Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Ini bukan karena lokasinya
dan bukan karena kelelahan.
Kurasa aku tertidur
karena seseorang tinggal bersamaku.
Aku ingin bertemu denganmu.
Tidak ada yang akan memakai selimut itu,
jadi, datanglah kapan pun kamu ingin tidur nyenyak.
Karena aku tidak bisa pergi ke semibasemen.
Aku bisa mendengar pikiran di kepalamu.
Itu yang kamu pikirkan.
Kamu benar.
"A Piece of Your Mind"
"Episode 9"
Kamu belum menyerah, bukan?
Kamu akan mengatakan hal-hal konyol lagi?
Jangan. Aku sangat tenang sekarang.
Bagus, dan kamu tahu alasannya.
Ini semua karena mereka.
Pasti ada alasannya.
Suatu hari, tiba-tiba, kamu bangun
dan ada 100 alasan kenapa kamu tidak boleh menyukainya.
- Bagaimana kamu... - Terus dengarkan.
Kang In Wook dan Han Seo Woo hanya fokus pada pekerjaan
meski mereka sendirian di tempat gelap.
Itu tidak bisa dimengerti orang lain.
Apa pun yang terjadi atau jika terjadi sesuatu,
pasti ada alasannya.
Pikirkanlah.
Kamu akan punya satu alasan
yang konyol, sederhana, dan tidak berguna.
Kamu tidak akan ke mana-mana, bukan?
Pak Kang tidak membutuhkanku untuk latihannya.
Temani dia.
Pasti ada alasannya.
Aku harus mengembalikan Ji Soo.
Pak Kang.
Aku suka lagumu.
Enak sekali sampai aku mengingatnya sebelum tertidur.
Bagaimana kamu menulis lagu seperti itu?
Jika orang sepertiku menyukainya,
itu artinya sangat enak. Benar, bukan?
Kamu terlalu sering mendengarkannya?
Iramanya langsung menyangkut.
Boleh aku mendengarkannya di sini?
Terserah kamu saja.
- Bisa minggir sedikit? - Apa?
Baiklah.
Kamu tidak perlu pergi sejauh itu.
Baiklah.
Astaga.
Aku di sini karena Soon Ho memintaku memperbaiki tirainya.
Dia mengirimmu juga?
Tidak, itu...
Katakan saja ya.
Katakan.
Kamu tidak punya waktu untuk menemuiku,
jadi, kenapa kamu datang untuk melihat apartemenku?
Apa bedanya antara menemuiku dan mendatangi tempatku?
Kamu sengaja melakukannya?
Berhenti dan berbalik, lalu lihat sebentar saja.
Ya.
Kamu tidak bisa berbohong.
- Itu... - Kita saling merindukan.
Kita ingin bersama.
Kita ingin berpegangan tangan.
Ini kali pertamaku merasakan saling mencintai.
Itu hanya kasusku.
Kamu akan tetap di sini? Aku akan pergi.
Tidak.
Soon Ho, kamu masih di sana?
Bagaimana tanaman yang kamu ambil dari tempatku?
Itu baik-baik saja. Kamu mengenalku.
Kukira hanya itu yang ditinggalkan istriku.
Dia meninggalkan jalan keluar yang tidak terduga
agar aku bisa pergi.
Dengan memainkan lagu ini,
aku merasa bisa bernapas.
Istriku
sudah tiada.
Aku mendapatkan hasil dari tes fisikku.
Apa hasilnya? Tidak ada masalah, bukan?
Dokter bilang
dia belum pernah melihat kolon bersih dan transparan seperti itu.
Saat mendengarnya,
aku bertanya-tanya kenapa aku sangat stres.
Aku merasakan semua stresku meleleh.
Aku sangat terganggu melihatnya
setiap pagi dan malam setelah putus.
Kebanyakan orang tidak bertemu setelah putus,
tapi kami bertemu.
Ada kelebihannya.
Orang biasanya putus agar tidak saling bertemu.
Teman sekantor. Mereka juga terus bertemu setelah putus.
Mereka tidak saling menyiapkan sarapan.
- Kamu mau aku mengusirnya? - Ya.
Bukankah kamu temannya?
Ini sulit bagimu.
Perpisahan itu sulit bagi semua orang.
- Tidak bagi Chang Sup. - Sial.
Aku baik-baik saja sekarang.
Bagaimana denganmu?
Beri tahu aku satu alasan lagi di antara 100 alasan.
Kenapa tiba-tiba?
Sebaiknya kamu punya 100 alasan.
Aku akan mendengar semuanya.
Dia...
Apa itu tadi?
Beri tahu aku 100 alasannya. Katakan.
Kamu tidak punya 100, bukan? Kenapa berbohong, Berandal?
Beri tahu aku 100 alasannya.
Beri tahu aku 100 alasannya.
100 alasan.
Dia terus bilang kepadaku.
Aku membutuhkanmu, Seo Woo.
Tinggallah.
Untuk datang. Untuk tinggal bersamanya.
- Kita saling merindukan. - Bahwa dia merindukanku.
Kita ingin bersama. Kita ingin berpegangan tangan.
Ini kali pertamaku merasakan saling mencintai.
Tidak ada alasan aku tidak pergi.
Cinta ini jelas berbalas.
- Benda itu. - Benda itu.
Ambillah.
Tiba-tiba dingin.
Itu pasti tidak nyaman.
Punggung dan bahumu akan sakit.
Ada caranya.
Melakukan ini meningkatkan sirkulasi di kakiku dan membantuku tertidur.
Bagaimana kamu tahu?
Aku bisa merasakan kamu menatapku.
Apa salju turun?
Ini salju musim semi.
Semuanya terdengar indah dengan kata "musim semi".
Salju musim semi, malam musim semi, sakit musim semi.
Sakit musim semi?
Ya.
Saat kamu kesepian di musim semi sampai tubuhmu sakit.
Kata itu tidak ada di kamus. Eun Joo dan aku yang mengarangnya.
Aku terbangun karena suara salju.
Kamu dengar salju turun?
Kamu tidak bisa mendengarnya di Seoul.
Kamu hampir tidak mendengarnya di pedesaan yang tenang
saat salju menumpuk di tempayan di luar.
Aku mendengarnya sesekali sejak usiaku 18 tahun.
Itu mengagumkan.
Ini rekaman pertamaku hari ini.
Aku melakukan rekaman resmi.
Salju turun diam-diam. Ini pertanda bagus.
Teruslah menyapu.
Cepat.
Di sebelah sana juga.
Astaga.
Anda baik-baik saja?
Bukan apa-apa.
Aku takut membuatmu makin gugup.
Tangan Anda tidak terluka?
Aku jarang terluka.
Kamulah yang kucemaskan.
Menurut Anda, aku bisa bekerja dengan baik?
Tentu saja.
Bagaimana kondisi pianisnya?
Aku berusaha yang terbaik untuk memaksimalkannya,
tapi dia memilih lagunya kemarin.
Ini akan berjalan lancar.
Dengan keahlian Kang In Wook, itu akan sangat mudah.
Berikan sentuhan Midas Anda.
Bisa kita mulai?
Baiklah.
Yang itu terdengar bagus.
Mari kita pakai itu.
Baiklah.
Kamu hebat.
Kamu juga.
Terima kasih sudah memastikan lagu ini tidak menghilang.
Akan kukirimkan berkasnya dan kudiskusikan sebelum kuunggah.
Jika ingin memainkannya untuk seseorang, lakukanlah dahulu.
Tidak ada orang seperti itu.
Aku sangat lelah sekarang.
Baiklah.
Begini...
Ini hari yang bahagia. Kenapa wajah kalian murung?
- Kerja bagus. - Bagus.
- Baiklah. - Ini.
Terima kasih.
- Astaga. - Ini lezat.
Kamu benar.
- Enak? - Ya.
Dia pandai membuat makanan antaran lain,
tapi tidak dengan ayam goreng.
Aku selalu sedih saat ingin ayam dan bir.
Koki kami tidak sehebat itu
dalam membuat ayam goreng dan mi dingin Pyongyang.
Laboratorium kita akan sempurna jika kedua masalah itu beres.
Bukankah dia bilang bisa membuat mi dingin?
Dia hanya asal bicara.
Minya menjadi kaku jika kamu terlalu banyak menekan.
Tapi jika kamu terlalu sedikit, nanti mudah patah.
Tekanannya harus sempurna untuk mendapatkan kekenyalan yang tepat.
Tapi ini sulit sekali.
Aku harus menyumbangkan mesin pembuat mi atau semacamnya.
- Aku menentangnya. - Terima kasih.
Aku bahkan memikirkan tempatnya. Hei, seka mulutmu.
Tapi itu memakan terlalu banyak tempat.
Tekanannya harus dipompa... Hei.
Ada desain di gudangmu.
Masih ada di sana.
Kamu belum membuangnya?
Tunggu.
Baik, itu bagus.
Hei. Aku cuti mulai hari ini.
Bersulang.
- Tentu. - Bersulang.
- Santai saja. - Baiklah.
Tanaman yang kamu inginkan adalah
milik Seo Woo, jadi, aku tidak bisa memberimu itu.
Tapi ini.
Apa ini?
Aku membelinya beberapa hari lalu.
Aku ingin menggunakannya hari ini, tapi kurasa tidak perlu.
Beberapa hari lalu...
Sebelum kamu memberitahuku tentang istrimu.
Ini hari yang bahagia.
Kamu boleh memakainya hari ini.
Tapi itu hanya pendapatku. Terserah kepadamu.
Jin Soo, sarapan!
Kenapa ada kursi yang hilang?
Bu Kim mengambilnya.
Begitu rupanya.
Tidak.
Ada apa dengannya?
Ini kunci darurat saat aku di kamar itu.
Kenapa?
Kamu tahu. Tali dari langit-langit.
Itu metode yang umum.
Seperti dalam drama kriminal. Penginapan, langit-langit, kursi...
- Kamu harus buka pintunya, bukan? - Apa maksudmu?
Ini bukan penginapan. Jangan konyol.
- Astaga. Aku harus bagaimana? - Aku akan membukanya.
- Kuncinya. Cepat. - Astaga.
Astaga.
Tidak!
Astaga.
Apa yang Anda tulis di sana?
Mana mungkin aku ingat? Itu sudah bertahun-tahun lalu.
Anda gadis yang dahulu tinggal di kamar ini?
Anak kuliah Min Jung?
Siapa yang kamu sebut anak?
Kamu masih SMP. Dasar kurang ajar.
Anda sudah sangat tua. Anda terlihat sangat berbeda.
Kukira kamu lebih tua daripada saat aku kali pertama melihatmu.
Dia bilang aku gadis kaya karena aku mewarisi homestay ini.
Anda tidak tahu betapa frustrasinya aku.
- Aku benar. - Bagaimana bisa?
Anda tidak akan bertindak gegabah, bukan?
- Untuk apa? - Apa ini?
Anda menulis nama pria dan menghapusnya.
Seo Joon Hee?
Ya, aku ingat. Aku sangat konyol saat itu.
Ada satu lagi. Cha... Cha Hyun Woo?
Itu dicoret.
Aku harus menghapusnya jika kami putus.
Berapa banyak itu?
Hapus dengan benar. Ini bukan langit-langit Anda.
Dulu aku populer.
"Aku sangat bahagia. Menyenangkan."
"Jangan lupakan hari ini."
"Mei 2002."
- Hari apa itu? - Entahlah. Aku tidak ingat.
Anda bilang jangan lupa.
Apa pun itu, pasti menyenangkan.
Jadi, dia di sana. Min Jung yang ceria.
Anda baik-baik saja?
Jika menambahkan nama lagi di sana, itu akan menjadi Bintang Biduk.
Selamat datang, anak kuliah Min Jung.
- Kenapa berat badan Anda naik? - Apa masalahmu?
Kamu tidak cocok dikeriting. Ini lebih cocok untukmu.
- Haruskah kutulis "Chang Sup"? - Yang benar saja...
Tunggu.
Setelah kamu menekan ini, lagunya akan diunggah, bukan?
- Tunggu. - Selesai.
"'No. 1' oleh Kang In Wook telah didaftarkan"
"Han Seo Woo"
Ibu, Ayah.
Aku merekam lagu ini. Ini juga sudah dirilis.
Bukankah itu keren?
"Aku sangat bahagia. Menyenangkan"
"Jangan lupakan hari ini. Mei 2002"
Apa pendapatmu tentang lukisan itu?
Bagus. Lagi pula, kamu yang merekamnya.
Bagaimana aku harus memberimu selamat?
Apa yang akan kamu lakukan?
Aku tidak pernah memikirkan hal seperti ini sebelumnya.
Seo Woo.
- Kalian berdua... - Jadi...
Dia merekam di tengah malam. Dia Sebelum Fajar.
Sebelum Fajar.
Ya, halo.
Aku banyak mendengar tentangmu.
Apa kalian saling mengenal lewat pekerjaan?
Kurasa ada kebingungan soal kapan dia menyewa studio.
Bagaimana jika kamu pergi jika sudah selesai?
- Semoga harimu menyenangkan. - Kamu juga.
Tapi...
Aku segera kembali.
Kenapa tidak bilang bahwa kalian dekat?
Kami dekat.
Paman.
Seo Woo.
Aku ingin mengucapkan selamat atas rekaman pertamamu,
jadi, aku melakukan hal yang nyata, bukan hanya omong kosong.
Periksa rekening bankmu.
"Anda menerima bayaran dari Moon Soon Ho"
"Konfirmasi"
"Detail Transaksi"
"Terima Pembayaran"
Naik 130 persen.
Astaga. Kamu membuatku takut.
Selamat.
Kamu penata suara utama kami. Aku mempromosikanmu.
Terima kasih.
Bagaimana kamu membuat ini?
Wajan yang menggorengnya.
Selamat.
Ini hari yang luar biasa.
Aku sudah cukup diberi selamat untuk seumur hidup.
Bisakah aku memiliki segalanya?
Ayo makan.
Lezat.
Kamu bilang
kamu bisa mendengar salju sesekali.
Sejak usiamu 18 tahun, bukan?
Apakah
terjadi sesuatu?
Ibuku...
Aku tidak pernah membicarakan ibuku,
jadi, itu agak sulit.
Itu alasan yang sama
dengan orang tuamu.
Saat itu badai salju.
Itu saja.
Tapi aku tidak bisa
menerima penjelasan itu
sesering apa pun aku memikirkannya.
Aku terus menunggu salju turun.
Untuk menemukan
penjelasan yang meyakinkan.
Kamu bilang alam juga membuat kesalahan, bukan? Aku tidak tahu.
Alam tidak membuat kesalahan.
Itu yang ingin kupercaya.
Jadi, itu sebabnya
kamu mendengar salju sejak usiamu 18 tahun.
Aku merasa tidak enak. Aku merusak suasana di hari istimewamu.
"Saat aku bangun di pagi hari"
"Dan melihat ranjang yang rapi"
"Aku sering berpikir"
"Bagaimana jika aku menghilang"
"Jika aku menghilang"
"Seolah-olah aku tidak pernah ada di sini"
"Sejak awal"
"Jika aku terus hidup seperti ini"
"Akan ada alasan"
"Aku tidak bisa menghilang"
"Jika aku terus hidup seperti ini"
"Alasan"
"Aku tidak akan pernah menghilang"
"Aku mendapat kenaikan gaji"
Aku mendapat kenaikan gaji.
Aku membelikanmu kardigan merah, bukan celana panjang merah.
Aku akan membayar 70 persen sewa sekarang.
Percantik dirimu.
Kamu akan menyadari keinginanmu.
Lakukan itu untuk dirimu sendiri, ya?
Apa yang kuinginkan untuk diriku sendiri?
Hanya aku yang tahu?
Hanya aku yang tahu.
Hei. Proyekku terpilih.
Kamu tahu aku sudah bekerja keras dengan ASMR.
Punyaku akan diluncurkan secara eksklusif di aplikasi.
Dahulu dia suka telur.
Aku teringat Cha Hyun Woo.
Bagaimana dengan Seo Joon Hee?
Dia lebih muda dariku.
Kamu harus pergi ke peternakan?
Tidak.
Itu tempat Hoon berada. Untuk menjernihkan pikirannya.
Apa dia tidak tahu aku di Seoul?
Kenapa dia menyuruhku...
Hei. Suruh dia membersihkan tempat itu selagi di sana.
Suruh dia membawa barang-barangnya ke gudang.
Dia bilang tidak bisa membuka gudangnya.
Pergilah.
Baiklah.
Kamu butuh sesuatu di rumah?
Uang tunai. Rumah itu butuh uang tunai.
Hai.
Bu.
Apa lengan Anda terluka?
Ya, sampai sikuku.
Aku agak rapuh.
Aku tidak akan bisa bekerja untuk sementara waktu.
Tapi pekerjaan terakhirku adalah debutmu.
Jadi, aku sangat bahagia.
Anda harus melanjutkannya setelah sembuh.
Kita itu satu tim.
Aku hebat, bukan?
Tentu saja. Tata suara Anda adalah karya seni.
Kamu bilang memutuskan untuk bekerja di sini
agar bisa menangis di studio.
Ini tempat sempurna untuk menangis.
Ini kali pertama kamu kemari?
Temanku memintaku bertemu di sini.
Aku akan menunggu di luar.
Berapa usiamu?
Aku kelas 9.
Itu usia yang sulit.
Tapi itu tetap yang terbaik, bukan?
Kamu tinggal bersama orang tuamu.
Saat kamu bangun, ibumu ada di dapur.
Di malam hari, ayahmu pulang kerja.
Saudara-saudaramu tinggal bersama.
Sepertinya itu mimpi. Aku tidak tahu bagaimana kami hidup bersama.
Orang tuaku... Ada kebakaran...
Seringnya aku baik-baik saja, tapi sesekali...
Sebentar.
Masuklah.
Jangan menahannya. Kamu boleh menangis di sini.
Untung saja kamu masuk ke bidang ini.
Kamu sangat hebat.
Anda datang jauh-jauh kemari untuk mengatakan itu?
Tentu saja.
Aku ingin memujimu.
Ji Soo, aku ingin menyapamu
di tempat yang kamu sukai
dengan suasana yang kamu sukai.
Ji Soo.
Ji Soo?
Rusak, ya?
Apa yang rusak?
Apa yang rusak?
Kamu sendirian?
Ya.
Apa itu?
Bukan apa-apa.
Aku tidak tahu kamu akan datang.
- Aku akan pergi. - Apa kamu
benar-benar sendirian?
Tidak ada orang di sini.
Tadi ada orang.
Uang tunai yang terbaik.
Terapi belanja memang terapi terbaik.
Hai, Anak-anak.
Terima kasih, Paman.
Astaga. Pak Kang.
Aku tidak tahu kamu datang.
Ada apa?
Aku pasti sudah gila.
Aku mendengar hal aneh.
Perusahaan besar juga menggunakan studio kami.
Mereka mengumpulkan suara atau semacamnya.
Itu yang kamu dengar.
Perusahaan apa yang melakukan itu?
Rahasia.
Lagi pula, itu tidak aneh.
Kamu tidak gila, mengerti?
Sejujurnya, aku benci mendengarkan masalah orang.
Itu menyedihkan.
Tapi aku akan membuat pengecualian hanya untukmu,
jadi, curahkan semaumu.
Kim Ji Soo.
"Dari Kim Ji Soo, Untuk Moon Jung Sook"
Ini.
Karena kamu suka tepat sebelum matahari terbenam.
Kita tepat waktu.
Hoon.
Hoon.
Kenapa kamu tidak menjawabku? Aku membawa makanan.
Hei.
Aku baik-baik saja.
Aku dan suamiku tidak terbiasa hidup di Seoul,
tapi nyaman rasanya mengetahui kamu ada di dekat sini.
Aku tidak kenal siapa pun di sini.
Kalau dipikir-pikir,
aku selalu tinggal di tempat yang tidak kukenal.
Saat berada di Oslo, aku sangat ingin berada di Seoul,
tapi di Seoul, aku merindukan Oslo.
Khususnya saat ini.
Seluruh kota seperti pohon Natal besar.
Selamat Natal.
24 Desember, 2019.
PS.
Tolong lupakan perkataanku
di suratku sebelumnya.
- Hei. - Apa ini surat sebelumnya?
Ya. Bukan begitu.
Aku ingin bertemu denganmu.
Ini nomorku. Tolong hubungi aku.
Aku merasa semua akan baik-baik saja jika Won bilang tidak apa-apa.
Semuanya.
"Aku tahu kenapa ibu Won meninggal. Aku tersiksa"
Aku tahu kenapa ibu Won meninggal.
Aku ingin bertemu denganmu.
Ini nomorku. Tolong hubungi aku.
Aku merasa semua akan baik-baik saja jika Won bilang tidak apa-apa.
Semuanya.
"Aku tahu kenapa ibu Won meninggal. Aku tersiksa"
Aku tahu kenapa ibu Won meninggal.
Hei.
Aku memeriksa semuanya.
Seperti kataku, aku yakin aku salah...
"Dari Kim Ji Soo"
Ji Soo.
Tebak kita di mana.
Aku merasa ini alamat pengiriman.
Benar.
Aku tahu kenapa ibu Won meninggal.
Aku tersiksa.
Tolong hubungi aku, Nona Moon. Aku ingin bertemu denganmu.
"Dengan tulus, Kim Ji Soo"
Aku merasa lega
karena kamu tidak akan pernah membaca ini.
Aku ingin berteriak lantang di suatu tempat.
Aku rindu
Won.
Aku merasa semua akan baik-baik saja jika Won bilang tidak apa-apa.
"Aku merasa semua akan baik-baik saja jika Won bilang tidak apa-apa"
Semuanya.
Semuanya.
Yang paling kusesali adalah
memberitahunya.
Aku mengumpulkan video dirimu dari masa lalu.
Video?
Beberapa dari awal usia 20-an.
Aku akan membuat situs pribadi untukmu nanti.
- Kamu sebahagia itu? - Ya.
Sangat sulit untuk terpilih untuk "Piano di bulan April".
Ini kali pertamamu.
Aku senang sekali.
Bagus.
Kamu sudah bekerja keras.
Kamu tidak punya koneksi.
Kamu bekerja keras dan sukses sendiri.
Dunia mengakuimu.
Berhentilah menderita sekarang.
Menderita?
Ini bukan apa-apa.
Yang tertanam jauh di dalam adalah masalahnya.
Apa itu?
Jika aku memberitahumu,
apa kamu akan mengerti?
Bergantung.
Aku tidak mau bilang.
Katakan. Suasana hatiku sedang bagus sekarang.
Itu sesuatu yang terjadi saat aku masih muda.
Semuda apa?
Saat aku tinggal di Norwegia.
Seberapa parah?
Selama tidak ada yang mati.
Bagaimana jika ada yang mati?
Lihat betapa terkejutnya kamu.
Aku tidak terkejut.
Saat kami pindah ke Eropa,
aku menghindari orang Korea agar bisa beradaptasi.
Aku masih muda dan tidak menyukainya.
Aku tidak pernah berbahasa Korea.
Ada anak laki-laki Korea yang kubenci.
Kenapa kamu membencinya?
Tidak.
Itu tidak penting. Tentu, kamu bisa membencinya.
Lalu?
Tentu, aku bisa membencinya.
Itu tidak penting.
Benar.
Salju turun.
Dengan deras.
- Astaga, maafkan aku. - Tidak apa-apa.
Kamu orang Korea?
Kamu sudah berjalan lewat sini sejak dua bulan lalu, bukan?
Kamu tidak menjawab, jadi, kupikir kamu bukan orang Korea.
Kamu bersekolah di SMA Eva Lawson?
Semua orang berlindung di sekolah,
tapi tanpa kusadari, aku bilang...
Ha Won menuju ke sini sekarang.
Jadi,
maksudmu seseorang mengalami kecelakaan karena kebohongan
saat kamu masih kecil?
Kenapa itu...
Seharusnya kamu tidak memberitahuku.
Ini bukan apa-apa jika kamu bilang tidak ada apa-apa.
Seharusnya kamu tidak memberitahuku.
Itu hanya kecelakaan.
Kenapa kamu tidak bisa...
Jika kamu bilang tidak apa-apa...
Bagaimana bisa itu tidak apa-apa?
Ji Soo.
Kamu tidak bisa melakukan ini. Saat itu, aku...
Won...
Teganya kamu melakukan itu kepada Won.
Ji Soo. Kenapa kamu tidak bisa memihakku?
Kenapa?
Jika kamu bilang tidak apa-apa,
aku bisa bernapas.
Kenapa dia tidak bisa memihakku?
Andai saja dia memihakku.
Itu bukan masalah besar.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Mainkan yang kamu rekam dengan penata suara piano.
Aku akan tahu saat mendengarnya.
Ada rasa penutup di lagu akhir. Aku akan menemukannya.
Kamu siap?
Aku tidak sabar.
Pianisnya adalah Kang In Wook.
Aku takut,
tapi ini indah.
Seharusnya kamu tidak memberitahuku.
Aku tahu kenapa ibu Won meninggal.
Itu bukan badai salju.
Kenapa kamu tidak bisa memihakku? Kenapa?
Suamiku terlibat.
Ini terlalu berat untuk kutanggung sendiri.
Aku ingin memberi tahu dunia,
tapi tidak bisa.
Itu sebabnya aku menulis seperti ini.
Dengan jaminan ini tidak akan pernah dibaca.
Pergilah dengan Nona Moon.
Dia lebih bisa diandalkan daripada ibuku.
Dengan begitu, aku akan lega.
Tidak akan turun salju.
Aku tidak bisa pergi.
Pergilah.
Aku akan tetap di sini dan mencari tahu alasannya.
Lihat langit-langitnya.
Itu menenangkan.
Baik.
Aku mengetahui alasanku menjual
alat makanku.
Aku mengetahui alasannya.
Aku mengetahui
alasannya.
Bukan badai salju. Mungkin seseorang terlibat.
Faktor eksternal.
Dia bahkan tidak ada di tempat berlindung dan tewas di tempat acak.
Kita mempertanyakan dan berdebat lebih dari 1.000 kali.
Sepertinya dia pergi menjemputmu...
Itu yang tidak bisa kupahami.
Dia yang paling tahu peraturan evakuasi.
Antara tempat berlindung di tengah atau di sekolah.
Dia lebih tahu dari siapa pun. Kenapa dia pergi ke sana?
Won.
Kurasa Ji Soo mengetahui sesuatu baru-baru ini.
Ji Soo? Jika itu sesuatu yang harus kamu tahu,
apa dia tidak akan memberitahumu?
Aku yakin dia tidak melakukannya karena tidak perlu memberitahumu.
Dia ingin bertemu denganmu.
Dia menulis banyak surat untukmu.
Jika dia mencoba memberitahuku, berarti kamu tidak perlu tahu.
Aku yakin ada alasan lain.
Aku akan terdengar seperti orang kolot, tapi akan tetap kukatakan.
Ada banyak hal yang membuatmu menderita begitu mengetahuinya
dan banyak hal yang lebih baik tidak kamu ketahui.
Aku sama sekali tidak takut
tentang apa yang terjadi setelahnya, atau apa yang menjadi lebih baik.
Yang paling kutakutkan adalah
hidup tanpa mengetahui sesuatu yang harus kuketahui.
Dingin sekali.
Ini sudah malam.
Won.
Saat kali pertama bertemu denganmu
di Boston...
Ingat bagaimana salju turun sampai selutut?
Benar, bukan? Tapi seseorang berdiri di tengah jalan,
melihat langit seperti ini.
Dengan menekuk lehernya seperti akan patah.
Tapi aku melihat lebih dekat
dan dia menatap langit.
Itu amat tegang.
Won.
Kim Ji Soo
mungkin memikirkannya setiap kali turun salju
dan baru-baru ini menyadari
bahwa yang terjadi kepada ibu Won tidak murni karena salju,
tapi alasan lain...
Dengan sangat damai... Dia pasti menyadari
sesuatu...
Aku merasa mungkin dia ingin memberitahumu itu.
Aku punya ide.
Apa?
Penyebab penderitaan Ji Soo.
Kamu bekerja keras bertahun-tahun agar tidak tahu soal suaminya.
Aku tidak pernah bilang itu suaminya.
Bukankah itu maksudmu? Kamu bilang tidak akan tahu.
Biarkan seperti itu.
Ada apa?
Hei, Soon Ho.
Ya?
Apa suami Kim Ji Soo bukan orang Korea?
Kenapa kamu peduli? Itu yang ingin kuketahui.
Kukira hanya Ji Soo dan Ha Won orang Korea di Norwegia.
Itu sebabnya mereka amat dekat.
Hanya mereka berdua.
Omong-omong, jangan berani menanyakan hal seperti itu ke Paman.
Dia meninggalkan ponselnya.
Dia butuh ponselnya.
- Dia sengaja meninggalkannya. - Kenapa?
Dia menutup diri dari dunia.
Terserah. Biarkan saja.
- Kamu tidak kemari? - Untuk apa?
Aku sangat sibuk. Sampai jumpa.
Kenapa dia marah?
Hei, kamu.
Kenapa kamu berkeliaran di depan rumahku? Minggir.
Kenapa kamu tersenyum?
Aku datang untuk menemui Seo Woo.
100 alasan...
Halo.
Masuklah.
Dia tidak menjawab.
Kamu tidak menelepon dahulu?
Aku akan pergi ke studio.
Tolong suruh dia datang ke sana.
Ponselku tertinggal.
Kamu sudah sarapan?
Tidak apa-apa. Perutku sedang sakit.
Ya ampun.
Jika aku membiarkanmu pergi tanpa memberimu minum,
Seo Woo akan memenggal kepalaku.
Ayolah.
Saat perutmu sakit,
tidak ada yang lebih enak daripada bubur bakar.
Ini enak.
Kenapa kamu datang tanpa membuat rencana lebih dahulu?
Aku pasti datang karena ingin bertemu dengannya.
Kamu kemari bukan untuk mengatakan hal buruk kepadanya, bukan?
Aku tidak suka Seo Woo sedih.
Tidak.
Saat melihatnya,
aku bisa berhenti berpikir.
Aku merasa tenang.
Seo Woo memiliki efek itu, bukan?
Saat melihatnya, aku merasa bersemangat.
Aku juga seperti itu.
Tapi
kenapa Seo Woo punya banyak alasan?
Katanya dia menyukai seseorang, tapi 100 alasan menghalanginya.
Aku memintanya untuk memberitahuku satu per satu,
dan semua alasannya bodoh.
Beri tahu aku satu saja.
Dia merasa penderitaan orang lain adalah kebahagiaannya.
Bodoh sekali.
Benar, bukan?
Dia tangguh,
tapi dia depresi saat dibutuhkan.
Kamu tahu terkadang wajahnya murung.
Dia amat sedih.
"Entahlah. Aku tidak mau melakukannya."
"Jangan ganggu aku."
Membayangkan 100 alasan
dan dia menarik diri.
Apa rasanya tidak enak?
Kenapa kamu tidak makan? Kamu menyakiti perasaanku.
Ini enak.
Astaga.
Ada sesuatu, bukan?
Ada apa lagi?
Katakan.
Sikap Paman aneh.
Apa...
Pulanglah. Jangan berkeliaran.
Kamu akan pulang, bukan?
- Aku datang untuk menemui Seo Woo. - Seo Woo?
Dia sedang merekam Pak Kang.
Kami sedang syuting video musik. Keren, bukan?
Kami ingin melakukan Humas sebanyak mungkin.
- Kamu sudah membuat janji? - Tidak.
Aku hanya merindukannya.
Astaga. Hei.
- Apa itu... - Benar.
Aku tidak bisa melakukan ini di sini.
Terlalu bergema.
Berpura-pura bermain saja.
Kita melakukan ini secara langsung karena kamu bersikeras.
Lagi pula, kami akan menyunting video musiknya,
jadi, mari kita lakukan saja.
Ini bukan musik klasik.
Nona Moon mempertimbangkan poster untuk resital
dan menginginkan lokasi yang bagus.
Itu sebabnya dia memilih tempat ini.
Jadi, kamu belum pernah ke sini.
Meski itu alasan Soon Ho memilihnya, kamu harus memeriksanya.
Mempersempitnya ke lokasi yang bisa segera kita pakai,
pertama studio kami,
kedua studio Pak Choi.
Kita bisa memeriksa jadwalnya.
Atau mungkin di tempat tinggalmu dahulu?
Seseorang yang kamu kenal mungkin juga bagus.
Rumah akan menyenangkan.
Apartemen tempatku tinggal saat usiaku empat tahun.
Rumah bibiku di Oslo.
Apa itu bisa?
Bagaimana kita akan menemukan rumah dengan akustik bagus tepat waktu?
Aku tahu satu.
Temanku bilang itu memiliki akustik yang bagus.
Lupakan saja.
Kedua. Studio Pak Choi.
Baiklah.
- Kamu mengejutkanku. - Kamu terkejut?
Dengan ini?
Aku sangat terkejut tadi hingga hampir pingsan.
- Kamu sudah dengar? - Apa yang terjadi?
Seperti yang kamu lihat. Akustik sudah cukup buruk,
tapi sutradara bilang, "Ini bukan musik klasik."
Jadi, kami akan syuting di studio Pak Choi.
- Aku sudah mengaturnya. - Tidak. Di sana tidak indah.
Di sini indah, tapi akuistiknya mengerikan.
Dasar berandal.
Benar.
Itu sebabnya kamu sangat arogan terhadapku.
Seo Woo, dasar kamu...
"Hoon"
Kubilang aku tidak akan datang.
"Eun Joo"
Kamu sudah melihat pria yang ingin bertemu denganmu?
"Telepon"
"Sebelum Fajar"
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Ini kacau sekali.
Semua tanaman di pintu masuk sudah mati.
Tidak mungkin.
- Kirimkan aku foto. - Segeralah datang.
Lihatlah sendiri.
Apa... Berandal ini. Apa masalahnya?
Aku pergi sekarang.
Ayo.
Semua baik-baik saja.
Dia berbohong kepadaku.
Di mana dia?
Indahnya.
Hoon, di mana kamu?
- Semua baik-baik saja. - Tunggu.
Soon Ho. Tunggu.
Kamu harus menyelamatkanku.
"Suamiku terlibat"
Apa ini?
Suami Ji Soo membunuh ibu Won?
Astaga. Dasar psikopat.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Di mana aku bisa menemukan bedebah ini?
Aku harus menginterogasinya.
Aku menentangnya.
Kamu bercanda?
Kamu tidak bisa melakukan apa pun dengan ini. Won akan tersiksa.
Hoon. Anggaplah Won menangkap si berengsek itu.
Begitu tahu apa yang terjadi, dia akan mengakhirinya.
Dia masih suami Ji Soo. Dia tidak akan melakukan hal kejam.
Dia tidak akan melakukan hal kejam? Dia harus melakukannya.
Aku tidak peduli siapa dia. Kita harus menangkap dan menghabisinya.
Aku akan mengurusnya.
Baiklah. Lantas, robek. Aku percaya kepadamu.
Kamu saja yang merobeknya.
Ini suratmu.
Yang benar saja. Hidup Ji Soo sangat berat.
"Dari Kim Ji Soo, untuk Moon Jung Sook"
Aku mengetahui
kenapa aku menjual
alat makan.
Tidak. Jangan pernah. Dia tidak boleh tahu.
Dia tidak boleh tahu apa yang terjadi kepadanya.
Makin banyak kita bicara, makin dia akan tahu.
Jika kita tidak beruntung, dia akan tahu semuanya.
Di tempat yang kamu suka
dengan suasana yang kamu sukai.
Karena kamu suka tepat sebelum matahari terbenam.
Kita tepat waktu.
Pianisnya adalah Kang In Wook.
Apa yang menyentuhmu, Ji Soo?
Won,
kamu mau ke Norwegia?
Kamu hanya perlu mengatakan satu hal.
Jika Won bilang tidak apa-apa.
Ji Soo bilang suaminya membuat kesalahan.
Penyebab penderitaan Ji Soo.
Kamu bekerja keras bertahun-tahun agar tidak tahu soal suaminya.
Aku tidak pernah bilang itu suaminya.
Aku tahu kenapa ibu Won meninggal.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"A Piece of Your Mind"
Kamu tahu soal dia?
Aku sangat menyukainya.
Kim Ji Soo. Itu nama temanku.
Haruskah aku menghancurkannya?
Jangan menahannya. Berteriaklah dan keluarkan.
Aku akan tinggal denganmu.
Kamu mau tinggal di sini?
Aku suka tempat ini karena tidak ada apa-apa di sini.
Kurasa kalian tidak mampu membeli wajan.
Aku bisa mengisinya.
Kenapa semuanya menjadi rumit?
Dia sangat ingin tahu.
Ha Won dan Kang In Wook tidak boleh pernah bertemu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.