All language subtitles for Dance Of The Damned 2026

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sampai jumpa.

Dapat berapa, Dik?

Ya, lumayan, Mas.

Di sini.

Sebentar.

Boleh ya?

Dik.

Ini untuk kamu jajan.

Dik sih.

Dik.

Kamu masuk angin?

Enggak, Mas.

Terus masuk apa?

Tak kerau iyo.

Nanti.

Kamu hamil?

Sudah tiga bulan mas.

Tiga bulan?

Aku jadi bapak?

Di ujati, di kawir lincah.

Jambu klutuh, di kawir ujah.

Olah ropane, jati bapak.

Di pari ikusti.

Ngomongan anak.

Aku jadi bapak nih. Pak, Pak. Aku jadi bapak, Pak.

Aku jadi bapak.

Aku jadi bapak. Aku jadi bapak. Aku jadi bapak.

Disih, sebaiknya itu kamu pulang kampung duluan.

Lagi pula kan lahiran di kampung lebih murah.

Mas Darso?

Ya aku disini, ngamen. Kumpulin duit. Nih, sama gini.

Aku gak mau kalau pisah sama kamu.

Yaudah, kita pulang sama-sama.

Tapi...

Kamu nggak boleh kecapean.

Mas, jangan,

Mas. Nanti jatuh, Mas.

Mas. Mas, jangan. Nanti jatuh, Mas.

Mas.

Malam-malam gendong-gendongan.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.

Cak Daso.

Cak, cak, cak, oh!

Cak Daso, kan?

Ya, apa kabarnya, cak?

Lupa ya sama saya.

Saya ingat kok.

Jamil? Iya.

Mana Yudharsi?

Aku lagi jenguk saudaranya sakit.

Kamu hebat.

Sekarang udah jadi pabinsa. Oh, iya. Apa bilang sama aku, ya?

So, Darso.

Kau sudah pulang, ya? Sudah pulang. Gak di kota lagi.

Sudah gak ngamen lagi.

Sudah, sudah.

Sudah kaya, ya?

Darso sudah kaya raya.

Eh, siapa yang kaya? Siapa yang kaya?

Darso. Siapa yang kaya?

Belum, belum.

Belum. Belum?

Masih kismin?

Masih kismin? Kalau kamu masih kismin, melu karnaval.

Wis, ini loh. Ini karnaval. Jangan, Mas.

Mas, alon-alon, Mas.

Kamu ikut karnaval, kamu nanti dapat saweran. Banyak duit.

Beli sabun sama sampo.

Mandi. Bawamu itu kayak...

Mayet! Ah,

persek. Masih aja mereka ngelola perusahaan.

Ah, Pak. Tapi kita gak bisa datang begini dan menghentikan upacara adat

mereka, Pak.

Kenapa enggak?

Lahan udah kita beli kok.

Mereka tuh gak punya hak atas semua hasil panen. Tapi kita juga harus

melihat kalau warga sudah bekerja sendiri. Ingat ya, lo tuh disini untuk

ngejalanin perintah perusahaan. Bukan ngajarin gue.

Pak, tadi sudah mengelola mereka sebelum kita beli, Pak.

Dan kita masih membutuhkan mereka untuk mengelola lahan ke depannya.

Rik, berhenti tuh pacara konyol.

Salgi Kamboja?

Udah lah, puren-puren. Pak, tunggu dulu, Pak. Lu tuh inget ya, disini tuh dibayar

perusahaan. Pak, sebagai konsultan hukum, saya juga bertanggung jawab untuk

menjaga perusahaan agar tidak melanggar hukum.

Terima kasih.

Atas perintah dari PT AN.

Apa-apaan ini?

Semua kegiatan pada ini harus ditinggalkan. Kamu antek pengusaha.

Semua tenang dulu. Mas, saya aneh.

Bu, kenapa bisa jadi begini?

Datang ke desa kami.

Dan berani mengganggu upacara sakral kami. Ini perintah perusahaan. Siapa

berani melawan itu berarti menantang kami. Siapa suruh berhenti?

Tabuhan, main.

Jangan ada yang maju. Menuk.

Kalau kalian maju, akan ada yang jadi korban. Benar!

Kurang ajar.

Berani menentangku berarti berani menghadapi maut.

Jadi bersiaplah kalian menerima akibat dari perbuatanmu.

Inilah perusahaan. Kami berhak melindunginya.

Tumpas! Tumpas!

Terima kasih.

Terima kasih.

Semua.

Terima kasih.

Gak ada jalan lain?

Gak ada, Bos.

Ini satu-satunya jalan keluar masuk desa.

Hari ini di mana?

Terima kasih, Pak.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya dari perwakilan PT Argun Nusantara

yakin bahwa perusahaan tidak akan pernah membeli lahan kebun.

tanpa memperhatikan nasib para petani.

Terus, kenapa melarang kami memanen tebu?

Itu kerja keras kami. Apakah kalian bertingkat paksa upacara mantan tebu?

Berdasar nggak tahu ajat. Mbak, gara-gara perusahaan sampean, akses

keluar masuk desa kami terputus, mbak. Pak Kades, Brono, kemarin itu, ya, kita

mau jadi tos sama muridnya.

Pak Kades, apa iso?

Perusahaan beli lahan kebun kita dari pemerintah.

Bisa. Bisa.

Bisa. Karena lahan yang dibeli itu adalah lahan tidur.

Iya, iya, iya. Saya mengerti. Tapi faktanya

data yang tercatat adalah seperti itu.

Dimana Sukmo yang kemarin nusuk di Kamboja?

Sementara sudah kami amankan.

Kemarin sudah ditanya-tanya, tapi dia tidak ingat apa-apa.

Mungkin masih dalam pengaruh peraki Kamboja.

Menurutku, tidak mungkin murid menyakiti gurunya.

Tidak peduli dia sedang jadi atau kesurupan.

Bencana alam kemarin.

adalah kutukan yang dilepas oleh Kikamboja.

Entah apa yang sudah dibangkitkan oleh Kikamboja.

Sinting betul tuh orang.

Demet Riki.

Sinting betul tuh orang.

Mau cari mati apa?

Tunggu, tunggu, tunggu.

Jadi bagaimana dengan hasil panen-tanam tebu kita, Mas Emil?

Boyo sama batu, Mas?

Iya, Mas.

Di batu pokok. Saya akan mencari tahu kan yang sebenarnya.

Dan bagaimana... Kalau bagaimana?

Mau dihantam dan dipukuli lagi?

Bapak bisa lihat saya datang sendiri kan hari ini?

Tolong berikan saya kesempatan.

Pak Kades, kenapa di maja?

Gimana ini, Pak?

Pak Kades itu lho.

Mangan! Cok air!

Kosok lah usah cocok! Ayo ngomong!

Cok! Garca!

Eh!

Iya, Cak.

Kamu tuh mau kemana, ya?

Yang ramai tuh di Balai Desa. Kamu ngamen di sana.

Tadi baru dari sana.

Takut ganggu, ya.

Ganggu. Lalu sini mau kemana?

Mau ke Warung Mulek Badrun.

Aduh, kamu naik!

Tanterin. Udah gak usah, Cak.

Gak apa-apa.

Eh,

kamu itu sudah kismin.

Jangan sombong. Hei, naik, naik.

Hei, itu baju badut.

Bisa dilepas dulu gak, eh?

Repot ya, Cak.

kamu udah aku anterin ya gak gratis ini ya cek

nanti kamu tuh mesti bantuin aku cari uang bayar

Iya, Pak.

Ada apa?

Ada warga yang menemukan Abdul, Pak.

Abdul mati.

Layarnya patah.

So, kau sudah menangis.

Ngomong apa?

Apa yang sebenarnya terjadi?

Masuk gailing belas. Jok gulion, so.

Betul, Pak.

Saya... Eh.

Betul, Pak.

Saya itu cuma inget.

Saya diajak bonceng.

Di situ ya, saya ketiduran.

Kalau dari jejak bahan motor, motornya oleng sebelum nabrak pohon.

Abdul bohonya kenceng, Cak.

Pak,

sebelum jalur

desa kembali kita buka, kita belum bisa minta bantuan dari Polsek di kecamatan.

Nisi, apa kami sudah boleh pulang?

Boleh, tapi kita bikin laporan sebentar ya, Cak. Habis itu, Cak Darso boleh

pulang. Oh, iya.

Eh, mau ngapain malam-malam kesini, ya?

Mau maling tebu lagi, yo? Enggak, Pak. Eh, ayo ngaku. Mana temen kamu yang

lain? Saya sendiri, Pak. Alah, bohong!

Bawa dia ke Bauri.

Enggak, Pak. Saya cuma mau numpang lewat, Pak. Ayo, ikut aja. Saya cuma mau

numpang lewat, Pak.

Saya mau numpang lewat, Pak.

Udah ketahuanmu maling, masih aja berani kabur.

Orang ini memang mesti kita kasih pelajaran.

Tapi jangan bikin dia mati. Kalau cacat, gimana bang?

Eh, jangan pak.

Cacat.

Sikat. Ampun pak, ampun. Ampun pak, ampun.

Ampun, ampun.

Selamat malam, Mas.

Mau apa lagi kalian kemari?

Belum cukup semua bencana yang udah perusahaan kalian lakukan.

Justru saya datang kemari untuk memastikan keadaan Kikamboja.

Gak perlu.

Perusahaan tidak menginginkan semua ini, Mas, terjadi.

Apa ya?

Kok saya gak percaya ya?

Saya yakin gak ada yang mau bencana seperti kemarin terjadi.

Mereka datang, menghentikan paksa upacara dan kita yang sakral, Yono

ditembak,

Dan Gikam Boja terluka parah.

Pikir pakai otak, Jamil.

Jangan karena perempuan cakep, kan percaya KB omongannya.

Baik.

Saya pamit.

Sebentar.

Saya tetap harus cari tahu keadaan Gikam Boja.

Karena semua warga sudah khawatir dan memang tugas saya untuk tahu keadaan

semua warga.

Termasuk Kikamboja.

Ini kondisi Kikamboja masih dibawa ke rumah sakit. Diam kamu.

Keadaannya gak bisa ditanganin kayak gini.

Sombong. Di desa ini tuh ada banyak adat dan budaya yang kamu gak tahu.

Kikamboja ini guru kami, tanggung jawab kami, bukan urusan kalian.

Terima kasih ya. Sama-sama.

Besok jadi, Bu. Silahkan ambil ke warga sekitar.

Kenapa Ibu Arini peduli dengan warga di sini?

Panggil Arini saja.

Sosok, sosok.

Tidak! Tidak!

Tidak!

Terima kasih, Bu.

Biasanya bayar utang. Terima kasih, Bu.

Nanti sore balik sini ya.

Bantu aku ngupas kelopo.

Nanti kasih duit banyak.

Ya, Lek.

Salam, gue Darcy.

Ya, Lek.

Mana kepala keamanan?

Cuma kalian yang jaga.

Kepala keamanan dan dua petugas lainnya yang jaga semalam, mereka belum balik,

Pak. Kemana? Saya tidak tahu, Pak.

Tapi, Pak, ada beberapa warga yang lolos, Pak. Mereka masuk ke dalam kebun.

Woblo, ngapain di sini?

Bos! Ayat!

Ayat!

Ayat!

Danil!

Kenapa semua rusak mukanya?

Mas Darso!

Kebetulan, bantu aku mas.

Iya, Yu.

Tolong mas.

Yu Darso, apa kabarnya mas?

Baik, Yu.

Lagi njenguk, saudaranya sakit.

Oh, di mana?

Di kampung sebelah.

Kampung saudaranya.

Mas Derso, sudah lama tidak balik, masih lucu.

Permisi.

Siapa lagi?

Mas,

Mas. Mas Derso, tolong.

Masih bingsa.

Iya yuk, sehat yuk. Sehat, alhamdulillah.

Iya bu.

Mau, mau.

Lagi ada daso bantu aku masak jenang.

Bisa. Dia itu kan memang orangnya serba bisa.

Baik lagi.

Perusahaan itu benar peduli sama nasib kami.

Saya memang baru bekerja di PT Argo Nusantara dan langsung ditugaskan

kemari, Bu.

Tapi yang saya pahami, setiap pengambilan lahan tidur, perusahaan

pasti akan memberikan ganti ruginya.

Berapa ganti ruginya?

Semua itu tergantung dari luas lahan dan kesepakatan harga tanah dengan

perwakilan desa.

Siapa wakil desanya?

Pak Kandes yuk.

Malah ya bubar semua.

Mas Jamil, Mas Jamil. Kenapa mas? Ada mayat mas.

Nanti anak kita kalau sudah besar kira-kira jadi

apa ya mas?

Jadi apa aja?

Yang penting hidupnya senang dan jadi orang

hebat. Biar gak kayak bapaknya ini.

Kamu juga hebat kok mas.

Tapi kan anak kita harus lebih hebat.

Ada empat mayat di kebun tebu. Siapa?

Kayaknya dari keamanan pabrik.

Ada yang mas kenal?

Mukanya hancur.

Mau jadi apa dia nanti,

yang penting kita mesti selalu sama-sama, Mas.

Ingat, aku gak pernah mau kita pisah.

Jadi, ambil bayinya, Mas.

Ambil bayinya.

Ambil bayinya, Mas.

Ambil bayinya.

Ambil bayinya.

Yuk, makanya kami pamit. Nanti kami balik lagi.

Iya, iya. Terima kasih, Bu. Pamit yuk.

Mas Darso.

Kok ditinggal?

Mas.

Dimana jenazah korban itu sekarang?

Semua dibawa ke pabrik, Mbah.

Katanya akan dikuburkan, tapi belum tahu di mana.

Ini perbuatan siapa, Mbah?

Apa mungkin ini ulah binatang?

Ini bukan perbuatan binatang. Kita semua tahu itu.

Menurutku, semua ini akibat kemarahan kuasa jahat yang dibangkitkan di

Kampoja.

Kalian tahu, Sukmo yang kemarin menusuk gurunya sendiri, ini juga nggak

wajar.

Saya jadi kepikiran.

Bagaimana keluarganya Mas Sukmo?

Saya tahu di mana rumah Sukmo.

Pagi, Maningve.

Ini Indri Ini Rara

Tenang, bos.

Semua penjagaan sudah saya tingkatkan.

Kita ini lagi kejebak di kampung yang ada orang gilanya.

Yang hobinya ngulitin muka orang.

Tenang.

Begini, bos.

Nanti kita tanya Arini.

mudah-mudahan ada kabar soal perempuan yang hanya mikirin idealisme saya hari

ini cuma nambahin masalah gua soal pengamen badut gendong itu lu tau

tinggal dimana?

sudah bos tapi kayaknya sih gak mungkin seorang pengamen kayak Darso itu bisa

ngebunuh empat orang keamanan kita ada yang aneh sama pengamen itu

Lek, udah selesai?

Bayarannya gimana?

Ini masih banyak, cara jual kalian.

Lek, saya udah lama lo ngerjainnya. Dan tadi kan Lek, Bardun bilang mau

bayar setelah kerja.

Kamu buat apa sih?

Makan.

Ya, miskin sombong.

Masuk, Mo.

Mas Jamil.

Jadi saya gimana, Mas?

Masuk, Mo.

Indri sama Rara nanyain bapaknya.

Mereka kangen.

Rara?

Rara masih sakit.

Dia masih butuh diobati.

Tapi Indri sama Rara lebih butuh bapaknya pulang.

Biar bisa sama-sama lagi.

Astagfirullahaladzim.

Oh, antar so.

Lo, kaya kostum badut lo, lo.

Paling nanggol ini warung hitam badut nih, ngopi goyoi.

Gitu aneh ngono.

Saat ini wajah ngopi, pembangunan gadisan lagi.

Ayo, tak inget ngopi sih, ya. Ayo.

Setengah ngulis.

Gak ada yang ngulis. Oleh rezeki, lo kaya ngulis barang sih.

Secepatnya setelah selesai, saya jumpa. Saya tunggu.

Lho, kan, Sob, ngeti nahi, kan.

Lho, ngapa, kan, pekong ini, ha?

Pasti ini orang seneng, kan, lho.

Pulangkan gowok bayaran, iya, tak?

Iya, tak? Hah?

Sudah dibilang, ya.

Kalau besok, iya, besok masih banyak itu lho, pekerjaan lain.

Lho, baik isi, Sob. Dibuka-buka tutup ini.

Hah?

So So So So So So So

Anak ibu, haus ya?

Betul-betul mengerikan.

Saya tadi, saya ngeliat darso, Pak.

Betul, Pak.

Betul.

Dik!

Apa yang sudah kamu lakukan?

Yang sudah aku lakukan Hari ini

Buka pintunya

Hari ini Hari

ini

Udah beres-beres aja Mau kemana

lo?

Eh jawab Tidak, mau kemana?

Mana sekarang mendatangkan kades di surat pernyataan pengambilan lahan?

Bayar langsung, ya.

Harini, inget ya, lo tuh dibayar. Saya mengundurkan diri.

Surat pengunduran diri akan saya sampaikan langsung ke perusahaan.

Harini?

Harini!

Mana?

Lo tau gak?

Seberapa besar billing perusahaan untuk law firm lo?

It's huge!

Mereka gak akan terima surat- Mereka akan terima, Bapak.

Karena ini sudah masuk kasus tindak pidana.

Saya tahu Bapak membayar Sukmo untuk menusuk di Kamboja.

Saya akan lapor.

Kalau Bapak berusaha menyuap.

Mereka yang gak setuju soal pengambil alian lahan dan melenyapkan mereka yang

gak bisa dibeli.

Terus apa?

Lo pikir perusahaan akan ngebelah lo?

Aduh, hebatnya dan baiknya Arini yang cantik.

Gue harus kasih tepuk tangan dan hadiah untuk semua, semua laporan lo tentang

kejadian di sini.

Ingat ya, Arini.

Gue kerja dibayar mahal sama perusahaan.

Gue lakuin itu semua yang lo bilang tadi.

Karena perintah dan kuasa dari perusahaan yang terhormat.

Gak mungkin.

Coba aja lah, Pa.

Atau gak gimana kalau kita taruhan?

Kalau gue kalah, lo mau gue mati juga?

Gue bunuh diri deh.

Tapi kalau lo kalah, lo tidur aja sama gue.

Bapak tegang!

Keadaan desa sudah kacau banyak orang yang meninggal di sini! Sekarang!

Jangan berdiri!

Yang gue suruh itu cuma sukmo untuk nusuk si duduk kuntua itu.

Yang sampai sekarang juga gak mati-mati. Yang lain bukan gue.

Justru kita perusahaan ini akan menuntut desa ini.

Rakyat keamanan kita mati secara gak wajar.

Terima kasih.

Mari kita pergi.

Jangan!

Luar biasa.

Lo masih percaya Gembel ini orang baik, hah?

Berarti bener, Gembel ini yang bunuh anak buah gue!

Anjir!

Riki, Riki, tangkap Riki!

Eh, eh, pos!

Sinti.

Maha karya.

Ini nih, ini.

Lo masih pikir Gembel ini baik, hah? Iya?

orang baik yang tega ngelakuin ini hari ini.

Jawab!

Jawab hari ini!

Aku yang gila!

Tuh, gue ini profesional yang dibayar mahal.

Tapi kalau gembel ini, gembel ini.

Jangan lu seniman hebat, ha?

Asal gua?

Jangan! Kasih gua! Jangan!

Jangan!

Buka siapa itu?

Siapa lagi yang udah lo bunuh? Jangan!

Apa terus? Apa terus?

Terima kasih.

Terima kasih.

Jadar, Soh.

Dapur, kan, ke?

Cak!

Cak!

Gih!

Luar biasa.

Lu memang istimewa.

Sitar!

Mas! Mas! Mas! Mas! Mas!

Mas!

Mas! Mas!

Terima kasih.

Kenapa Anda dibuat gendong, Cak?

Mas Terso kenapa membunuh, Mas?

Karena kalian pantas mati.

Kalian buat kami menderita.

Kamu itu...

Masih dismin! Jangan sombong! Barumu itu kayak mayat!

Mas!

Cukup! Cukup!

Kalian tertawa dan memainkan hidup dan mati kami.

Mau maling tebu lagi, yo? Enggak, Pak.

Abut!

Abut, Pak!

Kalian injak!

Harga diri kami.

Kalian rampas.

Semua yang berharga bagi kami.

Kalian bunuh.

Kalian bunuh kami.

Sampai jumpa di video selanjutnya.

Terima kasih.

Sudah, deh.

untuk ini mas demi

mereka mas minta aku berhati

membunuh

sebelum

mereka merasakan semua penderitaan kita

Aku gak akan pernah rewel.

Sejak bos mati ditabrak kereta.

Kangen buah.

Tempat ini sepi.

Serem. Nggak ada lagi yang bisa kita ganggu.

Wah, gue nggak kangen bos.

Gue kangen tangan buah.

Apa itu? Cewek!

Cewek!

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Dalam sunyi kau menari

Di benakku rindu

mencandu Dalam setia

sisa

Kau menari di

benakku, rindu

mencandu dalam setiap

sisa waktu.

Terima kasih.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.