All language subtitles for [AE]Encounter.E02

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

The Encounter\NSub by VIU - Synced for NEXT by @ask_erlangga\NChannel telegram : t.me/ae_subscene\NSelamat Menonton

"Kesenangan tiada akhir, TvN"

"Perpustakaan Namsan"

Adakah alasan khusus kenapa kamu suka Perpustakaan Namsan?

Aku suka jalan menanjak yang membawaku ke sana.

Pemandangannya berbeda tiap tahun.

Teknologi VR sudah banyak berkembang,

jadi, bermain gim pasti sangat menyenangkan.

Tapi kamu menulis bahwa kamu lebih suka membaca puisi dan novel,

juga merasa bersyukur terhadap buku.

Bisa kamu jelaskan alasannya?

Saat bermain gim, kita harus terus bergerak.

Tapi buku membuat kita bisa sempat beristirahat.

Karena itulah aku berterima kasih terhadap buku.

Di sini tertulis kamu melakukan banyak pekerjaan paruh waktu.

Pekerjaan apa saja yang pernah kamu lakukan?

Aku pernah bekerja sebagai kurir pengantar, pramusaji,

dan pekerja konstruksi.

Bukankah lebih tidak melelahkan bekerja sebagai tutor pribadi?

Ayahku bilang uang yang diraih lewat kerja keras

tetap ada bersamamu untuk waktu yang lama.

Dan aku ingin tahu apa maksud perkataan ayahku.

Kamu mengambil jurusan Manajemen Perhotelan.

Tapi sepertinya kamu lebih tertarik pada kemanusiaan.

Kurasa manajemen bisnis dan ekonomi

bisa jauh lebih menyejahterakan, jika berdasarkan kemanusiaan.

Pada akhirnya, semua dikerjakan oleh manusia.

Kenapa kamu ingin bekerja di Hotel Donghwa?

Kata "hotel" membuat jantungku berdebar.

Dan jika dapat kesempatan bekerja di Hotel Donghwa,

aku yakin kegembiraan ini tidak akan dapat digantikan.

"Episode 2"

Jadi, dia presdir Hotel Donghwa.

"Toko Buah Jangsoo"

Kamu mau yang mana? Semua buahnya segar hari ini.

Berapa harga sekotak apel?

Harganya 12 dolar per kotak.

Apa? Kenapa harganya lebih mahal daripada toko di sana?

- Apel kami lebih baik.\n- Astaga.

Sama saja seperti semua daging tidak sama.

Kamu datang.

Menurutmu, kenapa harga semua daging Korea berbeda?

Itu karena seluruh kualitas dan jenisnya berbeda.

Boleh dibilang, semua apel ini sama seperti daging sapi Korea premium.

Kamu berhasil membuatku terkesan. Aku mau beli satu keranjang.

- Terima kasih.\n- Terima kasih.

Rasanya sangat enak.

Jika tidak enak, kamu bisa mengembalikannya.

Selain itu,

ini satu apel tambahan karena berhasil kubuat terkesan.

Astaga, dia sangat pandai menjual.

- Terima kasih.\n- Terima kasih.

- Terima kasih.\n- Nikmatilah apelnya.

- Terima kasih. Datanglah lagi.\n- Terima kasih.

Sepertinya aku lebih mahir menjual daripada Ayah. Bukan begitu?

Apa kamu langsung datang dari bandara?

Jin Hyuk.

Ibu.

Astaga, apa itu makanan?

Aku sangat lapar.

Astaga, kamu lebih senang melihat makanan daripada ibumu?

Astaga, tentu saja tidak begitu.

Wajar dia menginginkan makanan rumah saat berada di luar negeri.

Itu benar. Aku langsung datang ke toko karena merindukan kalian.

Astaga, berat badanmu turun banyak.

- Beratmu turun banyak sekali.\n- Astaga.

- Mari kita masuk.\n- Ya, masuklah.

- Sayang, masuklah.\n- Baiklah.

Kemarilah.

Aku tidak sabar. Sudah lama aku tidak makan masakan Ibu.

Kamu pasti sangat lapar. Mari cepat kita makan.

Aku punya kabar baik.

Ada apa? Apa kamu berhasil merayu wanita Kuba?

Kabar itu akan lebih baik, tapi sayangnya bukan itu.

Aku dapat pekerjaan.

Astaga, sungguh?

Di mana? Di perusahaan mana?

Hotel Donghwa.

Kamu sempat khawatir akan gagal

karena tingkat persaingannya yang tinggi.

Itu bagus.

Kalian harus bersiap berwisata ke Kuba dengan uang yang kudapat.

Kuba sangat indah.

Baiklah, tentu saja. Bahkan tidak harus Kuba.

Ibu akan pergi ke mana pun yang kamu suruh.

Makanlah.

Astaga, kamu bekerja begitu keras. Ibu sangat bangga padamu.

Tunggu sebentar. Kotak bekal ini tidak akan cukup.

Sayang, mari panggang daging hari ini.

- Itu ide bagus.\n- Selamat makan.

Tidak masalah. Cepatlah makan.

Kamu mau ke mana?

Jin Hyuk dapat pekerjaan!

- Itu bagus.\n- Jin Hyuk dapat pekerjaan!

Aku akan mentraktirmu tteok nanti.

"Siput Bulan Chan"

Ini. Inilah siput bulan Chan.

Mari angkat gelas kita.

- Bersulang.\n- Bersulang.

"Siput Bulan Chan"

- Selamat sudah mendapat pekerjaan.\n- Terima kasih.

Sebaiknya kamu mentraktir kami makanan enak.

Akan kulakukan jika dapat gaji.

Hye In yang akan mentraktir hari ini.

Hadiahku.

Ya. Mana hadiahku dari Kuba?

Tidak ada hadiah. Maafkan aku.

Apa? Kamu tidak bawa apa pun untuk kami?

Aku menggunakan uang hadiahnya untuk hal lain.

Kamu menghabiskannya untuk wanita, ya?

Tidak akan pernah.

Apa kamu punya kekasih sekarang?

Apa maksudmu? Tidak seperti itu.

Bagaimanapun, aku tidak lagi menganggur,

jadi, berhenti meneleponku saat bisnis kalian ramai.

Baiklah.

Karena kini kamu dapat pekerjaan,

mari rencanakan pernikahan kita.

Dia mulai lagi. Untuk apa aku menikahi temanku?

Ya. Seharusnya kamu menikah denganku.

Ada apa dengan kalian?

Apa kalian ingin aku mati sebagai perawan tua?

- Ikutlah kencan buta.\n- Ya.

Aku masih sangat menarik sekarang. Aku sangat populer di kantor.

Jin Hyuk, kalau sudah mapan,

kamu harus mencari tahu dia sungguh populer atau tidak.

Untuk apa kulakukan itu? Sudah jelas dia hanya membual.

Kini kamu juniorku.

Bersikap baiklah padaku. Aku senior yang menakutkan.

- Maafkan aku.\n- Menakutkan sekali.

Aku sangat ketakutan. Maafkan aku.

Aku takut sekali.

- Perkenalkan aku ke seorang gadis.\n- Ini, aku punya sedikit.

Hye In, astaga.

- Bersulang.\n- Bersulang.

- Selamat.\n- Selamat.

Terima kasih!

Kamu mulai dapat pelatihan pekan depan?

Ya. Itulah yang mereka katakan.

Aku gugup.

Kenapa? Kamu akan bekerja dengan baik.

Apa kamu sudah tahu departemenmu?

Aku tidak keberatan selama tidak masuk Tim Humas.

Aku tahu kamu akan menyiksaku.

Aku akan sangat menyiksamu.

Aku akan berdoa malam ini agar kamu masuk tim kami.

Hei, soal presdir Hotel Donghwa...

Maksudmu Bu Cha Soo Hyun?

Apa dia tipe orang yang ingin tahu?

Ingin tahu?

Itu pertanyaan yang terlalu luas.

Kalau begitu, maksudku apa dia berkeliaran sendirian

tanpa sekretarisnya?

Bagaimana aku bisa tahu?

Benar juga.

Namun, aku tidak melihatnya melakukan itu.

- Kenapa tidak?\n- Putri Es itu

tidak akan pergi ke mana pun hanya karena ingin tahu.

Aku tidak melihat hal itu terjadi.

Putri Es?

Dia tidak pernah tersenyum.

Aku paham alasannya. Dia tidak punya kehidupan pribadi.

Kenapa begitu?

Kamu tidak pernah tertarik akan hidup orang lain,

jadi, kurasa sangat mungkin kamu tidak tahu tentang dirinya.

Apa kamu bahkan tahu ayahnya adalah Cha Jong Hyun?

Cha Jong Hyun? Mantan wali kota Seoul itu?

Ya.

Dia terus ikut bersama ayahnya saat ada acara politik.

Lalu, dia menjadi menantu keluarga Taegyeong.

Saat suaminya berselingkuh darinya,

dia mendapatkan Hotel Donghwa sebagai tunjangan perceraiannya.

Artikel lain mengenai dirinya baru dirilis beberapa hari lalu.

Dia menghadiri acara keluarga di rumah mantan mertuanya.

Jika melihat hal tersebut, aku yakin hidupnya sangat malang.

Itu memalukan, bukan?

Sebenarnya dia sudah bercerai atau belum?

Intinya, orang kaya sangat aneh.

Kamu tidak akan pernah menyukai putri raja seperti dia.

Mari bicarakan diriku saja.

Kamu?

Membicarakanmu?

Hye In, kapan kamu akan menjadi cantik?

- Kamu harus dipukul.\n- Tunggu.

- Kenapa kamu cepat sekali?\n- Tunggu.

Kemari.

Hentikan.

Aroma apa ini? Terlihat seperti lavendel.

Ya. Itu lavendel yang dicampur tanaman lainnya. Aromanya segar.

Aroma utama kita adalah aroma lembut mawar.

Itu benar.

Entah apa ini akan cocok dengan aroma mawar itu.

Kurasa keduanya tidak akan cocok.

Kami akan mengubahnya.

Halo.

Bisa kita buat handuk tangannya lebih tipis?

Ini tidak jauh berbeda dengan handuk mandi.

Itu benar, tapi kita butuh handuk yang menyerap dengan baik.

Jika lebih tipis, akan lebih seperti saputangan.

Tidak akan mudah menyerap air di tangan orang-orang.

Tidak masalah jika menyerap sebanyak ini, bukan?

Ya.

Ini handuk tangan dari hotel yang baru dapat penghargaan.

Aku menginginkannya, jadi, kubawa satu.

Bordirannya bukan hanya tampak cantik, tapi juga terlihat bagus.

Kurasa kita juga bisa membuat hal yang mirip di Korea.

Aku akan pelajari.

Mereka baru saja mengirim draf pertama kata sambutan Ibu

untuk para karyawan baru. Ibu mau melihatnya?

Jika itu kata sambutan dariku, aku yang harus menuliskannya.

Ibu selalu menulis sendiri, jadi, kubilang Ibu sudah menyiapkannya,

tapi mereka tetap mengirimkan drafnya.

Halo, Bu.

Bagaimana pesta ulang tahun ibumu yang ke-80?

Terima kasih banyak sudah bertanya.

Ibuku melihat bunga dan hadiah yang Ibu kirim untuknya

dan dia merasa sangat senang.

Mengirim hadiah adalah cara termudah untuk memberi selamat.

Jika dia senang, aku sangat berterima kasih.

Mengenai area di sini...

Ya, Bu.

Sepertinya ada lebih banyak meja daripada biasanya.

Kami menambah satu meja lagi.

Kurasa kamu berusaha mencari lebih banyak pelanggan.

Ya, itu benar.

Kalau begitu, kamu menurunkan harga untuk prasmanannya?

- Apa?\n- Harga yang kita punya sekarang

dibuat agar semua orang bisa menikmati makanan

dalam ruangan yang besar dan nyaman.

Kita menambah satu meja lagi dan membuat tempatnya makin sempit.

Itu artinya harganya juga harus berubah.

Aku akan keluarkan lagi mejanya.

Jangan pikirkan bisnisnya, pikirkan nilai mereknya.

Baik, Bu.

Raut wajahnya menunjukkan Ibu mempersulitnya.

Tidak mungkin.

Aku tenang dan bersahabat saat mengungkapkan pendapatku.

Ibu lebih profesional dibandingkan para ahli.

Kami sampai berkeringat dingin.

Panduan untuk Hari Rekan VIP sudah dirilis.

"Draf Brosur Undangan VIP Hotel Donghwa"

"Satu bulan kemudian"

Tidak.

- Sampai nanti.\n- Baik. Selamat bekerja, Bu.

Kim Jin Hyuk, kenapa kamu...

Kamu menyelamatkan nyawanya, kenapa sekarang menghindarinya?

Kata sambutannya setelah video berakhir, bukan?

Ya, benar.

Baiklah.

Astaga.

Tidak mungkin.

Selanjutnya, mari kita dengarkan kata sambutan

dari Presdir Cha Soo Hyun.

Pertama-tama, aku ingin berterima kasih kalian mau

bergabung dengan Hotel Donghwa.

Kami, Donghwa Hotel, menghargai kualitas kalian semua.

Kalian telah menjadi anggota keluarga Hotel Donghwa.

Semoga kita juga bisa meningkatkan

kualitas Hotel Donghwa.

Atas nama...

Atas nama Hotel Donghwa, kami dengan tulus

menyambut kalian semua.

Lewat sini.

Sekretaris Jang, tolong ke sini sebentar.

Bawakan aku semua resume dan surat lamaran pegawai baru kita.

- Ibu mau memeriksanya?\n- Ya.

Kenapa?

Maaf, aku hanya penasaran

apa Ibu melihat pegawai baru yang kulihat tadi.

Bawakan saja.

Baik.

- Halo.\n- Di mana berkas sebelumnya?

Aku ingin memperkenalkan anggota baru di tim kita, Kim Jin Hyuk.

Dia yang paling tampan di antara semua pegawai baru kita.

- Hye In, katanya dia temanmu.\n- Ya.

Halo, aku Kim Jin Hyuk.

Aku akan menjaga ketampanan yang kalian puji dan bekerja keras.

Terima kasih.

Ini Manajer Lee Jin Ho.

Mohon bantuannya, Pak Manajer.

Bekerjalah dengan baik.

- Tidak perlu menjilatku.\n- Baik. Aku akan berusaha keras.

Asisten Manajer Park Han Gil akan membantumu.

Mohon bantuannya, Pak Park.

Halo. Kamu terlalu tampan.

Kamu bisa duduk di sini.

Terima kasih.

"Kami dengan tulus menyambutmu sebagai keluarga Donghwa!"

Halo.

29 tahun?

Dia masih muda.

Aku putra seorang pemilik toko buah.

Ayahku menjual buah sejak aku lahir.

Silakan. Selamat menikmati.

Orang pikir aku pasti memakan banyak buah saat tumbuh besar,

tapi putra pemilik toko buah sering kali tidak makan buah bagus.

Aku beruntung bisa mencicipi buah yang rusak

atau sedikit busuk dan tidak bisa dijual.

Aku menjual buah.

Kamu penjaja buah.

Penjaja buah?

Benar. Aku penjaja buah.

Dia benar-benar penjaja buah.

Ini bagan organisasi tim kita.

Aku belum memperkenalkan diri.

Aku Koo Eun Jin.

Mohon bantuannya.

Hati-hati. Bu Kim sengaja tidak memperkenalkan dia.

Orang-orang tua di Hongjae-dong sudah seperti kakek nenekku sendiri.

Mereka mengetahui segala hal tentangku.

Aku memikirkan apa rahasia kesehatan

dan ingatan mereka yang kuat.

Kurasa mereka mendapat energi dari pegunungan

karena selalu bertelanjang kaki saat naik gunung.

Itu sungguhan?

- Benarkah?\n- Soal apa?

Soal orang di daerah tinggalmu naik gunung tanpa alas kaki.

Seratus persen sungguhan.

Ada taman bermain tua di daerah tempat tinggalku.

Setiap kali orang tuaku memarahiku saat aku kecil,

aku selalu bersembunyi di sana dan menunggu

hingga ibuku mencariku.

Tiap kali aku banyak pikiran atau merasa senang,

aku duduk di ayunannya dan menghabiskan waktu di sana.

Lalu tekan tombol salin ini.

Terima kasih, Bu Cho.

Aku menghabiskan sebagian besar hidupku di taman bermain itu

karena tempat itu menenangkanku,

mengajariku untuk tenang, dan menghilangkan kepedihanku.

Aku yakin aspek inilah yang akan menghasilkan

efek sinergi luar biasa bersama Hotel Donghwa.

Taman bermain di Hongjae-dong.

Menurutmu siapa yang membuatnya tersenyum seceria itu?

Kalau menurut firasatku, mungkin pacarnya.

Firasatmu selalu salah.

Tapi aku selalu yakin kalau urusan kencan.

Pasti pacarnya.

Dari ekspresinya, kurasa baru

35 hari mereka berpacaran.

- Sekretaris Jang.\n- Ya?

Kalau kutanyai dia siapa yang bicara dengannya itu,

apa itu menyedihkan?

Boleh kujawab sebagai teman?

Tentu saja tidak.

Ayo kita pulang.

Baik.

Karena ada anggota baru, bagaimana kalau kita minum dahulu?

Aku sudah punya rencana lain, lain kali saja.

Selamat malam, semuanya.

- Bagus.\n- Selamat malam.

- Kamu sudah pernah ke Hongjae-dong?\n- Tentu saja.

Temanku sudah 10 tahun tinggal di sana.

Kudengar ada taman bermain yang sudah berusia 30 tahun di sana.

Bukankah lingkungan itu tidak berkembang?

Kedengarannya lingkungan itu berkelas.

Ada satu taman luar biasa di Kuba.

Istri pemilik taman itu sangat menyayanginya

dan aku bisa merasakan sejarah nyata taman itu.

Aku hanya ingin tahu

apa ada taman bermain tua

seperti itu di Korea.

Apa Ibu membacanya di sebuah artikel?

Tidak.

Ada yang menceritakannya kepadaku.

Mungkin Ibu mau mampir ke sana?

Tidak, tidak perlu.

Bu Cha?

Kupikir hanya seseorang yang mirip Ibu,

tapi ternyata benar Ibu.

Di antara surat lamaran semua pegawai baru...

Aku membaca namamu di surat lamaranmu.

Aku menyukai caramu menggambarkan taman bermain ini.

Aku terus memikirkannya...

Aku tidak akan bisa tidur kalau penasaran akan sesuatu.

Taman bermain ini?

Aku menuliskannya karena ini tempat favoritku.

Aku sangat cemas.

Aku terkejut saat tahu teman yang kukenal di negara lain

ternyata seorang presdir

di tempat kerjaku yang baru.

Aku juga terkejut.

Aku tidak mau Ibu berpikir aku membantu Ibu karena tahu

siapa Ibu atau kalau kenangan indah itu ternyata kurencanakan.

Aku cemas Ibu akan

meragukan niatku.

Kalau begitu, kamu tidak perlu cemas lagi.

Aku sudah tahu kamu bukan orang yang seperti itu.

Kamu pasti dalam perjalanan pulang.

Kalau begitu, aku permisi.

Benar juga, Bu Cha.

Aku sudah mencuci klise yang kuambil di Kuba.

Ada foto Ibu juga.

Asal Ibu tahu saja, aku tidak sengaja mengambilnya.

Ini.

Mau melihatnya?

Selagi Ibu di sini.

- Sekarang?\n- Ya.

Benar juga. Tidak ada meja lampu.

Ada satu di jalan sana.

Ayo ke sana...

Maaf.

Aku teringat kenangan di Kuba

dan membuatku lupa.

Maaf, Bu Cha.

Ke arah mana?

Ke sini.

Apa itu pria yang menceritakan tempat ini kepadanya?

Siapa dia?

Ini dia.

Ini loupe.

Seperti ini caranya.

Letakkan loupe ini di atas klise Ibu.

Dengan satu mata,

lihat ke lensanya.

Lihat, ini luar biasa.

Mau lihat?

Bukankah aku lebih cantik saat dilihat langsung?

Akan kuperlihatkan lagi begitu kucetak.

Seharusnya Ibu tidak tampak lebih cantik jika dilihat langsung.

Jika ya, berarti fotoku jelek.

Kamu punya uang?

Ya, ada.

Tidak bisa pakai kartu untuk mesin ini.

- Ibu mau boneka?\n- Ya, aku belum pernah memainkannya.

Permainan ini membuat ketagihan.

Biar kuperlihatkan caranya dahulu.

Perhatikan baik-baik.

Aku mahir memainkannya.

Kita harus mengarahkan tepat

ke pusat gravitasi boneka yang kita inginkan.

Yang berkepala besar akan terlepas kalau kita capit badannya.

Seperti ini.

Ini baru percobaan. Akan kumulai lagi.

Boleh kucoba?

Silakan.

Aku menemukan bakat lainku.

Padahal aku yang paling hebat memainkannya,

tapi sepertinya aku gugup berada di dekat Bu Cha.

Sungguh.

Jadi, kamu gugup karena aku bosmu?

Tidak, karena Ibu cantik...

Ya, benar. Ibu adalah bosku. Bos di posisi paling atas.

Boneka yang didapatkan wanita cantik ini

adalah hadiah untukmu.

Aku harus pergi.

Terima kasih untuk hadiah ini.

Dengan siapa kamu berbicara sekitar pukul 12.42 tadi siang?

Apa?

Tadi siang?

Wanita yang kusukai.

Begitu rupanya.

Aku penasaran karena kamu tampak senang.

Sampai nanti.

Sekitar pukul 12.42?

Luar biasa.

Ini aneh.

Setiap kali bersama dia,

aku merasa janggal.

Siapa dia, Bu Cha?

Pegawai baru di hotel kita.

Pegawai baru? Begitu rupanya.

Makin banyak pegawai tampan yang bergabung di hotel.

Luar biasa.

Kamu membeli dispenser air baru?

Apa kamu pikir aku sedang membahas kualitas air yang lebih baik?

Saat kamu mencemari kolam renang,

pegawai baru telah memurnikannya

dengan wajah mereka yang lebih cantik dan lebih tampan.

Itulah maksudku.

Ada satu pegawai baru di timku

dan dia

membuat situasi di kantor menjadi ceria.

Semua orang sama saja.

Datanglah ke kantor kapan-kapan.

Kamu bisa berdiri di sampingnya sementara aku membandingkan kalian.

Dahulu aku juga bersinar cerah di masa kejayaanku.

Aku ada di sana sejak hari pertama. Jangan berbohong.

Aku lihat betapa banyak hancurnya dirimu sepanjang hidupmu.

Sejak kamu berusia 20-an sampai sekarang.

Bagaimana kamu bisa begitu konsisten?

Itulah kehidupan seorang reporter.

Kami begadang semalaman meliput berita dan menulis artikel.

Kamu berhenti menjadi reporter lebih dari 30 tahun yang lalu,

jadi, kenapa kamu masih seperti ini?

Lebih baik aku tidur daripada mendengarkan ini.

- Aku belum menghabiskan birku.\n- Maka habiskanlah.

Duduklah kembali. Aku tidak ingin terlihat seperti wanita galau.

Aku penasaran di mana sepatuku.

Ini kopimu.

Terima kasih.

Dia sangat tampan.

Bukankah begitu?

Aku sudah mengenalnya sejak lama.

Sejak kapan kalian berteman?

Sejak kami masih SMP. Kami tinggal di lingkungan yang sama.

Tapi sudah tidak lagi?

Tidak, aku sudah pindah.

Dengan penampilan itu, dia boleh sedikit kasar.

Tapi sepertinya dia juga memiliki kepribadian yang sangat baik.

Ya, bukan?

Aku belum pernah melihat dia bertengkar dengan siapa pun.

Tapi dia bisa sedikit keras kepala.

Dia mengejar apa pun yang menarik minatnya.

Berarti aku akan menjadi umpan.

Apa?

Kenapa Ibu harus pergi ke rumah di Banpo?

Ibuku tiba-tiba memintaku untuk datang.

Dia pasti sangat merindukan Ibu.

Itu pasti.

Pasti sudah lama sejak kali terakhir Ibu bertemu dengannya

karena Ibu begitu sibuk dengan hotel di Kuba.

Kudengar ayah Ibu akan ada di rumah hari ini.

Jadi, habiskanlah waktu berkualitas dengan keluarga Ibu.

- Pak Nam.\n- Ya? Ada apa?

Sejak kapan keluarga kami pernah punya waktu berkualitas?

Kamu pergi ke Kuba?

Ya, aku harus menghadiri sebuah acara.

Kamu pasti lebih sibuk karena pembukaan hotel di Sokcho.

- Pastikan kamu tetap sehat.\n- Baik.

Aku makan dan beristirahat dengan baik. Jangan khawatir.

Dia hanya mendapat bisnis hotel dari perceraian ini.

Seberapa sibuknya dia?

Astaga, apa kamu benar-benar harus mengatakan itu?

Aku harus segera pergi.

Apa terjadi sesuatu di pesta ulang tahun presdir?

Tidak.

Cobalah mengingatnya. Apa kamu yakin tidak ada yang terjadi?

Ya.

Lalu kenapa dia ingin menemui ibu lagi?

Sungguh mengesalkan.

- Siapa yang ingin menemui Ibu?\n- Ibu mertuamu.

Aku sudah lama bercerai.

Bisakah Ibu berhenti memanggil dia ibu mertua?

Masa bodoh.

Woo Suk meninggalkanmu seolah dia akan segera menikah lagi.

Tapi ibu masih belum mendengar berita apa pun.

Dia bukan menantu kalian lagi.

Ibu tidak berhati dingin seperti kamu.

Ibu masih memiliki rasa sayang untuknya.

Aku akan pergi sekarang.

Baik, berkendaralah dengan aman.

Kamu yakin tidak melakukan apa pun yang menyinggung perasaannya?

Ibu.

Pernahkah aku melakukan sesuatu yang menyinggung perasaan seseorang?

Sejak Ayah terjun di dunia politik, aku bahkan tidak bisa menguap.

Tapi begitu aku menikah dengan keluarga itu,

aku bahkan harus berhati-hati untuk tidak menghela napas terlalu keras.

Bahkan sekarang, aku masih...

Maafkan aku, Ayah.

Aku tidak mengkritik Ayah karena menjadi seorang politikus.

Baik, kamu sebaiknya beristirahat.

Baik.

Pria seperti apa yang akan menyukai wanita dingin seperti dia?

Ibu tidak menyalahkan Woo Suk karena meninggalkanmu.

Apa kamu akan terus mempersoalkan ini?

"Grup Taegyeong"

Silakan masuk.

Ibu seharusnya meneleponku. Aku pasti akan datang.

Ibu datang bukan untuk urusan bisnis.

Apa ada masalah?

- Woo Suk.\n- Ya?

Apa kamu tidak akan menikah lagi?

Aku sedang berpacaran. Aku perlahan mulai mengenal dia...

Apa namanya Soo Ah? Kamu tidak bisa menikahi dia.

Keluarganya tidak cukup baik untukmu.

- Aku akan perlahan...\n- Daripada dia,

kamu akan jauh lebih baik dengan Soo Hyun,

putri seorang calon presiden.

- Ibu.\n- Ibu ada janji penting.

Mari kita bicarakan ini lagi nanti.

Aku ingin membahas sesuatu denganmu.

Ya, katakanlah.

Ini tentang anak-anak kita.

Aku ingin membahas kemungkinan agar mereka bisa rujuk.

Aku juga berbicara tentang Woo Suk dengan Soo Hyun.

Aku pikir kita berdua memikirkan hal yang sama.

Pulanglah lebih awal. Aku punya banyak pekerjaan.

Tidak apa-apa. Tidak perlu terburu-buru.

Jika kamu menunggu, itu akan membuatku cemas.

Berarti aku akan pulang dan minum bir.

Aku akan meninggalkan mobil di sini.

- Kerja bagus.\n- Kerja bagus.

- Aku akan terus berusaha semampuku.\n- Kerja bagus.

- Aku jarang membuat koktail.\n- Begitu rupanya.

Tapi aku akan membuatnya hari ini untuk menyambutmu.

Dia bahkan tidak pernah membuat itu untuk Bu Kim,

tapi dia membuatnya untuk pegawai baru.

Aku sama sekali tidak mengerti perilaku seperti ini, Bu Kim.

Lihat saja di cermin. Maka kamu akan mengerti.

Kurasa kamu tidak berhak mengatakan itu kepadaku.

Ini dibuat dengan sempurna.

Jin Hyuk tidak kuat minum alkohol.

Terima kasih, Nona Koo.

Tidak apa-apa.

Dia menenggaknya.

Lihatlah kontur wajahnya.

- Sangat sempurna.\n- Lumayan, bukan?

Berikan itu kepadaku. Jin Hyuk, kamu harus coba minuman buatan pria.

- Baik.\n- Ini rasio untuk pria.

- Pak Park menyayangi bawahannya.\n- Tentu saja.

Berikan gelasmu. Aku akan membuatkan untukmu

- yang sama persis.\n- Maaf?

Dia meminta gelasmu.

Tapi Jin Hyuk adalah bintang dari acara hari ini. Jadi, kurasa...

Bu Kim, kamu memang generasi baru.

Bu Kim, aku tidak akan bisa pulang jika kamu memberiku terlalu banyak.

- Berilah contoh yang baik.\n- Baik.

- Sepertinya enak.\n- Terima kasih untuk minumannya.

- Sungguh mengesankan.\n- Ayo isi gelas kita.

- Baik.\n- Sedikit saja.

Terima kasih.

Bersulang untuk pegawai baru kita, Jin Hyuk.

- Bersulang.\n- Hei, Pak Park.

- Bersulang.\n- Terima kasih, semuanya.

- Jangan minum terlalu banyak.\n- Jangan khawatir.

Nona Cho.

Tasnya pasti penuh dengan itu. Tidak ada habisnya.

Silakan, Tuan. Maksudku, Pak Lee.

- Bu Kim, terima kasih.\n- Terima kasih.

- Nikmatilah minumanmu.\n- Terima kasih.

Kapan kamu membeli ini?

Kamu sangat tampan.

Terima kasih.

Kita pasti merasa segar besok.

- Segar.\n- Segar, segar

- Pak Park.\n- Ya?

Pak Park, bangun. Kamu harus minum ini.

Astaga.

Mari kita lihat.

Kita harus merasa segar.

Buka mulutmu. Ini.

Astaga, itu menjijikkan.

Nona Cho, kamu harus mengambil foto dan mempermalukannya besok.

Satu teguk lagi.

Untuk apa?

Baiklah, semuanya. Bisa kita pulang sekarang?

- Kita minum banyak.\n- Ayo bangun sekarang.

- Ayo lakukan yang ketiga kalinya.\n- Ayo!

Aku akan membantumu bangun, Pak Park.

- Baik.\n- Ayo.

Tahan.

Ini untukku.

Makanlah ini di tempat tidurmu malam ini.

Terima kasih.

Terima kasih untuk camilan ini.

- Bersenang-senanglah.\n- Tentu saja.

Apa kamu belum mau pulang? Ini sudah larut.

Ayo.

Aku harus bangun supaya kamu bisa pulang juga.

Jadwalkan pertemuan dengan tim desain Kuba.

Aku perlu membuat beberapa perubahan.

Baik, aku akan menelepon mereka.

Taksi!

- Awas.\n- Taksi!

Sampai jumpa, Bu Kim.

Selamat malam!

Selamat malam, Nyonya.

- Aku akan antar kamu pulang. Ayo.\n- Tidak perlu.

Rumahmu di arah yang berlawanan.

Kamu juga harus pulang, Nona Cho.

Tidak, kamu terlalu mabuk. Aku akan pergi bersamamu.

Aku akan memperlakukanmu sebagai seniorku di kantor.

Nona Cho.

- Aku akan pergi bersamamu.\n- Aku akan baik-baik saja.

Jangan cemaskan aku.

Pak, menyetirlah dengan hati-hati.

Hati-hati.

Itu hotel kami.

Apa dia mabuk?

Dinginnya.

Hujan turun.

Hujan turun.

Nona Cha! Kamu pulang sampai larut malam.

Kamu memang layak

menjadi presdir.

Kamu tampaknya mabuk berat.

Aku masih kesal kamu menolak tiket kelas bisnis.

Masuklah ke mobil sekarang.

Setuju!

- Apa itu acara tim?\n- Ya!

Aku minum begitu banyak.

Mereka semua sangat kuat minum.

Kenapa ini tidak lepas juga?

Apa kamu memasang ritsleting di dasimu?

Ya. Mereka menjual ini.

Aku tidak tahu cara memakai dasi.

Ini penyelamatku.

Apa kamu ingin mencobanya? Ini sangat mudah.

Kamu hanya perlu menariknya ke atas dan ke bawah.

Bukankah ini luar biasa?

- Aku ingin menanyakan sesuatu.\n- Baik!

Apa hanya itu setelan yang kamu punya?

Kita berpapasan setiap kali aku memakai setelan ini.

Aku membeli setelan ini di penjahit teman ibuku.

Aku mendapatkannya dengan penawaran beli satu gratis satu.

Aku juga punya setelan abu-abu yang jauh lebih keren.

Abu-abu.

Ini biru tua.

Tentu saja, kedua warna itu cocok untukku.

Setelan sangatlah penting bagi pria.

Bukankah begitu?

Taman bermain.

Terima kasih, Bu Cha.

Aku tiba dengan selamat berkat Ibu.

Aku hanya membalas jasamu di Kuba. Jangan dipikirkan.

Syukurlah. Ibu harus berkendara pulang

dan hujannya reda.

Ibu mungkin mengantuk dalam perjalanan pulang.

Kejutan! Kunyahlah ini sambil mengemudi.

Ikan kering sangat pas saat kita merasa mengantuk.

Cumi-cumi ini sangat sempurna untuk saat seperti ini

dan rasanya sangat lezat.

Aku simpan ini untuk sebelum tidur, tapi akan kuhadiahkan kepada Ibu.

Tidak, taruh saja di tanganku.

Aku akan memakannya dalam perjalanan pulang. Taruh di sini.

Ibu pikir ini kotor?

Karena tangan kotorku atau saku kotorku?

Aku juga menyuwirnya dan ini menjadi lebih kotor.

Tidak. Aku hanya kurang suka cumi-cumi.

Aku melihat pertunjukan salsa di Kuba tiga kali,

tapi aku menonton lagi karena Ibu, bahkan aku hafal tariannya.

Aku hampir menari...

Aku memang menari.

Berikan kepadaku. Aku akan memakannya.

Jika Ibu menyentuh ini, tanganmu akan bau cumi-cumi.

Buka mulut Ibu dan aku akan menyuapi Ibu.

Baiklah. Aku pamit.

Omong-omong, mobil Ibu sangat bagus.

Perjalanannya sangat nyaman.

Berapa hargamu? Luar biasa.

Kamu pasti sangat mahal.

Saatnya pergi!

Sampai jumpa.

Jin Hyuk, saatnya sarapan. Ayo.

Duduklah. Pagi ini indah.

Apa kamu naik bus saat mabuk berat semalam?

Tidak. Aku naik taksi.

Bu Cha! Setuju!

Naik dan turunkan.

Ibu pikir ini kotor? Buka mulut Ibu.

Ada apa?

Ada apa dengannya?

Jin Hyuk!

Bagaimana jika ini hari terakhirku bekerja?

Sekarang aku tersiksa karena pengar.

Dasar bodoh.

Astaga.

Pak Park, kamu beruntung Jin Hyuk menyuruhmu meminum

minuman pereda pengar semalam atau kamu tidak akan bisa bangun.

Apa kamu ingat?

Aku minum terlalu banyak.

Jin Hyuk, kamu baik-baik saja?

- Apa?\n- Apa kamu mencemaskan sesuatu?

Kamu tidak melakukan kesalahan semalam.

Kenapa kamu tampak sangat terintimidasi?

Bukan apa-apa. Aku hanya merasa agak mual.

Apa kamu bisa menghadiri wawancara dengan presdir?

Apa? Wawancara dengan presdir?

Bukankah Pak Park memberi tahu kepadamu kemarin?

Presdir mewawancarai pegawai baru adalah tradisi perusahaan kami.

Aku hendak memberi tahu dia selama babak ketiga acara minum,

tapi Jin Hyuk menolak tawaranku.

Kepalaku sakit.

Ini Tim Humas.

Ya.

Ini giliranmu diwawancara.

Wawancara.

- Ya?\n- Bu, Kim Jin Hyuk datang.

Biarkan dia masuk.

Apa kamu sudah beradaptasi dengan pekerjaanmu?

Ya.

Semua orang ramah kepadaku. Aku beradaptasi dengan cepat.

Apa kamu merasa tidak nyaman berbicara denganku?

Kamu berbeda dengan kemarin.

Bu Cha, mengenai kemarin

aku sangat mabuk. Maafkan aku.

Kamu tidak melakukan kesalahan.

Kamu pasti pusing.

Tidak, aku baik-baik saja.

Cobalah ini. Ini bagus untuk pereda pengar.

Kamu akan segera merasa lebih baik.

Tidak perlu. Aku baik-baik saja.

Kamu memberiku cumi-cumi tanpa tahu negara asalnya.

Sekarang aku memberimu obat yang terbuat dari herba Korea

untuk meredakan pengarmu.

Kita menjadi teman baik.

Teman? Mana mungkin aku berani berteman dengan Bu Cha?

Apa perlu kubuka untukmu? Ini sangat efektif.

Tidak, biar aku saja.

Ini pasti setelan abu-abu yang kamu ceritakan.

Kamu cocok mengenakan apa pun, bukan?

Apa dasinya juga punya ritsleting?

Ya.

Entah bagaimana aku harus meminta maaf.

Kamu tidak perlu meminta maaf.

Jika kamu masih merasa tidak nyaman, bantulah aku.

Baik. Aku akan melakukannya.

Makanlah ramyeon bersamaku.

Aku sungguh ingin mencoba makan ramyeon di area istirahat.

Ramyeon?

Bagaimana dengan akhir pekan ini?

"Berapa hargamu? Luar biasa."

Kamu ingin mengendarai mobil yang luar biasa itu?

Perjalanannya sangat nyaman.

Bagaimana hasil wawancaramu?

Apa kamu bersikap seperti pengecut?

Entahlah.

Aku tidak ingat.

Kamu selalu menjadi diri sendiri. Ada apa denganmu?

Bagaimana aku harus memperbaiki ini?

Apa kamu tahu?

Ini hari jadi keempat sejak kita bertemu.

Benarkah?

Haruskah aku terus melakukan ini?

Apa maksudmu?

Melakukan ini.

Menjadi seperti ini.

Apa ini termasuk pekerjaan?

Apa aku harus memakai setelan?

- Halo.\n- Masuklah.

Baiklah.

Dalam film,

bukankah orang biasa mengunyah cumi-cumi dalam situasi seperti ini?

Apa kamu tidak membawa cumi-cumi di sakumu hari ini?

Sekalipun dipecat,

aku akan mengatakan ini sebelum pergi.

Kamu memang menyimpan dendam.

Astaga.

Mau masuk?

Aku akan mentraktirmu. Kartuku pasti berfungsi.

Baiklah.

Ini.

Kelihatannya enak.

Selamat menikmati.

Kamu tahu cara menyeruput mi?

- Menyeruput mi?\n- Ya.

Ambil mi yang banyak,

lalu seruput semuanya sekaligus.

Perhatikan.

Kamu tidak akan malu jika gagal seperti mesin penjepit itu?

Ini keahlianku.

Itu sangat payah.

Sekali lagi.

Aku akan menyetir dalam perjalanan pulang.

Ibu akan lelah jika menyetir dua kali.

Tidak masalah, aku bisa.

Biar aku saja. Ibu harus memeriksa surel pekerjaanmu, bukan?

Nikmatilah perjalananmu.

Kamu bisa mengatur kaca spion dengan tombol ini.

Bagaimana ketinggian kursinya?

- Ini...\n- Tombol itu.

Aku tidak melihatnya.

Kamu bisa mengaturnya dengan ini.

Aku merasa bersalah karena memakai hari liburmu.

Aku senang bisa menghirup udara segar.

Beri tahu aku jika Ibu ingin melakukan hal lain.

Aku akan senang menemani Ibu.

Kamu pasti menganggapku aneh.

Presdir sebuah perusahaan mengajakmu pergi makan ramyeon.

Kamu mungkin akan menyesal besok.

Bu Cha,

aku memikirkan hal ini dalam perjalanan pulang.

Aku ingin tahu bagaimana

jika aku bekerja di tempat lain dan kita tidak punya

hubungan apa pun.

Maka sama seperti di Kuba,

aku pasti bisa membuatmu tertawa

tanpa memikirkan hal lain.

Kamu pasti terganggu karena aku bosmu.

Kamu pasti merasa canggung karena aku pegawaimu.

Tidak juga.

Aku sama sekali tidak terganggu.

Tunggu sebentar.

Boleh kupinjam ponselmu?

Terima kasih.

Ini nomorku.

Ibu tidak akan merasa nyaman jika aku mengetahui nomormu,

tapi nomorku tidak berharga.

Jangan memberikannya kepada para penipu di telepon.

Aku yakin kekasihmu

tidak akan senang dengan ini.

Kekasihku?

Aku tidak berpacaran dengan siapa pun.

Tempo hari

kamu bilang kamu bicara dengan wanita yang kamu suka.

Itu?

Aku bicara dengan ibuku.

Benarkah kamu bicara dengan ibumu

dengan ekspresi wajah yang manis?

Kamu pasti anak kesayangan ibumu.

Dia menyuruhku segera pulang untuk makan barbeku daging sapi.

Daging sapi membuat jantungku berdebar.

Rupanya jantungmu berdebar karena daging sapi.

Bu Cha sangat menggemaskan...

Maaf.

Itu lebih baik daripada mendengar aku tampak tua.

Aku akan pulang sekarang.

Baiklah.

Hati-hati di jalan.

Nomor yang tidak berharga?

"Presdir Taegyeong, Jung Woo Suk"

Mencapai kesepakatan untuk membangun hotel Kuba

sangatlah mengesankan. Ada beberapa pesaing ketat,

tapi Donghwa mencapai kesepakatan itu.

Kurasa itu karena aku dan Kuba menginginkan hal yang sama.

Kecintaan terhadap hal-hal kuno yang ada dalam hati kami sejak lama.

"Sekretaris Jang"

"Sekretaris Jang"

Maaf, sepertinya ini mendesak. Maaf.

Aku sedang rapat. Apa ini mendesak?

Kamu sudah melihat tautan yang kukirim kepadamu?

Belum. Sudah kubilang aku sedang rapat.

Tolong dilihat segera. Aku akan meneleponmu lagi.

Cepat, Soo Hyun.

Nama Presdir Cha ramai dibicarakan di internet.

Soal apa ini?

"Presdir Cha Shoo Hyun Berkencan di Area Istirahat"

Apa?

Apa ini?

"Presdir Cha Shoo Hyun Berkencan di Area Istirahat"

"Presdir Cha Shoo Hyun Berkencan di Area Istirahat"

"Encounter"

Aku tidak menganggap situasi ini konyol.

Aku tidak akan membiarkanmu mengkhianatiku lagi.

Bu Cha, kita harus berenang sekarang.

Apa kamu monster?

Kenapa mengubah orang yang sopan dan pekerja keras menjadi penguntit?

Apa kamu juga harus berhenti menemui temanmu?

Berpisah

tidak akan pernah terasa mudah.

Itulah sebabnya aku akan mengakhirinya.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.