Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Terkadang,
aku juga jahat kepadanya.
Buka matamu. Dia pergi.
Apa-apaan ini? Kau mengejutkanku.
Kenapa kau terkejut? Aku tak melakukan apa pun kepadamu.
Akulah yang kaget.
Kenapa kau menutup mata? Itu aneh.
Itu karena aku terkejut.
Bukankah matamu melebar saat kau terkejut?
Tidak, aku menutup mataku.
Aku menutup mataku agar tak melihat hal-hal yang menakutkan dan kotor.
Lihat?
Kau membuka mata lebar-lebar.
Apa-apaan itu? Kau gila?
Kau mau dihajar sampai matamu melebar?
Kenapa kau memanfaatkanku dalam permainan kencanmu?
Ya, aku memanfaatkanmu!
Aku memanfaatkanmu untuk membuat Ji-won kesal!
Tapi kaulah yang memulai kekacauan ini!
Kaulah yang memberitahunya bahwa kita tinggal bersama!
Itu karena aku kesal.
Aku kesal melihatmu menerimanya begitu saja seperti orang tolol.
Jadi, aku ingin membuatnya kesal.
Kenapa kau kesal? Apakah kau menyukaiku?
Hei. Aku tahu kau tak menyukaiku, jadi, kenapa kau
begitu kesal dan marah?
Ada apa denganmu? Kau harus menyangkalnya.
Kau harus menamparku atau menendangku!
Kau membuatku merasa tak nyaman!
Dilihat dari matamu yang terbuka lebar, kau pasti kaget.
Kau bingung?
Jadi, sebaiknya kau berhati-hati.
Jika kau memanfaatkanku seperti itu lagi, aku akan...
menyukaimu.
Mau ke mana kau?
Tak sepertimu,
aku takkan berpura-pura dan berhenti di tengah jalan.
Aku akan melakukannya dengan benar.
Aku memberimu apa yang kau mau. kau merasa lebih baik sekarang?
Aku merasa lebih baik sekarang karena kau memukulku!
Itu terdengar bagus.
Karena kau sudah merasa lebih baik, bersihkan semuanya.
Kenapa kau...
Apakah dia begitu takut aku akan menyukainya?
Ya. Aku sangat menyukai Ji-won.
Di masa lalu dan di masa depan, bahkan jika dia menjadi lebih jahat,
bahkan jika dia menikahi orang lain,
aku masih menyukainya.
Aku juga takut kepadaku.
Kenapa kau kesal? Apakah kau menyukai aku?
Apa itu tadi?
Geon-u,
apakah itu sangat mengganggumu?
Kau akan pergi ke sanggraloka, bukan?
Sanggraloka?
Ji-won?
Aku akan menemuinya ketika mendapatkan sinyal.
Sinyal?
Seperti biasa, dia akan melempar umpan agar kami berdamai.
Lalu aku akan mengambil umpan
dan berenang dengan tenang ke kolam prianya.
Jika dia punya perasaan untukmu, itu takkan begitu tenang.
Dia tahu kau tinggal dan bekerja di sini dengan Jeong-ju.
Jika Ji-won mendapat salah paham, aku akan menjelaskan semuanya.
Jeong-ju sakit parah.
Sungguh?
Tapi katakan saja Jeong-ju tak benar-benar sakit.
Kau akan mengusirnya?
Jika tak tahu dia sakit, aku takkan memberinya tempat ini.
Jadi, kau baik kepadanya hanya karena merasa kasihan?
Tak ada emosi lain?
Emosi apa lagi?
Dengar, aku tak punya perasaan untuk Jeong-ju.
Dia bilang dia juga begitu.
WARM AND COZY
Jeong-ju.
Apakah kau tertidur?
Sepertinya kau tak makan malam.
Apakah kau akan tidur?
Kau mau kubuatkan sesuatu?
Kau mau makan tteokbokki waktu itu, jadi, aku membeli kue beras.
- Mau kubuatkan? - Jangan menggodaku.
Apa?
Kubilang, berhentilah menggodaku!
Aku sungguh tak berpikir sama sekali.
Jadi, jika kau terus menggodaku,
aku hanya akan menyerah.
Aku akan menjadi orang yang terluka dengan wajah bengkak di pagi hari.
Aku tak ingin berakhir seperti itu. Jadi...
berhenti menggodaku.
Aku tak menggodamu! Aku tak memaksamu untuk makan!
Kau merayuku!
Kau jahat seperti tteokbokki saat tengah malam!
Apa yang aku lakukan?
Syukurlah aku tak mengatakan mari tambahkan keju!
Kau akan menyebutku pembunuh!
Jika aku mau menambahkan pangsit,
kau akan menyebutku pembunuh berantai psikopat!
Jangan makan!
Jangan pernah bilang kau mau makan tteokbokki lagi.
WARM AND COZY
Halo.
Kalian pergi bekerja lebih awal.
Kami akan membersihkan desa.
Kami harus bersih-bersih setelah ombak besar menyerang.
Kalau begitu, kami akan bergabung dan membantu kalian.
Cozy tak pernah datang membantu.
Tentu saja kami harus membantu.
Kami akan bersiap-siap dan bertemu kalian di sana.
Silakan.
Wanita muda itu pekerja keras.
Dia bahkan mendaftar di sekolah menyelam.
Sungguh?
Jangan pelit saat kau menilainya
di wawancara.
Mari kita pergi.
Geon-u, bangun.
Ayo pergi dan membantu bersih-bersih.
Hei, bangun! Bangun!
Kita hanya perlu membayar denda 10.000 won.
Kau tak mau bangun?
Kau takkan bangun?
Kenapa?
Semua tetua keluar untuk membersihkan.
Semua orang membencimu karena kau tak pernah pergi.
Aku tak peduli jika mereka membenciku.
Aku peduli, paham?
Aku ingin mereka menyukaiku.
Ayo pergi.
Baik.
Geon-u.
Bangun!
Baik!
- Kau baru saja menembakku? - Aku tak membidikmu, Paman!
Apa? Paman?
Berapa umurku?
Hei. Itu berbahaya, hentikan!
Kau akan mendapat masalah!
Sudah kubilang hentikan, bukan?
Kau dalam masalah besar sekarang.
Kau tahu seberapa menakutkannya Wali Kota?
Begitu tahu, dia akan segera melaporkanmu.
Tak ada gunanya menangis.
Dia akan mendendamu. Dia akan tegas meski kau anak-anak!
Kau dalam masalah sekarang!
Dasar berengsek!
Kenapa kau membuat cucuku menangis?
Bukan aku!
Ini salahnya!
Apa yang bisa dilakukan seorang anak?
Apa yang terjadi di sana?
Kenapa kau memecahkan lampu di depan rumah orang lain?
Dengar, Bu, aku tak mengerti satu kata pun yang kau ucapkan!
Gunakan bahasa Korea!
Kenapa? Berandal.
Apa yang akan kau lakukan? Perbaiki ini!
Apa masalahmu?
Yang berbuat, yang bertanggung jawab.
Beraninya kau meninggikan suaramu? Kau menantangku?
Geon-u?
Jeong-ju.
Wanita ini memukulku dari belakang,
dan mencoba untuk memukulku dengan sapu!
Bajingan itu membuat cucuku menangis, dan dia memecahkan itu.
Maaf, Bu,
tapi cucumu memegang pistol BB.
Mungkin dia menembaknya dan memecahkannya.
Nak, kau melakukan itu?
Hei, Bocah! Lebih baik kau jujur!
Beraninya kau berteriak kepada cucuku?
Hentikan itu!
Apa kesalahan Geon-u hingga kau terus melakukan ini?
Apa? Apakah kau memihaknya karena kau berdua dari Seoul?
Aku tak memihak.
Kau bersikap tak adil, itu sebabnya.
Anak-anak membuat kesalahan.
Itu bukan alasan untuk meneriakinya.
Dasar berengsek!
Kau bisa mengatakan itu?
Lupakan! Sudah cukup.
Kalian berdua persis sama! Ayo pergi!
Ada apa? Kau bertengkar?
Aku salah tentang gadis Seoul itu.
Dia terlalu bodoh.
Dia memukulmu, bukan?
Ya. Dia memukulku di punggung seperti...
Anak itu menembakku dengan pistol BB-nya
- di sini. - Astaga. Itu bengkak.
Kau bertengkar dengan Bu Yu-ja?
Cucunya melakukan itu,
tapi dia terus menyalahkan Geon-u.
Astaga. Itu pecah.
Geon-u benar-benar tak melakukannya.
Aku mengerti kenapa kau memihaknya, tapi kau harus menahannya.
Sepertinya kau akan gagal.
Gagal dalam apa?
Kau mendaftar ke sekolah menyelam.
Dia salah satu pewawancaranya.
Dia takkan memberimu nilai tinggi sekarang.
Tak mungkin. Dia bukan anak kecil.
Dia takkan mendendam.
Aku mengenalnya dengan sangat baik.
Dia menyimpan dendam tak seperti yang lain.
Dia pasti akan memberimu nol.
Kau seharusnya menahannya.
Sekolah selam?
Kau bergabung di sana tanpa memberitahuku?
Aku akan memberitahumu jika aku lolos.
Bagaimana sekarang?
Maksudmu apa? Ini yang terbaik.
Itu terlalu berat untukmu.
- Jangan lakukan itu. Jangan. - Tidak.
Makanan laut adalah bahan yang paling mahal.
Bayangkan itu tangkapanku.
Kau akan menjadi haenyeo hanya untuk menghemat sedikit uang?
Uang memang penting,
tapi aku benar-benar ingin mencapai sesuatu.
Aku belum melakukan apa-apa sejak datang ke Jeju.
Jika lulus dari sekolah menyelam,
aku bisa memunculkan konsep unik untuk restoran.
Aku pun bisa memasok beberapa bahan.
Selain itu, pikirku jika menjadi dekat dengan para haenyeo,
aku bisa masuk ke pasar mereka juga.
Kau banyak memikirkan hal ini, bukan?
Aku benar-benar ingin masuk.
Apa yang harus kulakukan?
Jika sangat ingin masuk, kau dapat memanfaatkan foto Pria Tanah Liat.
Apa?
Peraslah Wali Kota dan paksa dia membuatmu masuk.
Astaga, ada banyak kelicikan...
- Si Bodoh ini sangat menyebalkan. - Apa?
Lupakan!
Apa maksudnya?
SEKOLAH MENYELAM HAENYEO SORANG MENERIMA PENDAFTARAN
Pak Wali Kota?
Pak Wali Kota.
Bisakah kita keluar untuk mengobrol?
Kau sibuk, bukan?
Tentu saja aku sibuk,
tapi ada waktu untuk bicara dengan warga yang datang jauh-jauh ke Balai Kota.
Apa itu?
Aku berterima kasih untuk kebaikanmu kemarin,
jadi, aku ingin mentraktirmu makan malam.
Kau meminta perlakuan istimewa?
- Apa? - Kau mendaftar ke sekolah menyelam.
Aku dengar
kau berselisih dengan Bu Ko Yu-ja, salah satu pewawancara.
Kau meminta perlakuan istimewa
untuk menebus poin yang hilang darimu melalui aku.
Kau cepat tanggap.
Kau benar. Kau tahu tentang semua yang terjadi...
Jadi, kenapa kau bertengkar dengannya?
Kecuali ada yang melobimu seperti orang gila, kau pasti gagal.
Jadi,
tak bisakah kau melobi untukku?
Kau bisa memberiku poin maksimal?
Beri tahu pewawancara lain untuk memberiku nilai tinggi...
Lakukan saja, kau akan didiskualifikasi karena curang.
Ini bukan tim nasional.
Kau sangat kaku.
Manfaatkan foto Pria Tanah Liat.
Peras Wali Kota dan paksa dia membuatmu masuk.
Kau tahu?
Lupakan.
Tunggu!
- Kenapa kau pergi? - Kau bilang aku harus pergi.
Maksudku, kau datang jauh-jauh ke sini...
Bukankah kau akan memerasku? Kau tahu kelemahanku.
Apakah kau...
menepati janjimu untuk menjaga rahasiaku?
Itu...
Ya.
Kalau begitu, aku akan membalas jasamu.
- Ayo pergi. - Ke mana?
Karyawan Balai Kota akan berpikir
kita berkencan jika berdiri di sini lebih dari sepuluh menit.
Balik badan.
Maju.
Hari ini sangat menyenangkan.
Kita mendapat tangkapan hebat hari ini,
Aku bisa membeli daging untuk cucu-cucuku.
Kau pasti senang mereka ada di sini.
Aku tak melakukan kesalahan apa pun. Kenapa aku harus meminta maaf?
- Lupakan. - Kau iri, bukan?
Aku benar-benar ingin masuk.
Apa yang harus kulakukan?
- Mereka tak berguna begitu dewasa. - Ya, bukan?
Ikutlah bersamaku.
Jika kau ingin berbaikan dengan Bu Yu-ja,
Kau harus menyanyikan lagu untuknya.
"Preferably One" oleh Na Hoon-a.
Dia sangat menyukai Na Hoon-a.
Na Hoon-a?
Di atas bukit berangin Tempat tak seorang pun pergi
Rumput tanpa nama
Kau bisa melakukannya?
Jika kau tak bisa bernyanyi untuknya, itu mungkin memperburuk keadaan.
Kalau begitu...
bermainlah hwatu dengannya.
Mengalahlah 50.000 won untuknya.
Aku tak suka anggur beras, tak tahu lagu Na Hoon-a, dan tak bisa main hwatu.
Maka wanita muda itu akan gagal.
Yu-ja menyimpan dendam untuk waktu yang lama.
Ini, anggur beras.
Lagu.
Juga hwatu.
Cobalah.
Semoga berhasil.
Sial.
Bagaimana lagu itu?
Rumput tanpa nama...
Rumput...
Terserah.
Hae-sil, jangan biarkan gadis Seoul itu lolos, ya?
Kita harus menilai dia dengan adil, bukan menggagalkannya karena masalahmu.
Itu tak benar.
Terserah pewawancaranya.
Bukankah kau memintaku memberikan nilai bagus untuk si Song itu?
Aku merasa tak enak kepada pria itu, jadi, aku ingin membantunya.
Bahkan dengan situasinya, dia punya ego dan kepribadian yang aneh.
Dia mungkin tak bisa mencari nafkah di mana saja.
Menyelam adalah keterampilan,
jadi, mungkin dia bisa menggunakannya untuk makan.
Itu perbuatan baik bagi kita.
SONG
Kau bilang akan membantu. Kenapa belum menelepon?
Aku tak percaya diri dengan wawancaranya.
Bukankah seharusnya kau mengajariku atau semacamnya?
Kukira dia mau mencoba.
Setelah pertandingan pacarku,
kami akan makan malam dengan keluarga gubernur.
Karena kau mengenalnya, mau bergabung dengan kami?
Jeong-geun.
Apa? Tentu, terserah.
Ada yang mengabaikan pesanmu?
Aku melihatmu mengirim pesan sebelumnya,
tapi aku tak mendengar nada notifikasi pesan,
dan kau terus menatap ponselmu.
Artinya kau diabaikan.
Apakah aku diabaikan?
Aku bebas sekarang, jadi, datanglah.
Aku tak diabaikan.
Apa yang salah dengannya?
RIWAYAT KEHIDUPAN HAENYEO JEJU
Kau akan memohon simpati.
Berpakaianlah sederhana dan berbicara dengan rendah hati.
Apakah itu mungkin?
Ketika aku di sekolah,
aku hanya memainkan peran pangeran, tak ada lagi.
Aku terlihat terlalu kaya hingga tak ada peran lain yang cocok.
Aku ragu...
kau pernah memainkan seorang putri.
Benar.
Aku tak pernah menjadi putri.
Aku memainkan peran beberapa pangeran,
tapi aku tak merasakan perannya.
Kenapa tidak?
Karena seorang putri bodoh,
mereka melawan naga dan berperang.
Mereka merepotkan.
Peran pangeran harus gagah dan keren.
Jika dia pecundang yang kalah dengan naga dan melarikan diri karena takut perang,
mana mungkin berhasil?
Dengar, Nona.
Kau mungkin tak menyadarinya,
Tapi aku sedang melakukan sesuatu yang sangat keren.
Yang kulakukan membutuhkan lebih banyak nyali
daripada melawan naga dan lebih mengerikan
dari mengobarkan perang.
Jika kau sudah menentukan sikap,
hafalkan ini.
Aku takkan belajar. Tentu saja tidak.
Karena aku punya harapan
bahwa aku akan gagal dan ini semua berakhir.
Jika aku gagal, itu takdir.
Drama ini...
berakhir di sini.
Song.
Sepertinya jalan kita entah bagaimana terjalin...
tapi tak sejauh itu hingga kita bisa membicarakan takdir.
Aku menghadapi nasibku ketika berusia 19 tahun,
dan aku hidup sesuai takdirku.
Tak ada hal yang aneh akan terjadi di antara kita,
belajarlah dengan keras agar lolos tes.
Udangnya terlihat enak, Jun-hui. Buka mulutmu.
Makan.
Kau tak makan apa pun pagi ini.
Aku benci rumah Nenek!
Bu, ayo pergi ke sanggraloka yang kita kunjungi tempo hari.
Setelah kita makan. Jun-hui, buka mulut.
Tidak! Baunya amis!
Rumah nenek berbau amis, dan makanannya berbau amis!
Maafkan aku, Ibu.
Minta maaf kepada Nenek sekarang!
- Baunya amis! - Ibu akan menyimpan makanannya!
Aku takkan makan!
Maafkan aku.
Lupakan. Mereka tak mau makan, jadi, jangan paksa mereka.
Bawa anak-anak ke sanggraloka dan beri mereka makan.
Tak perlu. Sekarang.
Kenapa kau tak suka makanannya?
Kau anak manja.
Aku tak mau!
Halo.
Kenapa kau di sini?
Aku di sini untuk mengantar Bu Ko Yu-ja.
Apa?
Ada reservasi
untuk menantu perempuan dan cucunya,
di restoran kami.
Ibu,
Ibu membuat reservasi di restoran untuk kami?
Itu...
Restoran mana itu?
Namanya Warm and Cozy.
Ini jus Mendorong.
Jus grapefruit Mendorong
dan jus anggur Mendorong.
Ini seladamu. Selamat mennikmati.
Aku tak tahu ada restoran yang sangat cantik di sini.
Bu Ko pelanggan di sini.
Ibu memiliki selera yang luar biasa.
- Nek, ini enak! - Nek, ini enak!
Ini piza dan pasta boga baharinya.
Terima kasih.
Ini terbuat dari hasil laut yang ditangkap nenek kalian.
Cobalah. Sama sekali tak terasa amis.
Semuanya segar, tentu saja tak amis.
Nenek benar-benar menangkap ini?
Aku suka makan boga bahari dari tangkapan Nenek!
Astaga!
- Nenek yang terbaik! - Nenek yang terbaik!
Silakan menikmati.
Sekarang Jeong-ju akan lolos, bukan?
Kau hebat, Cozy.
Wanita muda itu punya teman baik.
Kalian hanya teman, bukan?
Apa? Kenapa?
Tak ada.
Omong-omong, temanmu akan sangat bersyukur ketika dia tahu.
Aku tak melakukannya untuk pengakuan.
Teman sejati adalah seseorang
yang membantu di belakang layar bukannya memastikan dia tahu.
Apakah itu benar?
Kalau begitu,
aku akan merahasiakan
bahwa kau membantu dia.
Apa?
Kau sangat keren, tak melakukannya untuk pengakuan.
Aku akan menjaga rahasiamu.
Kau akan benar-benar merahasiakannya, bukan?
Jangan khawatir.
Aku takkan memberi tahu siapa pun.
Kau pria yang baik.
Ini dia.
Kacamata selam, pelampung,
pisau pembuang isi perut,
dan pemberat batu.
Aku ingin tahu,
jika membawa potongan tiket dari museum haenyeo,
aku dapat poin bonus selama wawancara?
Para haenyeo dari Jeju,
dengan kegigihan dan semangat pelopor mereka,
membuka jalan mereka melalui air berbahaya untuk menjadi simbol Jeju.
Museum dan sekolah selam ini bertujuan melestarikan dan mewarisi simbol itu.
Apa yang baru saja kau katakan tertulis di panduan museum ini.
Kau menghafal kata demi kata.
Jadi, bacalah dengan cermat dan hafalkan.
Jika tujuan utamamu berburu abalone demi uang, kau akan gagal.
Ya, Pak.
Kau terdengar seperti buku teks.
Siswa terbaik akan memberitahumu bahwa jawabannya ada di buku teks.
Ini.
DASAR-DASAR MENYELAM
Baca buku tentang haenyeo ini
dan cari jawabannya.
WARM AND COZY
BUKA SELAMAT DATANG
Dia selalu melarangku beristirahat lama.
Di mana dia?
Terima kasih hari ini.
- Tentu. Semoga harimu menyenangkan. - Kau juga.
Kenapa kau datang dengan mobil ini?
Wali Kota memberiku tumpangan.
Sungguh?
Terima kasih banyak.
Hari yang cerah dan indah. Sempurna untuk berjalan-jalan,
tapi kau tetap memberinya tumpangan.
Kau pria yang baik.
Bukan pria baik, tapi
Pria Tanah...
Kau sebaiknya pergi. Terima kasih.
- Masuk ke dalam. - Dasar...
Kau sebaiknya pergi. Sampai jumpa.
Masuk ke dalam.
Geon-u.
Sudah kubilang jangan ungkit Pria Tanah Liat.
Kau berada di pihak siapa? Kau benar-benar memihaknya?
Jika aku benar-benar harus memihak,
aku di pihaknya sekarang.
Waktu istirahat sudah berakhir. Kembali bekerja.
Ayolah.
Lupakan! Aku tak mau!
Aku membuat piza dan melobi untuk seseorang
yang bahkan tak memihakku.
Tak berguna. Itu semua tak berguna.
Pizanya lebih enak daripada yang terlihat.
Si Cozy itu koki yang lebih baik dari dugaanku.
Bagaimana kabar kalian?
Apa yang membawa Wali Kota ke sini?
Kau suka anggur beras, bukan?
Ini dia!
Mau minum anggur beras dan bermain hwatu?
Mau?
Aku dengar kau kesal pagi ini. Kau merasa lebih baik sekarang?
Itu? Aku sudah berbaikan dengan si Cozy itu.
Apa?
Dia mengundangnya dan cucu perempuannya, lalu membuatkan mereka piza.
Dia membawa ini untuk kami. Itu membuat semuanya lebih baik.
Coba ini.
Enak sekali.
Ayo coba.
Begitu rupanya.
Dia mengalahkanku.
DASAR-DASAR MENYELAM
Kenapa kau belajar begitu keras? Seolah-olah itu hal penting.
Kau tampak akan terjaga sepanjang malam.
Makin banyak aku membaca, makin serius aku tentang hal itu.
Ini tentang menjadi pelopor dan semangat juang kuat.
Budaya haenyeo
mencakup semua yang harus aku pelajari.
Jeong-ju.
Kau memiliki semangat juang yang kuat.
Aku bertaruh,
aku akan mendapatkan perasaan luar biasa saat masuk ke laut
dan menangkap sesuatu untuk kali pertama.
Ini akan sangat sulit, aku yakin.
Aku akan memberikannya kepadamu.
Aku akan bangga jika kau memasak sesuatu yang kutangkap.
Aku akan berkontribusi sebagai anggota tim.
Kita berada di tim yang sama?
Katamu kau tak memihakku.
Apa? Kau marah?
- Katamu kau di pihak Wali Kota! - Apakah aku bekerja di Balai Kota?
Aku bekerja di Warm and Cozy.
Karena kau berada di pihakku, kau harus menjadi lebih cantik.
Terima kasih...
Tunggu.
Ini baunya tak asing. Baunya seperti kosmetikku.
Aku menggunakannya beberapa hari, itu cukup bagus.
Apa?
Tunggu sebentar.
Di mana itu?
Kau menggunakan semuanya!
Hei.
Aku menggunakannya setetes sekali pakai, sangat kuhemat.
Kau membasahi wajahmu dengan ini!
Wajahku kecil, jadi, tak butuh banyak.
Kenapa kau tak membelikanku produk perawatan kulit?
Kau berjanji akan memberiku uang saku. Kenapa kau tak menyediakan kebutuhan?
Aku hanya menggunakan ini saat ada acara khusus.
Wawancaramu besok.
Berhenti marah dan tidurlah.
Aku akan menggunakan sisanya.
Kau? Kenapa? Kenapa kau menggunakan itu?
Ini milikku. Hei!
Kenapa sup rumput laut?
Aku minum terlalu banyak semalam,
jadi, aku minta mereka membuatnya.
Kakak juga suka sup rumput laut, bukan?
Aku tak bisa makan ini.
Apakah Kakak mengikuti tes? Kenapa kau tak bisa makan ini?
Aku hanya tak berselera.
Kau punya kue beras ketan?
HARI WAWANCARA SEKOLAH HAENYEO
Semoga beruntung, Jeong-ju.
Haruskah aku membeli gula-gula untuk keberuntunganmu?
Lupakan.
Kembalilah dan buka restoran.
Tidak, aku akan menunggumu di sini.
Sungguh?
Ayo berbelanja untuk perlengkapan selammu sesudahnya.
Kenapa aku menghabiskan uang untuk itu?
Aku tahu cara mendapatkannya secara gratis jika lolos.
Hei, kau tak bisa meminjam perlengkapan selam.
Yang perlu kubeli adalah kacamata dan sepatu selam.
Baik. Aku akan menunggu di sini.
Baik. Aku akan menelepon setelah selesai.
- Masuk. - Baik.
Kau bisa melakukannya!
- Aku bisa melakukannya! - Kau bisa!
Kenapa dia ada di sini?
Bu Ko!
Nyaman.
Kau menikmati piza kemarin?
Jika cucumu kembali, mampir kapan saja.
Baik.
Tolong bersikap baik kepada Jeong-ju.
Tolong bermurah hati dengan nilainya.
- Murah hati? - Murah hati.
Baik. Tentu saja.
Bu Ko!
Apakah dia akan berdiri di sana sepanjang hari?
Aku harus membelikan Jeong-ju yang bagus.
Aku tak punya uang bahkan untuk yang jelek.
Apakah dia akan berdiri di sana sampai selesai?
SEKOLAH MENYELAM HAENYEO SORANG MENERIMA PENDAFTARAN
Pemohon nomor 11.
Ya?
Masuk ke dalam.
Halo.
Tak ada penyelam lain di dunia
seperti haenyeo dari Jeju. Mereka adalah satu-satunya.
Jadi, aku ingin menjadi haenam, bukan haenyeo.
Aku sedang menulis novel tentang kehidupan haenyeo,
jadi, aku ingin mengalaminya secara langsung.
Ada banyak haenyeo, tapi tak banyak haenam.
Aku ingin menjadi berbeda.
Para haenyeo dari Jeju,
dengan kegigihan dan semangat pelopor mereka,
adalah simbol wanita Jeju yang bertanggung jawab atas ekonomi Jeju.
Aku ingin mempelajari cara kalian, dan melanjutkan warisan itu.
Aku akan berguna seperti pisau pembersih isi perut.
ALAT HAENYEO
Terima kasih...
sebelumnya.
Itu pidato yang bagus, bukan?
- Bukankah begitu? - Ya.
Apakah dia akan berdiri di sana sampai selesai?
Hei, Hui-ra?
Hubungi Geon-u dan temui dia sekarang.
Apa? Sekarang juga?
Dia tak mau mendengarkanku. Dia benar-benar kesal kepadaku.
Bujuk dia dengan kartu kredit, dia akan datang.
Kau bilang takkan memberinya uang.
Aku akan memberi tahu Pak Jang,
berikan kartu kreditnya.
Baik.
Halo, kakak perempuanku yang tak setia. Ada apa?
Ke sini sekarang.
Kakak akan memberimu uang.
Kak, aku sayang Kakak.
Tentu saja!
Aku akan pergi sekarang.
Baik.
Pergilah, Berandal.
Tunggu!
Selanjutnya, nomor 48.
Nomor 48, silakan.
Pemohon nomor 48?
Nomor 48.
Dia tak ada di sini.
Pemohon nomor 48,
Song Jeong-geun, tak ada di sini?
Mari kita beralih ke pelamar berikutnya.
- Apakah dia tak datang? - Pemohon nomor 49?
- Ya. - Silakan masuk.
Tunggu! Tidak! Aku!
Aku nomor 48.
Aku sendiri.
Apa-apaan ini?
Apakah dia pergi? Dia bilang dia akan menunggu.
GEON-U
Ada apa?
Bagaimana wawancaramu? Aku mau menunggu, tapi ada urusan.
Sungguh?
Aku akan berbelanja peralatan selam.
Aku menemukan tempat yang buka hari ini.
Hei, kita sepakat untuk pergi bersama.
Kau harus pergi denganku.
Aku akan membeli kacamata selammu.
Tak perlu.
Jangan berani pergi tanpaku.
Tunggu aku di suatu tempat. Aku akan segera ke sana.
Dia ingin memberikannya kepadaku secara gratis sebagai hadiah.
Tak perlu menolak.
Apakah Pak Song sudah pergi?
Ya.
Aku berharap bisa makan siang dengannya.
Ke mana dia pergi?
Dia tak bilang. Itu pasti urusan pribadi.
Begitu rupanya.
Pak Jang.
Hui-ra ada di vila sanggraloka, bukan?
Geon-u menuju ke sana sekarang, jadi, dia akan berada di kedai kopi.
Geon-u akan datang?
Kudengar kau ada di sini, maaf karena tak mampir lebih cepat.
Aku juga sibuk.
Aku di sini bersama pacarku.
Kau siapa?
Kalau begitu, mari kita makan malam saat kau senggang.
Baik.
Geon-u sedang menuju kemari. Kenapa tak tinggal sampai dia datang?
Geon-u akan datang?
Ya. Dia akan segera datang.
Aku akan pergi.
Kami sedang tak akur.
Baik.
Baiklah.
Pelanggan berikutnya. Bolehkah aku memesan?
Aku mau Americano dan latte.
Kau mau keduanya dingin?
Kenapa kau tak membelikanku produk perawatan kulit?
Kau berjanji akan memberiku uang saku. Kenapa kau tak menyediakan kebutuhan?
Karena dia membelikanku sesuatu,
aku juga harus membelikannya sesuatu.
Aku di sini.
Aku menunggu tepat 20 menit.
- Kau mau pesan? - Ya.
Es serutmu sudah siap.
Es serutmu sudah siap.
Baik.
Terima kasih.
Itu terlihat seperti karangan bunga.
Bagaimana kau membuat ini?
Maaf, tapi aku tak bisa mengatakannya.
Baik.
Apakah ini semacam resep khusus?
Geon-u akan tahu saat dia mencicipinya.
Jeong-geun mau kau menerimanya.
BATAS KREDIT 1.500.000 WON
Apa? Itu batasku?
Kau tak menginginkannya?
Lupakan. Terima kasih untuk ini.
Apakah kau sudah pergi?
Kau takkan menemui Ji-won?
Dia ada di sini beberapa saat yang lalu.
Sungguh?
Aku bilang kau akan datang, tapi dia tetap pergi.
- Kalian bertengkar? - Apakah itu yang dia katakan?
Sejak kapan dia mengatakan sesuatu dengan jelas?
Tapi dia tak terlihat terlalu senang.
Kau bilang tadi Ji-won duduk di sini, bukan?
Ya.
Ponsel siapa itu?
Itu miliknya.
Dia pasti menjatuhkannya di sini.
Mungkin.
Apakah dia sengaja meninggalkannya di sini?
Dia mencoba membuatnya tak kentara, tapi dia sangat jelas.
Dia sangat jelas.
Mudah bagiku untuk menemukan jawabannya jika dia sejelas ini.
Ini isyaratnya untuk datang kepadanya.
Ji-won!
Ada perlu apa kau kemari?
Aku datang untuk menemui kakakku.
Kudengar tadi kau bersamanya.
Ya.
Tapi ponselmu tertinggal di sana.
Sungguh?
Ini.
Kau selalu linglung.
Aku harus selalu berdiri di belakangmu
untuk mengambil apa yang kau jatuhkan.
Terima kasih.
Aku agak terlalu sensitif tempo hari.
Baik.
Kau akan pergi ke suatu tempat?
Aku punya waktu luang, jadi, aku akan pergi berbelanja.
Aku meninggalkan begitu banyak barang.
Ada banyak yang harus kubeli.
Mau kutemani?
Dia terlambat.
Ini akan meleleh.
Jadi, benar bahwa Jeong-ju adalah pemilik restoranmu sekarang?
Ya.
Apakah ada hal lain yang mengganggumu?
Tanyakan apa pun kepadaku.
Kau sudah menjelaskan semuanya.
Haruskah kita pergi ke Seoul sekarang?
Sekarang?
Jeong-ju!
Apa yang membuatmu begitu lama?
Aku baru saja akan pergi.
Waktu yang tepat. Aku harus pergi ke Seoul sekarang.
Seoul? Kenapa?
Ji-won ingin berbelanja, jadi, aku akan ikut dengannya.
Ayo beli perlengkapanmu di hari lain, ya?
Sampai jumpa lagi.
Bagaimana dengan restorannya?
Pung-san dan aku tak bisa menanganinya sendirian.
Ada dua reservasi malam ini.
Jangan pergi, Geon-u.
Hei, Jeong-ju.
Maaf. Aku sudah memesan penerbanganku.
Selain itu, aku sudah menyiapkan segalanya.
Aku akan kembali malam ini.
Haruskah aku membawakanmu tteokbokki yang kau mau?
Tak perlu.
Jeong-ju.
Jeong-ju!
- Hei, Jeong-ju! - Geon-u!
Ayo cepat.
Kita akan terlambat.
Baik.
SEKOLAH MENYELAM HAENYEO SORANG MENERIMA PENDAFTARAN
Kau belum pergi?
Belum.
Beri aku tumpangan ke halte bus.
Tak sejauh itu. Kau bisa berjalan.
Kau bilang kau akan bertanggung jawab.
Ini semua bagian tanggung jawabmu.
Ini.
Ayo pergi.
Kubilang, ayo pergi.
Kita berangkat.
Apa-apaan itu semua?
Aku benar. Ini orangnya.
Orang yang membuntuti Hae-sil.
Apa yang sedang kau lakukan?
Song Jeong-geun.
Dia di industri penginapan, dan alasannya untuk melamar adalah
"Aku ingin hidup karena aku tak bisa mati"?
Jadi, ini orangnya.
Pria malang yang dia selamatkan.
Apakah kau tahu tentang dia?
Dia menyelamatkannya dari laut.
Jadi, ini orangnya.
Dia merasa kasihan kepadanya, jadi, dia membelikannya makanan
dan menyuruhnya menjadi haenam untuk menghidupi dirinya.
Apa?
Maksudmu, si berandal ini
memanfaatkan Hae-sil?
Memanfaatkan?
Kau selalu mengendarai ini?
Ini lambat dan pegasnya buruk.
Kurasa masalahnya bukan ATV-nya,
tapi kondisi jalan.
Aku harus menelepon gubernur
untuk memperbaiki jalan.
Lupakan.
Aku akan mengirim pesan kepadanya.
Kau pasti berpikir aku tak mungkin mengenal gubernur.
Kau ingin melihat SMS-ku dengannya yang merencanakan makan malam?
Kenapa kau...
Sial.
Itu tak sengaja. Kecelakaan.
Aku tak bersungguh-sungguh. Aku takkan melakukan itu.
- Lupakan. - Aku bersumpah!
Kau melihat aku jatuh karena hentakannya, bukan?
Aku tak berakting!
Memang benar aku terus-menerus memikirkanmu,
tapi bukan tentang menyentuhmu...
Aku takkan pura-pura hanya untuk memelukmu!
Aku tak sesuka itu kepadamu!
Sial.
Serius?
Sial.
Sepertinya aku berdarah.
Melihat kondisinya,
nasibku ada di tanganmu.
Jika kau tak ingin melihatku, kau bisa membuatku gagal.
Jika kau membuatku gagal,
kuanggap kau tak mau aku datang,
jadi, aku takkan kembali.
BERUNTUNG ATAU SIAL? WANITA MENIKAH TIGA KALI
Kau sedang menulis novel?
Ya.
Ini adalah kisah cinta yang berlatar di Desa Sorang.
Kau akan menulis
tentang ibu orang yang kau ceritakan?
Ya.
Jeong-ju.
Pak Wali Kota.
Kami akan mengadakan makan malam kerja di restoranmu.
Tamunya sekitar 15 orang.
Terima kasih.
Mungkin bisa menjadi lebih dari 20 orang.
Terima kasih.
Salah satu karyawan kami sedang berada di Seoul.
Pacarnya ada di Seoul, jadi, dia ingin kembali.
Bukankah itu bagus?
- Dia pengkhianat. - Apa?
Dia meninggalkan semua koleganya
untuk mengikuti seorang gadis ke Seoul.
Kita tak memintanya untuk tinggal, jadi, dia tak berkhianat.
Kalau begitu...
bagaimana jika dia pergi meskipun kau memintanya tinggal?
Itu akan menjadikannya pengkhianat, bukan?
Apakah seseorang pergi meskipun kau memintanya untuk tinggal?
Sejujurnya,
aku memang memintanya
untuk tak pergi ke Seoul.
Tapi katanya
dia tetap akan pergi.
Aku membelikannya anggur beras. Tak tahu diuntung.
Dari apa yang kulihat,
orang-orang yang ditakdirkan pergi akan pergi.
Aku merasa lebih baik membiarkan mereka pergi karena mereka akan pergi.
Apakah kau menyukainya?
Apakah kau begitu menyukai
karyawanmu?
Dia seorang pria.
Dia karyawan favoritku.
Tetap saja...
Bahkan jika itu seseorang yang sangat kau sukai?
Kau merasa lebih baik...
setelah membiarkannya pergi?
Dari apa yang kulihat, orang-orang yang ditakdirkan pergi akan pergi.
Aku merasa lebih baik membiarkan mereka pergi karena mereka akan pergi.
Kurasa Seoul jauh.
Aku ingin kembali dengan cepat,
tapi sudah pukul 21.00.
Ini baru pukul 21.00.
Kita bahkan belum makan malam.
Haruskah kita pergi makan bersama Hui-ra?
Mari kita minum wine juga.
Aku harus membeli sesuatu sebelum terlalu malam.
Kau bisa membawa ini, bukan?
Ya.
Sampai nanti.
Jeong-ju, aku kembali!
Sangat melelahkan pergi ke Seoul.
Jalanan sangat macet.
Aku hampir ketinggalan penerbanganku.
Kurasa kau banyak berbelanja.
Pasti menyenangkan.
Aku biasanya suka berbelanja,
tapi sudah terlalu lama. Aku lelah.
Apakah karena aku punya batas pengeluaran?
Ketika tak memiliki batas, aku biasa berbelanja tanpa henti.
Sungguh?
Karena kau punya kartu kredit sekarang,
kurasa kau bisa pergi.
Apa?
Pergi ke mana?
Geon-u.
Jangan tinggal di sini lagi.
Aku lebih suka
jika kau tak di sini.
Aku akan merasa lebih nyaman jika kau pergi ke tempat lain.
Jadi, Geon-u,
kau sebaiknya pergi.
Jangan bicara kepadaku lagi!
Apa yang kulakukan bukan urusanmu!
Berhenti berlebihan dan membuat Geon-u tak nyaman.
Apa kau tak nyaman karena aku?
Jangan berusaha keras.
Aku ada di depan rumahmu. Kau mau keluar?
Apakah aku membuatmu berharap? Aku tak ada di sana. Aku tak segila itu.
Jeong-ju, kau diterima.
Wali Kota membantumu karena foto itu, bukan?
Bagaimana jika jantungku berdetak sangat kencang,
hingga aku khawatir kau akan tahu?
Apa yang akan kau lakukan?
Terjemahan subtitle oleh Novalita H.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.