Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
INDOXXI Support dengan like & share :)
Diterjemahkan oleh: kawulo Dari Turkish sub: teSir Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Selamat Menyaksikan
"Nama-nama beberapa karakter dalam film diubah demi keamanan dan undang-undang hukum"
"Sudah 3 hari sejak kepindahan kami ke rumah nenek."
"Ayah ibuku, kami semua ke sini karena rumah ini besar.."
"..dan karena bisnis ayahku semakin memburuk."
"Nenek tidak mengenalku lagi."
"Hari ini aku ke kamarnya, wajahnya tampak kosong."
"Aku tidak begitu ingat saat-saat nenek masih sehat."
"Dia memberiku boneka, aku sangat bahagia."
Ini dia, bulan sabitku yang indah.
Ini hadiah untukmu.
"Tentu saja aku ingat hari itu, tapi.."
"..seperti mimpi."
"Aku tidak ingat sama sekali tentang kakek."
"Dia meninggal ketika aku berumur 5 tahun."
"Nenek jatuh sakit setelah dia kehilangan kakek."
"Aku tidak ingin sering menjenguk setelah nenek sakit."
"Aku tidak ingin ayah melihatnya seperti itu, dan membuatnya khawatir."
"Atau mungkin aku tidak ingin saudaraku Ömer semakin buruk."
"Karena kejadian yang kami alami, dia sulit berbicara selama 2 tahun ini."
"Para dokter tidak dapat menemukan solusi untuk kondisi Ömer."
"(Ömer) aku sangat kasihan padanya."
"Meski kami tidak bicara, tapi kami mengerti setiap permainan yang kami mainkan."
"Ini aneh di antara kami, tapi menurutku itu adalah keajaiban."
"Hari ini Omer mengatakan bahwa dia takut rumah ini."
"Kuburan kakek di halaman membuatnya takut."
Masih utuh.
Kami sudah di sini 3 hari, tapi masih belum puas.
Aku akan terus membantu, santai saja.
Ini bisa jadi 10..sangat banyak.
Lihatlah apa yang telah kulalui, Kubra.
Jangan baper, sabar dong.
Allah akan membuka seribu pintu lainnya.
Lihat, rumah besar...
Mungkin ini baik untuk anak-anakmu.
Ya, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi.
Aku belum pernah melihat suamiku begitu putus asa.
Ehm, kenapa Halil. Ada perlu apa mampir?
Tidak ada, Sâlih.
Aku menyayangimu, sobat.
Kupikir aku harus datang kemari karena tidak ada lagi yang tersisa.
Aku butuh bantuan.
Ya? aku mendengarkan.
Apakah kau tahu soal nasib bisnisku?
Ya, aku tahu.
Aku tidak bisa membayar gaji 2 bulan.
Aku dalam situasi sulit karena hukuman pajak.
Aku akan bereskan, tapi..
Aku tidak akan melangkah terlalu jauh.
Aku butuh sedikit uang, Salih.
Sebentar.
Ya?
Matursuwun.
Jangan bermain makanan, nak.
Kenapa tidak kau makan?
Omar, kau kenapa? Omar!
Ibu, tunggu.
Biar aku.
Jangkrik!
Jangkrik! Jangkrik!
Jangkrik!
Jangkrik! Semprul tenan!
Ibu.
Omar tidak mau makanan yang dibuat oleh bibi Rehime.
Mengapa kau tidak suka tempat ini?
Wanita yang berbaring di lantai itu melotot..
..terus melotot.
Dia membawanya..
Apakah kau takut pada Nenek?
Wanita itu sedang mencari..
Tidak tidur..
Kakek-Nenek..
Membawa..
- Dia mencari.. - Siapa yang mencari?
Wanita..
Nenek..
Hitam..
Besar..Bayi..
Apakah takut dengan wanita di sebelah nenek?
Nenek..dia..dia melihat..
Pemakaman..
Dia melihat Nenek..
Kau tidak usah takut pada mereka. Mereka sudah tua.
Nenek sangat mencintai kita.
Bibi Rehime juga sedih melihatnya.
Ayo, tidurlah sekarang.
Jika kau mau, aku bisa tidur disampingmu malam ini.
Jika kau takut, datanglah padaku.
Apakah kau belum tidur, bibi Rahime? (pembantu)
Belum, Nak, Aku agak tidak nyaman hari ini.
- Aku mau cari sesuatu di lemari ibuku. - Silahkan.
- Bi Rahime? - Ya, nak?
Ibu memiliki uang yang dia kumpulkan selama bertahun-tahun.
- Apakah kau tahu disimpan di mana? - Tidak tahu, nak.
Dia tidak pernah memberitahuku tentang uang itu.
Ya sudahlah.
Dia mencari uang yang kau berikan padaku, Apakah begitu?
Dia melihat ke mataku dan berbohong, sial!
Ada 2 juta peminjam, tapi tidak ada yang kondisinya sulit sepertiku.
Aku bilang, "Jangan percaya dia".
Aku tidak mengerti orang seperti ini.
Saat membuka bisnis, aku membantunya tepat waktu.
Mereka semua sama.
Ketika melihat uang, mereka berubah cepat.
Itu juga memberiku alasan..
..bertahan!
"Jual ke staf.. Ide gila apa itu!.."
..kemarin, sialan!
Sudahlah, tidak usah diteruskan, Mas Halil.
Aku harus dapatkan pinjaman lebih banyak darinya.
Kita tidak tahu apakah seseorang itu jahat atau tidak.
Bagaimanapun juga.
Akan ku hubungi lagi.
Dia berkata, 'Kembalilah besok.'
Tidak ada bunga, Feyza.
Semoga.
Lihat, dia juga datang.
- Kakak! - Omar?
Kau kenapa?
Kau mimpi buruk?
Apakah kau ingin aku panggil ibu?
Ayo.
Di tengah jalan malam begini?
- Aku di pintu Sob, maaf. - Oke, aku datang.
Ya Allah.
Selamat malam, Halil. Aku merasa terganggu di malam hari.
Aku kepikiran terus setelah kau pergi hari ini. Kau butuh uang ini.
Ambillah, kau bisa mendapatkannya kapan saja.
Benarkah, Sâlih? Terima kasih.
Selamat malam.
Ömar!
Ibu!
Bismillahirrahmanirrahim.
Tidak ada uang di rumah. Ku berikan semua padanya.
Ömer!
Omar, apa yang kau lakukan? Omar, lepas tanganmu! Omar!
Omar, tanganmu...Omar!
Omar, buka matamu! Omar! Ibu, Ayah, sini!
Omar, aku takut, buka matamu, ayo! Omar! Omar, buka matamu! Ibu, Ayah!
- Kenapa? Omar! - Ibu!
Ömer!
Putraku! Omar!
Omar!
- Omar! - Omar!
- Putraku! - Tidak apa-apa, oke, tenang..
Ini sengatan listrik.
- Apa yang dia lakukan di sana? - Tidak tahu, aku tidur!
Sudah, jangan ribut, tenang.
Putraku! Putraku!
Ada apa, Nak Feyzâ?
Tidak ada, bibi Rahime.
Bukan urusanmu, tapi kami.
Apa itu?
Dia menariknya keluar dari rongga.
Aku tidak tahu itu.
Hanya Allah dan ayahnya yang tahu.
Ayo keluar hari ini, ya?
Kita jalan-jalan sebentar.
Apa yang kau pikirkan? Ayo.
"Omer membuatku sangat takut pagi ini."
"Tadi malam dia memberitahuku.."
"..mereka menampakan diri sebagai kakek-nenek."
"Ibuku sangat kesal dengan Ömer."
"Aku setiap hari mendengar 'Jadilah anak baik'."
"Aku harap kami tidak pernah datang ke rumah ini."
Omar!
Aku tidak mau makan makanan bibi Rahime!
- Apa ini? - Tidak tahu.
Menurut bibi Rahime ayah mertuaku terlibat.
Setiap sisi rumah ada 'kertas cetak seperti itu'.
Banyak diletakan di sisi-sisi rumah.
Aku tidak mengerti mengapa menyukai hal-hal seperti itu.
Mana sini.
Kakak.
Aku menjual gelang emasku.
Kübra, mengapa kau lakukan itu?
Rapopo, santai wae.
Ke sini.
Nak, kau tunggu di mobil, Ayah pergi dua menit saja.
Semoga Allah menolongmu.
Semoga Allah menyertaimu.
Semoga Allah menolongmu.
Semoga Allah menyertaimu.
Apakah kau sakit, Nak?
Sekarang kita pergi cari mainan yang kau inginkan.
- Tante! - Gadis imut!
Kakak, bagaimana..?
..kalau kita ajak Hilal jalan-jalan?
Ayolah, ibu. Pliss, ayo pergi.
Putriku, ibu harus menyiapkan makan malam.
Kau boleh keluar dengan Tante.
Mungkin kau bisa cari buku kesukaanmu.
Ayo sayang, mari bersenang-senang.
Biarkan ibumu bekerja. Ayo, bersiap-siap.
Dengar..
Hematlah dengan uang yang kau bawa.
- Jangan hamburkan isi kantongmu. - Kakak, kau juga..
"Ada orang-orang yang membuka pintu dari orang-orang pada hari Sabat."
"Mereka diam tanpa melakukan apa-apa."
"Dan dari dunia lain.."
"..bahaya besar bagi mereka."
"Mereka tidak berdaya di dunia yang gelap."
"Dan mereka bisa datang dengan cepat."
"Kau dapat mengenali ini dari mata hatimu."
Bibi Rahime?
Bibi Rahime?
Ibu!
Bibi Rahime? Bibi Rahime?
Bibi Rahime?
Bibi Rahime, kau di mana?
Bibi Rahime?
Bibi Rahime?
Bibi Rahime?
Nak Feyzâ?
Kenapa?
Kau di mana, bibi Rahime? Aku mencarimu ke mana-mana.
Aku diatas, dengan Nyonya Saadet.
Aku tadi melihat ke kamarnya.
Ibu muntah-muntah.
Aku tidak tahu harus berbuat apa.
Aku tidak melihatmu. Aku selalu bersamanya.
Nyonya Sadeet tidur.
Itu membuatku marah karena kau membongkarnya.
Aaaah...
..lihatlah rambut nenekmu di sini lagi.
Halil?
Kubra datang hari ini. Dia membawa uang.
Dia menjual gelangnya.
Kita bisa kembalikan setelah urusan kita selesai.
Terima kasih
Aku taruh di laci, ambil di sana.
Aku sangat berharap padamu.
Khalil, anak-anak tidak betah tinggal di sini.
Aku tahu apa yang harus kulakukan, ke mana kita pergi?
Uang yang aku harapkan hari ini untuk bayar gaji, batal.
Mari kita lihat.
Aku akan menemui pengacara.
Mungkin kita bisa menjual rumah meski ibuku masih hidup.
Hah, bagus sekali! Kita semua selamat!
Lihat kuburan ayahku ada di sini?
Siapa yang mau?
Khalil, mengapa kamar di lantai bawah terkunci?
Kamar yang mana?
Bibi Rahime.
Mengapa pintu kamar ruang bawah terkunci?
Jangan sentuh itu, nak. Ibumu menguncinya.
Ada apa di sana?
Pada hari-hari terakhir ayahmu sakit selalu di sana..
..karena itu, nak.
Aku belum pernah mendengarnya.
Nak, jangan masuk ke sana.
Ibumu tidak ingin kau masuk ke sana.
Aku tidak akan membukanya, Bu.
Ini untuk kunci rumah.
Tidak ada kunci.
Anak-anak sedang tidur.
Kebisingan merusak pintu besok pagi saja.
Khalil..
Bisakah ibu terbangun?
Sayangku, jangan sekarang. Kita lakukan besok pagi.
Ömer?
Ömer?
Mengapa masuk lemari, apakah kau takut?
Kakak..sakit..buka..
Sakit..kakak..buka..
Kakak..sakit..buka..
Kakak..
Ömer?
"Aku tidak bisa memberi tahu siapa pun kejadian semalam."
"Ibuku nanti mengira Omar sakit dan memberinya obat-obatan."
"Dia akan lebih khawatir jika tahu kondisiku juga buruk."
"Omar pagi ini berbicara tentang seorang pria."
"Namanya Orhan. Saat-saat malam dia berbicara dengannya."
Apakah itu mungkin, guruku?
Dua pikiran berbeda atau..
..antara jiwa.
Iman, pikiran.
Hal ini dimungkinkan.
Ulama besar..
..pernah mengatakan.
Minal qalbi ilal qalbi sabila (Keluar dari hati, menyentuh ke hati juga.)
Itu adalah ikatan dari hati ke hati.
Ini juga sejenis, seperti firasat.
Seperti masa-masa kepemimpinan Khalifah Umar r.a.
Ada kejadian yang langka dan ajaib.
Karomah yang Allah berikan pada beliau.
Khalifah Umar mengirim pasukan ke Syam untuk menghadapai Persia.
Dipimpin Sariyah bin Zanim r.a yang sangat pemberani.
Suatu hari Khalifah Umar berada di mimbar untuk berkhutbah Jum'at..
..di Madinah, Masjid Nabawi tempat yang jauh dari Syam.
Beliau berseru tiga kali: "Wahai Sariyah, Bukit".
Kemudian datanglah berita tentang pasukan.
Khalifah Umar bertanya:
Mereka juga menjawab:
"Katakan padaku apa yang terjadi?"
"Kami mendengar suara ketika terkepung musuh."
"Satu suara tiga kali : Wahai Sariyah, Bukit."
"Kami mengikuti suara itu."
"Kami kemudian berlindung naik ke bukit."
"Dan Allah telah selamatkan kami dari musuh.."
"..dan meraih kemenangan."
Pencipta hukum alam..
Allah Yang Maha Kuasa.
Untuk mengubah penilaian mereka.
dia berada dalam kekuasaannya.
Kerajaan langit dan bumi hanyalah milik Allah.
Allah adalah raja segala sesuatu.
Tidak ada yang mustahil bagi-NYA.
Alhamdulillah, Guru.
Apakah kau mendengar itu?
Anakmu akan dapat masalah.
Dia pikir kau menyembunyikan uang di sana.
Semprul!
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Jangan jual rumah!
Jangan jual rumah! Jangan jual rumah! Jangan jual rumah!
Jangan jual rumah!
Tutup matamu.
Oke, buka.
Omar, bagaimana kau tahu?
Apakah kau mengintip?
- Halo? - Kakak, aku harus memberitahumu sesuatu.
Aku ambil beberapa kertas itu.
Itu untuk membuka "pintu".
Kau sebaiknya tidak memilikinya.
Membuka pintu, sesuatu seperti sihir.
Oke, oke, Kubra..
Feyzâ?
Feyzâ, Feyzâ, Feyzâ. Kenapa? Kenapa?
Apa yang terjadi?
Halil, ini buruk.
Aku takut.
Tenang...
..tenang.
Tenanglah.
Assalamu 'alaikum warahmatullah.
Assalamu 'alaikum warahmatullah.
Aku dalam perjalanan untuk menyingkirkan kejahatan.
Aku dalam perjalanan untuk menyingkirkan kejahatan.
Lindungi kami untuk keluar dari kegelapan.
Lindungi kami untuk keluar dari kegelapan.
Lindungi kami dari tipu daya jin syaitan.
Lindungi kami dari tipu daya jin syaitan.
Hanya Allah..
..yang melindungi kami dari kesengsaraan dan singkirkan kejahatan.
Hanya Allah..
..yang melindungi kami dari kesengsaraan dan singkirkan kejahatan.
Aku dalam perjalanan untuk menyingkirkan kejahatan.
Lindungi kami untuk keluar dari kegelapan.
Kau butuh uang ini, Sobat.
Ibu memiliki uang yang dia kumpulkan selama bertahun-tahun.
Bagaimana aku tahu? Dia tidak pernah memberitahuku tentang uang itu.
Tidak ada uang di rumah.
Aku berikan semua pada wanita itu.
Bi Rahime, pergilah.
Biar aku yang menjaga.
- Nak, kau tidak bisa. - Aku ingin disini, pergilah.
Bi Rahime?
- Kapan aku datang ke kamar ibu? - Baru saja.
Kau berkata: "aku akan disini, kau pergi."
Sana, kau lihat ibuku segera.
MUHSIN YILMAZ 1952 - 2011
Hilal!
Hilal, putriku!
- Ömer? - Hilal! - Kakak!
Turunlah. Ayo, sini. Lihatlah, semua orang ada di sini.
- Kakak, turunlah. - Ha ha ha ha.. - Putriku, kita berkumpul. - Ha ha ha ha..
- Kakak, turunlah. - Ha ha ha ha.. - Ibu?
- Bibi... - Ömer? - Turunlah. - Ha ha ha ha..
Ibu?
Kuburan ayahmu di halaman menakuti Omer.
Tapi dia tinggal di sana.
Dia selalu pergi ke sana setelah makan.
Hilâl?
Hilal, kemarilah sayang.
Ayah, bisakah kau pergi melihat Hilal?
Takut..kakak..
"Seperti kasus Ömer. aku juga ketakutan karena melihat hal yang sama."
"Ibu dan ayah, aku tahu bahwa suatu hari kita pasti mati."
"Meski aku bersembunyi di bawah tempat tidur, 'mereka' seakan mengikuti."
"Aku tidak pernah mengerti apa yang mereka katakan."
"Aku tidak menyukai rumah ini."
"Mengingatkanku pada orang-orang itu."
Aku akan pergi.
Jangan membuat ibu kalian khawatir.
Tetap tenang.
Penerima penjualan mobil.
Aku harap mereka memberi kita harga yang bagus untuk mobil.
Mas Halil, insyaallah.
Selamat tinggal.
Ya ya ya, sayang.
Bibi Rahime?
- Feyza? - Ya, Mas?
- Apakah bibi Rahime di rumah? - Dia ada di dalam.
Aku lihat dia keluar sekarang.
- Aku tidak melihatnya. - Ya, Allah. Baiklah, sayang. oke.
Bi Rahime?
Bi Rahime?
Bi Rahime?
Bi Rahime?
Bibi Rahime, mengapa kau tidak membuka pintunya?
Ayolah masuk, Omer.
Aku melakukan kesalahan, nak.
Sangat berbahaya bagiku untuk memberitahumu.
Aku mengenalmu.
Tapi sekarang aku siap untuk akhir.
Kau memiliki anak-anak.
Mereka tidak berdosa.
Aku dulunya seorang falla, muskaya tukang sihir. (dukun)
Ibumu memanggilku untuk melihat nasib.
Aku memiliki muska. (mantra)
Aku ahlinya.
Saat itu, ayahmu sakit.
Ibumu memanggilku.
Dokter ayahmu mengatakan tidak bisa menyembuhkan penyakitnya.
Ibumu meminta muska padaku.
Ingin aku membacanya. (merapal)
Aku bekerja selama berminggu-minggu setiap hari.
Dia sedikit lebih baik.
Tapi dia bertingkah aneh belakangan ini.
Nyonya tidak memikirkannya sebelumnya.
Dan kemudian..
..ayahmu mulai tidak berbicara dengan ibumu.
Ayahmu sering ke ruang bawah selama berjam-jam.
Bahkan tidak keluar ruangan.
Dia meletakan maneken (patung) bekas dari toko di ruangan bawah.
Dia berbicara dengan mereka.
"Mereka" menulis sesuatu pada diri "mereka".
Ibumu mulai mencurigai ayahmu.
Dia berpikir bahwa ayahmu gila.
Diam-diam mencari rahasia ayahmu.
Masuk dan mendengarkan ke dalam ruangan, dimana..
..suara-suara aneh itu bersal.
Ternyata ayahmu punya istri dan anak dari "mereka".
Dan anaknya masih bayi.
Menurut ayahmu..
..karena muska yang ku tulis.
..membuka pintu alam lain.
Ayahmu dikuasai.
Aku menyimpan rahasia dengan baik agar kau tidak tahu.
Untuk menyelamatkan ayahmu dari situasi ini..
..ibumu ingin aku membantunya lagi. Tapi aku takut.
Aku tidak berani kembali ke rumah itu.
Ibumu adalah penyebab semua ini.
Jika aku membantunya..
..dia akan memberiku semua uangnya.
Aku menaruh obat untuk menidurkannya.
Dan hal-hal yang dibutuhkan untuk membakar "mereka".
Kami membawa ayahmu ke ruang bawah tanah.
Kami tidak bisa membangunkannya lagi.
Ayahmu meninggal karena kami.
Setelah itu, ibumu sering dihantui..
..istri ayahmu dari alam lain, setiap malam..
..datang dan berkata: "Kau membunuh suamiku..
..kau membakar anakku, kau membuatku lumpuh."
"Kau akan menderita selama sisa hidupmu."
Ibumu tidak ada niatan buruk, nak.
Kami melakukan hal baik dalam masalah ini.
Meski yang dilakukan ibumu dan aku telah membahayakan hidup kami.
Setelah kesalahan yang kami lakukan makhluk itu telah merasukiku.
Lihatlah!
Makhluk itu menulis sihir.
Makhluk itu menaruhnya di tiap sisi rumah itu.
Dengan merasukiku, "mereka" memiliki rumah itu.
Setelah rumah itu dimiliki, Mereka tidak akan membiarkan siapapun masuk.
Bibi Rahime, apa yang kau katakan?
Kau menjaga ibuku selama bertahun-tahun.
Kau selalu bersamanya.
Aku disana bukan menjaga ibumu.
"Mereka" mengurung ibumu di rumah itu.
Mereka membuatnya sangat menderita..
..untuk membalas dendam setiap hari.
Mereka yang ingin ayahmu dimakamkan di halaman rumah.
Agar tidak melupakan apa yang ibumu lakukan.
Setiap hari mereka menunjukan hantu mayat ayahmu dari kuburan.
Mereka tidak akan membiarkanmu tinggal di rumah itu.
Mereka juga tidak akan membiarkan ibumu mati mudah.
Halil?
Aku pulang!
Apa yang kau lakukan?
Halil?
Apa yang terjadi?
Kita pergi dari rumah ini.
Kenapa kita pergi?
Kemana kita pergi?
Aku tidak tahu.
Kita berkemas besok.
Atau sampai aku menemukan tempat..
..kau tinggal dengan ibumu.
Khalil, apa yang terjadi?
Kau sudah jual mobilnya?
Masih belum ada kabar dari bibi Rahime.
Dia tidak akan datang lagi.
Ada yang ingin kau bicarakan padaku?
Kita harus keluar dari rumah ini, Feyza.
Kita akan bawa ibu sekalian.
Kita tidak bisa meninggalkannya sendirian di rumah ini.
Mereka tidak boleh membawamu pergi. Kau harus menderita di sini..Nenek Lumpuh!
Jangan takut, Bu.
Kita pergi dari sini.
Ömer?
Bangun, putraku.
Kita pergi dari sini.
Hilâl?
Hilâl?
Bangun, putriku. Kita turun. Ayo.
Di mana omer, Ayah?
- Menunggu di lantai bawah. - Kenapa dia turun?
Ssht..Diamlah.
Jangan membangunkan ibumu, ya?
Ayolah..
Ayo, diamlah.
- Apa yang terjadi, Ayah? Kenapa di sana? - Ssht..
Kita masuk ke sini. Ayo.
Feyzâ?
Feyzâ?
Ayo, bangun, cepatlah. Anak-anak menunggu kita.
Apa yang kau katakan, Halil? Kemana kita pergi?
Bangun, anak-anak menunggu kita. Jangan bicara lagi.
Jangan biarkan anak-anak menunggu di ruang bawah tanah.
Apa kau gila? Apa yang akan kau lakukan di sana?
Ömer? Hilâl?
Aku bilang 'di bawah'.
Hâlil.
Ayo.
Hâlil.
Ayo.
Khalil, di mana anak-anak?
Khalil, di mana anak-anak?
Dimana anak-anak?
- Halil? - Ssht..
- Omar dan Hilal sedang menunggu. - Apa yang kau bicarakan?
Apa yang kau lakukan, Halil?
Aku tahu kau di sini.
Aku tahu kau di sini.
"Mereka" tidak suka kita di sini.
Aku ingin ajak Ibuku, tapi..
..mereka tidak mengijinkan.
Mau bagaimana lagi?
Kita pergi tanpa ibuku.
Di mana kau? Jangan sembunyi.
Apa yang kau inginkan dari anak-anak itu?
Aku tahu kau di sini. Jangan sembunyi!
Di mana kau?
Di hadapan Allah, dosamu luar biasa.
Allah tidak akan meninggalkan ini bersamamu.
Aku tahu kau di sini.
Beres..kita pergi sekarang.
Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu? Jangan sembunyi!
Allah tidak akan meninggalkan ini bersamamu.
Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu?
Kau tidak berhak melakukan ini pada mereka.
Allah tidak akan meninggalkan ini bersamamu.
Keluar!
Aku tahu kau di sini.
Aku tahu kau di sini.
Tenanglah.
Kau bisa menipu mataku, tapi tidak mata hatiku.
Aku pikir kita bisa membawa nenek.
Tapi mereka tidak mengijinkanku.
Kita akan pergi tanpa ibuku.
Bicaralah padaku. Aku tahu kau menggunakan tubuh ini.
Apa yang kau inginkan dari wanita tua ini?
Aku tahu ini adalah tempat tidurmu.
Bicaralah padaku.
Bicaralah padaku.
Bicaralah!
Aku tahu kau ada di tempat tidur ini.
Apa yang kau inginkan?
Bicaralah padaku.
Bicaralah!
Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu?
Apa yang kau inginkan dengan semua ini?
Bicaralah padaku.
Bicara!
Apa yang kau inginkan dari wanita tua ini?
Gunakan tubuh tua ini, bicaralah padaku.
Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu?
Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu?
Apa yang telah mereka perbuat?
Bicaralah. Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu?
Gunakan tubuh tua ini, bicaralah padaku.
Apa yang kau inginkan?
Kenapa kau lakukan hukuman ini?
Bicaralah padaku.
Apa yang kau inginkan dari orang-orang itu?
Apa yang kau inginkan dari mereka?
Bicaralah padaku.
Bicara!
Lihat wajahku!
- Lihat wajahku! - Sialan...Mereka akan menderita!
Apa yang kau inginkan?
Mereka akan mendapat hukuman!
Mereka akan mendapat hukuman!
Apa yang kau inginkan dari mereka?
Aku tidak akan membiarkan mereka mengambil tubuh tua ini!
Apa yang kau inginkan dari mereka?
Tinggalkan mereka.
Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh mereka.
Pergi dari sini!
Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti mereka!
Katakan padaku penyebabnya! Bicaralah padaku!
Gunakan tubuh sakit ini. Di mana kau? Keluar! Kalau tidak, kau akan binasa atas ijin-NYA!
DIA yang Maha Hebat dan Teguh. DIA pemilik rahmat dan kebajikan.
Bicaralah padaku.
Gunakan tubuh ini untuk berbicara denganku.
Kau tidak berhak melakukan ini pada mereka!
Bayiku lahir karena dia. Bayiku mati karena dia.
Pergilah, dia milikku!
Kau tidak bisa menghukumnya.
Aku tidak akan membiarkanmu. Kau tidak berhak melakukan ini.
Tidak ada yang berhak menghukum kecuali Allah penguasa seluruh alam.
Kau tidak berhak menghukum!
Siapa namamu? Siapa namamu?
Siapa namamu?
Siapa namamu, katakan? Siapa namamu?
Namaku Sufyezin.
Mereka membakar anakku.
Mereka mencabutnya dari jiwaku.
Aku melahirkan bayi karena mereka.
Mereka mengirim muskaya itu untuk memanggilku.
Mereka membuka pintu ke kerajaan ini.
Itu adalah kutukan.
Bayiku lahir karena mereka..
..dan bayiku mati karena mereka.
Sekarang pergilah, dia milikku!
Siksaan akan menghujani mereka!
Biarlah neraka yang membakar mereka! Mereka akan menderita dengan dosa!
Pergilah! Dia milikku!
- Tidak ada yang berhak menghukumnya selain Allah! - Lepaskan, dia milikku.
Tuhan semesta alam memiliki belas kasihan. DIA Maha Hebat dan Teguh.
DIA adalah pemilik rahmat dan kebajikan. Allah akan melakukan apapun yang DIA kehendaki!
DIA yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
DIA berhak atas segala yang DIA kehendaki!
"Setelah berbulan-bulan sejak malam buruk itu.."
"..aku menulis untuk pertama kalinya hari ini."
"Setelah malam itu kami meninggalkan rumah itu."
"Nenek meninggal dua bulan kemudian."
"Ayah menjual rumah nenek."
"Dengan kuburan kakek di halaman rumah."
"Sekarang semuanya terlihat bagus."
"Orang tuaku lebih bahagia."
"Bisnis ayahku telah membaik."
"Tapi ketika aku melihatnya, aku takut akan mengingat malam itu."
Kakak.
Adikku.
Diterjemahkan oleh: kawulo Dari Turkish sub: teSir Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Terima Kasih
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.