Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"
Topeng. Topeng silikon.
Riasan prostetik.
Dia sengaja memastikan ada saksi.
Tunggu.
Kenapa Jo Sung Dong?
Berita ini...
Dia tidak sendirian.
Juru kamera yang sampai ke sana kedua.
Saat ini dia tinggal di tempat
yang hanya berjarak 20 menit jalan kaki dari tempat Yeom Hwa Ran.
Apa yang polisi
lakukan di sini semalam ini?
"Polisi"?
Bagaimana Anda tahu
siapa kami?
Anda datang ke sini dengan penyidik telepati.
Kenapa selebritas seperti Anda datang ke tempatku?
Anda tidak terlihat terkejut.
Seakan-akan Anda menantikan kami.
Apa aku harus terkejut?
Penjahat kelas teri ketakutan begitu melihatku.
Tapi beberapa orang bisa sangat bernyali
tergantung kekejaman kejahatan yang mereka lakukan.
Sudah kuduga Anda akan datang.
Bagaimana caranya?
Berhenti.
Aku sedang merawat kebunku.
Itu untuk menebus kepergianku.
Bagaimana Anda tahu kami akan datang?
Karena aku bermimpi
sekian lama setelah bertemu dengan Anda, Detektif Dong.
Aku tahu Anda pria yang memiliki banyak bakat,
tapi firasat bukan salah satunya.
Tampaknya Anda tahu banyak hal tentangku.
Karena aku juga punya firasat
tentang bertemu mantan fotografer
yang membunuh sambil memakai topeng.
Pembunuh?
Jin Jae Gyu.
Ada cara yang mudah dan sulit
yang akan menutup pertemuan kita.
- Apa cara yang mudah? - Pindai ingatan.
- Kenapa? - Anda tidak tahu?
Anda bilang tahu kita akan bertemu.
Sayangnya, bakatku tidak sehebat itu.
Bakat Anda?
Kami sedang menyelidiki pembunuhan berantai,
dan banyak bukti mengarah kepada Anda
sebagai pembunuhnya.
Seperti apa?
Pembunuh berantai muncul dari berhenti 20 tahun
tepat ketika Anda kembali ke Korea.
Kebetulan sekali.
Pindai ingatan akan membebaskan Anda dari semua tuduhan.
Aku menolaknya.
Tentu saja.
Aku yakin Anda bersalah.
Tampaknya tidak benar.
Jadi, Anda akan memilih cara yang sulit.
Jika harus.
"Surat Perintah Penggeledahan dan Penyitaan"
Mulai saat ini, kami akan mulai
penggeledahan dan penyitaan di kediaman Anda.
Masuk.
Sesuai hukum, Anda berhak tinggal
dan mengamati tindakan kami.
Geledah tempat ini.
"Memorist"
"Ep 7: Penghapus Ingatan"
Kenapa gelap sekali di sini?
Kupikir tempat ini sudah kosong selama 20 tahun.
Kalian boleh masuk sekarang.
- Tidak ada apa-apa di sini. - Benar.
Bahkan tidak ada TV.
Anda pikir Anda menegakkan keadilan
dengan membunuh orang?
Apa ini bagian dari interogasi resmi?
Anggap saja ini pertanyaan pribadi.
Pertanyaan pribadi?
Kalau begitu, itu mengejutkanku.
Tampaknya Anda sangat mengandalkan Detektif Dong.
Itu aneh karena Anda tidak terlihat seperti jenis orang
yang memercayai kekuatan supernaturalnya.
Si pembunuh tampaknya sangat mengenalku.
Kurasa aku juga bisa mengatakan itu tentang Anda.
Aku hanya melihat jiwa Anda, itu saja.
- Jiwaku? - Benar.
Maaf jika aku membuat Anda merasa tidak nyaman.
Aku penasaran sampai kapan Anda bisa bercanda.
Kami mencari, tapi belum menemukan bukti kuat.
Orang seperti dia tidak akan pernah membuang senjata pembunuh.
Dia mungkin menyimpannya seperti suvenir.
Ini. Biar aku saja.
Biarkan saja. Ini hanya saluran.
Astaga.
Aku ingin makan semangkuk sup panas sekarang.
- Kamu sudah makan lima roti lapis. - Itu mungil!
Bagaimana jika dia sudah menyingkirkan buktinya?
- Kamu pikir Nona Han salah? - Kita belum menemukan apa pun.
Wanita pintar itu mengincar orang yang salah?
Pak.
Nona Han, kerja bagus hari ini.
Surat perintahnya kedaluwarsa saat matahari terbenam.
Bahkan orang setua diriku ikut membantu,
tapi dia malah makan roti lapis.
Biarkan saja dia. Itu lebih baik daripada dia menimbulkan masalah.
Dia tidak tahu cara bersikap perhatian, bukan?
Tunggu. Sepertinya dia akan menimbulkan masalah.
Itu cerobong asap besar untuk rumah tanpa perapian.
Itu untuk perapian.
Apa hanya aku yang menganggap ini aneh?
Tidak ada perapian di lantai satu.
Kalau begitu, lantai dua.
Perapian harus berada di lantai satu
karena udara panas naik ke atas.
Ini juga belum dipakai.
Pembunuhannya akan berlanjut.
Apa?
Tiga lagi akan tewas.
Satu
per satu.
Secara brutal.
Apa...
Apa-apaan ini?
Bu. Mereka menemukan ruangan rahasia.
Apa...
Bedebah itu menawarkan korban
sebagai persembahan.
Beberapa orang.
Tangkap dia.
Baik, Bu.
Anda ditangkap atas pembunuhan berantai.
Anda berhak untuk tetap diam. Anda dapat membela diri,
jadi, cari pengacara dan teruslah berjuang jika Anda mau.
Dasar psikopat gila. Berdiri.
"Kepolisian Metropolitan Seoul"
Kudengar dia berbicara.
- Ya, setelah sehari penuh. - Apa katanya?
Dia ingin bicara dengan Detektif Dong Baek.
Katakan kerangka siapa yang ada di altar.
- Aku akan menghadapinya. - Tidak.
Dia bilang dia akan memberitahuku segalanya!
Kita akan segera mendapatkan laporan forensik.
Kita harus mengirimnya masuk.
Akan menyusahkan jika dia mengamuk dan menyerangnya.
Aku tidak akan mengamuk!
Kamu sudah mengamuk.
Kalau begitu, kita pastikan dia tidak bisa menyerangnya.
Seharusnya itu cukup.
Ada apa dengan borgol itu?
Tinjuku langsung keluar saat melihat sampah.
Untung Anda ini polisi.
Jika tidak, Anda akan dipenjara.
Jangan mengkhawatirkan orang lain.
Tapi aku mengkhawatirkan Anda.
Apa Anda menyunggingkan senyum memuakkan itu di wajah Anda
saat membunuh orang juga?
Jangan kesal.
Apa pembunuhan 20 tahun lalu juga persembahan untuk dewa Anda?
Itukah yang Anda bicarakan?
Algojo?
Algojo?
Jangan bertanya. Jangan biarkan dia memimpin.
Bagaimana Anda tahu soal si Algojo?
Bukankah Anda hidup dengan perasaan aneh itu,
mengetahui kebenarannya sudah terungkap, tapi Anda saja yang tahu?
Terkadang, itu harga diri, tapi terkadang, kesepian.
Perasaan yang sangat aneh dan sepi itu.
Apa Anda juga bisa memindai ingatan?
Tidak.
Aku tidak punya telepati seperti Anda.
Anda cenayang?
Aku bisa mengintip kebenarannya sedikit.
Aku bisa mendengar dewa lewat doa yang panjang dan bertapa.
Anda sungguh cenayang?
Label tidak penting.
Peramal, nabi, hal-hal seperti itu tidak penting.
Yang penting adalah ucapan dewa.
Omong kosong.
Omong kosong.
Kukira Anda justru
akan mengerti.
Anda bilang mendengar wahyu ilahi, tapi tidak tahu akan diejek?
Kukira Anda ingin tahu tentang
wanita yang dipukul palu cakar dan tewas 20 tahun lalu?
Bukankah semuanya korban pria saat itu?
Semuanya pria.
Anda ingin tahu, bukan?
Wanita cantik
yang sekarat itu.
Dia ibu Anda, bukan?
Ibu?
Itu Anda.
Anda membunuhnya.
Itu salah Anda.
Dia tewas karena Anda.
Jangan bicara omong kosong.
Anda membahayakan diri Anda.
Jangan kehilangan ketenanganmu.
- Kenapa Anda membunuhnya? - Kemarahan...
Andalah pembunuhnya.
- Pembunuhan akan terus berlanjut. - Keluarkan dia.
Benarkah dia ibuku?
Lebih banyak yang akan dibunuh.
Apa dia ibuku? Katakan!
Tiga lagi akan tewas sebelum akhir bulan.
Katakan padaku, Bedebah!
Orang-orang yang dikutuk karena Anda akan mati mengenaskan!
Berhentilah mengubah topiknya! Lepaskan.
Katakan. Katakan padaku, Bedebah!
- Keluarkan dia. - Tidak!
Hasil lab sudah keluar.
Kerangka itu dari binatang.
Tidak ada DNA manusia.
Kita harus menahan dan menyelidikinya.
Akankah kita mendapat surat perintah penahanan?
Dia hanya pergi ke TKP sebagai fotografer.
Kita harus mencobanya.
Dia menyebutkan sendiri kematian wanita itu.
Ada apa dengan ibumu?
Kita harus memasukkan semuanya untuk mendapat surat perintah.
Ceritakan tentang kenangan masa kecilmu.
Apa yang hendak kamu catat?
Kurasa aku melihat wanita yang tewas 20 tahun lalu, dan si psikopat
yang berpura-pura menjadi cenayang tahu itu?
Asumsikan saja kita tidak bisa menahannya dan menyelidikinya.
Kita harus meminta polisi yang bisa untuk mengawasinya.
Mengawasinya tidak masalah, tapi kita harus menemukan bukti.
Dia akan membunuh lagi seperti yang dia ramalkan.
- Kamu memercayainya? - Ya.
Dia akan membunuh tiga orang lagi.
Entah kapan dia bertindak. Kita tidak bisa terus mengawasinya.
Dia bilang sebelum akhir bulan,
tiga orang akan tewas.
Masih ada 10 hari lagi di bulan ini.
Dia akan bertindak sebelum itu.
Dia tampak percaya diri.
Dia punya trik rahasia.
Bukan hanya dia yang percaya diri.
Aku juga tidak berniat kalah.
"Bagian Kriminal"
Terima kasih. Kalian baik sekali mau mengantarku keluar seperti ini.
Aku mau menyingkirkan bau busuk itu.
Kita akan segera bertemu lagi.
Omong-omong,
bau busuk itu berasal dari hal lain.
Apa?
Kalian berdua dikelilingi
. roh-roh penuh dendam.
Anda tidak pernah berhenti bicara omong kosong?
Dua wanita
terpaksa membunuh satu sama lain.
Karena jika tidak, mereka akan dibunuh
oleh si pembunuh.
Jika Anda begitu yakin, tinggalkan buktinya.
Roh-roh penuh dendam memperingatkan kalian.
Seseorang akan dibunuh
malam ini.
Kuharap kalian menghentikannya.
Jika kalian mampu.
Kalian akan bertanggung jawab
atas kematian itu.
- Apa? - Anda benar.
Aku yang akan memenjarakan Anda.
Malam ini?
Menarik sekali. Dia lebih gila daripada dugaanku.
Dia akan melakukan sesuatu malam ini.
Dia hanya ingin bermain-main.
Dia berusaha membuktikan
bahwa dia lebih unggul daripada kita.
"Green Moving"
Jangan kehilangan dia sedetik pun
agar kita bisa mencegahnya menemui komplotannya.
Baik, Bu.
Astaga, terserahlah. Aku tidak peduli jika kita kehilangan dia.
Apa? Akan ada pembunuhan malam ini.
Lihat pembunuhan sebelumnya. Mereka dibunuh secara brutal.
Dia si Algojo.
Aku tidak akan terkejut jika seseorang memang dibunuh malam ini.
Tidak apa-apa selama kita aman.
Tapi...
Apa yang dia lakukan di kegelapan?
Apa ada kamera inframerah?
Tidak. Itu juga tidak terlihat di kamera termal.
Ada puluhan polisi di sana. Dia tidak bisa membunuh siapa pun.
Matahari terbit.
Periksa semua kasus baru.
Ada beberapa kematian tidak disengaja...
Nona Han.
Seseorang dibunuh.
- "Dibunuh"? - Siapa itu?
Korbannya adalah seseorang yang kamu kenal.
Aku datang saat fajar untuk mengemas barangku
karena tidak ingin bertemu dengannya.
Tapi saat aku tiba di sini...
Seseorang akan dibunuh
malam ini.
Pemerkosaan dan pemerasan.
Seorang bedebah dengan tato palu.
Apa hubungan kalian buruk?
Pak, bisakah Anda melindungiku?
Aku yakin aku target berikutnya.
Apa yang dia lakukan?
- Dia mendengar suara. - "Suara"?
Apa menurutmu Jin Jae Gyu benar-benar seorang cenayang?
Tidak mungkin dia. Dia diawasi oleh puluhan polisi.
Diam.
Mungkin orang lain.
Pria ini punya banyak musuh.
Itu Algojo.
Dia menghukum kejahatan dengan menjadi kejahatan itu sendiri.
Dia menghukumnya dengan meniru perbuatannya pada korban.
Menurutmu dari mana asal tinta ini?
Menarik sekali.
Dia bahkan merekam video
memukuli pria itu sampai mati.
Astaga.
Siapa di sana?
Siapa kamu?
Tunggu.
Tidak, tunggu.
Tunggu. Tolong jangan bunuh aku.
Apa salahku?
Bisa putar ulang bagian saat dia melemparkannya ke lantai?
Aku hanya melihat kakinya.
Ayo lihat saat jendela ditutup.
Baiklah.
Perlahan.
Berhenti. Buat lebih terang.
Seterang mungkin.
- Wajahnya hitam. - Apa itu?
Apa itu hantu?
Topeng.
"Topeng"?
Sia-sia kita bergadang.
Dia meninggalkan rumah.
Kurasa dia akan berjalan-jalan.
Lapangan tujuh. Kami mengawasinya.
Dia berhenti berjalan di pertigaan.
Menurutmu itu kejahatan peniru?
Itu mustahil. Hanya segelintir orang
di Unit Investigasi yang tahu soal Algojo.
Kalau begitu, mungkinkah itu komplotan?
Tidak, itu bukan komplotan.
Dia tidak pernah bertemu siapa pun.
- Catatan panggilannya? - Tidak ada apa-apa.
Tidak ada surel atau telepon ke siapa pun.
Kami memeriksa semua ponsel di lingkungan.
Dan kami tidak menemukan apa pun.
Kamu mau ke mana?
Kamu mau ke mana?
Astaga.
Siapa yang mau berfoto dengan Hodori?
- Aku! - Aku!
- Siapa anak itu? - Entahlah.
Anak laki-laki, tapi semuanya mirip.
Semuanya terlihat berbeda.
Bisakah kamu bergegas? Aku bisa kehilangan uang pensiunku.
- Aku! - Aku!
Ini dia!
- Ini giliranku. - Aku juga.
- Apa lagi sekarang? - Ini terlalu tebal.
- Sulit dipercaya. - Aku!
- Boleh aku dahulu? - Tidak, aku lebih dahulu.
- Aku! - Tidak. Ini giliranku.
Aku berikutnya.
Seorang anak dari lingkungan?
Ibu anak itu dahulu mengelola rumah kaca Jin Jae Gyu.
Begitu caranya memakai ponsel anak itu.
Kamu melakukan pindai ilegal?
Jangan membuatku kesal. Bukan itu masalahnya saat ini.
Kita tidak bisa menggunakan bukti yang ternodai.
Lagi pula, aku bukan bagian dari tim.
Dapatkan surat perintah berdasarkan kontak dengan ibunya.
Pergilah ke rumah Jin Jae Gyu dengan anak itu dua jam lagi.
Atau kita harus menunggu sepekan lagi.
Surat perintahnya akan butuh setidaknya setengah hari.
Aku tidak peduli caranya, tapi dapatkan dalam dua jam.
Nomor 6424, harap menepi.
Menepilah.
Sepertinya ban Anda kempis.
Tapi aku baru saja memompanya kemarin.
Minyak mesin adalah masalahnya.
Aku juga sudah menggantinya.
Bagus. Penting untuk tetap seperti itu.
Istriku juga menyetir, tapi dia tidak pernah mencuci mobilnya.
"Ada pesan baru"
Surat perintahnya sudah dikeluarkan.
Mulai prosesnya.
Halo, Bu.
Ini aku, satu-satunya detektif telepati.
Anda mau berfoto denganku?
Bagus.
Hai, Nak. Mau berfoto?
Terima kasih.
Astaga.
Baek, bagaimana jika kamu menggendong anak itu?
- Kamu mau? - Ya.
Baiklah, ini dia.
Bisakah kamu tersenyum lebih lebar?
Mungkin aku harus mendekat.
Atau mungkin tidak.
"Unduh, Sentuh Tombol Ya"
"Pengirim Pesan, Mengunduh"
Sudah bagus. Kalau begitu, kita mulai.
Satu, dua, tiga.
Pergilah ke Pak Jin.
Pak Jin!
Hai.
Kamu bersenang-senang dengan ponsel yang kuberi?
Pergilah bermain.
"H.S.M.O.R"
"Pengirim pesan H.M.O.R"
Ini pengirim pesan terenkripsi ciptaan orang Rusia.
Ini tidak meninggalkan jejak.
Begitulah cara mereka berkomunikasi.
Kamu bisa melihat siapa yang dia hubungi
dengan memeriksa aplikasi itu.
- Apa? - Tunggu.
Tunggu. Tidak mungkin.
"Anda akan menghapus aplikasi ini?"
Aplikasi dihapus lalu ponsel dinyalakan kembali.
Dia pasti tahu itu kita.
Sial.
Benarkah dia cenayang?
Aku punya catatan panggilannya. Yang merah adalah Jin Jae Gyu.
"Catatan Panggilan"
Nomornya sama.
Itu milik siapa?
Itu nomor perusahaan. Stasiun penyiaran.
Stasiun penyiaran?
Pelanggan masuk.
Aku tidak tahu apa itu pelanggan tetap.
Kenapa Anda ada di sini, Pak Jo?
Kalian mau teh?
Apa ada masalah?
Tentu saja. Dua komplotan kasus pembunuhan ada di sini.
Komplotan?
Kenapa kamu di sini?
Kamu tidak punya harga diri, bukan?
Omong-omong, aku menerima informasi.
Tentang pembunuhan?
Tidak, tapi sesuatu yang mengejutkan.
Kudengar gadis belia nakal yang mendatangiku
adalah dirimu.
Kamu berhak tahu
mengingat apa yang kamu alami.
Ini akan menjadi dokumenter yang sempurna.
Putri korban pembunuhan masuk kepolisian untuk membalas dendam.
Dramatis sekali.
- Ini tugasku. - Kalau begitu, aku memujimu.
Jadi, kamu akan menerima informasi dari seorang pembunuh?
Mengatakan kebenaran palsu tentangku di depan orang lain?
Apa itu dianggap pencemaran nama baik atau penghinaan?
Entah apa kamu tahu
bahwa Pak Jin memiliki bakat menakjubkan.
Dia baru saja menyebutkan rahasiaku yang tidak kukatakan pada orang lain
dan itu mengejutkan.
Aku memohon kepadanya untuk melakukan acara khusus denganku.
Lihatlah dirimu yang akrab dengan pembunuh.
Kalau begitu, fitnah.
Kamu sungguh pembunuh?
Begini, aku yakin si Algojo
adalah orang yang bernyali.
Dia membakar hewan yang tidak bisa dihukum.
Ini seperti
punya salah satu tempat pembakaran yang dibenci orang di lingkunganku.
Jika Pak Jin adalah Algojo,
harus kuakui, ini tidak akan terlalu buruk.
Aku bisa dengan mudah melakukan wawancara eksklusif.
Siapa lagi selain Algojo yang meragukan
sistem keadilan negara ini?
Kamu menghargai rating daripada nyawa orang?
Nyawa orang?
Setelah kamu mengatakannya,
sepertinya kamu masih menyangkal.
Kamu tidak akan mengakui ayahmu layak menerimanya.
- Diam. - Hubungan darah mungkin kuat,
tapi nyawanya tidak layak untuk membalas dendam...
- Bedebah. - Apa akan seperti ini?
Dia menjalankan tugas sebagai polisi dan balas dendam adalah keahlianku.
Mengerti?
Kamu berani menyentuh kepala redaksi?
Tuntut saja aku. Itu akan tercatat bahwa kamu
membangun kariermu dengan menjual pembunuhan.
- Dasar... - Jangan sentuh dia.
Jangan menyentuh orang lain.
- Mau kupatahkan lehermu juga? - Kamu tidak mengerti?
Apa persamaan tiga orang yang akan tewas?
Kamu pasti
melakukan kontak dengan mereka.
Apa maksudmu?
Tiga orang akan tewas?
Mereka akan tewas
mengenaskan.
Saat mendekati bulan purnama,
mereka yang pernah melakukan kontak denganmu akan tewas mengenaskan.
Satu sudah tewas,
dan dua orang akan segera menyusul.
Benarkah dia akan membunuh orang yang kamu sentuh?
Mungkin.
- Bagaimana jika itu tipuan? - Ini jelas tipuan.
Dia tidak mungkin tahu dengan siapa aku melakukan kontak fisik
kecuali dia cenayang sungguhan.
Lalu sembarang orang... Tidak.
Itu bukan gayanya.
Tentu, dia harus membunuh orang yang berkontak denganku agar menang.
- Kalau begitu... - Mari kita lihat
seberapa banyak yang dia tahu.
Kami akan mengembalikan ponsel Anda setelah penyelidikan selesai.
Maksudmu ponsel anakku dipakai untuk kejahatan?
Kejahatan apa?
Kami tidak bisa membagi detail penyelidikan yang masih berlangsung.
Kami harus tahu siapa orangnya.
Anda bilang tersangka ada di dekat anak kami.
Kami terus mengawasi tersangka...
Tidak bisa kami berikan jika tidak diberi tahu.
Jin Jae Gyu.
Pak Jin?
Untuk apa...
Jangan mendekatinya.
Bagaimana Anda bisa mengurus rumah kacanya?
Beberapa bulan lalu,
tidak lama setelah pindah kemari, dia menemuiku.
Dia ingin membeli peralatan.
Aku menjalankan bisnis ekspor kecil.
Peralatan apa?
Dia bilang sedang memperbaiki rumah.
Apa itu? Ya. Pompa air.
Pompa air?
Dia bilang rubanahnya kebanjiran. Aku bilang padanya
akan lebih murah jika disewa,
tapi dia bersikeras membelinya.
Biasanya aku tidak menjual eceran.
Tapi aku membuat pengecualian karena dia tetangga.
Lalu dia membawa ponsel beberapa hari kemudian.
Dia bilang itu hadiah,
tapi dia suka miliknya dan menghadiahkannya pada putra kami.
Saat itulah dia melihatku mengelola toko bunga,
dan memintaku merawat rumah kacanya.
Kenapa kamu tidak masuk?
Itu semua orang yang kusentuh.
Cari tahu siapa yang akan dia kejar.
Itu pun kalau dia memang cenayang.
Kenapa aku tidak ada di daftar ini?
Aku akan tetap di sini.
Masih ada yang harus kulakukan.
- Halo? - Nyalakan berita sekarang.
Itu benar.
"Rekan Polisi"
Ayahnya dibunuh karena dendam.
Dia menggali kasus tidak terpecahkan itu selama bertahun-tahun.
Dia manusia yang mengerikan. Mungkin karena itu dia dibunuh.
Ini sangat serius.
Itu artinya dia menggunakan wewenangnya untuk alasan pribadi.
Korban yang menyelediki kasus pribadinya
tidak hanya melanggar hukum, tapi juga tidak pantas.
Penyalahgunaan wewenang serius oleh anak korban
untuk membalas dendam dengan tidak pantas.
Kami akan menyelidikinya lebih dalam lagi besok.
Bersama TVC News, ini Park Sa Myung.
Laporannya juga sampah, tapi situasinya juga buruk.
Putri korban Algojo menggertakkan giginya
setelah 20 tahun.
Astaga. Tapi kita hanya duduk di sini dan merapikan kertas.
Kamu dan mulut bodohmu. Masalahnya adalah mulutmu.
Astaga.
Bagaimana pemulihan ponselnya?
Forensik bilang akan sulit menyelesaikannya hari ini.
- Tekan mereka. - Sedang kami lakukan, tapi...
Lapangan Sembilan. Dua anak ayam memasuki area anjing liar.
Anak ayam kuning itu mengubah bulunya.
Dia ingin kita mencari pompa air.
Dia selalu memerintah pria tua ini tanpa penjelasan.
Kamu sungguh tidak mengerti
kenapa Baek mempermainkanmu lebih dari siapa pun?
Jangan bilang karena aku orang yang murah hati.
Tidak, itu karena
kamu bodoh. Kamu membesarkan orang yang kasar.
Apa kamu meniru Baek?
Kamu mengomel, tapi selalu menerima. Karena itu dia tidak berhenti.
Aku punya alasan yang kuat.
Apa alasannya? Untuk bertahan sampai kamu pensiun? Pensiun?
Jauh di lubuk hati kaptenmu ini,
aku punya alasan yang mendalam hingga tidak bisa kujelaskan.
- Kamu hanya bodoh. - Dasar berandal.
- Setidaknya berpura-puralah kerja. - Baik.
Apa yang harus kita lakukan?
Biarkan saja.
Lapangan Sembilan. Jangan ikuti anak ayam. Awasi saja mereka.
"Pengumuman Mutasi"
Bu. Kamu sudah dimutasi.
"Pembebastugasan, Tugas Baru: Belum Ditentukan"
"Belum ditentukan"?
Pusat Operasi. Ini Sersan Lee.
Baik, Pak. Aku mengerti.
Bu.
Kantor pusat memanggilmu.
Target pertama adalah Han Sun Mi.
Target terakhir adalah Dong Baek.
Aku ingin semua wartawan dari setiap departemen menyelidiki ini
penuh waktu.
Baik, Pak. Apa yang hendak kita ungkap tentang mereka?
- Itu tidak penting. - Baik, Pak.
Penyerangan berulang tidak cukup.
Kita butuh sesuatu yang lebih kuat dan kotor.
Cari semua yang kalian bisa!
Haruskah kita menggali kehidupan pribadi Dong Baek juga?
"Haruskah?" Kenapa kamu...
Bawakan aku semuanya!
Kamu punya kartu rahasia, bukan?
- Kartu rahasia? - Ya, dasarnya sudah kusiapkan.
- Untuk apa? - Mereka membenci semua wartawan,
tapi aku berusaha keras untuk memasang saluran.
Ini solid.
Pemula?
Sebaiknya kamu bekerja dengan baik.
Gunakan alat perekam, kamera tersembunyi, apa pun.
Bawakan aku rahasia kotor Dong Baek, bagaimanapun caranya.
Masa depanmu bergantung pada ini.
Kenapa kamu melakukannya?
Kamu tahu banyak tentang anjing?
Orang yang menggonggong lebih dahulu tidak cukup yakin
untuk menggigit.
Orang yang percaya diri menyerang diam-diam tanpa menggonggong.
Aku tidak pernah tahu kamu ahli soal anjing.
Media adalah anjing.
Mereka bahkan tidak bisa menatapmu jika melihatmu secara langsung,
tapi mereka menggonggong seperti pemberani di depan kamera dan pena.
Kenapa? Karena mereka tahu makin mereka menggonggong,
TV, radio, dan koran
akan menjadi penghalang dan melindungi mereka.
Lalu? Karena itukah kamu bereaksi begitu mereka menggonggong?
Apa yang harus kamu lakukan untuk membungkam anjing?
Kamu harus menghancurkan rahang mereka.
Karena itulah kamu kalah.
Jika kamu menendang satu anjing, semua di area itu akan menggonggong.
Kenapa?
Karena itulah naluri bertahan para pengecut itu.
Kamu menghilang
jadi, mereka langsung diam.
Kedengarannya seperti kekalahan dan penghinaan,
hanya dilebih-lebihkan.
Penghinaan?
Bukankah memalukan memecatku hanya karena laporan sampah
padahal pembunuh berantai sudah ada dalam genggaman kita?
Siapa yang memecatmu?
Kamu masih memimpin tim khusus.
Terus selidiki.
- Tapi... - Kamu akan menunggu tugas
paling lama selama sepekan. Jika si pembunuh tidak ditangkap saat itu,
akan kukatakan aku membutuhkanmu dan menugaskanmu kembali.
Meski pembunuhnya tertangkap sebelum itu, kamu yang mengumumkan.
Kamu akan terus tumbuh sebagai ikon kepolisian
tanpa ternoda.
Aku tidak butuh kejayaan.
Beberapa jam berikutnya sangat penting.
Terus selidiki diam-diam.
Aku bilang kepada Young Soo
bahwa perintahmu akan dikirim sebagai kepala Metro.
Namun, jangan ke kantor polisi selama sepekan. Pimpin dari jauh.
Kamu tidak suka?
Terima kasih.
Kamu boleh pergi.
"Pak Jo Sung Dong"
Apa kamu dekat dengan Pak Jo Sung Dong?
Apa?
Aku pernah bertemu dengannya di sebuah acara. Kenapa?
Aku bertanya-tanya apakah kalian sudah lama saling kenal,
mungkin sekitar 20 tahun?
Lupakan saja.
"Pak Jo Sung Dong"
"Catatan Panggilan"
Aku tahu
trik Jin Jae Gyu.
Kudengar itu sudah ditelantarkan bertahun-tahun.
Dahulu ini milik perusahaan asing.
Tapi kemarin, pemiliknya beralih ke orang lain.
Kepada siapa?
Anak SMA,
dan ternyata dia putra Jo Sung Dong.
Dia belajar di luar negeri dan ibunya pergi bersamanya.
Mungkin Jo Sung Dong yang membelikannya.
Pak Tua, aku ingin kamu menemui Jo Sung Dong.
- Kenapa? - Tanyai dia
kenapa dia menerima gedung ini.
Menerima dari siapa?
Jin Jae Gyu.
"Jin Jae Gyu"?
Berpura-puralah tidak tahu bagian itu.
Tanya saja padanya kenapa dia membeli gedung itu.
Pria itu adalah kepala
stasiun penyiaran. Kamu pikir dia akan menemuiku?
Dia akan menemuimu jika bilang aku yang mengirimmu.
Omong-omong, kapan kamu akan memberitahuku gambaran besarmu?
Dia selalu menutup telepon setelah selesai bicara.
Hubungi sekretaris Pak Jo.
Kamu si bodoh yang membiarkannya memperlakukanmu begini.
Seharusnya aku menghajar berandal itu.
Bagaimana caramu menemukan tempat ini?
Pompa air.
Benar juga. Pompa air.
Aku tidak bisa menemukan pompa air di rumahnya.
Mari minta surat perintah penggeledahan...
Bagaimana kamu bisa menemukan tempat ini hanya dengan pompa air?
"Operation Anthropoid".
"Operation Anthropoid"?
Film tentang membunuh pengurus senior Nazi
selama Perang Dunia Kedua.
Tentara berhasil membunuh target,
tapi mereka terkurung di rubanah gereja.
Tapi mereka tetap memiliki harapan walau dikepung.
Kenapa? Karena mereka pikir ada jalan rahasia
di rubanah gereja.
"Jalan rahasia"?
Pada akhirnya, mereka gagal menemukan jalan rahasia.
Saat musuh mulai menuang air ke rubanah,
mereka semua bunuh diri.
Tapi apa hubungannya film itu dengan ini?
Itu satu-satunya film yang dia miliki.
Bagaimana kamu bisa tahu hanya dengan melihat itu?
Buku-buku geologi membantuku menebaknya.
Aku tidak percaya dia terinspirasi dan membuat rute pelarian.
Dia butuh pompa air karena terus terisi air.
Itu sebabnya aku mencari jalan keluar dengan pipa air.
Dia menipu dengan pura-pura memperingatkan soal pembunuhan.
- Dahulu dia membuat alibi... - Tunggu.
Ini rumah kaca.
Mari kita siapkan perangkap
- dan menunggunya... - Sudah terlambat.
Motor?
Jin Jae Gyu melarikan diri lewat jalan rahasia.
Lacak motornya sekarang.
Mustahil melacaknya secara langsung.
Kami memulihkan ponselnya,
dan sepertinya dia mencari nama.
Choi Poong Won dan Jaksa Woo Seok Do.
Sial.
Mereka berdua layak mati.
- Harap minggir. - Minggir.
- Pembebasan medis bersyarat? - Bisa ceritakan ada apa?
- Minggir. - Harap minggir.
- Bisa beri tahu kami? - Harap minggir.
Dia melakukan banyak hal buruk, tapi tetap hidup mewah
setelah meminta pembebasan medis bersyarat.
Sekarang bukan saatnya...
Astaga, dasar bedebah.
Dia menghalangi penyelidikan dan membunuh Ye Rim.
Tapi dia dipromosikan menjadi jaksa kepala.
Jaksa Woo ada di lapangan golf.
Dia tampak baik-baik saja sekarang.
Kamu menyentuh keduanya, tapi tidak mungkin Choi Poong Won.
Jika setelah bulan purnama,
pasti Woo Seok Do.
Ada apa?
Ada yang tidak beres.
Rasanya terlalu mudah.
Karena terlalu jelas?
Aku merasa kita melewatkan sesuatu.
Lihat.
Ini adalah pola pembunuhan.
Jin Jae Gyu selalu memancing kita dengan petunjuk.
Dia selalu meninggalkan petunjuk di sisi korban yang tewas.
Kita tahu siapa dia sekarang, jadi, mungkin...
Tidak, ini sangat penting baginya.
Kemenangan sempurna mengharuskannya menaati aturan permainan.
Kaus yang dipakai korban yang dilapisi plester.
"Palu."
Oh Yeon Tak.
Kamu punya foto TKP?
Itu juga bukan Woo Seok Do.
Dia juga melakukan kontak denganmu.
- Apa? - Cari lokasinya sekarang.
Kalian mendengarnya!
Triangulasi ponselnya.
Jawablah!
Apa...
Menjauhlah dariku!
Jangan mendekat.
Kamu tidak tahu siapa aku?
Aku Jo Sung Dong, pemimpin media negeri ini.
Berhenti!
Tangan di atas kepalamu.
Berlutut.
Bergerak dan peluru ini akan menembus tengkorakmu.
Apa yang kamu lakukan?
Sadarlah!
Sadarlah!
Tunggu.
Di mana aku?
Ya, di sini...
Ingatan yang terpenting sudah hilang.
Seolah-olah ada yang mencungkilnya.
Jin Jae Gyu punya kekuatan untuk menghapus ingatan.
Bagaimana kamu memotivasi komplotanmu?
Kamu membayar dosa yang terkait dengan darahmu.
Dia iblis.
Apa tujuan akhirnya?
Apa gambar yang dia gambar untuk kita?
Tangan kotormu menyentuh anak itu.
Bagaimana jika target ketiga bukan anak itu?
Tidak!
Itu hanya menyisakanku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.