Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan Oleh WahyuAndri IG @whyuandri Luwuk, Banggai.
Aku ada di taman bermain dekat apartemenmu, ayo bicara sebentar.
Aku akan tunggu sampai kau datang.
Kau tahu kan aku orangnya tidak mudah menyerah. Aku tidak akan berbuat jahat padamu.
Kumohon. 5 menit saja, eh tidak, 3 menit saja.
Jika kau tidak mau, kemarilah walau hanya semenit saja.
[Episode 6 Part 1]
3 langkah.
3 langkah apaan? Bisa hentikan tidak?
Baiklah, semenit saja.
Aku yang duluan bicara.
- Bagaimana bisa kau tahu jalan kemari? - Apa itu penting?
- Sekarang... - Aku turun karena mau memperingatkanmu.
- Jika kau ikut campur urusanku lagi, awas kau. - Bagaimana ini?
Aku juga mau memperingatkanmu.
- Aku akan terus ikut campur urusanmu. - Apa?
Sepertinya kau jadi semakin berani sejak kejadian pagi itu.
Sudah cukup.
Itu kan bukan salahku.
Kau sudah menyelamatkan hidupku.
- Aku ingin bertahan hidup karenamu. - Kau mulai lagi.
- Jika kau masih mau lakukan itu... - Tentu saja, walau kau lupa nanti...
Aku akan terus ikut campur urusanmu.
Itu pilihan terbaik yang kubuat.
Lihat saja nanti, kau akan tahu bagaimana aku ikut campur urusanmu.
Syukurlah dia baik-baik saja.
Walau hatinya sakit.
- Tunggu aku. - Kami tidak akan meninggalkanmu kok.
Coba lihat.
- Kenapa? - Tadi jariku kejepit pintu. - Apa?
Jariku bengkok, si bodoh Oh Kyung Hwi benar.
- Benarkah? - Mustahil.
- Itu kebetulan saja. - Bisa saja bukan. - Apa maksudmu?
Tidak, bisa saja jarimu terluka karena main bola.
Tapi, jarinya bisa bengkok begitu kan mustahil juga.
Mungkin saja ini doa Oh Kyung Hwi pada Tuhan, atau ini kutukan.
Aku pernah nonton yang seperti ini di TV, jika seseorang terkejut, bisa jadi hilang akal sesaat,...
Benarkan?
- Hei... - Itu tidak masuk akal.
Ayo pergi.
Selamat pagi. Na Bi.
Hei, Oh Kyung Hwi! Bagaimana kau akan tanggung jawab soal ini, hah?
Cepat katakan, sialan!
Aku sedang tidak mood untuk bicara dengan kalian sekarang.
Kami juga, cepat jawab pertanyaannya tadi.
- Bagaimana bisa ini terjadi? - Aku tidak terlalu penasaran.
- Tapi, cepat jawab. - Jika tidak...
Jika tidak apa? Tutup mulutmu.
Apa?
Jangan bicara denganku di jalan. Minggir.
Aku sudah bicara denganmu baik-baik.
Hei kau, awas kau ya! Akan kutendang kau!
Dasar brengsek. Sialan.
- Kenapa kau ke sini? - Entahlah.
Aku ke sini bukan untuk menemuimu.
- Kau memang ahli membuat orang malu. - Kau masih saja begitu.
- Oke, maaf yang kemarin. - Jangan minta maaf padaku, tapi pada Kyung Hwi. - Apaan?
Oh, ya.
- Apa orang aneh kemarin itu pacarmu? - Oh Kyung Hwi. - Ya, dia sangat aneh.
Dia sangat cocok denganmu.
Kau bertemu dengannya
Kenapa anak muda sepertimu pergi ke sauna?
Apa-apaan? Buka pintunya, aku bisa mati.
Buka! Kau tidak mau buka? Kubilang buka, Sialan!
Aku sudah dengar lagu-lagu bandmu.
Liriknya jelek.
- Apa kau bilang? - Kurasa yang kau lakukan itu sia-sia.
- Kau akan bertahan? - Aku juga tidak mau begini.
Maksudku hidupmu, kau terus melarikan diri. Kau akan bertahan?
Han Na Bi tidak bisa mengatasi trauma masa lalunya.
Masalahmu adalah melarikan diri.
Lebih baik kalian seimbangkan.
Kau tidak bisa melarikan diri selamanya.
Hadapilah semua, itu akan membuat masa depanmu jadi lebih baik.
Aku tahu, ayo bicara di luar saja.
- Kau siapa? - Maafkan aku.
- Kyung Hwi, aku duluan. Aku takut terlambat. - Baiklah, pergilah.
Pergilah.
- Kau merasa buruk, kan? - Aku akan di sini 1 jam. - Han Na Bi.
Dia di sana sendirian selama 1 tahun.
Mencoba bertahan sendirian dan terluka. Dia di sana sendirian.
Jadi, tolong dengarkan permintaannya. Tidak sulit, kan?
Kalian cocok sekali.
- Di sini, kan? - Ya.
Tunggu sebentar.
10 menit, tidak. Tunggu 5 menit!
Kenapa? Memangnya ada apa?
Kau pasti terkejut siapa yang datang.
Masuklah.
Eun Don. Da Eun.
Lama tidak jumpa.
Bukan karena aku tidak mau menemuimu, tapi karena aku takut.
Jadi, aku tidak ke sini walau aku terus merindukanmu, sungguh.
Baiklah.
Temanku membanting gitarku kemarin. Jadi, aku membawa gitar baru.
Tapi, gitar ini tidak sebagus dulu.
Apa lagu favoritmu?
Aku lupa.
[Episode 6 Part 2]
Menyenangkan?
Kau bisa marah, sudah kubilang, kan? Aku akan ikut campur urusanmu.
Walau aku tidak dapat persetujuan darimu. Semuanya karena aku mau. Tapi, tidak apa.
Semua yang kulakukan demi dirimu.
Tidak ada niat jahat.
- Tidak bermaksud buruk. - Terima kasih.
Aku harus berterima kasih.
Aku malu untuk mengakuinya, tapi sangat sulit untuk mengajaknya, dia sangat pasif.
Tapi, bagi orang yang terus berusaha...
...dan membujuk, pasti bisa berhasil. Jadi kau tidak perlu marah.
- Hentikan. - Semuanya kulakukan untukmu.
Apa kau ingin buat Ayah jadi gila?
Apa kau tahu panggilan seperti apa yang aku terima?
Berhentilah bersikap begitu.
Apa kau tidak berpikir sebelum melakukannya?
Menurutmu apa yang akan Ibunya pikirkan setelah melihatmu?
Jika kau yang jadi Ibunya, kau pasti tidak mau menemui orang sepertimu.
Ayah tidak suka melihat putri Ayah dibuat susah orang, kau tahu itu?
- Ya, aku tahu. - Kalau begitu sadarlah.
Sekalipun kau melakukannya, itu tidak akan mengubah apapun.
Hatimu harus lebih kuat lagi. Orang-orang masih hidup.
- Aku tahu itu. - Sekarang kau sudah tahu. - Memang aku masih akan tetap melakukannya, dan kurasa aku sudah gila.
Aku juga tidak mau Ayah merasa lelah karenaku.
- Han Na Bi! - Hidupku sudah berat, jika aku mati, biarkan aku...
Biar aku saja yang menyusulnya.
- Han Na Bi. - Aku malu, pergilah.
Kau mulai lagi.
Kau bilang kau malu pada dirimu sendiri.
Sudah berapa lama lukamu ini? Kenapa belum sembuh-sembuh?
Kau pasti sengaja agar aku yang mengobatinya.
Apa kakimu baik-baik saja?
Kau tahu?
Banyak yang tidak tahu cara memakai obat ini.
Sebenarnya ini bisa mematikan sel kulit.
Obat ini tidak bisa ditetesi langsung.
Lihat? Seperti ini.
Cara yang sebenarnya, hanya ditaruh saja di area luka.
Sudah kubilang, kan?
Orang-orang tidak tahu cara menggunakannya.
Ayahmu gunakan cara yang salah, itu karena salah paham.
- Atau karena tidak tahu. - Oh Kyung Hwi, cukup. Aku tidak apa-apa.
Jangan ikuti aku.
Yang mau tanya-tanya episode kelanjutannya,...
Follow & DM IG saya @whyuandri.
Diterjemahkan Oleh WahyuAndri Luwuk, Banggai.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.