Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitles by DramaFever Alih Bahasa oleh: f4r1du5m4n | http://idfl.me
Chi Soo, sekarang ini apa yang sedang kau lakukan pada gurumu...
Jadi, sekali lagi kau mencari masalah denganku...
Maka aku akan benar-benar...!
Berkencan denganmu.
Cha, kenapa kau di situ?
Aku perlu membereskan sesuatu.
Ayo pergi.
Sunbaenim.
Apa yang kau lakukan di sini?
Dong Joo, aku harus bagaimana sekarang?
Apa maksudmu? Kau harus segera pergi ke rumah sakit.
Benar sekali. Apa ada yang aneh denganku, kan?
Aku harus segera dirawat, bukan?! Aku harus pergi ke rumah sakit mana?
Kau lagi bicara apa?
Ahjussi pingsan, dan dia sudah dibawa ke unit gawat darurat.
Ahjussi?
Ayahmu! Ayahnya sunbaenim!
Ahjussi, Ahjussi, bangun!
Ahjussi, Ahjussi, Ahjussi, kumohon.
Noona apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus kita lakukan dengan Ahjussi?
Ba Wool, ayahku...
Benar, noona! Apa yang harus kita lakukan dengan Ayahmu sekarang!
Dia itu bukan Ayahku, dasar bodoh.
Kau sudah di sini?
Selamat pagi.
Selamat pagi.
New York, Tokyo, aku lelah pergi ke semua tempat sendirian.
Uang, sukses, atau hal yang lain, apa gunanya itu?
Ketika aku kesepian di sini,
bagaimana bisa aku tetap merasa hangat?
Uh...
Bibirmu...
Kenapa dengan bibirku? Cantik, ya?
Kau ternyata sama.
Biasanya para pria lihat cuma wajah yang cantik dan ukuran dada.
Bibirmu tidak cuma cantik, tapi terlihat hangat.
Berhentilah minum dan makanlah sebelum makananmu menjadi dingin.
Apa mereka tidak bisa membuat saus yang lebih enak?
Tapi mengingat ini kecelakaan mobil, bukankah seharusnya MRI dilakukan?
(Magnetic Resonance Imaging -Metode pemeriksaan menggunakan medan magnet dan gelombang radio)
Kau pikir dia mau? Pria tua keras kepala seperti dia?
Pokoknya aku sudah mengancam dia.
Jika dia tidak diperiksa dengan baik, aku akan menyebabkan masalah.
Sunbaenim, apa sesuatu terjadi?
Sejak tadi pagi kau bertingkah aneh...
Dong Joo, apa kau pernah...
mengalami sesuatu terjadi di sekolah?
Sesuatu?
Jadi misalnya begini... ada seorang guru mendekatimu.
Atau pria muda di kantin memintamu untuk makan siang sehabis kerja!
Atau bahkan mungkin salah seorang murid...
Apa seorang murid mengajakmu berkencan?
Kau sungguh ahli bilang yang tidak-tidak.
Kau jujur sekali.
Tidak usah menganggap serius dengan percandaan murid.
Kau harus biarkan kalau percandaan itu bukan apa-apa.
Atau kau tidak akan bertahan sebagai guru di sekolah laki-laki.
Aku mau beli lagi.
Kalau jalan, lihat-lihat dong.
Maaf.
Tidak. Aku...
Terima kasih!
Bercanda? Tadi itu bercanda?
Tadi itu cuma bercanda?
Mendorongku ke dinding mungkin bercanda. Lalu bagaimana dengan ciuman itu?
Apa itu bercanda juga?
Tidak, tapi tatapan dia itu sangat serius!
Aku akan berkencan denganmu.
Lalu apa? Dia berencana untuk berkencan denganku?!
Lalu bagaimana dengan gadis lili putih itu?!
Apa? Aku dijadikan yang kedua?!
Tidak. Jika dihitung berdasarkan usia, jadi aku...
Tunggu. Kenapa dia memberikan aku kesempatan itu?
Kau bisa memilikinya.
Apa itu artinya dia ingin aku menyingkir?
Agasshi, lenganmu bisa terluka jika seperti itu.
Ada apa dengan wanita itu?!
Kau lagi buat apa! Memalukan!
Aku sudah memberitahumu untuk tidak boleh menggunakan kekuatanmu di depan umum!
- Ayo pergi! Cepat! - Tapi masih ada satu kesempatan lagi!
Episode 3 Kembalinya Gadis Pemarah
- Permisi. - Ya, ada yang bisa saya bantu?
Aku mencari seorang pasien.
Pasien?
Ya, tentu saja.
Jika Anda memberikan nama dan informasi pasien, saya akan mencari pasiennya.
Namanya? Aku rasa aku sudah mencatatnya di sini.
Lalu aku mengeluarkan itu dari kantong sebelah sini...
Kemudian aku harus membuka semua ini.
Ah, malas.
Malas banget.
Permisi.. Permisi.. Kau tidak apa-apa?
Permisi!
Perawat Lee, ada pasien darurat di sini.
Bos.
Dasar bajingan.
Bos mu ini lagi sekarat dan kau datang 13 jam kemudian.
Kau sudah lupa kesepakatan kita?
Dengan mendengarkan suaramu, jangankan terlambat 13 jam, kau akan baik-baik saja bahkan jika aku tidak muncul dalam 13 tahun.
Aku tidak bisa mati karena aku mau bertanya kenapa kau terlambat.
Anda tidak usah bilang mati.
- Akulah yang hampir mati. - Kenapa?
Di bandara, ketika aku sedang melewati pos keamanan.
Mereka memintaku untuk melepas tas dan kaos,
lalu mereka menyuruhku untuk memakainya lagi setelah aku sudah lewat dari pemeriksaan.
Butuh waktu 1 jam untuk memakainya.
Bos, kalau aku memikirkannya lagi...
aku rasa aku akan mati karena kesal.
Bangunlah, dasar anak nakal.
Kau ini seperti tiang listrik, tapi tiap hari selalu berbaring!
Ah, iya... Karena kau sudah di sini, kau harus pergi menemui dia.
Tapi apa istriku baik-baik saja?
Apa emosinya yang seksi masih sama seperti biasa?
Tidak usah menganggap serius dengan percandaan murid.
Kau harus biarkan kalau percandaan itu bukan apa-apa.
Atau kau tidak akan bertahan sebagai guru di sekolah laki-laki.
Benar! Aku tidak bisa seperti ini karena percandaan anak kecil.
Apa hebatnya ciuman sekarang ini?
Kau bahkan bisa melakukan ini sebagai ucapan salam dengan setiap orang.
Sekarang aku tenang tentang hal itu, hidupku terasa lebih mudah.
- Ayo pergi bermain bowling nanti. - Bowling?
-Dekat Hannam-dong? -Ya, Hannam-dong.
Jangan disana, di tempat lain saja.
Omo, semut-semut ini bekerja keras sekali.
Selamat pagi, Guru.
Ya, selamat pagi.
Omo, tapi hari ini adalah hari yang spesial?
Bagaimana bisa kalian berdua terlihat begitu cantik hari ini?
Hari ini adalah hari pertama kami mengajar.
Harus terlihat cantik untuk anak-anak murid.
Tapi bukankah hari ini kelas olahragamu yang pertama, Guru Yang?
Benar sekali.
Tapi aku berencana tetap menjadi diriku yang biasa.
Lagipula ini bukannya hari praktek lapangan.
Membeli baju itu, itu tidak keren.
Apa ini? Pakaianmu seperti menarik perhatian Paparazzi di Hollywood?
Aku harus pergi ke kelas.
Jadi aku hanya mengenakan pakaian olahraga.
Kita tidak ada kelas.
- Ya? - Senior apa yang punya kelas olahraga?
- Kita cuma belajar teori. - Apa?
Meskipun itu, ini kan kelas pertamaku.
Aku penuh persiapan.
Aku bahkan membeli pakaian baru ini!
Aku akan mengajar hari ini!
Apa ini semua muridnya, ketua kelas?
Ya. Murid lain hanya mau belajar.
- Guru. - Ya?
Aku tidak bisa bermain basket.
Ya.
Mau bermain basket, Guru?!
Kenapa tidak kita mulai, Guru?
Benar, siapa peduli jika hanya 4 orang.
Cha Chi Soo tidak datang jadi itu cukup...
Aku sedikit terlambat, ya?
Bermain basket menurutku tidak buruk.
Tidak, ini akan jadi buruk.
Aku akan membuatnya jadi buruk, Cha Chi Soo!
Benar, kelas olahraga akan jadi permainan menyenangkan dengan teman-temanmu.
Baiklah itu sudah cukup untukku.
Kau harus bergabung, Guru!
Bahkan timnya belum cukup.
Guru, aku rasa aku ingin jadi seorang masochist! Aku ingin kepalaku dicekik dengan lengan kokohmu itu.
(Masochist: Orang yang senang disakiti)
Kalau begitu aku akan jadi orang yang sadis. Guru, kau mau berlindung di perut pembunuhku?
Lupakan mereka dan jatuhlah di lenganku saja!
Lenganmu benar-benar kuat tetapi pinggangmu benar-benar milik wanita.
Bagaimana bisa Yang Eun Bi dari SMA Wanita Ma Sung berakhir seperti itu?
Pelatih, dia hampir mulai menjadi manusia.
- Tolong jangan mencegahnya. - Kata-katamu aneh sekali.
Apa kau mau bilang dia bukan manusia ketika dia bermain voli?
Tentu saja! Waktu itu dia lebih buruk dari seekor beruang!
Makan pagi marah, makan siang marah, dan makan malam pun marah,
Gadis emosional terkenal yang akan kehilangan kesabarannya seperti beruang paling liar.
Justru kau yang menjadi manusia, Bodoh!
Dijepit, dilipat, dan dipahat.
Kang Dong Joo, ini bukan operasi plastik tapi arsitektur. Tapi ini seperti love house.
Halo, sampai nanti.
Pelatih, tutup mulutmu!
Guru Yang, kau buat para senior melakukan kelas olahraga?
Kau cukup berani juga. Kau berpikir begitu?
- Aku tidak berpikir begitu. - Apa kau bilang?
Apa punya kelas olahraga selagi jam olahraga itu salah?
Lalu apa yang akan kau lakukan jika murid-murid terluka ketika mengikuti kelas olahraga?
Kalau misalkan orangtua mereka protes, kau mau bertanggung jawab?
Apa benar atau tidak?
Pergi bersihkan ruang olahraga.
Tentu saja murid-murid berolahraga selagi kelas olahraga apa lagi yang bisa mereka lakukan?
Dia mungkin takut Pangeran akan terluka, bukan murid lain.
Dia mungkin khawatir tentang kesejahteraan dirinya dibandingkan protes dari orang tua murid.
Bisa tidak Anda sedikit jujur, Guru Han? Dasar bajingan!
Ah, dasar!
Omo! Omo! Dasar sialan!
Hei, ada apa denganmu?
Kau kan membenci keringat dan kau mau ikut kelas olahraga?
Kau mungkin suka sama guru olahraga itu?
Apa? Cha Chi Soo, mungkin kau... benar-benar menyukaiku?!
Apa? Dia masih mengirim pesan padamu?
Gadis itu sangat menyebalkan hanya karena aku meminta nomornya.
Kurasa kau berurusan dengan orang yang salah. Kau yakin tidak salah injak kotoran.
Karena itulah, ini benar-benar menyebalkan!
Katakan padanya dia cantik.
Bilang cantik? Aku benar-benar tertipu karena lampu di club.
Mata, hidung, bibirnya, tidak ada yang terlihat bagus.
Kalau begitu...
Kalau begitu bilang saja tahi lalatnya cantik.
Karena tidak peduli betapa mengerikannya wajah dia, tahi lalat biasanya terlihat cantik.
Setelah kau mengatakan dia cantik, dia jadi diam sekitar 5 detik.
Lalu sehabis 5 detik itu, apa yang harus aku lakukan?
Berikan ciuman di keningnya.
Hal itu bisa membuat dia diam sekitar 1 minggu.
Kehilangan kesadaran diri sendiri.
Tapi kenapa di kening? Kenapa tidak di bibir saja?
Kau perlu melakukan itu di kening...
Jadi terlihat serius.
Ini sebabnya kau disebut Pangeran! Aku sangat iri denganmu!
Seharusnya aku melakukan itu lebih awal!
Lalu selanjutnya bagaimana?
Berhenti disitu, Cha Chi Soo!
Guru, apa Guru juga punya kemampuan untuk mengajar bola voli?
Aku cukup lelah hari ini.
Cha Chi Soo.
Aku akan melepaskan ini dan menghitung sampai 3.
Dan aku akan memukulmu satu kali.
- Apa? - Jadi gertakkan gigimu sekerasnya.
1... 2... 3...
Mulai sekarang, jangan berani-berani menggerakan jari di depanku.
Dan juga dibelakangku, jangan menginjak bayanganku.
Kau mengerti?
Berhenti disitu, Guru magang!
Kau tidak boleh melakukan ini pada wanita.
Terutama pada istriku.
Apa?
- Istri? - Istri?
Minggir! Minggir!
Chi Soo, kepalamu baik-baik saja?
Apa kau terluka?
Sunbaenim, turunkan tanganmu itu!
- Owh sakit. - Dasar anak nakal, cepat masuk ke kelas kalian!
Owh sakit!
Cepat masuk!
Menjengkelkan. Menjengkelkan sekali.
Sangat menjengkelkan.
Permisi, kau tidak bisa berbaring di sini.
Memangnya kenapa?
Karena ini adalah aula.
- Terus kau siapa? - Pengawas ruang.
Pengawas ruang, pengawas ruang...
Kalau begitu aku harus bangun mengingat pengawas ruang adalah pekerjaan paling suci di sekolah.
Tapi yang barusan itu, anak yang terlihat seperti kue beras, dia siapa?
Kue beras?
Cha Chi Soo?
Cha Chi Soo?
Dengar Guru Yang, abad berapa sekarang ini dan kau masih memukul seorang murid?
Apa yang terjadi jika murid-murid merekamnya?
Guru Yang akan menjadi orang nomor 1 di internet.
Seorang wanita yang melempar semua pemahaman-pemahaman.
Kepala Sekolah, aku benar atau salah?
Saya pikir Anda pulanglah dulu untuk hari ini.
Guru Yang, ketika pemeriksaan medisnya sudah selesai, saya akan menghubungi Anda.
Tidak ada sesuatu yang penting dari pemeriksaan.
Tapi kepala Anda sudah dipukul oleh bekas pemain voli.
Jadi Anda pasti mengalami shock.
Aku pikir yang terbaik jika Anda menenangkan diri selama masih berada dirumah sakit.
Permisi.
Aku bukan dipukul, tapi itu kecelakaan.
Jadi gambarkan seperti itu.
Oh ya. Maafkan aku.
Tapi bagian mana yang terkena pukulan?
Kenapa tidak bisa aku bedakan?
Coba gerakan kepalamu, putar lehermu. Apa di sebelah sini?
Tidak, dia dipukul sebelah sini.
Apa dia dipukul dengan bola basket?
Bukan, dia dipukul dengan bola voli.
- Untunglah, dia tidak dipukul dengan baseball. - Ya.
Ini mungkin pertama kali dia dipukul sejak dia memanjangkan rambutnya.
Aku ragu dia akan baik-baik saja.
Bukan hanya ini pertama kalinya dia dipukul,
- tapi dia dipukul dengan cara yang tidak lazim... - Kau mau ke mana? Cha Chi Soo!
Kenapa repot-repot bertanya?
Cha Chi Soo, apa yang harus kulakukan dengan guru magang itu?
Mau aku memecatnya?
Tidak, jangan pernah pecat dia tanpa ijinku.
dan juga...
jangan pernah mengatakan "pukul" lagi di depanku.
Cha Chi Soo itu, dia kelihatannya marah.
Dia marah, kan?
Dibandingkan marah, aku pikir dia malu.
- Malu? - Malu.
Malu?
Aku dengar kau dipecat sebagai guru magang?
Siapa bilang begitu? Aku hanya bilang, aku pulang cepat.
Apa yang sudah kubilang? Aku bilang kau tidak cocok jadi seorang guru.
Panci aluminium sepertimu yang mudah mendidih, bagaimana bisa kau menjadi seorang guru?
Akan lebih baik jika kau terus bermain voli dengan spike mu itu...
Jika aku melakukan itu, apa itu akan membayar tagihanku atau menyediakan makanan di atas meja?
Sudah kubilang kalau aku tidak mau makan ramen seumur hidupku.
Aku akan makan nasi seumur hidup dengan gaji dari pemerintah.
Di situ...
ada keriputnya.
Kau sudah tua.
Bagaimana bisa!
Kau bahkan tidak punya uang untuk melakukan botox, kenapa kau selalu menegangkan matamu?
Santai saja. Dan hiduplah seperti dirimu.
Dan jangan terlalu banyak menggunakan kepalamu.
Ikuti saja apa yang diberitahukan oleh tubuhmu.
Hanya dengan di sini, memimpinmu kemana kau pergi.
Mungkin akan banyak kekalahan tapi setidaknya kau tidak akan hidup sebagai pengecut.
Seperti ayahmu ini.
Kenapa Ayah tidak makan? Bukankah Ayah lapar?
Makanan di sini asin dan kuahnya sama!
Aku hanya ingin makan ramyun!
Lupakan saja! Di rumah sakit Ayah mau makan ramen?
Guru magang itu, kau ingin memecatnya?
Kenapa aku ingin memecatnya?
Aku bukan anak kecil.
Kau sudah makan?
Apa yang harus kita makan?
Jika kau tidak suka makanan rumah sakit, aku bisa membawa kotak makan siang untukmu...
Kenapa kau menanyakan itu? Kau bukan dirimu. Kau seperti orang lain.
Aku ingin mencoba seperti itu sekali.
Kau cantik ketika kau tidak bicara.
Kau mengecilkan seragammu?
Tidak.
Oh, itu Ba Wool. Ba Wool!
Baguslah. Kenapa kau tidak pergi dengan Kim Ba Wool?
Aku sedang banyak pikiran hari ini jadi aku mau sendiri saja.
Bolehkah?
Ba Wool, kau mau makan bersama?
Apa? Makan?
Makan? Makan?
Sepertinya Ba Wool masih marah.
- Aku pergi dulu. - Baiklah.
Siapa dia? Pacarmu?
Uh... ya.
Wah, dia sangat cantik.
Itu sebabnya dia berpacaran denganku.
Tapi bagaimana bisa kau menyuruhnya pulang tanpa memberi dia makan?
Kenapa aku harus memberi dia makan...
Aku yakin dia akan membeli sesuatu untuk dirinya sendiri.
Apa yang kau lakukan, Ahjusshi?
Ini seperti jahitan! Mengalahkan semua jahitan!
Kau tahu, pria sepertimu memang tinggi tapi kosong di dalam.
Ya?
Aku bertanya jika kau tahu kenapa dadamu itu menonjol-nonjol seperti Kwon Sang Woo tapi di dalamnya bagaikan gurun?
Itu karena kau selalu makan sesuatu yang dingin.
Kau perlu makan sesuatu yang panas untuk tumbuh!
- Itu sebabnya kau harus sedikit mendidih di sini... - Aish, dasar!
Ada apa, Ahjusshi?
Aku rasanya mau mati!
Tidak heran aku merasa aneh hari ini...
Aku akan panggil dokter!
Tidak usah panggil dokter.
Sesuatu yang lain.
Sesuatu yang lain.
Ahjusshi, apa kau punya obat?
Ya, aku punya obatku sendiri.
Obatnya itu...
Jika kau pergi ke rumahku...
Buka lemari kedua dan laci yang pertama.
Di dalam sana, ada panci aluminium.
Hanya dengan memakannya satu sendok, hatiku rasanya akan penuh.
Dan satu isapan akan menghangatkan seluruh tubuh!
Ada ramen didalamnya.
Sempurna untuk anak sepertimu.
Jika kau memakannya, kau akan menjadi seseorang yang sempurna.
Bagaimana? Kau mau mencobanya, kan?
Karena aku tidak memakannya, aku merasa seperti ini sejak kemarin.
Ayo pergi. Kau juga bisa mendapat satu mangkok.
Jika kau mau berakting, lakukan itu di depan rumah sakit.
Lalu mereka akan mentraktirmu dan menguncimu di dalam ruanganmu.
Pertama kali mungkin karena kecelakaan tapi kedua kalinya kau akan dipecat.
Jangan datang padaku lagi.
Aku tidak peduli apa pekerjaan ahjussi dan di mana itu karena aku akan segera membuatmu dipecat.
Tidak berguna.
Aku hampir menipunya.
Kau mau makan?
Uangnya banyak tapi dia tidak membelikanmu makanan?
Makan nasi juga, jangan cuma makan sayur.
Aku harus tetap menjaga berat badanku.
Tidak banyak waktu lagi sampai ujianku.
Aku jadi gagal karenamu, Oppa.
Ba Wool, ayo kita berkencan lagi.
Ya?
Bagaimana dengan Cha Chi Soo?
Aku juga akan berkencan dengannya.
Apa? Hei, Yoon So Yi!
Apa itu masuk akal?
Pada akhirnya itu yang terbaik untuk kita.
Apa? Bagaimana? Bagaimana? Bagaimana bisa?
Jika dua sungai terpisah jadi dua dan kau menghalangi yang satunya, apa yang akan terjadi?
Satu sisi akan meledak.
Itu hal yang sama. Kita harus membiarkan Chi Soo terbuka agar kita bisa mengalir bebas juga.
Bagiku bertemu dengan Chi Soo adalah jalanku untuk bertemu denganmu.
Pria tua itu, mau makan ramen lagi?
Kenapa liftnya lama sekali turun ke bawah?
Mie ini akan kematangan.
Oh, leherku!
Kau datang lebih cepat dari yang aku perkirakan.
Tapi apa yang kita lakukan?
Oh, leherku sakit.
Sekarang aku sedang tidak mood menerima permohonan maaf Guru magang...
Apa?!
- Minggir. - Apa?!
Kau tidak mau minta maaf? Bukankah kau datang kesini untuk minta maaf padaku?
Minta maaf?
Maksudmu ketika yang bersalah mengakui kesalahannya dan meminta maaf?
- Ya. - Jadi seharusnya bukan aku yang minta maaf, tapi kau yang minta maaf.
Aku?
Kenapa harus aku? Aku yang terkena pukulan.
Kenapa aku harus minta maaf?
Kau bahkan tidak tahu kenapa kau dipukul, kan?
Ya. Apa aku harus tahu?
Kau tidak perlu tahu.
Karena pangeran sepertimu mungkin menjalani seluruh hidupmu tanpa tahu kenapa.
Dengar, Guru magang.
Sepertinya kau datang sejauh ini dan tiba-tiba mulai merasa harga dirimu direndahkan.
Aku juga tidak berencana untuk memperumit keadaan dengan karyawan sekolahku.
Hanya jika kau minta maaf dan mengakhiri semuanya dengan baik...
Apa? Kau mau ke mana?
- Lepaskan. - Guru magang, aku lagi bicara denganmu.
Lepaskan!
Apa-apaan ini?!
Guru magang...
Kau mengabaikan aku?
Apa-apaan ini?
Hei, Ayam Gila!
Apa Guru magang yang mengirimmu? Baguslah.
Hei, cepat kembalikan ini sama dia.
Beritahu dia jika dia mau berdamai denganku dia harus datang padaku dan minta maaf maka aku akan...
Apaan lagi ini?!
Dasar! Anak itu.
Jika kau pergi ke rumahku...
Buka lemari kedua dan laci yang pertama.
Di dalam sana, ada panci aluminium. Ada ramen di dalamnya.
Ambil ini.
Aku sebenarnya ingin membuangnya tapi baunya sangat aneh.
Jadi ambillah.
Buang saja.
Berkat kau,
Itu tidak bisa dimakan. Jadi buang saja.
Eun Bi. Eun Bi, bangunlah. Sudah waktunya untuk pergi.
Ini.
Ini bukan punyaku.
Semuanya sudah siap.
Halo.
Sudah kubilang tidak seperti itu, panci kecil!
Lihat, seperti ini.
Seperti ini. Dengan ekspresi seperti ini di wajahmu kau seperti mempunyai seluruh dunia.
Kau harus meminumnya dalam satu tegukan.
Cobalah.
Kau tidak boleh menulis di sini! Itu tempat makan!
Jika itu Eun Bi, dia bisa melakukannya.
Aigoo, anakku!
Apa ini?
Kau ini seorang gadis, dan aku kira kau ingin jadi seorang atlit!
Oh, jadi aku masih seorang gadis?
Apa aku putri dari rumah ini?
Jika kau tidak punya uang kau tidak seharusnya mempunyaiku! Kau tidak punya uang dan membunuh Ibu...
Jangan pergi.
Jangan pergi.
Jangan tinggalkan ayahku sendirian. Jangan pergi.
Ayahku akan merasa sangat kesepian.
Ketika tokomu tertutup, apa kau selalu berdiri sendirian seperti itu, Ayah?
Ibu tidak ada di sini dan aku juga tidak.
Apa kau selalu di sini sendirian setiap malam?
Aku pikir akulah satu-satunya yang kehilangan Ibu.
Aku pikir hanya aku yang merasa sendiri.
Ayah, kau juga sendirian.
Aku tidak tahu itu.
Maafkan aku, Ayah.
Maafkan aku.
Ayah...
Ayah, kau tidak pergi?
Ayah, aku bersalah.
Aku tidak akan minum banyak soju lagi.
Atau menulis diatas ini lagi.
Tapi rokok waktu itu, bukan punyaku.
Itu punya Dong Joo.
Aku hanya marah waktu itu...
Itu sebabnya aku bersikap begitu.
Ayah, jadi jangan pergi tinggalkan aku sendiri.
Aku bersalah, jadi jangan tinggalkan aku sendiri.
Aku tidak pergi.
Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak pergi.
Ayah.
Ayah, maafkan aku.
Ayah...
Ayah, tapi kenapa kau jadi begitu muda?
Apa kau benar-benar ayahku?
Bukan, aku bukan ayahmu.
Aku suamimu.
Suami?
Subtitles by DramaFever Alih Bahasa oleh: f4r1du5m4n | http://idfl.me
Guru magang itu, dia sudah menikah?
Apa kau tahu bagaimana menghibur seseorang?
Sudah membuatmu malu... maaf... pantatku!
Kau benar-benar sudah hilang akal yah, Intern!
Bagaimana aku akan hidup sekarang?
Ayah?
- Aku tertidur lagi. - Istriku sedang tidur saat ini.
Aku bilang bawa dia kembali!
- Mulai besok, kembalilah bekerja Nona Yang. - Ya?!
Jadi kau mendapatkan seorang pria jadi tidak perlu mengkhawatirkan hidup lagi?!
Kau benar-benar bau.
Aku akan memberikanmu ciuman. Apa parfumku berbau aneh?
- Aku pergi.. - Baunya seperti Ba Wool.
Bahkan bawang pun punya aroma. Tapi kau tidak punya aroma, Park Chi Soo.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.