All language subtitles for darbar2020

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

♊ PENGADILAN ♊

* KOMISARIS POLISI MUMBAI ADITYA ARUNASALAM MEMBUNUH GANGSTER! *

* PEMBUNUHAN BRUTAL ADITYA ARUNASALAM TERUS BERLANJUT...APA DIA SUDAH GILA? *

* ADITYA ARUNASALAM SEORANG POLISI BRUTAL *

* KEBRUTALAN ADITYA ARUNASALAM TIDAK ADA HENTINYA *

Tolong mengerti, Pak!

–Saya harus segera bertemu hakim! –Saya harus bertemu dengannya!

Sejak jam 07:00 enam Gembong seperti kalian berubah jadi informan.

Polisi macam apa dia, Pak? Dia pembunuh!

Kekejaman yang nyata!

Hari ini dia telah membunuh banyak orang!

Apa yang membuatnya berubah seperti ini?

Dia sedang mencari seseorang, Pak.

Tampaknya dia tidak tahu siapa orangnya.

Kalian ketakutan lalu berubah jadi informan dan minta dipenjara?

Ada pria di video menantangnya! Lihat!

"Apa kabar?"

"Kamu pikir bisa membunuh semua orang dalam sehari?"

"Sialan kau!"

"Aditya Arunasalam!"

"Majulah ke hadapanku!"

"Aku juga preman yang membunuh demi uang!"

"Aku menantangmu duel!"

"Majulah!"

"Pukul aku jika kamu berani!"

Astaga, Pak!

Dia pasti amatiran. Sial, dia akan mati!

Dia akan menikamnya!

Kita lihat saja.

Mari kita lihat apa dia akan selamat malam ini!

Gendrolelek@gmail.com Selamat Menonton, Jepara 28 Maret 2020

Hei!

Kenapa kamu kesini?

Pergi sekarang juga!

Tenang, bro! Kenapa marah begitu?

Aku kemari bukan untuk menemuimu!

Ulang tahun Amar Singh 'kan? Itu sebabnya aku kemari!

–Minggir! –Hei!

–Hei! –Hei!

Apa yang terjadi?

Lagaknya sok hebat...pria ini berani menantang komisaris, Pak!

Hari ini saja Komisaris telah habisi sembilan orang!

Dia akan datang kesini mencarinya dan membunuh kita juga!

Dia datang ke pesta karena khawatir dengan hidupnya, Pak.

Aku akan pergi.

Karena yakin Amar Singh melindungiku makanya aku berani.

Bagaimana jika kalian mengusirku dan dia membunuhku?

Reputasi besarnya akan lenyap...

Ayo pergi.

Hei! Tunggu!

Pak! Biarkan dia pergi, Pak!

Komisaris pasti akan datang ke sini mencarinya!

Biarkan dia pergi, Pak.

Kunci pintu gerbang.

Kita lihat siapa yang berani datang.

Yang keras!

Bukankah aku sudah bilang Komisaris akan datang? Lihat!

Komisaris terkepung, Pak! Mampus dia!

Beri tahu kami siapa yang anda cari, Pak! Anda nanti bisa bunuh semua orang!

* KOMISI HAK ASASI MANUSIA *

Cepat tangkap mereka, petugas!

–Apa semua ini? –Siapkan semuanya!

–Siap! –Dalam perjalanan!

Ayo cepat! Cepat!

Muat dengan benar di kendaraan!

Petugas Komisi HAM telah tiba! Semua petugas siap di sini!

Ayo cepat! Ayo!

Jadi penembakan dalam penyergapan ini adalah tindakan membela diri?

Itu yang ingin anda katakan?

Saya bisa lihat perbannya! Kalian juga punya surat medis!

Apa itu?

Saya punya keraguan atas penembakan ini dan telah meminta penyelidikan CBI.

Nyonya!

Jika kalian semua ingin meninggalkan ruangan ini dalam keadaan utuh...

tulis laporan sesuai instruksiku.

Beraninya anda?

Apa anda tahu siapa dia?

Beliau akan pergi denganku.

Coba hentikan jika anda bisa.

Tuan Aditya!

Ini salah.

Menampar orang sangat tidak benar!

Kami bahkan membunuh! Dan anda bilang menampar salah?

Petugas! Bersiap!

Pak! Ini pulpennya.

Tembaklah orang dan komisi HAM akan muncul.

Jika komisi HAM tertembak lalu siapa yang muncul?

Tandatangani.

Tandatangani juga dua lembar kosong lainnya.

Kita sering bermasalah, Bu.

Terimakasih.

Kita tidak boleh membiarkannya, Bu!

Kita harus tunjukkan siapa kita!

Siapa yang kamu telepon?

–Kita perlu menindak mereka! –Tunggu!

Saya sudah mengenalnya sejak dia mengikuti pelatihan IPS.

Dia bahkan tidak mengingatku.

Dia sekarang orang yang sama sekali berbeda.

Aku dengar mentalnya terganggu.

Aku berada di acara yang sama november kemarin...

...ketika dia dipindahkan dari Delhi ke Mumbai.

Dia dengan putrinya.

"Habisi mereka!"

"Mulai sekarang hanya akan ada aku! Lihat aku melangkah di pengadilanku!"

"Geng mungkin milikmu. Tapi pemimpin dari pemimpin itu aku!"

"Billa adalah warisanku! Berkali-kali kutonton dengan mataku!"

"Aku pemimpin wilayahmu"

"Bikin hal gila semua menyala!"

"Aku melangkah semua tenganga!"

"Coba hentikan aku, itu akan jadi akhir hidupmu!"

"Coba menyerangku hancur lebur matimu!"

"Dengan nama berapi-api dan bintang yang kalian beri..."

"...hari ini aku tetap raja! Tanyakan siapa saja!"

"Habisi mereka!"

"Dengan kulit hitam dan simbar singa..."

"semuanya akan terbakar binasa!"

"Habisi mereka!"

"Mulai sekarang hanya akan ada aku! Lihat aku melangkah di pengadilanku!"

"Geng mungkin milikmu. Tapi pemimpin dari pemimpin itu aku!"

"Billa adalah warisanku! Berkali-kali kutonton dengan mataku!"

"Akulah pimpinan wilayahmu"

"Jawara kejantanan adalah pemimpin kita!"

"Dia tak kenal batas! Jangan cari ribut dengannya"

"Satu tamparan saktinya dan pipimu menjadi bara!"

"Dia adalah preman liar Jangan berani halangi jalan!"

"Habisi mereka!"

"Tegaklah berdiri, Kamu akan penuh gaya!"

"Saat matamu berbinar, siulan bertebaran!"

"Jika ada hati yang percaya, kamu akan penuh gaya!"

"Saat percepat langkahmu, seperti badai mengikutimu!"

"Jika besi tempat duduknya untuk bersandar dirinya..."

"...kamu akan lihat karat disana, remuk menjadi tak bersisa!"

"Jika tekad mengisi hatimu ambil langkah pertamamu..."

"...masa muda akan tetap menjadi milikmu selamanya!"

"Bikin hal gila semua menyala!"

"Aku melangkah semua tenganga!"

"Coba hentikan aku, itu akan jadi akhir hidupmu!"

"Coba menyerangku hancur lebur matimu!"

"Dengan nama berapi-api dan bintang yang kalian beri..."

"...hari ini aku tetap raja! Tanyakan siapa saja!"

"Habisi mereka!"

"Dengan kulit hitam dan simbar singa..."

"semuanya akan terbakar binasa!"

"Habisi mereka!"

"Mulai sekarang hanya akan ada aku! Lihat aku melangkah di pengadilanku!"

"Billa adalah warisanku! Berkali-kali kutonton dengan mataku!"

"Jawara kejantanan adalah pemimpin kita!"

"Dia tak kenal batas! Jangan cari ribut dengannya"

"Satu tamparan saktinya dan pipimu menjadi bara!"

"Dia adalah preman liar Jangan berani halangi jalan!"

–"Dengan nama berapi-api... " –"Jawara kejantanan!"

–"Dengan bintang yang kalian beri..." –"Jangan berani macam-macam lagi!"

–"Hari ini aku tetap raja!" –"Satu tamparan dan pipimu jadi bara!"

"Dengan nama berapi-api dan bintang yang kalian beri..."

"...hari ini aku tetap raja! Tanyakan siapa saja!"

"Habisi mereka!"

"Dengan kulit hitam dan simbar singa..."

"semuanya akan terbakar binasa!"

"Habisi mereka!"

–Sampai jumpa! –Sama-sama.

–Aditya, terimakasih atas kehadiranmu. –Dengan senang hati, Pak.

Aku tahu kamu menikmati pesta, tapi ada hal penting ingin kutunjukkan.

Lihat ini.

27 tahun lalu dia raja obat bius terbesar di Mumbai.

Dalam perlawanannya dia membakar 17 polisi hidup-hidup di depan publik.

Dia lalu kabur dari India.

Polisi tidak bisa berbuat apa-apa.

Sejak saat itu Departemen Kepolisian Mumbai telah kehilangan wibawanya di masyarakat.

Masyarakat mengejek polisi secara terbuka.

Mengenakan seragam polisi dianggap memalukan.

Banyak sekali kantor polisi membuka lowongan.

Polisi yang sudah tidak layak terpaksa ditugaskan.

Dengan semakin lemahnya kepolisian...

peredaran narkotika dan perdagangan perempuan juga meningkat.

Lebih tepatnya...

Sekarang ini setiap dua dari sepuluh orang adalah pecandu narkoba.

Kepolisian tidak cukup kuat untuk kendalikan ini.

Kita akan detoksifikasi itu, Pak.

Pekerjaanmu pada operasi Punjab sangat baik, Aaditya.

Benar-benar mengesankan!

Anak-anak muda harus mau untuk bergabung kepolisian lagi.

Di waktu yang sama...

ancaman narkoba harus dihilangkan.

Ya, Pak.

–Anda orang yang tepat untuk tugas itu. –Saya merasa terhormat, Pak.

Anda harus pergi ke Mumbai.

Menjabat Komisaris Polisi yang baru.

Akan kulakukan, Pak.

Andah sudah tahu, Pak.

Saya punya tiga syarat.

Satu: Tugas tidak akan kulepas sampai selesai.

Dua: Jangan minta saya memberi ampun.

Tiga: Saya tidak akan mencukur jenggot.

Aku tahu. Aku tahu itu dengan baik.

–Tapi tolong berhati-hatilah. –Ya, Pak.

Setelah itu saya baru melihatnya lagi.

Aku tidak tahu apa dia mengingatku.

Putrinya meninggal baru-baru ini, Bu.

Apa? Putrinya meninggal?

Hello Singh! Terakhir melihatmu di Ramanaa!

–Selamat datang, Pak. –Lewat sini, Pak!

–Kami berdua orang Tamil, Pak. –Wow!

–Saya dari Kallakurichi. –Keren!

–Dan kamu? –Prasad dari Chennai, Pak.

Baiklah, Aku dari Rajakuppam. Kabupaten Krishnagiri.

Berapa tahun anda bekerja untuknya?

Bukan tahun, baru enam bulan.

Gajiku satu lakh rupee, lebih dari dia.

Tidak buruk! Pendapatanmu lebih darinya?

Itu yang tertulis di kertas, tapi tanganku belum pernah menerimanya.

–Lihat gadis itu? Valli? –Iya.

Dia putrinya.

Dia yang mempekerjakan saya.

Anda lihat jam tangannya?

Saya harus pastikan detak jantungnya tidak meledak.

Jika tidak... Anda lihat dia mengambil ponselnya?

Dia akan menerima pesan.

–Kenapa? –Dia punya rincian rekeningku.

Kapanpun dia marah 5.000 rupee dari rekeningku akan diambilnya!

Kapanpun dia senang 10.000 rupee dari rekeningnya akan masuk punyaku!

–Wow! Luar biasa! –Luar biasa?

Dia pemarah sepanjang waktu!

Sejauh ini 60.000 rupee dari rekeningku telah pindah ke miliknya.

Ayah dan anak berjudi online dengan uangku!

Suatu hari akan kubalas mereka.

Dia tertawa seperti aktris Trisha!

Anda sudah menikah?

Saya membangun rumah di Chennai. Bosku juga berjanji pindah rumah kesana.

Jika mau datang kita bisa bicara dengan orang tua untuk rencana pernikahan!

Suamimu sudah mendarat?

Saya Rohit Kumar.

–Rekan-rekan saya. –Halo, Pak. Saya Ankur Jain.

Selamat datang, Pak.

Keadaan kota baik-baik saja?

Pak...

Ketika saya tiba semua orang kelihatan tegang dan bingung, ada apa?

Anda benar, Pak.

Saya bingung cara jelaskan masalah ini pada anda karena baru tiba.

Faktanya anda baru akan resmi bertugas malam ini...

Tidak apa-apa. Katakan saja.

Tiga mahasiswi telah diculik satu jam yang lalu.

Salah satu dari mereka putri Wakil Kepala Menteri.

Saat kembali dari pesta tanpa menyadari siapa dia...

mereka menculiknya, Pak.

Ayo sekarang kita temui Wakil CM.

–Tapi anda harus serah terima dulu. –Sudah kulakukan! Mari!

Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503

Tejaswini Desai adalah putri anda.

Pooja Gupta, Neha Chopra...

Ketiganya teman masa kecil atau pergi ke sekolah, kuliah sama-sama?

Bukan begitu.

Saya tidak tahu bagaimana mereka jadi teman!

Tapi mereka teman akrab dan sering datang rumah!

Saya mengerti.

Sudah bertanya pada dua keluarga lainnya?

Saya tidak tahu bagaimana putriku menjadi teman putri DCM.

Dia belajar dengan baik, Pak!

Dia peringkat teratas di SMA.

Lalu kuliah di Amerika Serikat!

Untuk beberapa waktu dia berada di pusat rehabilitasi narkoba.

Dia jalani semua dan bisa sembuh.

Tiga bulan terakhir dia kambuh lagi.

Saya pernah melihat semacam bubuk dalam tasnya seperti yang sudah dijelaskan.

Putriku alergi terhadap alkohol.

Dia akan marah ayahnya minum.

Saya belum pernah melihatnya gunakan narkoba atau berperilaku seperti pecandu.

Ada banyak jenis narkoba, Bu.

Beberapa obat menyebabkan orang mabuk.

Dan beberapa menyebabkan orang jadi hiperaktif.

Paman, setiap pagi saya sering melihat serbuk putih di hidung kakak.

Kokain!

Permisi, Pak.

Ada nota pembelian sepatu kemarin pagi. Adidas.

Sebutkan tokonya!

Benar, Pak...sekitar jam 11:00 kemarin!

Sepatu laki-laki atau perempuan?

Unisex, Pak. Siapapun bisa memakainya.

–Ukuran berapa? –Tujuh, Pak.

Nyonya.

Berapa ukuran sepatu putrimu?

Tujuh!

Dia terima apa adanya atau...

Minta dibungkus untuk hadiah, Pak.

Apa yang dia tulis pada kartu hadiah?

Hanya namanya, Pak.

–Kirimkan foto kertas kadonya. –Baik, Pak.

Di kota ada empat bandar kokain, Pak. Dan delapan pengedar.

Salah satu dari mereka kemarin merayakan ulang tahun.

–Tangkap dia. –Siap pak!

Anda benar, kailash dari Matunga.

Bandar kokain yang merayakan ulang tahunnya.

Tapi kami tidak tahu alamatnya, Pak.

Tanyakan ke setiap toko miras di Matunga.

Hubungi setiap toko roti di kota.

Periksa apa ada kue ulang tahun yang dibeli atas namanya.

Ada kue dipesan atas namanya di toko 'Frostalicious' daerah Matunga.

Belikan saya kue, Pak.

Bagaimana kita bisa temukan dia di daerah seluas itu?

Berikan tagihannya!

Tagihannya 650 rupee, Pak.

Ambil kembaliannya, Vicky.

Bagaimana anda tahu namaku, Pak?

Aku tadi yang bicara di telepon, Nak.

Ya Pak. Ya Pak.

Rumah yang kemarin kamu kirimi kue...

–Tunjukkan padaku. Masuklah mobil. –Baik, Pak.

"Kami ambil alih acara ini!"

"Majulah! Mundurlah! Kunci dan isilah!"

"Sialan! kalian belum pernah melihatnya!"

"Ikuti pemimpin sekarang!"

"Bintang di atas bahunya!"

"Seragamnya baju besi keadilan!"

–Diatas sana! Lantai lima. –"Namanya membantai arogansi mereka!"

Kalian semua tetap disini.

Jika kalian melihatku di jendela dalam sepuluh menit, naiklah.

"Pemimpin pegang kendali penuh! Caranya selalu unik!"

"Lari atau sembunyilah, dia akan susun strategi!"

"Siapapun yang berani halangi! Bersiaplah untuk perang!"

"Caranya unik! Sekarang dan selamanya!"

"Siapapun yang berani halangi jalannya"

"Dia akan bawa neraka dalam pertarungan!"

"Jangan main-main dengannya!"

"Caranya unik! Sekarang dan selamanya!"

"Siapapun yang berani halangi jalannya"

"Dia akan bawa neraka dalam pertarungan!"

"Jangan main-main dengannya!"

"Saudara besar!"

"Dia saudara besar semua orang!"

"Seorang raja berkuasa!"

"Seorang raja yang memburu arogansi!"

"Mulailah berdoa! Pukulannya segera menyerangmu!"

"Kalian akan segera melihatnya, Nak! Semua sama di istana keadilannya!"

"Dia kobarkan perang dan bangkit! Orang-orang bersamanya!"

"Siapa yang berani menentangnya? Jutaan hati teriakkan namanya!"

"Sentuh dia, dia banteng mengamuk! Dia akan menanduk mencabikmu!"

"Lakukanlah kejahatan, dia akan menemuimu saat itu juga!"

"Dia punya pasukan pemburu! Berhati membara!"

"Sebarkan Kemenangan di segenap bangsa! Hidup Raja kami!"

"Sentuh dia, dia banteng mengamuk! Dia akan menanduk mencabikmu!"

"Lakukanlah kejahatan, dia akan menemuimu saat itu juga!"

"Dia punya pasukan pemburu! Berhati membara!"

"Sebarkan Kemenangan di segenap bangsa! Hidup Raja kami!"

Bos bilang akan muncul di jendela. Tapi yang di sana pria lain!

Lihat! Itu dia!

Turunlah, Gorila!

Tangkap mereka!

–Halo. –Sudah temukan dia?

Maaf pak. Putri anda tidak ada di sini!

Kami temukan orang lain di sini.

Anda berulang kali menyebut tentang ulang tahun dan ukuran sepatu!

Saya pikir akan menemukannya!

Saya juga berpikir sama, Pak...

Banyak sindikat penculik perempuan di India. Salah satunya penculik putri anda.

Kami akan menangkap mereka! Jangan khawatir.

36 anggota Majelis Legislatif bekerja untuk saya!

Seluruh pemerintah berjalan dengan dukunganku!

Pergilah ke negara bagian manapun! Ambil semua izin yang dibutuhkan!

Hajar dan bunuh siapapun yang kamu inginkan! Saya ingin putriku! Mengerti?

Baik, Pak.

Ini akan mencukupi, Pak.

Sembunyikan mereka di tempat aman dan tunggu perintahku.

Tapi kenapa?

Sampai saat itu...

bisa kita bersih-bersih?

Bersiaplah untuk operasi besar!

Polisi bukanlah pekerjaan. Polisi adalah pelayanan!

Kita hidup untuk melindungi!

Kita mati untuk melayani!

"Kami ambil alih acara ini!"

"Majulah! Mundurlah! Kunci dan isilah!"

"Sialan! kalian belum pernah melihatnya!"

"Ikuti pemimpin sekarang!"

"Bintang di atas bahunya!"

"Seragamnya baju besi keadilan!"

"Namanya membantai arogansi mereka!"

"Aaditya Arunasalam!"

"Sang Komisaris! Ayo! Berdiri! Hormat!"

Lari! Polisi di sini! Cepat lari!

–"Lari atau sembunyilah, dia akan susun strategi!"- –Lepaskan aku!

"Siapapun yang berani halangi! Bersiaplah untuk perang!"

–"Caranya unik!" –Jangan takut! Kami disini untuk selamatkan kalian!

Jangan takut! Polisi kemari untuk selamatkan kalian!

Tunggu, Bung! Kamu mau kemana?

"Jangan main-main dengannya!"

"Caranya unik! Sekarang dan selamanya!"

"Siapapun yang berani halangi jalannya"

"Dia akan bawa neraka dalam pertarungan!"

"Jangan main-main dengannya!"

Maafkan saya. Putrimu tidak ada di Mumbai.

Kemungkinan dia telah dijual ke Nashik atau Pune.

Nashik?

Saya pikir dia mungkin di Goa, Pak!

Aku akan berbicara dengan Ketua Menteri!

Aku akan sujud di kakinya bila perlu. Saya ingin putriku kembali!

–Lakukan apapun yang anda inginkan! –Terimakasih Pak!

Jangan jauh-jauh dari telepon. Jangan sampai tertidur.

Baiklah, Bung!

"Mulailah berdoa! Pukulannya segera menyerangmu!"

"Kalian akan segera melihatnya, Nak! Semua sama di istana keadilannya!"

"Sentuh dia, dia banteng mengamuk! Dia akan menanduk mencabikmu!"

"Lakukanlah kejahatan, dia akan menemuimu saat itu juga!"

"Dia punya pasukan pemburu! Berhati membara!"

"Sebarkan Kemenangan di segenap bangsa! Hidup Raja kami!"

"Arunasalam!"

"Aditya Arunasalam!"

Pak.

Ketika tim polisi memeriksa Star Hotel melalui Skype...

enam gadis ditemukan terbius dan tak sadarkan diri.

Baru berusia 13 tahun, Pak!

Mereka telah diculik.

Ajay Malhotra, putra pemilik hotel Vinod Malhotra menghalangi penyelamatan mereka.

Di tengah pembicaraan dia serang petugas kita.

Tiga polisi mengalami luka di kepala dan berada di rumah sakit.

Ini tempat Vinod Malhotra. Harus ditangani dengan hati-hati.

Ini bukan pistol mainan dan aku bukan polisi yang baik!

Jika salah satu dari kalian berani bergerak bahkan satu inci...

aku tidak menembak ke udara atau bawah lututmu.

Karena aku tidak suka omong kosong.

Aku akan langsung mengarah jantung!

Minggirlah!

Mereka dibius dan diperkosa, Pak.

Mereka masih anak-anak!

Itu putra Vinod Malhotra. Ajay Malhotra.

Dengar!

Berani menyentuhku...

Kamu akan menyesalinya.

Kenapa hanya tangan? Aku bahkan akan gunakan kakiku!

Gadis kecil!

Lepaskan sepatumu dan tamparlah!

Hajar bajingan ini!

Pukul lagi!

Lagi! Terus lagi!

Pukulan berikutnya untuk ayahmu! Bawa dia pergi!

Kembalikan anak-anak yang diperdagangkan Ajay Malhotra kepada kalian!

Atau kalian akan kuhabisi!

"Kami akan kepung dan bersihkan mereka!"

"Superstar sesungguhnya! Nanti! Sekarang! Selamanya!"

"Menangkap para pendusta! Membakarnya!"

"Bergerak lebih tinggi! Tidak pernah berhenti!"

"Menangkap para pendusta! Membakarnya!"

"Bergerak lebih tinggi! Tidak pernah berhenti!"

Ayo, Sayang! Jangan takut!

Jangan takut! Kami polisi! Kami datang menyelamatkanmu!

Harap jangan takut! Tetap tenang!

Dalam operasi besar yang dipimpin oleh Polisi Mumbai...

banyak wanita dan anak-anak yang diculik dari kota-kota besar di Maharashtra...

dan dijual dalam perdagangan manusia, berhasil diselamatkan....

dan akhirnya dapat bersama dengan keluarganya lagi.

Dalam operasi ini, penangkapan Ajay Malhotra...

anak pengusaha Vinod Malhotra, telah membuat kegaduhan!

Upaya Komisaris Mumbai Aditya Arunasalam...

telah dipuji oleh banyak pihak.

Hei, Komisaris. Para wanita yang diselamatkan ditampilkan di TV.

Dimana putriku?

Dia yang sedang kita cari, Pak!

Anda selalu saja mengatakan itu!

Dalam semalam 2586 gadis berhasil diselamatkan di India!

Dari gadis berusia 7 tahun...

hingga yang telah dipisahkan dari orangtuanya selama 38 tahun...

sekarang sudah berkumpul lagi dengan keluarganya!

Tapi putri Wakil CM tetap belum ditemukan!

Sebentar...

Bawa gadis-gadis itu!

–Bukankah itu putri Wakil CM? –Dimana dia telah sembunyikan mereka?

Dia sembunyikan mereka setelah menyelamatkannya!

Sebenarnya dia diselamatkan dalam waktu dua jam setelah penculikan!

Dengan memanfaatkan situasi ini kami lalu melaksanakan operasi besar...

dan menyelamatkan hampir 27.000 perempuan!

Dalam operasi ini sudah ada tiga korban.

Dua polisi mendapat perawatan intensif.

Kami berterima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat.

Dokter menyuntikkan glukosa untuk cedera jari!

Ayahku yang memimpin saja tidak cedera, bagaimana kamu bisa terluka?

Apa yang kamu katakan, Sayang?

Dia maju beradu tembak! Makanya jarinya seperti ini!

Hentikan, Pak! Bukan seperti itu, Nona.

Jariku terjepit pintu jip.

Itulah operasi polisi, apa kemeja tidak boleh robek dalam pertempuran?

–Benar... –Anda yang berkelahi!

–Kenapa bajuku yang robek? Tidak adil! –Baiklah, ayah. Apa selanjutnya?

Simpul telah terikat di tangannya. Berikutnya giliranmu!

Giliranku?

–Maksudmu menikah? –Iya.

Aku sudah bilang tidak akan biarkan ayah sendirian!

Anda harus menikah, ayah!

Aku sudah bilang padamu berkali-kali!

Sayangku...kamu menikah lebih dulu.

Berikutnya baru pernikahanku!

Itu masalah kecil! Jika serius berpikir aku bisa menikah dalam sekejap!

–Siapa? Anda? –Ya!

Saat tidak bertugas dia bahkan gemetar saat bicara pada para wanita.

Dia gugup dan berkeringat saat bicara dengan guru sekolahku.

Halo!

Gugup? Aku? Itu dulu!

Sekarang aku sudah punya jimat di ikat pinggangku!

–Benar begitu? –Iya!

Sebuah jimat untuk menambah nyali? Aku juga ingin beli satu!

–Terimakasih! –Ayah...

Lihat ke sana.

Datangi wanita itu dan katakan dia cantik.

–Itu orangnya. –Jika aku berani?

Jika berani...anda boleh menikahkan aku.

–Kamu janji? –Janji!

Lihat ini!

'Anda cantik sekali'

Mulai saja belum sudah memberi jempol!

Keren! Ayo cepat! cepat!

Anda can...can...can...

Cant...

–Duh Gusti... –Lihat kaki ayahmu?

Lihatlah caranya bergetar seperti ponsel dapat panggilan!

Lihat ke meja!

Dia ketik pesan tanpa ponsel!

Saya minta maaf. Saya tidak tahu bahasa Urdu.

Perawat! Tolong kemari!

Kamu cant...ind...

Tolong bawa ke bagian THT. Sepertinya masalah tenggorokan.

–Dia akan mengurus anda. –Tidak tidak Tidak...

Pak.

Temui Dr. Sunita untuk infeksi tenggorokan anda.

–Bangsal nomor empat... –Saya baik-baik saja!

Anda tidak sehat. Anda pasien saya!

Ambil ini. Dapat nomor 24!

Dia beri nomor antrian dan menyuruhnya masuk!

Ayo kita bawa keluar sebelum dioperasi!

Lagaknya yang sok tidak menghasilkan.

Terjadi... Kadang itu terjadi...

Sayang...hanya saja wanita tadi sangat cantik...

Kamu tonton juga, jadinya aku gugup!

Tunggu dan lihat saja nanti caraku merayu wanita lain waktu!

Kami sudah lihat!

Disuruh bicara malah kembali dengan token seperti pasien!

Awas kau nanti!

Tidak ada gunanya mengandalkan ayahmu. Cari pria baik sepertiku dan kawin lari!

Vinod Malhotra ada di kantor Komisaris! Dia menolak untuk pergi!

Dia sangat gusar!

Nah...apa yang membawa para wanita ke kantor polisi?

Dengarkan aku, Pak. Apa yang anak ini belum terima?

Apa semua ini diperlukan?

Fotonya ada di mana-mana! Koran, TV, banyak lagi!

Kami terganggu dengan panggilan dari saudara-saudara kami!

Tolong biarkan dia pergi, Pak. Tidak perlu mengajukan kasus.

Katakan berapa banyak uang yang anda butuhkan.

Dia di sini, kan? Bawa kemari anakku!

Dengar, Bu. Anakmu melakukan kejahatan.

Kami akan tetap berpegang pada putusan pengadilan.

Pengadilan telah memberikan putusan.

Jaminan.

–Jaminan? –Iya.

Dua konstabel yang ada di hotel hari itu...

sudah memberikan pernyataan bahwa Ajay Malhotra...

tidak ada di ruangan tapi berada di tempat lain.

Seperti itu...

Mereka sudah memberikan pernyataan bahwa gadis-gadis itu sendirian di ruangan lain.

Ini surat jaminannya.

Oh, tampaknya ada kesalahan!

Cap di halaman ketiga ada di kiri, seharusnya di kanan!

Pak...kertasnya sama. Halaman juga sama!

Tidak masalah kanan atau kiri. Sama saja!

Tidak boleh! Apa yang di kanan tetap di kanan!

Ubah dulu. Sampai saat itu anak anda tetap di sini!

Kami akan pergi.

Saya bisa keluarkan putraku dengan mudah.

Tidak pak. Dia menyerang empat konstabel.

Dua dalam perawatan intensif.

Enam gadis. Kasus penculikan.

Laporan medis belum tiba. Mungkin bisa jadi kasus perkosaan.

Mereka semua di bawah 17 tahun. Dia juga membius mereka!

Sejauh yang saya tahu, dia akan di penjara 16 tahun!

Oh! Kepercayaan diri!

Bagus.

Berdoalah tidak ada yang terjadi pada putraku.

Atau akan banyak orang hilang di kantor Komisaris.

Dua polisi berada di bawah perawatan intensif.

Anda juga lebih baik berdoa tidak terjadi apa-apa pada mereka!

Copot seragam mereka dan suruh pulang!

–Maaf, Pak. –Tutup mulutmu! Keluar!

Siapkan laporan dan kirim ke pengadilan.

Buatlah jadi kasus mendesak dan pastikan dia tidak bebas dalam waktu dekat!

Sial! Semua bajuku masih aku rendam.

Ayah dan anak menelantarkan aku!

Apa yang akan kamu lakukan? Bicaralah!

Apa lagi? Hanya berdiri dibawah terik matahari!

Aku punya ide, bung!

"Sebuah ide?"

Sial! Aku sangat gugup!

–Aku merasa aneh... –Kamu baik-baik saja, ayah!

Ini gadis itu!

Disini!

Dan ini cowok itu. Saya!

"Cowok"? Siapa? Anda?

Akan kutangani kamu nanti, Nak!

Dan ini...

adalah Roundtana!

Si gadis jogging lewat sini.

Si cowok jogging dari arah lain.

Dia datang... Dia pergi...

Tiba-tiba, mereka berhenti!

Si gadis melihat si cowok. Si cowok melihat si gadis.

Dia menatap! Dia menatap!

Dia mendekat! Dia mendekat!

–Anda ambil pistol! –Iya!

Dan menembak gadis itu!

Persis!

Apa sih, ayah?

Apa ini, Pak?

Siasat merayumu seperti penyergapan!

–Berlebihan, ya? –Benar!

Anda juga mengaku jadi 'anak cowok'! Ungkapkan saja isi hatimu, Pak!

Sebentar.

Apa salahnya dengan salam Pongal?

–Aku pikir begitu! –Sial!

Meniru 'Kadhalar Dhinam' Kunal? Bawa mawar di saku! Cuih!

Kau diamlah! Sudah waktunya, ayah. Pergilah!

Iya, aku akan pergi!

–Aku berangkat sekarang! –Kamu siap! Pergilah!

–Saya berangkat sekarang! –Pergilah, Pak!

Haruskah kulakukan pada usia ini?

Mundur saja!

Setelah bicara dengannya, aku akan mencarikanmu suami!

–Tentu. –Pasang iklan di koran!

Baik, ayah!

Juga di semua situs pernikahan!

Baik, Ayah!

Aku harus bawa mobil?

Anda bisa naik bajaj kalau mau.

Selipkan ini di telingamu!

–Apa itu? –Kami akan dengarkan obrolanmu! Pergilah!

Pengawasan, ya?

Lupakan pengawasan dan lensa Santosh Sivan! Pergilah!

Aku akan berurusan denganmu nanti!

Sudah waktunya, ayah! Pergilah!

–Semoga berhasil! –Terimakasih!

Teleponnya!

[ Lagu kebaktian ]

Ganti lagunya, Pak!

Ini lagu kebaktian, bung!

Anda mencari pencerahan apa cinta?

Tolong ubah lagunya, Pak!

Maksudmu lagu romantis?

[ Lagu romantis ]

Jalanan kosong, Pak.

Kenapa bunyikan klakson?

Klakson tidak hanya untuk mengemudi.

Kita juga hidupkan wiper agar dapat perhatian!

Malah jadi kursus mengemudi.

Mereka sedang ngejar copet?

Mereka lagi jogging.

–Kalau kamu? –Saya jogging juga!

Ayo! Kuantar menyusul mereka.

Saya jogging, Pak!

Tidak masalah! Ayo!

Ayolah sayang!

Ya ampun...

Anda selamatkan gadis di seluruh negara.

Pada akhirnya, saya tidak bisa selamatkan putriku sendiri!

Maaf...

Maafkan saya...

Dia mulai berteriak karena tidak bisa mendapatkan obat.

Jadi mereka menyekapnya.

Dia tidak bisa mengendalikan dirinya.

Sangat sulit bagi mereka untuk hidup tanpa obat, Pak.

Banyak gadis-gadis yang anda selamatkan berperilaku sama di rumah sakit.

Banyak percobaan bunuh diri juga!

Ajay Malhotra penyedia obat di seluruh kota, Pak.

Karena Anda menangkapnya, pasokan obat benar-benar kering.

Tanpa obat, pecandu bertindak histeris dan bunuh diri.

Menteri Kesehatan. Dekan. Spesialis Rehabilitasi.

Kalian tahu kenapa dipanggil secara mendadak?

Kami butuh kalian untuk menyembuhkan mereka dari ketergantungan obat.

Ya pak. Kami akan dirikan kamp perawatan...

–dan sembuhkan mereka. –Bagus!

Pastikan mereka tidak kambuh lagi.

Akan kupastikan narkotika tidak muncul lagi. Oke?

Hari ini 90% pasokan obat telah dihentikan!

Kalian tahu kenapa?

Satu-satunya alasan adalah...

Ajay Malhotra!

Kita menangkapnya dua hari lalu atas tuduhan perdagangan wanita.

Dia pengedar narkoba terbesar di kota ini.

Karena dia dipenjara maka narkotika di pasar menjadi kosong.

Jika dia bebas maka dalam 10-15 tahun kedepan bisa sangat berbahaya!

Jadi tuduhkan semua kasus narkoba padanya.

Kasus-kasusnya harus tidak terbantahkan!

Jangan sampai bebas sebelum 30 tahun masa tahanan!

Salam! Berita hari ini!

Pada kasus penculikan anak di Mumbai. Pengadilan memvonis hukuman seumur hidup...

kepada Ajay Malhotra dan ditempatkan di penjara Nashik.

Dalam penyelidikan lebih lanjut dia juga terbukti terlibat dalam penyelundupan narkoba.

Komisaris Mumbai Aaditya Arunasalam telah meminta pengadilan...

agar dia ditahan dalam tahanan kepolisian untuk diinterogasi.

–Sepertinya gajiku bulan ini akan aman! –Selamat, Pak.

–Kalian sudah siap? –Kita mau kemana?

–Oh tidak! –Apa, Pak?

Ada apa, Pak?

Ada siapa, Pak?

Bukan siapa-siapa.

–Kenapa berkeringat? –Kipasnya mati 'kan?

–Ini ruangan ber-AC! –Lupakan! Dengar!

Lihat wanita di bangku itu?

–Tanyakan apa maunya. –Baik, Pak.

Siapa dia?

Anda tahu dia siapa!

–Anda menyuruh dia datang? –Tidak.

–Kaushik, kenapa dia kemari? –Mana saya tahu, Pak.

Entah rekeningku dapat uang atau akan kecolongan.

Aku sudah terlanjur pesan cat rumah!

Dia ingin mengajukan keluhan.

Pada siapa dan soal apa?

Dia curiga ada orang yang membuntutinya.

Mobilnya kemarin hilang. Dia berpikir mungkin orang itu pencurinya.

Dia ingin lapor tentang hal itu.

–Bawa dia kemari. –Hei!

Biarkan kemari! Kita akan menanganinya.

Sebentar, Pak.

Pakailah kacamata ini biar kelihatan keren!

Pakai saja, Pak.

Dia datang. Berbalik dan pura-pura baca berkas!

Silahkan, Bu!

Anda bilang ada yang membuntuti?

Tampangnya bagaimana?

Dia kelihatan bergaya.

Bukan bocah juga bukan kakek-kakek.

Tidak berkulit putih dan tidak juga hitam.

Dia bahkan tidak tampak seperti pencuri.

Dia tampak rapi!

Kebanyakan pencuri terlihat necis.

Jika kutunjukkan foto tersangka, anda dapat mengenalinya?

Ya saya bisa.

Berikan laporanku.

Kenapa?

Dia orang yang membuntuti saya!

Tunggu dulu, Bu!

Aturlah sesuatu!

Untuk memastikan kota aman kadang beliau mengikuti orang secara acak...

–dan minta pendapat mereka. –Iya!

Karena beliau tidak berseragam makanya anda khawatir.

Maafkan saya, Pak.

Saya menuduh...

Tenang saja! Tidak masalah!

Silakan duduk.

Santai dan mengobrol saja, Bu!

Maafkan saya karena...

tidak tahu kalau andalah Komisaris baru.

Saya hanya tahu 'Aaditya Arunasalam' melalui koran dan TV saja.

Tapi belum pernah bertemu langsung.

–Itu sebabnya saya bingung. –Jangan khawatir.

–Nama saya Lily. Desainer interior. –Nama cantik! Karir bagus!

–Detail saya di sini semua. –Berikan padanya.

Terimakasih, Pak.

–Anda ingin dengar pendapatku 'kan? –Benarkah?

Jika tidak keberatan kita bisa membahasnya sambil minum kopi.

Maaf, saya tidak suka ngopi.

Saya punya penyaring kopi di kampung.

Jadi tidak suka kopi instan.

Jika minta bertemu untuk minum kopi, artinya ingin berkencan!

Jangan merusaknya dengan bicara warung Billa atau Rangga!

Tentu, kita bisa bertemu nanti jam 6:00!

–Kita bisa lakukan. –Baik kalau begitu.

Nomor saya ada di surat pengaduan.

Telfon Valli! Bilang padanya janji tetaplah janji!

Janji? Anda ingin pergi ke dokter gigi?

Kencan, Pak! Kencan dengan Lily!

"Bahkan jika wajah ini tak dapat tunjukkan jejak cinta..."

"akankah kau tetap di sisi?"

"Aku pria lajang luar biasa Sayang!"

"Bintang ini butuh cayaha sepertimu untuk bersinar terang!"

"Aku belanja ke pasar, bunga lili-ku."

"Namun tak ada yang sesuai dengan gaya nyentrik-ku."

"Adakah kalender di rumah yang tunjukkan hari baik?"

"Valentine di hari pertama bulan April! Akankah selamanya jadi nasibku?"

"Akankah aku mengajakmu nonton untuk memenuhi hasrat ini?"

"Akankah berada di kursi berpasangan atau hanya aku sampai kematianku?"

Warna kesukaanku kuning. Hidangan favorit Pav Bhaji.

Olahraga favoritku kriket. Saya suka tarian Sheela Unnikrishnan.

Saya juga suka ikan.

Ikan! Aku juga menyukainya!

Tongkol goreng! Hiu kukus!

Teri bakar!

Juga lele!

Saat aktor Sivaji masukkan ke mulut dalam film 'Muthal Mariyathai'...

dan mengeluarkan tulangnya...

Ada apa?

Saat saya bilang menyukai ikan, maksudnya ikan hias.

Yang di aqurium.

Oh! ikan hias!

Memangnya bisa dimasak apa?

"Aku akan hidup dengan uangmu. Tetaplah terima aku, Sayang!"

"Aku akan bernyanyi sumbang"

"Terimalah tanpa berguman"

"Jadikan tuan kera tanpa ekor ini temanmu"

"Jagalah mataku dari air mata"

"Siapa yang cocok untuk hatiku?"

"Siapa yang membuat darah merahku mengalir? Hanya kamu!"

"Rekening cintaku hanya nol, lihat saja"

"Kau adalah hutang minuman yang belum terbayarkan"

"Aku pria lajang luar biasa Sayang!"

"Bintang ini butuh cayaha sepertimu untuk bersinar terang!"

"Aku belanja ke pasar, bunga lili-ku."

"Namun tak ada yang sesuai dengan gaya nyentrik-ku."

"Adakah kalender di rumah yang tunjukkan hari baik?"

"Valentine di hari pertama bulan April! Akankah selamanya jadi nasibku?"

"Akankah aku mengajakmu nonton untuk memenuhi hasrat ini?"

"Akankah berada di kursi berpasangan atau hanya aku sampai kematianku?"

Ayah, kamu bisa!

"Bahkan jika wajah ini tak dapat tunjukkan jejak cinta..."

Apa! 480 rupee? Mahal sekali!

Dua ratus empat puluh. Anda separuh!

Dia minta patungan?

Kenapa menyuruh ayahmu menikah?

Ibu meninggal saat aku dua tahun.

Seingatku dia selalu sendirian.

Setelah aku menikah dia pasti merasa kesepian.

Itu sebabnya aku lakukan ini. Jangan tersinggung.

Bilang kalau ada Komisaris Aditya Arunasalam dari Mumbai.

Komisaris Arunasalam ada disini. Saya harus bagaimana?

Dia punya surat izin? Tanyakan!

Buka gerbangnya.

Tujuan kunjungan?

Ajay putra Vinod Malhotra dipenjara disini atas tuduhan narkoba dan perdagangan wanita.

Kami telah menangkap pengedar yang bekerja dengannya.

Tapi belum tahu darimana Ajay mendapatkan barangnya.

Jika berhasil tertangkap maka seluruh perdagangan narkoba akan tutup!

Jadi saya harus interogasi Ajay Malhotra kurang lebih sepuluh menit.

Anda juga boleh ikut menyaksikan.

Ini surat perintah pengadilan.

Mereka punya ponsel?

Belanja juga bisa asal ada uang!

Saya ingin Ajay Malhotra.

Dia bukan Ajay Malhotra.

Dia Ajay Malhotra yang ingin anda temui.

Saya ingin Ajay Malhotra putra Vinod Malhotra, saya tangkap dia dengan tanganku sendiri!

Dia Ajay Malhotra yang anda tangkap!

Bangun!

Kamu siapa?

Saya Ajay Malhotra, Pak!

Anda menyuruh gadis kecil menamparku di sini dengan sandalnya.

Apa anda lupa?

–Kenapa harus ... –Dia narapidana disini! Lepaskan!

Tolong lepaskan!

–Mungkin ada salah paham, Pak. –Bukan salah paham.

Tapi proxy!

Dia proxy sialan!

Ajay Malhotra mungkin sudah dilarikan ke luar negeri.

Mereka masukkan orang lain sebagai ganti.

Karena insiden Borivali 27 tahun lalu kepolisian kehilangan wibawanya.

Masyarakat gunakan insiden itu untuk mengejek kami.

Setelah operasi anda, polisi mendapat kehormatan kembali.

Jika mereka tahu ada yang gantikan tempatnya di penjara...

kita akan kehilangan kepercayaan mereka lagi, Pak.

Mereka main-main ya?

Itupun denganku?

Sudah saatnya mulai permainanku.

Maaf, Pak.

Ada panggilan dari kantor Delhi.

Aku ingin bicara hal penting denganmu, Aditya Arunasalam.

Datang ke Delhi secepatnya!

Ya pak!

Tugas yang diberikan padamu sudah selesai.

Kapan kamu kembali?

Tidak pak. Misi saya belum selesai.

Setelah beres baru saya kembali.

Tidak, tidak, tidak...tugasmu sudah selesai.

Saya sudah bilang tidak setengah-setengah dan mau mendengarkan siapapun.

Anda sudah setuju lalu mengirimku.

Saat saya bilang 'bersih', maksudnya benar-benar bersih!

Tak peduli dimanapun dia berada, saya tidak akan beri ampun.

Apa?

Sudah kuputuskan menunjuk Polisi lain menjadi komisaris di Mumbai.

Kamu bisa pindah!

Benarkah?

Siapa yang Anda tunjuk?

Telepon yang benar sana.

Silahkan coba.

Selamat sore.

Mulai besok kamu bertugas jadi Komisaris Mumbai.

Mengapa dia harus tahu?

Ini keputusan pemerintah.

Hati-hati dengan nada bicaramu! Pikirkan kata-katamu!

Polisi Mumbai akan lakukan apapun perintahku!

Jika Anda mencoba menggantiku...

setiap polisi akan lakukan mogok tugas!

Kota Mumbai tanpa polisi. Anda bisa bayangkan itu?

Jangan mengganggu urusan orang.

Saya tahu apa yang harus dilakukan padanya dan bagaimana caranya.

Mereka orang-orang yang sangat berbahaya.

Sampaikan dia bisa lari dari polisi yang mengapit kanan kirinya.

Tapi jangan pernah berani beradu muka!

Sampai jumpa!

Memalukan, setelah lakukan kejahatan besar dia bisa bebas begitu saja berkat proxy.

Ya, proxy memang sangat terkutuk.

Melihat video dari narapidana di Selatan yang bisa sering keluar dari penjara.

Tim dari delapan pejabat tinggi harus segera inspeksi penjara itu!

Kami akan membentuk tim.

Ini harus segera dilakukan.

Baik, akan kami lakukan.

Atas intruksi Aaditya Arunasalam, tim delapan orang resmi dibentuk...

oleh pemerintah untuk menyelidiki Ajay Malhotra...

yang diduga memiliki pengganti di dalam penjara Nashik.

Tim ini akan dikirim ke penjara hari ini untuk memulai investigasi.

Delapan petugas sudah tiba di penjara Nashik, Pak.

Mereka telah mengirim bukti foto dari narapidana tersebut.

Mereka mengganti foto Ajay Malhotra 'kan?

Ya pak!

Akal busuk apa ini, Pak!

Saat aktor MGR bertarung, dia sengaja menerima pukulan pertama.

Kalian tahu kenapa?

Untuk menjaga ketegangan penonton?

Kamu menerima pukulan musuh untuk belajar tentang kekuatan mereka.

Untuk mengetahui siapa sekutu mereka.

Untuk mempelajari metode mereka.

Mereka masih tidak menyadari.

Bahwa ini bukan jenggot tapi topeng!

Kalian semua ahli pemalsuan paspor, sertifikat dan dokumen di kota ini.

Kalian membuat paspor palsu untuk pria ini dan mengirimnya ke luar negeri.

Ke negara mana?

Thailand, Pak.

Apa yang kalian lakukan? Menabrak mobil parkir?

Maaf, Kawan. Mobil kami juga rusak!

Kita perlu panggil polisi!

Tidak! Jangan panggil polisi!

Ambil uang ini. Ambil dan pergilah!

Aku butuh asuransi. Mobilku rusak.

Jangan panggil polisi. Ambil uang ini! Aku akan belikan mobil baru!

Akan kubelikan mobil baru...

Apa kalian mabuk?

Hanya bir saja.

Dan kamu?

Dari negara mana?

Ini bukan salahku, Pak.

Mereka yang salah. Mereka menabrak mobilku.

Tunjukkan paspormu!

Tapi itu bukan salahku, Pak. Mereka yang menabrak!

Geledah dia!

Kenapa saya digeledah, Pak? Geledah mereka!

Itu bukan salahku!

Kenapa saya digeledah, Pak? Mereka yang menabrak!

Itu bukan salahku. Kenapa saya digeledah?

Bawa dia ke mobil!

Tolong ambil uang ini!

Tolong, Pak. Ini bukan salahku.

Bisa kirimkan salinan paspornya, Amraim?

–Iya! Saya kirim sekarang! –Terimakasih.

"Anil Pawar."

Seorang penjahat India telah ditangkap di Thailand dengan menggunakan paspor palsu.

Saya ingin dia segera dideportasi ke India.

Baik, Pak. Mari silahkan.

Silahkan duduk. Duta besar sedang rapat.

Aku bahkan tidak tahu bagaimana dia bisa tertangkap!

Hubungi orang-orang kita dan para pejabat tinggi di Thailand!

Aku ingin putraku kembali! Kalian mengerti?

Sepertinya Anda mencoba membebaskan putramu dari tahanan Polisi Thailand.

Ini siapa?

Aditya Arunasalam. Komisaris Polisi Mumbai.

Kamu?

Tidak peduli seberapa keras orang-orangmu berusaha, kepolisian Thailand tidak akan bebaskan putramu.

Mau kutawarkan solusi?

Anda seorang pengusaha.

Pemerintah Thailand tidak akan dengarkan tuntutan seorang pengusaha.

Tapi mereka akan dengarkan pemerintah India.

Delapan pejabat pemerintah telah menanda tangani bahwa putramu berada di penjara Nashik.

Jika terbukti palsu pemerintah akan berada dalam kesulitan!

Katakan pada mereka dan mereka akan diam ketakutan!

Suruh pemerintah India untuk bicara pada pemerintah Thailand.

Mereka akan segera bebaskan putramu.

Saya membantumu keluar dari masa-masa sulitmu!

Ingatlah hal ini dan bekerja sama setiap kali diperlukan, bos!

Tadi Komisaris secara pribadi menelfonku dan memberikanku ide.

Saya bingung.

Dia membuatku dalam kesulitan...

Tapi juga menawarkan solusi.

Apa dia punya rencana tersembunyi?

Sejauh yang saya tahu tidak ada.

Jika kita bebaskan Ajay dari penjara Thailand sesuai sarannya...

maka kita bisa larikan ke negara lain.

Sekarang delapan pejabat brengsek itu akan melobi pemerintah India.

Mereka akan minta pemerintah India melobi Thailand untuk membebaskan dia.

Pemerintah lalu menelfon kedutaan...

untuk memberitahu kita bahwa paspor Ajay Malhotra asli.

–Anda sudah boleh masuk. Mari silahkan. –Baik!

Saya sudah berbicara dengan pemerintah Thailand, Pak Komisaris.

Mereka menegaskan bahwa salinan paspor yang Anda berikan dan orang yang mereka tangkap...

adalah sama.

Tidak ada kesalah pahaman, Pak.

kepolisian kami telah bebaskan dia.

Saya menghargai itu.

Siapkan helikopter ke Penjara Nashik!

Halo, Kuldeep! Apa kabar?

–Terkejut? –Pak...

Bagaimana Anda tahu namaku?

Sudah terbukti kamu bukan Ajay 'kan? Jadi kenapa kita harus pura-pura?

Kita tahu aku tidak berdaya.

Aku dengar kamu suka membunuh para orang tua.

Kenapa begitu, Nak?

Oh itu? Karena lebih mudah, Pak!

Mereka tidak bisa lari dan melawan!

–Itu benar sekali! –Iya!

Jadi saya menargetkan orang-orang seperti ini dan jadi kebiasaan!

–Jadi mudah sekali membunuh mereka? –Ya pak!

–Habis membunuh lalu jalani harimu? –Tepat sekali!

Ajay Malhotra ditembak mati oleh Komisaris Mumbai untuk membela diri!

Katakan itu pada petugas dan pers!

Setelah otopsi mereka sadar bahwa mayat harus ditunjukkan pada masyarakat!

Kamu lihat apa?

Dulunya aku penjahat, Nak!

Keren bukan?

Delapan belas dari kita terjebak demi menyelamatkan putramu.

Mayat akan diperiksa oleh hakim dari Pengadilan Tinggi.

Baru kemudian dikeluarkan dari penjara untuk dilihat masyarakat dan pers.

Saat mayat keluar untuk diperlihatkan isu proxy akan terungkap.

Ini bukan hanya masalah kita.

Ini juga masalah bagi semua orang yang sudah membantu kami.

Termasuk kedua pemerintah.

Kita semua bisa hancur!

Kita semua bisa hancur!

Hanya demi menyelamatkan putramu.

Aktifkan speaker ponselmu!

Jika tertangkap mengatur proxy maka yang hancur bukan hanya kamu.

Sekarang yang bersamamu ada dua hakim, partai oposisi...

menteri dalam negeri dan kejaksaan. Dua negara terlibat!

Jadi isu internasional, bukan?

Kalian semua terjebak tanpa jalan keluar 'kan?

Boleh kuberikan ide?

Opsi A: Kalian mengaku dan masuk penjara.

Kamu. Putramu. Kalian semua.

Lalu Opsi B.

Selundupkan putramu kembali ke sini dari Thailand...

membunuhnya di tempat yang sama dan tunjukkan mayatnya pada masyarakat.

Mana yang lebih besar: 1 atau 11?

Keputusan ada padamu.

Perhatikan. Polisi selalu membantumu di masa sulit!

Ingatlah hal ini dan selalu kerjasama. Mengerti?

Koresponden kami saat ini berada di luar Penjara Nashik.

Bersamaan dengan turunnya hujan.

Komisaris Aaditya Arunasalam telah menyatakan...

tubuh Ajay Malhotra akan dibawa keluar untuk ditunjukkan pada masyarakat.

Apakah benar-benar Ajay Malhotra yang meninggal ataukah orang lain yang gantikan tempatnya?

Pertanyaan tadi akan segera terjawab...

bersamaan dengan mayat yang diperlihatkan pada publik.

Selain dua cara yang dia usulkan...

Saya tidak melihat ada jalan lain.

Jadi kalian minta aku korbankan putraku untuk selamatkan kita semua! Begitu?

Karena berusaha selamatkan putramu 18 orang sekarang dalam kesulitan.

Bagaimana kita bisa masuk penjara?

Sudah tugasmu untuk selamatkan mereka!

Lakukan apapun yang kalian inginkan!

Kalian tidak perlu jelaskan apa-apa!

Kita akan dapat masalah besar.

Dia lepas landas dari Thailand dengan jet pribadi.

Tidak usah kita sampaikan.

Dengar! Apapun rencana kalian lakukanlah secepatnya!

Setelah ini tidak ada lagi Thailand. Tapi Amsterdam! Mau ikut?

Ada apa, bro? Kenapa diluar ada banyak wartawan!

Apa yang membawa mereka kemari?

Aku tidak bisa terlalu lama berpura-pura jadi mayat!

Sembilan inci, Pak.

Kamu tidak perlu pura-pura jadi mayat.

Ajay telah ditembak mati dan diganti.

Mampus kalian!

Kuatkan dirimu.

Lihat betapa tegarnya istrimu!

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.

Dia akan hancurkan kita semua.

Dia bukan putraku.

Orang yang membakar polisi hidup-hidup di Borivali 27 tahun yang lalu?

Hari Chopra adalah ayahnya!

Aku mengirimnya setahun sekali!

Dia serahkan Ajay saat berusia dua tahun!

Bagaimana caraku menghadapinya?

Semua hancur!

Saya merasa sangat bangga dan senang telah menjadi pemimpin kalian...

selama bertahun-tahun.

Satu di antara kalian...

setelah aku mundur...

harus mengambil tanggung jawab ini.

Untuk menjadi Gembong narkoba internasional...

kalian butuh keberanian untuk melawan polisi!

Satu-satunya di antara kalian yang punya keberanian seperti itu...

adalah Hari Chopra!

Jika ada yang mampu melampauiku maka Hari Chopra orangnya...

Polisi Mumbai akan tenggelam dalam ketakutan!

Hari...

Polisi Mumbai...

telah membunuh putramu.

Aku turut berduka.

Kemari.

* AJAY MALHOTRA DITEMBAK MATI OLEH ADITYA ARUNASALAM *

Siapa polisinya?

Saya seorang polisi jahat!

* PERBATASAN INDIA - BANGLADESH *

Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503

Inilah mereka! Halo!

Putriku sedang bersiap-siap!

–Suruh bergegas! –Ayo, Sayang!

Dia disini!

Ini putriku.

–Hai! –Halo!

Ucapkan 'Halo'.

"Kamu terlihat cantik!"

"Kamu sangat cantik!"

"Kamu seksi sekali!"

"Kita akan pindah ke London setelah menikah!"

Maaf, kawan-kawan!

Aku tidak akan mengirim putriku ke luar negeri!

Jika tidak masalah dengan itu, e-mail detail kalian. Oke?

"Bolehkah saya minta nomor putrimu?"

Berani kamu minta ayahnya!

Maaf, kawan-kawan.

Pernikahanku terjadi hanya setelah ayahku menikah!

–"Ayahmu belum menikah?" –Matikan semua!

–Pergi sana menikahi gadis bule! –Apa ini?

–Perjodohan online, Sayang! –Ya ampun!

Fokus saja dengan Lily! Dasar tidak bertanggung jawab!

Sungguh ayah yang beruntung punya putri seperti itu!

Baiklah...

Aku sudah berusaha pelan-pelan, Sayang.

Dengan cara konyolmu 200 tahun akan lewat begitu saja!

Kapan berniat melamarnya?

Hari bulan kedelapan, hari ini. Tanggal 9, besok.

Seabad kemudian.

Kuhajar kamu!

Dengar, sayang. Besok Senin hari baik.

Waktu keberuntungan jam 9:30-10:30.

Besok kulakukan ritual dewa Ganesha dengan memecahkan 31 kelapa...

berdoa kepada para dewa.

Seperti ritual bikin pondasi rumah!

Bukan mau melamar!

Terdengar ribet banget!

–Bantu aku! –Jika bisa, saya akan menikah sekarang!

Akan kucoba demi anda. Kita mulai dengan ganti muka!

Ayah! Ini Lily!

–Selalu menggodaku soal Lily... –Dia telfon anda, cepat sana!

–Pergilah! –Sebentar, Sayang!

–Jawablah! –Aku?

–Halo, Valli! –Halo, Lily!

Jadinya tralala-trilili!

–Ayahmu ada? –Ada! Aku akan memanggilnya!

Saya mendengarkan lewat speaker!

Saya harus bertemu anda, bisa datang ke aula pernikahan Aishwarya?

–Hari ini bukan waktu mujur! –Bilang anda akan datang!

Baiklah, aku akan datang!

Baik. Terimakasih!

Menyenangkan! Kamu pergi dengannya!

–Aku harus bagaimana? –Tunggu!

Dimana kacamatamu?

Pakailah.

Pergilah dengan bergaya!

Dia hanya perlu berjalan menunjukkan gayanya!

Bagaimana gayaku?

Keren!

Anda lupa memakai sepatu.

Pakailah di tanganmu!

–Halo? –Saya Vinod Malhotra.

–Bicaralah. –Ayahmu ada?

Beliau sedang keluar.

Saya dalam bahaya besar.

Bahayanya bukan hanya untukku, tapi untuk kalian juga.

–Beritahu ayahmu untuk menelfonku. –Nanti saya sampaikan.

Terimakasih.

Kenapa dia memintaku datang ke aula pernikahan?

Anda harus berumur 40 tahun jika ingin lewat jalur romantis.

Sepertinya dia langsung menuju jalur pernikahan!

–Pikirmu begitu? –Ya pak!

Seperti kejutan ulang tahun, mungkin ini kejutan pernikahan!

Kejutan pernikahan?

Mana bisa! Valli harus hadir. Sesepuh yang harus bicara.

Sesepuh? Siapa? Pendeta Bodhidharma?

Dia satu-satunya yang lebih tua darimu.

–Yang benar saja! –Maaf! Ayo jalan saja!

–Mbakyu! –Iya?

Paman tiba!

Halo.

–Salam! –Halo!

Halo!

Siapa saja ini?

–Ayahku. Ibuku. –Tidak mirip.

–Sepupuku. Kerabatku. –Halo.

Lily telah bercerita banyak tentang anda.

Saya kira semua sudah ditetapkan!

Mereka melihat Anda.

Kenapa tiba-tiba menyuruhku ke sini?

–Karena... –Jangan malu-malu!

Kalung anak ini hilang!

Kami ingin ajukan keluhan di stasiun.

Saat itulah saya ingat anda.

Anda telah tertipu!

Kamu ingin aku temukan kalung hilang?

–Iya. –Komisaris?

Wahai Dewa Muruga!

Ujian macam apa ini?

–Kalung emas, sayang? –Nak?

–Paman? –Dimana kehilangan kalungmu?

Jika tahu, saya sudah ambil sendiri.

Kenapa repot-repot memanggil anda?

Dia sudah terlatih, Pak!

Sialan kau!

–Kasus yang sangat penting! –Iya! Itu kenapa mereka panggil kita!

kasus yang sangat penting!

Mari lihat ke dalam! Ayo!

–Bukannya mencari malah bernyanyi! –Aku bernyanyi supaya kalungnya ketemu!

"Drum pernikahan menggoyang kepala mereka!"

"Biarkan suara pemberkatan memenuhi suasana!"

"Kembang api menyuarakan suka cita pernikahan!"

"Biarkan pernikahan diresapi energi tinggi!"

"Saat pengantin pria menggoda pengantin wanita..."

"...kerabat bersembunyi tanpa kata!"

"Sama ketika gurauan mengisi pesta..."

"...sukacita menyatu dengan suasana!"

"Drum pernikahan menggoyang kepala mereka!"

"Biarkan suara pemberkatan memenuhi suasana!"

"Dengan kepercayaan dia mendampingimu 'tuk jalani hidup hingga akhir waktu."

"Jagalah seolah-olah dia seorang Ratu!"

"Dia 'kan korbankan keinginannya untukmu!"

"Buatlah hidupnya seolah-olah dia seorang raja!"

"Jika tahu cara menenangkannya, dia bisa menundukkan dirinya!"

"Jika tahu arti kehilangan dirinya, dia bisa tundukkan dunia seluruhnya!"

"Drum pernikahan menggoyang kepala mereka!"

"Biarkan suara pemberkatan memenuhi suasana!"

"Kembang api menyuarakan suka cita pernikahan!"

"Biarkan pernikahan diresapi energi tinggi!"

"Saat pengantin pria menggoda pengantin wanita..."

"...kerabat bersembunyi tanpa kata!"

"Sama ketika gurauan mengisi pesta..."

"...sukacita menyatu dengan suasana!"

"Di tengah gejolak remaja saat berciuman, itulah cinta yang harus kau berikan!"

"Bahkan setelah empat puluh tahun, cinta harus tetap bersinar dalam genggaman!"

"Semua perkelahian bertahun-tahun akan membuatmu mengerti semua isi hati!"

"Setiap ikatan manusia terkandung dalam ikatan pernikahan ini!"

"Sebagai penjaga jiwamu di bumi ini..."

"...jiwa lain berusaha untuk mengalahkan."

"Sebagai tujuan untuk berkembang di bumi..."

"...seorang istri dan pernikahan akan menjadi jalanmu!"

"Drum pernikahan menggoyang kepala mereka!"

"Biarkan suara pemberkatan memenuhi suasana!"

"Kembang api menyuarakan suka cita pernikahan!"

"Biarkan pernikahan diresapi energi tinggi!"

"Saat pengantin pria menggoda pengantin wanita..."

"...kerabat bersembunyi tanpa kata!"

"Sama ketika gurauan mengisi pesta..."

"...sukacita menyatu dengan suasana!"

Jika anda tetap sebagai teman dan bukan sebagai suami istri...

hidup akan menjadi baik!

–Ya? –Halo, Pak?

Saya sepupu Lily.

Putra pamannya. Kita bertemu di pesta kemarin!

Oh iya! Silahkan masuk.

–Anda ingin minum apa? –Tidak usah repot-repot. Terimakasih.

Lily sering cerita pada kami bahwa Komisaris adalah temannya.

Kami tidak percaya.

Pak...

Ini adalah...

Mantan Presiden KR Narayanan 'kan?

Iya, foto tahun 1998.

–Anda mendapat penghargaan? –Iya.

Saat itu Lily baru berusia sebelas tahun.

–Apakah dia putrimu? –Ya.

Lily putri tunggal di keluarga kami.

Makanya terlalu dimanjakan!

Dia bersikeras menolak untuk menikah!

Bibi dan paman saya cukup khawatir.

Jika dia semakin berumur dan orang yang tidak cocok mengalihkan perhatiannya.

Anda juga punya anak perempuan.

Tentu anda memahami perasaan ini.

Kemarin saya perhatikan kalian.

Ketika saya mau kesini, beberapa teman ingin ikut juga.

Saya menolak keinginan mereka.

Anda seorang Komisaris jadi saya pikir akan bicara baik-baik dulu.

Jika putri anda tiba-tiba muncul dengan pria seumuran anda...

bagaimana perasaan anda?

Aku kehilangan ibuku saat berusia enam tahun.

Setidaknya lebih mudah bagiku.

Valli kehilangan ibunya saat berusia dua tahun.

Agar dia merasakan kehadiran ibunya...

aku kenakan sari istriku dan menidurkan dia di pelukanku.

Valli tidak pernah merajuk atau marah.

Keinginan dia hanyalah Lily.

Anda tentu tahu resiko seorang polisi.

Setiap saat apapun bisa terjadi.

Jika terjadi sesuatu padaku aku ingin ada pendamping untuknya dan dia setuju.

Jangan khawatir.

Apapun yang anda takutkan tidak akan terjadi.

Sampai jumpa, Pak.

Anda tidak makan dulu?

–Tidak usah. Terimakasih. –Baiklah.

Kapan kamu sampai?

Kamu kenapa?

Apa yang terjadi?

Valli sayang...

Ayah!

Maafkan aku, Ayah.

–Tidak apa-apa, Sayang. –Aku minta maaf!

Tidak sayang. Jangan menangis.

–Karena aku, ada pria brengsek... –Sudah. Tenang!

–Aku sangat menyesal, Ayah. –Jangan hiraukan dia.

Tidak! Kenapa dia bicara seperti itu?

Aku ingin pastikan ayah punya pendamping sebelum aku pergi...

–Saya minta maaf! –Aku mengerti...

Berhenti menangis. Kumohon...

–Baiklah, Ayah? –Oke?

–Ayo kita keluar. Kamu dan aku. –Iya!

Sebagai ayahku. Tinggalkan dulu seragam, tugas dan segala sesuatu!

–Oke? Kita akan bersenang-senang! –Iya! Kita cari hiburan!

–Oke? –Tentu saja!

Itu baru semangat!

Tempat ini aman 'kan?

Ini stasiun TV lamaku.

Sudah tidak digunakan.

Benar-benar aman.

Tempat ini populer di kalangan penjahat.

Dimana dia?

Di dalam. Dia sangat ketakutan.

Abang...

Sampai sekarang...

aku besarkan dia seperti putraku sendiri.

Komisaris itu...

Kamu menguburnya...

atau mengkremasi dia?

Tidak, Bang...

Saya baringkan setelah ritual terakhir. Sudah kulakukan dengan benar.

Aku bawakan kamu hadiah.

Masuklah! Berikan padaku.

Indah, bukan?

Jika aku tusuk seperti ini dan tekan...

belatinya akan masuk ke dalam...

dan mengembang seperti payung!

Jika aku putar dan menariknya keluar seperti ini...

baru akan mau menutup.

Tidak, Bang. Tolong dengar penjelasanku.

Dibuat di Jerman. Indah sekali!

–Perlu aku tunjukkan? –Jangan, Bang.

Bagaimana denganmu?

Ini! Disini!

Bang...tolong dengarkan...

Tolong dengar penjelasanku.

Tolong dengarkan, Bang.

Ini...

untuk putraku!

Hei! Berisik sekali dia! Seret keluar!

Bawa kembali belatinya. Itu favoritku!

Dimana sekarang Komisaris Polisi itu?

Kematiannya harus membuat setiap polisi takut untuk mengenakan seragam!

Shahrukh, nyalakan mobilnya!

Saat dinyalakan suara mobilnya terdengar seperti Shahrukh!

–Halo? –Halo, Valli? Kamu dimana?

Infinity Mall, Malad.

Apa komisaris bersamamu?

–Benar. –Tadi aku telfon tapi tidak terjangkau.

Kamu jangan pergi sendirian.

Hanya untuk satu hari 'kan?

Baik. Jangan pergi sendirian.

Vinod Malhotra hilang.

Kami tidak tahu dia dimana.

–Benarkah? –Iya. Jangan cerita ke komisaris.

SMS lokasimu setiap lima belas menit.

Baik, Pak. Akan kulakukan.

–Sayang? –Ayah?

Periksa apa ada orang 20-22 tahun di kompartemen ini...

dengan kemeja motif bunga, memegang ponsel.

Ya, ayah.

Ada apa ini, ayah?

Pengawasan!

Aku akan minta pengawalan!

Jangan! Tunggu!

Kami akan sendirian di stasiun berikutnya. Sampaikan ke mereka!

Duduklah.

Kamu merasa takut?

Lihat! Aku rasa dia Komisaris Aditya Arunasalam!

–Halo! –Selamat malam!

–Melihatnya di TV 'kan? –Iya!

–Saya? –Iya!

Nyanyikan lagu meriah.

Tentu saja!

Dengan senang hati!

–Dengarkan ini! –Ayo kita mulai!

"Sang raja telah tiba! Pengadilan dibuka hari ini!"

"Matikan kekuatan dan sulut harimaunya!"

Hei! Kenapa bernyanyi dalam bahasa Hindi?

Pemimpin itu salah satu dari kita!

Menggirlah!

"Lihatlah kebanggaan di matanya! Dia datang untuk mecambuk dengan keras!"

"Pemimpin kami beda kelas! Bertindaklah hati-hati!"

"Wajah kalian akan bengkak dan tidak berbentuk!"

"Kalian akan dengar kicau burung di sekitar telingamu!"

"Anggota badan akan dipatahkan! Hidup akan hancur berantakan!"

"Akan menuntunmu ke tangga dewa kematian!"

"Lihatlah kebanggaan di matanya! Dia datang untuk mecambuk dengan keras!"

"Pemimpin kami beda kelas! Bertindaklah hati-hati!"

"Rajaku"

"Pandangannya lebih tajam dari cabai! Membuatmu berkeringat deras!"

"Majulah dasar sok jagoan! Jongkok dan ucapkan namanya!"

"Ingin pukulan yang berkobar, api yang akan dia lempar ke arahmu..."

"Jika ingin hidup cukup sentuh bumi dan menyerahlah!"

"Lihatlah kebanggaan di matanya! Dia datang untuk mecambuk dengan keras!"

"Pemimpin kami beda kelas! Bertindaklah hati-hati!"

"Rajaku"

Ayah!

Awas, ayah! Dia di belakangmu!

Terimakasih banyak Pak! Sampai jumpa!

Semoga anda hidup seratus tahun, Pak!

Ayah?

Ayah!

Aku mendapat telfon pagi ini, ayah.

Vinod Malhotra dalam masalah...

Apa yang terjadi, ayah?

Pergilah.

–Apa yang terjadi? –Apa yang sedang terjadi?

Dokter...

Telinganya berdarah.

Apa?

Baiklah, aku kesana.

–Maaf, Bu. Anda tidak boleh pergi. –Saya harus pergi!

–Tolong mengerti. –Ini keadaan darurat!

–Tolong dipahami! –Tidak ada yang bisa kita lakukan. Duduklah!

Apa yang terjadi sayang?

Perbesar sedikit.

Tampak seperti perdarahan.

Lebih jauh ke bawah.

Bagaimana ayah saya, dokter? Kapan dia sadar kembali?

Dia mengalami gegar otak.

Ini jenis cedera otak traumatis.

Dia akan sadar dalam lima jam.

Itu bukan masalah penting.

–Dia akan baik-baik saja. –Terimakasih dokter!

–Terimakasih banyak! –Duduk.

Silahkan duduk.

Tapi...

Setelah melihat laporanmu...

Saya sedikit khawatir.

Ada kebocoran darah di tiga titik dalam otakmu.

Kebocorannya meningkat!

Dalam dua jam darah akan bocor keluar...

menyebar ke seluruh jaringan...

dalam otakmu...

Ini disebut 'Subdural Hematoma'.

Jadi...

Apa ada yang mendampingimu?

Keluarga atau kerabat? Siapa saja?

Sejak lahir...

ayah satu-satunya orang yang aku miliki.

Ibuku...

Temanku...

Segalanya bagiku.

Untuk dia sadar kembali...

akan memakan waktu sekitar lima jam.

Tapi untukmu...

Dalam dua jam...

Bagaimana saya menjelaskan padamu?

Tolong...

Dampingi ayahmu untuk sementara waktu.

Ayah...

Ayah...

Ada apa, Pak?

Apa yang terjadi?

Bagaimana dia bisa mati? Aku ingin membunuhnya sendiri!

Dia punya banyak saingan bisnis! Sudah ada 3 upaya pembunuhan padanya!

Tidak! Pasti ada kesalahan!

Aku tidak bisa menerimanya!

–Tenang, Pak! –Anda seharusnya istirahat!

Perawatan anda belum selesai!

Saingan lama pasti membunuhnya! Kami akan mencari tahu!

Beberapa geng telah membunuh putriku dengan kecelakaan.

Mereka juga membunuh Vinod Malhotra!

Siapa mereka?

Apa benar mereka atau mereka tidak ada hubungannya?

Hatiku menyuruhku menangkap mereka tapi aku tidak tahu siapa yang harus kucari!

Pikiranku berteriak menyuruhku mengejar mereka, tapi dimana aku harus mulai?

Aku akan menyeret mereka keluar!

Akan kuhabisi setiap bajingan di Mumbai!

Jangan lakukan itu, Pak!

Tolong dengarkan kami, Pak!

Saat itulah Komisaris berubah, Bu.

Maaf, Bu...

Saya dengar dia memaksa anda membuat laporan di bawah todongan senjata.

Saya kembalikan kertas-kertas yang anda tandatangani.

Pastikan anda tidak mengambil tindakan padanya.

Bukan saya yang memutuskan.

Saya hanya seorang petugas HAM.

Sama dengan pengadilan, ini organisasi besar.

Saya akan mengirim laporanku.

Pejabat lebih tinggi yang memutuskan.

Jika mereka bertindak ada kemungkinan bahwa Aaditya Arunasalam akan diberhentikan.

Sampai saat itu pastikan dia tidak melakukan pembunuhan lagi.

Setidaknya dua dari kalian mengatakan yang sebenarnya.

Pistol ini hanya berisi enam peluru.

Kalian ada delapan orang.

Katakan padaku.

Pak... Saya tidak tahu apa-apa, Pak...

Bicara!

Hei! Diam!

Kami di tengah pembicaraan!

Jika mau menangis, lakukan diam-diam!

Bicaralah!

Saya bersumpah bukan kami dibalik serangan itu!

–Lalu perbuatan siapa? –Saya tidak tahu!

Tak satupun dari kami yang terlibat dalam kecelakaan putri anda!

Geng kami tidak ada hubungan dengan Vinod Malhotra!

–Bukan perbuatan kami! –Jangan lakukan, Pak!

Enyah!

Bicaralah!

Bukan perbuatan kami, Pak!

Ada pertikaian antara Vinod Malhotra dan Gulshan Kumar.

Mereka bahkan pernah baku tembak! Tanyakan padanya!

Siapa dia?

Silahkan saja jika ingin membunuh kami.

Tapi kami tidak membunuh Vinod Malhotra!

Vinod Malhotra membunuh putri anda.

Jika seseorang membunuhnya. Itu baik bagi anda 'kan?

Apa untungnya bagi anda mengetahui siapa pembunuhnya?

Anda membunuh semua orang seperti orang kerasukan!

Komisaris itu penuh dendam ke pembunuh.

Dalam perburuan dia sudah lakukan tiga belas pembunuhan!

Aku sudah rencanakan membunuhnya bersama dengan putrinya.

Tapi selama 2 jam putrinya masih hidup, sedangkan dia tak sadarkan diri.

Setelah itu dia siuman!

Saat mencari putrinya, dia sudah mati!

Dalam kemarahan dia pergi untuk membunuh Vinod Malhotra.

Tapi dia sudah mati!

Syok dan sakit yang dia rasakan itu...

Tidak akan memuaskan diriku meski dia tewas sekalipun.

Sekarang ayo kita membunuhnya!

Tidak! Tidak! Tidak!

Di masa lalu raja-raja menangkap pemberontak...

tapi tidak membunuhnya!

Mereka mencungkil mata pemberontak itu!

Kamu tahu sebabnya?

Jika dia mati semasa raja hidup...

pemberontak itu akan dikenang!

Patung akan dibuat untuk menghormatinya. Lalu yang lain akan menggantikannya.

Bagaimana jika mencungkil matanya?

Dia akan miskin dan mengemis demi makanan...

dan terbaring di sudut jalan!

Melihat itu, semua orang akan ketakutan terhadap raja!

Akan kurenggut mobil Komisaris itu.

Akan kurenggut rumah dinasnya.

Setelah itu jika dia tewas maka tidak akan ada berita!

Hanya akan menjadi artikel seukuran ibu jari di halaman belakang koran!

Semua anggotanya menutupi tindakannya.

Mana mungkin dia bisa dipecat?

Mereka menutupi kematian orang lain 'kan?

Bagaimana jika mereka sendiri yang mati?

Saya sudah bertemu dokter.

Tampaknya perawatanmu belum selesai.

Anda telah bertugas siang malam selama dua belas hari.

Tim anda juga bersamamu sepanjang waktu...

Tugas belum selesai.

Aku sudah bilang! Apa kamu lupa!

Aku tidak tahu kapan selesai.

Pekerjaan polisi memang begitu!

Hidupkan pengerasnya.

Halo Sayang!

Kamu jangan menangis!

Jadilah anak yang baik, makan malam dan pergi tidur.

Mami akan segera pulang! Oke?

Jika anda istirahat...

Mereka juga akan...

Berikan makan dan tidurkan dia, Santosh.

Kawan-kawan! Bos memanggil!

Aku minta maaf.

Telah banyak menyusahkan kalian.

Aku punya banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang kematian putriku.

Aku tidak tahu kemana harus pergi.

Dalam putus asaku, aku telah menyulitkan kalian.

Kalian pulanglah. Luangkan waktu bersama keluarga...

dan kembalilah besok.

Pak... Anda juga harus pulang...

Siapa yang ada untukku dirumah?

Anda belum makan, Pak.

Kalian juga belum makan dari pagi 'kan?

Aku akan pesan makanan!

Dimana ponselku?

Ada ponsel 'kan? Pesan makanan!

Masuklah!

Panggil ambulan!

Tampak seperti luka serius!

–Tidak pak! Hanya memar kecil! –Tidak masalah, Pak.

Lima tewas di pihak lawan!

Maaf... Ini semua salahku.

Anda tidak perlu minta maaf, Pak.

Kemarin terjadi baku tembak di jalan.

Oleh siapa? Komisaris telah lakukan begitu banyak pembunuhan...

dan orang-orang ini melancarkan serangan balasan!

Apakah dia berpikir jika membunuh karena dendam pribadi lalu mereka akan diam?

Departemen kepolisian tidak menyukainya! Mereka menderita karena dia!

Beberapa orang mungkin bunuh diri karena stres, tapi pria itu jadi gila!

Jangan hiraukan mereka, Pak. Mereka akan bicara apapun demi uang.

Jika dibayar mereka akan berada di pihak kita!

Pak!

Komisi HAM telah mengirim laporannya.

Anda telah ditangguhkan dan dimutasi karena melakukan penembakan.

Bagus.

Saya harapkan ini.

–Pak! Pak! –Hati-hati, Pak!

Arunasalam... Aaditya Arunasalam!

Aku pergi.

Kamu tidak perlu khawatir tentang jam tangan ini atau SMS soal gajimu lagi.

Pak...

Dua jam sebelum putrimu meninggal dia mengirim SMS.

Dia minta maaf karena menggodaku dan mengirim tiga lakhs ke rekening saya.

Dia bicara padamu.

Tapi dia pergi tanpa bicara padaku.

"Ayah..."

"Saat ayah menonton video ini, mungkin aku sudah tidak ada lagi."

"Aku akan pergi jauh darimu."

"Maafkan aku, ayah."

"Aku tidak bisa bersamamu di masa tuamu."

"Ayah pasti sangat terpukul."

"Aku harus beritahu ayah hal penting."

"Vinod Malhotra menelfonku hari itu."

"Dia bilang dirinya dan kita dalam bahaya."

"Sebelumnya aku tidak percaya."

"Tapi setelah kecelakaan itu aku sadar bahwa itu benar."

"Setelah aku mati mungkin ayah akan berpikir Vinod Malhotra pelakunya."

"Tapi itu tidak benar."

"Setelah ayah menonton video ini..."

"jika seseorang telah membunuh Vinod Malhotra..."

"maka dia orang yang juga membunuhku."

"Ayah tidak boleh menyerah karena aku."

"Jika itu terjadi..."

"maka aku akan benar-benar mati."

"Mereka akan berpikir ayah hancur setelah mereka membunuhku."

"Itu tidak boleh terjadi!"

"Ayah harus tetap tegak berdiri dengan tekad yang sama."

"Bangkitlah sepuluh kali lipat!"

"Dia bahkan mengawasimu saat ini."

"Jangan tinggalkan kota ini tanpa menghancurkan dirinya."

"Belakang kepalaku sakit!"

"Aku tidak tahu harus bicara apa lagi!"

"Aku sangat menyayangimu!"

Saya minta maaf Pak. Kudengar hari ini hari terakhir anda bertugas.

Mari, Pak. Silakan duduk.

Sesuai protokol, anda tidak boleh berseragam.

Saya memakainya dengan sengaja! Sudah abaikan!

Pak Aditya.

Karena kesehatan yang buruk maka keluarlah surat pemberhentian ini.

Lebih baik jika anda bersedia pensiun.

Anda putuskan.

Mengundurkan diri atau pensiun.

Saya bertugas, Pak!

Ini perintah pengadilan atas laporan komisi HAM!

Itu berita usang, Pak!

Apa yang ingin saya sampaikan adalah berita terkini!

Pengadilan telah memberiku 4 hari untuk buktikan kesehatan fisik dan mentalku.

Ini surat perintahnya.

Tapi pengadilan hanya memberimu 4 hari.

Untuk mendapat sertifikat kesehatan dan bergabung kembali dengan kepolisian...

akan sangat sulit pada usiamu!

Usia hanyalah angka bagi mereka yang percaya pada diri sendiri.

Pendapat anda mengatakan itu mustahil dilakukan.

Pendapatku mengatakan itu bisa dilakukan!

Hal itu tidak mungkin, Aditya!

Mencapai yang mustahil sudah jalanku!

Baik.

Persiapkan tes fisik dalam empat hari!

Terimakasih, Pak.

Diterjemahkan oleh: Gendrol89 https://subscene.com/u/1278503

"Setelah aku mati mungkin ayah akan berpikir Vinod Malhotra pelakunya."

"Tapi itu tidak benar."

"Setelah ayah menonton video ini..."

"jika seseorang telah membunuh Vinod Malhotra..."

"maka dia orang yang juga membunuhku."

Sesuai apa yang dikatakan Valli, ada pihak ketiga yang terlibat.

Dendam antara aku dan Vinod Malhotra adalah soal putranya.

Kenapa ada orang yang ingin membunuhku dan Vinod Malhotra karena matinya anak itu?

Jangan memukulku, Pak! Aku hanya merusak motornya!

–Itu bukan milikmu! –Ini sepeda motorku!

Aku pinjamkan padanya. Jika kalian ribut kenapa rusak motorku?

Mana aku tahu, Pak?

Dia berikan untuk aku gunakan!

Pak, Inspektur Alok Yadav menelepon dari kantor pengacara Banerjee!

Lima tahun lalu pak Malhotra menulis wasiat meninggalkan kekayaan hanya pada kedua putrinya.

Tidak ada aset atas nama putranya!

Inspektur Suraj menelepon dari Rumah Sakit Maseen!

Menurut catatan medis...

Nyonya Malhotra hanya melahirkan dua anak perempuan pada tahun 2004 dan 2007.

Hal ini memastikan bahwa dia hanya memiliki dua anak perempuan.

Akhirnya semuanya jelas.

Dia bukan anak kandung Vinod Malhotra.

Kami mengerti!

Surat penugasan kembali untuk Aditya Arunasalam.

Ini yang kami cari. Ajay Malhotra.

Halo, Pak!

Ijazah sekolah putra almarhum mencatat...

dia lahir pada 11 Juli 1990.

Baik.

11 Juli 1990.

11 Juli 1990.

–Manoj. –Ya, Pak!

Cari di setiap Rs. Umum maupun swasta di mumbai...

daftar orang tua yang melahirkan pada tanggal tersebut.

Jika ada yang meninggalkan anaknya untuk diadopsi oleh orang lain...

maka dia pasti penjahat yang buron.

Cari di database kriminal kita.

Periksa silang daftar orang tua...

dengan daftar penjahat 30 tahun yang lalu.

Baik, Pak.

Saya ADGP, Pak!

Daftar penjahat dari 30 tahun yang lalu dan sesuai dengan tanggal kelahiran...

telah dikirim ke meja anda.

Benar, pak. Kedua data sedang diverifikasi.

Hari Chopra!

Mampus kau bajingan!

Penjahat paling dicari raja obat bius India dan mafia kriminal, Hari Chopra...

orang yang bertanggung jawab atas pembantaian polisi di Borivali, Mumbai...

dan menjadi buronan sejak 1993...

oleh India dan negara-negara lain.

Dia sedang dilacak oleh Komisaris Mumbai Aaditya Arunasalam...

dan perburuan telah dimulai untuk menangkapnya.

"Steven Williams."

"Komisaris Polisi Metropolitan London."

"Saya Sharaban Abdullah."

"Sekretaris Jenderal Kepolisian Dubai."

"Kepala Kepolisian dari Republik Cina."

Saya Aaditya Arunasalam. Komisaris Polisi. Mumbai, India.

"Kami telah memburu Hari Chopra selama enam belas tahun."

"Tapi tidak berhasil menangkapnya."

"Kami ingin mengirim tim anti teror untuk ikut memburunya."

"Dia salah satu penyebab narkoba beredar di negara kami."

"Kami telah mengejarnya selama tujuh tahun."

"Kami siap datang dan membantu untuk menangkapnya!"

"Kami siap untuk mengirim pasukan!"

Baiklah, petugas!

Kami akan membahas ini dan menghubungi anda. Terima kasih!

Apa pendapat anda, Komisaris?

Pak!

Hari Chopra lahir di negara kita. Dia mengkhianati tanah airnya sendiri.

27 tahun yang lalu dia membakar 17 polisi yang mencoba untuk menangkapnya.

Yang membuat masyarakat kehilangan rasa hormat pada kepolisian.

Obat-obatan dan perdagangan wanita jadi meningkat!

Ini antara dia dan kepolisian kita!

Kita harus selesaikan sendiri!

Beritahu mereka untuk duduk dan menonton yang akan terjadi.

–Kamu yakin? –100%, Pak!

Di telah membakar polisi pada 12 Maret.

Hari ini 10 Maret!

Lusa, pada tanggal yang sama. Akan kuhabisi dia!

Kepolisian kita sudah mencukupi!

Semoga berhasil!

Dia? Mau lakukan apa padaku?

Terlalu percaya diri!

Tidak ada orang bodoh pernah bisa menemukan keberadaanku!

Setelah menyudutkan Vinod Malhotra dan membunuh putraku...

dia berpikir untuk bersihkan seluruh Mumbai, dia mulai lemah.

Dia gagal selamatkan putrinya karena terlalu percaya diri!

Akan kubuktikan lagi bahwa polisi Mumbai pengecut yang takut pada nyawanya.

Aku berikan hadiah untuk polisi Mumbai.

Siapapun yang ingin menembak boleh maju.

Jika si pembunuh bawa lencana atau bintang di bahu polisi yang mati...

mereka akan dibayar sesuai pangkat.

25 lakh untuk polisi pangkat rendah!

50 lakh untuk brigadir kepala.

Lepaskan dia! Lepaskan!

Seseorang tolong!

Satu crore untuk Inspektur atau wakilnya.

Dua crores untuk semua perwira diatasnya.

Bayarkan uang mukanya jika mereka sudah setuju.

Polisi harus takut bahkan untuk mengenakan seragamnya!

Tolong panggil ambulan!

Sebentar, Pak.

Telfon untuk anda.

Halo?

Maafkan saya.

Anda tidak terputus. Saya banting radionya.

Dia di Mumbai, Pak!

Beri saya satu hari! Saya tidak perlu polisi asing!

Saya akan menangkapnya sendiri!

Akan kudapatkan dia!

Akan kudapatkan dia!

Tidak akan kuampuni!

Setelah kudapatkan aku akan...

Akan kuambil pisau dan menikam seluruh tubuhnya!

Sialan!

Aku akan membunuhnya!

Breaking News!

Dengan terus terbunuhnya polisi di Mumbai...

sebagian besar dari mereka tidak masuk kerja karena ketakutan.

Banyak kantor polisi sepi dan terlihat hanya beberapa yang bertugas.

Hari ini pada12 Maret 27 tahun lalu...

Hari Chopra membakar polisi hidup-hidup di Borivali lalu melarikan diri!

Polisi takut hari ini akan menjadi sejarah hitam lainnya.

Kami tidak tahu keberadaannya. Anggota kita juga semakin menyusut.

Keluarga polisi ketakutan.

Sesuai arahan Presiden kita bisa melibatkan kepolisian asing...

Aku akan menangkapnya dalam sehari!

Jika negara-negara lain ingin menangkap penjahat, mereka nanti bisa minta bantuan kita.

Mana bisa dalam sehari?

Untuk menangkap kriminal kita harus lebih kriminal daripada mereka!

Salam, Pak!

Duduk!

Selamat sore!

Ada sebuah kejadian menarik.

Pada tahun 2005 di penjara Florida U.S.

Ada kasus belum terpecahkan yang melibatkan seorang pria bernama Thomas Grammer.

Polisi bernama Tommy Roy berhasil memecahkan dengan bantuan narapidana seperti kalian.

Tidak ada penjahat bisa berhasil dengan berusaha sendiri.

Polisi mungkin tidak tahu tentang dia.

Tapi penjahat lainnya pasti akan tahu!

Kalian mungkin masih ingat bahwa aku mengalami kecelakaan bulan lalu.

Dua hari sebelumnya... Lihat foto ini!

Seseorang memotong kawat pagar perbatasan dan masuk kesini!

Kemudian mobil datang menjemputnya.

Ini jejak ban mobilnya.

Lebar ban 10,4 inci.

Jarak ban depan dan belakang 3.119 mm.

Jadi termasuk kendaraan berat dan bisa menampung hingga delapan orang.

Mungkin diantara kalian ada yang tahu salah satu dari tujuh orang lainnya.

Masing-masing kalian akan diberi ponsel.

Coba hubungi kenalan kalian yang lakukan pekerjaan semacam ini.

Setiap nomor yang menelfon akan tersimpan di komputer ini.

Komputer akan melacak lokasi ponselnya!

Meskipun ponselnya tidak aktif, kita dapat menemukannya!

Yang perlu kalian lakukan hanya menelfon dan bertanya.

Jika ada yang menemukan petunjuk...

aku akan mengurangi setengah masa hukuman kalian.

Aku akan menambah jatah waktu kalian berbicara dengan keluarga. Mengerti?

Mengerti, Pak!

–Deepak tahu tentang perbatasan. –Ini bidangnya! Cepat hubungi!

Dia memberikan ponsel pada narapidana!

Dia gunakan metode Thomas Grammer!

Aku akan menanganinya.

Lantai kesembilan belas penuh dengan orang-orang kita!

Polisi Mumbai tidak banyak tersisa!

–Beritahu dia! –Iya. Mobil impor.

–Pasti perbuatan Raja "Dharavi"! –Tidak ada sinyal!

Ada petunjuk?

Dari semua nomor yang dihubungi, 6 nomor sudah tidak aktif sejak 36 hari.

Ini cocok dengan tanggal Hari Chopra menerobos perbatasan kita.

Mereka telah membuang kartu SIM. Jadi kita tidak bisa melacaknya.

Tapi tiga belas hari yang lalu salah satu dari mereka menggunakan kartu SIM...

dan bicara pada keluarganya selama 36 detik.

Dia menelfon dari kantor lama 'Mumbai Media TV' channel.

Hal lain, Pak.

Channel ini yang terus-menerus menyebarkan informasi palsu tentang anda.

–Siapa pemiliknya? –Sebentar, Pak.

Pramod Gupta.

Pramod Gupta...

Periksa apakah ada daftar kasus yang melibatkan dirinya.

Baru-baru ini tidak ada, Pak.

Tapi 48 tahun yang lalu saat berusia dua belas, dia masuk penjara remaja selama 10 bulan.

Siapa teman satu sel-nya waktu itu?

Sebentar, Pak.

Teman satu selnya itu Hariharan.

Teman sel kedua adalah Vinod Pratap.

Hariharan adalah orang yang sekarang dikenal sebagai Hari Chopra.

Itu berarti Vinod Pratap...

adalah Vinod Malhotra, Pak!

Narapidana!

Jadi target kita ada di gedung Media TV Mumbai!

Sampaikan padanya, Pak!

Ada apa?

Kantor lama Media TV Mumbai memiliki 19 lantai!

Akan ada sekitar seribu orang di sana. Kita tidak punya banyak petugas!

Jika kita pergi dengan kekuatan yang ada banyak yang akan tewas di pihak kita!

Lalu apa tindakan kita?

Kita butuh tim besar atau akan kehilangan kesempatan ini!

Dan hari ini tanggal 12 Maret, Pak.

Jika kali ini kita gagal lagi maka akan menjadi penghinaan.

Kami siap, Pak!

Polisi bukanlah pekerjaan!

Tapi pelayanan!

Kita hidup untuk melindungi!

Kita mati untuk melayani!

Jangan tembak!

Dimana Hari Chopra?

Aku tidak tahu!

Komisaris Aditya Arunasalam! Polisi Mumbai!

Hari berkabung 12 Maret!

Kamu ingin membunuhku di hari yang sama 'kan?

Aku akan membunuhmu di tempat yang sama!

Aku disini!

Aku ingin melarikan diri!

Tapi aku tidak tega pergi tanpa membunuhmu!

Lebih baik dari membunuh polisi, jika aku bunuh keluarganya...

polisi akan menjadi gila!

Ambil contoh dirimu.

Apa kamu tidak gila setelah kematian putrimu?

Dengan cara yang sama setiap anak, wanita dan orang tua disini...

Jika kubakar mereka hidup-hidup,

mereka akan bersatu dengan orang-orang yang sudah mati 'kan?

Aku mengirim foto. Lihatlah!

Kemarilah, bung!

Polisi Mumbai!

Jika aku lihat meski hanya satu mobil polisi selain punyamu...

akan kubunuh mereka semua!

Jika tidak ingin terjadi, datanglah kesini!

Satu-satunya orang yang ingin kuhabisi adalah kamu!

Ayo, bung!

Aku datang! Aku segera datang!

Dengar!

Bebaskan mereka!

Jangan sakiti mereka.

Lakukan apapun padaku!

Biarkan mereka pergi!

Lihat!

Kamu ingat bagaimana putrimu meninggal, bukan?

Menyadari hidupnya akan berakhir dalam 2 jam...

dia mati dalam penderitaan yang nyata!

Bagian belakang kepalaku sakit!

Kamu harus mati dengan cara yang sama!

Tidak boleh tewas seketika dengan peluru!

Majulah.

Majulah!

"Jangan tinggalkan kota ini tanpa menghancurkan dirinya."

Kau bunuh putriku karena kubunuh putramu.

Tapi Valli-ku adalah orang baik!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.