Afrikaans
Akan
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kita semua merasakan beratnya bayangan
masa depan kita, tetapi di lain waktu setiap saat
sama menyenangkannya dengan milik kita sendiri,
bagi mereka yang bisa melihat jauh melalui kegelapan
untuk menemukan bintang yang jauh untuk diamati.
Carl Sagan menulis: "Ketika aku masih kecil,
aku ingin menjadi ilmuwan dari sejak
hari pertama aku sekolah.
Momen itu datang ketika aku pertama kali melihat
bintang-bintang yang sangat mengagumkan bagi diriku.
Untuk pertama kalinya aku sadar betapa jauhnya mereka,
ketika mereka terlihat hanya sebagai
titik-titik cahaya di langit.
Aku bahkan tidak mengetahui arti kata sains saat itu,
tetapi entah bagaimana aku ingin
membenamkan diri dalam semua keagungan itu.
Semua dicengkeram oleh kemegahan
alam semesta, dan aku terpaku oleh prospek
untuk memahami bagaimana mereka benar-benar berfungsi
untuk bisa membantu mengungkap misteri terdalam
dalam menjelajahi dunia baru.
Bahkan mungkin secara harfiah.
Suatu keberuntungan bagiku untuk bisa
membuat sebagian mimpi itu terpenuhi.
Bagiku, romansa sains tetap terasa
baru dan sama menariknya, seperti pada hari
ketika aku menyaksikan keajaiban di
Pameran Dunia New York, pada tahun 1939.
[Tepuk tangan]
Disinilah masa depan menjadi perdamaian.
Tapi bagaimana mungkin ada harapan, ketika di tahun 1939 itu
ada suara penuh kemarahan telah menguasai panggung dunia
dan berkhotbah dengan penuh kebencian dan rasisme,
Perang yang paling mengerikan akan terjadi dalam sejarah
yang akan merenggut nyawa lebih
dari 50 juta manusia, hanyalah suatu awal.
Namun ketika masa kegelapan itu terjadi,
hal itu malah membangkitkan Carl Sagan muda
dan orang-orang sezamannya
dengan visi masa depan mereka
yang cukup kuat untuk menginspirasi sebagian besar dari mereka
untuk melakukan kerja keras bertahun-tahun yang diperlukan untuk
menjadi ilmuwan dan insinyur.
Ketika keajaiban televisi menjadi
kenyataan bagi publik pada Pameran Dunia tahun 1939.
Kita telah mengetahui bagaimana cara
memanipulasi elektron menjadi sesuatu
kekuatan perubahan pada peradaban.
Keajaiban TV pertama ini
secara transparan telah meyakinkan kaum skeptis
bahwa apa yang mereka lihat tidak hanya
gambar bergerak, namun gambar-gambar pada
layar televisi sebenarnya adalah
sinyal langsung yang melintasi waktu dan ruang di dunia ini.
Sebuah penemuan teknologi yang sangat revolusioner
di dunia, untuk pertama kalinya dipamerkan di sini.
Carl Sagan adalah orang pertama yang mengeksplorasi
ruang dan waktu melalui kapal imajinasi kita.
Tetapi kami memiliki kesamaan lainnya.
Kami berdua memiliki pengalaman yang mengubah hidup kami
di tempat yang sama,
di Flushing Meadow, New York
Ketika aku seusia dengan Carl,
keluargaku membawa aku ke Pameran Dunia 1964.
Aku anak kecil yang di sebelah kiri itu.
Sekitar 25 tahun kemudian,
dunia kita menghadapi serangkaian masalah yang berbeda.
Dua negara superpower telah memenuhi
planet ini dengan puluhan ribu
senjata nuklir, dan mereka memiliki sumbu yang pendek
sehingga bisa dinyalakan kapan saja.
Mempersiapkan kiamat yang akan datang, adalah
ritual yang sering dilakukan oleh anak-anak sekolah seperti diriku,
sementara kami sadar bahwa hidup kami
dapat berakhir kapan saja.
Pameran Dunia tahun 1964 menyajikan visi
masa depan tanpa batas, yang bebas dari bahaya
dengan sains dan teknologi telah
difokuskan kembali pada harapan dan impian manusia.
Aku mengingat kembali kenangan yang tak terhapuskan dari kunjungan itu.
Ayahku adalah seorang pegawai penting
administrator di Kota New York selama
perjuangan hak-hak sipil, dan mereka menamai
kereta monorel dengan namanya,
Kami dengan bangga mengendarai kereta Tyson Comet ke Pameran dunia itu.
Aku mengingat animatronik hidup
berbentuk dinosaurus dan merasa kagum jika kita bisa
mengetahui hal-hal yang terjadi pada masa lampau.
Aku ingat arti bumi itu dulu
hanyalah sebagai tempat kita hidup.
Bahkan simbol utama Pameran Dunia, Unisphere adalah
visi Bumi dalam konteks kosmos yang lebih besar.
Ingatlah, simbol ini dibuat sebelum ada orang yang
melihat bumi dari angkasa luar.
Saat itu adalah waktu ketika semuanya menjulang
bahkan bangunan-bangunan itu sepertinya sudah siap
untuk lepas landas.
Anda bisa melakukan perjalanan ke masa depan
bumi yang lebih cerah, di mana tidak ada
daerah kumuh miskin, dan tidak ada lagi kelaparan.
Beberapa dari janji itu ada
yang belum terwujud, dan janji lainnya telah terwujud
bahkan melampaui mimpi terliar sekalipun pada masa itu.
Bantulah aku, untuk mencoba melupakan
semua yang telah Anda miliki begitu saja saat ini.
Bayangkan Anda belum pernah melihat
laptop, atau tablet, atau smartphone.
Anda belum pernah mencari apa pun
secara online, atau belum pernah menerima email atau teks
pesan dari siapapun.
Ini adalah dunia di mana jika Anda ingin tahu sesuatu
tentang sejarah kehidupan atau lirik sebuah lagu,
Anda harus pergi ke perpustakaan yang terdekat.
Tetapi seperti sebagian besar orang lain di masa itu,
di sinilah aku untuk pertama kalinya bisa berinteraksi dengan komputer.
Mesin IBM di kananku adalah mesin optik pembaca karakter,
mesin yang bisa membaca tulisan dan angka. Aku akan menunjukkan cara kerjanya pada Anda,
Anda akan dapat mencari berita pada tanggal yang Anda pilih.
Anda cukup menulis tanggal pada kartu dan
kemudian optik pembaca karakter ini akan membaca nomor tulisan tangan Anda.
Komputer akan menunjukkan semua berita pada tanggal itu.
Bayangkan keherananku bahwa mesin itu
bisa membaca tanggal kelahiranku dan kemudian
menunjukkan peristiwa paling penting yang terjadi
tepat pada hari itu.
Bagaimana mungkin mesin bisa mengetahuinya?
Bahkan dalam mimpi optimis tentang masa depan yang jauh,
bayangan tentang hal itu tak terhindarkan.
Kendaraan yang sama yang dijanjikan untuk bisa membawa kita ke dunia lain,
juga merupakan ancaman yang bisa menghancurkan planet ini.
Mereka bisa membawa para penjelajah, juga bisa membawa senjata penghancur massal.
Pesawat ruang angkasa pada proyek Merkuri ini,
telah membawa Scott Carpenter ke Orbit bumi.
Ada pesawat ruang angkasa Gemini yang berawak dua orang,
tapi pesawat itu tidak akan beroperasi hingga tahun berikutnya.
Dan yang paling ambisius dari semuanya, adalah
modul komando dan pendarat bulan Apollo,
yang cukup dekat bagiku untuk bisa kusentuh.
Merupakan kendaran pertama bagi manusia untuk
terbang ke Bulan, baru akan terjadi tiga tahun lagi.
Pikirkanlah tentang keberanian kita pada masa itu.
Kita bisa mengirim manusia ke bulan dan membawa
mereka kembali dengan aman, dan melakukan semuanya dengan
komputer yang memiliki trik terbaik untuk menceritakan
pada Anda apa yang terjadi pada hari Anda dilahirkan.
Bertahun-tahun kemudian, aku masih tidak percaya
kita benar-benar melakukan hal-hal itu, tetapi seperti halnya dengan Carl,
harapan yang kutemukan pada Pameran Dunia itu,
tidak pernah aku lupakan.
Masih banyak harapan yang belum tercapai,
namun kita masih di sini 50 tahun kemudian, dan kita masih bermimpi
tentang apa saja yang mungkin terjadi pada masa depan kita.
Ikutlah bersamaku, ke Pameran Dunia New York tahun 2039.
*** Diterjemahkan oleh Purakrisna, Twitter: @rasjawa ***
Saat ini adalah tahun 2029, dan ada seorang gadis di suatu tempat
yang membayangkan bagaimana masa depan mungkin terjadi.
2013: Reaktor Fusi berhasil menyalakan listrik Kota Paris, hanya dengan sesendok teh air.
2033: Kontak pertama dengan nyanyian paus biru yang diterjemahkan. Mereka sangat marah!"
2035: Hutan tropis Amazon bertambah luas tiga kali lipat
2037: Untuk pertama kalinya sejak 1966, tidak ada lagi spesies yang terancam punah
Patung raksasa dari karbon yang kesepuluh, didirikan di Capetown
2042: Mesin pembakaran internal terakhir disumbangkan ke museum
2045: Tudung es di kutub semakin meluas
2047: Moluska yang memakan plastik membuat kemajuan signifikan dalam membersihkan laut.
2050: Suhu global kembali ke tingkat suhu di awal abad 20
2060: Air Sungai Gangga disertifikasi aman untuk diminum.
2075: Lapisan Ozone kembali pulih ke keadaan semula"
2080: Bumi akhirnya sembuh dari dampak Revolusi Industri.
Mimpi adalah peta. Tanpa peta kita kita takkan bisa pergi ke manapun.
Patung raksasa yang baru ini adalah salah satu dari banyak
patung lain yang didirikan di tiap
pelabuhan terbesar di bumi, yang terbuat dari kalsium karbonat.
Bahan yang sama dengan bahan yang digunakan alam untuk membangun
rumah pertama kehidupan di kota yang hilang
di bawah laut di jaman dahulu.
Karbon dioksida yang merupakan pendorong utama perubahan iklim
telah diekstraksi dari atmosfer kita dan
dikonversi menjadi mineral yang digunakan untuk
membangun monumen Pohon Kehidupan ini.
Keajaiban baru dunia ini tidak hanya
menandakan bahwa spesies kita telah menemukan jalan
untuk menghindari konsekuensi terburuk dari
perubahan iklim, tetapi mereka juga mengikrarkan
ambisi untuk hidup selaras dengan sesama penghuni bumi lainnya
demi kejayaan bersama.
Selamat datang di Pameran Dunia New York tahun 2039.
Mari ikutlah bersamaku.
Di sini, di bangunan besar ini para
pahlawan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan
hidup kembali secara virtual, untuk menceritakan kembali
bagaimana sejarah mereka menguraikan rahasia alam.
Tanpa lelah, mereka akan menjawab setiap
pertanyaan yang terpikir oleh Anda.
Dan di sini tidak ada istilah pertanyaan bodoh.
Anda tidak perlu malu untuk menanyakan apa pun
yang benar-benar ingin anda ketahui, dan mereka bukanlah
hanya sekedar robot yang kepalanya telah dipenuhi
oleh rekaman pesan.
Kita telah menemukan cara mereproduksi jaringan saraf
di jaringan otak mereka dengan ide-ide, ingatan dan
berbagai asosiasi keterhubungan mereka.
Bayangkan sebuah dunia yang masih berusaha mengungkap
rahasia alam semesta, diceritakan kepada
setiap anak secara alami seperti yang kita ceritakan
melalui lagu anak-anak dan dongeng kepada mereka.
Ada dua pertanyaan, apakah mengejutkan bagimu,
ketika kita menemukan gelombang gravitasi,
meskipun kau mengatakan kita tidak akan pernah menemukannya? - Ya!
Pertanyaan kedua, solusi variabel tersembunyi milikmu pada
paradoks mekanika kuantum,
dan sekarang kita tahu mereka tidak ada.
Bagaimana keterkaitan mereka dengan sifat dasar realitas?
Ikutlah, bersamaku!
Dan ini adalah paviliun dari dimensi ke-4, Waktu.
Dimensi waktu adalah tempat bagi siapa pun
untuk dapat mengatur koordinat mereka dalam ruang dan waktu,
dan mengunjungi setiap momen
dalam rentang masa 14 miliar tahun sejarah evolusi kosmik.
Bukankah itu sesuatu yang luar biasa,
bahwa kita baru memulai mempelajari sains secara sitematis,
sejak empat abad yang lalu.
Dan sekarang kita sudah bisa merekonstruksi begitu banyak hal yang terjadi sejak
miliaran tahun yang lalu, bahkan sebelum kita sampai di sini.
Kalender kosmik yang memadatkan semua waktu
menjadi satu tahun bumi tunggal ini,
adalah milik Anda untuk Anda jelajahi.
Kejadian apakah yang paling ingin anda ketahui dalam sejarah alam semesta?
Jangan peristiwa Ledakan Besar, karena semua orang pun ingin melihat peristiwa itu.
Lagipula, Anda harus pergi ke masa sebelum 14 milyar tahun yang lalu,
Tapi kita bisa melihat beberapa nanodetik sebelum waktu dimulai,
atau hari-hari terakhir bagi para dinosaurus.
Atau menghabiskan sore hari hingga
malam terjadinya mitokondria, ibu dari kita semua.
Wanita yang merupakan asal dari semua
garis keturunan manusia, atau bagaimana dengan perjalanan sehari
ke Giza, untuk melihat piramida itu saat mereka masih baru.
Tentukan saja p ilihan Anda!
Kehidupan, adalah seniman pelarian yang menemukan
setiap ceruk di bumi, bahkan memberanikan diri untuk pergi ke bulan.
Ketika kita untuk pertama kalinya berdiri di tengah-tengah debu halus steril,
di dunia yang tidak bernyawa
dan hanya berwarna abu-abu saja itu,
kita mulai menghargai betapa radikalnya planet kita berubah,
ketika planet kita disentuh oleh kejeniusan hidup.
Bagaimanakah bentuk kehidupan jenius
ratusan juta tahun di masa depan?
Lihatlah, ini adalah leluhur manusia paling awal yang diketahui
dan juga merupakan leluhur bagi hampir semua
hewan yang hidup sekarang atau yang pernah hidup di bumi.
Lubang besar yang tampak seperti mulut itu sebenarnya
sebenarnya sangat kecil, hanya sebesar
titik hitam di mata kita, tetapi tampak besar
dalam kisah pribadi kita.
Sako berkembang lebih dari setengah miliar tahun yang lalu,
Itu adalah nenek moyang kerajaan hewan.
Jadi bagaimana kehidupan membentuk kita
dari bentuk seperti ini?
Evolusi yang terjadi di dunia seiring berjalannya waktu,
memungkinkan munculnya makhluk yang
lebih kompleks dan sama sekali tidak terduga
kualitasnya, yang berasal dari sesuatu yang jauh lebih sederhana.
Hidup adalah rangkaian dari masa empat miliar tahun yang lalu.
Hidup telah selamat setidaknya dari lima
peristiwa kepunahan massal, dan berhasil keluar dari
setiap peristiwa kepunahan, untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Hidup menunjukkan bahwa kita lebih dari sekadar
jumlah dari bagian-bagian kita, dan bahkan ketika kita
menemukan diri kita terancam,
kehidupan dapat menemukan jalan menuju masa depan.
Ranjau darat, peninggalan dari kekejaman kita yang tersisa
dari semua konflik yang terjadi di seluruh planet ini.
Kita telah memenuhi seluruh dunia dengan lebih seratus juta ranjau darat.
Setiap tahun, ranjau-ranjau itu membunuh dan melukai ribuan warga sipil.
Di antara mereka, ada anak-anak yang sedang bermain dengan teman mereka.
Pikirkanlah upaya global yang diperlukan untuk menemukan dan menjinakkan
lebih dari seratus juta bahan peledak yang terkubur di bumi.
Upaya yang sangat sulit, bukan?
Akan tetapi para ahli botani telah merancang sebuah
cara cerdik untuk bisa menemukan keberadaan
bahan peledak berbahaya di bawah kaki kita.
Mereka telah merekayasa ulang jenis
tanaman yang akarnya dapat mendeteksi
gas nitrogen dioksida yang dihasilkan
oleh ranjau dan pancaran IED.
Jika tanaman mengeluarkan daun merah, waspadalah.
Tetapi jika daun yang keluar hijau, maka Anda bisa
bermain di sana dengan damai bersama teman-temanmu.
Kita dapat menggunakan pemahaman kita tentang alam
untuk menemukan ranjau yang telah kita pasang untuk kita sendiri.
Marilah kita naik kereta bawah tanah ke New Jersey.
Kita mengendarai benang-benang miselium yang membentuk
jaringan bawah tanah, yang menghubungkan 90% dari
seluruh pohon dan tanaman di dunia.
Jaringan itu adalah hasil produksi bersama empat
kerajaan kehidupan kuno. Tanaman, bakteri, jamur
dan binatang-binatang.
New Jersey pernah menjadi negara bagian
dengan daerah tercemar yang sangat berbahaya
dalam jumlah paling tinggi di Amerika.
Peninggalan yang memalukan dari teknologi kita.
Tapi kemudian kita bermitra dengan
pohon-pohon dan tanaman.
Pohon Poplar yang bisa mentransformasi secara alami trikloretilen yang
dikenal sebagai TCE, pelarut karsinogenik
yang merupakan produk sampingan umum dari industri,
menjadi ion klorida yang tak berbahaya.
Garam biasa.
Ahli mikrobiologi menemukan bahwa mereka
bisa mengawinsilangkan dua spesies pohon poplar yang berbeda
untuk meningkatkan kekuatan mereka
agar bisa menetralisir TCE dengan lebih baik.
Penanaman pohon-pohon ini tidak hanya menghilangkan
ancaman beracun di daerah ini bagi
manusia dan kehidupan lainnya, tetapi juga menambah
jumlah pohon yang bisa mengubah
gas rumah kaca yang lazim, yaitu Karbon dioksida, menjadi oksigen.
Dengan peperangan dan gaya hidup kita,
Kita membuang banyak sampah di dunia ini
bukan hanya ranjau darat dan IED,
tetapi racun dari bahan bakar fosil kita,
limbah dari peradaban konsumtif kita,
pembangkit tenaga nuklir, dan senjata serta
mainan elektronik yang kita buang pada
tingkat yang mengkhawatirkan, karena sarat dengan
logam berat dan IED kadmium berilium dan
limbah lain yang mematikan.
Aku mengalami saat-saat putus asa
ketika aku mencoba untuk memikirkan
besarnya masalah limbah ini. Tetapi hidup bahkan
memberikan jalan keluar dari mimpi buruk ini.
Ini disebut bioremediasi.
Lihat simpul yang berada di persimpangan itu?
Itu adalah ragi.
Tanpa ragi, tidak akan ada roti, tidak akan ada bir.
Tapi di masa depan, kita akan menggunakan ragi
untuk membersihkan seluruh dunia.
Hal itu berarti menetralkan
sampah paling berbahaya yang kita hasilkan.
Ragi ini memerangkap racun dan mencegah mereka
mencemari pasokan air dan seluruh lingkungan.
Pikirkanlah, alam memberi kita kesempatan kedua
peringatan untuk menghindari kerusakan yang terjadi,
tetapi juga bagaimana agar kita tidak melakukannya lagi.
Semua yang ada di bumi dirancang oleh manusia untuk melindungi masa depan.
Kita tidak memiliki satu pun institusi
yang mau mengakui bahaya jangka panjang yang kita
rancang bagi kita sendiri.
Desain perencanaan dalam cakrawala waktu kita,
hanyalah berarti tiga bulan dari sekarang, atau empat
tahun neraca perusahaan, atau pemilihan umum berikutnya.
Tetapi ilmu pengetahuan memberitahu kita
bahwa skala waktu hidup diukur dalam miliaran tahun.
Bagaimanakah kita bisa mempertahankan kesadaran
akan kelangsungan hidup dari masa lalu,
dan peran pribadi kita sebagai penghubung
ke masa depan, sehingga kita bisa memiliki konsekuensi operasional.
Ilmu pengetahuan pada saat ini belum memiliki cara
untuk membuat kita lebih bijaksana dan berpandangan jauh ke depan,
Semua itu terserah pada kita.
Berapa banyak yang telah kalah dalam pertempuran yang
kita jalani sekarang, berapa banyak dunia yang mungkin terkubur
di bawah permukaan ini.
Mungkin kita tidak akan pernah tahu, tetapi di sini, di pameran ini,
ada sebuah paviliun
dimana peradaban yang sudah lama mati bergeliat hidup kembali.
Aku mengetahui satu dunia yang telah lama hilang,
yang dulu pernah berkembang selama ribuan tahun.
Pencapaian mereka sangat banyak.
Mereka meninggalkan bahasa tulisan, dan tidak ada seorangpun
yang pernah bisa menguraikannya.
Hingga saat ini kita belum menemukan petunjuk yang bisa
menjelaskan mengapa mereka menghilang.
Mereka hanyalah salah satu misteri di Paviliun Dunia yang Hilang.
Pada abad kelima SM, sejarahwan Yunani, Herodotus
menulis tentang gaya hidup yang mewah
penduduk kota Tartessos di Semenanjung Iberia.
Kekayaan mereka berasal dari perak dan emas yang ditambang dari bumi.
Mereka memiliki bahasa mereka sendiri,
kebudayaan, tari-tarian, musik, tapi sangat sedikit yang
bisa diselamatkan dari peninggalan mereka, selain beberapa
pernak-pernik desain yang luar biasa.
Dunia mereka adalah salah satu dunia yang hilang planet bumi.
Seperti orang-orang tanpa nama yang tinggal di
tempat yang sekarang Nigeria, di suatu tempat bernama NOK,
selama 1.500 tahun mereka adalah insinyur
yang memiliki teknologi yang canggih.
Mereka memiliki teknologi baru untuk menempa besi.
Seperti halnya para Tartessian, mereka memiliki
peradaban unik milik mereka sendiri.
Yang tersisa dari peninggalan mereka hanyalah beberapa patung keramik
dalam gaya yang berbeda dari yang lain,
dan sebuah prasasti di dinding ini.
Semua sejarah lain dari mereka telah hilang ditelan oleh waktu.
Namun, di dalam paviliun ini
peradaban yang telah hilang ini hidup lagi, bernafas kembali,
dan mereka menari lagi.
Satu lagi peradaban yang akan hidup kembali pada malam ini,
aku tahu, Peradaban Lembah Indus,
yang mencapai puncaknya pada tahun 2500 SM.
Ketika itu mereka memiliki jaringan kota yang luas,
dengan populasi sekitar 5 juta orang.
Mari ikut bersamaku ke kota mereka yang paling terkenal, Mohenjo-daro.
Kita tidak tahu bagaimana kolam yang disebut
"Pemandian Besar" ini digunakan, tetapi kita tahu
bahwa pembangunan kota ini direncanakan dan ditata,
sementara orang-orang Yunani masih berkeliaran dalam suku-suku kecil,
hanya sekelompok pedagang keliling.
Tunggu, apakah Anda mendengarnya? Dengarkanlah. Ya.
Penduduk di lembah Indus hampir 5.000 tahun yang lalu
sudah memasang pipa air modern di rumah mereka.
Sesuatu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang hingga
akhir abad ke-20, dan mereka menguasai
bentuk lain dari teknik penyaluran air.
Pipa bawah tanah, pengelolaan limbah,
dapur dengan air yang mengalir.
Mereka memiliki dokter gigi, mereka menstandarisasi pengukuran
untuk jumlah yang terkecil.
Mereka adalah pematung hebat yang memperkenalkan realitas alam
dalam penggambaran bentuk manusia dalam tiga dimensi.
Mereka menulis dan menggantungkan tanda-tanda di bangunan,
tapi kita masih belum mengerti apa artinya.
Mereka menggunakan dadu dalam berbagai permainan,
Dan mereka bermain sambil menunggu datangnya malam hari.
Ada sesuatu yang aneh tentang mereka, mereka tidak pernah menceritakan
penggambaran perang dalam seni mereka.
Ataupun penggambaran jenis senjata.
Tidak ada satupun bukti jika
kota yang mereka bangun dengan cermat,
pernah hancur rata dengan tanah oleh serangan pasukan musuh.
Dalam studi tentang peradaban lain yang sejaman dengan mereka,
pada sejarah manusia pada umumnya, ini adalah hal yang sangat tidak biasa.
Patung ini adalah satu-satunya yang peninggalan
yang tersisa dari peradaban mereka.
Dan mereka sama nyata seperti kita,
dan jaman mereka pun sama nyata dengan jaman kita.
Tepat di luar paviliun Dunia yang Hilang, ada yang lainnya lagi.
Paviliun untuk Dunia Yang Akan Datang.
Kita meluncurkan lima kapal ke bintang-bintang.
Kecepatan kapal primitif ini jika dibandingkan
antara jarak antarbintang yang sangat besar dengan
lambatnya sebuah perlombaan dalam mimpi.
Tapi dalam masa depan, kita akan lebih baik.
Kita sudah menemukan dan mulai mempelajari ribuan dunia
yang mengorbit Matahari lain.
Semua pengamatan ini dari posisi bumi kita di pinggiran galaksi.
Semua ini terjadi hanya dalam empat ratus tahun
sejak Galileo pertama kali melihat luar angkasa melalui teleskop.
Galaksi Bima Sakti memiliki ratusan miliar bintang.
Dan mungkin saja bahkan lebih banyak lagi dunia lain.
Di suatu tempat di angkasa yang maha luas, mungkin ada Ensiklopedia Galaktika.
Sebuah referensi yang menuliskan
daftar semua dunia dari semua bintang.
Persepsi dan dugaan kita yang samar-samar tentang ribuan exoplanet,
telah memberi jalan pada tingkat pengetahuan yang lebih mendalam
pada setengah juta dunia.
Bayangkanlah suatu pengumpulan data besar,
Perpustakaan Alexandria untuk seluruh alam semesta.
Sebuah sarana bagi dunia kecil milik kita untuk mencapai beberapa
ukuran kewarganegaraan kosmik.
Bayangkan sebuah Ensiklopedia Galaktika yang
secara konstan terus berevolusi dan terus berkembang,
sebuah sumber terbuka berisi pengetahuan tentang dunia-dunia
di alam semesta, akan tersedia untuk semua orang.
Orang-orang itu, yang menyebut diri mereka
"Kami yang selamat", hanyalah sedikit lebih maju daripada kita.
Jika saja kita bisa berkomunikasi dengan mereka,
mungkin mereka bisa memberi tahu kita bagaimana
mereka mendapatkannya dari masa muda mereka yang penuh gejolak.
Dan orang-orang ini juga, "Kami yang berkembang dalam kegelapan"
Bagaimana dengan peradaban yang jauh lebih
lebih maju dari kita?
Mungkin ada dunia dengan teknologi maju yang akan mengerdilkan
pencapaian yang paling kita banggakan.
Mereka mungkin saja budaya yang membongkar planet lain
dalam sistem mereka, dan memasang kembali
di sekitar dunia mereka untuk membuat cincin,
yang memberi mereka lebih banyak ruang dan sumber daya.
Baiklah, masa depan mereka terlihat cerah.
Tetapi makhluk malang di dunia ini hanya memiliki
peluang satu banding tiga untuk bisa melaluinya.
Apakah itu?
Mungkinkah ini upaya mereka untuk memecahkan masalah
krisis energi yang parah di tata surya mereka?
Mereka bergantung pada tenaga surya,
tetapi matahari mereka hanyalah sebuah bintang kerdil merah yang redup,
Energinya tidak mampu menyediakan energi langsung untuk
peradaban multi planet mereka.
Mungkin mereka sudah menghabiskan semua bahan bakar mereka,
jadi mereka sedang membangun sebuah stasiun yang mengelilingi
bintang mereka dan memanen setiap foton sinar matahari.
Bagaimana kita akan menyusun catatan tentang kita sendiri
di dalam ensiklopedia kosmik dari dunia yang mungkin?
Mungkin saja sekarang seseorang telah menuliskannya
untuk kita, dokumen-dokumen tentang planet kita, yang dikumpulkan dari
siaran televisi kita, atau dari beberapa misi survey mereka.
Mereka mungkin saja mencari daftar indeks tentang dunia biru di
area tata surya kita di Bima Sakti, hingga mereka menemukan Bumi di daftar itu.
Apa yang akan mereka pikirkan tentang kita?
Kita sudah lama menyaksikan bintang- bintang dan bertanya-tanya
apakah ada makhluk lain juga yang
berpikir dan bertanya-tanya juga tentang kita.
Di ruang kosmik yang maha luas dan tua,
melampaui pemahaman manusia biasa, kita memang sedikit kesepian.
50% ? Hanya itu?
Aku tahu bagaimana caranya meningkatkan peluang itu.
Ikuti saja sepenuh hati semua yang dikatakan ilmu pengetahuan pada kita.
Ini adalah mimpi tentang kosmos,
dan inilah kisah yang diceritakan sains kepada kita.
Alam semesta kita dimulai sekitar 14 miliar tahun yang lalu.
Ketika unsur, energi, waktu, dan ruang meledak.
Dan kegelapan terasa dingin dan cahaya terasa panas.
Dan penyatuan ekstrem ini memberi bentuk pada materi dan membentuk struktur.
Mereka adalah bintang yang sangat besar, ratusan kali
massa Matahari kita, dan bintang-bintang ini
meledak melemparkan oksigen dan karbon ke
dunia yang akan datang, dan menghiasi mereka
dengan emas dan perak.
Dan dalam kematian mereka, bintang- bintang itu menjadi kegelapan.
Dan kemudian kegelapan itu mengalahkan cahaya.
Dan bintang-bintang baru lahir dari putaran kematian mereka.
Dan mereka mulai menari satu sama lain.
Dan sekarang, mereka menjadi galaksi.
Galaksi membuat bintang-bintang.
Bintang membuat dunia-dunia.
Dan dunia membuat kehidupan.
Dan tiba saatnya ketika panas keluar
dari inti cair dunia ini,
dan kemudian menghangatkan air.
Dan unsur-unsur yang datang dari bintang-bintang menjadi hidup.
Dan unsur-unsur dari bintang itu menjadi kehidupan.
Dan kehidupan itu kemudian dibentuk oleh bumi.
Dan ia berjuang dengan makhluk hidup lainnya.
Dan sebatang pohon besar tumbuh dengan banyak cabang.
Pohon itu hampir tumbang sebanyak enam kali, tapi ia tetap tumbuh.
Dan kita hanyalah satu cabang kecil,
yang tidak akan bisa hidup sendiri tanpa pohon itu.
Dan kita secara perlahan belajar membaca buku tentang alam.
Untuk mempelajari hukum-hukumnya.
Untuk memelihara pohon, agar menjadi jalan bagi kosmos untuk bisa mengenali dirinya sendiri.
Dan untuk kembali ke bintang-bintang.
*** Diterjemahkan oleh Purakrisna, Twitter: @rasjawa ***
Bandung, 21-24 April 2020.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.