Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Operation Proposal by Islandsubs Indonesian Subtitle Land
Penerjemah: ppriscaa cho Credit: DarkSmurfSub
Baek-ho masih belum datang?
Bagaimana bisa ia melakukan ini pada Yi-seul?
Orang yang paling berarti bagiku di dunia ini...
akan menikahi orang lain hari ini.
Aku, Ham Yi-seul, menyukai Kang Baek-ho.
Aku datang untuk memberikan apa yang kau inginkan.
Walaupun itu omong kosong, apa masalahnya?
Bukankah kau hanya mencoba melakukan sesuatu yang agak gila.
Apa kerugianmu?
Yi-seul!
Yi-seul telah memberiku begitu banyak petunjuk.
Apa kau kira aku ini bodoh?
Seharusnya aku tahu. Seharusnya aku mengerti.
Begitu banyak petunjuk.
Berapa banyak lagi yang telah aku lewatkan?
Baek-ho tidak menjadi pemain bisbol,
itu adalah kejutan terbesar untuk kita semua.
Untuk kebahagiaan Yi-seul! Bersulang!
Bersulang!
-=Episode 3=-
Kalau begitu, selamat malam.
Kau juga. Masuklah.
- Yi-seul. - Baek-ho.
Kau bicara duluan.
Tidak, kau bisa bicara duluan.
Jangan memikirkan apa yang Chae-ri katakan.
Saat itu, kami semua tahu tak ada lagi yang bisa kau lakukan tentang itu.
Hanya saja Chae-ri merasa,
saat itu kau begitu menjanjikan, sehingga ia merasa sedih melihatmu harus menyerah.
Bagaimana denganmu?
Huh?
Bagaimana perasaanmu? Apa kau juga merasa sedih untukku?
Bukan, apakah kau masih merasa sedih karenaku?
Ya, itu... Sudah sangat larut. Kau harus pergi. Aku juga akan masuk.
Ham Yi-seul.
Apakah menurutmu, semuanya akan berbeda?
Jika..jika dulu aku tidak menyerah akan bisbol,
apakah semua akan menjadi berbeda?
Apanya?
Kita.
Tidak. Walaupun kau tidak menyerah akan bisbol,
tidak akan ada yang berubah di antara kita.
Kang Baek-ho, tidak peduli dulu atau sekarang,
Bagiku, kau sudah dan masih menjadi teman yang paling berharga.
Selamat malam.
Hey. Kau tak perlu melakukan hal seperti ini. Aku pasti akan menang, tak perlu khawatir.
Apa maksudmu? Kau ini benar-benar.
Apa yang lucu? Sebagai manajer tim,
apa kau kira pekerjaanku ini tidak penting?
Apa kau kira bisbol itu hanya main-main?
Meski kau punya bakat,
kau tak pernah tahu apa yang akan terjadi di lapangan bisbol.
Kau tahu ini game yang sangat penting. Kau harus bermain dengan baik.
Bagaimana kalau kau kalah?
Dia tidak tahu bahwa prediksinya benar,
mengenai game hari itu.
Kang Baek-ho! Kang Baek-ho!
Itu adalah pertandingan terakhirku.
Apa kau kira sesuatu seperti ini...
bisa membuatku bermain lagi?
Apa yang kau katakan padaku sebelumnya memang benar.
Apakah bisbol itu hanya permainan untukmu?
Apa yang kau lakukan? Kataku apa yang kau lakukan!
Apa kau tak bisa lihat? Aku tidak bisa bermain bisbol!
Bukan. Aku tidak mau main lagi!
Di dalam hatiku, kau akan selalu menjadi pelempar terbaik.
Kang Baek-ho. Semangat! Fighting! Fighting!
Kau pasti akan sembuh.
Segalanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku.
Kenapa aku melakukannya?
Kenapa aku menyerah begitu mudah?
Ia mempercayaiku seperti ini dulu. Ia menungguku seperti ini dulu.
Kang Baek-ho. Kenapa kau menyerah? Sebenarnya kenapa?
Kini aku mengerti.
Seharusnya aku tak menyerah seperti itu.
Aku ingin kembali ke masa lalu. Aku ingin kembali lagi.
Apa kau ingin aku mengirimmu kembali?
Sejak kapan kau... tidak, mengapa kau disini?
Aku sudah bilang padamu sebelumnya, aku adalah konduktor waktu.
Jika aku tak bisa melakukan sesuatu seperti ini, bukankah itu aneh?
Benarkah aku bisa kembali?
Benarkah kau bisa mengirimku kembali?
Apa kau tahu?
Dulu ada pelempar di universitas yang harus melakukan operasi bahu.
10 tahun kemudian, ia mempunyai rekor 20 penyelamatan dan menjadi seorang MVP.
Tak pernah ada yang menduga sebelumnya.
Oh Seu-hwon. Cerita ini mirip denganmu.
Baiklah. Hari ini, aku hanya akan mengambil ini.
Kuharap perjalananmu berguna kali ini.
Ini bukan mimpi. Aku bisa kembali.
Tolong biarkan aku kembali sekali lagi. Sekali lagi saja. Kumohon.
Renovatio, renovatio, renovatio.
Yi-seul!
Kang Baek-ho! Hanya ada satu out lagi!
Ayo semangat!
Ini 2002. Pertandingan terakhirku. Di inning ke-9.
Tepat disinilah aku mendapat cidera.
Aku kembali. Aku telah kembali. Ini berhasil!
Hey Pelempar! Pertandingan masih belum berakhir!
Kau harus meng-strike out orang ini agar kita bisa menang!
Kenapa kau sudah mulai berdansa?
Jangan khawatir, Yi-seul. Kali ini aku tak akan terkena bola.
Tidak akan.
Ayo!
Ayo!
Saat itu, yang mencederai lenganku adalah curve ball.
Tidak, Tae-nam. Bukan itu.
Tak peduli menang atau kalah, aku akan melempar fast ball.
Kang Baek-ho! Kang Baek-ho!
Apa kau baik-baik saja?
Kang Baek-ho!
=Pasien Operasi Ortopedi, Kang Baek-ho.=
Pasien Kang Baek-ho, silakan masuk ke ruang perawatan nomor 1.
Aku sudah gila, benar-benar gila.
Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan? Apa pentingnya burung kertas?
Ini semua salahku. Benar-benar kesalahanku.
Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Baek-ho?
Ini semua salahku karena aku menghilangkan sarung tangannya.
Apa kau mencari ini?
Ya. Terima kasih! Terima kasih! Untunglah.
Ini pasti sarung tangan yang penting,
hingga bisa membuatmu menangis karena menghilangkannya.
Apakah ia pemain yang baik?
Apa?
Pemilik sarung tangan ini.
Sarung tangannya mungkin lebih baik dari pemainnya.
Dialah yang terbaik!
Ia pelempar terbaik! Pemilik sarung tangan ini.
Baguslah.
Hey. Apa kau membicarakan aku?
Apa? Tidak. Apa kata dokter?
Mereka bilang saat tulangku sembuh, tulangku akan menjadi lebih kuat.
Benarkah?
Itu.. bagaimana mereka menyebutnya?
Tulang naga, atau sesuatu?
Hey, Kang Baek-ho!
Kau mengagetkanku.
Kau pantas mendapatkannya karena telah membuatku khawatir.
Lakukan lagi dan aku akan menyita ini selama sebulan.
Bau apa itu?
Astaga. Kebakaran! Sayang! Kebakaran! Apa yang terjadi?
Yi-seul. Dimana Yi-seul?
Di lantai atas.
Tunggu disini.
Aku akan menghubungi 119!
Yi-seul? Suamiku?
Jadi katamu...
supaya Baek-ho bisa makan sup tulang,
keluarga kita hampir kehilangan segalanya.
Itu.. Sup tulang adalah yang terbaik untuk memulihkan tulang.
Aku ingin memberikannya pada Baek-ho besok.
Kalau begitu kau harus memintaku memasaknya.
Atau paling tidak, jangan tertidur supaya kau bisa memasaknya.
Aku hanya... tidak mendapat istirahat yang cukup akhir-akhir ini.
Aku agak sibuk beberapa hari terakhir dan agak lelah.
Tekanan darahku. Apa gunanya membesarkan anak perempuan?
Darimana ia mendapatkan sifat ini?
Jangan mencoba untuk tidur sebelum kau membersihkan semuanya.
Eomma... tulang sapi besar itu. Dimana kau menyimpannya? (Eomma - Ibu)
Apa?
Ya, karena aku sudah mulai, aku ingin memasaknya lagi.
Benar-benar...
Kali ini saja. Kali ini.
Aigoo.
Dulu lenganku. Sekarang pahaku.
Apakah sudah nasibku untuk bermain lalu cidera, apapun yang terjadi?
Aku sudah kembali ke masa lalu, tapi ini tetap tak berubah.
Hati Yi-seul. Masa depanku. Apa yang harus kulakukan untuk mengubahnya?
Aku tak boleh menyerah. Walau kakiku rusak, aku tak akan menyerah lagi.
Hey, apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak latihan?
Baek-ho. Sunbae. Kau datang? (Sunbae - senior)
Apa kau kira aku tak akan datang?
Ada turnamen President's Cup dan turnamen Golden Lion. Tentu saja aku harus main!
Sunbae, apa kau baik-baik saja? (Sunbae - senior)
Tentu saja aku baik-baik saja.
Cepat keluar dari lapangan.
Cepat, cepat.
Apa kakimu tak apa-apa?
Jangan khawatir tentang itu. Khawatirkan saja isyaratmu.
Aku yakin tim lawan telah mengetahui isyarat kita.
Benarkah? Orang-orang itu. Mereka bahkan tidak tahu "fair play" dimulai dengan huruf "P".
"Fair play" dimulai dengan huruf "F", bodoh.
Tae-nam, bisakah kau ambilkan aku sarung tangan?
Kenapa?
Apa maksudmu kenapa? Tentu saja aku mau berlatih.
Jika kau tak berlatih selama sebulan, penonton akan mengetahuinya.
Jika kau tak berlatih selama seminggu, pelatihmu akan mengetahuinya.
Jika kau tak berlatih setiap hari, kau akan mengetahuinya.
Apa kau tak tahu itu?
Apa?
Apakah kau Kang Baek-ho?
Apa kau yakin yang cidera adalah kakimu, bukan kepalamu?
Ini.
Aku tak yakin kau membutuhkan ini sekarang.
Pemain, ayo masuk!
Benar. Inilah kali pertama aku bertemu Pelatih.
Saat itu, aku tidak tahu apa-apa tentang dia.
Ini adalah pertemuan pertama kami.
Dulu, tak pernah kubayangkan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi pacar Yi-seul.
Dengar.
Mulai hari ini, inilah pelatih barumu.
Ia layak kau hormati atas pencapaiannya yang luar biasa.
Jadi, tolong dengarkan dia dan lakukan apa yang dia katakan. Aku mohon bantuanmu.
Pelatih! Pelatih!
Bocah. Buka matamu lebar-lebar. Buka matamu.
Kau harusnya malu.
Namaku Kwon Jin-won.
Semua yang kau perlu tentang aku...
hanyalah namaku.
Mulai sekarang, akan ada beberapa perubahan.
Jika aku memanggil namamu, maju ke depan.
Kim Seon-hoo. No Jin-soo. Do Yoo-min.
Ma Bong-tae. Joo Tae-nam. Song Chan-wook.
Dan, Kang Baek-ho.
7 orang ini, kalian dikeluarkan dari tim bisbol.
Bereskan loker kalian. Mulai besok, kalian tak perlu berlatih lagi.
Apa? Apa katamu?
Tidak bisa begini.
Kau sedang bercanda, bukan?
Apa alasannya?
Itu karena tim bisbol tidak lagi memerlukanmu.
Apa kau perlu alasan lain?
Tapi, apa mak ---
Kim Seon-hoo. Musim lalu, 20 kesalahan.
No Jin-soo. Musim lalu, 23 kesalahan.
Do Yoo-min. Musim lalu, 27 kesalahan.
Joo Tae-nam. Musim lalu, 29 kesalahan.
Song Chan-wook. Musim lalu, 27 kesalahan.
Haruskah aku lanjutkan?
Kalian semua pasti mengerti apa maksudnya ini.
Atau kalian ingin aku menjelaskannya satu per satu?
Walau kami mungkin tak bermain dengan baik, kami selalu bermain sebagai satu tim.
Kami telah melewati banyak hal bersama.
Bagaimana bisa pelatih mengeluarkan kami begitu saja?
Tentu saja. Tentu saja, ia tak punya wewenang untuk ini.
Sayangnya, aku punya wewenang untuk ini.
Itu adalah syarat untukku datang kemari untuk melatih.
Bagaimana jika seluruh anggota tim protes?
Apa yang akan kau lakukan?
Apa kau akan mengundurkan diri?
Tidak. Kalian semua yang akan mengundurkan diri.
Jika hal seperti ini terjadi,
kami akan membatalkan seluruh program bisbol.
Sekolah ini akan membatalkan semuanya.
Itu tidak masuk akal. Kau kira siapa dirimu?
Bagaimana bisa kau tiba-tiba membuat keputusan seperti itu?
Pemain yang tersisa juga tidak aman.
Tidak akan ada latihan sampai akhir ujian semester.
Jika nilai kalian di bawah 50%, kalian juga akan dikeluarkan.
Aku tak membutuhkan pemain yang hanya jago bermain.
Aku juga tak membutuhkan orang bodoh yang hanya tau bermain bisbol.
Jika kau ingin terus bermain bisbol, tingkatkan kemampuanmu.
Itu semuanya untuk hari ini.
Aku punya pertanyaan. Walaupun pelatih telah mengatakannya...
Bagaimana dengan Baek-ho?
Kenapa Kang Baek-ho dikeluarkan?
Ia salah satu dari sepuluh pelempar terbaik di daerah ini.
Ia adalah pemain yang sangat baik.
Kenapa Baek-ho dikeluarkan?
Jika kau mengeluarkan pemain seperti ini, apa yang akan tim ini lakukan?
Karena, kau tak bermain bisbol sendirian.
Kenapa Kang Baek-ho dikeluarkan?
Kurasa ia sudah tahu sendiri alasannya.
Sayang sekali sarung tangan itu tak akan terpakai.
Permisi. Aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian.
Di sebelahku adalah seorang alumni sekolah ini.
Belum lama, ia lulus dari program MBA Harvard dan baru saja kembali. Ia adalah guru yang baik.
Kepala sekolah memintanya untuk melatih tim bisbol kita.
Pelatih, perkenalkan dirimu.
Namaku Kwon Jin-won. Pertama-tama, aku ingin meminta tolong.
Aku tidak disini untuk melatih tim bisbol nasional.
Aku disini untuk melatih tim bisbol SMA.
Mereka adalah pelajar, bukan atlet profesional.
Di masa depan, mereka juga tidak akan menjadi atlet profesional.
Tapi, satu hal yang pasti.
Anak-anak ini adalah siswa SMA.
Tentu saja.
Aku tidak membutuhkan pemain yang bahkan tidak bisa mengeja "bisbol".
Aku harap semua guru tidak akan membedakan pemain bisbol.
Aku harap kita tidak lupa bahwa pemain kita juga adalah pelajar.
Oke, kami mengerti.
Aku mohon bantuannya.
Mari, Pelatih. Lewat sini.
Dimana meja yang kosong?
Yi-seul, Yi-seul. Berita besar!
Ada apa?
Ada berita besar dari ruang guru.
Seluruh tim bisbol akan dikeluarkan.
- Apa? - Apa yang harus kita lakukan?
Sebenarnya apa yang kau tahu tentang melatih tim bisbol?
Ajussi. Rumah Sakit. Apakah kau? Apa yang kau lakukan disini? (Ajussi - paman)
Junior, Ham Yi-seul.
Manajer tim bisbol sejak kelas 1 SMA.
Mungkin lebih pantas untuk memanggilmu "ibu dari tim".
Sepertinya kau adalah ibu yang tak sabaran, sejak kau masuk tanpa mengetuk pintu.
Ajussi, kau adalah pelatih yang baru? (Ajussi - paman)
Aku tidak setua itu untuk kau panggil "Ajussi". Panggil aku Pelatih.
Jadi, sebagai seorang pelatih, apakah kau punya pengalaman melatih tim bisbol SMA?
Belum, masih belum.
Aku sangat... Tentu saja kau tak punya.
Aku tak tahu kualifikasi macam apa yang kau miliki.
Tapi ajussi, maksudku, Pelatih...
Kau tidak tahu dasar tentang melatih tim bisbol SMA.
Apa itu? Dasar tentang tim bisbol SMA?
Persahabatan. Entusiasme. Semangat tim!
Prinsipku agak berbeda.
Apa?
Kehidupan. Harapan. Masa depan. Usaha. Kurasa itulah yang mereka lakukan.
Jadi maksudmu adalah tim yang tidak menang tidak pantas bermain?
Apakah begitu?
Jika sebuah tim tidak tahu nilai kemenangan, begitulah jadinya.
Kau benar-benar keterlaluan.
Apakah sebagai guru atau sebagai pelatih,
Ajussi, kau sangat keterlaluan.
Apa kau tersinggung karena pemain dengan sarung tangan biru?
Kang Baek-ho, kau tak bisa mengeluarkan dia dari tim begitu saja!
Ajussi, kau tidak tahu apa-apa tentang Baek-ho!
Aku tahu bahwa lebih baik tidak memilih jalan yang tak bisa kau jalani.
Apa maksudmu?
Di seluruh negeri, ada 56 tim SMA dengan total 1666 pemain.
Akhir-akhir ini, hanya ada 87 pemain bisbol profesional.
Dan dari semuanya, hanya 18 yang akan bermain di pertandingan pembukaan.
Hanya 18.
Jadi apa peluangnya untuk masuk ke sebuah tim di masa depan?
Bisbol adalah hidupnya.
Jika kau harus memilih antara bisbol dan hidupmu, mana menurutmu yang lebih penting?
Kau harus pergi sekarang.
Aku masih belum memutuskan apa yang akan kulakukan dengan tim ini. Aku akan memberitahumu jika aku sudah membuat keputusan.
Sebagai seorang dokter, aku menyarakan kau tidak melanjutkan karir bisbolmu.
Dengan terapi fisikpun, pemulihan sepenuhnya akan sangat sulit.
Apa ada yang mau kau katakan?
Tidak, tidak apa-apa.
Kakimu. Apakah akan pulih sempurna?
Tentu saja!
Jangan khawatir, Manajer! Burung kertasmu akan membantuku cepat sembuh.
Bagaimana kau tahu?
Apa?
Bagaimana kau tahu ada burung kertas dalam kotak itu?
Yi-seul, kau kira aku tak mengenalmu?
Kau membuat burung kertas ini setiap malam dan memasukkannya disini.
Seluruh tim sudah mengetahui hal itu.
Sepertinya kau tak tahu.
Pemain bisbol, maju ke depan. Joo Tae-nam, Song Chan-wook.
Kang Baek-ho, bangun dan maju ke depan!
Cepat maju, bocah.
Song Chan-wook, nomor 1. Kang Baek-ho, nomor 2. Joo Tae-nam, nomor 3. Jawab soal ini.
Pak Guru, bagaimana cara menjawab soal ini?
Gurumu sudah mengajarkannya.
Kenapa kau tak bisa menjawab soal ini?
Pelatih, bagaimana bisa seorang pemain bisbol menjawab soal ini?
Jadi, apakah itu sesuatu untuk dibanggakan?
Tida, tapi biasanya kau tak menyuruh kami melakukan hal ini. Kenapa tiba-tiba kau menyuruh kami menjawab?
Apa? Tiba-tiba? Bersandar di papan tulis. Cepat!
Guru, sabar..sabar.
Sabar apanya! Cepat naik dan berdiri. Bocah!
Cepat. Cepat. Kenapa kau hanya berdiri saja?
Kau bahkan tak tahu apa ini.
Berdiri saja disana! 1-2-3-4...
Kakiku, kakiku.
Kau dapat 2 lagi karena mengeluh.
Kau bahkan tak tahu bagaimana mengeja?
Kau bahkan tak bisa mengerjakan tugas anak SMP?
Song Chan-wook, baca itu.
Apa?
Kang Baek-ho. Sial.
Apa ini kamarmu? Kurasa kakimu yang terluka adalah alasanmu.
Cobalah sekali lagi.
Aku tidak sedang dalam mood yang baik. Ajussi, tolong air dingin...
Saat aku marah, aku jadi sangat lapar. Aku pesan kentang goreng...
Terima kasih.. untuk semuanya.
Dengar...
Ayo kita lupakan bisbol untuk sementara. Pendukung sepak bola ada disini.
Kita harus berusaha sebaik mungkin mendukung tim Piala Dunia kita.
Aku tak pernah mengira aku bisa bertemu Beckham, Ronaldo, Zidane.
Itu keajaiban! Keajaiban. Aku setan merah! Kau setan merah! Oke?
Kalian tahu, besok mari lupakan segalanya dan dukung tim sepak bola!
Piala Dunia 2002.
Selama musim panas itu, seluruh warga negara adalah setan merah.
Yi-seul dan aku tak pernah bisa menonton satu pertandingan bersama.
Kenapa aku tak pernah tahu bahwa sepak bola seseru ini sebelumnya?
Jika kau tahu itu, apakah kau akan lebih memilih sepak bola daripada bisbol?
- Terlalu terlambat untuk pindah? - Tentu saja.
Aku tak tahu harus berkata apa.
Go Korea! Go Korea! Go Korea! Go Korea!
Apakah kau akan menonton pertandingan diluar besok?
Jangan menungguku. Aku tak akan datang.
Jangan begitu. Ayo kita pergi bersama.
Kakiku masih belum pulih. Kurasa aku harus mengistirahatkannya.
Kalau begitu, kita semua menonton di rumahmu saja.
Kita semua bersama-sama.
Mereka pasti lebih suka menonton diluar. Kalian tidak perlu datang ke rumahku.
Kalian pergi saja, oke?
Baiklah.
Go Korea! Go Korea! Go Korea! Go Korea!
=Dia menendang! Ah, ditepis.=
=Sayang sekali mereka melewatkan kesempatan ini.=
=Pemain Hwang Soon-hong terjatuh!=
=Ia berdarah! Ia berdarah!=
=Dia bertabrakan dengan pemain lain.=
=Kita harap lukanya tidak terlalu serius.=
=Sepertinya dahinya terluka.=
=Bagaimana ini?=
=Hwang Soon-hong masih belum berdiri.=
=Kita harap ia bisa bangun.=
=Pemain Amerika berbalik dan mereka bertabrakan.=
=Kita harap lukanya tidak terlalu serius. Semuanya sangat khawatir sekarang.=
Kang Baek-ho! Apa kau menonton pertandingannya?
Bagaimana ini? Hwang Soon-hong terluka!
Bagaimana ini?
Yi-seul, jangan khawatir. Pemain Hwang Soon-hong akan bangun.
Dia akan bangun sebentar lagi.
Dia akan kembali berlari dengan perban di kepalanya.
Sepertinya tidak mungkin. Lukanya terlihat parah.
Ada begitu banyak darah!
Ham Yi-seul, apa kau mau bertaruh denganku?
Jika Hwang Soon-hong bangun dalam 5 menit..
maka kakiku juga akan sembuh.
=Jika aku kalah...=
=aku akan memberikan MP3-ku yang selalu kau inginkan.=
=Bagaimana?=
Apa?
Jadi, kau lebih baik menyaksikan pertandingan dengan serius.
Hey!
=Ia terluka saat melakukan heading.=
=Ia terluka karena sebuah heading.=
=Aigoo, kita harap lukanya tak terlalu serius. Banyak darah yang keluar.=
Jika Hwang Soon-hong bangun dalam 5 menit..
maka kakiku juga akan sembuh.
Tolong. Tolong. Bangunlah. Bangunlah. Kumohon. Bangunlah.
=Ia bangun!=
=Hwang Soon-hong bangun!=
Bagus sekali! Hwang Soon-hong!
Hwang Soon-hong! Hwang Soon-hong! Hwang Soon-hong!
Cumi. Cumi. Cumi. Apa kau beli cumi?
Tidak ada yang belajar saat aku pergi. Kalian ini benar-benar!
Cumi!
Kalian harus mendapat nilai bagus di ujian.
Kalau kau ingin membungkam pelatih, kau harus mendapat nilai bagus.
Apa kau mengerti?
Ham Yi-seul, ada apa denganmu?
Kang Baek-ho. Apa kau sudah belajar untuk ulangan Sejarah?
Belum. Aku baru akan.
Cepat! Buka bukumu!
Ham Yi-seul. Apa yang kau lakukan disini?
Kang Baek-ho. Kau mengagetkanku.
Apa ini?
Apa yang salah?
Pintunya terkunci.
Apa? Minggir.
Chae-ri! Song Chan-wook! Joo Tae-nam!
Mereka sudah pulang.
Apa? Kapan?
Aku tidak tahu. Saat aku bangun, mereka sudah tak ada.
Mungkin mereka pulang untuk tidur.
Lalu, apa yang kita lakukan sekarang?
Tunggu sampai subuh. Aku akan mencoba keluar lewat jendela.
Berarti kita tak bisa keluar sampai subuh?
Sebenarnya kenapa kau masuk kesini?
Kenapa kau mengacak-acak barang orang lain?
Barang orang lain? Bagaimana bisa itu milikmu?
Jika kau pikir baik-baik, itu milikku.
Kau membuatnya untukku. Tentu saja itu milikku.
Siapa yang menyombong bahwa ia tak butuh hal seperti ini untuk menang?
Maaf.
Untuk apa?
Segalanya.
Kapan kau menemukan ini?
Saat kau terluka,
aku sangat khawatir sehingga aku lupa membawanya bersamaku.
Aku sudah bilang...
itu milikku, maka aku akan menjaganya.
Sampai pagi datang,
apa yang akan kita lakukan?
Ayo tidur.
Kang Baek-ho. Kau tidak boleh tidur sekarang.
Kau harus mendapat minimal 80 di tes besok.
Apa kau sudah belajar?
Koran apa yang menerbitkan "Hari Ratapan" karya Chang Jae-young?
Tunggu, tunggu!
Koran Hwan..tunggu dulu!
Koran Hwan-seong!
Betul.
Apa nama dari perjanjian curang antara Korea dan Jepang?
Itu sangat simpel.
Perjanjian Kang Hwa Do.
Tahun berapa perjanjian itu?
Apa? Tahun berapa? Apa aku juga harus tahu itu?
Tentu saja! Tahun 1876!
Aku tak tahu. Aku tak peduli. Aku tak mau belajar lagi.
Walaupun aku belajar sekarang, aku tak akan lulus.
Berhenti saja dan mari kita tidur.
Siapa bilang? Ayo bangun!
Siapa yang menulis kumpulan sajak Shen Wen Long? Cepat bangun!
Aku tahu, aku tahu. Oke!
Ayo! Mari menang!
Pelempar terbaik, Kang Baek-ho! Fighting!
81! Nilaiku 81!
Apa kau baik-baik saja?
Kini tinggal kakimu.
Kau hanya perlu menyembuhkan kakimu, Kang Baek-ho.
Tak ada yang bisa mengambil bisbol dariku.
Tidak ada yang bisa.
Berikan padaku.
Aku tak mau.
Apa?
Kau bisa berhenti...kau harus berhenti berlatih, Baek-ho.
Kang Baek-ho, berhenti bermain bisbol.
Apa katamu? Berhenti bicara melantur.
Berikan bolanya padaku dan pulang istirahatlah.
Seberapa penting bisbol bagimu?
Apa itu lebih penting dari tubuhmu?
Apa itu lebih penting dari hidupmu?
Walau kau tak melakukan ini, kau bisa terus hidup, Baek-ho.
Jadi, jangan berlatih lagi.
Tidak, aku tidak bisa.
Seberapa penting bisbol untukku?
Bisbol adalah lenganku, kakiku, hatiku.
Jika aku tak bermain bisbol lagi...
aku tak akan menjadi Kang Baek-ho lagi.
Jika hidupku tak punya bisbol,
maka aku tak punya apa-apa.
Bagaimana kau tahu itu? Bagaimana bisa kau tahu itu?
Aku tahu. Aku tahu saja.
Aku sangat tahu. Aku terlalu tahu.
Baek-ho.
Jadi, jangan bicara apa-apa dan tunggulah aku.
Jika aku kehilangan bisbol,
maka aku akan kehilangan sesuatu yang lebih penting.
Sesuatu yang lebih penting? Apa itu?
Itu adalah kau.
Apa itu?
Kau sungguh keras kepala. Biarkan saja aku.
Sejak kapan kau boleh mengganggu latihan pemain? Aku kira kau adalah manajer tim.
Aku pergi.
Berikan padaku.
Itu sangat baik, Kang Baek-ho.
Hey! Duduk. Duduk kataku. Aku akan mengantarmu pulang.
Ayo kita pergi.
Ayo. Ayo. Cepat.
Seru bukan?
Apa? Apa?
Ayo kita menonton sebelum pulang.
Kukira kau bilang kau tak mau menontonnya.
Kalau kau tak menonton pertandingan ini,
kau akan menyesal seumur hidup.
Bagaimana kau tahu itu?
Aku tahu saja.
Cepat, putar balik.
Oke. Ayo kita pergi.
Ayo. Dorong, dorong.
Go Korea! Go Korea! Go Korea!
Go Korea! Go Korea!
Pakai ini untuk mendukung.
Go Korea! Go Korea!
Yi-seul.
Huh?
Sebenarnya...sebenarnya, aku...
=Lee Young-pyo mendapat bolanya! Kanan, kanan!=
=Operan tipuan. Bawa bolanya, tendang!=
Apa katamu?
Kau. Aku suka...
Gol! Gol!
Operation Proposal by Islandsubs Indonesian Subtitle Land
Penerjemah ppriscaa cho
Credit DarkSmurfSub
This is a FREE fansub. NOT for SALE! Get it for FREE @ islandsubs.com
Kang Baek-ho, ayo!
Aku akan membawamu ke Liga Utama, Kang Baek-ho.
Kau lebih baik tidak berubah pikiran atau kau akan mati.
1-2-3.
Maaf.
Sudah kubilang jangan ikuti aku!
Kemana kau pergi?
Ada sesuatu yang perlu aku lakukan.
Pelatih, apa kau percaya akan keajaiban?
=Selamat Hari Valentine!=
=Halo semuanya.=
=Hari ini adalah Hari Valentine lagi.=
Orang yang berdiri di sisi Yi-seul...
seharusnya aku, bukan Pelatih.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.