Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA DAN INSIDEN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
Kang Gi-beom, di mana kau?
Cepat bawa dia kembali ke markas.
- Kami berdua saja? - Cepat pergi.
- Kembali kemari! - Astaga.
Ke mana kau?
Dia akan mati bila kau biarkan.
Kita butuh dompetnya.
Kau ingin aku membawanya ke markas dan menangkap dia hidup-hidup?
Belum ada perintah membunuh untuk Rugal sampai saat ini.
Bukan aku yang membunuhnya.
Kau bisa tetap dikenakan pasal karena pembunuhan tak disengaja.
Itu karena tubuhnya lemah. Memangnya salahku?
Hubungkan aku ke markas.
Menghubungkan ke markas.
HWANG DEUK-GU TERTANGKAP
Akhirnya terhubung.
Agen Kang mengirim pesan.
- Hubungkan ke siaran langsung. - Baik.
Kerja bagus, Gi-beom.
EPISODE 7
Siapa kalian?
Jangan bunuh kami. Kami sudah lakukan yang kalian suruh!
Siapa yang menyuruh kalian?
Kami diancam dibunuh jika tak melakukan ini.
Dia mengancam membunuh keluargaku juga.
Beri tahu aku siapa dalangnya.
Presdir Hyeon.
- "Presdir Hyeon"? - Ya.
Bila kalian tertangkap berbuat hal yang gila,
bilang saja kalian disuruh Presdir Hyeon.
Kalian tak perlu tahu apa itu benar,
siapa begitu, dan apa alasannya.
Mereka berkata kami akan diampuni bila melakukan perintah Presdir Hyeon.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Gi-beom ternyata benar.
Kita harus lakukan segalanya melawan mereka.
Pergilah.
Orang-orang itu sebenarnya juga korban.
Sedih rasanya tak bisa menangkap pelaku sebenarnya.
Mereka bukan korban sepenuhnya.
Mereka dari keluarga berpengaruh.
Mereka menyentuh uang korupsi.
Mereka melakukan itu agar dimaafkan oleh Presdir Hyeon.
Itu hanya pertunjukan.
Detektif Yang juga hanya berpura-pura sekarang.
Kalau begitu, ini sudah selesai?
Para petinggi mau mereka dibebaskan.
Menurutku lucu ketika orang kaya
seperti Pak Hyeon dari Grup AH mengaku jadi dalang.
Kenapa dia meminta perlindungan polisi jika menyuruh mereka ini?
Aneh, 'kan?
Semua terasa aneh.
Namun, bila kita tak memasukkan Presdir Hyeon,
kasus ini lebih masuk akal.
Pihak ketiga menyebut nama Presdir Hyeon
dan membuat kegaduhan ini.
Presdir Hyeon yang marah
tidak bisa memanggil polisi sama sekali
dan akhirnya memanggil kita untuk membantu.
Ini tak tertulis pada akhirnya.
Detektif Yang bekerja keras.
Ini terasa sia-sia karena kita tak bisa melakukan apa-apa.
Halo, Pak.
Apa?
Baiklah.
Terjadi sesuatu yang menyenangkan.
Kau tahu tak bisa menang dariku.
Waktu itu kau pura-pura lemah agar tahu kekuatanku?
Apa yang mereka lakukan dengan tubuhmu?
Tubuhmu sangat panas sekarang.
Min-jun...
Minggir bila kau tak ingin mati.
Tolong!
Gi-beom!
Kang Gi-beom!
Gi-beom, tolong aku!
- Berengsek! - Ada apa ini?
- Gi-beom! - Ada apa?
Lepaskan dia dariku. Cepat.
Berengsek.
Aku hampir saja mati.
Hei, apa kau harus berteriak karena ini?
Dia tadi menggigit telingaku! Kau tak tahu yang terjadi.
Kau tahu situasi apa di sana?
Maaf. Dia lolos lagi karena aku.
Sial!
Maafkan aku.
Haruskah aku tetap membawa orang ini ke markas?
Bos.
- Kalian akan datang, 'kan? - Sebentar lagi.
Kalian tak lihat mobil keluar dari waduk?
Mobil keluar dari waduk?
Ada apa?
Sialan.
Sepertinya Mi-na melihatnya. Kami akan kejar dia.
Itu Hwang Deuk-gu.
- Tidak ada. - Aku merasa aneh saat mobil itu lewat.
Aku seharusnya tahu.
Dia meninggalkan mobilnya, pasti ada yang membantunya.
Haruskah kita mencari lagi?
Kita ke tempat Gi-beom saja.
Kita harus tahu alasan dia lolos.
- Ayo pergi. - Baiklah.
Kau bisa tertangkap bila aku sedikit terlambat, Pak.
Sepertinya kau dan aku adalah saudara di masa lalu.
Ketika sesuatu buruk terjadi padamu,
bulu kudukku berdiri tanpa alasan.
Setelah aku sadar,
aku sudah berlari secepat mungkin ke arah sini.
Diamlah.
Cepat pergi ke tempat Direktur Gu.
TENTARA BAYARAN
Bagaimana bisa kau tak muncul
setelah mengundang kami semua?
Maaf.
Situasiku saat ini tak mendukung.
Apa kau sadar sulit untuk berbicara tentang militer privat
dengan mereka?
Hal yang sulit dibicarakan itu.
Bukankah aku memberikan uang dan dukungan penuh kepadanya?
Bila kau tak datang dalam 30 menit, kita hentikan dulu usaha ini.
Sial.
Kang...
Gi-beom!
Di mana Hwang Deuk-gu?
Kita terlambat. Dia bahkan pergi meninggalkan mobilnya.
- Sialan. - Ada apa sebenarnya?
- Kau tak apa-apa? - Ya.
Aku baik-baik saja.
Siapa orang ini?
Calon mempelai pria dari Argos.
Hanya satu orang yang cocok dengan deskripsi acara keluarga itu.
Ko Yong-deok?
Bukankah dia sudah mati?
- Kau menemukan jasadnya? - Dia masih hidup.
Tepatnya, dia tak dibiarkan mati dengan tenang.
Bos.
- Keluar kau. - Bagaimana aku pergi bila kau...
- Cepat pergi! - Baik, Pak.
Aku akan mulai.
Kau harus disuntik dulu.
Walau diberi obat bius, kau bisa tewas saat obat bekerja.
Mulai...
Mulai saja.
Mereka menyelamatkan orang yang seharusnya mati.
KE TEMPAT EKSEKUSI
Orang yang seharusnya dihukum lepas begitu saja.
Syukurlah kau senang dengan hadiahnya.
Mereka pun mentertawakanku.
Hebat sekali mereka.
Jelaskan padaku.
Dia hasil kerja sama Hwang Deuk-gu dan Choi Ye-won.
Di tempat eksekusi yang mereka buat,
mereka menenggelamkan pimpinan Argos.
Namun, mereka lupa sesuatu.
Para penyelam sama rakusnya dengan mereka dalam hal ini.
Para penyelam tak melihat Ko Yong-deok sebagai jasad yang harus dibereskan.
Mereka berharap ini dapat mengubah nasib.
- Satu, dua, tiga. - Namun, ini di luar dugaan.
Ini sesuatu yang ditutupi
sehingga mereka tak bisa beri tahu yang lain.
Satu, dua, tiga!
Mereka tak bisa bunuh dia sekarang, mungkin saja dia berguna nanti.
Apa kau berhasil membereskan para penyelam?
Kau tak perlu khawatir.
Berarti kini giliranku.
Kerja bagus. Pergi dan istirahatlah.
Namun, kau tak bisa berkomunikasi dengannya.
Komunikasi?
- Aku mau menyiksanya. - Boleh aku saja?
Aku bisa lakukan yang kau mau.
Tak perlu.
Susan, jangan kemari. Dia berbahaya.
Apa Susan akan...
Lebih baik jangan lihat.
Agar kalian tak perlu bertanggung jawab.
Ayo keluar.
Tapi...
Orang-orang ini tak hanya membereskan jasad.
Lalu?
Mereka menjual jam, ponsel, dan perhiasan korban.
Bahkan organnya.
Karena itu tetap tak cukup,
mereka bahkan menjual hadiah pernikahan Ko Yong-deok.
Mereka cukup terkenal di web jual barang bekas.
Kualitas barang mereka pun terjamin dilihat dari komentarnya.
Sulit dipercaya.
Namun, karena ini Hwang Deuk-gu ketahuan karena ulahnya sendiri.
Kita tentu berharap itu.
Menangkap orang yang memanfaatkan orang jahat lain.
Ko Yong-deok pasti menyesal masih hidup.
Dia pasti tidak menyangka
akan menjadi mangsa di lingkungan yang dia buat.
Dia hidup, jadi, ini percobaan pembunuhan.
Bila kita mendapat pengakuannya,
kita bisa menangkap Choi Ye-won dan Hwang Deuk-gu.
Tentu baik bila itu terjadi. Namun, aku masih merasa janggal.
Aku seharusnya membunuh Hwang Deuk-gu.
Kenapa tak kau bunuh?
Tentu aku ingin.
Kurasa itu cukup
untuk balas dendam.
Bukankah perintahnya menangkapnya hidup-hidup?
- Lalu aku harus apa? - Saat itu,
kau tak seperti anggota Rugal.
Walau karenamu, Rugal bisa menaati aturan yang ada.
Bila kau sebenci itu, biarkan aku bertanya.
Bila aku membunuh dia saat itu juga, siapa yang akan bertanggung jawab?
Apa kau mau dipenjara denganku?
Aku akan bertanggung jawab dengan apa pun yang terjadi di Rugal.
Tak hanya dipenjara, bahkan lebih dari itu pun aku siap.
Hwang Deuk-gu! Choi Ye-won!
Aku tak akan biarkan kalian!
Apa kau sekarang merasa hidup?
Dasar berengsek.
Kau tahu siapa aku?
Aku Ko Yong-deok.
Efek satu tetes hanya lima menit.
Walau begitu, tubuhmu akan lemah selama setahun tiap disuntik ini.
Kau tak ada waktu untuk mengomel.
Apa maumu?
Sepertinya tujuan kita sama.
Berikan aku Hwang Deuk-gu.
Jika kau mau balas dendam,
kau harus beri tahu aku semua yang kau tahu.
Tingkat amarahmu terlalu tinggi.
Kau harus meredakan amarahmu.
Kau memang pintar bicara.
Bila kau tak hentikan aku...
- Aku tak menghentikanmu. - Apa?
Aku hanya memberitahumu analisisku.
- Jadi apa pendapatmu? - Kau mau dengar?
Lupakan. Untuk apa aku bicara ini.
Vitamin dari buah segar penting untuk menjaga mentalmu.
Sebelum tidur, berdiri dengan tangan pun bagus.
Makan buah malam hari? Lupakan.
Kau harus bunuh Hwang Deuk-gu dulu.
Bukankah kau ingin buat kasus kecil terlebih dahulu?
Sepertinya kau jadi terburu-buru.
Aku hanya mengubah urutannya.
Posisimu itu sangat mengerikan.
Kau tentu sangat lelah.
Kesimpulannya, bunuh dia. Aku tak tahu apa pun.
Tentu, terserah.
Caranya aku yang tentukan.
Detail kuberi tahu saat bertemu.
Akan kuberi tahu lokasi dan waktunya.
Tiba-tiba hari yang ditunggu tiba.
Ingatlah hubungan dekat kita dan redakan amarahmu.
Kau mempermainkanku.
Kita bukan orang asing.
Aku pun selalu membawa hadiah tiap bertemu denganmu.
Walau kau berusaha mengambil uang dari menjual galeri,
Hwang Deuk-gu tentu tahu itu.
Bila dia bisa dibunuh, kita tentu tak perlu khawatir hal itu.
Benar juga.
Namun, aku tak percaya.
Bagaimana bisa Seol Min-jun menjadi anjing Hwang Deuk-gu?
Aku tak tahu jelas soal itu.
Namun, ini Hwang Deuk-gu.
Tak begitu mengejutkan.
Benar.
Itu juga yang membuat para pria tua itu takut dengannya.
Choi Yong dan Bong Man-cheol juga bersama kita.
Benarkah?
Pria tua yang kolot itu?
Mereka juga terdesak sekarang.
Ketika seseorang menjadi tua dan sakit, hati mereka pun ikut lemah.
Tertipu dan masuk ke dalam.
Bukankah kau juga begitu?
Sepertinya Hwang Deuk-gu mengganggu Presdir Hyeon.
Aku harus redakan amarahnya
dan mengatur beberapa keputusan yang akan dia buat.
Untuk itu, apakah harga diri penting?
Padahal dia adalah wakil presdir Argos.
Aku harap dia terbunuh dengan cara yang heroik.
Apa ada cara yang kau pikirkan?
Aku sebenarnya ingin bertemu dengannya.
Namun, aku tak melihatnya dari kemarin.
Apa dia menyadari rencana kita?
Katanya istirahat.
Benar juga.
Orang seperti kita lebih baik bergerak untuk menjernihkan pikiran.
Ayo. Aku bantu kau.
Satu ronde lagi?
Sebanyak kau mau.
Namun, merasa lelah tak menyelesaikan masalah.
Apa kita kerja dengan baik?
- Tentu saja. - Tapi kenapa
yang kuingat hanya tindakan penjahat itu?
Aku selalu merasa kalah.
Mari cari cara untuk menang.
Bukan karena izin atau alasan mendasar.
Aku ingin kita bisa membalikkan keadaan.
Ada yang bisa tebak isi amplopnya?
- Uang! - Bukan, Pak.
Di dalam amplop ini, ada kupon gratis
yang bisa digunakan untuk berbagai layanan yang disediakan Argos.
Dia bawa pengawal ke sini.
Kita sambut Presdir Choi Ye-won.
Presdir Choi akan memasukkan amplopnya langsung ke dalam kotak.
Satu, dua, tiga.
Tepuk tangan yang meriah!
Amplop ini akan diberikan kepada 5.000 keluarga yang membutuhkan.
Tepuk tangan lagi untuk Presdir Choi.
Selanjutnya, acara undian. Ada banyak hadiah hari ini.
Kami sudah siapkan teh hijau, kentang, hingga kiwi!
Mari kita mulai undiannya sekarang.
- Dekati aku dengan perlahan. - Kalian mau kiwi?
- Ya! - Ya!
Kau seperti malaikat saja.
Kami juga banyak melakukan hal baik.
Sebelum kau berkata itu uang haram,
coba rebut amplop-amplop itu dari anak-anak yang membutuhkan.
Aku yakin kau tak panggil aku hanya untuk pamer.
Di Argos, hanya aku yang peduli pada hal seperti ini.
Karenamu, aku berhasil melakukan ini tanpa intervensi.
Ini juga acara yang biasa dilakukan Argos, jadi, tak banyak yang curiga.
Kau pintar juga.
Haruskah kita pergi ke tempat lain?
Sudah lama rasanya tidak berjalan
di tengah orang seperti ini.
Apakah hubungan kita jadi emosional seperti ini?
Kulihat ada beberapa orang yang mengawasiku.
Kau harus terus berhati-hati. Kita baru bertemu beberapa kali.
Aku orang yang bekerja baik dalam keadaan berbahaya.
Aku akan mengadakan pesta dengan para bos menengah.
Hwang Deuk-gu juga akan datang.
- Tempatnya? - Di rumahku.
Kami sering berkumpul di sana, jadi, dia tak mungkin curiga.
Orang-orang penting berkumpul di satu tempat.
- Pengawal pasti sangat banyak. - Tentu saja.
Bila buat salah, kau langsung mati.
Sia-sia khawatir hal itu.
Cantik juga di sini.
Nikmatilah.
Nikmatilah pengalaman malam. Apa bisa aku besok konsultasi?
Aku dapat tempat yang bagus.
Kau sudah datang.
Hai.
Untuk apa kita ke sini di jam ini?
Apa masalahmu?
Aku ingin menjernihkan pikiran dan minta maaf padamu.
Minta maaf untuk apa?
Untuk semua.
Bukankah kita sering bertengkar?
Walau kita di jalan yang sama,
kau pasti stres dengan anggota tim yang selalu berpikir berbeda denganmu.
Bisa dibilang begitu.
Apa karena itu kau sampai memanggilku...
untuk datang ke sini?
Apa yang ingin kau bicarakan?
Sebenarnya aku ingin pura-pura tak tahu, tapi tak bisa.
Tentang apa?
Han Tae-yeon.
Seorang kakak perempuan
yang pertaruhkan semuanya untuk menangkap adiknya.
Namun, aku tak berhasil melindungi dia.
Bisa dibilang, aku bertanggung jawab atas hilangnya tanganmu.
Kau tentu tahu dari awal tentang ini. Mengapa tak bicara?
Kau
melakukan tugasmu,
sementara aku hanya melakukan tugasku.
Itu hal yang tak bisa diubah.
Aku tak mau emosional.
Kau selalu memisahkan urusan kerja dan pribadi.
Hasilnya tak akan berubah,
- siapa pun yang mengambil kasus itu. - Tapi, aku...
Aku hanya merasa bersalah.
Aku juga merasa sedih.
Bila kita melihat ke arah yang sama,
kita tak mungkin melukai satu sama lain. Bukan begitu?
Mungkin.
Mengapa tiba-tiba ada pelatihan?
Entahlah.
Gi-beom akan marah bila kita tak datang atau telat.
Serta...
Apa kau juga dapat foto ini?
Sepertinya dia ingin bilang sesuatu, tapi entahlah.
Gi-beom dan Tae-woong sudah datang.
Maukah berlari bersama?
Tentu, kita sudah sampai di sini pula.
Yang paling penting bagimu adalah Rugal, 'kan?
Benar.
Lindungilah itu sampai akhir.
Tentu saja.
Cepat ke sini!
Tunggu sebentar.
Kau undang mereka?
Aku hampir sampai.
Kalian tak berlari sama sekali.
Dasar malas.
Apa ini pelatihan bersama?
Ayo kita berlari dengan benar.
Aku sudah bersiap dengan baik.
- Ayo pergi. - Ayo.
Semua lapisan kulit rusak sudah kuangkat.
Aku mengganti yang rusak dengan kulit buatan.
Bagaimana tempat yang lain?
Untungnya organ yang lain masih selamat.
Bila kau sedikit saja terlambat, kau bisa kehilangan nyawa.
Aku lupa kau itu dokter.
Aku pikir kau itu tukang daging karena hanya potong dan iris daging.
Selain itu,
jika yang kau incar
adalah perangkat yang melampaui kemampuan manusia...
- Rencana kita harus dipercepat. - Apa?
Aku akan siapkan apa pun yang kau butuhkan.
Jadi, buat yang benar.
Baik, Pak.
CHOI YE-WON
Aku sepertinya harus mulai membereskan keluarga ini.
- Sakit? - Tidak.
Maka...
Sakit!
Sungguh?
Apa ada masalah di tempat yang lain?
Hei, berterima kasih sajalah.
Bila bukan karena Susan, ini tak akan selesai.
- Apa? - Dasar kau ini.
Kau sungguh tidak tahu sama sekali.
Gwang-cheol, ada setan yang hidup dalam markas ini.
Apa? Setan?
Benar!
Apa maksudmu?
Tidakkah kau merasa aneh?
Kenapa Direktur Choi menolak kalian semua yang lebih kuat
dan malah mengajak Susan ke dalam ruang isolasi?
Kau benar.
Itu memang aneh.
Susan terlihat baik dari penampilannya.
Apa dia di dalam ruangan itu histeris tanpa alasan?
Kau tak tahu apa yang sedang kau bicarakan.
Ko Yong-deok
pada akhirnya akan berkata jujur.
Itu tak akan mudah terjadi.
Dia orang yang pernah duduk di posisi penting.
Tidak, aku lihat semuanya.
Dia memutar badan manusia seperti sebuah mainan.
Dia memotong, menempel,
menggigit, mengunyah, bahkan mencampurnya.
Kalian yang dalam keadaan bius tentu tak tahu.
Namun, aku lihat Susan.
Ekspresinya yang menikmati dan... Hah!
Benar.
Hai, Susan.
Mungkin di sini.
Terima kasih, Bradley. Itu lebih baik.
- Coba cek bagian sini. - Bagian ini?
Dia pergi?
Aku takut!
Aku juga takut padanya.
Pak, kau memanggilku?
Apa kau baik-baik saja, Pak?
Kau cepat juga datang.
Hei, apa yang sedang dilakukan Hwang saat ini?
Katanya dia mau bertemu dengan kami.
Tapi dia tak terlihat sama sekali.
Pak Hwang saat ini selalu bersama Seol Min-jun ke mana pun.
Aku sudah dengar tentang itu.
Datang dengan tangan kosong?
Coba beri tahu aku apa pun.
Bawakan Hwang Deuk-gu,
atau hubungan kita berakhir.
Tapi Pak...
Bos. Kau sudah datang.
Kau pergi ke banyak tempat...
tanpa memberitahuku sama sekali.
Bukan itu maksudku.
Aku hanya datang menggantikanmu.
Kau ternyata masih hidup.
Matamu masih saja sadis walau sudah kehilangan semuanya.
Walau kau mengambil semua dariku,
kau tak akan bisa dapatkan alamat itu
tanpa kembalinya Yong-deok di Argos.
Apa maksudmu?
Untuk apa kau pegang senjata
bila tak tahu cara memakainya?
Tidak, kau tak akan bisa gunakan itu.
Apa kau sedang menyembunyikan
Presdir Go yang sudah meninggal?
Bila kau ingin tahu,
pergilah ke kuburannya dan bongkar.
Bila itu dibutuhkan,
aku bisa lakukan itu.
Apa?
Apa maksudmu tadi?
Apa ada sesuatu yang aku tak tahu?
Kau tak perlu tahu ini. Tak usah ikut campur.
Sialan.
Tunggu.
Di mana daftar politikus yang sudah dilobi?
BRANKAS VIP MORFIN, NOMOR 1004
Dia ingin memulai lagi dari awal?
Min-jun, berikan informasi Dokter Oh dari Rumah Sakit K ke Dal-ho.
Pak, apa ini?
Ikuti dia 24 jam penuh.
24 jam?
Benar. Cari kesempatan baik
untuk bawa dia bila aku perintahkan.
Secara diam-diam dan tepat sasaran.
Baik, Pak.
Berhenti.
Turun.
- Apa? - Turun.
Maksudmu aku?
Kau tak mengerti maksud dari 24 jam?
Baiklah. Aku segera mengikutinya.
Sial.
Kita mungkin akan butuh Ko Yong-deok.
Aku tak perlu memberitahumu
yang harus kau lakukan, bukan?
JURI
- Terima kasih. - Ya.
Dia cukup baik dalam segi ini.
- Mungkin bisa kita simpan dulu. - Baiklah.
- Mari istirahat dulu sebentar. - Baik.
Tak lihat aku sedang bekerja?
Sepertinya Choi Yong mengetahui sesuatu.
Apa kau tahu sesuatu soal Presdir Ko?
Bagaimana aku tahu?
Bila kau tak tahu, berarti hal itu sangatlah rahasia.
Sepertinya ada sesuatu yang besar.
Dan itu digunakan oleh Choi Yong untuk kerja sama dengan Hwang Deuk-gu.
- Tentang uang? - Sepertinya lebih dari itu.
Sepertinya sesuatu yang digunakan
untuk menendang Hwang Deuk-gu dan mendapat Argos sepenuhnya.
Kalau begitu, kita harus bekerja sama.
Apa kau yakin kita bisa bekerja sama?
Kalau tidak, kau tak mungkin datang ke tempat ini.
Tentu saja.
Pantas kakiku ini bergerak ke tempatmu.
Apa yang harus kulakukan?
Sepertinya Choi Ye-won akan memanggil kita dalam waktu dekat.
Aku bisa membayangkan hal bagus terjadi di sana.
Ada apa ini? Hei, lepaskan!
- Gi-beom. - Ada apa?
- Dokter Oh diculik. - Apa?
Apa benar itu Direktur Gu dari Rumah Sakit K?
Benar, identitasnya sudah dipastikan.
Dia menelepon minta bantuan
dan katanya dia tahu ke mana Dokter Oh dibawa.
Apa Direktur Gu kabur dari sana?
Dia bilang Dokter Oh dalam bahaya bila terlambat
dan dia ingin diselamatkan dahulu.
Aku tak bisa menebak apa yang terjadi.
Tim kami akan ke sana dulu
dan kumpulkan semua polisi serta detektif di area tempat laporan.
Kita hanya punya informasi dari intel Direktur Gu.
Tidak mungkin ada kamera pengawas di rumah sakit terbengkalai.
Agar lokasi Dokter Oh tidak terlacak,
mereka juga tak mungkin pergi dengan navigasi.
Bedebah.
Beraninya menyentuh Dokter Oh.
Apa kita bisa percaya Direktur Gu?
Kita hanya bisa mengecek langsung.
Kepala, dengan fakta mereka tahu posisi Dokter Oh untuk kita...
Bukankah ini masalah bagi Rugal?
Benar. Operasi ini sama pentingnya dengan peperangan sebenarnya.
Kalian harus selamatkan mereka.
- Tentu. - Baik, Pak.
Tunggu sebentar.
Kang Gi-beom, cek lokasinya.
Ada tiga titik arah pukul 2, 8, dan 11.
Jarak yang diperkirakan sekitar 1 km dari sini.
Mi-na arah pukul 2, Gwang-cheol arah pukul 11.
Aku akan pergi ke arah pukul 8.
Beri sinyal bila temukan sesuatu.
Tunggu. Aku bagaimana?
Kita tak tahu ada jebakan apa.
Kau di belakang dan cek gerak musuh untuk kami.
Aku bisa lakukan itu sambil berlari.
Bila kau ingin berontak,
katakan sekarang.
Aku tak ingin memberontak.
Ini tempat yang gelap dan sunyi.
Coba untuk tak berkomunikasi
dan panggil yang lain bila terdesak.
Tak ada banyak waktu, ayo bergerak.
Baiklah.
Hei.
Direktur Gu Won-bong?
Kalian ternyata benar datang.
Aku sudah takut kalian tak bisa menemukan tempat ini.
- Apa kau terluka? - Aku tidak apa-apa.
Karena aku terus bersembunyi,
kakiku terasa sedikit kram.
Di mana Dokter Oh?
Ke arah sana...
Aku menemukan Direktur Gu.
Akan kuserahkan dia ke polisi dan akan bergabung kembali.
Dokter Oh berada di arah pukul 10.
- Ayo ke tempat yang aman. - Tentu.
- Apa yang kau lakukan? - Maafkan aku.
Apa ini? Tak ada siapa-siapa.
Sepertinya bukan di sini.
Mi-na juga tak terlihat.
Mi-na, di mana kau sekarang?
Mi-na?
Mi-na!
Mi-na.
Bagaimana?
Aku baru mendapat kabar dari polisi di TKP.
Mereka berhasil mendapatkan Direktur Gu.
Baik. Kirim dia ke sini.
Baik, Pak.
Bagaimana Dokter Oh?
Kami belum menemukannya.
Mi-na pun tak bisa kami hubungi.
Walau aku minta bertahan tanpa komunikasi,
dia tak bisa dihubungi.
Kembali dulu ke markas.
Aku akan kirim pesan ke Gi-beom dan Mi-na.
- Tapi... - Direktur Gu sudah tertangkap.
Kau bisa pergi lagi bila lokasi Dokter Oh sudah ditemukan.
Baiklah.
Mari kembali ke markas dulu.
Apa ini?
Mi-na.
Ada apa ini?
Bradley.
Nomor yang Anda tuju...
Ini aku, Gi-beom.
Bagaimana kau tahu nomor ini?
Nanti kuberi tahu. Cepat beri tahu aku bagaimana caranya mengembalikan
pandanganku yang kabur.
Tunggu sebentar.
Melihat gelombang otak yang sekarang,
sepertinya ada masalah dengan chp yang terhubung.
Terhubung? Apa maksudmu?
Kau takkan mengerti.
Bukankah kau sedang terburu-buru?
Benar. Cepat kembalikan pandanganku.
Maaf.
Aku tak bisa.
Mi-na sedang tertangkap. Cepat!
Kau pikir itu terjadi begitu saja?
Aku tak tahu resikonya nanti!
Cepat kembalikan.
Ada masalah, kau perbaiki nanti.
Tapi tetap saja ini proses yang tak mudah dilakukan.
Cepat!
Itu bisa membuka kotak pandoramu! Susan bahkan menutup itu.
Tak perlu peduli hal itu.
Cepat nyalakan pandanganku.
Aku harus cari Mi-na sekarang, dia dalam bahaya!
Terserah! Aku tak mau tanggung jawab!
Menyebalkan sekali.
Cari Mi-na.
Hwang Deuk-gu?
Kau juga tahu aku?
Apa aku sangat terkenal?
Hwang Deuk-gu!
Kau punya semangat yang sangat baik.
Umpan memang lebih baik ditaruh di atas lantai.
Aku sangat ingin bertemu kau.
Akhirnya kita bertemu.
Bukan kau yang kuincar,
tapi orang yang gila akan darah.
Bukankah itu kau?
Kau sepertinya...
bisa digunakan di banyak hal.
Jangan bunuh dia.
Tolong selamatkan aku.
Aku hanya mengikuti perintah.
Tolonglah aku.
Tolong aku.
Aku mohon.
Apa ini jebakan untuk kami?
Gi-beom dan Mi-na juga masih belum datang.
Mereka bukan orang yang mudah takluk.
Bukan begitu?
Mereka mungkin mencari Dokter Oh.
Atau bahkan sudah menemukannya.
Ada jalan yang paling mudah dan cepat.
Ko Yong-deok.
Biarkan aku menemuinya.
Kau masih hidup, Tae-woong?
Terima kasih
telah membesarkanku.
Siapa?
Aku membesarkanmu?
Dasar gila.
Bila kau berterima kasih padaku,
lepaskan ikatan ini sekarang.
Aku sudah setua ini...
Mana mungkin jadi bahaya untukmu?
Kau akan mati
di sini.
Apa Han Tae-yeon juga di sini?
Tentu tidak.
Aku sudah pastikan dia dibereskan waktu itu.
Orang yang aku sayangi
hilang begitu saja.
Jadikan ini kesempatan untuk menebus dosamu
dan jawab pertanyaanku.
Kesempatan menebus dosa.
Menebus dosa?
Omong-omong,
bisa bicara lebih keras?
Mungkin karena aku tua,
telingaku terus berdengung.
Di mana dokter-dokter Rumah Sakit K?
Dasar bedebah tak tahu malu!
Beraninya kau sok mengajariku!
Tae-woong!
Kalian takkan bisa...
mengalahkan Argos yang sudah kudirikan.
Tae-woong, ada yang aneh.
Selamat datang di neraka, Kang Gi-beom!
Lari!
Hei, Pecundang. Lepaskan dia dan lawan aku.
Kau tak pantas mengatakan itu setelah bermain dengan jasad hidup.
Benar.
Baiklah.
Aku takkan menyerang.
Aku akan menyerah.
Apa rencanamu?
Bukankah aku targetnya?
Aku akan ikuti kemauanmu tanpa perlawanan.
Nyalakan lampunya.
Kalian berdua tetap akan mati.
Bawa dia.
- Kau tak apa-apa? - Gi-beom.
Di atas ini tanjakan landai.
- Kau pintar berguling? - Ya.
Saat kita bangun, kau harus langsung berlari.
Baiklah.
Sekarang.
Ayolah.
Sudah kubilang aku menyerah.
Tae-woong, kau dengar aku?
- Kemari! - Gwang-cheol!
Apa?
Apa kau pikir dia bisa hidup setelah lepas dari sini?
Di luar sana lebih sadis dari di sini.
Apa kau menikmati pesta kembang api waktu itu?
Sebelum aku mengontrakmu,
aku ingin dengar caramu untuk menyingkirkan Hwang Deuk-gu.
Halo?
Halo?
KLIEN
Benar.
Ternyata ini yang terjadi.
Karena itulah kejadian itu bisa ada.
Tangkap wanita
yang kabur tadi.
Dan untuk orang yang di dalam, tunjukkan neraka yang kepadanya.
Baik, Pak.
Apa yang kalian lakukan?
Lepaskan aku.
Pastikan kau menghirupnya.
Kau tak akan tahan tanpa ini.
Ketika ditenggelamkan di bak air,
aku merasa itu bukan sebuah pelatihan yang baik.
Namun sekarang, aku harus traktir pelatihku nanti sebagai rasa terima kasih.
Hwang Deuk-gu.
Aku akan menghancurkanmu dari dalam.
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Ke mana tujuan truk ini?
Kerusakannya akan terus bertambah. Bisakah kau menanganinya?
Kekuatan dan daya ledak mereka menjadi semakin kuat.
Bunuh semua orang yang menghalangi kita.
Gwang-cheol!
Sejak awal, seharusnya kau tak melewati batas.
Pikirmu kau tak akan tertangkap?
Akan kutunjukkan kemampuanku.
Menurutku, dia menginginkan mataku.
Terjemahan subtitle oleh Betari Andika
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.