Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan Oleh WahyuAndri & Ellysha Anggreini IG @whyuandri & @ellyshaanggraini Luwuk, Banggai.
Ahjussi harusnya menjaganya.
Ahjussi hanya salah paham.
- Kau siapa? - Kenapa Ahjussi tidak pergi saja?
- Na Bi menunggumu. - Sepertinya kau sering bersama Na Bi. - Seberapa sering Ahjussi bersamanya?
Kenapa kau mau tahu?
Karena aku tahu rasanya penyesalan.
Apa hubungannya denganmu?
Tidak akan kubiarkan begitu saja.
Aku akan terus ikut campur masalah ini.
Na Bi sudah 19 tahun. Berapa banyak waktu yang kalian habiskan bersama? 1 tahun?
Atau 6 bulan? 3 bulan?
Itulah kenapa Ahjussi harus sering bicara dengannya lagi. Itu langkah yang terbaik.
- Kau sudah melewati batasmu. - Dia terluka, luka yang sangat membebaninya, luka yang tidak kecil.
Sampai kapan kau mau mengajariku?
- Kau kira kau tahu semuanya? - Gunakanlah waktumu untuk bersamanya.
Hidup seseorang tidak pernah bisa diprediksi.
Dekatilah dia sekarang selama dia masih hidup!
Jam berapa Na Bi makan. Bahkan sampai kapan Na Bi akan bertahan.
Sekarang, Na Bi sangat terluka
Karena itulah, peran Ayahnya sangat perlu.
Besok ulang tahunnya Na Bi.
Tolong jangan tinggali dia.
Jangan sampai ada rasa penyesalan nanti.
Baiklah, sekarang adalah percobaan dari pembuatan reaksi energi panas.
Ada yang menerima panas dan ada yang mengeluarkan panas.
Itulah reaksi eksoterm dan endoterm. Pelajari masing-masing.
Percikan api bisa saja muncul saat percobaan.
- Kalian sudah mengerti? - Ya.
Mari kita mulai.
Tunggu sebentar.
Ya, coba dengar dulu.
- Pak akan keluar sebentar, jangan ribut ya? - Ya.
Jangan ribut.
Aku takut.
Masa laki-laki takut.
- Aku serius. - Baik, aku mulai.
- Kenapa? Kenapa tidak ada percikan api? - Apa harus ada? - Ya.
Coba kulihat.
Kenapa apinya belum muncul? Apinya ada! Panas, panas!
Tunggu sebentar.
- Jika terburu-buru, apinya akan membesar. - Apa?
Jangan khawatir, tidak akan ada api.
Aku percaya padamu.
Rasakan ini.
Badanmu pasti tidak kotor, kan? Aku pertanya kalinya melihatmu begitu.
Gesit sekali kau.
Yang penting kau baik-baik saja. Wajah dan telingamu juga tidak terluka.
- Aku juga tidak terlalu bersih. - Bagaimana bisa?
Kau akan lihat sendiri.
Aku heran kenapa tidak ada luka begitu.
- Kau bilang apa? - Bukan apa-apa, cepat.
Sialan.
Ini semua karena Han Na Bi.
- Han Na Bi yang duluan cari masalah dengan mereka. - Han Na Bi?
Kau sudah hapus video porno itu?
Bisa-bisanya aku lengah mengawasinya.
Kuharap tidak ada yang terjadi.
Kau sudah hapus video porno itu?
Kau sedang apa? Apa kau gila?!
Lalu kau? Kau gila juga?
Aku akan mundur 3 langkah.
Hei, Han Na Bi?
Kau sudah harus video porno itu?
Kau harus menghapusnya dulu.
- Walau itu hal kecil, pasti tidak terlupakan, kan? - Apa?
Aku hanya mengulangi yang kau katakan saat aku di posisimu saat ini.
Han Na Bi, maafkan aku.
Cepat turun dari situ.
- Jangan lanjutkan, kau akan terluka. - Jangan pedulikan aku.
- Kumohon jangan. - Bagaimana bisa aku begitu?
Aku memang harusnya ada di sini. Kau sedang tidak baik-baik saja sekarang.
Kau lagi terluka, dan kau mau mati, kan?
Apa aku salah? Katakan saja apa yang membebanimu.
Kenapa kau menyimpannya sendirian?
Kenapa kau tidak mau meluapkan beban itu?
Kau malah menyimpannya sendiri.
Kau tidak merasa tersiksa?
Kau tidak kasihan pada dirimu? Aku merasa kasihan.
Aku sangat terluka melihatmu begini. Karena itulah aku tidak bisa mengabaikanmu.
Satu hal lagi, aku lega karena bisa hidup.
Kenapa kau malah mau melakukan itu?
Memangnya aku ini apa?
Aku tidak bisa menyelamatkan Ji Young waktu itu.
Ini semua kesalahanku.
Aku tidak mau membantah itu, dan aku juga tidak berhak.
Aku membuat kesalahan yang besar.
Apa itu bukan masalah? Itu karena kesialan kita.
Hidup seseorang telah terenggut karena hal itu.
Karena itulah,...
...aku yang salah.
Ini semua salahku, jadi aku mau bunuh diri saja.
Aku pasti sudah gila.
Ayahku bahkan tidak tahu apa yang sedang kurasakan. Bagi Ayahku, yang penting aku masih hidup.
Semua terasa sulit bagiku.
Sangat sulit rasanya bertahan selama ini.
Aku terus menahan rasa sakit ini.
Aku sangat ingin bertemu dengannya.
Aku bisa bertemu dengannya jika aku mati.
Tidak bisakah kau biarkan aku mati?
...aku mau melakukannya, tapi tidak bisa.
Ada hal yang mau kuberitahu tapi aku tidak bisa.
Hatiku tidak sekuat hati laki-laki.
Apa aku harus mati saja?
Aku juga mau bertahan,...
...tapi, aku lebih baik bunuh diri.
Apa maksudmu?!
Apa kau bodoh?
Itu memang sudah takdir temanmu.
Kau tidaklah salah, itu hanya kecelakaan.
Itu bukan salahmu.
Walau aku baru mendengarnya, aku bisa tahu itu.
Karena itulah,...
...pikirkanlah orang-orang yang sayang padamu.
Kuharap kau menyadari itu.
Agar kau tidak kesulitan sendirian lagi.
Tetaplah hidup bersama orang-orang yang sayang padamu.
Tidak ada hal lain selain ini yang mau kutekankan padamu,
Jadi, jangan lakukan ini lagi.
Aku akan pergi.
Aku akan pergi jauh dari sini.
Karena itulah, Han Na Bi...
...kau harus tetap di sini.
Tetaplah hidup.
Kaulah alasan mengapa aku hidup selama ini.
Kau juga orang yang kucintai.
Apapun itu, tetaplah hidup, Han Na Bi.
Yang mau tanya-tanya tentang episode selanjutnya, Follow Instagram @whyuandri & @ellyshaanggraini
Hei, harusnya kau ungkapkan kebencianmu pada mereka.
Ada banyak orang di sekolah ini yang akan membelamu.
Kau cuma perlu jadi berani untuk melawan mereka.
Benar 'kan? Dia cuma mengandalkan kakaknya, dia tidak ada apa-apanya.
Ke sinilah, jangan takut. Ke sini, cepat, cepat.
- Kau kenapa? Kau takut? - Aku tidak takut.
- Memang begini wajahku. - Sialan!
Dengar yang kukatakan.
- Aku tidak akan berbuat kasar padamu. - Memang tidak.
Tapi, kenapa kau malah cari masalah denganku?
Aku benar-benar akan habisi si Oh Kyung Hwi sialan itu! Aku sangat kesal padanya!
Kau ini kenapa, kenapa?!
Yang dia katakan itu tidak benar. Kenapa kalian terpancing dengan perkataannya?
- Kau mau ke mana? - Sini kau. - Lepaskan semua.
Hei, Jang Seul Ki!
- Kau pacarnya Oh Kyung Hwi? - Katakan cepat!
Coba kau ulangi yang tadi kau katakan.
Kau ingin kuhajar? Kau mau kuhabisi? Kau mau mati?
- Kau yang mau mati, hah? - Apa?
Kubilang, kau yang harusnya mati!
Kau bilang ulangi yang kukatakan tadi. Sudah kukatakan seperti yang kau mau.
Sudah impas kan? Kenapa kita tidak berdamai saja?
Lari sana! Cepat!
Seul Ki! Jang Seul Ki!
Seul Ki!
Jang Seul Ki.
Jang Seul Ki, keluarlah.
Aku mau pergi dari sini.
Bukan, aku mau pindah dari sini.
Aku sudah tidak tahan berada di sini.
Hei, aku akan mempermalukan mereka lebih dari yang mereka lakukan padamu.
Jangan kau ikut campur!
Hei, aku akan mempermalukan mereka lebih dari yang mereka lakukan padamu.
Benar, ini bukanlah kebetulan.
Semua yang terjadi bukanlah kebetulan. Kenapa begini?
- Kenapa? - Na Bi, aku harus memastikan sesuatu dulu.
Hei, Oh Kyung Hwi! Kau mau ke mana? Ayo pergi bersama. Kenapa dia pergi begitu saja?
Bantu aku.
Awalnya, aku mengira ini semua terjadi karena kebetulan saja.
Kukira dengan kehadiranku akan membuat perubahan peristiwa. Dan ternyata tidak.
Ini bukanlah kebetulan, masih ada harapan yang bisa kutemukan.
Karena ini sudah ditentukan. Yang menahan ini semua adalah waktu.
Menahan Han Na Bi pergi.
Sekarang, aku akan menahan Han Na Bi.
Menahannya dari melakukan bunuh diri.
Bagaimana jika bunuh diri itu tidak terjadi?
Sama dengan kejadian yang dialami Seul Ki tadi?
Apa bisa begitu?
Hei, kau mau mati?! Dasar sialan! Apa-apaan ini?
Benar, hal itu tidak bisa terjadi.
Ah, benar-benar! Sialan!
Apa-apaan ini?!
Hei, senang bertemu denganmu, Oh Kyung Hwi. Kau datang tiba-tiba.
Kau mau bicara omong kosong lagi, ya?
- Kau senang? - Maafkan aku.
Dia berlutut begitu saja.
Hei, Kyung Hwi!
Yang mau tanya-tanya tentang episode selanjutnya,
Follow Instagram @whyuandri & @ellyshaanggraini
Yang mau request Drakor sama VarShow, Follow yang ini: @whyuandri
Diterjemahkan Oleh WahyuAndri & Ellysha Anggreini Luwuk, Banggai.
Hei, harusnya kau ungkapkan kebencianmu pada mereka.
Ada banyak orang di sekolah ini yang akan membelamu.
Kau cuma perlu jadi berani untuk melawan mereka.
Benar 'kan? Dia cuma mengandalkan kakaknya, dia tidak ada apa-apanya.
Ke sinilah, jangan takut. Ke sini, cepat, cepat.
- Kau kenapa? Kau takut? - Aku tidak takut.
- Memang begini wajahku. - Sialan!
Dengar yang kukatakan.
- Aku tidak akan berbuat kasar padamu. - Memang tidak.
Tapi, kenapa kau malah cari masalah denganku?
Aku benar-benar akan habisi si Oh Kyung Hwi sialan itu! Aku sangat kesal padanya!
Kau ini kenapa, kenapa?!
Yang dia katakan itu tidak benar. Kenapa kalian terpancing dengan perkataannya?
- Kau mau ke mana? - Sini kau. - Lepaskan semua.
Hei, Jang Seul Ki!
- Kau pacarnya Oh Kyung Hwi? - Katakan cepat!
Coba kau ulangi yang tadi kau katakan.
Kau ingin kuhajar? Kau mau kuhabisi? Kau mau mati?
- Kau yang mau mati, hah? - Apa?
Kubilang, kau yang harusnya mati!
Kau bilang ulangi yang kukatakan tadi. Sudah kukatakan seperti yang kau mau.
Sudah impas kan? Kenapa kita tidak berdamai saja?
Lari sana! Cepat!
Seul Ki! Jang Seul Ki!
Seul Ki!
Jang Seul Ki.
Jang Seul Ki, keluarlah.
Aku mau pergi dari sini.
Bukan, aku mau pindah dari sini.
Aku sudah tidak tahan berada di sini.
Hei, aku akan mempermalukan mereka lebih dari yang mereka lakukan padamu.
Jangan kau ikut campur!
Hei, aku akan mempermalukan mereka lebih dari yang mereka lakukan padamu.
Benar, ini bukanlah kebetulan.
Semua yang terjadi bukanlah kebetulan. Kenapa begini?
- Kenapa? - Na Bi, aku harus memastikan sesuatu dulu.
Hei, Oh Kyung Hwi! Kau mau ke mana? Ayo pergi bersama. Kenapa dia pergi begitu saja?
Bantu aku.
Awalnya, aku mengira ini semua terjadi karena kebetulan saja.
Kukira dengan kehadiranku akan membuat perubahan peristiwa. Dan ternyata tidak.
Ini bukanlah kebetulan, masih ada harapan yang bisa kutemukan.
Karena ini sudah ditentukan. Yang menahan ini semua adalah waktu.
Menahan Han Na Bi pergi.
Sekarang, aku akan menahan Han Na Bi.
Menahannya dari melakukan bunuh diri.
Bagaimana jika bunuh diri itu tidak terjadi?
Sama dengan kejadian yang dialami Seul Ki tadi?
Apa bisa begitu?
Hei, kau mau mati?! Dasar sialan! Apa-apaan ini?
Benar, hal itu tidak bisa terjadi.
Ah, benar-benar! Sialan!
Apa-apaan ini?!
Hei, senang bertemu denganmu, Oh Kyung Hwi. Kau datang tiba-tiba.
Kau mau bicara omong kosong lagi, ya?
- Kau senang? - Maafkan aku.
Dia berlutut begitu saja.
Hei, Kyung Hwi!
Yang mau tanya-tanya tentang episode selanjutnya,
Follow Instagram @whyuandri & @ellyshaanggraini
Yang mau request Drakor sama VarShow, Follow yang ini: @whyuandri
Diterjemahkan Oleh WahyuAndri & Ellysha Anggreini Luwuk, Banggai.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.