Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"Episode 21"
Mungkin ini terdengar gila,
tapi aku akan berusaha semampuku
agar tidak melihatmu terbaring di sini.
- Sun Ho. - Detektif Park Sun Ho,
Apa?
yang telah kamu selamatkan...
Dia pelakunya.
Jika kamu mati seperti ini, aku akan membunuhmu.
Hyeong Ju.
Aku sungguh tidak akan mati.
Hei, Ga Hyeon.
Kenapa kamu kemari tanpa menelepon?
Aku merasa khawatir usai mendengar ucapanmu di telepon.
Kudengar kamu menemui Nona Lee.
Rupanya itu.
Aku baik-baik saja.
Aku tidak menduga apa pun.
Begitu rupanya.
Akan lebih baik jika dia mengingat sesuatu.
Kamu benar.
Ya.
Baiklah. Masuk dan beristirahatlah.
Sampai jumpa.
Bagaimana kamu bisa percaya
semua perkataanku semudah itu?
Bahwa kami dibunuh oleh pembunuh berantai.
Tidak ada bukti pasti. Tapi kenapa kamu memercayaiku?
Hyeong Ju.
Sun Ho tidak ada di sini, bukan?
Apa dia menghubungimu?
Aku...
Aku pernah membawanya ke sini.
Ga Hyeon, kamu baik-baik saja?
Hyeong Ju.
Aku baik-baik saja.
Kamu benar.
Sun Ho...
Sun Ho
membunuh orang-orang itu.
Belum terlambat untuk memperbaiki kesalahan.
Kamu masih detektif.
Terlalu cepat untuk menyerah.
Kamu juga berpikir
bahwa Hyeong Ju pelakunya?
Aku percaya kepadanya apa pun kata orang.
Hyeong Ju bilang
pelakunya tampak seperti seseorang yang mengenalnya.
Bagaimana mungkin dia...
Bagaimana mungkin?
Semua ini gara-gara aku.
Hidupmu juga dalam bahaya gara-gara aku.
Jadi, ini sebabnya aku akhirnya membunuhmu.
Jadi, semua sudah direncanakan?
Semua orang ini mati
karena aku menghidupkan dia kembali?
Kopral Jin Sa Kyung.
Di mana Detektif Ji Hyeong Ju sekarang?
Kami juga berusaha keras mencarinya.
Kamu tahu ini bukan saatnya menunjukkan kesetiakawanan, bukan?
Kamu akan menikah bulan depan.
Kamu dan Kapten Unit Investigasi Regional membahas apa?
Kamu tidak memberitahunya keberadaan Hyeong Ju, bukan?
Hei, Soon Woo.
Kita jelas membantu penjahat untuk berlindung.
Kita detektif
dan ini tidak akan berakhir dengan tindakan disipliner ringan.
Jadi, itu sebabnya
kamu memberi tahu Kapten Jung semuanya?
Aku tahu
keberadaan Ji Hyeong Ju.
Kupikir Anda harus tahu sebelum Kapten Jung tahu.
Maafkan aku.
- Ya? - Kapten Heo.
Ini Hyeong Ju.
Aku tidak bisa memahami perkataanmu.
Kamu sungguh menyelamatkan semua orang
dengan melakukan reset?
"Reset"?
Aku tidak yakin apa maksudmu.
Hyeong Ju sudah memberitahuku.
Bahwa dia kembali setahun
dari masa depan bersamamu.
Detektif Ji bilang begitu?
Imajinasiku bagus. Jadi, itu tidak sulit dipercaya.
Omong-omong,
apa dia memberitahumu alasan
di balik keputusannya untuk menjalani reset?
"Alasan"?
Itu alasan yang sangat penting.
Ini juga sesuatu yang akan membuatmu tertarik.
Yang membuatku tertarik adalah
semua orang yang menjalani reset dengan Hyeong Ju
sepertinya tidak ada hubungannya denganku.
Jadi, itu sebabnya aku punya firasat
kamu mungkin tahu apa yang akan terjadi di masa depanku.
Masa depan?
Dari pengalamanku,
tidak ada yang bisa menghindari kematian.
Tidak ada.
Itu artinya
kamu akan aman
sampai mereka mati.
Hanya itu yang kutahu.
Satu hal lagi.
Apa ini?
Mari kita sebut ini takdirmu.
Kamu akan segera tahu.
Itu selalu terjadi.
Menurutmu ini akan berhasil?
Aku harus mencobanya.
Aku tidak punya pilihan lain.
Mungkin,
inilah alasan kita melakukan reset.
Mungkin,
hal ini harus terjadi.
Tidak ada yang bisa menghindari kematian.
Tidak ada.
Hyeong Ju.
Berhenti.
Berhenti.
Detektif Ji.
Maru, ayo makan.
Kemarilah.
Ayo jalan-jalan.
Sial.
Hei, Soon Woo.
Apa?
Hei, apa yang terjadi?
Aku tidak tahu.
Dia juga tidak memberitahumu?
Dia bertekad menangkap pelaku sebenarnya,
tapi kenapa dia menyerahkan diri?
Dia sungguh melakukannya?
Kamu yang memotret semua itu, bukan?
Pak Hwang setuju untuk bersaksi menentangmu
mengenai permintaanmu.
Kamu bisa dengan mudah menjadi tersangka
dengan foto di dalam USB itu.
Itu bukti bahwa kamu hadir di TKP.
Jadi, setidaknya kamu akan dicurigai sebagai kaki tangan.
Kamu pikir Nona Lee Shin masih akan mendukungmu?
Pembunuhnya bisa saja melihatmu.
Kamu bisa saja mati.
Apa yang dia miliki darimu sampai kamu bertindak sejauh ini?
Jika kamu bisa membantu kami,
kita akan bisa
menyingkirkan Nona Lee Shin dan si pembunuh.
Kumohon.
Nona Song.
Kenapa membuat semuanya begitu rumit
jika akhirnya akan menyerahkan diri?
Karena kamu, Pak Kepala mungkin harus membuat
permintaan maaf publik, mengerti?
Karena kamu sudah datang kemari, kita pilih cara yang mudah.
Kamu mengaku sebagai pembunuh Bae Jung Tae dan Ko Jae Young?
Detektif Ji Hyeong Ju!
Apa rencana Ji Hyeong Ju dan Shin Ga Hyeon?
Kamu pasti tahu.
Katakan. Kenapa dia menyerahkan diri?
Aku tidak tahu.
Aku tidak tahu apa pun soal ini.
Apa Nona Lee Shin menghubungimu?
Aku ingin tahu apakah Nona Song melapor kepadanya.
Tidak.
Sesuatu terjadi kepada istriku. Jadi, aku harus ke sanatorium.
Aku akan menghubungimu nanti.
Tapi bukan masalah serius, bukan?
Aku harus melihatnya dahulu. Kita bicara lagi nanti.
"Aku harus melihatnya dahulu. Kita bicara lagi nanti"
"Ji Hyeong Ju, 32 tahun"
"Ji Hyeong Ju, 32 tahun"
"Shin Ga Hyeon, 28 tahun"
Hanya mereka yang tersisa.
Kami menemukan borgol ini di TKP
dan ternyata itu milikmu.
Kami juga sudah memastikan kamu memakai ponsel prabayar ini
untuk menghubungi Bae Jung Tae dan Ko Jae Young.
Ada juga pesan teks tentang cara mereka memancingmu.
Kamu yang pertama menemukan
jasad Bae Jung Tae dan melaporkannya.
Mungkin ini juga bisa menjadi skenario yang dipalsukan.
Ditambah lagi, kami menemukan luka ini
di perut mereka.
BFN yakin
pembunuhnya sama.
Kamu juga berpikir begitu?
Menurutmu pembunuhnya sama?
Kamu pikir ini pembunuhan berantai?
Kamu bertanya kepadaku?
Jika kami bisa mengubah takdir,
apa untungnya bagimu?
Kamu selalu bilang begitu.
"Aku ingin melihat kalian mengubah takdir kalian."
"Itu sebabnya aku memberi kalian kesempatan lagi."
Apakah takdir sudah ditentukan,
atau bisa diubah?
Itu sebabnya aku memutuskan untuk bereksperimen.
Bagaimana jika kuhidupkan kembali orang mati
dan atur ulang waktunya?
Kenapa kamu bertindak sejauh ini dan melakukan ini kepada kami?
Merepotkan sekali menghadapi waktu
tanpa harapan.
Aku butuh hal menyenangkan untuk jalani tahun membosankan ini.
Aku sadar ada orang yang lebih menderita daripada aku
dan itu juga menenangkan.
Kamu sangat ingin menyelamatkan seseorang,
tapi aku tidak menyangka kamu bisa sekejam itu kepada kami.
Awalnya, aku tidak mengerti,
tapi kini semuanya jelas masuk akal.
Kamu melakukan reset bukan karena anakmu.
Kamu sudah tahu itu.
Tapi karena kamu, yang tidak sanggup hidup
setelah kematian anakmu.
Kamu terus lari dari waktu,
ke masa lalu.
Sudah saatnya kamu jujur kepada dirimu sendiri.
Young, kamu masih marah dengan ibu?
Ibu tidak menepati janji.
Ibu bilang kita akan naik kereta.
Ibu ingin menepati janji,
tapi kita tidak bisa pergi karena kamu bisa sakit.
Aku sama sekali tidak sakit.
Aku ingin naik kereta.
Kita harus ke rumah sakit besok.
Begitu kamu sembuh,
kita bisa naik kereta setiap hari.
Ibu bohong.
Ibu selalu berbohong.
Aku tidak suka rumah sakit.
Aku tidak mau ke sana.
Kalau begitu, kamu mau terus sakit?
Nanti ibu sedih.
Apa Ibu sedih?
Tidak, ibu baik-baik saja.
Satu-satunya alasan ibu hidup adalah kamu, Young.
Ibu tidak peduli
apa kata orang,
selama kamu bisa tinggal di sini bersama ibu.
Beginilah cara ibu menjalani hidup.
Akan ibu pastikan ibu bertahan
kali ini.
Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.
Tolong tepati janjimu.
Terima kasih. Terima kasih, Detektif.
Terima kasih banyak.
Apa yang terjadi?
Dia tertangkap petugas patroli di jalan raya.
Katanya dia melakukan kesalahan saat melihat GPS.
Jadi, kami membiarkannya pergi dengan peringatan.
Kenapa? Kamu mengenalnya?
Tidak.
- Kembalilah bekerja. - Baik, Pak.
Mari kita sebut ini takdirmu, Pak Park.
Kamu akan segera tahu.
Itu selalu terjadi.
Hei. Kamu mau ke mana?
Aku hendak menemui Nona Shin Ga Hyeon.
Aku penasaran apakah dia tahu sesuatu tentang situasi ini.
Kamu mau ikut?
- Tidak, kamu saja. - Baiklah.
Kukira kamu sudah tahu
apa yang dilakukan Hyeong Ju.
Dia bukan orang yang akan membunuh orang lain.
Dia bahkan kabur untuk menangkap pelaku sebenarnya.
Kenapa dia tiba-tiba melakukan ini?
Kamu tahu sesuatu, bukan?
Ga Hyeon, kami harus tahu ada apa untuk membantu.
Dia bilang bukti
yang bisa menangkap pelakunya ada di kantor polisi.
Itu sebabnya dia tidak punya pilihan selain masuk ke sana.
Bukti? Bukti apa?
Ponsel Ko Jae Young.
Dia bilang itu pasti ada di ruang barang bukti.
Ko Jae Young selalu memakai penyuara jemala.
Tapi Hyeong Ju bilang
penyuara jemalanya tidak ditemukan di TKP.
Apa hubungannya itu dengan ponselnya?
Terdapat alat pelacak GPS
yang terhubung dengan ponselnya
pada penyuara jemalanya.
Jika si pelaku memegang ponselnya
atau menyembunyikannya di suatu tempat,
kita bisa menemukan lokasinya.
Tunggu.
Kalau begitu, dia bisa saja meminta bantuan kami.
Kenapa dia datang sendiri?
Karena alasan yang tidak bisa kuceritakan.
Terima kasih.
"Ruang Barang Bukti"
Hyeong Ju.
Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini?
"Episode 22 akan tayang sesaat lagi"
Hyeong Ju.
"Episode 22"
Bagaimana kamu...
Hyeong Ju...
Dia menyadap rumahku.
Apa yang harus kita lakukan?
Kita bisa menggunakan kesempatan ini.
Tiket lotre Pak Choi Kyung Man, ponsel Nona Seo Yeon Soo,
dan kotak musik Pak Cha Jeung Seok.
Kamu ingat semua itu?
Tapi waktu itu...
Kita tidak bisa menyebutnya pembunuhan berantai
karena beberapa barang umum seperti ponsel dan sarung tangan menghilang.
"Sarung tangan"?
Ya, tapi aku tidak tahu sarung tangan siapa itu.
Maksudmu dia mengumpulkan barang hilang
seolah-olah itu trofi?
Jika dia benar-benar
menyimpan barang-barang korban di suatu tempat,
itu akan menjadi bukti kuat.
Kamu bisa menebak di mana tempat itu?
Aku akan membuatnya
memberi tahu kita.
Kamu punya bukti?
Aku bisa menemukannya jika kamu membantuku.
Setelah menyerahkan diri,
tolong suruh Sa Kyung ke rumah Nona Shin Ga Hyeon.
Jangan beri tahu dia pembicaraan kita ini.
- Kamu mau ke mana? - Menemui Nona Shin Ga Hyeon.
Aku penasaran apakah dia tahu sesuatu tentang situasi ini.
Terdapat alat pelacak GPS yang terhubung dengan ponselnya
pada penyuara jemalanya.
jika si pelaku menyimpan ponselnya
atau menyembunyikannya, kita bisa menemukan lokasinya.
Lalu ini.
Ini alibi Ji Hyeong Ju.
Ko Jae Young berhenti merekam pukul 22.07.
Detektif Ji tiba di rumah Bae Jung Tae
pukul 22.10.
Dia bukan detektif yang disebutkan dalam rekaman.
Tapi dia bisa saja menjadi kaki tangan.
Apa ini?
Aku menemukannya di rumah Bae Jung Tae.
Foto-foto ini ada di USB.
Kami melakukan penyelidikan internal karena kami curiga
pembunuhnya ada di antara kami.
Aku tahu siapa pembunuhnya.
Aku juga tahu cara menangkapnya.
Tidak ada GPS.
Kamu sengaja mengatakannya karena tahu aku menyadap?
Itukah alasanmu menyerahkan diri?
Bagaimana kamu tahu kode aksesnya?
Itu nomor lencanamu.
07003.
Benar.
Kita rekan yang luar biasa.
Kamu datang kemari sendirian agar aku bisa membunuhmu?
Bunuh aku. Bunuh aku!
Jangan bergerak.
Kenapa kamu harus datang ke sini?
Sekarang, aku harus membunuhmu!
Jangan mendekat.
Berhenti!
Hyeong Ju...
Hyeong Ju.
- Jangan bergerak! - Hyeong Ju.
Hyeong Ju, kamu baik-baik saja?
Dia bilang hanya akan bicara denganmu.
Kamu yang paling tahu tentang kasus ini.
Jadi, tolong bantu kami.
Aku tidak percaya kita berhadapan langsung di ruangan ini.
Hidup ini penuh kejutan.
Kenapa kamu membunuh mereka?
Kenapa aku melakukannya?
Kenapa?
Tidak ada alasan.
Itu terjadi begitu saja.
Serta itu dimulai dari...
"Surat Penunjukan, Sersan Park Sun Ho"
Hei.
Tolong aku, Detektif.
Tolong aku.
Detektif.
Detektif.
Andai si berengsek itu tidak bilang "detektif",
aku tidak akan membunuhnya.
- Letnan Park Sun Ho? - Ya.
Kita harus memasang pagar pembatas di sini.
Butuh 12 tahun bagiku untuk naik jabatan.
Aku tidak mungkin menghancurkan hidupku
hanya karena kecelakaan ini.
Jadi, kamu membunuhnya?
Ya.
Tapi pada laporan kasus itu,
tidak ada yang menyebutkan "pembunuhan".
Selagi mengendarai sepeda motor, dia tidak melihat ke depan.
Penyebab kematian,
keretakan pada tengkorak akibat terjatuh.
Kebanyakan kasus ini ditutup sebagai kecelakaan.
Aku membunuh mereka,
tapi pembunuhanku tidak dianggap pembunuhan sungguhan.
Bukankah ini mengagumkan?
Ini menyenangkan.
Astaga. Aku tidak percaya akhirnya aku menang lotre.
Serangan jantung.
"Lotre ke-327"
Kecelakaan jatuh.
"Semoga kamu bahagia di kehidupan selanjutnya"
"Dan tidak bertemu orang sepertiku"
Bunuh diri.
Kebakaran.
Aku merekayasa TKP dengan berbagai kreativitas.
Lalu semua orang memercayainya.
"Bunga"
Aku benar-benar mengelabui semua orang.
Kecuali kamu, Ji Hyeong Ju.
"Astaga, kenapa orang ini tidak memercayaiku?"
"Kenapa dia terus curiga?"
Aku sudah memikirkannya.
Aku pun mengetahui alasannya setelah bertemu dengan Bae Jung Tae.
Aku tahu kenapa kamu tidak tertipu.
Maksudmu kamu dan Hyeong Ju datang dari masa depan?
Bukan hanya kami berdua.
Ada beberapa lagi.
Orang-orang yang menjelajah bersamamu.
Aku membunuh mereka.
Tidak.
Jang Jin Ho tidak ada di antara mereka.
Si kurir itu.
"Logistik Handong"
Sial.
"Logistik Handong"
"Logistik Handong"
Sial. Di mana kutaruh sarung tangan itu?
Aku tidak tahu dia siapa,
tapi dia pengganti Park Young Gil.
Saat itulah
aku benar-benar percaya pada reset itu.
Kupikir,
"Lagi pula, mereka ditakdirkan untuk mati."
"Aku ditakdirkan untuk membunuh."
Aku tidak mengerti kenapa aku harus memikirkan ini.
Setelah menyadari itu,
aku membunuh tanpa alasan.
Kenapa kamu menjebakku?
Kamu seharusnya membunuhku juga.
Aku tidak sanggup
membunuhmu.
Jadi, jika kamu tertangkap dan dipenjara di sini,
aku bahkan tidak punya kesempatan untuk membunuhmu.
Dengan begitu, kamu mungkin tidak akan mati.
Itu
caraku menunjukkan rasa perhatianku kepadamu.
Aku perhatian kepadamu.
Tapi saat aku melihatmu kabur dan menjadi buronan,
kupikir aku harus membunuhmu dengan tanganku sendiri.
Terima kasih sudah mengatakan itu.
Aku sangat menyesal
telah datang
untuk menyelamatkan bajingan sepertimu.
Tapi aku kembali untuk menangkapmu.
Apa maksudmu?
Maksudmu, aku sudah mati?
Bukankah itu menarik?
Pikirkan baik-baik di penjara.
Dasar pembunuh kotor.
Pak Park Sun Ho.
Aku akan menganggap ini sebagai pengakuanmu atas semua tuduhan
dan mengakhiri interogasi ini.
Sial.
"Letnan Park Sun Ho"
- Siapa namamu? - Kim Eung Sam.
Hei.
Coba kulihat.
Begitu rupanya. Kamu melakukan ini kepadanya?
Lihat bedebah ini.
- Hei, Kamu! - Sun Ho.
- Tidak. - Ada apa dengan tanganmu?
- Tanganmu... - Hei.
- Dia tidak memukulku. - Park Sun Ho!
- Park Sun Ho, ada apa denganmu? - Astaga.
- Hei, keluar! - Dasar sampah!
- Keluar. - Si berengsek itu!
Setelah menjadi letnan,
dia sangat bahagia.
Dia membanggakan diri bahwa dia akan menjadi polisi baik.
Tapi itulah awalnya.
Dia bahkan tidak punya
alasan pasti di balik pembunuhan itu.
Itu hanya permainan baginya.
Permainan yang membuktikan betapa sempurnanya dia.
Permainan semacam itu.
Dia sudah membuktikan
bahwa tidak ada kejahatan sempurna.
Dan bahwa dia akan menghadapi
hukuman suatu hari nanti.
Kamu meluruskannya, Hyeong Ju.
Tidak, kamu yang mengubahnya, Ga Hyeon.
Aku menangkap Park Sun Ho.
Begitu rupanya.
Aku membaca artikel berita.
Kamu bilang sedang bereksperimen
apakah orang bisa mengubah takdir.
Sekarang sudah ada hasilnya.
Eksperimenmu
akan berakhir dengan kami.
Aku akan melakukan apa pun untuk mencegahmu melakukan reset.
Aku akan berusaha semampuku
dan menghentikanmu.
Jadi, kamu tidak perlu repot-repot
mencari korban berikutnya.
Semuanya akan menarik
sebelum reset.
Aku akan menantikannya.
Pak Park, detektif aktif di Kantor Polisi Makang Seoul,
diketahui telah membunuh putra Ko Seok Gyu,
mantan calon Menteri Pendidikan.
- Tolong komentarnya. - Kenapa kamu membunuhnya?
Menurut penyelidikan Unit Investigasi Regional,
sudah dipastikan ada 11 korban tambahan
yang lebih mengejutkan publik.
- Katakan sesuatu. - Ada komentar?
Katakan sesuatu.
Bagaimana kamu tahu nama anjingku Maru?
Benar. Itu sangat menarik.
Aku menamai anjing itu seperti nama komikus daring yang kusukai.
Aku harus memberinya tanda tangan, bukan? Itu yang harus dilakukan.
Ayo. Tunggu.
- Hyeong Ju. - Hei.
Selamat ulang tahun.
Aku tidak tahu kamu mengikuti kalender bulan.
Tapi hari ini masih hari ulang tahunku.
Ini terasa aneh.
Seru rasanya merayakan ulang tahunku hidup-hidup.
Karena itu, aku membelikanmu hadiah.
Hadiah?
Itu terbuat dari sutra.
Aku ingin kamu berumur panjang.
Ada satu lagi untuk Maru. Itu sengaja dibuat serasi.
Ini mengharukan. Terima kasih.
Benar. Bawakan buku "Hidden Killer" lain kali.
Aku akan menandatanganinya.
- Apa? - Itu membuatku bertanya-tanya
kenapa aku belum mendapatkan tanda tangannya.
Bawa itu lain kali.
Itu terbuat dari sutra. Aku ingin kamu berumur panjang.
Pikirmu ini sudah berakhir, bukan?
Bagaimana keadaan si pemilik kafe belakangan ini? Dia baik-baik saja?
Jaga dirimu.
Saling menjaga.
Ya, Hyeong Ju. Dia tidak ada di kafe.
Mungkinkah dia masih di sanatorium?
Sesuatu terjadi kepada istriku.
Jadi, aku harus bergegas ke sanatorium.
Itulah hari
saat dia bilang sedang berada di sanatorium.
"Sesuatu terjadi kepada istriku"
"Tidak apa-apa, Ga Hyeon. Kamu baik? Mari bicara besok"
"Tidak apa-apa, Ga Hyeon. Kamu baik? Mari bicara besok"
Titiknya...
"Tidak apa-apa, Ga Hyeon. Kamu baik? Mari bicara besok"
"Aku harus bergegas ke sanatorium Aku akan menghubungimu nanti"
Tidak ada titik.
Dia selalu mengakhiri kalimat dengan titik.
Nama walinya adalah Hwang No Sub.
Bisa beri tahu aku kapan kunjungan terakhirnya?
Tidak ada wali dengan nama itu.
Kamu tahu nama pasiennya?
Tidak.
Tunggu. Hwang No Sub?
Kamu mencari Profesor Hwang No Sub?
Profesor?
Pria ini.
Ya, itu dia. Ini Profesor Hwang No Sub.
Dia menjalankan uji klinis dengan pasien dari sini.
Dia datang ke sini setidaknya sekali sepekan.
- Uji klinis? - Istrinya tidak dirawat di sini?
Kudengar istrinya menjalankan bisnis di Amerika.
Aku tidak ingin meninggalkan istriku di sanatorium
saat aku sadar tidak tahu kapan akan mati.
Bagaimana keadaannya?
Sejak hari itu, kondisinya memburuk.
Dia bahkan tidak mengenaliku kemarin.
Kalau begitu, jika dia seorang profesor,
bisa beri tahu aku di mana dia bekerja?
Dahulu dia bekerja di Rumah Sakit Sejin.
Tapi kini, dia direktur penasihat untuk Farmasi Samo.
Rumah Sakit Sejin?
Sanatorium dan istrinya yang menderita demensia.
Semua itu bohong.
Kenapa dia berbohong soal ini?
Jika dia profesor di Rumah Sakit Sejin,
itu artinya dia mengenal Nona Lee Shin sebelum reset.
Jangan bicarakan ini di sini.
Ayo ke tempat lain dan mengobrol lagi.
Dahulu aku pelanggan tetap di sini.
Istriku suka minum kopi
dan ingin membukanya kelak.
Jadi, aku bisa membeli tempat ini berkat reset itu.
Kalau begitu,
apa Nona Lee Shin menyuruhnya berkumpul di kafe
sejak awal?
Detektif.
Dia datang hari Senin ini.
Senin? Itu setelah Sun Ho ditangkap.
Hyeong Ju.
Kenapa Nona Song ada di sini?
Ini sekretaris Profesor Hwang.
- Sekretarisnya? - Ya.
Jika kamu bisa membantu kami,
kita akan bisa
menyingkirkan Nona Lee Shin dan si pembunuh.
Kumohon.
Semua itu hanyalah akting.
Seolah-olah dia tahu masa depan. Dia tahu segalanya tentangku.
Orang yang Nona Song takuti
bukan Nona Lee Shin, tapi Profesor Hwang.
Sejak awal, dia menjadikan Nona Lee Shin sebagai pion.
Dia mengawasi semuanya dari belakang.
Anda sudah kembali, Profesor Hwang.
Semua orang pasti sangat terkejut.
Aku akan segera kembali.
Ya, Profesor.
Aku sangat tahu itu. Jangan khawatir.
"Farmasi Samo"
Profesor Hwang No Sub?
Ya.
Dengan Detektif Ji Hyeong Ju?
Benar.
Silakan ikuti aku.
Shin.
Tidakkah menurutmu
sudah waktunya kita bersiap untuk reset berikutnya?
Kamu selalu sibuk di pekan ini tiap tahunnya
karena Young.
Karena itulah
aku ingin meminta bantuan orang lain.
Orang lain?
"Bus Pengangkut Narapidana, Kementerian Kehakiman"
Tidak ada yang bisa menghindari kematian.
Tidak ada.
Itu artinya kamu akan aman
sampai mereka mati.
Astaga.
Kamu akan segera tahu.
Itu selalu terjadi.
"Direktur Penasihat Hwang No Sub"
Apa ini?
Dia menyuruhku memberikan ini saat kalian datang.
Berarti, dia pasti tahu kita akan menemuinya.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"365: Repeat the Year"
Sebenarnya siapa Anda?
Aku bisa bertemu dengan Young lagi?
Aku menikmati waktuku.
Menurutmu apa yang akan terjadi jika pria ini pergi?
- Siapa kamu? - Ini akan menjadi tahun yang seru.
- Park Sun Ho melarikan diri. - Kita bertiga akan
melakukan ini bersama-sama.
Ini belum berakhir.
Dia bilang kematian kita yang ditakdirkan tidak akan berubah.
Kamu akan melakukannya seperti biasanya.
Beri tahu aku alasan objektif yang bisa membuatku mengerti.
Yang terpenting, aku tidak mau makan denganmu lagi.
Apa? Apa yang dia lakukan?
Kesialan tidak punya mata. Kesialan memilih target secara acak.
Siapa bedebah gila itu?
Dia yang terbaik. Dia pria gila terhebat.
Itu juga mengingatkanku pada wanita gila.
"Ini awal dari hubungan nahas atau takdir?"
Aku tidak akan pernah sendirian tanpamu mulai sekarang.
Aku ingin mulai lagi. Ayo kita berpacaran, Hae Kyung.
Apa aku mengejutkanmu?
Kamu percaya takdir?
Jadi, maksudmu pria itu mungkin takdirku?
Di mana dia? Di mana?
Kalau kamu berkenan, mau makan malam denganku?
"'Would You Like to Have Dinner Together' akan tayang bulan Mei"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.