Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
akumenang.com Agent Judi Online Aman Terpercaya
akumenang.com Agent Judi Online Aman Terpercaya
Bonus New Member 30% Bonus Cashback 5%
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
Seks singkat sebelum berangkat kerja?
Kita punya handuk?/ Apa?
Handuk./ Ya, di sana.
Itu basah.
Aku mencuci semuanya kemarin. Maaf.
Dan itu belum kering?
Itu masih di mesin pengering. Aku lupa mengeluarkannya.
Aku bekerja seharian. Aku tak bisa mencuci pakaian dan semuanya.
Aku tahu.
Hei.
Itu bau.
Haruskah aku pakai yang itu?/ Ya.
Yakin?/ Ya, itu terlihat bagus.
Aku harus terlihat rapi hari ini karena dia datang.
Aku tahu, kau suda bilang.
Aku tak terlalu kering dengan handuk ini, bukan?
Mau aku yang melakukan itu?
Aku punya firasat buruk soal rapat ini, itu saja.
Ya, pasangkan itu untukku, bisa?
Yakin warna ini?/ Ya, itu terlihat cocok.
Jangan merasa buruk soal itu.
Aku tak bisa ke tempat lain lagi sekarang, bukan?
Tidak.
Baiklah. Itu bagus. Aku akan bangunkan anak-anak.
Bisa kau rapikan ranjangnya?
Kau mau yang mana?
Satu sendok besar? Sendok kecil?
Ada apa, Ted? Apa?
Kau tak mau makan sarapanmu? Kenapa?
Ibu buatkan sesuatu./ Siapa yang buang air besar?
Itu kau bau, bau, bau!
Ayo./ Tidak.
Ayo, anak-anak. Habiskan sarapanmu.
Ayah harus berangkat./ Ayah berangkat kerja.
Dah, kecil.
Dah, kecil./ Habiskan sarapan kalian.
Ayo, Ted. Ayolah./ Tidak. Tidak.
Jika tidak kau nanti akan kelaparan. Ayolah.
Dia tak harus jika tidak mau.
Ayo, ambil barang-barang kalian.
Baiklah, sampai nanti./ Dah, ayah.
Ayah sayang kalian. Dah.
Ayo, kita melambaikan tangan pada ayah di jendela.
Ayo!/ Cepat! Cepat!
Cepat, katakan sampai jumpa pada ayah di jendela.
Siap?
Kau menjatuhkan itu./ Dimana dia?
Dimana ayah?
Dimana ayah?/ Halo.
Halo.
Mata besar. Dah, mata besar.
Dah./ Sampai nanti.
Dah, Tn. Tukang Kentut./ Dah.
Kadang itu menabrak.../ Itu menabrak ke semak-semak.
Tidak!/ Dengan sarang laba-laba.
Tidak, Ibu tidak menabrak.
Ayo menyeberang di sini.
Lihat kiri dan kanan.
Kau harus memastikan.
Berhenti. Berhenti. Jalan.
Aku tahu, itu sangat buruk, bukan, sebelumnya?
Ya, itu.../ Dah, sayang.
Makan itu. Makan.
Kita masuk ke sana./ Itu benar.
Selamat pagi, Ted.
Kenapa kau tidak masuk dan temukan label namamu?
Kemari. Yang mana namamu?
Itu./ Bukan.
Bukan.
Itu dia.
Kau juga.
Sampai nanti. Semoga harimu indah. Sampai nanti.
Sampai nanti./ Semoga harimu indah.
Kemari, Ted, beri ibu kecupan.
Apa ini?
Ibu rasa itu kipas.
Itu kipas./ Itu kipas.
Dah./ Dah!
Kau membangunkan aku.
Maaf./ Kenapa kau bangun begitu pagi?
Aku mau membuat teh.
Kau mau teh?/ Tidak. Kemari.
Hei. Kemari./ Kenapa?
Jangan berisik.
Ayo.
Aku akan keluar./ Baiklah.
Butuh sesuatu?
Tidak. Tidak, aku tak apa.
Dimana anak-anak?
Di dapur.
Mereka menonton TV?
Baiklah.
Kita beruntung, bukan?
Ya.
Sangat istimewa, bukan?
Ya.
Tak semua orang seperti ini, bukan?
Kita melakukannya dengan benar.
Ya.
Aku akan beli arang dan beberapa alkohol, oke?
Oke.
Sampai nanti./ Berikan aku ciuman.
Sampai nanti.
Seandainya kita punya cemilan.
Sayang?
Hei, apa yang kau lakukan di sini?
Hei. Suasana hatimu sedang buruk?
Ayolah. Ini tak sepertimu.
Kelihatannya kau akan menangis.
Ayolah.
Merajuk?/ Aku tidak merajuk.
Merajuk di kamar anak.
Dimana gadisku?
Dimana gadisku yang bahagia? Ayolah.
Kita belum melakukan itu di sini, bukan?
Kita pernah melakukannya di sini? Itu pernah saat kita baru pindah.
Mark./ Bukan begitu?
Tidak./ Ayolah.
Jangan...
Mark, aku tidak mau.
Baiklah, aku bercanda.
Jangan.
Sayang?
Kenapa... Hei.
Hei.
Kau benar-benar marah, ya?
Ya.
Sial.
Apa aku keterlaluan?
Hei.
Kau bertemu seseorang?
Mark!
Aku tak percaya kau tanyakan itu padaku.
Aku tak bertemu orang lain.
Aku tak punya waktu bertemu orang lain.
Aku tak pernah bertemu orang lain.
Aku tidak pergi keluar, bukan?
Aku tidak benar-benar pergi./ Baiklah.
Apa? Siapa? seperti.../ Baiklah, baiklah, baiklah...
...tukang ledeng yang memperbaiki wastafel kapan hari?
Baiklah, maaf. Aku harusnya tidak mengatakan itu. Maaf.
Aku tak percaya kau tanyakan itu padaku...
Maafkan aku. Aku minta maaf. Aku tak bermaksud begitu.
Aku berusaha memikirkan...
Lihat itu dari sudut pandangku, oke?
Ini Sabtu. Ini salah satu hari liburku,
Dan kau menangis.
Itu sedikit aneh, bukan?
Aku tak menemui orang lain, Mark./ Baiklah, aku tak bermaksud begitu.
Aku hanya berusaha mencari tahu apa yang terjadi.
Itu bagus.
Apa kau akan kembali atau kau meninggalkan ruangan?
Kau berjalan meninggalkan aku.
Kau pergi dan meninggalkan aku lalu pergi ke ruangan sebelah.
Aku tak mau didekatmu.../ Tidak,
Aku berusaha mencari tahu ada apa denganmu.
Jangan berpaling dariku!
Jangan.
Entahlah, tapi kau berpikir akan membeli mobil seperti itu,
Itu akan datang dengan standar, tapi tidak.
Hotdog di sana. Kita punya sosis, sosis kecil.
Aku akan pergi ke toko.
Aku butuh saos tomat dan mustar,
Karena Ibu lupa membelinya.
Apa ada mustar?/ Tidak, aku sudah membelinya.
Terima kasih!
Bagus!
Ayo, sayang. Charlotte./ Tidak.
Siapa yang lapar?/ Luke mau yang itu.
Dia berlatih sekitar 20 jam seminggu,
Hampir setiap hari sepulang sekolah.
Jadi itu banyak berlarian dan pasti melelahkan.
Dia akan mewakili London dalam semacam kompetisi regional besar...
...atau kompetisi nasional, jadi..
Ya, sesuatu yang tak sabar untuk ditunggu.
Itu bagus, bukan?
Kenapa kau tak berdiri dan bermain bersama mereka?
Ayo, Florrie.
Siapa yang mau sosis?
Aku tidak membutuhkan itu./ Terima kasih.
Kau tak mengambilkan aku minuman?
Semua orang sudah punya./ Kau harus melakukan tugasmu...
Semuanya sudah mengambil minum.
Tidak, kau tak boleh masuk!
Tidak akan.
Kau mau lakukan sesuatu?
Apa? Aku hanya bersantai
Mereka menjadi sangat kacau.../ Kau selalu melakukan barbekyu.
Ya, itu benar.../ Kau tak izinkan aku melakukan itu.
Aku tak mau kau yang melakukan itu. Aku mau kau pastikan mereka...
Mereka tak mendapat minuman. Dan anak-anak saling bertengkar.
Aku tahu. Anak-anak baik-baik saja.
Ada yang mau tambah minum?
Apa kalian.../Tidak, aku baru mengambilnya. Terima kasih.
Kau sudah mengambilnya. Bagaimana denganmu?
Aku mau tambah minuman, tolong.
Ya?/ Tidak!
Terima kasih./ Tidak, tunggu, Florrie.
Apa itu bawang putih?/ Hummus adalah bawang putih.
Aku memasukkan.../ Pilihan yang bagus.
Bagaimana kau tahu kau tidak suka itu?
Ini tak harus menjadi rumah kita.
Ya, aku suka hummus. Berikan padaku...
Anak-anak, kau mau burger?
Siapa yang mau burger?
Biar anak-anak mencobanya terlebih dulu.
Trik lama.
Aku berikan itu padamu.
Ted, apa yang kau lakukan? Menghancurkan tanaman Ibumu?
Jangan lakukan itu./ Aku harus memeriksanya.
Astaga.
Ya.
Ya.
Aku tidak bahagia.
Apa?
Aku tidak bahagia.
Tidak.
Aku harus melakukan sesuatu.
Aku tak bisa melakukan ini lagi. Aku tidak bahagia, Mark.
Hei?
Kau tertawa atau menangis? Aku tak bisa membedakannya.
Apa aku melakukan kesalahan?
Sayang?
Aku akan tidur sekarang.
Totalnya 15 poundsterling.
Bagus. Terima kasih./ Terima kasih.
Kembali 5 sen./ Terima kasih.
Terima kasih. Sampai jumpa./ Sampai jumpa.
Kau baik?/ Tidak.
Kenapa?/ Aku sangat lelah.
Aku punya hari yang indah.
Ya? Kenapa?/ Ya.
Ini buku yang aku beli hari ini.
"The Lady And The Unicorn."
Kau mau?/ Tidak, aku tak apa.
Terdengar seperti buku anak-anak.
Tidak, ini buku soal permadani.
Permadani abad pertengahan di Pa..
Itu seperti permadani gantung di Paris.
Totalnya ada enam, dan itu mewakili aspek berbeda-beda seperti...
Intinya adalah...
Aku melihat buku itu dan itu membuatku berpikir harus apa.
Karena menurutku aku harus keluar...
...dan melakukan sesuatu dengan hidupku selain hanya berada di sini.
Dan aku pikir mungkin aku bisa melakukan kursus seni ini.
Bagaimana menurutmu?
Apa?
Menurutku itu akan bagus.
Kenapa kau menangis?
Karena aku mau kau mengerti.../ Kemari. Kemari.
Aku mengerti. Kemarilah.
Apa yang terjadi hari ini?/ Aku pergi...
Aku sebenarnya mendapatkan hari yang sangat indah.
Tidak.
Aku pergi ke London./ Ya?
Ya, dan itu sangat bagus.
Luar biasa. Ya./ Tidak, itu sangat bagus.
Bahkan naik ke kereta terasa menyenangkan.
Pergi keluar dan bertemu semua orang berbeda,
Dan seluruh gaya berpakaian yang berbeda dan.../Ya, ya.
Aku berada di sana hanya beberapa jam...
...Tapi itu membuatku merasa baik.
Seolah itu membuatku benar-benar merasa...
Ada akademi seni yang melakukan kursus-kursus ini.
Kau bisa memilih malam hari, atau juga siang hari...
Dan menurutku aku bisa melakukan itu,
Karena aku bisa mengantar anak-anak sekolah,
Pergi ke London, lalu seseorang bisa menjemput mereka sekolah,
Dan aku bisa... Itu tidak setiap hari. Itu hanya setiap...
Itu tergantung, tapi kau bisa melakukan seperti...
Tergantung berapa banyak sesi yang kau inginkan.
Kurasa aku butuh 10 sesi.
Dan itu kisaran antara 270 hingga 400 poundsterling.
Astaga.
Tapi menurutku itu setimpal.
Ya, bagus.
Itu ide yang sangat bagus./ Baiklah.
Jadi aku bisa mendaftar?
Merek mengadakan...
Mereka mengadakan hari terbuka beberapa minggu lagi.
Bagus.
Aku masih belum tahu kursus apa yang mau aku lakukan.
Aku tidak yakin. Mungkin bidang menggambar.
Karena aku selalu pandai dalam hal itu.
Atau aku bisa melakukan...
Mungkin aku bisa belajar permadani atau kursus tekstil, entahlah.
Apapun yang membuatmu bahagia.
Ada makanan?
Kau bilang tidak mau makan malam, jadi aku tidak...
Ya, aku mengatakan itu sebelumnya, bukan?
"Aku tak pernah melihat dia begitu cantik."
"Gaya rambutnya sangat tidak biasa."
"Dua kunciran di depan..."
"...lalu diikat bersama di atas kepalanya..."
"...membentuk ikatan-ikatan kecil..."
"...yang terlihat rumit."
Rumit.
"Pandangan yang didapat dari permadani itu berisi lima indera,"
"Dan untuk menambahkan indera keenam..."
"...yang mungkin mengindikasikan penilaian moral."
Aku tak mengerti ini.
Apa aku kurang berwawasan?
Karena aku tidak melakukan hal-hal seperti ini.
Aku tak pergi ke galeri dan sebagainya.
Tidak, jangan pergi.
Sayang.
Malam, sayang.
Ini bagus, bukan?/ Ya.
Aku bersungguh-sungguh.
Kau tahu, aku akan benar-benar membuat...
Maaf.
Silakan. Kau siap untuk memesan?
Benar./ Ya.
Aku pesan butternut squash.../ Squash. Diikuti dengan?
Lalu paprika, tolong.
Baik./ Terima kasih.
Yang mana yang kau pesan untuk hidangan pertama?
Butternut squash./ Aku juga pesan itu.
Ya, sama lagi?/ Ya.
Dan hidangan utamanya?
Aku pesan ayam, tolong.
Tentu. Terima kasih.
Terima kasih./ Terima kasih.
Terima kasih./ Terima kasih.
Kau mau air?
Menurutku kau menakjubkan.
Kau ibu yang luar biasa.
Istri yang luar biasa.
Dan kau cantik.
Itu bagus untuk keluar, bukan?
Ini sangat bagus./ Itu harus harus lebih sering.
Keluar dari rumah.
Ya.
Ini jelas harus lebih sering./ Benar.
Silakan./ Terima kasih.
Terima kasih kembali. Hidangan pembuka kalian.
Ini terlihat lezat./ Selamat menikmati.
Terima kasih.
Apa itu?/ Ini butternut squash.
Apa itu wortel?
Ini terlihat seperti wortel, tapi ini butternut squash.
Ted.
Lihat, Ibu sudah datang./ Ibu benar-benar minta maaf.
Halo.
Ibu benar-benar minta maaf.
Ibu tak bermaksud datang terlambat, sayang.
Ibu benar-benar minta maaf./ Tak apa.
Jangan khawatir./ Aku tak bermaksud begitu.
Ayo, kita jemput Florrie.
Terima kasih. Maafkan aku. Terima kasih.
Baiklah, ayo... Ayo kita menjemput Florrie.
Ya, kita akan pergi mencari dia.
Ayo, ayo, ayo. Ayo menjemput Florrie.
Itu dia Florrie. Lihat./ Ibu sudah datang.
Maafkan aku./ Siapa yang datang menjemputmu?
Maafkan aku./ Tak apa. Dia baik-baik saja.
Apa dia baik?/ Tentu saja baik.
Terima kasih banyak. Kau tak apa, sayang?
Sampai bertemu./ Jadilah anak baik. Ayo.
Kita pulang sekarang.
Ayo. Sampai jumpa. Dah.
Maaf. Terima kasih./ Tak apa.
Tak apa. Dah.
Kau menjatuhkan ini.
Rapikan ini.
Rapikan ini.
Simpan itu.
Siapa yang bermain-main dengan buku Ibu?!
Tak ada yang boleh menyentuh barang-barang ibu!
Dan aku sudah muak dengan kalian anak-anak bodoh!
Kalian tak pernah mendengarkan aku!
Persetan denganmu!
Ibu minta maaf. Ibu benar-benar minta maaf.
Ibu minta maaf.
Aku iri denganmu.
Kebanyakan orang begitu, sayang.
Kau pandai dengan anak-anak.
Mereka menyukaimu.
Kau membuat mereka tertawan.
"Ayah pulang."
Kau bermain dengan mereka.
Ya, kita sudah bicara soal itu, bukan?
Aku tak bersama mereka seharian./ Mereka membenciku.
Jangan berlebihan. Mereka tidak membencimu.
Mereka menyayangimu.
Aku bisa bertingkah aneh karena aku seharian diluar.
Kau harus mengatur mereka.
Kau ibu yang baik.
Kau sangat menyayangi mereka.
Hei.
Itu yang kau lakukan kepada anak-anak.
Kau menjaga dan mengurus mereka...
...dan mereka selalu perlakukanmu dengan sangat buruk.
Itu yang terjadi. Semua orang tahu itu.
Aku tak peduli dengan mereka.
Kau tak bermaksud begitu.
Kau seorang Ibu. Itu yang Ibu lakukan.
Aku tak peduli jika mereka tak habiskan makan malam mereka.
Aku tak peduli jika mereka jatuh. Aku tak peduli.
Aku tak peduli jika mereka sekolah atau tidak sekolah.
Apa yang kau bicarakan? Hentikanlah.
Tapi aku membuat diriku peduli. Aku membuat diriku melakukan itu.
Aku membuat diriku menjadi lucu...
Baiklah./ ...dan bahagia.
Konyol, sepertimu./ Baiklah.
Kurasa mereka membenciku./ Diam.
Kurasa mereka bisa merasakan apa yang terjadi.
Baiklah.
Ini harus berhenti sekarang.
Selamat malam, Mark.
akumenang.com Agent Judi Online Aman Terpercaya
Bonus New Member 30% Bonus Cashback 5%
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
Ini fase.
Ini hanya fase.
Semua orang melaluinya.
Tapi ini berbeda dari yang ada di televisi.
Ini kehidupan nyata.
Menurutmu apa yang akan kau lakukan?
Mungkin mengikuti kursus atau semacamnya.
Mencari pekerjaan?/ Kau 30 tahun sekarang.
Kau terlambat untuk melakukan itu.
Akan ada banyak tawaran setelah pekerjaan dan sebagainya.
Setelah kerja, seperti apa?/ Setelah kursus.
Lalu siapa yang akan menjaga anak-anak?
Mark.
Dia tak bisa melakukan itu.
Kau pikir pria bisa mengurus dua anak sendirian?
Dia pasti sangat kelabakan.
Kau sudah pikirkan soal itu?/ Ibu bisa menjaga mereka.
Ibu tak bisa menjaga mereka.
Kau tahu berapa banyak jam kerja ibu di Somerset.
Ibu tak bisa menjaga mereka.
Itu fase.
Itu saja. Itu hanya sebuah fase.
Kau akan melalui itu.
Anak-anak memang berat. Ibu sudah bilang itu padamu.
Ibu harusnya tahu.
Ibu harus melakukan itu semua sendirian.
Kau punya dia untuk menafkahimu.
Kau punya dua mobil.
Punya rumah yang bagus. Kau punya rumah kaca.
Kau memasukkan anak-anakmu di sekolah yang bagus.
Kau sudah berhasil.
Bisa kau lakukan sesuatu?
Bisa kau lakukan sesuatu?
Aku harus pergi.
Ted, ayah akan berangkat kerja.
Sampai nanti.
Ikut ayah membersihkan lampu mobil, Ted. Ayo.
Ya, kita bisa membersihkan itu.
Baiklah. Pegang tangan ayah.
Itu matanya.
Dan hidungnya.
Itu bukan hidung.
Bukan hidung./ Itu adalah hidungnya.
Berikan itu bunga.
Letakkan itu di sana./ Baiklah.
Benar begitu. Anak pintar.
Sayang?
Sayang?
Ayo.
Kemarilah.
Tolong jangan lakukan ini.
Tolong.
Aku tak mau merasa seperti ini lagi.
Tolong katakan sesuatu. Aku akan lakukan apa saja untukmu.
Kau tahu aku akan lakukan apa saja untukmu, 'kan?
Tidak, aku tak bisa lakukan itu./ Aku mohon...
Apa maksudmu tak bisa?
Kau mau aku bagaimana? Aku akan lakukan apa saja.
Aku akan berubah. Aku akan menjadi berbeda.
Aku tidak peduli. Aku akan lakukan apapun yang kau inginkan.
Kau mau pindah? Menjual rumah?
Melakukan hal berbeda? Aku akan lakukan apapun untukmu.
Aku tak bisa biarkan ini menghancurkan kita. Ini terlalu bagus, bukan?
Pikirkan anak-anak kita?/ Mark.
Pikirkan wajah-wajah kecil mereka.
Tidak./ Aku mohon.
Lihat aku. Tolong, lihat aku. Aku mohon?
Ini tidak bagus, 'kan?
Terbangun setiap hari dan merasa seperti ini.
Mari kita cari jalan keluarnya.
Bisa?
Bisa kita lakukan itu?
Sayang?/ Aku tidak bisa, Mark.
Tolong, katakan sesuatu.
Berhentilah, jangan bersih-bersih!
Jangan mencuci piring...
...hingga aku selesai berbicara denganmu!
Paham?/ Ya.
Apa kita akan membuat ini menjadi lebih baik?
Ya.../ Ya.
Bagaimana kita akan membuatnya lebih baik?
Bicara denganku, tolong!/ Aku tidak bisa!
Mark, tolong lepas.
Apa yang kau inginkan?
Ini yang kau inginkan?
Ini? Ini yang kau pedulikan?!
Seni? Kau mau melakukan seni?
Lakukanlah seni! Lakukan seni!
Aku tak bermaksud melakukan itu.
Aku tak bermaksud melakukan itu.
Aku hanya ingin kau beritahu aku harus bagaimana.
Aku akan lakukan itu. Aku hanya ingin kau beritahu aku harus apa.
Tolong katakan sesuatu.
Tolong.
Kita punya semuanya, sayang.
Kita perbaiki ini, oke? Ya?/ Ya.
Kita akan memperbaikinya, 'kan?
Kita akan memperbaiki ini, 'kan?
Aku hanya ingin kau menjadi bahagia lagi.
Aku mau kau menjadi bahagia.
Aku mau kau menjadi bahagia.
Maaf.
Aku minta maaf.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu.
Ibu?
Ibu?
Hentikan, Ted.
Waktunya sarapan...
Siapa yang mau pelukan erat beruang?
Teddy, Teddy, Teddy... Teddy, Teddy, Teddy...
Kita bangun tenda bersama ayah?
Bangun tenda sebelum ayah berangkat kerja?
Rambut ayah tersangkut...
Itu milikku./ Itu milikku.
Itu milikku. Itu hanya milikku.
Tidak. Berikan.../ Itu milikku.
Kembalikan padaku!
Tidak, Florrie, cepat bantu ayah memakan kaki adikmu.
Itu enak!
Dia memukulku! Dia memukulku dengan kakinya!
Bisa kau kemari, tolong?
Dasar ceroboh!
Tidak, Ayah.
Itu mengenaiku. Apa ini?
Siapa yang melakukan itu?
Ini cukup bodoh, bukan?
Tidak, biar aku saja...
Aku bisa makan semuanya!
Tidak. Bisa kau tolong menjauh dari sana?
Siapa yang melakukan itu?
Itu bodoh yang melakukannya, bukan begitu?
Dimana Ibu?
Sayang?
Sayang?
Apa yang kau lakukan?
Apa-apaan itu?
Kenapa kau memasukkan itu ke dalam tas?
Hei.
Kemari. Tak apa... Tak apa!
Hentikan. Hentikan.
Berhenti!
Lepas, Mark!/ Apa yang kau lakukan?
Kemari. Kemari.
Kemari.
Biar aku.../ Sayang, bisa kau kembali?
Biar aku pergi!/ Berhenti.
Sayang, hentikanlah./ Tidak!
Kau membuatku malu. Para tetangga...
Kemari. Sayang, sayang./ Tidak, biarkan aku pergi.
Kemari.
Biarkan aku pergi!
Sayang, tolong. Kemarilah./ Tidak! Tidak!
Aku tak bermaksud berkata begitu. Tolong kembalilah. Aku mohon.
Tidak./ Cepat kemari sekarang!
Astaga.
Ted!
Ted, apa yang kau lakukan?
Jangan berdiri di sana, Ted.
Florrie, kembali kemari, tolong.
Kemari, Ted./ Kemana Florrie pergi?
Kemari./ Kemana Florrie pergi?
Ayo kita cari dia.
Apa, kemana dia pergi?/ Florrie?
Ayo./ Tidak, aku mau Ibu.
Kemari, Florrie, tolong.
Tolong./ Dia mau Ibu.
Ibu akan datang.
Aku tak bisa melihat dia.
Aku tak bisa melihat dia.
Kemana dia pergi?
Halo./Hai. Bisa aku pesan tiket ke Paris, tolong?
Satu arah atau pulang-pergi?
Satu arah.
Baik. Yang berikutnya pukul 10:42.
Apa itu bagus untukmu?/ Ya.
Totalnya 180 poundsterling.
Apa nama belakangmu?
Hainsworth.
Nama depan, tolong./ Tara.
Baik, silakan masukkan nomor pin seperti keterangannya.
Terima kasih. Silakan ambil kartumu.
Baik, ini tiketmu. Pukul 10:42 menuju Paris.
Gerbong 13, kursi 78.
Kau bisa pindai kode bar di panel kaca kuning...
...saat kau akan masuk./ Terima kasih.
Wow. Ini sangat bagus./ Kau memesan ukuran yang besar.
Ya./ Itu terlihat menakjubkan.
Di Prancis, itu bon appetit. (Selamat makan)
Selamat makan./ Selamat makan.
Baiklah./ Selamat makan. Terima kasih.
Sama-sama. Terima kasih kembali.
Kau tahu apa maknanya?
Permadaninya?
Tidak?/ Tidak.
Ada enam permadani.
Ya./ Mengerti?
Masing-masing berbicara tentang perwakilan indera.
Ya./ Jadi...
Kau punya penglihatan.
Kau punya perasa.
Pembau.
Pendengar, suara. Indera pendengar. Suara.
Peraba./ Peraba.
Dan itu ada enam.
Ya./ Kita tahu lima saat ini.
Ya./ Apa kau..
Apa kau membaca Prancis atau sedikit berbicara Prancis?
Tidak. Sama sekali./ Ya, sama sekali?
Ada kalimat yang berkata,
"A mon seule desir."
Artinya, "untuk hasratku yang unik."
Hasrat.
Itu indera yang kita hilangkan, mungkin.
Ya, mungkin. Hasrat./ Tidak?
Boleh aku? Kemari, tolong.
Ya./ Kenapa kau memotretku?
Karena kau cantik.
Dan cahayanya sangat bagus.
Ya.
Dari mana asalmu?
Aku dari London.
Kau?/ Aku dari sini.
Dari Paris?/ Ya.
Kau besar di Paris?
Maaf?/ Kau tumbuh besar di Paris?
Benar./ Wow. Itu beruntung.
Apa kau besar di London?
Tidak. Aku besar di pinggiran London.
Lalu pindah ke London saat aku 18 tahun.
Untuk studiku.
Apa pekerjaanmu?
Aku bekerja untuk perusahaan iklan.
Benarkah?/ Ya. Ya.
Aku juga./ Sungguh?
Terkadang, ya, sebagai fotografer.
Baiklah.
Aku tak terlalu menyukai itu./ Kenapa?
Entahlah, aku lebih suka foto jalanan.
Ya. Kau banyak memotret./ Kau tahu?
Darimu. Maaf. Itu.../ Tak apa.
Kau mau minum kopi?
Ya?/ Ya.
Sekarang? Baiklah./ Ya. Kenapa tidak?
Siapa namamu, omong-omong?
Sam./ Sam. Philippe.
Senang bertemu denganmu./ Kau juga.
Apa kau bercita-cita ingin menjadi fotografer?
Tidak.
Apa yang ingin kau lakukan?
Ini bagus, 'kan?
Aku mulai menggambar, dan awalnya aku mengerjakan...
Itu aneh, tapi tentang trans gender.
Baiklah./ Ya? Kau mengerti? Dan...
Itu membuatmu merasa hidup saat menangkap atau memotret sesuatu?
Entahlah, itu hanya aku apa adanya.
Aku harus melakukan itu./ Ya.
Itu sangat indah./ Benar.
Aku tak pernah melihat kebun seperti itu. Ya./Sungguh?
Kau tak punya kebun seperti itu di London?
Tidak, tak semuanya sama seperti itu.
Aku punya dosen yang sangat bagus.
Guru?/ Guru, ya.
Dia putuskan untuk mengajakku ke sekolah seni...
...lalu sadar jika itu sesuatu yang sangat penting bagiku.
Aku punya pertanyaan.
Baiklah./ Ya.
Terdengar bodoh, aku tahu.
Tak apa.
Apa kau punya seseorang?
Ya?
Tidak.
Aku tak percaya denganmu./ Entahlah?
Aku tidak tahu.
Pertama...
Kau baru putus atau...
Entahlah, ini sangat janggal.
Kau sendirian, kau mengikuti aku.
Tidak, kau yang mengikutiku.
Ya, itu benar.
Tidak, aku tak punya waktu untuk pacar.
Baiklah.
Aku juga./ Sungguh?
Untuk pacar perempuan?
Kau tak punya waktu?/ Tidak terlalu.
Jadi...
Kau pernah menikah atau semacamnya?
Tidak.
Sama sekali?/ Tidak.
Kau tak punya anak?/ Tidak.
Apa?
Aku sendirian./ Kau sepenuhnya sendirian.
Ya. Dan kau? Kau juga?/ Aku juga.
Ini menakjubkan, ini...
Maaf./ Tidak. Baiklah.
Aku tak percaya itu./ Tidak, itu benar.
Jadi mungkin itu sangat penting jika kita..
...menjalani saat ini.
Tidak?
Siapa yang tahu?
Kau sedih.
Kenapa?
Itu tidak benar.
Aku tidak sedih./ Benarkah?
Kau punya semacam kesedihan di matamu.
Begitulah aku kelihatannya.
Mungkin.
Ayo jalan-jalan.
Mencari udara.
Maaf.
Siapa itu?
Tidak penting.
Kenapa tidak kau angkat?
Karena aku tidak mau.
Apa?/ Siapa bayi itu?
Apa? Bayi?/ Siapa bayi itu?
Bayi apa?/ Bayi di foto.
Di ponselmu.
Siapa itu?/ Itu bayiku.
Ya?/ Ya.
Berapa umurnya?
Berapa umur bayinya?
Dia bukan bayi. Dia 3 tahun.
Apa itu istrimu?
Ya.
Kau tidak cinta dia?
Itu tak begitu jelas.
Tapi, ya, kami mungkin akan cerai.
Ayolah, Sam.
Aku sangat menyukaimu.
Maafkan aku.
Maaf, sungguh.
Aku mau kau pergi.
Apa yang kau lakukan itu salah.
Baiklah, baiklah.
Bisa kita bertemu lagi?
Tidak.
Bisa kau angkat teleponnya, tolong?
Bisa kau angkat teleponnya? Ini tidak adil. Aku mohon.
Dimana kau sekarang? Tara, angkat teleponnya.
Beritahu aku kau di mana. Aku akan menjemputmu.
Dengar, sayang,
Ibu tak tahu apa yang terjadi, tapi Mark sangat cemas.
Tolong, nyalakan ponselmu, Ibu mohon.
Tara, ibu sangat khawatir. Tara, ini Ibu.
Ayolah, angkat teleponnya.
SMS aku agar aku tahu kau baik-baik saja.
Angkat teleponnya. Hubungi aku kembali.
Dengar, kau mau bicara dengan Ibu di telepon?
Angkat teleponnya.
Katakan halo. Ya, bilang..
Bisa kau bilang, "Ibu pulanglah"?
Tolong pulanglah karena kami merindukanmu.
Ayo. Kembali.
Aku mohon./ Aku mohon.
Benar-benar mohon./ Aku tak tahu harus berkata apa.
Apa yang kami lakukan hingga membuatmu melakukan ini?
Kami menyayangimu, kumohon./ Kami menyayangimu, Ibu.
Sayang, dengar, kumohon, angkat teleponnya.
Aku mohon, sayang./ Kumohon.
tolong jangan hancur...
Kau tahu aku tak bermaksud dengan apa yang aku katakan.
Aku hanya tertekan.
Bagaimana keadaanmu?
Lebih baik.
Minumlah teh.
Terima kasih.
Tidurmu sangat nyenyak.
Aku biasanya tidak membawa orang pulang.
Tapi semalam saat aku melihatmu di sana,
Itu sangat menyedihkan hati. Kau terlihat begitu tidak bahagia.
Aku tak bisa hanya berlalu dan...
Dan sekarang...
Apa yang akan kau lakukan?
Menurutku kau sebaiknya...
Kau sebaiknya hubungi suamimu.
Aku takut menghubungi dia.
Kenapa?
Karena kemudian aku harus...
...menghadapi situasinya.
Dan jika kau tak hubungi dia, kau takkan menghadapi itu?
Jadi, tolong, kau harus hubungi dia.
Kadang kita butuh keberanian lebih untuk tetap tinggal...
...daripada untuk pergi.
Menurutku itu berat untuk wanita.
Juga untuk pria. Tapi bagi wanita,
Menjadi bebas dan...
...terikat pernikahan, itu berbanding terbalik.
Perlindungan itu indah.
Tapi terlalu banyak keamanan juga sangat membosankan.
Dan saat kau memiliki anak...
Itu sesuatu yang lain.
Kau akan merasa begitu baik setelah kau membuat keputusan.
Lalu kau akan menjadi dekat pada siapa dirimu sebenarnya.
Lalu di situ letak keindahannya. Kebebasan datang.
Sepenuhnya mengubah hidupmu,
Tapi cobalah untuk mengubah itu bersamanya.
Dan jika itu tak berhasil, maka ubah itu tanpa dia.
Berhenti!
Kau akan tersangkut!
Kau akan tersangkut, Ibu.
akumenang.com Agent Judi Online Aman Terpercaya
Bonus New Member 30% Bonus Cashback 5%
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
akumenang.com Agent Judi Online Aman Terpercaya
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.