Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
DRAMA INI KARYA FIKSI TAK BERKAITAN
DENGAN TOKOH, PERISTIWA, ORGANISASI, ATAU LOKASI ASLI
EPISODE TERAKHIR
PENGACARA YOON HEE-JAE
Kubilang aku bisa.
Aku hampir sampai, jadi, diamlah.
Jangan temui dia tanpa aku, ya?
Jawab aku!
GEREJA DAEJONGSEON
Ada apa? Bicaralah padaku.
Geum-ja?
Jung Geum-ja!
Hei, siapa di sana?
Siapa kau?
Siapa kau?
Hei, siapa kau?
Aku bertanya padamu.
Jika kau datang memohon ampunan Tuhan, aku akan berdoa bersamamu.
Maaf, bisakah mengemudi lebih cepat?
Berhenti!
Geum-ja!
Geum-ja!
Ada apa? Kau baik-baik saja?
Dia ke sana.
Kau terluka di bagian lain? Ini saja?
Panggil polisi. Lakukan itu dahulu. Dan panggil ambulans.
Bukan ayah tiriku yang menikamku. Ada orang lain.
119?
IGD
Astaga. Apa yang terjadi pada Bu Jung?
Astaga!
- Tidak, bukan... - Dia akan mati?
Itu ayah tirinya, bukan? Si berengsek itu!
- Bukan... - Astaga.
Bagaimana jika Bu Jung meninggal?
Aku baik-baik saja.
Bu Jung!
- Astaga. - Bu Jung.
Kau baik-baik saja?
Kau terluka parah?
Tidak, hanya tanganku cedera.
Pak Yoon menanganinya dengan cepat, jadi, aku baik-baik saja.
- Bagaimana keadaannya? - Dia di IGD.
Kukira si berengsek itu.
Kali ini, dia menyelamatkan nyawamu.
Astaga, aku sungguh mengira kau akan mati.
Kenapa kau berusaha menangkap pisau dengan tanganmu?
Haruskah aku memakai kakiku?
Kau pasti tak apa sebab kau melucu.
Aku selalu berpikir
dia akan berusaha menusukku lagi.
Kupikir dia selalu berusaha membunuhku
di masa seperti ini.
Selalu kupikirkan itu.
Lalu kenapa pergi ke sana sendirian?
Kupegang pisaunya agar tetap hidup.
Hanya itu yang bisa kulakukan.
Baiklah, aku mengerti.
Aku mengerti maksudmu.
Sungguh.
Namun, aku tak mau kau terluka lagi.
Jangan sampai
terluka lagi.
Luka tubuhku menunjukkan
apa yang kulalui.
Sudah saatnya kau tak mengalami hal semacam itu.
Siapa gerangan dia?
Pelakunya bukan ayah tiriku.
Siapa lagi yang mau aku mati?
Saat ini, hanya ada satu orang
yang terpikir olehku.
FIRMA HUKUM CHOONG
Kau yakin
akan baik-baik saja sendirian?
Kupegang pisaunya agar tetap hidup.
Hanya itu yang bisa kulakukan.
KONSULTASI HUKUM FIRMA HUKUM CHOONG
Ayah, hentikan!
Matilah!
Geum-ja!
Geum-ja!
Ada apa?
Kurasa aku bermimpi buruk.
Mimpi buruk yang mengerikan.
Aku mau bersandar padamu. Aku agak pusing.
Harimu pasti melelahkan juga.
Kau seharusnya istirahat.
Kenapa kau kemari?
Agar bisa seperti ini.
Agar bisa bersamamu seperti ini.
Astaga, sempit sekali. Ini yang kau inginkan?
Pulanglah.
Aku lelah. Aku tak mau repot-repot pulang.
Kau melalui banyak hal hari ini.
Akan kuizinkan.
Hariku bukan apa-apa dibandingkan harimu.
Luka fisik cepat pulih.
Luka emosional tidak.
Bisa membekas cukup lama.
Andai ada tempat tidur tingkat.
Itu lebih baik.
Ya, ini lebih baik.
FIRMA HUKUM CHOONG
Tak ada bukti konklusif untuk membuktikan Son Bong-u
dan Seo Jeong-hwa saling bertemu.
Rekaman kamera CCTV?
Walau dapat, takkan ada yang berubah. Tak merekam seluruh koridor.
Hanya rekam kamar Jeong-hwa.
Dan ponsel dia yang lain?
Tak ada yang tahu isi ponsel itu.
Di mana penyidik kita?
Ke Daejeon. Orang tua Detektif Lee hidup di sana.
Dia satu-satunya cara mendapatkan rekaman kameranya.
Aku juga harus pergi.
Mau ke mana?
Tugas lapangan.
Hei, ini aku.
Bagaimana perasaanmu? Kau baik-baik saja?
Ya, aku merasa sehat hari ini.
Aku hampir selesai. Sampai nanti.
JAKSA KWON YONG-UN
Lihatlah.
JAKSA KWON YONG-UN
Pulih lebih cepat daripada dugaan.
Persidangan ayahmu tak berjalan lancar.
Tidak.
Mau bagaimana lagi? Dia tak bisa berubah dalam sekejap.
Kenapa kau kemari?
Detektif Lee U-tae. Dia baru saja berhenti bekerja,
dan dia menyelidiki pembunuhan Seo Jeong-hwa.
- Dia sembunyikan bukti, menerima uang... - Aku tak mengurus ini.
Ya, aku tahu. Namun, jaksa yang bertugas takkan memberikan keinginanku.
Apa itu?
Surat perintah penggeledahan rekening Detektif Lee.
Kau serius, Hee-jae?
Jangan berpikir untuk menceramahiku soal moral lagi.
INFORMASI PRIBADI NAMA: LEE U-TAE
- Ha Chan-ho tak membunuhnya? - Ayolah, Yong-un.
Aku tahu kau penasaran Ha Chan-ho bersalah atau tidak.
Aku benar, 'kan?
Kau minta Song Pil-jung bersaksi
walau tahu itu sulit, akan kulakukan sebagai rasa hormat.
- Ambil ini. - Baik, Pak.
Kutemukan Detektif Lee. Dia mau naik kapal.
Baik.
Pak Kim, Terminal Penumpang. Sekarang.
Permisi.
Jangan kabur. Aku hanya mau menanyakan satu hal.
Siapa kau? Lepaskan aku. Kau sudah gila?
Aku bukan orang jahat. Aku pengacara.
Tolong jangan kabur.
Kenapa aku harus kabur? Kau bukan rentenir.
Sebentar saja.
Kau kerja di Hotel White?
Dia menginap di suite.
- Ada apa dengannya? - Dia memesan layanan kamar?
Ya, dia memesan wiski termahal di hotel.
Kau juga memberinya obat tidur?
Ya, dia memintanya.
- Kenapa kau bertanya? - Dia yang memintamu?
Ya.
Baiklah. Senang bertemu denganmu.
Aku tak tahu AP EON begitu tertarik pada lukisan.
Perusahaan investasi internasional membeli banyak lukisan
dan meneken kontrak mencengangkan.
Benar. Aku harus pergi sekarang.
Astaga, kurasa dia tak tahu banyak.
Kenapa kau tersenyum?
Maaf, Pak.
Begitu uang dari AP EON sampai, cairkan semuanya.
Baik, Pak.
Hei, ini aku.
Berapa harga lukisan?
Dia minta semua dicairkan?
Artinya mereka ingin memberikannya secara langsung.
Baik, terima kasih.
AKANKAH FIRMA EKUITAS SWASTA, AP EON, MENGAMBIL ALIH ISSUME?
MANAJEMEN LAYAK DAN TRANSPARAN AP EON
AKAN MELAMPAUI BATASAN KONGLOMERAT KOREA
PARA PEMEGANG SAHAM ISSUME MENDUKUNG AP EON
DEMI DAYA SAING GLOBAL
PEMEGANG SAHAM ISSUME DUKUNG AP EON DEMI DAYA SAING GLOBAL
Issume diserahkan begitu saja pada AP EON.
Uang yang mereka dapatkan dari penjualan lukisan.
Ini untuk Anggota Kongres Lee?
Itu bukan kesepakatan yang buruk bagi AP EON
karena ini untuk presiden berikutnya.
Tingkat persetujuan Pak Lee sudah 30 persen lebih.
Pak Song pasti sangat bangga
bisa mengendalikan negara.
Seo Jeong-hwa terlibat masalah ini.
Dia mungkin memakai dana taktisnya
untuk memeras Son Bong-u demi uang.
Lalu...
- Ayo. - Namun, menurutmu
adakah gunanya kita menemui Son Bong-u sekarang?
Mari kita pancing dia dan lihat.
Pak Song mengutus kalian kemari?
Tidak, kami tidak lagi bekerja di Song & Kim.
Kami di Choong sekarang.
Aku mewakili Ha Chan-ho untuk sidang keduanya.
Kalian harus pergi.
Kau menginap di Hotel White pada hari kematian Seo Jeong-hwa?
Kau di suite depan kamarnya.
Apa?
Kau bahkan
bertelepon dengannya di hari itu.
Apa? Apa maksudmu?
Semua tersimpan di ponselnya.
Namamu ada di riwayat panggilannya,
dan dia bahkan meninggalkan rekaman telepon.
Lancangnya kalian!
Kenapa kau membunuh
Seo Jeong-hwa?
Karena lukisan yang dia tangani untukmu?
Enyah!
Pak Kim!
Aku ingin mereka keluar dari sini!
Aku harus meminta kalian pergi.
Dia tak menyangkalnya.
Kita berhasil memancingnya.
Ponsel Song Pil-jung akan terbakar.
PARK JU-HO
Halo?
Baik.
Dia dapat Pak Lee.
Untuk tim arbitrasi internasional,
aku ingin Pak Park pergi di bulan Juni dan bicara pada...
PIMPINAN SON BONG-U
Namun,
kita masih harus membahas rencana kita dengan tim.
Mari kita lanjutkan.
PIMPINAN SON BONG-U
Agenda berikutnya adalah soal perusahaan manajemen investasi.
Kita harus menentukan alokasi saham mereka.
Aku ingin meminta komite pelaksana...
Apa yang kau lakukan?
Ini penculikan!
Lepaskan borgolku. Lepaskan borgolku sekarang!
Duduk.
Siapa dia? Anggota geng?
Detektif Lee.
Tidak, bukan detektif lagi.
Untuk seorang pengacara, kau lancang.
Kau yang melakukan kelicikan sebagai detektif.
- Seperti apa? - Menyembunyikan bukti dan disuap.
Apa?
Tak pernah kulakukan.
Kami sudah memeriksa rekeningmu, jadi, hentikan omong kosong itu.
Aku tak mau bicara.
Di mana kau menyembunyikan rekaman CCTV?
Kau mau dituntut atas penghancuran bukti?
Aku mau bicara empat mata.
Menurutmu ini apa?
Beberapa hari lalu, aku hampir mati.
Dia menusukku.
Kurasa ini mirip denganmu.
Di sana gelap sekali.
Kujadikan kau model dan gambar ulang.
Kau akan dipenjara atas percobaan pembunuhan.
Hentikan omong kosong ini!
Ya, aku tahu itu omong kosong. Namun, kuharap kau mengerti.
Bajingan itu tak meninggalkan jejak barang bukti.
Aku satu-satunya saksi dan korban.
Kesaksianku akan berbobot.
Dia sebenarnya menikam satu orang lagi.
Mari kita lihat keadaannya.
Aku mau bertanya soal Pak Jung Chun-su
yang saat ini berada di ICU.
Dia ayahku.
Begitu rupanya.
Baiklah.
Kau akan dipenjara atas percobaan pembunuhan
dan pembunuhan.
Menurutmu berapa tahun vonisnya?
Di mana
rekaman kamera CCTV?
- Aku membuangnya. - Sial!
Orang sepertimu tak pernah membuang bukti semacam itu.
Karena kau tahu
itu akan berguna suatu hari.
Tanpa rekaman kamera itu,
kau menjadi pembunuh.
Sial.
Buka borgolnya.
Kunjungi rumah orang tuanya lagi.
Baiklah.
Di sanalah dia menyembunyikan
rekaman kameranya.
Apa yang membuatnya bicara?
Aku menggunakan hidupku
dan
hidup ayah tiriku.
Tampaknya dia sudah mati tadi.
Kenapa kau membiarkan mereka datang ke rumahku dan bilang begitu?
Mereka ke sana untuk menghasutmu karena tak punya apa-apa.
Aku tak merasa aman.
- Berikan aku uang dari AP EON. - Pak.
Aku akan memutuskan setelah beres, jadi, berikan uangku!
Kuberi tahu sesuatu soal Seo Jeong-hwa.
Beraninya kau sebut nama itu?
Seo Jeong-hwa.
meninggalkan rekaman percakapan
yang dia miliki denganmu.
- Apa? - Aku
sudah mengamankannya.
Kau mau mendengarkannya?
FAIL REKAMAN SEO JEONG-HWA
- Aku mau pergi. - Apa?
Beraninya kau mengancamku?
- Kau sudah gila? - Hei!
Beraninya kau mengancamku!
Kau pikir kau siapa?
Aku punya uang.
Aku akan menggunakannya sesuai rencana.
Jika ingin semuanya tetap tenang,
kau hanya perlu tetap diam
dan tak melakukan apa pun.
LANTAI SUITE 13F
SEO JEONG-HWA MASUK KAMAR 1325
LAYANAN KAMAR TIBA
HA CHAN-HO MASUK KAMAR
Ha Chan-ho masuk sekitar satu jam setelah Jeong-hwa masuk.
SEO JEONG-HWA PINDAH KE KAMAR 1328 TEMPAT PIMPINAN SON
Dia memasuki kamar naratama Pimpinan Son pada pukul 20.35.
Kamera hanya rekam kamar Jeong-hwa.
Tak mungkin melihat kejadian di ruangan lain.
MEMINDAHKAN KARPET BERDARAH KE KAMAR 1325
Jadi, begitu cara mereka mengatur TKP.
Siapa mereka?
Itu Seo Jeong-hwa.
MEMINDAHKAN JASAD JEONG-HWA KE KAMAR 1325
Dia sudah mati?
Mereka keluar.
Siapa itu?
Dia memeriksa ponsel Seo Jeong-hwa.
Itu ponsel keduanya.
Kita mengetahui siapa orang itu karena kita mengenalnya?
Jadi, Pak Song menelepon perusahaan pembersih
dan mengambil ponsel kedua Seo Jeong-hwa?
Seperti kata Pak Na, kita mengetahuinya karena mengenalinya.
Song Pil-jung.
Rekaman ini tak cukup untuk menangkapnya.
Situasinya menunjukkan bahwa Son Bong-u-lah pelakunya,
tetapi buktinya tak kuat. Bahkan tak ada rekaman kamera.
Habislah kita.
Namun, kita tahu satu hal yang pasti. Ha Chan-ho tidak bersalah.
Bisakah lihat bagian saat mereka pindahkan jasadnya?
Tentu.
Di sana.
Bajingan itu.
Bedebah yang menusukku.
Berhenti.
- Ada apa? - Kita bisa membebaskan Ha Chan-ho,
tetapi hal lain akan sulit, 'kan?
Soal Song Pil-jung...
Dia akan melepaskan diri.
Aku mau bertemu Gi-hyeok untuk makan malam. Mau ikut?
Aku sibuk. Tidak, terima kasih.
Aku juga sibuk.
- Sudah diselidiki? - Pembersihan?
Jika Pak Song mempekerjakan mereka,
mereka mungkin ada hubungannya dengan Tim H legendaris.
Hei, berhenti menulis novel.
Arsip yang hanya bisa diakses beberapa petinggi.
Hanya beberapa yang bisa masuk karena sistem identifikasi sidik jari.
Di ruangan itu,
ponsel kedua Seo Jeong-hwa dan informasi soal Kebersihan...
- Ada di sana? - Tidak, mungkin ada di sana.
Hei!
Apa? Aku tak bisa masuk ke sana.
Sidik jariku takkan berfungsi.
Haruskah kupotong ibu jari Pak Song?
Itu pasti menyenangkan.
Bu Jung.
Katamu tak datang.
Aku lapar. Makanan di sini cukup enak.
Kudengar kau terluka.
Kau baik-baik saja?
Dia terlihat lebih tangguh.
Lalu orang itu? Kudengar dia juga terluka.
Dia mati.
- Bukankah kau harus ke sana? - Untuk apa?
Dia mati, dan itu takdirnya.
Berkat aku, dia dipenjara dan menemukan Tuhan.
Dia menyelamatkanku, walau kebetulan.
Dia takkan masuk neraka terbawah.
Makan perlahan, atau perutmu akan sakit.
Kurasa dia suka piza itu.
- Pak Ga. - Ya?
Aku punya permintaan lain.
Kita mungkin membutuhkan jari Song Pil-jung.
Ibu jarinya?
Bagaimana keadaanmu?
Ini Hari-H kita.
Fokus saja pada sidang kedua Ha Chan-ho. Aku bisa.
Akan kupastikan rapat pemegang saham ini akan masuk sejarah Issume.
Kita cari tahu pemenangnya.
Entah Song Pil-jung akan hancur...
Atau Choong akan hancur.
Jangan mengatakan itu.
Kita lakukan yang terbaik.
Itu tidak cukup. Apa pun yang terjadi, kita harus menang.
Baiklah, mari kita menang.
Kita akan menang.
RAPAT PEMEGANG SAHAM DARURAT KE-12
Kami mengandalkanmu, Pak Song.
Astaga, aku tersanjung. Kita bertemu lagi di dalam.
- Baik. - Baik.
Akhirnya hari ini tiba.
Semua berkatmu, Pak Song.
Pada akhirnya, semua orang mengikuti arus.
Aku yang memimpin arus saat ini?
Soal Ha Jun-ho...
Kau yakin, 'kan?
Ya, tentu saja.
Aku sudah membujuknya.
Lagi pula, dia hanya boneka.
Kedua wanita itu jadi sangat akrab belakangan ini.
Benarkah?
Namun, apa yang bisa mereka lakukan selain bercengkerama bersama?
- Ayo masuk. - Baik.
LANTAI SUITE 13F
Terdakwa dites positif mengonsumsi Zolpidem, obat penenang.
Seo Jeong-hwa mendapatkannya dari pelayan layanan kamar.
Terdakwa tertidur di luar kehendaknya
karena Zolpidem di minumannya, yang diberikan Jeong-hwa.
Saat bangun, dia menemukan dirinya di samping jenazah Jeong-hwa.
Darah di tangan dan pakaiannya
karena dia memeriksa korban masih hidup atau tidak.
Astaga, kau sempat datang. Terima kasih.
- Selamat. - Terima kasih.
- Astaga. - Selamat.
- Senang bisa bertemu, Pak. - Halo...
Persidangan kedua Ha Chan-ho sedang berlangsung.
- Lantas? - Tidak penasaran?
Tidak masalah meski dia dibebaskan.
Kartu itu tak lagi berguna, jadi, aku tak peduli.
Perjalananmu masih panjang, Bu Jung Geum-ja.
- Astaga, kau kemari. - Selamat.
Astaga, halo.
Terima kasih. Astaga, terima kasih.
DNA terdakwa yang ditemukan di bawah kuku Seo Jeong-hwa
kemungkinan dari perkelahian saat minum bersama sebelum kematiannya.
Saya menduga pada saat itu DNA-nya masuk ke bawah kukunya.
Seperti yang kalian lihat di rekaman,
Seo Jeong-hwa masih hidup saat meninggalkan ruangan
tempat terdakwa berada, atas keinginannya sendiri.
Lalu dia kembali ke ruangan sebagai jenazah.
Orang-orang itu bahkan membawa karpetnya ke TKP.
Terdakwa Ha Chan-ho tidak membunuhnya.
Yang Mulia.
Terdakwa Ha Chan-ho tidak bersalah.
Astaga, terima kasih.
- Terima kasih. - Selamat.
Sekarang kita akan memulai rapat pemegang saham.
- Silakan duduk. - Mari duduk.
Kau masih di sini.
Jika mau menonton akhirnya...
Pak Song Pil-jung, mohon duduk.
Kau pasti mengenal Detektif Lee U-tae.
Ratusan juta won disetorkan ke rekeningnya.
Masalahnya...
Tahu siapa pengirimnya?
Istrimu,
yang telah terbaring sakit selama 15 tahun.
Kau memanfaatkannya dengan cara apa pun, ya?
Apa maksudmu?
Pak Song, mohon duduk.
Inilah akhir yang kusiapkan untukmu.
Song Pil-jung, kau ditangkap karena menutupi jenazah Seo Jeong-hwa
dan menghancurkan bukti.
Kau berhak untuk tetap diam dan mendapatkan pengacara.
Kau boleh menolak memberikan pernyataan yang memberatkan.
Kau memahami setiap hak ini?
Bawa dia.
Kau sungguh berbakat mengejutkan orang lain.
Kau mau aku percaya dan menunggu.
Mau berterima kasih?
Kau tahu caranya, 'kan?
Pekerjakan Choong
untuk memperbaiki Issume.
Hebat.
Pertunjukan luar biasa.
Kau tak tampak semarah dugaanku.
Kau menikmatinya.
Jika pertemuan berlangsung,
aku takkan tersenyum seperti ini.
Itu sebabnya kau harusnya lebih hati-hati memilih rekan bisnismu.
Pemburu bisnis global, AP EON,
agak terlalu serakah kali ini, 'kan?
Ini bukan akhir riwayatku.
Tentu saja belum.
Kau akan menemukan target lain dan mengambil untung besar.
Aku hanya melakukan tugasku.
Aku tahu.
Aku juga. Hanya melakukan tugasku.
Jika kita tak bertemu...
Ini.
Apakah semuanya
akan berbeda?
Aku hanya menoleransimu karena kita bertemu lewat pekerjaan.
Kuberi waktu 30 menit.
Para pengacara Song & Kim pasti bergegas kemari.
Bereskan sebelum mereka tiba.
Aku mempekerjakanmu untuk mewakiliku, Bu Jung?
Bersikap seperti ini bisa membuatmu dalam masalah, Jaksa Kwon.
Mengamankan jasad dan menghancurkan bukti.
Bisa kau buktikan?
Maksudmu, ini aku?
Siapa yang akan percaya?
Hakim yang bertugas?
Jaksa?
Apa?
Kau tiba-tiba tak bisa bicara?
Kau muncul di rapat pemegang saham dan membuat keributan.
Song Pil-jung juga ditangkap.
Mustahil kau bisa lolos dari ini.
Pengacara yang memecahkan masalah seperti ini untukmu,
ada di ruangan lain sekarang.
Menutupi jasad dan menghancurkan bukti.
Kau ulang ucapan sebab berpikir aku tak tahu alasanku di sini?
Tidak.
Bukan hanya itu tuduhanmu.
Ada lagi.
Karena itu aku terus mengatakannya, Pak Song Pil-jung.
Penyebab kematian Seo Jeong-hwa
adalah trauma hematogenic dan perdarahan subdural traumatis.
LAPORAN POSTMORTEM
Dia meninggal kehabisan darah karena cedera kepala?
Namun, di laporan...
"Frenulum dan mukosa pipi terluka.
Perdarahan petekia ada di konjungtiva".
Itu butuh penjelasan.
Menurut para ahli, luka itu terbentuk saat seseorang mencoba
menutupi hidung dan mulut.
Itu juga membuktikan bahwa darahnya mengalir
saat tekanan diberikan.
Jadi, saat Seo Jeong-hwa sekarat akibat kehabisan darah,
selagi dia masih sadar dan bernapas,
seseorang menutupi mulut dan hidungnya untuk menyesakkannya?
Siapa?
Bukan hanya DNA Ha Chan-ho yang ditemukan di bawah kukunya.
Ada sampel DNA tidak dikenal.
Milik Son Bong-u?
Bukan dia.
Tes DNA yang dia lakukan membuatnya
mudah dipastikan.
Kalau begitu...
Hanya tersisa satu orang.
Lancangnya kau membuatku duduk di kursi ini.
Pembunuhan,
melarikan diri dari TKP,
dan memerintahkan pembuangan jenazah.
Jika dijatuhi hukuman penjara,
kau mungkin harus mengakhiri hidupmu di sana.
Semua itu ide Pak Song.
Kemarahanku menguasaiku. Itu kecelakaan.
Wanita tak tahu terima kasih itu mengancamku dengan lukisanku.
Lancangnya dia!
Itu bisa dianggap sebagai pembunuhan tidak disengaja.
Mengingat usia dan status sosialmu,
kau mungkin dapat masa percobaan.
Pengacaramu yang menjadikan ini kasus pembunuhan.
Aku menawarkan jalan keluar dari kekacauan ini.
Bagaimana jika dia masih hidup, padahal kau pikir dia sudah mati?
Bagaimana jika Song Pil-jung,
dan bukan kau yang membunuh Seo Jeong-hwa?
Hei.
Di mana kau sekarang?
Benar.
Kau harus kemari.
Ya.
Benar.
Aku akan menangani kekacauan ini, jadi, pergilah dari sini.
Ini kamar suite naratama di Hotel White.
Cepat kemari dan bawa tim.
Pak Song...
Kisahmu bagus juga.
Kau tahu perbedaan hukuman antara menutupi
dan pembunuhan.
Bu Jung,
Aku sama sekali tak seperti berandal dan orang bodoh yang biasa kau hadapi.
Aku bukan tandinganmu.
Menurutmu, kenapa tidak ada bukti?
Karena aku tak melakukan apa pun.
Ini lucu.
Saat terpojok,
pengacara terkenal bertingkah seperti preman.
Naluri pertama mereka adalah menyangkal.
- Jaga ucapanmu! - Kau...
bisa saja menyelamatkan Seo Jeong-hwa.
Namun, tak kau lakukan.
Jika kau membiarkannya,
dia akan mati kehabisan darah.
Namun, bukan itu yang kau lakukan.
Kau memilih mengakhiri hidupnya saat itu juga.
Pak Song...
Tolong aku.
- Buktimu? - DNA lain,
selain DNA Ha Chan-ho, ditemukan di bawah kukunya.
Siapa bisa membayangkan DNA itu cocok denganmu?
Tak ada yang berpikir memeriksanya sebab kau bukan tersangka.
Karena itu tak diketahui.
Namun,
aku sudah memastikannya.
Ini dari pisau cukurmu.
Kau harus
membuktikan
bahwa aku ada di sana.
Tes DNA tak bisa dipesan, kecuali aku menjadi tersangka.
Maksudku, secara legal.
Entah apa Pimpinan Son setuju.
Dia sedang bicara dengan Hee-jae saat ini.
- Kalian berdua... - Dia akan berkata jujur
mengenai
siapa
yang memanggilmu ke sana.
Apa rencanamu?
Panggil jaksa senior sekarang juga!
Dia pasti akan mengungkapnya karena bisa membebaskannya.
Dia akan pastikan kau menjadi tersangka utama.
Pria tua tidak berguna itu.
Tamatlah riwayatmu.
Omong-omong, kami ingin membela
Pimpinan Son.
Sial, tampaknya menyenangkan.
Bagaimana?
- Menyenangkan, 'kan? - Sebenarnya,
kau salah paham.
Berakhir saat kubilang begitu.
Izinkan aku menanyakan ini.
Kenapa kau bertindak sejauh ini?
Kenapa?
Kau sudah lupa,
kau berusaha membunuhku?
Aku mungkin akan membiarkannya,
tetapi seharusnya kau tak melupakan itu.
Ini harga yang harus kau bayar karena mencari masalah denganku.
Begini, aku Jung Geum-ja.
Jung Geum-ja...
Firma Hukum Choong
akan mewakilimu, Pak.
FIRMA HUKUM CHOONG PENGACARA YOON HEE-JAE
RUANG INTEROGASI
Keluarkan surat perintah penangkapan Song Pil-jung.
Tuduhannya memanipulasi bukti?
Tambah pembunuhan juga.
Apa?
Astaga. Kalian sangat lamban.
Apa maksudnya ini?
Kalian sedang apa?
Melakukan pekerjaan kami.
Kami akhirnya bisa melihat bakatmu sebagai pengacara?
Sebagai pengacara terbaik di firma hukum terbaik Korea...
Takkan mudah mewakili Pak Song.
Pastikan kau siap untuk kami.
Kami tak sabar melihat kemampuanmu.
Semoga berhasil!
Bagus.
Mereka berdua sudah gila? Ada apa dengan mereka?
Entahlah.
Mereka datang.
Satu, dua, tiga.
- Eun-yeong, duduklah. - Tentu.
Kenapa ada jamuan begini?
Kau memanggilnya begitu, sepertinya terlalu norak.
Tak bisa profesional di kantor?
Aku tak bisa memanggilnya "Kawan".
- Namun, di kantor... - Terserah.
Aku akan meneleponnya sesukaku, jadi, biarlah.
Kalian semua hebat.
- Mau minum? - Mari kita lakukan.
Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
Sayang, cepat.
Geum-ja! Minggir.
Kudengar kau hampir mati.
Bukan begitu.
Hidup selalu mempersulit jalanmu.
Yatim piatu, disiksa ayah angkat, ibu angkat meninggal,
ayah angkat juga tewas.
- Kenapa malah bilang begitu? - Salahkah aku?
Seharusnya aku tak memberitahunya.
Aku hanya bangga pada Geum-ja, itu saja.
Kau mengatasi semua rintangan itu.
Benar, aku harus bangga pada diriku sendiri.
Bagaimana kalau kita
bersulang saja?
- Bersulang! - Bersulang!
- Ini. - Sayang, jangan minum terlalu banyak.
- Spermamu bisa mabuk. - Astaga.
Pasti aku yang mabuk.
Sungguh menjijikkan.
Sulit kupercaya. Bagaimanapun, dia mudah bosan.
JATUHNYA PENGACARA TERANDAL
SONG PIL-JUNG DITUDUH ATAS PEMBUNUHAN
PERHIMPUNAN ADVOKAT KOREA INGIN CABUT IZINNYA
ALIANSI TERKUAT PUN HANCUR
Kau sudah dengar keputusan Kementerian Hukum?
Putusan Perhimpunan Advokat Korea dibatalkan.
Penangguhan kita dibatalkan.
Song Pil-jung tak memiliki kuasa di Korea sekarang.
Itu baru namanya keadilan.
Kenapa kau mengikutiku ke mana-mana?
Aku hanya ingin melihat
tempat kau ditelantarkan.
Asal kau tahu, aku mulai mengenalmu
dengan belajar lebih giat saat belajar untuk ujian pengacara.
Aku rela diadopsi, ditelantarkan, lalu dibawa kembali ke sini.
Lagi dan lagi.
Lalu suatu hari, gedung besar ini didirikan.
Yang bisa kulihat dari kejauhan.
Kesengsaraan melanda seluruh tubuhku.
Itu tempatku kembali setiap kali ditelantarkan.
Itu sebabnya aku berubah pikiran.
Aku memutuskan untuk membeli gedungnya dan menjadikannya milikku
agar tak menjadi kenangan buruk lagi.
Itu cara Jung Geum-ja. Kau tidak pernah setengah-setengah.
Menetapkan tujuan itu
membuat hidupku
lebih mudah dihadapi.
Baiklah, aku mengerti.
Ya,
tetapi tahukah kau betapa mahalnya gedung ini?
Hanya yang terpilih yang bisa memiliki gedung.
Tepat.
Itu yang kulakukan. Aku akan memilikinya.
Tentu, ayo!
Sub by NETFLIX Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
TERIMA KASIH SUDAH MENYAKSIKAN HYENA
DAN MENCINTAI PARA HIENA YANG TEKUN, TEGUH, DAN PENUH HASRAT
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.