Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Rooftop Prince Episode 5 Translated by : Miss J
Nenek...ini aku.
Ini aku, Tae Yong.
Apa katamu?
Siapa kau?
-Kau merencanakan in sejak awal...! -Hentikan.
Hentikan.
Antar nona itu keluar.
Katamu kau adalah Tae Yong, benar kan?
Pasti begitu... Kau adalah cucuku, Tae Yong?
Iya, nenek.
Benar! Tak mungkin aku salah mengenalimu!
Tak mungkin aku salah!
Oh Tae Yong-ku!
Tae Yong!
Kita perlu bicara.
Apa tujuanmu, Park Ha? Kau akan ke Amerika atau tidak?
Se Na. Kau tau ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan itu.
Katakan apa yang baru saja terjadi?
Aku segera kemari setelah mendengar kabar dia tak sadarkan diri.
Kau tau bukan itu masalahnya!
Kenapa kau yang datang kemari sebagai walinya!
Kenapa kau dan aku selalu bertemu? Kenapa kau selalu muncul di hadapanku?
Apa aku begitu membuatmu tak nyaman?
Kau juga tau kan? Siapa kekasihku itu.
Pria yang ada di kamar tadi.
Aku berbohong padanya.
Dan aku bohong juga pada ibu direktur.
Aku bohong tentang kehidupan keluargaku.
Aku tak punya ibu yang berjualan ikan di pasar,
dan aku tak punya saudara tiri sepertimu.
Ibuku adalah seorang profesor di sebuah universitas di Inggris.
Aku lahir dalam keluarga normal dan dibesarkan secara layak.
Aku yakin aku bisa menikahi pria itu.
Kau mengerti apa kataku kan?
Kumohon jangan muncul lagi di hadapanku.
Karena itu, kau menyuruhku ke Amerika?
Kau meminjam uangku dengan syarat itu kan? Benar kan?
Kau tak butuh uangku?
Tidak.
Cepat.
Tepati janjimu.
Kenapa kau terkejut?
Tidak, tidak apa-apa. Kenapa kau di sini?
Nenekku mencari nona itu.
Dia baru saja pergi, katanya ada urusan.
Kenapa?
Nenek bilang, pria itu akan dibawa pulang sekarang.
Aku akan menelepon dan memberitahunya.
Apa dia akan pergi sekarang? Ayo kita kesana.
Man Bo.
Rambutmu semakin lembut... cantik sekali.
Semakin sering menggunakan benda bernama shampoo itu, rambutku semakin lembut.
Kau benar.
Kau melihat suatu benda dan langsung menyadarinya... Kau sangat pintar.
-Yong Sul. Kau mau kusisir juga? -Lupakan.
Kenapa kau pulang sendirian?
Kata gadis bernama Becky, kau akan membawa Yang Mulia pulang.
Orang itu pergi ke tempat yang nyaman... kalian khawatirkan diri kalian sendiri.
Kenapa kalian masih terjaga pada jam segini.
Kenapa rambutmu?
Kata tetangga rambut kalian menyumbat saluran pembuangan.
Semua orang memandang rendah kalian dan mengatakan kalian aneh.
Kenapa kalian memanjangkan rambut seperti itu?
Besok pagi kita akan memotong rambut kalian.
Hey, Park Ha!
-Kau membuatku kaget! -Aku tak bisa memaafkanmu!
Beraninya kau bilang akan memotong rambut kami?
Walaupun itu kau... aku tetap akan memenggal lehermu!
Jika kau ingin memotong rambutku, kau harus membunuhku dulu!
Nyonya, saya sudah menyiapkan kamar untuk Tuan Muda.
Kau sudah menyiapkan piyama dan baju ganti untuknya besok?
Sudah, saya sudah melakukan yang anda minta.
Terimakasih, kau bisa pergi sekarang.
Selamat malam, Nyonya. Selamat malam, Tuan Muda.
Tae Yong...kita akan bicara lagi besok.
Naik dan istirahatlah.
Tidurlah yang nyenyak.
-Pergilah. -Baik, nenek.
Ya Tuhan.
Yong Tae Yong.
Aku yakin, kau adalah reinkarnasiku.
Tapi kenapa kau menghilang? Dan kenapa aku bisa berpindah dari Joseon kemari?
Apakah mungkin kau telah tiada?
Apakah kau yang memanggilku kemari?
Kau ingin aku membeli kamar loteng itu?
Aku janji akan membayarnya suatu saat nanti, Nenek.
Kalau begitu aku yang akan rugi.
Apa harganya...terlalu mahal?
Mudah bagiku untuk membeli kamar itu...
Tapi aku akan sedih kalau kau lebih senang di sana daripada bersamaku di sini, anak bodoh.
Aku janji akan mengembalikan hutangku.
Tidak ada namanya hutang pada nenek sendiri.
Baiklah.
Aku mengerti kau ingin pergi dan tinggal di sana. Kalau begitu...
Aku punya sebuah syarat.
Kau harus memotong rambutmu yang seperti rumput laut itu.
Tidak mungkin aku memotong rambutku!
Jangan rambutku, Nenek!
Ketika rambutmu sudah dipotong, aku akan membelikanmu kamar itu.
Pembicaraan selesai.
Aku dalam masalah besar.
Park Ha. Kapan kau bisa mengosongkan kamarmu?
Besok aku akan mengemasi barang-barangku.
Kalau begitu baiklah. Park Ha, aku kembali ke bawah sekarang.
Sampai jumpa.
Yang Mulia! Ada masalah besar!
Park Ha bilang dia akan pindah!
Kita akan diusir dan tinggal di jalan!
Ini kediaman Yang Mulia! Kita harus melindunginya!
-Park Ha! -Park Ha. Segeralah kemari!
Putra Mahkota ingin bicara.
Aku sudah mengambil baju kalian dari laundry.
Ini sudah dicuci bersih.
Tunggu, kami belum melunasi hutang padamu kan,
Kenapa kau mengembalikan pakaian kami?
Lupakan saja. Ambillah pakaian kalian.
Yong Sul.
Ini berbahaya, jadi jangan membawanya sembarangan di jalan.
Bagaimana mungkin kau pergi tanpa memberitahu kami sebelumnya??
Semuanya keluarlah sebentar.
-Baik, Yang Mulia. -Baik, Yang Mulia.
Apa yang kukatakan kemarin... Aku mengatakannya karena tidak tau kondisimu.
Dasar rakyat rendahan!
Selama kau tak bisa menepati janjimu,
walau kau rajin bekerja, kau tak akan berhasil!
Bisnismu pasti akan hancur!
Kau pasti senang bisnisku hancur.
Beritahu pemilik rumah, kau tak akan pergi kemana-mana.
Lupakan saja.
Apa kau benar-benar cucu direktur?
Benar.
Aku mulai gila.
Kenapa aku mudah percaya pada orang?
Apa kau serius?
Aku serius.
Jadi begitu...
Baiklah kalau begitu.
Tidak masalah siapapun kau.
Panggil temanmu dan kemasi barangmu. Aku juga akan berkemas-kemas.
Ini.
Pemilik laundry bilang, ini ada di baju putra mahkota.
Jadi ini di situ!
Tunggu...
Bagaimana mungkin?
Kupu-kupu ini kembali ke sulaman ini!
Kupu-kupu?
Tadinya kupu-kupu ini menghilang, tapi sekarang dia sudah kembali!
Ini tak dapat dipercaya!
Kupu-kupu ini kembali lagi.
Park Ha!
Dia akan pindah? Benarkah? Apa yang terjadi?
Tidak. Apa-apaan ini, huh?
Ya ampun, Mimi...kau membuatnya berantakan. Hati-hati.
Ini karena aku sangat marah!
Jangan pergi. Apa kau tega meninggalkan kami?
-Apa maksudmu mau pergi seperti ini? -Aku tau!
-Tiba-tiba saja aku ingin pindah. -Jangan pergi!
Yang Mulia, apa pendengaranku salah?
Apa anda baru saja menyuruh kami memotong rambut?
Apa maksud anda menyuruh kami memotong rambut, Yang Mulia? Ini sungguh tidak masuk akal!
Yang Mulia, itu mustahil! Lebih baik penggal saja kami!
Ada dua masalah yang harus kita selesaikan.
Pertama, kita harus tinggal di tempat ini.
Kedua, kita harus melindungi kamar itu.
Solusi untuk memecahkan masalah itu...
hanya kita yang bisa melakukannya.
Yang Mulia, kami mohon pikirkan sekali lagi!
Jika kita memotong rambut dan kembali ke Joseon,
kita akan dipermalukan sampai mati!
Daripada hidup dengan menanggung malu,
sebaiknya kita bunuh diri saja sekarang.
Aku akan mengambil pedangku..
Mengapa kau melakukan ini?
Ayo kita pikirkan lagi!
Lepaskan aku!
Aku rasa mereka gila karena pergi dari kamar itu juga.
Benar-benar kacau.
Apa ini?
Ini kan Lee Gak.
Aku salah ambil ponsel tadi.
Dia lebih tampan berambut pendek.
Apa?
Pria yang tercebur semalam itu menginap di rumah ibu?
Iya, Ayah.
Apa yang terjadi?
Apa itu artinya dia benar-benar Tae Yong?
Ayah, tidak mungkin bajingan itu Tae Yong!
Dia penipu. Dia 100% palsu.
Dia mengamati Tae Yong cukup lama dan merencanakan ini.
Bajingan itu, kita harus melaporkannya ke polisi dan memenjarakannya.
Jangan polisi!
Tidak baik jika diketahui orang luar.
Lalu..apa yang akan kita lakukan?
Kumpulkan semua anggota keluarga.
Tes DNA...
Aku tidak yakin.. Haruskah kita melakukannya?
Nenek, aku memilih cara ini karena aku ingin yakin dia benar-benar Tae Yong.
Jadi, kumohon mengertilah.
Ibu, daripada tidak yakin sepanjang hidupmu, sebaiknya...
Kapan hasilnya keluar?
Mereka bilang hasilnya keluar dalam sehari.
Kenapa tidak anda mulai?
Saya akan mengambil contoh DNA sang cucu, kemudian contoh DNA sang nenek.
Tolong buka mulutnya sedikit.
Saya akan mengambil contoh DNA dari mulut anda.
Katakan, AA...
Apa yang kau lakukan?
Ini hanya sebentar, mohon kerjasamanya.
AAA.. Ini akan cepat selesai.
Hanya sebentar kok. AAA...
Tunggu sebentar.
Ya Tuhan!
Ini foto kakak dan Tae Yong!
Lihat ini! Ini kau dan Tae Yong.
Ya Tuhan!
Ini..ini!
Ponselnya tidak aktif walaupun berkali-kali aku hubungi!
Hey Tae Moo. Coba hubungi nomor Tae Yong sekarang.
Cepat!
Tae Yong!
Berhasil! Berhasil! Berhasil!
Tae Yong! Ini benar-benar kau
Kemana saja kau selama ini?
Ketika Tae Moo-ku pergi ke New York untuk mencari Tae Yong,
andai dia bertemu Tae Yong,
dia mungkin saja membawa Tae Yong pulang!
Tae Moo-ku benar-benar memikirkan hal ini, Ibu.
Kau pasti merasa lebih baik sekarang, Tae Moo.
Ya.
Baiklah, sekarang tidak ada lagi keraguan atau kesalahpahaman.
Karena sekarang kita sudah berkumpul lagi,
kalian harus kembali akrab seperti dulu.
Baik, Nenek.
Kau juga, Tae Yong.
Baik, Nenek.
Tae Yong. Apa kau mengenaliku?
Ah! Tunggu sebentar.
Dua tahun lalu sebelum Tae Yong menghilang...
dia masih menggunakan ponsel itu kan?
Jika kita mengecek sms, foto dan data dalam ponsel itu,
bukankah kita akan tau apa yang telah terjadi selama ini?
Kau juga berpikir begitu kan, Sekretaris Hong?
Ya, saya pikir anda benar, Bibi Wang.
Yes!
Benar, bisakah kau melakukannya untukku?
Saya tidak bisa membukanya karena terkunci dengan password.
Tae Yong. Kau ingat passwordnya kan?
Aku tidak ingat.
Aku yakin kita bisa membukanya jika kita ke tempat servis ponsel.
Selama dia sendiri yang ke sana.
Baiklah, dengan begitu kita tau apa yang terjadi dengan Tae Yong di Amerika.
Tae Moo. Antar Tae Yong dan pergilah sekarang.
-Sekarang? -Benar!
Bawalah kartu ID Tae Yong yang ada di kamarnya.
Kita harus segera mengeceknya.
Ambil ponselnya dan pergilah dengan Tae Yong sekarang.
Aku akan memarkir mobil sebentar. Tunggulah di sini.
Kami datang untuk membuka ponsel saudaraku yang terkunci.
Baik. Tolong serahkan ponsel dan kartu identitas pemiliknya.
Kau bawa kartu ID yang nenek beri kan?
Ponselnya?
Tunggu..dimana ponselku?
Kau tidak membawanya?
Apa yang ibu lakukan di apartemenku? Bagaimana ibu menemukannya?
Apa maksudmu? Tentu saja aku bertanya pada Park Ha.
Benar.
Katamu dia pernah kemari.
Hei, cek yang Park Ha yang hilang sebesar $40.000?
Aku akan berkeliling dan mencoba mengumpulkan $20.000, kenapa tak kau pinjami setengahnya?
Mengapa aku harus melakukannya?
Katanya dia bisa mengembalikan dalam 3-4 bulan dengan uang dari bank.
Karena uang itu, dia kehilangan bisnis yang sudah ditekuninya selama dua tahun.
Aku kasihan padanya karena tiba-tiba dia ingin kembali ke Amerika.
Selama ini aku dan dia hidup tanpa saling mengenal.
Tapi dia tetap adikmu.
Apa maksud ibu, dia adikku?
Tak pernah sekalipun aku berpikir seperti itu.
Ya?
Apa kau di apartemenmu?
Tidak..aku masih belum pulang.
Di mana kau?
Aku di persimpangan dekat apartemenmu.
Aku akan sampai dalam lima menit, akan kutunggu kau di sana.
Oke.
Ibu, kita bicara soal itu nanti. Sekarang ayo pergi.
Hei, aku belum selesai melihat-lihat!
Aku ada kepentingan mendesak, ayo kita pergi!
-Kau sudah sampai. -Ya.
Oia, aku dengar sepupumu kehilangan ponselnya?
Iya. Begitulah.
Ibu Direktur terlihat sangat kecewa.
Aku yakin begitu.
Sudah lama kita tidak makan di luar. Bagaimana kalau kita pergi?
Baiklah.
Tunggu sebentar.
Ada apa?
Aku lupa belum meninggalkan nomor teleponku untuk pembantu baru.
Aku akan ke atas sebentar.
Kau pergilah dan pesan duluan. Aku akan segera menyusul.
Baiklah kalau begitu.
Karena kau tiba-tiba menarikku, aku lupa dan meninggalkan ini di sini.
Aku pergi.
Jangan pernah bilang ke Park Ha tentang meminjamkannya uang.
Baik, dasar pelit.
Dan telepon dulu sebelum kemari. Jangan mendadak muncul seperti ini.
Ini. Pulanglah naik taksi.
Sekedar memberitahu, Park Ha selalu peduli padamu.
Apa kau lapar?
Apakah kita jadi makan d luar?
Kau cari apa?
Bukankah sebelumnya ada kantung kertas di sini?
Aku memasukkannya ke tong sampah dan membuangnya keluar.
Kenapa kau mencarinya?
Oh...kupikir aku tak sengaja menjatuhkan kartu nama klienku di situ.
Oh tidak. Haruskah aku mencarinya di tempat sampah?
Tidak perlu. Aku bisa mencarinya besok di kantor.
Apa kau mambuat spagheti?
Ya. Tae Moo, tolong ambilkan anggur merah di sana.
Berhenti tuan! Tunggu! Berhenti! Tuan!
Maaf, tunggu sebentar. Aku perlu mengambil sesuatu.
Kumohon tunggu sebentar.
Tae Yong.
Apa temanmu ini seniman semua?
Berapa lama kau memanjangkan rambutmu?
Sejak aku lahir.
Oh Tuhan! Itu menjijikan!
Aku menyiapkan steak yang Tae Yong suka.
Aku tak tau kalian menyukainya juga atau tidak?
Aku suka.
Ya, aku suka.
Aku suka.
Baiklah kalau begitu. Mari makan.
Ayo makan, Tae Yong.
Nenek.
Woo Yong Sul... Dia ahli menggunakan benda tajam.
Apa tidak apa-apa kalau kami memakainya?
Tentu.
Tentu saja, kau harus menggunakan benda tajam untuk memotong steak.
Letakkan di situ.
Bukankah..bukankah orang itu Yang Mulia?
Yang Mulia, siapa pria itu?
Kalian harus ingat apa yang akan kukatakan.
Mulai sekarang jangan panggil aku Yang Mulia.
Aku bukan Putra Mahkota lagi.
Hamba tidak mengerti.
Bagaimana anda bisa berkata seperti itu, Yang Mulia?
Sudah kubilang jangan panggil aku Yang Mulia.
-Yang Mulia, tapi bagaimana... -Kubilang jangan panggil aku Yang Mulia.
Anda harus menjelaskan supaya kami mengerti.
Aku bukan Putra Mahkota lagi.
Aku adalah Yong Tae Yong.
Tak lama lagi, kalian akan melihat Putri Mahkota juga.
Apakah ini...reinkarnasi?
Apakah anda tau di mana reinkarnasi Putri Mahkota?
Karena aku tau..maka aku harus menjadi Yong Tae Yong sekarang.
Kalau begitu..Yong Tae Yong...adalah reinkarnasi Yang Mulia?
Demi nama Tuhan di surga...
-Yang Mulia... -Yang Mulia...
Reinkarnasiku adalah, Yong Tae Yong...
Aku rasa dia sudah meninggal.
Kalau bukan begitu...
Mustahil aku bisa berpindah dari Joseon kemari.
Anda benar-benar pandai.
Maksud anda, tidak mungkin ada dua jiwa ada di satu tempat yang sama. Benar bukan?
Benar.
Itu kesimpulanku.
Karena suatu hal, Yong Tae Yong telah tiada.
Aku akan mencari tau bagaimana hal ini berkaitan dengan pembunuhan Putri Mahkota.
Ketika kita berhasil memecahkannya, mungkin kita bisa kembali ke Joseon.
Ingatlah bahwa aku bukan lagi Putra Mahkota, tapi aku adalah Yong Tae Yong.
-Kami akan mengingatnya. -Kami akan mengingatnya.
Tidak! Kau tak boleh mati! Kau harus hidup!
Apa..apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan?
Berjanjilah kau tak akan lompat.
Aku tak bisa bernafas.
Baik. Baik!
Mengapa kau seserius ini? Siapa bilang aku akan melompat?
Kau salah paham.
Jika bukan begitu, apa yang kau lakukan di sini?
Bergantungan di balkon seperti itu?
Sedikit lagi.
Sedikit lagi.
Kau benar-benar tak punya sopan santun.
Apa yang membuatmu kemari?
Karena dulu kau mentraktirku, sekarang giliranku.
Walaupun sekarang kita berada di tempat asing,
kita tetap harus melaksanakan hari peringatan ibumu.
Kami akan mengurus mejanya, kau siapkan saja sesajennya.
Terimakasih, Yong Sul, Chi San.
Ibuku di dunia sana pasti akan bahagia.
Kalau begitu, mari kita buat upacara sederhana tengah malam nanti.
Rasa manisnya..benar-benar mengagumkan.
Cepat semprotkan benda manis ini ke mulutmu.
Hari ini aku sedang tidak ingin merasakan rasa manis.
Biarkan aku dalam kepahitan.
Apa maksudmu?
Anda tidak perlu tau.
Tapi kau selama ini bicara tak sopan padaku.
Kenapa tiba-tiba kau bicara sopan padaku?
Katamu sebenarnya kau cucu nenek kaya itu.
Kau tidak lebih tua 300 tahun dariku.
Selama ini aku menghormatimu sebagai kakek yang 300 tahun lebih tua.
Perlukah kita ungkap siapa yang lebih tua di sini?
Berapa umurmu?
Aku tak ingat.
Ini. Minumlah.
Dasar.
Aku juga tidak ingat.
Ini kan yang ditaruh di atas nasi omelet...
Siapa yang membuka pintu kulkas?
Aku harus bagaimana?
Aku tidak ingat apapun sebelum usiaku sembilan tahun.
Aku pernah terluka karena kecelakaan mobil.
Karena aku dilahirkan, berarti aku pernah punya ayah dan ibu kan?
Di usia sembilan tahun..aku sendirian.
Di usia itu..aku tak punya ayah dan ibu lagi.
Sampai sekarang..ingatanku tidak bagus.
Kapanpun aku merasa hidup ini berat...
Aku membayangkan suatu tempat tropis dengan pohon palem.
Dengan hanya melihat ini.
Walau aku belum pernah ke tempat seperti itu...
aku selalu merasa lebih baik setelah membayangkannya.
Katanya ini biji pohon palem.
Kalau kau mengikat tangannya di belakang seperti ini, akan memberimu rejeki.
Kalau kau mengikat kakinya, akan memberimu cinta.
Dan kalau kau mengikat lengannya, ini akan memberimu kesehatan.
Setelah memohon sebanyak itu, kau masih saja seperti ini?
Kalau begitu kenapa tidak kau coba saja?
Tunggu dan lihatlah.
Di mana kau taruh mejanya?
Ayo ke sana bersama.
Tidak! Ini bukan waktuku!
Aku tak bisa pergi!
Jangan bawa aku!
Aku tidak mau mati. Aku tidak boleh mati!
Kenapa kau lakukan ini padaku?
Kenapa kau lakukan ini?
Apa kau akan pergi ke Amerika besok?
Aku harus pergi.
Aku sudah membeli tiket. Bahkan sudah menemukan tempat tinggal.
Jika kau bisa tetap tinggal di sini, apakah kau masih akan pergi?
Urusanku sudah selesai di sini.
Aku harus pergi.
Tinggallah di sini.
Ibu.
Apa? Apa yang terjadi? Ada apa ini?
Ya ampun! Tuan muda!
Ya ampun! Tuan muda!
Naiklah di belakang.
-Baik. -Baik.
Tuan Muda.
Disana. Sebelah sana. Apa kau lihat dia di sana?
Yang memakai jas biru dan rok merah muda?
Apa yang anda maksud adalah wanita yang baru saja berhenti?
Benar.
Wanita itu..adalah Putri Mahkota.
Aku mengkhawatirkanmu.
-Yang Mulia. -Yang Mulia.
Siapa akan masuk duluan?
Yang Mulia, aku akan masuk ke dalam, memberi salam Putri Mahkota dan mengawalnya keluar.
Lepaskan aku.
Jangan biarkan orang selain wanita masuk kemari, terutama jika rambutnya panjang.
Siapa yang bertanggungjawab di sini?
Ada pertemuan yang harus kuhadiri, biarkan aku masuk.
Rambutnya juga panjang.
Cepat pergi dari sini!
Yang Mulia, katanya aku tidak boleh masuk.
Inilah kenyataannya.
Dengan penampilan ini...kita bahkan tidak bisa melewati pintu itu!
Bagaimana mungkin kita berhasil menyelesaikan misi ini?
Selama kita disini, kita harus mengikuti aturan dan tradisi mereka.
-Hanya ada satu jalan. -Yang Mulia...
Rambut akan tumbuh kembali.
-Yang Mulia! -Yang Mulia!
Pergi atau jangan.
Pergi atau jangan...
Pergi atau jangan.
Pergi.
Lagi.
Pergi...atau jangan.
Jangan pergi.
Jika dia menahanku.. haruskah aku tetap tinggal?
Apa yang membawa kalian kemari?
Sebentar lagi ini akan menjadi rumah orang lain.
Aku dengar ada benda yang disebut foto kenangan.
Kami kemari untuk membuat foto kenangan terakhir.
Foto kenangan...terakhir?
Benar.
Masuklah dan bawa keluar mesin pengambil gambar.
Pindahkan mejanya dan bersiaplah untuk difoto.
-Baik, yang Mulia. -Baik, yang Mulia!
Geser sini sedikit.
Tetap seperti itu!
Woo Yong Sul.
Apa kau sedang marah? Cobalah tersenyum sedikit.
Oke.
Do Chi San.
Berhenti mengangkat dagu.
Song Man Bo. Kenapa kau menyilangkan lengan? Ayo turunkan.
Semuanya jangan bergerak.
Lee Gak!
Apa kau mau berfoto sendiri? Kau harus memberi tempat untukku juga.
Oke. tetap seperti itu.
Ayo mulai.
Aku tak bisa melakukannya. Aku tak bisa.
Do Chi San.
Ayo kemari.
Sekarang masih belum terlambat.
Kita menyerah saja soal kamar itu.
Silakan potong rambutku dahulu.
-Yang Mulia. -Yang Mulia!
Yang Mulia, jangan lakukan itu!
Ya Tuhan...
Park Ha!
Tunggu!
Park Ha!
Ah, syukurlah!
Hei kau! Lihat-lihat dulu sebelum menyeberang!
Kau baik-baik saja? Kau tidak luka kan?
Bisakah kau berjalan?
Ayo kita ke rumah sakit dulu.
Aku tak apa.
Daripada itu...
Aku harus mengejar bus itu.
Tidak bisa. Ayo kita ke rumah sakit dulu.
Itu dia!
Jual lukisan itu padaku.
Aku tak bisa. Sekarang aku sedang dalam perjalanan mengantarkannya.
Aku akan membayarmu dua kali lipat!
Ini..kartu kredit platinum kan?
Jual lukisan itu padaku.
Park Ha!
Park Ha. Park Ha! Park Ha!
Dia pasti sudah gila.
Stop!
Kaupikir kau bisa pergi tanpa ijin dariku?
Katamu itu foto kenangan kita yang terakhir.
Bukankah itu artinya salam perpisahan?
Karena itulah aku bilang kau otak udang.
Kami akan memotong rambut,
bukankah itu juga disebut foto kenangan terakhir?
Kau bahkan mendapatkan pantai tropis impianmu.
Kau tidak perlu pergi ke tempat yang jauh lagi!
Ayo pulang.
Mulai sekarang, ciptakanlah kenangan indah.
Translated by : Miss J
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.