Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kalian... Kalian... Kalian siapa?
Siapa kalian?
Apa yang kalian lakukan di sini?
Jangan bergerak!
Jangan mendekat!
Jangan mendekatiku... jangan maju...
Siapa kalian semua?
Apa yang kalian lakukan di sini?
Jangan mendekat!
Apa ini?
Cahaya apa itu?
Di mana... Di mana ini?
Di mana ini?
Kalian tidak tahu?
Di rumah orang lain!
Lancang! Beliau adalah Putra Mahkota.
Berlutut sekarang juga dan minta maaf!
Apa-apaan?
Apa kalian semua sudah... gila?
Apakah ini dunia orang hidup ataukah dunia lain?
Kau ini hantu atau manusia?
Aigoo, kelihatannya mereka benar-benar sekelompok orang gila.
Berhenti bercanda. Jika aku berteriak,
semua tetangga akan datang.
Kalian harus mengakhiri permainan kalian.
Yang Mulia, hamba akan menyingkirkannya!
Tunggu sebentar!
Kelihatannya kita berada di bawah mantra setan ini.
Penyihir jahat tidak tahu malu!
Lepaskan kami dari sihirmu sekarang juga!
Semuanya...
Boleh aku bertanya, kalian ini dari mana?
Maksudku adalah... kalian berasal dari mana?
Haruskah aku mengantarkan kalian ke tempat asal kalian?
Yang Mulia, kita tidak boleh lama-lama di sini.
Kita harus cepat kembali ke istana.
Sebelumnya kita berada di pegunungan dengan orang-orang yang mengejar kita.
Sepertinya kita telah dipindahkan ke sini saat kita sedang tidak sadar, Yang Mulia.
Penjahat tak tahu malu, patuhi perintahku!
Cepat tunjukkan jalan menuju ke istana sehingga kami bisa kembali ke sana.
Jika kau mau menunjukkan jalannya, aku akan mengampuni nyawamu.
Aku kembali ke istana!
Yang Mulia, Putra Mahkota, kembali ke istana!
Lindungi Putra Mahkota! Lindungi Putra Mahkota!
Aku hanya perlu membawa kalian semua ke Istana Gyeongbok, bukan?
Apa kau bilang Istana Gyeongbok?
Benar.
Istana. Gyeong. Buk.
Kau gadis tidak tahu malu!
Apa kau berani mempermainkan Putra Mahkota?
Istana Gyeongbuk telah terbakar dan masih belum diperbaiki. Tempat itu masih merupakan tumpukan puing-puing.
Beraninya kau menyarankan kami untuk kembali ke Istana Gyeongbuk.
Wow. Jadi kalian tahu sedikit hal tentang sejarah. Oh...
Aku akan menghukummu dengan hukum cambuk karena tidak hormat padaku.
Tapi, untuk sementara, aku tidak akan melakukannya.
- Bawa kami ke Istana Changdeok sekarang juga! - Baik.
Yang Mulia.
Sepertinya tahap pemberontakan kalian semakin tidak terkendali.
Anak muda, aku mengerti apa yang sudah kalian alami.
Jadi, saat kalian sudah selesai melepaskan stress, pulanglah.
Meskipun mungkin hidup itu sulit, ini masih lumayan.
Hiduplah dengan baik, kalian semua.
Kembalilah ke kehidupan normal kalian.
Semangat!
Apa kau yakin ini benar-benar gerbangnya?
Ya, Yang Mulia.
Ini adalah pintu utama ke Istana Changdeok.
Kalau begitu mari kita masuk.
Buka pintunya!
Ini adalah Putra Mahkota!
Buka pintunya!
Apa kalian tidak segera membuka pintu ini?
Buka pintunya.
Kalian yang di sana, pergilah!
Shooting film sudah selesai, jadi cepat pergi!
Apa yang kalian lakukan di depan situs bersejarah?
Cepat pergi.
Cepat!
Kalian begitu untuk siapa?
Pergi! Cepat.
Yang Mulia... Yang Mulia...
Silakan ke sini, Yang Mulia.
Harusnya lewat sini, Yang Mulia.
- Ayo, kita ke arah sana. - Putra Mahkota, hamba bilang cepat jalan!
Yang Mulia! Yang Mulia!
Ke sini. Ke sana.
Apa yang dilakukan orang-orang ini?
Apa kalian belum selesai bermain-main? Cepat pergi dari sini!
Aish!
Hei. Apa kau ingin mati?
Minggir!
Sial!
Kalian lagi.
Aku sudah bilang pada kalian agar pulang, apa kalian tidak paham?
Apa yang kalian lakukan di tengah jalan?
Jika kalian tidak pergi, aku akan menangkap kalian!
Pergi! Cepat.
Ah, benar-benar!
Oke.
Pelayan,
beri aku makanan.
Besok pagi, begitu gerbang Istana Changdeok dibuka,
aku akan mengirim seseorang dengan uang perak.
Oh!
Aku akan bayar. Jangan remehkan aku!
Aku akan memberimu bayaran yang besar.
Beri aku semangkuk mie seperti yang dimakan oleh dua gadis tadi.
Oh!
Apa artinya "Oh"?
Cepat bawakan aku mie-nya!
Daebak! (Daebak - hebat, mengagumkan)
Apa?
Cepat keluar!
Apa ini acara Candid Camera?
Kenapa dia lagi?
Keluar.
Cepat keluar.
Tampaknya kalian semua juga tidak bisa mendapatkan makanan.
Halo!
- Apa kabar, ahjussi? - Park Ha di sini. (Ahjussi - lelaki yang lebih tua, paman)
- Ini berapa harganya? - Murah.
- 10.000? - 10.000.
Aku ingin yang ini 5 buah.
Halo, ahjumma! (ahjumma - wanita yang lebih tua, bibi)
Oh, kau di sini!
Ini masih segar?
Satu kotak daun wijen dan dua kantong bawang.
Bisakah lebih murah?
Terima kasih!
Kamu sudah bekerja keras.
Sayurnya selalu bagus dan segar.
Tentu saja.
Ini bawangnya.
Nenek!
Oh, kamu di sini!
Selamat pagi.
Ah, kalian lagi, benar-benar!
Bukankah aku sudah melepaskan mereka kemarin?
Mereka... Kenapa mereka masih di sini?
Saat Istana Changdeok dibuka pagi ini,
mereka masuk begitu saja tanpa membeli tiket.
Seseorang melaporkan mereka memasuki daerah terlarang.
Kami dikirim ke sana untuk menangkap dan menahan mereka.
Orang-orang ini sungguh lucu.
Pakaian mereka seperti sungguhan.
Katakan nama dan tanggal lahir kalian.
Dimulai darimu.
Do Chi San. Lahir di hari ke-9 di bulan kembalinya matahari, Tahun Gyung Oh.
Song Man Bo. Lahir di hari ke-21 bulan ketiga, Tahun Shin Mi.
Woo Yong Sul. Tahun Mu Jin. Hari ke-5 bulan kelima.
Aku adalah Putra Mahkota. Cari tahu saja sendiri!
Jika kalian tidak memberitahu kontak informasi wali kalian,
kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini.
Aku tidak bercanda.
Enakkah?
Beri aku sedikit.
Kenapa kalian sangat rakus?
Hei, kontak wali itu apa?
Aigoo, aku benar-benar kehabisan kata menghadapi mereka.
Oke, oke. Aku akan berusaha menjadi tokoh di era Joseon.
Nomor kontak itu apa? Dengarkan baik-baik!
Nomor kontak adalah...
Alamatmu, atau ini... nomor telepon.
Ini juga bisa digunakan, karena dengan ini kita bisa mencari pemilik mobilnya.
Plat nomor kendaraan.
Ini juga bisa dianggap sebagai kontak informasi, mengerti?
Benda itu... Bolehkah aku melihatnya lagi?
Silakan.
-= Park Ha mengunjungi apartemen kakak tirinya. =-
Unnie!
Aku meninggalkan belanjaan untukmu!
Apa kau pergi tanpa membawa kuncimu?
Astaga!
Tidak, aku...
Aku hanya datang untuk meninggalkan belanjaan untuk Unnie.
Permisi. Maafkan aku.
Unnie, maafkan aku.
Aku akan pergi sekarang. Maaf.
Apa yang terjadi? Bagaimana dia bisa masuk?
Tae Moo, apa kau membukakan pintu untuknya?
Siapa dia? Dia memanggilmu Unnie.
Ah... hanya seorang dongsaeng yang kukenal.
Di masa lalu, aku menolongnya. Sekarang dia ingin membalas budi padaku.
Pekerjaannya adalah mengirimkan bahan makanan segar,
jadi dia sering membawakan beberapa untukku.
Kau akan terlambat bekerja, jadi sebaiknya kau buru-buru.
Permisi. Maafkan aku.
Aku benar-benar minta maaf.
Apa kalian berdua orang Korea?
Oh, ya.
Hei. Ini kontak walinya.
Orang-orang itu!
A... A... Apa?
Kenapa mereka menatapku?
Permisi.
Apakah kau Nona Park Ha?
Ya.
Apa kau mengenal orang-orang ini?
Ya.
Tidak!
Aku tidak mengenal orang-orang itu.
Aku tidak kenal mereka.
Tadi kau bilang kau mengenal mereka.
Apakah orang-orang itu datang dari rumahmu?
Ya.
Begitulah kejadiannya.
Tapi, aku tidak bisa mengatakan mereka benar-benar berasal dari rumahku.
Biar kujelaskan...
Tidak sepenuhnya benar bahwa mereka berasal dari rumahku, maksudku...
Mereka benar-benar bukan berasal dari rumahku...
Ahjussi! (Ahjussi - laki-laki yang lebih tua, paman)
Aku mengerti. Kau sudah bekerja keras.
Paman Polisi! Paman Polisi!
Paman Polisi! Paman Polisi!
Kau tidak boleh pergi, kau tidak boleh.
Ahjussi! Dengarkan apa yang kukatakan.
Ahjussi. Maksudku...
Ahjussi... Ahjussi...
Aku bisa jadi gila!
Do Chi San, bangun!
Do Chi San, bangun!
Do Chi San, ada apa denganmu?
Apakah ini karena kau belum makan selama dua hari?
Kau belum makan selama dua hari dan kau pingsan?
Kenapa kalian tidak makan?
Bukankah kalian sudah kelaparan selama dua hari sampai pingsan?
Yang Mulia,
bagaimana mungkin kami berbagi meja dengan Yang Mulia?
Nona!
Kami perlu makan secara terpisah. Bawakan kami meja yang lain!
Aku tidak punya meja lain.
Tidak perlu.
Ini adalah situasi darurat.
Mari makan saja seperti ini.
Kau tidak melihat ini setiap hari.
Kalian semua dengar baik-baik.
Setelah kalian selesai makan,
kalian harus segera pulang.
Jangan datang ke sini lagi.
Aku benar-benar serius.
Aku akan sangat marah.
Tapi, aku penasaran sekali.
Sebenarnya di mana kalian membeli kostum-kostum ini?
Apa nama makanan ini?
Omurice. (nasi omelet)
Omurice.
Omurice.
Sejak aku datang ke tempat ini,
ini pertama kalinya aku merasa gembira.
Kami mengucapkan selamat pada Yang Mulia.
Park Ha, apa kau di dalam?
Ya, ahjummeoni. -=(ahjummeoni - panggilan sopan pada wanita yang lebih tua, bibi)=-
Turunlah ke bawah.
Ada yang ingin kukatakan padamu.
Baik, aku akan segera ke sana, ahjummeoni.
Sungguh...
Cepat ke sini!
Ya.
Bukan hal yang istimewa.
Aku hanya ingin kau bertemu dengan teman sekamar barunya Becky.
Ayo semuanya beri salam.
Natasha sudah kembali ke rumahnya.
Sangat sulit tinggal dengan Natasha.
Halo. Namaku Park Ha. Aku tinggal di atas. Senang bertemu denganmu.
Aku Mimi.
Lady Mimi.
Nama yang indah.
Apakah itu nama aslimu?
Aku bisa melihat dari wajahmu, kau sangat beruntung.
Kau akan dikelilingi oleh banyak pria. Benar-benar bagus.
Cepat lepaskan tutupnya
agar Yang Mulia bisa minum.
Oh, benar-benar!
Biar aku bantu. Pegang kuat-kuat.
Aku akan menariknya.
Tahan!
Yang Mulia, bahaya!
Oh, kau membuat webtoon. -=(Webtoon - komik di internet)=-
Apakah itu seperti manhwa yang kita baca di internet? -=(Manhwa - Buku komik Korea)=-
Itu pekerjaanmu, bukan?
Aku... membutuhkan lingkungan khusus saat aku sedang bekerja.
Jadi, aku mohon pengertian kalian.
Lingkungan di sini biasanya sepi, jadi pastinya sangat cocok untukmu bekerja.
=Masakan sudah matang. Masakan sudah matang.=
Siapa kau? Tunjukkan dirimu segera!
Tunjukkan dirimu, penjahat!
=Berubah ke mode pemanas.=
=Berubah ke mode pemanas.=
=Berubah ke mode pemanas.= - Yang Mulia!
=Berubah ke mode pemanas.= - Yang Mulia!
Jika kau ingin membuat perubahan,
kau harus bilang padaku dahulu.
Harus ekstra hati-hati saat menyalakan api.
Jika kau membuat kebakaran,
itu adalah kasus kriminal. Aku pasti akan menuntutmu.
Aku selalu memastikan tidak ada benda-benda yang mudah terbakar
yang mudah tersulut api.
=Sayang, aku mencintaimu. Sayang, aku mencintaimu.=
=Aku mencintaimu.= Setan, kau pikir kami tidak bisa membunuhmu?
=Sayang, aku mencintaimu.=
=Sayang, aku mencintaimu.=
- Woo Yong Sul! =Aku mencintaimu. Aku mencintaimu.=
Berhenti!
Kau orang kurang ajar! Beraninya kau menunjukkan jari pada Yang Mulia?
Kau pikir jarimu akan baik-baik saja?
Apa kau bercanda?
Karena kau begitu tinggi dan mulia,
bagaimana mungkin kau makan makanan gratis dan kemudian pergi begitu saja?
Hah?
Setelah menghancurkan rumahku dan membuatnya berantakan,
apa kalian pikir kalian bisa pergi begitu saja?
Hah?
Apakah ini suatu hal yang akan dilakukan oleh seseorang dengan kedudukan yang tinggi?
Hah? Katakan padaku!
Ini adalah Myun Jang Wu Pi Da (situasi yang memalukan).
Benar, Yang Mulia.
Ini adalah Hu An Mu Chi (situasi yang memalukan).
Putra Mahkota adalah fondasi suatu negara.
Sebagai fondasi negara,
tidak boleh dikatakan bahwa aku tidak tahu malu.
Baiklah. Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu puas?
Bersihkan ruangan ini dan pel lantainya sampai bersih.
seperti yang sudah kuajarkan pada kalian, gunakan showernya dan bersihkan tubuh kalian dengan baik.
Jangan buat masalah sampai aku kembali.
Aku akan mengambil pakaian kalian. Terserah kalian jika ingin melarikan diri telanjang.
Jika kalian menyentuh apapun atau membuat masalah, aku benar-benar akan memanggil polisi.
Kalian ada di kantor polisi kemarin malam, bukan?
Ingat itu, oke?
Kalian ingin aku memanggil polisi?
- Tentu saja tidak! - Tentu saja tidak!
Halo, apa ini kantor polisi?
Aku ingin tahu apakah ada seseorang yang melaporkan kasus
yang menyangkut orang-orang gila?
Kasus tentang empat orang yang melarikan diri?
Tidak ada?
Bahkan di seluruh negeri.
Ya, aku mengerti. Terima kasih atas informasinya.
Park Ha.
Di mana kau mendapatkan kostum-kostum drama sejarah ini?
Ahjussi, kenapa kau mengeluarkan baju-baju itu?
Aku tidak perlu ini dicuci. Aku hanya ingin kau menyimpannya untuk sementara.
Hanya menyimpannya?
Kau bisa menyimpannya di rumah, kenapa membawanya ke sini?
Yah, ini seperti baju di dalam cerita peri dan penebang kayu.
Kau tahu cerita tentang peri yang tidak bisa melarikan diri karena bajunya, bukan?
Kaukah peri itu?
Bukan, aku si pemotong kayu.
Aku akan mempekerjakan mereka seperti budak.
Ahjussi, besok aku akan membawakanmu sedikit kubis cina sebagai ucapan terima kasih. Kau sudah bekerja keras.
Terima kasih. Hati-hati, Park Ha.
Kau tidak menarik resletingnya?
Kau mungkin tidak tahu bagaimana caranya menarik resleting, benar?
Lihat bagaimana aku melakukannya dan ikuti.
Pegang di sini.
Pegang keduanya dengan erat.
Pegang di sini dan tarik ke atas.
Tidak sulit, pelan-pelan saja, Pelan-pelan.
Ini benar-benar...
Kau harus memasukkannya ke sini.
Seperti itu!
Siapa bilang kau boleh duduk?
Kenapa kau melakukan ini?
Televisi: 300.000, Rice Cooker: 100.000, Gorden jendela: 100.000.
Pemanas ruangan: 60.000, Boneka beruang: 50.000, Pemadam kebakaran: 30.000.
Ditambah barang lainnya yang rusak, total semuanya 80.000.
Semuanya 720.000.
Itu total yang harus kalian bayar padaku.
Kalau begitu,
berapa banyak pekerjaan yang harus kami lakukan untuk bisa melunasinya?
Ahjussi yang berbaju hijau kelihatannya mengerti.
Ahjussi, gajimu adalah 30.000 sehari ditambah makanan.
Tapi, karena satu orang menolak untuk bekerja,
berarti hanya ada tiga orang. Jadi 90.000 sehari. Akan butuh 8 hari bagi kalian untuk membayar semuanya.
Di mana kau menyembunyikan pakaianku?
Baju ini benar-benar aneh!
Ahjussi berbaju kuning, hati-hati dengan kubis itu.
Apa kau bukan laki-laki? Ah, benar-benar...
Apa kau tidak dengar apa yang baru saja kukatakan?
Cepat bawakan topi dan bajuku, sekarang!
Sampai kau membayar semua uangnya, kau harus benar-benar melupakan bajumu.
Kubilang padamu, ahjussi baju kuning!
Orang seperti kau seharusnya dihukum dengan pukulan.
Ada apa? Tidak biasanya kau mengajakku makan siang di dekat kantor.
Bagaimana jika seseorang melihat kita?
Bukankah kau menyukai makanan di sini? Ayo, makanlah.
Tapi pagi ini, gadis yang kau bilang adikmu...
Apakah dia mengatakan sesuatu padamu?
Tidak. Kenapa?
Aku tidak memberinya sambutan yang layak.
Lalu, dia pergi dengan terburu-buru. Itu membuatku merasa tidak enak.
Kami tidak begitu dekat, jadi tidak apa-apa.
Tapi, kenapa kau begitu memperhatikannya?
Karena aku pikir dia kelihatan tidak asing.
Mungkin kami pernah tinggal di daerah yang sama.
Mungkin dia belajar di Amerika Serikat.
Amerika Serikat?
Tidak, dia selalu tinggal di pedesaan dan pergi ke universitas yang tidak jauh.
Benarkah?
Dia belum lama datang ke Seoul.
Ada banyak orang di dunia ini yang kelihatan mirip.
Begitukah? Ayo makan.
- Dokter. - Ya?
Kepalaku rasanya mau meledak.
Tubuh yang rusak ini, kenapa belum juga menyerah?
Kenapa dia ingin membuatku begitu kesakitan?
Rasa sakit adalah tanda tubuh Anda membutuhkan perawatan, Direktur.
Kami akan memberi infus dan membiarkanmu beristirahat. Rasa sakitnya akan berkurang.
Saya akan memeriksa Anda lagi nanti.
Sekretaris Hong.
Jangan biarkan anakku datang ke rumah sakit terlalu sering. Itu akan merepotkan.
Saya mengerti, Direktur.
Makan saja dari sini, seperti ini. Seperti ini.
Makan saja.
Mereka ini sungguhan atau benar-benar aktor yang bagus? Aku penasaran.
Sungguh merepotkan.
Unnie.
Ini aku. Bisakah kita bertemu. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Sore ini? Jam berapa?
Aku harus melakukan pembayaran di toko.
Begitukah? Di mana kau sekarang?
Oh, benarkah? Kau tidak terlalu jauh. Aku ada di rumah sakit sekarang.
Kau datanglah ke sini.
Baik. Aku akan sampai ke sana dalam 30 menit, Unnie.
Kalau kau sudah sampai, telepon aku.
Aku akan kembali. Tunggu saja di sini.
Aku lelah sekali.
Aku ingin kembali ke rumah untuk beristirahat.
Apa yang dilakukannya hingga dia perlu istirahat?
Aku benar-benar benci orang ini.
Kalian tidak boleh pergi ke mana-mana.
Jika aku kembali dan tidak melihat kalian, aku akan meninggalkan kalian.
Aku ingin menghukumnya dengan siksaan kaki.
Aku hanya ingin bicara soal kedatanganmu ke apartemenku pagi ini.
Unnie, sungguh. Kau tidak perlu menjelaskan soal itu.
Kita berdua sudah dewasa.
Aku juga tinggal di Amerika selama beberapa waktu.
Unnie, aku bisa memahaminya.
Aku tidak memanggilmu ke sini untuk menjelaskan mengenai keberadaan seorang pria di apartemen seorang gadis.
Aku hanya mengantarkan barang dan membawakan belanjaan untukmu.
Maafkan aku. Lain kali, aku tidak akan mencampuri kehidupan pribadimu.
Sudah dua tahun sejak kita bertemu kembali.
Aku pikir kita sedikit terlalu dekat.
Unnie.
Selama ini, aku merasa kasihan padamu, jadi aku tidak mengatakan apa-apa.
Setiap kali orang bertanya padaku siapa kau, aku bingung bagaimana menjawabnya.
Kau mungkin merasakan hal yang sama.
Kau dan aku bukanlah saudara kandung.
Kita hanyalah saudara secara hukum.
Jadi, tolong jangan terlalu dekat dengan ibuku dan memanggilnya "ibu, ibu" sepanjang waktu.
Jika sesuatu terjadi padamu, kau mungkin akan mengharapkan dia untuk menolongmu.
Apa yang akan kau lakukan jika itu terjadi?
Jika kami menolongmu, itu akan merepotkan. Jika tidak, kami akan merasa tidak enak.
Kau benar.
Mari kita menjaga jarak yang pantas. Kadang-kadang saling memberi salam, itu sudah cukup.
Ini mungkin akan membuatmu tidak senang,
tapi jika aku tidak mengatakan ini, kau kelihatannya tidak akan mengerti.
Apa kau mengerti maksudku?
Unnie, apakah aku... telah melakukan kesalahan?
Jika kau telah melakukan kesalahan, maka kau hanya perlu meluruskannya.
Bukan itu yang kumaksud.
Ini bukan takdir, tapi lebih seperti kita terjebak bersama-sama dalam suatu keadaan.
Unnie, kau kasar sekali.
Aku tidak mengatakan apapun yang bisa membuatmu merasa tidak enak.
Pikirkan itu baik-baik dan jangan saling mengecewakan.
Pu... Putri.
Putri Mahkota.
Putri Mahkota!
Ini aku, Putri Mahkota!
Putri Mahkota!
Yang Mulia.
Apa yang sedang terjadi?
Yang Mulia.
Putri Mahkota.
Putri Mahkota.
- Yang Mulia. - Putri Mahkota. Putri Mahkota!
Yang Mulia.
- Yang Mulia mau ke mana? - Putri Mahkota.
Kembali. Yang Mulia!
Sungguh menyebalkan.
Perasaan frustasi dalam hatiku ini, bagaimana aku bisa membuatnya jadi lebih baik?
Katakan padaku bagaimana melakukannya!
Kami pantas mati, Yang Mulia.
Aku yakin aku melihat Putri Mahkota.
Aku yakin itu adalah Putri Mahkota!
Apa kalian pikir aku bisa melupakan seperti apa wajahnya?
Meskipun pakaiannya seperti orang-orang lain di sini,
Aku yakin itu adalah Putri Mahkota!
Apa menurut kalian aku sudah gila?
Kami pantas mati, Yang Mulia.
Meskipun aku tidak tahu siapa sesungguhnya Putri Mahkota ini,
kau bisa mencarinya nanti.
Sekarang, ada hal lain yang harus kalian lakukan.
Tulang hidungmu.
Penjahat!
Kau benar-benar kurang ajar!
Aku akan mengikatmu ke...
Ahjussi merah.
Karena kau tidak mau mengatakan padaku nomor identitasmu,
Aku jadi harus sepenuhnya bertanggung jawab.
Aku harus kembali untuk membayar tagihan rumah sakitmu.
Ikuti aku.
Kalian bertiga...
tetap di sini dan jangan bergerak.
Tunggu di sini sekarang.
Jika seseorang membuka pintu itu dan bilang "Putra Mahkota",
pergi saja ke dalam dan rontgen hidungmu.
Tidak,
kau mungkin akan berkata kau tidak tahu apa itu rontgen.
Pergi saja ke dalam dan lakukan apapun yang mereka suruh.
Saat kau sudah selesai, tunggu di sini sampai aku datang.
Mengerti?
Dia kelihatan seperti Putri Mahkota.
Tunggu!
Tae Yong.
Dia Tae Yong.
Itu pasti Tae Yong.
Kembali!
Tae Yong.
Tae...
Tae Yong.
Nenek, kau tidak boleh masuk ke sana.
Di sana... apakah Tae Yong ada di sana?
Tidak, nenek.
Tenanglah, Ketua.
Ta... Tae Yong.
Unnie,
anakmu semua ada di sini.
Katakan pada mereka apa yang baru saja kau katakan padaku.
Di rumah sakit, benar kau melihat Tae Yong atau tidak?
Benar.
Tae Yong melihat persis ke arahku.
Bagaimana mungkin dia tidak mengenaliku?
Bagaimana mungkin Tae Yong bisa muncul di rumah sakit itu?
Pikiran dan tubuhku terlalu lemah.
Aku berhalusinasi.
Aku mengakuinya.
Karena aku keras kepala, orang lain jadi menderita.
Aku mengakuinya.
Ibu,
Tae Moo bilang
dia ingin pindah ke sini dan membantumu.
Nenek,
Aku ingin tinggal di rumah ini.
Di tempat Tae Yong, aku akan membantumu.
Aku akan melakukan yang terbaik demi Tae Yong.
Tae Moo, kau sungguh sangat pengertian.
Unnie,
Kali ini, jangan membuat keputusan.
Lakukan saja seperti yang kusarankan.
Sekretaris Hong,
Ya.
Hal pertama yang harus dilakukan besok, cari orang untuk memindahkan barang-barang Tae Yong,
sehingga Tae Moo bisa pindah ke sini.
Bersihkan ruangan itu sesegera mungkin.
Jawab aku, Sekretaris Hong.
Kita telah melompati 300 tahun di dunia. Bagaimana kita bisa menerima hal itu?
Yang Mulia.
Hamba pikir kita harus kembali ke Joseon secepat mungkin.
Meskipun kita ingin kembali sekarang, kita tidak tahu bagaimana kita melakukannya.
Lagipula,
karena kita sampai di sini melalui rumah ini,
kita harus pulang dari sini juga.
Hamba juga percaya.
Hamba rasa kita benar-benar tidak boleh meninggalkan rumah ini.
Rumah ini adalah jalan kembali menuju Joseon.
Begitukah menurutmu?
Itu yang kami maksudkan, Yang Mulia.
Pasti ada alasan sehingga kita bisa sampai ke sini setelah Putri Mahkota diracuni.
Kenyataan bahwa pagi ini aku melihat Putri Mahkota,
dan kenyataan bahwa kita datang ke sini... pastilah ada hubungannya.
Aku akan membuat atap rumah ini sebagai tempat kediamanku.
Apa kalian mengerti?
Ya, Yang Mulia.
Kami akan mematuhi perintah Yang Mulia.
Kenapa kalian begitu ribut?
Cepat kembali ke dalam dan tidurlah.
Kalian harus pergi kerja besok pagi-pagi sekali.
Masuk ke dalam sekarang!
Kau dan aku bukanlah saudara kandung.
Mari kita menjaga jarak yang pantas.
Sesekali memberi salam itu cukup.
Ini bukan takdir, tapi lebih seperti kita terjebak bersama-sama dalam suatu keadaan.
Apa ada yang mengganggumu?
Ahjussi kuning dan ahjussi biru
mendengkur begitu keras, bagaimana aku bisa tidur?
Tapi, kenapa kau tidak tidur?
Karena aku merasa sedikit berat hati.
Apa maksudmu?
Rupanya kau tidak begitu pintar.
Hatiku sedang gelisah, itu maksudku.
Aku menyerah.
Apa ini?
Soju, krim kocok.
Ahjussi merah, kau merasa gelisah dan berat hati.
Saat kau merasakan hal seperti itu, inilah yang paling efektif.
Aku ingin sedikit penyegaran.
Ini. Minum.
Ini keras.
Ini. Bilang "Ah", seperti itu.
Aku bilang, katakan "Ah"!
Seperti ini, "Ah"!
Manis.
Kau tidak elegan saat kau makan.
Ini. Mari kita minum segelas lagi.
Sini aku coba.
Kita sudah minum semuanya.
Wajahmu seperti kebakaran.
Meskipun aku hanya minum satu gelas, wajahku akan seperti ini.
Diamlah sebentar.
Apa yang kau lakukan... sekarang?
Ini sangat nyaman.
Itu...
Tanganku kedinginan.
Menghangatkannya seperti ini rasanya sangat nyaman.
Apa kau ingin dihajar?
Berapa umurmu sehingga kau masih bersikap seperti ini?
Aku lebih tua 300 tahun darimu.
Mari kita bicara dari hati ke hati, oke?
Aku benar-benar tidak akan mengatakan pada siapapun. Sungguh.
Kau tahu.
Ahjussi, apakah kau benar-benar berasal dari Joseon?
Daebak. (Daebak - hebat, keren)
Sikat gigi kalian dengan ini setiap pagi, saat kalian bangun, dan sebelum tidur.
Jangan ditelan!
Coba bernafas.
Setelah kau selesaikan urusanmu,
siram seperti ini.
Lampu merah.
Lampu hijau.
Ayo, ikuti aku.
Ahjussi, berhenti!
Saat kalian ingin membeli sesuatu, kalian harus membayarnya dengan uang.
Pastikan kalian memperhatikan lembaran uangnya.
Karena pecahannya berbeda-beda.
Ini adalah 10.000.
Lihat baik-baik.
Yang Mulia!
Halo?
Oh, Park Ha.
Ya, ini aku.
Tunggu sebentar.
Kalian semua tunggu di sini.
Ya, ibu.
Bisakah aku menggunakan truk-mu sebentar?
Ya, tentu saja boleh.
Kenapa?
Aku berjanji pada Se Na untuk menolongnya memindahkan beberapa barang.
Tapi ini tidak akan berjalan lancar.
Bisakah kau membantuku?
Se Na Unnie?
Apa tidak ada orang lain?
Hei. Tak ada orang lain lagi selain kau.
Bisakah kau cepat bantu kami, hah?
Baiklah.
Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia!
Cepat pegangan padanya!
Cepat!
Siapa?
Kami datang untuk membantu pindahan.
Terima kasih.
Untuk memindahkan barang, kita memerlukan kotak dan selotip.
Aku akan pergi mencarinya, jadi tunggu aku di sini.
Aku mengerti.
Jangan coba-coba pergi!
Aku sudah bilang aku mengerti.
Kalian bertiga, ikut aku.
Lewat sini, silahkan.
Kamar ini.
Kau perlu memindahkan semuanya dari kamar ini.
Aku ingin melihat ruangan Tae Yong untuk terakhir kalinya.
Ta... Tae Yong.
Tae Yong.
Tae Yong.
Ta... Tae Yong.
Cucuku.
Cucuku.
Apa?
Di mana ahjussi merah?
Aku menyuruhnya agar tidak pergi sendirian.
Ayo kita pindahkan barang-barang ini dulu.
Turunlah dan bawa kotak-kotak itu segera.
Cepat.
Kalian ini lambat sekali seperti kura-kura. Cepat. Cepat.
Turun!
Lambat sekali.
Cepat pindahkan barang ini!
Unnie.
Halo.
Kenapa kau ada di sini?
Tae Moo.
Tae Yong kita sudah kembali.
Tae Yong datang.
Tae Yong datang.
-=Cuplikan Episode Selanjutnya=-
Lindungi Yang Mulia!
Apa yang sebenarnya kau lakukan?
Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana hal semacam itu bisa terjadi?
Kau terdengar seperti klakson.
Tutup mulutmu! Tutup mulutmu! Ini... sobek saja! sobek saja!
Aku rasa Joseon tidak lebih baik dibandingkan di sini.
Apa kau akan menyuruhku melakukan hal semacam itu?
Aku akan mengusirmu jika kau tidak mau memetik stroberi!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.