All language subtitles for [AE]Encounter.E01

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

The Encounter\NSub by VIU - Synced for NEXT by @ask_erlangga\NChannel telegram : t.me/ae_subscene\NSelamat Menonton

"Kesenangan tiada akhir, TvN"

Cha Jong Hyun adalah pria yang menepati janjinya.

Pilihlah dia.

Putri Kandidat Cha Jong Hyun, Cha Soo Hyun...

Dia menjadi terkenal karena sangat cantik.

Dia setenar artis.

Dia memenangkan pemilihannya.

Cha Jong Hyun, Wali Kota Seoul, baru saja memasuki Balai Kota Seoul.

Pernikahan Cha Soo Hyun dan Presdir Jung woo Suk...

Pimpinan Jung dari Taekyung...

- Mereka menjadi besanan.\n- Politikus dan pebisnis.

Soo Hyun hidup sebagai menantu seorang konglomerat.

Soo Hyun mengantarkan ayah mertuanya.

Terdapat banyak rumor mengenainya dan Presdir Jung Woo Suk.

Pernikahan mereka berakhir setelah dua tahun.

"Episode 1"

Seluruh ruangannya sudah dipesan di hari pembukaan kita.

Semua berjalan sukses, mengingat ini bukan musim liburan.

Para pelanggan pasti suka fakta bahwa fasilitas dan perabot kita,

semuanya berkualitas tinggi.

Pemandangannya sangat indah.

Bu Cha, kamu harus berangkat sekarang.

"Hotel Donghwa Berencana Dibuka di Sokcho"

"Hotel Donghwa Sokcho, pusat relaksasi baru"

Bagaimana jika kita beristirahat di area peristirahatan?

Ibu mau secangkir teh?

Jika itu karena aku, tidak perlu.

Aku tidak mau melihat Sekretaris Jang berusaha menahan kantuk.

Bu Cha, aku akan membeli sebotol air dingin.

Bagaimana dengan ramyeon, alih-alih air?

Apa? Ramyeon, Bu?

Kenapa? Apakah itu tidak pantas?

Soal itu...

Sama seperti bencana restoran sashimi saat itu,

bisa menjadi merepotkan jika seseorang mengambil fotomu.

Tapi jika kamu memaksa, aku akan menemanimu.

Aku hanya bercanda.

Aku juga akan tetap di sini.

Tidak apa-apa. Kamu bisa pergi.

Baiklah, Bu.

Ramyeon di area peristirahatan terasa sangat enak.

Bu Cha, kamu mau menuju ke hotel?

Tidak, ke kantor saja.

Ini semua pakaian dari Hannam-dong.

Seleranya terhadap pakaian tidak pernah berubah.

Tapi tetap saja, kancingnya kali ini cukup bagus.

Menurutmu, berapa lama aku harus melakukan ini?

Menurutmu, akan seperti ini bahkan setelah usiaku 60 tahun?

Jika usiamu beranjak 60 tahun, usia Bu Ketua Kim beranjak 100 tahun.

Semua makanan enak di dunia ini tidak akan membuatnya tetap sehat.

Itulah yang dia sukai.

Hal yang mengejutkan orang lain seperti permainan baginya.

Bagiku itu menyebalkan.

Kamu sungguh tidak sopan, tapi melegakan mendengarnya.

Kamu seharusnya tidak boleh menyetujui pernyataan tersebut.

Menghadiri pesta ulang tahun mantan ibu mertuamu

sangat tidak masuk akal, meski itu bagian dari kesepakatannya.

Jika tidak menyetujuinya,

aku tidak akan pernah bisa bercerai.

Benar.

Kupikir semua akan berakhir begitu Ketua Jung tiada,

tapi ibu mertua kejam itu mengambil posisinya.

Ini sungguh kekacauan besar.

- Bukankah itu mobil Presdir Cha?\n- Benar!

- Lihat.\n- Dia datang.

- Mendekatlah lagi.\n- Ambil fotonya.

- Ayolah!\n- Presdir Cha!

- Di sini.\n- Lihatlah kemari.

- Cepat kejar dia.\n- Kumohon!

Tolong sampaikan sesuatu!

Ya, terima kasih.

Selamat ulang tahun, Bu.

Kamu datang.

Bagaimana keadaan ayahmu? Baik-baik saja?

Ya.

Dia pasti sangat sibuk sebagai perwakilan partai.

Kurasa begitu.

- Boleh aku permisi sebentar?\n- Tentu.

Pakaian itu terlihat bagus kamu kenakan,

meski tasnya sedikit berlebihan.

Kamu datang.

Menyenangkan menemuimu setelah sekian lama.

Aku ragu hal itu benar di antara kita.

Saat kamu meminta hotel yang akan bangkrut untuk menjadi tunjangan,

kupikir kamu sangat bodoh.

Lalu aku membaca artikel bahwa hotel itu jadi yang terbaik.

Kudengar kamu membuka cabang di Kuba.

Terima kasih.

Bukankah seharusnya kamu menikah lagi?

Kamu tertarik pada kehidupanku? Aku berterima kasih.

Begitu mendapat menantu baru, ibumu akan berhenti mengundangku.

Sebenarnya, ibuku akan menyandingkan kalian.

Kamu tahu bagaimana ibuku.

Ini tidak pantas dijadikan lelucon, bukan?

Aku lebih suka kamu menyelesaikan hal ini.

Jika kulakukan, kamu akan senang menemuiku mulai sekarang?

Kamu dan pesonamu yang tidak berakhir. Berwajah masam.

Kamu mengajukan perceraian

setelah bertemu wanita impianmu,

jadi, omong kosong apa ini?

Omong-omong, mari makan. Ibuku menyiapkan banyak makanan.

Menyingkirlah. Kamu membuatku tidak nyaman.

Bagian mana dari rumah ini yang akan nyaman bagimu?

Aku hanya berusaha menjadi teman.

"Presdir Cha Soo Hyun Hadir di Pestanya Lagi Tahun Ini"

Kamu tidak masuk ke Terowongan Namsan?

Terowongan itu menyesakkan.

Hanya akan butuh waktu sesaat, tapi kamu memilih mengitarinya?

Pak Nam, kamu pernah ke Menara Seoul Namsan?

Aku pernah ke sana dengan Anggota Parlemen Cha dahulu.

Dengan ayahku?

Kami sebenarnya harus berada di perpustakaan,

tapi dia bersikeras agar kami keluar karena terasa menyesakkan.

Tapi kubilang padanya kami harus belajar.

Orang bilang kini terlihat lebih bagus. Kamu pernah ke sana?

- Belum.\n- Lalu, bagaimana jika kita ke sana

dan mencari udara segar?

Tidak, fotoku sudah cukup banyak diambil satu hari ini.

Apakah reporternya masih ada?

Berita tersebar lebih cepat di media sosial saat ini.

Boleh aku buka jendelanya?

Udaranya dingin malam ini.

Kamu akan pergi jauh besok, akan lebih baik jika tidak terkena flu.

Pukul berapa penerbangannya?

Pesawatnya akan berangkat pukul 9 malam.

Sangat indah, bukan?

Ya, indah sekali.

Ini hanya kebun tua.

Kebun ini sepertinya dicintai oleh seseorang di masa lalu.

Itu masa yang indah.

Dahulu semua itu ada di sini.

Semua masih terlihat sama seperti dahulu.

Sangat sulit untuk menjaganya tetap utuh.

Dahulu ini kebun milik istriku.

Cintanya bermula dan diselesaikan di sini.

- Aku mau segelas soda.\n- Baiklah.

Terima kasih.

"Konsep dan Desain Hotel Donghwa, Desain Interior"

Sangat berbahaya mengirim pesan selagi mengemudi.

Permisi...

Bisa kamu tutup...

Maaf, Bu Cha. Aku diberi tahu sopirnya lancar berbahasa Inggris,

tapi kurasa dia sama sekali tidak bisa bahasa Inggris!

Kita akan kembali dengan sopir lain setelah acaranya selesai, bukan?

Aku akan periksa lebih teliti mulai sekarang.

Astaga!

Bu Cha, kamu baik-baik saja?

Sekretaris Jang, kamu tidak punya SIM internasional?

Tidak, aku belum mendapatkanya.

- Sebaiknya bicaralah padanya.\n- Baiklah.

Kameraku rusak.

- Kamu orang Korea?\n- Ya.

Maaf. Pengemudiku melakukan kesalahan.

Kamu terluka?

Sepertinya kameraku yang terluka.

Maaf.

Beri tahu modelnya, akan kami ganti dengan yang baru.

Tidak perlu. Pergilah.

Tolong pikirkan posisi kami juga.

Mungkin akan jadi rumit nanti, tolong berikan nomor ponselmu.

Kami akan kirim kamera baru.

Kamera ini hadiah saat aku lahir.

Kenangan tidak mungkin dibeli, bukan?

Kami benar-benar minta maaf,

tapi kami tidak bisa diam seperti ini.

Kameramu sepertinya sudah tua, bagaimana kalau kamu ganti...

Sepertinya kita membuat kemacetan.

Aku tidak terluka, kalian boleh pergi.

Ini kartu namaku.

Tolong beri nomor ponsel dan namamu, nanti akan kuhubungi.

Biar nanti aku yang hubungi.

Kami harus segera pergi.

Tolong hubungi aku.

Hotel Donghwa, perusahaan rekanan Hotel Havana, adalah merek Asia

pertama yang menjangkau Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Mari kita sambut Presdir Cha Soo Hyun.

Wajar sekali kalian memilih Donghwa sebagai mitra

untuk membangun hotel terbaik di Havana.

Alasannya adalah karena kami, Donghwa, menyadari

kalau keindahan historis adalah nilai terbaik Havana.

Sangat menarik bahwa

kita berbagi nilai ini.

- Tadi luar biasa.\n- Terima kasih, Pak Presdir.

Kamu sudah pernah melihat matahari terbenam Pantai Malecon?

Tidak, belum.

Kamu benar-benar harus melihatnya.

Warna matahari terbenam berbeda setiap harinya.

Aku juga melamar istriku di sana.

"The End of the World, Girlfriend"

- Ayo menari.\n- Maaf?

Aku?

Tidak, terima kasih. Tidak.

Tidak.

Kamu sudah selesaikan urusan kamera pria itu?

Ya, aku sudah memberinya kartu namaku.

Dia bilang akan menghubungiku begitu kembali ke Korea.

Berikan dia banyak uang agar tidak ada masalah nantinya.

Tapi itu sedikit sulit, Bu.

Kameranya memang terlihat sudah cukup tua,

tapi dia menolak kompensasi model yang sama.

Kenapa?

Dia tidak tertarik dengan model baru.

Dia bilang untuk melupakannya dan meminta kita pergi.

Berlebihan sekali hanya karena kamera antik.

Dia akan menerima tawaran kita kalau nilainya 100.000 dolar.

Dia pasti akan melupakan mobil kita.

Bagaimanapun juga dia akan menerima uang kita.

Tidak perlu 100.000 dolar.

10.000 dolar saja sudah cukup baginya.

Dia tidak akan menerima uang.

Maaf?

Beristirahatlah, aku akan jadwalkan makan malammu satu jam lagi.

Kurasa restoran lokal...

Aku mau tidur. Jadi, pergi dan makan malamlah.

Kamu akan minum obat tidur dan tidur lebih cepat?

Obat membantuku beradaptasi dengan perbedaan waktu.

Tapi di luar masih terang.

Jangan pikirkan aku, kamu pergilah makan, Sekretaris Jang.

Kamu juga perlu makan.

Aku akan tidur lebih cepat dan sarapan berkualitas tinggi.

Baik, biar kupersiapkan.

Kamu mengerti arti sarapan kualitas tinggi?

Tentu saja.

Bagus. Sampai besok.

Baik.

Sekretaris Jang, kamu sedang apa?

Sedang mengerjakan sesuatu.

Aku tahu, katakan saja.

Aku pergi untuk minum bir.

- Sudah?\n- Aku sedikit haus.

Sendirian?

Tidak, aku sedang menjemput seorang pria sekarang.

- Halo.\n- Halo.

Kamu sudah ke Pantai Malecon?

Belum.

Bagaimana kalau ke sana denganku?

Bu Cha, pergilah ke sana dengan kekasihmu.

Kenapa pergi denganku?

Sekretaris macam apa kamu ini?

Aku memang sekretarismu,

tapi aku tidak perlu habiskan waktu denganmu usai bekerja, bukan?

Sepertinya kamu senang sendirian, padahal aku bosan sekali.

Tidak masalah merasa bosan satu hari saja.

Jadi, tidak masalah kalau kamu kehilangan pekerjaanmu?

Astaga, mulai lagi.

Hei!

Berhenti mengancam. Kamu yang terus menolak pengunduran diriku.

Aku bosan, makanya aku mengancammu.

Astaga. Kamu memang gila.

- Jadi, ayo bersenang-senang.\n- Itu dia.

Biarkan aku bersenang-senang, Cha Soo Hyun!

Baiklah. Bersenang-senanglah.

Besok kamu kembali ke kelas ekonomi.

Jangan pelit!

Halo?

Astaga.

Maaf, aku tidak diberi tahu kalau kamu memerlukan mobil.

Ini urusan pribadi, aku ingin naik taksi saja.

Ke mana?

Aku mau melihat matahari terbenam Pantai El Malecon.

Kalau begitu, kamu perlu pergi ke Morro Cabana.

Kamu tahu? Itu tempat sempurna untuk jatuh cinta.

Antar dia ke Morro Cabana.

Semoga berhasil.

Tidak.

Tunggu sebentar.

Jangan cemas.

Tunggu sebentar.

Maaf, Bu.

Mobilku mogok.

Kamu harus naik feri dari sana.

Lebih cepat seperti itu.

Maaf.

Masih bisa dipakai atau tidak?

Di mana Morro Cabana?

Di atas.

Atas?

- Terima kasih.\n- Sama-sama.

Apa-apaan?

Bu Cha, kenapa tidak menjawab panggilanku?

Aku mengantuk.

Hei, bangunlah, kamu tidak apa-apa?

Kamu sakit?

Aku tidak sakit, hanya mengantuk.

Maaf.

Kamu lihat VIP wanita dari Korea?

Nyonya yang cantik itu?

Dia naik taksi untuk melihat matahari terbenam Pantai El Malecon.

- Dia pergi ke...\n- Pantai El Malecon. Terima kasih.

Ke Morro Cabana.

Ada perlu apa denganku?

Perlu apa denganmu?

Maksudku, kenapa aku bersandar di bahumu?

Kamu tertidur satu jam yang lalu dan nyaris jatuh...

- Kenapa kamu melakukannya?\n- Maaf?

Sepatuku.

Bukan aku yang membuangnya.

Sepatumu terlepas dan jatuh ke bawah sana.

Biar kujelaskan dahulu agar kamu tidak salah sangka.

Kamu nyaris terjatuh dari sini saat mengantuk tadi,

aku menahanmu saat kamu nyaris terjatuh.

Kamu bisa tenang.

Aku permisi dahulu.

Bantu aku.

Bisakah kamu mengambilkan sepatuku?

Ini berbahaya, jadi, tunggulah di sini.

Aku rasa ini bukan penipuan.

Indah sekali.

Sepatumu...

Lebih indah daripada kartu pos yang ada di hotel, bukan?

Hotelmu mungkin tidak memilikinya.

Matahari terbenam di Pantai El Malecon lebih menyentuh

jika kamu menyaksikannya sambil mendengarkan musik ini.

- Halo, dia kandidat nomor dua.\n- Pilihlah dia.

- Nomor dua.\n- Kandidat nomor dua.

Putri Cha Jong Hyun sangat cantik.

Itu dia.

Dia sepertinya tidak asing.

Mungkinkah dia seorang artis?

Hei, apa ini Pantai Malecon?

Ya, dari sini ke sana, ini wilayah Pantai Malecon.

Terima kasih.

Aku mau membalasmu.

Perbuatanku tidaklah berarti.

Aku masih berutang padamu.

Tidak masalah. Bahuku juga beruntung.

Aku akan mengingatnya sebagai peristiwa menegangkan

yang terjadi pada malam terakhirku di Kuba.

Kalau begitu, aku pergi dahulu.

Tunggu.

Kamu punya uang?

Berapa banyak yang kamu butuhkan?

Cukup untuk sebotol bir.

Kenapa kamu tertawa? Aku serius.

Hanya saja... Maksudku...

Bir untuk saat ini tampaknya...

Manis.

Tolong tunggu di sini. Aku akan segera kembali.

Manis?

Kedengarannya bagus, tapi...

Syukurlah aku tidak menghabiskan semuanya.

Kira-kira berapa usianya?

Dia seperti anggur hijau.

Kamu akan mabuk jika terus begitu.

Aku pasti lebih kuat minum alkohol daripada kamu.

Bagaimana kamu bisa tertidur tanpa uang?

Itu bisa jadi bencana.

Aku datang untuk urusan bisnis.

Aku minum pil tidur untuk tidur awal,

tapi aku melihat foto tempat ini.

Hari ini pasti hari yang aneh.

Seorang pencopet mencuri semua uangku.

Berarti ini hari yang berat.

Apa kamu ingat di mana kamu menginap?

Kamu bisa naik taksi di pintu masuk Morro Cabana.

Aku akan mengantarmu ke sana.

Kamu mungkin tidak tahu ke mana harus pergi.

Maukah kita turun dahulu?

Tentu.

Baiklah.

Kenapa tidak berjalan tanpa alas kaki?

Di sini?

Ini terlalu jauh bagiku untuk menggendongmu.

Aku tidak pernah meminta itu.

Kondisi kakimu tampaknya buruk.

Ada banyak turis yang berjalan bertelanjang kaki.

Aku belum melihat seorang pun.

Pria dan wanita tua di lingkungan rumahku

mendaki dengan bertelanjang kaki.

Aku tidak bisa melakukannya.

Melakukannya sebagai tim memberimu keberanian.

Selain itu, rasanya tidak begitu sepi.

Benarkah itu?

Tentang apa?

Orang-orang di lingkungan rumahmu mendaki dengan bertelanjang kaki.

Seratus persen benar.

Anggaplah aku di bawah pengaruh mantra.

Disihir.

Apa kamu pelajar? Atau apa kamu memiliki pekerjaan?

Aku menjual buah.

Jadi, kamu penjual buah.

Penjual buah?

Kamu benar. Aku penjual buah.

Kameramu terlihat kuno.

Ini?

Usianya 28 tahun sekarang.

Apa masih berfungsi?

Tentu saja.

Meskipun aku sudah memperbaikinya beberapa kali.

Ini masih menghasilkan foto yang luar biasa,

tapi hari ini dia terluka.

Kamu pasti menyukai model kamera itu.

Apa mereka tidak membuatnya lagi?

Mereka membuatnya.

Bukannya aku yang menghargai ini.

Teman ayahku mengelola studio fotografi,

dan dia memberikan ini kepada ayahku ketika dia menutup tokonya.

Waktunya sekitar saat aku lahir.

Dia ingin ayahku mengambil banyak fotoku.

Kamera ini sebenarnya yang paling disayangi oleh ayahku.

Meskipun, dia tidak mengambil banyak fotoku.

Katanya dia terlalu sibuk

mencari nafkah untuk kami.

Begitu aku mulai kuliah, aku memotret orang tuaku.

Kenapa kamu berhenti?

Kita sampai di jalan utama,

dan jalannya kasar dan kotor untuk dilalui tanpa alas kaki.

Kamu bisa memakai ini ke hotel.

Maafkan aku. Aku sungguh tidak sopan.

Kakimu sepertinya juga...

Tidak, bukan begitu.

Berapa ukuran sepatumu?

Apa sekitar 230 mm?

Pilihlah sepasang. Aku yang bayar.

Mana yang paling kamu suka?

Tidak perlu.

Aku akan membayarmu untuk semuanya, termasuk bir dan sepatu.

Berarti aku akan mencatat semuanya

agar kamu dapat mengembalikan uangku.

Mana yang paling kamu sukai?

Aku hanya perlu berjalan sampai tiba di hotel,

jadi, mari beli apa saja.

Apa saja?

Harus memilih dari apa saja

adalah hal tersulit untuk dilakukan.

Apa yang ini terlihat sedikit lucu?

Aku meminta apa saja, jadi, tidak masalah.

Kurasa ini terlihat cukup bagus.

Ke mana perginya dia?

Apa kamu punya uang lagi?

Ya, uangku cukup.

Cukup untuk apa?

Cukup mengisi perut kosongmu dengan makanan ringan.

Ini.

Makanan di sini lebih enak daripada di hotel.

Aku pikir kamu merasa seperti itu karena merasa lapar.

Cita rasaku tidak sesederhana itu.

Apa kamu punya lebih banyak uang?

Cukup untuk membeli dua tiket ke pertunjukan salsa?

Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memasukkannya kembali?

Kamu tertawa saat aku kurang lucu, dan itu membuatku jengkel.

Kamu juga tertawa tadi.

Kamu tertawa karena berkata aku manis. Aku pun sama.

Apa itu yang disebut uang saku?

Ini uang saku anak muda.

Berarti aku ini apa?

Yang kukatakan lebih lucu daripada ucapanmu.

Kamu tidak perlu berwajah serius.

Aku pikir itu tidak lucu.

Apa kamu tidak ingin menonton pertunjukan salsa?

Jangan lupa untuk menerima tanda terima untuk semuanya.

Tentu saja. Kamu harus mengembalikan uangku.

Bagaimana kalau kita minum secangkir kopi lagi?

Tentu.

Apa kamu yakin kita tidak tersesat?

Apa ini tempat diadakannya pertunjukan salsa?

- Sangat bagus, bukan?\n- Ya.

Kita harus bergabung.

Tidak.

Teirma kasih untuk hari ini.

Aku juga bersenang-senang berkat kamu.

Berikan nomor teleponmu.

Begitu kembali ke Korea, akan kubalas kebaikanmu.

Tidak perlu.

Anggap saja sebagai kebaikan

dari sesama orang Korea di negeri asing.

Kamu seperti orang tua.

Istilah seperti itu dipakai oleh ayahku.

Benarkah?

Orang bilang aku bersikap seperti orang tua.

Jangan membuatku memohon. Berikan saja nomormu.

Sungguh tidak perlu.

Aku hanya berbaik hati. Jika kuberikan nomorku,

aku akan terkesan punya motif tersembunyi.

Motif tersembunyi?

Kamu mungkin mengira itu cara mendapatkan

nomor wanita cantik.

Hei.

Sampai kapan kamu tinggal di sini?

Jika kamu senggang besok pagi,

traktirlah aku sarapan di kafe itu.

Kurasa traktiran sarapanmu akan menebus semuanya.

Aku juga ingin bertanya.

Kenapa tidak bertanya sekarang?

Aku ingin bertanya besok.

Aku ingin memperbaiki pertanyaanku lebih dahulu.

Kamu bisa pukul 9 pagi?

Mungkin aku tidak bisa.

Aku belum tahu jadwalku untuk besok.

Aku akan menunggu 30 menit dan pergi juga kamu tidak datang.

Jangan merasa terdesak.

Baiklah.

Antarkan dia ke Hotel Havana. Terima kasih.

Hampir lupa. Sepatunya.

Syukurlah kami akan bertemu lagi besok.

Terima kasih.

Hei!

Kenapa kamu melakukan ini?

Kamu ingin melihatku mati karena cemas, ya?

Kamu mencariku?

Kenapa tidak mengangkat ponselmu?

Ponselku hilang.

Aku merasa bersalah dan kembali untuk menemanimu,

tapi menemukan wadah pil tidur yang terbuka dan kamu tidak ada.

Aku juga bisa bersenang-senang sendiri, Sekretaris Jang.

Aku tidak pernah membayangkan mencari setiap sudut Havana.

Ada apa dengan sepatumu?

Sepatuku.

Bagaimana kamu bisa tersenyum?

Mi Jin, sepertinya aku menjadi Cinderella.

Sadarlah, Bodoh.

Ada masalah apa?

Mereka harus menandatangani kontrak itu lagi.

Mereka bilang ada pasal yang terlupakan.

Pasal apa?

Pasal soal taman.

Soal mempertahankan tempat itu agar tetap sama.

Bukankah kita sudah bilang akan memelihara taman itu?

Ya. Kita sudah membuat perjanjian lisan,

tapi kurasa mereka mendadak ingin memasukkannya ke kontrak.

Pemilik tanah hotel ini mengajukan keluhan.

Prosesnya butuh berapa lama?

Kurasa prosesnya tidak akan lama.

Pegawai mereka menuju kemari.

Masih ada banyak waktu sebelum penerbangan kita.

Periksa keberadaannya sekarang.

Apa aku datang terlalu awal?

Berapa lama lagi kita harus menunggu?

Dia bilang sedang menuju kemari.

Aku akan memeriksa lagi.

Astaga. Aku harus segera naik kereta.

- Maaf aku terlambat.\n- Tidak masalah.

Silakan duduk.

Aku harus pergi,

Tuan putriku dari "Roman Holiday".

- Halo.\n- Halo.

Ini tiketmu.

Terima kasih.

Maaf aku tidak menepati janjiku.

Syukurlah kita masih bertemu di sini.

Mendadak ada urusan mendesak.

Tidak masalah.

Aku juga tahu kameramu rusak dalam insiden itu,

tapi maaf tidak memberitahumu.

Kamu juga ada di sana.

Rusaknya tidak parah. Jangan cemas.

Sekretarisku akan memesan tiket pesawat untukmu.

Anggaplah sebagai ganti rugi dan naiklah kelas bisnis.

Tidak, aku akan duduk di kursiku.

Aku bahkan tidak mentraktirmu sarapan.

Berilah aku kesempatan untuk menebusnya.

Sungguh tidak perlu.

Aku tidak banyak membantu untuk berhak menerima ganti rugi itu.

Berkat kebaikanmu semalam saat aku sungguh tersesat,

aku bisa sampai sejauh ini dengan selamat.

Bisakah kamu menerima kebaikanku sebagai balasan kali ini?

Aku bekerja paruh waktu untuk menyiapkan liburan ini.

Aku menabung selama setahun.

Aku ingin melihat sejauh apa aku bisa berlibur dengan anggaranku.

Aku merencanakan liburan ini selama lebih dari sebulan.

Berkat itu, aku mengakhiri usia 20 tahunku

dengan liburan yang hanya membawa kenangan indah.

Harus terbang selama 17 jam di kelas ekonomi memang melelahkan,

tapi pengalaman itu juga bagian dari liburanku.

Liburan mandiriku belum selesai

dan aku ingin mengakhirinya sesuai rencana.

Apa jawaban itu cukup bagus?

Tentu.

Kalau begitu, aku akan menganggap utangku lunas.

Jaga dirimu.

"Dua jam yang lalu"

"Jang Mi Jin, Kepala Sekretaris"

Hotel Donghwa?

"Mencari, Hotel Donghwa"

"Hotel Donghwa Memulai Ekspansi ke Kuba"

"Presdir Cha Soo Hyun Menuju ke Kuba Sendiri"

Kamera yang rusak karena kita.

Model kamera itu berusia 28 tahun, tapi masih diproduksi.

Siapkan kamera itu.

Selain itu, kenangan 28 tahun sangat penting bagi pria itu.

Pastikan kamu tidak bersikap kejam.

Bagaimana kamu tahu usia model kamera itu?

Aku hanya menduganya.

Begitu rupanya. Dugaan.

"Hotel Donghwa, Presdir Cha Soo Hyun"

Halo?

Halo, ini Pak Kim Jun Hyuk?

Benar.

Ini Hotel Donghwa.

Baik.

Aku menelepon untuk menginformasikan bahwa kamu lolos wawancara terakhir.

Pak Kim?

Halo?

"Encounter"

Ibuku mendadak meneleponku.

Sepertinya ibumu sangat merindukanmu.

Aku meragukannya.

Aku punya kabar bagus.

Kamu punya kekasih baru?

Putri Es?

Dia tidak pernah tersenyum.

Aku sangat mencemaskanmu.

Pasti terasa canggung karena aku bosmu.

Sama sekali tidak.

"Epilog"

"Maaf, tapi aku selalu duduk di sini"

"Bisakah kamu duduk di tempat lain?"

"Tentu"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.