All language subtitles for -.M-S Dhoni The Untold Story-SD.360p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Iklankan produk atau merek dagang Anda di sini dengan menghubungi www.OpenSubtitles.org sekarang

Buku catatan skandal keluarga Cho

Sebagian besar tokoh dalam film ini berprilaku bejat dan tidak bermoral

Begitu banyak yang meragukan, apakah mereka benar-benar ada?

Karena sudah tersohor Dinasti Chosun dibangun berlandaskan Paham Konfusius

Dimana kaum lelakinya berakhlak mulia

Dan kaum wanitanya adalah wanita yang sederhana

Jadi tidak mungkin tokoh-tokoh itu ada di era Chosun.

Tetapi kisah dalam film ini

Sudah terbukti berdasarkan kisah nyata,

Namun nama-nama tokohnya disamarkan

Disarankan jangan meributkan hal ini dengan siapapun atau dalam lingkungan keluarga

Jika psikis anda lemah, atau merasa terganggu akan hal ini,

Tutup buku ini dan hapus dari ingatan anda sekarang juga

Ditulis pada tahun 1792 dan diterbitkan tahun 1803.

Dibintangi : BAE Yong-jun, JEON Do-youn

dan LEE Mi-sook

Desain produksi : JUNG Ku-ho Penata Musik : LEE Byeong-woo

Penata Suara : LEE Seung-chul Editor : KIM Yang-il HAN Seung-ryong

Sinematografer : KIM Byung-il Penata Cahaya : LIM Jae-young

Diangkat dari novel "Dangerous Liaisons"

Skenario : E J-Yong, KIM Deh-woo, KIM Hyun-jung

Tuan, upacara hampir selesai

Tuan harus ke pendopo utama sekarang

Produser LEE Eugene

Sutradara : E J-Yong

SKANDAL YANG TAK TERUNGKAP

Bagaimana perkembangan pembangunan benteng Hwa?

Sebagian besar bagian terumitnya telah beres

Tapi sebaiknya aku tetap mengawasinya

Aku akan kembali bekerja setelah sarapan

Tapi kau sudah pergi selama berbulan-bulan

Menginap semalam lalu pergi lagi?

Tuanku, haruskah kupersiapkan pernikahan sesuai rencana?

Pembangunan akan rampung pada bulan november

Jadi buatlah di awal desember

Akan kulakukan yang terbaik, tuan ku

Aku dengar calon wanitanya baru berusia 16 tahun.

Ya masih suci dan sangat lugu

Seperti bunga yang sedang mekar

Istriku, kuharap kau memahami keinginan Para Tetua

Demi kelangsungan silsilah keluarga

Seperti yang telah mereka putuskan,

Kurasa sebaiknya dia dibawa kesini secepatnya

Dia memang dari keluarga berada, tapi dia lahir dari kasta menengah

Aku akan mengajarinya berprilaku bangsawan

Agar dia dapat menyenangkan Para Tetua

Terima kasih, istriku.

Omong-omong, kau hidup sendiri sudah begitu lama

Apakah kau akan terus menduda?

Kau harus mencari istri secepatnya dan memiliki anak

Jika tuan berkenan

Hanya ada tempat untuk satu orang dihati ini

Maafkan aku

Aku tahu kau sangat mencintai istrimu

Ruang hanya untuk 1 orang, katamu?

Entahlah kalau menurutmu

Tapi bagi ku, hanya ada satu tempat

Mungkin hanya satu tempat

Tapi lusinan wanita bisa keluar masuk setiap hari, bukan?

Yah, satu wanita setiap saat

Aku tadi jalan-jalan keluar, bunga-bunganya begitu indah

Ku ambilkan untukmu, sepupu ku

Kau tidak berubah

Jadi kenapa kau memanggilku kali ini?

So-oak.

So-oak?

Gadis yang ibarat bunga sedang mekar.

Aku ingin kau menghamilinya

Tapi aku tidak mengerti

Kakak iparmu ingin mengangkat seorang selir

Jadi tidakkah kau ingin memberinya hadiah?

Maksudmu?

Bagaimana kalau kau memberinya kado pernikahan?

Kau buat dia mengandung seorang anak

Kau kelewatan, nyonya

Tenang, dia tuli dan bisu

Harusnya aku tahu

Dia adalah pelayan terbaik ku

Maksudmu saat dia berharap masih perawan namun nyatanya hamil?

Harus anak laki-laki

Bagaimana kalau ada yang tahu?

Balas dendam itu lebih menyenangkan saat korban tidak menyadarinya.

Aku penasaran bagaimana raut wajahnya

Saat kita memberitahunya menjelang kematiannya

Aku tahu kau marah padanya karena merebut cinta pertamamu

Kamu untuk dendam mu

Dan aku untuk dendamku

Bujuk rayu dan dendam

2 hal yang selalu memberikan kita kesenangan

Tapi aku tidak mau

Kenapa?

Gadis itu baru 16 tahun dan ini sangat aneh

Dengan sedikit rayuan, cukup untuk menaklukannya

Ini terlalu mudah untuk orang sepertiku

Aku tidak datang sejauh ini, hanya untuk mengikuti rencanamu

Lalu apa?

Nyonya Jung, menantunya Tn. Yoon Kil-jin.

Yang menjanda 9 tahun itu

Yang dikenal sebagai gerbang kesucian?

Dia targetku selanjutnya

Bukankah dia berada di Kanghwa bersama mertuanya?

Dia di rumah bibinya, tetanggamu mengungsi dari wabah.

Kau akan merayu janda menyedihkan itu dengan ketampananmu?

Aku akan ajarkan wanita malang itu cara kerja yin dan yang.

Jadi kau ingin membuka pintu yang tertutup selama 27 tahun itu?

Kurasa pintu itu sudah menjadi tembok sekarang

Berani taruhan?

Maksudmu kau ingin sesuatu dariku

Jika kau berhasil menidurinya

Aku akan berikan keinginanmu

Apa yang selalu kau inginkan

Tapi tidak pernah kesampaian

Jika kau gagal?

Aku akan serahkan hidupku

Kau harus menjadi biksu

Sepakat

Aku akan disini secepatnya untuk hadiahku

Tapi sebelum kakak iparmu kembali

Dan jika dia memang perawan aku ingin bukti

Darah dari perawan 27 tahun

Ada kabar?

Setiap malam setelah pukul 11, seperti seekor kucing,

Dia diam-diam meninggalkan rumah.

Apakah dia nampak seperti menemui laki-laki?

Tidak hanya satu, tapi banyak orang

Apa?

Sebenarnya, dia menghadiri misa katolik

Di sana sungguh menyeramkan

Apa mereka memanggil hantu?

Pria, wanita, semuanya berada diruangan yang gelap

Bergumam-gumam...nyum.. nyum..

Jadi dia katolik

Aku akan memberimu sejumlah uang

Sumbangkan seakan aku penyokong rahasia

Mereka akan hati-hati dan curiga

Dan mencari tahu siapa yang menyumbangkannya

Lalu, sebut saja namaku seakan kau tak bisa menolak desakan mereka.

Dan, untuk gadis itu, siapa namanya?

Pembantunya Putri Jung

Maksudmu Eun-shil?

Aku akan mengurusnya

Beri saja aku perintah

Aku nyaris bisa mencium wangi bunga dari sini

Bukankah itu luar biasa?

China memiliki banyak hal yang menarik

Terima kasih atas kesempatan menikmati ini semua

Suamiku baru saja kembali dari ibu kota China, Beijing.

Dia bilang kota itu seperti kota dunia

Orang-orang bermata biru lalu-lalang dijalanan

Dan ada banyak hal baru dimana-mana

Kau sepertinya ada tamu

Itu putra bungsu ku

Pelayan, panggil In-ho kemari

Baik, nyonya.

Dia baru saja kembali dari studinya di desa

Perkenalkan dirimu

Perkenalkan aku Kwon In-ho.

Ini Nyonya Huh, istri menteri dalam negeri

Ini Nyonya Oh, istri menteri keuangan

Dan itu Nyonya Cho, istri dari Tuan Yu,

Yang bertetangga dengan rumah kita

Kau masih ingat Ny. Cho bukan?

Ya, Ibu

Astaga kau besar sekali

Kau tampan seperti ayahmu.

Aku tahu Nyonya, seorang ningrat dan terpelajar

Terutama dalam sastra dan ilmu perang

Mohon ajari aku suatu hari nanti.

Suatu kehormatan buatku

Aku mohon permisi

Kenapa tidak berkunjung ke rumahku dengan kemenakanmu sewaktu-waktu?

Ah, dan suruh juga putra mu ke rumahku kapan-kapan

Aku punya beberapa buku untuk membantunya belajar dalam ujian negara nanti.

Kau baik sekali

Nyonya.

Tuan Muda datang berkunjung

Kakak ipar yang terhormat, aku datang

Aku mendapat tugas menjaga para diplomat China.

Jadi aku akan menetap di Seoul sampai akhir tahun.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Eun-shil, siapkan kamar untuknya.

Baik, Nyonya

Aku punya sesuatu untuk dibahas

Mengapa tidak menunggu besok pagi saja?

Baik, nyonya

Ini hari yang indah, aku akan pakai aroma mawar

Tuan.

Nyonya Jung dan bibinya baru saja pergi ke Pendopo Teratai

Kau nampak cantik sekali seperti biasa.

Tapi ponakanku ini tidak tahu bagaimana cara berdandan.

Untuk laki-laki,

Kesucian keponakanmu adalah yang lebih berharga dari gaunnya sendiri.

Gaun tidak hanya cukup di amati bentuknya yang indah.

Tapi juga membuat iri, nyonya

Astaga, ada laki-laki yang masuk kesini

Mohon anda tidak keberatan.

Dia hanya sepupu ku

Aku Cho Won dari Gangkyoung.

Ini tetangga kita, Wakil Menteri Wanita dan ponakannya.

Oh, anda pasti Tn. Cho Won.

Orang yang menolak jabatan tinggi,

Pecinta sastra dan seni, dan hidup bebas dan mandiri.

Hal yang tidak membanggakan, nyonya

Aku dengar kau memilih menduda

Demi cintamu pada mendiang istrimu.

Memilih setia

Adalah kebajikan besar bagi pria

Jadi apa tujuanmu kemari?

Aku jauh-jauh datang kemari

Untuk membawakan teh terbaik ini untukmu

Dan sepertinya sudah keberuntunganku

Bertemu dengan wanita-wanita cantik disini

Maafkan atas kelancanganku, pada pertemuan pertama ini

Aku ingin memberikan ini ke kalian berdua

Oh, tidak perlu...

Aku tak pernah bertemu pria sesopan ini

Apakah pantas aku menerima ini?

Silakan di terima

Anda suka teh, nyonya?

Sayang

Tuan yang baik ini menawari kamu

Jangan ditolak

Aku senang anda menerimanya

Aku mohon diri

Tunggu.

Karena kita sudah berkenalan satu sama lain

Aku mengundangmu datang ke kebun belakang rumahku

Kita bisa naik perahu di danau

Dan ada beberapa musisi yang akan menghibur kita

Para lelaki di rumahku sedang keluar

Dan aku bisa menyuruh pelayan-pelayanku pergi

Bibi,

Aku lebih baik tidak ikutan

Jika kau tidak ikut, itu merusak kesenangan kita

Aku akan marah sekali

Nyonya, aku permisi dulu

Cepat sekali?

Kalau ini karena aku...

Baiklah, kuharap kita bertemu lagi.

Aku senang sekali.

Selamat bersenang-senang.

Tuan.

Nyonya itu meninggalkan ini diperahu.

Ah.

Berikan padaku

Baik, Tuan

Permisi.

Betapa pelupanya aku ini

Nyonya.

Kau meninggalkan ini

Eun-shil.

Sampaikan pada tuan ini, aku sangat menghargai pemberiannya

Tuan, nyonya ku berkata pemberianmu sangat...

Nyonya.

Mengapa kau berbicara melalui dia sedang aku tepat didepanmu?

Katakan padanya ini tidak sopan

Bagi pria dan wanita untuk berbicara langsung

- Nyonyaku bilang ini... - Nyonya.

Bagimana bisa kau berbicara

Pada malam hari, didepan banyak orang,

Tapi di siang harinya kau menghindariku,

Siapa yang berlaku sopan disini?

Katakan padanya

Aku sangat marah, seorang pria membuntuti seorang wanita

- Nyonyaku sangat marah... - Diam

Berdirilah disana.

Terkadang aku mengagumi keramahan dan keanggunan wanita

Dan berharap bisa mengenalmu, meski aku tahu itu tidak pantas

Jadi kumohon izinkan aku untuk berteman denganmu

Pemandangan ini

Bisa menimbulkan prasangka bagi orang lain, tuan.

Aku tidak peduli dengan mereka

Apakah pribadi yang baik, yang suka menolong sepertimu

bisa terbebas dari adat dan prasangka?

Aku ragu, kau sungguh ingin mengenalku

Tapi aku tidak ingin melanggar adat apapun

Aku bekerja melayani umat

Dan disini berbicara dengan orang asing, adalah hal yang berbeda.

Aku curiga, kau disini untuk menghina ku.

Menghina mu?

Tidak sama sekali!

Tuan yang terhormat

Sadarkah dirimu, tindakanmu ini

Sudah lebih dari cukup untuk menghina seorang wanita?

Eun-shil, ayo pergi.

Baik, nyonya

Berikan ini untuk nyonyamu.

Kakak ipar,

Disini kau rupanya.

Apa yang terjadi?

Apa kau tak lihat?

Kau datang, dan Ny.Jung lantas pergi

Dan aku berdiri disini.

Ayo masuk.

Tuan.

Apakah tuan ingat ibu dari So-oak itu?

Apa aku mengenalnya?

Dulu saat...

Di kincir air...

Cara mu merayu sangat kekanak-kanakan

Aku baru memulai, kau tak usah mencela

Katanya hati perempuan itu mungkin sudah tertutup

Tapi sanubarinya selalu terbuka untuk semua orang

Apa menurutmu kau bisa menaklukan

Perempuan keras hati seperti itu?

Seperti pakaian yang dikenakannya.

Caranya berbicara begitu lamban dan datar

Kudengar kau sudah bertemu So-oak?

Setelah melihatnya, apa kau tidak tergoda?

Bagaimana aku bisa tergoda..

pada anak musang sementara aku sedang memburu macan?

Pakailah caramu.

Tapi aku sudah pikirkan cara yang lebih menarik

Kau nampak sangat cantik

Saat kau cemburu.

Aku cemburu?

Kau pasti bercanda.

Kenapa kau tak kembali ke kamarmu?

Aku harus istirahat

Terima kasih, bu

Terima kasih, bu

Kita bertemu lagi, tuan.

Apakah ini kebetulan?

Anda Tn. Cho, benarkan?

Ya, tapi...

Akhirnya tuan datang juga

Perkenalkan aku Kim Heung-yeon.

Kami sungguh sangat menghargai kedermawanan anda

Mohon jangan keras-keras

Kau membuatku malu

Sumbangan tuan, takkan lekang oleh waktu

Aku berharap ini dirahasiakan, jadi mohon rahasiakan namaku.

Baik, aku mengerti

Aku kagum atas kerendahan hati tuan.

Istri adalah surganya bagi suami

Istri harus melayani dan menghormati suami dengan santun

Seperti menghormati ayahnya sendiri

Istri harus menempatkan diri dengan rendah hati

Jangan berbuat yang bukan-bukan, dan selalu berbuat baik

Dan jangan membuat diri tidak berguna

Istri harus patuh

Dan jangan menentang atau mengkhianati suami

Kenapa kita tidak hentikan saja dulu?

Besok kita akan belajar, Hikayat Wanita Solehah

Nyonya

Putra wakil perdana menteri ada disini

Benarkah?

Suruh dia masuk

Jangan, minta dia menunggu sebentar

Ny.Cho menyuruhku

Untuk menyerahkan buku ini pada tuan muda

Silahkan diambil

Baik

Astaga!

Aku lagi tidak mujur

Aku kalah lagi

Oh, ayo kita berhenti.

Ini sudah tidak asyik lagi

Kenapa cuacanya begitu gerah?

Padahal kemarau sudah berlalu

Kudengar kau masih menghadiri misa di toko obat itu

Aku tahu kau bersimpati dengan orang-orang miskin

Tapi melakukan peribadatan katolik itu melanggar hukum

Aku akan berhati-hati

Omong-omong, apa pendapatmu tentang Tn. Cho Won?

Itu lho, sepupunya Ny. Cho yang kita temui tempo hari

Tidakkah menurutmu dia tampan?

Tinggi dan tegap.

Apapun pendapat bibi

Aku tidak tertarik

Aku memang tidak percaya dengan isu

Tapi kudengar reputasinya tidak begitu baik

Memang apa yang kau dengar?

Tapi ia nampaknya menyukaimu

Dia sudah berupaya keras membuatmu terkesan.

Bibi!

Tidak apa-apa

Sekarang, hal seperti ini tidak perlu lagi dimalukan

Aku sudah bahagia dengan keadaanku sekarang

Bibi sebaiknya tidur

Ya, tentu.

Eun-shil, apa kau disana?

Persiapkan kamar tidur!

Dia lagi tak enak badan, jadi aku menyuruhnya istirahat

Ada apa?

- Apa aku mengganggu kalian? - Tuan.

Sudah menemukan pendamping, tanpa memberitahuku?

- Tidak, kau pahamlah, tuan... - Tinggalkan kami

Baik, Tuan.

Seharusnya aku datang sebentar lagi.

Apa majikanmu tahu, yang kau lakukan disini?

Tidak perlu takut.

Hal seperti ini bisa membentuk suatu ikatan

Antara 2 orang yang berbagi rahasia

Tubuhmu boleh juga

Tapi berbagi wanita dengan pelayanku..

...tidak menghasilkan suatu rahasia

Tuan?

Lalu...

Ini buku yang lama ku cari-cari

Orang yang sudah melihat lautan takkan terkejut melihat sungai

Dan tidak terkesan oleh pemandangan cantik

Sekali dia melihat hutan yang hijau

Setelah melihat seorang wanita

Tak ada yang bisa masuk ke hatinya

Jadi apa yang harus kuperbuat?

Aku tak percaya ini

Sungguh sebuah kebetulan!

Suatu kegembiraan buatku bertemu denganmu disini

Mohon izinkan aku lewat

Nyonya, dengarkan aku dulu!

Seumur hidupku aku tak pernah merasakan kebahagiaan

Hanya berpura-pura didepan orang.

Namun sejak melihat pribadimu

Aku menemukan kebahagiaan dan berkah sesungguhnya.

Kamu menunjukan ku kebahagiaan itu.

Bagaimana aku bisa membalasmu?

Mohon jangan berkata begitu

Apa yang kau cari dariku, dan mengapa kau harus membalasku?

Aku tidak mengerti

Tidak, nyonya!

Aku sungguh merasa dilahirkan kembali.

Jika tuan senang berbuat kebaikan,

Maka itu pasti berkah atas perbuatan anda sendiri.

Apa yang kau lakukan?

Mohon izinkan aku mencintaimu!

Kau sungguh bukanlah pria terhormat

Apakah begini caramu menggoda banyak wanita?

Entahlah, apa yang kau dengar tentang aku?

Tapi sungguh, kamulah yang telah membuatku menjadi orang yang baru

Seluruh dunia, boleh saja mengalihkan ku

Tapi kamulah yang telah membukakan mataku akan kebahagiaan sejati

Mohon jangan pernah membual seperti itu padaku

Dan aku harap kita tidak bertemu lagi

Mengapa gadis ningrat sepertimu, keluyuran sendirian?

Wanita ini benar-benar molek

Biarkan aku lewat

Membiarkanmu?

Cobalah sendiri

Ayo kita bersenang-senang

Aku akan teriak

Kau membuatku takut

Kau pasti akan berpikir kembali

Belakangan ini kamu tidak pernah bersenang-senang

Ya kurasa ini saatnya bersenang-senang

Apa-apaan ini, bangsat?

Masih belum kapok, kalian majulah bersama-sama!

Kau tidak apa-apa, nyonya?

Terima kasih.

Terima kasih banyak

Untung saja aku jalan lewat sini

Kau bisa saja disakiti mereka

Kau harus berhati-hati, nyonya.

Terima kasih

Baiklah, aku permisi

Tuan, tunggu!

Aku, aku lupa jalan pulang

Astaga

Tentu saja!

Jika kau mengizinkan, aku akan mengantarmu pulang

Bukankah ini cantik?

Kau sudah merasa baikan sekarang?

Ya, terima kasih

Dunia adalah tempat yang berbahaya

Dan orang-orang berprilaku seperti hewan

Bila melihat kebelakang,

Hidupku takkan mampu,

Antara memuji ataupun mengecam.

Aku tahu, aku tidak akan bahagia

Tapi untuk bertahan, begitu enggan

Kalau boleh..

Aku rasa tabiat manusia itu sudah cacat secara lahiriah

Orang suci bisa mempunyai kesalahan, begitu pun dengan orang jahat, bisa mempunyai kebajikan

Selama ini aku sudah terkukung pada kesenangan ragawi,

Dan aku tidak sadar, cintalah yang membuatku menderita.

Aku mohon maaf telah mempermalukanmu di toko buku itu

Tapi...

Sudikah kau berkenan membalas tindakanku padamu?

Aku hanya mencoba untuk bersikap baik padamu

Sedikit kebaikan yang kuberi ke orang lain,

Tidak ku niatkan untuk mendapatkan penghormatan

Tapi untuk kedamaian batinku sendiri

Jadi aku ini hanya pribadi yang egois

Aku takut tindakan orang-orang itu

Menyisakan goncangan yang tak baik untuk kesehatanmu

Sungguh menakutkan membayangkan apa yang akan terjadi padamu saat itu

Aku berlari menemui Eun-shil, mencarimu

Mungkin tindakanku di toko buku itu tak bisa dimaafkan

Tapi kukirimkan buku yang kau baca itu dengan sebuah hadiah kecil dari lubuk hatiku.

Walaupun aku seorang anak dari Mazhab Kuno

Aku sangat tertarik pada ilmu-ilmu barat dan Katolik

Aku sangat ingin belajar darimu

Dan berharap, kita bisa saling bersurat untuk membahas buku dan kehidupan

Tolong jangan tolak permintaanku

Jika kau berkenan memaafkanku

Mohon duduk menghadap kerumahku,

Dan usap rambutmu dua kali sebagai tanda

Terima kasih atas bukunya

Dan aku takkan melupakan hari saat kau menyelamatkanku

Namun pertolonganku pada kaum miskin melalui misa Katolik.

Adalah bagian dari kebahagiaan yang kukejar

Melanggar tradisi dan adat dengan saling bersurat denganmu.

Bukanlah termasuk bagian untuk mencari kebahagiaan.

Kuharap kita menghidari kontak lebih lanjut lewat pos atau secara pribadi, tuan.

Mengertilah niat baikku ini

Lihat, dia sungguh tantangan yang menyenangkan

Jangan digigit!

Nyonya, kau nampaknya mengira

Rasa hormat dan cintaku padamu adalah penghinaan belaka.

Tapi jika itu memang itu adalah dosa,

Jangan lupa kamu adalah sumbernya

Dan orang-orang dapat memaafkan itu.

Terjebak diantara kebahagiaan dan keputus-asaan yang tak wajar.

Adalah satu kekhawatiran yang tak bisa ditanggung

Apa kau tak ingin menyelamatkanku dari penderitaan ini?

Sesuatu yang kau sebut sebagai kebahagiaan

terdengar seperti kesenangan yang berbahaya

Untuk seorang wanita biasa, sepertiku

Sekali lagi kumohon

Jangan menyurati aku lagi.

Mengenalmu dan tidak mencintaimu

Mencintaimu, namun berpaling hatiku

Adalah dua hal yang mustahil

Aku sudah memohon dengan sopan, aku tidak ingin mendengar darimu lagi

Jika kau teruskan

Untuk tidak menghormati keinginanku

Kau takkan melihatku lagi, bahkan pada misa sekalipun

Surat ini kutulis untuk terakhir kalinya

Melihat caramu berlatih

Katakan apa semua baik-baik saja?

Kemenangan singkat tidaklah menyenangkan

Ketika kutulis kata demi kata, dia seperti berkecamuk di pikiranku

Aku merasa sepertinya aku benar-benar merindukannya

Tapi tentu saja,

Aku masih ada waktu memikirkanmu juga

Jangan lupa

Bahwa aku juga, mengantisipasi hari dimana

Aku memberi hadiahmu

Apa rencana kecilmu berjalan baik?

Tentu saja

16 tahun, dia punya masa depan yang panjang

Dia pasti memimpikan cinta yang tulus

Dia akan menjadi selir seorang bandot tua

Bagaimana itu bisa disebut cinta?

Untuk kita, tentu saja, jatuh cinta adalah aib

Tapi kau tak pernah tahu

Dia mungkin saja berharap menjadi kakak iparku

Kamu juga punya banyak mimpi saat seusianya

Aku masih ingat wajahmu kala itu, dengan tatapan penuh dengan..

...pengharapan akan cinta sejati.

Pengharapan akan cinta sejati?

Belum pernah kudengar kebodohan seperti itu

Meskipun mudah mendapatkan sesuatu yang diinginkan,

Jangan biarkan meskipun jarimu bisa menyentuhnya

Sekali kau menyentuhnya

Kau seakan-akan jatuh dari tebing yang tinggi

Angin apa yang membawamu kemari?

Aku membawa sebuah buku yang bagus

Yang baru saja terbit, nyonya.

Kau begitu baik sekali

Apa gerangan yang sedang kau cari?

Jujur nyonya, tempo hari aku melihat seorang wanita muda dirumahmu.

Lalu?

Apakah wanita muda itu melakukan kesalahan?

Oh, tidak.

Hanya saja wanita itu begitu cantik

Aku sangat ingin tahu siapa dirinya

Siapa gerangan dia?

Sangat banyak wanita muda dikeluarga kami yang suka berkunjung

Mungkinkah dia itu keponakanku?

Lagipula, Tn. Kwon kau begitu lemah.

Aku tidak mengerti

Jika kau menyukainya, setidaknya kau harus berbicara dengannya,

Daripada datang dan bertanya seperti ini

Tapi itu tidak sopan

Lebah dan kupu-kupu mencari bunga mereka di alam

Pemuda gagah sepertimu seharusnya tak perlu bicara soal kesopanan.

Kau setidaknya bisa menunggu dibalik tembok,

Dan berikan dia sepucuk surat saat dia mendekat.

Yang terkasih, Nn. So-oak,

Kutulis kembali kerinduan untuk perempuanku.

Ketika kubaca suratmu yang ketiga

Tubuh dan pikiranku begitu bahagia

Aku tak tahu harus berbuat apa

Mengetahui bahwa kau seorang ningrat

Yang mengambil resiko hanya untuk bertemu gadis sepertiku.

Membuatku bahagia sekaligus cemas disaat bersamaan.

Tapi jika aku bisa melihat tuan muda lebih dekat,

Kurasa tidak terlalu rugi untuk menyerahkan jiwaku.

Aku akan menunggu mu besok subuh

Oh, akankah matahari terbit esok?

Anda pasti putra bungsu Tn. Kwon, benar?

Aku Cho Won.

Anda Tn. Cho Won?

Lompatlah tuan

Anggap saja aku mengizinkan

Oh, terserahlah.

Nn. So-oak!

Jangan takut, nyonya

Ini aku

Cho Won.

Apa yang kau lakukan disini?

Kali ini kau sangat keterlaluan

Aku sudah puas kalau kau membalas suratku

Tapi kau menolak permintaanku

Jadi apa lagi yang bisa kuperbuat?

Bukankah sudah kubilang, tuan, aku tak ada pilihan?

Saat kau disini bisa tidur dengan pulas.

Disaat bersamaan aku begitu menderita

Kumohon hentikan ini, tuan.

Kau dan aku di dunia ini

Tidak ditakdirkan bersatu

Aku sudah menjadi istri orang lain

Dan akan setia kepadanya.

Sekalipun dia hidup ataupun mati.

Jadi kini ada hantu diantara kita

Kau dipisahkan oleh kematian bahkan sebelum kau menikahinya

Jadi mengapa kau harus begitu setia padanya?

Aku tidak bisa menjawabnya

Mengapa surga mengirimmu kedunia ini

Dan tidak menjadikanku orang pertama yang mengenalmu?

Tidak membuatku jadi yang pertama,

Mengapa mengenalmu begitu terlambat hinga menyiksaku seperti ini?

Bagaimana aku tidak membenci kehendak surga

Mengapa kau menghinaku seperti ini?

Aku kemari untuk menghindari wabah yang melanda kampungku,

Tapi lebih baik aku mati disana

Daripada tinggal disini dipermalukan oleh gosip

Apa kau membenciku sedemikian rupa?

Hingga kau lebih memilih mati terkena wabah

Daripada melihatku disini?

Semenjak dilahirkan,

Aku menemukan cinta pertamaku setelah 29 tahun

Tapi hanya untuk mendengar bahwa aku lebih buruk daripada wabah

Sungguh hina sekali diriku ini

- Kemana dia pergi sepagi ini? - Melihat matahari terbit.

Bagaimana ini?

Lewat sini.

Tidak, jangan kesana.

Lewat sini.

Kau kah itu, pelayan?

Sudah siap untuk pergi?

Seperti aku mendengar sesuatu

Astaga, siapa ini?

Kakak...

Maksudku, nyonya.

Kakak?

- Apa-apaan ini? - Ini bukan...

Aku tadi lagi ditaman, dan dia muncul entah darimana

Kembali ke kamarmu cepat

Baik, nyonya.

Nyonya, aku...

Apa dia wanita muda itu?

Benar, tapi....

Nyonya, apa kau sudah bangun?

Jangan sampai para pelayan melihat ini

Sembunyilah didalam

Lekas!

Maaf nyonya, kami terlambat

Tidak apa-apa

Masuklah kedalam, nyonya

Hari ini aku membawa sedikit barang, jadi ini akan sedikit berat.

Ayo pergi ke gerbang utara

Baik, nyonya

Ayo jalan!

Kalau kau bersuara seperti itu,

Kita berdua akan mendapat malu

Nyonya!

Terima kasih atas kerjanya

Nyonya, ini tidak perlu

Kalian pergilah minum-minum

Kembalilah sejam lagi

Baik.

Kebetulan sekali

Apa?

Apa kau sudah meniduri nya?

Tentu tidak

Itu namanya kurang ajar

Ini pertama kalinya kami bertemu

Ya, ini adalah situasi yang memalukan

Wanita muda yang kau idam-idamkan

Akan menjadi selir suamiku

Aku tidak tahu

Kalau saja kutahu...

Maksudku

Aku bersimpati denganmu, Tn. In-ho.

Seorang pemuda yang baru pertama, menemukan cinta pertamanya.

Namun ternyata takkan pernah terjadi

So-oak yang malang

Dia hanya seorang gadis muda

Yang akan menjadi seorang selir, tanpa pernah merasakan jatuh cinta

Bayangkan jika aku diposisinya

Aku sungguh iba padanya

Nyonya.

Hatimu sungguh mulia

Aku terketuk dengan kemurahan hatimu pada seorang selir.

Semua wanita

Menginginkan kebahagiaan

Seorang wanita pasti tahu yang dirasakan wanita lainnya

Aku berpikir

Apakah hal ini benar

Membiarkan So-oak yang lugu hidup sebagai selir

Selama sisa hidupnya

Mari kita pikirkan sebuah cara

Untuk menyelamatkan 2 muda-mudi dari kepedihan

Tapi nyonya,

Kurasa aku harus keluar dari kereta ini sekarang

Ini sangat menyiksaku

Menyiksamu?

Yah, lihatlah...

Astaga!

Kapan punyamu itu membesar?

Aku sungguh minta maaf, nyonya.

Apa yang harus kita perbuat?

Para pengawal sebentar lagi kembali

Tuan, kami ada masalah

Ny. Jung mengemasi barang-barangnya pagi ini,

Dan kembali ke kampungnya di Kanghwa.

Aku akan menulis surat dan kau kirim padanya cepat

Nyonya, kau boleh membunuhku aku takkan menolak.

Simpan saja rahasia ini antara kita berdua

Aku juga mencintai seseorang sebelum aku menikahi suamiku.

Dia adalah cinta monyet dan cinta pertamaku

Tapi aku bahkan tak bisa mengutarakannya

Dia adalah seseorang yang tak seharusnya kucintai

Aku akhirnya menikah dengan yang tak kuinginkan.

Kucoba melupakan ini, berpikir ini adalah takdir.

Tapi hari ini aku menyesalinya

Jadi bagaimana mungkin aku tak mengerti perasaanmu?

Nyonya...

Aku sungguh kasihan denganmu,

Datang kemari hanya untuk hidup dalam kurungan selamanya.

Kalau kau mau

Teruslah berhubungan dengan Tn. Kwon,

Aku akan merahasiakannya

Benarkan itu, nyonya?

Jadikan ini rahasia kita berdua

Tentu saja

Dia tidak menerima suratnya

Apalagi membacanya

Pelayan bilang dia tidak menemui siapapun dan hanya keluar berjalan-jalan

Diwaktu senggangnya

Dia menyulam dan membaca buku

Tapi aku menemukan beberapa berita baru

Beberapa hari yang lalu, seorang wanita mengunjungi Nn. Jung,

Dan mengatakan hal-hal yang buruk tentangmu

Menyebutmu seorang hidung belang, dan memperingatkannya untuk berhati-hati.

Siapa wanita sialan itu?

Ibunya Nn. So-oak

Baik, nampaknya aku akan berburu musang yang tak diharapkan.

Tak perlu takut.

Kau tahu siapa aku kan?

Iya

Anda adalah sepupu Ny. Cho.

Sepupuku sudah bercerita banyak tentangmu

Tapi kenapa kau disini keliatan bersedih?

Tidak apa-apa, tuan.

Bolehkah aku menebaknya?

Coba kulihat telapak tanganmu

Ayolah

Kwon In-ho

Astaga, bagaimana kau bisa tahu?

Aku dengar dari sepupuku

Dia menyuruhku untuk membantumu

Ny. Cho...

Dan aku juga ada dipihakmu

Kebiasaan untuk memaksa wanita menjadi selir harus diakhiri.

Untuk menghapus kesalapahaman

Aku akan membantumu menulis surat

Oh, benarkah ini, tuan?

Tentu saja

Datanglah diam-diam ke kamarku malam ini

Mungkin ada penjaga yang mengawasi, jadi masukan sepatu kedalam

Janji

Apa ada yang melihatmu?

Tentu tidak, tuan.

Nah, bisa kita mulai?

Aku sudah menulisnya sendiri

Sudikah anda melihatnya?

Ini tidak benar

Apanya yang salah?

Kau terlalu meminta maaf

Tapi itu memang salahku

Wanita tidak harus meminta maaf, sekalipun dia memang bersalah

Pria tidak menyukai itu

Lalu, bagaimana seharusnya...

Akan kudiktekan apa yang akan kau tulis

Tapi, tuan...

Apa?

Ada masalah?

Aku punya kebiasaan buruk sejak kecil,

Aku harus tengkurap pada saat menulis

Tidak masalah

Tidak masalah buatku, jadi menulislah sesuka mu

Pertama-tama mari kita buat keadaanmu sedikit dramatis

Katakan kau lebih baik mati daripada menjadi selir,

Tapi orang tuamu memaksa mu.

Pria seusianya biasanya, suka menentang orang tuanya

Jadi dengan mudahnya, dia akan berada dipihakmu

Coba kulihat

Mulai dari paragraf ini.

Dan kemudian,

Aku ambil gambaran wajahmu masuk kedalam hati ku

Aku tahu itu tidak boleh

Namun ibarat hujan jatuh memenuhi telaga.

Begitu pula hatiku dipenuhi olehmu

Aku sangat suka kalimat ini

Ibarat hujan jatuh memenuhi telaga...

Benarkah?

Teruskan

Jangan biarkan alirannya berhenti

Meskipun aku harus mengosongkan hatiku

Aku tak bisa menahan diri

Kau lihat, kau menyalahkan semuanya pada pemuda malang ini

Tapi kau jangan meminta maaf untuk itu

Jika dalam hal ini..

Uh, tuan...

Teruslah menulis

Jika dalam hal ini, Aku tidak pernah melihatmu

I will bear no resentment.

Karena dalam hatiku, kau akan selalu untukku

Seperti saat pertama kali kita bertemu

Mengapa kau lakukan ini, tuan?

Aku akan teriak, jika kau tidak berhenti

Lihat di sana

Siapa yang akan menyalahkanku, kalau melihat itu?

Kau akan teriak atau tidak

Lakukan apapun yang kau suka

Tuan, kau membuatku takjub

Baik itu, besar ataupun kecil

Jika lelaki sudah menentukan tujuan

Dia harus mengambil cara yang sama untuk memenuhinya

Tentu sulit untuk memasuki "Gerbang Kesucian"

So-oak.

Apa yang terjadi denganmu, pagi ini?

Apa kau bermimpi buruk?

Oh, tidak, nyonya.

Aku hanya sedikit sakit

Apakah itu karena Tn.Kwon?

Tidak, nyonya

Lihat aku

Apakah ada diantara kau dan aku yang tidak bisa diceritakan?

Sungguh tidak ada, nyonya

Tapi,

Kau nampak sangat tidak nyaman, dengan caramu duduk

Sepupuku ingin bertemu denganmu kemarin, apa kau sudah ketemu?

Tentu tidak

Maksudku, benar, aku bertemu, tapi tidak terjadi apa-apa.

Apa terjadi sesuatu diantara kalian?

Dia bilang akan membantuku menulis surat, dan menyuruhku datang kekamarnya.

Ke kamarnya?

Lalu...

Lalu dia...

Oh tidak.

Jadi dia lebih dari sekedar membantu menulis surat

Apa yang harus kuperbuat, nyonya?

Oh Tuhan.

Kenapa kau tidak melawan?

Aku tidak tahu apa yang terjadi

Ini memang salahku datang kekamarnya

Ini sebuah malapetaka

Hatimu untuk Tn. Kwon, tubuhmu untuk Cho Won,

Tapi kau akan menikah dengan Tn.Yu.

Nyonya.

Pelayan akan mendengar kita

Apakah kini aku akan diusir?

Diusir? kenapa?

Orang-orang tidak mengetahui hal ini

Hanya aku satu-satunya yang tahu

Nyonya.

Sejak kau akan diangkat menjadi selir.

Dan kau sudah mencintai seseorang.

Lalu mengapa lelaki lain tidak boleh menidurimu?

Benarkah ini tidak apa-apa?

Kau kasihan sekali, sayangku.

Tak ada yang tahu, jadi siapa yang akan menyalahkan mu?

Andai tidak ada kamu, nyonya,

Aku tak tahu bagaimana hidup didunia ini

Orang awam tidak tahu hal ini

Namun semua perempuan ningrat

Mempunyai selingkuhan satu atau dua.

Benarkah?

Lalu bagaimana kewajiban-kewajiban istri dalam buku itu?

Buku hanyalah buku, kenyataan sangatlah berbeda.

Pantaskah seorang wanita menikahi pria yang tak dicintainya.

Semua orang melakukannya, dan semua orang tahu itu,

Tapi tak ada yang membicarakannya

Astaga

Apa kau punya selingkuhan, nyonya?

Shush! kau ini bicara apa!

Dan mulai sekarang, panggil aku kakak

Benarkah?

Oh, bagaimana aku membalas kemurahan hatimu?

Aku cari ini di seluruh penjuru gunung

Terima kasih banyak

Tapi nyonya tak pernah mewarnai kuku sebelumnya

Dan musim panas hampir usai

Aku hanya ingin terlihat cantik

Oh, nyonya.

Sudah selesai

Kuharap ini awet sampai musim salju dan membawakanku cinta

Tn.Cho Won.

Ah, ya, kamu...

Nn. So-oak memberitahu ku dalam suratnya

Bahwa anda akan menjadi pendukung kuat kami

Itu bukan apa-apa.

Aku tak tahu bagaimana membalasmu

Aku berharap bimbingan anda, tuan

Datanglah kapanpun kau butuh bantuan

Pasti, tuan, dan...

Bolehkah aku meminta anda untuk memberikan surat ini pada Nn. So-oak?

Tentu

Kau sungguh murid yang cepat mengerti

Benarkah?

Apa aku melakukan dengan baik?

Aku yakin Tn. Yu akan sangat senang

Kau sudah berlatih dengan baik

Ini semua berkat anda, tuan.

Memang

Praktek sangatlah penting

Omong-omong,

Berapa kira-kira usia tn. Yu?

Kurasa dia hampir 40 tahunan

Berarti dia sudah tua

Dia bahkan lebih tua dari ayahku

Makanya belajarlah dengan baik, dan buat dia bahagia

Bukankah itu lebih baik daripada hidup dengan ibumu yang cerewet?

Iya juga sih, tapi...

Kenapa burung imutku ini terlihat sedih,

Maukah kau mendengar cerita lucu?

Cerita apa?

Cerita apa sih?

Ibumu pernah memiliki selingkuhan.

Benarkah?

Saat ayahmu sedang berada di China

Ibumu berhubungan dengan selingkuhannya

Saat ayahmu kembali, ibumu masih mencintai pria itu

Namun selingkuhannya akhirnya meninggalkannya

Semua ini berakhir disaat wanita mulai lengket pada pria

Jangan pernah berbuat seperti itu

Paham?

Tapi bagaimana kau tahu cerita ini, tuan?

Karena selingkuhan ibumu adalah aku

Oh astaga!

Astaga

Aku tidak percaya

Apakah ini kebetulan

Tepat sekali

Kurasa ini yang disebut orang, sebuah karma

Dapat!

Aku menangkapnya,

Tapi bagaimana menurut primbon mu nyonya?

Kuning artinya keberuntungan,

Dan putih artinya kesialan, benarkan?

Jadi, artinya hari ini kita akan beruntung sekaligus sial?

Jadi itu Kota Kanghwa.

Hujan segera turun, tuan.

- Ayo lekas - Baik, tuan.

Nyonya

Kau ada tamu

Aku tidak tahu urusannya kemari,

Tapi karena aku sendiri, suruh tuan itu pergi.

Tapi,

Tuan itu sudah bepergian sejauh ini dalam hujan

Dan dia basah kuyup

Jadi...

Kau pergilah

Baik, nyonya

Nyonya.

Mengapa kau begitu kurang ajar?

Datang kemari disaat mertuaku sedang pergi

Untuk mencegah wabah

Apa yang bisa kuperbuat untuk membuatmu berhenti?

Aku akan berhenti

Aku kemari hanya untuk berpamitan

Meskipun aku sulung di keluargaku

Aku tak lebih hanya seorang bajingan

Aku tidak berguna sampai hari ini

Dan ini satu penghinaan, mengemis-ngemis sepertiku

Untuk memohon cintamu

Kau tahu bukan itu maksudku

Aku tahu aku tak pantas mendapatkan hatimu

Tapi mengharapkan kau cinta terakhirku

Sudah membuatku terhina

Aku akan pergi besok.

Ke tanah luas China,

Aku akan menambatkan kesepian dan kepedihan

Dan mulai sekarang

Jangan menderita lagi karena ku

Jika memang..

Kau ada kata-kata terakhir untukku

Aku akan menginap di kuil terdekat

Tidak! tidak!

Apakah ada pria tak berdaya sepertiku?

Pasti tak ada.

tuan, mengapa kita tak pergi sekarang?

Kupastikan, Ny.Jung tak akan datang

Bersabarlah!

Dia akan datang

Kau disini!

Kau datang kemari!

Aku datang untuk mengatakan sesuatu

Aku datang karena...

Ayo kita kesana

Kemana kau akan membawaku?

Ketempat orang-orang tidak melihat kita

Nyonya!

Tolong jangan salah sangka

Aku datang kemari

Karena untuk menjelaskan ada perempuan

Yang akan membahayakan...

Pelayan, kemari!

Antarkan Ny.Jung kerumahnya.

Kita kembali ke Seoul.

Apa yang terjadi denganmu?

Dia meninggalkanku...

Dia baru saja meninggalkanku dan pergi

Ini artinya dia tidak menginginkanku hanya untuk bersenang-senang

Aku tahu, aku merasakan perasaan ini

Mengapa aku tidak mencegahnya?

Mengapa aku begitu angkuh

Seakan aku bisa mengendalikan perasaan ini?

Sekalipun kau menyerah pada perasaanmu

Jangan sampai hilang harga dirimu

Kau sudah mencoba segalanya untuk menjaga kesucianmu

Jangan lupakan itu

Aku ini bodoh

Aku hanya tahu sedikit soal cinta

Aku tidak bisa...

Aku tak bisa menghapus dia dari hatiku.

Apa yang harus kuperbuat?

Malam ini aku tak bisa tidur mengingatmu

Tidak, terdengar terlalu galau

Kenapa kau lama sekali?

Tn. Cho disini, nyonya.

Kembalilah ke kamarmu

Baik, nyonya

Bukankah kau pergi terlalu jauh untuk membalas dendam?

Perempuan itu begitu lelah sepanjang waktu

Aku hanya melakukan yang terbaik seperti biasa

Dia akan dengan mudahnya hamil di usianya

Kurasa aku harus mengunjungi Kanghwa lagi

Kemenangan dalam jangkauan ku

Selamat untukmu

Macan yang terkena jerat akan menjadi galak

Maka berhati-hatilah

Kalau kau menyiapkan hadiah untukku

Aku sangat menyukai parfum

Nyonya, Ibunya So-oak datang

Jangan terlalu kaget

Dia hanya sepupuku

Aku mendengar banyak hal tentangmu, nyonya

Kini kau akan menjadi mertua

Senang bertemu denganmu

Aku harus pergi

Ah, omong-omong.

Putrimu sungguh sangat hebat

Dia pasti mengikuti ibunya

Bagaimana kabarmu, nyonya?

Nyonya, aku sungguh menyesal.

Aku sudah melarang, tapi dia memaksa masuk

Tinggalkan kami sebentar

Apa kau masih tak senang melihatku?

Aku bergegas-gegas kemari berharap untuk melihatmu lagi

Wanita angkuh yang sangat yakin bisa menolakku

Akhirnya telah kutaklukan

Dia memberikan segala yang dia miliki

Gerbang yang begitu tertutup rapat, terbuka oleh sentuhan halusku

Dia dingin bagaikan es diluar

Namun dia begitu sejuk didalam

Bersama wanita lain, aku menggunakan banyak tehnik agar lebih puas

Namun bersamanya, aku merasa seperti melayang diawan

Ini adalah pengalaman yang aneh buatku

Aku orgasme berkali-kali, dan merasakan kenikmatan lagi dan lagi

Apa yang aku rasakan

Adalah kesatuan yang seutuhnya

Kenikmatan bercinta lebih dari birahi semata

Ini adalah pertama kalinya untukku

Untuk itu kini aku memutuskan untuk bersumpah setia padanya.

Kenyataanya, untuk sementara, aku bahkan merasa tulus.

Dapatkah kenikmatan ini kurasakan lagi?

Namun ada sepenggal kabar menyedihkan

Meskipun aku harus bergegas pulang menerima hadiahku,

Tapi aku akan sedikit terlambat

Aku tidak mengira kenikmatan bersama wanita ini akan bertahan lama

Namun seperti yang kamu tahu

Kenikmatan paling besar adalah saat kita terkubur didalamnya

Dan kini aku tak dapat menahan diri

Hormatku,

Bersama kerinduan yang abadi untuk sepupuku,

Cho Won

Dia hanya tak pernah punya lelaki sebelumnya

Dasar sok suci

Apa kau pernah ke Beijing?

Kenapa kau tanyakan itu?

Aku sudah membaca "Yonam, Catatanku ke China"

Katanya pasar terbesar Beijing seluas 27,000 hektar.

Aku harap bisa kesana suatu hari

Disana,

Kita katakan kita sudah menikah, dan tak ada yang mengunjingkannya

Bagaimana bisa wanita lembut sepertimu menempuh perjalanan sejauh itu?

Ada dua jenis pertemuan di dunia ini

Pertama adalah pertemuan raja dan prajuritnya

Yang kedua pertemuan seorang pria dan seorang wanita

Kini aku punya pengalaman berharga bertemu denganmu

Apa lagi yang tak bisa ku lakukan?

Mengapa kau menatapku begitu?

Baiklah, kita pergi bersama

Tuan, kau tinggal terlalu lama kali ini

Benarkah? sudah berapa hari?

Tuan bahkan lupa menghitung hari

Ini sudah 10 hari

Bukankah kali ini tuan hendak pergi ke "simpanan" tuan?

Aku lagi tidak ingin, entah mengapa.

Tak salah lagi, tuan sudah menemukan jodoh tuan

Perjodohan dari surga

Apa?

Apa aku terlihat seperti orang bodoh?

Nah, kini tuan jadi orang lain lagi

Awas kau!

Pujangga Sudongpo berkata dia bersedih bersama berakhirnya musim semi,

Namun musim semi tak membalas perhatian dan pergi

Musim gugur berkali-kali berlalu

Namun tak pernah aku menikmatinya

Aku mungkin terlalu merindu

Namun kali ini

Bersamamu telah mengajarkanku

Bagaimana merindukan musim gugur

Majikanmu ada?

Katakan padanya aku datang menagih hutangnya

Lekas!

Tuan.

Nyonyaku sedang bersama tamu penting

Dan meminta tuan datang di lain hari

Nyonyaku memberikan surat ini sebagai gantinya

Membaca suratmu, nampaknya kau sedang jatuh cinta

Terserah kau mengakuinya atau tidak

Bernafsu mati-matian mengejarnya

Bukankan dia pantas untukmu, benarkan?

Orang tidak berubah

Namun sekali memikat wanita, lelaki takkan pernah kembali

Aku sudah menantikan pertemuan kita, namun hanya letih kudapat.

Sekarang aku juga bersenang-senang dengan kekasih baruku

Jadi aku akan menemui nanti

Lagi pula, aku tidak begitu yakin

Darah perawan yang kau kirim itu berasal dari wanita itu

Mungkin saja darah babi atau kelinci

Kabar hari ini, kurasa kau belum dengar

Apa hari ini kambing melahirkan jerapah?

Ada petinggi-petinggi istana dikamar sebelah

Aku dengar mereka bilang

Mereka akan menumpas umat Katolik yang merusak budaya

Merusak budaya...

Apa mereka "tidur" dengan satu sama lain?

Astaga, bagaimana kau tahu?

Mereka bilang, dalam katolik kedudukan semua orang sama

Jangan memisahkan pria dan wanita

Dan semua dibolehkan untuk berhubungan badan

Bahkan katanya seorang perempuan ningrat di kelompoknya

Berhubungan badan dengan beberapa pria

Perempuan ningrat?

Menurut mereka, siapa wanita itu?

Kau kenal, Ny.Jung yang tinggal di Kanghwa.

Nyonya, Tn. Cho Won ingin menemui mu

Suruh masuk

Kali ini kau sudah kelewatan

Kakak iparmu segera kembali

Dan kabar baiknya, So-oak hamil.

Memfitnah Ny.Jung bukanlah bagian dari permainan kita

Puas dengan kado nikahmu, kau sudah siap bersama So-oak?

Aku menginginkanmu

Jangan mengaitkan Ny.Jung dalam hal ini

Masih bicara soal wanita menyedihkan itu?

Takkan terjadi apa-apa denganmu, jadi tak perlu risau.

Apa sebenarnya keinginanmu?

Kau memang sudah jatuh teramat dalam!

Melupakan orang yang kau cintai selama ini?

Apakah kesetiaan seorang bangsawan sedemikian lemah?

Siapa kamu, bicara soal kesetiaan

Sangat menyenangkan melihatmu semalam

Kau bisa bermain-main sepuas hatimu

Tapi jangan bilang, aku juga tak bisa?

Aku tidak pernah setia kepadamu

Silakan dan cobalah, penggal kepala Kwon In-ho.

Pikirmu aku tidak akan membalas?

Kita akan pergi ke Beijing.

Kita?

Apa kamu mengatakan 'kita'?

Maksudmu, kau dan aku?

Kasihan betul

Aku tidak ingin pergi

Bagaimana jika aku katakan kau takkan pergi?

Aku takkan duduk dan berdiam diri

Apa yang akan kau lakukan?

Pikirmu orang-orang akan percaya ucapanmu?

Kau sudah tersohor dimana-mana

Kau bukan siapa-siapa

Hanya penjahat wanita

Baiklah.

Biarkan Ny. Jung pergi ke China.

Ya, tapi kau harus tetap disini

Ini akan membuktikan kau tidak terlibat dengan mereka

Tak kusangka

Kau jatuh cinta padanya

Tentu saja tidak

Itulah yang kupikirkan

Tentu saja, kau tidak mencintainya

Sekarang pergilah

Aku tahu, kau tahu dengan benar

Apa yang perlu dikatakan menghadapi seorang wanita

Selamat tinggal, sepupuku

Di Seoul,

Kabar merebak bahwa umat Katolik akan diperiksa

Jadi berhati-hatilah dan tetap sembunyi.

Meskipun aku harus menemanimu

Kau sebaiknya pergi duluan ke Beijing

Aku akan menjelaskan alasannya nanti

Nyonya, tuan tidak ingin berjumpa siapapun sekarang

Ini tidak mungkin

Apa kau mengatakan, kalau aku yang datang?

Tuanku, apa kau ada disini?

Ini aku, Hee-yeon.

Oh, kau rupanya.

Aku ingin bicara denganmu tentang suatu hal

Soal apa?

Mengapa kau inginkan aku untuk pergi duluan?

Aku ada urusan yang harus dikerjakan

Jika kau tidak bermaksud menolakku

Bisakah aku menunggumu dan pergi bersama?

Tidak.

Apa maksud tuan?

Maksudku

Aku tidak bisa lagi

Aku tidak paham

Apa kamu yakin

Akan menyusulku di Beijing?

Kita sudah bersama selama dua musim

Itu terlalu lama untukku

Aku tak biasanya seperti itu

Jadi aku tak tahan lagi

Lalu,

Izinkan aku bertanya satu hal lagi

Segala sesuatu yang kau katakan padaku

Apakah semua itu bohong?

Kupikir aku sudah berubah

Tapi kurasa ini bukanlah sifat alami manusia

Saat kutahu kau mencintaiku

Cintaku pun berubah

Mengapa?

Kau seharusnya jangan mencintaiku

Maaf, inilah diriku.

Aku bahkan tak bisa menolong diriku sendiri.

Mengapa kau lakukan ini padaku?

Apa aku berbuat salah padamu?

Jika kau ingin tahu, akan kuberitahu

Kesalahanmu yang pertama, kau bertemu denganku

Kesalahanmu yang kedua, kau mendengarkanku

Dan kesalahanmu yang ketiga

Kau tidak meninggalkanku

Ketika kuberikan kau kesempatan

Jadi kubilang padamu, aku tak bisa.

Hentikan! mohon hentikan!

Bagaimana kau bisa berubah sedemikian cepat?

Jika ini hanya gurauan, kumohon hentikan.

Dada ku begitu sesak

Aku hampir tak bisa bernafas

Kamu musti punya alasan lain

Jarak ke Beijing sangat jauh, kau harus pergi sekarang

Tuan.

Apa kau selalu

Memperlakukan banyak wanita seperti ini?

Cukup sudah, nyonya.

Sikapmu itu tidak pantas sebagai seorang perempuan ningrat

Bagaimana kau bisa sangat tidak peka?

Apa lagi yang kau tunggu?

Bawa wanita ini keluar!

Nyonya!

Kau sangat jahat sekali.

Jadi bagaimana akhir cerita ini?

Perempuan setia menyedihkan itu

Ibarat ratu yang nestapa

Tidak jadi ke China,

Tapi kembali ke kampungnya yang terkena wabah

Mengobati orang sakit sambil menyesali kesalahannya yang memalukan

Yang untuk beberapa alasan

Dia tidak makan ataupun minum

Dan hidup seperti mayat hidup

Jadi lelaki itu, harus tahu apa yang diperbuat.

Ini jelas lebih dari penaklukan

Ketimbang darah dari seorang perawan

Dan setelah tuntas semua pekerjaan

Lelaki itu akan dapatkan hadiahnya

Dan kita berdua

Akan memiliki akhir yang bahagia.

Kau adalah misteri yang sesungguhnya

Kupikir aku mengenalmu dengan baik

Tapi tampaknya aku tidak tahu apa-apa.

Hasrat untuk memiliki dan hasrat untuk menghancurkan

Kau hanya menguasai dua hal itu

Jadi?

Arah mana yang kau akan tuju?

Aku tidak ingin melihatmu lagi

Mencari tahu apa yang terjadi, sambil mengejar yang tak kau miliki

Bukankah itu sama?

Selamat tinggal

Aku merasa takut

Membayangkan aku akan mendapatkan balasan

Karena aku selalu menyakiti orang lain

Ini begitu menakutkan

Nyonya

Tn. Cho Won memberiku surat ini untukmu

Aku tidak mengenalnya

Pergilah.

Nyonya! nyonya!

Aku telah gagal dalam ujian negara

Aku harus kembali ke desa untuk konsentrasi ke pelajaranku

Namun aku berharap bisa menemuimu terakhir kalinya

Harus ku akui aku sudah mendustaimu beberapa kali

Di awal kedatanganku dirumah ini,

Yang terjadi adalah aku jatuh kepelukan Tn. Cho Won.

Namun setelah melihatmu, hatiku berpaling

Setelah menerima nya pertama, tubuhku terbiasa kepadanya

Dan aku merasa bersalah sejak itu

Jadi,

Aku buat pengakuan ini, dan hentikan surat-menyurat kita

Namun Tn. Cho Won merasa ini menyenangkan,

Dan menyuruhku untuk terus bersurat padamu

Aku tahu ini salah, namun aku tak kuasa menolak.

Perintah dari orang yang kucintai

Baru-baru ini

Aku memergoki Tn. Cho Won tidur dengan Ny.Jung.

Sehingga dengan rasa pedih kutulis surat ini dalam tangis

Kalau ini bukan karena wabah,

Ada apa dengan majikanku?

Sebaiknya ku ajak Tn. Cho Won kesini.

Jangan coba mencari tahu siapa aku

Ny. Jung telah tidur dengan Tn. Cho Won,

Orang yang tinggal di kediaman Tn. Yu.

Tanyakan saja padanya

Dia tahu semuanya.

Ny. Jung telah jatuh sakit

Karena terguncang, dia terkena tipu dayanya

Tampaknya hari ini akan menyenangkan

Minum lagi pagi-pagi begini?

Kudengar rombongan penari akan tampil disini

Kenapa kau tak ikut kami saja?

Cari siapa?

Sampaikan tuanmu untuk mengirim orang yang lebih gesit lain kali

Apa kamu bukan prajurit kesemek?

Apa maksudmu?

Kau berbaring dibawah pohon kesemek

Menunggu buah jatuh kedalam mulutmu

Benarkan?

Benarkah kau tidur dengan kakak iparku?

Benar, tapi itu adalah kesalahanku

Itu semua kulakukan.

Setelah berbuat itu,

Apa kau mencampakkannya?

Itu bukan kesalahanku

Aku hanya meminta untuk mengakhirinya

Bajingan

Aku akan menghukummu karena menghina keluarga dan iparku!

Bilang saja kau cemburu

Diam, kau bangsat

Kamu benar-benar ingin membunuh

Ini akan menjadi sia-sia seiring waktu berlalu

Sekarang pergilah.

Ada orang yang harus kutemui

Nyonya!

Apa kau sudah baikan?

Tuan!

Oh, tuan!

Apa yang terjadi?

Tuan, haruskah kubawa kau ke tabib?

Bawa...

Bawa aku padanya...

Aku hanya berpura-pura

Tapi pada akhirnya

Menjadi tidak benar sama sekali.

Bukankah sudah kukatakan, tuan sudah bertemu jodoh tuan?

Kenapa tuan takut untuk bersamanya?

Saat aku tak percaya diriku sendiri

Saat itulah aku sangat ketakutan

Aku masih

Tak tahu siapa diriku ini

Namun...

Aku ingin sekali bertemu dengannya...

Tuan yakin ingin kesana?

Tuan?

Tuan! tuan!

Ini parah

Tuan! tuan!

Aku bermimpi memulainya lagi bersama mu

Namun tidak masalah jika tak punya kesempatan itu lagi

Karena melalui kamu

Aku akhirnya belajar bagaimana mencintai

Bahkan dengan mata tertutup,

Aku bisa rasakan hembusan nafasmu

Jika ini sudahlah terlambat,

Sudikah kau memaafkanku?

Nyonya!

Tn. Cho telah...

Dia telah...

Tidak! ini tidak mungkin!

Kembali kepekerjaan kalian.

Tak ada yang perlu dilihat!

Sudah kubilang kita tidak berjodoh didunia ini.

Namun diatas sana,

Kita bisa mengatakan kita adalah suami istri

Dan tak seorangpun yang mengatakan sesuatu

Tn. Yu ipar anda ditikam hingga tewas

Polisi telah datang

Mereka mengatakan pelayannya yang membunuhnya

Katanya wanita ini adalah Ny. Cho.

Benarkah?

Siapa yang akan mengira

Meskipun kita hidup didunia yang penuh dosa,

Kita adalah bangsa yang berbudi luhur.

Sebagai seorang bangsawan, ini tidak bisa dibiarkan

Ini keterlaluan

Mengingat bagaimana menantuku itu

Menjaga kehormatannya hingga kini

Karena kita sudah dapatkan sebagian besar buku-buku ini,

Mengapa kita tetap diam dengan peristiwa ini?

Diam bukanlah solusi untuk sebuah penghinaan ini

Tapi jika kita akan mengambil suatu tindakan,

Ini akan membawa aib keluarga

Ini sangat dilematis

Diterjemahkan oleh Agoesinema Kendari, 16 April 2014

AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection

AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection

AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection

AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection

AGOESINEMAPresents Korean Movies Collection

CJ Entertainment mempersembahkan

Bekerjasama dengan CJ Venture Investment dan IMM Venture Capital

Sebuah karya dari Film Production

Produser eksekutif : LEE Kang-bok

Produser : OH Jung-wan

Sebuah film karya E J-Yong

OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now

OpenSubtitles.org require your login in mx player for uploading subtitles, please login now

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.