All language subtitles for Rooftop Prince E03

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Rooftop Prince by Islandsubs Indonesian Subtitle Land

Tae Mu! Tae Yong sudah kembali! Dia kembali!

Tae Yong sudah kembali.

Tae Yong cepat katakan pada nenek,

kemana kau pergi? Kenapa baru pulang sekarang?

Orang tua,

sepertinya kau salah mengira aku sebagai orang lain.

Tapi tidak apa-apa.

Tae Yong, apa yang kau katakan?

Bagaimana mungkin aku salah orang?

Kau ini!

Lihat aku baik-baik. Aku ini nenekmu.

Apa yang sudah terjadi padamu sehingga membuatmu bingung?

Kau bisa menemukan jalan pulang, tapi bagaimana bisa kau tidak mengenaliku?

Tae Yong, lihat baik-baik. Aku nenekmu.

Lihat baik-baik, lihat baik-baik.

Sangat lancang!

Berani sekali kau!

Ini adalah pertama kalinya aku bertemu kau, bagaimana mungkin kau adalah nenekku?

Tae Yong, ada apa denganmu?

Aku ini nenekmu!

Sadarlah!

Beraninya kau! Ayo cepat pergi!

Siapa kau?

Kau sialan!

Siapa sebenarnya kau?

Apa? Membantu pindahan?

Aku tidak pernah meminta bantuanmu untuk pindahan. Apa yang kau lakukan disini?

Ibu berkata kau memintanya untuk menangani ini.

Dia menelfon dan memintaku untuk membantu.

Ibu membuat kesalahan.

Aku akan menangani masalah disini, jadi kau tidak perlu ikut campur. Pergilah!

Aku tidak datang karena aku ingin. Ini karena ibu yang menyuruhku.

Dan sekarang kau ingin aku pulang?

Bisakah kau cepat dan pergi?

Woo Yong Sul!

Yang Mulia!

Yang Mulia! Yang Mulia!

Ada apa lagi sekarang?

- Brengsek! - Penjahat!

Hentikan sekarang juga!

Kesini dan kawal Putra Mahkota!

Yang Mulia!

Apa yang harus aku lakukan?

Apa yang terjadi?

Lihat apa yang kalian lakukan!

Kalian selalu berkelahi tiap kali ada kesempatan!

Kalian merusak banyak barang.

Apa yang harus aku lakukan jika mereka menyuruhku membayar kerusakannya?

Lalu kenapa? Memanggil seseorang "brengsek", "penjahat" dan semacamnya!

Jika kau berbicara pada orang lain seperti itu, maka mereka akan memukulmu!

Bukankah sudah kukatakan jangan mengatakan hal konyol seperti itu?

Lancang!

Diam kau!

Tidakkah kau mendengar apa yang kukatakan?

Apa kau tuli? Jangan berkata seperti itu!

Blah blah blah blah!

Tidakkah kau mendengar aku menyuruhmu diam?

Haruskah aku menyobek bibirmu agar tidak bicara lagi?

Ini! Sobek saja! Sobek! Sobek!!

Lancang!

Tarik mulutmu sekarang!

Dengar baik-baik. Aku akan mengatakannya sekali lagi.

Jika kau terus meremehkan orang,

dan memanggil nama mereka, aku tidak akan membiarkannya!

Yang benar saja!

Yang Mulia...

Lampunya sudah berubah hijau, ayo pergi!

Tae Mu, bagaimana bisa kau seperti ini?

Tae Yong sudah kembali, bagaimana bisa kau memukulnya?

Nenek,

Orang itu bukan Tae Yong...

Bagaimana bisa dia bukan Tae Yong?

Tak peduli bagaimana kau melihatnya, bukankah dia Tae Yong

Dia bahkan menemukan jalan pulang.

Sesuatu pasti terjadi ketika dia menghilang.

Itulah kenapa dia tidak mengingatku.

Tidak bisakah kau mengerti?

Kita seharusnya bicara padanya dan mencari tau apa yang terjadi.

Bagaimana bisa kau berkelahi? Bagaimana bisa kau memukulnya?

Tae Mu, kau mengusir Tae Yong!

Nenek, orang itu bukan Tae Yong.

Temukan dia kembali!

Pergi dan temukan dia!

Tidak.

Sekretaris Hong.

Bukankah Sekretaris Hong sudah menelfon jasa pindahan?

Telefon Sekretaris Hong.

Aku ingin dia datang kesini sekarang juga!

Baiklah.

Kenapa ketua mencariku?

Apa terjadi sesuatu?

Masuklah maka kau akan tau. Aku pergi dulu.

Sekretaris Hong,

Seorang pria muda baru saja kesini. Katakan padanya untuk kembali secepatnya.

Cepat suruh dia kembali!

Ketua, apa yang kau katakan?

Sekretaris Hong, kau menelfon jasa pindahan, kan?

Ya, benar, Ketua.

Jasa pindahan itu, pria muda yang memasuki rumahku...

Temukan dia dan bawa kesini.

Cepat bawa dia kesini!

Apa yang kau lakukan? Cepat pergi!

Ya, Ketua!

Woo Yong Sul, kesini!

Ini terlihat sangat baru.

Tidak buruk. Sepertinya pas.

Kuat dan dapat diandalkan.

Cobalah.

Terimakasih.

Song Man Bo, kesini.

Bagaimana pakaian ini? Kau menyukainya?

Aku orang yang mudah beradaptasi. Ini cukup untukku.

Kalian berempat memakai pakaian yang sama. Orang memandang kita sebagai orang aneh.

Mereka bilang kita seperti lampu lalu lintas.

Kau bisa memakai pakaian olahraga di rumah,

dan pakai ini saat kau keluar, ok?

Wow. Bagus, pas sekali.

Benar-benar memamerkan wajah gantengmu.

Baiklah, aku akan memakai ini.

Untuk Chi San...

Aku ingin ini.

Kau suka yang ini?

Aku ingin segera ganti pakaian.

Aigoo, tidak. Kalian tidak boleh berganti pakaian disini.

Masuk kedalam sana dan gantilah.

Hey. Orang yang mulia dan berkuasa.

Tidakkah kau ingin memilih?

Pilih satu.

Baiklah. Kau pilih barang yang pas untukmu.

Tapi, jika hanya kau yang memakai ini, pasti tidak apa-apa.

Ayo, ayo. Gerak cepat.

Selanjutnya, kita akan memilih celana dan sepatu.

Kesini. Ikuti aku.

Disini kita bisa mengambil pakaian.

Tidakkah pakaian ini terlalu mencolok?

Jika pakaian ini mencolok, itu bagus.

Ngomong-ngomong, kurasa disini lebih baik daripada Joseon.

Bagaimana dengan yang ini? Kemarikan kakimu. Oh, bagus, bagus.

Yang Mulia. Yang Mulia.

Yang Mulia! Yang Mulia!

Yang Mulia,

Yang Mulia. Pengawalmu menemukan sepatu Raja.

Kau bagus sekali.

Permisi.

Aku minta maaf.

Hanya seorang dongsaeng yang kukenal.

Pekerjaannya adalah mengantar bahan makanan segar.

Direktur, aku disini.

Manajer Hwang.

Aku butuh bantuanmu untuk masalah pribadi.

Pribadi?

Kehormatan untukku, Direktur.

Apa kau tau sebuah pasar bernama Yu Jin di Daelim-dong?

Gerbang keluar ketiga dari Stasiun Dalin, lurus 100 meter.

Jika ada apotek, belok kanan.

Di komplek tersebut terdapat kios bernama Shing-Shing.

Ada seorang gadis yang bekerja disana mengantarkan makanan.

Bantu aku menginvestigasinya.

Kios Shing-Shing. Gadis pengantar makanan.

Dan juga, jaga agar tetap rahasia.

Kau ingin merahasiakannya?

Aku akan menginvestigasinya diam-diam.

Didalam sini ada toilet.

Keluarlah setelah kau mengganti pakaianmu.

Kenapa dia ingin kita mengganti baju di toilet?

Dimana toilet itu?

Woo Yong Sul.

Ini bergerak sendiri. Seperti mobil yang bergerak. Pintu ini bergerak.

Kita sudah belajar tentang hal ini kemarin, apa kau lupa?

Yang Mulia,

Ada empat dinding didalam. Kita pasti bisa berganti pakaian disini.

Ya, benar.

Ayo masuk.

Yang Mulia,

kami akan membelakangi anda, agar anda merasa nyaman.

Baik. Ayo ganti baju.

Kenapa pintu ini terbuka?

Yang Mulia, kita harus cepat ganti baju sebelum pintunya terbuka lagi!

Ya! Ya!

Daebak!

Sekumpulan orang cabul!

- Mereka gila! - Keluar dari sini!

Apa ini!

Mati kau dasar cabul!

Maaf.. Apa kau melihat empat orang aneh?

Apa yang membuat kalian sangat lama untuk sampai kesini?

Hentikan mobilnya! Cepat berhenti!

Apa lagi sekarang?

Bukankahau memintamu menghentikan mobilnya?

Kita baru saja melewati gerbang Istana Changdeok.

Kenapa kau tidak memberitahuku kita akan melewati gerbang istana?

Kenapa kau tidak menghentikan mobilnya?

Sekarang aku sangat, sangat sibuk.

Aku tau kau tidak melihat, tapi kau harus memahami hal ini.

Selalu bertingkah seperti penjahat.

Tidak. Tentu saja tidak.

Kau benar-benar tidak bisa?

Jawabanku adalah...

Tidakkah kau pergi bekerja?

Cepat usap!

Jika kau melakukan pekerjaan yang bagus, aku akan mengantarmu ke Istana Changdeok.

Benarkah?

Kau tidak boleh melakukannya asal-asalan.

Jika kau bekerja keras, aku akan melakukannya.

Aku jamin aku akan bekerja dengan giat.

Apa yang aku lakukan dan bagaimana aku melakukannya?

Chi San, berikan itu padaku.

Tidak apa-apa. Berikan padaku.

Beginikah bagaimana kau melakukannya?

Yang Mulia. Yang Mulia.

Apa yang kalian lakukan? Sudah kukatakan tidak apa-apa.

Yang Mulia. Yang Mulia.

Yang Mulia, berikan padaku.

Pengawalamu akan bekerja lebih keras.

Yang Mulia, bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini?

Yang Mulia, kami berdosa. Kami tidak akan mengeluh tentang pekerjaan.

Sudah kukatakan aku akan bekerja keras, jadi hentikan.

Woo Yong Sul, singkirkan kakimu.

Apa yang kalian lakukan? Cepat bersihkan tempat ini hingga mengkilat.

Ya, Yang Mulia.

Ponselku rusak, karena itu aku tidak menjawab telfonmu.

Punyaku rusak dan tak ada yang mau membelikanku yang baru.

Meskipun besok lusa adalah hari ulang tahunku.

Apa salahku jika ponselku rusak?

Aku minta batuanmu dan kau harus menyuruh Park Ha untuk melakukannya.

Ada apa? Apa dia melakukan pekerjaan buruk?

Lupakan. Aku akan memberitahumu nanti.

Apa kau tau dimana aku bisa menemukan Park Ha?

Gunakan ponselmu yang berguna.

Telfon Park Ha, kau tidak tau itu?

Dia tidak menjawab telfonku. Sangat menyebalkan.

Dimana aku bisa menemukannya sekarang?

Cepat. Cepat. Dibawah sini. Dibawah sini.

Yang Mulia apa yang terjadi?

Yang Mulia, tanganmu berdarah!

Kita harus menghentikan pendarahannya! Angkat tanganmu tinggi-tinggi!

Lagi, lagi, lagi, lebih tinggi!

Darahnya masih keluar!

Tekan lukanya.

Aku akan pergi ke apotek.

- Selamat datang. - Halo.

Tolong berikan aku perban.

Tunggu sebentar.

Disana, aku membuka toko dilantai satu. Mohon bantuannya.

Maaf...

Kita bertemu lagi.

Apa yang kau lakukan disini?

Aku bekerja disini.

Aku minta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya.

Apa? Membayar untuk kerusakan?

Kurasa orang-orang itu membuat kekacauan dan merusak barang-barang.

Tentu saja aku harus membayar. Aku yakin semua itu pasti mahal.

Menurutmu berapa banyak yang akan kau bayar?

Tidak, bukan seperti itu.

Aku ingin mengatakan padamu bahwa tidak ada yang harus dibayar.

Aku tidak perlu membayar?

Ya. Aku akan menanganinya.

Itu...Laki-laki yang memakai pakaian olahraga merah...

Apa kau memanggilnya untuk membantu pindahan?

Tidak. Dia bekerja untukku.

Pria itu yang pertama kali masuk rumah.

Apa mungkin dia telah mengenal rumah itu?

Orang itu bahkan tidak tau apakah ini Hanyang atau Seoul.

Tentu saja itu adalah pertama kalinya disana.

Aku menyuruhnya untuk masuk duluan.

Oh, aku mengerti.

Tapi, mungkin seseorang akan menelfonmu untuk membayar kerusakan.

Jadi katakan saja kau tidak tau dimana pria itu.

Kau ingin aku mengatakan aku tidak tau?

Pembayaran ganti ruginya mungkin akan sangat banyak.

Karena itu, kau harus mengatakan kau tidak tau dimana orang itu.

Juga, kau tidak punya kontak informasi nya. Aku akan menanganinya sendiri.

Ini kartu hadiah VIP.

Perusahaanku memberikannya, jadi ambillah dan gunakan.

Tidak apa-apa. Aku minta maaf. Aku tidak bisa menerimanya.

Tidak apa-apa. Kau bisa mengambilnya.

Kenapa kau sama sekali tidak menjawab telfonku?

Kau menelfonku?

Aku pasti meninggalkan ponselku di truk.

Dimana laki-laki yang memakai pakaian olahraga merah?

Aku tidak tau.

Kau membawa orang-orang itu, bagaimana bisa kau tidak tau?

Berikan aku kontak informasinya.

Aku tidak tau informasi kontaknya. Aku juga tidak tau namanya.

Aku juga tidak tau dimana dia tinggal. Dia hanya bekerja untuk satu hari saja.

Jadi aku tidak tau dimana dia sekarang.

Aku sangat sibuk, aku pergi dulu.

Besok lusa adalah ulang tahun ibu, jadi kita harus memberitahunya dimana bertemu.

Aku pergi.

Bagus. Sekarang tidak akan sakit.

Ini disebut perban.

Dijamin mengobati segala penyakit.

Saat kau meletakkannya dilukamu, ini akan mengobatinya.

Ini sudah tidak sakit lagi, kan?

Sakit.

Apa Ketua memarahimu?

Apa salahku jika aku tidak tau kontak informasi orang itu?

Jika orang lain mengatakan padaku mereka tidak mengenalnya, apa yang bisa kulakukan?

Orang itu yang memakai pakaian olahraga merah...

apa dia benar-benar terlihat mirip seperti Tae Yong?

Ketua juga mengira dia melihat seseorang yang mirip saat di rumah sakit.

Kemudian, dia mengatakan dia berkhayal.

Saat ini, mungkin seperti itu.

Maafkan Nenekku.

Jangan khawatirkan aku baik-baik saja.

Selama kau baik-baik saja, aku juga.

Saat musim panas tiba, ayo ke Inggris.

Pergi ke Inggris kenapa?

Apa lagi?

Kita akan pergi ke London mengunjungi ibumu.

Oh, itu.

Kita bisa menunggu mengunjungi ibuku saat ia ke Korea Selatan.

Maka kau bisa menemuinya.

Tapi kurasa aku harus membuat inisiatif untuk menemuinya sendiri.

Musim panas ini, kita pasti pergi ke London.

Baik, katakan bersamaku...

Ka. Kya. Keo. Kyeo.

Ka. Kya. Keo. Kyeo.

Jangan tidur!

Ko. Kyo. Ku. Kyu. Keu. Ki.

Ko. Kyo. Ku. Kyu. Keu. Ki.

Lebih keras, sekali lagi!

Ky. Kya. Keo. Kyeo. Ko. Kyo. Ku. Kyu.

Ka. Kya. Keo. Kyeo ko. Kyo. Ku. Kyu. Keu. Ki.

Bagus sekali. Baris berikutnya.

Na. Nya. Neo. Nyeo.

Na. Nya. Neo. Nyeo.

No. Nyo. Nu. Nyu. Neu. Ni.

No. Nyo. Nu. Nyu. Neu. Ni.

Aku berjanji untuk membawamu kesini.

Tiga pengawalmu menunggu dirumah.

Masuklah dan lihat sekeliling, tapi kita harus segera pulang.

Alasanku untuk hidup adalah dirimu.

Kututup hatiku,

Tertinggal dengan beberapa sisa kenangan samar yang hampir hilang

Di jalan yang aku lalui

Bisakah kita bertemu di akhirnya?

Hanya bahwa aku mencintaimu, semakin bertambah mencintaimu

Tapi hanya aku yang tertinggal di sini sendirian

Cintaku yang telah terbakar habis, apa yang tersisa

Hanyalah penantian, kelelahan dan luka

Aku tak sanggup melupakan seseorang sepertimu

Hanya air mata yang mengalir

Jika aku membasuh lagi cintaku

Luka kerinduan yang tersisa

Hanya kata selamat tinggal yang tersisa

Aku tak sanggup melupakanmu

Ini. Minum ini.

Ini hebat.

Apa ini?

Kopi.

Kenapa ini sangat pahit?

Ini sangat pahit, membuat mataku berair.

Ambil ini.

Ya, Presiden Wang.

Ini Park Ha.

Benarkah?

Kau ingin aku pergi sekarang?

Baik, aku akan pergi sekarang.

Ya, terimakasih.

Baiklah.

Cepat! Cepat!

Cepat.

Kita akan terlambat! Apa yang kau lakukan?!

Cepat. Cepat.

Aku bahkan tidak bisa menyuruhmu pulang sendirian...

Yang benar saja.

Kita hampir ketinggalan!

Ikuti aku, ok?

Kau melakukannya?

Berikan padaku.

Inikah?

Yang satunya.

Diamlah. Apa kau bicara dengan sombong lagi?

Ini karena kau berbicara seperti itu, kau memulai perkelahian di tempat asing.

Tapi tadi, di istana...

Apa tidak apa-apa aku bertanya?

Kenapa kau menangis?

Apa kau melihatnya?

Bukan sedikit air mata, tapi hujan deras, jadi bagaimana bisa aku melewatkannya?

Aku menangis karena kopinya terasa pahit.

Sebelum kau meminum kopi,

Kau tidak boleh memberitahu pengawalku.

Kau tidak boleh memberitahu mereka kau melihatku menangis!

Saat kau berbicara dengan orang lain...

kau harus bicara dengan sopan.

Cobalah.

Apa kabar?

Apa kabar?

Kau bisa melakukannya dengan baik.

Disana. Apa kau melihat wanita itu?

Cobalah mengatakan 'Tolong beri aku telur rebus dan soda'.

Lupakan.

Apa kau mencoba mengajariku sekarang?

Kau ingin aku mengatakan pada pengawalmu kau menangis?

Lihat ini!

Tolong telur rebus...

dan soda.

dan soda.

Berapa semuanya?

Berapa semuanya?

President Hwang. Ini Park Ha.

Aku baru saja turun dari kereta.

Bagaimana aku sampai kesana?

Ah...taman hiburan.

Lihat pintu masuk taman hiburan...

dan kita harus keatas sedikit lagi.

Aku ingin kau berhenti cemberut sekarang.

Kenapa kau membawaku ke tempat yang jauh?

Apa aku membawamu kesini? Sepertinya kau yang mengikutiku kesini.

Jika kau tidak suka, kau boleh kembali ke Seoul.

Tapi kau tidak tau bagaimana caranya pulang.

Suatu hari... Aku akan mengajarimu pelajaran mulut!

Apa kabar?

Aku datang kemari sebagai perwakilan Presiden Hwang.

Oh...President Hwang mengirim seorang wanita muda.

Dia terus berkata padaku untuk mengenakanmu biaya separuh harga untuk strawberi.

Aku baru saja membuka toko,

dan aku ingin melakukan event separuh harga.

Bagaimanapun, saat ini, kita sedang panen,

jadi kau beruntung.

Terimakasih. Jadi... ini strawberi yang kau berikan padaku?

Bukan.

Yang ingin kuberikan padamu ada di tempat lain.

Tapi apa kau datang sendirian?

Apa?

Apa kau gila?

Kau menyuruhku untuk memetik semua strawberi disini?

Apa kau sudah pikun,

atau berkata omong kosong karena kau gila?

Ayolah!

Pak...bisakah kau membantu kami?

Bahkan jika kami berdua memetik stawberi ini seharian, kami tidak akan menyelesaikannya.

Jika kau menggunakan orang-orang, kau tidak akan mendapatkan setengah harga.

Bukankah Presiden Hwang mengatakan padamu?

Aku yakin mengatakan padanya bahwa kau harus membawa beberapa orang.

Tuan...

Kalian berdua petik sebanyak mungkin dan kemaslah.

Aku tidak bisa memanggil orang untuk membantumu.

Itu...

Kukatakan padamu sekarang.

Aku tidak akan memetik strawberi, jadi ketahuilah!

Aku juga ingin mengatakannya padamu.

Jika kau tidak memetik strawberi ini, aku akan mengusirmu dari atap!!

Ugh, punggungku.

Hanya karena aku memintanya memetik, dia pergi setelah memetik 10 buah?

Dia tidak hanya menyebalkan, sangat menyebalkan.

Segera setelah kembali ke Seoul, aku akan mengusirnya.

Tidak... aku tidak melakukannya.

Bukan aku.

Sungguh.

Aku bahkan tidak menyentuhnya.

Itu jatuh sendiri dan rusak.

Aku tidak bisa menahannya.

Orang ini... Aku akan mengubahnya.

Kenapa aku harus mengubahnya?

Semuanya sudah berakhir sekarang.

Aku akan menendangnya keluar.

Ini sebuah karya seni, Yang Mulia.

Yang Mulia...Bagus.

Wow..kau seorang pembuat kaligrafi.

Pembuat kaligrafi yang membuatku kehabisan kata-kata.

Jika dia berkata dia adalah pembuat kaligrafi, maka benar!

Tentu saja. Karena ayahnya adalah pembuat kaligrafi,

dia bisa memberitahunya.

Bahkan plakat yang rusak itu adalah hasil pekerjaan ayahnya,

karena itulah dia menggantungnya disana.

Ya, Tuhan... Lihatlah mulutnya terbuka!

Ini yang kau sebut es batu?

Ini manis dan dingin... Sangat bagus.

Ini.

Kau sangat tidak berkelas.

Benar. Aku tidak berkelas.

Aku tau tidak berkelas, jadi aku menggunakan tangan dan kakiku untuk bekerja.

Apa karena kau sangat berharga jadi kau bahkan tidak menggerakkan jarimu?

Kenapa orang yang sangat berharga sepertimu hidup dari orang tidak berkelas macam aku?

Orang harus punya hati nurani...

Minggir! Kau mengganggu pekerjaanku!

Segera setelah kita kembali ke Seoul, segera pergi!

- Cepat, cepat!

- Petik strawberi untuk mereka - Terimakasih.

Orang ini seorang pelukis kaligrafi.

- Tangannya adalah harta karun. - Bagaimana bisa tangan ini memetik strawberi?

Kami akan memetikkannya untukmu.

Katakan rasa terimakasihku pada Presiden Hwang juga.

Cepat.

Ini sangat...manis dan lembut, dan rasanya sangat enak.

Kita menghabiskan waktu menunggu kereta

karena kita selesai memetik strawberi

lebih cepat dari yang kubayangkan.

Karena itulah kita menghabiskan waktu di taman hiburan.

Kau sudah mengatakannya tadi.

Kenapa kau terus mengulang cerita yang sama?

Aku ingin memastikan kau benar-benar tau.

Boneka lobak.

Aku ingin menggantung boneka lobak ini di toko.

Tolong pegang ini...

Ini seperti memancing.

Kali ini, aku akan melakukannya.

'Tolong biarkan aku melakukannya sekali lagi...' Minta dengan sopan.

Ijinkan aku melakukannya sekali lagi...Kumohon.

Ah! Kita hampir mendapatkannya!

Kita mendapatkannya!

Apa yang akan kau lakukan jika bukan karena aku?

Kau pasti menderita sekali

mencoba memetik strawberi itu.

Jika aku tidak memancing...

Kau pikir apa kau bisa menyentuh boneka lobak itu?

Tapi apa yang kau katakan dengan mulutmu?

Apa kau berkata manusia berharga seperti aku,

hidup dari manusia tidak berkelas seperti kau?

Apa kau bilang manusia harus punya hati nurani?

Aku akan memberi mulutmu pelajaran!

Aku mengerti, aku mengerti!

Tapi...tidakkah kau ingin memakan sesuatu yang manis?

Baiklah.

Sesuatu yang manis...dimana?

Disana. Apa kau melihatnya disana?

Yang mengambang disebelah sana.

Itu sesuatu yang kau makan?

Kau tidak makan bagian luarnya. Tapi kau menghisap udara didalamnya.

Dan ini sangat manis!

Apa kau yakin?

Biarkan aku mencobanya.

Kau bilang ingin mencobanya?

Baik. Cepatlah beli.

Dalam satu tegukan, minum semuanya.

Ini sangat manis.

Ini manis...

Ada apa dengan suaraku...!

Beraninya kau, rakyat jelata!

Apa yang kau lakukan?

Inilah... bagaimana kau mengajarkan mulutmu.

Aigoo... Sudah saatnya kereta datang!

Yes!

Park Ha menyuruh kami agar memberimu makan sekali saja.

Cepat, makanlah.

Berapa lama sejak kalian tiba di Korea?

Belum... begitu lama.

Aku juga belum begitu lama.

Dari negara mana kau sebelumnya?

Jika kukatakan kami berasal dari Joseon, apa kau percaya?

Tak masalah negara apa yang kami katakan, kau tidak akan tau.

Park Ha menelfon.

Hai, Park Ha.

Sebenarnya kami sedang makan.

Benarkah?

Kau ingin bicara dengannya?

Yang Mulia, Yang Mulia!

Kenapa kau kau disana, Yang Mulia?

Kisah yang kita bagi,

Kisah yang hanya kita berdua yang tahu

Tak mampu kuhapus, tak mampu kutinggalkan, tak mampu kulupakan

Memandangi jalan setelah waktu yang lama

Saat aku melintasi jalan tersebut, kenangan indah

Terus terkenang

Dan aku menghentikan langkahku

Setelah waktu yang lama,

Sekarang aku datang ke sini

Aku merindukan saat itu

Aku terkenang bahkan ketika aku ingin hidup mencoba untuk tak tetarik

Karena seseorang sepertimu

Selalu terbayang di mataku

Kenangan yang kita habiskan bersama

Menghujani bagaikan bintang.

Selamat datang.

Selamat datang diacara pembukaan kami.

Sangat bagus!

Selamat datang.

Ibu. Pilih satu.

Hei. Hei. Park Ha.

Apa kau tau berapa harganya sebelum kau menawarkanku untuk membeli?

Wow.

Itu sangat mahal.

Ayo pergi sebelum seseorang datang kesini.

Selama aku punya ini, gratis!

Jadi pilih mana yang kau suka.

Ya Tuhan.

Kapan kau menyiapkan semua ini?

Ini benar-benar seperti hari ulang tahun!

Tunggu sebentar...

Itu...

Kita mendapat hadiah untuk pembukaan,

dan responnya sangat bagus.

Apa target pasar kita?

Wanita berusia 20 tahunan adalah target pasar kita.

Kudengar bahan-bahan yang digunakan

sangat bagus untuk kulit wanita.

Dari semua karyawan yang menggunakannya,

responnya sangat bagus.

Kurasa jika kau pergi kesana, kau akan mendapat hadiah gratis.

Pergilah.

Bukankah itu.. gadis yang kau kenal?

Tunggu sebentar.

Kita bertemu lagi.

Apa kabar?

Aku datang untuk menggunakan sertifikat hadiah yang kau berikan padaku.

Ini memalukan.

Kau datang sendiri?

Tidak. Aku datang dengan ibuku.

Direktur.

Baiklah... Bersenang-senanglah.

Oke.

Terimakasih.

Kemana dia pergi?

Lepaskan aku!

Aigoo. Lenganku!

Kenapa kau menarikku seperti itu?

Diamlah!

Cepat. Pergi!

Kemana kau pergi?

Bagaimana dengan Park Ha?

Ayo pergi ke restoran dan menunggunya.

Mengapa Park Ha selalu menghalangi jalanku?

Dia tidak kembali ke Amerika?

Jika dia diadopsi di Amerika, dia pasti hidup disana.

Dia berpikir untuk kembali ke Amerika tahun kemarin, kan?

Hei. Pikirkanlah!

Park Ha baru saja membuka tokonya,

kau pikir kemana dia akan pergi?

Dia pasti akan menetap.

Ibu,

aku punya permintaan.

Aku ingin kau mengabulkan permintaanku kali ini.

Ibu. Selamat ulang tahun.

Oh, terimakasih.

- Semua yang ku pilih tadi ada disini? - Ya.

Aku menaruh beberapa barang juga.

Ya Tuhan, baiklah. Kau melakukannya dengan baik.

Aku yakin kau tidak punya uang karena kau membuka toko dan lainnya...

Kenapa kau membuat reservasi

Bagaimana bisa kau mendapatkan kartu hadiah 65 juta won?

Aku meminjam dari sana sini.

Aku berhasil melakukannya, aku akan mendapat gaji hari ini.

Aku akan kembali. Aku harus ke kamar mandi.

Ah... tidak, tidak.

Aku benar-benar harus pergi ke kamar mandi.

Park Ha. Maukah kau membantuku?

Kakiku masih sakit.

Ya, ibu.

Park Ha,

Sebenarnya... Ada sesuatu yang ingin aku katakan.

Aku harus pergi ke kamar mandi

Karena itulah aku membawamu bersamaku.

Apa maksudmu?

Pria berbaju olahraga merah?

Apa kau kenal laki-laki seperti itu?

Ya.

Dia bilang itu bukan untuk ganti rugi.

Ketua perusahaan Se Na sepertinya memberinya perintah.

Dia ingin Se Na membawakan pria yang berbaju merah.

Hei, Se Na!

Kau mau pergi?

Tiba-tiba ada urusan perusahaan yang penting.

Aku pergi dulu.

Wanita ini. Yang benar saja!

Park Ha... bahkan jika untukku...

kabulkan permintaan Se Na, ok?

Eonni, aku akan menyanyikanmu sebuah lagu.

Tangan, gigi, tekuk!

Aigoo

Kepalaku sakit!

Karena itulah...

Aku mencoba membuatmu tersenyum sekarang.

Eonni.

Kau tau urutan penyanyi Seol Woon Do mengganti pakaiannya?

Kau tidak tau, kan?

Pakaian atas lalu bawah. Atas lalu bawah.

Ya, halo.

Oh, ya.

Apa? Yang benar?

Baiklah. Aku mengerti.

Eonni...

Pria berbaju merah itu sudah ditemukan.

Apa?

Benarkah?

Tae Mu.

Ayah!

Nenek disini?

Benar, Tae Mu.

Dia mengatakan sesuatu tentang menemukan seseorang yang mirip Tae Yong.

Dia bilang pria itu sedang dalam perjalanan menuju kantor.

Apa?

Sekretaris Hong sedang membawanya ke ruangan Ketua.

Karena itulah aku sedang menuju kesana sekarang.

Sekretaris Hong,

Direktur, ada apa?

Pria itu sedang menuju kemari?

Ya. Kali ini ia tidak memakai baju merah tapi memakai denim.

Aku akan menemuinya disini dan membawanya ke kantor Ketua.

Pria itu... Aku akan membawanya.

Pergilah dan cek jalannya fashion show.

Ayah penasaran.

Direktur Pengaturan?

Bawalah dia ke Ketua.

Aku akan menemui orang-orang di fashion show.

Jika kau pergi melewati pintu itu, akan ada wanita yang menunggumu.

Ikuti wanita itu, dan temui Ketua.

Baiklah. Kau harus menepati janji mu.

Jangan khawatir. Maaf meminta bantuanmu seperti ini.

Apa kau menungguku?

Benar. Ayo pergi dari sini.

Kudengar wanita tua itu menungguku disini.

Kau dan aku harus membicarakan sesuatu.

Ya Tuhan! Kau memang mirip seperti dia.

Kau persis sama seperti dia.

Aku dapat mengerti kenapa Eonni melakukan kesalahan.

Apa kabar? Aku bibi anak ini.

Ayo keatas. Kemarilah, Tae Mu.

Apa yang kau lakukan?

Nenek menunggu.

Ayo cepat naik keatas.

Masuklah, masuklah.

Masuklah. Dia disini.

Dia memang terlihat mirip!

Masuklah.

Silahkan duduk disini.

Ibu! Dia benar-benar mirip!

Yong Tae Yong! Dia bisa menipu semua orang.

Anda ingin minum apa?

Aku tidak minum kopi.

Tolong sesuatu yang manis.

Siapa namamu?

Namaku Lee Gak.

Apa pekerjaanmu?

Aku mencari seseorang.

Siapa yang kau cari?

Putri Mahkota.

Yang Mulia. Haha Ha.

Kau...benar-benar tidak mengenaliku?

Kau tidak mengingatku?

Bukankah sudah kukatakan aku tidak mengingatmu.

Sekarang... kau mencari seseorang...

Apa yang kau lakukan 2 tahun lalu, dan dimana kau?

Dua tahun lalu... Joseon.

Jika orang-orang itu bertanya,

jangan membicarakan tentang Joseon atau pengawalmu.

Mereka tidak akan mengerti. Paham?

Sudah kukatakan aku mengerti.

Jika kau melakukannya dengan baik, aku akan membuatkan omerice untuk makan malam.

Kau berjanji!

Bagaimana bisa aku ingat apa yang terjadi 2 tahun lalu?

Aku tidak ingat.

Apa ini?

Ini disebut yo-gu-ru-teu.

Yogooruteu.

Aku mengatakannya karena aku kasihan padamu...

Tapi orang yang kau cari bukan aku,

jadi jangan sia-siakan waktumu.

Maaf, anak muda.

Aku tidak peduli siapa kau.

Bisakah kau menjadi cucuku, Tae Yong?

Kau tau ini bukan alasan kenapa kau meminta bertemu anak muda ini.

Hatimu pasti sedikit ringan sekarang.

Ibu.

Tentang nenekku... jangan terlalu diperhatikan.

Dia bertingkah seperti itu,

karena dia kehilangan seorang cucu.

Baiklah, aku tau.

Kau sia-sia datang kemari. Ini, ongkos taksi.

Aku tidak membutuhkannya.

Aku akan menggunakan ini.

Baiklah. Sampai jumpa.

Putri Mahkota.

Alasanku untuk hidup adalah dirimu.

Kututup hatiku,

Putri Mahkota.

Tertinggal dengan beberapa sisa kenangan samar yang hampir hilang

Di jalan yang aku lalui

Bisakah kita bertemu di akhirnya?

Putri Mahkota.

Hanya bahwa aku mencintaimu, semakin bertambah mencintaimu

Lepaskan aku!

Lihat aku, Putri!

Tapi hanya aku yang tertinggal di sini sendirian

Putri Mahkota.

Cintaku yang telah terbakar habis, apa yang tersisa hanyalah penantian, kelelahan dan luka

Hanya kata selamat tinggal yang tersisa Aku tak sanggup melupakanmu

Putri Mahkota.

Rooftop Prince Indonesian Subtitle Brought to you by Islandsubs

Penerjemah VinZy

Credit DarkSmurfSub

Do not Re-post or Re-upload or Hardsub our subtitles Get it for FREE @ islandsubs.com

Karena aku memberimu makan, kau harus bekerja untuk makananmu!

Putri Mahkota. Putri Mahkota.

Lepaskan tanganku sekarang!

Putri Mahkota!

Cek nya hilang.

Cek 40 juta. Aku yakin memasukkannya ke dalam amplop.

Batalkan saja kontraknya.

Lihat aku, Putri Mahkota.

Aku akan memberikan uang yang kau butuhkan.

Dengan uang yang kuberikan,

bereskan masalah disini dan kembalilah ke Amerika.

Aku akan meninggalkan atap.

Aku tidak akan melupakanmu.

Kau pikir kemana kau akan pergi?

Apa ini sebuah kebohongan?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.