan taekwondo. Kau tak tahu?
Kami tak tahu orang itu.
Kalau begitu,
apa kau kenal seorang wanita bernama Ahn Bong-hui?
Apa kau mengenalnya?
Dia mirip denganku.
Tak pernah lihat?
Ahn Bong-hui?
Tak kenal.
Kami sudah 30 tahun tinggal di sini.
Kenapa? Mereka bilang tinggal di sini?
Tidak. Terima kasih.
Semuanya 41.800 won.
Ya, sebentar.
Maaf, berapa harga yang berdiri?
34.800 won.
Aku tak hitung uang, dan naik taksi.
Maaf, apa ada terminal bus di Gangnam?
Ada di Songpa-gu.
Tapi saat ini busnya sudah tak ada.
Tak ada kartu?
Ini bukan lelucon.
Aku dan Lee Gon...
maksudku... dengan Baginda
saling kenal.
Tunggu...
Aku tak bercanda.
Aku hanya butuh satu menit.
Uangku kurang 2.600 won.
Jadi, aku tak bisa pulang ke Busan...
Tak lama,
hanya sepuluh detik.
Barusan
siapa kau bilang?
Ya, Baginda.
Ada seorang wanita menelepon ke istana,
mencarimu sebanyak 17 kali.
- Tim keamanan berkata... - Bukan.
Nama yang menelepon.
Namanya Putri Diana.
Untuk jaga-jaga, kami melacaknya. Dia di Stasiun Seoul.
Ganti arah.
Kita ke Seoul.
Apa?
Cari posisi Kapten Jo sekarang.
Baiklah.
Astaga.
Kenapa kau di sini?
Aku menerima perintah Baginda.
Sebelum dipenggal, kau harus tetap hidup.
Tapi, apa pemenggalan benar ada?
Sudah ditiadakan sejak 1920, tapi...
sepertinya akan ada lagi.
Astaga.
Siapa kau sebenarnya?
Kau benar detektif?
Kenapa kau ke kantor polisi tadi?
Kau mengikutiku seharian?
Ikuti aku.
Kau mencariku?
Ya.
Tujuh belas kali?
Ya.
Aku kira kau di Busan.
Kenapa pergi sejauh ini?
Sudah menemukan Ahn Bong-hui?
Bagaimana kau tahu?
Sejak kapan kau mengikutiku?
Seharusnya kau pinjami aku uang lagi.
Siapa dia?
Siapa yang kau cari di dunia ini?
Ibuku.
Ini dunia paralel.
Ada Na-ri, ada Eun-sup.
Walaupun aku tak ada, bisa saja
ibuku masih hidup.
Aku tahu dia orang lain.
Aku hanya berharap dia tak sakit.
Aku juga hanya punya ingatan saat umur lima tahun.
Aku hanya mau melihatnya sebentar.
Makanya aku kemari.
Seharusnya kau bilang kepadaku.
Aku hanya penasaran.
Tapi dia tak ada.
Omong-omong...
Hari ini, menyenangkan berkatmu.
Ternyata karena itu kau cari KTX.
Aku tak tahu apa itu KTX.
Pencarian?
Kali ini, bukan dia.
Aku tahu dari fungsi penyimpanan.
Kau punya banyak rasa penasaran.
Kenapa kau penasaran tentang mantan pacarku?
Katamu aku tidak pernah pacaran.
Kenapa kau lihat itu?
Kau curang.
Baginda, PM Koo...
Ya. Kau juga mencari soal dia.
Kalau Koo Seo-ryeong...
Aku hanya penasaran karena tertulis dia PM wanita termuda.
Karena hebat, aku melihatnya.
Kenapa? Merasa bersalah?
Kami bertemu setiap Jumat.
Memang dia IU?
Ya. Itu PM Koo.
Dia pasti menerima laporan pendaratan helikoptermu di Seoul.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Kita bertemu di waktu dan tempat yang tak dikira,
juga dengan orang yang tak dikira.
Ya.
Karena itu, aku jadi kesulitan.
Salam kenal.
Aku PM Kerajaan Corea, Koo Seo-ryeong.
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.