Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
- Yeong Hee! - Yeong Hee!
Yeong Hee!
Untukmu, untukmu.
Wah, terima kasih.
Hei, dengan begitu bisa-bisa ada 2 peraih medali emas Olympiade di keluarga kita?
Walaupun Yeong Sook Eonni seharusnya mendapat medali emas,
aku sudah cukup puas dengan memperoleh perunggu.
Hei, kau baru murid SMA sekarang ini.
Pada Olympiade kali ini aku sudah cukup bersyukur mendapat pengalaman.
Sekalipun kalian tidak memenangkan apa-apa, sedikitpun Ayah tidak merasa sedih.
Kalian adalah putri-putri yang membuat Ayah bangga.
Yeong Hee, segera keluar setelah ganti baju. Kita pergi makan yang enak-enak.
Baik, aku segera keluar begitu selesai ganti baju.
Cepetan ya. Sungguh menyenangkan.
Aku datang, datang.
Ayah harus bertugas lagi.
Belikan makanan yang enak buat Yeong Hee. Segera pulang setelah puas bermain.
Cheol Soo, guru konsultasi memintamu segera ke ruang konsultasi.
Rotimu kutaruh di sini ya.
Hari ini mereka akan unjuk muka?
Setidaknya jika mereka adalah orang-tua, pasti bisa.
Kau adalah Han Cheol Soo? Kenapa bengong di situ?
Ayo duduk!
Hei!
Cheol Soo.
Bagaimana kalau kau duduk sini sebentar?
Oh, ternyata Cheol Soo transfter ke sekolah ini baru beberapa waktu yang lalu.
Ada kesulitan beradaptasi?
Tidak apa-apa, sudah biasa.
Kedua orang-tuamu masih belum tiba?
Sudah kubilang, usaha Anda sia-sia saja.
Kedua orang-tua ku tidak akan hadir.
Apa pekerjaan ayahmu?
Dia sedang berada di dalam daftar pencarian orang polisi.
Bekerja berdua bersama dengan Ibumu pasti melelahkan sekali. Ya, kan?
Ibuku juga sedang berada di dalam DPO.
Ayah kunyuk ini
terkenal sebagai Hong Gil Dong di dunia permalingan artefak peninggalan budaya.
Han Dal Sik.
Walaupun berhasil mencegah peninggalan budaya diselundupkan keluar negeri secara diam-diam,
dia hanyalah seorang maling amatir yang menjual artefak hasil curiannya.
Jangan bergerak!
Bangsat tengik satu ini.
Tapi, Han Dal Sik tidak digigit oleh anjing-anjing ganas itu?
Ada gosip yang mengatakan jika dia mampu berkomunikasi dengan hewan.
Sekarang kalian berniat untuk menyantapku?
Cemilan ini akan kami nikmati dengan baik.
Ditambah Ibu anak ini dijuluki Kim Yu Na dunia pemalsuan.
Jo Kang Ja.
Bahkan penipu paling terkenal di bidang real estate di era ini, Park Gyeong Ja pun tertipu olehnya.
Kenapa bibir Anda begitu mirip buah ceri?
Raut wajah pun begitu membawa hoki.
Seluruh wajahmu terpancar aura keberuntungan.
Coba lihat bulu mata ini. Ya Tuhan! Benar-benar bulu mata unta.
Penampilan Anda terlihat bagaikan semuda anak kecil yang mencabut rumput di pinggir jalan.
Rumor mengatakan, begitu Jo Kang Ja membulatkan tekad,
sampai-sampai bukti bahwa Yesus itu orang Korea pun sanggup dia berikan dengan sempurna.
Sangat akurat.
Walaupun Jo Kang Ja telah menipu duit seorang penipu,
tapi tetap saja itu perbuatan yang salah.
- Jangan bergerak! - Kami adalah polisi!
Apaan ini? Tikus bangsat!
Maling-malingnya ke mana?
Bangjang-nim, foto apa ini?
-= Tangkap aku kalau sanggup. =-
Jika mereka memang sehebat yang digosipkan, tidak mungkin mereka akan muncul begitu saja.
Sudah pasti mereka tahu jika anak mereka sudah dikuntit.
Maksudku bukan mau bilang jika mereka pasti akan datang berpartisipasi dalam sesi konsultasi, kampret.
Hari ini adalah hari ulang tahun anak tunggal mereka.
Begitu ternyata.
Kalau begitu, sekarang yang seperti diriku... Maksudku...
butuh seorang sosok guru sepertiku, begitu kan?
Sudah datang tuh sekarang!
Omo!
Apa ini?
Halo, Seonsaeng-nim.
Kami adalah orang-tua Cheol Soo.
Walaupun kami ingin bertemu muka secara langsung untuk membahas masa depan putra kami,
Tapi dikarenakan alasan tertentu, terpaksa kami berkomunikasi melalui merpati pos.
Mohon pengertian Anda.
Seperti yang Anda ketahui
di Korea tidak ada universitas yang cukup bagus bagi putra kami sampai harus belajar banting tulang.
Kami juga tahu jelas.
Tapi yang meyakinkan dari anak ini adalah
seperti kedua orang-tuanya ia memiliki bakat alam yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Kami rasa Anda terlalu mengkhawatirkan masa depannya tanpa alasan.
Ditambah, Cheol Soo
pesta ulang tahunmu akan diadakan di restoran Alpha Bravo Tango.
Harus ekstra hati-hati jangan sampai dikuntit orang.
Anda sudah dengar, kan?
Hari ini adalah hari ulang tahunmu, Cheol Soo?
Iya.
~ Happy birthday.... to you... ~
~ Happy birthday.... to you... ~
~ Happy birth-- ~
Anu, terima kasih.
Masih ada yang ingin Anda katakan, Seonsaeng-nim?
Apa tipe idealmu?
Wanita yang usianya lebih muda dariku.
Aku harus menangkap kedua orang tua kunyuk itu hari ini dengan kedua tanganku.
Injak gasnya! Injak gasnya!
Iya, iya, ini lagi.
Injak gasnya!
Aigoo, Ajussi zaman batu itu.
Mau menguntitku dengan mobil rongsokan seperti itu?
Jika bisa menyusulku ya silakan.
Wah, lumayan juga nih!
Anak itu sedang mempermainkan kita, kampret!
- Benar-benar keterlaluan! - Enak? - Iya.
Tapi bukankah itu sedikit terlalu murah?
- Serius. - Lain kali traktir pakai uang kalian ya.
Cheol Soo, berhenti sebentar!
- Kenapa? - Berhenti sebentar!
Kenapa menguntitku?
Cheol Soo, ayo kita berbincang sebentar. Kunyuk! Hei!
Sudah kubilang aku tidak tahu di mana keberadaan ayah ibuku.
Orang yang kucari itu kau. Hei!
Kuhajar kau! Jangan melunjak!
Kaki! Kaki! kaki!
Kaki! Kaki! Kaki!
Bajingan!
Mobilnya terbalik.
- Yeong Hee! - Yeong Hee! Yeong Hee!
Yeong Hee! Sadarkan dirimu, Yeong Hee!
Bagaimana ini?
Tolong!
Yeong Sook! Yeong Sook!
- Sadarkan dirimu! - Ayah!
Ayah!
Yeong Hee! Apa ini?
Yeong Sook!
Yeong Hee! Sadarkan dirimu, Yeong Hee!
Yeong Hee! Sadarkan dirimu!
- Yeong Hee! - Yeong Hee!
-= Enemies in-Laws 2=-
Aku adalah kartu As Klub Malam RTV, Mimi.
Aku adalah hidden card Klub Malam RTV Ai Sa.
Kartu As, ayo duduk di sini.
Hidden card, tolong ngumpet di sudut dapur. Sana!
Candaan Oppa ini sungguh keterlaluan.
Aku dikarenakan belakangan ini sering stres jadinya agak boom ba ra boom.
Demi mencari sesuap nasi, aku minum banyak sekali.
Kondisi kesehatanku juga tidak begitu prima.
Ini hidden card?
Tapi wajahmu terlihat begitu familiar. Kita pernah bertemu di mana ya?
Oppa, jurus kampungan apa itu?
Masa Oppa tidak tahu?
Dalam lingkungan ini kami sangat populer lho!
Bos tempat ini khusus mengundang kami berdua.
Apa kata bos?
Percaya atau tidak kucolok juga tuh bola matamu. Sialan.
Keluar!
Tapi, ini apa?
Hei! Hei! hei!
Jangan sembarangan pegang!
Masa boneka beruang ini jauh lebih berharga dibandingkan dengan aku, Mimi? Ha?
Dibandingkan dengannya...
Dibandingkan dengannya Ai Sa jauh lebih cantik, ya kan?
Aku yang duluan!
Tidak boleh! Lepaskan! Masih tidak mau lepaskan?
Apa kabar, anak-anak?
Sungguh disayangkan. Aku, Mimi, adalah Sam Timjang kantor Kepolisian Gangnam, Park Yeong Hee.
Apa?
Walaupun penampilan Ai Sa tidak begitu original untuk profesi ini, tapi aku juga seorang polisi lho!
Sini kau! Sini! Sini!
- Mau kabur ke mana? - Sialan!
Dasar!
Hei! Hei! Ayo cepat! Cepat! Cepat!
Hei berhenti! Kau tidak akan bisa kabur.
Sudah kubilang kau tidak akan bisa kabur.
Sudah kubilang ini buntu. Sialan.
Ah, aku ingat sekarang!
Dari tadi aku merasa pernah kenal di mana.
Pemegang medali emas anggar Olympiade.
Sudah 7 tahun yang lalu. Benar-benar popularitas sialan. Terima kasih kau masih ingat.
Jika tidak ingin wajah cantikmu memiliki bekas luka,
sebaiknya kau secepatnya pergi dari sini.
Jika kau bisa meninggalkan sebuah luka kecil di tubuhku,
kau tidak akan kutangkap.
Ini anak benar-benar maksa orang main anggar.
Sekarang ini kau kutahan atas tuduhan melanggar Undang-udang obat dan psikotropika.
Tolong ampuni aku.
Borgol!
Itu yang kumaksud.
Kebetulan pas banget.
Nih!
Hmm... enak.
Enak?
Kubungkuskan untukmu ya?
Nih, nasinya.
Nasinya.
Ditambah dagingnya.
Tambah bawang putih.
Tambahkan sedikit rasa cintaku juga.
Ayo!
- Aaaaa.... - Aigoo... aigoo.
Aigoo, enak kan?
Enak sekali.
Tentu saja, siapa yang bungkus dulu dong!
Sialan, aku juga jadi pingin makan ssambap.
Tapi...
Pesta samgyeopsal yang sudah lama tidak dilakukan. Memangnya hari ini hari apa?
Hari ini aku berhasil meringkus para penyelundup narkoba yang telah setahun lamanya kuburu.
Sekalian aku mengambil beberapa puluh ribu Won uang imbalan dari Gwajang-nim dan memasukkannya ke dalam saku celanaku.
Aigoo anak anjing kami. Sungguh pintar dalam melakukan penyelewengan.
Ajussi polisi cadangan, tolong jangan tangkap aku.
Jangan dong! Jangan dong! Jangan dong!
Baiklah, kau tidak akan kutangkap.
Ayo makan! Kenapa tidak makan?
Cheol Soo, kau makanlah yang banyak.
Proses belajarmu lancar?
Mana mungkin tidak lancar?
Punya pacar secantik ini yang mendukungku.
Cheol Soo, begitu kepikiran kau sanggup bertahan hingga sejauh ini membuatku merasa bangga.
Tujuh tahun yang lalu, Hangeul saja belum tentu bisa lancar kau baca.
Sungguh patut dipuji.
Semua ini berkatmu. Jika saja saat itu aku tidak mulai berpacaran denganmu mungkin hari ini aku sudah menjadi sampah masyarakat.
Karena itu Han Cheol Soo, kali ini kau harus bisa lulus.
Jika ingin menikah denganku.
Aku tahu. Aku akan menganggap jika kali ini adalah terakhir kalinya aku melompat ke dalam bara api.
Kunyuk itu tahun depan akan kembali lagi.
Yeong Hee masih belum pulang? Sudah tahu dia yang paling disayang Ayah tapi masih juga begitu.
Makanya, tidak ada untungnya membesarkan anak perempuan.
Aku lebih mirip anak cowok.
Ayah, sekarang usia Yeong Hee sudah 26 tahun.
Dia tidak akan sambil melompat sambil memanggil "Ayah" dan berlari menghampirimu.
Tetapi bagaimana pun juga dia adalah anak yang tidak pernah menginap di luar.
Ayah ini benar-benar polos deh! Masa harus nginap dulu di luar baru bisa melakukan hal yang tidak baik?
Hei, kau tidak lihat sudah jam berapa sekarang? Masih juga makan nasi.
Masa Ayah cuma makan pada jam-jam tertentu saja?
Cepat lepaskan pegangan tangan kalian!
Cepat lepaskan!
Tidak mau lepaskan?
Tolong izinkan saya berpacaran dengan Yeong Hee.
Apa? Apa yang barusan kau katakan?
Saya sedang meminta izin untuk berpacaran dengan Yeong Hee.
Yeong Hee, kau diancam oleh kunyuk satu ini?
Tidak, aku juga menyukai Cheol Soo.
Hei! Kau tidak tahu siapa kunyuk ini?
Gara-gara bangsat ini kita semua hampir mati.
Tapi aku ini berkat Cheol Soo sehingga berhasil lolos dari maut.
Yeong Hee, masa kau tidak jelas siapa Ayah kunyuk ini?
Tahu, tapi apa hubungannya? Cheol Soo bukan orang jahat.
Hei! Kunyuk ini bukan orang jahat?
Dia adalah orang jahat yang semenjak lahir sudah mewarisi gen jahat dari kedua orang tuanya.
Gen jahat?
Bukankah Ayah sering bilang, terhadap seorang penjahat yang penting itu bukan dihukum tapi dididik.
Itu adalah kata-kata yang kuucapkan saat tidak ada hubungannya dengan putriku.
Sungguh mengecewakan.
Kenapa bisa Ayah berkata seperti ini?
Baiklah! Kalau begitu anggap saja keinginanku menjadi polisi itu tidak pernah terjadi.
Aku adalah seorang polisi yang bertugas untuk meringkus kedua orang-tuanya.
Mulai sekarang, aku tidak ada hubungannya dengan kedua orang-tuaku.
Sekalipun kedua orang-tuaku memutuskan untuk mencuci tangan, aku tetap merasa sudah sepantasnya mereka dihukum baru adil, Aboenim.
Aboenim? Siapa yang kau panggil Abeonim, kunyuk!
Ayah!
Hei kau! Melihat keluarga kami seharusnya kau sudah tahu. Keluarga kami sudah turun temurun menjadi polisi.
Almarhum ibuku adalah seorang polisi. Orang yang kunikahi juga polisi. Itu adalah budaya keluarga kami. Tapi kau?
Kalau begitu, aku juga jadi polisi. Puas?
Hei, darah Han Dal Sik dan Jo Kang Ja mengalir di tubuhmu. Dan kau bilang kau mau jadi polisi?
Saya, Han Cheol Soo, akan berusaha keras untuk menjadi seorang polisi.
Kemudian meminta restu darimu Abeonim dan berpacaran dengan Yeong Hee secara resmi.
Aigoo... Aigoo.
Tapi kau tahu lagu kebangsaan? Perkalian 9? Perkalian 9?
Bahasa Inggrisnya polisi apa?
CSI.
CSI?
CSI Miami?
Baiklah.
Jika kau bisa lolos ujian kepolisian, aku akan menyetujuimu pacaran dengan Yeong Hee.
Tidak, tidak. Aku akan menyetujui pernikahan kalian.
CSI.
Dia bilang CSI.
Aku sudah pulang.
Di hari seperti ini, kau dari tadi bersama kunyuk itu?
Hari seperti ini apanya? Tidak lebih hanya salah satu hari di mana seorang penjahat ditangkap saja.
Ditambah, bukan 'kunyuk' itu, tapi dengan Cheol Soo, teman priaku.
Aigoo, kau ini Chun Hyang ya?
Ini sudah berapa tahun? Dibandingkan dia berhasil jadi polisi, kemungkinan aku menjadi Miss Korea lebih cepat kali.
Kurangi makananmu! Kau mau ikut pemilihan Mister Korea?
Apa?
Dasar bocah kurang ajar.
Hei, di luar kau adalah atasanku. Tapi di rumah aku adalah Eonni mu. Tidak ada hubungannya.
Apa hubungannya atasan dengan masalah itu?
Ada hubungan atau tidak, makan tuh nasimu!
- Loyalitas! - Loyalitas!
Loyalitas!
Loyalitas!
Aboenim, sudah kubilang tidak usah setiap kali memberi hormat seperti ini.
Sekalipun itu menantu, tapi atasan tetaplah atasan.
Tokoh penting dalam dunia kepolisian. Jangan sampai digosipkan orang.
Kerjaan bagaimana?
Orang-orang yang di atas mungkin berpikir sebulan lagi aku akan pensiun. Disuruh mengantarkan ini ke perpustakaan juga termasuk sebuah bentuk perhatian.
Tinggal satu bulan lagi. Sudah sepantasnya Anda beristirahat dengan benar.
Lebih enak jika berkeliaran memburu Han Dal Sik dan Jo Kang Ja yang bagaikan duri dalam daging itu.
Lalu Anda lebih suka berkeliaran dengan bebas di luar?
Boleh gitu?
Atasan Aboenim adalah saya. Siapa yang berani bilang apa-apa?
Begitu ya?
Aku percayakan padamu ya.
- Loyalitas! - Loyalitas!
Sebelah sini?
Tidak bisa lewat sini. Silakan putar dari sebelah sana.
Sepertinya kau adalah orang baru di wilayah ini. Kau tidak kenal kami?
Siapa kalian? Tolong tunjukkan identitas diri.
Bagus, bagus. Orang baru ini belajarnya sungguh serius.
Loyalitas.
Silakan masuk.
Imut juga itu orang.
Eonni.
Sudah tiba?
Kasus ini berada di wilayah yurisdiksi kita. Kenapa bisa Tim Pencari Ilmiah Badan Kepolisian Nasional juga ada di sini?
Ini sudah bukan sebuah kejadian yang kebetulan lagi.
Itu adalah pembunuhan berantai?
Kejadian yang serupa seperti ini sering terjadi di wilayah Seoul belakangan ini.
Masuk ke rumah wanita kaya yang tinggal sendirian
setelah mencuri dan melakukan kekerasan seksual, korban dibunuh.
Ditambah banyak jejak kaki.
Yang juga berarti pelaku kekerasan seksual dan pembunuhan ini adalah sekelompok orang-orang.
Coba cek rekaman CCTV dalam radius 100 m! Siapa tahu kelihatan ada beberapa orang yang berkeliaran seperti sudah janjian.
Anakku yang malang. Seumur hidup tidak pernah melakukan pekerjaan berat ataupun hidup susah. Dosa apa ini gerangan?
Kerja sambil baca buku. Baca buku sambil kerja.
Pada awalnya kukira dia hanya bisa bertahan satu atau dua hari habis itu pulang. Tapi tidak disangka sekejab mata sudah 7 tahun.
Sifat gigihnya itu sungguh mirip aku, bapaknya.
Tidak hanya ulet. Dia malah berhasil lolos ujian akhir.
Kukira dia mirip aku seorang tokoh terkenal. Tapi tiada kuduga ternyata otaknya encer juga.
Haruskah seperti ini?
Nak!
Coba lihat, kau tahu ini apa?
Coba lihat sayapnya. Bukankah katanya kau ingin terbang?
Coba lihat dengan seksama.
Bisa sampai ke ruang angkasa.
Kau pernah membuka pintu mobil yang seperti ini?
Keren sekali, kan?
Hanya ini.
Nak, ini apa ya?
Hasil karya terakhir pengrajin jas Italia Alberto sebelum ajal menjemputnya.
Harganya 150 juta Won. Merupakan merek paling terkenal di muka bumi ini.
Dia sedang memohon padamu untuk segera mengenakannya.
Sudah berapa tahun hal seperti ini terjadi berulang-ulang?
Sudah kubilang tidak peduli bagaimana kalian berusaha menggodaku, aku tidak akan goyah.
Uang kotor yang Ayah Ibu dapatkan dengan berbuat jahat, sepeser pun aku tidak sudi.
Nak, menjadi seorang polisi adalah hal yang mustahil bagimu.
Tidak, aku pasti akan menjadi polisi.
Jika tidak ingin kelak ditangkap oleh anak sendiri, segeralah bertobat.
Apa katamu, kunyuk?
Kenapa demi seorang wanita kau tega bersikap seperti ini terhadap kami?
Makanya, sebelum bergulat mati-matian sebaiknya segera menyerahkan diri.
Sudah 30 tahun aku bertugas sebagai polisi. Bulan depan semuanya usai begitu saja.
Walaupun sebagian besar dari hidupku adalah berharga,
tapi tetap ada penyesalan yang tertinggal.
Terutama tidak berhasil menangkap kedua orang-tuamu walaupun aku menghabiskan hampir seumur hidupku memburu mereka.
Hari ini aku juga mencoba menasehati mereka supaya menyerahkan diri.
Kau lebih berpengalaman dalam hal menyuruh mereka menyerahkan diri.
Di dunia ini selain kau, tidak ada orang lain lagi yang sanggup membereskan mereka.
Kau sanggup meringkus dua orang itu?
Aboenim.
Tentu saja aku tahu ini tidak gampang.
Jika bisa dilakukan seperti yang kau rencanakan,
aku setuju kau dan Yeong Hee pacaran.
Aku pasti akan berhasil lolos ujian kali ini.
Jika aku menjadi seorang polisi,
mungkin ayah ibuku akan menyerahkan diri dibawah tekanan.
Bodoh!
Tahukah kau apa harapanku?
Bukan kedua orang-tuamu menyerahkan diri, tapi aku menangkap mereka dengan kedua tanganku.
Seumur hidup kau tidak akan bisa lulus ujian kepolisian.
-=Sebentar lagi masa ujian akan tiba.=-
-=Jangan terlalu dipaksa. Tidur dengan benar.=-
Setelah selesai kumur-kumur, aku akan segera berbaring dan tidur.
Jangan khawatir.
Baiklah.
Aku tahan seminggu.
Bukankah kau kusuruh tidur, bodoh?
Jika kau belajar dengan ekspresi yang menggemaskan, aku harus bagaimana?
Perasaanku tidak enak.
Jika kali ini tidak berhasil menghalangi si Cheol Soo,
akan membawa aib bagi keluarga kita karena adanya seorang polisi.
Kau tahu Iijei?
Lee Jae Hee?
Jae Hee...
Wanita yang kukenal?
Buta!
I-I-Je-I.
Artinya "musuhnya musuh adalah teman".
Aigoo, tolol banget. Aigoo!
Harus begitu ya?
Sampai jumpa, Ibu.
Sampai jumpa. Baik-baik ya, nanti baru Ibu jemput.
Kenapa justru pada saat seperti ini mobil kau masukkan ke bengkel?
Walaupun memang mobilnya rusak,
aku juga ingin ngobrol denganmu.
Masalah apa?
Belakangan ini kau merasa tidak puas denganku?
Lain kali baru dibicarakan.
Aku sedang nyetir sekarang.
Lihatlah! Bicara pun aku tidak bisa.
Kepalaku sakit dikarenakan masalah promosi akhir-akhir ini.
Kenapa harus marah-marah?
Lagipula, memangnya cuma kau saja yang kerja?
Aku sampai harus menjaga Se Mi sendiri selama sebulan.
Kalau memang begitu, kau berhenti kerja saja. Tidak usah kerja sekalian.
Sekarang bukan waktunya bicara seperti itu.
Kau cukup membantu aku seperti dulu.
Yang mau kutanyakan adalah kenapa belakangan kau seperti ini.
Bagiku masa-masa ini adalah masa-masa yang paling penting, kau tidak tahu?
Masa-masa seperti apa?
Sudah berapa kali aku bilang?
Banyak orang sanggup terbang sampai ke langit. Tapi yang sanggup mencapai alam semesta hanya beberapa.
Aku mau bisa terbang ke alam semesta.
Kalau ingin bisa terbang ke alam semesta jadi astronot saja. Kenapa kau jadi polisi?
Kau bodoh ya? Kenapa tidak mengerti bahasa manusia?
Aku sedang membicarakan promosi jabatan.
Jika aku hanya berdiam diri saja siapa yang akan memberiku promosi?
Aku harus melobi mereka yang di atas.
Melintas jembatan mencapai sumbu, menuang minyak dan menyalakan api.
Dengan begitu baru bisa mendapat promosi.
Memangnya aku pom bensin? Petugas pom bensin?
-=Aigoo, sialan. Takut orang tidak tahu kau polisi?=-
100%...
Suami putri sulungnya selingkuh.
Hei!
Suami yang selingkuh telah membantu kita.
Dulu waktu masih cinta padaku, selalu lengket denganku.
Sekarang ngomong apa dia mau terbang ke alam semesta.
Konyol!
Apa ini?
-Hi! -Hi!
Kalian adalah...
Aku bersumpah.
Baru pertama kali aku melihat agassi ini.
Kenapa begitu?
Chingu satu ini mungkin berpikir aku akan pergi jika tidak mendapatkan bukti?
Kalau begitu, tunjukkan buktinya padaku!
Oke, oke. Aku sudah tahu.
Aku tahu!
Jangan begitu, Polisi!
Kenapa? Mendadak teringat sesuatu?
Yang kubutuhkan adalah daftar tamu agassi ini.
Bawa ke mari!
Kalau itu sepertinya agak susah.
Aku tidak akan bisa bertahan di industri ini lagi. Aku bisa dikubur.
Mau sekali lagi?
Aku ambil, pembukuannya.
Harap tunggu sebentar, tunggu sebentar
Cepat! Cepat!
Polisi Kim, menyuruh menunggu telah merepotkanmu.
- Silakan kembali ke wilayahmu. - Baik.
Ditambah!
Kau tidak melihat apa yang terjadi barusan, kan?
Selamat jalan!
Sungguh imut!
Sialan! Pembukuannya sedang dibuat ya?
Gula darahku menurun drastis.
Gula darahku menurun drastis.
Aigoo...
Agassi yang cantik.
Aigoo, maaf.
Belilah sedikit sul-tteok buatanku.
Agassi cantik... akukah?
Di sini kecuali agassi, ada agassi cantik lainnya?
Ya ampun, Anda begitu bersusah payah.
Nek tua, Anda jangan khawatir.
Sajang tempat ini sebentar lagi kembali.
Daganganmu ini kubeli semuanya.
Benarkah?
Iya, iya.
Enak sekali.
Nek Tua...
Tapi, tidakkah Anda merasa situasi ini terasa mirip dengan dongeng?
Nek Tua, Anda adalah ratu dan saya adalah putri salju.
Dan ini adalah apel beracun.
Dasar ini anak, asalkan yang berhubungan dengan perut.
Tipe orang yang kotoran anjing yang tercecer di lantai pun dipungut untuk dimakan.
Gendut amat!
Coba lihat ini perut yang isinya eek semua.
Cheol Soo!
Yeong Hee!
Ada urusan apa kau di sini?
Habis makan siang ini lagi minum kopi.
TKP nya ada di belakang sini.
Tapi ada keperluan apa kau di sini?
Aku ikut topik kuliah di sebuah institut dekat sini.
Ini adalah pacarku.
Ini adalah atasanku.
Senang bertemu denganmu.
Sedang mempersiapkan diri ikut ujian masuk kepolisian?
Iya.
Jika hasil ujianmu bagus, kita akan menjadi rekan kerja.
Semangat!
Sudah makan siang?
Oh, aku hampir terlambat. Aku duluan ya.
Baiklah, nanti kau kutelepon.
Sana!
Sekalipun harus berbesanan,
tapi bukankah kau menentang penangkapan kedua orang-tuamu?
=Membocorkan bukan berarti aku menangkap mereka.=
=Aku hanya memberi petunjuk buat Aboenim.=
Kenapa berubah pikiran?
=Tiga hari lagi adalah hari ujian yang menjadi penentu nasib.=
=Sebelum hari itu tiba, tidak tahu tindakan apa yang akan diambil oleh kedua orang-tuaku dalam upaya menggagalkanku.=
=Aboenim juga tahu jelas, aku telah mempertaruhkan semuanya demi ujian kali ini.=
=Ayahku bersembunyi di dalam altar patung Buddha emas yang ada di aula.=
=Dia berencana untuk beraksi setelah tidak ada orang.=
=Sekarang ini adalah kesempatan emas.=
Karena ayahku sudah bersembunyi.
Sekarang kondisinya dalam keadaan terkunci dan tidak leluasa bergerak.
Ke mana dia?
Sialan!
Apaan ini?
Omo, Han Dal Sik!
Jangan bergerak!
Kenapa patung Buddha kau genggam begitu erat? Sungguh kasihan. [B. Korea "Patung Buddha" dan "Kasihan" adalah homonim]
Ada tempat yang harus kita tuju bersama.
Omo!
Han Dal Sik!
- Jo Kang Ja! - Anjing, kalian jangan mendekat!
Kalian jangan bergerak!
Jika terlihat ada sesuatu yang mencurigakan,
anak-anakku tidak akan tinggal diam.
Jika keluar dari dalam air, serang mereka tanpa ampun.
Maksud Anda kedua wanita dan Pak tua itu?
Anjing gila! Tidak usah berpura-pura baik!
Tetap saja, kalau wanita sepertinya agak gimana gitu.
Hari ini akan kedatangan beberapa ekor anjing betina baru.
Hentikan semua omong-kosong ini!
Mau apa kalian menculik kami?
Kami ingin berbincang-bincang dengan Det. Park termasuk anggota keluarga Yeong Hee yang lain.
Ujian kepolisian Cheol Soo sebentar lagi akan tiba.
Tidaklah kalian menanggapinya sedikit terlalu santai?
Di antara anggota keluarga kalian tidak ada satupun yang tidak setuju Cheol Soo jadi polisi?
Si otak batu itu tidak akan lulus ujian. Untuk apa kau berkoar-koar di sini?
Omo! Apa? Otak batu?
Gadis yang seperti daging babi bengkak punya hak apa mengomentari putra kesayangan orang lain?
Apa? Daging babi bengkak?
Sudah selesai membacot belum kau? Dasar!
- Hei! Hei! Hei! Hei! - Memang benar mirip daging babi bengkak.
Cheol Soo... sebenarnya lulus ujian yang terakhir kali itu.
Putri sulung...
...kau masih ingat 6 bulan yang lalu semua komputer di kantor kepolisian terserang virus yang membuat semua orang kelabakan?
Itu karena aku mau memanipulasi nilai hasil ujian masuk akademi kepolisian.
Lulus?
Lalu mau apa kalian sebenarnya?
Meskipun kami tahu jelas jika Det. Park ingin sekali bisa menangkap kami sampai mau gila rasanya,
tapi jika Cheol Soo menjadi polisi dan kemudian menikah dengan Yeong Hee,
suka tidak suka kita akan menjadi besan.
Haruskah seperti itu?
Putri sulung yang di sana...
jika besan dari pihak istri adalah seorang penjahat terkenal,
tidak akan mempengaruhi masalah promosi atau semacamnya?
Terus, daging babi bengkak yang di samping juga.
Karena itu pikirkanlah dengan baik-baik!
Menangkap kami adalah prioritas utama
atau mencegah Cheol Soo menjadi polisi lebih penting?
Kalau begitu, mari kita bekerja sama sampai batas waktu tertentu.
Keluarga kalian menggunakan cara kalian sendiri dalam menghalangi Cheol Soo ikut ujian,
dan kami menggunakan cara keluarga kami memperkuat aksi pencegahan.
Ayo, mari kita buat dia cheol soo! [B. Korea "Cheol Soo" dan "mundur" adalah homonim]
Tua-tua tapi kreatif.
Cheol Soo (mundur)... benar-benar lucu. Cheol Soo.
Apaan ini?
Apa pendapat kalian?
Aku secara pribadi tidak suka jika Cheol Soo lolos ujian.
Walaupun merasa bersalah pada Jeong Hee,
tapi demi keluarga, kuharap suatu hari dia bisa mengerti.
Akhirnya besok akan segera tiba.
Ujian kali ini harus lulus. Harus membalas cemoohan dan ejekan anggota keluargaku.
Kali ini pasti tidak akan gagal.
Kau pasti bisa, Han Cheol Soo.
Malam ini tidur pagian. Harus tidur. Tidur yang cukup.
Dasar bajingan tengik, nyalimu cukup besar juga! - Justru karena kau begitu makanya aku tidak tahan. - Hei! Jangan ikuti aku! Jangan ikuti aku!
- Ibu! Ibu! - Ada apa sih?
- Ibu! - Hei! Mari kita tidur!
- Kenapa aku mau tidur denganmu? Ibu! - Maaf, tapi bisakah kau meraung di tempat lain?
Hei! Hei! Tampangmu mirip sekali dengan pacarku. Turun kau sini!
Ibu!
Ajussi, dia tidak jawab teleponnya.
Iya, iya, aku tahu.
Halo? Bagaimana ini? Hei! Hei! Makan ini!
Kutangkis.
Dasar pemabuk! Berapa banyak dia minum sampai seperti ini keadaannya? Dasar.
Tidak apa-apa. Aku mulai tidur saja sekarang. Tenangkan pikiran.
Oppa! Kenapa sih? Sudah kubilang aku lagi tidak kepingin.
- Tidak apa-apa, tidak apa-apa. - Sini dong!
Tidak mau, aku benar-benar tidak mau. Bisa kedengaran sama tetangga.
- Sudah kubilang tidak apa-apa. Ayo sini!
Kenapa sih? Tidak mau begituan?
Aigoo, sialan.
Hei!
Oppa, sepertinya tetangga sebelah sedang menggedor.
Tidak apa-apa. Itu cowok jauh lebih ganas dariku biasanya.
Biar aku yang bayar biaya nginap di motel. Tolong deh!
Bagaimana ya? Pacarku tidak suka sembarang motel.
Tidak mau! Tidak mau! Tidak mau motel.
Anda sudah dengar, kan?
Terima kasih.
Hanya tidur 2 jam juga tidak apa-apa. Dua jam cukup lama. Asal bisa pulas.
Ah, sialan!
Nak, maaf ya. Tapi seru juga nih!
Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa begitu? Sialan!
Tunggu, ada yang harus kami verifikasi. Tolong tunjukkan kartu identitasmu.
Dapat laporan jika di sekitar daerah sini ada korban pemalakan. Benar-benar sial.
8911061008982 Han Cheol Soo. Tolong konfirmasi identitasnya.
Tolong dipercepat. Aku ada ujian penting.
- Kau berhasil kami ringkus. - Apa sih ini?
Anda ditahan atas tuduhan pemerasan.
Mana mungkin? Aku tidak bersalah.
Aku harus pergi ujian. Beneran, Ajussi.
Dasar! Jangan khawatir. Begitu sampai di kantor polisi, kau akan kami periksa dengan seksama.
Anu, Ajussi. Tidak akan memakan waktu lama, kan?
Ah, tergantung sejujur apa kau nanti.
Ada apa sih ini sebenarnya?
Wah! Itu! Itu! Itu!
- Apa? Apa? - Sialan! Cari mampus ya?
Hei! Cepat tangkap dia!
Hei! Cheol Soo bangsat satu ini!
Larinya cepat sekali.
Ayo! Coba saja halangi aku. Kalian tidak akan bisa menghalangiku. Dengan ilmu yang hanya segitu.
Oke!
Maknae Nunim, sudah cukup. Tolong minggir.
Keluarga kami dan kedua orang-tuamu tidak berharap kau menjadi seorang polisi.
Aku melakukannya bukan demi orang lain, tapi demi Yeong Hee yang malang aku harus ikut ujian ini.
Lakukan seperti kehendakmu. Ayo!
Aku pasti akan ke sana.
Mau ke mana kau? Ke mana?
- Mau ke mana? - Nunim. - Aku bukan Nunim mu.
Oke! Nyerang aku? Ayo, pukul aku ayo!
Nunim, tolong biarkan aku ke sana.
Kalau itu sih tidak bisa.
Sialan!
Kepalaku... kepalaku.
Tempat apa ini? Masih hidupkah aku?
Oke, oke, tidak terlambat.
Ajussi, tunggu! Tunggu! Tunggu!
Wah! Tidak terlambat.
Apa sih ini?
Maaf.
Wah, bau apa ini?
Maaf... maaf...
Kk--kk--kenapa?
Ini adalah kursiku.
Lho, benar ini tempatku kok!
- Kok bisa? Nomorku adalah-- - Ini punyaku.
Benar, tidak salah di sini.
Aku mencintaimu.
Maaf, Anda mau ikut ujian kepolisian? Kalau benar setelah keluar dari pintu, belok kanan terus lurus.
Di sana ada tempat mandi. Tolong ke sana dulu.
Kondisi Anda sekarang ini tidak cocok ikut ujian. Jadi polisi juga tidak sepenting itu.
Anda mau ke sana, atau mau maju ke depan dua langkah.
Terserah jika orang-tua Cheol Soo berusaha mencegah, tapi kenapa Eonni kalian juga begitu?
Kami juga keberatan jika harus berbesanan dengan keluarga maling.
Kau sudah lupa? Cheol Soo telah memberiku sebuah bekas luka yang tidak akan pernah terlupakan?
Tolong jangan ungkit masalah Olympiade sialan itu lagi.
Dulu Eonni pernah menderita luka yang lebih parah tapi tidak keberatan.
Kau kalah di Olympiade bukan karena Cheol Soo, tapi gara-gara kepuasan dirimu sendiri.
Hei, sudah selesai kau bicara?
Dan juga Eonni, aku tahu jelas kau melakukannya demi promosi jabatan kakak ipar.
Tidak usah menggunakan alasan membawa aib bagi keluarga.
Baiklah, jika kalian semua bersikap sangat egois aku juga akan bersikap egois.
Hei! Hei!
Hei Maknae, kenapa pulang basah kuyup kehujanan? Belilah payung satu, harganya juga tidak seberapa.
Pacaran dan nikah itu tidak sama. Sekarang ini kau boleh mengeluh membenci Ayah dan kedua eonni mu.
Tapi setelah kau bertemu dengan seorang pria yang baik dan memiliki anak, pada saat itulah kau baru bisa memahami kami.
Maknae! Maknae!
Hei! Hei! Hei, Yeong Hee! Malam-malam begini mau ke mana kau?
Aku mau hidup bersama Cheol Soo.
Tunggulah setahun, kau akan bisa melihat cucumu yang cantik.
Baiklah, kau mau memiliki bibit maling?
Menurutmu kelakuan keluarga kita jauh lebih baik dari maling?
Sebaliknya, menurutku keluarga kita lebih membuatku merasa malu.
Berkat kau, sekarang aku bisa meninggalkan tempat ini tanpa beban.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dar
Subtitle oleh: ~ Dark
Subtitle oleh: ~ DarkS
Subtitle oleh: ~ DarkSm
Subtitle oleh: ~ DarkSmu
Subtitle oleh: ~ DarkSmur
Subtitle oleh: ~ DarkSmurf
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Loyalitas!
Tolong minggir, tolong minggir.
Tunggu sebentar.
Kau sudah datang?
Korban kelima.
Kejadiannya terjadi sekitar jam dua pagi.
CCTV di lokasi apartemen dirusak?
Masalahnya modus operandi pelaku semakin lama semakin kejam.
Kali ini tidak hanya kekerasan seksual,
tapi pada mayat korban juga ditemukan bekas tusukan.
Pekerjaan korban apa?
Konsultan bedah plastik.
Isi ponselnya sudah kita periksa. Ternyata dia juga pernah menjadi wanita penghibur kelas tinggi.
Timjang-nim, coba ke sini sebentar.
Ada apa?
Yeong Hee, kenapa kau kabur begitu saja dari rumah kemarin?
Betapa khawatirnya Ayah.
Sekarang ini lagi jam kerja.
Ini anak... dasar!
Jadi kau mau kumpul kebo dengan Cheol Soo?
Sekarang ini dengan status sebagai atasanmu, aku memerintahkanmu untuk lanjutkan pekerjaanmu.
Sampaikan pada Ayah, begitu kasus ini selesai
aku akan mengundurkan diri menjadi polisi.
Aku akan melakukan apa yang ingin kulakukan bersama Cheol Soo dan hidup sesuai dengan caraku.
Cheol Soo, tolong jawab teleponmu.
Tidak peduli kau lulus ujian atau tidak kali ini, aku sudah bersiap-siap untuk menikah denganmu.
Karena itu tolong telepon aku balik setelah membaca pesanku.
Aigoo, Hyeongnim... Sudah berapa lama ini? Ada urusan apa?
=Kunyuk, masih berani tanya ada urusan apa?=
=Memang pernah aku telepon jika tidak ada urusan?=
Urusan besar? Kalau kecil lebih baik aku istirahat saja kali ini.
Karena putraku yang susah diatur, beberapa hari ini kepalaku pusing dibuatnya.
=Ada tiga buah lukisan Kim Hong Do yang belum pernah terbuka di publik yang akan dikirim ke Hong-Kong.=
=Menurut informasi begitu kapal mereka mencapai wilayah laut terbuka, lukisan itu akan diserahkan kepada pihak Hong-Kong.=
Bagaimana? Untuk setiap lukisan kau mendapat imbalan 1 milyar Won?
Aigoo, sungguh menggiurkan. Tentu saja aku bersedia.
Apa yang terjadi? Ini kan sebuah bangkai kapal?
Nak, ternyata aku ditipu mentah-mentah olehmu.
Gitu dong! Begini baru pantas disebut anakku.
Aku mau menangkapmu. Aku mau menangkapmu dan menjebloskanmu ke dalam penjara dengan kedua tanganku.
Dasar kunyuk! Sudah gila ya kau? Mau menangkap dan menjebloskan ayah kandungmu ke penjara?
Maling teriak maling juga harus tahu batas.
Pikirkan apa yang telah kau lakukan padaku, bangsat!
Anak sialan.
Hei, anak jahanam! Begitu kau memperlakukan ayahmu?
Aduduh, panggulku... panggulku.
Cheol Soo., Aku ngaku kalah.
Baiklah, tangkap saja ayahmu ini.
Maaf ya.
Harus begitu ya?
Detektif Park.
Han Cheol Soo.
Anak sialan!
Lepaskan kami!
Han Cheol Soo, sedang apa kau sekarang?
Aboenim, dulu Anda pernah bilang asal kan saya bisa menangkap kedua orang-tuaku, Anda akan merestui kami untuk menikah.
Nih! Sekarang tolong izinkan saya dan Yeong Hee menikah.
Sebenarnya kau tahu atau tidak siapa kedua orang ini? Mereka adalah orang-tuamu.
Sejahat apapun mereka, sebagai anak tidak boleh memperlakukan mereka seperti ini.
Segera lepaskan ikatan mereka!
Kau diam saja jangan banyak bicara.
Aku tidak sedang bercanda.
Coba perhatikan, di depan Aboenim adalah aib terbesar bagi karir Aboenim selama di kepolisian.
Jika Aboenim bersedia memberikan putrimu pada saya akan saya persembahkan padamu kedua orang-tuaku.
Di mana lagi bisa ditemukan transaksi sebersih ini, bukankah begitu?
Yeong Hee....
Kenapa Cheol Soo kau tampar?
Sudah usai semuanya.
Sekalipun Ayahku setuju, sekarang aku yang tidak bersedia.
Aku benci padamu. Sangat benci dan tidak sudi melihatmu.
Kita putus saja!
Semuanya sudah usai.
Sebenarnya aku juga sudah muak.
Terhadapmu, terhadap orang-tuaku, terhadap keluarga ini.
Kedua orang ini... terserah mau kalian perlakukan seperti apa.
- Cheol Soo! - Cheol Soo!
Aih, sungguh malang.
Sepertinya ada yang ingin mereka sampaikan. Mau dibuka saja itu ikatan dimulut?
Jangan! Jangan! Jika sampai dilepas, lingkungan di sekitar rumah kita bisa kacau.
Aku tuh tidak peduli apa pun itu keputusan Ayah, aku pasti akan setuju dan memberi dukungan.
Karena selama ini Ayah selalu menjadi panutan dalam hidupku. Objek dari visiku.
Semangat!
Setelah kupikir-pikir, aku merasa tidak sepantasnya kalian ditangkap dengan cara seperti ini.
Kali ini kalian kubebaskan. Cheol Soo dan Yeong Hee juga sudah putus.
Anggap saja kita sudah impas.
Tapi, dalam waktu setengah bulan sebelum aku memasuki masa pensiun,
aku akan mengejar kalian dengan gigih.
Satu lagi, masalahnya adalah opini publik.
Dengan meningkatnya jumlah korban menjadi 5 orang,
Jika pembunuhan berantai terhadap wanita ini sampai diekspos oleh media ke publik,
kemungkinan di mana pelakunya menghancurkan semua bukti kejahatan dan menyembunyikan diri sangat tinggi.
Jadi maksudnya waktu yang tersisa untuk meringkus pelakunya tidak banyak?
Bukan begitu, asalkan di beri sedikit waktu lagi
kami pasti akan membawa pembunuh itu untuk diadili.
Misi penangkapan akan dilaporkan oleh Detektif Park secara rinci.
Park Yeong Hee, silakan laporannya.
Park Yeong Hee.
Pertama-tama dengan memfokuskan perhatian pada rumah korban.
Perluas pencarian rekaman CCTV dalam radius 1km dengan seksama untuk mencari gerak-gerik yang repetitif.
Subjek yang dianggap mencurigakan sedang berada dalam tahap pemeriksaan.
Ditambah, informasi pertemuan rahasia perkumpulan yang menyewa jasa kencan wanita panggilan kelas atas juga harus kita selidiki lebih jauh.
Kami berencana untuk melakukan penyelidikan rahasia secara menyeluruh.
Kenapa tidak ikut menikmati?
- Aku sangat kaget. - Apa?
Dansa, main, ternyata begitu tidak berarti.
Tapi yang lain akan lebih berarti?
Orang pacaran sudah biasa bertengkar, minta putus, kemudian balik lagi, kan?
Maaf?
Aku sedikit banyak sudah dengar dari eonni mu.
Kami itu berusaha keras untuk tidak saling menyakiti atau marah terhadap satu sama yang lain.
Karena begitu kami berdua bertengkar,
kecuali kami berdua, semua anggota keluarga kami akan kegirangan.
Sepertinya kau sangat mencintai pacarmu.
Demi aku, dia melepaskan begitu banyak hal.
Sudah kusuruh kau ke sini.
Aku benar-benar tidak bisa melakukan hal seperti itu.
Sudah kubilang kau hanya perlu melakukan apa yang kusuruh.
Aku benar-benar tidak pernah ikut main sandiwara sedari aku masih di TK.
Kau jangan berpikir kalau itu akting, anggap saja sedang bekerja.
Besok hari H-nya ya! Persiapkan diri baik-baik!
Ini adalah perintah.
Tambahkan sedikit rasa cintaku juga.
Aigoo... aigoo... enak, kan?
Enak sekali.
Tentu saja, siapa yang bungkus dulu dong!
=Ya? Ini adalah hape Park Yeoong Hee.=
Ah, hapeku.
Halo, dengan Park Yeong Hee ya?
- Iya. - Titipan Kilat buat Anda.
- Terima kasih. - Baik, terima kasih.
Kabarnya secara diam-diam kau memutuskan untuk meniruku.
Dan menipu Ayahmu yang jagoan nomor satu itu.
Ternyata benar, darah itu tidak bisa disembunyikan.
Makanya, jangan hanya kasih ke ayahku saja tapi ke aku juga dong!
Aku kan juga harus menghidupi diriku sendiri.
Tentu saja aku sangat senang.
Tapi Nyuk, kau benar sudah menyerah mau menikah dengan polisi itu?
Jangan ungkit hal itu lagi.
Jadi aku dikasih job atau tidak nih?
Coba lihat bangsat satu ini.
Kalau begitu, untuk job pertama kau kuberi yang gampang-gampang saja.
Ada sebuah klub rahasia yang memasangkan para chaebol dengan para wanita.
Tolong periksa identitas semua pria yang ada di situ. Satu pun tidak boleh ketinggalan.
Baik, aku sudah tahu.
Dari antara mereka, cari seorang OKB yang bernama Kim Dong Cheol.
Ambil kalung yang selalu dikenakan oleh bangsat ini.
Dasar bangsat yang tidak tahu apa-apa.
Dia sama sekali tidak tahu jika kalung yang selalu dikenakannya itu adalah peninggalan Da Vinci.
Halo semuanya! Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan kalian semua. Saya adalah Kim Jun Ho, penyelenggara pertemuan rahasia ini.
Bidadari kami sudah mempersiapkan diri. Kalau begitu, segera kita mulai acara ini.
Pengenalan bidadari akan segera dimulai.
Betapa seksinya tubuh bidadari kami. Anda dipersilakan mengambil keputusan. Silakan masukkan sesuai dengan harga.
Bidadari nomor 1, Sica-Sica... Jessica. 34-24-34.
Kalau begitu, silakan masuk ke dalam air.
Masuk ke dalam air!
Seksi sekali.
Sekarang, nomor 2. Hyorin, Hyorin.
Yang pasti, orang kaya memiliki orientasi yang unik.
Wah, bodinya oke banget!
Kusuruh kau perhatikan cowoknya, cowok.
Iya, iya.
Tunggu sebentar! Coba kamera nomor 2.
Oke.
Sekarang nomor 9! Nomor 9! Mimi!
=Umurnya 21 tahun. 34-24-34.=
Yah! Mimi! Yang baru lewat adalah Mimi.
Sekarang nomor 10. Di mana nomor 10?
Aigoo...
Perkenalkan, ini adalah Ai Sa. Baiklah sekarang Ai Sa akan masuk ke dalam air.
- Ai Sa masuk ke dalam air! - Masuk ke dalam air.
Sekarang tinggal 2 pasang.
Mimi terus saja menanjak.
Ai Sa sekarang adalah 0 Won, 0 Won. Siapa yang milih Ai Sa kuberi dia 1 juta Won.
Bercanda, bercanda.
Ai Sa silakan tekan tombolnya.
Wah, Ai Sa 10 ribu Won.
5, 4, 3, 2, 1.
10 ribu Won. Jadi!
Pemeran utamanya mana? Di sini. Untunglah.
Ai Sa, sungguh penuh perasaan.
Sekarang harga Mimi adalah 10 juta, 10 juta. Para orang kaya, ayo cepat tekan tombol masing-masing.
Muncul harga 15 juta, 15 juta. Sekarang harga tertinggi adalah 15 juta.
Jangan begitu. Sekarang kita sedang berada di medan tempur.
Kalau tidak sanggup ya silakan mundur.
5, 4, 3, 2, 1.
Empat puluh juta! Empat puluh juta!
Masih terus menanjak.
Lima puluh! Hadirin semuanya, sudah mencapai 50 juta.
Enam puluh! Enam puluh! Enam puluh!
5, 4, 3, 2, 1.
60 juta! Jadi! Hari ini Mimi memperoleh harga tertinggi. Mari kita beri tepuk tangan yang meriah.
Baiklah, silakan bawa Mimi. Tapi jangan lupa harus kisseu.
Kisseu! Kisseu!
Oh! Fantastic baby.
Baik, demi merayakan semua berjalan lancar hari ini kalian kuizinkan untuk bermalam di luar semalam.
Minum sampai mampus. Barang siapa yang masih bisa berjalan dengan tegak keluar di sini harus dihajar.
- Angkat gelasnya! Bersulang! - Bersulang!
Tenggak! Tenggak!
Hei! Hei! Hei! Hei! Anak-anak! Makanlah dengan tenang!
Barusan siapa yang bicara?
Barusan kusuruh kalian jangan ribut.
Hei, anak-anak! Hari ini perasaanku sedang jelek.
Masa mudaku terbuang dengan percuma dan aku diputusin oleh wanita yang kupercayai.
Aku bisa apa? Mumet, mumet. Apa ini?
Kenapa begitu tinggi? Daging berlemak ya? Halo daging berlemak! Ayo bersulang daging berlemak.
Sudah lihat kan? Kubilang 1 lawan 17, seperti itu.
Wah, tangguh sekali.
- Ditinju berapa kali sampai jadi begini? - Cuma beberapa kali. - Ayo, nanti baru cerita.
- Kenapa 119 masih belum tiba juga? - Ajumma! - Ya Tuhan, apa ini? Ini, ini.
Hei, kalian begitu bongsor badannya masa bisa kalah? Apa ini? Hei, kau tidak apa-apa?
Setahun di penjara bisa bebas?
Setidaknya harus terpuruk seperti itu baru bisa menemukan semangat baru.
Aku juga tidak tahu mulai esok apa yang harus kulakukan.
Target yang ada sebelumnya juga sudah hilang.
Karena orang yang bisa menemaniku seumur hidupku juga telah pergi.
Aku malah tidak ingat aku dulu adalah orang yang seperti apa.
Siapakah aku ini?
Kedua orang-tuaku berharap aku akan menjadi orang yang seperti apa.
Berharap supaya aku menjadi orang seperti mereka?
Tidurlah dengan nyenyak.
Haruskah kita menyerahkan diri demi Cheol Soo?
Sekarang? Waktu ditangkap dan diseret ke depan Det. Park, susah payah baru dibebaskan.
Harga diri kita tidak mengizinkan.
Jangan mengungkit masalah harga diri. Gara-gara itu anak kita berubah menjadi seperti ini.
Kita sembunyi saja, termasuk Cheol Soo juga. Menghilang dari orang-orang selama beberapa tahun.
Setelah Det. Park pensiun, dia tidak bisa lagi menangkap kita secara resmi.
Bagaimana dengan putra kita?
Kita serahkan saja pada nasib.
Sebagai orang-tua, jika tidak bisa membantunya setidaknya jangan menghalanginya.
Ditambah, keluarga Det. Park yang telah membebaskan kita waktu itu...
sebelum kita menghilang, mungkin setidaknya kita harus membalas budi mereka.
Membalas budi?
Jika ekor terlalu panjang, bisa tertangkap.
Orang-orang ini benar-benar ingin meninggalkan sesuatu untukku sebelum aku pensiun.
Kalian berdua hadang jalan belakang!
Kalian berdua tunggu di depan pintu!
- Baik. - Baik.
Hidup suami istri sungguh harmonis. Nikmatilah dengan tenang.
Pada akhirnya juga akan terpisah. Masing-masing menjalani hidup di penjara.
Berhenti!
Pp--Pp--Papa mertua.
Am--Am--Ampuni aku, ampuni.
Ampun? Dalam kondisi seperti ini minta ampun?
Bangsat yang lebih rendah dari babi dan anjing.
Kau! Jika muncul lagi di hadapanku, kau akan mampus!
Iya.
Jika kau tidak sanggup melupakan wanita yang baru keluar tadi dan ingin berpisah dengan putriku, pisah saja.
Tapi, jika kau menganggap ini hanyalah khilaf semata,
mulai sekarang bersikap seperti tidak ada kejadian apapun yang terjadi.
Tapi, seumur hidupmu kau harus menjalankan hidupmu dengan membawa perasaan bersalahmu terhadap putriku. Mengerti?
Kau benar-benar psikopat! Psikopat!
Merasa teraniaya? Benar-benar aib bagi keluarga polisi.
Tidak tahu jika kau sedang sibuk atau tidak, tapi kuminta kau datang.
Tidak apa-apa jika hanya lebih kurang sejam.
Keren sekali. Setelan jas sangat cocok untukmu.
Karena aku bukan lagi seorang gembel yang akan ikut ujian. Ini barulah diriku yang sebenarnya, bukankah begitu?
Iya, persis seperti dirimu 7 tahun yang lalu. Masa-masa di mana kau berkeliaran tanpa tahu apa impian dan cita-citamu.
Setidaknya jauh lebih baik dibandingkan membuang waktu 7 tahun karena mimpi semu.
Jika masih mau ribut terus, aku permisi dulu.
Sekarang dikarenakan ada kasus penting, aku tidak mood untuk ribut denganmu.
Aku akan meninggalkan Korea.
Seperti yang kau bilang, di negara ini sudah tidak ada lagi harapan bagi seorang preman picisan sepertiku.
Lalu bagaimana caranya kau bertahan selama 7 tahun?
Karena dengan bodoh mempercayai apa yang dinamakan dengan cinta.
Benar, kan?
Ini juga yang ingin kukatakan.
Baiklah. Sekarang jalani hidupmu sesuai dengan keinginanmu.
Selama ini bersabar, telah menyusahkanmu.
Apa artinya itu?
Sayang sekali, tapi dari antara orang-orang yang dicurigai yang ada di klub itu
tidak ada tersangkanya.
Cairan yang ada di dalam tubuh korban juga
juga tidak sesuai dengan para pria yang ada di sana.
Kita kembali lagi ke nol.
Det. Park, selama ini demi menangkap kami kau lari ke sana ke mari. Telah menyusahkanmu.
Maaf, kami berencana mulai besok akan menyembunyikan diri.
Dan juga, jika ingin menahan kami suami istri...
sebaiknya kau harus berusaha keras di kehidupanmu yang akan datang.
Sepertinya sudah tumbuh sedikit perasaan negatif.
Ada sedikit penyesalan, bersalah, puas, dan tidak tenang.
Nak!
Jam segini ada urusan apa kau?
Sebelum kalian bersembunyi, berjanjilah padaku suatu hal.
Maaf, Anda ada urusan apa?
Telah menyusahkanmu. Kami tidak akan lama, tidak usah lapor ke atasan.
Maaf, siapa yang Anda maksud?
Loyalitas!
Maaf, di sana hanya ada laboratorium Tim Pencari Ilmiah yang ribet.
Harusnya tidak ada yang bisa dilihat oleh seorang Presiden.
Masa Anda tidak tahu?
Presiden adalah lulusan teknologi.
Ah, iya, iya, teknologi.
Sepertinya dikarenakan kasus pembunuhan berantai yang belum terpecahkan itu, sangat pusing.
Tidak hanya Yeong Hee, tapi kedua eonni-nya juga.
Kabarnya para pelakunya telah memperkosa dan memutilasi 6 orang wanita malang.
Karena mereka bukanlah orang-orang biasa.
Bukankah seorang maestro hanya pantas dihadapi oleh maestro juga?
Bantulah aku dalam hal ini.
Setelah itu kita bertiga menghilang tanpa jejak.
OK!
Nak, aku sudah mengirim daftar nama dan kartu rumah tangga korban ke sana.
Coba kau cari!
Apa ini? Siapa kalian?
Jangan ribut! Dasar!
Sudah lihat?
Tentu saja sudah lihat! Bodoh!
Bunuh?
Serius?
Ayo sama-sama!
Ini bukanlah pencurian yang dilakukan untuk menutupi pemerkosaan dan pembunuhan.
Modus operandi orang-orang ini memang adalah pencurian.
Tapi karena kejadian tidak sesuai dengan yang dibayangkan, pada saat wanita pulang lebih awal,
secara tidak sengaja terjadi pembunuhan dan pemerkosaan.
Tapi orang-orang ini sudah merasakan perasaan memerkosa dan membunuh.
Oleh karena itu, tidak berhenti melakukan pencurian.
Sebaliknya, mereka mulai menunggu hingga korban pulang ke rumahnya.
Ditambah, orang-orang ini tahu rahasia kehidupan korban sebagai wanita penghibur kelas tinggi.
Karena itu mereka tahu jika korban memiliki barang berharga dan uang dalam jumlah yang banyak.
Profesi yang memungkinkan mereka mendekati dan mendapat kepercayaan dari para korban.
Orang-orang yang mendapat kepercayaan dari sistem keamaan dan petugas keamanan.
Siapakah gerangan mereka itu?
Mereka ini bukanlah orang-orang dari kaum elite.
Kemungkinan besar mereka adalah orang-orang yang hidupnya susah dan berpenghasilan rendah.
Mereka yang dipenuhi dengan kebencian terhadap orang-orang yang mendapat uang banyak dalam waktu singkat.
Yang juga berarti mereka adalah orang-orang yang hidupnya susah.
Orang-orang yang paham sekali akan kehidupan sehari-hari para korban.
Ah, iya... aku sudah tahu.
Apa?
Apa itu?
Tersangka pertama adalah mereka yang bekerja sebagai kurir atau pengantar barang.
Kedua, kemungkinan besar latar belakang pendidikan mereka setara dengan S3 dari berbagai bidang.
Ketiga, setelah kasus pertama ada kemungkinan mereka telah bekerja di perusahaan yang berbeda dengan menggunakan identitas palsu.
Empat, Mereka tidak akur dengan supir kurir lainnya. Kemungkinan besar mereka selalu menyendiri di tempat kerja.
Terakhir, Yeong Hee...
pacaranlah dengan orang yang baik. Semoga kau bahagia.
Sekarang ini benar-benar adalah perpisahan, bukan?
Selidiki secara menyeluruh semua perusahaan kurir di Propinsi Gyeonggi, Seoul, beserta seluruh karyawan mereka.
Filter mereka yang berhenti bekerja dalam waktu 3 bulan terakhir ini.
Pastikan identitas mereka.
Cari mereka yang menggunakan identitas palsu.
Dan cari tahu nama asli mereka.
Jadikan mereka yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana atau di atasnya sebagai tersangka.
Rapat selesai.
Terima kasih.
Aku belum mengizinkanmu ke Amerika.
Karena sekarang situasinya gawat darurat,
begitu pelakunya tertangkap, kita segera bertemu muka.
Ngomong-ngomong, apa rencanamu setelah sampai di Amerika?
Tidak ada, aku hanya ingin berangkat duluan.
Barang-barang peninggalan budaya Korea yang dimiliki oleh Amerika ada sekitar 40 ribu lebih.
Di luar negeri juga ada banyak cara untuk menunjukkan sifat nasionalisme.
Aigoo, sudahlah! Serahkan saja masa depan anak ke dalam tangannya sendiri.
Jangan khawatir! Makanlah yang banyak ya, Anakku sayang.
Sedang apa dia memangnya? Kenapa tidak balas SMS ku?
Ya, Eonni?
=Oh Yeong Hee, kau sedang bersama dengan Kim Timjang?=
Tidak, kami baru saja pisah.
=Kalau begitu, lain kali baru telepon dengan Kim Timjang.=
=Sekarang mereka yang masuk ke dalam kriteria tersangka=
=adalah mereka yang sehari-harinya tidak berkomunikasi dengan rekan kerja di perusahaan kurir.=
=Tidak ada bedanya dengan arwah gentayangan.=
Seperti yang diperkirakan, mereka adalah orang-orang berpendidikan tinggi, kan?
=Ada seorang profesor yang sudah bekerja lama sebagai pembimbing ujian masuk PT di bagian informasi dan komunikasi yang mulai bekerja sebagai kurir.=
=Ada juga yang bekerja sebagai peneliti ahli teknik kimia di perusahaan besar setelah kontrak berakhir dibekukan.=
=Ada juga orang-orang seperti kau dan Yeong Sook yang mantan atlet profesional.=
=Dia adalah mantan atlet tinju yang memenangkan medali emas di Asean Games.=
Apa ini?
=Halo Yeong Hee? Apa yang terjadi?=
Orang-orang itu datang ke sini. Cepat minta bantuan!
Tidak salah nih! Tidak salah, kan?
Hari itu pas lihat rasanya seperti pernah kenal di mana.
Pemenang medali emas anggar di Olympiade.
Kali ini sudah seharusnya kau tahu.
Meskipun hanya Asean Games,
aku juga pernah mendapat medali emas.
Aku sedikit penasaran.
Dari sekian banyak karyawan di perusahaan kurir,
Kenapa bisa begitu cepat mendapat spekulasi jika kalian adalah pelakunya?
Jangan-jangan di dalam kepolisian ada antek-antek?
Jika kau bisa menangkapku, maka akan kuberitahu.
Tapi jika kau ditangkap olehku,
kau akan kujadikan korban ke-7.
Tidak lama lagi polisi akan segera tiba.
Untuk sementara...
Jangan bergerak!
Apa ini?
Ke mana perginya?
Tapi Eonni, kenapa kau cuma menghubungiku?
Tidakkah seharusnya kau langsung melapor ke Timjang-nim?
Coba kau pikir baik-baik!
Begitu orang-orang itu tahu jika identitas mereka telah terbongkar,
seperti sudah menunggu, langsung menangkap dan menyandera Yeong Hee.
Artinya, selain anggota keluarga kita sendiri siapa pun tidak bisa dipercaya.
Segera hubungi!
Hubung ke mana?
Ayah!
Ya Aboenim, ada urusan apa?
Apa?
Jika benar ada pengkhianat, tidakkah seharusnya dilaporkan ke atasan?
Sebelum terjadi sesuatu, sekalipun adalah tindakan darurat, kantor kepolisian harus diobrak-abrik.
Kan sudah kubilang tidak boleh?
Artinya siapapun tidak boleh ada yang tahu kita baru bisa menyelamatkan Yeong Hee.
Harus kuulang berapa kali?
Iya juga.
Benar kata Yeong Mi. Akibatnya dia tidak akan dibiarkan hidup.
Karena itu, bagaimana pun juga kita harus menangkap orang-orang itu.
Ngomong-ngomong, mereka akan datang?
Jika itu Cheol Soo, dia pasti akan datang.
Cheol Soo, pintunya tidak dikunci.
Aboenim.
- Sudah datang? - Cheol Soo, apa kabar?
Halo?
=Untung sampai sekarang belum ada tindakan apapun dari dalam pihak kepolisian.=
=Ini adalah pilihan yang bijaksana. Nyawa putrimu terselamatkan.=
Yeong Hee aman-aman saja?
=Setidaknya aku bisa bersumpah sampai sekarang aku masih belum menyentuh sehelai pun rambutnya.=
=Pertama-tama, kemampuan keluarga polisi yang berhasil menemukan identitas kami,=
=Aku percaya, dengan kekuatan seperti itu akan membantu kami melarikan diri keluar negeri dengan aman.=
Apa yang harus kami lakukan?
Tolong antarkan putriku kembali dalam keadaan selamat.
=Mulai sekarang sampai besok siang, jangan melakukan apapun.=
=Itu adalah cara untuk menyelamatkan putrimu.=
=Sekali lagi kuperingatkan.=
=Jangan mengambil tindakan apapun. Berdiam saja di rumah.=
=Dengan begitu, besok pagi putrimu akan kembali dengan selamat.=
Halo? Halo?
Cheol Soo, pintunya terbuka lebar tuh!
Ibu, tolong lacak posisi Det. Kim Min Goo. Cepat!
=Nak, benar katamu.=
=Kenderaan mereka tertangkap kamera di sekitar wilayah bandara.=
=Sekarang sedang menuju ke arah runway.=
=Tapi bagaimana caranya kau bisa tahu?=
=Setidaknya aku bisa bersumpah sampai sekarang aku masih belum menyentuh sehelai pun rambutnya.=
=Pertama-tama, dengan kemampuan keluarga polisi yang berhasil menemukan identitas kami,=
- Kekuatan keluarga polisi. - Iya, para penjahatnya sekarang seperti tikus dalam lubang.
Siapa lagi? Tentu saja keluarga kami.
=Tentu saja, jasaku yang paling besar.=
Ah, tidak salah lagi memang Det. Park.
Iya, iya, iya. Sampai jumpa nanti. Loyalitas!
Hei, polisi membajak pesawat.
Ah, senang sekali rasanya.
Tidak mungkin dikuntit.
Berhenti!
Apa itu?
Naik dan bersiap-siaplah!
- Aku segera menyusul setelah urusan di sini beres. - Baik.
Yeong Hee! Sadarkan dirimu!
Dia sudah sadarkan diri.
Hei! Hei! Naik!
Masuk!
Apa? Putra Han Dal Sik yang hebat gepeng dihajar bangsat seperti begini?
Kan aku sempat cuti 7 tahun.
Sudah lumayan aku bisa bertahan sejauh ini.
Ayah, kuserahkan yang di sini di tanganmu.
Siapa kau?
Siapa kau?
Sini kau!
Serius nih, siapa sih kau sebenarnya?
Yeong Hee, kau tidak apa-apa?
Hei, aku saja yang kau jadikan sandera.
Lepaskan wanita itu!
Sandera itu harusnya wanita.
Lagipula, jika sanderanya adalah polisi jadi lebih berharga.
Semua ini atas instruksi kunyuk itu.
Kami hanyalah kerumunan penonton saja, penonton.
Orang yang menjadi penonton adalah orang yang paling jahat.
Tapi, serius nih, siapa sih kau?
Tidak tahu juga tidak apa-apa. Aku tidak akan tanya.
Saem, bolehkah aku berdiri sebentar baru nanti berlutut lagi? Kakiku pegal nih!
Hei, gigit dia!
Mendadak hilang pegalnya. Wah, kenapa bisa hilang pegalnya?
Buah dari kerja keras menuntut ilmu adalah ini?
Pencurian dan memperkosa wanita yang fisiknya lebih lemah.
Diam kau!
Terus mereka?
Mendapat uang dengan cara tidak benar, bergelimang harta...
Kenapa membuat kami jadi begini?
Tapi kau, yang lulus ujian kepolisian...
walaupun tidak bergelimang harta tapi setidaknya kau bisa hidup seperti layaknya orang-orang pada umumnya.
Pada saat melalui pencurian, mencicipi seperti apa rasanya memerkosa dan membunuh,
menjadi polisi sudah bukan sebuah mata pencaharian lagi.
Tapi hanyalah sebagai alat yang memfasilitasi.
Jangan menodai mereka yang bekerja keras mencari makan di tanah ini.
Wah, monologue nya lumayan juga.
Hampir saja aku terbujuk.
Kalau begitu, anggap saja seperti itu.
Dulu orang-orang yang diperalat semuanya pernah membuat telepon ancaman.
Tapi uang yang mereka simpan di bank atas nama kami jumlahnya ada miliaran.
Semua orang yang ada di pesawat ini, termasuk mereka yang bersembunyi di luar,
meminta kami supaya jangan tertangkap dan melarikan diri dengan selamat.
Kau tidak kaget?
Hei! Terbangkan pesawatnya!
Cheol Soo!
Cheol Soo!
Cheol Soo!
Sialan!
Sialan!
Sialan!
Dasar bajingan!
Mampus kau sana!
Kau tidak apa-apa?
Tarik aku keluar!
Aduh kaki! Kaki! Aduh, kaki!
Hati-hati! Hati-hati!
Kau tidak apa-apa?
Sayang, kalau ini kau memangnya kau akan baik-baik saja?
Tapi pesawatnya? PEsawatnya bagaimana?
Bagus, Sayang.
Bagus.
Yeong Hee!
Eonni!
Cheol Soo!
Kau tidak apa-apa?
Detektif Park.
Dasar, sakit jiwa!
Cheol Soo terluka parah.
Sudah, sudah. Lama amat sih ciumannya?
Pada akhirnya dia akan menjadi menantu keluarga polisi?
Harusnya kita lagi berada di penjara. Tidak bisa ikut upacara pernikahan mereka.
-=Setahun Kemudian=-
-=Setahun Kemudian=- - Cepat! - Sebentar! Sebentar!
Baik, Han Cheol Soo. Nomor ujian?
90913.
9 0 9 1 3.
Cepat!
Tunggu! Tunggu! Tunggu!
- Bikin kaget saja! - Apa? - Ada apa? Ada apa? Ada apa?
Aku... aku terlalu tegang. Tidak berani lihat. Tunggu, tunggu!
Seorang pria kenapa nyalinya begitu kecil? Dasar!
Hei! Cepat! Cepat! Cepat! Tunggu! Tunggu!
Ayo, aku hitung satu, dua, tiga, langsung tekan.
1, 2, 3.
Ke--kenapa bisa begitu?
Aku tidak lulus lagi?
Lulus!
Lu--lu--lu--lulus!
Bagus! Bagus!
Baik, mulai sekarang upacara pernikahan antara pengantin pria Han Cheol Soo dengan pengantin wanita Park Yeong Hee...
Kedua mempelai...
... memasuki ruangan!
Loyalitas!
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~
DarkSmurfSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DarkSmurfSubIndo
Kunjungi blog DarkSmurfSub Indonesia di: ~ http://dssindonesia.blogspot.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan nantikan karya kami berikutnya. ~
Cheol Soo, harus berupaya keras di bulan madu ya!
Semangat!
Semangat!
Nikmati!
Tunggu sebentar.
Kami berangkat dulu.
Baiklah, nikmati.
Kami berangkat dulu.
Baik, anak kami. Nikmati bulan madunya.
Kami pasti akan menjenguk kalian.
Makanya dalam sebuah keluarga itu harus ada seorang polisi.
Kau juga baru pertama kali, kan? Diizinkan keluar saat masih menjalani masa tahanan.
Sungguh patut dibanggakan. Patut dibanggakan.
Pokoknya kita bertahan hingga Hari Kemerdekaan Nasional tiba.
Dan juga, tolong jangan sentuh barang-barang milik para sipir.
Ngomong-ngomong, jika kita dibebaskan pas Hari Kemerdekaan Nasional,
bagaimana kita harus mencari makan?
Raut wajah Cheol Soo sudah sangat jelas.
Kau kan bisa berkomunikasi dengan anjing?
Jadi pelatih anjing bagaimana?
Bagaimana kalau aku menggunakan kesempatan ini untuk menembus Hollywood?
Make-up artis spesial?
Boleh tuh sepertinya.
Tapi, Sayang...
Putri kedua mereka yang seperti daging putih itu kenapa berbahasa dengan dialek sendiri?
Masa kau tidak tahu?
Man Choon Hyeongnim saat dipindah- tugaskan ke Busan, di situ bicaranya seperti itu.
Mungkin sudah tidak bisa diubah lagi.
Oh ya? Kalau begitu aku juga harus berbahasa dengan dialek Hollywood, supaya memberi kesan yang mendalam.
Harus begitu ya?
Di hari bahagia seperti ini, kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?
Aku mengkhawatirkan Ayah dan Ibu mertua. Rasanya sepertinya hanya kita yang bahagia.
Yang ada mereka berdua sangat bahagia.
Begitu kepikiran jika mereka tidak usah melarikan diri lagi,
katanya mereka merasa lega.
Karena itu...
Ketika mereka bebas dari penjara, bagaimana kalau kita semua tinggal bersama?
Apa?
Hei, oke sih oke, tapi
kehidupan pernikahan membara kita yang baru saja dimulai...
Kalau begitu kau sudah setuju kan? Bagus lah!
Dan setelah mereka bebas dari penjara, sekalipun anggota investigasi kriminal, aku akan membantu mereka menemukan pekerjaan.
Menemukan pekerjaan itu baik. Kehidupan pernikahan baru yang membara.
Cuaca benar-benar artistik ya.
Cheol Soo, coba lihat.
Apanya cuaca yang artistik?
Hanya kaca mata hitam yang menarik.
Coba lihat, kaca mata hitam ini bukannya tidak muat?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.