Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku adalah batu.
Aku tak bergerak.
Sangat perlahan, aku masukkan salju dalam mulutku,
maka dia tak akan melihat nafasku.
Kugunakan waktuku. Kubiarkan dia mendekat.
Aku hanya punya satu peluru. Aku membidik di matanya.
Sangat lembut, jariku menekan pelatuk.
Aku tidak menggigil.
Aku tak punya takut. Aku sudah besar sekarang.
Siap, Vassili?
Sekarang, Vassili. Tembak!
Tembak, Vassili! Tembak!
Ayo, berdiri.
Berdiri. Bersiap untuk naik kereta.
Kalian, ikut denganku sekarang. Lewat sini, kawan.
Semua rakyat sipil, keluar!
Buat jalan, biarkan rakyat sipil keluar.
Ini adalah konvoi militer.
Tak ada yang tinggal dalam kereta kecuali serdadu gagah berani kami.
Ini adalah konvoi ke Stalingrad...
hanya untuk prajuriit dari Tentara Merah.
Semuanya naik!
Musim gugur, 1942.
Eropa dihancurkan kaki-kaki Nazi.
Reich Ketiga Jerman dalam puncak kekuatannya.
Tentara Hitler masuk ke jantung Uni Soviet ke arah tambang minyak di Asia.
Satu rintangan yang tersisa. Sebuah kota di Volga...
dimana takdir dunia ditentukan...
Stalingrad.
20 September 1942
Komrad Agung Stalin...
telah memerintahkan jangan ada langkah mundur.
Penduduk Uni Soviet akan bebas.
Maju, saudaraku. Jangan mundur satu langkahpun!
Dengarkan surat ini yang dikirim oleh kaum Ibu Rusia...
untuk putra-putranya di garis depan.
"Volodya, anakku, Aku tahu bahwa ini untuk tanah air kita...
"Aku tahu bahwa untuk tanah air kita kalian memberikan nyawa kalian.
"Semua orang disini tahu bahwa kalian tak akan mundur.
"Semua orang disini bangga padamu.
"Ayahmu mati. Saudaramu mati.
Balaskan dendam kita pada gerombolan fasis."
Tak ada yang bergerak! Tetap di kapal!
Kembali atau aku akan tembak!
Tembak pengkhianat itu!
Ayo, ayo! Maju!
Ayo, saudaraku, ayo!
Maju, atau kalian akan ditembak!
Sebelah sini, tandu!
Yang bawa senjata menembak!
Salah satu dari 2 orang dapat senjata.
Yang satunya mengikuti yang bawa senjata!
Saat yang bawa senjata mati,
yang mengikutinya ambil senjata dan menembak!
Yang bawa senjata menembak!
Yang tidak dapat mengikutinya!
Saat yang bawa senjata mati,
yang mengikutinya...
ambil senjata dan menembak!
Yang bawa senjata menembak!
-Lewat sini, sekarang. -Yang tidak dapat ikuti dia!
Prajurit dari Tentara Merah Agung, mulai saat ini...
adalah kemenangan atau kematian!
-Yang mundur akan ditembak. -Aku butuh senjata.
Tak akan ada ampun bagi pengecut dan pengkhianat!
Achtung!
Tak ada harapan, kawan. Kembali!
Mundur!
Mundur!
Kembali! Mundur!
Dengan nama Uni Soviet,
jangan ada langkah mundur, atau kami tembak.
Jangan mundur! Jangan ada yang mundur!
-Tak ada ampun! -Desertir akan ditembak.
-Tembak! -Tembak si pengkhianat!
Pengecut akan ditembak!
Tak ada ampun untuk pengecut!
Rusia, menyerahlah. Kalian akan kembali ke tanah air kalian.
Ini bukan perang kalian.
Bergabung dengan kawan Jerman kalian, mereka mengerti penderitaan kalian...
dan akan lebih peduli pada kalian dibanding atasan kalian,
yang hanya mengirim kalian menuju kematian.
Reich Ketiga bukan musuh kalian.
Yang jadi musuh adalah si haus darah Stalin dan kemah Bolshevik-nya,
yang telah mencuri tanah kalian, yang mengusir Ayah kalian...
Tembak!
"Tak akan pernah musuh menjejakkan kakinya di tanah Stalingrad!"
Anda akan membuat kita tertangkap, saudara Commissar.
Dengan ijin Anda, saudara Commissar.
-Yang mana kutembak duluan? -Anda harus menunggu...
sampai ada suara ledakan.
-Apa kau tahu cara menembak? -Sedikit.
Jangan tembak. Jangan tembak. Dia melihat kita.
Terima kasih, saudara Commissar.
Danilov, petugas politis, pangkat kedua.
Infantri ke-21.
"Vassili Zaitsev."
"Hari ini, 20 September, 1942,
"bocah gembala dari Urals...
"Tiba di kota Stalingrad, di bunker Volga.
"Namanya adalah Vassili Zaitsev.
"Seperti ribuan orang sebelum dia, dia datang untuk menjawab panggilan Stalin.
"Bersenjata sebuah senapan, dia dengan cepat membuat para fasis menyadari bahwa...
"mulai sekarang dia akan menghukum setiap langkah yang mereka tapakkan di tanah air kita;
bahwa mulai sekarang, jalan mereka hanya mundur."
Bagaimana menurutmu?
Kurasa saudara Commissar berlebihan.
22 September 1942
Lepaskan aku! Biarkan aku lewat!
Berdasar perintah dari comrade Stalin, tak ada warga sipil yang boleh meninggalkan kota ini.
Mundur!
Menjauhlah, atau kami akan mulai menembak.
Menjauh!
Mundur!
Mundur atau kami tembak!
Mundur! Mundur!
Buat jalan untuk kolega Stalin!
Saya menyelesaikan tugas saya.
Saya kirim semua pasukan saya.
Tapi Jerman menelan kami.
Mereka punya artileri, pesawat, dan tank.
-Dan saya, apa yang saya punya? -Tugas suci untuk melawan!
Aku harus melapor pada boss.
Mungkin kau lebih memilih untuk menghindari rekaman merah.
Namaku adalah...
Nikita Sergeyevich Kruschev.
Aku datang untuk mengurus masalah disini.
Kota ini bukan Kursk...
bukan juga Kiev, bukan juga Minsk.
Kota ini adalah Stalingrad.
Stalingrad!
Nama kota ini sama dengan nama boss.
Lebih dari sekedar kota, kota ini adalah simbol.
Jika Jerman menguasai kota ini,
seluruh negara akan kolaps.
Sekarang, aku mau orang kita...
angkat wajah mereka.
Aku mau mereka berkelakuan seperti orang yang punya nyali!
Aku mau mereka berhenti ngompol di celana mereka!
Itu tugas kalian.
Sebagai petugas politis, aku mengandalkan kalian.
Kau, apa saranmu?
Tembak jenderal lain yang telah menyerah...
dan kepala bagian dan staff juga.
B-Buat sebagai contoh.
-U-U-Usir keluarga para desertir... -Yeah, semua itu sudah dilakukan.
Berikan mereka harapan!
Disini, pilihan orang adalah antara peluru Jerman atau peluru kita.
Tapi ada jalan lainnya. Jalan kebanggaan.
Jalan cinta tanah air.
Kita harus publikasikan koran tentara lagi.
Kita harus menceritakan cerita yang hebat. Cerita yang memuji...
pengorbanan, keberanian.
Kita harus buat mereka percaya pada kemenangan.
Kita harus berikan mereka harapan, kebanggaan, sebuah keinginan untuk berjuang.
Ya, kita perlu membuat contoh.
Tapi contoh untuk diikuti.
Yang kita butuhkan... adalah pahlawan.
Apa disini ada kau lihat pahlawan?
Ya, comrade, Saya tahu satu.
Itu aku!
"Vassili Zaitsev." Itu aku!
Tidak, kau tidak bermimpi. Itu namamu.
Kami taruh di halaman pertama.
Mereka tidak mengubah satu kata-pun.
Apa kau tahu apa artinya ini?
Bukan halaman belakang, bukan halaman kedua,
-ini halaman pertama. -Halaman pertama!
Mereka akan mencetak kembali artikel kita dimana-mana.
Di Kaukasus, di Crimea, bahkan di Urals.
Besok pagi, Stalin sendiri akan duduk sarapan,
membaca kata-kataku, mengingat namamu.
Kita terkenal, Vassili. Kruschev suka dengan artikelnya.
Dia mempromosikanku sebagai staff general.
Dan kau ke divisi sniper.
-Itu bagus. -Itu sangat bagus.
-Itu sangat bagus. Ini hebat. -Ini sangat hebat!
-Ini hebat! -Untuk kita karena kita lakukan bersama.
Bersama!
-Walaupun aku yang melakukan semua kerja kerasnya. -Oh, yeah?
-Kau sangat beruntung aku tak boleh membalas. -Kenapa begitu?
Karena Kruschev bilang padaku untuk memastikan tak ada hal buruk yang terjadi padamu.
-Kau terlalu penting. -Aku terlalu berharga.
Ya, hati-hati... hati-hati dengan kacamataku. Ini baru.
Maaf, Pak.
-Aku terkenal! Kita terkenal! -Aku terkenal! Aku terkenal!
Vassili, gembala muda dari Urals,
membunuh petinggi Jermannya yang ke-12 hari ini.
Dia biasanya berburu serigala, sekarang dia menembak para fasis.
Hari ini, Vassili Zaitsev menembak petinggi Jerman yang ke-23.
Dia adalah contoh untuk kita semua.
Vassili menembak petinggi Jerman-nya yang ke-32.
Hitung hanya orang Jerman yang sudah kau bunuh.
-Hari ini, Vassili Zaitsev... -Ini adalah buktinya...
11 kalung anjing yang didapatkan lagi oleh penembak jitu Vassili Zaitsev.
Semakin banyak pria dan wanita, pejuang dari semua cabang dari angkatan bersenjata,
bergabung dengan divisi sniper dan belajar keahlian dari Vassili Zaitsev.
Aku sebuah batu.
Aku sebuah batu.
Aku bernafas perlahan.
Aku membidik mata.
Jadi itu kau,
Vassili Zaitsev yang hebat.
-Ibuku membuat kentang dengan daging. -Kedengarannya enak.
Saat dia melihatmu, dia tak akan percaya pada matanya.
-Berapa banyak hari ini? -Hanya dua.
dan yang terakhir, mengapa kau tak menembaknya?
Dia hanya prajurit biasa. Tak berharga untuk posisiku.
Diberkatilah dirimu.
Kami tahu betapa banyak kami berhutang padamu.
Kami berdoa untukmu tiap malam.
Setiap sore, kami mendengarkan mereka membicarakanmu di Radio Moskow.
Terima kasih. Anda benar-benar mengatur perabotan dengan baik di bawah sini.
Orangtuaku dulunya menyimpan furnitur di bawah sini sebelum perang.
Sacha, lepaskan itu sekarang.
Ini terisi.
Lewat sini, comrade Commissar.
Terima kasih, comrade.
Selamat sore.
Comrade Zaitsev?
Astaga,surat-surat ini datangnya darimana?
Dari seluruh penjuru negeri, Ny. Filipov, seluruh penjuru.
Yang satu ini dari pekerja di Kouzbass.
Mereka mau menamakan tambang mereka dengan Vassili.
Baik, ayo kita mulai dengan para penambang.
Ayo, ayo bekerja.
Kepada saudara di Kouzbass,
-Kouzbass. -Aku berterima kasih atas surat pujianmu.
-Praise (Pujian)? -R-A-l-S-E.
Dan... kuharap aku pantas...
sesuai dengan expectations (harapan)... A-T-I-O-N-S.
Expectations (Harapan).
Kau tertarik dengan literatur Jerman, Ny. Filipov?
Tak apa-apa, ini tetangga kami.
-Baik, kita barusan sampai mana? -Tania, kita kedatangan tamu.
Tawaranmu untuk menamakan...
Aku...
Aku-Aku mengenalimu.
Dia Vassili Zaitsev.
Aku lihat gambarmu di koran.
Terima kasih atas semua yang kau lakukan.
-Dan ini adalah temannya, Commissar... -Danilov.
Danilov.
Tania seperti anak sendiri bagiku.
Dia biasanya mengurus Sacha saat aku kerja di pabrik.
Bahkan dia mengajari Sasha tentang Jerman. Semua buku ini milikknya.
-Oh, itu milikmu? -Dia belajar Jerman di univesitas.
-Universitas mana? -Moskow.
Moskow. Moskow.
Bisakah kita, uh...
Ya, ayo lanjutkan.
Tawaranmu untuk menamakan tambangmu dengan namaku...
adalah... sebuah kehormatan besar.
H-O-N.
Ya, aku tahu. Honor (Kehormatan).
Bagus sekali.
Tidakkah kita perlu menekankan bahwa bukan hanya aku yang berjuang?
Itu... Itu bagus... ide yang bagus sekali, Vassili.
-Kita bisa membuatnya lebih baik juga. -Oh.
Bisa kita buat lebih baik.
Pertempuranmu untuk memproduksi batubara...
sama berharganya dengan pertempuranku.
Tidak ada huruf "K" dalam kata "coal (batubara)".
Hanya-Hanya satu huruf "L."
Oh, bilang padaku jika aku terlalu cepat.
-Tidak, kau tak terlalu cepat. -Kau yakin?
Aku hanya berpikir apa ada kemajuan lainnya?
Kenapa kau tidak istirahat saja? Surat-surat ini bisa menunggu besok.
Kami harus lanjutkan. Kami tidak lelah.
Terima kasih, Ny. Filipov. Orang-orang ini...
mengambil resiko menulis kepada kami.
Besok, mungkin kami tak ada di tempat untuk membalas suratnya.
MARKAS UTAMA JERMAN 21 OKTOBER 1942
Mayor Konig, Herr General.
Aku berharap kedatangan orang yang...
lain.
Jelas bukan orang yang sangat berkelas.
Menurutku kau punya alasan sendiri...
untuk melibatkan diri sendiri dalam situasi buruk seperti ini.
Pasukanku tidak didesain untuk pertempuran seperti ini.
Kemarin, lagi, aku harus mempromosikan...
25 sersan untuk menggantikan petinggi yang ditembak oleh penembak jitu mereka.
Sniper itu menurunkan moral orang-orangku.
Kota ini tidak lebih dari...
setumpuk puing-puing.
Tapi sang Fuehrer ngotot.
Dia sudah menganggap ini sebagai masalah pribadi antara Stalin dan dirinya.
Kita harus percaya pada insting Fuehrer.
Dia selalu membawa kita pada kemenangan.
Kita akan bisa pulang untuk Natal.
Bagaimana kau akan menemukan anak muda Rusia ini?
Aku akan memperbaikinya sehingga dia yang akan menemukanku.
Vassili. Vassili.
-Ayo, waktunya bangun. -Apa?
Mereka dapat masalah di lokasi toko. Mereka membutuhkan kita. Ayo.
Dengar, Vassili, dia bersembunyi di toko. Di sebelah sana.
Selama pagi ini,
dia membunuh 5 pejabat, ditambah 2 penembak senapan mesin.
Lihat, lantai tiga, jendela keempat dari kiri.
Jendela keempat dari kiri.
Kau lihat dia?
Yeah, aku lihat.
Itu dia, kau mengenainya!
Tembakan bagus.
Ayo kita ambil kalung pengenalnya.
Sampai jumpa, comrade Commissar.
Terima kasih atas keramahannya, Ny. Filipov.
Anda boleh meminjam apa saja.
Aku tak yakin apa yang akan mereka katakan padaku di pangkalan utama...
jika aku kembali dipersenjatai dengan Goethe dan Schiller.
Ada karya Marx juga.
Kau bertugas di pertahanan sipil distrik 12?
Tidak, aku sukarelawan.
Kebetulan sekali pertemuan denganmu disini.
Comrade Kruschev baru kemarin bilang padaku...
bahwa dia sangat membutuhkan operator yang bisa bahasa Jerman.
Aku tak bisa. Tanggung jawab milisi kami untuk semua orang di lingkungan ini.
Kami sangat kekurangan orang.
Kami akan atasi itu. Kami akan memberimu 10 prajurit sebagai ganti tiap orang yang bisa bahasa Jerman.
Aku lebih memilih tinggal dan berjuang.
Berbakti di pangkalan utama juga berjuang. Kau akan jauh lebih berguna disana.
Kau diam disini. Kau lindungi kami.
-Baiklah. -Kami berangkat.
Hati-hati.
Ludmilla, ayo.
Periksa tangganya.
Ini jebakan.
Aku tahu.
Mundur.
Dia masih disini.
-Mereka langsung menuju kita! -Ludmilla,
Diam ditempatmu sekarang, dia ada di sekitar sana.
Kita harus keluar dari sini!
-Kita harus keluar dari sini! -Diam saja di tempatmu!
Apa yang akan kita lakukan?
Ludmilla, diam di tempat!
Persetan dengan ini, aku pergi.
Ludmilla, jangan!
Apa artinya ini?
"Gembala kecil dari Urals menerima senapan sniper baru,
"sebuah Mosin-Nagant 7.62, dengan Teleskop Kekuatan 3.5 P.U.
Produksi presisi kebanggaan Soviet."
-Aku pernah lihat senapannya dari dekat. -Benarkah?
Aku pernah menyentuhnya. Aku kenal baik dengannya, Vassili Zaitsev.
Ludmilla dan Anton dibunuh hari ini, dan itu kesalahanku.
Tidak, aku yakin itu tidak benar.
Ada seorang sniper Jerman. Aku membawa mereka masuk jebakan.
-Apa lagi yang bisa kau ceritakan padaku? -Dia tidak berpindah.
Seorang sniper yang tidak berpindah itu tidak normal.
Dia sangat hebat. Bukan tembakannya saja, tapi instingnya.
Dia selalu selangkah lebih maju dariku.
Itu karena dia tahu semua tentangmu.
Namanya adalah Konig, Mayor Konig.
Mereka mengirimnya ke sini untuk membu...
untuk menemukanmu.
Pertama kali kami tidak yakin informasinya bisa dipercaya.
Sepertinya dia datang jauh-jauh dari Berlin untuk menghentikanmu.
Kau membuat mereka tak bisa tidur, mereka mengirim orang terbaik mereka.
-Apa yang kita ketahui tentangnya? -Dia seorang mayor di Wehrmacht.
Dia adalah direktur dari sekolah sniper mereka di Zossen.
Koulikov belajar di bawah bimbingannya di Zossen sebelum perang.
Dia tahu semua triknya. Mulai sekarang, dia akan pergi denganmu kemana saja.
Seorang bangsawan dari Bavaria yang berburu rusa...
melawan seorang gembala dari Urals yang merebus serigala.
Ini lebih dari sekedar konfrontasi diantara 2 negara.
Ini hakikat dari perebutan tingkatan.
Aku senang kau begitu gembira.
Dia punya semua keuntungan. Selanjutnya akan seimbang.
Tak ada yang bisa menembak sepertimu, Vassili.
Dia ditransfer.
Kita ketemu di sebelah jika kau sudah siap.
-Hello. -Kau kelihatan pintar dengan seragam barumu.
Pastikan mereka tak mengambilnya kembali setelah selesai.
Yeah, mungkin mereka akan melakukannya.
Aku dengar rumor tentang orang Jerman itu, dan aku ingin mendoakanmu semoga berhasil.
Terima kasih. Aku membutuhkannya.
Dari yang comrade Danilov katakan padaku, kau akan menang.
Hmm.
Sudah waktunya.
-Vassili! Vassili! -Kesinilah.
Lihat ke sebelah sini.
Pasang topimu lagi, kau kelihatan lebih heroik.
-Lewat sini, comrade Zaitsev. -Aku suka kawan kecil ini.
Vassili, apa benar kau sukarelawan untuk baris depan?
Umurmu berapa, Vassili?
Apa kau tahu arti duel ini bagi negara?
Apa benar kau membunuh serigala pertamamu saat umurmu 5 tahun?
Apa kau bangga ditantang oleh sniper paling hebat dari Jerman?
Jerman mulai ngompol di celana mereka.
Lanjutkan, anakku, ceritakan pada kami bagaimana cara kau akan menghadapinya.
-Atau lebih baik tidak. Katakan pada boss. -Mohon satu pertanyaan lagi.
Dia suka cerita perburuan yang bagus.
Lihatlah dia dengan bangga,
karena dia sedang melihatmu.
Seluruh negeri melihatmu.
Maafkan, maafkan aku, Kakek.
Jadi, bukan serigala yang memilih medan perburuan...
tapi si pemburu.
Tapi aku yakin kakekmu mengajarimu itu.
Kecuali di kasus ini,
Aku permainannya.
Bagaimanapun, hari ini apa yang akan kita lakukan...
adalah membujuk si serigala agar keluar dari sarangnya...
ke tempat dimana kita menginginkannya.
Kau yang nyawanya lebih berharga. Kau duluan.
Tidak, tidak. Kita pakai giliran. Selanjutnya giliranmu untuk duluan,
kalau begitu itu kamu, Volodya.
Keparat sialan!
Ini celana baru. Aku baru dapat dari seorang kapten dari divisi 251 kemarin.
Enam belas bulan aku habiskan di Jerman di sekolah Zossen.
Tentu saja, ada hari ketika kami berteman dengan Krauts;
ketika Joseph kita dan Adolph mereka...
berbincang ramah.
Dari sini ke kabel, 160 meter, benar?
Seratus lima puluh lima.
Terserahlah. Itu akan membuat mereka mengirim tukang perbaikan.
Ayo kita berpindah.
Hey, Volodya!
Setelah Jerman menginvasi kita,
atmosfernya sudah tidak sama lagi.
Aku dimasukkan penjara.
Apa yang kau lakukan di Jerman, huh?
Maaf, kataku, tapi comrade Stalin yang mengirimku kesana.
Jangan bawa-bawa pemimpin Agung kami dalam pembangkanganmu.
Mengaku, keparat mata-mata! Mengaku.
Dan bang! Bang, bang, bang!
Disana tidak ada arit, tapi ada palu.
Dan bang. Merontokkan semua gigiku.
Itu benar, nak. Jangan berilusi.
Itu adalah tanah sosialisme dan kebahagiaan universal untukmu.
Hey! Itu tukang perbaikanmu.
Biar aku.
Ini sudah dekat waktu makan, 'kan?
Aku pergi.
Cepatlah, Volodya,
dan usahakan jangan sampai tumpah saat kau kembali, kau keparat Marxis.
Laporan aktivitas sniper musuh selama 24 jam terakhir, Herr Major.
Dua prajurit jaga di sektor stasiun kereta api.
Satu pengintai artileri di sektor Utara.
Satu letnan dari divisi Panzer ke-24 di sektor pabrik.
Tiga tukang perbaikan telfon di sektor barak pekerja.
Mereka juga bilang pada saya bahwa kita mendapat tahanan yang mungkin menarik untuk Anda.
Kuharap dia masih bisa bicara.
Maaf, Pak?
Tak ada. Terima kasih.
Jadi, katakan pada kami, Volodya,
di bangunan mana dia berada?
Tak mungkin aku tahu dia dimana.
Dia selalu berpindah-pindah tempat.
Dia lompat dari satu tempat ke tempat yang lain.
Di lantai berapa?
Aku tak tahu.
Kita akan lihat masalah itu.
Buka pakaiannya.
Pakaikan seragam kita.
Kau lihat, mereka keras kepala.
Itulah hal baik tentang orang Jerman.
Kau harus akui saat mereka punya ide di kepala mereka...
Baik.
Mari kita lihat apa pembeli kita sudah datang.
Apa kau siap?
Uh-huh.
Dan sekarang gembala terkenal kita dari Urals,
yang dianggap idiot oleh Mayor Konig,
berdiri untuk memastikan dia sudah mengenai targetnya.
Mayor Konig melihatnya.
Membidik helm-nya.
Tembak.
Membocorkan lokasinya dan giliran tembak.
Kecuali... Mayor Konig tidak menembak...
karena Mayor Konig tidak disana.
Koulikov!
Tidakkan menurutmu itu aneh, yang terakhir?
Mereka mengirimnya keluar untuk ditembak seperti yang sebelumnya.
Itu tidak biasa.
Tidak tanpa artileri, tanpa perlindungan.
Oh, tidak, aku yang bodoh.
Mereka tidak peduli dengan tukang telfon.
Maksudku, ini sama seperti kita dengan orang Ukrainia.
Mereka tak peduli dengan seorang mayor diantara beberapa orang mati.
Besok, kita akan dapat beberapa jenderal.
Giliran siapa sekarang?
Kurasa aku.
Oh, kau curang!
Kau tak bisa membodohi Papa Koulikov.
Tidak, tidak, tidak, sekarang giliranku duluan.
Dan sekarang giliranmu untuk mendapatkan lubang di betismu.
Untuk kemenangan.
Urusan sniper sudah berlarut terlalu lama.
Bagaimana perkembangan temanmu?
Dia sedang mengobservasi, comrade Kruschev.
Dia mencari kelemahan Jerman itu.
Dia sangat teliti dengan persiapan.
Vodka...
adalah kemewahan yang kita punya.
Caviar adalah kemewahan yang kita punya.
Waktu, bukan.
Dia tahu masalah itu comrade Kruschev. Kita berdua juga.
Kujamin dia akan berhasil.
Bagus.
Sepertinya takdirmu berbelit.
Mereka terus membuatmu sibuk.
Aku dapat ini dari dapur.
Ini dari resepsionis kemarin. Kupikir Ny. Filipov akan suka.
Um, dia akan sangat senang. Kau baik sekali.
Masih ada banyak lagi kalau kau lapar.
Kau Yahudi 'kan?
Tak ada dalam ajaran kepercayaan kita yang mengatakan kau tak boleh makan ikan.
Ayahku punya firasat semua ini akan terjadi.
Maksudmu perang ini?
Dia mengerti bahwa kebencian pada Yahudi sudah tertanam dalam.
Dia menabung untuk membeli tanah di Palestina.
Dia bilang hanya disana tanah kami berasal;
hanya itu tanah dimana kami punya kewajiban untuk mempertahankannya.
Dia memaksa aku belajar menggunakan senjata.
Aku belajar menembak.
Aku tahu bahwa saat perang, perasaan pribadi harus dikesampingkan, tapi...
Aku ingin minta bantuanmu.
Tentu saja. Apapun yang kau mau.
Aku mau dipindahtugaskan.
Apa yang terjadi, Tania?
Dia menembaknya.
Dia menembaknya walaupun dia duluan melompat.
Menembaknya saat berlari.
Itu tembakan yang mustahil.
Aku tak pernah melihat yang seperti itu sebelumnya.
Kau menjanjikan orang kemenangan yang tak bisa kuberikan.
Aku tak ada harapan menang melawannya.
Kau tak boleh bilang begitu, Vassili.
Bagaimana jika kukatakan padamu kita menemukan cara untuk menyelidiki pergerakannya?
Kita punya seseorang, Vassili.
Seseorang yang dekat padanya memberikan kita informasi.
Selanjutnya kau akan satu langkah di depannya.
Aku janji.
Sekarang aku minta bantuanmu.
Dariku?
Ini tentang Tania.
Masuklah.
Dia bahkan tidak tahu kau ada.
Tapi disaat itu, kau lebih dekat padanya lebih dari siapapun di bumi ini.
Kau lihat wajahnya dari pandangan.
Kau lihat dia mencukur atau tidak.
Kau bisa lihat dia sudah menikah dengan ada tidaknya cincin yang dipakai.
Ini tidak seperti...
menembak dari jarak jauh, bukan hanya seragam.
Itu wajah seorang pria.
Wajah itu tidak menghilang.
Mereka kembali dan hanya... mereka digantikan oleh banyak wajah lainnya.
Apa Danilov yang memintamu mengatakan ini?
Dia sangat menyukaimu. Kurasa dia akan mencoba apa saja untuk mengubah keinginanmu.
Apa dia bilang padamu kenapa aku minta ditransfer?
Tidak.
Pagi ini, sebuah daftar sampai di markas utama.
Itu adalah daftar warga sipil yang...
dikumpulkan dan dikirim ke Jerman dalam sebuah konvoi...
yang meninggalkan Stalingrad tiga minggu lalu.
Orangtuaku ada diantaranya.
Setelah 30 kilometer, tentara Jerman...
menghentikan keretanya dan memaksa semua orang keluar.
Di tengah jembatan, mengumpulkan mereka,
masing-masing 2 orang.
Ibu dengan putrinya.
Istri dan suami.
Mereka...membariskannya menghadap pagar,
dan kemudian mereka melakukan satu kali tembakan pada setiap pasangan...
untuk menghemat peluru.
Itu berhasil.
Mayat satunya yang mati menabrak yang masih hidup masuk ke air.
Aku tahu mereka mati bersama.
Mereka tak akan membiarkan diri mereka dipisahkan.
Itu adalah senapan milik Koulikov. Itu senjata yang... bagus.
Terima kasih.
Aku tahu dia meninggalkan tempat perlindungan.
Dia lewat pabrik traktor.
Pabrik traktor itu besar.
Aku tahu tepatnya. Dia merangkak mengikuti selokan,
di dalam pabrik di dekat tong,
kemudian dia keluar dari bengkel.
Diantara dua tempat ini, ada tempat dimana dia terbuka.
Dibawah pipa besi besar.
Semoga berhasil, comrade.
Aku tahu persis dimana dia menungguku.
Dia akan berjalan kaki di selokan.
Kita akan menembaknya dari belakang.
Kita akan sampai di sisi lain bengkel lewat pipa ini.
Ikuti aku.
Kau lewat sana. Aku memutar lewat sini.
Okay?
Sial!
Sergei, kau harus kembali.
-Tidak, aku tak apa-apa. -Kembali.
Tidak, kau pergi!
Kakimu jangan terlihat.
Ayo. Ayo..
Comrade Stalin meminta upaya kalian yang terakhir!
Takdir dari tanah air dalam bahaya!
Takdir dari semua yang kalian cintai dan sayangi!
Hari ini untuk mereka kita berjuang.
Dengarkan aku, Tania. Jerman menyerang dengan brutal.
Jika mereka beruntung, satu dari sepuluh dari prajurit ini akan pulang hidup-hidup.
Kau berpendidikan tinggi. Kau tahu bahasa.
Semua penyadapan yang kau terjemahkan menyelamatkan ratusan nyawa.
Setiap pesan yang kau kode ulang membunuh ribuan mereka.
Tugasmu adalah untuk bertahan.
Vassili terlahir untuk menembak. Itu yang dia ketahui.
Kau dan aku terlahir untuk tujuan yang berbeda.
Jika Vassili disini, dia akan mengatakan hal yang sama.
Dimana dia? Dimana Vassili?
Tundukkan terus kepalamu.
-Katakan padaku dimana dia. -Tetap di dalam pipa, Tania.
Terus di dalam. Terus di dalam! Tundukkan kepalamu!
Perlahan.
Jangan tembak.
Dia di sebelah disana.
Apa kau lihat pilar di depanmu?
Aku mau kau memutar membelakanginya.
Ayo.
Tania, aku mau kau ambilkan pecahan kaca yang besar.
Pecahan kaca.
Apa kau lihat tempat pembakaran kapur...
di belakangku di sebelah kiri pabrik?
Ya? Aku tak bisa mendengarmu.
-Ya. -Ya.
Apa kau lihat...
kedua celahnya?
-Ya. -Kau lihat salah satu...
dengan celah yang rusak?
Ya.
Aku ingin kau melakukan ini.
- Kau siap? -Ya.
Tiga... dua... satu...
Hello, Sacha.
Dia ada ditempat yang kau katakan.
Hampir disana.
Dia sangat pintar.
Ceritakan padaku tentangnya.
Kenapa kakeknya yang mengajari dia menembak bukan Ayahnya?
Ayahnya meninggal. Ibunya juga.
Apa dia membicarakan Ayahnya?
Tidak. Dia tak mengenalnya.
Apa dia sekolah?
Dia tahu cara menulis. Dia membalas banyak surat.
Hmm. Apa wanita yang menulis padanya?
Semua orang menulis padanya.
Apa ada wanita yang dia cintai di desanya?
-Bukan di desanya, disini. -Apa wanita itu mencintainya?
Ya, karena dia tampan.
Karena dia berani dan wanita itu sangat cantik.
Aku tahu wanita itu dengan baik. Dia dari lingkunganku.
Dia masuk universitas. Mereka sama-sama rupawan.
Dimasa yang akan datang, mereka berdua akan menikah.
Paling tidak menurutku begitu.
Dan kau, Sacha,
Mengapa kau membantu Jerman?
Karena mereka lebih kuat. Karena mereka akan memenangkan perang.
Dan karena kau suka cokelat, huh?
Semua orang disini, mereka akan mati.
Jadi setiap malam saat mereka berhasil kembali,
itu adalah bonus.
Maaf.
Jadi setiap cangkir teh,
setiap rokok...
menjadi sebuah perayaan kecil.
Karena untuk kebanyakan kami, ini mungkin yang terakhir.
Ini adalah sesuatu yang harus kau terima disini.
Semua orang menikmati waktunya.
Di hutan, serigala hidup selama tiga tahun,
keledai sembilan tahun.
Jadi, itu pasti peribahasa dari Urals.
Itu tak masuk akal bagiku.
Keledai hidup lebih lama karena mereka lebih berguna.
Kalau begitu masuk akal.
Tak ada keledai di dalam hutan.
Kau mengarangnya.
Jadi... aku seekor keledai?
Orang seperti kau dan Danilov...
harus bertahan dari ini.
Orang yang membaca buku, punya pendidikan.
Kami akan membutuhkan kalian setelah perang ini berakhir.
Dan jika kau bertahan hidup?
Apa yang akan dilakukan Vassili Zaitsev yang tak berguna saat itu?
Aku ingin bekerja di pabrik.
Kakekku pernah sekali mengajakku ke pabrik.
Ada seorang pria, di tempat tinggi...
berjalan.
Dia tak menggunakan baju biru seperti yang lainnya.
Orang-orang yang dia awasi tak mengerti apa yang dilakukaannya.
Tapi baginya, baginya di atas sana,
itu sederhana; jelas.
Dan kupikir, "Suatu hari, aku bisa jadi sepertinya."
Sedih memmpunyai mimpi yang kau tahu tidak akan terjadi.
Mengapa tidak?
Kau akan melampaui hidup kami semua.
Hmm.
Kau akan jadi keledai paling tua di hutan.
"150 meter terhampar antara Jerman dan sungai Volga."
"Hari ini seluruh dunia melihat 150 meter ini."
"Itulah yang membuat Stalingrad.."
"...menjadi ibukota peperangan."
Temanmu, Tania.
Kau bertemu dengannya?
Dia tetap di sini dengan para penembak jitu.
Beritahu Mayor bahwa para penembak jitu kita...
...akan membantu penyerangan di pabrik.
Beri tahu kalau Vassili akan berada di sana.
Aku perlu bicara padamu.-/ Tentu.
Aku perlu bicara padamu.-/ Tentu.
Danilov.-/ Hmm?
Kau harus berhenti menulis tentang diriku.
Aku tidak ingin mendapatkannya karena aku tidak cukup baik.
Cepat atau lambat dia akan membunuhku.
Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak bicara seperti ini.
Kali ini berbeda.
Kau mengarahkanku untuk menjadi...
...seseorang yang bukan aku.
Aku tidak bisa membawa beban ini lagi.
Aku ingin berperang sebagai tentara biasa.
Aku mengerti.
Masalahnya kau bukan tentara biasa. Kau tentara luar biasa.
Tidak. Aku menjadi seperti yang kau inginkan.
Tidak lebih.
Kenapa kau bilang ini sekarang?
Apa yang terjadi?
Apa yang berubah?
Kau bicara pada Tania demi aku?
Ya.
Apa dia akan mempertimbangkannya?
Aku tidak tahu.
Dia harus. Dia menjadi lebih aman. Kau tahu itu.
Ya.-/ Akan lebih mudah untuk memindahkan dia.
Jerman sedang mempersiapkan serangan ke pusat kota.
Perang propaganda ini penting untuk moral. Kami sangat membutuhkanmu.
Sacha. Tunggu. Sacha!
Beritahu apa yang kau tahu, Sacha.-/ Halo, Sacha.
Ada debu di sepatu Mayor.
Sacha telah meyakinkan mayor bahwa dia pergi ke sisi lain.
Aku tak harus memberitahukanmu risiko yang diambilnya.
Debunya kuning. Hanya satu tempat terdapat debu seperti itu.
Di belakang pabrik kimia, bertebaran di sepanjang rel.
Bagus.
Sacha...
Tunggu aku di luar.
Danilov.
Kau tidak berhak menggunakan dia.
Tidak, aku tidak menggunakannya, Vassili.
Dia melakukannya atas kemauan sendiri.
Kau tahu kenapa?
Karena dia percaya padamu!
Besok pagi kita akan mengambil alih pabrik kimia.
Sacha telah memberitahu Mayor kau akan di sana.
Jadi sekarang kau tahu di mana kau harus menunggunya.
Di tengah peperangan.-/ Aku hanya menjalankan perintah.
Aku harap kau melakukan hal yang sama.
Aku tahu risikonya.
Kau akan baik-baik saja.
Ada Jerman di atas sana.
Kemarin orang-orang Rusia.
Kita tidak jauh sekarang.
Sacha.
Kau sedang memainkan permainan berbahaya.
Aku ingin kau menang.
Lihat? Teruslah menyusuri sungai.
Aman untuk beberapa saat.
Dia tewas.
Kami menemukan ini di mayatnya.
Tidak ada alasan bagimu berada di sini.
Maaf, Pak Jendral.
Tapi aku tidak percaya.
Ada pesawat terbang ke Berlin besok malam.
Kau akan berada di sana.
Oleh karena itu aku memerlukan kalung perwiramu.
Bayangkan bagaimana propaganda Rusia diuntungkan dari kematianmu.
Jika kau mati, kau tidak akan dikenali.
Kau sudah pernah hampir gagal.
Tolong ambil Penghargaan Perang ini.
Itu diberikan secara anumerta...
...kepada seorang Letnan di Divisi Infantri 116...
...yang tewas di sini pada hari pertama perang.
Yang tewas di sini pada hari pertama perang.
Dia anakku.
Jika pendaratan sampai ketahuan, semuanya gagal.
Kemarilah.
Apa yang kubilang?
Kau terlalu banyak memainkan biolamu!
Jika dia sampai tewas, kita akan tenggelam!
Yah, kau yang tenggelam.-/ Itu tidak benar.
Ini didapatkan dari orang dari markas mereka.
Apa yang harus mereka lakukan? Menunjukkan tubuhnya di depan orang-orang kita?
Mereka berbohong.
Itu bagus. Sangat bagus
Tulis kalau begitu. Vassili Zaitsev belum mati!
"Ini sarapannya pagi ini."
"Ini fotonya sedang membaca koran hari ini." Kau tulislah.
Apa?
Kau tidak akan menyerahkan pinggir sungai.
Aku tidak peduli meski kau kehilangan setengah anggotamu!
Hilang setengah anggotamu atau dirimu sendiri!
Dia sudah kembali?
Dia akan kembali secepatnya.
Serangan Jerman memutuskan sambungan. Itulah mengapa dia terlambat.
Bisa kita pergi keluar?
Aku menulis pada Ibuku tentang kau.
Dia ingin aku memberitahumu, setelah perang usai...
...apapun yang kau butuhkan...
...keluargaku ada untukmu.
Kau tahu aku di sini untukmu.
Mereka bilang Vassili sudah mati.
Vassili Zaitsev tidak akan melihat yang dicintainya lagi.
Menyerah! Hanya ini harapan kalian.
Kau marah.
Karena Zaitsev mati?
Tidak perlu menyembunyikannya. Jangan malu soal itu.
Kau orang Rusia seperti dia.
Jangan dengarkan mereka.
Itu hanya propaganda.
Dia tidak mati.
Kau tahu kenapa?
Karena aku belum membunuhnya.
Aku akan memberitahumu rahasia.
Hanya kau, karena aku tahu aku bisa mempercayaimu.
Tapi kau harus berjanji kau tidak akan memberitahu yang lain.
Kau janji?
Aku menemukan titik bagus.
Tempatnya ada setelah pintu keluar stasiun kereta.
Aku akan bersembunyi di dalam menara air.
Besok, aku akan menunggunya di sana.
Kau akan lihat. Dia akan berada di sana.
Dia selalu begitu.
Aku juga ingin kau berjanji kau akan tetap berada di rumah.
Kau janji?
Bagus.
"Kita tahu dia masih hidup dan tidak akan mengecewakan kita."
"Karena dia adalah bagian dari kita sekarang. Vassili itu abadi."
Dari mana saja kau? Kami mencarimu di mana-mana.
Kau tidak dengar? Aku mati.
Akhirnya penembak jitu ternama Zaitsev.
Vassili sudah mati.
Yang asli.
Aku.
Aku tertidur...
...dan aku melewatkan kesempatanku.
Dan aku meringkuk di pojok, bersembunyi...
...dari orang yang ingin membunuhku.
Aku akan bicara pada Kruschev.
Dia akan mengirimmu kembali ke divisimu yang lama.
Dimana Tania?-/ Dia di pengungsian.
Aku dari pengungsian.
Aku bilang padanya kau belum mati.
Mayor juga bilang begitu. Katanya orang Jerman lain berbohong.
Dia bilang padaku kau menunggunya di stasiun.
Vassili.
Vassili.
Vassili.
Sacha sayangku.
Sudah ku duga.
Vassili.-/ Tania.
Aku tahu kau belum mati.
Bagaimana bisa?
Karena kita baru saja bertemu.
Aku berdoa untuk pertama kalinya sejak aku masih kecil.
Ketika aku membuka mata, Sacha ada untuk...
...memberitakan berita baik.
Kupikir dia menyayangimu lebih daripada aku.
Kepada pejabat militer yang berkuasa...
...aku meminta perhatian komandan atas...
...perubahan pada sikap tentara Vassili Zaitsev.
Dia telah beberapa kali mencoba untuk kabur dari tugas...
...menyampaikan keraguan akan kesempatan menang kita...
...dan mengatakan hal tidak benar di muka umum.
Durasi duel tak terhitung...
...dengan penembak jitu Nazi hanya bisa dijelaskan...
...dengan ketidakpercayaannya akan komunis.
Selamat pagi, Sacha.
Sekali lagi, dia tahu persis di mana bisa menemukanku.
Tidakkah kau pikir itu aneh?
Selain aku, hanya kau yang tahu.
Aku tidak sulit mengerti dirimu, Sacha.
Kau melakukan hal yang sangat berani.
Kau sudah memilih kemahmu. Aku menghormatinya.
Tapi ini bukan kemahku.
Kita berdua tentara.
Kita berdua musuh jadi aku tahu kau mengerti.
Aku merasa sedih kau tidak menepati janjimu untuk tetap berada dirumah.
Aku merasa sedih karena kau berusaha membantuku.
Aku tidak pernah melihat orang yang cemberut waktu tidur.
Berapa lama kau memperhatikanku?
Sepanjang malam.
Kau mendengkur selama berjam-jam.
Aku tidak mendengkur, 'kan?
Seperti babi!
Apa aku juga bicara dalam tidur?
Ya.
Ada sesuatu yang harus kuberitahukan padamu.
Di atas kereta...
...menuju kemari...
...kita ada di gerbong yang sama.
Tidak.
Aku melihatmu.
Kau sedang membaca kemudian jatuh tertidur.
Aku tidak berani melihatmu, kau sangat cantik.
Itu menakutkan.
Setelah itu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu.
Itu membuatku tersenyum.
Lalu aku memikirkan orang-orang yang akan membawamu...
...yang akan membuatmu tertawa.
Betapa beruntungnya mereka.
Dan sekarang aku yang berada disampingmu.
Dan sekarang aku yang berada disampingmu.
Aku mendengkur?-/ Seperti babi.
Apa?
Ya Tuhan!-/ Oh, tidak.
Ya Tuhan!-/ Tania, jangan.
Tania, jangan!-/ Tidak, lepaskan aku!
Lepaskan aku!-/ Ini yang diinginkannya!
Ini yang diinginkannya.!-/ Lepaskan aku!
Tidak, dia akan membunuhmu!-/ Lepaskan aku!
Dia akan membunuhmu, kemudian aku.-/ Lepaskan aku!
Lepaskan aku!-/ Ini yang diinginkannya! Aku akan membunuhnya.
Aku janji akan membunuhnya.
Aku akan mengambil senapannya demi kau. Aku janji Tania.
Aku membutuhkanmu.
Kau harus pergi sekarang, Ny. Filipov. Stalingrad akan hancur.
Perahu terakhir akan berangkat. Jerman bisa sampai di sini kapan saja.
Dia sudah membawakanmu tiket. Kau akan aman di sisi lain.
Kumpulkan barangmu dan kami akan membantumu ke daerah pendaratan.
Aku tidak mau pergi. Ini rumahku.
Ini rumah Sacha-ku. Aku tidak bisa pergi.
Aku harus memberitahumu sesuatu, Ny. Filipov.
Sesuatu yang sulit dipahami.
Ini tentang Sacha.
Dia sudah beralih ke Jerman. Dia mengkhianati negaranya.
Dia bersama musuh sekarang. Dia tidak akan kembali.
Ya Tuhan
Ya Tuhan.
Dia menjadi pengkhianat.
Kasihan sekali.
Apa yang dia lakukan?
Dia akan tinggal di sana?
Ya, dia akan tinggal di sana.
Aku tidak seharusnya mengatakan ini, Komisaris.
Tapi mungkin ini yang terbaik.
Jika Jerman menang, dia akan aman.
Aku tahu itu salah tapi mungkin dia sudah membuat keputusan yang tepat.
Oh, Tania!-/ Tania?
Oh, Tania!-/ Tania!
Ya Tuhan!
Aku butuh dokter! Dokter!
Aku punya tiket! Aku punya tiket!
Kau harus membiarkannya lewat.
Ku mohon!
Tidak ada gunanya. Dia tidak akan bertahan.-/ Tidak! Dia pasti bisa!
Dia putriku! Dia putriku!
Aku mohon padamu!-/ Baiklah.
Terima kasih!-/ Masukkan ini ke dalam perahu.
Aku sehat. Mereka memindahkanku ke tempat lain. Jaga kondisimu Sacha-ku.
Dimana dia?
Dimana Mayor?
Beberapa inci di depanmu.
Aku melakukan kesalahan, Vassili.
Manusia akan tetap menjadi manusia.
Tidak ada manusia baru.
Kami berusaha keras menciptakan masyarakat yang sama.
Di mana kau tidak perlu iri kepada tetanggamu.
Tapi selalu ada sesuatu yang diinginkan.
Senyuman.
Persahabatan.
Sesuatu yang kau tidak punya dan kau inginkan.
Di dunia ini bahkan di Soviet...
...tetap akan ada kaya dan miskin.
Kaya dalam harta.
Miskin dalam harta.
Kaya akan cinta.
Miskin dalam cinta.
Tania tidak akan kembali.
Dia sudah mati, Vasilli.
Dia terkena pecahan peluru. Itu terjadi sangat cepat.
Kupikir dia bahkan tidak melihatnya.
Dia sedang kembali ke arahmu.
Segera setelah dia melihat Ny. Filipov menuju perahu. Dia kembali untukmu.
Dia benar. Kau pria yang baik, Vassili.
Aku ingin menolongmu, Vassili.
Biarkan aku melakukan satu hal terakhir.
Sesuatu yang berguna untuk perubahan.
Biar kuberi tahu di mana Mayor.
Jangan lakukan itu!
DUA BULAN KEMUDIAN...
DUA BULAN KEMUDIAN... 3 Februari 1943
Hari ini, 3 Februari 1943, hari yang tak terlupakan bagi Hitler...
...dan ratusan dari ribuan tahanan Jerman.
Ini adalah hari yang tak terlupakan bagi tanah air kita.
Setelah 180 hari berperang...
...di pasar kota Stalingrad...
...dan hasil dari pengorbanan para tentara kita...
...komandan dari Tentara Merah kita yang jaya...
...menerima pernyataan menyerah tanpa syarat...
...dari kubu fasis Jerman.
Maaf, anak muda. Aku tak bisa menemukannya.
Aku tidak bisa menemukan nama yang cocok dibuku.-/ Bisakah kau mengecek sekali lagi?
Ini alamat dan namanya.-/ Dia tidak disini.
Ya, ini alamat kami tapi dia tidak di sini.
Ini alamat kami tapi dia tidak di sini.-/ Maafkan saya.
Dia menulis surat ke aku.-/ Sudah 3 kali. Dia tidak di sini.
Percaya padaku. Tidak ada yang bernama Tania Chernova. Aku tidak bisa membantumu.
Maafkan aku.
Beberapa kali menerima penghargaan Order Of Lenin, Vassili Zaitsev kemudian diangkat menjadi pahlawan Uni Soviet.
Senjatanya masih bisa dilihat sampai hari ini di Museum Sejarah Stalingrad beserta simbol kemenangan atas Nazi Jerman.
diterjemahkan oleh : ichan
ichansubmanga.blogspot.com
resync oleh : habier
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.