Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Setelah mengalami kematian, roh akan melewati sebuah jalan pulang.
Terbentang sepanjang 800 Li, tiada bunga maupun daun yang tumbuh.
Hanya terhampar pasir kuning, tampak penuh kegersangan.
Tempat itu dikenal dengan Alam Gersang Kuning.
Di sana ada siluman,
yang dikenal sebagai Keluarga Mengpo.
Berwujud wanita, sangat cerdik dan penuh siasat.
Penampilannya cantik dan menggoda, gemar memakan hantu, dan pandai membuat sup.
Sup Mengpo, terbuat dari 8 jenis air mata.
Butuh waktu yang panjang untuk memasaknya,
Wanginya bisa menembus sampai ke langit.
Roh yang meminumnya, akan kehilangan ingatan masa lalu.
Namaku Sanqi,
seorang Mengpo.
Hari itu angin di Alam Gersang Kuning bertiup sangat kencang,
terus bertiup sepanjang hari.
Langit mulai menjadi gelap,
Biksu itu datang ke Pondok Mengpo.
Aku masih ingat,
dia bernama Wuming (tanpa nama).
The Ferry Man Subtitle By@Dyah
Dia membawa sekuntum bunga untukku.
Itu adalah sekuntum bunga yang pertama di Alam Gersang Kuning.
The Netherworld
Waktu itu,
aku baru berumur 300 tahun,
masih sangat muda.
Aku sungguh tidak sanggup menangis.
Aku Qi Yang, seorang kesatria yang berdiri tegak di antara langit dan bumi.
Kalau ingin nyawaku, ambil saja.
Kalau ingin air mataku,
sama sekali tidak ada.
Sanqi,
mana supnya?
Baik.
Sup yang bagus.
Sup Mengpo dibuat dari 8 macam air mata.
Seberapa banyak pahit dan getir,
haruslah dimasak dengan api secara perlahan.
Lenyapkan rasa pahit dan getirnya, sisakan rasa manis dan harumnya.
Demikianlah dimasak hingga seumur hidup,
jadilah sepanci sup yang bagus.
Kehidupan pun juga demikian.
Sup Mengpo begitu manis dan lezat.
Setelah aku meminumnya hingga habis,
aku bisa segera bereinkarnasi.
Tunggu dulu.
Kau tidak memberikan air mata untukku.
Ada barang apa di dalam peti mati yang kau bawa kemari,
segeralah keluarkan.
Aku hanya seorang prajurit, tidak memiliki apa-apa.
Di tubuhku juga tidak ada benda apa pun.
Apa itu yang ada di dadamu?
Aku hanya punya tusuk konde itu, tidak bisa kuberikan.
Di Alam Baka ada Buku Yin dan Yang.
Buku Yin berisi tentang kelahiran, kematian dan panjangnya usia,
yaitu takdir.
Sedangkan milikku ini
adalah Buku Yang.
Berisi pahala dan dosa manusia selama seumur hidupnya.
Awalnya untaian bambu ini tidak ada huruf,
dalam waktu singkat bisa menjadi buku.
Di sini tercatat,
di medan perang, kau telah membunuh 37 orang.
Aku digaji oleh kemiliteran, bagaimana mungkin mengabaikan nyawa manusia?
7 tahun lalu kau mundur dari militer dan pulang kampung bercocok tanam,
lalu kenapa kau membunuh sebuah keluarga di desa tetangga?
Jumlahnya lebih dari 10 orang.
Kau melakukan pembunuhan dengan kejam, juga membakar rumah orang,
lalu melarikan diri kemari, kan?
Tusuk konde kepala phoenix ini adalah barang milik nenek dari keluarga itu.
Tusuk konde itu
adalah milikku.
Sebelum pergi berperang, aku menjual seekor sapi,
lalu aku meminta seorang ahli emas untuk membuat tusuk konde itu
untuk kuberikan kepada A Feng.
Kalau begitu A Feng adalah nenek dari keluarga itu.
A Feng …
Dia bilang
ketika aku pulang,
dia akan menikah denganku.
Tetapi dia tidak menunggumu.
7 tahun lalu, A Feng sekeluarga telah tewas,
lalu menuju ke Alam Baka dan melaporkan perbuatanmu.
Kau tidak bisa bereinkarnasi lagi,
dan kau harus menerima siksaan di penjara penempaan yang tidak berujung di sini.
Lebih baik
aku
makan saja dirimu.
Makanlah lebih cepat.
Sejak lahir kau sudah bodoh, dan tidak cantik,
juga tidak bisa tumbuh besar.
Aku dengar para Pengawal Hantu berkata,
dulu ketika Mengpo masih ada banyak, masing-masing dari mereka
terlahir dari hawa roh yang ada di langit dan bumi.
Semuanya sangat cantik dan anggun seperti ibu.
Katanya aku ini dipungut oleh Ibu.
Sembarangan.
Siapa yang di belakang bicara omong kosong itu?
Biar ibu menggigit kepalanya hingga putus.
Ibu jangan marah.
Wajah ibu sangat menawan,
aku sangat senang melihatnya.
Sedangkan wajahku, aku melihatnya saja sudah benci.
Kita Keluarga Mengpo memiliki 7 gumpalan roh.
Ini salah Ibu, karena telah kehilangan salah satu gumpalan dan menjadi dirimu.
Hanya tersisa 6 gumpalan roh.
Kau pun menjadi seperti ini.
Tetapi Mengpo ….
Aku bilang hantu hari ini semuanya sudah diantar pergi.
Aku adalah Wuming.
Aku datang ke Alam Gersang Kuning
untuk menanyakan suatu hal kepada Mengpo.
Aku lihat wajahmu cukup tampan, tetapi kau pernah tergoda oleh wanita.
Sekarang tidak perlu banyak bicara lagi.
Hantu hari ini sangat banyak, aku pun sudah lelah,
ingin beristirahat lebih awal.
Di dunia manusia tidak ada semangkuk sup yang seperti diriku,
apakah kau mau mencicipinya?
Ternyata begini caranya meminum Sup Mengpo.
Kau janganlah tidak paham dengan maksud baikku.
Jika aku menemukan kau telah melakukan perbuatan jahat,
maka aku terpaksa harus mencicipimu.
Huh!
Ternyata kau adalah orang hidup.
Ini adalah tanah kematian, dalam 300 tahun tidak ada orang hidup yang kemari.
Bagaimana kau bisa tiba di sini?
Aku sudah tahu.
Hari ini adalah Hari Hedan
yang hanya ada setiap 300 tahun sekali.
Hari ini kekuatan Yin dan Yang saling berlawanan,
di Alam Gersang Kuning pasti akan bertiup angin kencang.
Orang hidup bisa mengikuti angin memasuki Alam Gersang Kuning.
Untuk apa kau datang ke sini?
Hanya lewat. Setelah melewati Alam Gersang Kuning, aku akan menuju Alam Baka.
Aku menuju ke Alam Baka
untuk menemui Raja Alam Baka.
Kau tidak akan bisa melewati Alam Gersang Kuning,
dan tidak akan bisa menuju ke Alam Baka.
Raja Alam Baka telah mengambil barangku.
Aku harus memintanya kembali.
Pelatihan dirimu tidaklah mudah.
Jika kau maju selangkah lagi, tidak ada lagi jalan untuk kembali.
Setelah meminum supku, kau bisa mundur ke kehidupan lampau.
Pergilah ke tempat asalmu.
Aku ingin bertemu Raja Alam Baka,
kau harus membantuku.
Apa imbalannya?
Mengpo adalah penguasa di Alam Gersang Kuning.
Jika kau membantuku,
terimalah sedikit ketulusan hati dari Wuming ini.
Itu adalah benih bunga.
Aku pernah dengar, sepanjang 800 Li di Alam Gersang Kuning tidak ada bunga dan daun.
Jadi aku membawa benih bunga itu ke sini.
Bunga ini bukanlah benda biasa.
Itu adalah benih bakung lelabah.
Bunga itu bisa hidup jika ditanam di Alam Gersang Kuning.
Bunga?
Alam Gersang Kuning tidaklah kekurangan bunga apa pun.
Hal yang paling kubenci adalah orang hidup datang ke Alam Gersang Kuning.
Hantu yang tadi sungguh tidak enak dimakan.
Lebih baik aku makan dirimu saja.
Kau akan mendapat ketenangan.
Aku juga akan mendapat ketenangan.
Tadi aku bilang ada suatu hal yang ingin kutanyakan,
tetapi masih belum kutanyakan.
Apakah Mengpo
bisa mati?
Ini tidak akan bisa membunuhku.
Dasar kau, Biksu,
aku akan membelah badanmu menjadi 10.000 bagian.
Ibu!
Jangan ke sini!
Ibu!
Di dunia ini,
hanya darah Arahat yang dapat membunuh Mengpo.
Ternyata kau sudah melatih diri sampai di tingkatan itu.
Kesalahanku terhadapmu ini,
akan kubayar di kehidupan mendatang.
Sanqi.
Ibu.
Kelak kau menjadi satu-satunya Mengpo di Alam Gersang Kuning.
Kau harus cepat bertumbuh besar.
Setelah mati,
Ibu akan bereinkarnasi.
Meskipun bisa terbebaskan, ini adalah takdir.
Kau jangan salahkan Biksu ini,
apalagi membencinya.
Baik.
Kau harus tertawa,
jangan menangis.
Dengan begitu,
barulah manusia di dunia tidak akan menganggapmu kasihan, dan tidak akan menindasmu.
Sebelum aku mati,
aku tetap ingin bertanya,
apa sebenarnya yang telah diambil oleh A Cha dari dirimu?
Kecapiku.
Apa kau tahu,
ketika memasuki Alam Baka,
hasil pelatihan dirimu selama sepanjang hidup akan lenyap?
Kau akan selamanya terkurung di Dunia Arwah.
Hanya demi sebuah kecapi,
apakah kau merasa itu pantas?
Ibu!
Pantas.
Penanggalan Alam Baka 2472 Kalpa,
Tahun Ouzhuo, Hari Hedan.
Terjadi satu kali dalam 300 tahun,
angin bertiup kencang di Alam Gersang Kuning.
Ada Arahat yang datang mengikuti angin, dan membunuh Mengpo.
Wuming telah terseret ke kedalaman Alam Baka,
aku tidak pernah lagi bertemu dengannya.
Kemudian,
di Alam Baka bertambahlah seorang Pengawal Hantu,
namanya Zhao Li.
Para Pengawal Hantu mengatai aku bodoh.
Hanya dia yang sering datang menengokku.
Mungkin ini adalah pesan Ibu sebelum mati agar dia menjagaku,
tetapi dia tidak lagi mengingatnya.
Dia telah lupa sama sekali.
Terkadang aku curi-curi memanggil Wuming dari belakang tubuhnya,
tetapi dia sama sekali tidak menoleh.
Ternyata benar, ketika sudah masuk ke Alam Baka,
tidak ada lagi jalan kembali.
Di mana Mengpo?
Di mana hantu jahat yang membuat onar?
Zhao Li.
Zhao … Zhao Li.
Jika hari ini aku dibunuh oleh hantu jahat ini,
tolong kau gantikan aku untuk merawat bakung lelabah ini.
Bunga-bunga ini belum berkembang.
Pisau yang ada di lehermu itu
adalah pisau dapur yang kau gunakan untuk memotong hantu.
Kau ini anak yang bodoh.
Memangnya kedua preman ini bisa membunuhmu?
Siapa yang kau katakan sebagai preman?
Kau preman, kau preman.
Kau adalah preman.
Pre … preman.
Kalian berdua berani membuat masalah di Pondok Mengpo,
apakah kalian ingin musnah tak berbekas menjadi debu dan
tidak bisa bereinkarnasi selama puluhan ribu kalpa?
Bau Sup Mengpo itu tidak bisa ditahan,
bagaimana mau meminumnya?
Mengpo ini ingin memakan kami berdua bersaudara.
Pondok Mengpo apa-apaan?
Jelas-jelas ini sebuah tempat yang isinya pemakan manusia.
Kalian … sebelum terlahir di kehidupan kali ini, kalian adalah bajak laut.
Kalian membunuh, merampok, memperkosa dan membakar.
Diri … diri kalian penuh dengan kejahatan.
Karena itulah kalian tidak ada kesempatan lagi untuk bereinkarnasi,
jadi kalian memang harus menjadi makananku.
Kau sudah tahu kalau diri kami penuh dengan kejahatan.
Hari ini
kami akan membunuh kalian semua!
Da Niu.
Xiao Lu.
Sepanjang hidup kita berdua selalu bertindak berani,
mengapa bisa jadi terhina seperti ini?
Hari ini, dengan pisau di tangan,
kita akan keluar dari Alam Gersang Kuning seluas 800 Li ini.
Serang!
Da Niu.
Tangkap bungaku!
Anak sialan, apa yang kau tertawakan?
Kau jangan remehkan aku.
Bungaku.
Sanqi, tangkap!
Terima kasih, Zhao Li.
Serang!
Xiao Lu,
cepat pergi!
Anak bodoh, tutup pintunya!
Xiao Lu,
cepat pergi!
Pisaumu sangat cepat, bisa membelah angin.
Pisauku sangat kejam,
sekali menebas hantu, bisa membuatnya musnah tak berbekas.
Coba kau katakan,
untuk apa kau membunuhnya?
Kalau tubuhnya sudah musnah tak berbekas, lalu aku harus makan apa?
Menyingkirlah.
Da Niu.
Kau bilang kau tidak akan menyerah.
Kau bilang di kehidupan mendatang kita akan kembali menjadi saudara.
Jangan menangis terus.
Jika kau mau menyerah,
aku ...
aku akan biarkan tubuhmu utuh.
Kau jangan menipuku.
Aku Wang Xiaolu, adalah seorang pemberani,
aku tidak mengerti apa itu menyerah.
Hari ini tidak perlu kalian yang bertindak.
Aku sendiri yang akan menyelesaikannya.
Aku ... kepalaku sudah putus.
Kenapa masih belum mati?
Otakmu sudah rusak.
Kau memang awalnya sudah mati, mau mati bagaimana lagi?
Senang sekali.
Ayo masak.
Selesaikan dulu masalah utamanya.
Sial.
Sanqi,
supmu ini dimasak dengan bau yang terlalu menusuk.
Ini supnya, ya?
Hantu mana yang bisa meminumnya?
Setelah meminum sup ini mereka juga tidak mengingatnya lagi.
Zhao Li,
kau sudah sekian lama tidak datang menengokku.
Waktu itu aku menceritakan sedikit tentang masalah dunia manusia,
kau juga tidak menghiraukanku.
Kalau begitu lebih baik kali ini kau yang bercerita kepadaku.
Apa yang menarik dibicarakan tentang masalah dunia manusia?
Yang kau antar pergi setiap hari itu semuanya berasal dari dunia manusia.
Untuk apa lagi bertanya kepadaku?
Seandainya bisa pergi ke dunia manusia,
entah betapa gembiranya.
Di dunia manusia ada 4 musim yang penuh keindahan,
ada bunga-bunga di pegunungan dan tempat-tempat yang indah.
Tidak seperti di Alam Gersang Kuning,
hanya ada sekuntum bunga bakung lelabah.
Itu pun tidak bisa mekar.
Mekar apanya?
Bunga ini bahkan berbentuk seperti ini,
pasti tidak lama lagi mati.
Aku ... aku masih ingin bertanya kepadamu.
Ini sudah hampir 300 tahun,
siang malam aku terus mengamatinya dengan teliti,
mengapa bunganya masih juga belum bisa bertumbuh mekar?
Benar, mengapa kau bertanya kepadaku?
Katanya ini bakung lelabah dari Tanah Buddha,
ternyata tidak mekar juga.
Sanqi,
dari mana datangnya bunga ini?
Dulu A Cha si Raja Alam Baka itu pernah berkata,
dia ingin kita berdua menjadi suami isitri.
Aku pikir ....
Kapan bisa menikah?
Apa kau merasa bisa?
Bisa.
Sangat bagus.
Bukan.
Dadamu begini besar,
sangat bertekstur dan elastis.
Lepaskan tanganmu.
Aku Zhao Li, sejak lahir tidak pernah tergoda oleh wanita.
Kau bicara apa?
Aku dengar dari orang, kau sebelumnya pernah tidur dengan seorang hantu wanita.
Siapa yang beri tahu padamu?
Murong.
Apa yang dikatakan Mulan tentang aku?
Ketika aku bilang aku ingin menikah denganmu, dan dia pun tertawa.
Dia juga mewakili diriku bergembira.
Mewakilimu bergembira?
Bahkan dia juga memintaku berkaca.
Entah apa maksudnya.
Lalu apakah kau sudah berkaca?
Sudah.
Yang ada di dalam cermin adalah aku sendiri,
wanita tercantik di Alam Gersang Kuning.
Di Alam Gersang Kuning memang kaulah satu-satunya wanita.
Cepat kau tanggalkan tusuk konde itu, tidak cocok denganmu.
Ini adalah pemberian dari ibuku.
Entah seberapa cantiknya jika aku mengenakannya.
Zhao Li,
mengapa hari ini tubuhmu
ada semacam bau yang sangat manis?
Bau yang manis?
Tidak ada.
Benarkah?
Apa benar bukan berasal dari tubuhmu?
Zhao Li,
apakah kau tidak mencium semacam
bau yang sangat harum dan manis?
Di rumahmu ini mana ada bau yang sangat harum dan manis?
Benda apa ini? Harum sekali.
Keluarlah kau.
Duduklah.
Sanqi, bagaimana kau melakukan pekerjaanmu hari ini?
Kenapa masih tertinggal seorang anak kecil?
Lucu sekali.
Siapa namamu?
Namaku Changsheng (abadi).
Changsheng?
Kau harum sekali.
Zhao Li,
biarkan aku menggendong Changsheng.
Kau bersihkan dulu air liurmu.
Kau ini punya niat apa?
Biarkan aku menggendongnya.
Dengarkan, Sanqi.
Di Dunia Arwah ada peraturan Dunia Arwah.
Mengpo hanya boleh memakan hantu yang tidak bereinkarnasi ke 6 alam kehidupan.
Sedangkan Changsheng ini, kau tidak boleh memakannya.
Cepat buat semangkuk sup.
Biar aku yang memberinya makan,
dan mengantarnya ke Sumur Reinkarnasi.
Tidak bisa begini,
aku belum membaca buku kehidupannya,
kalau ternyata dia telah berbuat dosa besar ....
Memangnya dia ini baru umur berapa sampai bisa berbuat dosa besar?
Kenapa kau menilai orang hanya dari penampilannya?
Pepatah mengatakan, cita-cita besar seseorang tidak dilihat dari umurnya.
Kakak ingin memakanku.
Kakak bukan ingin memakanmu.
Kakak hanya mencium tubuhmu wangi.
Sudahlah, jangan menangis lagi.
Kakak ingin memakanku.
Kakak bukan ingin memakanmu.
Kakak hanya mencium tubuh Changsheng wangi.
Kakak ingin memakanku.
Kakak bukan ingin memakanmu.
Kakak hanya mencium tubuh Changsheng wangi.
Kau jangan menangis lagi.
Bolehkah aku memakan satu tangannya saja?
Itu tidak akan menghalanginya untuk bereinkarnasi.
Jangan ada niat yang tidak baik!
Sekarang aku akan membuatkan sup untuknya,
lalu mengantarnya ke Sumur Reinkarnasi.
Satu saja.
Astaga.
Changsheng.
Changsheng.
Guru.
Guru.
Siapa kau?
Berani sekali menerobos ke Alam Gersang Kuning.
Aku Chen Shi.
Di dalam dunia pelatihan diri menuju kedewaan,
ada sebuah perguruan yang kecil.
Changsheng adalah murid terkecil di perguruan kami.
Saat ini dia sudah melatih diri hingga rohnya bisa meninggalkan tubuh.
Dia bukan sengaja ingin memasuki Alam Gersang Kuning.
Tubuh anak ini masih ada.
Aku harap Tuan bisa mengembalikan roh Changsheng.
Ternyata roh dari orang hidup.
Masih usia demikian sudah bermain-main mengeluarkan roh dari tubuh.
Tidak bisa, tidak bisa.
Nona yang sangat cantik ini,
pasti seorang Mengpo.
Dasar penjilat.
Tetapi kau memujiku cantik,
penglihatanmu sungguh bagus.
Tidak akan kukembalikan.
Pokoknya tidak akan kukembalikan.
Sanqi.
Guru.
Changsheng.
Hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi.
Kalau tidak ada aku di sini,
dia benar-benar tidak akan bisa kembali.
Terima kasih banyak, Tuan.
Tuan, Anda sangatlah teliti.
Tubuh asliku saat ini ada di depan pintu masuk Alam Gersang Kuning.
Aku hanya mengirimkan bayanganku kemari.
Alam Gersang Kuning adalah tempat persinggahan menuju Alam Baka.
Mana boleh orang hidup sembarangan masuk.
Mohon bantuan Tuan
untuk mengantarkan Changsheng menuju ke pintu masuk Alam Gersang Kuning.
Aku menunggu di sana.
Mohon bantuan Anda.
Mohon bantuan Anda.
Namaku Zhao Li,
seorang Pengawal Hantu.
Namanya Sanqi, dia adalah Mengpo di sini.
Ingatlah, lain kali kalau bermain-main mengeluarkan roh dari tubuh lagi,
aku akan meminta Kakak ini
untuk memakanmu.
Baik, Changsheng akan mengingatnya.
Changsheng.
Bakung lelabuhku ini masih saja belum mekar.
Tahun depan kau sudah berumur 600 tahun.
Kenapa sup yang kaumasak
masih saja bau busuk?
Aku dengar dari para Pengawal Hantu,
sup buatan Mengpo yang sebelumnya
sangat menyegarkan dan lezat.
Manis sekali seperti cinta pertama.
Sup Mengpo-ku kurang satu macam bahan.
Sup Mengpo dibuat dengan 8 air mata.
Satu, air mata kehidupan.
Satu, air mata kehidupan.
Dua, air mata penuaan.
Dua, air mata penuaan.
Tiga, air mata penderitaan.
Tiga, air mata penderitaan.
Empat, air mata penyesalan.
Empat, air mata penyesalan.
Lima, air mata kerinduan.
Lima, air mata kerinduan.
Enam, air mata penyakit.
Enam, air mata penyakit.
Tujuh, air mata perpisahan.
Tujuh, air mata perpisahan.
Delapan ....
Ibu, apa yang kedelapan?
Ibu sudah lupa yang kedelapan.
Lalu bagaimana Sanqi memasak sup?
Kau masih kecil, tidak perlu terburu-buru.
Tunggu kau sudah besar nanti, mungkin kau akan bisa secara alami.
Ibu, Sup Mengpo wangi sekali.
Wangi sekali.
Wangi sekali.
Di mana orangnya?
Di mana orangnya?
Di mana orangnya?
Ke mana orang-orang pergi?
A Xiang.
A Xiang.
A Xiang.
Kenapa kau datang ke Pondok Mengpo-ku?
Aku adalah ...
Aku adalah ...
Putri Jiangdong.
Aku adalah Putri Jiangdong.
Kau ini orang dari desa mana?
Berani-beraninya secara langsung menyebut nama kebesaranku.
Pengawal,
seret dia keluar.
Putri, Anda lupa lagi.
Dia adalah Mengpo Sanqi.
A Xiang.
Hari ini kau menggunakan wewangian yang baru.
Wangi sekali.
Minggir.
Minggir.
Dasar tolol.
Aku tanya kau,
apakah tadi kau melihat ada sesosok roh orang hidup?
Tidak.
Hari ini hanya kau yang datang ke sini.
Hari ini Raja Alam Baka ingin keluar dari Alam Baka.
Penjagaan di Dunia Arwah harus diperketat.
Tadi aku melihat ada sesosok roh orang hidup terbang memasuki Alam Gersang Kuning.
Aku sudah berusaha mengejarnya, tetapi kehilangan jejak.
Di Alam Gersang Kuning ini, hanya di Pondok Mengpo-lah bisa menyembunyikan orang.
Sepertinya,
hari ini aku perlu menggeledah Pondok Mengpo-mu ini.
Kalau mau menggeledah, geledah saja, asalkan jangan merusak bungaku.
Sanqi.
Sanqi.
Kau ... kau ini sungguh tak berguna.
Pondok Mengpo-mu ini,
dia itu tidak berhak sembarangan menggeledahnya, kenapa kau biarkan saja?
Tutup mulutmu!
Dasar kau kepala orang mati, sembarangan sekali!
Pengawal!
Bawa dia keluar,
buang dia!
Kau berani-beraninya berlagak?
Kau tidak lebih dari Pengawal Hantu,
Mengpo-lah yang merupakan penguasa Alam Gersang Kuning.
Kau ini tidak berhak.
Kau berani meludahiku?
Dasar kau kepala orang mati.
Kaulah yang kepala orang mati.
Putri.
Putri.
Aku adalah Putri Jiangdong,
dikerjai oleh kepala orang mati,
mana ada logika seperti ini?
Tempat apa ini?
Aku sedang apa di sini?
Roh orang hidup apanya?
Di mana orangnya?
Putri, kami sudah berusaha mencari,
tidak ada.
Sanqi,
jika kau melihatnya, segera beri tahu aku.
Kau wangi sekali.
Sanqi,
kau bilang apa?
Aku tidak bilang apa-apa.
Kalau kau sengaja menyembunyikannya,
tanggung sendiri akibat kesalahanmu.
Aku tidak melihat ada laki-laki yang tampan.
Sanqi.
-Sanqi, cepat tolong aku. -Tunggu dulu.
Kenapa kau bisa tahu namaku?
Sanqi,
aku adalah Changsheng.
Kau pernah bertemu denganku.
Changsheng?
Siapa namamu?
Namaku Changsheng.
Kau jangan bawa dia pergi.
Minggir.
A Xiang,
kami Mengpo adalah penguasa Alam Gersang Kuning.
Urusan di Alam Gersang Kuning, akulah yang menentukannya.
Kau ingin bertarung?
Changsheng.
Sanqi.
A Xiang,
dia wangi sekali.
Aku sudah hidup 600 tahun,
baru kali ini mencium orang yang begitu harum seperti dirinya.
Aku harus memakannya.
Begini,
kalau begitu kita selesaikan sekarang juga di sini.
Kakak-kakak,
jangan.
Jangan, Kakak-kakak.
Bawa dia, cepat bawa dia.
Bisakah jangan menatapku dengan kedua mata seperti itu?
Kalau kau tidak cepat-cepat, airku itu segera kering karena terebus.
Untuk saat ini,
aku masih belum bisa melakukannya.
Tunggulah aku
memperbaiki suasana hatiku dulu.
Sanqi,
mohon cepatlah kau makan aku.
Anggap saja aku tidak sia-sia datang ke Alam Gersang Kuning untuk mencarimu.
Mencariku?
Dua hari lalu aku bersemedi,
hatiku tergerak,
tiba-tiba teringat di masa kecil dulu pernah bertemu denganmu di Alam Gersang Kuning.
Hingga saat ini hatiku tidak bisa tenang.
Aku tidak bisa menahan diri lagi, jadi segera datang kemari.
Tidak disangka ....
Sembarangan bicara.
Kau jangan percaya kepadanya. Aku pukul kau!
Entahlah ... tetapi takdir menginginkanku datang ke sini.
Jika kau sungguh memakan aku,
aku juga rela.
A Xiang, aku tidak bisa menunggu lagi.
Dia sangat wangi.
Aku tidak tahan lagi.
Wangi?
Kenapa aku tidak bisa menciumnya?
Tidak perlu dimasak lagi.
Dimakan mentah-mentah?
Siapa itu?
Zhao Li.
Sembunyikan.
Cepat sembunyikan dia.
Berdasarkan peraturan Alam Baka, kau tidak boleh makan roh orang hidup.
Itu hal yang tabu.
Jadi apa kau masih ingin menodainya lalu membunuhnya?
Jangan banyak omong kosong lagi,
cepat kau sembunyikan dia.
Kalau sampai ketahuan Zhao Li, kita berdua akan dihukum.
Sanqi.
Buka pintu.
Kau sedang apa?
Apa yang sedang kau kerjakan?
Sedang melakukan apa?
Aku sedang duduk.
Sedang duduk.
Kau sedang apa?
Dia sedang tidur.
Dia sedang melakukan apa?
Nona sudah besar,
siapa yang tahu dia sedang melakukan apa?
Aku tidak melihat apa pun.
Zhao Li, kenapa cuaca hari ini begini panas?
Lebih baik kita keluar rumah saja dulu.
Kau sedang apa?
Kau sedang apa?
Anda pasti Pengawal Hantu Zhao Li.
Kenapa kau keluar? Cepatlah kembali bersembunyi.
Kau ini roh orang hidup
yang mana lagi?
Aku Changsheng.
Ketika aku kecil dulu, Anda telah menolongku.
Entah apakah Anda masih ingat?
Ingat, ingat.
Di sini adalah Alam Gersang Kuning ....
Sepertinya aku telah mengganggu kalian berdua.
Anggap saja aku tidak melihat apa-apa.
Anggap saja aku tidak datang ke sini.
Zhao Li,
kau mau pergi begitu saja?
Dasar tolol.
Dia adalah roh orang hidup,
di kemudian hari suruh dia berhati-hati kalau keluar masuk Alam Gersang Kuning.
Lalu untuk apa kau hari ini datang ke sini?
Hari ini aku keluar mengikuti Raja Alam Baka,
entah kapan akan kembali lagi ke Pengadilan Alam Baka.
Tiba-tiba saja,
aku sedikit khawatir denganmu.
Kau sendiri tidak berani menikahiku.
Karena
dada kita tidak cocok.
Kau masih belum mengerti,
tetapi
tidak lama lagi kau akan mengerti.
Sudah pergi?
Kau ...
dari mana tempat asalmu, pulanglah ke sana.
A Xiang, kenapa kau menyuruh dia pulang?
Aku sudah sadar dari mabuk.
Dia adalah roh orang hidup masuk ke Alam Gersang Kuning,
kita cukup mengantarnya keluar saja.
Tidak bisa.
Kau tidak bisa tidak memakannya, ya?
Dia baru saja membantu kita.
Kita tidak boleh membalas kebaikannya dengan kebencian.
Hari ini aku sudah harus pergi,
tetapi jika kau bersedia,
aku bisa sering-sering datang menengokmu.
Hanya saja
kalian jangan makan aku.
Aku takut tidak mampu menahan diri.
Di dunia manusia ada banyak makanan lezat,
masih banyak yang lebih lezat daripada aku.
Aku akan membawakan satu per satu untukmu.
Dia mana bisa makan makanan yang seperti itu.
Sangat disayangkan aku tidak bisa pergi ke dunia manusia.
Aku tahu dunia manusia penuh dengan warna-warni dan keindahan,
tidak seperti di Alam Gersang Kuning
yang hanya penuh dengan pasir berwarna kuning.
Jika kau bisa sering datang,
dan menceritakan tentang pemandangan indah di dunia manusia,
itu akan sangat baik.
Aku bisa melukis.
Aku akan melukiskannya satu demi satu untukmu.
Apa kau tidak takut suatu hari nanti dia tidak bisa menahan diri
dan memakanmu?
Gunung-gunung di tempat kami, penuh dengan bunga dan pepohonan,
tetapi aku belum pernah melihat bunga milikmu ini.
Hanya saja ini dirawat dengan kurang baik, sangat layu.
Perlu aku yang merawatnya dengan hati-hati.
Mestinya tahun depan sudah bisa mekar.
Benarkah?
Sanqi,
bantulah aku berteduh dari hujan.
Changsheng bilang selama hujan di musim semi ini,
harus membiarkan bunga itu tersiram air.
Kau juga ikut mendapatkan keuntungannya, kan?
Changsheng.
Ini adalah Saus Qunxun dari Paviliun Singa,
dibuat dari ikan segar dan daging kambing empuk, dicincang hancur, kemudian ditumis.
Sangat segar dan lezat.
Yang ini,
di Kota Barat ada yang membuat serbuk kacang, yang disebut dengan serbuk pasir kacang.
Jika dibuat dengan ketan yang bagus, maka akan menjadi kue mochi.
Jika dimasukkan serbuk pasir kacang sebagai isinya,
dan membentuk isi serbuk kacangnya menjadi bentuk bunga,
lalu dikukus hingga menjadi tipis dan bening,
itu dinamakan mochi bunga bening.
Yang ini adalah kue wijen madu,
permukaannya diolesi madu, lalu digoreng dengan minyak di wajan.
Permukaannya halus seperti kertas.
Ketika digigit, suaranya bisa terdengar sampai 10 Li.
Sangat harum dan renyah.
Aku rasa semua makanan ini tidak ada yang menandingi kelezatan dirimu.
Benda apa ini?
Keju ceri.
Ini adalah buatan tanganku sendiri, sangat lezat.
A Xiang bilang,
dari pertengahan musim dingin hingga musim semi, kau datang setiap hari.
Kau begitu rajin,
pasti ada tujuan lain.
Memangnya aku ada tujuan apa terhadapmu?
Benar-benar luar biasa lezatnya.
Apa kau mau mencobanya sesuap?
Bisakah aku mencobanya sesuap?
Apakah cocok dengan seleramu?
Sakit perut.
Kacau,
Mengpo tidak boleh makan makanan dunia manusia.
Sakit sekali.
Ini salahku.
Sangat tidak nyaman.
Kau papahlah aku naik ke lantai atas.
Aku harus berbaring sebentar.
Ini semua salahku.
Ini semua salahku karena tidak mengerti banyak hal.
Kau ...
apakah ada obat?
Ibuku bilang,
makanan apa yang sedang ingin kumakan, itu akan menjadi obat.
Sialan, siapa bilang kau ini bodoh?
Kau hanya berusaha mencari cara untuk memakanku.
Sakit sekali.
Lalu ...
lalu jika kau memakanku,
maka aku akan mati.
Ini ... bagaimana aku harus memberikannya kepadamu?
Di dalam perutku seperti teriris pisau.
Aku benar-benar merasa sakit.
Sakit.
Sakit sekali, perutku.
Sebelumnya kau bilang, dengan makan sesuap sudah bisa sembuh.
Bagaimana kau memakannya?
Makan bagian mana?
Sakit setengah mati.
Kau jangan takut.
Aku tidak akan memakanmu.
Kau terlahir dengan begitu tampan,
aku harus melihatmu setiap hari, barulah bisa gembira.
Sudah selesai makan?
Sudah, kan?
Apa kau tahu?
Pada saat kedatanganku ke Alam Gersang Kuning ketika aku masih kecil dulu,
kau sungguh membuatku terkejut dan ketakutan.
Setiap malam aku jadi tidak bisa tidur tenang.
Di waktu tidur setiap malam selalu memimpikan dirimu.
Begitu takutnya sampai buang air kecil di celana.
Aku ditertawakan oleh Saudara-saudara seperguruanku, juga dimarahi guruku.
Sanqi,
Changsheng sudah tidur.
Kau pergilah beristirahat.
Dia telah menggantikanmu mengantar hantu-hantu seharian.
Kau memandangiku seperti ini,
kau berencana ingin mengukusku atau merebusku?
Terima kasih kau telah menggantikanku menyelesaikan pekerjaan.
Aku sering dengar,
di Dunia Arwah ada Buku Yin Yang
yang berisi umur kehidupan manusia,
serta waktu kelahiran dan kematian yang sudah ditentukan.
Buku Yin Yang terbagi menjadi 2, yaitu Buku Yin dan Buku Yang.
Milikku ini adalah Buku Yang,
hanya berisi tentang kehidupan manusia.
Yang kaumaksud itu adalah Buku Yin.
Jika sampai dicuri,
dan nama terhapus dari sana, maka akan keluar dari siklus reinkarnasi.
Itu bukan main-main.
Karena itulah, buku itu disimpan di suatu tempat di kedalaman Dunia Arwah,
dijaga oleh Pengawal Hantu.
Biasanya tidak diperlihatkan kepada orang.
Ternyata begitu.
Aku sudah mengerti.
Hari ini aku sudah terlalu lama berada di sini,
aku harus secepatnya kembali.
Kalau sampai ketahuan oleh guru, bisa gawat.
Kalau begitu apakah besok kau bisa datang lebih awal?
Kenapa harus datang lebih awal?
Ada alasan apa?
Tidak ada alasan apa-apa.
Aku hanya senang melihat
wajahmu yang tampan
dan mencium bau tubuhmu yang wangi.
Jika kau berada di sini 1 jam lebih lama, aku pun merasa senang 1 jam lebih lama.
Jangan bicara lagi.
Besok aku akan datang lebih awal.
Mulutku ini bodoh sekali, apakah sudah salah bicara?
Mana ada mulutmu bodoh?
Kau sangat pintar menarik perhatian pria.
Sang rupawan yang begitu menawan,
Changsheng.
Kepedihan dalam tiupan angin,
kesepian dalam guyuran hujan.
Kerinduan tidak bertemu dengannya,
sang rupawan tidak juga kembali.
Di pinggiran Jiangdong,
kupendam kerinduanku.
San ....
Beberapa hari ini aku selalu membantumu mengamati.
Aku sudah melihat 100-200 orang,
tetapi tidak pernah melihatnya.
Kau jangan terburu-buru,
orang yang sudah mati, belum tentu rohnya segera menuju ke Alam Gersang Kuning.
Ada juga yang tetap tinggal di dunia manusia.
Aku baru saja mendengar kau mengatakan ....
Kau tidak mendengar apa pun ....
Sembarangan bicara,
jelas-jelas aku mendengarmu berbicara.
Beberapa hari ini kau membantunya mengamati,
sudah melihat 100-200 orang, tetapi tidak pernah melihatnya.
Kenapa kau menjadi pintar sekarang?
Apa maksud perkataan kalian ini?
Aku sama sekali tidak mengerti.
Sepertinya ada masalah yang kalian sembunyikan dariku,
kenapa tidak mau memberi tahu aku?
Tidak ada yang kami sembunyikan darimu.
Lalu siapa orang yang kau maksud tidak pernah kaulihat itu?
Xiao Lu, katakanlah, siapa?
Orang pujaan hati Changsheng.
Siapa orang pujaan hatinya?
Yaitu ... yaitu orang yang disukainya,
wajahnya sangat cantik.
Hua Ningxue.
Hua Ningxue adalah kakak seperguruanku.
Dia terkena penyakit yang parah, jika tidak disembuhkan bisa meninggal.
Aku
ingin bertemu lagi dengannya sekali saja.
Karena itulah aku setiap hari datang ke Alam Gersang Kuning untuk menanti,
sekaligus menengokmu juga.
Kita ini teman, kan?
Lukisan ini seberapa mirip dengannya?
Mestinya kira-kira mirip 70-80 persen.
70-80 persennya saja sudah begitu cantik.
Sosoknya yang sebenarnya pastilah lebih cantik lagi.
Tidak berbeda jauh dengan ibuku.
Sanqi,
matamu ada kemiripan dengannya.
Bolehkah aku pinjam lukisan ini untuk dipajang?
Aku akan memandanginya setiap hari.
Setelah lama memandanginya,
mungkin saja aku bisa menjadi lebih mirip dengannya.
Pajanglah.
Kau pajanglah ini.
Terima kasih.
Tetapi
kenapa di dalam hatiku seperti ada sebuah batu besar?
Setelah menerima lukisanmu,
mestinya aku merasa gembira, tetapi aku tidak bisa merasakan kegembiraan itu.
Aku tiba-tiba teringat hari ini masih ada urusan.
Aku
akan datang lagi besok.
Sang rupawan yang begitu menawan,
di pinggiran Jiangdong.
Kepedihan dalam tiupan angin,
kesepian dalam guyuran hujan.
Kerinduan tidak bertemu dengannya,
sang rupawan tidak juga kembali.
Di pinggiran Jiangdong,
kupendam kerinduanku.
Kapan Changsheng akan menikahimu?
Dia bukanlah orang dari Alam Baka, bagaimana dia bisa menikahiku?
Kalau kau memang mau,
pasti ada caranya.
Yang dicintai Changsheng bukanlah aku.
Changsheng,
daun-daun bakung lelabahku ini,
kenapa semuanya menjadi rontok?
Kau lihatlah.
Tidak tahu ... mungkin karena terlalu banyak disiram dan diberi pupuk.
Di Alam Baka juga perlu memasang lampion?
Di Alam Baka juga ada seratus ribu prajurit Alam Baka,
dan juga ada ratusan Pengawal Hantu.
Banyak di antara mereka yang memiliki kerinduan di dunia manusia,
tetapi tidak bisa saling bertemu lagi.
Itulah kenapa setiap tahun di Hari Pemutusan Perasaan,
para Prajurit Alam Baka dan Pengawal Hantu ini
akan menuliskan nama orang yang dirindukannya
pada Lampion Kongming ini.
Lampion ini akan dilepaskan keluar dari Dunia Arwah, untuk menyampaikan rasa rindu.
Sang rupawan yang begitu menawan,
Siapa itu Pa Yan (takut berkata)?
Ini adalah lampion milik A Xiang,
tentu saja itu adalah orang yang dia rindukan.
Kepedihan dalam tiupan angin,
Kerinduan tidak bertemu dengannya,
sang rupawan tidak juga kembali.
Di pinggiran Jiangdong ....
Hari kedua, Changsheng tidak muncul.
Hari ketiga, juga tidak tampak bayangan dirinya.
Hari ketiga belas, aku menyadari bahwa seseorang
setelah merasakan rasa manis,
tidak bisa lagi memakan yang pahit.
Sanqi,
matamu ada kemiripan dengannya.
Dasar tolol,
kau berkemas-kemas ingin meninggalkan Alam Gersang Kuning?
Sudah 13 hari,
bakung lelabah ku pun sudah akan mekar.
Kenapa Changsheng masih belum datang?
Meskipun sedikit bau busuk,
tetapi ini juga masakan buatanmu sendiri.
Ayo, minumlah.
Aku tidak mau minum.
Aku takut setelah meminumnya, aku semakin tidak ingat dengan Changsheng.
Kalau sampai ternyata dia datang,
lalu aku tidak sengaja memakan dirinya, maka akan gawat.
Tunggulah A Cha kembali, aku akan bicara dengannya,
lalu meminta Zhao Li menikahimu.
Kau dan Zhao Li sama-sama menjadi pengawal di Alam Baka,
tidak akan tua dan tidak akan mati.
Kalian pasangan yang serasi.
Kalaupun Changsheng akan kembali,
dia bisa tua dan mati.
Kau bisa kehilangan dia.
Sederhananya, hari ini kau minumlah sup ini.
Lupakan dia.
Dirimu akan terasa lega.
Pada dasarnya aku menyukai Changsheng.
Jika melihat dirinya, aku merasa gembira.
Jika tidak melihat dirinya, aku merasa sedih.
Walaupun tidak bisa melihat dirinya lagi,
aku juga tidak rela melupakannya.
Sanqi,
Sanqi, supmu sudah jadi.
Satu, air mata kehidupan.
Dua, air mata penuaan.
Tiga, air mata penderitaan.
Empat, air mata penyesalan.
Lima, air mata kerinduan.
Enam, air mata penyakit.
Tujuh, air mata perpisahan.
Di hari yang ke-13,
akhirnya aku tahu.
Bahan ke-8 untuk membuat sup
ternyata adalah air mata sakit hati
dari seorang Mengpo.
Minggir, minggir, minggir.
Lepaskan aku.
Chang Sheng.
Chang Sheng, kau sudah kembali?
Hari ini aku menemukan dirimu di pintu masuk Alam Gersang Kuning,
kau terlihat mondar-mandir seperti sedang galau.
Ingin masuk tetapi tidak masuk,
lalu apa maksudmu itu?
Aku dengar dari A Xiang,
Sanqi sedang sakit.
Sanqi sekarang di ....
Sejak kepergianmu, dia ...
dia ... dia sekarang sedang berbaring di dalam rumah.
Cepatlah kau tengok dia.
Lepaskan aku.
Changsheng.
Kalau kau tidak ada hati terhadapnya,
jangan lagi datang cari masalah.
Enyahlah secepatnya.
Aku bukan tidak ingin datang.
Sejak bulan lalu guruku terkena penyakit berat,
aku setiap hari harus menemaninya.
Aku sungguh tidak bisa meluangkan waktu untuk datang.
Kau adalah obat yang bisa menyembuhkan dirinya,
jika dia tidak sembuh ....
Sanqi.
Sanqi.
Sanqi.
Aku sudah kembali.
Sungguh ada hal penting yang membuatku tidak bisa datang.
Sementara kukesampingkan dulu urusan itu, dan segera kemari.
Changsheng,
kau akhirnya kembali.
Kenapa kau menjadi begini kurus?
Dengan adanya dirimu yang begini manis dan lezat di dunia ini,
tidak ada lagi yang bisa dimakan.
Hari ini jika kau ingin makan, makanlah.
Aku tidak akan menghindar lagi.
Aku tidak mau memakanmu.
Kau tidak mau memakanku,
juga tidak mau makan apa-apa.
Sebenarnya mau apa?
Jika aku memakanmu,
aku tidak bisa lagi bertemu denganmu.
Jika kau mau datang menengokku lagi,
aku bisa menahan diri, dengan memakan hantu-hantu itu.
Jika kau tidak bisa datang setiap hari,
sebulan sekali pun boleh.
Jika masih juga tidak bisa,
setahun sekali
juga boleh.
Kau berjanjilah padaku.
Hari ini
aku rela untuk kaumakan,
tetapi besok
aku sudah tidak mau lagi.
Sudah kubilang aku tidak mau memakanmu.
Waktu itu, setiap hari kau ribut ingin memakanku,
sekarang aku sudah depan mulutmu, kau malah tidak mau makan.
Ternyata kau hanya bilang suka makan, padahal sebenarnya tidak.
Kuberikan tubuhku ini untukmu.
Terserah kau mau makan atau tidak.
Lezat atau tidak?
Awalnya terasa sedikit sakit, kemudian sudah lebih baik.
Perlahan-lahan rasanya menjadi nyaman.
Dasar tolol.
Kau tidak perlu menjawabnya.
Masalahnya sudah menjadi seperti ini,
sepertinya kalian juga saling mencintai.
Kalau sudah saling mencintai, mestinya kalian hidup bersama selamanya.
Changsheng,
kau menikahlah dengan Sanqi.
A Xiang, kau ini mau apa?
Changsheng adalah seorang manusia biasa.
Untuk datang ke Alam Gersang Kuning, roh harus keluar dari tubuh, tidak bisa tinggal lama di sini.
Kalau ingin menikah dengan Sanqi di sini,
bagaimana bisa terlaksana?
Apakah kau rela meninggalkan segalanya yang ada di alam manusia
dan bersama dengan Sanqi di Alam Gersang Kuning selama-lamanya?
Aku tentu saja rela.
Hanya saja
usia manusia tidak lebih dari puluhan tahun.
Sanqi tidak bisa tua dan tidak bisa mati, hidupnya abadi.
Takutnya suatu hari nanti Sanqi akan menderita kesepian seorang diri.
Kalau kau memang tulus hati,
di Dunia Arwah ini ada caranya.
Sebelum ini, sudah pernah ada Mengpo yang menikah.
Di Alam Baka ada hari yang disebut Hari Pernikahan Meng.
Aku ... aku sama sekali tidak tahu.
Dasar tolol.
Dari mana dirimu ini datangnya?
Kau juga perlu ada ayah.
Ibu tidak pernah membahasnya.
Lalu bagaimana melaksanakannya?
Kalau kau sudah memutuskan ingin menikahi Sanqi,
habiskanlah arak ini.
Kenapa?
Tidak rela kau pergi.
Setelah menikah, aku tidak akan pergi lagi.
Tinggal bersabar saja hingga menikah,
kita berdua tidak akan berpisah lagi selamanya.
Kalau kau ingin pergi ke dunia manusia,
aku akan temani kau pergi bersama.
Melihat bunga-bunga bermekaran,
melintasi sungai dan gunung.
Jika kau tidak suka kegersangan di tempat ini,
aku bisa menanami bakung lelabah hingga memenuhi Alam Gersang Kuning.
Setiap hari ketika kau bangun,
dengan membuka jendela kau sudah bisa melihat lautan bunga seluas 800 Li.
Tidak akan terlupakan selamanya.
Di antara langit dan dunia manusia, hanya kau yang memilikinya.
Sekarang sudah larut malam,
aku harus segera pulang
untuk melapor kepada guru tentang hal di antara kita berdua ini.
Kau ...
biarkanlah aku pergi dulu.
Changsheng,
kau menanami lautan bunga untukku.
Aku sama sekali tidak bisa membalasnya.
Tusuk konde ini adalah pemberian dari ibuku.
Kau simpanlah baik-baik.
Angin mulai bertiup,
kau cepatlah pergi.
Hati-hati di jalan.
Buku Yin adalah pusaka Alam Gersang Kuning,
mengatur tentang kelahiran, kematian dan reinkarnasi.
Hanya di hari pernikahan seorang Mengpo
barulah buku itu dapat didatangkan ke Alam Gersang Kuning.
Orang yang bisa menikahi Mengpo,
akan menjadi Pangeran Alam Gersang Kuning.
Haruslah menggunakan kuas merah
untuk menghapus namanya serta kelahiran dan kematiannya.
Dengan begitu, barulah bisa terhindar dari reinkarnasi,
dan hidup selamanya bersama Mengpo.
Kehidupan di Alam Gersang Kuning adalah abadi selama puluhan ribu tahun.
Changsheng,
hari ini kau mengenakan pakaian pengantin ini,
kau terlihat sangat tampan.
Di mana gurumu?
Belum sampai?
Kalau dia terlambat, kita tidak perlu tunggu lagi.
Mestinya tidak perlu mengundang gurumu hadir menyaksikannya.
Kalau tidak, buat apa kita bersusah payah memilih Hari Hedan ini.
Di luar sana mulai gelap, dan angin bertiup sangat kencang.
Di mana Zhao Li? Apa dia tidak datang?
Kakak Li menitipkan pesan,
undangan yang dikirimkan waktu itu, telah diterimanya.
Dia takut tidak sempat hadir, jadi telah mengirimkan hadiah kemari.
Pasti dia patah hati, sehingga cari alasan tidak datang.
Pengantin wanita tiba!
Penyerahan Buku Yin!
Apa yang kalian bingungkan?
Kenapa hari ini kalian berdua terlihat aneh?
Changsheng, kau hanya perlu membuka Buku Yin itu,
kemudian hapuslah namamu menggunakan kuas merah.
Aku datang terlambat.
Aku telah datang terlambat.
Aku datang terlambat.
Hari ini adalah hari kebahagiaan Nona Sanqi.
Sudah lama tidak berjumpa.
Tidak kusangka, ternyata muridku memiliki jodoh ini.
Selamat, aku ikut berbahagia.
Kau ini tua bangka cerewet, ternyata datang terlambat.
Apakah ucapan selamatmu sudah selesai?
Segeralah kita laksanakan ritualnya.
Silakan, silakan.
Changsheng,
kenapa hari ini kau berbeda dengan sebelumnya?
Ada apa denganmu?
Kenapa tubuhmu hari ini tidak wangi lagi? Sama sekali tidak ada aroma.
Melihatmu seperti ini,
hatiku sama sekali tidak merasa gembira.
Kau ...
kau bukan Changsheng?
Siapa kau? Berani sekali berubah wujud di sini.
Hua Ningxue.
Tepat sekali.
Mantan kekasih?
Di mana Changsheng?
Dia tidak datang,
dan tidak akan pernah datang lagi.
Kau ....
A Xiang.
Tusuk konde di kepalamu itu,
apakah pemberian dari Changsheng?
Entah dia mendapatkannya dari mana,
sebenarnya aku tidak menyukainya,
tetapi dia ingin aku memakainya.
Kau bukanlah roh.
Aku memang belum mati,
bagaimana mungkin aku adalah roh?
Hari ini orang hidup bisa memasuki Alam Gersang Kuning,
kau sudah tahu, kan?
Changsheng bilang ....
Menurutmu, kenapa dia setiap hari datang ke Pondok Mengpo?
Setahun lalu, aku terkena penyakit yang parah, tidak ada obatnya.
Changsheng sangat panik.
Sehingga dia pun terpikirkan ide seperti ini.
Karena dunia manusia tidak bisa menyembuhkanku,
aku pun menuju ke Alam Baka dan menipu kalian untuk mendapatkan Buku Yin dan Yang,
agar namaku bisa dihapuskan.
Jadi aku tidak perlu mati.
Ternyata begitu.
Kau ini siluman rubah penggoda.
Kalau kau sudah menghapus namamu, memangnya kenapa?
Kau tidak akan bisa keluar dari Alam Gersang Kuning.
Akan kutangkap kau dan kukirim ke neraka,
agar kau menderita selamanya!
Tunggu dulu.
Sanqi.
Kau memakai tusuk konde itu,
ternyata jauh lebih cantik daripada diriku.
Changsheng dan kau
saling mencintai.
Saat dia melihatmu, dia sangat senang.
Itu sudah pasti.
Dan saat kau melihatnya,
juga sama.
Ini tidak ada hubungannya denganmu.
Untuk apa kau memandangiku seperti itu?
Aku juga tidak akan mati karena kau pandangi.
A Xiang,
Changsheng telah menghabiskan banyak tenaga,
ternyata agar bisa hidup bersama selamanya dengannya.
Kalau begitu,
turuti saja keinginannya.
Hua Ningxue,
kau sudah menghapus namamu, kembalikanlah Buku Yin itu kepadaku.
Aku tidak akan menuntut apa-apa lagi.
Siapa yang memberikan hak kepadamu?
Walaupun itu Changsheng, aku juga akan ....
A Xiang.
Changsheng adalah suami impianku.
Ngawur.
Kau dengarkan perkataanku ....
Aku tidak ingin mendengarkan perkataanmu lagi.
Sekarang aku sudah tahu,
suami impianku
haruslah kucintai dengan sungguh hati.
Aku hanya ingin dia baik.
Ketika dia baik, aku akan bahagia.
Ketika aku baik dan dia tidak baik,
aku tidak akan bahagia.
Asalkan dia baik,
walau keadaanku baik atau pun tidak baik, aku tetap bahagia.
Itulah yang disebut mencintai dengan sungguh hati,
itulah namanya mencintai seseorang dengan sepenuh hati.
Aku melihat Changsheng seperti itu,
tidak masalah dia telah menipuku,
aku hanya ingin dia baik.
Jika dia bahagia,
aku juga akan bahagia.
A Xiang,
tolong kau turutilah aku.
Dasar tolol kau ini.
Changsheng bilang,
mataku mirip denganmu.
Setelah bertemu hari ini,
ternyata tidak mirip sedikit pun.
Kalau begitu,
aku berterima kasih banyak kepadamu.
Hua Ningxue akan segera pergi.
Tetapi Buku Yin ini,
akan kubawa pergi.
Kau anggap aku ini hanya benda pajangan?
Putri.
Penjahat tua, ternyata kau berani menyerang secara tiba-tiba.
Hua Ningxue,
cepatlah bawa pergi Buku Yin meninggalkan Alam Gersang Kuning.
Segera bakar kertas laporan Alam Baka kepada A Cha,
bahwa Buku Yin telah dirampas oleh penjahat.
Segera kirimkan seratus ribu prajurit menuju Alam Gersang Kuning
untuk merebutnya kembali.
Siap.
Kalian semua tenang dulu.
Tidak sampai satu jam lagi,
Hua Ningxue sudah membawa Buku Yin keluar dari Alam Gersang Kuning.
Sebelum itu,
siapa pun tidak ada yang bisa keluar.
Penjahat tua,
tadi aku belum bersiap-siap,
sekarang aku akan menghadapimu.
Pedang ini terbuat dari kayu pir gunung di daratan tandus,
khusus dibuat untuk menghadapi penghuni Alam Baka dan Pengawal Hantu.
Changsheng.
Kakak Seperguruan.
Buku Yin sudah ada di tanganku.
Mulai saat ini, aku akan hidup abadi dan tidak akan tua,
selalu muda selamanya.
Demi aku, kau datang ke Alam Gersang Kuning
dan mendapatkan kesusahan.
Kau pasti merasakan banyak penderitaan.
Kau sudah menghapus namamu,
lalu kenapa ingin mengambil Buku Yin ini?
Buku ini memiliki manfaat yang besar,
untuk apa dikembalikan?
Changsheng.
Changsheng.
Kenapa kau menangis?
Apa kau mencintai Mengpo itu?
Aku telah mencintaimu bertahun-tahun,
dan aku baru mengenalnya beberapa bulan.
Tetapi di masa kecilmu, kau pernah bertemu dengannya.
Kau mengatakan kepadanya
bahwa matanya mirip denganku.
Pertama kali aku bertemu denganmu, usiamu 11 tahun.
Setiap hari ke mana-mana hanya seorang diri.
Tidak ada yang peduli.
Kemudian pada suatu hari, kau dan aku makan saling berhadapan.
Kau terus memandangiku sampai seperti orang dungu.
Nasi pun sampai masuk ke lubang hidung.
Aku bertanya kepadamu, untuk apa terus memandangiku?
Kau bilang
mataku sangat mirip dengan seseorang yang pernah kau temui.
Wanita itu sangat menakutkan,
dia tidak sabar ingin memakanmu.
Tetapi
matanya sangat indah.
Ternyata
bukan dia yang mirip denganku,
melainkan akulah yang mirip dengannya.
Ternyata dialah yang selalu kau cintai.
Kau sudah menghapus namamu,
berikanlah Buku Yin itu kepadaku.
Changsheng, aku minta kau jangan kembali.
Kau tidak akan bisa mengembalikan Buku Yin itu.
Prajurit Alam Baka segera tiba.
Sekarang Alam Gersang Kuning penjagaannya sangat ketat, tiada celah untuk meloloskan diri.
Lihat rubah pengganggu itu mau kabur ke mana?
Tua bangka ini terlalu jahat!
Sanqi, kau masih tidak mau memakannya?
Apa mau simpan untuk tahun baru?
Tunggu sebentar.
Jangan dengar omong kosongnya.
Sanqi, aku adalah ayahmu.
Kondisi hari ini,
600 tahun yang lalu aku sudah pernah mengalaminya.
Aku memahami aturan Dunia Arwah sangat jelas.
Hanya di hari pernikahan Mengpo,
baru boleh mengeluarkan Buku Yin.
Jika aku tidak tahu,
bagaimana mungkin bisa merencanakan situasi hari ini
Sanqi,
tahun ini usiamu 600 tahun.
Ibumu adalah mantan Mengpo sebelumnya,
namanya Mengqi.
600 tahun yang lalu, aku berumur 19 tahun.
Aku tidak sengaja masuk ke Alam Gersang Kuning,
lalu berkenalan dengan ibumu.
Numpang tanya, tempat apa ini?
Ternyata ada wanita yang begitu cantik.
Kemudian,
hadirlah dirimu.
Ibumu memberimu nama Sanqi,
lalu memintaku hidup bersamanya di Alam Gersang Kuning.
Ketika hari pernikahan,
dia mengeluarkan Buku Yin,
mau menghapus namaku.
Namamu sudah dihapus?
Aku ...
saat itu merasa takut.
Di dunia manusia banyak sekali keindahan yang beraneka ragam.
Walau bagaimanapun cantiknya Mengpo,
aku bagaimana mungkin rela selamanya berada di Alam Gersang Kuning.
Ketika namaku sedang dihapus setengahnya,
aku pun melarikan diri.
Walaupun umurku mendapat perpanjangan,
pada akhirnya juga harus menghadapi kematian.
Waktuku sudah hampir tiba.
Aku tidak ingin mati,
jadi aku mengutus Changsheng untuk menipu kalian.
Menipu kalian untuk mendapatkan Buku Yin.
Mengapa begitu banyak dewa pedang?
Mencuri Buku Yin bukanlah masalah kecil.
Guru tahu Dunia Arwah pasti akan mengutus prajurit Alam Baka untuk menghalangi,
sehingga mengundang beberapa perguruan untuk menghalangi prajurit Alam Baka.
Hari ini adalah Hari Hedan pada penanggalan Alam Baka.
300 tahun hanya sekali,
orang hidup dapat masuk Ke Alam Gersang Kuning.
Di dunia ini, orang yang ingin hidup abadi,
akan datang ke Alam Gersang Kuning.
Jika kesempatan ini terlewatkan, tidak akan ada kesempatan lagi.
Hari ini pasti akan ada pertempuran sengit.
Sebenarnya
jika guru ingin panjang umur,
waktunya tidak banyak lagi.
Aku
dari dulu tidak pernah menderita penyakit yang parah.
Gurulah yang memanfaatkanmu
membuat situasi seperti ini.
Kau mengira dirimu adalah penipu,
sebenarnya
kau hanyalah sebuah pion catur saja.
Tusuk konde di kepalamu,
aku belum memberikannya kepadamu.
Untuk apa kau mencurinya?
Aku hanya sekedar main-main saja memakainya.
Changsheng,
jika kau pulang, guru tidak akan melepaskanmu.
Kau pada dasarnya bukanlah manusia.
Kalau guru meremasnya dengan pelan saja ....
Apakah kau ingin membunuh ayah?
Ibu mengatakan aku tidak punya ayah.
Ibu mengatakan tidak ada, kau bukan ayahku.
Setelah mati barulah bicara denganku.
Jika kau melukaiku, Changsheng akan seketika musnah tak berbekas.
Aku sudah tidak sabar lagi.
A Xiang, jangan!
Minggirlah kau!
A Xiang, kau jangan melukai Changsheng.
Changsheng bukanlah manusia. Aku menggunakan satu gumpal roh,
lalu membentuk badannya dari tanah dan memelihara rohnya.
Saat ini, jika aku menghancurkan manusia tanah ini ....
Tua bangka ini sudah berubah jadi siluman jahat.
Kau masih percaya perkataanya?!
Apa yang dia ucapkan itu benar.
Hari ini aku melihat Buku Yin di kamar.
Awalnya aku ingin menghapus nama Changsheng,
tetapi di Buku Yin tidak ada nama Changsheng.
Changsheng
bukanlah manusia.
Tidak peduli makhluk apa dia,
sama saja jahatnya dengan si tua bangka ini.
Minggir!
A Xiang,
Aku tidak ingin dia mati!
Kau ikutilah aku!
Jika Buku Yin sampai hilang,
kau dan aku tidak akan sanggup mempertanggungjawabkannya.
Sanqi, hati-hati!
Buku Yin dan Yang disimpan di Pondok Mengpo.
Bunuh para prajurit Alam Baka ini dan ambil Buku Yin dan Yang!
Kita pun akan mendapatkan hidup abadi.
Dasar kau penjahat tua,
sungguh tidak tahu malu.
Jika kau melawan,
aku akan meremas manusia tanah ini sampai hancur.
Lihatlah orang-orang ini,
demi Buku Yin sampai datang bergerombolan seperti lebah.
Tetapi mereka tidak tahu jika Hua Ningxue telah membawa pergi buku Yin.
Mereka akan sekuat tenaga menghadapimu agar aku dapat menunda waktu,
karena mereka juga ingin hidup abadi.
Sekali lagi kuberi tahu padamu, mengapa kau begitu bodoh?
Sebelum aku melarikan diri,
aku telah mengambil satu gumpalan rohmu
untuk membuat Changsheng.
Jadi
kau pasti akan menyukainya.
Prajurit Alam Baka telah tiba!
Mengpo ada di sini, bereskan dia dulu.
Ayah pergi dulu.
Sanqi!
Lindungi Sanqi baik-baik.
A Xiang!
Mengpo, serahkanlah Buku Yin ….
Jika tidak, kepalamu akan segera kupenggal.
Sanqi.
Sanqi.
Buku Yin mengapa ada di tangannya?
Penjahat tua, terimalah kematianmu!
Serahkan Buku Yin dan Yang, cepat serahkan!
Cepat …. cepat serahkan!
Cepat serahkan!
Minggir!
Minggir!
Minggir!
Minggir!
Kalian segerombolan orang ini
merupakan orang yang melatih diri,
mengakui diri sebagai perguruan dewa pedang yang lurus dan terkenal.
Ternyata hari ini kalian menerobos masuk ke Alam Gersang Kuning
melakukan tindakan perampokan.
Juga melukai seorang gadis sampai demikian.
Dia adalah istriku.
Hari ini aku pasti akan mati-matian melindunginya.
Changsheng,
yang membohongi dia adalah dirimu,
bukan kami.
Changsheng, barang apa yang ada di tanganmu?
Pasti Buku Yin.
Kalian segerombolan perampok ….
Serahkan buku itu!
Aku bukan manusia.
Kalian tidak akan bisa membunuhku.
Serahkan Buku Yin, jika tidak, Mengpo akan kami bunuh.
Kalian tidak akan bisa membunuh Mengpo.
Kalau begitu tusuk dia dengan pedang.
Jangan!
Buku Yin sudah berhasil diambil. Ayo kita pergi.
Buku Yin sudah di tangan.
Bagus.
Ayo pergi.
Kau cepatlah sadar!
Kau adalah Mengpo.
Kau tidak akan mati.
Ini salahku,
aku telah salah mempercayai guru.
Hari ini kesalahan besar telah terjadi.
Hanya ada satu jalan,
membantumu mendapatkan kembali Buku Yin.
Di dunia ini tidak ada hidup yang abadi.
Aku diciptakan dari gumpalan rohmu.
Hari ini kukembalikan kepadamu.
Jika rohmu sudah menjadi sempurna,
barulah kau bisa menjadi Mengpo yang sesungguhnya.
Sanqi,
mulai sekarang kau dan aku tidak akan terpisahkan lagi selamanya.
Sanqi.
Apa yang kau lakukan?
Sanqi.
Aku adalah ayahmu.
Mengpo Sanqi!
Mengpo Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Biang keladi telah ditaklukkan.
Ini adalah penipuan terhadap Mengpo,
mengundang dewa pedang untuk merebut Buku Yin,
berangan-angan untuk hidup abadi, dosa tidak terampuni.
Masukkan orang ini ke Neraka Avici.
Selamanya menerima penderitaan dan tidak bisa dilahirkan kembali.
Sanqi,
jika di kehidupan mendatang menjadi manusia,
aku akan kembali mencarimu.
Tidak akan membohongimu lagi.
Sanqi, kau mau apa?
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Sanqi!
Changsheng, duduklah dengan baik.
Hari ini kau telah membuat masalah besar.
Dunia Arwah tidak akan mengampunimu.
Aku akan mengantarmu pergi, kau janganlah kembali lagi.
Kau dan aku akan berpisah di sini.
Changsheng,
kau harus selalu dalam keadaan baik saja, aku pun akan bahagia.
Aku ingin kau hidup abadi dan tidak pernah mati, hingga selamanya.
Kau janganlah melupakanku.
Aku di Alam Gersang Kuning akan menemanimu, Changsheng.
Sanqi!
Sanqi!
Changsheng berhasil meloloskan diri dari Alam Gersang Kuning.
Raja Alam Baka sangat marah,
memerintahkan 3 alam
untuk menangkap Changsheng.
Kemudian
dia kembali lagi.
Changsheng.
Mestinya sejak awal aku meminta Sanqi memakanmu.
Sekarang juga kau boleh melakukannya.
Aku tidak makan hantu, kau juga bukan hantu.
Sanqi telah memberikan 5 gumpalan rohnya kepadamu.
Mestinya sekarang kau sudah termasuk Dewa Alam Baka.
Bolehkah aku berjumpa dengan Sanqi?
Aku sudah kembali tetapi tidak menemukannya.
Di sini juga sudah berubah seperti seperti ini.
Dia sudah tidak ada.
Dia pergi ke mana?
Apakah dia menerima hukuman?
Aku tidak ingin menjadi Mengpo lagi.
Sebenarnya siapa pun juga dapat membuat Sup Mengpo.
Jika aku lebih awal menikahimu, pasti akan lebih baik.
Aku tidak mau menikah denganmu.
Kau bukanlah suami impianku.
Suami impianku harus ...
harus ...
Kau pada dasarnya sudah kehilangan 1 gumpalan roh,
lalu memberikan 5 gumpalan roh lagi kepadanya.
Kau sekarang hanya tersisa 1 gumpalan roh.
Kau sudah bisa tidak berwujud manusia lagi.
Kau renungkanlah di sini.
Zhao Li,
dapatkah kau mewakiliku menyampaikan kata-kata kepada A Cha?
Sanqi rela mati untuk menanggung dosa.
Kau sudah gila.
Aku tidak peduli lagi.
Zhao Li,
bolehkah berikan sedikit darahmu kepadaku?
Apakah kau juga mau memakanku?
Sedikit saja sudah cukup.
Terima kasih, Zhao Li.
Selama ini kau terus menjagaku.
Sanqi!
Sanqi!
Sebelum Sanqi meninggal,
dia mengatakan dua kalimat.
Aku ingin menyampaikannya kepadamu.
Kalimat pertama, dia ingin agar aku menyampaikan kepada Raja Alam Baka A Cha,
hari ini aku menyongsong kematian,
segala dosa biar aku sendiri saja yang menanggungnya.
Dunia Arwah tidak boleh mengejar dan membunuh Changsheng.
Kami laksanakan sesuai yang diinginkannya.
Kalimat kedua,
aku bertanya kepadanya,
apakah pantas?
Pantas.
Setelah mati, Mengpo akan pergi ke mana?
Pergi ke dunia manusia.
Mungkin saja dia sudah menjadi manusia.
Mungkin juga
menjadi siluman.
Mungkin juga
menjadi bunga, burung, ikan atau serangga.
Bolehkah aku di sini menunggu dia kembali?
Terserah.
Lagi pula pondok Mengpo telah terlantar.
Alam Gersang Kuning seluas 800 Li ini sudah tidak ada Mengpo.
Bunga bakung lelabah.
Bunga mekar dalam 1.000 tahun.
Bunga layu dalam 1.000 tahun.
Bunga dan daun,
selamanya hilang.
Changsheng.
Changsheng.
Setelah tidak menjadi Mengpo lagi, aku pergi ke dunia manusia.
Aku adalah awan di atas kepalamu,
angin yang bertiup di samping telingamu,
gelombang air yang mengalir ke sana kemari,
bunga pegunungan yang indah semerbak di matamu,
dan juga setiap gunung dan sungai yang kau lalui.
Saat ini, aku ada di dalam matamu.
Bunga bakung lelabah yang kau tanam seluas 800 Li,
setiap tangkainya adalah diriku.
Awan di dunia manusia seperti apa?
Angin di dunia manusia seperti apa?
Gelombang air di sungai mengalir ke sana kemari,
juga seperti apa?
Bisakah suatu hari
kau membawaku melihat bunga di pegunungan yang indah?
Bisakah suatu hari kau membawaku
melewati puluhan ribu Li
sungai dan gunung di dunia manusia?
Sanqi.
Sanqi.
San …
Suatu hari nanti …
jika kau melewati Alam Gersang Kuning,
akan terlihat bunga merah seluas 800 Li.
Setiap tangkainya penuh dengan perasaan yang mendalam.
Hanya saja
bunga bakung lelabah yang pertama itu,
kapankah akan mekar?
Orang yang memiliki perasaan cinta mendalam,
tidak takut lahir,
tidak takut mati,
tidak takut berpisah.
Segala yang ada di dunia,
hanya cinta yang tidak bisa mati.
Itulah yang dinamakan Changsheng (abadi).
Kerinduan tidak bertemu dengannya,
sang rupawan tidak juga kembali.
Di pinggiran Jiangdong,
kupendam kerinduanku.
Masih ingat denganku?
Aku adalah Xia Dongqing.
Aku adalah Ya.
Aku akan memberi tahu kalian sebuah rahasia.
Aku akan kembali.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.