All language subtitles for The.Mentalist.S06E22.Blue.Bird.NF.WEB-DL.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sebelumnya di The Mentalist.

Kau sangat menyukai pria itu?

Dia dapat promosi di DC dan memintaku pergi dengannya.

Sudah beri tahu Jane kau akan pergi?

Belum.

Aku sangat menginginkanmu bahagia.

Itu hal terpenting bagiku...

Bahwa kau melakukan hal yang membuatmu bahagia.

Kuharap kita bisa lebih romantis.

Tapi masa bodoh. Maukah kau menikah denganku?

Menikah denganmu?

Asrama Mahasiswa Universitas South Central Texas

- Kau sangat senang hari ini. - Kenapa tidak?

Kukira kau sedih karena Lisbon akan ke DC.

Lisbon tidak akan pergi.

Dia bicara seolah akan pergi tapi kurasa dia tidak akan pergi.

Kudengar itu sudah disetujui. Dia sudah serahkan berkasnya.

Dia akan bekerja di kantor DC bulan depan.

Dia akan meninggalkan Austin dalam seminggu, Jumat depan.

Selamat pagi. Aku Kapten Muller, polisi kampus.

Aku Cho. Ini Jane.

Lewat sini, Kawan-kawan.

Kami dapat telepon pukul 06.07.

Rekan asramanya bangun dan menemukan dia seperti ini.

Namanya Tyler Vankamp.

Mahasiswa tahun kedua jurusan bisnis. Gelandang bertahan tim futbol.

Kau yakin soal Lisbon?

Kau mendengar darinya atau dari orang lain?

Apa?

Tak apa-apa, Pak. Dia bicara kepadaku.

Aku dengar dari orang lain. Abbott.

Berarti belum tentu. Itu hanya rumor.

Jane, dia akan pergi.

- Aku percaya jika kudengar darinya. - Aku memberitahumu yang kudengar.

- Permisi. - Apa?

- Tyler Vankamp. - Ya, sedang kami bahas.

Di mana rekan asramanya?

Lewat sini.

Akhirnya.

Kami sudah duduk di sini selama dua jam.

- Kalian tahu hak asasi manusia? - Tak ada hal macam itu.

Siapa di antara kalian yang menemukan mayat Tyler?

- Aku yang menemukannya. - Pukul berapa?

Pukul 06.00.

- Apa yang kaulakukan pukul 06.00? - Aku dan Colt pergi berlari.

Kalian punya kartu remi?

- Tidak. - Ada.

Di suatu tempat.

Di sana. Laci pertama.

Dia akan pergi satu minggu dari hari Jumat?

Ya.

- Tinggal 10 hari. - Ya.

Kapan terakhir kali kalian melihat Tyler hidup?

Aku masuk pukul 02.00, dia sedang belajar.

Di sofa itu, sangat santai.

Kami mengira dia mengejutkan pencuri.

- Kita harus pergi, Cho. - Kita sedang bekerja.

Ya, maaf.

Aku hampir lupa mengatakannya. Pelakunya adalah mereka semua.

Pisaunya tidak menusuknya lebih dari 2,5 cm.

Tak cukup untuk membunuhnya, jadi dia ditenggelamkan.

Di kolam anak?

Jika ada orang yang membantunya. Orang berbadan besar seperti Tyler.

- Kurasa dilakukan oleh dua orang. - Kenapa menenggelamkannya?

Mungkin berhubungan dengan permainan kartu di sini semalam.

Mereka menggunakan uang mainan sebagai koin taruhan.

Tyler juga bermain, 'kan?

Arloji emas, sepatu bagus.

Aku yakin dia tahu cara bermain kartu.

Aku yakin dia memenangkan banyak uang.

Uang yang tak bisa kalian simpan.

Lalu seseorang menuduhnya curang.

Kaulah orangnya, si mata merah, yang memakai kaus berleher tinggi...

Untuk menutupi memar di lehermu. Siapa namamu?

Barry.

Tyler adalah pemarah. Dia marah, membanting kursi.

Dia mulai mencekikmu...

Hingga pria pemberani ini datang membantumu...

Dan menerima pukulan di mukanya.

Itu sebabnya kau memakai rias wajah untuk menutupi lebam di matamu.

Kau yang merias wajahnya.

Kau memakai arloji di tangan kanan, mungkin kau kidal.

Berdasarkan sudut dan kedalaman lukanya...

Aku menebak kau yang menusuk Tyler dari belakang...

Untuk menghentikannya mencekik Barry.

Menusuk Tyler dari belakang tidak terlalu membantu.

Membuatnya lebih marah.

Dia mengejarmu keluar. Dia jatuh ke kolam.

Itu saatnya di mana kalian berdua dengan sepatu basah...

Ke atasnya dan menenggelamkannya.

Lalu kalian semua masuk dan membersihkan ruangannya.

Siswa percaya diri macam apa yang membuang vodka bagus?

Kita bisa pergi sekarang? Ada yang perlu kulakukan.

Kurasa begitu.

Kalian semua ditahan.

Beberapa Hari Kemudian

- Terima kasih. - Sama-sama.

Aku akan sangat merindukanmu.

Aku juga. Ini sangat manis.

Kenapa saling berpelukan? Kau pergi hari ini?

Besok.

Kau masih marah kepadaku?

- Apa aku tampak marah? - Ya.

Mungkin.

Jane, ini hal yang harus kulakukan. Kumohon bahagialah untukku.

Aku memang bahagia untukmu.

Aku sedih karena kau pergi. Aku tidak marah.

Aku hanya merasa sedikit kecewa karena jadi orang terakhir yang tahu.

Kau tahu persis kenapa aku tidak bisa memberitahumu.

Ini sulit. Kita sudah lama bekerja sama.

Tetaplah di sini. Jangan pergi.

Jangan hancurkan tim kita.

Aku bercanda.

Aku bahagia untukmu. Kau tahu aku itu.

Kau layak untuk ini. Kau layak mendapatkannya.

- Dia pria yang baik. - Terima kasih.

Semuanya, berkumpul.

Surat ini dikirimkan kepada Agen Shultz...

Melalui layanan surat AS satu jam yang lalu.

"Ingat Greta De Jorio? Itu adalah aku.

Untuk menghormati kematian Greta, aku akan mulai membunuh lagi...

Segera dan dengan sangat terbuka.

Kalian para orang bodoh FBI tak akan bisa menangkapku.

Tanyalah diri kalian sendiri. Apa kalian mengerti...

752 598 H is M key O?"

Menarik.

Greta de Jorio dibunuh 5 tahun lalu di Miami Beach, Florida.

Tim FBI sudah bekerja keras tapi tak ada yang didakwa.

Dia adalah sosialita terkemuka.

FBI jadi bulan-bulanan media pada saat itu.

Tubuh De Jorio ditemukan di bagasi mobilnya yang terbakar...

Di jalan terpencil di Everglades.

Kenapa suratnya dikirim ke Austin, bukan ke Miami?

Kami berasumsi Chief sedang bekerja di kantor FBI Miami pada saat itu.

Mungkin pria ini punya dendam kepadanya.

Kita tak bisa membuktikan surat itu ditulis pembunuhnya.

Benar, tapi jika orang ini membunuh lagi...

Dan membanggakan diri membodohi FBI, ini bisa menjadi mimpi buruk.

Chief menggunakan semua yang kita punya dalam kasus ini.

Cuti dan mutasi dibatalkan.

Semua orang yang ada di sini sekarang harus mengerjakan kasus ini...

Dan tak ada kasus lainnya hingga kita dapatkan hasilnya.

Bos, tidak ada mutasi? Aku akan meninggalkan DC besok.

Maaf, Teresa. Tak ada pengecualian.

Cho, Fischer, buat tim. Pergi ke Miami.

Mulai cari dan wawancarai semua penyidik awal.

Jane, kau bisa memecahkan kode ini?

Tidak.

Baiklah. Wylie.

Mulailah bekerja.

Jane, tolong ke ruanganku sebentar.

Kita tutup kasus ini dengan cepat. Dia ingin ditangkap.

Lagi pula, kita bisa ke Miami. Itu tempat yang menyenangkan, 'kan?

Sepertinya.

Cerialah.

Ini akan menjadi kasus terakhir kita. Kita harus buat menyenangkan.

- Ini kasus pembunuhan. - Ya.

Sebelumnya kita bersenang-senang, 'kan?

Kau benar. Aku akan ceria.

Hebat.

Bagus.

Kau bertingkah aneh.

- Aneh? - Ya.

Kau bertingkah tenang pada hal-hal yang aku tahu kau tak bisa tenang.

Ada yang ingin kau katakan kepadaku?

Tidak.

Baiklah.

Kediaman De Jorio Miami, Florida

Lihatlah kapal layar itu.

- Kapal yang cantik. - Ya.

Juga burung pelikan.

Kau tak punya pemandangan ini di kantor DC, 'kan?

Ini ketiga kalinya hari ini kau mengatakan itu dan benar.

Tak ada pelikan dan kapal layar di DC.

- Tapi tetap aku akan berhasil. - Itu hanya pendapatku.

Ya. Tidak.

Aku tak peduli. Lakukan saja.

Aku Don De Jorio. FBI, ya?

Aku punya 10 menit. Ayo.

Ada perkembangan soal kasus istrimu.

Ini Megan.

- Istri kedua? - Istri ketiga.

Tidak penting.

Ini pengacaraku, Ted Randolph.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Dia ada di sini karena terakhir kali kalian para FBI...

Berusaha menuduhku melakukan pembunuhan ini.

Sekarang apakah ini gangguan sia-sia atau kalian menangkap seseorang?

Tidak, Pak.

Kami menerima surat dari pembunuhnya.

Dia bilang akan membunuh lagi.

Apa hubungannya dengan Tn. De Jorio? Dia sudah diselidiki dan dibebaskan.

Bukan olehku.

Aku bercanda. Hanya lelucon.

Menurutku kau tak membunuh istrimu. Aku punya teori yang berbeda.

Benarkah? Apa itu?

Hai.

Silakan masuk.

Christie, kemarilah.

Ini putriku, Christie.

Chris, mereka datang perihal kematian ibumu.

Ada orang gila yang mengirimkan surat.

Christie, senang bertemu denganmu.

Apa teorimu?

Kurasa surat ini tidak ditulis oleh pembunuhnya.

Kurasa surat ini ditulis oleh orang yang tahu siapa pembunuhnya.

Seseorang yang ingin membalas dendam.

Seseorang yang sangat pintar dan sabar.

Benarkah? Kenapa?

Bayangkan jika kau pembunuhnya dan membaca surat ini.

Ini akan membuatmu takut, 'kan?

Ini adalah FBI. Mereka mencarimu lagi.

Kenapa? Apa maksudnya ini?

Kenapa berpura-pura jadi dirimu? Kenapa sekarang?

Apa maksudnya kode ini?

Mungkin saja, atau itu dikirim oleh pembunuh yang sebenarnya.

Jangan buang-buang waktu kalian.

Pembunuhnya adalah Wes Baxter, seperti yang selalu kukatakan.

Don, jangan melantur.

Wes Baxter. Dia yang melakukannya.

Wes Baxter adalah tersangka utama, tapi dibebaskan saat investigasi.

Mereka tak bisa memojokkannya. Dia tinggal di sebelah.

Orang itu selalu memata-matai Greta.

Dia membuntutinya. Dialah pembunuhnya.

Christie.

Bagaimana pendapatmu soal Wes Baxter?

- Itu tak penting. - Sangat penting.

Katakan kepada kami.

Dia orang baik. Aku menyukainya.

- Chris... - Dia sedang bicara.

Dia tidak membunuh Ibu.

Chris sedang melalui masa-masa sulit.

Dia tak ingat semuanya dengan jelas, kenapa kalian tidak...

Ayah, aku ingat.

Ayah menuntut Wes seolah dia pembunuhnya, tapi Ayah tidak tahu.

Christie, kau tak perlu marah.

Aku marah karena Ayah menyebalkan.

Permisi, Nona muda.

Tak boleh bicara kepada ayahmu seperti itu di depan orang lain.

- Diamlah kau. - Apa?

Megan, aku tidak memaafkanmu.

Kau nenek sihir. Aku membencimu.

Itu sangat kasar. Tidak bisa diterima.

Aku bicara kepadamu!

Kau membiarkannya memperlakukanku seperti itu?

- Kita harus pergi. - Ya.

Permisi.

- Kau membiarkannya... - Sudahlah. Ikut aku.

Aku ingin dia pergi dari rumah ini.

Kau harus membelikan kondominium itu. Dia sudah berusia 19 tahun.

- Kita harus bicara pada Wes Baxter. - Baiklah.

- Kehidupan pernikahan? - Ya.

Aku tak bermaksud mencela pernikahanmu.

Aku tidak akan menikah.

Kau pindah ke negara bagian baru dengan seorang pria.

Pada dasarnya kau akan menikah.

Kau beruntung punya waktu selama itu untuk mengenalnya.

Berminggu-minggu.

- Berbulan-bulan. - Bahkan sebulan.

Aku memikirkan perkataanmu soal suratnya bukan dikirim oleh pembunuh.

Jika kau benar, mungkin dikirim oleh putrinya.

Ada perbedaan umur lima tahun.

Dia berusia 14 tahun saat pembunuhannya terjadi.

Terlalu muda untuk bertindak hingga sekarang.

Ide bagus. Mungkin saja dia.

- Menurutmu apa maksud kode ini? - Entahlah.

Jika kau tak bisa memecahkannya, aku pasti tidak bisa.

Kurasa jika bekerja sama, kita bisa memecahkannya.

"752 598 H is M key O."

Bukan nomor telepon.

Bukan koordinat peta. Bagaimana menurutmu?

"752 598."

Mungkin sebuah alamat.

- Terlalu banyak angka. - Ya.

Bagaimana kalau tanggal?

752 berarti Juli 1952.

Mungkin. Tapi kenapa?

Mereka ada di belakang.

Embuskan napas, Kesatria II.

Cantik. Alirkan melalui vinyasa.

Permisi. Monica Giraldi?

Ya.

Kimball Cho dari FBI. Ini Agen Fischer.

Kau rekan bisnis Greta De Jorio?

Lebih cocok dibilang teman daripada rekan.

Kenapa? Apa yang terjadi? Kau sudah menangkap seseorang?

Astaga.

Semua baik-baik saja?

Ya, terima kasih, Tanya. Maafkan aku.

Aku teringat kembali kenangan buruk itu.

Aku dan Greta adalah teman kuliah. Kami teman dekat.

Kami menyukai desain interior. Sudah pasti kami berbisnis bersama.

Firma kami mulai terkenal saat dia meninggal.

Aku melanjutkan firmanya, tapi tidaklah sama.

Dia orang yang sangat ceria.

Bagaimana suasana hatinya beberapa hari sebelum kematiannya?

Apa dia menunjukkan kecemasan atau ketakutan?

Aku belum pernah memberi tahu siapa pun.

Tapi beberapa bulan sebelum mati, dia bilang dirinya berselingkuh.

Itu adalah cinta sejati, dia sangat senang.

Kenapa pada saat itu kau tak memberi tahu penyidik?

- Aku tak ingin menjelekkannya. - Dia memberi sebuah nama?

Aku sudah memohonnya, tapi dia tidak memberinya.

Dia tak pernah menyebutnya lagi.

Kurasa perselingkuhannya berakhir buruk.

Biasanya begitu.

Sungguh?

Sungguh apa?

Jane, bisa kecilkan suaranya?

Maaf, Cho. Aku tidak dengar. Apa tadi?

Baiklah. Aku paham. Sampai nanti.

Greta berselingkuh. Dengan siapa? Entahlah.

Selingkuh? Tentu saja. Hubungan memang begitu, 'kan?

Selalu berakhir tragis dalam penipuan dan pengkhianatan, 'kan?

Pada kasus ini? Tentu. Hentikan.

- Hentikan apa? - Meyakinkanku untuk tidak pergi.

Aku tahu lebih baik dari itu.

Begitu kau sudah memutuskan, dalam keadaan baik atau buruk.

- Kaya atau miskin. - Itu tidak lucu.

Wesley Baxter.

- Menurutmu aku yang menulisnya? - Tidak.

- Aku bersumpah... - Tenang. Tak apa-apa.

Kami tahu kau belum pernah melihatnya.

Tenang?

Orang-orang seperti kalian menghancurkan hidupku.

Orang tuaku berpikir aku bersalah.

Kau tersangka utama.

Di berkas tertulis kau membuntuti Greta.

Kau memata-matainya.

Aku tidak melakukannya. Aku tidak membuntuti Greta.

- Tentu. - Apa?

Kau memata-matai Christie.

Tidak, aku...

Kurang lebih.

Aku mengamati Christie. Aku jatuh cinta kepadanya.

Aku anak bodoh.

Kenapa tidak mengatakan sesuatu tentang hal ini?

Tentu, itu akan membuat semuanya jelas.

Dia berusia 15 tahun, aku 18 tahun. Silakan hitung sendiri.

Kami bicara kepada Christie. Dia selalu berpikir kau tak bersalah.

Benarkah?

- Dia mengatakan itu? - Ya, dia mengatakannya.

Apa kode ini berarti sesuatu?

Tidak.

Simpan salinannya. Jika kau ingat sesuatu, kabari kami.

- Baiklah. - Terima kasih atas waktumu.

- Kurasa dia berkata jujur. - Aku setuju.

Ayo pergi ke pantai.

Berjalan-jalan sebentar. Tidak jauh dari sini.

- Kita sedang bekerja. - Ayolah, jangan terlalu serius.

Ini bagus.

Kita tidak banyak melakukan hal seperti ini.

Karena ini buang-buang waktu.

Baiklah. Ayo kita pecahkan kodenya.

Hanya seperti itu?

"Tanyalah diri kalian sendiri, apa kalian mengerti?"

Itu frasa yang aneh. Pasti ada arti tersembunyi.

"Tanyalah diri kalian sendiri, apa kita mengerti?"

Apa kita mengerti?

- Apa kita mengerti? - Dewey.

- Itu yang kukatakan. - Sistem desimal Dewey.

Itu arti angka-angkanya. Cara menyusun buku perpustakaan.

"752 598."

752 adalah warna dan 592 berarti burung.

Burung berwarna. Apa artinya itu?

Tak ada angka untuk warna spesifik.

Bisa burung biru, burung merah, apa saja.

"H". Tanda panggilan radio untuk huruf "H" adalah hotel.

Ada Blue Bird Lodge di Islamorada Key.

"Is m key." Islamorada Key.

Lisbon, kau memecahkannya.

- Benarkah? - Ya.

Tapi apa arti "O" yang di paling belakang?

- Sebuah tanggal. - "O" sebuah tanggal?

"O" adalah simbol astronomi untuk bulan purnama.

Besok malam adalah bulan purnama.

- Kau baru saja pecahkan kasusnya. - Kita yang memecahkannya.

Jika kau meminta dengan sopan, aku yakin...

Abbott akan mengizinkanmu kembali ke Washington sekarang.

Apa kau bercanda? Aku tak mau melewatkan ini.

Aku akan berada di Islamorada besok malam.

- Aku memecahkannya. - Ya, kau memecahkannya.

Aku memecahkannya kali ini, bukan kau.

Siapa yang memecahkannya? Aku yang memecahkannya.

Selamat datang di Blue Bird.

Kau punya kamar samping laut seperti permintaanmu, Tn. Jane.

- Terima kasih. - Sepertinya mahal.

Kenapa tidak?

Ini bisa jadi terakhir kalinya kita bersenang-senang.

Jika ada yang akan menelepon hotel menanyakan Greta De Jorio...

Siapa pun yang meneleponnya, berikan nomor kamarku.

Nomor kamarku, bukan namaku.

Katakan juga kepada staf malam untuk melakukan hal sama.

- Tentu, Tuan. - Terima kasih.

- Hanya nomor kamarmu, De Jorio. - Sempurna.

Bisa kupesan tempat untuk makan malam kalian?

Ya, Nyonya.

Tentu saja. Sebaiknya kalian memakai gaun.

Aku makan roti lapis saja. Aku tak punya pakaian.

Kita akan cari solusinya. Terima kasih.

Naik tangga di lantai satu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Jane, ini terlalu berlebihan.

Ini terlalu bagus. Kita sedang mengerjakan kasus.

Ini mungkin kasus terakhir kita. Kenapa bisa terlalu bagus?

Gaunnya sangat indah.

Sampai jumpa saat makan malam.

Ya.

Di sini? Sekarang?

Jane, tempat yang bagus. Pelakunya punya selera bagus.

Apa yang kalian lakukan di sini? Aku dan Lisbon bisa menangani ini.

Ini adalah kasus besar dengan banyak risiko.

Kantor DC ingin melibatkan agen senior di dalam kasus.

Kau ada masalah dengan itu?

Tidak ada masalah.

Aku kelaparan. Bagaimana makanan di sini?

Ya, sepertinya enak.

Tidak ada hamburger.

Seandainya istriku ada di sini. Wanita menyukai hal semacam ini.

Ya, mereka menyukainya.

Pacarku ingin jubah mandi ada di kamarnya. Aku bisa membelinya?

Tak perlu, Nyonya.

Paket pesanan Tn. Jane minggu lalu sudah mencakup jubah mandi.

Bagus.

Tunggu. Minggu lalu?

Dia memesan kamarnya minggu lalu?

Ya, Nyonya.

- Daftar anggurnya, Tuan. - Tidak, terima kasih.

Teresa, kau tampak elegan.

Katakan kepadaku. Bagaimana mungkin kau memesan kamarnya minggu lalu...

Dua hari sebelum suratnya tiba?

Aku ketahuan.

Aku yang menulis suratnya. Itu hanya tipuan.

Tapi aku sangat yakin ini akan membuat pembunuhnya muncul.

Berengsek!

Mungkin aku harus bicara kepadanya.

Ya.

Silakan pesan makan tanpa kami.

Ya, baiklah.

Aku ingin melihat daftar anggurnya.

Terima kasih.

Aku perlu taksi ke bandara sekarang.

Baik, terima kasih.

- Lisbon. - Pergilah.

Tolong buka pintunya.

Pergilah.

Maaf, aku menipumu. Aku hanya...

Aku hanya...

Kau hanya apa? Jane, apa yang kaulakukan?

Aku hanya tak ingin kau pergi.

Kau tak peduli soal keinginan atau kebutuhanku.

Aku hanya fasilitasmu. Kau memanfaatkanku.

Semua tentang dirimu.

Kau memanfaatkan pembunuhan wanita, Jane.

Pada dasarnya kau yang menggali kuburannya sendiri.

Kau terjebak dalam ketidakjujuranmu.

Kau tak tahu cara bertindak seperti manusia yang pantas.

Tidak tahu.

Aku minta maaf.

Aku sangat menyesal.

Jika kau sungguh menyesal, tinggalkan aku sendiri.

Pergilah!

Aku tahu kau masih di sana. Aku bisa mendengar napasmu.

Tinggalkan aku.

Ini aku.

- Sayang, apa kabar? - Baik.

Jika tawarannya masih ada, jawabannya adalah "ya".

- Ayo menikah. - Ya!

Bagus. Aku sedang dalam perjalanan ke DC sekarang.

Baiklah.

Kirim informasi penerbanganmu. Aku akan berada di sana.

Teresa, ini pasti menyenangkan. Kau pasti menyukai lingkungannya.

Banyak restoran favoritmu. Aku punya nomor pialang hebat...

Dia berdiri di kantorku, melihat mataku...

Berbohong kepadaku dan aku percaya.

Jangan merasa bersalah. Jane bisa menjual kucing pada tikus.

Kuharap dia bisa berbaikan dengan Lisbon.

Ya.

- Kita harus lihat keadaan mereka? - Tidak.

Aneh dia sangat marah.

Dia pernah melakukan hal yang lebih buruk dari ini.

Dia pernah mengubur pria hidup-hidup. Dia tidak semarah ini.

Benarkah?

Kau tidak tahu kenapa?

Tidak tahu apa?

Penumpang penerbangan 407 ke Washington DC...

Silakan naik dalam 45 menit.

Kami minta maaf atas penundaannya.

Jika ada yang ingin memeriksa barang bawaannya...

Silakan menemuiku di meja.

Kau si agen FBI, Jane.

Kau si pengacara. Randolph, 'kan?

Ya, benar.

Aku tak paham apa yang terjadi di sini.

- Kau membunuh Greta De Jorio? - Aku tidak membunuh Greta.

Kau adalah kekasih rahasianya.

Bagaimana...

Ya. Aku memecahkan petunjuk suratnya.

Aku datang kemari untuk membunuh bajingan yang membunuh Greta.

Itu sangat romantis. Bisa turunkan pistolnya?

- Kau sudah menangkapnya? - Belum.

Aku yang menulis suratnya, bukan pembunuhnya.

- Apa? - Ya.

Itu kisah yang panjang dan sedih, tapi jangan cemas.

Pembunuhnya akan muncul. Setidaknya itu rencananya.

Kau mau minum?

- Tentu. - Vodka, rum, gin, atau wiski?

Gin.

Angkat tangan!

Wes Baxter.

- Selamat datang. - Kau.

Apa-apaan ini? Ini siapa?

Apakah ini dia? Ini pembunuhnya?

Tidak, dia bukan pembunuhnya. Dan kau juga bukan pembunuhnya, 'kan?

- Benar. - Ya, kupikir juga bukan.

Bisa turunkan pistolmu?

Terima kasih. Kau datang untuk membalas dendam juga, 'kan?

Seharusnya aku tidak membuat petunjuk itu sangat mudah.

Siapa pun yang membunuh Ny. De Jorio, dia mengacaukan hidupku.

Kau mau vodka, rum, gin, atau wiski?

Rum.

Greta dan aku benar-benar saling jatuh cinta.

Dia akan menceraikan Don dan menikah denganku.

Aku membatalkan rencana itu. Aku mengakhiri hubungan kami.

Aku khawatir mengenai skandal itu dan akibat buruknya bagi bisnisku.

Aku seorang pengecut. Pengecut yang buta dan bodoh.

Aku sangat takut dan benci kepada diri sendiri...

Sehingga aku menghancurkan hal terbaik dalam hidupku.

Ketika aku menyadari kesalahanku...

Sudah terlambat. Dia sudah pergi.

Aku turut menyesal, Kawan.

Itu menyedihkan.

Aku harus pergi ke bandara.

Apa masalahnya?

Kau pasti bercanda.

Balik badan.

Angkat tangan.

- Angkat tanganmu. - Kau pasti Monica?

- Aku harus bergegas. - Kalian siapa?

Dan kenapa kau mengirim surat itu?

Aku tahu kau siapa. Kau pengacara itu, Randolph.

Kau menua rupanya.

Dan kau. Kau anak muda di sebelah rumah.

Jadi, siapa kau?

Aku tak ingin kalian takut, tapi aku agen FBI.

Dan jika kalian pergi sekarang, aku akan jamin kalian bisa bebas...

Sebelum rekan-rekanku ke sini, tapi kalian harus pergi sekarang.

Kau bohong.

Kau bukan agen FBI.

Aku tahu diriku tidak terlihat seperti itu.

Tapi, kuyakinkan kepadamu bahwa aku memang agen FBI.

Tunjukkan lencanamu.

Baiklah. Ini dia.

Maaf.

Sial, dia benar. Dia agen FBI.

Sudah kubilang kepadamu ini tipuan. Sial, Monica.

Baiklah, tenang.

Jika ada lebih banyak agen FBI, harusnya mereka sudah di sini, 'kan?

Hanya ada dia.

Aku tidak mengerti. Mereka seperti kakak dan adik.

Tidak mungkin.

Baru saja dibicarakan. Ada SMS dari Jane.

"Soz."

"Soz."

"SOS."

- Jadi, apa yang harus kita lakukan? - Aku sedang berpikir.

Dengar, yang kalian lakukan sejauh ini hanya mengacungkan pistol.

Ini bukan masalah besar, 'kan?

Tak ada yang menyebut kalian pembunuh.

Aku sebut mereka pembunuh.

Tak ada yang bisa membuktikan apa pun, 'kan?

Kalian pergi sekarang dan biarkan pengacara kalian mengurus ini.

Dia benar. Apa lagi yang bisa kita lakukan?

Kami bisa pergi begitu saja?

Ya, tapi kalian harus pergi sekarang juga sebelum rekanku tiba.

Sebelum ada yang terluka. Pergi.

- Baiklah, ayo pergi. - Bagus.

- Jangan bergerak. - Astaga.

Angkat tangan kalian.

Lakukan.

Sekarang letakkan pistolmu.

Jangan bergerak!

Telingaku.

Suaranya keras.

Kau tidak apa-apa. Dan kau juga tidak apa-apa.

Itu hanya luka luar.

Aku harus pergi, tapi bantuan akan datang sebentar lagi.

Jane. Astaga, apa-apaan?

Kau punya mobil dengan sirene, 'kan? Aku butuh kunci mobilmu.

- Apa? - Aku butuh kunci mobilmu.

Aku harus ke bandara. Ini darurat.

- Di mana Lisbon? - Dia ada di bandara.

- Begitu. - Terima kasih.

- Kau bisa memberi petunjuk? - Ya.

Mereka berdua orang jahatnya. Mereka orang baiknya.

Dan si pirang itu kuduga adalah koruptor.

Cho.

- Terima kasih. Semoga berhasil. - Dia mau pergi ke mana?

Ini Lisbon. Tinggalkan pesan, aku akan meneleponmu kembali.

Lisbon. Ini Jane.

Jika kau terima pesan ini, telepon aku. Kumohon.

Maaf, aku agen FBI. Kau harus membiarkanku lewat.

- Tanda pengenal? - Ya.

Tanda pengenalnya ada di mobilku.

Mobilku ada di depan. Itu adalah kendaraan FBI.

Berikutnya.

Tunggu! Tunggu sebentar!

Halo. Biarkan aku masuk.

Tolong biarkan aku masuk.

- Ya? - Terima kasih. Aku agen FBI.

- Tidak akan lama. - FBI? Ada apa?

Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya pemeriksaan rutin.

- Ternyata kau di sini. - Sedang apa kau di sini?

- Ada yang ingin kukatakan. - Aku tak mau melihatmu. Pergi.

Kau benar.

Aku lupa bagaimana cara bersikap seperti manusia normal.

Aku melakukan permainan, berbohong...

Dan aku menipu orang untuk menghindari perasaanku sebenarnya.

Gagasan untuk membiarkan orang dekat denganku itu mengerikan...

Untuk beberapa alasan yang jelas.

Tapi, sebenarnya...

Teresa, aku tak bisa bayangkan bangun dan tahu tak bisa melihatmu.

Yang sebenarnya adalah...

Aku mencintaimu.

Kau tak bisa bayangkan betapa leganya aku bisa mengatakan itu.

Tapi ini membuatku takut dan ini adalah yang sebenarnya.

Ini perasaanku yang sebenarnya.

Sudah terlambat, Jane.

Mungkin sudah terlambat dan aku mengerti.

Tidak apa-apa. Aku harus lakukan ini dan kau pantas mendengarnya.

Angkat tanganmu sekarang. Lakukan!

Aku mencintaimu, Teresa.

Dan aku senang karena bisa mengatakannya kepadamu.

Aku mencintainya. Wanita di kursi 12B, aku mencintainya.

Jaga dia.

- Maaf, itu memalukan. - Tenanglah, Sayang.

Semua wanita di pesawat ini merasa iri kepadamu.

Jaksa wilayah akan mendesak pembunuhan tingkat dua dan pembelaan.

Tapi menurutku kita minta pembunuhan tingkat pertama.

Baiklah. Uruslah prosesnya.

Aku harus ke bandara, mencoba membujuk TSA untuk bebaskan Jane.

Dia masih ditahan?

Mereka tak suka ada orang yang membuat kekacauan di pesawat mereka.

Mereka tidak suka sama sekali.

Kau membuat dirimu terlibat masalah lagi rupanya.

Aku sudah pernah melihat masalah yang lebih buruk.

Ya, benar sekali.

- Bagaimana pergelangan kakimu? - Tidak apa-apa.

- Kau tidak pergi ke DC. - Ya.

Kau bersungguh-sungguh dengan perkataanmu?

- Ya, aku sungguh-sungguh. - Bagus.

Hanya memperjelas, kita sedang bicara tentang masalah, 'kan?

Bukan. Hal satunya.

Soal itu.

Ini bukan masalah sepele.

Ya. Aku bersungguh-sungguh. Tiap katanya.

Bagus.

Karena aku merasakan hal yang sama.

Aku beruntung.

Bagaimana dengan Pike?

Dia pasti mengerti.

- Katakan lagi. - Katakan apa?

Hentikan itu!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.