All language subtitles for Rugal 09 fixed

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, AGAMA DAN INSIDEN

DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI

- Cepat! - Cepat.

AKU DIBUNUH OLEH PEMBUNUH KEJI, KANG GI-BEOM

- Gwang-cheol, Mi-na. - Astaga.

EPISODE 9

Jangan terlalu mencolok untuk sementara waktu.

Serta, bergerak terpisah.

- Baik. - Istirahatlah, Gi-beom.

Baik.

Dapat.

- Apa itu? - 67H 2661.

Mereka memasukkan kantong mayat ke mobil. Kita harus tangkap mereka.

Mungkin akan digantung di suatu tempat.

- Di mana lokasinya? - 2661...

Aku beri tahu pergerakannya padamu.

Ayo ke sana.

Baru kembali, tapi harus pergi lagi.

Tunggu.

Ini tidak hanya satu.

Dari pergerakan...

Satu, dua. Tidak, ada tiga.

Tampaknya ada yang terjadi di taman.

Mari kita berpencar.

Begitu dapat, langsung pindah.

Kita bisa ke markas saat selesai?

Tetap di sini, Mi-na.

Kenapa?

Gi-beom pasti bingung.

Tinggal dan jaga dia.

Baiklah.

AKU DIBUNUH OLEH PEMBUNUH KEJI, KANG GI-BEOM

Hentikan. Berapa kali kau harus tunjukkan itu?

Semua data dari TKP

kasus penting harus terus dimainkan ulang dan disimpan.

Baiklah, terserah kau.

Data disimpan.

Kita masih terkejut dengan serangan di taman baru-baru ini,

kasus yang mengerikan kembali terjadi pagi ini.

Tanda dengan nama pelaku

ditemukan di TKP. Ini tak biasa.

Namun, nama dalam papan tersebut dipastikan sudah meninggal

sehingga penyelidikan kembali tidak mendapatkan hasil.

Kang dituduh membunuh istrinya

dan mendapat hukuman mati atas perbuatannya.

Namun, dia meninggal November lalu saat kabur dari penjara.

Di tengah kritik pedas kepada kepolisian,

polisi berjanji akan mengungkap dalang di balik ini

dan akan segera menangkapnya.

JASAD, POLISI

"Kang Gi-beom"?

JASAD, OPSIR KANG GI-BEOM

LAMAN TIDAK DAPAT DIAKSES

Dia sudah meninggal?

MENGHAPUS DATA JARINGAN

Walau kita terus menghapus, informasinya terus muncul.

Haruskah kita kirim pesan kepada mereka untuk menghapusnya?

Apa bisa?

Hapus saja dan tutup akunnya.

Mereka tak peduli berita Argos.

Semua hanya peduli dengan Gi-beom.

Dia jadi topik utama sebentar lagi.

Kapan kita bisa menghapus semua ini?

Fokuslah.

Baiklah. Ayo fokus.

Selesai.

Selesai.

Bukan.

Itu tidak terjadi.

Kenapa kalian mencari orang yang sudah mati?

Baik, kami akan menangkap pelakunya.

Detektif Yang. Ada orang yang lihat orang mirip Kang Gi-beom.

Jawab saja "Ya" dan tutup teleponnya.

Baiklah.

Pelan-pelan saja.

Dia sudah meninggal, bagaimana menangkap arwah?

Apakah ini masuk akal?

Teori konspirasi yang gila.

Reporter sudah berkerumun.

Reporter? Kenapa mereka kemari?

Kau dulu teman Kang Gi-beom, 'kan?

Hati-hati.

Sial.

Unit Tindak Kekerasan.

HWANG DEUK-GU

Astaga.

Senang mendengar suara Wakil Presdir pagi hari ini.

Apakah boleh kau membuat masalah sebesar ini?

Apa maksudmu? Ini bahkan belum dimulai.

Aku yang akan bertanggung jawab, jadi, ambil saja uangnya.

Kalau begitu, aku berterima kasih padamu.

Antarkan saja barangnya dengan baik.

Kita punya banyak jasad, jadi, tak usah khawatir.

Aku pikir kau bahkan tak mau untuk makan semeja denganku.

Kenapa kau berubah pikiran?

Kau lupa kita harus pisahkan urusan pekerjaan dan pribadi?

Aku akan ingat itu.

Baiklah. Semoga lancar. Sampai nanti.

Karena tak bisa apa-apa sekarang,

dia bertingkah sembarang.

Teruslah tenggelam, Hwang Deuk-gu.

Bukan dia yang dikirim Hwang Deuk-gu. Apa tidak apa-apa?

Apa kau pernah lihat mayat bicara?

Bunuh dan gantung saja dia.

Dasar. Karena itu kau harus bayar utangmu tepat waktu.

Kau pikir kami ingin seperti ini?

Ekonomi saat ini sedang sulit dan aku susah juga.

Bila istri dan anak-anakku tahu,

mereka pasti akan kaget.

Tolong pastikan

jasadku tak ditemukan.

Walau aku membunuhmu,

nyawamu tak bisa membayar utangmu.

Kumohon ampuni keluargaku.

- Sungguh? - Ya.

- Terlalu jahat membunuh kalian bersamaan. - Ya.

Ini bukan Dowongyeoleui.

Tak usah khawatir.

Sisa utang harus dibayar oleh orang yang hidup.

Terima kasih, Pak.

Baiklah.

Mari kita lihat.

"Kang Gi-beom seorang pembunuh."

"Kang Gi-beom masih hidup."

Aku suka ini.

"Kang Gi-beom bersembunyi di antara kita."

Bagaimana menurutmu?

Namun, kenapa Kang Gi-beom bisa terlibat?

Aku tak tahu.

Aku tak pernah ingin mengenal orang yang berhubungan dengan Deuk-gu.

Kita hanya melakukan yang disuruh

dan mendapatkan yang dijanjikan. Kau mengerti?

Gunakan ini dan bawa dia.

Baik.

Ada apa ini?

Apa ini?

Hei!

Siapa kau?

Biasanya kuserahkan penjahat ke polisi dalam keadaan hidup.

Siapa kau?

Namun, hari ini tidak.

Berengsek!

Hei, kemarilah.

Jangan mendekat.

Jangan mendekat sama sekali.

Kalau tidak, aku akan langsung bunuh dia.

GARIS POLISI, DILARANG LEWAT

MEREKAM

Bagaimana bila kita tertangkap?

Ayo pergi saja.

Hei, kau tak dengar suara pengikut bertambah?

Bila mengunggah ini, kita bisa terkenal.

Di antara jasad yang digantung, ada yang sudah terbakar.

Menurutku, tempat ini adalah tempat asal mula kasus.

- Hei, ayo masuk. - Apa?

Astaga.

Berdiri di sini dan rekam aku.

Menurutmu, Kang Gi-beom pernah di sini?

Bagaimana bisa orang yang sudah mati ada di sini?

Kau sudah siap?

Bersiap.

Mulai!

Astaga.

Berbahaya sekali.

POLISI MENYERANG PRESDIR ARGOS

Bagaimana bisa membunuh

orang yang tak bisa mati?

Akan kubuat mereka ingin mati.

Orang yang membela keadilan

tak pernah bisa tahan untuk terkena masalah.

Karena itu kau masih hidup.

Kau tak perlu malu.

Tak masalah kalau kau sedikit kotor, ini adalah hidup.

Min-jun.

Jawab aku, Seol Min-jun.

Benar.

Aku suka kau tak berpikir.

Kau hanya lakukan yang disuruh.

Dengan begitu,

aku bisa selamat.

Bila kau terus seperti ini, kepalamu akan tetap utuh tentunya.

Namun terkadang,

aku rindu kau yang dulu.

Memaki orang dari belakang adalah hal yang paling menyenangkan.

Cerita tentang mantan polisi yang menjadi pelaku

telah kami buat sebagai rumor saja.

Walau tidak secara jelas, kebanyakan masyarakat percaya

bahwa Argos berada di balik kasus ini.

Bila kita pintar mengontrol media,

kita bisa buat Argos

- bertanggung jawab... - Terdengar menarik.

Namun, itu tak realistis.

Aku tak berkata ini mudah.

Bukan itu masalahnya.

KORBAN SERANGAN TAMAN

Kami melakukan tes DNA dengan korban meninggal teror taman.

Hasilnya semua adalah orang biasa.

Yang lebih mengerikan, mereka adalah

korban penculikan yang belum ditemukan.

Pelaku teror adalah orang biasa yang diculik?

Apa kau tahu perasaanku sekarang?

Lebih baik Kang Gi-beom atau siapa pun itu hidup sekarang.

Aku harap dia memang pembunuhnya dan bisa kumasukkan ke penjara.

Kami akan tangkap pelakunya tanpa merugikan polisi.

Dalam hal tadi,

kau tidak ada pengecualian.

Paham, 'kan?

CHOI YE-WON

Dia bukan target yang mudah.

Gi-beom, kau dengar aku?

Gwang-cheol, apa yang terjadi?

- Di markas... - Orang-orang tahu

soal Rugal dan bahwa kau masih hidup.

Ini sedang heboh di internet.

- Apa? - Lari.

Bila kau tertangkap, habislah kau!

Gwang-cheol.

Ada apa ini?

PEMBUNUH KANG GI-BEOM DIKONFIRMASI MASIH HIDUP, KINI DALAM PELARIAN

Bangunlah, Kang Gi-beom.

Astaga.

Kau mengagetkanku.

- Apa ini? - Ada apa denganmu?

- Apa kau mimpi dikejar orang? - Mimpi?

Berapa lama aku tidur?

Sekitar 10 menit.

Lalu apa ini?

Kenapa aku di sini?

Kau merasa pusing, jadi, aku memeriksamu.

Kau gemetar, jadi, aku ikat.

Itu karena kau tak boleh bergerak saat matamu diperiksa.

Lalu mataku?

- Baik-baik saja. - Benarkah?

Kenapa? Apa ada masalah?

Aku normal bila otak atau mataku bermasalah.

Apa maksudmu?

Ingatanku terganggu hanya karena aku membaca kalimat itu.

Aku sebelumnya pernah begini, tapi sekarang beda.

Aku jadi memikirkan tiap huruf

dan perasaanku berubah sesuai isinya.

Aku juga pernah mengalami itu.

Mantan pacarku mengirimkan undangan karena ingin aku tahu,

tapi beberapa saat aku melihat namaku sebagai mempelai pria.

Aku tiba-tiba merasa sedih.

Aku tak bisa membedakan undangan itu benar atau tidak.

Aku hanya terdiam.

Itu karena aku

mencintainya.

Sangat.

Kau bercanda? Ini serius.

Manipulasi ingatan sering terjadi di dalam otak kita.

Jadi, tak usah khawatir.

Namun, untuk jaga-jaga...

Baik, selesai.

Aku akan reset.

RESET DATA VISUAL

Aku akan buat kopi.

RESET

Masalah pada otak telah dihilangkan.

Apa? Apa masalahnya?

MENGHAPUS DATA

Apa yang kau lakukan?

Hentikan!

Ada apa?

STOP

Terima kasih, Tae-woong.

Ada apa?

Aku tiba-tiba merasa tak enak.

Bagaimana dengan orang yang kalian kejar?

Kami menangkapnya.

Jelaskan lebih padaku.

Tulang rusuknya patah, lengan terkilir.

Dia mengalami memar dan luka di seluruh tubuh.

Aku menyerahkan dia ke polisi saat masih tak sadar.

Bukti yang ada sangat kuat sehingga dia akan sulit kabur.

AKULAH PELAKUNYA

AKULAH PEMBUNUHNYA

Bagus.

Jangan beri tahu siapa pun soal hari ini.

Tidak.

Walaupun aku hidup sembarang, aku tak bisa tutupi ini.

Anggap kau tak tahu dan aku tak datang ke sini.

Bila pengaturan bermasalah,

kau bisa tak melihat apa-apa nanti.

Aku akan berhati-hati sampai Dokter Oh ditemukan.

Bukan itu masalahnya!

Aku tak mau membebani tim dan membuat mereka khawatir.

Bila terjadi sesuatu yang aneh, aku segera menghubungimu.

Mohon awasi aku saja sampai semua selesai.

Mengerti?

Sialan.

Bos!

Ada masalah besar.

Bong Man-cheol tertangkap.

- Benarkah? - Ya.

Aku tak terlalu mengerti apa yang terjadi, tapi dia tertangkap di tempat.

Bagaimana kalau nanti kau kena dan...

Dari jasad yang kukirim,

sepertinya tak ada klien Bong Man-cheol.

Bukankah kalian berdua bersama...

Hubunganku dan dia hanyalah bisnis.

Aku hanya menghilangkan jasad.

Mau dia jual organnya atau makan dagingnya,

dia jadikan itu uang.

Dia jatuh karena terlalu ambisius.

Untuk apa khawatirkan dia?

Aku tak berpikir panjang.

Atau...

kau ingin aku membereskan urusannya?

Maafkan aku, Pak.

Pilih jalan yang benar.

Baik, Pak.

Sialan.

Ye-won.

Kau harus menghindar sebisa mungkin.

Kenapa kau maju dan berusaha membereskan semua itu?

Apa kau tak ingat ucapan Presdir Ko?

Walau kita bisa saling menyerang,

kita harus tetap bersama melawan musuh luar.

Ini bukan hanya dugaan, dia tertangkap langsung di TKP.

Ini tak bisa dielakkan.

Tak ada yang tak bisa kita lakukan.

Kita hanya lihat siapa musuhnya.

Aku mengerti semua itu baik.

Namun, kenapa kau yang harus maju?

Setelah kau diserang oleh Hwang Deuk-gu, untuk apa seperti ini?

Karena Argos adalah milikku.

Aku hanya takut kau diserang kembali karena ikut campur masalah ini.

Kita harus melawan semua.

Omong-omong soal ini.

Jangan ada di luar areaku.

Apakah itu rasa khawatir

atau ancaman?

Aku juga tak berencana hanya punya satu senjata.

Beraninya kau ke sini.

Kenapa kau berisik saat aku yang dipanggil ke sini?

Siapa yang memanggilmu?

Aku.

Apa?

Bisakah tinggalkan kami sebentar?

Kau hanya ingin berdua?

Apa kau mau diserang lagi?

Pergilah.

Baiklah.

Lakukan yang kau mau.

Bukankah wakil presdir sebaiknya berkunjung?

Berkunjung?

Mengunjungi siapa?

Bong Man-cheol? Aku?

Bila satu sisi membuat masalah, sisi lain harus membereskannya.

Aku sibuk karena seseorang,

sehingga aku berharap kau bisa lakukan itu.

Benar juga.

Kau tentu sibuk berhubungan dengan orang yang sudah mati.

Ternyata dia punya alasan untuk itu.

Kau menjadi pengertian sekarang.

Karena itulah aku jadi presdir.

Aku harus peduli dengan banyak hal.

Kau harus bungkus itu dengan baik.

Ini agar kau tak tertangkap pada saat ingin memakan kepunyaan orang lain.

Jangan gegabah dan tenangkan Bong Man-cheol dulu.

Siang aku akan bertemu dengan Kepala Polisi.

Kau juga harus ikut nanti.

Kau seperti Presdir Hyeon saja sekarang.

Ini bukan pertemuan yang mudah.

Karena itu jangan bicara tanpa seizinku.

Kalau begitu, kau pergi sendirian saja.

Aku ingin tunjukkan

bagaimana aku bekerja keras untuk organisasi ini.

Kenapa kau merengut padahal belum beberapa jam?

Untuk apa kau tiba-tiba ke sini?

Kau pikir aku pelakunya?

Diam!

Sial.

Kau melibatkan polisi dalam masalah kita?

- Dasar pengecut. - Man-cheol.

Yang menangkapmu bukan polisi dan juga bukan aku.

Apa?

Ada orang lain yang ingin menangkap kita.

Aku berjuang keras untuk menangkap mereka

walau aku terus dikatai orang gila.

Namun, kalian malah sibuk dengan hidup masing-masing.

Lagi pula,

siapa yang datang ke sini selain aku?

Kalau begitu kasus mayat

dan kehebohan beberapa hari lalu adalah pekerjaan mereka?

Kita harus membalikkan keadaan untuk menghilangkan mereka.

Hei, kau bisa keluarkan aku, 'kan?

Bagaimana kalau besok malam?

Aku akan awasi kau.

Sial.

Taruh saja di mobil.

Satu pekerjaan selesai,

tersisa satu lagi.

Untuk menyelamatkan Bong Man-cheol, mereka akan menggerakkan

hukum, bisnis, dan media.

Apakah masih ada kesempatan dengan situasi ini?

Walau tak ada, mereka pasti akan membuatnya.

Dunia menyorot mereka. Bagaimana bisa?

Kita tak boleh lengah.

Walau mereka nanti berhasil melawan, Argos tetap di pihak yang dirugikan.

Bukankah ada orang aneh itu?

Orang yang tak peduli dengan hukum sekali pun.

Mungkin dia gunakan kita untuk menyingkirkan Bong Man-cheol.

Dia memanfaatkan kita?

Itu masih bisa dimaafkan.

Namun, dia sampai mengejek nama Gi-beom.

Itu bukan mengejek.

Anggap dia buat aku terkenal.

Satu sisi ingin menyingkirkan Bong Man-cheol.

Namun, sisi lain ingin menyelamatkan dia.

Deuk-gu ada lawan di sana.

Untuk sekarang, bisa saja Choi Ye-won.

Untuk mempertahankan posisinya,

dia mungkin masih butuh Man-cheol.

Pasti ada orang yang ingin gantikan Man-cheol.

Aku setuju.

Gedungnya pasti akan diperebutkan.

Mari kita lihat

siapa yang mereka temui dan bagaimana mereka berhubungan.

Kami ikuti mereka.

Baiklah.

Kepala.

Tidakkah berbahaya jika Gi-beom ikut?

Wajahnya sudah ketahuan.

Kapan kita mengkhawatirkan itu?

Gi-beom tidak ikut dulu.

Baiklah.

KREDIT MORPHIN

Ketemu.

Tidak mungkin orang yang bahkan tak percaya

mesin penghitung uang seceroboh ini.

Aku akan pura-pura tak melihat,

jadi, mohon keluar dari sini.

Benarkah?

BANK KREDIT MORPHIN

Setelah Hwang Deuk-gu, kini giliran Choi Yong.

Coba cek bagaimana mereka bertengkar.

Mungkin aku harus punya satu mata buatan.

Dengan begitu aku bisa bedakan orang dengan tepat.

Menyebalkan.

Tidak cocok. Dua kali lagi pindaian gagal

- akan menghancurkan konten. - Itu saja?

Apa cukup bila aku menggunakan mata Ko Yong-deok?

Apa yang kau lakukan di rumah kosong

tanpa seizin pemiliknya?

Astaga, kau tak bisa melihat itu dengan kekuatanmu sendiri.

Apa kau bisa melihatnya dengan membereskan masalah orang lain?

Bong Man-cheol pasti sangat kesal

bila tahu ada yang mau buka brankasnya saat dia dipenjara.

Bagaimana bisa orang tua yang sering memanfaatkan adiknya

tak pernah mengunjungi adiknya, tapi malah ke sini?

Aku datang untuk mengawasi pencuri.

- Apa? - Dua kesempatan lagi. Pergilah.

Buat apa kau terus di sini?

Cepat.

Lebih baik kau gunakan waktu mengikutiku untuk mengurusi bisnismu.

Aku dengar kau rugi besar.

Dari Semut Api hingga Argos,

aku melayani organisasi ini selama 40 tahun lebih.

Aku berbeda dengan kau yang hanya bisa membereskan masalah orang.

Bercerminlah, Deuk-gu.

Kau itu hanya anak babi

yang tak bisa membedakan tempatmu sendiri.

Rubah tua ini hanya pandai berbicara.

Apa yang kau akan lakukan dengan kesombonganmu itu?

Datang dan pergi dengan tangan kosong.

Bukankah itu hidupmu?

Kau datang dengan tangan kosong,

jadi, tunggu saja.

Aku akan buat kau pergi dengan tangan kosong.

Teruslah melotot seperti itu dan bekerjalah dengan baik!

Aku pergi mengunjungi Man-cheol dulu.

Aku mendapat notifikasi penambahan stok yang kau pesan di pusat perbelanjaan.

Tak usah berpura-pura patuh mendengarkanku.

Jika mengacau dengan kasus Yeo Jin lagi,

aku akan mencungkil.

Aku hanya mengikuti data analisis.

Lakukan itu, tapi keputusan ada padaku.

Haruskah aku membayar pesananmu?

Ya!

Jangan berbicara bila aku tak ajak bicara di kemudian hari. Mengerti?

Ini hukuman bagimu.

Ada apa ini?

Cepat nyalakan ini.

Apa kau ingin nyalakan fitur suara saja?

Baiklah. Kau puas?

Sial.

Ada-ada saja.

Jangan memegang apa pun.

Kau tahu aku datang?

Kau seharusnya menyapa orang yang datang.

Kau selalu bermain di situ, seperti orang aneh.

Tolong selamatkan aku.

- Apa menyenangkan untukmu? - Tentu tidak.

Membosankan sekali di sini.

Apa ini?

SUBJEK F100H

Subjek F100H ini apa?

Nama itu terdengar seperti data dari awal pendirian Rugal.

Teknologi kuno tak menarik.

Karena itu aku taruh di sana.

Awal dibuatnya Rugal?

Apa aku bisa melihatnya bila disambungkan dengan ini?

Mungkin tidak tanpa seizin Kepala Choi.

Itu berhubungan dengan komputernya.

BANK KREDIT MOPIN

Choi Yong sudah keluar tadi.

Hwang Deuk-gu pergi ke tempat lain.

Mereka berdua terlihat baik-baik saja.

Aku kejar siapa?

Choi Yong mengarah ke kantor polisi Yuyeon,

jadi, ikuti Hwang Deuk-gu.

Tapi, Pak.

Mi-na sekarang berada di area kepala kepolisian, 'kan?

Apa mungkin...

itu terjadi?

Polisi dan Argos.

Kita harap itu tak terjadi.

Terima kasih.

Coba pakai ini.

Baiklah.

Ini bukan bentuk penyamaran.

Buatan mana ini?

Bolehkah aku yang menyamar lain kali?

Jangan bermimpi bila kau tak ingin berikan matamu.

Lelucon yang mengerikan.

Lagi pula kulihat ini bagus bagi mata.

Ini dibuat oleh Bradley.

Karena itu lebih baik aku yang pakai.

Relakanlah.

Relakan? Kau pikir aku Elsa?

Astaga.

Aku hanya bicara sendiri. Kenapa begitu?

Astaga.

Kau cantik.

Sebut aku keren.

Ini baru penyamaran. Tak ada yang tahu ini Mi-na.

Sungguh?

Kau tertawa?

Tidak, aku tak tertawa.

Apa kau suka dengan pilihanku?

Aku suka, tapi...

Ini memang terlihat tak jelek.

Pak, kenapa Choi Ye-won dan kepala polisi datang ke tempat yang sama?

Walau kita tak tahu alasannya, coba taruh kamera di sana.

Baik, Pak.

Kubawakan buah.

Baik sekali.

Dengan senang hati.

Sudah lama menunggu?

Tidak juga.

Tae-woo, Hwang Deuk-gu juga datang.

Hwang Deuk-gu?

Aku pikir dia sedang bertengkar dengan Ye-won, tapi...

Dia sadar itu kau?

Tidak.

Aku bertatap dengannya, tapi dia tak sadar itu aku.

Coba menghindar dulu.

Baiklah.

Turunkan tanganmu.

Bukankah kita sedang bersandiwara?

Lakukan dengan baik.

Tanganmu dan wig ini berat.

Namun, terima kasih untuk hal tadi.

Aku pikir aku tak mungkin bertemu dengannya.

Yang buat aku kaget

ternyata penampilan kita benar seperti pasangan.

Bagaimana bisa seperti itu?

Apa kau senang dengan itu?

Kau jarang dipukul olehku rupanya.

Kau pernah dengar ungkapan ini, 'kan?

"Tipulah dirimu bila ingin menipu orang lain."

Penampilan kita

saat ini seperti...

Karya yang belum selesai?

Yang dibutuhkan untuk buat ini sempurna?

Berbelanja atau berkendara?

Atau mungkin

kita makan steik bersama?

Kalau berenang?

Berenang, aku suka itu!

- Di situ. - Di situ?

Maksudmu, di sini?

Benar. Kau suka?

Jangan bercanda.

Apa kau memukulku?

Tidak, aku tak bermaksud begitu.

- Kemarilah. - Tunggu.

Lepaskan Bong Man-cheol.

Bu, apa dasar dari kesepakatan?

Kau harus berharap hal yang masuk akal.

Apa kau bisa buktikan bahwa dia

ada di tempat kejadian?

Seorang warga yang berani menangkapnya dan menyerahkan ke polisi.

Itu hanya pendapat polisi.

Aku bisa tahu identitas

dan bahkan eksistensi dari warga itu.

Aku tak takut sama sekali

untuk mencoba mencari itu.

Maksud Presdir Choi adalah

mengorbankan sedikit dari apa yang kita punya.

Lebih baik polisi menyelidiki

target yang lain dari pada ini.

Bong Man-cheol bisa saja tidak ada di tempat kejadian itu.

Mungkin saja ada yang menyuruhnya ke sana

dan akhirnya terjebak dalam kasus ini.

Mari kita selesaikan dengan alasan ini.

Kau ingin buat polisi jadi sampah

untuk menyelamatkan preman?

Pak.

Cara bicaramu kurang ajar.

Aku hanya memintamu

melihat dari sudut pandangku.

Aku ini Kepala Polisi.

Untuk menodai organisasiku,

itu sesuatu yang tak mungkin...

Sepertinya ada satu orang lagi.

Kita tak ada kamera pula.

Kau ingat kenapa kepala polisi sebelumnya mengundurkan diri?

Kami memiliki banyak kasus tak selesai

dan kejahatan yang terus terjadi.

Kami akan buat kau menjadi kepala polisi yang kompeten.

- Apa? - Menurutku

kau tak akan berhenti di kepolisian saja.

Pilihlah.

Maukah kau mendapatkan kehormatan seumur hidup

atau membela organisasi yang tak berhubungan darah denganmu?

Ternyata Presdir Choi tahu cara membuat kesepakatan.

Kenapa kau ada di sana?

Namun, siapakah kau ini?

Kau bisa anggap aku

orang yang pantas untuk duduk di sini.

Mau bicarakan apa?

Satu pertanyaan saja.

Dengan nama polisi yang sudah mati,

seseorang mempermainkan publik dan buat publik tak percaya dengan polisi.

Bagaimana menurutmu?

Kau tak mungkin percaya

permainan itu dilakukan oleh kami, 'kan?

Kalau memang benar,

aku harus tangkap pelakunya dan memarahi dia langsung.

Karena itu percayalah padaku dan mari buat kesepakatan.

Keluar.

Cepat bangun dan keluar, Pak Tua!

RUANG KOMPRESOR

Ikut aku.

Halo, Pak.

Urus listrik dengan baik.

Jangan sampai padam lagi.

Baik, Pak.

RUANG LISTRIK

Biru...

Biru...

Kenapa? Ada masalah?

Listriknya padam, tapi ada yang aneh.

Tingkat daya seperti ini harus dinyalakan manual.

Kepala.

Aku terus memonitor penggunaan daya,

dan satu tempat yang padam misterius.

- Di mana? - Sebentar.

Di sini.

Mungkin itu sinyal dari Dokter Oh.

Dia pakai pemadaman untuk mengirimkan sinyal?

Haruskah kita periksa?

Ya.

Ya, Pak.

Aku akan segera ke sana.

Lokasi Dokter Oh terlacak.

- Bagaimana bisa? - Susan mencarinya.

Baiklah.

Gi-beom juga akan ke sana. Ayo bergegas.

Baik.

Aku akan antarkan dia hari ini, jadi, kau pergi saja.

- Apa yang kau lakukan? - Pergilah!

Aku ingin mengantarkanmu hari ini.

Tak usah merayuku.

Kau harus cari orang yang harus dihukum.

Siapa yang kira-kira mengirim pesan ini?

TEMUI AKU DI WADUK

Jangan bercanda.

Kau penasaran?

Apa ini soal Kang Gi-beom?

Cepat buka pintunya.

Kau tanya perasaanku padamu.

Jika aku bilang ya,

apa kau mau menerimaku?

Hei, perbaiki!

Cepat!

Bila kalian tak bereskan dengan benar,

kalian akan mati.

Bila kau tak ingin menjilat ini semua,

bereskan dengan benar.

Pak, sepertinya ini bukan sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri.

Ayo panggil teknisi.

Hei, apa kau masih punya uang?

Cepat bereskan ini semua!

Aku senang akhirnya bisa bertemu kalian.

Istirahatmu cukup?

Begitulah.

Aku akan lari dua kali lipat, jadi, jangan khawatir.

Dokter Oh pasti ada di sana, 'kan?

Mungkin saja.

Ada yang perlu diawasi?

Karena mati lampu, orang di dalam pasti sedang heboh.

Kita bisa menghancurkan mereka dari dalam.

- Ini waktu yang kita tunggu. - Kuharap ini sepadan.

Kita bersih-bersih terus.

Bersih-bersih, aku suka katamu itu.

Kita bersihkan saja mereka dalam sekejap.

Ayo, pergi.

Mari cek tempat ini.

Listrik kembali menyala.

Gwang-cheol, nyalakan lampunya.

Kenapa aku melakukan itu?

Apa mereka subjek eksperimen?

Bagaimana jika mata palsu ini mengambil alih diriku?

Kau akan kehilangan dirimu dan terus mematuhinya.

Dia mempertaruhkan nyawa dan menghampirinya sendiri.

Maka, kita harus ikut bermain dengannya.

Mungkin kita dipermainkan Hwang Deuk-gu.

Majukan hari H jadi hari ini.

Mulai.

Dia akan keluar dan mengungkap kebenaran.

Bagaimana jika dia menolak?

Hwang Deuk-gu menginginkanku.

Terjemahan subtitle oleh Betari Andika

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.