Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Houston, Texas.
- Dasar bajingan! - Apa?
Jangan pikir aku tak tahu permainanmu.
Ada apa denganmu?
Jika tidak sedang buru-buru, aku akan menendang bokong jelekmu.
Kau mau ke mana?
Hentikan dia!
Hubungi 911!
Selamat pagi.
Tn. Whitaker.
Tn. Whitaker!
Pak!
Namanya Charles Whitaker.
Usianya 32 tahun, lajang.
Dia insinyur komputer dengan spesialisasi pembuatan peta.
Ini kantornya di Houston kemarin pagi.
Dia bilang, "Hentikan. Dengar.
Tolong aku."
Itu kata-kata terakhirnya.
- Kurasa dia sudah meninggal. - Gagal jantung...
Disebabkan overdosis obat dokter dan narkoba.
Jadi dia overdosis dan ketakutan. Kenapa ini jadi masalah FBI?
Ditemukan obat tidur, sabu-sabu, MDMA, dan ketamine dalam darahnya.
Tapi tak ada botol obat atau peralatan narkoba...
Ditemukan di rumahnya. Dia tak punya sejarah narkoba.
Profil keamanannya menunjukkan tidak ada kecenderungan bunuh diri.
Kecelakaan atau bunuh diri bisa jadi kecurigaan...
Tapi pembunuhan bisa jadi kemungkinan.
Dia pasti berusaha mengatakan sesuatu sebelum dia meninggal.
Kenapa overdosis lalu memutuskan untuk bicara?
Dan kenapa dia punya profil keamanan?
Itu kesulitannya. Karena itu kita harus menyelidikinya.
Tunggu di sini.
Ruangan ini membuatku merasa berada di akuarium...
Semua orang melihatku.
Kau bisa menganggap mereka yang ada di akuarium...
Dan kau yang melihat mereka.
Apa yang kau lakukan?
Aku mengikuti percakapan.
Agen FBI mengatakan aku tak punya izin keamanan yang cukup...
Untuk ikut dalam kasus Whitaker, dan Fischer mendebatnya.
- Kau membaca gerak bibir mereka? - Ya.
Jika aku tak harus menjawab pertanyaan bodoh.
- Baiklah, Bos. - Aku bukan bosmu.
- Kenapa kau bilang begitu? - Kadang kau bertingkah seperti bos.
- Tapi kita sama, rekan. - Baik. Ingat itu.
Aku akan mengingatnya.
Bagus. Sekarang aku tak tahu apa keputusannya.
- Tunggu, Pak. - Aku tak mau membahasnya lagi.
Jane, aku Daniels, Agen Pengawas,
Aku bertanggung jawab atas izin keamanan di kantor ini.
Aku ingin kau segera pergi.
Pertemuan ini selesai.
Aku dalam proses mendapat izin untuknya dari DC dengan FD-258.
Jane seorang konsultan.
FD-258 memberi izin keamanan sementara bagi petugas lokal...
Dalam peristiwa penyerangan teroris.
Dia tidak memenuhi syarat.
Kau benar.
Jika Whitaker dibunuh...
Karena pekerjaan militer berbahayanya dengan Pentagon.
Aku tak seharusnya mengetahui itu.
Jadi aku akan pergi dengan senang hati.
Tunggu.
- Apa yang kau katakan padanya? - Tak ada.
Siapa yang memberitahumu dia bekerja untuk Pentagon?
Pikirkan jawabanmu dengan baik.
- Kau yang mengatakannya. - Jangan konyol.
- Aku belum pernah bertemu denganmu. - Tidak.
Kehadiranmu yang memberitahuku, karena kau tak akan ada di sini...
Jika dia bekerja untuk Pottery Shack atau Pizza Barn, 'kan?
- Maaf? - Tidak apa-apa.
Dia susah paham.
- Fischer, ini tak bisa diterima. - Aku minta maaf, Pak.
Tidak. Jangan minta maaf.
Jangan menyalahkannya. Dia tak melakukan apa pun.
Selamat pagi, Semua.
Ada keributan apa?
Aku menjelaskan pada Agen Fischer...
Tn. Jane tak punya izin keamanan untuk kasus Whitaker.
Masalahnya selesai, aku baru bicara pada Deputi Direktur...
- Dan dia menyetujuinya. - Kau dapat izin tertulis?
Ya, Pak.
Kalau begitu, ini jadi tanggung jawabmu.
Silakan lanjutkan.
- Terima kasih, Bos. - Sama-sama.
Selamat, Jane. Sekarang kau punya izin keamanan penuh.
Hanya sedikit warga sipil yang mendapatkannya.
Bagus sekali. Terima kasih banyak.
Baik. Area 51.
Apa yang sebenarnya terjadi? Beri tahu aku.
Apartemen Charles Whitaker Houston, Texas
Sudah berapa lama saudaramu tinggal di sini, Tn. Whitaker?
Panggil aku Curtis.
Kurasa sekitar empat tahun.
Apa menurutmu itu pembunuhan? Sudah pasti itu bunuh diri.
Bagaimana mungkin ada yang memberinya semua pil itu?
Pertanyaan bagus.
Kau punya dugaan?
Tidak.
Apa saudaramu punya masalah narkoba?
Tidak. Tak pernah. Dia selalu hidup bersih.
Tapi demi Tuhan, kenapa ada yang mau membunuhnya?
Pertanyaan bagus lainnya.
- Kau punya dugaan? - Tidak.
Aku tak suka sikapmu.
Jas yang sangat bagus.
Aku suka yang berkancing dobel. Tapi tak pantas untukku...
Aku terlalu pendek. Apa kau membelinya di London?
Ya, sebenarnya.
Kau tahu, uang biasanya dihasilkan atau diwariskan.
Uangmu keduanya, 'kan?
Kurasa begitu.
Keluarga kami mapan.
- Aku bekerja di perbankan. - Diberkatilah kau karena layananmu.
Dan saudaramu menggambar peta, tak ada yang luar biasa.
Jika dibandingkan dengan seluruh anggota keluarga.
Aku tak mengatakan itu.
Saudaraku sangat berbakat, tapi dia memilih jalannya sendiri.
Keluargaku menghargai kesuksesan.
Charles adalah seorang pemimpi.
Apa saudaramu berperilaku aneh belakangan ini?
Sebenarnya. Ada perselisihan tentang warisan uang nenekku.
Dia ingin menyumbangkannya ke museum. Kami sedang mengurusnya.
Aku tahu dia sangat senang dengan proyek baru di kantornya.
- Apa ini koranmu? - Bukan.
- Bukan? - Bukan.
Baik.
Kau bisa pergi.
Terima kasih, Curtis. Kami akan menghubungimu.
Terima kasih. Sampai jumpa.
Dia tersangka utama.
Katakan lagi?
Aku bicara pada kolegaku.
Sampai jumpa, Curtis.
Terima kasih.
Memang dia.
Mata yang awas, jas buatan khusus...
Perseteruan atas wasiat nenek, tersangka utama.
Aku mau membuat teh, duduk, bersantai, dan membaca koran ini.
- Kuhubungi nanti. - Tunggu sebentar.
Kita akan menemui Cartesian, bosnya.
- Tidakkah seharusnya kau ikut? - Mungkin nanti.
Akan kuhubungi, jika aku butuh bantuan.
Jika kau butuh...
Studio Cartesian Houston, Texas
Aku Avery Schultz. Aku asisten eksekutif Gabriel.
Akan kuantar kalian menemuinya sekarang.
Maaf, tapi kau harus meninggalkan ponsel dan senjatamu di sini.
- Jika kau punya. - Ya.
Tidak, kami tak bisa.
Ini aturan keras perusahaan, demi alasan keamanan.
Sayang, kami FBI.
Aku tak akan memberikan Beretta dan ponsel berisi data pentingku.
Kami akan membawa barang-barang kami.
Baik. Akan kutanyakan apa boleh.
Lakukanlah.
- Kau punya Beretta? - Ya. Kau?
Aku membawa Glock 26 tapi...
- Halo? - Hai, Teresa?
Ini Osvaldo Ardiles. Lama tidak bertemu.
Hai, Ardiles. Apa kabar?
Bagaimana pekerjaan swasta?
Lebih banyak pekerjaan, lebih banyak uang.
Tak bisa mengeluh. Bagaimana dengan FBI?
Gajinya sama, pekerjaan lebih banyak.
Asuransi giginya bagus.
Teresa, apa kita bisa bertemu untuk makan malam, malam ini?
Ada yang harus kubicarakan.
Makan malam? Aku sedang berada di Houston.
Bagus. Aku ada di Chicago. Houston tidak masalah.
- Aku akan naik pesawat jet. - Kau punya pesawat jet...
Yang bisa mengantarku ke tempat makan malam?
Ada apa?
Aku lebih suka membahasnya langsung.
Ini urusan bisnis, 'kan?
Bukan masalah pribadi?
Astaga, ya. Tidak. Ini murni bisnis.
- Baik, kau yang traktir. - Setuju.
- Itu aneh. - Terdengar aneh.
- Apa ada masalah? - Kuharap tidak.
Gabriel bilang kalian bisa membawa barang-barang kalian.
Silakan lewat sini.
Sangat menyedihkan yang menimpa Charles.
Aku melihatnya hari Minggu. Dia terlihat tenang.
Menurutmu apa yang terjadi?
Karena itu kami ke sini untuk mencari tahu.
Ini Departemen Pre-Viz kami.
Pada dasarnya, sebelum visualisasi.
Kami tahu.
Agen Lisbon dan Fischer.
Hai, Gabriel Quinn. Aku yang mengelola tempat ini.
Ini Leo Drembelas, penasihat umumku.
Silakan duduk.
- Kau butuh yang lain. - Tidak. Cukup, Avery. Terima kasih.
Maaf tentang omong kosong keamanannya.
Kami mengantisipasi sebisa mungkin.
Apa yang bisa kubantu? Aku mengerti kau mengira Whitaker dibunuh.
Kami belum bisa memastikannya.
Tapi ini lebih seperti bunuh diri atau overdosis, 'kan?
Ceritakan pada kami tentang Cartesian.
Kami mengembangkan visualisasi gambar taktis bagi angkatan bersenjata.
Sudah sekitar enam tahun.
Kemampuan yang kami kembangkan mendekatkan kami...
Pada banyak penjahat di luar negeri.
Apa Whitaker mengerjakan proyek berbahaya belakangan ini?
Proyek yang berlangsung harus dirahasiakan...
Tapi anggap saja semua yang kami kerjakan berbahaya.
Bagaimana Whitaker di kantor?
Orang bodoh yang menyenangkan.
Sangat ceria.
Seperti anak besar, suka menjuluki orang.
Dia memanggilku "Quinner". Dia mencetaknya di kaus.
Dia orang yang seperti itu. Kadang menjengkelkan...
Tapi tak ada yang membencinya.
Kami melacak GPS di mobilnya...
Dan itu menunjukkan dia ada di sini hari Minggu...
Sehari sebelum dia meninggal.
- Banyak yang masuk di akhir pekan? - Ya. Banyak.
Kau tak menerima pekerjaan ini karena mudah.
Kami ingin mewawancarai semua pegawaimu...
Tapi kami ingin mulai dari yang masuk di hari Minggu.
Tentu saja.
Aku harus ikut sebagai penasihat hukum.
Maaf. Jangan.
Urusanmu sudah selesai?
Karena aku mungkin punya petunjuk.
Minggu. Aku memperbaiki masalah resolusi...
- Di dynamic terrain simulator. - Apa kau bicara pada Whitaker?
Tentu saja.
"Hei." "Apa kabar?" Seperti itu.
Bagaimana keadaannya?
Dia tipe orang yang bisa jadi pendiam dan banyak bicara.
Minggu itu dia terlihat pendiam seperti berpikir.
Saudaranya mengatakan dia sangat senang ada proyek baru.
Proyek baru?
Kenapa itu aneh?
Karena tak ada.
Dia terjebak di laporan analisis geo-spasial besar.
Itu hal terakhir yang akan kau sukai.
Hanya itu yang boleh kami sampaikan.
Apa kau melihat Whitaker bicara pada orang lain di hari Minggu?
Ya, dia mengajukan banyak pertanyaan pada Hagen.
Martin Hagen, penghubung kami dengan militer.
Apa yang dikatakan Whitaker padamu?
Dia ingin tahu apa ada teknologi rahasia yang dikembangkan di sini...
- Diperlihatkan ke pihak lain? - Apa yang kau katakan?
Jawabannya "ya", tapi selalu ada kebocoran.
Apa dia memberitahumu ada orang di perusahaan yang mencuri data?
- Dia tak mengatakan itu. - Tapi kau mendapat kesan itu?
Dengan segala hormat, opini Tn. Hagen tak ada hubungannya.
Biar kuperjelas, Agen.
Tak ada bukti pembobolan keamanan di sini.
Kita bahkan tak bisa pastikan telah terjadi pembunuhan.
Mari membahas masalah ini secara proporsional.
- Ini petunjuknya? - Itu kode. Kau lihat?
Apa isinya?
Aku tak tahu.
- Kupikir kau jago memecahkan kode. - Bukan itu masalahnya.
Masalahnya adalah ada pesan tersembunyi di sini.
Atau hanya coretan.
Ayolah. Kau membaca novel mata-mata.
Jika ingin berkomunikasi dengan orang tapi tak ingin diketahui...
Kau meninggalkan pesan di koran...
Dan meninggalkannya di tempat umum.
- Menurutmu Whitaker mata-mata? - Tidak.
Kurasa dia menemukan mata-mata.
Dia melihat orang meninggalkan koran ini dan dia mengambilnya.
Kita harus mencari tahu kapan dan di mana dia menemukan koran ini.
Pengintaian adalah lompatan besar dari coretan di koran tua.
Ingat, besar kemungkinannya Whitaker bunuh diri.
Perusahaan tempatnya bekerja menjalankan beberapa proyek rahasia.
Apartemennya seperti didekorasi anak berusia delapan tahun.
Dia naif, ingin tahu, sangat cerdas...
Dan dia punya koran yang sangat serius yang tak pernah dibacanya.
Seperti yang bisa kau lihat, pudar dan bernoda.
Seperti ditinggalkan di tempat tertentu.
Sekarang dia sudah mati.
Baik. Aku punya rekaman keamanan dari Cartesian.
Koran itu terbit Jumat lalu, itu jadi titik awal kita.
Whitaker tiba di kantor puku 08.45.
Dia tak membawa koran.
Pada 13.15 dia keluar. Mungkin untuk makan siang.
Dia tak membawa koran.
Dia kembali pukul 14.10 dengan membawa koran.
"The Financial Record"...
Yang dimasukkannya ke jaket sebelum masuk ke gedung.
Dari mana arah datangnya?
Kami akan menyelidiki langkahnya.
- Dia datang dari selatan. - Terima kasih, Wylie.
Selatan.
- Sejauh apa kita ke selatan? - Pada akhirnya...
Kita akan sampai di taman kecil dengan bangku di bawah pohon tin.
Kenapa begitu?
Kotoran burung dan getah pohon, dengan catatan berbau tin.
Tidak, aku tak mau.
Lihat.
Ficus rubiginosa.
Itu pohon tin.
Baiklah. Bagus.
Dan...
Ya.
Ini bangku kita.
Kau tak tahu bahasa Latin "bangku"?
Tak perlu sinis karena aku benar.
Aku sudah bilang bagus. Sekarang apa?
Sudah terlalu terlambat hari ini.
Kita kembali besok saat makan siang, tinggalkan koran...
Dan lihat siapa yang akan mengambilnya.
- Jika ada yang mengambilnya. - Seseorang akan mengambilnya.
Aku menduga mata-mata lain datang sekali sehari untuk melihat...
Apa ada pesan yang ditinggalkan.
Dia akan terus datang hingga menemukan koran untuk diambil.
Atau Whitaker benar-benar overdosis.
Apa ada yang baru? Jika tidak, aku mau pergi ke pusat kebugaran.
- Pergilah ke pusat kebugaran. - Ya.
- Jane? - Lisbon?
Kau ada di mana?
Aku mengendus pembunuh seperti anjing polisi.
Kami baru menginterogasi staf. Tampaknya sehari sebelum meninggal...
Whitaker menanyai orang tentang pengintaian industri.
Ya, aku lebih dulu mengetahui itu.
Kau membobol mobilku.
Aku masuk mobil tanpa sepengatahuanmu.
Tapi kabar baiknya, besok sekitar pukul 14.00...
Kasus ini akan terpecahkan.
- Kau terdengar sangat yakin. - Selalu.
Apa yang akan terjadi malam ini?
Malam ini aku berencana bersenang-senang di Houston.
Di mana Cho?
Bergulat dengan benda berat di pusat kebugaran.
- Aku hanya ingin layanan kamar. - Aku ada kencan.
- Maaf? Kencan? - Apa aku tak mungkin kencan?
- Kau kencan di Houston? - Ya, kau ingat Osvaldo Ardiles?
Ardiles? Dua kata, pantofel berumbai.
Dia bukan pria yang jelek.
Pantofel berumbai. Tunggu sebentar.
Kau bilang sudah memecahkan kasusnya. Apa kau akan memberi tahu caranya?
Tanyakan padanya, dan dia tak akan memberitahumu.
Pura-pura tak tertarik, dan dia mungkin mengatakannya.
Aku bahkan tak ingin mencobanya.
Maaf. Kau bilang "kencan".
Lalu pembicaraannya berubah.
Ya. Sebenarnya bukan kencan sungguhan. Ini urusan bisnis.
Dia terbang menggunakan pesawat jet pribadi dari Chicago.
Sangat mengesankan. Kenapa?
Aku tak tahu. Aku akan mengetahuinya malam ini.
Jadi bagaimana di San Fransisco?
Bagus. Aku hampir tak pernah berada di sana.
Kasus ini membuatku bepergian setengah bulan.
- Kasus besar. - Ya, membela perusahaan ponsel.
Pesaing mengatakan klienku mencuri desain ponsel mereka...
Jadi klienku harus membayar sekitar 100 juta dolar ganti rugi.
Aku akan senang hati menerimanya.
Dengar...
Masalahnya adalah beberapa kali...
Saat rapat...
Ponselku jadi panas walaupun aku tak menggunakannya.
Sepertinya sepanjang waktu...
Ada yang meretasnya...
Dan menggunakannya untuk mendengarkanku.
Ardiles, kau terbang dari Chicago untuk memberi tahu ponselmu panas?
Ya.
Apa yang belum kau ceritakan padaku?
Tidak ada. Tak ada yang terbukti.
Lanjutkan.
Beberapa bulan lalu...
Aku punya firasat buruk.
Seperti ada yang mengawasiku, orang jahat, yang membenciku.
Kau pernah merasa seperti itu?
Aku yakin perusahaanmu punya detektif bagus yang digaji.
Ya, tapi aku tak bisa menggunakan mereka...
Karena kurasa ini tak berkaitan dengan bisnisku.
Kenapa tidak? Kau bilang ini kasus bear.
Tidak, ini bukan permainan pesaing. Ini masalah personal.
Aku tak punya bukti nyata.
Aku terdengar seperti orang gila.
Ini bukan khayalanku, Teresa.
Ayolah, kau mengenalku.
Terjadi sesuatu.
Dan aku butuh nasihat dari detektif yang bisa kupercaya.
Saat itu terjadi, aku tahu yang harus kau lakukan.
Saat kembali ke San Fransisco...
Hubungi Wayne Rigsby dan Grace Van Pelt.
Mereka ada di area teluk.
Yang kau butuhkan adalah yang mereka lakukan sekarang.
Keamanan digital.
Mereka bagus. Jika terjadi sesuatu, mereka akan mengetahuinya.
Bersulang. Ponsel panas.
Dia terlihat sedikit gelisah. Tapi dia selalu seperti itu.
Mungkin dia sudah mengatasinya, tapi kau tak akan pernah tahu.
Mungkin ponselnya memang disadap.
Rigsby dan Van Pelt bisa mengatasinya.
Mungkin dia hanya ingin kencan denganmu.
- Kau pernah mempertimbangkannya? - Hentikan.
Ardiles. Dia selalu menyukaimu.
Sudah pukul 14.23. Ini membuang-buang waktu.
Mata-mata teoretismu tidak muncul.
- Kau harus sabar, Lisbon. - Aku lebih suka minum kopi.
- Ada kedai kopi di sana. Kau mau? - Tidak.
Baik.
Permisi, Pak. Jam berapa sekarang?
Kau punya arloji.
Aku lupa memutarnya.
- Hampir pukul 14.25. - Terima kasih.
- Sama-sama. - Apa kau mencuri ponselku?
- Apa? - Aku kehilangan ponselku.
Tidak, aku tak mengambil apa pun darimu.
Lalu di mana ponselku?
Aku tidak tahu.
Tunggu. Tolong. Polisi!
- Pria ini mencuri ponselku. - Ada apa?
Dia menghentikanku dan menanyakan jam.
Dan dia merebut ponsel dari tanganku.
- Dia pencuri. - Dia berbohong.
Dia yang menghentikanku, dan menanyakan jam.
Pak, apakah itu benar?
Tidak, Pak.
Dia menghentikanku, menanyakan jam. Pria ini gila.
Pembohong. Bisakah kau menghubungi ponselku?
Hubungi.
555-0189.
Ya. Itu dia. Terima kasih.
Itu ponselku. Itu nada deringku.
Bagus sekali. Kau menjebakku.
- Ya. Terima kasih. - Bagus sekali.
- Kau akan membiarkannya pergi? - Pak, kau tak boleh pergi.
- Apa yang terjadi. - Banyak yang terjadi.
Tn. Hassan Zarif, kau dalam masalah.
Sebelum kau mulai bicara...
Aku tak akan membuang waktuku untuk FBI.
Apa yang ingin kau ketahui?
Sudah berapa lama kau membeli informasi dari orang dalam Cartesian?
Sekitar satu tahun.
Dari siapa?
Aku tak tahu.
Klienku yang mengatur pembelian pertama.
Siapa klienmu?
Mereka jauh di luar negeri, sangat berkuasa, dan kaya.
Aku tak akan memberi tahu namanya...
Bahkan jika kalian menyiksaku.
Baiklah.
Ceritakan tentang penjual di Cartesian.
Aku tak tahu apa pun. Maksudku...
Semua kontaknya anonim.
Saat penjual punya fail untuk dijual, dia meninggalkan koran di taman.
Kami punya kode sederhana.
Yang ini berbunyi...
"Harganya sama seperti yang terakhir."
Lalu apa yang terjadi?
Kami punya tempat lain di taman untuk pertukaran.
Aku meninggalkan uang.
Penjual mengambilnya, meninggalkan flash drive berisi data.
Aku membayar 475.000 dolar.
Tapi kau tak tahu siapa orangnya?
Tidak, Pak. Aku tak tahu.
Kau kenal Charles Whitaker?
Tidak.
Dia bekerja di Cartesian, meninggal dua hari lalu, gagal jantung.
Semoga dia beristirahat dengan tenang.
- Ada apa? - Kami menduga dia dibunuh.
Bisa jadi oleh klienmu, kau...
Atau si penjual tempatmu membeli.
Aku mengerti.
Itu menunjukkan hal berbeda.
- Ya. - Menyedihkan sekali.
Klienku tak membunuh orang ini. Aku jamin itu.
Pengaturannya terlalu menguntungkan.
Aku tak melakukannya dengan alasan yang sama.
Kau harus percaya padaku.
Ya, harus.
Mata-mata di dalam Cartesian adalah pembunuh.
Dan aku punya rencana luar biasa untuk menangkapnya.
Yaitu?
Mata-mata misteri punya sesuatu untuk dijual.
Karena itu, mereka meninggalkan koran, tapi Whitaker mengacaukannya.
Jadi mereka masih punya sesuatu untuk dijual.
Dan mereka tak tahu kita menangkap pembelinya.
Benar sekali. Mereka akan mencoba lagi.
Mereka hanya perlu dibuai ke dalam rasa aman yang salah.
Bagaimana cara melakukannya?
Kita harus menahan orang lain dan mendakwanya atas pembunuhan Whitaker.
Kita tak bisa pura-pura menahan orang.
- Tidak bisa? - Tidak.
- Kenapa tidak? - Itu ilegal.
Itu masalahnya. Kurasa kita harus berpikiran maju.
Itu selalu jadi pertanda buruk.
Tenang.
Aku tenang.
Sungguh? Aku pernah lihat banteng rodeo yang jauh lebih tenang.
Baik, aku tidak tenang.
Kau bertingkah seperti di hari-hari pertama, itu membuatku gugup.
- Bagaimana tingkahku dulu? - Kau gila.
Tidak lagi.
- Tidak? - Tidak.
Lalu apa yang kau lakukan?
Aku baik-baik saja.
Aku tahu cara menyesuaikan semua ini.
Tn. Whitaker.
Tn. Jane.
- Ada yang bisa kubantu? - Pertanyaannya adalah...
Bagaimana aku membantumu?
- Aku tak mengerti. - Seperti yang bisa kau bayangkan...
Aku mengawasimu dengan ketat.
Sangat ketat.
Aku tahu yang kau lakukan.
Ya, aku tahu.
- Apa maksudmu? Apa yang kulakukan? - Kau mau kukatakan dengan keras?
Kebanyakan orang akan membayarku untuk tetap diam.
Apa kau meminta suap?
Beraninya kau.
- Astaga. - Apa itu berhasil?
Pak, kau ditahan atas penyerangan.
Samuels, panggil seseorang! Ini konyol.
Apa yang terjadi?
- Pengacara. - Curtis.
Panggil aku Tn. Whitaker. Dan aku ingin bicara pada pengacaraku.
Tn. Whitaker, kau tak butuh pengacara.
Benar sekali.
Badut di jalan bisa memberitahumu tuduhan penyerangan tak cukup kuat.
Aku dihina oleh pria itu.
- Dan aku pura-pura ditahan. - Kau benar.
Itu dalih untuk menangkapmu di jalan dengan cara mencolok.
Apa?
Aku sungguh minta maaf atas masalah yang kau hadapi.
- Kami butuh bantuanmu. - Bantuan apa?
Kami rasa Charles memburu mata-mata di kantor.
Memburu mata-mata?
- Charles menggambar peta. - Benar.
Tapi perusahaan tempatnya bekerja...
Mereka adalah subkontraktor untuk Pentagon.
Aplikasi medan perang.
Seseorang mencuri dan menjual data rahasia militer.
Charles memergokinya.
Terdengar seperti fantasi konyol yang dikarang Charles.
Kecuali itu benar.
Maksudmu adikku dibunuh karena mengejar mata-mata?
- Ya. - Dan sekarang kau butuh bantuanku?
Pembunuhnya harus merasa aman untuk melakukan penjualan lagi.
Mereka harus berpikir tak ada yang mengawasinya...
Jadi kami harus mencari orang lain...
Seseorang yang masuk di akal.
- Aku. - Benar sekali.
Ide yang konyol. Seperti ini cara kerja FBI?
- Sungguh? - Kami unit khusus.
- Bagaimana jika aku menolak? - Kami ajukan tuduhan penyerangan.
Tapi kau baru mengakui semua itu tidak benar.
Hanya padamu.
- Jika tidak, kau tetap di sini. - Ini tak bisa diterima.
- Aku bersumpah. Pengacaraku... - Curtis.
Ini bukan tentangmu.
Ini tentang keamanan nasional dan keadilan untuk adikmu.
Jadi terimalah.
Sebagai rasa hormat...
Kami mau melaporkan perkembangan kasus Whitaker.
Kami sudah melihat berita. Kau menahan kakaknya?
Ya, kami belum mengadilinya, tapi segera.
Ada perseteruan tentang warisan uang dari kerabatnya.
Curtis menjadi serakah, sepertinya begitu.
Aku tak tahu mereka punya uang.
Beberapa juta dolar.
Ada lagi yang kau butuhkan dari kami, Agen?
Tidak. Kami hanya ingin kalian mendengarnya dari kami.
Kita tahu Charles punya banyak teman di kantor.
Aku tak bisa memercayainya. Sangat menyedihkan.
Sangat menyedihkan. Tapi perseteruan keluarga semakin parah.
Kami selalu melihat hal seperti itu.
Ya, tentu saja. Itu...
Semoga selamat sampai di Austin.
San Fransisco, California
Kau belum pernah menelepon sejak insiden itu?
Dengan ponselku? Tidak, aku membeli "burner". Kau percaya itu?
Aku di lorong belakang kotor membeli ponsel pra-bayar...
Dari anak yang mungkin mencurinya.
Itu cerdas, jika kehidupan digitalmu telah dibahayakan.
Kalian bisa melakukan ini? Kalian bisa menyadap ponsel orang?
Ya.
Karena siapa pun pelakunya, aku ingin menangkapnya.
Aku ingin menghancurkannya.
Maaf. Yang ini tak akan bisa tidur.
Tidak. Maaf. Aku sangat senang.
Kita tak bisa memerangi siapa pun yang menyadap ponselmu.
Jika kau memang disadap.
Itu bukan jasa yang kami sediakan.
Aku mengerti.
Kami akan mulai dengan memeriksa ponselmu...
Jika kami menemukan sesuatu, kau akan segera tahu.
- Terima kasih. - Kau mengerti jadwal pembayaran?
Ya, tidak masalah. Lakukan yang dibutuhkan.
Aku takut.
Aku ingin ini diselesaikan.
Baiklah kalau begitu.
Kami akan menghubungimu.
Ini menarik.
Tapi seperti kata Lisbon, dia agak aneh.
- Menurutmu ini hanya khayalannya? - Kuharap tidak.
Kuharap dia tak berada dalam bahaya.
Tapi ini bisa jadi kasus besar untuk kita.
Sayang sekali jika ini sekadar ponsel rusak dan paranoia.
Pukul 14.11. Masih tak ada aktivitas di bangku taman.
Tak ada tanda orang mendekat dari semua sisi alun-alun.
Perhatikan. Matikan radio kecuali ada yang harus kau katakan.
Ya, Pak.
Katakan pada mereka, Cho.
Ini seperti pengintaian lama.
Kau skeptis dan pemarah.
- Aku, percaya diri, ceria. - Kau ceria untuk membuatku jengkel.
Aku ceria karena bisa duduk di sini bersamamu, di taman...
- Di hari seindah ini. - Astaga, itu Avery Schultz.
Bagus. Apa itu benar dia?
Itu sekretaris Direktur Utama.
Dia duduk di kursi taman sasaran.
Dia meninggalkan sesuatu.
Baiklah, kita sudah cukup melihat. Bergerak.
Dimengerti.
Bergerak.
- Apa kau melihatnya? - Ya.
- Tetap awasi dia. - Dimengerti.
- Dia bergerak! - Ayo!
Berhenti! FBI! minggir! Semuanya minggir!
Berhenti!
Dia memotong jalan melalui air mancur.
Cegat dia di sisi lain.
- Berhenti di sana! - Avery Schultz!
Kau ditahan.
Subjek sudah ditahan. Kuulangi, subjek sudah ditahan.
Ayo, keluarlah dari sana.
Aku tak pernah berpikir itu dia.
Benarkah? Kau mengejutkanku.
Kau biasanya punya insting bagus terhadap orang.
- Benarkah? - Tidak, aku bercanda.
Aku bercanda bahwa aku bercanda.
Kau punya insting yang bagus terhadap orang lain.
Hanya kemampuanmu sedikit...
- Kau lucu sekali. - Ya.
Kerja bagus, Cho.
Kau terlihat cantik memakai topi itu.
Kami sudah menggeledah apartemenmu.
Ada beberapa sepatu bagus tapi sebaliknya jenis Spartan.
Pembelinya mengatakan kau hampir membayar 500.000 dolar.
Ibuku memiliki masalah kesehatan.
Dan sebenarnya aku punya masalah terhadap obat-obatan.
Jadi, uangnya habis.
Bagaimana mulanya kau bisa masuk ke dalam bisnis mata-mata?
Ayahku adalah pedagang mata uang yang sukses sampai dia bangkrut.
Kami kehilangan semuanya.
Lima tahun yang lalu dia bunuh diri.
Aku sangat putus asa, jadi seorang pria menghubungiku lewat internet...
Berkata, dia adalah teman ayahku, dia adalah seorang jurnalis.
Dia bilang akan membayarku untuk gosip soal dunia teknologi canggih.
- Itu berawal dari sana. - Siapa nama pria itu?
Dia tidak ada.
Dia adalah sindikat kriminal di suatu tempat di Rusia, kurasa.
Saat aku tersadar, aku sudah melangkah terlalu jauh.
Saat aku bilang aku ingin berhenti, mereka ancam beri tahu Cartesian...
Apa yang aku kerjakan...
Jadi, aku harus terus melakukannya.
Lalu, orang bodoh itu mulai mengikutiku.
Charles Whitaker.
Aku merasakan seseorang mengawasi.
Tapi kau merasakan itu, 'kan?
Saat kau melakukan hal seperti itu, kau menjadi paranoid.
Jadi aku paksa diriku untuk menghindari perasaan itu.
Kesalahan besar.
Kami berdua berada di kantor di hari Minggu.
Dia memberitahuku dia tahu apa yang terjadi.
Avery, kita bekerja untuk Pentagon.
Apa yang kau lakukan...
Mereka menyebutnya pengkhianatan. Kau harus berhenti.
Pengkhianatan?
Charles? Ini sebuah permainan.
Ini sesuatu yang kita lakukan untuk bersenang-senang.
Aku dan sekelompok teman kuliah. Kami sudah melakukannya bertahun-tahun.
Ini seperti berburu burung pemakan bangkai.
Jadi, kau tak membocorkan rahasia?
Aku? Seorang mata-mata? Benarkah?
Tidak.
Charles.
Ini hanya permainan.
Tapi aku tahu kebohongan itu tak akan menahannya cukup lama.
Aku tahu aku harus membungkamnya.
Jadi, aku pergi menemuinya Senin pagi.
- Hei, bisa kita bicara? - Tentu, masuklah, kurasa.
Aku suntikkan cukup banyak obat padanya yang mampu membunuh kuda.
Memang tidak terlihat, tapi pria itu kuat.
Sayang sekali kau harus membunuhnya.
Hei, kau seorang polisi. Kau bukan hakim.
Jangan menghakimi aku.
- Aku tak punya pilihan. - Tidak, kau punya pilihan.
Ya, aku bisa menyerah.
Tapi aku tak menyerah.
Itu adalah kebaikan.
Itu bukan dosa.
- Wayne? - Hei, Grace.
Aku tak bisa menelepon Ardiles.
Kantornya tak mendengar kabar darinya sejak hari Jumat.
Tak bisa menelepon pria itu dan bilang ponselnya disadap.
Bisakah kau lacak ponselnya, coba dan cari tahu di mana dia?
Tentu.
- 1313 Owens Street. - 1313 Owens Street.
Ya, sudah kutulis.
Hei, apa kau akan pulang untuk makan malam?
Ya, tentu.
Tunggu. Apa kau di truk makanan?
Aku bisa mendengar kau membuat alasan.
Tidak, ini suara aku makan taco.
Malam ini salad. Aku janji. Aku mencintaimu. Sampai jumpa.
Hei, Sayang. Apa yang kau lakukan?
Medali Layanan Kehormatan Intelijen Nasional.
Untuk pengorbanan tanpa pamrih saudaramu...
Bagi komunitas intelijen. Kau seharusnya bangga padanya.
Sekarang, kami akan membawamu ke ruang presentasi, ya?
Agen Fisher, apa kau ikut? Cho dan Lisbon sudah ada di sana.
Aku akan ke sana sebentar lagi, Pak.
Baiklah.
Baiklah, dia sudah pergi.
- Dasar kucing penakut. - Hanya menjadi perhatian.
Melihatku lagi akan mencerahkan hari besarnya.
Omong-omong, aku baru saja menemukan karavan.
Kau bisa memiliki mobil manapun yang kau inginkan...
Dan kau memilih karavan Aistream? Tapi itu untuk pasangan manula.
Menurutku itu solusi yang bagus.
Sebuah kantor dan kendaraan jadi satu.
Bisa mengubah semua pendekatanku untuk memecahkan kejahatan.
Aku tak akan berdebat denganmu soal itu.
Hei, apa yang kau katakan padanya yang membuatnya sangat marah padamu?
Aku mengatakan kalimat yang sederhana.
Sangat sederhana.
1313 Owens Street. Baiklah.
Ini Wayne. Tinggalkan pesan.
Wayne, segera telepon aku setelah kau mendapatkan pesan ini.
Jangan telepon aku kembali.
Temui saja aku di sudut jalan tempat kita makan siang.
Aku akan menunggumu.
Jangan khawatir. Ini bukan soal anak.
Ardiles bukan satu-satunya orang yang disadap.
Kita semua disadap.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.