Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Putri Mahkota? Putri Mahkota, apa kau di luar?
Apa ada orang di luar?
Apa bisa seseorang masuk ke sini?
Apa ada orang di luar? Masuklah sekarang!
Siapapun?
Tak adakah orang yang mendengarku?
Aku bilang, masuk!
Apa terjadi sesuatu?
Yang Mulia.
Katakan padaku.
Apa yang terjadi?
Putra Mahkota...
Jawab aku sekarang!
Apa yang terjadi?
Putri Mahkota?
Putri Mahkota... Putri Mahkota...
Lepaskan aku. Lepaskan!
Putri Mahkota!
Apa yang kau lakukan di sana?
Putri Mahkota?
Putri Mahkota!
Lepaskan aku! Putri Mahkota! Putri Mahkota! Putri Mahkota!
Putra Mahkota.
Ya, ayah.
Para Menteri sudah sangat menginginkan agar kau segera menikah.
Baiklah, kalau begitu. Putra Mahkota, gadis seperti apa yang ingin kau nikahi?
Aku ingin menikahi gadis yang cantik.
Apa?
Yang Mulia, maafkan hambamu jika lancang,
tapi apakah itu berarti bahwa Yang Mulia hanya mempedulikan kecantikannya?
Menurutku jika dia cantik, maka aku akan ingin bertemu dengannya setiap hari.
Ayah,
setelah dia menjadi Putri Mahkota, menurutku tidaklah bagus untuk membiarkan dia sendirian di kamar.
Apa katamu? Tinggal di kamarnya sendirian?
Eonni! Eonni! Hwa Young eonni! (Eonni - kakak perempuan)
Bu Yong, apa yang membuatmu begitu gembira?
Eonni, seluruh kota sedang sibuk.
Raja telah mengumumkan perintah larangan menikah dan meminta daftar lamaran untuk para gadis.
Benarkah?
Dilarang untuk memilih Putri Mahkota.
Benar.
Kau tahu kenapa di halaman begitu ramai?
Ada rumor bahwa ayah kita akan menjadi mertua Putra Mahkota.
Jadi, semua orang memberikan selamat.
Jika ayah kita menjadi mertua Putra Mahkota,
maka itu berarti bahwa salah satu dari kita akan menjadi Putri Mahkota.
Siapa dari kita yang akan menjadi Putri Mahkota?
Jangan bodoh.
Tentu saja kau.
Jika eonni menjadi Putri Mahkota....Ah! Memikirkannya saja sudah membuatku bahagia.
Karena keberuntunganmu, aku akan bisa melihat istana.
Bu Yong,
Ya.
Jika aku benar-benar menjadi Putri Mahkota,
Aku akan mengundangmu ke istana setiap hari. Kita akan makan makanan enak dan memakai baju yang bagus.
Aku penasaran seperti apa wajah Putra Mahkota.
Kalian mungkin sudah mendengar tentangnya.
Keluarga kita juga akan memasukkan lamaran untuk menjadi Putri Mahkota.
Sebelum kalian dipilih untuk masuk ke istana, kalian harus sangat berhati-hati dengan apapun yang kalian lakukan.
Dengan menjadi Putri Mahkota, kalian bertanggung jawab atas kehormatan keluarga.
Kalian harus mengingat itu sepanjang waktu.
Aku ingin kalian tahu bahwa Bu Yong juga akan dimasukkan ke dalam daftar.
Tuan,
apakah kau baru saja mengatakan Bu Yong?
Benar.
Bu Yong juga akan masuk dalam pemilihan Putri Mahkota.
Ayah.
Hwa Yong, dengarkan.
Ya, ayah.
Aku ingin kau berusaha semampumu untuk membantu adikmu menyiapkan diri untuk masuk ke istana.
Apa kau mengerti?
Ya, ayah.
Park Ha.
Kau pasti Park Ha, bukan?
Park Ha, cepat beri salam.
Halo.
Kau Se Na, bukan?
Ibu, aku ingin es krim seperti itu.
Baiklah.
Permisi!
Umm... Park Ha.
Mulai sekarang, kita adalah keluarga.
Ini Se Na eonni.
Panggil dia "eonni".
Saat ayahmu dan aku pergi bekerja, bukankah kami sudah menyuruhmu untuk menjaga anak ini?
Hampir saja membuat rumah kebakaran.
Siapa yang mengatakan padamu kau boleh memasak ramen sendiri?
Jika sekali lagi kau menyentuh kompor, kau akan berada dalam masalah besar.
Aku sudah bilang untuk mengawasinya!
Apakah ini adikmu? Buka tasnya.
Ada apa dengan adikku?
Aku menyuruhmu untuk membuka tasnya.
Kami tidak mau. Apa yang kau lakukan?
Anak ini, sungguh!
Aku bilang aku tidak mau!
- Cepat buka! Buka! - Aku tidak mau.
Hei, apa-apaan ini semua.
Apa semua ini?
Aku tidak tahu, eonni.
Aku benar-benar tidak tahu.
Beraninya kau mencuri?
Apa kau seorang pencuri?
Katakan padaku! Apa kau mencuri?
- Aku tidak tahu. Bukan aku. - Kenapa kau mencuri?
Aku tidak tahu.
Anak nakal. Sebaiknya kau tidak melakukan hal seperti ini lagi.
Akan jadi apa jika kau besar nanti... aku penasaran.
Aku akan pergi membeli susu.
Tunggu aku di sini.
Eonni! Eonni! Eonni! Eonni...
Unnie, aku di sini! Unnie...
Eonni, lihat ke sini... Eonni...
Tidak, kita coba baju yang lain.
Cobalah pakai sepatu bordir ini juga.
Pita rambutnya...
Pita rambut mana yang menurutmu paling bagus, Hwa Yong?
Untuk pita rambutnya... aku pikir ini paling bagus.
Tidak... biar aku memikirkannya.
Ah, benar. Hwa Yong, bukankah kau masih memiliki pita rambut yang dikirimkan Keluarga Song untukmu pada musim gugur tahun lalu?
Yang itu pastilah sangat cocok.
Hwa Yong, cepat pergi ambilkan pita rambut itu.
Ibu,
kita tidak perlu repot-repot.
Ini sudah cukup bagus, ibu.
Tidak, Putri Mahkota.
Putra Mahkota mencari istri yang cantik.
Jika kau akan menjadi Putri Mahkota,
maka kau harus kelihatan cantik, bukan?
Unnie, aku masuk.
Masuklah.
Unnie, mari kita makan manisan kesemek.
Mereka membawakan baju yang akan kau pakai di hari pemilihan nanti.
Aku ingin menyetrikanya sendiri, seperti yang ini.
Terima kasih, Unnie.
Kau sedih hari ini karena pita rambut itu?
Tidak, aku tidak sedih. Aku baik-baik saja.
Unnie.
Besok kita akan menyerahkan lamaran kita, bukan?
Hari berlalu begitu cepat.
Unnie, kita tidak punya banyak waktu sampai kita berpisah.
Ini akan sulit. Apa yang bisa kita lakukan?
Persis seperti yang kita bicarakan terakhir kali,
Aku akan mengundangmu ke istana setiap hari.
Kita akan makan makanan enak bersama.
Kita bisa menikmati semua hal yang indah bersama-sama, unnie.
Unnie, makanlah manisan kesemek ini sambil kau mengerjakan itu. Ini.
Tidak, kau makanlah dulu.
Tidak, kau harus makan dulu.
Aku bilang kau makanlah dulu.
Apa? Bagaimana hal semacam itu bisa terjadi? Bagaimana bisa?
Apa saja yang kau lakukan sebenarnya?
Bekas lukanya akan membekas di wajah anak itu selamanya!
Oh Tuhan, apa yang harus kita lakukan?
Apa yang harus kulakukan?
Diam!
Pergilah katakan pada mereka untuk membawa surat lamaran untuk para gadis itu kemari.
Kita harus mendaftarkan nama Hwa Yong di daftar itu.
Bahkan kupu-kupu pun telah tertipu.
Keahlian menyulam Putri Mahkota kita benar-benar luar biasa.
Bahkan kupu-kupu juga mengira ini adalah bunga asli.
Bahkan kupu-kupu ini terlihat hidup dan dapat terbang.
Tidak ada yang bisa menghentikan hati yang bergemuruh.
Mok-Dan-Ham-Ro-Jin-Ju-Gua.
Pohon peony dengan butiran mutiara yang tergantung.
Mi-In-Jeol-Duk-Chan-Jun-Gwa.
Pengantin wanita melewati jendela dan memetik peony dengan tangannya.
Putri Mahkota, seharusnya kau menjawab dengan bait selanjutnya.
Ah...
Ham-So-Moon-Dal-Lang.
Hwa-Gang-Cheon-Mo-Gang.
Dengan senyum simpul pada suaminya, dia bertanya...
apakah aku lebih cantik daripada bunga itu?
Itukah jawabanmu, adik ipar?
Dan-Lang-Go-Sang-Hee Gang-Do-Hwa-Gee-Ho.
Dengan menggoda, pengantin pria berkata...
Bunga itu lebih cantik darimu.
Me-In-Tu-Hwa-Seung Dab-Hwa-Hwa-Ji-Do.
Pengantin wanita menjadi cemburu karena pengantin pria berkata bahwa bunga itu lebih cantik.
Dia menginjak bunga itu dan berkata...
Hwa-Hwak-Seung-Eo-Cheop. Jika bunga itu lebih cantik daripada aku,
Geum-So-Hwa-Dong-Suk. Kalau begitu tidur saja dengan bunga itu malam ini.
Kau adalah gadis yang belum menikah, adik ipar.
Bagaimana bisa kau membaca puisi erotis?
Hamba takut, Yang Mulia,
itu karena hamba sederhana dan kurang bijaksana. Silahkan hukum hamba.
Aku hanya bercanda.
Itu karena menggodamu sangatlah menyenangkan.
Yang Mulia, bunga apa yang mekar di kolam Bu Yong? Hamba sangat penasaran.
Jadi begitu?
Kita akan pergi ke kolam Bu Yong.
Yang Mulia, lihat bunga itu.
Adik ipar, aku punya teka-teki yang lain.
Kali ini tidak akan mudah untuk dipecahkan.
Jika kau bisa memberikan jawaban dalam dua hari, aku akan memberimu hadiah.
Apa kau mengerti, adik ipar?
Ya, Yang Mulia.
Apa yang mati meskipun dia hidup,
dan hidup meskipun dia mati?
Apa yang mati meskipun dia hidup dan hidup meskipun dia mati?
Putri Mahkota, bisakah kau menjawab teka-teki ini?
Hamba mungkin tahu, tapi hamba tidak yakin. Agak tak jelas bagiku.
Putri Mahkota, kau tidak akan mengetahuinya.
Kau tidak tahu.
Dengarkan perintahku.
Pastikan untuk melindungi tubuh Putri Mahkota.
Pastikan bahwa dia diperlakukan dengan hormat.
Tutup tubuhnya dengan sutra.
Baik, Yang Mulia.
Penjaga di kiri dan kananku, dengarkan dengan baik.
Mulai sekarang...
Cari tahu jika ada saksi yang melihat Putri Mahkota keluar kemarin malam.
Segel lokasi dan jangan izinkan siapapun pergi. Awasi dengan baik.
Baik, Yang Mulia.
Semuanya yang ada di kamar kami,
setiap gelas dan setiap sendok...
Tak seorangpun boleh menyentuhnya.
Awasi semuanya.
Baik, Yang Mulia.
Beraninya kau... di dalam istana negeri ini...
mengambil nyawa Putri Mahkota?
Aku pastikan
untuk menemukan pembunuh Putri Mahkota. Dan dengan begitu,
aku sendiri yang akan mencabik-cabik orang itu.
Seseorang pastilah telah menolong pembunuh itu.
Aku akan mengulitinya hidup-hidup.
Yang Mulia! Yang Mulia!
Pencuri!
Berhenti di sana! Atau aku akan menghajarmu!
Kalian akan mampus.
Oh, Tuhan!
Bagaimana ini?
Oh, maafkan aku.
- Tae Yong, apa kau tidak apa-apa? - Apa kau baik-baik saja?
Apa kalian berdua orang Korea?
Oh, ya.
Dia akan baik-baik saja.
Maafkan aku.
Tapi yang lebih penting, di sana...
Kalian anak nakal, kalian...
Kalian mencuri lagi?
Berhenti di sana!
Apa kau baik-baik saja, Tae Young?
Ke mana saja kau?
Aku dengar kau terlalu sibuk dengan pekerjaan untuk bisa pulang.
Di mana sebenarnya kau bekerja?
Bagaimana nenek?
Dia membicarakanmu setiap hari.
Bukankah dia gadis apel itu?
Gadis apel?
Apa kau mengenalnya?
Tidak. Aku sedang menunggumu,
dan menurutku dia cantik.
Wow, ini pertama kalinya aku mendengar kau mengatakan seseorang cantik.
- Hai! - Kau libur besok, bukan?
Kau ingin menonton film?
Yeah, tapi aku menukar jadwalku dengan Betty, jadi waktu liburku adalah hari berikutnya.
Sayang sekali.
Lain kali kalau begitu.
Oke.
- Hati-hati. Bye bye. - Bye.
- Terima kasih. - Ini kelihatan bagus.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Tae Yong.
Baru saja gadis apel itu mengatakan dia akan libur lusa.
Ajak dia keluar.
Bagaimana kau bisa tahu?
Itu karena aku profesional.
Bukankah kau bilang dia cantik? Ajak dia keluar.
Hei, itu dia datang.
Benar-benar.
Oh, benar. Aku memesan yacht besok untuk menggambar sketsa New York.
Kau ingin pergi denganku?
Ya, ya.
Ya. Sekarang aku bisa mendengarmu dengan baik.
Maafkan aku. Silahkan lanjutkan.
Apa?
Apa itu benar?
Kau tidak salah?
Aku akan pergi ke Korea. Aku akan pergi ke Korea!
Apa kau sudah menemukan ayahmu yang hilang?
Benar.
Akusudah menemukan ayahku. Aku baru saja menerima telepon dari Korea!
- Ya Tuhan! Ya Tuhan! - Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Tae Yong, nenek menelepon.
Jangan jawab. Aku akan meneleponnya nanti.
Hei. Bagaimana bisa kau tidak menjawab?
Aku bilang, jangan jawab.
Dia menyuruhku untuk benar-benar membawamu kembali ke Seoul kali ini.
Katakan saja padanya kau tidak bisa menemukanku.
Nenek...
atau aku harus memanggilnya "Ketua"? Ketua kelihatannya sudah yakin untuk melepaskan posisinya.
Lalu, kenapa dia ingin memasukkan aku? Aku tidak tahu apa-apa soal bisnis.
Ada paman di perusahaan. Mereka juga punya kau, hyung.
Itu bukan milikku. Itu bukan milikku atau ayahku.
Tae Yong, perusahaan adalah bisnis keluargamu.
Jangan menganggapnya terlalu serius, hyung. Kita semua adalah satu keluarga.
Sangat menyedihkan mendengarmu mengatakan hal seperti itu.
Kau dan aku setengah-sepupu.
Hak-ku sebagai sepupumu hanyalah 50%.
- Hyung... - Tae Yong, Ketua adalah nenekmu, bukan nenekku.
Aku tidak bisa memanggilnya nenek. Aku tidak pernah memanggilnya seperti itu.
Di mata Ketua, ayahku adakah aib dan jarum di matanya.
karena suaminya berselingkuh dan memiliki anak yang tidak sah.
Karena itulah perusahaan adalah bisnis keluargamu!
Sudah kubilang, aku lelah mendengarmu mengatakan hal seperti itu!
Kau tidak perlu mengatakan itu.
Kalau begitu buat aku agar aku tidak perlu mengatakan hal itu.
Jangan buat aku duduk 14 jam di pesawat untuk menjadi pesuruh!
Hentikan!
Tae Yong! Tae Yong!
Terima Kasih.
Apa yang kau lakukan?
Aku akan mengambil beberapa foto untukmu.
Biarkan aku mengambil fotomu.
Tidak perlu.
Tae Moo! Tae Moo!
Perjalananmu menyenangkan?
Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini?
Tetaplah... begini sebentar saja.
Apa? Hilang?
Ibu! Ada apa denganmu?
Ibu! Ibu!
Duduklah dulu.
Bagaimana dia bisa hilang?
Tae Yong-ku. Bagaimana dia bisa menghilang? Jelaskan padaku bagaimana dia bisa menghilang.
Ketua, terlalu dini untuk mengatakan dia hilang.
Kau, kau sendiri, yang bilang dia hilang.
Ibu, hanya saja Putraku Tae Moo, tidak bisa menemukan dia New York.
Selama 5 hari, dia tidak melihatnya, dan tidak bisa menghubunginya. Itu sebabnya dia berkata seperti itu.
Jadi, lebih baik untuk melaporkannya pada polisi di New York.
Tae Moo, bukankah kau berbicara dengannya di telepon sebelum kau berangkat ke sana?
Ya, Manajer.
Tapi, Tae Young tidak muncul di tempat yang kami sepakati.
Teleponnya dimatikan dan dia tidak pernah pulang ke rumah.
Bahkan teman-temannya tidak tahu di mana ia berada.
Apa yang harus kita lakukan?
Tae Yong akan baik-baik saja, bukan?
Ketua, saya akan mengirim seseorang ke Amerika sekarang juga.
Masalah ini harus ditangani oleh ahlinya.
Ya, benar. Cepat lakukan itu.
Baik, Ketua.
Apakah kau dari Amerika, Nona Park Ha?
Ya, itu aku. Halo.
Halo.
Menurut hasil tes genetik, kau memang benar-benar putrinya.
Bagus. Lalu, bisakah kau memberitahu di mana ayahku sekarang?
Masalahnya adalah...
Meskipun kami berhasil menghubungimu di Amerika,
kami tidak bisa menghubungi ayahmu.
Kau belum bisa menghubunginya?
Maksudku adalah...
Mungkinkah ayahku tidak ingin bertemu denganku?
Aku dengar itu mungkin terjadi dalam situasi seperti ini.
Benarkah begitu?
Aku yakin bukan itu masalahnya.
Demi menemukan putrinya yang hilang, dia mendaftarkan diri dalam pusat data genetik.
Sudah pasti dia sangat ingin bertemu dengan putrinya.
Tapi... sekarang...
Sekarang... Apa yang terjadi?
Ayah.
Ke mana saja kau selama ini?
Aku sudah menyuruhmu untuk memimpin perkabungan.
Di mana saja kau seharian?
Kau ingin mendengar orang mengatakan bahwa kau adalah putri yang jahat?
Aku bilang ada sesuatu yang penting.
Aku tidak tahu kau begitu mengabdi pada perusahaan.
Lalu, kenapa tak seorangpun dari rekan kerjamu datang untuk memberi hormat?
Namaku Hong. Nama ayah adalah Park. Kau ingin membuatku malu di kantorku?
Bukankah di sana juga sudah banyak orang...
Kau tidak boleh berkata seperti itu, gadis nakal.
Siapa dia dan kenapa dia menangis begitu sedih?
Oh, anak malang itu.
Siapa dia?
Ibu, aku bertanya padamu siapa dia.
Kau bahkan tidak mengenalinya?
Dia Park Ha, Park Ha.
Kelihatannya kau baik-baik saja.
Ya.
Kita tidak pernah bertemu selama hampir 15 tahun, tapi ini bukan masa yang membahagiakan.
Pertama, kita harus menangani soal pemakaman.
- Kita akan berbincang-bincang nanti. - Oke.
Kau benar-benar tidak ingat apapun?
Waktu itu, umurmu sekitar 9 tahun.
Di usia segitu, kau setidaknya harus ingat nama ayahmu dan alamatnya.
Kenapa kau tidak bisa menemukan ayahmu?
Kau lihat bekas luka di sini?
Dulu lukanya besar,
tapi sekarang sudah mengecil.
Mereka bilang itu akibat kecelakaan mobil.
Aku hanya ingat aku tinggal di rumah sakit dalam waktu yang sangat lama.
Aigoo. Jadi waktu itu terjadi kecelakaan.
Tapi, bagaimana kau bisa mengalami kecelakaan? Ini sungguh...
Se Na,
saat kita mencarinya dulu, kita sudah mencoba berbagai cara.
Ternyata kita tidak bisa menemukan dia karena sebuah kecelakaan mobil.
Ibu, apakah ini waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu?
Ah, benar. Aku pikir orang-orang dari pasar akan ke sini.
Anakku, kau bisa membantu menyajikan makanan dan mengatur sepatu.
Keluarga kita kecil, jadi tidak banyak yang menolong.
Baik.
Jadi, kau benar-benar tidak ingat?
Saat kita kecil, aku sering bermain bersamamu.
Saat ibuku dan ayahmu sama-sama pergi bekerja di pasar,
Aku yang merawatmu di rumah.
Aku benar-benar tidak ingat sama sekali.
Sungguh?
Baguslah. Mungkin itu kenangan yang buruk.
Maafkan hamba yang tidak hormat, Yang Mulia.
Bagaimana itu bisa menjadi kasus pembunuhan?
Siapa yang berani membunuh Putri Mahkota di dalam istana?
Perdana Menteri,
Jika itu bukan pembunuhan, lalu kenapa Putri Mahkota ditemukan tenggelam di kolam Bu Yong?
Katakan padaku kenapa begitu!
Sudah pasti ini adalah kasus pembunuhan.
Siapa di dunia ini yang memiliki alasan untuk membunuh Putri Mahkota?
Hamba tidak bisa memikirkan satu alasanpun.
Aku akan mencari tahu apa alasannya.
Putra Mahkota juga tahu dengan jelas,
bahwa saat Putri Mahkota tidak bisa tidur, dia akan sering pergi keluar untuk berjalan-jalan.
Sayangnya, dia mungkin terpeleset di dekat pavilion dan jatuh ke dalam kolam.
Tolong jangan permalukan Putri Mahkota lagi, Yang Mulia.
Mohon pertimbangkan kembali, Yang Mulia.
Ini tidak masuk akal!
Jika dia keluar berjalan-jalan di tengah malam, pastilah pelayan akan mengikutinya.
Jika dia benar-benar jatuh ke dalam kolam Bu Yong, kenapa tak seorangpun menolongnya?
Hamba, Kepala Polisi Hong Nak Hyun, menghadap.
Masuklah.
Yang Mulia,
Hamba sudah menemukan dua pelayan istana yang mengikuti Putri Mahkota kemarin malam.
Katakan padaku apa yang mereka katakan.
Baik, Yang Mulia.
Kemarin malam, Putri Mahkota tidak bisa tidur, jadi dia pergi ke Paviliun Bu Yong untuk menikmati pemandangan.
Kedua pelayan istana itu lalai.
Saat mereka kembali untuk menemui Putri Mahkota, dia sudah jatuh ke dalam kolam.
Jadi, kedua pelayan istana itu ketakutan dan melarikan diri dari istana setelah itu.
Mereka harus mati.
Yang Mulia, hamba takut kedua pelayan istana itu sudah mati.
Bagaimana? Bagaimana mereka bisa mati?
Kami telah menangkap mereka dan membawa mereka kembali, tapi mereka mencoba melarikan diri dan dibunuh oleh prajurit ketika mengejarnya.
Mereka sudah menerima hukuman yang setimpal, Yang Mulia.
Terlebih lagi, mereka juga mengakui kesalahan mereka, jadi tidak ada lagi sedikitpun keraguan.
Tolong izinkan penguburan Putri Mahkota. Itu adalah yang seharusnya dilakukan, Yang Mulia.
Mohon berikan izin, Yang Mulia.
Kalau begitu lakukanlah.
Terima kasih, Yang Mulia.
Song Man Bo. Tahun ini umurnya akan menjadi 22 tahun.
Meskipun dia adalah anak jenius, dia adalah anak tidak sah, karena itu dia tidak bisa ikut ujian kerajaan.
Jadi, dia tidak bisa memegang jabatan resmi ataupun gelar.
Dia berhenti mempelajari Ilmu Klasik dan menenggelamkan dirinya dalam gaya hidup tak bermoral.
Bahasa, pengobatan, astronomi, geografi, keahlian teknik... Tidak ada satu bidangpun yang tidak dikuasainya.
Apakah itu benar?
Terima kasih untuk pujiannya,
tapi hamba masih sangat tidak berpengalaman.
Tahun lalu kau memecahkan masalah pembunuhan tiga pelacur di Pyongyang.
Apakah itu benar?
Itu benar, Yang Mulia.
Ada kasus pembunuhan yang lain.
Woo Yong Sul.
Dia dituduh telah membunuh seorang bangsawan yang telah membunuh ayahnya dan memperkosa adiknya.
Dia membunuh 7 pengawal sang bangsawan, dan kemudian 9 orang lagi yang mengejarnya.
Kenapa kau belajar menggunakan pedang?
Hamba ingin melindungi rakyat biasa dan melindungi negara.
Akulah negara itu.
Apakah kau bisa melindungiku?
Do Chi San.
Dia datang ke istana sebagai kasim,
tapi dia menjadi terlalu dekat dengan para wanita dan dikeluarkan dari istana.
Dia paham sekali soal laki-laki dan memahami wanita.
Dia mengerti banyak hal tentang orang-orang secara umum.
Dia bekerja di tempat pelacuran terbesar di Joseon.
Dari apa yang terjadi di istana sampai ke tempat tidur, tidak ada yang tidak diketahuinya.
Apa rumornya?
Apakah Putri Mahkota tenggelam karena jatuh atau dia telah dibunuh?
Apakah itu sebuah kecelakaan atau sebuah kasus pembunuhan?
Song Man Bo.
Kau akan mendapatkan jabatan khusus di sekolah istana sebagai sekretaris pendidikan.
Do Chi San.
Aku menunjukmu menjadi kasim istana Ini adalah pengangkatan khusus.
Woo Yong Sul.
Aku menunjukmu sebagai pengawal pribadiku. Ini adalah pengangkatan khusus.
Malam itu, aku membawa makanan ke dalam.
Putri Mahkota dan aku berbincang-bincang.
Oh, hari ini...
Tidak ada hal yang spesial di malam itu.
Kami minum bersama.
Aku mengeluh mengenai kesulitan yang aku hadapi dengan para sarjana.
Ah, aku lupa. Adik ipar datang kemudian.
Dia bilang dia telah memecahkan teka-tekiku dan harus datang untuk menemuiku meskipun itu sudah larut.
Apa yang membuatmu datang selarut ini?
Yang Mulia, hamba sudah memecahkan teka-tekinya.
Jadi begitu? Lalu, apa jawabannya?
Dia memecahkan teka-teki itu.
Setelah itu, dia pergi. Aku minum satu gelas lagi dan kemudian tertidur.
Aku bangun di tengah malam dan tidak melihat Putri Mahkota.
Yang Mulia,
Apa yang kau temukan?
Yang Mulia, jika, seperti yang Pangeran katakan, Putri Mahkota mungkin sudah diracuni,
kelihatannya dia seperti tidak bisa berjalan dari kamarnya ke kolam seperti biasanya.
Memerlukan waktu bagi racun untuk menyebar ke seluruh tubuh.
Kita bisa memperkirakan bahwa dia berjalan ke sini,
karena racun memerlukan waktu untuk menyebar sebelum dia jatuh ke dalam air.
Yang Mulia,
hamba menemukan seseorang yang menjual racun di pasar gelap.
Meskipun hamba mampu menemukan markasnya, dia sudah mati begitu hamba sampai di sana.
Semua orang mengatakan bahwa dia umumnya menjual arsenik.
Arsenik. Racun yang berbentuk bubuk putih.
Yang Mulia,
itu adalah manisan buah kesemek.
Malam itu ada manisan buah kesemek di atas meja.
Bubuk putih pada manisan buah kesemek dan arsenik sangat sulit dibedakan.
Apa menurutmu taburan pada manisan buah kesemek itu merupakan arsenik?
Yang Mulia! Yang Mulia! Yang Mulia!
Apa yang terjadi?
Cepat katakan pada kami apa yang terjadi!
Aku mendengar rumor tentang racun.
Jangan bilang padaku itu adalah kematian normal.
- Aku dengar dia diracuni. - Aku juga mendengarnya.
Yang Mulia, ada seseorang yang melihat Putri Mahkota berada di luar malam itu.
Apa? Siapa dia? Siapa mereka?
Hamba berhasil menemukan di mana dia tinggal.
Di mana?
Ayo. Ayo kita temui orang itu segera!
Apa kau yakin ini tempatnya?
Ya, Yang Mulia.
Dia mengatakan dengan jelas bahwa ini tempatnya.
Yang Mulia!
Hei, Park Ha.
Ya, ibu?
Kau kembali ke Korea dua tahun lalu dan kau sudah membuka tokomu sendiri.
Aku rasa kau baik-baik saja sendirian.
Itu hanya toko yang sangat kecil.
Lagipula, toko itu dibuka dengan uang pinjaman.
Aigoo... Se Na kami mengambil begitu banyak pinjaman untuk membeli sepatu hak tinggi dan tas.
Ibu, lengan dan kakimu sakit. Pergilah beristirahat.
Apa kau harus selalu bekerja?
Kau menakutiku.
Jangan mengendap-endap di dekatku.
Hei! Apakah kau pernah menawarkan bantuan padaku saat tangan dan kakiku sakit?
Gadis itu dingin sekali seperti ikan beku.
Unnie, jika kau sibuk, telepon saja aku.
Aku bisa mengantarkan ibu ke rumah dalam perjalananku pulang.
Apa? Lalu, kenapa kau tidak meneleponku?
Ibu, ayo cepat pulang ke rumah. Aku benar-benar sangat lelah.
Setelah aku mengantarmu, aku akan pergi tidur.
Aku tahu, kau sungguh menyedihkan.
Park Ha,
selesaikan dulu bersih-bersihnya, lalu pulang ke rumah dan istirahatlah dengan baik.
Ya.
Cepat bantu aku.
Ah.. benar-benar...
Istirahatlah dengan baik, ibu.
Hati-hati, unnie.
Papah aku dengan baik.
Kau... kau... Siapa kalian?
Siapa kalian?
Apa yang kalian lakukan di sini?
(Desa Tradisional)
-=Busan 2=-
(Susu bagus)
Kita telah melompati 300 tahun di dunia. Bagaimana kita bisa menerima hal itu?
Di mana ini sebenarnya?
Ini adalah Putra Makota!
Di sana.
Tolong pergi jika kau sudah selesai membuat film.
Sinar terang apa ini?
kalian semua... gila?
Tidakkah menurutmu standar hidup di sini jauh lebih baik daripada di Joseon?
Kau tidak boleh ke sini.
Tolong tenangkan dirimu, Yang Mulia.
Dia ingin membawa kekasihnya.
Putri Mahkota!
Ini aku! Putri Mahkota! Putri Mahkota!
Aku ingin menjadikan atap rumah ini sebagai kamar tidurku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.