Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku juga akan melakukannya.
Aku akan menjadi orang yang tinggal
untukmu.
"A Piece of Your Mind"
"Episode 8"
Panas.
Rumput laut yang dijual di toko rasanya enak.
Aku melakukannya karena ingin memakannya.
Mau bir?
Tentu.
Di mana yang lain?
Jin Soo tidak akan pulang sampai lewat tengah malam.
Min Jung tidur setelah sinetronnya habis.
Aku tidak tahu apa yang dia lakukan di siang hari.
Aku sudah berhari-hari tidak melihatmu, tapi kamu tampak lelah.
Aku
berpikir sedikit,
dan merasa agak tertekan.
Tentang apa?
Aku merasa kita harus serius jika terus seperti ini.
Pikiran manusia itu lucu.
Aku tidak menyadari saat itu hanya di antara kita,
tapi karena sekarang terbuka, itu membuatku berpikir,
dan aku tidak bisa mencintai semauku.
Tentu saja bisa. Apa masalahnya?
Tapi aku tidak bisa.
Berapa banyak yang harus kupikirkan?
Apa aku akan menikahi orang ini atau tidak,
apa dia akan menjadi ayah yang baik...
Bagaimana aku bisa memprediksi itu...
Bagaimana aku bisa memprediksi itu dan mencemaskannya sekarang?
Jika saat ini saling menyukai, kita akan saling mencintai.
Jika terus menyukai mereka, kita akan menikah.
Tentu saja, kita harus memikirkan tahap selanjutnya.
Kita ada di tahap apa sekarang?
Di tahap memikirkan tahap selanjutnya.
Apa masalahmu dengan tahap?
Ini menyebalkan.
Bukankah itu wajar?
Ya.
Langsung ke intinya saja.
Jangan bertele-tele.
Lupakan soal masa depan dan tahap.
Katakan maksudmu.
Kita putus saja.
Hanya ini yang kupikirkan beberapa hari lalu.
Maaf. Aku hanya merasa terlalu tertekan.
Aku pulang.
Kalian menikmati waktu berdua?
Kalau begitu, aku akan berhenti mengganggu.
Kamu berisik sekali!
Dia luar biasa.
Luar biasa.
Kenapa Paman di sini?
Aku tinggal di sini.
Baiklah, aku senang Paman datang. Mari bicara. Duduklah.
Sewanya bulan depan.
Perbarui dengan namaku.
Lagi pula, Paman akan pergi.
- Siapa yang bilang begitu? - Paman.
Paman bilang saat datang bahwa ini hanya sementara.
Paman di sini hanya karena Ji Soo.
Maaf.
Bukan hanya karena itu.
Paman akan tetap di sini?
Ya. Aku ingin menetap di sini.
Itu tiba-tiba sekali. Kenapa?
Aku tidur nyenyak.
Tentu. Paman ingin tinggal di tempat tinggal selama ini.
Paman tidak perlu alasan. Mari hidup bersama.
Tidak. Itu tidak nyaman.
Pindahlah.
Aku kehabisan kata-kata.
Paman tahu Paman akan menuruti perintahku.
Kamu tidak apa-apa tinggal di Seoul?
Ya. Aku suka pekerjaanku.
Aku mengangkat musisi yang mencapai titik terendah.
Jika dia menjadi makin sukses...
Ini berbeda dari bercocok tanam.
Ini sangat berharga.
Kurasa aku suka orang yang membutuhkan.
- Apa? - Begini...
Aku menyadari beberapa hal aneh tentangmu.
Kamu...
Dia punya istri. Dia sudah menikah.
Masalahnya, istrinya tiba-tiba pergi berwisata suatu hari.
Dia masih belum kembali.
Itu yang dikatakan Pak Kang,
tapi siapa tahu?
Mungkin mereka sudah berpisah.
- Hentikan. - Jangan khawatir.
Aku tidak akan jatuh cinta pada pria sepertinya.
Aku selalu memastikan dia bermasalah atau tidak,
sebelum aku mencintai seseorang.
Tapi aku sudah lama tidak merasakan ini.
Aku merasa dibutuhkan.
- Kapan harus kupindahkan barangku? - Santai saja.
Ini baru pamanku.
Tos.
Terima kasih.
Bukan lokasinya juga.
Kamu mau berangkat kerja?
Selamat pagi.
Eun Joo dan pria itu.
Mereka putus.
Eun Joo, aku sedang makan siang di rumah. Makanlah denganku.
Astaga.
Kamu datang lebih awal.
Aku akan tetap di sini sampai sore ini. Kamu bisa?
Ya, aku hanya perlu keluar saat jam makan siang.
Bisa mainkan yang kita rekam kemarin?
Tentu.
Kamu mau ke mana, Seo Woo?
Aku akan pulang. Aku akan kembali setelah makan siang.
- Di tengah-tengah pekerjaan? - Aku harus pergi.
Ini dari kemarin, bukan?
Bagus.
Jika kamu tidak menyeretku keluar dari mobil,
ini tidak akan ada.
Astaga.
Kamu benar-benar datang.
Kubilang kita makan siang bersama.
Lelahnya.
Aku hanya membuat satu bungkus mi.
Kita bisa menambahkan nasi.
Baiklah, kalau begitu. Aku juga memanggang rumput laut.
Aku bisa menghabiskan dua mangkuk nasi hanya dengan rumput laut.
- Eun Joo. - Apa?
Ada apa antara kamu dan Chang Sup?
Dia ingin mengakhiri hubungan kami.
Bedebah itu...
Jangan bilang begitu. Hal seperti ini selalu terjadi.
Kamu baik-baik saja?
Ya. Aku tidak terganggu sama sekali.
Bagaimana pekerjaanmu?
Aku datang saat bekerja karena mencemaskanmu.
Kalau begitu, cepat makan.
Kamu bisa pulang lebih awal malam ini?
Aku akan membuat semur gurita kecil yang menyegarkan.
Aku ingin hidangan yang memberi energi.
Kedengarannya lezat.
Astaga, perutku.
"Semoga perjalananmu menyenangkan"
Apa tidurmu nyenyak semalam?
Itu bukan karena lokasinya.
Jadi, kamu tidak bisa tidur.
Aku akan mencari alasan lain.
Memangnya ada apa lagi?
Jika kita membantu kesehariannya,
akankah itu mengurangi kecemasannya?
Kebanyakan gejala cemas disebabkan oleh peningkatan neurotransmiter.
Perawatan dengan obat yang paling penting, bukan?
Penyebab kecemasan
sama beragamnya dengan penampilan orang-orang.
Mungkin lebih baik melakukan terapi dukungan bersama itu.
Seperti apa?
- Bergandengan, misalnya. - Bergandengan dengan siapa?
Orang yang tangannya ingin dia gandeng.
Maksudmu, kamu ingin membuat tangan?
- Aku setuju. - Kita bisa pakai pengondisian.
Dengan pola.
Itu bisa dianggap sebagai tangan manusia
jika pola dan tekanan tertentu kuat.
Kita akan membangun model yang dia rasakan via pengondisian.
Seperti sindrom anggota tubuh bayangan.
Secara medis, sindrom anggota tubuh bayangan itu
saat seseorang mengalami rasa sakit di tangan
- yang terpotong. - Itu mirip.
- Begitu rupanya. - Mendekati ini
sebagai masalah di otaknya, alih-alih tangannya...
Dia bisa merasa
dia menggandeng tangan orang lain meskipun tidak ada orang.
- Kita bisa membuat tangan. - Tidak.
Hanya sentuhannya.
Mungkin efektif bagi pasien tua dengan demensia jika digabungkan
dengan program percakapan di panti jompo.
Mereka merasakan stabilitas emosional yang luar biasa
hanya dengan menggandeng tangan seseorang.
- Cappuccino untukku. - Baik. Satu cappuccino.
Americano untuk yang lain.
Kirimkan lebih banyak artikel tentang kegelisahan.
Baiklah.
Mungkin itu bisa membuat kopi
menurut suasana hatiku segera berkat kalian.
Itu rencana kami.
Kamu butuh bantuan untuk merasakan sesuatu.
Kenapa kita hanya membuat rasa sentuhan?
Silakan coba di luar.
Dia bergerak cepat. Kecepatan yang bagus.
Ini bekerja keras.
Ini lezat.
- Astaga. - Kerja bagus.
Ini saatnya Min Jung mengunggah foto di laman media sosialnya.
- Dia melakukannya pukul 13.00. - Benarkah?
Tidak.
Pak Kang, bagaimana kalau kita istirahat sebentar?
Kudengar kamu mendapat tanaman ini sebagai hadiah.
Benar.
Siapa yang memberikannya?
Temanku.
Teman macam apa?
Hanya aku yang menganggap kami teman.
Dia tidak menganggapku begitu.
Menurutmu kenapa hanya kamu?
Karena aku tahu perasaanku.
Aku tidak tahu bagaimana perasaannya.
Dia pergi ke tempat yang jauh,
jadi, aku tidak tahu bagaimana perasaannya.
Pak Kang, menurutku bukan ide yang buruk
untuk merilis beberapa karya sebelum album utuh.
Kenapa sepi sekali?
Dia kembali ke...
Pak Kang, tadi itu bagus.
Kita lanjutkan?
Bukankah kita harus memeriksa data reaksi saraf?
Aku sudah meminta mereka untuk mengambil datanya.
Aku akan mengurus sisanya.
Benar.
Apa yang dia lakukan?
Astaga.
- Kamu sudah selesai? - Ya.
Kerja bagus.
Aku bangga kepadamu.
Kamu akan tinggal lebih lama?
Tidak.
Kurasa kamu kesulitan bermain tanpa Seo Woo.
Kami cocok.
Hai, Eun Joo.
Ya, aku datang.
Mungkin aku akan ke sana.
Di sini?
Eun Joo, aku datang.
Kamu mau ke mana?
Astaga.
Kamu memberi sesuatu pada selimut?
Ini membuatku tertidur.
Tidurlah lagi.
Tidak apa-apa.
Aku datang untuk menemanimu karena punya waktu,
tapi aku harus pergi sekarang.
Kamu baru saja tiba.
Kamu bisa tidur?
Hariku melelahkan, jadi, aku seharusnya bisa tidur.
Terjadi sesuatu di rumah, jadi, aku harus bersama Eun Joo.
Suasana hatinya sedang buruk.
Aku akan datang lagi.
Aku sangat populer belakangan ini.
Semua orang membutuhkanku.
Pak Kang ingin aku menemaninya saat dia bermain.
Kamu tahu dia sudah menikah, bukan?
Ya.
Kenapa kamu menyebutkan bahwa dia sudah menikah?
Jangan bilang...
- Bukan begitu. - Astaga.
Tidak mungkin.
Apa 1 persenku naik hingga 20 persen?
Maksudku,
aku merasa Kang In Wook
memberimu dan Soon Ho harapan...
Naik lima persen lagi. Sekarang 25 persen.
Tidak, bukan...
25 persen...
Hai, Eun Joo.
Chang Sup terus berkeliaran dan aku tidak tahan.
Dia seharusnya tidak kemari setelah kami putus.
Kenapa dia makan semur yang kubuat untuk menghibur diri?
Aku tidak baik-baik saja!
Aku belum makan malam. Aku bekerja sangat keras.
Aku tidur sebentar, tapi masih lelah.
Jadi, singkat saja.
Aku sedang berpikir.
Hubungan kalian belum berakhir, bukan?
Maksudku,
aku harus tetap tinggal di sini atau pindah.
Aku bingung.
Kamu tidak memikirkan itu sebelum putus dengannya?
Hei, aku ingin berhenti memacarinya,
bukan pindah dari sini.
Setelah situasinya nyaman...
Apa maksudmu?
Aku lapar.
Aku bahkan terlalu lelah untuk berdebat denganmu.
Makanlah sisa semurnya.
Semur gurita kecil Eun Joo yang terbaik.
Keluar. Jangan berpikir dan pindah saja.
Terjadi sesuatu di rumah, jadi, aku harus bersama Eun Joo.
Suasana hatinya sedang buruk.
Aku memakan semuanya.
Makan apa?
Bukan kelelahan juga.
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Terima kasih.
Kenapa kamu memindahkan barang-barangmu ke sini?
Karena ini apartemenku.
Bukan.
Sudah kubilang ini akan menjadi milikku.
Ayo.
Bagaimana aku...
Masuklah.
Soon Ho.
- Soon Ho? - Ya.
Aku mengubah semuanya menjadi namaku.
Dahulu atas nama orang lain.
Paman akhirnya melupakannya.
Aku yakin
dia sempat berharap akan bertemu dengan Ji Soo suatu saat nanti.
Tapi kini sudah berakhir.
Jadi, kupikir dia akan meninggalkan Seoul, tapi dia akan menetap.
Tapi dia jelas berbeda dari sebelumnya.
Dia tidak punya aura nomaden seperti itu lagi.
Lucunya,
aku agak kecewa karena dia sudah melupakan Ji Soo.
Kenapa?
Dia selalu dingin tentang cinta,
dan menjadi kacau setiap kali berkelahi.
Sebagian diriku merasa kita juga membutuhkan orang sepertinya.
Pemurni udara manusia. Kurasa aku mendukungnya tanpa sadar.
Dari semua hal yang harus didukung.
Apa?
Kamu harus mendukungnya untuk melanjutkan hidup.
Keluarga harus membantu hal-hal seperti itu.
Apa? Kamu juga menjadi penggemarnya?
Tentu saja.
- Haruskah kutaruh ini di sini? - Ya.
Ji Soo?
- Bagaimana dengan alat itu? - Sudah kusingkirkan.
Ji Soo.
- Seo Woo! - Ya?
Ha Won?
Ayo.
Berapa banyak pesan yang dikirim Pak Kang?
Aku bertanya karena tidak tahu,
tapi apa dia juga membutuhkanmu untuk latihan?
Tidak juga.
Dia terus menanyakanmu. Ini aneh.
Kenapa aku mengambil ini?
Tetap saja.
Ji Soo...
Di mana kamu?
Apa itu mungkin?
Itu pasti luar biasa.
Tenang rasanya jika kita digandeng
saat merasa gugup.
Terlebih lagi di rumah sakit.
Melakukan pemeriksaan saja menegangkan.
Tenang rasanya jika seseorang menggandengmu.
Itu dia. Kita harus mencobanya.
Apa kamu bisa merasakannya saat tidak ada orang di sana?
Lakukan ini.
Tutup matamu.
Jangan dibuka.
Kamu merasakan sesuatu?
Aku sangat bodoh.
Buka matamu.
Aku akan melakukan ini
ke tanganmu.
Tutup matamu lagi.
Itu karena kamu tahu. Kamu berantisipasi.
Rasanya seperti kamu menyentuhku.
Ini menyentuh.
Kamu mendengarkan musik?
Ini bagus.
Aku takut,
tapi ini indah.
Lagu terakhir
yang Ji Soo sudah dengar.
Ini bukan karena lokasinya
dan bukan karena kelelahan juga.
Kurasa aku tertidur
karena seseorang tetap bersamaku.
Bisakah kamu
tinggal denganku sekarang?
Aku ingin bertemu denganmu.
Biar kuulang lagi.
Seo Woo?
Seo Woo.
Ji Soo.
Jika...
Jika
Ha Won melupakanmu,
Aku akan...
Aku akan lebih mengingatmu.
Kamu seharusnya memberitahuku kalau mau keluar.
Seo Woo.
Aku tidak boleh menjatuhkannya,
tapi aku menjatuhkannya.
Fokuslah, ya?
Tiba-tiba terjadi sesuatu di studio, jadi, aku tidak bisa pergi.
Kamu di studio, bukan?
Ya.
Kalau begitu, tidak apa-apa.
Nanti kukirim pesan. Maaf.
Tidak apa-apa.
Santai saja.
Kenapa kamu menghela napas?
Eun Joo.
Bahkan jika mengunci diri di kamar, aku mendengar Chang Sup.
Aku dengar dia berjalan, minum air, membuka pintu, buang air...
Aku memberimu setengah kamar, jadi, ini setengah milikku.
Eun Joo.
Tentang cinta...
Diam. Jangan membicarakan cinta, hidup, atau sampah seperti itu.
Aku tidak mau mendengarnya.
Aku ada pemeriksaan fisik besok, jadi, aku minum untuk buang air.
Aku tidak punya energi.
Katakan alasanmu menghela napas.
Ayo. Katakan.
Kurasa itu karena keadaan tidak pernah berjalan lancar bagiku,
tapi setiap kali keadaan tampak baik-baik saja,
aku memikirkan 100 alasan kenapa itu tidak bisa berhasil.
Itu memang sifatmu.
Kamu bicara soal hal murung dengan energi seperti itu.
Beri tahu aku satu dari 100 alasan.
Aku merasa
aku mencuri cinta yang seharusnya diterima orang lain.
Hei. Kamu berpacaran dengan Chang Sup?
Kamu sudah gila?
Eun Joo, rambutmu.
Ini? Aku memakai kupon hadiah yang Soo Ji berikan.
Pemiliknya bertambah gemuk sejak aku melihatnya tahun lalu.
Saat kusebutkan itu, dia bilang aku tidak bisa memakai kupon.
Aku yakin dia tersinggung. Tapi?
Jadi, kubilang aku dicampakkan dan dia merasa kasihan kepadaku.
Dia langsung melakukannya.
Kamu hebat. Pemikiran bagus.
Seperti apa dia?
Pria itu.
Pria dengan 100 alasan itu.
Hei, Won. Tegakkan bahumu.
Tegakkan seperti ini.
Benar.
Coba sibak ponimu.
- Poniku? - Benar.
Benar.
Kamu harus membiarkan cahaya mengenai wajahmu. Sepertiku.
Untuk foto-foto dokumentasi... Tersenyumlah dengan mulut tertutup.
Baiklah. Bagus.
Ini bukan untuk dokumentasi.
Lalu apa?
Kenapa kamu memotret jika bukan karena dokumentasi?
Seseorang memintaku mengirim fotoku.
Siapa?
Kamu selalu bilang kamu sibuk, dan kurasa kamu sibuk.
Siapa yang meminta swafoto?
Swafoto...
Aku tidak punya foto.
Lalu kenapa kamu melihat?
Apa kamu harus pergi?
Aku harus ke toilet. Sial.
Aku pergi ke semua restoran yang kamu suruh.
Aku sudah menyelesaikan daftar restoran populer.
Ibu makan semuanya.
Aku sudah selesai.
Ini lagu empat sampai lima menit yang aku tulis.
Pilih salah satu dari itu.
Kita bisa merekam apa yang kamu pilih.
Ini.
Aku mencoba mencatatnya.
Lagu spontan yang kamu mainkan di aula konser sebelumnya.
Kamu juga memainkannya kemarin.
Aku menyukainya, jadi, aku merekamnya dan menulis notnya.
Seharusnya lagu ini menghilang.
Apa maksudmu?
Lagu ini tidak boleh ada.
Lagu ini sangat bisa membantu seseorang
yang sedang bersedih.
Musik menyelamatkan dunia, bukan?
Ya.
Itu menyelamatkanku selama beberapa detik.
Setidaknya selama beberapa detik. Tentu saja.
Berikan padaku.
Aku akan memainkannya.
Sentuhan tidak terlihat yang menenangkan kegelisahan.
Aku yakin kamu bisa mengurus masalah teknisnya,
tapi
orang tidak akan menggunakannya hanya untuk tujuan medis.
Tentu saja tidak.
Ada kemungkinan besar itu akan digunakan dengan tidak benar.
Kamu akan membuat orang merasakan sesuatu yang tidak ada.
Kamu sangat gigih.
Anda benar.
Aku tidak bisa bebas dari hal itu.
Tapi aku harus melakukannya.
Aku tidak akan melakukan ini.
Kamu yakin bisa memutuskannya secepat itu?
Aku bahkan belum mulai.
Terima kasih untuk semuanya.
Itu tidak bagus.
Aku tidak sakit parah.
Dokter tidak boleh memerintahku.
Aku datang untuk berpamitan.
Tapi aku tidak mau.
Di mana Eun Joo Homestay itu?
- Benarkah penginapan itu ada? - Terima kasih atas kerja kerasmu.
Mari bertemu di luar jam praktik.
Kita bisa makan bersama satu atau dua kali sebulan.
Aku juga tidak punya teman.
Aku hanya punya pekerjaan dan keluarga.
Aku tidak punya waktu untuk teman.
Maaf, tapi aku tidak punya waktu.
Aku akan meninggalkan kota ini.
Baiklah kalau begitu.
Aku hanya perlu mengobrol dengan perangkatmu.
Alat itu memiliki kepribadianmu. Kecuali satu.
Apa itu?
Sifat ceria.
- Kalau begitu, dia bukan aku. - Dia benar-benar kamu.
Kamu hanya sedang di titik terbawah untuk sesaat.
Sesaat...
Boleh aku bicara dengannya?
Kim Min Jung yang ceria?
Itu melanggar peraturan.
Pasien yang menjadi dasar perangkat itu
tidak boleh bicara dengan itu selama tahap pengujian.
Aku ingin mendengar omong kosong apa
yang dikatakan si Ceria.
Aku tahu itu.
Kita bisa mengajak Min Jung keluar.
Kita harus melakukannya sekarang. Itu satu-satunya cara.
Aku di depan kantormu.
Masuklah.
Bagaimana aku bisa bicara sendiri dengan sadar?
Benar, bukan?
Ini bukan terapi.
Mulai sekarang, ini interaksi sosial.
Karena kini kita berteman, bukan dokter dan pasien.
Bagaimana kalau minum?
Dia menciptakan alat ini.
Aku tidak bisa melakukan apa pun tanpa izinnya.
Berpura-puralah dia tidak ada di sini.
Bagaimana bisa jika dia di sini?
Lihat dia. Dia bahkan tidak bicara.
Dia tidak ada di sini.
Baiklah.
- Bersulang. - Kamu juga?
Hanya bersulang.
Aku tidak minum saat bekerja.
Dia membuatku tidak nyaman.
Mau kunyalakan atau tidak?
Baiklah.
Aku akan menyalakannya.
Ini.
Min Jung?
Halo?
Kamu yang memanggilku, jadi, bicaralah.
Kim Min Jung.
Ya?
Kenapa kamu ceria sekali?
Kenapa?
Ada apa dengan nada itu, seperti tidak punya kekhawatiran?
Yang benar saja.
Kenapa kamu...
Kamu tidak tahu malu.
Kenapa?
Astaga.
Kenapa kamu hidup?
Ada apa?
Kamu tidak bisa lari untuk menyelamatkan hidupmu.
Ibu...
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Tidak!
Eun Joo!
Tidak, kumohon!
Tidak, kumohon. Tolong jangan...
Bangun.
Tolong bangun. Ibu di sini.
Ibu di sini. Bangun.
Ibu mohon jangan.
Ibu mohon...
Andai aku berlari lebih cepat...
Andai saja... Andai aku berlari lebih cepat...
Andai saja... Andai aku berlari lebih cepat...
Andai aku bisa memegang tangannya...
Andai aku bisa memegang tangannya...
Andai aku bisa memegang tangannya...
Dia menunggu untuk memegang tanganku...
Andai aku berlari lebih cepat...
Terima kasih.
Aku pulang satu atau dua kali sebulan.
Aku terlalu sibuk bekerja.
- Halo. - Aku sudah memesan tempat.
Atas nama siapa?
Putriku memeriksa Instagram-ku segera setelah dia bangun.
Makin banyak yang suka unggahanku, dia makin bahagia.
Dia mengomel jika aku tidak makan dengan baik.
Lalu keesokan harinya, aku akan makan apa yang dia suruh,
dan memotretnya.
Hanya itu yang kulakukan untuknya.
Aku sadar setelah putriku meninggal
bahwa tanpa dia,
semuanya tidak berarti.
Aku tidak perlu bekerja keras,
tidak punya tujuan hidup... Semuanya tidak berarti.
Aku tidak bisa memaafkan diriku.
Andai aku bisa memegang tangannya...
Bukankah tadi ada yang memegang tanganku?
Aku merasa bisa hidup.
Tasmu.
Terima kasih.
- Semoga harimu menyenangkan. - Semoga harimu menyenangkan.
Aku datang untuk mengunjungi seseorang.
Anda mau ke mana sekarang? Anda mau pulang bersama?
Tidak, aku harus pergi ke suatu tempat.
Tidak bisakah Anda ikut denganku hari ini saja?
Aku tidak mau pergi sendirian.
Pergilah sendiri. Berhentilah merengek.
Itu bukan tangan wanita.
Apa yang kamu dengarkan?
- Pak Kang. - Benar.
Bagaimana rasanya
tinggal di studio bersama Pak Kang seharian?
Apa maksudmu?
Aku hanya penasaran.
Kamu tidak merasa ada yang istimewa, bukan?
Tidak.
Baiklah kalau begitu.
Aku hanya bekerja saat bekerja.
Kubilang tidak apa-apa.
Aku menyukai seseorang.
Kapan kalian mulai berkencan?
Aku tidak mengencani siapa pun. Aku hanya menyukainya, itu saja.
Bukankah itu sama saja?
Begitu rupanya. Cinta sepihak?
Aku menyukainya,
dan menurutku dia berpikir aku orang baik.
Mirip, tapi sangat berbeda.
Seperti siang dan malam.
Tidak seekstrem itu.
Sepertinya itu bukan cinta sepihak.
Jika si bodoh Seo Woo bingung, itu tidak sepihak.
Kenapa kamu berpikir begitu?
Bagaimana menurutmu? Kenapa? Bahkan aku tidak berpikir begitu.
Tidak apa-apa. Aku hanya asal bicara.
Aku bukannya bisa menyuruhmu berhenti.
Ini manajemen karyawan.
Kamu selalu menggangguku.
Kamu sudah gila?
"Sebelum Fajar"
Halo?
Kamu tahu istilah "separuh bertemu"?
Separuh bertemu?
Kamu hanya bertemu separuhnya?
Saat belajar bahasa Korea,
aku selalu membaca kamus dan peta Korea.
Itu istilah yang kulihat dalam kamus Korea.
Saat wanita yang sudah menikah
merindukan ibunya,
dia akan melalui setengah jalan dan menatapnya sebentar.
Itu yang mereka sebut "separuh bertemu".
Itu istilah yang ketinggalan zaman.
Tidak ada yang bilang begitu zaman sekarang.
Mari lakukan "separuh bertemu".
Kita.
Kamu bisa berjalan 10 menit,
dan aku akan mengemudi 10 menit.
Jalan layang akan menjadi titik tengahnya.
Mari kita lakukan "separuh bertemu" di sana.
Aku bekerja, jadi, tidak bisa lama-lama.
Itulah "separuh bertemu".
Melihat sebentar dan mesra.
Tangan.
Sebentar
dan mesra.
Cukup.
Kamu juga akan sibuk malam ini...
Aku tidak sibuk.
Sampai nanti.
Tidak. Bukan ini.
Dia memintaku tinggal.
Tolong tinggallah.
Kubilang aku akan tinggal.
Aku harus tinggal.
Kalau begitu, aku bisa tinggal.
Dia meminta bantuan, dan aku hanya perlu membantu.
Aku tidak bisa pergi karena menjatuhkan perangkatnya?
Kenapa kamu membuat drama di kepalamu?
Aku sudah bersih-bersih.
Aku sudah bersih-bersih.
Kamu hebat begitu sudah bertekad.
Kamu tidur di sini?
Aku mondar-mandir.
Itu pasti tidak nyaman.
Aku terbiasa tidur beberapa jam di mana-mana.
Aku di sini
karena kamu memintaku membantumu tidur.
Jadi,
mari kita atur dahulu.
Apa yang kulakukan waktu itu?
Kamu ada di kamar itu.
Benar. Aku di kamar, dan kamu di sofa.
Letakkan tasmu.
Pintunya terbuka saat itu.
Kita akan membuatnya sama persis.
Mari kita buat yang sama persis.
Apa sudut pandang saat kita bertemu?
Kamu tidur di sana, dan aku tidur di sofa.
Benar.
Baiklah, ayo tidur. Selamat malam.
Lalu kapan kita makan ini?
Di mana itu? Itu.
- "Itu"? - Ya, itu.
Itu...
Aku tidak punya itu, jadi, mari makan saja.
Baiklah.
Wajan.
"Itu" adalah wajan.
Ada masa saat aku tidak tidur selama sebulan.
Kenapa tidak?
Tepat sebelum aku meninggalkan Oslo.
Itu mungkin tampak aneh bagi orang lain.
Tidak tidur, tidak makan saat jam makan,
tidak peduli apa ruang tamu dan kamar tidur tidak berbeda,
tidak menetap di tempat.
Begitulah aku, dan aku sudah terbiasa.
Ini selimut yang sama.
Kamu bilang tidurmu nyenyak karena selimutnya,
karena itu kusut sebab masih baru.
Di musim semi dan gugur, jika cuaca cerah,
Eun Joo dan aku menjemur selimut di bawah sinar matahari.
Aku tidur paling nyenyak pada malam itu.
Aku harus menjemur pakaian di halaman depan.
Mari kita lakukan itu.
Aku akan pergi setelah kamu tertidur.
Aku harus pergi.
Keadaan mendadak sibuk di penginapan.
Waktu sangat...
Ini berfungsi. Tidurlah.
Pergilah sebelum aku makin mengantuk.
Aku akan mengantarmu pulang.
Tidak ada yang akan memakai selimut itu,
jadi, datanglah kapan pun kamu ingin tidur nyenyak.
Karena aku tidak bisa pergi ke semibasemen.
Aku bisa mendengar pikiran di kepalamu.
Itu yang kamu pikirkan.
Kamu benar.
- Hei. - Ya?
Beri tahu aku satu dari 100 alasan itu tidak boleh terjadi.
"Epilog"
Lihat? Kamu tidak mau melepaskanku.
Kamu sangat menginginkanku.
Hanya untuk hari ini. Aku hanya membutuhkanmu hari ini.
Aku tidak akan membutuhkanmu mulai besok.
Aku tidak mau sendirian hari ini.
Aku takut.
Acungkan jempol.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
"A Piece of Your Mind"
Tiba-tiba,
ada 100 alasan kenapa kamu tidak bisa menyukainya.
Apa itu disengaja?
Berhenti di tengah jalan dan hanya melihat sebentar.
Ya.
Siapa nama putri Anda?
Jeratan yang menggantung di langit-langit.
Apa?
Ji Soo?
Seseorang baru saja datang.
Aku akan membuat pengecualian dan mendengarkanmu.
Selama tidak ada yang mati.
Bagaimana jika ada yang mati?
Aku ingin melihatmu dan ingin tetap bersamamu.
Ini semua baru bagiku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.