Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ada legenda hidup dalam organisasi kami.
Situasinya kian memburuk kala itu.
Namun, tak ada lawan yang sepadan untuk Kakak Besar.
Ini adalah gerakan seni.
Bruce Lee sekali pun, pasti akan merasa malu.
Penerjemah: Hail, Hail IDFL.us SubsCrew
Tak ada yang pernah dengar atau melihat mereka berdua lagi.
Kakak Besar adalah legenda.
Legenda?!
Sangat sedikit organisasi yang bisa disebut punya legenda.
Kau mujur bisa bekerja untuk seorang legenda!
Paham?
Tentu kau bisa bilang begitu...
Buang aksen-mu itu!
Itu membuatku tampak buruk.
Jaga kelakukanmu!
Kakak Besar, ini aku.
Apa?
Aku teman sekampung Shitboys. Namaku Koh Yong-Man.
Dia punya potensi, Pak.
Suruh dia kerja di dapur!
Apa kau bilang? Dapur? Dasar kau pelacur murahan!
Aku tahu cara mengatasi pengacau...
Beraninya kau menyumpahi Kakak Besar.
Kau bilang apa?
Bukan apa-apa...
Halo. Apa?
Bos, mereka menemukan dia!
Apa ibu meninggal?
Aku di sini, pegang tanganku.
Akankah Ibu mengenaliku!
Yu-Jin!!/ Eun-Jin...
Eun-Jin, aku akan kembali untukmu!
Yu-Jin...
Yu-Jin...
Kenapa dia masih di sini?
Banyak alat pemotong bagus di sini.
Kau pikir apa yang kau lakukan?
Kau amat pintar!
Tutup mulutmu dan siapkan pembedahan!
Percuma membedahnya saat ini.
Cuma akan menyebabkan.../ Bisa kugorok lehermu seperti sashimi.
Kau tahu seperti apa sakitnya?
Kau mau aku memohon?
Dilarang merokok di gedung ini.
Dasar...
Kau tak apa? Maafkan aku...
Tak apa, pergilah.
Pergilah!
Soo-ll, ada apa?/ Tak ada apa-apa.
Rokok.
Bos, dilarang merokok di gedung ini.
Siapa pun yang bertingkah di depan kakakku harus mati.
Ya, Tuan!!
Tuan?/ Maksudku, Nyonya!
Kau pasti membenciku selama ini.
Kita mulai Kemoterapi besok.
Kau akan cukup sehat untuk dioperasi.
Kak.../ Eun-Jin...
Aku ingin minta kau lakukan sesuatu untukku.
Sebutkan nama bajingan itu...
Ada apa? Aku bisa, maksudku, aku sanggup lakukan apa saja.
Aku ingin melihatmu menikah.
Menikah?
Menikah?
Apa masalahnya? Semua orang melakukannya.
Aku mau itu terlaksana bulan ini. Kalian siapkanlah.
Kakak Besar, kau yakin?
Apa aku tampak seperti bercanda?
Kau sudah punya calon suami?
Ada dari kalian yang berani mengajukan diri?
Pengecut...
Carikan aku mempelai pria!
Bisa beritahu kami tipe pria yang kau suka?
Pastikan saja dia tak seperti kau!
Kami dengar tempat ini bagus.
Carikan perjaka yang memenuhi syarat...
Hai? Namaku Sherry.
Bicara soal murah...
Dia ahli dalam bidangnya.
Ayo mulailah, Sherry.
Kulitmu bersisik seperti buaya...
Kau harus mementingkan...
Apa-apaan semua ini?
Ini baru perawatan dasar.
Apa dia selalu bicara seperti ini?
Para pria suka cara bicaraku.
Katanya itu kualitas terbaik dariku.
Diam dan selesaikan tugasmu. Atau kuhajar kau!
Baik, carilah juru rias profesional.
Apa kau gila? Jalang, teruskan pekerjaanmu!
Kau melarangku bicara...
...dan kini menakutiku.
Berhenti menakuti dia.
Setelah mereka memperhatikanmu karena penampilanmu...
...rayu mereka dengan bicara manismu.
Bicara manis?
Dengan suara hidung.
Oh, Sayang!
Oh, Sayang!
Bukan seperti itu. Oh, Sayang!
Kenapa kau goyangkan dadamu?
Ini bonus tambahan.
Kau goyangkan...
...maka pria akan bertekuk lutut.
Oh, Sayang!
Bukan seperti itu, Bos.
Oh, Sayang. Ayolah!
Keluar.
Bagaimana penampilanku? Aku tidur seperti ini.
Pemikiran yang bagus...
Di mana mereka?
Lewat sini.
Korea...
Kalian mau ke mana?
Tolol! Pakai sepatumu!
Perkenalkan ini Tn. dan Ny. Kim. pemilik pabrik tekstil Chosun.
Sang-min ini adalah lulusan Universitas lvy League.
Kini dia mengambil gelar Doktor Ilmu Filsafat.
Dan ini adalah...
Bagaimana jika kau perkenalkan dirimu sendiri?
Namaku Cha Eun-Jin, usia 26 tahun.
Tubuhku sehat...
...selalu latihan kebugaran.
Maksudku, anak buah...
Maksudnya, karyawannya.
Benar, 50 karyawan.
Dan wilayahku, bukan, maksudku...
Maksudnya, dia punya perusahaan jasa pengawalan.
Apa pekerjaan orang tuamu?
Hentikan basa-basi ini.
Oh, Sayang, kau bersedia menikahiku?
Lebih cepat lebih baik.
Pastikan hal ini tak terulang lagi!
Romeo!
Ya, Bos?
Carikan pasangan tua untuk berperan jadi orang tuaku.
Ya!
Ke mana, Bos?/ Rumah sakit.
Ke mana perginya semua pria yang baik?
Siapa sangka mau menikah sesulit ini?
Kakak Besar.
Kudengar, jodoh seseorang biasanya ada dalam radius 2 km.
Persetan dengan teori.
Orang tolol dalam radius 2 km dariku tak ada gunanya.
Sialan!
Sampai jumpa.
Kau yang di sana, berhenti!
Kau!
Tunggu di sini.
Belajarlah mengemudi.
Kemari, berandal kecil.
Dasar tolol!
Kau mengotori bajuku. Apa-apaan ini, bangsat!
Berdiri, kubilang berdiri.
Banci kerdil...
Apa-apaan ini?
Berlutut.
Bedebah. Akan ku...
Berlutut.
Ayo pergi!
Pelacur!
Beraninya kau merokok di luar!
Ini bukan pekaranganmu!
Pelacur brengsek. Mau kuhajar kau?
Matamu di mana!
Kemari, jalang!
Brengsek!
Apa-apaan ini?
Apa yang dia lakukan?
Kubunuh kau, pelacur! Ayo, hajar dia!
Hentikan!
Dia seorang wanita. Ini sama sekali tak sopan.
Minggir, jangan turut campur.
Tenanglah. Jangan memukul wanita, kumohon!
Hentikan!
Dia memberi arti baru pada kata "Keras kepala."
Cuma perlu dijahit.
Ya. Baik.
Kau tak apa, Bung?
Apa wanita itu baik saja?
Tentu. Dan, untuk ganti biayamu.
Tidak, terima kasih.
Ambil saja. Kau tak pernah tahu.
Aku tak mau. Kumohon.
Baiklah, terserah kau./ Sampai jumpa.
Dia tampak lamban bagiku.
Diam, kaulah yang lamban.
Hai, bisa kubantu?
Usia 35 tahun.
Namanya Kang Soo-il.
Dia pegawai sipil.
Tampak lamban, tapi dalam kasus ini, sifat itu menguntungkan.
Dia pernah kencan buta 58 kali, semuanya gagal.
Kapan dan di mana?
Besok jam 19.00 di Marche.
Selamat malam.
Aku mau beli otak-otak./ Ya, Tuan.
Semoga semuanya lancar besok.
Aku kasihan pada pria malang itu.
Bagaimana dia bisa selamat darinya?
Kau menghina Kakak Besar?
Aku cuma mencemaskannya. Kau terlalu perasa.
Sialan, panas!
Berapa umur kalian?
Aku 56 tahun dan dia 54 tahun.
Bagus. Ya, bagus!
Jika kalian tak keberatan.
Kami ingin dilangsungkan secepatnya.
Aku juga. Dia tampaknya bisa diandalkan.
Kami akan belikan apartemen baru dan membiayai pernikahan mereka.
Kami sangat beruntung bisa mendapatkan menantu yang baik.
Ini bagus, kan?
Selama berbisnis.
Belum pernah kulihat pasangan sesempurna ini.
Tapi kurasa...
Ada apa? Ada masalah?
Mereka belum lama saling menganal.
Dari pengalamanku, waktu tak penting.
Roti keras pun tak dimasak terlalu lama.
Ya, dia benar.
Semua tergantung padanya...
Kenapa tak kita tinggalkan mereka berdua?
Ya, ide bagus./ Ya.
Nikmatilah waktumu, Sayang. Putri kecilku yang...
Ini sungguh aneh./ Apanya yang aneh?
Tampaknya aku pernah melihatmu.
Kenapa kau pinjam uang dari lintah darat?
Tidak, maksudku, aku merasa...
...kita saling kenal di kehidupan lampau.
Jadi, kau mau menikahiku?
Kau takkan bertambah muda...
Maksudmu segera?/ Ya.
Tunggu di sini.
Tak heran dia masih bujangan...
Kau tak apa-apa?
Siapa mereka?
Aku tak yakin. Kurasa mereka anak buah Hiu Putih.
Eun-Jin!
Pergilah, sekarang!
Kenapa kau di sini dan berkeringat?
Aku merasa kepanasan di dalam.
Ayo masuk.
Tunggu.
Aku mau bacakan sesuatu untukmu. dari Bridges of Madison Country.
Kusiapkan ini saat untuk melamar.
Ada yang ingin kukatakan padamu dan cuma akan kukatakan sekali.
Kuharap kau akan mendengarkan.
Dalam alam semesta yang tak pasti ini, perasaan sekuat ini cuma datang sekali seumur hidup.
Bersediakah kau menikah denganku?
Kumohon terimalah ini.
Kau menendang sungguhan?
Apa? Apa salahku?
Tunggu...
Aku sedang di toko, Bos.
Aku ingin tahu warna penanak nasi yang kau inginkan.
Terserah kau./ Baik.
Jika ada bangku kosong, kuputuskan gigimu. Paham?
Jangan mengacau. Suruh dia bicara padaku. Ya, kau punya peralatannya?
Datanglah untuk latihan besok.
Lihat si tolol itu, menyiapkan segalanya.
Entahlah, pernikahan ini membuatku merasa sentimentil.
Kau tak merasa aneh?
Teruskanlah. Aku mau sauna.
Kenapa dia?
Tolol, kau tak paham? Kapan kau bisa belajar?
Tolol, kau tak lebih pintar dariku.
Apa kau bilang?
Tidak, dia tak mau memberiku diskon. Aku ingin menamparnya.
Ayo pergi!
Masuklah.
Tidak berendam di air dingin dulu.
Tolol, air panas dulu, baru dingin!
Aku tak mau rebus "sosis"ku di sini.
Kau lihat apa?/ Ada apa?
Aku dipelototi kerana mencipratinya.
Biarkan saja?
Dasar brengsek.
Kucing cantik, ini makanlah...
Ada apa lagi?
Bos, kudengar wanita jalang itu, Mantis, akan menikah.
Menikah? Mantis?
Jadi dia akan menikah.
Ini saatnya untuk perayaan./ Haruskah kita kirim karangan bunga?
Itu tak cukup baik baginya.
Jangan sampai tertangkap. Lakukan dengan benar.
Kalian mengacau.
Kenapa cuma pelacur klub malam yang datang?
Ini bukan pembukaan klub.
Tapi Kakak Besar, kami harus tutup 5 klub untuk dapatkan para gadis ini.
Kau bilang jangan beritahu pihak luar.
Kau yang pilih gaun pengantin ini?
Mereka bilang gaun itu yang terbaik.
Lihat, belahan dadanya sangat rendah. Kau mau coba mengintip putingku?
Tidak, aku tak mau mengintipmu.
Sudah siap? Kau tampak cantik.
Para hadirin, inilah mempelai pria dan wanita.
Saudara terkasih, kita berkumpul...
...untuk menyatukan Kang Soo-ll dan Cha Eun-Jin dalam pernikahan suci.
Semoga Tuhan memberkati mereka. Katakan, amin, Haleluya!
Duduklah. Tetaplah duduk.
Kubilang tetap duduk!
Hadirin, kami siapkan acara bela diri istimewa hari ini.
Acara yang belum pernah ditampilkan! Aksi Fantastis!
Kini anda saksikan klimaks pertunjukkan mereka.
Mereka tampilkan seluruh kemampuan mereka! Tepuk tangan untuk para pemainnya.
Pertunjukkan hebat! Luar biasa!
Menakjubkan! Terima kasih!
Ini.
Ada yang ingin kubicarakan padamu di malam pertama kita.
Kau mau dengar?
Terserah.
Tolong pegang sebentar.
Aku, Kang Soo-il, bersumpah pada istriku.
Pertama, aku takkan berpaling pada wanita lain, kecuali istriku.
Kedua, akan kuajak istriku jalan-jalan minimal seminggu sekali.
Apa aku harus juga berikrar untukmu./ Tidak, duduk saja di sampingku.
Eun-Jin...
Panas, aku mau mandi.
Jorok sekali.
Katakan kau mencintaiku./ Kubilang diam!
Halo. Ya, Bos?
Bulan madu apa?
Dia kembali? Aku ambil penerbangan pulang yang pertama.
Diam, selamat tinggal.
Maaf, soal semalam.
Aku harus kembali malam ini. Terjadi sesuatu.
Biasanya aku tak banyak minum tapi semalam aku berlebihan.
Dia banyak bicara.
Kau sudah pesan tiket?
Selamat datang kembali, Pak.
Tak ada yang lebih baik dari pergi ke luar negeri.
Apa aku tampak keren?
Siapa ini?
Aku anggota baru. Yong-man.
Anggota baru?
Siapa yang mengajaknya?
Aku, Pak.
Sebagai hadiah untuk kalian.
Akan kupatahkan lutut beberapa orang. Siapa mau jadi yang pertama.
Mana Mantis?
Dia di rumah, mengurus beberapa hal.
Dia sedang bulan madu./ Apa? Bulan madu?
Kapan kita harus mengunjungi orang tuamu?
Mereka sedang keluar negeri.
Apa yang kau lakukan?
Mencoba membuatmu merasa lebih nyaman.
Jangan menyentuhku tanpa seijinku.
Baiklah, takkan kulakukan.
Kenapa kau selalu mengaturku?/ Jika tak suka, pergilah.
Akan kupotong kemaluanmu, keparat...
Di kulkas cuma ada air.../ 33!
Air dan jeruk./ 39...
Buatkan aku mie rasa seafood.
40.
Bagaimana perjalananmu, Pak?
Kudengar kau juga bepergian?
Terjadi sesuatu.
Kau hamil?
Aku mau bercerai.
Kau mau mempermainkanku?
Tidak, Pak.
Jadi kau mampu mengurus bisnis?
Kudengar anak buah Hiu Putih muncul.
Mereka tak bisa mengganggu kita, Pak.
Kau boleh pergi sekarang./ Baik.
Dasar wanita, tak bisa diandalkan.
Keluar sebentar saja sudah hamil.
Pelayan, satu lagi!
Kakak Besar, kupikir kau harus tenang.
Menurutmu sebagai wanita aku tak menarik?
Bos, menurutku...
Kau sama saja seperti semua pria.
Kau pasti kesal punya atasan seorang wanita.
Bos!/ Katakan saja begitu!
Saat aku terbaring koma setelah kepalaku terluka.
Kau katakan ini padaku.
"Darah lebih kental dari air, tapi kesetiaan lebih kental dari darah."
Kalian pikir kalian mau ke mana?
Ada apa?
Kubilang akan kubayar malam ini...
Apa-apaan?
Aku benci mengatakan ini, bisakah kalian pergi ke tempat lain?
Aku minta baik-baik. Jangan menguji kesabaranku.
Kesabaranku sudah habis?
Kalian mau dengar aku menyanyi?
Kita dilahirkan di hari yang berbeda tapi selamanya bersaudara.
Aku selamat dari koma berkat kau.
Apa pun yang terjadi, kau bos-ku.
Siapa yang kentut?
Kau?
Ternyata kau.
Hebat!
Kau tahu bedanya berandal hina dengan mafia sejati?
Apa?
Profesionalisme.
Propan...?
Profesionalisme, tolol!!
Tanpa itu. Kau cuma berandal hina. Paham?
Mulutmu bau.
Apa yang kau lakukan?
Aku suamimu.
Kau cantik saat mabuk.
Makan itu cantik.
Jangan bicara seperti itu padaku.
Kau yang minta.
Pernikahan bukanlah hukuman mati.
Kau pikir bisa mencegahku?/ Apa yang kau...
Jangan macam-macam denganku.
Sudah kubilang tak boleh tanpa seijinku.
Kau sudah melakukannya?
Maaf, istriku pergi berbisnis dan anakku lupa bawa kunci rumah.
Aku tak bisa datang malam ini.
Malam ini pesta makan malam-mu?
Ajak saja, Min-soo./ Bolehkah?
Tak mewah, tapi kuharap kalian suka.
Tap apa. Makanan Cina juga aku suka.
Jangan beralasan lagi, biarkan kami masuk./ Ya, kami lapar.
Selamat malam./ Apa kabar?
Kau pasti sering latihan, lihatlah semua peralatan itu.
Seumur kita penting untuk tetap bugar. Melawan kegemukan adalah hal paling sulit.
Dulu kau bilang kegemukan adalah bagian kepribadian yang baik.
Dulu aku sering latihan, agar tak diganggu di jalan.
Pasti saat itu, tak ada orang yang berani mengganggumu.
Aku masih bisa melawan para pengacau terbaik.
Saat ini, mafia itu cuma lelucon.
Kudengar mereka cuma makan keripik udang. Kau tahu udang?
Gandakan taruhan!
3 kali lipat, bagaimana denganmu?
Aku masih ikut./ Hitungnya nanti saja.
Ayah!
Bantu aku menjawab ini.
Tanya tante itu, dia bisa membantumu.
Tante, apa julukan yang tepat untuk polisi?
Polisi? Babi.
Benar. Semua polisi sekarang seperti babi.
Eun-jin, selera humormu hebat.
Tapi jawabannya harus 3 kata.
3 kata?
Keparat Pengunyah Donat?
Halo?/ Mantis?
Kau salah sambung.
Tak ada nama itu di sini.
Kita perlu bicara.
Kurasa kau perlu belajar tata krama.
Tak apa kau menghina aku. Tapi menyebut Keparat Pengunyah Donat?
Ada sekantong roti tak termakan di kulkas. Dan memanggil juru masak pakai gajiku?
Aku agak repot.
Aku tak tahan lagi.
Lalu apa? Kau akan memukulku?
Aku takkan memukul wanita./ Hentikan omong kosongmu.
Kau menguji kesabaranku.
Jadi kau mau apa?/ Kini ada telepon aneh.
Mantis. Apa-apaan itu?
Dengar, para banci.
Kalian memalukan.
Dipukuli seperti itu.
Bukan begitu, berandal itu yang mulai.
Diam.
Apa yang kalian lakukan saat itu terjadi.
Orang itu gila.../ Aku tak pernah orang lebih gila...
Itu dia orangnya!
Dia orangnya?/ Ya!
Bung, kau jelek sekali.
Apa-apaan ini?
Matilah kau?
Apa-apaan ini?
Sekali kubuka semua bajuku.
Habislah kalian.
Dasar mulut besar.
Akan kuhajar sampai kalian merangkak mohon ampun.
Sungguh memalukan!
Sialan?
Kau pikir mau ke mana kau?
Berhenti mengikutiku!
Sudah kubilang, sekali aku telanjang, kuhajar kau!
Eun-Jin! Keadaanku makin buruk, kan?
Tentu tidak. Dokter bilang keadaanmu makin baik.
Kau boleh tinggal bersama kami.
Aku mengerti.
Ini lezat.
Cobalah! Ayo!
Jangan pedulikan aku.
Kau harus lebih perhatian pada suamimu.
Melihat kalian bahagia...
...akan membantuku cepat sembuh.
Senang mendengarnya.
Maafkan ucapanku waktu itu.
Lupakan saja.
Aku tahu kau sedih karena kakakmu.
Itu tambahan alasan agar kita akur.
Itu demi kakakmu./ Kubilang lupakan saja!
Kenapa kau begini kasar?
Aku pria tapi minta maaf lebih dahulu.
Dan aku harus berterima kasih?
Aku tak menyuruhmu minta maaf.
Keterlaluan! Kau tak tahu...
...cara membina hubungan yang normal.
Apa itu hubungan normal? Beritahu.
Jelas bukan seperti hubungan kita.
Dua orang yang tak saling kenal memang sulit tinggal bersama.
Karena itu kita harus mencoba.
Tapi kau bahkan tak mau berusaha.
Berusaha?
Aku sudah tak tahan.
Kau tak pernah menaruh sepatu dengan benar.
Tidak merapikan rumah. Kau tak menghormatiku.
Kau menolak hubungan seks dan minta cerai tanpa alasan.
Jadi ternyata itu.
Cobalah onani atau lebih baik beli wanita panggilan.
Apa? Kau mengerikan.
Buah dada Eun-jin kecilku sudah tumbuh.
Jangan menggoda.
Eun-jin...
Apa?
Kau tak ingin punya anak dan jadi ibu?
Jadi ibu?
Aku selalu ingin punya banyak anak.
Tapi kurasa tak ada harapan untuk itu.
Yu-Jin...
Aku sangat takut kita akan hidup seperti ini.
Lalu lenyap begitu saja dari muka bumi ini.
Tak ada yang akan mewarisi bagian dari diri kita.
Aku berharap 10 atau 20 tahun dari sekarang ada orang yang merupakan bagian dari diri kita.
Aku janji padamu aku akan punya anak perempuan yang mirip kau.
Tapi kau harus janji, kau harus hidup untuk melihatnya.
Kubilang padanya akan kuhajar dia lalu pisau melayang...
Selamat datang, Kakak Besar!
Anak buah Hiu Putih mulai meresahkan.
Salah satu dari mereka ke klub kita dan membuat keributan besar.
Biarkan saja sampai pembangunan selesai.
Romeo./ Ya!
Panggil lagi "Ahli"-mu ke sini.
Segera, Nyonya.
Akui saja, bukan cuma cara untuk hamil, kan?
Kau terangsang, kan?
Sebaiknya jaga mulutmu itu.
Beritahu aku cara tercepat dan pasti untuk bisa hamil.
Bukalah bajumu.
Bagaimana bisa hamil jika tak berhubungan seks?
Kau harus belajar cara merangsang pria.
Langsung saja cari tambang emasnya.
Tambang emas...
Perhatikan.
Seperti ini, perlahan tapi kuat.
Jika ini tak berhasil, lakukan ini.
Menjijikkan. Pria sungguh menyukai ini?
Ini akan membuat mereka gila.
Kau sibuk?
Ada waktu sebentar?
Apa maumu?
Apa yang kau lakukan?
Sial.
Sebentar. Mau apa kau?
Jangan bergerak.
Leherku, hati-hati.
Aku tak pernah melihatmu telanjang.
Mau melakukannya lagi?
4 orang jadi hamil di lift itu.
Ada apa?/ Jangan bergerak.
Pemiliknya melakukannya di meja dan dapat anak kembar!
Kau tak mau makan?
Ayo minum untuk selesainya gedung baru ini.
Bersulang!/ Bersulang!
Ini Mantis, kan?
Apa yang...
Kalian sedang pesta kecil, ya?
Aku sedang menjamu klien.
Aku mau minum dari gelas yang dituangkan Nona Mantis.
Kuharap kalian tak keberatan
Sekarang, pergilah dari sini!
Kini giliranku./ Kubilang pergi.
Kita keluar saja, Tuan-tuan?
Mantis, itu tak sopan.
Ayo, minumlah!
Kau bisa tambah kecap jika terlalu tawar.
Rasanya sempurna.
Aku minta maaf.
Kenapa?
Aku tahu adikku kasar dan...
...keras kepala di luarnya.
Tapi hatinya baik.
Cuma saja hidupnya berat.
Tapi aku tahu kau akan membantunya...
...sampai akhir, kan?
Ya.
Selamat siang, Kakak Besar.
Kubawa ini untuk berjaga-jaga.
Simpan dulu.
Apa pun yang terjadi, jangan bergerak lebih dulu.
Baik!
Duduklah.
Ada yang ingin dia katakan padamu.
Kudengar seorang anak buahku bertindak keterlaluan padamu.
Aku tak bertindak sejauh itu.
Eel./ Ya, Pak./ Kemari!
Ambil pisau.
Satu lagi yang kubenci adalah...
...orang yang tak punya rasa hormat.
Kurasa ini tak perlu.
Ini sangat perlu.
Kita hidup berdasar aturan yang tak boleh dilanggar.
Kubilang ambil pisau!
Nasi telah jadi bubur.
Dia mabuk, tak sadar yang dia lakukan.
Benar.
Dia mabuk, tak sadar yang dia lakukan....
...tapi kau mau mencungkil matanya!
Kitty...
Jadi kurasa, aku berhutang maaf padamu?
Atau keberatanmu itu tadi tulus.
Kitty!
Kitty...
Tak ada gunanya membesar-besarkan masalah kecil.
Tak perlu ada pertumpahan darah.
Perkenalkan lawanmu, Nanman.
Dia belajar di Jepang tentang cara menggunakan pisau yang baik.
Kau tentukan kapan dan di mana.
Ada apa?
Kau terluka?/ Tak apa-apa.
Di mana Yu-Jin?
Di rumah sakit./ Apa?
Kenapa baru bilang sekarang?
Kucoba seharian tapi teleponmu mati.
Kenapa kau kini di sini?
Mau ke mana?
Ke rumah sakit.
Aku baru dari sana.
Jam berkunjung sudah berakhir. Kita ke sana besok.
Terima kasih telah menjaganya.
Dia keluarga kita.
Kau yakin tak apa-apa?
Kau pasti lapar.
Akan kubuatkan...
Bisa kubantu?
Aku perlu obat anti biotik./ Sebentar.
ALAT PEMERIKSA KEHAMILAN
Repot sekali. Sial!
Kuperiksa dua kali. Keduanya positif.
Kini yang kuperlukan cuma kesembuhanmu.
Terima kasih.
Demi bayi yang kau kandung ini.
Kau tak boleh bicara kasar dan berkelahi.
Cuma boleh berpikiran positif.
Soo-il pasti bahagia.
Dia belum tahu.
Kau harus beritahu dia.
Dia ayahnya, dan...
...dia seorang pria yang baik.
Halo?/ Ini aku.
Tak kuduga kau telepon saat kerja.
Bisa pulang lebih cepat?/ Ada apa?
Baiklah.
Aku orang nomor dua dalam organisasi lokal.
Aku punya 50 anak buah.
Aku menikah untuk memenuhi keinginan kakakku yang sekarat.
Pada awalnya, aku tak pernah mau menikah.
Keadaan makin rumit. Orang tuaku meninggal...
Hentikan! Kita buat sederhana saja.
Aku bisa lupakan kebohonganmu.
Aku bisa hidup dengan fakta bahwa kau tak mencintaiku.
Tapi tak bisa kubiarkan kau melakukan pekerjaan ini.
Berjanjilah kau akan keluar.
Itu tak mungkin.
Tak peduli apa yang akan kau lakukan, aku tak bisa berhenti.
Baiklah! Tak ada lagi yang perlu dibicarakan.
Duduklah.
Jangan mengatur apa yang harus kulakukan.
Aku tak ingin membahayakanmu atau keluargamu.
Sabarlah. Semua ini akan berakhir.
Berakhir?
Kapan?/ Mungkin setahun lagi...
..atau bahkan 6 bulan.
Tapi bantulah aku, jangan bicarakan hal ini di depan Yu-Jin.
Hai, Sayang.
Lihatlah, dia memberinya cincin...
...setelah seminggu mengenalnya.
Itu urusannya. Dia melakukan itu pada semua wanita.
Ayo pergi.
Tak bisa, aku sedang kerja./ Kubilang ayo pergi.
Kau harus selalu dituruti, ya?
Diam, jalang. Lakukan ucapanku jangan banyak tanya.
Kau marah padaku?
Ya, wanita jalang...
Jika berhenti memanggilku begitu, aku akan sangat baik padamu.
Aku memanggilmu sesuai yang kulihat.
Jadi Eun-Jin juga wanita jalang?
Beraninya bicara begitu! Kubunuh kau!
Dasar brengsek! Aku dan dia sama.
Kami wanita. Di mana ada aturan dia dipanggil Bos...
...dan aku dipanggil Wanita Jalang?
Yu-Jin
Di mana Soo-ll?
Dia terlambat datang./ Dia pria yang baik.
Baik-baiklah padanya.
Aku cuma ingin hidup bersamamu dan bayiku.
Bertiga saja.
Bayimu layak mendapat ayah. Ingat itu. Jangan lakukan apa pun yang bisa kau sesali.
Yu-Jin!
Kak...
Hail, Hail
Kapan kau pulang?
Kenapa tanya?
Aku mau ajak kau ke tempat yang menyajikan kepiting terlezat.
Sungguh?/ Ya.
Kutemukan tempat yang ditata seperti di kampungku...
Tunggu di sini, aku ambil tas./ Cepatlah.
Berandal, kalian masih berkeliaran di sini?
Bukankah dulu rambutmu warnanya merah?
Tolol! Kenapa kau?
Ayolah...
Ini hari yang sempurna untuk makan mie dan tiduran.
Sayang! Sayang, ada apa?
Telepon rumah sakit!
Sialan, sungguh memalukan!/ Berhentilah bicara!
Sebelum kabur, Ibuku...
...membelikanku masakan kepiting terbaik.
Berhentilah bicara. Berhentilah.
Telur kepiting adalah yang terlezat?
Bagaimana menurutmu?/ Aku suka jika dimakan pakai nasi...
Sial, aku mau taruh cincin ini di nasi agar kau menemukannya.
Sherry?/ Kenapa?
Kau sangat cantik hari ini...
Aku tahu, jadi jangan tinggalkan aku.
Kau boleh mencaciku apa saja, asal jangan tinggalkan aku...
Halo? Sherry, senang kau mau telepon?
Romeo... Romeo baru saja...
Kenapa Romeo?
Ditikam... Berandal hina...
Apa? Berandal hina?
Nanman, keparat itu yang...
Rebus kentang dulu.
Kau profesional.
Ini pertama kali kau memujiku.
Benarkah?
Kepiting, kita perlu kepiting.
Ya.
Sekali ini saja, tak perlu pakai kepiting./ Tidak.
Istriku mau masak untukku. Aku segera kembali.
Halo?
Romeo kenapa?
Lalu anak buah kita?
Apa yang kalian lakukan?
Kami kemari mau bertemu Nanman.
Apa?
Ada apa?/ Dari mana asalmu?
Kau pria brengsek pengecut!
Diam.
Bagus kalian ada di sini.
Kami ingin bertemu kalian.
Bos, ini aku.
Mungkin bijaksana jika sementara kita sembunyi dulu.
Ada apa ini? Hari apa ini?
Aku tahu kau curang tapi tak kukira akan sehina ini.
Kami pasti mirip sekumpulan banci.
Tolong jangan tendang perutku. Aku sedang hamil.
Hamil?
Kau membuatku impoten!
Berhenti!
Hentikanlah. Kukira ini yang kau inginkan.
Kini kau dapat yang kau inginkan, lepaskan anak buahku.
Kau pria yang cerdas. Aku tahu kenapa kau menginginkan wanita itu.
Hidup takkan sama tanpa dia.
Sayang...
Jangan ganggu pasien./ Dia akan sembuh, kan?
Dia kehilangan banyak darah karena keguguran.
Keguguran?
Bicara soal tak mengotori tanganku.
Selamat!
Ramalan bintangku mengatakan...
...akan ada kembang api untukku dalam bulan Mei dan Juni.
Tuan-tuan, silakan pilih wanita.
Semua dapat satu malam ini.
Aku takkan bisa tidur malam ini.
Pulanglah Namman!/ Tapi Bos...
Aku tak mau buang uang untukmu.
Selamat malam. Sampai jumpa.
Mana Hiu Putih?
Apa?
Apa-apaan ini?
Para gadis, keluarlah.
Kau Hiu Putih?
Kau bukan manusia.
Teganya kau lakukan itu pada wanita hamil?
Bedebah, dia mengacaukan segalanya.
Harus kami apakan dia?
Bau sekali.
Tidak, jangan merokok.
65 orang tewas dalam kebakaran.
Dia benci kekerasan tapi dunia butuh seorang pahlawan.
Legenda sulit terjadi di jaman dan seusia sekarang.
Apa perbedaan antara berandal kecil dengan mafia sejati?
Gas Propana...
Tolol...
Penerjemah: Hail, Hail Klaten, 9 Juli 2012
Kunjungi: www.idfl.us
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.