All language subtitles for Extraction (2020) twitter@ham_hez tumblr@hezbollahhamasaxis

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PERSEMBAHAN NETFLIX

DUA HARI SEBELUMNYA

...di sekolah. Tebak ditemukan siapa?

- Siapa? - Pak Amit.

Luar biasa! Bagus!

Datangi, perkenalkan diri, dan bawakan kopi.

Aku tak punya uang.

- Aku yang bayar. - Dia yang bayar.

Dia menoleh dan tersipu.

Dia tersipu. Dia menyukaimu.

- Datangi. - Tidak.

- Itu Ovi. - Lucu, 'kan?

Jangan!

Dari mana saja kau?

Bersama teman-teman.

Bukankah ayahmu menyuruhmu langsung pulang?

Baiklah.

SACHIN Saju sudah pergi

Sampai jumpa di kelab 30 menit lagi.

Aku akan kembali.

Hei.

Hei. Apa kabar? Dia sudah bicara dengan perempuan itu?

Kau sudah bicara dengannya?

- Belum. - Apa dia...

Ayolah, Ovi. Kau harus bicara dengannya.

Dia tersenyum.

Aku tahu yang kau butuhkan. Ayo.

Cobalah. Satu isapan. Akan membantumu.

Bersenang-senang, Anak-anak?

Kau menjatuhkan sesuatu?

Tidak?

Kau beli di dalam?

- Itu bukan punya kami. - Tenang.

Semua beres.

Kalian beruntung.

Hidup kalian masih panjang.

Jangan!

PENJARA PUSAT MUMBAI

- Kalian semua pergilah. - Pergi.

Pergi. Cepat.

Sudah kukatakan, Berengsek,

selalu awasi dia...

Bawa kembali putraku.

Kita bisa menegosiasi.

Ini bukan soal tebusan, Saju.

Ini soal penghinaan.

Pergilah ke Dhaka.

Lalu?

Bawa dia kembali.

Aku butuh pasukan, Ovi.

Kalau begitu, sewa pasukan!

Bagaimana menurutmu?

Kau pikir aku tak bisa menyakitimu dari sini?

Ovi, kumohon...

Kau mau putramu merayakan hari ulang tahunnya?

Maka...

bawa kembali putraku.

Suruh Mahajan membayar uang tebusan putranya.

Kenapa kita dilibatkan?

Neysa...

Uangnya tidak cukup.

NCB membekukan aset Mahajan.

Hanya aku andalannya.

Kau mengerti?

Biadab!

Ada orang yang biasa lakukan hal ini.

Tarifnya akan di luar jangkauan Mahajan.

Namun, ada cara yang bisa kumainkan.

Ini tak akan mudah.

Lakukan yang seharusnya.

Astaga! Tinggi sekali.

Hanya 30 meter.

Sangat tinggi.

Namun, sangat indah.

Dia tak apa-apa?

Dia baik-baik saja.

Kau yakin? Dia seperti mati.

Jangan berkata kasar.

- Kenapa? - Kau terdengar bodoh.

Cari kata sifat lainnya.

Dia baik-baik saja.

- Tolong pegang birku. - Baik.

- Pegang saja. Jangan diminum. - Baik.

Astaga!

Kemarilah.

Hei.

Anggap rumah sendiri.

Ada ayam di kamar mandimu.

Ya, aku suka ayam, kecuali soal buang kotoran di mana-mana.

Kita dapat proyek besar.

- Sungguh? - Penyelamatan. Anak India.

Putra gembong narkoba.

Gangster saingannya menahan anak ini di Dhaka.

Gaspar tinggal di Dhaka.

Gaspar sudah pensiun.

Operasi dimulai pukul 16.00. Tenggat, Jumat siang.

Bukti masih hidup enam jam lalu.

Ya, akan kuterima.

Gangster ini, Amir Asif, sangat berpengaruh di Dhaka.

Kau dapatkan anak ini, keadaan akan jadi rumit.

Urusan seperti ini selalu rumit, bukan?

Ini kesalahan.

Nik, kenapa kau kemari? Berhentilah membohongi diri.

Tak ada orang lain yang mau menerima pekerjaan sekacau ini.

Lalu kenapa kau mau?

Aku butuh uang.

Mengurus ayam butuh biaya.

Kau harap jika memutar ruang picu dengan tepat,

kau akan mendapatkan pelurunya.

Besok pagi, kita bertemu di Fitzroy Crossing.

Jika kau masih mabuk, jangan datang.

Siapa namanya?

Ovi. Ovi Mahajan.

Bertindak cerdaslah, Tyler.

DI LUAR BATAS KOTA DHAKA

Dia yang akan kita jemput. Ovi Mahajan, 14 tahun.

Ayahnya, Ovi Mahajan Senior, di penjara.

Orangnya yang menyewa kita untuk selamatkan anak itu.

Mereka enggan bernegosiasi.

Lalu lawan kita?

Amir Asif. Pablo Escobar dari Dhaka.

Gembong narkoba terbesar di India melawan tandingannya di Bangladesh.

Kedengaran seperti dongeng.

Permusuhan di antara mereka mendalam.

Ini titik penyelamatan kita. Josรฉ dan Thiago akan mengendarai kapal,

mengantarkanmu dan anak itu 14,5 km di sungai ke helikopter.

- Ada pertanyaan? - Berapa musuh di lokasi?

Sekitar 20. Waktu tinggal sedikit. Ayo berangkat!

Kau lihat penatu di seberang jalan?

Ya.

Berjalanlah ke sana.

Lalu?

Selamat datang di Dhaka.

Uang.

Bukti.

Tunjukkan buktinya.

Uangnya!

Tunjukkan anak itu sehat, nanti kuminta orangku bayar. Menger...

Kemarilah.

Anak buahmu seperti profesional sibuk,

Jadi, langsung saja tangani urusan kita.

Baik.

Berengsek!

Tak berkedip!

Kau gila atau apa?

Tak ada magasinnya.

Obrolan selesai.

Ayo tangani urusan kita.

Ayo, Nak!

Tunjukkan wajahmu.

Tampan!

Selamat malam!

Jangan!

Pergilah.

Beri tahu mereka. Bayar.

Jika tidak?

Aku ambil ini...

masukkan ke bokongnya, dan ledakkan isi perutnya.

Cepat!

Ayo!

Jangan!

Siapa kau?

- Bisa berjalan? - Ya.

Baik. Pakai ini.

Jangan! Jangan, Amir!

Dasar sialan.

Ada yang sudah ingat sekarang?

Tunggu!

Aku tahu...

- Aku tahu siapa pelakunya. - Siapa?

- Sanjib. - Siapa itu Sanjib?

Yang baru kau lempar dari atap.

Kemari.

Siapa namamu?

Farhad.

Farhad?

Kau cukup cerdas.

Perhatikan...

dan pelajari...

begitu caramu bertahan hidup.

Kau harus cerdas. Gunakan akalmu.

Farhad?

Potong dua jarimu.

Yang mana saja.

- Kenapa? - Karena anak yang mencuri dariku mati.

Lalu aku mau pengingat hidup

dari akibat mencuri uangku.

Kusarankan tangan kiri.

Jadi, kau masih bisa memegang pistol.

Amir!

Aku sedang bicara!

Amir, anak itu hilang.

Cerdas dan beruntung...

Tutup kota ini.

Jembatan, kereta, bandara...

Tutup semuanya.

Mustahil, Amir.

Jadikan itu mungkin, Kolonel,

atau kau tak hanya akan kehilangan jari.

Keluar. Ayo.

Ini. Hei.

Jika kau ingin hidup, turuti ucapanku.

Ini. Pakailah.

Makan ini. Gula darahmu rendah. Jadi, kau tampak sakit.

Dua ribu seratus meter. Bersamaku.

Diterima. Tim Alpha dalam kapal. Siap di posisi.

Baik. Angkat tangan.

Baik. Baiklah. Nama?

Ucapkan namamu.

Ucapkan namamu ayo.

- Ovi. - Nama belakang?

Mahajan.

Tanggal lahir?

Tanggal 21 Januari 2005.

Berlanjut ke penyelamatan. Ayo.

Satelit sudah terhubung. Rake dan anak itu dalam perjalanan.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Kalian sudah siap? Kami berjarak 1.600 meter.

Siap dan menunggu.

Baik. Sampai jumpa.

- Nama belakang? - Mahajan.

- Tanggal lahirmu? - Tanggal 21 Januari 2005.

Mengirimkan bukti bersama target.

Waktumu tujuh menit untuk mentransfer uang.

Ini G. Aku siap di posisi.

Alarm berbunyi di ruang mesin.

- G, kau jadi mataku. - Diterima.

Blokade dipasang di setiap jembatan menuju dan keluar dari Dhaka.

Timku sedang menyisir sungai Buriganga.

Mereka akan ditemukan.

Aku suka dia.

Beri dia senjata. Agar jarinya bermanfaat.

Aku tak bisa bernapas.

Tarik napas dalam-dalam.

Kita harus terus bergerak. Ayo.

Rake sekitar lima menit dari kapal.

Sampai mana tahap transfernya?

Di mana uangnya?

- Aku tak tahu. - Coba lagi.

- Tak ada. - Sial.

Telepon mereka lagi. Katakan waktu mereka 60 detik untuk mentransfer.

Atau mayat Ovi akan mengambang di sungai Buriganga.

Kita dipermainkan.

- Beri laporan. - G di sini.

Thiago?

- Thiago? - Sial.

Thiago?

Tyler, ada yang tidak beres. Tetap di tempatmu.

Diam di tempat.

G, kau bisa melihat kapalnya?

Aku mengawasinya. Teman-teman kita belum datang.

Aku mendekat agar lebih jelas.

Kolonel, bersiap. Kami menemukan sesuatu.

- Nik, kau harus lihat ini. - Apa itu?

Sial!

Tyler, dua kapal polisi mendekat.

- Dua ratus meter dan mendekat cepat. - G?

Ada orang lain di hutan itu.

Sekitar seratus meter dan mendekati posisimu.

Nak... Bergerak cepat. Tetap merunduk. Ayo!

Kapal ditemukan.

Bantuan udara dibutuhkan di tepi sungai.

Mereka ada di hutan.

Tyler, helikopter bergerak ke sana.

Cepat!

Merunduk.

Ovi, ini Saju!

Aku akan membawamu pulang!

- Saju, aku di sini! - Duduk dan diam!

Aku butuh anak itu! Aku takkan menyakitinya!

Saat kuperintahkan, lari secepatnya atau kubunuh kalian. Paham?

Cepat!

Baik, cepat!

Cepat, Nak. Cepat! Ayo.

- Ovi! - Cepat, Nak!

- Masuk ke mobil. - Berhenti berlari!

Nak! Kemari!

Merunduk!

Saju! Tolong!

Hei!

Lepaskan aku! Saju bekerja untuk ayahku.

Aku bekerja untuk ayahmu. Namun, ada yang tak beres di sini.

Saju bisa kerja sama dengan penculikmu dan mengembalikanmu.

- Bawa aku ke polisi. - Polisi terlibat.

Percaya aku jika kau mau hidup.

Aku butuh pengawas. Radio disadap. Hubungi satelitku.

- Ke kanan setelah jembatan. - Setelah gerbang?

Gerbang apa?

- Belok kanan. - Tidak bisa. Ada truk.

Tyler, di kananmu.

Minggir!

Di depan, belok kiri.

Bukan! Kiri! Baru kau lewati.

Astaga!

Merunduk!

Aku dalam situasi kritis.

- Pasang sabukmu. - Sabuk apa?

Sabuk keselamatanmu.

Sudah terpasang. Kau menyetir gila-gilaan!

Berpegangan.

- Kau tak apa-apa, Nak? - Aku tak apa-apa.

Kita harus bergerak. Cepat. Naik tangga.

Ayo.

Cepat!

Tolong!

Kemari.

Kemari, kau sialan...

Lari, cepat.

Naik tangga. Ayo. Cepat!

Merunduk.

Nak, kau memercayaiku?

- Tidak. - Bagus.

Tidak.

Bangun, Nak.

Baik!

Tetap di sisiku, ya?

Sial.

Lepaskan aku!

Tolong!

Kau terluka?

Masuk, Nak. Ayo!

- Kau menabraknya dengan truk. - Ya.

Mereka masih mengikuti kita.

Berpegangan.

Baik, Nak. Kau harus bergeser kemari.

Lompat pada hitungan ketiga.

- Apa? - Satu...

Kendaraan hancur. Terbalik dan terbakar.

Aku ingin melihat mayat-mayatnya.

Kami datang.

Mereka masih hidup.

Satu terluka parah.

Aku mau semua senjata di Dhaka diarahkan ke orang ini.

Baik. Tutup pintu.

Bisa bantu aku?

Aku butuh bantuan. Tahan itu di situ.

Kaitkan ke sana, lalu tarik kembali ke sini.

Ya.

Ya.

- Sudah? - Ya, aku bisa.

Ya?

Teman baru kita Saju Rav. Mantan anggota Pasukan Khusus.

Dia bekerja untuk ayah anak itu.

Kita dipermainkan.

Transfer kedua tak pernah sampai.

Mahajan membuat kita bekerja keras dan tak mau membayar.

Bagaimana dengan G?

Seluruh tim kita tewas.

Sial.

- Kota dikunci. Kau aman? - Ya.

Anak itu?

Dia bersamaku.

Ada area terbuka di timur Jembatan Sultana Kamal.

Di luar kota. Kami bisa kirim helikopter dan mengeluarkanmu.

- Seberapa jauh? - Empat kilometer.

Kau harus tinggalkan anak itu, Tyler.

Tyler?

Tyler?

Bukan itu tugasku.

Tugasmu berantakan.

Temukan uangku, Nik.

Kau akan meninggalkanku di jalanan?

Teleponmu... nyaring.

Peluangku mendapatkan uangku hanya kau, Sobat. Jadi, tidak.

Kalau begitu aku hanya paket.

Ya, begitulah.

Dibungkus kertas cokelat.

Apa yang kau lakukan?

Ini?

Piano. Aku melakukannya jika sedang gelisah.

Membantu.

Ayahku benci melihatku melakukannya.

Kalian berdua memandangku sama.

Lebih seperti benda daripada orang.

Aku tak bermaksud begitu.

Tak apa.

Pak.

Saju?

Hei, Cantik.

Kau tak apa-apa?

Dengar aku baik-baik.

Jika tak ada kabar dariku dalam 12 jam berikutnya,

ambil uangnya dan pergi.

Menghilang.

Baik...

Kau tak apa-apa?

Aku tak apa-apa.

Hanya lelah.

Aku mencintaimu.

Aku juga mencintaimu.

Berikan ponselnya kepada Aarav.

Aarav, Ayah menelepon.

Sadia.

Halo, Ayah.

Hei, Jagoan.

Ayah akan segera pulang?

Ya, tak lama lagi.

Kapan?

Saat kau bangun pagi.

Kau bantu ibumu, ya?

Ya, Ayah, tentu.

Ayah menyayangimu.

Selalu.

Aku juga sayang Ayah.

Sampai jumpa.

- Ya. - Ada helikopter.

Kita bertemu di timur jembatan.

Baik. Aku ke sana.

Nak. Hei, ayo.

Masuk. Kemari.

Ayo, Bajingan.

Keluar dari mobil.

Cepat!

- Tetap di sana! - Ya.

- Pria ini mau senjataku! - Pergelangan kakiku patah!

Jangan ambil senjataku.

Jangan ambil!

Temanku akan menembakmu!

Hei! Berikan senjataku... Kembalikan!

Itu senjataku, kembalikan!

Atau kutembak!

Apa-apaan?

Berengsek!

Akan kuhabisi kau.

Enyah!

Sial.

Kau terkepung. Menyerahlah...

Sial! Ayo, kita harus pergi.

Berhenti atau kami terpaksa menembak!

Cepat!

Baik. Masuk.

Bicaralah.

- Hubungi Gaspar. - Ada apa?

Kami diserang anak-anak sialan. Kami melewati empat blok.

Kubilang tinggalkan anak itu.

Aku tak peduli ucapanmu.

Kami di selokan terbau di dunia.

Ada 200 polisi di atas kami. Hubungi Gaspar.

Tyler, kurasa itu bukan ide bagus.

Dia berutang nyawa kepadaku, Nik.

- Tyler, aku... - Hubungi dia.

Namamu Tyler?

Aku Ovi.

Salam kenal.

Astaga!

Bagaimana keadaanmu?

Lebih baik setelah mandi.

Bersulang.

Senang bertemu kau, Bung.

Terima kasih sudah menjemput.

Ada apa denganmu? Jangan menghinaku.

- Kau lapar? - Ya.

Bagaimana dengan anak itu?

Dia sedang istirahat.

Kita di mana?

Di selatan pusat kota.

Kuberi tahu Nik bahwa penyelamatan itu tak bisa dilakukan.

Kota ini dikelilingi sungai.

Ada jembatan menuju dan keluar kota. Namun, setiap jembatan itu

diblokade

karena kau orang yang sangat populer.

Kita bersembunyi beberapa hari, tunggu kepanikan mereda.

Lalu kami akan membantumu pergi. Istriku yang membuat itu.

Berhati-hatilah dengan ucapanmu.

Istrimu?

Kenapa lututmu?

Lutut, punggung, bahu...

Tunggu sebentar... lututku. Astaga. Sakit.

Dua cukup.

Baik. Aku harus pergi.

Aku harus mencium istriku.

Kau tetap di sini dan beristirahat. Aku akan kembali.

Senang bertemu kau. Aku merindukanmu.

Aku sedang makan.

- Aku mendapatkan dia... - Siapa?

Orang yang kau incar.

Aku kehilangan dia...

di dekat pasar.

Suruh mereka memeriksa pasar itu.

Ya, Pak.

- Apa ini? - Hadiah.

Saat kau menangkapnya,

izinkan aku menembaknya.

Jika kau mengizinkanku,

akan kuberikan jari lainnya!

Dia membuatku tampak bodoh.

Tentu.

Kau masih anak-anak.

Ini nasihatku, sebuah hadiah.

Simpan jarimu yang lain.

Karena meski kau pikir dirimu sangat hebat...

selalu ada orang yang lebih hebat darimu.

Tyler.

Ya?

Jika kau tewas hari ini, itu karena kesalahanku.

Tidak. Itu karena kesalahanku.

Kau tak tampak seperti Tyler.

Sungguh?

Aku seperti apa?

Seorang Brad.

Ya.

Boleh aku bertanya?

Rake.

- Apa itu Rake? - Nama belakangku.

Bukan itu yang ingin kutanyakan. Namun, itu nama belakang yang aneh.

Tidakkah itu seperti alat berkebun?

Mau bertanya apa?

Apa kau selalu seperti ini. Kau tahu... pemberani.

Aku bukan pemberani.

Tentu kau pemberani. Kau selamatkan orang.

Ya, terkadang. Terkadang kulakukan hal lain.

Misalnya membunuh orang?

Ya.

Ayahku juga membunuh orang.

Terkadang, aku makan malam bersamanya, memandangnya dan berpikir,

dia baru membunuh ayah orang lain hari itu.

Lalu aku merasa muak.

Kau punya keluarga?

Aku pernah punya istri.

Di mana dia?

Entahlah. Sudah lama aku tak bertemu dia.

Anak?

Ya, seorang putra.

Di mana dia sekarang?

Dia meninggal beberapa tahun lalu.

Karena apa?

Limfoma.

Berapa umurnya?

Enam tahun.

Aku bahkan tak ada di sampingnya saat dia meninggal.

Di mana kau saat itu?

Kandahar, Afganistan. Itu tugas luar ketigaku.

Kau dipanggil?

Tidak.

Aku pergi.

Sukarela.

Karena kau tak mampu melihatnya?

Ya.

Sudah kukatakan. Aku bukan pemberani. Aku hanya...

Aku sebaliknya.

Kau tahu...

"Kau tenggelam bukan karena jatuh ke sungai,

tetapi karena tetap di bawah air."

Siapa yang memberitahumu?

Kubaca di buku di sekolah.

Estancia Los Chanares.

- Ya, Ya! - Aku tak tahu...

Perburuan merpati terbaik di Argentina.

Tinggal berbaring di kolam ini dan mereka beterbangan!

Lalu kita tembak mereka.

Kemudian minum Cupa Libre.

Kutembak merpati pertamaku saat berumur 10 tahun. Sudah cerita?

- Belum. Dengar. - Kurasa sudah.

Tidak. Itu saat berumur 10 tahun, ayahku... Senapan meledak,

meninggalkan bekas hitam di mata, dan ayahku mentertawaiku.

Dahulu gerakanku cepat, membunuh makhluk-makhluk kecil itu.

Namun, sudah tidak lagi.

Menua itu menyebalkan, Bung. Menyebalkan!

Menyebalkan!

Kurasa dia masih tidur.

Sungguh suatu tragedi.

Anak itu mayat hidup.

Asif tak akan biarkan dia hidup.

Bayangkan penghinaannya.

Kau bawa dia pulang. Lalu? Ayahnya di penjara.

Tak ada yang bisa melindunginya.

Hal terbaik yang bisa kau lakukan, sungguh,

adalah ke sana dan tembak kepalanya.

Buat tak sakit.

Karena para binatang di luar sana tak akan bermurah hati kepadanya.

Mereka suka memulai dengan telinga.

Lalu memotong tiap jari di persendiannya.

Sobat, kau mabuk.

Aku bicara soal belas kasih, Tyler.

Kau tahu berapa nilainya?

Dia anak kecil, Gaspar.

Dia anak seorang gangster.

Dengan kepala seharga 10 juta.

Kau harus segera sadar.

Kau tentara bayaran, bukan, Tyler? Kenapa tidak bertindak begitu?

Kau tak muak dengan hidup ini? Karena aku muak dan aku...

tak mau bertindak seperti pahlawan dalam misi bunuh diri...

Kau kenapa? Kau berjanji menolongku.

Aku sedang menolongmu. Sepuluh juta dolar.

Kubawa kau ke perbatasan dalam beberapa jam. Ambil uangnya.

Kuurus mayatnya. Tanpa rasa sakit.

Itu yang terbaik bagi anak itu.

Kau menelepon seseorang? Siapa?

Kenapa kau munafik? Kau sudah membunuh 100 orang...

Jawab!

Kau memukulku?

Kau mau apa?

Tahu yang terjadi kepadaku jika mereka tahu aku membantumu?

Tahu yang terjadi kepada istriku?

Asif seorang teman.

Aku pernah kerjakan tugas untuknya. Kami bersepakat.

Dia dapatkan anak itu, kau bebas. Lalu kita berdua menjadi kaya.

Apa yang kau inginkan dariku? Pergi ke atas dan menembak kepalanya?

Tidak. Aku yang akan melakukannya.

Jangan.

Kau pernah menyelamatkanku.

Kini kuselamatkan kau.

Minggir.

Tyler, berhenti!

Apa yang kita lakukan, Bung?

Ayolah, tenang.

Jangan bangun.

Hei, Nak.

Aku tahu ini tampak buruk.

Aku mau pulang.

Akan kuantar kau pulang.

Akan kuantar kau pulang.

Anak itu bersamaku. Aku butuh bantuan.

Tunggu di sini.

Begitu saja?

Ya. Aku mau anak ini keluar dari sini. Aku hanya peduli itu.

Kenapa?

Karena aku peduli.

Dia akan membunuh keluargaku jika aku tak kembalikan putranya.

Orangku menunggunya di seberang Jembatan Sultana Kamal.

Ada dua blokade di antara daerah ini dan sana.

Akan kucoba jauhkan mereka dari keduanya.

Kau bawa dia ke seberang.

Tyler.

Sampai jumpa.

Ayo.

Cepat.

Kau memercayainya?

Ya.

Sabuk pengaman.

Kita harus berjalan kaki.

Anak itu sudah terlihat?

Belum.

Namun, teman kita terlihat...

Anak itu pasti tak jauh.

Granat!

Jangan lewati jembatan.

Kuperintahkan kau untuk berhenti!

Lepaskan topinya. Coba kulihat wajahnya.

Aku tak mengerti.

Topinya. Lepaskan.

Lakukan perintahnya.

- Bergerak! - Cepat!

Tunggu di sini.

Bawa dua unit lagi ke jembatan.

Dua unit ke jembatan. Cepat.

Ambilkan senapanku!

Tunggu di sini. Tetap merunduk. Aku akan menjauhkan mereka darimu.

Cepat.

Rake, kau harus ke jembatan!

Aku menuju ke sana.

Si...

Di mana anak itu?

Bersembunyi. Sekitar separuh jalan di jembatan.

Aku mencoba membuka jalan.

Yaz, di mana kau?

Dua menit.

Sial. Aku ditembaki. Aku akan memutar.

Kau lihat helikopter itu?

Kau harus lari secepat mungkin ke sana.

Tidak. Kumohon. Kumohon berdirilah.

Musuh tertembak. Tempat mendarat aman. Kesempatan dua menit.

Pergilah.

- Kumohon... - Lari.

Lari!

DELAPAN BULAN KEMUDIAN

Terjemahan subtitle oleh Adi Setiadi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.