Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang
Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang
Buku catatan skandal keluarga Cho
Sebagian besar tokoh dalam film ini berprilaku bejat dan tidak bermoral
Begitu banyak yang meragukan, apakah mereka benar-benar ada?
Karena sudah tersohor Dinasti Chosun dibangun berlandaskan Paham Konfusius
Dimana kaum lelakinya berakhlak mulia
Dan kaum wanitanya adalah wanita yang sederhana
Jadi tidak mungkin tokoh-tokoh itu ada di era Chosun.
Tetapi kisah dalam film ini
Sudah terbukti berdasarkan kisah nyata,
Namun nama-nama tokohnya disamarkan
Disarankan jangan meributkan hal ini dengan siapapun atau dalam lingkungan keluarga
Jika psikis anda lemah, atau merasa terganggu akan hal ini,
Tutup buku ini dan hapus dari ingatan anda sekarang juga
Ditulis pada tahun 1792 dan diterbitkan tahun 1803.
Dibintangi : BAE Yong-jun, JEON Do-youn
dan LEE Mi-sook
Desain produksi : JUNG Ku-ho Penata Musik : LEE Byeong-woo
Penata Suara : LEE Seung-chul Editor : KIM Yang-il HAN Seung-ryong
Sinematografer : KIM Byung-il Penata Cahaya : LIM Jae-young
Diangkat dari novel "Dangerous Liaisons"
Skenario : E J-Yong, KIM Deh-woo, KIM Hyun-jung
Tuan, upacara hampir selesai
Tuan harus ke pendopo utama sekarang
Produser LEE Eugene
Sutradara : E J-Yong
SKANDAL YANG TAK TERUNGKAP
Bagaimana perkembangan pembangunan benteng Hwa?
Sebagian besar bagian terumitnya telah beres
Tapi sebaiknya aku tetap mengawasinya
Aku akan kembali bekerja setelah sarapan
Tapi kau sudah pergi selama berbulan-bulan
Menginap semalam lalu pergi lagi?
Tuanku, haruskah kupersiapkan pernikahan sesuai rencana?
Pembangunan akan rampung pada bulan november
Jadi buatlah di awal desember
Akan kulakukan yang terbaik, tuan ku
Aku dengar calon wanitanya baru berusia 16 tahun.
Ya masih suci dan sangat lugu
Seperti bunga yang sedang mekar
Istriku, kuharap kau memahami keinginan Para Tetua
Demi kelangsungan silsilah keluarga
Seperti yang telah mereka putuskan,
Kurasa sebaiknya dia dibawa kesini secepatnya
Dia memang dari keluarga berada, tapi dia lahir dari kasta menengah
Aku akan mengajarinya berprilaku bangsawan
Agar dia dapat menyenangkan Para Tetua
Terima kasih, istriku.
Omong-omong, kau hidup sendiri sudah begitu lama
Apakah kau akan terus menduda?
Kau harus mencari istri secepatnya dan memiliki anak
Jika tuan berkenan
Hanya ada tempat untuk satu orang dihati ini
Maafkan aku
Aku tahu kau sangat mencintai istrimu
Ruang hanya untuk 1 orang, katamu?
Entahlah kalau menurutmu
Tapi bagi ku, hanya ada satu tempat
Mungkin hanya satu tempat
Tapi lusinan wanita bisa keluar masuk setiap hari, bukan?
Yah, satu wanita setiap saat
Aku tadi jalan-jalan keluar, bunga-bunganya begitu indah
Ku ambilkan untukmu, sepupu ku
Kau tidak berubah
Jadi kenapa kau memanggilku kali ini?
So-oak.
So-oak?
Gadis yang ibarat bunga sedang mekar.
Aku ingin kau menghamilinya
Tapi aku tidak mengerti
Kakak iparmu ingin mengangkat seorang selir
Jadi tidakkah kau ingin memberinya hadiah?
Maksudmu?
Bagaimana kalau kau memberinya kado pernikahan?
Kau buat dia mengandung seorang anak
Kau kelewatan, nyonya
Tenang, dia tuli dan bisu
Harusnya aku tahu
Dia adalah pelayan terbaik ku
Maksudmu saat dia berharap masih perawan namun nyatanya hamil?
Harus anak laki-laki
Bagaimana kalau ada yang tahu?
Balas dendam itu lebih menyenangkan saat korban tidak menyadarinya.
Aku penasaran bagaimana raut wajahnya
Saat kita memberitahunya menjelang kematiannya
Aku tahu kau marah padanya karena merebut cinta pertamamu
Kamu untuk dendam mu
Dan aku untuk dendamku
Bujuk rayu dan dendam
2 hal yang selalu memberikan kita kesenangan
Tapi aku tidak mau
Kenapa?
Gadis itu baru 16 tahun dan ini sangat aneh
Dengan sedikit rayuan, cukup untuk menaklukannya
Ini terlalu mudah untuk orang sepertiku
Aku tidak datang sejauh ini, hanya untuk mengikuti rencanamu
Lalu apa?
Nyonya Jung, menantunya Tn. Yoon Kil-jin.
Yang menjanda 9 tahun itu
Yang dikenal sebagai gerbang kesucian?
Dia targetku selanjutnya
Bukankah dia berada di Kanghwa bersama mertuanya?
Dia di rumah bibinya, tetanggamu mengungsi dari wabah.
Kau akan merayu janda menyedihkan itu dengan ketampananmu?
Aku akan ajarkan wanita malang itu cara kerja yin dan yang.
Jadi kau ingin membuka pintu yang tertutup selama 27 tahun itu?
Kurasa pintu itu sudah menjadi tembok sekarang
Berani taruhan?
Maksudmu kau ingin sesuatu dariku
Jika kau berhasil menidurinya
Aku akan berikan keinginanmu
Apa yang selalu kau inginkan
Tapi tidak pernah kesampaian
Jika kau gagal?
Aku akan serahkan hidupku
Kau harus menjadi biksu
Sepakat
Aku akan disini secepatnya untuk hadiahku
Tapi sebelum kakak iparmu kembali
Dan jika dia memang perawan aku ingin bukti
Darah dari perawan 27 tahun
Ada kabar?
Setiap malam setelah pukul 11, seperti seekor kucing,
Dia diam-diam meninggalkan rumah.
Apakah dia nampak seperti menemui laki-laki?
Tidak hanya satu, tapi banyak orang
Apa?
Sebenarnya, dia menghadiri misa katolik
Di sana sungguh menyeramkan
Apa mereka memanggil hantu?
Pria, wanita, semuanya berada diruangan yang gelap
Bergumam-gumam...nyum.. nyum..
Jadi dia katolik
Aku akan memberimu sejumlah uang
Sumbangkan seakan aku penyokong rahasia
Mereka akan hati-hati dan curiga
Dan mencari tahu siapa yang menyumbangkannya
Lalu, sebut saja namaku seakan kau tak bisa menolak desakan mereka.
Dan, untuk gadis itu, siapa namanya?
Pembantunya Putri Jung
Maksudmu Eun-shil?
Aku akan mengurusnya
Beri saja aku perintah
Aku nyaris bisa mencium wangi bunga dari sini
Bukankah itu luar biasa?
China memiliki banyak hal yang menarik
Terima kasih atas kesempatan menikmati ini semua
Suamiku baru saja kembali dari ibu kota China, Beijing.
Dia bilang kota itu seperti kota dunia
Orang-orang bermata biru lalu-lalang dijalanan
Dan ada banyak hal baru dimana-mana
Kau sepertinya ada tamu
Itu putra bungsu ku
Pelayan, panggil In-ho kemari
Baik, nyonya.
Dia baru saja kembali dari studinya di desa
Perkenalkan dirimu
Perkenalkan aku Kwon In-ho.
Ini Nyonya Huh, istri menteri dalam negeri
Ini Nyonya Oh, istri menteri keuangan
Dan itu Nyonya Cho, istri dari Tuan Yu,
Yang bertetangga dengan rumah kita
Kau masih ingat Ny. Cho bukan?
Ya, Ibu
Astaga kau besar sekali
Kau tampan seperti ayahmu.
Aku tahu Nyonya, seorang ningrat dan terpelajar
Terutama dalam sastra dan ilmu perang
Mohon ajari aku suatu hari nanti.
Suatu kehormatan buatku
Aku mohon permisi
Kenapa tidak berkunjung ke rumahku dengan kemenakanmu sewaktu-waktu?
Ah, dan suruh juga putra mu ke rumahku kapan-kapan
Aku punya beberapa buku untuk membantunya belajar dalam ujian negara nanti.
Kau baik sekali
Nyonya.
Tuan Muda datang berkunjung
Kakak ipar yang terhormat, aku datang
Aku mendapat tugas menjaga para diplomat China.
Jadi aku akan menetap di Seoul sampai akhir tahun.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Eun-shil, siapkan kamar untuknya.
Baik, Nyonya
Aku punya sesuatu untuk dibahas
Mengapa tidak menunggu besok pagi saja?
Baik, nyonya
Ini hari yang indah, aku akan pakai aroma mawar
Tuan.
Nyonya Jung dan bibinya baru saja pergi ke Pendopo Teratai
Kau nampak cantik sekali seperti biasa.
Tapi ponakanku ini tidak tahu bagaimana cara berdandan.
Untuk laki-laki,
Kesucian keponakanmu adalah yang lebih berharga dari gaunnya sendiri.
Gaun tidak hanya cukup di amati bentuknya yang indah.
Tapi juga membuat iri, nyonya
Astaga, ada laki-laki yang masuk kesini
Mohon anda tidak keberatan.
Dia hanya sepupu ku
Aku Cho Won dari Gangkyoung.
Ini tetangga kita, Wakil Menteri Wanita dan ponakannya.
Oh, anda pasti Tn. Cho Won.
Orang yang menolak jabatan tinggi,
Pecinta sastra dan seni, dan hidup bebas dan mandiri.
Hal yang tidak membanggakan, nyonya
Aku dengar kau memilih menduda
Demi cintamu pada mendiang istrimu.
Memilih setia
Adalah kebajikan besar bagi pria
Jadi apa tujuanmu kemari?
Aku jauh-jauh datang kemari
Untuk membawakan teh terbaik ini untukmu
Dan sepertinya sudah keberuntunganku
Bertemu dengan wanita-wanita cantik disini
Maafkan atas kelancanganku, pada pertemuan pertama ini
Aku ingin memberikan ini ke kalian berdua
Oh, tidak perlu...
Aku tak pernah bertemu pria sesopan ini
Apakah pantas aku menerima ini?
Silakan di terima
Anda suka teh, nyonya?
Sayang
Tuan yang baik ini menawari kamu
Jangan ditolak
Aku senang anda menerimanya
Aku mohon diri
Tunggu.
Karena kita sudah berkenalan satu sama lain
Aku mengundangmu datang ke kebun belakang rumahku
Kita bisa naik perahu di danau
Dan ada beberapa musisi yang akan menghibur kita
Para lelaki di rumahku sedang keluar
Dan aku bisa menyuruh pelayan-pelayanku pergi
Bibi,
Aku lebih baik tidak ikutan
Jika kau tidak ikut, itu merusak kesenangan kita
Aku akan marah sekali
Nyonya, aku permisi dulu
Cepat sekali?
Kalau ini karena aku...
Baiklah, kuharap kita bertemu lagi.
Aku senang sekali.
Selamat bersenang-senang.
Tuan.
Nyonya itu meninggalkan ini diperahu.
Ah.
Berikan padaku
Baik, Tuan
Permisi.
Betapa pelupanya aku ini
Nyonya.
Kau meninggalkan ini
Eun-shil.
Sampaikan pada tuan ini, aku sangat menghargai pemberiannya
Tuan, nyonya ku berkata pemberianmu sangat...
Nyonya.
Mengapa kau berbicara melalui dia sedang aku tepat didepanmu?
Katakan padanya ini tidak sopan
Bagi pria dan wanita untuk berbicara langsung
- Nyonyaku bilang ini... - Nyonya.
Bagimana bisa kau berbicara
Pada malam hari, didepan banyak orang,
Tapi di siang harinya kau menghindariku,
Siapa yang berlaku sopan disini?
Katakan padanya
Aku sangat marah, seorang pria membuntuti seorang wanita
- Nyonyaku sangat marah... - Diam
Berdirilah disana.
Terkadang aku mengagumi keramahan dan keanggunan wanita
Dan berharap bisa mengenalmu, meski aku tahu itu tidak pantas
Jadi kumohon izinkan aku untuk berteman denganmu
Pemandangan ini
Bisa menimbulkan prasangka bagi orang lain, tuan.
Aku tidak peduli dengan mereka
Apakah pribadi yang baik, yang suka menolong sepertimu
bisa terbebas dari adat dan prasangka?
Aku ragu, kau sungguh ingin mengenalku
Tapi aku tidak ingin melanggar adat apapun
Aku bekerja melayani umat
Dan disini berbicara dengan orang asing, adalah hal yang berbeda.
Aku curiga, kau disini untuk menghina ku.
Menghina mu?
Tidak sama sekali!
Tuan yang terhormat
Sadarkah dirimu, tindakanmu ini
Sudah lebih dari cukup untuk menghina seorang wanita?
Eun-shil, ayo pergi.
Baik, nyonya
Berikan ini untuk nyonyamu.
Kakak ipar,
Disini kau rupanya.
Apa yang terjadi?
Apa kau tak lihat?
Kau datang, dan Ny.Jung lantas pergi
Dan aku berdiri disini.
Ayo masuk.
Tuan.
Apakah tuan ingat ibu dari So-oak itu?
Apa aku mengenalnya?
Dulu saat...
Di kincir air...
Cara mu merayu sangat kekanak-kanakan
Aku baru memulai, kau tak usah mencela
Katanya hati perempuan itu mungkin sudah tertutup
Tapi sanubarinya selalu terbuka untuk semua orang
Apa menurutmu kau bisa menaklukan
Perempuan keras hati seperti itu?
Seperti pakaian yang dikenakannya.
Caranya berbicara begitu lamban dan datar
Kudengar kau sudah bertemu So-oak?
Setelah melihatnya, apa kau tidak tergoda?
Bagaimana aku bisa tergoda..
pada anak musang sementara aku sedang memburu macan?
Pakailah caramu.
Tapi aku sudah pikirkan cara yang lebih menarik
Kau nampak sangat cantik
Saat kau cemburu.
Aku cemburu?
Kau pasti bercanda.
Kenapa kau tak kembali ke kamarmu?
Aku harus istirahat
Terima kasih, bu
Terima kasih, bu
Kita bertemu lagi, tuan.
Apakah ini kebetulan?
Anda Tn. Cho, benarkan?
Ya, tapi...
Akhirnya tuan datang juga
Perkenalkan aku Kim Heung-yeon.
Kami sungguh sangat menghargai kedermawanan anda
Mohon jangan keras-keras
Kau membuatku malu
Sumbangan tuan, takkan lekang oleh waktu
Aku berharap ini dirahasiakan, jadi mohon rahasiakan namaku.
Baik, aku mengerti
Aku kagum atas kerendahan hati tuan.
Istri adalah surganya bagi suami
Istri harus melayani dan menghormati suami dengan santun
Seperti menghormati ayahnya sendiri
Istri harus menempatkan diri dengan rendah hati
Jangan berbuat yang bukan-bukan, dan selalu berbuat baik
Dan jangan membuat diri tidak berguna
Istri harus patuh
Dan jangan menentang atau mengkhianati suami
Kenapa kita tidak hentikan saja dulu?
Besok kita akan belajar, Hikayat Wanita Solehah
Nyonya
Putra wakil perdana menteri ada disini
Benarkah?
Suruh dia masuk
Jangan, minta dia menunggu sebentar
Ny.Cho menyuruhku
Untuk menyerahkan buku ini pada tuan muda
Silahkan diambil
Baik
Astaga!
Aku lagi tidak mujur
Aku kalah lagi
Oh, ayo kita berhenti.
Ini sudah tidak asyik lagi
Kenapa cuacanya begitu gerah?
Padahal kemarau sudah berlalu
Kudengar kau masih menghadiri misa di toko obat itu
Aku tahu kau bersimpati dengan orang-orang miskin
Tapi melakukan peribadatan katolik itu melanggar hukum
Aku akan berhati-hati
Omong-omong, apa pendapatmu tentang Tn. Cho Won?
Itu lho, sepupunya Ny. Cho yang kita temui tempo hari
Tidakkah menurutmu dia tampan?
Tinggi dan tegap.
Apapun pendapat bibi
Aku tidak tertarik
Aku memang tidak percaya dengan isu
Tapi kudengar reputasinya tidak begitu baik
Memang apa yang kau dengar?
Tapi ia nampaknya menyukaimu
Dia sudah berupaya keras membuatmu terkesan.
Bibi!
Tidak apa-apa
Sekarang, hal seperti ini tidak perlu lagi dimalukan
Aku sudah bahagia dengan keadaanku sekarang
Bibi sebaiknya tidur
Ya, tentu.
Eun-shil, apa kau disana?
Persiapkan kamar tidur!
Dia lagi tak enak badan, jadi aku menyuruhnya istirahat
Ada apa?
- Apa aku mengganggu kalian? - Tuan.
Sudah menemukan pendamping, tanpa memberitahuku?
- Tidak, kau pahamlah, tuan... - Tinggalkan kami
Baik, Tuan.
Seharusnya aku datang sebentar lagi.
Apa majikanmu tahu, yang kau lakukan disini?
Tidak perlu takut.
Hal seperti ini bisa membentuk suatu ikatan
Antara 2 orang yang berbagi rahasia
Tubuhmu boleh juga
Tapi berbagi wanita dengan pelayanku..
...tidak menghasilkan suatu rahasia
Tuan?
Lalu...
Ini buku yang lama ku cari-cari
Orang yang sudah melihat lautan takkan terkejut melihat sungai
Dan tidak terkesan oleh pemandangan cantik
Sekali dia melihat hutan yang hijau
Setelah melihat seorang wanita
Tak ada yang bisa masuk ke hatinya
Jadi apa yang harus kuperbuat?
Aku tak percaya ini
Sungguh sebuah kebetulan!
Suatu kegembiraan buatku bertemu denganmu disini
Mohon izinkan aku lewat
Nyonya, dengarkan aku dulu!
Seumur hidupku aku tak pernah merasakan kebahagiaan
Hanya berpura-pura didepan orang.
Namun sejak melihat pribadimu
Aku menemukan kebahagiaan dan berkah sesungguhnya.
Kamu menunjukan ku kebahagiaan itu.
Bagaimana aku bisa membalasmu?
Mohon jangan berkata begitu
Apa yang kau cari dariku, dan mengapa kau harus membalasku?
Aku tidak mengerti
Tidak, nyonya!
Aku sungguh merasa dilahirkan kembali.
Jika tuan senang berbuat kebaikan,
Maka itu pasti berkah atas perbuatan anda sendiri.
Apa yang kau lakukan?
Mohon izinkan aku mencintaimu!
Kau sungguh bukanlah pria terhormat
Apakah begini caramu menggoda banyak wanita?
Entahlah, apa yang kau dengar tentang aku?
Tapi sungguh, kamulah yang telah membuatku menjadi orang yang baru
Seluruh dunia, boleh saja mengalihkan ku
Tapi kamulah yang telah membukakan mataku akan kebahagiaan sejati
Mohon jangan pernah membual seperti itu padaku
Dan aku harap kita tidak bertemu lagi
Mengapa gadis ningrat sepertimu, keluyuran sendirian?
Wanita ini benar-benar molek
Biarkan aku lewat
Membiarkanmu?
Cobalah sendiri
Ayo kita bersenang-senang
Aku akan teriak
Kau membuatku takut
Kau pasti akan berpikir kembali
Belakangan ini kamu tidak pernah bersenang-senang
Ya kurasa ini saatnya bersenang-senang
Apa-apaan ini, bangsat?
Masih belum kapok, kalian majulah bersama-sama!
Kau tidak apa-apa, nyonya?
Terima kasih.
Terima kasih banyak
Untung saja aku jalan lewat sini
Kau bisa saja disakiti mereka
Kau harus berhati-hati, nyonya.
Terima kasih
Baiklah, aku permisi
Tuan, tunggu!
Aku, aku lupa jalan pulang
Astaga
Tentu saja!
Jika kau mengizinkan, aku akan mengantarmu pulang
Bukankah ini cantik?
Kau sudah merasa baikan sekarang?
Ya, terima kasih
Dunia adalah tempat yang berbahaya
Dan orang-orang berprilaku seperti hewan
Bila melihat kebelakang,
Hidupku takkan mampu,
Antara memuji ataupun mengecam.
Aku tahu, aku tidak akan bahagia
Tapi untuk bertahan, begitu enggan
Kalau boleh..
Aku rasa tabiat manusia itu sudah cacat secara lahiriah
Orang suci bisa mempunyai kesalahan, begitu pun dengan orang jahat, bisa mempunyai kebajikan
Selama ini aku sudah terkukung pada kesenangan ragawi,
Dan aku tidak sadar, cintalah yang membuatku menderita.
Aku mohon maaf telah mempermalukanmu di toko buku itu
Tapi...
Sudikah kau berkenan membalas tindakanku padamu?
Aku hanya mencoba untuk bersikap baik padamu
Sedikit kebaikan yang kuberi ke orang lain,
Tidak ku niatkan untuk mendapatkan penghormatan
Tapi untuk kedamaian batinku sendiri
Jadi aku ini hanya pribadi yang egois
Aku takut tindakan orang-orang itu
Menyisakan goncangan yang tak baik untuk kesehatanmu
Sungguh menakutkan membayangkan apa yang akan terjadi padamu saat itu
Aku berlari menemui Eun-shil, mencarimu
Mungkin tindakanku di toko buku itu tak bisa dimaafkan
Tapi kukirimkan buku yang kau baca itu dengan sebuah hadiah kecil dari lubuk hatiku.
Walaupun aku seorang anak dari Mazhab Kuno
Aku sangat tertarik pada ilmu-ilmu barat dan Katolik
Aku sangat ingin belajar darimu
Dan berharap, kita bisa saling bersurat untuk membahas buku dan kehidupan
Tolong jangan tolak permintaanku
Jika kau berkenan memaafkanku
Mohon duduk menghadap kerumahku,
Dan usap rambutmu dua kali sebagai tanda
Terima kasih atas bukunya
Dan aku takkan melupakan hari saat kau menyelamatkanku
Namun pertolonganku pada kaum miskin melalui misa Katolik.
Adalah bagian dari kebahagiaan yang kukejar
Melanggar tradisi dan adat dengan saling bersurat denganmu.
Bukanlah termasuk bagian untuk mencari kebahagiaan.
Kuharap kita menghidari kontak lebih lanjut lewat pos atau secara pribadi, tuan.
Mengertilah niat baikku ini
Lihat, dia sungguh tantangan yang menyenangkan
Jangan digigit!
Nyonya, kau nampaknya mengira
Rasa hormat dan cintaku padamu adalah penghinaan belaka.
Tapi jika itu memang itu adalah dosa,
Jangan lupa kamu adalah sumbernya
Dan orang-orang dapat memaafkan itu.
Terjebak diantara kebahagiaan dan keputus-asaan yang tak wajar.
Adalah satu kekhawatiran yang tak bisa ditanggung
Apa kau tak ingin menyelamatkanku dari penderitaan ini?
Sesuatu yang kau sebut sebagai kebahagiaan
terdengar seperti kesenangan yang berbahaya
Untuk seorang wanita biasa, sepertiku
Sekali lagi kumohon
Jangan menyurati aku lagi.
Mengenalmu dan tidak mencintaimu
Mencintaimu, namun berpaling hatiku
Adalah dua hal yang mustahil
Aku sudah memohon dengan sopan, aku tidak ingin mendengar darimu lagi
Jika kau teruskan
Untuk tidak menghormati keinginanku
Kau takkan melihatku lagi, bahkan pada misa sekalipun
Surat ini kutulis untuk terakhir kalinya
Melihat caramu berlatih
Katakan apa semua baik-baik saja?
Kemenangan singkat tidaklah menyenangkan
Ketika kutulis kata demi kata, dia seperti berkecamuk di pikiranku
Aku merasa sepertinya aku benar-benar merindukannya
Tapi tentu saja,
Aku masih ada waktu memikirkanmu juga
Jangan lupa
Bahwa aku juga, mengantisipasi hari dimana
Aku memberi hadiahmu
Apa rencana kecilmu berjalan baik?
Tentu saja
16 tahun, dia punya masa depan yang panjang
Dia pasti memimpikan cinta yang tulus
Dia akan menjadi selir seorang bandot tua
Bagaimana itu bisa disebut cinta?
Untuk kita, tentu saja, jatuh cinta adalah aib
Tapi kau tak pernah tahu
Dia mungkin saja berharap menjadi kakak iparku
Kamu juga punya banyak mimpi saat seusianya
Aku masih ingat wajahmu kala itu, dengan tatapan penuh dengan..
...pengharapan akan cinta sejati.
Pengharapan akan cinta sejati?
Belum pernah kudengar kebodohan seperti itu
Meskipun mudah mendapatkan sesuatu yang diinginkan,
Jangan biarkan meskipun jarimu bisa menyentuhnya
Sekali kau menyentuhnya
Kau seakan-akan jatuh dari tebing yang tinggi
Angin apa yang membawamu kemari?
Aku membawa sebuah buku yang bagus
Yang baru saja terbit, nyonya.
Kau begitu baik sekali
Apa gerangan yang sedang kau cari?
Jujur nyonya, tempo hari aku melihat seorang wanita muda dirumahmu.
Lalu?
Apakah wanita muda itu melakukan kesalahan?
Oh, tidak.
Hanya saja wanita itu begitu cantik
Aku sangat ingin tahu siapa dirinya
Siapa gerangan dia?
Sangat banyak wanita muda dikeluarga kami yang suka berkunjung
Mungkinkah dia itu keponakanku?
Lagipula, Tn. Kwon kau begitu lemah.
Aku tidak mengerti
Jika kau menyukainya, setidaknya kau harus berbicara dengannya,
Daripada datang dan bertanya seperti ini
Tapi itu tidak sopan
Lebah dan kupu-kupu mencari bunga mereka di alam
Pemuda gagah sepertimu seharusnya tak perlu bicara soal kesopanan.
Kau setidaknya bisa menunggu dibalik tembok,
Dan berikan dia sepucuk surat saat dia mendekat.
Yang terkasih, Nn. So-oak,
Kutulis kembali kerinduan untuk perempuanku.
Ketika kubaca suratmu yang ketiga
Tubuh dan pikiranku begitu bahagia
Aku tak tahu harus berbuat apa
Mengetahui bahwa kau seorang ningrat
Yang mengambil resiko hanya untuk bertemu gadis sepertiku.
Membuatku bahagia sekaligus cemas disaat bersamaan.
Tapi jika aku bisa melihat tuan muda lebih dekat,
Kurasa tidak terlalu rugi untuk menyerahkan jiwaku.
Aku akan menunggu mu besok subuh
Oh, akankah matahari terbit esok?
Anda pasti putra bungsu Tn. Kwon, benar?
Aku Cho Won.
Anda Tn. Cho Won?
Lompatlah tuan
Anggap saja aku mengizinkan
Oh, terserahlah.
Nn. So-oak!
Jangan takut, nyonya
Ini aku
Cho Won.
Apa yang kau lakukan disini?
Kali ini kau sangat keterlaluan
Aku sudah puas kalau kau membalas suratku
Tapi kau menolak permintaanku
Jadi apa lagi yang bisa kuperbuat?
Bukankah sudah kubilang, tuan, aku tak ada pilihan?
Saat kau disini bisa tidur dengan pulas.
Disaat bersamaan aku begitu menderita
Kumohon hentikan ini, tuan.
Kau dan aku di dunia ini
Tidak ditakdirkan bersatu
Aku sudah menjadi istri orang lain
Dan akan setia kepadanya.
Sekalipun dia hidup ataupun mati.
Jadi kini ada hantu diantara kita
Kau dipisahkan oleh kematian bahkan sebelum kau menikahinya
Jadi mengapa kau harus begitu setia padanya?
Aku tidak bisa menjawabnya
Mengapa surga mengirimmu kedunia ini
Dan tidak menjadikanku orang pertama yang mengenalmu?
Tidak membuatku jadi yang pertama,
Mengapa mengenalmu begitu terlambat hinga menyiksaku seperti ini?
Bagaimana aku tidak membenci kehendak surga
Mengapa kau menghinaku seperti ini?
Aku kemari untuk menghindari wabah yang melanda kampungku,
Tapi lebih baik aku mati disana
Daripada tinggal disini dipermalukan oleh gosip
Apa kau membenciku sedemikian rupa?
Hingga kau lebih memilih mati terkena wabah
Daripada melihatku disini?
Semenjak dilahirkan,
Aku menemukan cinta pertamaku setelah 29 tahun
Tapi hanya untuk mendengar bahwa aku lebih buruk daripada wabah
Sungguh hina sekali diriku ini
- Kemana dia pergi sepagi ini? - Melihat matahari terbit.
Bagaimana ini?
Lewat sini.
Tidak, jangan kesana.
Lewat sini.
Kau kah itu, pelayan?
Sudah siap untuk pergi?
Seperti aku mendengar sesuatu
Astaga, siapa ini?
Kakak...
Maksudku, nyonya.
Kakak?
- Apa-apaan ini? - Ini bukan...
Aku tadi lagi ditaman, dan dia muncul entah darimana
Kembali ke kamarmu cepat
Baik, nyonya.
Nyonya, aku...
Apa dia wanita muda itu?
Benar, tapi....
Nyonya, apa kau sudah bangun?
Jangan sampai para pelayan melihat ini
Sembunyilah didalam
Lekas!
Maaf nyonya, kami terlambat
Tidak apa-apa
Masuklah kedalam, nyonya
Hari ini aku membawa sedikit barang, jadi ini akan sedikit berat.
Ayo pergi ke gerbang utara
Baik, nyonya
Ayo jalan!
Kalau kau bersuara seperti itu,
Kita berdua akan mendapat malu
Nyonya!
Terima kasih atas kerjanya
Nyonya, ini tidak perlu
Kalian pergilah minum-minum
Kembalilah sejam lagi
Baik.
Kebetulan sekali
Apa?
Apa kau sudah meniduri nya?
Tentu tidak
Itu namanya kurang ajar
Ini pertama kalinya kami bertemu
Ya, ini adalah situasi yang memalukan
Wanita muda yang kau idam-idamkan
Akan menjadi selir suamiku
Aku tidak tahu
Kalau saja kutahu...
Maksudku
Aku bersimpati denganmu, Tn. In-ho.
Seorang pemuda yang baru pertama, menemukan cinta pertamanya.
Namun ternyata takkan pernah terjadi
So-oak yang malang
Dia hanya seorang gadis muda
Yang akan menjadi seorang selir, tanpa pernah merasakan jatuh cinta
Bayangkan jika aku diposisinya
Aku sungguh iba padanya
Nyonya.
Hatimu sungguh mulia
Aku terketuk dengan kemurahan hatimu pada seorang selir.
Semua wanita
Menginginkan kebahagiaan
Seorang wanita pasti tahu yang dirasakan wanita lainnya
Aku berpikir
Apakah hal ini benar
Membiarkan So-oak yang lugu hidup sebagai selir
Selama sisa hidupnya
Mari kita pikirkan sebuah cara
Untuk menyelamatkan 2 muda-mudi dari kepedihan
Tapi nyonya,
Kurasa aku harus keluar dari kereta ini sekarang
Ini sangat menyiksaku
Menyiksamu?
Yah, lihatlah...
Astaga!
Kapan punyamu itu membesar?
Aku sungguh minta maaf, nyonya.
Apa yang harus kita perbuat?
Para pengawal sebentar lagi kembali
Tuan, kami ada masalah
Ny. Jung mengemasi barang-barangnya pagi ini,
Dan kembali ke kampungnya di Kanghwa.
Aku akan menulis surat dan kau kirim padanya cepat
Nyonya, kau boleh membunuhku aku takkan menolak.
Simpan saja rahasia ini antara kita berdua
Aku juga mencintai seseorang sebelum aku menikahi suamiku.
Dia adalah cinta monyet dan cinta pertamaku
Tapi aku bahkan tak bisa mengutarakannya
Dia adalah seseorang yang tak seharusnya kucintai
Aku akhirnya menikah dengan yang tak kuinginkan.
Kucoba melupakan ini, berpikir ini adalah takdir.
Tapi hari ini aku menyesalinya
Jadi bagaimana mungkin aku tak mengerti perasaanmu?
Nyonya...
Aku sungguh kasihan denganmu,
Datang kemari hanya untuk hidup dalam kurungan selamanya.
Kalau kau mau
Teruslah berhubungan dengan Tn. Kwon,
Aku akan merahasiakannya
Benarkan itu, nyonya?
Jadikan ini rahasia kita berdua
Tentu saja
Dia tidak menerima suratnya
Apalagi membacanya
Pelayan bilang dia tidak menemui siapapun dan hanya keluar berjalan-jalan
Diwaktu senggangnya
Dia menyulam dan membaca buku
Tapi aku menemukan beberapa berita baru
Beberapa hari yang lalu, seorang wanita mengunjungi Nn. Jung,
Dan mengatakan hal-hal yang buruk tentangmu
Menyebutmu seorang hidung belang, dan memperingatkannya untuk berhati-hati.
Siapa wanita sialan itu?
Ibunya Nn. So-oak
Baik, nampaknya aku akan berburu musang yang tak diharapkan.
Tak perlu takut.
Kau tahu siapa aku kan?
Iya
Anda adalah sepupu Ny. Cho.
Sepupuku sudah bercerita banyak tentangmu
Tapi kenapa kau disini keliatan bersedih?
Tidak apa-apa, tuan.
Bolehkah aku menebaknya?
Coba kulihat telapak tanganmu
Ayolah
Kwon In-ho
Astaga, bagaimana kau bisa tahu?
Aku dengar dari sepupuku
Dia menyuruhku untuk membantumu
Ny. Cho...
Dan aku juga ada dipihakmu
Kebiasaan untuk memaksa wanita menjadi selir harus diakhiri.
Untuk menghapus kesalapahaman
Aku akan membantumu menulis surat
Oh, benarkah ini, tuan?
Tentu saja
Datanglah diam-diam ke kamarku malam ini
Mungkin ada penjaga yang mengawasi, jadi masukan sepatu kedalam
Janji
Apa ada yang melihatmu?
Tentu tidak, tuan.
Nah, bisa kita mulai?
Aku sudah menulisnya sendiri
Sudikah anda melihatnya?
Ini tidak benar
Apanya yang salah?
Kau terlalu meminta maaf
Tapi itu memang salahku
Wanita tidak harus meminta maaf, sekalipun dia memang bersalah
Pria tidak menyukai itu
Lalu, bagaimana seharusnya...
Akan kudiktekan apa yang akan kau tulis
Tapi, tuan...
Apa?
Ada masalah?
Aku punya kebiasaan buruk sejak kecil,
Aku harus tengkurap pada saat menulis
Tidak masalah
Tidak masalah buatku, jadi menulislah sesuka mu
Pertama-tama mari kita buat keadaanmu sedikit dramatis
Katakan kau lebih baik mati daripada menjadi selir,
Tapi orang tuamu memaksa mu.
Pria seusianya biasanya, suka menentang orang tuanya
Jadi dengan mudahnya, dia akan berada dipihakmu
Coba kulihat
Mulai dari paragraf ini.
Dan kemudian,
Aku ambil gambaran wajahmu masuk kedalam hati ku
Aku tahu itu tidak boleh
Namun ibarat hujan jatuh memenuhi telaga.
Begitu pula hatiku dipenuhi olehmu
Aku sangat suka kalimat ini
Ibarat hujan jatuh memenuhi telaga...
Benarkah?
Teruskan
Jangan biarkan alirannya berhenti
Meskipun aku harus mengosongkan hatiku
Aku tak bisa menahan diri
Kau lihat, kau menyalahkan semuanya pada pemuda malang ini
Tapi kau jangan meminta maaf untuk itu
Jika dalam hal ini..
Uh, tuan...
Teruslah menulis
Jika dalam hal ini, Aku tidak pernah melihatmu
I will bear no resentment.
Karena dalam hatiku, kau akan selalu untukku
Seperti saat pertama kali kita bertemu
Mengapa kau lakukan ini, tuan?
Aku akan teriak, jika kau tidak berhenti
Lihat di sana
Siapa yang akan menyalahkanku, kalau melihat itu?
Kau akan teriak atau tidak
Lakukan apapun yang kau suka
Tuan, kau membuatku takjub
Baik itu, besar ataupun kecil
Jika lelaki sudah menentukan tujuan
Dia harus mengambil cara yang sama untuk memenuhinya
Tentu sulit untuk memasuki "Gerbang Kesucian"
So-oak.
Apa yang terjadi denganmu, pagi ini?
Apa kau bermimpi buruk?
Oh, tidak, nyonya.
Aku hanya sedikit sakit
Apakah itu karena Tn.Kwon?
Tidak, nyonya
Lihat aku
Apakah ada diantara kau dan aku yang tidak bisa diceritakan?
Sungguh tidak ada, nyonya
Tapi,
Kau nampak sangat tidak nyaman, dengan caramu duduk
Sepupuku ingin bertemu denganmu kemarin, apa kau sudah ketemu?
Tentu tidak
Maksudku, benar, aku bertemu, tapi tidak terjadi apa-apa.
Apa terjadi sesuatu diantara kalian?
Dia bilang akan membantuku menulis surat, dan menyuruhku datang kekamarnya.
Ke kamarnya?
Lalu...
Lalu dia...
Oh tidak.
Jadi dia lebih dari sekedar membantu menulis surat
Apa yang harus kuperbuat, nyonya?
Oh Tuhan.
Kenapa kau tidak melawan?
Aku tidak tahu apa yang terjadi
Ini memang salahku datang kekamarnya
Ini sebuah malapetaka
Hatimu untuk Tn. Kwon, tubuhmu untuk Cho Won,
Tapi kau akan menikah dengan Tn.Yu.
Nyonya.
Pelayan akan mendengar kita
Apakah kini aku akan diusir?
Diusir? kenapa?
Orang-orang tidak mengetahui hal ini
Hanya aku satu-satunya yang tahu
Nyonya.
Sejak kau akan diangkat menjadi selir.
Dan kau sudah mencintai seseorang.
Lalu mengapa lelaki lain tidak boleh menidurimu?
Benarkah ini tidak apa-apa?
Kau kasihan sekali, sayangku.
Tak ada yang tahu, jadi siapa yang akan menyalahkan mu?
Andai tidak ada kamu, nyonya,
Aku tak tahu bagaimana hidup didunia ini
Orang awam tidak tahu hal ini
Namun semua perempuan ningrat
Mempunyai selingkuhan satu atau dua.
Benarkah?
Lalu bagaimana kewajiban-kewajiban istri dalam buku itu?
Buku hanyalah buku, kenyataan sangatlah berbeda.
Pantaskah seorang wanita menikahi pria yang tak dicintainya.
Semua orang melakukannya, dan semua orang tahu itu,
Tapi tak ada yang membicarakannya
Astaga
Apa kau punya selingkuhan, nyonya?
Shush! kau ini bicara apa!
Dan mulai sekarang, panggil aku kakak
Benarkah?
Oh, bagaimana aku membalas kemurahan hatimu?
Aku cari ini di seluruh penjuru gunung
Terima kasih banyak
Tapi nyonya tak pernah mewarnai kuku sebelumnya
Dan musim panas hampir usai
Aku hanya ingin terlihat cantik
Oh, nyonya.
Sudah selesai
Kuharap ini awet sampai musim salju dan membawakanku cinta
Tn.Cho Won.
Ah, ya, kamu...
Nn. So-oak memberitahu ku dalam suratnya
Bahwa anda akan menjadi pendukung kuat kami
Itu bukan apa-apa.
Aku tak tahu bagaimana membalasmu
Aku berharap bimbingan anda, tuan
Datanglah kapanpun kau butuh bantuan
Pasti, tuan, dan...
Bolehkah aku meminta anda untuk memberikan surat ini pada Nn. So-oak?
Tentu
Kau sungguh murid yang cepat mengerti
Benarkah?
Apa aku melakukan dengan baik?
Aku yakin Tn. Yu akan sangat senang
Kau sudah berlatih dengan baik
Ini semua berkat anda, tuan.
Memang
Praktek sangatlah penting
Omong-omong,
Berapa kira-kira usia tn. Yu?
Kurasa dia hampir 40 tahunan
Berarti dia sudah tua
Dia bahkan lebih tua dari ayahku
Makanya belajarlah dengan baik, dan buat dia bahagia
Bukankah itu lebih baik daripada hidup dengan ibumu yang cerewet?
Iya juga sih, tapi...
Kenapa burung imutku ini terlihat sedih,
Maukah kau mendengar cerita lucu?
Cerita apa?
Cerita apa sih?
Ibumu pernah memiliki selingkuhan.
Benarkah?
Saat ayahmu sedang berada di China
Ibumu berhubungan dengan selingkuhannya
Saat ayahmu kembali, ibumu masih mencintai pria itu
Namun selingkuhannya akhirnya meninggalkannya
Semua ini berakhir disaat wanita mulai lengket pada pria
Jangan pernah berbuat seperti itu
Paham?
Tapi bagaimana kau tahu cerita ini, tuan?
Karena selingkuhan ibumu adalah aku
Oh astaga!
Astaga
Aku tidak percaya
Apakah ini kebetulan
Tepat sekali
Kurasa ini yang disebut orang, sebuah karma
Dapat!
Aku menangkapnya,
Tapi bagaimana menurut primbon mu nyonya?
Kuning artinya keberuntungan,
Dan putih artinya kesialan, benarkan?
Jadi, artinya hari ini kita akan beruntung sekaligus sial?
Jadi itu Kota Kanghwa.
Hujan segera turun, tuan.
- Ayo lekas - Baik, tuan.
Nyonya
Kau ada tamu
Aku tidak tahu urusannya kemari,
Tapi karena aku sendiri, suruh tuan itu pergi.
Tapi,
Tuan itu sudah bepergian sejauh ini dalam hujan
Dan dia basah kuyup
Jadi...
Kau pergilah
Baik, nyonya
Nyonya.
Mengapa kau begitu kurang ajar?
Datang kemari disaat mertuaku sedang pergi
Untuk mencegah wabah
Apa yang bisa kuperbuat untuk membuatmu berhenti?
Aku akan berhenti
Aku kemari hanya untuk berpamitan
Meskipun aku sulung di keluargaku
Aku tak lebih hanya seorang bajingan
Aku tidak berguna sampai hari ini
Dan ini satu penghinaan, mengemis-ngemis sepertiku
Untuk memohon cintamu
Kau tahu bukan itu maksudku
Aku tahu aku tak pantas mendapatkan hatimu
Tapi mengharapkan kau cinta terakhirku
Sudah membuatku terhina
Aku akan pergi besok.
Ke tanah luas China,
Aku akan menambatkan kesepian dan kepedihan
Dan mulai sekarang
Jangan menderita lagi karena ku
Jika memang..
Kau ada kata-kata terakhir untukku
Aku akan menginap di kuil terdekat
Tidak! tidak!
Apakah ada pria tak berdaya sepertiku?
Pasti tak ada.
tuan, mengapa kita tak pergi sekarang?
Kupastikan, Ny.Jung tak akan datang
Bersabarlah!
Dia akan datang
Kau disini!
Kau datang kemari!
Aku datang untuk mengatakan sesuatu
Aku datang karena...
Ayo kita kesana
Kemana kau akan membawaku?
Ketempat orang-orang tidak melihat kita
Nyonya!
Tolong jangan salah sangka
Aku datang kemari
Karena untuk menjelaskan ada perempuan
Yang akan membahayakan...
Pelayan, kemari!
Antarkan Ny.Jung kerumahnya.
Kita kembali ke Seoul.
Apa yang terjadi denganmu?
Dia meninggalkanku...
Dia baru saja meninggalkanku dan pergi
Ini artinya dia tidak menginginkanku hanya untuk bersenang-senang
Aku tahu, aku merasakan perasaan ini
Mengapa aku tidak mencegahnya?
Mengapa aku begitu angkuh
Seakan aku bisa mengendalikan perasaan ini?
Sekalipun kau menyerah pada perasaanmu
Jangan sampai hilang harga dirimu
Kau sudah mencoba segalanya untuk menjaga kesucianmu
Jangan lupakan itu
Aku ini bodoh
Aku hanya tahu sedikit soal cinta
Aku tidak bisa...
Aku tak bisa menghapus dia dari hatiku.
Apa yang harus kuperbuat?
Malam ini aku tak bisa tidur mengingatmu
Tidak, terdengar terlalu galau
Kenapa kau lama sekali?
Tn. Cho disini, nyonya.
Kembalilah ke kamarmu
Baik, nyonya
Bukankah kau pergi terlalu jauh untuk membalas dendam?
Perempuan itu begitu lelah sepanjang waktu
Aku hanya melakukan yang terbaik seperti biasa
Dia akan dengan mudahnya hamil di usianya
Kurasa aku harus mengunjungi Kanghwa lagi
Kemenangan dalam jangkauan ku
Selamat untukmu
Macan yang terkena jerat akan menjadi galak
Maka berhati-hatilah
Kalau kau menyiapkan hadiah untukku
Aku sangat menyukai parfum
Nyonya, Ibunya So-oak datang
Jangan terlalu kaget
Dia hanya sepupuku
Aku mendengar banyak hal tentangmu, nyonya
Kini kau akan menjadi mertua
Senang bertemu denganmu
Aku harus pergi
Ah, omong-omong.
Putrimu sungguh sangat hebat
Dia pasti mengikuti ibunya
Bagaimana kabarmu, nyonya?
Nyonya, aku sungguh menyesal.
Aku sudah melarang, tapi dia memaksa masuk
Tinggalkan kami sebentar
Apa kau masih tak senang melihatku?
Aku bergegas-gegas kemari berharap untuk melihatmu lagi
Wanita angkuh yang sangat yakin bisa menolakku
Akhirnya telah kutaklukan
Dia memberikan segala yang dia miliki
Gerbang yang begitu tertutup rapat, terbuka oleh sentuhan halusku
Dia dingin bagaikan es diluar
Namun dia begitu sejuk didalam
Bersama wanita lain, aku menggunakan banyak tehnik agar lebih puas
Namun bersamanya, aku merasa seperti melayang diawan
Ini adalah pengalaman yang aneh buatku
Aku orgasme berkali-kali, dan merasakan kenikmatan lagi dan lagi
Apa yang aku rasakan
Adalah kesatuan yang seutuhnya
Kenikmatan bercinta lebih dari birahi semata
Ini adalah pertama kalinya untukku
Untuk itu kini aku memutuskan untuk bersumpah setia padanya.
Kenyataanya, untuk sementara, aku bahkan merasa tulus.
Dapatkah kenikmatan ini kurasakan lagi?
Namun ada sepenggal kabar menyedihkan
Meskipun aku harus bergegas pulang menerima hadiahku,
Tapi aku akan sedikit terlambat
Aku tidak mengira kenikmatan bersama wanita ini akan bertahan lama
Namun seperti yang kamu tahu
Kenikmatan paling besar adalah saat kita terkubur didalamnya
Dan kini aku tak dapat menahan diri
Hormatku,
Bersama kerinduan yang abadi untuk sepupuku,
Cho Won
Dia hanya tak pernah punya lelaki sebelumnya
Dasar sok suci
Apa kau pernah ke Beijing?
Kenapa kau tanyakan itu?
Aku sudah membaca "Yonam, Catatanku ke China"
Katanya pasar terbesar Beijing seluas 27,000 hektar.
Aku harap bisa kesana suatu hari
Disana,
Kita katakan kita sudah menikah, dan tak ada yang mengunjingkannya
Bagaimana bisa wanita lembut sepertimu menempuh perjalanan sejauh itu?
Ada dua jenis pertemuan di dunia ini
Pertama adalah pertemuan raja dan prajuritnya
Yang kedua pertemuan seorang pria dan seorang wanita
Kini aku punya pengalaman berharga bertemu denganmu
Apa lagi yang tak bisa ku lakukan?
Mengapa kau menatapku begitu?
Baiklah, kita pergi bersama
Tuan, kau tinggal terlalu lama kali ini
Benarkah? sudah berapa hari?
Tuan bahkan lupa menghitung hari
Ini sudah 10 hari
Bukankah kali ini tuan hendak pergi ke "simpanan" tuan?
Aku lagi tidak ingin, entah mengapa.
Tak salah lagi, tuan sudah menemukan jodoh tuan
Perjodohan dari surga
Apa?
Apa aku terlihat seperti orang bodoh?
Nah, kini tuan jadi orang lain lagi
Awas kau!
Pujangga Sudongpo berkata dia bersedih bersama berakhirnya musim semi,
Namun musim semi tak membalas perhatian dan pergi
Musim gugur berkali-kali berlalu
Namun tak pernah aku menikmatinya
Aku mungkin terlalu merindu
Namun kali ini
Bersamamu telah mengajarkanku
Bagaimana merindukan musim gugur
Majikanmu ada?
Katakan padanya aku datang menagih hutangnya
Lekas!
Tuan.
Nyonyaku sedang bersama tamu penting
Dan meminta tuan datang di lain hari
Nyonyaku memberikan surat ini sebagai gantinya
Membaca suratmu, nampaknya kau sedang jatuh cinta
Terserah kau mengakuinya atau tidak
Bernafsu mati-matian mengejarnya
Bukankan dia pantas untukmu, benarkan?
Orang tidak berubah
Namun sekali memikat wanita, lelaki takkan pernah kembali
Aku sudah menantikan pertemuan kita, namun hanya letih kudapat.
Sekarang aku juga bersenang-senang dengan kekasih baruku
Jadi aku akan menemui nanti
Lagi pula, aku tidak begitu yakin
Darah perawan yang kau kirim itu berasal dari wanita itu
Mungkin saja darah babi atau kelinci
Kabar hari ini, kurasa kau belum dengar
Apa hari ini kambing melahirkan jerapah?
Ada petinggi-petinggi istana dikamar sebelah
Aku dengar mereka bilang
Mereka akan menumpas umat Katolik yang merusak budaya
Merusak budaya...
Apa mereka "tidur" dengan satu sama lain?
Astaga, bagaimana kau tahu?
Mereka bilang, dalam katolik kedudukan semua orang sama
Jangan memisahkan pria dan wanita
Dan semua dibolehkan untuk berhubungan badan
Bahkan katanya seorang perempuan ningrat di kelompoknya
Berhubungan badan dengan beberapa pria
Perempuan ningrat?
Menurut mereka, siapa wanita itu?
Kau kenal, Ny.Jung yang tinggal di Kanghwa.
Nyonya, Tn. Cho Won ingin menemui mu
Suruh masuk
Kali ini kau sudah kelewatan
Kakak iparmu segera kembali
Dan kabar baiknya, So-oak hamil.
Memfitnah Ny.Jung bukanlah bagian dari permainan kita
Puas dengan kado nikahmu, kau sudah siap bersama So-oak?
Aku menginginkanmu
Jangan mengaitkan Ny.Jung dalam hal ini
Masih bicara soal wanita menyedihkan itu?
Takkan terjadi apa-apa denganmu, jadi tak perlu risau.
Apa sebenarnya keinginanmu?
Kau memang sudah jatuh teramat dalam!
Melupakan orang yang kau cintai selama ini?
Apakah kesetiaan seorang bangsawan sedemikian lemah?
Siapa kamu, bicara soal kesetiaan
Sangat menyenangkan melihatmu semalam
Kau bisa bermain-main sepuas hatimu
Tapi jangan bilang, aku juga tak bisa?
Aku tidak pernah setia kepadamu
Silakan dan cobalah, penggal kepala Kwon In-ho.
Pikirmu aku tidak akan membalas?
Kita akan pergi ke Beijing.
Kita?
Apa kamu mengatakan 'kita'?
Maksudmu, kau dan aku?
Kasihan betul
Aku tidak ingin pergi
Bagaimana jika aku katakan kau takkan pergi?
Aku takkan duduk dan berdiam diri
Apa yang akan kau lakukan?
Pikirmu orang-orang akan percaya ucapanmu?
Kau sudah tersohor dimana-mana
Kau bukan siapa-siapa
Hanya penjahat wanita
Baiklah.
Biarkan Ny. Jung pergi ke China.
Ya, tapi kau harus tetap disini
Ini akan membuktikan kau tidak terlibat dengan mereka
Tak kusangka
Kau jatuh cinta padanya
Tentu saja tidak
Itulah yang kupikirkan
Tentu saja, kau tidak mencintainya
Sekarang pergilah
Aku tahu, kau tahu dengan benar
Apa yang perlu dikatakan menghadapi seorang wanita
Selamat tinggal, sepupuku
Di Seoul,
Kabar merebak bahwa umat Katolik akan diperiksa
Jadi berhati-hatilah dan tetap sembunyi.
Meskipun aku harus menemanimu
Kau sebaiknya pergi duluan ke Beijing
Aku akan menjelaskan alasannya nanti
Nyonya, tuan tidak ingin berjumpa siapapun sekarang
Ini tidak mungkin
Apa kau mengatakan, kalau aku yang datang?
Tuanku, apa kau ada disini?
Ini aku, Hee-yeon.
Oh, kau rupanya.
Aku ingin bicara denganmu tentang suatu hal
Soal apa?
Mengapa kau inginkan aku untuk pergi duluan?
Aku ada urusan yang harus dikerjakan
Jika kau tidak bermaksud menolakku
Bisakah aku menunggumu dan pergi bersama?
Tidak.
Apa maksud tuan?
Maksudku
Aku tidak bisa lagi
Aku tidak paham
Apa kamu yakin
Akan menyusulku di Beijing?
Kita sudah bersama selama dua musim
Itu terlalu lama untukku
Aku tak biasanya seperti itu
Jadi aku tak tahan lagi
Lalu,
Izinkan aku bertanya satu hal lagi
Segala sesuatu yang kau katakan padaku
Apakah semua itu bohong?
Kupikir aku sudah berubah
Tapi kurasa ini bukanlah sifat alami manusia
Saat kutahu kau mencintaiku
Cintaku pun berubah
Mengapa?
Kau seharusnya jangan mencintaiku
Maaf, inilah diriku.
Aku bahkan tak bisa menolong diriku sendiri.
Mengapa kau lakukan ini padaku?
Apa aku berbuat salah padamu?
Jika kau ingin tahu, akan kuberitahu
Kesalahanmu yang pertama, kau bertemu denganku
Kesalahanmu yang kedua, kau mendengarkanku
Dan kesalahanmu yang ketiga
Kau tidak meninggalkanku
Ketika kuberikan kau kesempatan
Jadi kubilang padamu, aku tak bisa.
Hentikan! mohon hentikan!
Bagaimana kau bisa berubah sedemikian cepat?
Jika ini hanya gurauan, kumohon hentikan.
Dada ku begitu sesak
Aku hampir tak bisa bernafas
Kamu musti punya alasan lain
Jarak ke Beijing sangat jauh, kau harus pergi sekarang
Tuan.
Apa kau selalu
Memperlakukan banyak wanita seperti ini?
Cukup sudah, nyonya.
Sikapmu itu tidak pantas sebagai seorang perempuan ningrat
Bagaimana kau bisa sangat tidak peka?
Apa lagi yang kau tunggu?
Bawa wanita ini keluar!
Nyonya!
Kau sangat jahat sekali.
Jadi bagaimana akhir cerita ini?
Perempuan setia menyedihkan itu
Ibarat ratu yang nestapa
Tidak jadi ke China,
Tapi kembali ke kampungnya yang terkena wabah
Mengobati orang sakit sambil menyesali kesalahannya yang memalukan
Yang untuk beberapa alasan
Dia tidak makan ataupun minum
Dan hidup seperti mayat hidup
Jadi lelaki itu, harus tahu apa yang diperbuat.
Ini jelas lebih dari penaklukan
Ketimbang darah dari seorang perawan
Dan setelah tuntas semua pekerjaan
Lelaki itu akan dapatkan hadiahnya
Dan kita berdua
Akan memiliki akhir yang bahagia.
Kau adalah misteri yang sesungguhnya
Kupikir aku mengenalmu dengan baik
Tapi tampaknya aku tidak tahu apa-apa.
Hasrat untuk memiliki dan hasrat untuk menghancurkan
Kau hanya menguasai dua hal itu
Jadi?
Arah mana yang kau akan tuju?
Aku tidak ingin melihatmu lagi
Mencari tahu apa yang terjadi, sambil mengejar yang tak kau miliki
Bukankah itu sama?
Selamat tinggal
Aku merasa takut
Membayangkan aku akan mendapatkan balasan
Karena aku selalu menyakiti orang lain
Ini begitu menakutkan
Nyonya
Tn. Cho Won memberiku surat ini untukmu
Aku tidak mengenalnya
Pergilah.
Nyonya! nyonya!
Aku telah gagal dalam ujian negara
Aku harus kembali ke desa untuk konsentrasi ke pelajaranku
Namun aku berharap bisa menemuimu terakhir kalinya
Harus ku akui aku sudah mendustaimu beberapa kali
Di awal kedatanganku dirumah ini,
Yang terjadi adalah aku jatuh kepelukan Tn. Cho Won.
Namun setelah melihatmu, hatiku berpaling
Setelah menerima nya pertama, tubuhku terbiasa kepadanya
Dan aku merasa bersalah sejak itu
Jadi,
Aku buat pengakuan ini, dan hentikan surat-menyurat kita
Namun Tn. Cho Won merasa ini menyenangkan,
Dan menyuruhku untuk terus bersurat padamu
Aku tahu ini salah, namun aku tak kuasa menolak.
Perintah dari orang yang kucintai
Baru-baru ini
Aku memergoki Tn. Cho Won tidur dengan Ny.Jung.
Sehingga dengan rasa pedih kutulis surat ini dalam tangis
Kalau ini bukan karena wabah,
Ada apa dengan majikanku?
Sebaiknya ku ajak Tn. Cho Won kesini.
Jangan coba mencari tahu siapa aku
Ny. Jung telah tidur dengan Tn. Cho Won,
Orang yang tinggal di kediaman Tn. Yu.
Tanyakan saja padanya
Dia tahu semuanya.
Ny. Jung telah jatuh sakit
Karena terguncang, dia terkena tipu dayanya
Tampaknya hari ini akan menyenangkan
Minum lagi pagi-pagi begini?
Kudengar rombongan penari akan tampil disini
Kenapa kau tak ikut kami saja?
Cari siapa?
Sampaikan tuanmu untuk mengirim orang yang lebih gesit lain kali
Apa kamu bukan prajurit kesemek?
Apa maksudmu?
Kau berbaring dibawah pohon kesemek
Menunggu buah jatuh kedalam mulutmu
Benarkan?
Benarkah kau tidur dengan kakak iparku?
Benar, tapi itu adalah kesalahanku
Itu semua kulakukan.
Setelah berbuat itu,
Apa kau mencampakkannya?
Itu bukan kesalahanku
Aku hanya meminta untuk mengakhirinya
Bajingan
Aku akan menghukummu karena menghina keluarga dan iparku!
Bilang saja kau cemburu
Diam, kau bangsat
Kamu benar-benar ingin membunuh
Ini akan menjadi sia-sia seiring waktu berlalu
Sekarang pergilah.
Ada orang yang harus kutemui
Nyonya!
Apa kau sudah baikan?
Tuan!
Oh, tuan!
Apa yang terjadi?
Tuan, haruskah kubawa kau ke tabib?
Bawa...
Bawa aku padanya...
Aku hanya berpura-pura
Tapi pada akhirnya
Menjadi tidak benar sama sekali.
Bukankah sudah kukatakan, tuan sudah bertemu jodoh tuan?
Kenapa tuan takut untuk bersamanya?
Saat aku tak percaya diriku sendiri
Saat itulah aku sangat ketakutan
Aku masih
Tak tahu siapa diriku ini
Namun...
Aku ingin sekali bertemu dengannya...
Tuan yakin ingin kesana?
Tuan?
Tuan! tuan!
Ini parah
Tuan! tuan!
Aku bermimpi memulainya lagi bersama mu
Namun tidak masalah jika tak punya kesempatan itu lagi
Karena melalui kamu
Aku akhirnya belajar bagaimana mencintai
Bahkan dengan mata tertutup,
Aku bisa rasakan hembusan nafasmu
Jika ini sudahlah terlambat,
Sudikah kau memaafkanku?
Nyonya!
Tn. Cho telah...
Dia telah...
Tidak! ini tidak mungkin!
Kembali kepekerjaan kalian.
Tak ada yang perlu dilihat!
Sudah kubilang kita tidak berjodoh didunia ini.
Namun diatas sana,
Kita bisa mengatakan kita adalah suami istri
Dan tak seorangpun yang mengatakan sesuatu
Tn. Yu ipar anda ditikam hingga tewas
Polisi telah datang
Mereka mengatakan pelayannya yang membunuhnya
Katanya wanita ini adalah Ny. Cho.
Benarkah?
Siapa yang akan mengira
Meskipun kita hidup didunia yang penuh dosa,
Kita adalah bangsa yang berbudi luhur.
Sebagai seorang bangsawan, ini tidak bisa dibiarkan
Ini keterlaluan
Mengingat bagaimana menantuku itu
Menjaga kehormatannya hingga kini
Karena kita sudah dapatkan sebagian besar buku-buku ini,
Mengapa kita tetap diam dengan peristiwa ini?
Diam bukanlah solusi untuk sebuah penghinaan ini
Tapi jika kita akan mengambil suatu tindakan,
Ini akan membawa aib keluarga
Ini sangat dilematis
Diterjemahkan oleh Agoesinema Kendari, 16 April 2014
AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection
AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection
AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection
AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection
AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection
CJ Entertainment mempersembahkan
Bekerjasama dengan CJ Venture Investment dan IMM Venture Capital
Sebuah karya dari Film Production
Produser eksekutif : LEE Kang-bok
Produser : OH Jung-wan
Sebuah film karya E J-Yong
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.