Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Alih bahasa dipersembahkan The Ugly Ducklings @ Viki
Episode 12
Hae Jung bilang dia datang karena ingin membawa Ha Ri.
Manajer Min menyerahkan surat pengunduran diri, lalu pergi.
Apa yang harus kulakukan?
Dia pasti sudah pergi.
Min Ha Ri. Bagaimana bisa kau pergi begitu saja seperti ini?
Kalau kau pergi seperti ini...
Kalau kau pergi dengan cara ini,
apa yang harus kulakukan, Ha Ri?
Kim Hye... Jin?
Hye Jin, apa yang kau lakukan di sini?
Ha Ri!
Ternyata kau belum pergi. Belum!
Syukurlah. Benar-benar sangat melegakan.
Bagaimana kau... di sini...
Hei! Bagaimana bisa kau pergi seperti ini tanpa sepatah kata?
Ke mana kau mau pergi tanpaku? Jangan pergi, Ha Ri!
Apa maksudmu? Ke mana aku pergi?
Bukankah kau pergi ke Jepang bersama ibumu?
Tidak.
Ibuku pergi hari ini, jadi aku datang untuk melepas kepergiannya.
Melepas dia? Lalu, bagaimana denganmu? Kau tidak pergi bersamanya?
Hei! Setelah lakukan hal seburuk itu padamu,
mau ke mana aku?
Apa-apaan ini? Kau datang jauh-jauh kemari karena mengira aku pergi tanpa memberitahumu?
Kalau begitu, kau sungguh tidak pergi?
Aku sudah bilang tidak.
Oh, lega sekali!
Aku kira kau pergi tanpa bilang apa-apa dan...
Lihatlah dirimu. Banjir air mata.
Ke mana aku akan pergi tanpamu?
Bagaimana mungkin aku pergi?
Selama sisa hidupku, aku akan menempel padamu seperti permen karet.
Aku akan menebusnya untuk waktu yang sangat lama.
Jangan menangis.
Apa yang terjadi pada ibumu? Apa kalian sudah berbaikan?
Ya.
Kami mengobrol lama sambil menghabiskan beberapa hari bersama.
Aku tak pernah memahami kenapa dia pergi meninggalkan aku.
Tapi, sekarang aku rasa aku bisa sedikit memahaminya.
Bukan sebagai putrinya, tapi sebagai seorang wanita.
Baguslah. Itu melegakan.
Tapi ada apa dengan semua itu? Kenapa kau mengundurkan diri dan melepas ponselmu?
Apa yang kau lakukan dengan semua pakaian dan sepatumu?
Karena sudah lakukan hal yang begitu tak berperasaan,
aku berpikir itu semua karena aku belum terlalu dewasa.
Melalui pekerjaan yang diberikan ayahku, aku membeli semua hal yang kuinginkan dengan kartu kredit ayahku.
Termasuk barang mewah bekas dan terus mengeluh, padahal semuanya diberikan padaku.
Aku terus saja berkencan dengan banyak pria entah aku peduli pada mereka atau tidak.
[Surat Pengunduran Diri]
Saat melakukan semua itu...
Aku menjadi serakah... terhadap sesuatu yang aku seharusnya tak pernah inginkan.
Saat aku melihatmu, aku serasa ingin menangis.
Aku tak tahu apa yang aku sebaiknya katakan dan cara menyatakannya, sehingga aku tak punya keberanian, lalu lari.
Seperti anak kecil.
Aku tidak bisa sampaikan satu hal yang semestinya kukatakan.
Maafkan aku, Hye Jin.
Aku sangat menyesal.
Bagaimana bisa aku lakukan sesuatu seperti ini padamu?
Aku benar-benar minta maaf.
Kita berhasil mengejar ketinggalan, tapi masih berada di posisi kedua. Kami hanya peduli pada hasil.
Semua tak berguna bila kita tidak berada pada peringkat teratas!
Jangan lupa. Kalau kau tidak berhasil kali ini, The Most Korea akan menghilang selamanya.
Itu semua tergantung padamu!
Kalau begitu, mulai sekarang, apa yang akan kau lakukan?
Aku berniat untuk memberikan diriku lebih banyak waktu.
Apa yang bisa kulakukan dengan kemampuan sendiri? Dan, merenung...
Sepertinya pihak hotel ingin kau kembali.
Aku takkan pernah kembali ke sana!
Mulai sekarang, aku akan lakukan semua sendiri. Semua!
Aku sedang di dekat rumahmu. Bisakah kau menemuiku sebentar?
Oh, aku mau mandi!
Ha Ri, aku akan pergi ke toserba sebentar.
- Kalau begitu, apa kau mau aku menemanimu?- Tidak!
Mandilah. Aku akan pergi sendiri sebentar.
Baiklah.
Seong Joon.
Oh! Hye Jin.
Apa yang kau lakukan di sini malam-malam begini?
Apa kau baru saja pulang kerja?
Tunggu 10 detik saja.
Apa yang kau lakukan?
Tiga,
dua,
satu.
Baguslah.
- Aku akan pergi.- Hah?
Oh?
Aku hanya datang untuk melihatmu. Dengan melihatmu, aku merasa aku bisa semangat kembali.
Apa kau baik-baik saja?
Kau... terlihat sangat lelah.
Apa kau harus meraih posisi pertama dengan memforsir diri sampai begitu?
Ini bukan sesuatu yang hanya berhubungan denganku.
Apa maksudmu?
Saat aku diberi misi ini, itu bukan hanya mengenai The Most gulung tikar atau tidak, tapi
aku juga diberi tanggung jawab atas semua anggota tim.
Meski The Most menghilang, aku yakin akan ada orang yang baik-baik saja.
Tapi, ada juga orang yang pasti akan terkena dampaknya.
Orang yang masih kurang pengalaman dan kemampuan.
Ini bukan hanya mengenai sukses atau gagal, tapi mengenai tanggung jawab juga.
Jadi, aku tidak bisa melakukannya setengah hati.
Tetap saja, melakukannya sendiri itu terlalu sulit.
Kalau terlihat begitu sulit, mungkin kau sebaiknya memelukku.
Aku rasa pelukan akan sangat membantu.
Ah, aku bicara omong kosong lagi, setelah berjanji takkan mendesakmu.
Aku akan pergi. Tidurlah nyenyak.
Kau sudah pulang?
Oh! A... pa itu?
Itu... sepertinya... lagi-lagi... Rumahku... Kenapa?
Ah, aku habis mandi tadi.
Tubuhku terasa sedikit kaku.Tekanan air terasa nyaman juga!
Pesan Antar!
Saya tidak memesan apapun.
Aku yang pesan. Aku lapar. Aku belum sempat makan malam.
Oh!
♫ Oh yeah~ ♫Gah!
Apakah kau baik-baik saja? Kau pasti sangat terkejut.
Maafkan aku.
Aku berpikir tentang ini dan itu dan gagasan-gagasan yang kita kembangkan di rapat perencanaan.
Setelah aku tinggal terkurung di rumah selama dua hari bertekad untuk memikirkan gagasan,
semuanya itu begitu saja mengalir gila-gilaan dari kepalaku.
Inilah mengapa aku menolak untuk bersikap tegas di sebagian besar waktu.
Apakah mungkin aku... seorang jenius?
Apakah ini berarti kau akan kembali?
Ya karena Wakil Pemimpin Redaksi kami begitu putus asa bergantung padaku,
aku telah memutuskan untuk tetap tinggal.
Bagian ini belum sepenuhnya dikembangkan lagi,
dan yang ini sedang dikerjakan. Aku mendengar bahwa New Look telah menuangkan tiga bulan penelitian aktif ke dalam topik ini.
Huh?
Artikel kebudayaan Kafe ini seharusnya tidak hanya berfokus pada fenomena di Korea,
tapi juga membandingkannya dengan kebudayaan kafe Eropa di masa lalu untuk artikel yang lebih menarik.
Ah, film Woody Allen, Tengah Malam di Paris (Midnight in Paris),
akan bermanfaat sebagai referensi.
Ya, aku juga sudah tahu sebanyak itu.
Ini sebaiknya ditugaskan kepada Redaktur Kim Poong Ho. Berbeda dengan penampilannya, dia cukup teliti dan akan lakukan penelitian dan analisa perbandingan dengan cukup baik.
Oh, dan untuk ini, kau akan menemukan artikel bermanfaat Redaktur Cha Joo pada edisi ke-8, terbitan tahun lalu.
Apa-apaan ini? Apakah kau adalah peramal Guru Knee-Drop (acara variety Korea)? Bagaimana bisa kau tahu semuanya?
Tapi, kenapa hatimu tiba-tiba berubah?
Kau mengatakan kepadaku bahwa kau bukanlah seseorang yang bisa ditahan.
Kau benar. Aku heran mengapa itu berubah.
Ya. keadaan sudah jadi menyenangkan lagi.
Setelah mendengar bahwa majalah mungkin tak berlanjut, aku dilingkupi perasaan motivasi yang aneh.
Melompat ke sebuah permainan tanpa mengetahui kesempatan menang `...
Aku kebetulan sangat menyukai hal semacam itu. Karena aku, seperti kau tahu, si idiot gila.
Daripada menyerah bahkan sebelum mencoba, aku berencana untuk melaluinya sampai akhir.
Mungkin lebih baik,, karena kesempatannya adalah 50/50.
Aku akan pergi. Jangan menemuiku, jika kau bermimpi tentang diriku.
Benar-benar kekhawatiran tidak berguna yang kau punya.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Maafkan aku. Aku tidak bisa menepatinya kali ini.
Tidak, tidak, hanya saja, hal-hal lucu terjadi. Tidak ada yang khusus.
Aku merindukanmu juga. Jadi aku akan segera meneleponmu kembali, ya?
Oke, sampai jumpa.
Aku terlambat, aku terlambat!
Istri, jaketmu!
Terima kasih! Aku akan pergi.
Oh tunggu, tunggu.
Mungkin alismu agak terlalu gelap.
♫ Seperti manisnya manisnya permen kapas ♫
Selesai. Pergi pergi pergi!
Aku akan pergi!
Oh ya.
Uh...Apakah aku... Mengatakan bahwa aku mencintaimu?
Ah.
Aku mencintaimu!
Pulanglah dengan selamat! Jangan lari!
Istri, pergi dan cari uang berton-ton!
♫ Thump, thump, thump, hatiku berkata dengan lembut kepadaku. Dengarkan aku. La-la-la. ♫
♫ Ini seperti musik yang indah. Ini bahkan lebih cantik. ♫
♫ Satu, dua, tiga, empat, terlalu banyak hal-hal yang aku suka tentang dirimu. Sebanyak surga dan bumi. ♫
♫ Aku akan mengatakan kepadamu sekarang. ♫
Jackson! ♫ Aku akan menyimpanmu selamanya. ♫
Editor Kim!
Mau segigit?
- Editor! Apakah kau telah kembali? - Mungkin?
Ayolah, Jackson!
Oh!
Aku pikir kau telah pergi selamanya.
Aku pikir kau akan pergi ke suatu tempat lain. Ah, ini begitu melegakan.
Ada apa dengan sambutan yang terlalu bersemangat? Kau membuat hatiku bergetar lagi.
Kau begitu bahagia melihatku sehingga aku berpikir aku adalah Badookie ( dalmatian Korea).
Mengibaskan ekornya dengan penuh semangat karena melihatmu dan akan guk guk guk!
Ayo kita pergi, Coco (nama anjing yang lain).
Tapi mengapa kau tidak datang bekerja selama ini?
Kau pikir kenapa aku tidak datang? Apakah kau benar-benar tidak tahu alasannya?
Itu, barangkali, karena...
aku...?
Sungguh? Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak datang bekerja karena dirimu, Jackson?
Karena aku ditolak setelah menyatakan perasaanku?
Oh ya ampun, lihat aku! Aku pasti memiliki sindrom puteri.
Siapa aku berpikir bahwa kau tidak akan datang bekerja karena diriku... hahaha!
- Itu benar. Aku tidak datang karena dirimu. - Apa?
Setelah kau mendendangku ke trotoar seperti itu,
ada lubang besar yang dibuat tepat di sini, dan tidak ada satupun yang terlihat benar-benar menyenangkan.
Um, Editor, tentang hari itu...
Tapi aku baik-baik saja sekarang.
Ini menjadi menyenangkan lagi!
Menjadi menyenangkan lagi? Apa artinya itu?
Ayolah.
Halo.
Tapi mengapa hal-hal menjadi menyenangkan lagi?
Siapa tahu... Oh ya, Jackson. apakah kau tahu pepatah
"itu belum berakhir sampai itu berakhir?"
Ya, itu kutipan dari Yogi Berra.
Oh, kau pintar.
Tapi mengapa tiba-tiba bertanya tentang pepatah itu?
Hanya karena... itu tiba-tiba muncul di kepalaku.
"Itu belum berakhir sampai itu berakhir"...pepatah yang cukup hebat, bukan?
Mengapa dia mengatakan yang sedemikian...
Buonguorno!
Kim Shin Hyuk!
Sunbae!
Omo! Omo!
Keparat gila itu.
Aku kembali.
Apa ini?
Peluk dia, peluk dia!
Selamat datang kembali!
Mempertimbangkan ini untuk menjadi pukulan selamat datang kembali, semuanya sedikit terlalu agresif.
Ah, benar-benar!
Sepertinya akan menjadi bising lagi.
Lupakanlah.
Bagaimana wawancara utama untuk ulang tahun ke 20 berjalan?
Kami sedang ada di tengah-tengah menghubungi Leonard Kim tapi...
Leonard Kim? Ah, fashionista itu yang menjadi seorang seorang...
siapa yang dipilih sebagai direktur dan memenangkan penghargaan dari Festival Film Venesia?
Dia sangat dicari-cari setelah hari ini.
Tapi, dia terkenal untuk tidak memberikan wawancara. Akankah bersedia melakukan wawancara dengan kita?
Maaf Wakil Manajer Umum, bagaimanapun, ini terlihat terlalu beresiko.
Bahkan di titik ini, pergi bersama Kim Shin Hye nampaknya...
Dia akan mengurus ini.
Mengapa, tidakkah seharusnya kita mengejar ini sampai akhir?
Ini bukan seperti kemungkinannya 0%.
- Karena dia terkenal untuk tidak melakukan wawancara, jika kita mengatur satu wawancara- - Kita akan menjadi poin pembicaraan.
- dan sebagai majalah Asia pertama yang melakukannya maka- - Pencapaian peringkat pertama nasional akan diberikan.
New Look bisa mengatur wawancara dengan tim film Trilpgy of Lust-
Jadi mengapa kita tidak bisa mengatur satu wawancara dengan Direktur Leonard Kim, bukan?
Kapan mereka berdua mulai memuji satu sama lain dengan begitu baik?
Mereka terlalu dekat.
Itu benar. Untuk apa yang layak, mari kita pergi mendapatkannya!
Ini adalah edisi ulang tahun ke 20 kita selanjutnya bagaimanapun. Mari kita mendapatkan tempat pertama saat kita ada di dalamnya.
Kau begitu termotivasi, yang agak tidak seperti dirimu.
Apakah sesuatu terjadi saat kau mengambil cuti?
Baiklah, mari kita mulai berusaha menghubungi Leonard Kim lagi-
Oh! Mimisan!
Darah!
Darah!
Bersandarlah. Sandarkan kepalamu ke belakang.
- Tidak, tidak itu ke depan. Tidak, itu ke belakang!
- Tidak, kau perlu membawanya ke depan. - Tidak tidak, kau menyandarkannya ke belakang.
- Kau perlu membawanya ke depan! - Ah, ini tidak apa-apa!
Ini tidak apa-apa.
Kau harus menghadiri rapat bisnis di Pulau Jeju besok, apakah kau bisa pergi?
Kau terlihat lelah.
Aku baik-baik saja. Aku akan mengurus ini.
Kau harus menyandarkannya ke belakang.
Sekarang aku melihatnya, dia terlihat pucat. Apakah dia tidur?
Apakah dia tidak makan lagi?
Hye Jin, bahasa negara mana itu?
Apakah kau bicara dengan alien?
Maaf?
ET pulanglah!
Bukankah itu lucu? Aku merasa itu sangat lucu.
Ini protokol rapatnya.
Terima kasih, Kim Hye Jin.
Tapi, apa kau baik-baik saja? Hidungmu berdarah tadi...
Ya. Aku tidak apa-apa.
Kau terlihat kurang sehat.
Aku benar-benar tidak apa-apa.
Bagaimana agar kau percaya padaku?
Apa aku perlu mengangkat kursi seperti ini? Atau mungkin mejanya?
Jangan lakukan itu! Jangan! Baiklah, baik. Anggap saja, kau tak apa-apa. Kau baik-baik saja.
Aku merasa baik.
Senang karena kau khawatir padaku.
Kalau begitu... bekerja keraslah, Pak Wakil Pemred.
Wakil Pemred, teh Gobo dianggap baik bagi hidung berdarah.
Menurutku itu akan lebih baik daripada kopi.
Ayo pergi lagi ke tempat jjamppong sepulang kantor.
Maaf. Aku sedang tidak enak badan,
Kenapa? Bagian mana yang sakit? Apa kau baik-baik saja?
Yah, kepalaku pusing—
Kenapa kepalamu pusing? Apa masuk angin?
Atau pegal linu? Apa kau demam juga? Apa kau merasa dingin?
Biar kuperiksa.
Ya ampun! Han Seul, jangan biarkan hatimu terpengaruh.
Jangan tersipu! Kau tidak boleh tersipu!
Yah, tidak seburuk itu dan—
Ah... Senior Ah Reum!
- Hye Jin. - Ya!
Rapat mengenai artikel bahasan dongengmu, mari kita tunda sampai besok.
Aku rasa aku akan berada di rapat tim tata artistik sepanjang hari.
Ya. Nanti, kapanpun Anda punya waktu, mohon dilihat.
- Maaf.- Sebagai gantinya, aku rekomendasikan Redaktur Kim Shin Hyeok.
Aku cenderung berbakat dengan ide bagus dan kata-kata berlimpah.
Jadi, aku akan memeriksanya untukmu.
Kim Shin Hyeok.
- Terima kasih.- Aku mengerti.
Tolong bimbing dia dengan baik.
Tidak. Nanti, bila Anda ada waktu—
Jackson, apa kau jadi merasa sedikit kurang nyaman bersamaku?
Seperti orang kampungan?
Bukan seperti itu!
Aku... juga punya alasan yang membuatku sedikit merasa menyesal.
Oke! Kalau begitu biarkan koin ini memutuskan. Jika muncul kepala, aku akan memeriksa karyamu.
Dan jika ekor, aku akan mundur. Paham?
Tidak.
Sang Jenderal!
Bagaimana itu bisa disebut bagian muka? Itu bagian belakang! Kau bilang sang jenderal adalah bagian belakang sebelumnya.
Kau benar, Jackson. Sang Jeneral ada di bagian muka. Aku sudah bertanya pada perusahaan yang mencetaknya.
Apa kau benar-benar konfirmasi pada percetakan?
Kalau begitu, kita akan mengadakan rapat dalam 10 menit.
Apa angka yang ada di bagian belakang?
Dia bilang itu di depan sebelumnya. Apa bagian muka itu bagian belakang?
Oh! Apa kau benar-benar menulis artikel ini, Jackson?
Oh!
Arah bahasan umum dan topik sudah bagus, tapi lihat ini, Jackson.
Jika kau tidak bisa menarik minat pembaca dengan kalimat pertama, artikelnya tidak berguna.
Misalkan, ini,
lihat kedua artikel tersebut.
Topiknya sama, tapi mana yang kau lebih perhatikan?
Artikel ini, kan? Aku juga. Kenapa? Karena akulah penulisnya.
Seperti ini, kau harus melayangkan pukulan telak pada bagian kedua.
Dengan melakukan itu— Jika kau ingin menulis artikel yang bagus,
kau harus kumpulkan banyak contoh bagus untuk penulisan.
Susun buku tempel mengenai topik dan kalimat bagus.
Lalu, dengan melihat buku tempel, yang kau buat sendiri, seperti beragam...
Wah Redaktur, kau sangat bagus dalam pekerjaanmu.
Kau terlihat seperti orang yang berbeda.
Apa kau akhirnya menyadarinya?
Yah, dengan melihat betapa rajinnya aku bekerja, apa kau melihatku dengan cara berbeda?
- Apa?- Aku juga merasa daya tarik pria pekerja keras baru saja tampil.
Aku yakin kau anggap profesionalismeku sangat seksi.
Apa hatimu sedikit tergetar?
Ah, Redaktur...
Aku belum memperlihatkan padamu orang apa dan seperti apa diriku.
Sudah kubilang, belum berakhir sampai sungguh berakhir.
Redaktur, aku sangat, sangat menyukaimu—
Sungguh?
Jadi kau suka padaku!
- Ditambah lagi, sangat, sangat.- Apa?
Oke, aku mengerti. Jadi kau menyukaiku.
Sangat, sangat.
Aku mengerti.
Kau begitu.
Oh, Redaktur! Redaktur!
Bukan seperti ini.
Han Seol!
Tunggu sebentar.
Kau sedikit demam.
Aku tidak begitu yakin, jadi aku beli berbagai macam. Ini untuk sakit kepala,
ini untuk pegal-pegalm ini untuk hidung meler, dan kalau kau demam, makan ini.
- Joon Woo, dari mana saja kau? Ikuti aku. - Baik, Senior.
Jangan makan ini dengan perut kosong, jadi pastikan untuk makan dulu, oke?
Jangan sakit! Pastikan kau makan dulu!
Kim Joon Woo. Kenapa kau begitu baik dan menyenangkan?
Kenapa kau bukan putra direktur utama?
- Oh! Oh!- Hei!- Dapat!
Dapat! Dapat!
Kenapa mereka tidak pelankan suara, agar dia bisa tidur!
Apa kau mengajak berkelahi?
Ada masalah apa?
Saya... saya sedang berpikir untuk perlakuan pada setiap orang.
Saya sedang ingin mentraktir semua, hari ini.
- Wah!- Itu hebat!
Saya sudah makan, jadi silakan pergi makan.
Cepat pergi membeli makanan.
Kami akan pergi!
Aku tidak lihat Shin Hyeok. subtitles ripped and synced by riri13
♫ 'o sole mio! sta 'nfronte a te—♫
Hei! Apa yang kau lakukan , Sayang?
Hah?
Lipstik Anda sedikit melebar.
Tidak apa-apa sekarang. Anda terlihat sangat menyerupai Most lagi.
Terima kasih, Gadisku.
Aduh.
- Oh, Jackson! Kau ada di sini. - Ada apa?
Ayo pergi melakukan hal yang paling menyenangkan di dunia.
Apa hal yang paling menyenangkan di dunia?
- Sesuatu yang di luar kebiasaan. - Apa?
- Ayo pergi, ayo pergi! - Aku harus berikan ini pada Senior Poong Ho.
Ah, tidak jadi masalah kalau kau memberikannya 30 menit kemudian. Menyenangkan, di dunia tak berbelas kasih,
- minum teh dan istirahat sejenak.- Oh, tidak.
Saya minta Amerikano dengan es.
Kalau begitu, saya juga minta Amerikano.
Apa pacar Anda juga pakai es?
- Oh, saya bukan— - Dia bukan pacar saya.
Belum.
- Berikan saya kue juga.- Baik.
Tapi...
Maaf, Redaktur.
Aku benar-benar menyukaimu, tapi...
Ah! Kau menyatakan perasaanmu lagi. Aku tahu, kau tidak hanya menyukaiku, tetapi, sangat, sangat amat!
Bukan. Aku tidak begitu yakin bagaimana harus menyampaikan ini padamu, tapi...
- tapi begini—- Apa ini alasan kau menyukaiku?
Tampaknya kau begitu menyukaiku hingga hanya dengan melihatku saja kau terus menyunggingkan senyum.
Bukan begitu, tetapi yang kumaksud adalah—
Sebentar! Kalau begitu apakah ini alasanmu menyukaiku?
Gigi depan! Gigi depannya sudah goyang!
Redaktur! Aku rasa tidak benar untuk terus membiarkan ambiguitas ini—
- Kau tidak suka padaku, Jackson?- Bukan begitu!
Kenapa juga aku tidak menyukaimu?
Kalau begitu beres. Ada cukup kemungkinan.
Aku sudah bilang padamu. Belum berakhir sampai itu sungguh berakhir.
Pada akhirnya, kau akan datang padaku.
Aku akan pergi.
Redaktur. Redaktur!
Kenapa dia membuatku merasa sangat bersalah?
[Cantiknya Dia]Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Oh, kau sudah pulang? Kemarilah makan piza.
Hah? Kim Hye Ri, kenapa kau ada di sini?
Aku berpikir Unni Ha Ri mungkin memiliki banyak sisa waktu.
Aku berniat untuk membicarakan ini dan itu dengannya.
Oh! Apa itu Oppa Seong Joon?
Bukan!
Ya, Redaktur Cha. Saya sudah mengirimkannya pada Anda via surel.
Ya. Sampai jumpa besok.
Aku akan bergegas berganti pakaian kemudian makan.
Unni, Unni, ada seseorang yang mengejar-ngejar Kim Hye Jin.
Apa kau tahu apa bagian lucunya?
Dia jual mahal! Itu sungguh menggelikan!
Teman sekelas atau bukan, dari yang kulihat, ada sesuatu yang salah dengan mata Oppa itu, atau dia benar-benar memiliki selera wanita yang buruk.
Pasti salah satu dari itu.
Makanlah yang banyak adikku!
Ah! Begitulah caramu tumbuh tinggi!
Apa yang kau lakukan?
Dia bahkan mendatangi rumah kami baru-baru ini.
Hei! Kau cantik sekali! Bagaimana kau bisa secantik ini!
Cantik sekali! Kau cantik sekali!
Lepas sebelum aku menjadi marah.
Aduh!
Istriku!
Kemarilah!
Ta-da!
- Apa ini?- Bukalah.
Tapi, ada apa tiba-tiba dengan sepatu ini?
Aku sudah bilang aku akan membelikanmu sepasang sepatu.
Bagaimana? Apa kau menyukainya?
Ini cantik. Sangat cantik.
Aku rasa ini tidak cocok denganku.
Lebih baik, pergilah tukar mereka untuk ukuranmu dan kenakanlah.
Aku akan membeli sepatu yang nyaman saja.
Hye Jin, apa kau pernah mendengar pepatah yang mengatakan "jika kau memakai sepatu bagus, mereka akan membawamu ke tempat bagus"?
Kenakan sepatu ini, dan pergilah ke tempat yang bagus.
Jangan memikirkan hal lainnya, dan jangan mengkhawatirkan apa-apa.
Pergilah ke mana pun kau inginkan.
Ke mana pun yang kau mau.
Itu akan terasa tidak nyaman pada awalnya. Kau begitu memperhatikan selagi kau berjalan.
Tetapi, mereka akan segera menjadi nyaman.
Mereka sudah pasti akan terasa cukup nyaman hingga kau tidak menyadarinya.
Ha Ri.
Aku tidak masalah dengan tetap seperti ini saja.
Hei, orang yang membuat frustrasi. Aku mengatakan bahwa kau tidak perlu mengkhawatirkanku.
Aku menyuruhmu untuk pergi pada Ji Seong Joon!
Jika kau terus melakukan ini, aku akan terlalu merasa bersalah untuk tetap berada di sampingmu.
Aku tidak masalah tetap berteman saja dengan Seong Joon.
Ji Seong Joon adalah orang yang hatinya terus menuju padamu bahkan di saat aku berusaha begitu keras untuk mempertahankannya.
Setiap detik, setiap menit yang berlalu sekarang selagi dia menunggu akan terasa berat baginya.
Aku...
Aku sungguh baik-baik saja.
Benar, aku memang berbohong kalau aku tak apa sebelumnya.
Tapi, sekarang, aku serius.
Aku sungguh baik-baik saja.
Jadi, Hye Jin, pergilah.
Jangan mengkhawatirkan yang lainnya.
♫ Di sampingku, dirimu, bukannya orang lain, ♫
♫ selalu mengawasi. ♫
♫ Caramu bicara dan tatapanmu tidaklah asing. ♫
♫ Kaulah orang yang selama ini kunanti ♫
♫ Mungkin diriku, karena aku tak mengenal cinta, ♫
♫ Kutakut bahkan tak mampu utarakan apapun ♫
♫ Kau selalu bersamaku, namun kutakut kau masih tak tahu ♫
Aku tak akan memaksamu. Hanya saja jangan melarikan diri.
Kau adalah wanita yang kusukai saat ini.
♫ Tampaknya ku tak tahu. Tampaknya ku tak mengenal siapapun selain dirimu. ♫
♫ Tampaknya ku tak tahu apapun selain mencintaimu ♫
♫ Suaramu memanggilku (Suaraku memanggilmu). Matamu menatapku (Mataku menatapmu) ♫
♫ Tampaknya kau pun mencintaiku ♫
♫ Tampaknya kau tak mengenal siapa pun selain diriku. ♫
Tuan Puteri, kau di sini seperti ini lagi?
Tuan Puteri?
Menunggu...lebih sulit dari yang kukira.
Air juga tidak ada.
Tuan Puteri, hai.
Syal itu.
Kapan Seong Joon mampir?
Unni tidak akan melarikan diri lagi.
Dah!
Istriku! Kemari!
Ha Ri!
Aku akan mengantarmu ke sana untuk terakhir kalinya.
Aku akan mengantarmu kemudian menjual mobil ini.
Terima kasih. Aku akan pergi.
Semoga beruntung menjual mobilmu.
Iya.
- Hye Jin! - Hah?
Kau, sepatu itu tampak bagus padamu!
Hye Jin kita sangat cantik! Yang terbaik!
Semangat!
Aku merasa sangat lega!
Selamat pagi!
Kau sudah di sini?
Apa dia di sini?
Dia tidak ada.
Tapi apakah Wakil Pemimpin Redaksi masih belum sampai di sini?
Aku harus mendapatkan tanda tangannya di sini.
Dia dan aku ada pertemuan dengan tim seni sejak pagi ini.
Dia pergi segera setelah itu selesai, mengatakan bahwa dia ada pertemuan di tempat lain.
Dia baru saja pergi.
Mengapa kau tidak menendang kursinya dan pergi.
Maukah kau bermain permainan siapa yang akan membeli kopi?
Terima kasih.
Aku bisa bertemu dengannya nanti di kantor.
Sunbae Cha, ini bahan terjemahannya.
- Oh, terima kasih.- Ya.
Ta-da! Aku membeli beberapa kopi!
Kopi?
Apa yang membuatmu membawa beberapa kopi?
- Ini juga.- Terima kasih.
Aku bertemu fotografer Kang di kedai kopi saat membeli ini.
Dia bilang dia sedang ada pertemuan bersama Wakil Pemimpin Redaksi.
- Benarkah?- Uh?
Punyaku tidak kau beri sirop?
Aku lupa.
Berikan padaku. Aku akan memberikan siropnya untukmu.
Tidak apa-apa...
- Bukankah kau Hye Jin?- Oh?
Halo, fotografer Kang.
Tapi, Wakil Pemimpin Redaksi...
Ah, kau perlu bertemu dengannya tentang sesuatu. Dia baru saja pergi. Tidakkah kau melihatnya?
Aku bisa bertemu dengannya nanti di kantor.
Ya, Wakil Pemimpin Redaksi.
Mobilnya harus menunggu di bandara Jeju.
Anda akan kembali dengan penerbangan jam empat sore?
Kemudian, pada saat Anda kembali ke kantor... itu akan menjadi setelah jam enam sore.
Ya. Sampai nanti. Selamat jalan.
Omo! Kau mengejutkan aku!
Hye...Hye...Hye Jin. Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Oh benar, dia pergi untuk perjalanan bisnis ke pulau Jeju hari ini.
Cuaca di pulau Jeju.
Aku harap tidak ada hujan saat dia di dalam mobil.
Apakah dia makan?
Jackson! Ayo kita ada pertemuan!
Kau tertidur.
Jackson,
lihatlah padaku juga.
Hye Jin, di mana berkas yang kita terima dari Penerbit Joo Min melalui pengiriman cepat?
Ah, aku memberikannya kepada Wakil Pemimpin Redaksi karena dia ingin melihat-lihat.
Benarkah? Bisakah kau mengambilnya untukku?
Iya.
Alih bahasa dipersembahkan oleh The Ugly Ducklings @ Viki
Dimana Penerbit Joo Min...Joo Min...
Jika kau melakukan itu, mereka akan saling menempel.
Kenapa kau menggunakan mulutmu selagi menempelkan plester?
Itu tampak sangat bagus. Aku ingin melihatnya.
Aku ingin melihat dia.
Benarkah? Hye Jin, kau juga mau pergi nonton filmnya juga?
Apakah kau ingin ikut dengan kami ke pesta pratinjau?
Aku akan segera kembali.
Hye Jin, kau tergesa-gesa mau ke mana?
Suatu tempat yang menyenangkan.
♫ Meskipun mataku ditutup aku merasakan kehadiranmu. ♫
♫ Hatiku ini dipenuhi dengan kata-kata 'Aku merindukanmu'. ♫
♫ Tapi au tak dapat berkata apa-apa. ♫
Ya, Redatur Cha. Aku kembali lebih cepat dari yang aku perkirakan.
Ya. Aku akan segera menemuimu.
♫ Hatimu berjalan jauh di belakangku. ♫
♫ Kau tetap tidak tahu, kau tidak mengetahui ♫
♫ cintaku selalu bersamamu. ♫"Selamat datang Ji Seong Joon"
♫ Jika kau memikirkan aku sekali-sekali, jika sesekali kau merindukanku ♫
♫ Jika sesekali kau tertawa padaku, tidak apa-apa. ♫
Permisi! Kau tidak apa-apa?
- Panggil ambulance.- Ya, seseorang jatuh pingsan.
Anda tidak apa-apa?
Kenapa dia tidak datang?
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif--
Dia tidak mengangkat ponselnya.
Apa yang kita lakukan? Lalu apa yang terjadi?
Jika itu sesuatu yang mudah, itu melegakan.
Aku pikir begitu. Karena dia lembur sendiri, itu akan aneh jika dia tidak ambruk.
Oh, baiklah.
Poong Ho, tolong urus dia ya.
Seseorang pingsan?
Wakil Pemimpin Direksi Ji.
Aku sangat terkejut saat aku mendapat telepon dari 119.
Tidak mungkin dia bisa menahan semua itu. Bukan seperti dia terbuat dari baja.
Jackson.
Jackson, kau pergi ke mana?
Taksi!
Jackson, naiklah.
Aku tidak bisa. Aku akan pergi ke Seong Joon sekarang.
Aku tahu. Naiklah.
Tapi...
Masuklah.
- Redaktur Kim.- Tidak apa-apa. Cepat naiklah.
Kau akan gila karena mengkhawatirkan dia saat ini.
Aku seharusnya tidak melakukan ini padamu.
Kau orang yang baik.
Kau sangat baik padaku,
dan bersamamu terasa baik dan menyenangkan.
Bagiku,
kau sangat, sangat...
Aigoo, Jackson. Jackson-ku yang berhati baik.
Baiklah, kalau begitu.
Yang terakhir kali, mari kita...
bermain melontarkan koin.
Jika itu kepala, aku akan pergi tanpa melihat ke belakang,
dan jika itu ekor,
aku akan berpegang padamu untuk yang terakhir kali, sehingga kau tidak bisa pergi.
Aku mulai.
♫ Pengakuanku yang canggung begitu terlambat ♫
♫ Karena mencintaimu lebih baik daripada selalu berada jauh darimu ♫
Pergilah, Jackson.
Itu kepala.
Redaktur Kim.
Terima kasih,
karena telah ragu-ragu.
Cepat pergilah, atau ada kesempatan aku mungkin berubah pikiran!
♫ Tapi, setidaknya sekali saja ♫
♫ Kau satu-satunya untukku ♫
♫ Kau satu-satunya untukku ♫
♫ Aku berkecil hati. Seperti biasanya, sehingga suatu hari kau bisa datang padaku ♫
♫ Aku akan berada di tempat yang biasa kau lihat, ♫
♫ sama seperti ini ♫
VIPJi Seong Joon (Laki-laki)
Penerjemah Bahasa Inggris-Indonesia: dwi_yuniarti, iyha_indria, ladyjava, lalanlanzz, mmaruto, rosidah_3 (editor)
Ternyata Kim Hye Jin.
Kenapa kau datang?
Apa kau datang karena kau khawatir?
Tidak.
Aku datang untuk memelukmu.
♫ Mungkin karena, aku tak mengenal cinta ♫
♫ Kutakut ku tak mampu utarakan apapun ♫
♫ Ku selalu bersamamu, ku selalu menatapmu, ♫
♫ tapi kurasa kau masih tak tahu. ♫
♫ Jika kau mendekat sedikit lagi saja, akankah kau memahamiku? ♫
♫ Haruskah ku menunggu lebih lama? ♫
♫ Cinta yang kumulai sendiri diam-diam untukmu ♫
♫ Haruskah kita melakukannya bersama sekarang? ♫
♫ Mungkin karena, aku tak mengenal siapapun selain dirimu ♫
♫ Ku tak mampu mencintai yang lainnya ♫
♫ Perasaanku seringkali terasa aneh. Ku selalu menunggu. ♫
♫ Kutakut kau masih tak tahu bagaimana yang kurasa ♫
♫ Kata-kata yang tak bisa ada tanpamu (kata itu adalah cinta) ♫
♫ Kata-kata yang ingin kukatakan saat ku hanya menatapmu ♫
- Hye Jin.- Oh?
Jangan merasa menyesal dan menjauh. Itu tak keren.
Jika pada awalnya kita bertemu seperti itu,
itu benar-benar akan menyenangkan.
Oh! Mereka berpegangan tangan!
Kau pernah mengatakan kau hanya perlu melihatku selama 10 detik.
Hai.
Saat kau mengalami kesulitan, lakukan itu di depanku.
Aku tidak akan membiarkanmu sendiri lagi.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.